Kamis, 11 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Personil Resort Tondong Tallasa Lakukan Monitoring Elang

Bantimurung, 5 Oktober 2017. Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung memiliki 17 jenis elang. Data tersebut dihimpun sampai dengan akhir tahun 2016. Dari jumlah elang tersebut terdapat 4 jenis endemik Sulawesi, jenis dimaksud adalah elang alap ekor totol (Accipiter trinotatus), elang alap kecil (Accipiter nanus), elang Sulawesi (Nisaetus lanceolatus), dan elang ular Sulawesi (Spilornis rufipectus). Semua jenis elang merupakan satwa yang dilindungi. Seminggu lalu personil Resort Tondong Tallasa, SPTN Wilayah I Balocci gelar kegiatan monitoring elang di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Kegiatan tersebut berlangsung selama 5 hari dari tanggal 25 September sampai dengan 29 September 2017. Kegiatan monitoring elang ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan populasi elang di permanent monitoring plot yang sudah ditetapkan sebelumnya pada kegiatan yang sama pada Mei 2013. Pengumpulan data dan informasinya menggunakan metode point counts dan line transect. Ramli selaku salah satu anggota tim melaporkan hasil monitoring elang tersebut. Hasilnya sangat menggembirakan karena hasil monitoring di lokasi yang sama empat tahun lalu hanya teridentifikasi 4 ekor elang yang terdiri dari 3 jenis. Tahun 2017 ini lebih banyak dijumpai. “Tim monitoring berhasil mengidentifikasi elang sebanyak 16 ekor yang terdiri dari 6 jenis. Keenam jenis tersebut adalah elang paria (Milvus migrans), Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus), Alap-alap sapi (Falco moluccensis), Elang ikan kepala kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus), Sikep-madu Sulawesi (Pernis celebensis), dan Baza Jardon (Aviceda jerdoni) ujarnya. Dari hasil monitoring elang tersebut juga terdapat jenis yang baru teridentifikasi. “Kami mengidentifikasi elang ikan kepala kelabu di Resort Tondong Tallasa yang belum ada dalam daftar elang di TN Bantimurung Bulusaraung.” tambahnya. Dengan begitu menambah daftar jenis elang di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung menjadi 18 jenis di Tahun 2017 ini. “Elang merupakan predator tertinggi. Dengan banyaknya elang yang teridentifikasi mencirikan bahwa ekosistem hutan karst di wilayah tersebut masih baik” ujar Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I Balocci saat kami konfirmasi. Kamajaya Shagir, PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung menambahkan bahwa tercatat satu jenis vagran di kawasan konservasi ini. Vagran berarti spesies yang bermigrasi di luar jadwal migrasi atau di luar jangkauan jalur migrasi. Perilaku ini sering disebut sebagai jenis migran tersasar. Adalah jenis sikep mata putih (Butastur teesa), catatan pertama untuk kawasan di Indonesia, di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. Catatan ini dipublikasikan oleh Kamajaya Shagir dan Muhammad Iqbal di BirdingAsia (23): 124–125: White-eyed Buzzard Butastur teesa, a new species for Greater Sundas and Wallacea. Ayo kenali dan cintai Negerimu dengan cara baik dan benar. Sumber : Taufiq Ismail & Kamajaya Shagir (foto) - PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Partisipasi Saka Wanabakti dalam Pelestarian Alam

Cianjur, 6 Oktober 2017. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) untuk yang kesekian kalinya melakukan pengembangan model pendidikan konservasi dan lingkungan hidup bagi masyarakat di sekitarnya, antara lain melalui kegiatan kepramukaan. Pada tanggal 27 sampai dengan 28 September 2017 bertempat di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Cianjur melaksanakan pendidikan konservasi dengan sasaran anggota Pramuka Saka Wanabakti Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur. Kegiatan ini dikuti 30 orang pelajar SLTA dari 10 sekolah di Kabupaten Cianjur. Acara dibuka langsung oleh Kepala Bidang, Ir. V. Diah Qurani Kristina, M.Si. Peserta difasilitasi 6 mentor dari Balai Besar TNGGP dan Pramuka Saka Wanabakti Kwarcab Cianjur. Pembinaan Pramuka Saka Wanabakti ini adalah salah satu metoda pendidikan konservasi lingkungan yang mengajak peserta untuk mengeksplorasi potensi alam melalui kegiatan lapangan yang dikemas secara rekreatif edukatif, disinergikan dengan materi kepramukaan, khususnya Krida Reksa Wana. Materi yang disampaikan antara lain pengenalan kawasan konservasi, pengenalan keanekaragaman hayati, dan pengenalan ekosistem perairan seperti: analisa vegetasi, identifikasi tumbuhan, praktek pengenalan dan penggunaan Global Positioning System (GPS) dan camera trap, eksplorasi sungai, miniatur taman nasional, dan diskusi serta malam keakraban bagi seluruh peserta dan panitia. Menurut salah seorang perwakilan peserta, Widiastuti mengatakan, “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, memberikan pengalaman yang menyenangkan, banyak ilmu pengetahuan baru yang kami dapatkan, terutama saat materi praktek pengenalan GPS dan pengoperasian camera trap, kami sangat antusias”. Dengan adanya pernyataan seperti itu, kami optimis seluruh peserta menikmati dan termotivasi untuk mencintai alam lingkungannya. Di dalam materi GPS dan camera trap seluruh peserta diperlihatkan hasil hasil camera trap monitoring populasi macan tutul (Panthera pardus melas), dimana Cianjur merupakan site monitoring satwa tersebut. Seluruh peserta baru pertama melihat hasil camera trap dan semuanya sangat antusias. Dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat mengaplikasikan hasil pendidikan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata, produktif, dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara, sehingga kelestarian alam khususnya yang terdekat dengan mereka dapat terjaga, yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Sumber: Andie Martien Kurnia, SP. – Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TN Gn Gede Pangrango
Baca Berita

Barikan Kubro 2017: Transplantasi Terumbu Karang di SPTN Wilayah II Karimunjawa

Karimunjawa – 4 Oktober 2017, Dalam rangka kegiatan pelestarian alam Barikan Kubro Karimunjawa tahun 2017, Panitia bersama sama dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj) menyelenggarakan kegiatan transplantasi terumbu karang, meneruskan kegiatan yang sama pada tahun 2016. Bertempat di perairan Pulau Menjangan Kecil Zona Pemanfaatan Wisata Bahari Resort Legon Lele SPTN Wilayah II Karimunjawa BTNKj. Kegiatan diikuti oleh anak sekolah SMP Negeri Karimunjawa, SMK Negeri Karimunjawa, HPI Karimunjawa dan wisatawan manca negara dengan pendamping dari Panitia Barikan dan ranger BTNKj, dengan jumlah keseluruhan 56 partisipan. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan penyampaian pesan-pesan konservasi dan sekilas seputar terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa, dilanjutkan penyampaian teknis transplantasi terumbu karang oleh PEH Ahli Pertama Zaenul Abidin, S.Bio. Pelaksanaan transplantasi terumbu karang dibagi menjadi dua tim, tim pertama mengambil fragmen dan tim kedua menyiapkan media transplant. Media transplant yang tersedia untuk 200 fragmen. Setelah fragmen tersedia, selanjutnya adalah fragmen terumbu karang dipasang pada media transplant yang berada di perairan/pantai dengan pengawasan dari ranger BTNKj. Setelah fragmen terpasang pada media transplant kemudian dibawa oleh peserta ke lokasi yang akan dilakukan transplantasi, yaitu disebelah timur Pulau Menjangan Kecil, tepatnya sebelah utara dermaga kurang lebih 50 meter. Oleh PEH Ahli Pertama Zaenul Abidin, S.Bio.
Baca Berita

Penjajakan Kerjasama Balai TN Gn Merbabu dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah

Boyolali, 5 Oktober 2017. Kantor Balai Taman Nasional Gunung Merbabu gelar pertemuan penjajakan kerjasama dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT). SPPQT adalah lembaga berbadan hukum yang selama ini mendampingi petani di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, dan beberapa kawasan lainnya. Pada pertemuan ini, SPPQT mengungkapkan program kerjasama dalam kegiatan konservasi air dan tanah. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Ir. Edy Sutiyarto menyambut baik maksud dan tujuan kedatangan SPPQT dan mendorong SPPQT untuk melanjutkan proses pengajuan kerjasama sesuai prosedur yang ada. Sumber : Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Sumatran Tiger Gelar Pelatihan Komunikasi dan Advokasi Perdana BBTN Kerinci Seblat

Sungai Penuh, 5 Oktober 2017. Proyek Sumatran Tiger menggelar pelatihan komunikasi dan advokasi dengan tema “Mewujudkan Generasi Pelindung Harimau Sumatera” yang diselenggarakan pada hari Kamis, 5 Oktober 2017 di Hotel Kerinci, Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Sumatera. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, Agusman, S.P. M.Sc membuka acara pelatihan yang diikuti oleh 29 peserta ini. “Kami berterima kasih atas inisiatif Proyek Sumatran Tiger melaksanakan pelatihan komunikasi dan advokasi ini. Taman Nasional sangat memerlukan bantuan para mitra untuk menggaungkan pentingnya konservasi harimau sumatera,” ujarnya. Acara pelatihan ini melibatkan wartawan, staf humas masyarakat (humas), komunitas pecinta lingkungan, perwakilan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan perwakilan Global Environment Facility (GEF). Dalam kesempatan pertama Dr. Wilson Novarino, ahli harimau dari Universitas Andalas menyampaikan perkembangan terbaru kondisi spesies harimau sumatera, populasinya, tantangan dalam upaya konservasi harimau sumatera. Secara khusus Dr. Wilson juga mengupas manfaat pelestarian populasi harimau sumatera dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurut Dr. Wilson harimau memiliki peran ekologis dan sosial. “Ketika harimau musnah, akan musnah pula kebanggan dan kebudayaannya,” ujarnya. Sebagai predator utama, menurut Dr. Wilson, harimau menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati dengan mengontrol populasi satwa yang menjadi mangsanya seperti babi hutan. Jika tidak terkontrol, populasi babi hutan berpotensi merusak ekosistem dalam hutan terutama saat mereka membuat sarang. “Harga kulit harimau tidak sebanding dengan nilai kerugian akibat kerusakan lingkungan dan bencana, saat populasi harimau berkurang,” tuturnya. Setelah peserta mendapatkan informasi terbaru mengenai harimau sumatera, Hizbullah Arief, Communication and Reporting Specialist dari Project Management Unit (PMU) Sumatran Tiger, Jakarta, memaparkan strategi komunikasi dan advokasi pelestarian harimau sumatera . Menurut Arief, semua pihak bisa saling berbagi peran dalam mengkomunikasikan dan menggaungkan isu konservasi harimau sumatera. Arief kemudian memaparkan 10 strategi guna menciptakan berita yang positif yang memberikan solusi dan inspirasi kepada masyarakat. Peran masing-masing pihak ini dijabarkan dalam pelatihan advokasi yang bertujuan mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar mendukung upaya konservasi harimau sumatera, spesies yang menjadi sImbol keseimbangan dan kesehatan ekosistem di pulau Sumatera. Kampanye #WeAreTigers Selain pelatihan komunikasi dan advokasi, Proyek Sumatran Tiger juga meluncurkan kampanye sosial media dengan tagar #WeAreTigers – Kami adalah Generasi Pelindung Harimau dengan melibatkan semua peserta. Semua peserta pelatihan adalah champion yang ke depannya berkomitmen membantu kampanye dan aksi konservasi harimau sumatera, habitatnya dan pelestarian ekosistem di Sumatera. Kampanye ini sekaligus menjadi awal terbentuknya forum komunikasi harimau sumatera di Kerinci Seblat yang bertujuan untuk mendekatkan jaringan komunikasi resmi pemerintah dan taman nasional dengan awak media dan komunitas, untuk mendukung upaya penegakan hukum, penciptaan kesadaran di masyarakat akan pentingnya konservasi harimau sumatera. Dalam acara ini setiap peserta mendapatkan PIN khusus #WeAreTigers sebagai bukti mereka menjadi bagian dari jaringan Generasi Pelindung Harimau Sumatera. Acara ini kemudian ditutup dengan foto bersama para champion yang bertekad untuk menerapkan hasil pelatihan komunikasi dan advokasi dalam mendukung aksi dan kampanye konservasi harimau Sumatera. Acara pelatihan ini selanjutnya juga akan dilaksanakan di 3 bentang alam lain yang menjadi lokasi Proyek Sumatran Tiger yaitu di Gunung Leuser, Berbak Sembilang dan Bukit Barisan Selatan. Sumber : Balai Besar TN Kerinci Seblat
Baca Berita

Pembentukan Kader Konservasi TN Kep. Seribu Untuk Alam Yang Lestari

Jakarta, 6 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Kepualauan Seribu (TNKpS) laksanakan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula tahun 2017 (27 s/d 29 September 2017) dengan tema "Menjadi Kader Konservasi yang Menginspirasi Untuk Hutan yang Lestari". Pembentukan kader konservasi tahun ini menargetkan para Nelayan tangkap dan nelayan budidaya serta para pemandu wisata di wilayah kerja Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Jumlah Peserta Pembentukan Kader ini sebanyak 30 peserta. Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula tahun 2017 di Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu mengacu pada Keputusan Dirjen PHKA Nomor SK.41/IV-Set/HO/2006, tentang Pedoman Pembentukan Kader Konservasi dengan penyampaian materi disesuaikan dengan kebutuhan dan mendukung program Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Materi pendidikan konservasi tingkat dasar yang disampaikan antara lain pengenalan 10 Sumber Daya Penting (SDP) di kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan tujuan para peserta memahami target 10 sumber daya penting yang menjadi prioritas pengelolaan kawasan, Teknik Komunikasi dengan tujuan para peserta bisa memahami dan menerapkan teknik komunikasi yang baik dalam menyampaikan setiap program yang dibuat oleh Balai TNKpS, Teknik Dasar SAR yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar SAR laut untuk mendukung kemampuan dasar para kader konservasi di wilayah perairan kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pengenalan IPPA dan PNBP yang bertujuan agar peserta memahami tentang retribusi memasuki kawasan konservasi serta aturan tentang izin terhadap para pemandu wisata dan pengolahan sarana dan prasarana wisata di kawasan konservasi, serta materi terakhir membangun motivasi perilaku yang berwasawan konservasi yang bertujaun agar para calon kader konservasi memiliki motivasi yang nantinya akan menginspirasi para pelaku konservasi lainnya. Narasumber yang diundang dalam Pembentukan Kader Konservasi tahun 2017 ini antara lain Drs Mardi Effendi dari Direktorat Kemitraan PSKL Kementerian KLHK (Kebijakan, kelembagaan, dan tupoksi Kader Konservasi), Bapak Kusminardi, S.H (Perkembangan pengelolaan kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu) selain itu Narasumber yang ikut bagian dalam mengisi materi berasal dari fungsional Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu seperti Penyuluh Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan dan Polisi Kehutanan. Selain itu turut hadir juga penerima Kalpataru Nasional 2017 Ibu Hj.Mahariah untuk memberikan motivasi perilaku yang berwawasan konservasi serta KORDA FK3I DKI Jakarta Bapak Ismail untuk memperkenalkan komunitas/Forum para Kader Konservasi. Praktek Lapangan yang dilakukan pada Pembentukan Kader Konservasi mengunjungi Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Elang di Pulau KOTOK BESAR. Kunjungan Lapangan ini untuk memberikan gambaran dan wawasan tentang pemahaman konservasi khususnya konservasi Satwa Liar Dilindungi yang masuk dalam 10 Sumber Daya Penting. Selain Itu ada praktek langsung SAR Laut tingkat Dasar di Dermaga Pulau Pramuka, dan terakhir praktek penyampaian komunikasi yang tepat sehingga tercapai komunikasi yang efektif yang dilaksanakan di dalam kelas membentuk kelompok-kelompok kecil dan dipandu fasilitator yang kemudaian akan di evaluasi cara penyampaian informasi dan etika berkomunikasinya. Tema Besar pembentukan kader Konservasi Tingkat Pemula Tahun 2017 menjadikan Kader Konservasi yang menginspirasi demi alam lestari serta diharapkan menjadi visi semua kader konservasi di wilayah kerja Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat yang melihat dan merasakan langsung peran dari kader. Salam Kader Konservasi, Salam Lestari Hua...Hua...Hua... Sumber : Wira Saut P. Simanjuntak - Penyuluh Kehutanan Muda Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Investigasi Tim Resort Sembalun

Sembalun, 5 Oktober 2017. Tim Resort Sembalun Balai TN Gunung Rinjani melakukan pengecekan adanya pekerjaan rehab jalan sembalun pusuk yang melintasi kawasan Taman Nasional pada tanggal 5 Oktober 2017 sekitar pukul 14.30 wita. Dijumpai 2 (dua) buah alat berat ekskavator yang sedang melakukan pengikisan tebing di pinggir jalan dan 3 (tiga) unit kendaraan Dumtruck yang mengangkut tanah galian. Di lokasi, Tim berjumpa dengan 2 (dua) orang pengawas/mandor, yang disarankan agar pekerjaan dihentikan karena belum ada koordinasi dengan pihak Balai TN Gunung Rinjani. Tim juga menghimbau alat berat agar berhenti beroperasi pada pukul 15.15 wita sampai ada konfirmasi. Dari hasil investigasi, perkerjaan rehab jalan tersebut dikerjakan sejak tanggal 1 Oktober dan direncanakan selesai akhir Desember 2017. Tim Resort Sembalun mencatat lokasi yang sudah dikerjakan sepanjang ±170 meter mengikuti bahu jalan dengan lebar ±6 meter sampai bibir jalan aspal. Tinggi tebing yang dikikis antara 2 - 10 meter dengan sebanyak 2 pohon jenis Bakbakan diameter 25 cm dan 35 cm yang terkena. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Kerjasama BKSDA Bali Dengan Bupati Bangli Bukti Keharmonisan Kegiatan Konservasi Pusat Daerah

Bangli, 5 Oktober 2017. Bertepatan dengan hari Purnama Keempat telah dilaksanakan Penandatanganan Naskah Perjanjian Kerjasama antara Kepala Balai KSDA Bali dengan Bupati Bangli yang dihadiri oleh Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) Ditjen KSDAE, Kepala SKPD se-Kabupaten Bangli, Prov. Bali di Gedung Bukti Mukti Bakti, Kantor Bupati Bangli. Perjanjian ini dilaksanakan dalam rangka penguatan fungsi Taman Wisata Alam (TWA) Panelokan dan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Tujuan Perjanjian Kerjasama ini adalah antara lain optimalisasi potensi wisata yang ada dikawasan tersebut khususnya kegiatan wisata alam yang berbasis budaya / culture lokal setempat. Selain itu mensinergikan program kegiatan konservasi dengan pembangunan daerah yang dilakukan oleh Pemda Bangli. Kerjasama ini untuk jangka waktu 5 tahun kedepan dan bisa dilakukan perpanjangan. Pada kesempatan itu, Dirjen KSDAE yang diwakili Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) Ir. Listya Kusumawardani M.Sc. menyampaikan bahwa kerjasama antara Pemda Bangli dengan Balai KSDA Bali dalam rangka pengembangan wisata alam ini bisa dijadikan contoh bagi pemda-pemda lain seluruh Indonesia sebagai bukti keharmonisan kegiatan konservasi pusat daerah. Bupati Bangli I Made Gianyar, SH. M.Hum. menyampaikan harapan adanya sinergisitas yang nyata antara KemenLHK khususnya Ditjen KSDAE dengan Pemda Bangli sehingga tidak berhenti pada penandatanganan kerjasama saja tapi harus benar-benar bersama sama berktifitas untuk memajukan wisata alam di Kintamani, konservasi tetap berjalan dan masyarakatnya sejahtera demikian harapan Bupati Bangli. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Barikan Qubro Karimunjawa 2017, Mengarak Tumpeng Menolak Bala

Karimunjawa, 5 Oktober 2017. Sebulan sekali setiap hari Kamis Pon sore hari menjelang Jumat Wage sudah menjadi tradisi masyarakat Karimunjawa untuk menggelar ritual Barikan di setiap perempatan-perempatan jalan desa. Setelah berkumpul bersama dengan membawa tumpeng-tumpeng kecil, beberapa butir telur ayam, garam dan kacang hijau serta gelaran berupa tikar atau sejenisnya, ritual dimulai dengan pembacaan doa doa oleh Mudin Desa. Selanjutnya, makanan yang telah disiapkan sebelumnya dimakan secara bersama-sama, diselingi dengan saling lempar *pucuk tumpeng* *(buceng)* satu dengan yang lainnya. Dengan maksud sebagai simbol untuk menolak bala, agar masyarakat terhindar darinya. Sebagai salah satu wujud kerukunan dan kemauan yang kuat dari warga, maka diupayakan agar tradisi tersebut dilestarikan dan bisa ditunjukkan kepada masyarakat luar, berbagi budaya dan tradisi, dengan harapan dapat memperkaya khasanah budaya lokal, menjadi perekat persatuan dan kesatuan dan menjadi kearifan lokal yang bisa menjelma menjadi jati diri suatu masyarakat. Maka sejak tahun 2015 sampai saat ini, diselengggarakan Barikan Qubro sebagai salah satu simbol akumulusi tradisi barikan setiap bulannya.Barikan Qubro diselenggarakan setahun sekali pada bulan Suro hari Kamis Pon menjelang Jumat Wage. Sebagai salah satu wujud persatuan, maka tumpeng di buat lebih besar dihiasi dengan berbagai macam sayuran, lauk dan buah. Ritual hampir sama dengan barikan seperti biasanya, hanya ditambah dengan acara tumpeng diarak keliling kampung menuju pelabuhan rakyat. Selanjutnya di pelabuhan rakyat dilakukan pemotongan tumpeng oleh Petinggi Desa kemudian diserahkan kepada Camat Karimunjawa untuk dilarung ke laut. Sebagai simbol untuk menggantikan kebiasaan lempar melempar *buceng* yang mendekati perbuatan mubazir, maka sebagian tumpeng di larung ke laut, di sedekahkan ke laut berbagi rezeki dengan laut yang telah memberi penghidupan bagi masyarakat Karimunjawa. Selanjutnya arak arakan tumpeng bergerak ke alun alun dan disambut tari-tarian oleh para anak anak gadis Karimunjawa, dilanjutkan dengan makan bersama-sama. Kalau arak arakan tumpeng dimaknai sebagai 'doa' tolak bala agar terhindar dari bala, musibah ataupun bencana alam, maka untuk mengiringi 'doa' tersebut diselenggarakan kegiatan-kegiatan pelestarian alam yang dimaknai sebagai 'ikhtiar' warga desa agar terhindar dari bala dan menjaga kelestarian alam Karimunjawa yang telah menjadikannya sebagai sumber kehidupan. Sama seperti tahun sebelumnya, ikhtiar pelesatrian alam ini berupa kegiatan penanaman bakau dan transplantasi terumbu karang oleh masyarakat luas dan pengunjung Taman Nasional, dengan pendampingan dari Panitia dan Petugas Taman Nasional Karimunjawa. Kalau arak arakan tumpeng sebagai sebuah 'Doa Tolak Bala', kegiatan pelestarian sebagai sebuah 'ikhtiar Tolak Bala', maka berbagai kegiatan workshop seni, budaya dan konservasi, kemudian pentas seni dan tari tarian tradisional boleh disebut sebagai 'syukur' atas nikmat yang telah diterima, sehingga dengan mensyukuri nikmat yang telah diterima diharapkan terhindar dari bala. Rangkaian doa, ihktiar dan syukur itulah yang disebut sebagai Barikan Qubro Karimunjawa 2017, Budaya Pemersatu Bangsa. Lestari Karimunjawa bagi Kehidupan Sumber : Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Siraman Rohani Sebagai Penyejuk Manis di hari Kamis

Benteng, 5 Oktober 2017. Musholla Balai TN Takabonerate (TNTBR) seperti biasa tiap pekan pada hari Kamis mengundang seorang ulama untuk memberikan siraman rohani lingkup pegawai Balai TN. Taka Bonerate. Kegiatan rutin dilaksanakan dengan tujuan agar pegawai Balai TNTBR tidak hanya kebutuhan dunia yang terpenuhi namun juga kebutuhan rohani bisa tersirami. Ba'da Ashar ceramah dimulai dan diberi kesempatan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mengenai ceramah. Di minggu pertama bulan Oktober ini, siraman rohani dihadiri oleh toko ulama terkenal di Kepulauan Selayar ustad H. Saiful Arif dengan judul yang sangat menarik yaitu "Menjaga Silaturahmi Dalam Lingkungan Kerja dengan Meneladani Pelaku, Pemeran Hijrah". "Dalam lingkungan kerja silaturahmi kita harus tetap terjaga dengan meneladani sifat-sifat para pelaku, pemeran Hijrah, yaitu Nabi Muhammad SAW dan para sahabat nabi (Abu Bakar, Ali, Asma dan Fuhaira) dengan menghindari sifat AIDS (Angkuh, Iri, Dendam dan Sombong) " Ucapnya Diakhir ceramah bapak ustad menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bukan hanya menggugurkan kewajiban tapi ada niilai-nilai yang bisa diambil untuk meningkatkan kualitas dalam kita bekerja. Sumber : Asri - Balai TN Takabonerate
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Asuransikan Pengunjung Taman Wisata Alam

Bengkulu, 5 Oktober 2017. Balai KSDA Bengkulu tandatangani kesepakatan Kerjasama peningkatan pelayanan pengunjung taman wisata alam dengan PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha pada kamis (5/10/2017). Tujuan perjanjian kerjasama ini memberikan perlindungan asuransi kepada pengunjung dan pengembangan pengelolaan wisata alam di Taman Wisata Alam Pantai Panjang Pulau Baai, Taman Wisata Alam Bukit Kaba, dan Taman Wisata Alam Seblat, Provinsi Bengkulu. Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir Abu Bakar dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha, Dr. Ir. Salim Al Bakry, MBA, MM, AAJI. Turut hadir dalam penandatanganan adalah Kepala Subbagian TU Balai KSDA Bengkulu, M. Mahfud, S.Hut., M.Sc. Selain itu, acara juga dihadiri oleh para petugas pengelola wisata alam lingkup Balai KSDA Bengkulu. Optimalisasi pengelolaan wisata pada taman wisata alam merupakan salah satu program prioritas Balai KSDA Bengkulu. Hal ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam pengembangan pariwisata. Harapannya, sektor pariwisata akan menjadi alat ungkit pengembangan ekonomi suatu kawasan tertentu. Dari perspektif konservasi sumber daya alam, pengembangan wisata alam pada kawasan konservasi diharapkan dapat juga menjadi solusi atau jalan tengah dari diskursus kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Perpanduan antara upaya pemenuhunan kebutuhan ekonomi dan ekologi seakan bersatu dalam konsep wisata yang berbasis ekologi (ekowisata). Oleh karena itu, Balai KSDA Bengkulu menjadikan program ekowisata TWA Bukit Kaba berbasis masyarakat di Desa Sumber Urip, Kabupaten Rejang Lebong sebagai salah satu program role model pada tahun 2018. Harapannya, proses pengembangan wisata di TWA Bukit Kaba dapat dijadikan percontohan dari pengembangan wisata pada taman-taman wisata lain. Salah satu aksi nyata dari program role model ini adalah menggandeng perusahaan asuransi guna memastikan perlindungan jiwa bagi para pengunjung TWA Bukit Kaba. Sumber: Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Kerjasama Strategis BKSDA Jateng Dengan Distrik Navigasi III Cilacap

Semarang, 5 Oktober 2017. Balai KSDA Jawa Tengah lakukan peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi melalui salah satu elemen strategis melalui kerjasama penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) dengan mempedomani Permenhut Nomor 85 tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan KSA dan KPA dan Permen LHK Nomor 44 tentang Perubahan Atas Permenhut 85. Adapun implementasi dari Permenhut tersebut Pada hari Kamis (5/10/2017) Balai KSDA Jawa tengah tandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Distrik Navigasi Kelas III Cilacap tentang Pembangunan Strategis Jalan Dalam Rangka Pemeliharaan Jalan Menuju Menara Suar Cimiring di Cagar Alam Nusakambangan Timur Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Perjanjian kerja sama ini termasuk kegiatan Pembangunan Strategis yang tidak dapat dielakkan, dengan ruang lingkup pemeliharaan dan pemanfaatan jalan menuju Menara Suar Cimiring Nusakambangan yang sebagian melintas di dalam kawasan Cagar Alam (CA) Nusakambangan Timur guna mengoperasikan Instalasi Menara Suar Cimiring sebagai pedoman bagi kapal-kapal yang akan masuk ke Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap ataupun melintasi Pelabuhan Cilacap. Perjanjian Kerjasama ini untuk dilaksanakan sampai dengan 2027, jangka waktu 10 tahun dengan luas areal 0,248 ha. Sumber : Balai KSDA Jawa Tengah
Baca Berita

HUT TN Bukit30 ke 22 Selenggarakan Sosialisai Tindak Pidana Kehutanan

Indragiri Hilir, 5 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Tindak Pidana Kehutanan tepat pada HUT TNBT ke-22, yaitu tanggal 05 Oktober 2017 di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning - Kabupaten Indragiri Hilir, desa ini berada di wilayah kerja seksi SPTN 2 Belilas - Resort Keritang Balai TNBT. Kegiatan ini sebagai bagian penegakan pilar perlindungan dan meningkatkan upaya preemtif dalam penanganan tindak pidana kehutanan. Bersama dengan mitra WWF Program Sumatera,turut hadir Polsek Kemuning, Camat Kemuning, Kepala Desa Batu Ampar, Aparat Desa dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk penyadartahuan bagi masyarakat agar mengetahui dan memahami perihal peraturan perundangan tindak pidana kehutanan. Adapun kebijakan yang disampaikan antara lain: UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan UU No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Pemeliharan Hasil Transplantasi Karang dan Pembersihan Spot Dive TN Kepulauan Togean

Ampana, 05 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) laksanakan kegiatan “Pemeliharan Hasil Transplantasi karang dan Pembersihan Spot Dive“ pada tanggal 25 September 2017 s/d 5 Oktober 2017 di SPTN Wilayah I Wakai dan SPTN Wilayah III Popolii. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan tindaklanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu transplantasi karang di kawasan TNKT. Lokus kegiatan Pemeliharaan Hasil Transplantasi Karang, yaitu Reef Desa Kulingkinari, Desa Siatu, Desa Pangempa dan Reef Lumpatan Desa Popolii, sedangkan Lokus Kegiatan Pembersihan Spot Dive antara lain Reef Lumpatan Desa Popolii, Reef 1, Reef 2, Reef 4 dan Reef 5 tepatnya di depan Desa katupat hingga Desa Malenge. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membersihkan polip karang dari sedimen yang melekat, menghilangkan alga yang menempel pada karang ataupun pada media, memperbaiki tata letak karang yang ikatannya kurang melekat pada media serta melakukan pergantian (menyulam) pada bibit yang telah mati dan juga membersihkan lokus dari limbah domestik berupa sampah plastik, kayu, kaleng dan lain sebagainya. Kegiatan dilaksanakan oleh Balai TNKT bekerjasama dengan masyarakat. Jumlah Media yang menjadi target pemeliharaan tim adalah 210 media yang tersebar di beberapa Titik di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan kondisi terumbu karang yang telah rusak dan memperluas tutupan karang di kawasan TNKT. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Kami Siap Turut Serta Melestarikan TN Bukit Duabelas

Sarolangun, 4 Oktober 2017. Tim Balai TN Bukit Duabelas yang terdiri dari Bapak Iyan Sofyan, Ibu Hesti Widiati dan Nova Tampubolon bergerak dari Balai Taman Nasional Bukit Duabelas di Sarolangun menuju ke Desa Jernih dengan menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam. Tim lainnya yang terdiri dari Bapak Peri Hermansyah, Achdiyat dan Ibu Hesti Sihaloho juga melakukan perjalanan menuju Desa Bukit Suban dari Kantor Balai Taman Nasional Bukit Duabelas di Sarolangun dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam 30 menit. Perjalanan tersebut dilaksanakan dengan tujuan mengantarkan satu unit mesin hand trucktor bagi Kelompok Tani Tanah Cempedak yang berada di Desa Jernih dan Kelompok Tani Dwi Jaya yang berada di Desa Bukit Suban. Kegaitan ini sebagai pemberian bantuan ekonomi kepada masyarakat Kelompok Tani Tanah Cempedak di Desa Jernih dan Kelompok Tani Dwi Jaya di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun Mesin hand trucktor yang diberikan bernama dagang ‘Quick Impala Kubota, Seri RD65DI-2S’. Mesin tersebut dipesan oleh pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas dari Kota Jambi dan sampai di Sarolangun pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 pada pukul 19.00 WIB. Mesin hand trucktor tersebut diterima oleh Bapak Masturi, Ketua Kelompok Tani Tanah Cempedak dan beberapa anggota kelompok tani, serta dari Kelompok Tani Dwi Jaya yang menerima adalah Bapak Muji Rahadjo selaku Ketua Kelompok Tani, Bapak Mujito selaku Kepala Desa Bukit Suban dan seorang anggota kelompok tani. Mesin hand trucktor tersebut terlebih dahulu diujicobakan secara langsung oleh Ketua Kelompok Tani segera setelah mesin tersebut diturunkan dari mobil dan hasil dari uji coba mesin, Ketua Kelompok Tani menyatakan bahwa mesin yang diterima benar dalam keadaan baik. Pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas yang mengantarkan mesin tersebut kemudian memberikan pesan-pesan bagi perwakilan kelompok tani, bahwa mereka harus mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk turut serta berupaya menjaga kelestarian kawasan hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, selain itu, sebaiknya juga dapat menyampaikan pesan-pesan konservasi bagi anggota masyarakat lainnya. Komitmen kemudian diperoleh dari pernyataan Ketua kelompok Tani bahwa mereka tentunya akan memberikan perhatian bagi keutuhan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, karena mereka juga menyadari pentingnya keberadaan hutan di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa sebagai penyedia manfaat jasa lingkungan. Pesan lainnya yang disampaikan oleh pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas adalah bahwa Kelompok Tani harus benar-benar dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan, karena ‘Masyarakat Sejahtera, Hutan Lestari’. Sumber : Nova Y B Tampubolon, S. Hut - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai TN Bukit Duabelas
Baca Berita

Penyelundupan Satwa Liar Dilindungi Via Pelabuhan Bakauheuni Berhasil Digagalkan

Lampung, 4 Oktober 2017. Pada hari Rabu tanggal 4 Oktober 2017 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, petugas berhasil mengamankan kendaraan travel rute Palembang – Lampung - Jakarta karena mengangkut satwa liar dilindungi tanpa dokumen yang sah. Mobil yang dikendarai oleh seorang warga Bandar Lampung ini diamankan petugas yang sedang melakukan pemeriksaan rutin di Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Satwa liar yang coba diselundupkan adalah adalah 1 ekor siamang (Symphalangus syndactylus), 3 ekor macan akar (Neofelis Nebulosa), 2 ekor binturong (Arctitis binturong), 1 ekor musang bulan (Paguma Larvata), dan ) 1 ekor musang akar/pandan (Arctogalidia trivirgata) yang disimpan dalam beberapa keranjang dan kardus. Keberhasilan penangkapan ini berkat kerja sama yang terjalin baik diantara para mitra Balai KSDA Bengkulu di Pelabuhan Bakauheuni yakni Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap sopir travel di Kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, dan pemeriksaan satwa di Kantor Karantina Pertanian Wilayah Kerja Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Saat ini, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polhut dari SKW III Lampung BKSDA Bengkulu dan Seksi Wilayah III Balai PPHLHK (Gakkum) Palembang terus melakukan pengembangan perkara. Sementara itu, satwa liar hasil sitaan dititipkan dan direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) SKW III Lampung BKSDA Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut. Upaya peningkatan efektivitas pengendalian peredaran TSL di Pelabuhan Bakauheuni memang menjadi salah satu program prioritas dan role model Balai KSDA Bengkulu. Kunci keberhasilan penertiban di Pos Pelabuhan Bakauheuni adalah kerja sama para stakeholders kunci yaitu Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Balai Karantina Pertanian, Balai Karantina Ikan, Balai KSDA Bengkulu, dan unsur masyarakat lainnya. Saat ini sedang diinisiasi pembentukan Wildlife Rescue Unit Bakauheuni yang beranggotakan seluruh stakeholders kunci. Sumber: Balai KSDA Bengkulu

Menampilkan 9.777–9.792 dari 11.141 publikasi