Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Penguatan Fungsi Kawasan TN Taka Bonerate Melaui Pemberdayaan Masyarakat

"Rapat Kerja Forum Peduli Laut Desa Rajuni dan Desa Latondu dalam rangka Penguatan Fungsi Kawasan TN Taka Bonerate" Latondu, 09 oktober 2017. Menyambut positif rencana penandatanganan kerjasama Balai Taman Nasional Taka Bonerate dengan Forum Peduli Laut Rajuni - Latondu (FPL-RL) maka dilakukan Rapat kerja serta evaluasi aktivitas yang telah dilakukan. Rapat ini sekaligus penguatan fungsi kawasan Taman Nasional Taka Bonerate melalui pemberdayaan masyarakat serta menindaklanjuti arahan Role Model Pengelolaan Akses Area Perikanan berbasis masyarakat di TN Taka Bonerate. Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota forum FPL-RL yang dimediasi oleh petugas lapangan di dua resor tersebut yaitu Asep Pranajaya,S.Pi (Penyuluh Kehutanan) dan Ahmad Nuryadin (PEH). Adapun kegiatan Forum Peduli Laut yang telah dilaksanakan di tahun 2017 melalui Penyusunan perangkat organisasi (AD/ART, Pemilihan pengurus); Sosialisasi akses area perikanan ramah lingkungan melalui berbagai media dan aktivitas interaktif bersama masyarakat; Transplantasi karang; Pencatatan data hasil tangkapan ikan; Resources Use Monitoring (Pengawasan dan pelaporan aktivitas pemanfaatan/ penangkapan ikan) dan Patroli masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, di bahas rencana kerja tahunan ke depan sebagai salah satu bahan persiapan rencana kerjasama dengan Balai Taman Nasional Taka Bonerate dalam waktu dekat ini. Salah satu poin hasil rapat yang juga dibahas adalah perlunya memperkuat status Forum Peduli Laut melalui pembuatan akta notaris, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai lembaga bersama Desa melalui Surat Keputusan Bersama Desa Rajuni dan Desa Latondu No. 007/DDR-TBR/I/2017 dan No.013/SKKL/I/DLT/2017 tanggal 14 Januari 2017. Harapan kedepan dengan makin kuatnya kelembagaan masyarakat ditingkat tapak semakin memudahkan Taman Nasional Taka Bonerate dalam mengelola kawasan guna mencapai visi misi yang diemban. Sumber : Asep Pranaja, S. Pi/ Penyuluh Kehutanan dan Asri/ PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

SD Negeri Panembahan Yogyakarta Lebih Dekat dengan Alam di TWA Batu Gamping

Yogyakarta 12 Oktober 2017, Selama tiga hari mulai dari tanggal 11 hingga 13 Oktober 2017, SD Negeri Panembahan Yogyakarta melakukan aktivitas untuk mendekatkan diri dengan alam. Kegiatan dimaksud dikemas dalam bentuk Kemah Sekolah Dasar yang bertempat di TWA Batu Gamping, Ambarketawang, Sleman, DIY. Sebanyak 90 siswa yang terdiri dari siswa kelas IV dan V turut ambil bagian dalam kegiatan kemah sekolah dasar ini. Balai KSDA Yogyakarta selaku pemangku kawasan TWA Batu Gamping menggunakan momen kemah sekolah dasar ini untuk menyampaikan informasi terkait tugas fungsi yang diemban Balai KSDA Yogyakarta dalam pengelolaan kawasan konservasi. Materi yang disampaikan oleh POLHUT dan fungsional PEH Balai KSDA Yogyakarta meliputi materi kawasan konservasi, sejarah budaya Gunung Gamping, serta materi terkait lainnya seperti pengenalan jenis satwa dilindungi dan himbauan untuk tidak memelihara satwa dilindungi tersebut. Untuk melengkapi informasi yang disampaikan oleh petugas, para siswa peserta kemah juga mendapatkan leaflet dan poster terkait konservasi kawasan dan konservasi keanekaragaman hayati. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Jagawana BKSDA Jambi Ungkap Jaringan Penjual Kulit Harimau

Jambi (13/10/2019 Tim SKW I Bangko KSDA Jambi pada tgl 12 Oktober 2017 tepatnya pada pukul 20.30 telah menuju ke kerinci dalam rangka pulbaket dan investigasi. Tim bersama dengan Polres Merangin dan PHS (TNKS) melakukan pengintaian dan penyergapan terhadap tersangka yang diduga memiliki kulit dan tulang harimau. Pada jam 19.15, tim dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Merangin berhasil menyergap 2 (dua) orang tersangka berinisial Fdan S warga Kab. Merangin di halaman hotel royal desa Sungai Ulak Kabupaten Merangin. Dari hasil sergapan tersebut didapatkan barang bukti beruipa 1 lembar kulit dan sekumpulan tulang harimau. Untuk saat ini, Polres Merangin sedang melakukan penyidikan terhadap para pelaku. Sumber : BKSDA Jambi
Baca Berita

Potensi yang Masih Tersembunyi: Curug Goong Di Resort Tegalega

Cibodas (13/10/2017). Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sudah dikenal sejak lama sebagai destinasi wisata utama di Jawa Barat, bahkan di Indonesia, dan sudah dikenal pula di mancanagara. Sampai saat ini banyak obyek wisata yang telah dikembangkan dan ramai dikunjungi wisatawan. Namun disamping itu masih banyak obyek wisata yang tersembunyi, salah satunya Curug Goong. Curug Goong, terletak di wilayah kerja Resort PTN Tegallega, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Secara administratif terletak di Kampung Tabrik, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Aksesibilitas menuju lokasi air terjun ini cukup baik. Dua kilometer pertama dari Desa Gekbrong (jalan Provinsi Cianjur – Sukabumi), ditempuh melalui jalan aspal selama ± 20 menit menggunakan kendaraan roda empat. Dari Kampung Tabrik, dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak ± 400 m dengan waktu sekitar 10 menit hingga sampai tujuan Curug Goong. Konon asal mula Curug Goong dari nama “Goong” dikarenakan bentuk dari dinding sekitar air terjun/ curug tersebut apabila kita perhatikan secara seksama akan menyerupai alat musik tradisional yaitu Goong (Gong). Curug Goong memiliki ketinggian ± 65 m, lebar 6 m, pelataran/ plaza bagian bawah ± 200 m², dan terletak pada ketinggian 1.245 m dpl. Potensi flora di sekitar areal air terjun dapat dijumpai yaitu pohon jenis rasamala, puspa, kingkilaban, nangsi, dan masih banyak jenis lainnya. Potensi faunanya monyet ekor panjang, surili, tando, owa jawa, burung elang ular, dan masih banyak lagi jenis fauna lainnya. Curug Goong yang masuk dalam zona rimba, sangat potensial untuk dikembangkan sebagai obyek wisata alam, setelah melalui proses kajian. Mengingat akses yang relatif mudah dan potensi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) , perpaduan antara keindahan bentang alam dan potensi flora serta fauna yang menarik. Sumber : Agus Deni - PEH Balai Besar TNGGP
Baca Berita

BKSDA Kalbar Serahkan Lima Individu Owa Ke BKSDA Kalteng

Rabu (11/10/2017) Pukul 12.45 WIB, Balai KSDA Kalimantan Barat menerima kedatangan Satgas TSL Balai KSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Muara Teweh dalam rangka penjemputan satwa Owa/Klempiau (Hylobates muelleri) sebanyak 5 (lima) ekor yang berada di kandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat. Satwa tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat ke Seksi Konservasi Wilayah II Sintang, Balai KSDA Kalimantan Barat. Penyerahan hewan dilindungi ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa, serta animal welfare. Tingginya kesadaran masyarakat sekaligus mencerminkan hasil dari upaya konservasi yang selama ini telah dilakukan, baik secara preventif – persuasif (Patroli, Sosialisasi, Penyuluhan) maupun represif (Penegakan hukum) yang akan terus dilakukan. Penyerahan Satwa tersebut diawali dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Satwa oleh Bapak Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, M.T. (Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat) selaku pihak yang menyerahkan dan Kepala SKW III Muara Teweh Bapak Nizar Adhanianto, S.Hut, MPA selaku pihak yang menerima. Penyerahan satwa Owa ini merupakan yang ketiga kalinya dari Balai KSDA Kalimantan Barat ke Balai KSDA Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2017 ini. Satwa Owa tersebut akan menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kalaweit di Dusun Pararawen, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah. Perjalanan yang akan ditempuh ke Pusat Rehabilitasi Yayasan Kalaweit adalah ±30 jam, perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan namun tidak mengurangi semangat dan niat tim satgas TSL demi kelestarian satwa. “ Mari Kita Jaga dan Lestarikan Satwa Liar “ Penulis : Tim Gugus tugas TSL Balai KSDA Kalbar
Baca Berita

Supervisi Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Kalbar

Pontianak, 13 Oktober 2017. Dalam rangka percepatan penataan kawasan konservasi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, telah dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis/Supervisi terkait Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Kalimantan Barat pada tanggal 11 sampai dengan 13 Oktober 2017 oleh Tim Bimtek dari Direktorat PIKA . Bimbingan Teknis/Supervisi terkait Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Kalimantan Barat tersebut dilakukan selama dua hari dengan metode presentasi rancangan blok dan diskusi. Pada hari pertama dilakukan diskusi terkait perbaikan dokumen blok kawasan TWA Gunung Asuansang, TWA Gunung Dungan/Gunung batu, CA Kepulauan Karimata. Selanjutnya pada hari kedua dokumen diperbaiki bersama oleh Tim Balai KSDA Kalimantan Barat dan Tim Universitas Tanjungpura dengan Bimbingan teknis/supervisi dari Tim Direktorat PIKA. Dokumen blok pengelolaan TWA Gunung Dungan/Gunung Batu, TWA Gunung Asuansang dan CAL Kepulauan Karimata yang sebelumnya sudah dilakukan pembahasan dengan Tim Pokja Penilaian Dokumen Penataan zona dan Blok Pengelolaan Kawasan Konservasi di Jakarta masih dalam proses perbaikan oleh Tim Penyusun Balai KSDA Kalimantan Barat dan Universitas Tanjungpura selaku mitra kerja Balai KSDA Kalimantan Barat. Dalam rangka percepatan proses pengesahan dokumen, perbaikan dokumen blok pengelolaan TWA Gunung Dungan/Gunung Batu, TWA Gunung Asuansang akan diselesaikan dalam waktu 1 (satu) minggu atau pada 19 Oktober 2017 dan untuk perbaikan dokumen blok pengelolaan CAL Kepulauan Karimata akan diselesaikan dalam waktu 2 (dua) minggu atau pada tanggal 26 Oktober 2017. Dokumen blok pengelolaan yang disusun Balai KSDA Kalimantan Barat pada tahun 2017 sebanyak 4 dokumen, yaitu Blok pengelolaan CA Mandor, CA Lo Fat Fun Fie, TWA tanjung Belimbing dan TWA Bukit Kelam. Sampai saat ini dokumen tersebut masih dalam proses penyusunan dan segera diselesaikan dan disampaikan ke pusat untuk mendapatkan penilaian pada minggu pertama bulan Desember 2017. Berdasarkan hasil penilaian/pencermatan dokumen penataan blok CAL Kepulauan karimata yang disampaikan, bahwa perlu adanya legalitas yang menyatakan luasan kawasan CAL Kepulauan Karimata. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Balai KSDA Kalimantan Barat akan bersurat ke BPKH Wilayah III Pontianak untuk mendapatkan legalitas luasan yang diacu. Sumber : Direktorat PIKA
Baca Berita

Tes Psikologi Jagawana Lingkup BBTN Gn Gede Pangrango

Cibodas, 12 Oktober 2017. Balai Besar TNGGP bekerjasama dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jawa Barat pada Hari Selasa, 10 Oktober 2017 menyelenggarakan tes psikologi di kantor Balai Besar TNGGP yang diikuti sebanyak 60 peserta. Sasaran dari kegiatan ini adalah personil pemegang senjata api sesuai Surat Keputusan Kepala Balai Nomor: SK. 271/BBTNGGP/Kabidtek/Tek.P3/09/2017 tanggal 29 September 2017. Peserta tes adalah para Pejabat Struktural lingkup Balai Besar TNGGP yang sesuai dengan tugas dan fungsinya mempunyai wewenang dan tanggung jawab di bidang perlindungan hutan, jagawana (Polhut) fungsional lingkup Balai Besar TNGGP, Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL) lingkup BBTNGGP. Pelaksanaan tes psikologi diselenggarakan selain untuk pengurusan administrasi pemegang senjata api sehingga mendapatkan legalitas dokumen dalam Penguasaan dan Penggunaan Senjata Api (Pengpin), juga untuk meminimalisir terjadinya peristiwa kecelakaan, yang di sebabkan dari penyalahgunaan penggunaan senjata api Banyak terjadi peristiwa kecelakaan, yang disebabkan dari penyalahgunaan penggunaan senjata api (misal: salah tembak, senjata digunakan untuk bunuh diri, kelalaian dari penyimpanan sehingga terjadi kecelakaan, dan lain-lain). Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan tersebut adalah kondisi emosi dan kejiwaan dari pemegang senjata api. Maka dalam hal ini dipandang sangat penting dan wajib dilakukan tes psikologi bagi pemegang senjata api. Sumber: Bambang Mulyawan S.H., M.H - Polhut Muda Balai Besar TNGGP
Baca Berita

Kembali, Tukik-tukik Kecil Mulai Merayap Menapaki Kehidupan Barunya di Pantai Suaka Margasatwa Cikepuh

Cikepuh (13/10/2017). Petugas Resort Cikepuh, pada hari Kamis tanggal 12 Oktober 2017 kembali melepasliarkan tukik Penyu hijau, kali ini sebanyak 764 ekor tukik Penyu hijau dilepasliarkan di Blok Citirem Suaka Margasatwa Cikepuh. Dimana sebelumnya, pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2017 dan 10 Oktober 2017 sebanyak 557 ekor tukik Penyu hijau telah dilepasliarkan ditempat yang sama. Sehingga sejak tanggal 01 januari s/d 12 Oktober 2017 sebanyak 2.579 ekor tukik Penyu hijau telah dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Cikepuh. Berawal dari pantai Citirem Suaka Margasatwa Cikepuh ini, harapan akan lestarinya Penyu hijau di bumi ini dimulai, dimana ribuan ekor tukik kecil mulai merayap menapaki kehidupan barunya. Sumber: BBKSDA Jabar
Baca Berita

Tingkatkan Skil, Polhut TN Matalawa Latihan Menembak

Waingapu, 11 Oktober 2017. Polisi Kehutanan atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Polhut merupakan pejabat fungsional dalam lingkungan instansi Kehutanan Pusat maupun daerah yang sesuai dengan sifat pekerjaannya, menyelenggarakan dan/atau melaksanakan perlindungan hutan yang oleh kuasa undang-undang diberikan wewenang kepolisian khusus di bidang kehutanan dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (P.75/Menhut-II/2014). Keberadaan Polhut sebagai ujung tombak upaya perlindungan dan pengamanan kawasan hutan menjadi sangat vital mengingat tekanan terhadap kawasan hutan di Indonesia terus meningkat mengikuti perkembangan zaman, seperti yang disampaikan Kepala Balai TN Matalawa (Maman Surahman, S.Hut.,M.Si) dalam sambutannya pada kegiatan Penyegaran Polisi Kehutanan TN Matalawa. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa Pejabat Fungsional Polhut dituntut harus mampu menguasai wilayah kerjanya dan mengetahui potensi dari kawasan hutan TN Matalawa. Serta lebih jauh Polhut TN Matalwa diharapkan dapat memahami isu-isu strategis yang berkembang saat ini, sehingga paradigma pengelolaan kawasan hutan konservasi saat ini dapat diimplementasikan ditingkat tapak. Bertempat di Waikabubak (Sumba Barat), TN Matalawa melaksanakan kegiatan Penyegaran Polhut dan Latihan menembak bekerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dibagi dalam 2 (dua) Sesi, Pemaparan Materi oleh Bripka Teddy J. Imron (Polda NTT) dilaksanakan di Ruang Pertemuan Ex. Kantor Balai TN Manupeu Tanahdaru. Sedangkan sesi latihan menembak dilaksanakan di Lapangan Labere – Sumba Barat, dengan dipandu Instruktur dari Polres Sumba Barat. Secara keseluruhan kegiatan Penyegaran Polhut dan Latihan Menembak dilaksanakan selama 1 (satu) hari, pada tanggal 11 Oktober 2017 dan diikuti oleh 25 anggota Polhut yang berasal dari 20 Personil Polhut TN Matalawa, 1 (satu) Personil Polhut KPH Sumba Tengah, 1 (satu) Personil Polhut KPH Sumba Barat, 3 (tiga) Personil Polhut KPH Sumba Barat Daya, serta unsur pejabat struktural TN Matalawa 3 (tiga) orang. Dalam pelaksanaan latihan menembak senjata yang digunakan adalah menggunakan 5 pucuk senjata api jenis PM1A1 dan 1 pucuk CZKA, dengan pengawasan instruktur yang berasal dari Polres Sumba Barat. Melalui kegiatan Peningkatan kapasitas SDM diharapkan kemampuan pejabat fungsional Polhut khususnya lingkup TN Matalawa dapat meningkat dan soliditas antar Polhut TN Matalawa dapat terus terjaga. Sumber : TN Matalawa
Baca Berita

Pangdam XIV Hasanuddin Kagumu Keindahan P. Tinabo,TN. Taka Bonerate

Tinabo, 12 oktober 2017. Pulau Tinabo dengan segala keindahannya tidak bisa dipungkiri lagi mempunyai daya tarik yang tiada tara. Dipastikan siapa saja yang melihat baik itu melalui sosial media pun mendapat informasi dari cerita mulut ke mulut pasti akan mengaguminya. Sama halnya dengan seorang Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti yang saat ini menjabat sebagai Pangdam XIV Hasanuddin beserta Ny Bella Saphira ASB dan rombongan. Menggunakan 3 (tiga) buah speed boat, termasuk "SeaRider Basarnas' dan speed boat Kesehatan, rombongan Pangdam, Asisten, Danrem Toddopuli dan Kodim 1415 Kepulauan Selayar menyambangi P. Tinabo dan disambut langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate, Ir. Jusman. Selain menikmati indahnya pulau Tinabo sang jenderal juga melakukan beberapa bakti kegiatan yang salah satunya adalah memberikan bantuan alat tulis menulis/buku dan sejumlah uang tunai kepada siswa SLTA Pulau Tarupa yang disertai Kepala Desa dan guru pendamping. Selama di Tinabo beliau dipandu langsung oleh petugas TN Taka Bonerate, berinteraksi dengan kawanan hiu yang berenang bebas di depan wisma, giat snorkeling dan kano serta menikmati indahnya pulau gosong Bungin Tinabo. Meski hanya semalam di Tinabo, sang jenderal dan istri sangat kagum akan keindahan Tinabo. "Sayang waktu kunjungan sangat singkat", ungkap sang Jenderal. Mayjen TNI Agus Surya Bakti menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penerimaan dan upaya yang dilakukan oleh institusi Kementerian LHK dalam menjaga dan mengembangkan tempat yang indah ini. "Dibandingkan dengan Maldive, tempat ini jauh lebih indah dan masih terjaga", kata Ibu Bella Safira. Semoga yang disampaikan, benar adanya. Akan menjadi penyemangat dan tambahan energi baru bagi pengelola. Sumber : Asri/ PEH Balai TN. Taka Bonerate Foto : Saleh Rahman/ PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Jagawana BKSDA Aceh Amankan Kayu Illegal Di Subussalam

Subulussalam, selasa tanggal 10 Oktober 2017 , BKSDA Aceh melaksanakan Patroli Gabungan Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dengan jumlah personil sebanyak 16 (Enam Belas) orang yang terdiri dari personil Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam, KPHK Rawa Singkil dan Kepolisian Resot Singkil yang langsung dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam/Kepala KPHK Rawa Singkil. Kegiatan patroli gabungan dilaksanakan di wilayah Resort Rundeng , Desa Oboh Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam. Adapun hasil patroli adalah temuan 4 (Empat) unit becak motor yang digunakan oleh para penebang kayu illegal sebagai alat angkut kayu ; 1 (Satu) unit chainshaw/gergaji rantai sebagai dan kayu olahan berbagai jenis sebanyak 5 M3 yang dimusnahkan di lokasi, serta melakukan pembersihan ongkak (jalur keluarnya kayu) sepanjang 500 meter. Sedangkan para pelaku penebangan liar melarikan diri sebelum sempat diamankan tim. Naas tim dari balai ksda aceh dalam perjalanan pulang mengalami kecelakaan di jalan di daerah Lhamno, Aceh Jaya dini hari tadi, yaitu menabrak tiang listrik karena diduga sopir mengantuk. Alhamdulillah tim selamat, hanya sopir yg juga staf BKSDA mengalami luka ringan, sedangkan mobil rusak cukup parah. Tim Bksda Aceh
Baca Berita

Operasi Gabungan Jagawana Balai TN Bogani Nani dan Polres Bolmong

Kotamobago (12/10/2017). Jagawana Balai TNBNW dan Polres Bolaang Mongondow menggelar operasi gabungan. Operasi ini di lakukan karena adanya laporan intelijen dari petugas lapangan dan aduan dari masyarakat. Tim yang di pimpin oleh Kepala Seksi Wilayah II Dolouo Bapak ST. Agung Triono Hermawan, S.Si, M.Sc,ir .Tim yang berjumlah 10 orang langsung bergerak menuju ke lokasi kejadian di Bendungan Kosinggolan setelah melakukan breafing di kantor balai. Tim berhasil mengamankan 1 unit kendaraan truk Hino Dutro warna hijau dan kayu olahan berbagai jenis sebanyak 2,872 m2 dengan 2 orang pelaku yang di duga sebagai tersangka bernama Mulyadi umur 45 tahun warga desa Uuwan Kec. Dumoga Barat Kab. Bolaang Mongondow sebagai pemilik kayu dan Robert bonde ( PNS aktif) umur 53 tahun warga desa Doloduo , Kec. Dumoga Barat , Kab. Bolaang Mongondow, sebagai sopir sekaligus pemilik kayu. TKP berada di pinggir kasawan yaitu dibendung kosinggolan Desa Doloduo Kec. Dumoga Barat Kab. Bolaang Mongondow. Pelaku di tahan dan di serahkan di Polres Bolaang Mongondow beserta barang bukti. Dari hasil penyidikan bersama antara PPNS Balai TNBNW dan penyidik polres Bolmong yang di lakukan kayu ini direncanakan akan di kirim ke daerah manado dan sekitarnya karena tingginya permintaan pasar serta harga yang menjanjikan hal ini yang menjadi daya tarik para pelaku illegal loging. Kayu ini di duga kuat berasal dari dalam kawasan TNBNW dengan cara membeli dari masyarakat yang mengolah kayu di dalam kawasan TNBNW . Wilayah SPTN II Doloduo merupakan daerah yang paling rawan terhadap kejahatan illegal loging di bandingkan SPTN I Limboto dan SPTN III Maelang. Upaya ini di harapkan mampu mengurangi tindak pidana kajahatan TIPIHUT serta tekanan terhadap kawasan khususnya di TN BNW. Upaya ini di harapkan memberikan pelajaran/ shock terapi khususnya bagi pemodal besar yang merusak kawasan dengan memanfaatkan masyarakat sekitar.Dukungan berbagai pihak serta tim yang solid adalah kunci keberhasilan. Upaya yang di lakukan dalam hal ini disampaikan melakukan oparasi juga penyuluhan serta pendekatan kepada masyarakat dan stakeholder di harapkan mampu membangun sinergi antar pemangku kepentingan sehingga keberadaan Kawasan TNBNW yang lestari yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terwujud. Sumber : TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Naturalist Guide Taman Nasional Komodo Mengikuti Uji Kompetensi Kepemanduan Ekowisata

Labuhan Bajo (12/10/2017). Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo akhir-akhir ini berdampak pula pada semakin meningkatnya kebutuhan akan tenaga pemandu ekowisata yang profesional. Pemandu ekowisata memang merupakan salah satu unsur penting dalam mengembangkan ekowisata karena seorang pemandu dapat memainkan peranan kunci dalam menarik minat wisatawan melalui pelayanan yang baik serta profesional. Pemandu ekowisata yang professional adalah pemandu ekowisata yang kompeten dan memahami serta mengerti seluk beluk kepemanduan. Untuk mengetahui kompetensi para pemandu wisata atau naturalist guide di Taman Nasional Komodo, dilakukan proses pengukuran yang disebut sebagai uji kompetensi kepemanduan ekowisata. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 Oktober 2017 di Hotel Exotic Labuan Bajo ini terselenggara berkat kerjasama Kementerian Pariwisata, Badan Nasional Sertifikasi Profesi, LSP Perindo dan DPC HPI Manggarai Barat. Dalam sambutannya, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Bapak Alfin Meransiat mengatakan bahwa Pelaksanaan Sertifikasi ekowisata ini merupakan amanat dari UU Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Kepada para peserta beliau juga berpesan agar dapat memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya tanpa perlu takut dan grogi. Lebih lanjut Bapak Alfin mengatakan bahwa uji kompetensi kepemanduan ekowisata ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk membendung pemandu wisata dari luar dengan menaikkan personal values pemandu ekowisata lokal. Sebanyak 56 orang naturalist guide Taman Nasional Komodo ikut dalam uji kompetensi kepemanduan ekowisata ini. Naturalist guide di Taman Nasional Komodo merupakan masyarakat yang berasal dari tiga desa dalam kawasan taman nasional yang dilatih dan dibina oleh Balai Taman Nasional Komodo untuk menjadi pemandu ekowisata. Bagi para naturalist guide, sertifikasi kompetensi ini tentulah sangat bermanfaat untuk meningkatkan daya saing mereka dalam pengembangan industry pariwisata di kota Labuan Bajo. Sumber: TN Komodo
Baca Berita

BTN Tambora Gelar Rapat Internalisasi Role Model Dengan Pemkab Bima

Bima (12/10/2017). Percepatan pengembangan terus dilakukan Balai Taman Nasional Tambora. Pendekatan lintas sector merupakan salah satu langkah penting untuk percepatan taman nasional yang baru berumur dua tahun ini. Pada kesempatan kali ini Balai Taman Nasional Tambora gelar internalisasi role model Manajemen Pendakian dan Pengembangan Paket Wisata Berbasis masyarakat ditingkat Kabupaten. Rapat yang diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2017 tersebut dipimpin langsung Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Bima (H. Nurdin). Pada kesempatan tersebut Budhy Kurniawan (Kepala Balai Taman Nasional Tambora) menyampaikan potensi kawasan dan rencana pengembangan kawasan yang telah ditetapkan sebagai Destinasi pariwisata Nasional sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang RIPARNAS. Hal penting yang dibahas dalam rangka percepatan kawasan Tambora adalah sinergitas antar sector/lembaga termasuk pemerintah daerah tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Bima. Sebuah pemikiran yang rasional pentingnya peran Pemerintah Kabupaten Bima mendukung pengembangan Taman Nasional Tambora mengingat 60% kawasan tersebut masuk wilayah administrasi Kabupaten Bima. Pengembangan Taman Nasional Tambora akan dilakukan melalui pendekatan, antara lain 1). From Islands to Networks; 2). From Conservation to Social and Economic Objectives; 3). Management With and For the People; 4). Quality versus Quantity; 5). National to International Concern. Taman Nasional ke 51 ini memerlukan dukungan multipihak dalam pengembangannya. Penetapan kawasan sebagai taman nasional bukan berati menutup akses masyarakat dalam hal pemanfaatan kawasan. Peluang pengembangan dan kerjasama dengan masyarakat sangat terbuka, dengan mekanisme yang sudah ditetapkan dan disepakati bersama. Peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengelola kawasan Taman Nasional Tambora. Sejalan dengan hal tersebut, Balai Taman Nasional Tambora telah hadir dan berbuat ditingkat desa. Balai Taman Nasional Tambora telah melakukan upaya pengembangan ekonomi produktif di empat desa (Piong, Kawindato’i, Soritatanga dan Tambora) selama tahun 2017 sesuai potensi lokal yang dimiliki. Untuk selanjutnya Balai Taman Nasional Tambora akan membina dua belas desa lingkar tambora sebagai bagian pengembangan kawasan berbasis masyarakat. Pada rapat tersebut, Budhy Kurniawan juga memohon dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima dalam pengembangan Taman Nasional Tambora sebagai wujud sinergisitas, salah satunya melalui dukungan infrastruktur akses menuju setiap destinasi yang akan kita siapkan ditahun 2018. Langkah yang bisa ditempuh dalam upaya percepatan tersebut melalui optimalisasi dan efesiensi alokasi dana desa (ADD). Sejalan dengan itu, Balai Taman Nasional Tambora pun akan mengembangan manajemen pendakian dan mengembangkan paket wisata berbasis masyarakat ditahun 2018. Untuk mewujudkan role model tersebut, Balai Taman Nasional Tambora akan menyiapkan infrastruktur wisata alam di dalam kawasan Taman Nasional Tambora. Muzakir (Kepala BAPPEDA Kab. Bima) menyampaikan komitmen dukungan infrastruktur jalan untuk pengembangan Taman Nasional Tambora sesuai anggaran yang tersedia tahun 2018. Terkait hal tersebut, maka tim kabupaten harus menyiapkan jadwal melakukan survey lokasi. BAPPEDA Kabupaten Bima akan melakukan koordinasi secara intensif dengan Dinas PUPR Kabupaten Bima dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. Dengan demikian akan terwujud integrasi program yang baik dan merupakan peluang mengingat APBN untuk pengembangan Taman Nasional Tambora cukup besar. The Sound From Caldera Sumber : Balai TN. Tambora
Baca Berita

Tim Rescue BKSDA Aceh Selamatkan Orangutan

Blang Pidie (12/10/2017). Satu individu Orangutan kembali direscue oleh tim gabungan di Desa Matai, Kecamatan Blang Pidie Kabupaten Aceh Barat daya. Keberadaan orangutan ini diketahui oleh staff Taman Nasional Gunung Leuser. Orangutan yang berjenis kelamin perempuan ini diperkirakan berumur sekitar 3 tahun dan dimiliki dan dipelihara oleh masyarakat. Operasi penyitaan dilakukan atas kerjasama TNGL, BKSDA Aceh, Polres Abdya dan tim HOCRU OIC. Berkat keterlibatan pihak-pihat terkait, proses penyitaan berjalan dengan lancar. Selanjutnya, orangutan ini akan dibawa menuju Pusat Rehabilitasi yang dikelola oleh SOCP di Sibolangit sebelum nanti dilepasliarkan di pusat reintroduksi OU sumatera di jantho, aceh besar. Tim Bksda Aceh
Baca Berita

Jagawana BKSDA Aceh Kembali Amankan Kayu Illegal di CA Serbojadi

Banda Aceh (12/10/2017). Tim BKSDA Aceh pada hari rabu, 11 Oktober 2017 mengamankan 7 batang kayu illegal yang ditambatkan di aliran sungai yang menjadi batas Cagar Alam Serbojadi, di Kabupaten Aceh Timur. Tim yang dipimpin Kepala BKSDA Aceh berada di CA Serbojadi dalam rangka inspeksi pengelolaan dan pembinaan personel, menemukan kayu yang diikat pada sebatang pohon di aliran Sungai Tamiang. Kayu diduga merupakan hasil pembalakan liar dari kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan CA Serbojadi, karena dari pengecekan ke dalam cagar alam seluas 300 ha tidak ditemukan adanya tunggul bekas penebangan. Kayu berjenis meranti dengan total volume 0,7 m3 selanjutnya ditarik ke pos jaga CA Serbojadi untuk dihancurkan. Sumber: Sapto Kepala Balai BKSDA Aceh

Menampilkan 9.729–9.744 dari 11.141 publikasi