Jumat, 24 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Geledah Narkoba Polisi temukan Buaya

Jakarta (12/10/2017). Petugas Polisi Kehutanan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta dan petugas Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur melakukan Evakuasi 2 (dua) ekor Buaya Muara (Crododylus porosus), 1 (satu) ekor Elang Bondol (Haliastur indus) dan 1 (satu) ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dari rumah seorang warga yang beralamat di Jl. Ki Hajar Dewantara Kp. Cabang No. 110 RT.01 RW.07 Desa Karang Asih Kec. Cikarang Utara Bekasi pada hari ini Rabu 11 Oktober 2017. Evakuasi tersebut dilakukan setelah Balai KSDA Jakarta mendapat informasi dan pelimpahan kasus Ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar dilindungi Undang-undang dari Polres Metro Bekasi yang semula melakukan pengembangan dan penggerebekan peredaran obat-obatan terlarang di wilayahnya. Sebagai Langkah tindak lanjut petugas, satwa-satwa tersebut dibawa ke PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) Tegal Alur untuk ditangani dan dirawat sebelum ditentukan langkah selanjutnya. Namun untuk buaya dititipkan di Penangkar buaya CV. Ramlie yang beralamat di Jl. Padat Karya Kp. Cipari RT.12 RW. 02 Ciakar Kecamatan Panongan Curug Tangerang Banten, dengan pertimbangan keterbatasan kandang buaya di PPS Tegal Alur.(gie) Sumber: BKSDA DKI Jakarta
Baca Berita

Asiknya Kemah Konservasi Citarasa Balai TN Gn Halimun Salak

Cidahu, 11 Oktober 2017. Camping Ground Resort Kawah Ratu, Cidahu SKW III Sukabumi Balai TN Gunung Halimun Salak kedatangan 100 peserta Kemah Konservasi dengan tema Music Camp & Film Festival. Kemah Konservasi tahun ini Balai TN Gunung Halimun Salak bekerjasama dengan Star Energy Geothermal Salak. Peserta kemah berasal dari pelajar SMA, Mahasiswa dan Kelompok Pecinta Alam yang akan mengikuti kegiatan dari tanggal 11 s/d 12 Oktober 2017. Bapak Awen Supranata selaku Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak menyampaikan kepada peserta agar lebih mencintai lingkungan dan alam yang ada di sekitar. “Kita bisa merasakan dikota kemudian kesini tentu lebih segar disini” ucap Beliau. Selain itu Kepala Balai mendorong potensi para peserta melalui musik dan film yang bertemakan konservasi. Kegiatan kemah konservasi kali ini diisi dengan talkshow, jungle tracking, lomba cipta lagu, festival film pendek, api unggun dan penanaman pohon. Sumber : Balai TN Gunung Halimun Salak
Baca Berita

Pelatihan budidaya lebah madu kepada masyarakat desa sekitar kawasan oleh BKSDA Sumatera Selatan

Lahat, 11 Oktober 2017. Segala upaya terus diupayakan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi. Upaya menjaga kelestarian kawasan konservasi tersebut selain melalui aktivitas pengamanan hutan dan hasil hutan juga dengan menempatkan masyarakat sebagai sasaran pengelolaan. Pengelolaan masyarakat ini diharapkan dapat mewujudkan sebuah kemandirian ekonomi yang dapat menekan tekanan masyarakat terhadap kawasan konservasi. Sebuah upaya mengelola masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi untuk mewujudkan kawasan yang lestari dan masyarakat sejahtera. Kepala BKSDA Sumatera Selatan Genman S. Hasibuan menekankan kepada jajarannya untuk terus mengupayakan pengembangan usaha ekonomi kreatif kepada masyarakat desa sekitar kawasan konservasi dengan menempatkan kegiatan pemberdayaan ekonomi sebagai sarana untuk mewujudkan kemandirian masyarakat. Senada dengan arahan tersebut maka pada tanggal 6-7 Oktober 2017 BKSDA Sumatera Selatan melakukan kegiatan pelatihan budidaya lebah madu di Desa Penandingan Kec Mulak Ulu Kab Lahat yang merupakan desa binaan yang berada di wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II Lahat. Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 30 orang dari 3 kelompok tani (10 orang per kelompok) tersebut terdiri dari paparan materi oleh narasumber, praktek lapangan, dan peninjauan lokasi yang direncanakan sebagai area budidaya lebah madu. Materi yang disampaikan oleh narasumber yaitu Bapak Beni (Penyuluh Kehutanan UPTD KPH wilayah VIII Semendo, Muara Enim) dan Ketua Kelompok Tani Hutan Bukit Indah Semendo (kelompok yang berhasil mengembangkan budidaya lebah madu) antara lain mengenai lebah madu yang bisa dibudidayakan, mengenal biologi lebah madu, mengenal pakan lebah madu, teknik budidaya lebah madu, hama dan penyakit lebah madu, perawatan koloni lebah madu, cara panen lebah madu, produk lebah madu, pengemasan madu sampai dengan analisis usaha tani budidaya lebah madu. Selain paparan, penyampaian materi juga melalui penayangan video agar peserta pelatihan tidak jenuh. Setelah pemaparan materi oleh narasumber, peserta pelatihan diajak terjun langsung untuk melihat budidaya lebah madu yang dilakukan oleh kelompok tani hutan di wilayah Semendo. Kegiatan yang dilakukan berupa praktek langsung bagaimana mengenal biologi lebah madu (membedakan antara lebah pekerja, ratu lebah dan lebah pejantan), cara memindahkan koloni, teknik pemanenan sampai dengan mencicipi hasil lebah madu. Tahapan kegiatan tersebut diikuti dengan antusiasme yang tinggi oleh peserta pelatihan. Pada akhir kegiatan, peserta pelatihan bersama narasumber melakukan pengecekan lokasi yang akan dijadikan unit percontohan budidaya lebah madu dimana lahan tersebut merupakan salah satu lahan ketua kelompok tani di Desa Penandingan. Menutup kegiatan pelatihan budidaya lebah madu ini peserta pelatihan diajak untuk secara bersama-sama membangun komitmen untuk terus berjuang dan niat tulus ikhlas dalam upaya mengembangan budidaya lebah madu. Sumber: BKSDA Sumsel
Baca Berita

Tukik-Tukik Penyu Hijau Memulai Kehidupan Baru Di Pantai SM Cikepuh

Bogor (11/10/2017). Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi adalah salah satu Kawasan Konservasi dibawah pemangkuan Seksi Konservasi Wilayah II Bogor Bidang KSDA Wilayah II Bogor Balai Besar KSDA Jawa Barat, dimana salah satu pantai di SM Cikepuh tersebut merupakan lokasi potensial untuk pendaratan dan bertelur Penyu hijau, untuk mengamankan telur-telur tersebut dari predator dan perburuan liar, petugas SM Cikepuh selalu memindahkannya ke tempat penetasan semi alami yang terdapat di SM. Cikepuh dan menunggu telur-telur tersebut menetas. Hasil dari semua itu, pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2017 sebanyak 232 ekor tukik Penyu hijau dilepasliarkan di 2 (dua) tempat yang berbeda, yaitu : 50 ekor tukik dilepasliarkan di Blok Cibulakan dan 182 ekor tukik dilepasliarkan di Blok Citirem. Pada hari selanjutnya, tepatnya hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017, petugas Resort Konservasi Wilayah Suaka Margasatwa Cikepuh kembali melepasliarkan tukik Penyu hijau sebanyak 325 ekor di Blok Citirem. Pelepasliaran tukik Penyu hijau diatas adalah pelepasliaran yang kesekian kalinya, berdasarkan catatan petugas Resort Konservasi Wilayah Suaka Margasatwa Cikepuh, jumlah tukik Penyu hijau yang telah dilepasliarkan di SM. Cikepuh periode 01 januari 2017 s/d tgl 10 Oktober 2017 adalah sebanyak 1.815 ekor. Semoga dari sekian banyak tukik Penyu hijau yang dilepasliarkan dapat menjadi cikal bakal lestarinya Penyu hijau. Sumber:BBKSDA Jabar
Baca Berita

Balai TN Rinjani Capai Kesepakatan Dengan Forum Masyarakat Pelindung Rinjani-NTB

Mataram (10 Oktober 2017) Balai TN Rinjani mengadakan pertemuan kedua dengan beberapa komunitas pecinta lingkungan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Pelindung Rinjani-NTB(MPR-NTB). Pertemuan dimulai pada pukul 14.00 WITA di Sembalun. Dalam pertemuan tersebut dihadiri beberapa pegiat lingkungan dan tokoh masyarakat seperti KPLH Sembapala dan Sabda Alam Sembalun yang termasuk komunitas pemerhati lingkungan, Kader Konservasi Rinjani yang merupakan komunitas pelaku konservasi lingkungan, Forum Guide dan Porter Rinjani (komunitas pemandu wisata), Sasak Backpacker (komunitas pelaku wisata), Rinjani Care, RMET, Bale Petualang, H.Hizazi Noor dan STUK yang termasuk pelaku wisata, SPA (sahabat pecinta alam), H. Bayu dan Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II BTNGR. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin kesepakatan yang pertama, Mengukuhkan wadah silaturahmi dari semua Komunitas yang ada di NTB dengan nama Masyarakat Pelindung Rinjani (MPR-NTB). Kedua, Menolak dan memberikan solusi terkait permasalahan yang ada di kawasan TNGR yang tertuang dalam isi surat pernyataan sikap. ketiga, Penandatanganan Surat pernyataan sikap oleh perwakilan komunitas yang hadir. Dan yang keempat, MPR-NTB siap bermitra dengan BTNGR terkait Rinjani. Pertemuan ini juga menegaskan kembali bahwa menolak dengan tegas pengklaiman, perambahan kawasan TNGR dengan alasan apapun oleh sekelompok masyarakat Jurang Koak Desa Bebidas Wanasaba, menolak dengan tegas kegiatan ojek dijalur pendakian Rinjani dengan memberikan alternatif solusi dan Terkait permasalahan sampah, serta mendorong segera adanya regulasi tentang deposit sampah Rinjani. Sumber: BTN Rinjani
Baca Berita

Setitik Asa Untuk Pemulihan Kawasan

Resort Pasitallu, 10 Oktober 2017. Hari ini genap dua bulan sejak transplantasi karang ditanam oleh kelompok Masyarakat Mitra Polhut Pasitallu Timur atau tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2017 dimana tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional, lokasi terletak tak jauh dari pos jaga sehingga memudahkan untuk melakukan pengawasan bagi masyarakat dan petugas. Sama halnya dengan transplantasi karang di pulau Jinato metode yang digunakan adalah metode rangka "spider" atau laba-laba dengan jumlah 300 rangka dengan ukuran setiap rangka 1 meter persegi dan di setiap rangka terdapat 18 potongan karang. Hasil pengecekan hari ini terdapat kurang lebih 10 rangka yang tidak berhasil hidup dan akan disulam kembali dalam waktu dekat. Hal tersebut diungkapkan oleh Sunadi Buki selaku salah satu PEH Taman Nasional Taka Bonerate. Abd. Rajab selaku Kepala SPTN Wilayah II Jinato juga menambahkan bahwa metode transplantasi ini adalah metode pembelajaran dan penelitian di TNTBR dan jika ke depan metode ini berhasil maka akan terus diterapkan di lapangan guna pemulihan habitat dan Peningkatan kesejahteraan serta penunjang pengembangan ekowisata bagi masyarakat. Sumber : Asri - PEH Balai TN Takabonerate
Baca Berita

BBKSDA Papua Tingkatkan Kapasitas Jurnalistik Promosi Dan Pemasaran Konservasi Alam

Bogor, 9 Oktober 2017. Kegiatan Publikasi dalam suatu unit organisasi memegang peranan penting sebagai media untuk menyampaikan segala jenis informasi agar dapat diketahui oleh masyarakat luas. Publikasi dapat disampaikan dalam beberapa macam media, seperti media cetak (leaflet, booklet, koran, majalah, dll) dan media elektronik (radio, televise, website, jejaring social, forum, grup milis, dll). Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi melaksanakan kegiatan Penyegaran Kapasitas Jurnalistik Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam dari tanggal 9 s.d 12 Oktober 2017 bertempat di Padjajaran Suite Jl. Padjajaran, No.17 Bogor dan praktek lapangan dilaksanakan di kawasan Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Mengapa disebut Penyegaran? Karena kegiatan serupa sudah pernah dilaksanakan, terakhir tahun 2014 yakni angkatan atau gelombang keempat. Tahun ini merupakan Gelombang kelima dimana pesertanya berjumlah 25 orang, berasal dari beberapa UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktoral Jenderal KSDAE terdiri dari 6 orang dari Balai Besar KSDA, 5 orang dari Balai KSDA, 1 orang dari Balai Besar Taman Nasional, 11 orang dari Balai Taman Nasional dan 2 orang dari Direktorat PJLHK (termasuk dari Balai Besar KSDA Papua yang mengirim 1 orang utusan). Kegiatan Penyegaran ini dibuka oleh Ir. Chrystanto, Plh. Direktur PJLHK. Penyegaran selama empat hari ini tergolong singkat, materinya diberikan dalam 21 JPL yang terdiri dari 6 JPL teori dan 15 JPL praktek menulis, memotret dan membuat video, penggunaan design grafis untuk mengolah data dan informasi. Pengajar berasal dari Praktisi dan National Geographic Indonesia. Namun dalam waktu yang singkat ini diharapkan peserta dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Tujuan utama dari penyegaran ini untuk menyiapkan dan meningkatkan kemampuan SDM pada Ditjen KSDAE di bidang teknis penulisan jurnalistik, teknis fotografi, teknis videografi dan teknik dasar design grafis dalam pembuatan media publikasi, sebagai bahan promosi dan pemasaran konservasi alam. Hal ini akan lebih menarik apabila yang karya publikasi yang dipromosikan merupakan kawasan konservasi yang dikelola pada wilayah kerja masing-masing. Sumber : Johan Gustiar Imbenai - PEH Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata Turun ke Lapangan Untuk Ground Check Lahan Sekitar Kawasan

Sofifi, 7 Oktober 2017. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyelesaian konflik tenurial yang dilaporkan masyarakat desa Ake Jawi, kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur kepada Komisi II DPRD Halmahera Timur. Masyarakat meminta kepastian beberapa lahan yang telah bersertifikat dan dianggap masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Sebelumnya, Komisi II telah melakukan tahapan koordinasi dengan masyarakat Ake Jawi dan TNAL untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Pertemuan kali ini melibatkan berbagai pihak, yaitu BPN (Balai Pertanahan Nasional) Korwil Maluku Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Komisi II DPRD Halmahera Timur, Kecamatan Wasile Selatan, Dinas Transmigrasi Halmahera Timur, Kapolsek, Babinsa, Kepala Desa dan anggota masyarakat desa Ake Jawi. Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai juga turut melakukan pertemuan dan ground check lapangan. Kepala Balai TNAL, Muhammad Wahyudi, SP., M.Sc menyampaikan bahwa, “Saya akan segera berkoordinasi dengan BPKH Manado dan akan melaporkan kepada Bapak Dirjen”. Menanggapi permintaan Ketua Komisi II DPRD yang akan mengajak instansi terkait yang hadir pada pertemuan tersebut termasuk Kepala Desa Ake Jawi untuk melakukan audiens dengan Dirjen KSDAE, Kepala Balai mengingatkan bahwa konsultasi ke Jakarta mesti disertai dengan data yang sudah diolah dilapangan, sehingga langkah awal adalah menyiapkan semua data yang dibutuhkan. Terdapat 50 lahan bersertifikat yang di claim oleh masyarakat masuk dalam Zona Tradisional TNAL di kawasan Resort Binagara. Demi percepatan penyelesaian lahan, kemarin (9/10), Kepala Balai yang didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah III Subaim dan Polhut langsung berkoordinasi dengan BPKH Manado. Dihari itu juga 2 (dua) orang staf Balai TNAL operator GIS dan Kepala Resort Binaara juga langsung ditugaskan untuk bertemu dengan BPN di Buli. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Kunjungan Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata ke Balai Penelitian Kehutanan Manado

Sofifi, 9 Oktober 2017. Selama di Manado mulai tanggal 8 Oktober 2017, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) memanfaatkan waktunya dengan berkunjung ke BPKH Manado dan Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manado. Kunjungan ke BPKH Manado berkaitan dengan hasil pertemuan tanggal 7 Oktober 2017 bersama masyarakat dan anggota Komisi II DPRD Halmahera Timur tentang batas lahan. Sedangkan kunjungan ke BPK Manado adalah untuk silaturahmi karena kawasan TNAL masuk dalam wilayah kerja BPK Manado. Dalam komentarnya di grup Whatsapp beliau menyampaikan bahwa “Kita harapkan Balai Litbang Kehutanan yang sudah lama tidak melakukan kegiatan di TNAL bisa melakukan kegiatan lagi di kawasan kita, karena wilayah kita termasuk wilayah kerja Litbang Kehutanan”. "Kedepannya, kegiatan teknis di tnal akan meminta dukungan tenaga Litbang dalam pelaksanaannya, sehingga tenaga ahli tersebut bisa bergabung dalam tim kegiatan", tutup Kepala Balai. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

BBTN Bukit Barisan Selatan Gelar In House Training Operasional Pengelolaan Objek Wisata Alam

Bandar Lampung, 9 Oktober 2017. Bertempat di Taman Wisata Lembah Hijau – Bandar Lampung, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengadakan “IN HOUSE TRAINING OPERASIONAL PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM”. Dalam kegiatan ini Kepala Balai Besar TNBBS sekaligus melakukan pembinaan pegawai terhadap staf dan pejabat strukturalnya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2017 tersebut dihadiri oleh sekitar 105 pegawai dari kantor Balai, Bidang Wilayah I Semaka dan bidang Wilayah II Liwa. “Untuk mendapatkan hasil kerja yang baik, maka diperlukan adanya pegawai-pegawai yang setia, taat, jujur, penuh dedikasi, disiplin dan sadar akan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ir Agus Wahyudiono. Fungsi pembinaan diarahkan untuk Memupuk kesetiaan dan ketaatan; Meningkatkan adanya rasa pengabdian, tanggung jawab, kesungguhan dalam bekerja dan melaksanakan tugas; Meningkatkan gairah dan produktivitas kerja secara optimal; dan Mewujudkan suatu layanan organisasi dan pegawai yang bersih dan berwibawa. Kegiatan pembinaan pegawai lingkup Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Dalam sambutannya Kepala Balai Juga berpesan kepada seluruh jajaran staf yang hadir agar dapat menjunjung tinggi sportivitas kerja agar kedepan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dapat menjadi lebih baik lagi. Sumber : Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Dukungan Yayasan Asri Kepada Balai TNGP Dalam Rangka Penaggulangan Illegal Logging Melaui Program UMKM

Sukadana, 7 Oktober 2017. Pada hari Jumat, 6 Oktober 2017, tiga orang warga Desa Sedahan Jaya (salah satu Desa di sekitar Taman Nasional Gunung Palung) menyerahkan mesin chainsaw miliknya kepada Yayasan ASRI. KegIatan penyerahan ini merupakan bagian dari program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (ASRI Chainsaw Buyback Programme). Program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan program kewirausahaan para logger melalui bentuk kegiatan Bisnis Bersama. Dalam program ini Yayasan ASRI akan memberikan modal usaha (bagi si logger dan istrinya) dan saling kerjasama untuk mengembangkan usaha. Program ini bertujuan mencetak calon penukar chainsaw menjadi wirausaha mandiri. Sampai dengan saat ini sudah 14 orang yang menyerahkan chainsaw miliknya kepada Yayasan ASRI dan kemudian mengikuti program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berbagai jenis wira usaha yang sudah dikembangkan oleh orang-orang yang telah menyerahkan chainsaw yaitu membuka toko sembako, usaha warung kopi, nelayan, ternak ayam, usaha pembuatan krupuk, dan berbagai bentuk usaha lainnya. Modal untuk mengembangkan usaha diperoleh dari hasil menukar chainsaw yang diganti dengan modal usaha yang difasilitasi oleh Yayasan ASRI melalui program UMKM. Upaya yang telah dilakukan oleh Yayasan ASRI tersebut sangat membantu Balai Taman Nasional Gunung Palung dalam menanggulangi penebangan liar di kawasan TNGP, karena para penebang liar tersebut umumnya masyarakat disekitar kawasan yang tidak mampu atau memiliki penghasilan rendah, sehingga apabila dilakukan penegakan hukum akan semakin menyengsarakan masyarakat. Dengan adanya program UMKM Yayasan ASRI ini dapat memberikan alternatif mata pencaharian kepada para pelaku penebang liar dan menjadi pembelajaran kepada masyarakat untuk tidak merusak hutan disekitar desa mereka. Sumber : Balai TNGP
Baca Berita

Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata Kunjungi Siswa Magang

Sofifi, 7 Oktober 2017. Sekitar satu bulan lamanya siswa magang dari SMK Kehutanan Manokwari berada di Resort Tayawi dan Resort Binagara untuk melakukan praktikum lapangan. Di Resort Tayawi, para siswa memiliki kegiatan selain melakukan inventarisasi flora dan fauna mereka juga memberikan pelatihan membaca bagi Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau Suku Togutil didalam kawasan. Sedangkan kelompok siswa praktek di Resort Binagara juga telah melakukan inventarisasi flora dan fauna bahkan membuat video kegiatan yang didampingi langsung oleh petugas Resort Binagara, Adriel. Kesempatan kali ini, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) berkesempatan untuk mengunjungi para siswa magang didua lokasi. Pak Wahyudi, Kepala Balai TNAL memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa agar tetap belajar dan tetap menjaga kesehatan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Bersama Lepasliarkan Maleo di SM Bakiriang

Palu, 9 Oktober 2017. Sebanyak 10 ekor burung maleo telah dilepasliarkan di SM Bakiriang Balai KSDA Sulawesi Tengah. Pelepasanliaran Maleo ini dilakukan Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Bakiriang bersama mitra BKSDA Sulawesi Tengah PT Donggi Senoro LNG pada tanggal 6 Oktober 2017 lalu. Burung Maleo ini merupakan hasil penetasan inkubator yang dilakukan oleh pihak PT Donggi Senoro LNG. SM Bakiriang dipilih sebagai tempat pelepasliaran burung maleo karena kawasan tersebut merupakan habitat dari burung Maleo tersebut. Burung maleo merupakan satwa endemik Sulawesi yang saat ini keberadaannya sudah langka dan termasuk salah satu satwa yang dilindungi. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Pembibitan Tanaman Kelukup di Hari Jadi Balai TN Bukit Tigapuluh

Belilas, 7 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) lakukan kegiatan monitoring hasil pembibitan tanaman kelukup Kelompok Tani Hutan Tualang Sejahtera. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di zona tradisional yang sudah direncanakan menjadi role model balai TNBT, sekaligus memeriahkan Hari Jadi Balai TNBT yang ke 22 Tahun. Hasil monitoring pembibitan tanaman kelukup berdasarkan pemantauan di lapangan dan wawancara dengan kelompok Tualang Sejahtera bahwa jumlah anakan tanaman kelukup yang sudah ada dipersemaian sekitar 2000 anakan dari target yang ingin dicapai yaitu 3500 anakan; Umur anakan tanaman kulukup yaitu sekitar 3 bulanan; Bibit tersebut daya tumbuh 80 % sedangkan yang di semai 99 % dan Penanaman direncanakan dengan sistem jalur jarak 5×5 di lokasi yang telah ditentukan. Kegiatan selanjutnya memeriahkan hari jadi Balai TNBT yang ke 22 tahun bersama masyarakat talang mamak di Dusun Tualang Desa Siambul Wilayah kerja Resort Siambul SPTN Wil.II Belilas. Balai TNBT mempersembahkan hadiah kepada Anak-Anak Talang Mamak berupa peralatan sekolah sebagai bentuk kepeduliaan BTNBT terhadap pendidikan anak-anak Talang Mamak sehingga diharapkan anak-anak tersebut semangat untuk menimba ilmu di tempat sekolah mereka berada BTNBT juga memberikan Kelompok Tani Hutan Tualang sejatera berupa polybag dan bibit cabe sehingga dapat berguna bagi kelompok untuk menambah perekonomian kelompok dalam jangka pendek. Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Gerak Cepat Tim Balai TN Gn Rinjani Tangani Karhutla

Sembalun, 9 Oktober 2017. Balai TN Gunung Rinjani (TNGR) lakukan gerak cepat atasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dalam kawasan taman nasional seluas 12 Ha dengan panjang lebih dari 1 km. Gerak cepat ini dilakukan bersama Koramil Sembalun, Polsek Sembalun, Tim Siaga Bencana Daerah (TSBD) Kec. Sembalun, Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, dan anggota masyarakat lainnya berjumlah sekitar 27 orang. Adapun informasi karhutla yang didapat melalui laporan masyarakat via telepon bahwa telah terjadi kebakaran hutan dilokasi Bukit Telaga Desa Sembalun Lawang. Api diperkirakan bermula dari pembakaran lahan kebun yang tidak terkendali, pelaku masih dalam proses penyelidikan. Selanjutnya Tim Pemadam masih melakukan pemantauan karena pertimbangan keselamatan. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Kunjungan Direktur Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE ke SPTN Wilayah I Balocci TN Babul

Balocci, 8 Agustus 2107. Dalam rangkaian lawatan ke Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Direktur Kawasan konservasi (KK) Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkesempatan untuk mengunjungi SPTN Wilayah I di Kabupaten Pangkep pada hari Jumat (6/10/2017). Setelah mengunjungi kantor SPTN Wilayah I, Direktur KK juga dijadwalkan berkunjung ke kantor Bupati Pangkep dalam rangka koordinasi dan kerjasama pengembangan sektor pariwisata di TN Bantimurung Bulusaraung. Lawatan tersebut dilanjutkan dengan mengunjungi salah satu objek wisata di Kab. Pangkep, Dewi Lamsang (Desa Wisata Alam Pattalasang). Direktur KK bertemu dengan Wakil Bupati Kab. Pangkep, Shahban Sammana di kantor Bupati Pangkep. Dalam kunjungan tersebut Direktur KK didampingi Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung, Sahdin Zunaidi dan Kepala SPTN Wil. I, Iqbal Abadi Rasjid. “Saya berharap pemerintah Kabupaten Pangkep terus mendukung pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung. Hubungan baik seperti ini perlu terus dijaga ke depannya” ujar Suyatno Sukandar, Direktur KK pada pertemuan tersebut. Pada pertemuan tersebut wakil Bupati Pangkep yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Pangkep, Ahmad Djamaan menegaskan dukungan terhadap pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung terutama yang berada di wilayahnya. “Pariwisata adalah leading sector yang selama ini menjadi topik kerjasama antara Balai TN Bantimurung Bulusaraung dengan pemerintah Kab, Pangkep. Ke depan kami juga berharap adanya akses pengelolaan wisata yang berada di Kawasan hutan TN Bantimurung Bulusaraung” tegas Shaban Sammana, Wakil Bupati Pangkep. Kawasan wisata TN Bantimurung Bulusaraung yang berada di wilayah Kab. Pangkep antara lain Kawasan Wisata Pegunungan Bulusaraung, Kalibbong Aloa, Permandian Alam Leang Londrong, dan beberpa gua prasejarah. Selain obyek wisata tersebut, terdapat beberapa obyek wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pangkep. Salah satunya adalah Dewi Lamsang, yang merupakan ekowisata Karst. Lokasi Dewi Lamsang berada di Kelurahan Kalabbirang yang merupakan daerah penyangga TN Bantimurung Bulusaraung. Desa wisata tersebut berbatasan langsung dengan kawasan konservasi ini. Adapaun objek karst di desa tersebut adalah karst TN Bantimurung Bulusaraung. Sumber : Erista Murpratiwi – Penyuluh Kehutanan TN Bantimurung Bulusaraung

Menampilkan 9.745–9.760 dari 11.140 publikasi