Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bunga Bangkai Mekar Sempurna di Namo Suro Baru

Namo Suro Baru, 20 Juli 2023 - Dalam rangka Road To HKAN 2023, pada Minggu, 16 Juli 2023, sekitar pukul 20.05 Wib, Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) tumbuh mekar sempurna, dengan tinggi bunga 73 cm, lebar 56 cm dan tinggi bonggol (spadix) 56 cm, di Desa Namo Suro Baru, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di areal tanah wakap penduduk. Mekarnya bunga bangkai ini dipantau dan diamati langsung oleh kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Sastra Meliala. Sebelumnya tidak jauh dari lokasi ini, bunga bangkai juga mekar sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada Sabtu, 8 Juli 2023, dengan tinggi bunga 93 cm, lebar 8 cm dan tinggi bonggol (spadix) 78 cm, serta pada Selasa, 11 Juli 2023, dengan tinggi bunga 87 cm, lebar bunga 75 cm dan tinggi bonggol (spadix) 71 cm. Desa Namo Suro merupakan habitat dari bunga bangkai. Di desa ini hampir tiap tahun, sejak tahun 2020, bunga bangkai kerap tumbuh dan mekar dengan sempurna. Melihat bunga bangkai ini sebagai potensi keragaman hayati yang unik, langka dan mempesona, mendorong serta menginspirasi warga untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata Waras, yang diinisiasi oleh 5 orang kader konservasi binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan mengembangkan lokasi ini menjadi bagian dari wisata edukasi konservasi bunga bangkai. Kedepan pendampingan akan terus dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam memberdayakan kader konservasi meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian tumbuhan langka yang dilindungi undang-undang. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Puluhan Ekor Monyet Dilepasliarkan Di Nusa Barung

Jember, 15 Juli 2023 - Balai Besar KSDA Jawa Timur melepasliarkan 40 ekor Monyet-ekor panjang (MEP) dan 30 ekor ular Python reticulatus di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Nusa Barung, 15 Juli 2023. Pelepasliaran tersebut dilakukan bersama beberapa mitra seperti BBKSDA Jabar, Jaringan Satwa Indonesia (JSI), muspika Kecamatan Puger, Satgas PAM PUTER XXVII Nusa Barung dan Fakultas Biologi Universitas Negeri Jember. Tim pelepasliaran harus berjalan kaki selama 1 jam dari Blok Ceret SM. P. Nusa Barung ke lokasi pelepasliaran. Di lakosai ini telah dibangun kandang habituasi bagi MEP yang telah dipersiapkan tim advance sejak 9 Juli 2023 yang lalu. Menurut Ariyanti, Kepala Resort Konservasi Wilayah 15, kandang habituasi ini didisain khusus bagi MEP, sehingga MEP akan mencari cara untuk keluar dari kandang tersebut. “Jadi tidak seperti kandang habituasi satwa lain yang harus ditunggu dan dibukakan untuk dilepasliarkan”, tambah ariyanti. Sebelum matahari tenggelam, tim telah meninggalkan Pulau Nusa Barung dengan menumpangi 10 kapal menuju ke Pantai Nyamplung. Untuk proses monitoring pasca pelepasliaran akan dilaksanakan oleh tim BBKSDA Jatim bersama JSI hingga beberapa pekan ke depan. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Orangutan Terluka Dirawat di PKRO Batu Mbelin

Sibolangit, 18 Juli 2023 - Minggu pagi, 16 Juli 2023, sekitar pukul 10.50 Wib, Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Batu Mbelin, Sibolangit, kedatangan 2 (dua) individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Satwa yang kerap juga disebut dengan mawas ini, merupakan orangutan liar yang berasal dari Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Kedua orangutan ini adalah orangutan dewasa (induk), yang diperkirakan berumur 18 tahun, dan bayi (anakan) berkelamin jantan, dengan estimasi umur antara 1-2 tahun. Dari hasil pemeriksaan awal sebelum memasuki PKRO Batu Mbelin terlihat ekspresi muka agak sayu, hasil cek gigi dan mulut tidak ada lesi, dari cek anggota gerak ada luka luar pada bagian kaki kanan diduga akibat terkena jerat tali dilon diameter 5 mm. Tangan kiri yang terkena jerat tidak ada luka luar. Air susu keluar dengan lancar. Secara fisik kondisi kedua individu orangutan aktif dan waspada, namun masih memerlukan perawatan intensif akibat luka jerat yang diderita induk dan support untuk penambahan performan indukan. Dari hasil pemeriksaan, kemudian dilakukan tindakan medis untuk induk berupa pemberian obat cacing, pemberian antibiotik, anti nyeri dan vitamin, infus RL 250 ml, pemeriksaan rapid COVID 19 hasilnya negative, pengambilan sample darah (EDTA, serum) dan pemasangan microchip. Sedangkan tindakan untuk bayinya rehidrasi dengan oralit. Usai dievakuasi ke PKRO Batu Mbelin, kedua orangutan tersebut kemudian ditempatkan di kandang perawatan dan medical checkup direncanakan akan dilakukan segera. Sumber : Zakia Sheila Faradilla, S.KH. (PEH Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Evakuasi Orangutan yang Merusak Kebun Durian Warga Berjalan Lancar

Trumon, 12 Juli 2023 - Berdasarkan laporan dari salah seorang masyarakat mengenai keberadaan orangutan yang merusak tanaman durian yang sedang berbuah dan orangutan tersebut sudah 3 hari berada di lokasi, petugas Balai KSDA Aceh melalui Resort Konservasi Wilayah 17 Trumon bersama mitra Orangutan Information Center (OIC) melakukan evakuasi 1 (satu) individu orangutan di Desa Ie Meudama, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Sebelum dievakuasi, dilakukan pemeriksaan fisik pada tubuh orangutan tersebut. Diketahui orangutan tersebut berjenis kelamin jantan dengan perkiraan umur sekitar 20 tahun dengan berat badan sekitar 65 - 70 kg. Perlu diketahui bahwa orangutan Sumatera (Pongo Abelii) merupakan jenis satwa liar yang dilindungi dengan status terancam punah (CR-Critically Endangered) berdasarkan IUCN Red List dan juga Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/menlhk/setjen/kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/menlhk/setjen/kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Berdasarkan pemeriksaan, orangutan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan cacat fisik maupun luka. Atas pertimbangan tersebut, orangutan layak untuk dilepasliarkan. Pelepasliaran orangutan dilakukan di Kawasan Restorasi Suaka Margasatwa Rawa Singkil yang berbatasan dengan Desa Seunebok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Pelepasliaran orangutan berjalan kondusif dan lancar. Sumber : Resort Konservasi Wilayah 17 Trumon - SKW II Subulussalam (Balai KSDA Aceh)
Baca Berita

Supervisi Pengendalian Karhutla Sumatera Utara

Medan, 14 Juli 2023 - Dalam rangka Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Tim dari Kementerian Lingkungah Hidup dan Kehutanan dipimpin Ade Palguna Ruteka, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), didampingi Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bidang Manajemen Landscape Fire Raffles B. Panjaitan, Kepala Pusat Penyuluhan Sugeng Priyanto, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Kepala Balai BPLHK Pematang Siantar, Kepala Balai BSI Aek Nauli, Kepala Seksi Balai PPI dan Kepala Bagian Tata Usaha Balai Pengelolaan DAS dan HL Asahan Barumun, melakukan audiensi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE, M.Si., dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, diwakili Wakapolda Brigjen Pol Drs. Jawari SH., MH. di ruang kerjanya masing-masing, pada Kamis 13 Juli 2023. Audiensi ini dimaksudkan untuk membangun sinergitas dan kolaborasi dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara. Pada pertemuan tersebut baik Pangdam I Bukit Barisan maupun Wakapolda Sumatera Utara menyatakan kesiapannya mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan sangat secara organisasi dengan menyiapkan pasukan serta sistem komando yang siap siaga. Kerjasama dan dukungan juga sudah dilakukan oleh jajaran Kodam I Bukit Barisan dengan Balai Pengelolaan DAS dan HL dalam kegiatan penanaman sebagai langkah awal pencegahan karhutla. Sementara itu, dari Ditjen PPI melaporkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menyiapkan 180 manggala agni yang tersebar di beberapa wilayah dengan perlengkapan yang dibutuhkan dan siap untuk bekerjasama dengan TNI dan Polri. Selain itu, juga sudah menggerakan manggala agni untuk melakukan pemantauan titik-titik kebakaran (hot spot) di beberapa tempat khususnya di wilayah Samosir, yang intensitasnya cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini. Dalam pertemuan yang penuh dengan kekeluargaan ini, dibahas juga peran dari penyuluhan atau sosialisasi yang tidak kalah pentingnya dalam mengedukasi serta mendampingi masyarakat untuk mengembangkan wirausaha, sehingga menghindari ketergantungan dari kegiatan-kegiatan illegal yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sumber : Rezki Indah Siregar, SP. (PEH Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pelepasliaran Satwa Liar ke Habitatnya

Jambi, 10 Juli 2023 - Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) melakukan pelepasliaran 21 ekor satwa liar di kawasan TNKS. Acara pembukaan yang dilaksanakan di kantor resort Sungai Penuh ini di hadiri langsung oleh Kepala Balai Besar TNKS, Kepala Balai KSDA Jambi, Kepala Bidang Wilayah I TNKS serta MMP binaan BBTNKS. Haidir, S.Hut, M.Si. selaku kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat menyampaikan bahwa satwa-satwa ini akan dilepas liarkan di TN Kerinci Seblat pada lokasi yang yang telah dilakukan survey dan kajian sebelumnya. Lokasi tersebut memiliki kondisi habitat yang mendukung keberlangsungan hidup satwa liar dimaksud baik berupa ketersediaan tempat berlindung, ketersediaan pakan, keberadaan satwa sejenis yang memungkinkan satwa yang dilepas liarkan untuk berkembang biak, serta jauh dari pemukiman penduduk. Adapun jenis satwa terdiri dari Kucing hutan (Prionailurus bengalensis) sebanyak 3 ekor, Beruk (Macaca nemestrina) 3 ekor, Binturong (Arctictis binturong) 1 ekor, Burung Tangkar Uli (Dendrocitia occipitalis) 4 ekor, dan Burung Takur Api (Psilopogon pyrolophus) 10 ekor. Satwa-satwa tersebut berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa Balai KSDA DKI Jakarta yang dirawat dan kemudian dilepasliarkan di kawasan Provinsi Jambi. Sebelumnya sejak 23 Juni 2023, satwa-satwa tersebut telah dilakukan perawatan secara medis di Tempat Penyelamatan Satwa Balai KSDA hingga dinyatakan dalam keadaan sehat dan masih memiliki sifat liar sehingga dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya di alam. Ir. Donal Hutasoit, M.E. selaku kepala Balai KSDA Jambi menyampaikan bahwa, "Satwa-satwa ini dinyatakan sehat dan layak untuk dilepasliarkan. Sehingga kita lepasliarkan ditempat yang cocok untuk kehidupannya di kawasan TNKS. Setelah dilepasliarkan, satwa-satwa tersebut tetap dipantau kondisinya oleh petugas dilapangan” ujarnya. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Penyelamatan Penyu Lekang Dengan Mengamankan Telurnya

Pantai Binasi, 10 Juli 2023 - Ada 6 jenis penyu yang dapat ditemui di Indonesia, yaitu : Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) dan Penyu Pipih (Natator depressus). Penyu Lekang merupakan spesies penyu yang hidup di perairan tropis dan sub tropis yang berperairan dangkal. Ancaman utama yang dihadapi oleh penyu laut, termasuk di dalamnya Penyu Lekang, mencakup perburuan dan perdagangan telur serta bagian-bagian tubuhnya, kerusakan habitat peneluran serta ancaman dari berbagai aktivitas lainnya di laut. Penyu yang berperan penting dalam menjaga ekosistem laut (perairan) yang sehat, umumnya diburu untuk dijadikan bahan makanan, obat tradisional, produk fesyen dan perhiasan hingga untuk pajangan. IUCN (International Union for Conservation of Nature) memasukkan Penyu Lekang bersama dengan Penyu Belimbing dan Penyu Tempayan ke dalam status rentan punah (vulnerable). Beberapa peraturan perundang-undangan juga melindungi penyu ini, seperti : Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar jo. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Demikian juga dengan Surat Edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor: SE.526 Tahun 2015 mengatur tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh dan/atau Produk Turunannya. Ketentuan CITES (Convention International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) pun menyebutkan bahwa semua jenis penyu laut telah dimasukkan dalam appendiks I, yang artinya perdagangan internasional jenis penyu untuk tujuan komersil dinyatakan dilarang. Keprihatinan terhadap terancamnya nasib dari Penyu Lekang ini, mendorong kader konservasi alam Sumatera Utara, Zomi Zola Sikumbang dan Sahbudi Sikumbang beserta anggota komunitas yang tergabung dalam Kelompok Konservasi Pantai Kelurahan Binasi (KKPKB), membangun kepedulian dengan melakukan penyelamatan penyu melalui pengamanan telur-telur penyu tersebut. Upaya pengamanan ini dilakukan pada malam hari, mengingat Penyu Lekang umumnya bertelur saat menjelang malam (sekitar pukul 20.00 Wib s.d 24.00 Wib). Giat pengamanan pun tidak selamanya berjalan mulus. Terkadang juga menghadapi tantangan yaitu berhadapan dan beradu cepat dengan para pemburu telur penyu. Usai mengamankan telur penyu yang jumlahnya bisa mencapai ratusan butir tersebut, langkah selanjutnya memindahkan telur-telur ke tempat penetasan yang lebih aman guna menghindari gangguan dari predator alami serta manusia pemburu telur, dengan tujuan untuk menjamin agar telur sampai pada tahap penetasan menjadi tukik (bayi telur) sebelum nantinya dilepaskan kembali ke habitanya alamnya di Laut. Upaya-upaya sederhana dilakukan dengan penuh kesabaran serta ketekunan oleh kader-kader konservasi yang berdedikasi ini, akhirnya membawa hasil. Ratusan bahkan ribuan tukik sudah dikembalikan ke habitatnya, dan ini tidak akan berakhir. Menjadi tekat bersama yang kuat, bahwa upaya penyelamatan Penyu Lekang beserta jenis penyu lainnya akan terus dilakukan demi melestarikan satwa dilindungi ini. Dedikasi orang-orang muda yang bekerja dengan tulus dan tanpa pamrih demi menyelamatkan satwa penyu dari kepunahan, tentunya layak menjadi inspirasi dan role model bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Melestarikan satwa juga menjadi tanggung jawab kita bersama guna menjaga keseimbangan ekosistem. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Menyongsong HKAN, BBKSDA Jatim Lepasliarkan Lutung Jawa

Malang, 8 Juli 2023 - Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAFIP) kembali melepasliarkan empat ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Cagar Alam Pulau Sempu, 8 Juli 2023. Selain itu, dilepasliarkan juga dua ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dan dua ekor Trenggiling (Manis javanica) pada kawasan konservasi yang terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Menurut Prawono Meruanto, Kepala Bidang Teknis KSDA, pelepasliaran lutung di Cagar Alam Pulau Sempu ini untuk memberikan darah baru bagi lutung-lutung yang dalam cagar alam. “Harapan kita bersama, semoga apa yang kita lepasliarkan hari ini dapat berkembangbiak dengan baik dan menjadi sedekah ekologi”, tambah Prawono. Keempat Lutung Jawa yang dilepasliarkan merupakan lutung-lutung hasil penyerahan masyarakat dan telah menjalani proses perawatan serta rehabilatasi selama dua tahun di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa, Coban Talun - Kota Batu. Sedangkan dua ekor Kukang Jawa dan dua ekor Trenggiling merupakan barang bukti hasil penertiban Kepolisian Daerah Jawa Timur yang kasus hukumnya telah selesai di pengadilan. Iwan Kurniawan, Manager TAFIP, menjelaskan bahwa kegiatan pelepasliaran ini menjadi rangkaian hari konservasi alam nasional (HKAN) dari Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program. Iwan-pun berharap selama kegiatan pelepasliaran, peserta yang hadir untuk tetap menjaga jarak dengan kandang pelepasan. “Seluruh Lutung yang akan dilepasliarkan telah menjalani medical check up sebelum kegiatan pelepasliaran. Sehingga bebas dari penyakit-penyakit yang berbahaya dan menular”, ujar pria berkacamata tersebut. Selain pihak BBKSDA Jawa Timur dan The Aspinall Foundation Indonesia Program, kegiatan pelepasliaran ini juga diikuti mahasiswa dari Fakultas Kehutanan - Institut Pertanian Malang dan Fakultas Kehutanan - Universitas Muhammadiyah Malang. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kemunculan Harimau Sumatera Di Kabupaten Pasaman

Pasaman, 22 Juni 2023 - masyarakat melaporkan adanya konflik antara Harimau Sumatera (HS) di Nagari Binjai, Kabupaten Pasaman. Menanggapi laporan tersebut, tim WRU Balai KSDA Sumatera Barat segera mendatangi lokasi konflik. Setelah tiba di lokasi, tim WRU BKSDA Sumbar langsung melakukan verifikasi dan memastikan keberadaan konflik antara Harimau Sumatera. Dalam kejadian ini, terdapat laporan bahwa dua ekor sapi milik warga Jorong Binjai menjadi korban cakaran Harimau Sumatera. Tim BKSDA Sumbar kemudian berkoordinasi dengan Polsek Tigo Nagari dan melakukan identifikasi terhadap ternak yang menjadi korban. Selain itu, Balai KSDA Sumbar juga memasang kamera trap untuk mendapatkan data mengenai usia, jenis kelamin, dan jumlah Harimau Sumatera. Selama penanganan konflik ini, tim BKSDA Sumbar memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga keberadaan Harimau Sumatera termasuk dari pemburu dan upaya untuk mencegah konflik yang serupa di masa yang akan datang. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Berita

Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ikut Serta dalam Rangkaian Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Jawa Tengah

Tegal, 4 Juli 2023 - Dilaksanakan rangkaian kegiatan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023 dilaksanakan di Taman Rakyat Slawi Ayu (TRASA) Kabupaten Tegal. Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara bersama-sama agar memiliki nilai ekonomi. Beliau meminta masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan menerapkan ekonomi sirkular dalam mengelola sampah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Tegal. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan program Desa Merdeka Sampah di Kabupaten Tegal. Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal sudah mulai mengupayakan bantuan pengadaan peralatan pencacah sampah dan pemilah sampah yang diberikan kepada masyarakat. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) juga hadir menjadi salah satu undangan dalam acara tersebut. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu uji emisi kendaraan, pameran edukasi dan inovasi lingkungan hidup, dialog interaktif dengan Gubernur Jawa Tengah, dan Talkshow "Mengatasi Sampah Plastik di Jawa Tengah." Pada acara talkshow tersirat pesan perlunya mengelola sampah secara sinergis dan perlunya membuat rencana induk pengelolaan sampah daerah serta mendorong perubahan perspektif bahwa sampah merupakan sumber daya yg memiliki nilai ekonomi. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah melaksanakan acara Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan berbagai kegiatan termasuk program kelola sampah. "Permasalahan lingkungan hidup ini memang harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya perhatian dari Pemerintah saja, karena menyangkut hayat hidup orang banyak. Dengan lingkungan hidup yang lebih baik pengelolaannya, diharapkan kualitas hidup masyarakat juga semakin baik dan akan berpengaruh pada produktifitas", tutup Wahyudi. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Total 500 Ekor Labi-Labi Moncong Babi Menjalani Translokasi dari Bali ke Papua

Timika, 3 Juli 2023 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menerima 500 ekor labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) translokasi dari BKSDA Bali. Translokasi ini didukung oleh Environmental Division PT. Freeport Indonesia. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Timika, Bambang H. Lakuy, menyampaikan, bahwa translokasi tersebut berlangsung dalam sembilan trip. “Labi-Labi moncong babi dari Bali dikirimkan setiap Senin sejak tanggal 8 Mei 2023 lalu. Trip pertama berjumlah 40 ekor. Kemudian trip kedua sampai kedelapan berjumlah 60 ekor. Trip kesembilan, yaitu yang terakhir dikirim pada Senin, 3 Juli 2023 berjumlah 40 ekor,” ungkap Bambang. Menurut Bambang, semua labi-labi moncong babi tersebut dalam kondisi sehat dan sedang menjalani masa habituasi di kandang transit Mile 21 PT. Freeport Indonesia. “Setiap kedatangan labi-labi moncong babi disertakan obat antistress dari BKSDA Bali selaku pengirim. Tiba di kandang transit biasanya satwa-satwa kami istirahatkan sebentar, kemudian satu per satu kami beri obat. Setelah itu baru kami lepaskan di kolam buatan untuk menjalani masa habituasi,” kata Bambang. Sementara itu, Kepala BKSDA Bali, Agus Budi Santosa, menyatakan bahwa 500 labi-Labi moncong babi tersebut merupakan satwa hasil sitaan, dan telah dititip rawat selama delapan tahun di Lembaga Konservasi binaan BKSDA Bali, yaitu TSI III (Bali Safari and Marine Park). “Sebanyak 500 ekor labi-labi moncong babi telah tuntas kami translokasi dari Bali ke Papua, untuk selanjutnya dilepasliarkan di habitat alaminya. Proses ini kami laksanakan berdasarkan Surat Rekomendasi Translokasi dari Direktur KKHSG No. S.293/KKHSGPSG2/KSA.2/5/2023 pada tanggal 2 Mei 2023,” ungkap Agus. Pada kesempatan yang sama, Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan translokasi satwa endemik Papua ini. “Terima kasih kepada Environmental Division PT. Freeport Indonesia, yang sudah memfasilitasi proses translokasi. Terima kasih kepada Balai KSDA Bali dan Bali Safari and Marine Park, yang berkomitmen merawat ratusan satwa ini sampai dikembalikan ke Papua. Terima kasih kepada tim yang telah bekerja di lapangan, menjemput satwa setiap Senin selama sembilan minggu. Semua pihak telah bekerja dengan baik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas ketuntasan proses translokasi ini,” ungkap Martana. Lebih lanjut, Martana menyampaikan harapannya agar di masa mendatang tidak akan terulang kembali tindak ilegal terhadap satwa Papua. Untuk mewujudkan harapan ini tentunya memerlukan kerja sama yang lebih erat dan efektif dari berbagai pihak. Sumber : Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Pembentukan Pokbermas Desa Tanjung Pengharapan CA Sungai Bulan Sungai Lulan

Kotabaru, 21 Juni 2023 – Pembentukan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (Pokbermas). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi yang diselenggarakan Balai KSDA Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan konservasi, sehingga mengurangi dampak negatif atas aktivitas masyarakat baik di dalam atau di sekitar kawasan sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Desa yang menjadi tempat pembentukan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat kali ini berada di Desa Tanjung Pengharapan, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru. Tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan diantaranya Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Nikmat Hakim Pasaribu, S.P. M.Sc, Kepala Resort Sungai Lulan Sungai Bulan Chairil Fahmi H, A. Md, Staf SKW III Suyatno S.Hut dan David Arsad Rida. Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Desa Bapak Rudi Gunawan, aparat desa dan Peserta Masyarakat sebanyak 20 Orang. Kelompok yang terbentuk sepakat mengelola usaha peternakan Kambing yang bernama KPM Maju Bersama Yang di ketuai oleh Bapak Purwanto. Alasan dari masyarakat mengambil usaha ternak kambing adalah karena usaha ini menjadi salah satu pilihan dari anggota kelompok yang tidak memerlukan modal yang besar dan pakan masih mudah untuk di dapatkan. Kepala Seksi Nikmat Pasaribu menyampaikan bahwa pembentukan kelompok ini merupakan langkah awal, selanjutnya implementasi lapangan harus benar-benar dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Kebersamaan dan kekompakan kerja dalam kelompok merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan. Bapak Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc menyampaikan pesan diharapkan usaha yang dilakukan oleh masyarakat dapat berkembang sehingga bisa membantu dalam perekonomian masyarakat dan menjadi alat komunikasi silaturahmi antara masyarakat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan, sehingga Visi dan Misi dalam Pembentukan Kelompok ini terwujud yakni dengan terjaganya kawasan Cagar Alam di Sekitar Tempat Tinggal Masyarakat. Sumber : Maulinda, S.Hut (Staf SKW III Batulicin) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Monyet Serang Warga, Petugas Lakukan Evakuasi

Tanjung Mulia Hilir, 3 Juli 2023 - Berawal dari adanya laporan Kepala Lingkungan (Kepling) di Jalan Kawat I, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara tentang terjadinya interaksi negatif antara warga dengan 1 (satu) ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang meresahkan warga setempat dan bahkan sudah menyerang serta melukai/mencederai beberapa warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Pelabuhan Laut Belawan pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia, segera menyambangi lokasi dan berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan, pada Kamis 22 Juni 2023. Dari keterangan warga, monyet tersebut sebelumnya dipelihara oleh salah seorang warga sejak kecil. Namun beranjak dewasa, perilakunya berubah dan menyerang warga, sehingga pemiliknya khawatir akan jatuh korban dikemudian hari. Oleh karena itulah maka satwa tersebut diserahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Monyet jantan, dewasa, terlihat sehat dan agresif. Petugas pun kemudian melakukan evakuasi dan menitipkannya di lembaga mitra Yayasan Scorpion Indonesia, untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilapasliarkan ke habitat alaminya. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Joni Agustinus Pasaribu, SP. (Polhut Muda) dan Fuad Khalil Harahap, S.Hut. (Polhut Pertama)
Baca Berita

Terbanyak, 12 Ekor Monyet Ekor Panjang Dilepasliarkan

Paluh Jaring, 3 Juli 2023 - Dalam rangkaian Road To HKAN 2023, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort SM. Karang gading Langkat Timur Laut III Selotong, pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia melakukan giat lepasliar 12 ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut, tepatnya di Paluh Jaring, pada Selasa 27 Juni 2023. Ke 12 ekor monyet tersebut, 10 ekor diantaranya merupakan satwa rehabilitant berasal dari Macaca Rescue Centre Batang Toru dan 2 ekor lagi berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit, yang sebelum dilepasliarkan menjalani rehabilitasi di kandang satwa, di kantor Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Pelepasliaran kali ini dilakukan dengan jumlah yang paling banyak. Sebelumnya sudah sering dilaksanakan pelepasliaran di SM Karang Gading Langkat Timur Laut dengan lembaga mitra Yayasan Scorpion Indonesia, namun ini yang terbanyak jumlahnya untuk sekali pelepasliaran. Keseluruhan satwa sudah menjalani tahapan rehabilitasi dan sesuai prosedur sudah dilakukan check kesehatan sebelum dilepasliarkan. Dengan pelepasliaran ini diharapkan satwa liar ini dapat membantu regenerasi hutan di kawasan konservasi dengan penyebaran biji brembang. Sumber : Rizuwan (PEH Terampil) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kembali 3 Ekor Lutung Jawa Berhasil Dilepasliarkan

Senin, 27 Juni 2023 - Sebanyak tiga ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dilepasliarkan BBKSDA Jawa timur bersama Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa (The Aspinall Foundation-Indonesia Program). Pelepasliaran tersebut dilakukan pada hutan lindung Blok Pusung Genderuwo, RPH Punten, BKPH Pujon, KPH Malang, 27 Juni 2023 . Lutung yang dilepasliarkan berasal dari translokasi JPRC - Bandung sebanyak 1 ekor, seekor dari translokasi PPS Tegalalur, dan seekor lagi dari penyerahan masyarakat di Surabaya. Menurut Tulus Pambudi, Kepala Resort Konservasi Wilayah 22 Malang, ketiga Lutung tersebut telah melalui proses rehabilitasi dan observasi intensif terkait kemampuan adaptasi terhadap pakan alami, lingkungan alami dan sosial kelompok. “Mereka telah melalui tahapan pra pelepasliaran berupa pemeriksaan kesehatan dan penandaan satwa dengan microchip transponder”, tambah pria asli Malang ini. Pelepasliaran dilakukan dengan metode hard release, artinya Lutung-lutung dilepasliarkan langsung ke lokasi dengan sebelumnya diangkut memakai kandang angkut dari Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa, tanpa melalui kandang habituasi. Hal ini karena lokasi pelepasan yang memiliki lokasi tak jauh dan beriklim sama dengan Pusat Rehabilitasi. Pada tahap pasca pelepasliaran, Tim Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa akan melakukan monitoring keberadaan dan kemampuan Lutung Jawa beradaptasi terhadap habitat alaminya. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Zona Integritas Untuk Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

Padang, 23 Juni 2023 - Pencanangan zona integritas UPT Kemen LHK Prov. Sumatera Barat menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) ditandatangani bersama oleh 3 satker UPT Kemen LHK yang berada di Prov. Sumatera Barat yaitu Balai TN Siberut, Balai KSDA Sumbar dan Balai DAS Agam Kuantan LH pada Jum'at, 23 Juni 2023. Penandatanganan dilakukan langsung oleh masing masing Kepala Balai ketiga UPT tersebut dan disaksikan Inspektur Wilayah I Kemen LHK, ibu Sultrarini Rahayu dan staf UPT Kemen LHK Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya Inspektur Wilayah I menekankan agar zona integritas harus diterapkan dan menjadi budaya bagi integritas seluruh pegawai Kemen LHK yang ada dari tingkat pimpinan hingga seluruh stafnya. Ditambahkan agar ke depannya dapat tercipta inovasi baru sebagai perwujudan satker dengan zona integritas yang berprestasi. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat

Menampilkan 961–976 dari 11.140 publikasi