Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

MMP Moy BBKSDA Papua Ciptakan Kampung Bersih

Jayapura, 20 Oktober 2017. Mendukung program Jumat bersih, pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017, MMP Moy lakukan kerja bakti pembersihan lingkungan Kampung Maribu Distrik Sentani Barat, adapun tempat-tempat yang menjasi sasaran kegiatan jumat bersih adalah Lingkungan Kantor Kampung, Lingkungan Tempat Ibadah, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Rumah Warga dan Jalan Poros. Aktivitas ini juga melibatkan Kepala Kampung Maribu Napolion Tonggroitou, Sekretaris Kampung Maribu, remaja kampung dan warga setempat. Pendamping MMP Moy, Purnama menyampaikan alasan mengenai kegiatan ini bahwa program Jumat Bersih bertujuan untuk menciptakan lingkungan Kampung Maribu yang bersih, asri dan sehat serta meningkatkan rasa kebersamaan. Selain meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengamanan hutan khususnya di kawasan konservasi, MMP diharapkan juga dapat menciptakan suasana yang serasi dan harmonis dengan masyarakat. Sumber : Purnama, Ferdinand S. Manobi - Polhut & Pendamping MMP Moy Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru

Tumpang, 22 Oktober 2017. Pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017 bertempat di Kantor Seksi PTN Wilayah II Tumpang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membentuk Kader Konservasi Tingkat Pemula berjumlah 20 orang yang berasal dari masyarakat sekitar Resort PTN Coban Trisula sebanyak 8 orang, dari Resort PTN Patok Picis 6 orang dan Resort PTN Taman Satriyan 6 orang. Pembentukan Kader Konservasi tersebut di buka oleh Kepala Bidang PTN Wilayah I Pasuruan Bapak Murdiono, SH yang mewakili Kepala Balai Besar TNBTS Ir. John Kenedie, MM. Dalam kesempatan amanat Kepala Balai pada sambutan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Bidang PTN I Pasuruan, menyampaikan bahwa Kader Konservasi mempunyai peranan penting dalam membantu penyebarluasan informasi dan program TNBTS misalnya dalam hal : membantu pengamanan kawasan TNBTS , Rehabilitasi kawasan TNBTS, Kampanye sadar sampah dan program lainnya baik yang ditujukan bagi pengelolaan kawasan TNBTS itu sendiri maupun dalam hal peningkatan kesadaran dan mutu kehidupan masyarakat sekitar kawasan TNBTS. Pembentukan kader konservasi dipandu langsung oleh Kepala Seksi PTN Wilayah II Tumpang Tatag Hari Rudhata SH dan diisi dengan materi-materi yang disampaikan oleh Petugas TNBTS seperti dari Kepala Resort Patok Picis (Djoko Puruito Riyadi), Fungsional PEH ( Elham Purnomo S.Hut, Fungsional Polhut (Merbety Sitompul S.Hut dan RM Agus Setya Basuki SH.MH) dan dari Fungsional Penyuluh Kehutanan (Siti Maya A.Md). Penyampaian materi oleh petugas TNBTS ini diharapkan mampu menterjemahkan materi-materi kepada masyarakat sesuai dengan bidang dan pengalaman masing-masing dilapangan sehingga diharapkan dapat lebih mudah di fahami oleh masyarakat peserta pembentukan kader konservasi tersebut. Di tahun 2017 ini TNBTS akan membentuk kader konservasi di tiap-tiap Seksi PTN yang ada di TNBTS masing-masing 20 orang. Diharapkan dengan terbentuknya kader konservasi ini akan semakin meningkatkan peran masyarakat dalam pelestarian kawasan TNTBTS untuk menunjang Pembangunan Kehutanan dan peningkatan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan TNBTS. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Ada Kelas Inspirasi di Kemah Konservasi TN. Taka Bonerate

Kepulauan Selayar, 22 Oktober 2017. Masih dalam rangkaian kegiatan Kemah Konservasi 2017, untuk kali ketiga relawan yang bergerak di bidang pendidikan menyambangi kawasan TN. Taka Bonerate. Gerakan yang mempunyai motto "Cuti Sehari Seumur Hidup Menginspirasi" ini mengunjungi pulau terjauh di wilayah selatan kawasan Taka Bonerate, yaitu Pulau Pasitallu Tengah Desa Tambuna dan Pulau Pasitallu Timur Desa Khusus Pasitallu. Kali ini relawan akan berjuang ekstra karena jarak kedua lokasi yang cukup memakan banyak waktu yaitu kurang lebih 8 jam perjalanan laut. Hari ini para relawan mengadakan briefing di kantor Balai TN. Taka Bonerate. Dari daftar peserta yang diperoleh relawan kali ini berasal dari beberapa profesi cukup beragam, dari Tentara, Polwan hingga yang berprofesi Dokter. "Kali ini jumlah relawan dibatasi hanya dua kelompok saja yang tiap kelompoknya terdiri dari 10 orang" Ucap Dian Ariatami selaku koordinator Kelas Inspirasi Kab. Kepulauan Selayar. Lebih lanjut Dian menambahkan bahwa selain mengajar, relawan juga akan mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan. Selain menggambarkan lokasi kegiatan secara umum, dalam briefing kepala Balai TN. Taka Bonerate Ir. Jusman menyampaikan selamat datang dan apresiasi serta ucapan terima kasih sedalam-dalamnya kepada para relawan dan panitia. Sumber : Asri-PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Mimika Lakukan Program Kerjasama Penanganan TSL

Timika, 19 Oktober 2017. Koordinasi terkait Program Kerjasama Penanganan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Mimika dilakukan pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017 bersama dengan BBKSDA Papua, Departemen Environmental PTFI dan USAID LESTARI di Pusat Reklamasi dan Biodiversity MP 21, PT Freeport Indonesia. Pada koordinasi tersebut BBKSDA Papua diwakili oleh Kabag TU Pupung Purnawan, S.Hut.,M.Sc, mengharapkan bahwa “program kerjasama penanganan TSL di Mimika dapat diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama dengan pihak-pihak terkait yang selama ini telah bekerjasama dengan SKW II Timika BBKSDA Papua”. Keesekon harinya, Jumat tanggal 20 Oktober 2017 dilakukan pertemuan kembali antara BBKSDA Papua (Pupung Purnawan, S.Hut.,M.Sc), Kepala SKW II TImika BBKSDA Papua (Bambang H. Lakuy), Superintendent Biodiversity Departemen Environmental PTFI (Tumpal Sinaga), Direktur Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga (Resit Sozer) dan perwakilan USAID LESTARI, pertemuan ini diadakan di Kantor USAID LESTARI di Timika. Koordinasi sangat penting dilakukan terkait program kerjasama pengembalian satwa Papua hasil sitaan dengan BBKSDA Papua. Direncanakan dalam waktu dekat, PPS Cikananga berencana mengembalikan 15 Kasuari hasil sitaan kepada BBKSDA Papua. Misi didirikannya Cikananga adalah turut kontribusi dalam upaya pelestarian satwa langka dan terancam beserta ekosistemnya, dengan mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya penegakan hukum penertiban pemeliharaan satwa liar yang dilindungi hukum, upaya kemitraan perlu diperluas jaringannya sehingga upaya penegakan hukum tentang perdagangan satwaliar dapat diatasi dengan lebih mudah. Sumber : Pupung Purnawan, S.Hut.,M.Sc - Kabag TU & Bambang H. Lakuy, SP Ka. SKW II Timika Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Penanganan Sampah Plastik, TN Bali Barat Clean Up Pulau Menjangan

Labuan Lalang, 21 Oktober 2017. Di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sampah merupakan salah satu masalah dalam pengelolaan wisata di Pulau Menjangan. Sumber sampah berasal dari berbagai aktivitas di perairan Selat Bali, seperti penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, sampah rumah tangga, sampah pengunjung, dan lain-lain. Sampah tersebut terbawa arus laut dan mengotori pantai Pulau Menjangan. Balai TNBB bersama para pihak telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah di Pulau Menjangan, antara lain: kampanye penyadaran, sosialisasi dan himbauan, penyediaan tempat sampah, dan aksi bersih (clean up). Seperti yang dilakukan petugas Resort Pulau Menjangan hari ini, bersama dengan lima orang masyarakat telah melaksanakan kegiatan clean up. Tim clean up memungut sampah di sepanjang garis pantai Pulau Menjangan dengan membawa karung dan pengait. Sampah dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya (botol minuman, karet/sandal, kemasan plastik), kemudian masing masing jenis ditimbang. Petugas Resort Pulau Menjangan, Putu Ary, melaporkan bahwa hari ini telah terkumpul sampah sebanyak 160 Kg, dengan rincian berupa botol minuman 4 Kg, karet (sandal) 44 Kg dan kemasan plastik 112 Kg. Sementara itu, Kepala SPTN Wilayah III Labuan Lalang, Hendra Gunawan, menyatakan sampai dengan September 2017, kegiatan clean up di Pulau Menjangan telah dilakukan sebanyak 34 kali dengan total sampah yang diambil sekitar 6,5 ton. Sampah yang telah dikumpulkan tersebut, kemudian dibawa ke luar pulau untuk dipilah, sisanya yang tidak bisa dimanfaatkan dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Persiapan Kabupaten Mimika Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa

Timika, 20 Oktober 2017. Hari Cinta Puspa dan Satwa yang diperingati setiap tanggal 5 November terus dilakukan persiapan khususnya di Kabupaten Mimika, Timika. Pada hari Jumat tanggal 20 Oktober 2017 bertempat di Satlantas Polres Mimika dilakukan pertemuan dan koordinasi dengan Panitia Hari Cinta Puspa dan Satwa Wilayah Timika. Hadir dalam pertemuan ini Marhusa Pasaribu (SKW II Timika), Ibu Gres (PT. FI), Djemianus Rumainum (PT. FI/Invro), Iptu Rannu, SH (KBO Reskrim), Ipda Paulus RR (KBO Binmas), Ipda Boby W, STr.K, Filep Mayor (KSDA), Tumpal Sinaga (PT. FI), Rini Sulistyawati (Pecinta Satwa). Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita. Adapun tema yang akan diusung pada kegiatan Hari Cinta Puspa dan Satwa di Mimika adalah Konservasi Satwa. Beberapa eksyen yang akan dilakukan pada hari spesial tersebut adalah sosialisasi melalui Media dan tatap muka serta Sidak. Sosialisasi dilakukan dengan Talk Show melalui Radio Publik Mimika (RPM) dengan materi perlindungan dan pelestarian satwa, Sosialisasi dengan masyarakat di Kuala Kencana, serta akan dibentuk Team Unit Reaksi Cepat (URC) gabungan dari KSDA, TNI, POLRI, Karantina, Pecinta Reptil di Timika dan pihak LSM atau Wartawan dalam rangka pengawasan perdagangan Satwa yang dilindungi khususnya di Timika. Sumber : Bambang H. Lakuy, SP - Kepala SKW II Timika BBKSDA Papua
Baca Berita

Pemanfaatan Getah Damar Mata Kucing Pada Zona Tradisional TN Bukit Barisan Selatan

Liwa, 18 Oktober 2017. Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Kemitraan Pemanfaatan Getah Damar Mata Kucing Pada Zona Tradisional TNBBS, Rabu 18 Oktober 2017. Kegiatan diselenggarakan di Kantor Bidang Pengeloaan Taman Nasional (BPTN) II Liwa. Kepala BPTN II Liwa Amri, SH.,M.Hum mewakili Kepala Balai Besar TNBBS membuka acara workshop, menyampaikan bahwa kelestarian TNBBS sebagai kawasan konservasi merupakan tanggung jawab bersama. “Masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan kawasan TNBBS. Dalam kaitannya dengan zona tradisional, merupakan zona yang dialokasikan untuk mengakomodir aktifitas tradisional pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, seperti hal nya getah damar. Perlunya pemahaman masyarakat bahwa dalam pemanfaatan getah damar mata kucing, harus mengacu pada peraturan yang berlaku agar aktifitas menjadi legal”, papar Amri. Kegiatan workshop ini menghadirkan berbagai Narasumber, antara lain Kepala Seksi Bina Pemanfaatan Zona Tradisional Direktorat PIKA, memaparkan materi tentang Kebijakan dan Peraturan dalam Pemanfaatan Zona Tradisional; Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Subdit Pemanfaatan Kawasan Strategis, memaparkan materi tentang Kerjasama dalam penguatan fungsi Kawasan KSA dan KPA; Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kabupaten Lampung Barat, memaparkan materi tentang Peran Perencanaan Daerah Dalam Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan, terkait Target Prioritas Nasional Pengembangan Wilayah; Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama Balai Besar TNBBS, memaparkan materi tentang Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Zona Tradisional TNBBS sebagai Role Model. Acara ini diikuti Camat Way Krui; Camat Karya Punggawa; Unila Pili; WWF BBS Project; serta masyarakat sekitar kawasan TNBBS yang akan mengajukan izin pemanfaatan getah damar di zona tradisional TNBBS, yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandapalu dan KTH Damar Indah Jaya. “Pemanfaatan HHBK di zona tradisional TNBBS merupakan salah satu Role Model Balai Besar TNBBS, dari 4 Role Model yang telah disahkan oleh Bapak Dirjen KSDAE di Jakarta tanggal 27 September 2017 lalu. Dengan adanya izin pemanfaatan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat”, kata Kasubbag Program dan Kerjasama Balai Besar TNBBS Siti Muksidah, S.Hut.,M.Sc. Dalam kegiatan ini juga dibahas mengenai penyusunan Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar TNBBS dengan KTH Damar Indah Jaya. Substansi Perjanjian Kerjasama, Rencana Pelaksanaan Program dan Rencana Kerja Tahunan telah disepakati oleh Ketua KTH Damar Indah Jaya. “Masyarakat akan memberikan umpan balik kepada TNBBS dengan skema inkind, yang diwujudkan antara lain melalui kegiatan pemulihan ekosistem secara mandiri, berperan dalam menurunkan konflik dan gangguan terhadap kawasan, dan ikut berperan dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan. Saat ini, untuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama, RPP dan RKT masih menunggu terbitnya surat persetujuan dari Dirjen KSDAE”, tambah Siti. Hutan untuk kemakmuran rakyat, menuju pemanfaatan hutan secara arif dan bijaksana… Sumber : Kehumasan Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Balai TN Kelimutu Membangun Kemitraan Lingkungan Bersama Masyarakat

Ende, 20 Oktober 2017. Bertempat di aula kantor Balai TN Kelimutu, telah dilaksanakan kegiatan “Sosialisasi Target Output Kader Konservasi, Kelompok Pecinta Alam, Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Profesi Yang Berstatus Aktif”. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kemitraan lingkungan bersama masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup dan kawasan konservasi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wil. Jawa Bali Nusra, peserta yang ikut dalam kegiatan ini merupakan mitra konservasi binaan TN Kelimutu dan binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende. Peserta berjumlah 40 orang yang terdiri dari : Kader Konservasi (14 orang), KPA (12 orang/3 KPA), KSM (6 orang/2 KSM dari Desa Kedebodu dan Desa Niowula), komunitas ACIL (1 orang), komunitas Green Syurtz (2 orang), Kelompok Peduli Lingkungan (5 orang). Pemateri/narasumber berasal dari Balai Taman Nasional Kelimutu, UPT KPH Ende, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende dan Komunitas Acil. Materi yang disampaikan terkait dengan program penyelamatan SDA dan program penguatan SDA berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pada wilayah kerja masing-masing. Dalam kesempatan ini juga diberikan bantuan bagi Kelompok Mbongawengi Desa Kedebodu – Ende yang diterima oleh ketua kelompok Bapak Yohanes Nara. Kelompok Mbongawengi ditetapkan sebagai peraih kalpataru dalam kategori penyelamat lingkungan. Sumber : Balai TN Kelimutu
Baca Berita

MMP Nau Monte BBKSDA Papua Lakukan Pembersihan Dermaga Youtefa

Jayapura, 20 Oktober 2017. Kegiatan pembersihan dermaga youtefa dalam rangka cinta lingkungan. Dermaga ini terletak di sekitar kawasan TWA Youtefa, yang pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2017 kelompok MMP Nau Monte selenggarakan kegiatan bersih-bersih pantai dan dermaga. MMP dan pendamping antusias dalam kegiatan pembersihan tersebut, nampak pada perubahan yang jelas pada kawasan dermaga youtefa, awalnya lokasi di daerah dataran maupun di daerah perairan tersebut penuh dengan sampah botol plastik maupun kaca dan sampah lainnya. Khusus di areal yang ditumbuhi tanaman mangrove, banyak sampah tersangkut di bagian akar tanaman, hal ini menyebabkan ikan atau kepiting serta biota lainnya tidak dapat menempati akar mangrove sebagai rumah mereka, kerugian yang lain adalah pendangkalan disebabkan arah angin dan kondisi pasang surut di daerah perairan dermaga youtefa, selain sampah air pasang juga mengangkut material seperti pasir yang akhirnya menumpuk di bagian hilir yaitu dekat dengan dermaga sehingga mengeluarkan aroma kurang sedap dan materialnya pun berwarna hitam pekat. ?Kegiatan bersama dengan MMP Nau Monte di dermaga Youtefa menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan konservasi karena TWA Youtefa merupakan kawasan wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Sumber : Kurnianingsih - Polhut & Pendamping MMP Nau Monte Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Fasilitasi Penyusunan Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Sumatera Barat

Padang, 21 Oktober 2017. Dalam rangka percepatan penataan kawasan konservasi terutama di Provinsi Sumatera Barat, maka pada tanggal Pada tanggal 18 sampai dengan 20 Oktober 2017, Tim Sub Direktorat Penataan Kawasan Konservasi melakukan kegiatan Fasilitasi penyusunan Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Sumatera Barat. Kegiatan Fasilitasi Penyusunan Penataan Blok Kawasan Konservasi di Balai KSDA Sumatera Barat tersebut dilakukan selama dua hari dengan metode presentasi rancangan blok oleh Tim penyusun dan diskusi. Pada hari pertama dilakukan diskusi terkait blok pengelolaan kawasan TWA Singgalang Tandikat, SM Malampah Alahan Panjang, TWA Gunung Marapi, TWA Gunung Sago Malintang, SM Barisan, Tarusan Arau Hilir, CA Baringin Sati. Selanjutnya pada hari kedua setiap Tim penyusun dokumen penataan blok memaparkan draf dokumen yang sudah dikonsultasi publikan didepan Tim Fasilitasi Direktorat PIKA kemudian dokumen diperbaiki bersama oleh Tim Balai KSDA Sumatera Barat sesuai peraturan Permenlhk No. P.76/Menlhk-Setjen/2015 dan Perdirjen KSDAE No. P.11/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016. Pada tahun 2017 Balai KSDA Sumatera Barat telah melaksanakan kegiatan penataan kawasan konservasi 7 Unit kawasan yaitu TWA Singgalang Tandikat, SM Malampah Alahan Panjang, TWA Gunung Marapi, TWA Gunung Sago Malintang, SM Barisan, Tarusan Arau Hilir, CA Baringin Sati. Kegiatan Konsultasi Publik dilaksanakan pada tanggal 28 s.d 30 Agustus 2017 dan 13 s.d 14 September 2017. Berdasarkan hasil pencermatan terhadap dokumen yang telah disusun ada beberapa perbaikan seperti adanya perbedaan luasan blok pengelolaan SM Barisan dan SM Tarusan Arau Hilir yang teruang dalam SK Penetapan fungsi dengan luasan yang sesuai batas kawasan di lapangan akan menjadi catatan penting yang akan dikonsultasikan ke Direktorat Pengukuhan Ditjen PKTL saat pembahasan di Jakarta. Saat ini dokumen penataan blok pengelolaan SM Barisan dan SM Tarusan Arau Hilir menggunakan luasan yang sesuai dengan batas di lapangan. Dokumen yang sudah diperbaiki dibawa Tim fasilitasi Direktorat PIKA untuk selanjutnya akan dibahas oleh Tim Pokja Penilaian dokumen penataan zona dan blok pada minggu pertama bulan November 2017. Dalam rangka percepatan, tahun 2018 Balai KSDA Sumatera Barat merencanakan penyusunan 10 (sepuluh) dokumen blok pengelolaan yaitu; TWA Air Putih, CA Batang Pangean I, CA Batang Pangean II, CA Lembah Harau, CA Maninjau, CA Rimbo Panti, TWA Mega Mendung, CA Lembah Anai, CA Batang Palupuh dan SM Rimbang Baling. Pada kesempatan kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Buku Menuju Pendidikan Konservasi Kelas Dunia dengan kata pengantar dari Direktur Jenderal KSDAE kepada Kepala Balai KSDA Sumatera Barat. Hal ini untuk memberi memotivasi kepada UPT Balai KSDA Sumatera Barat menyusun juga buku mrngenai konservasi di Sumatera Barat. Semoga penataan kawasan konservasi di wilayah Propinsi Sumatera Barat dapat tercapai semuanya sampai tahun 2018. Sumber : Direktorat PIKA
Baca Berita

BKSDA Aceh Kembali Amankan 1 Individu Owa

Pidie, 21 Oktober 2017. Petugas Balai KSDA Aceh kembali menyita 1 individu owa lengan putih atau white handed gibbon (Hylobates lar) yang dipelihara masyarakat pada hari sabtu tanggal 21 Oktober 2017 pukul 11.30. Owa berjenis kelamin jantan ini telah dipelihara selama 2 tahun. Marianti, pemilik owa yang disita petugas beralamat di Desa Caleu Ujung Baroe Kecamataan Indra Jaya Kabupaten Pidie. Tim dipimpin oleh Kasat Polhut dan didampingi oleh 2 (dua) orang personil Polsek Indra Jaya. Owa selanjutnya dibawa ke kantor BKSDA Aceh untuk perawatan selanjutnya sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Sigapnya Polhut BKSDA Kalbar, Kembali Gagalkan Pengiriman Ilegal Tumbuhan Dilindungi

Pontianak, 19 Oktober 2017. Polisi Kehutanan BKSDA Kalimantan Barat yang bertugas di Pos Bandara Supadio kembali menemukan tumbuhan jenis Anggrek yang dilindungi Undang-Undang dalam 2 paket titipan kilat yang akan dikirim dengan tujuan Kota Riau dan Kota Palembang. Menurut informasi di dalam dokumen pengiriman, anggrek tersebut dikirim oleh orang dengan alamat Kota Singkawang. Anggrek sebanyak 13 rumpun tersebut sampai saat ini masih dalam identifikasi oleh petugas PEH BKSDA Kalimantan Barat, namun demikian 5 rumpun di antaranya sudah bisa dipastikan jenis anggrek hitam (Coeloggyne pandurata lindl) yang merupakan jenis anggrek khas Kalimantan Barat. Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT mengatakan bahwa saat ini di Kota Pontianak sedang banyak event kegiatan yang mengakibatkan lalu lintas Bandara cukup tinggi, sehingga dimungkinkan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar melalui Bandara mengalami peningkatan. Beliau berpesan kepada petugas agar dapat bersinergi dengan petugas Bandara yang lain untuk selalu melakukan pemantauan dan meningkatkan pengawasan. Kepada petugas khususnya di Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang agar melakukan pemantauan dan meningkatkan pengawasan peredaran TSL utamanya melalui jasa titipan kilat, mengingat tumbuhan tersebut berasal dari Kota Singkawang. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Giat English Day TN Takabonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 20 Oktober 2017. Untuk meningkatkan keterampilan dalam berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris, setiap Jumat Balai TN. Taka Bonerate mendatangkan pengajar. Kegiatan yang diberi nama English Day, dimulai setelah kegiatan senam pagi yaitu pukul 08.00-10.00 Wita. Tiap minggunya, pengajar memberi metode belajar yang bervariasi agar staf bisa belajar dgn santai dan menyenangkan. Misalnya saja, bermain kata untuk menambah perbendaharaan kata serta berdiskusi ringan agar para staf bisa terbiasa dan tidak takut salah pengucapan dalam bhs Inggris. Tidak hanya untuk staf Balai TN Taka Bonerate, tapi juga bagi kalangan umum, khususnya mitra yang berminat untuk bergabung, termasuk mahasiswa magang maupun ibu Darma Wanita TNTBR. Bagi yang berminat untuk belajar bersama, dapat bergabung di kantor Balai TN Taka Bonerate setiap Jumat pagi. Sumber : Asri-PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Kerjasama BBKSDA Papua Dengan Polda Papua Dalam Penguatan Fungsi Kawasan Konservasi

Jayapura, 18 Oktober 2017. Semangat Balai Besar KSDA Papua dan Polda Papua dalam Penguatan fungsi kawasan konservasi di Papua diwujudkan dalam bentuk perjanjian kerjasama (PKS), dan pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2017 dilakukan diskusi dengan Polda Papua untuk menguatkan tujuan. Tujuan PKS ini adalah untuk menjalin koordinasi antar instansi dalam hal tugas Pengamanan Dan Perlindungan Hutan, Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan serta Pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar di Provinsi Papua serta Penguatan fungsi Kawasan Konservasi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa liar serta kelestarian pemanfaatan sumber daya alam. Cakupan PKS meliputi Pertukaran data dan informasi, Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia, Kegiatan pre-emtif, preventif dan represif, Pengamanan dan perlindungan hutan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar serta program “Polisi Sahabat Alam”. Gerakan “Polisi Sahabat Alam” telah dicanangkan pada apel Cinta Bahari di Pantai Base-g, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua pada tanggal 30 September 2017. Program BBKSDA Papua dalam mendukung gerakan ini antara lain pemasangan papan informasi/larangan, Patroli pengamanan hutan konservasi dan peredaran tumbuhan dan satwa liar, Pembinaan, penyegaran dan latihan kesamaptaan POLHUT dan MMP, Penanganan Satwa Sitaan, Pelepasliaran satwa liar ke habitat alam serta Inisiasi Pembentukan Taman Buru. Upaya penguatan fungsi kawasan konservasi di Provinsi Papua perlu dilaksanakan secara multipihak. Sumber : Rian Agustina - Kasubag Proker Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Langkah Nyata Penyelesaian Konflik, Para Pihak Kunjungi Dirjen KSDAE

Sofifi, 20 Oktober 2017. Rangkaian kegiatan percepatan penyelesaian konflik batas kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan lahan masyarakat desa Ake Jawi, kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur (Haltim) telah sampai ke Dirjen KSDAE. Kemarin (19/10) para pihak yang berhubungan dengan tata guna lahan berkunjung ke Manggala untuk bertemu Dirjen KSDAE, Bapak Wiratno. Para pihak tersebut adalah Komisi II DPRD Haltim, Kepala Bappeda Haltim, Kepala Distransnaker Haltim, Kepala Desa Ake Jawi, Kepala Desa Binagara, Ketua BPD Ake Jawi, perwawkilan anggota masyarakat desa Ake Jawi dan Balai TNAL. Tim tersebut disambut baik oleh Dirjen KSDAE. Pada kesempatan yang diberikan, Ketua Komisi II DPRD Haltim menyampaikan aspirasi dari masyarakat desa Ake Jawi agar Pejabat Eselon I di KLHK dapat membantu menyelesaikan konflik tersebut. Salah satu tuntutannya adalah mengeluarkan lahan bersertifikat yang masuk didalam kawasan TNAL. Karena masyarakat sudah mendiami area transmigrasi sejak tahun 1986 dan sertifikat telah terbit pada tahun 1992 sebelum ditunjuknya taman nasional. Arahan Bapak Dirjen bahwa sebagai pemerintah kita bertugas untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat dan cara penyelesaian masalah seperti ini (duduk bersama) dapat menjadi model bagi yang lainnya. Rapat yang langsung dipimpin dan diarahkan oleh Dirjen ksdae tersebut mengahasilkan beberapa rumusan, salah satunya adalah menyebutkan tugas masing-masing pihak dalam menindak lanjuti pertemuan tersebut, khususnya terkait penyiapan dokumen-dokumen pendukung. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Dialog Pemberdayaan Masyarakat Dengan Kelompok Takat Segele Desa Labuan Aji P. Moyo Sumbawa

Labuan Aji P. Moyo Sumbawa, 20 Oktober 2017. Dalam upaya meningkatkan dan mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan Taman Buru dan Taman Wisata Alam Laut P. Moyo pada tanggal 20 Oktober 2017, di Desa Labuan Aji Kecamatan Labuan Badas Kabupaten Sumbawa, Balai KSDA NTB lakukan dialog pemberdayaan dengan tokoh pemuda, perangkat desa dan kelompok masyarakat Takat Segele Desa Labuan Aji Kecamatan Labuan Badas Sumbawa. Dialog tersebut dihadiri oleh Kepala Balai KSDA NTB Ir. Ari Subiantoro, M.P, Kepala SKW II Sumbawa Arap SP, KSBTU dan staf BKSDA NTB, Kelompok Masyarakat Tekat Segele, perangkat desa dan Ketua BPD serta tokoh pemuda Desa Labuan Aji. Adapun tujuan dialog ini untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat untuk terus mendukung pengelolaan kawasan khususnya di Taman Buru (TB) dan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Moyo. Selain itu dialog untuk mendiskusikan tentang pengembangan usaha ekonomi kelompok masyarakat Takat Segele Desa Labuan Aji. Dialog berlangsung dengan suasana cair dan santai sambil " ngopi". Dalam dialog Kepala Balai KSDA NTB menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Desa Labuan Aji yang selama ini telah mendukung dan berperan aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan kawasan TB dan TWAL P. Moyo serta berharap agar terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan petugas BKSDA NTB. Sementara itu Taufik selaku Ketua Kelompok Takat Segele menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang selama ini telah diberikan oleh BKSDA NTB dan berharap dukungan serta pembinaan yang intensif dalam upaya kelompok untuk merintis mengembangkan jasa pariwisata di sekitar kawasan TB dan TWAL P. Moyo. Kelompok Takat Segele merupakan kelompok masyarakat dibentuk pada tahun 2015 dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan anggota dan masyarakat Labuan Aji. Pada tahun 2017 BKSDA NTB telah memberikan bantuan ekonomi berupa tenda dome, alat snorkle, pelampung dan perlengkapannya, lampu untuk usaha ekonomi produktif. Kelompok ini termasuk salah satu kelompok binaan BKSDA NTB yang beranggotakan 25 orang warga Desa Labuan Aji dan saat ini sedang merintis usaha ekonomi jasa wisata yaitu jasa penyewaan tenda, pemanduan dan transportasi. Di akhir acara Kepala Balai KSDA NTB dan kelompok Takat Segele mengunjungi lokasi Air Terjun Mata Jitu yang sangat potensial dikembangkan untuk pariwisata alam. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat

Menampilkan 9.649–9.664 dari 11.141 publikasi