Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pembahasan Dokumen Rancangan Blok Kawasan Konservasi Wilayah BKSDA Kalimantan Selatan di Pusat

Jakarta, 27 Oktober 2017. “Hasil rancangan blok Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan yang telah disusun oleh tim penyusun BKSDA Kalimantan Selatan terdiri dari 3 (tiga) blok dengan rincian blok perlindungan seluas blok 2.279,02 Ha, blok Rehabilitasi seluas 411,82Ha dan blok Khusus seluas 326,69 Ha. Sedangkan Untuk rancangan blok Cagar Alam Teluk Pamukan terdiri dari 3 (tiga) blok dengan rincian blok perlindungan seluas blok 9.106,97 Ha .blok Rehabilitasi seluas 10.260,59 Ha dan blok Khusus seluas 1.716,89 Ha” jelas Nikmat Hakim P.SP MSc ( Kepala Seksi Wilayah KSDA Kalimantan Selatan) saat presentasi pembahasan blok Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan dan Cagar Alam Teluk Pamukan di Jakarta. Bertempat di Ruang Rapat Ditjen KSDAE Manggala Wanabakti Jakarta Sebanyak Dua Dokumen Blok Kawasan Konservasi (Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan dan Cagar Alam Teluk Pamukan) di wilayah BKSDA Kalimantan Selatan telah di lakukan pembahasan dan pencermatan oleh Tim Pokja Penilaian Rancangan Zona dan Blok Pengelolaan KSA KPA Tahun 2017 dan wakil dari eselon II terkait seperti Setditjen KSDAE, Dit Kawasan Konservasi, Dit Konservasi Keanekaragam Hayati, Dit Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Hutan , Dit Pengukuhan dan Penataangunaan Kawasan Hutan dan Dit PIKA pada tanggal 27 Oktober 2017 Kegiatan Pembahasan blok kawasan ini di pimpin oleh Kepala Sub Direktorat Penataan Kawasan Konservasi. Hadir dalam pembahasan ini Plt Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan beserta Tim penyusun Blok, perwakilan dari Eselon II dan Eselon III terkait seperti Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat PJLHK, Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Sub Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Sub Direktorat Pengendalian Kawasan Konservasi, Sub Direktorat Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi, Sub Direktorat Bina Desa Penyangga dan Zona Pemanfaatan Tradisional dan Tim Pokja Penilaian Rancangan Zona dan Blok Pengelolaan KSA KPA Tahun 2017. Kegiatan pembahasan tersebut diawali dengan penyampaian presentasi rancangan blok Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan dan Cagar Alam Teluk Pamukan oleh Tim Penyusunan BKSDA Kalimantan Selatan yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan. Setelah pembahasan Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan dan Cagar Alam Teluk Pamukan maka Tim Penyusunan BKSDA Kalimantan Selatan segera melakukan perbaikan sesuai dari hasil diskusi dan masukan para peserta rapat. Diharapkan perbaikan dokumen rancangan blok segera di tindak lanjutin dan disampaikaan kembali ke Pusat untuk proses pengesahan oleh Direktur Jenderal KSDAE. Sumber : Direktorat PIKA
Baca Berita

Pengembangan Potensi Wisata Bahari Yang Berbasis Ekowisata di Kabupaten Tojo Una-Una

Ampana, 26 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) turut serta aktif dalam kegiatan “Workshop Pengembangan Potensi Wisata Bahari Yang Berbasis Ekowisata di Kabupaten Tojo Una-Una“. Kepala Balai TNKT didaulat sebagai salah satu narasumber pada kegiatan dimaksud yang dilaksanakan di Fadilah Cottage’s, Pulau Pangempa Kepulauan Togean pada Kamis, 26 Oktober 2017. Kepala Balai TNKT membawakan materi dengan judul “Program Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Untuk Pelestrarian Objek Wisata Kepulauan Togean”. Tujuan kegiatan ini untuk mendiskusikan secara detail program pengembangan pariwisata bahari Kabupaten Tojo Una-Una. Juga sebagai media untuk mendiskusikan secara konkrit persoalan kepariwisataan Kabupaten Touna sehingga menjadi acuan dan referensi bagi organisasi perangkat daerah. Selain itu, guna merumuskan arah dan strategi promosi potensi wisata bahari Kab. Touna yang berbasis ekowisata. Narasumber dalam kegiatan ini antara lain Kepala Balai TNKT (Ir. Bustang), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Touna, Kadis Perikanan, Kepala BP4D, dan Drs. Jamaludin mariadjang, M.Si. Diskusi pada workshop berlangsung sangat interaktif dimana banyaknya pertanyaan dan harapan masyarakat terkait program Balai TNKT Tahun 2018. Salah satu harapan masyarakat adalah adanya pembuatan tempat sampah di kapal-kapal dan pelabuhan yang berada di kawasan TNKT. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Inisiatif Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat Ala Balai TN Bali Barat

Gilimanuk, 25 Oktober 2017. Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB), memfasilitasi pembentukan forum komunikasi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kelurahan Gilimanuk. Pertemuan ini merupakan inisiatif BTNBB melalui SPTN Wilayah I Jembrana. Bertempat di Water Bay, pertemuan melibatkan berbagai kelompok masyarakat antara lain Kelompok Nelayan Karangsewu (usaha jasa wisata), Kelompok Nelayan Segara Merta (usaha perikanan), Kelompok Bank Sampah, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Usaha Jasa Makanan, dan Kelompok Usaha Jasa Transportasi. “Kebersamaan akan memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan. Keberadaan kawasan konservasi dapat memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan. Sinergi dengan stakeholder mutlak dibutuhkan dalam mewujudkan tujuan tersebut” ujar Kepala SPTN Wilayah l Jembrana, Ali Purwanto. Pertemuan ini berhasil membentuk sebuah forum komunikasi sebagai wadah dalam mengembangkan pariwisata alam khususnya di Gilimanuk. Dengan adanya forum yang dibentuk, diharapkan dapat memudahkan komunikasi antar kelompok masyarakat maupun dengan stakeholder (instansi pemerintah, BUMN, BUMD, swasta). Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

77 Persen Hasil Capaian Tata Kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Bantimurung, 26 Oktober 2017. Taman Nasional Bantimurung (TN Babul) gelar evaluasi efektivitas tata kelola kawasan konservasi melalui metode Management Effectiveness Tracking Tolls (METT). Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat Bantimurung Bulusaraung dengan mengundang sejumlah stakeholder pada Rabu (25/10/2017). Bantimurung Bulusaraung mengundang sejumlah mitra diantaranya perwakilan kepala desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros dan Pangkep, Tim Layanan Kehutanan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. Juga hadir Balai Besar P2JN XIII Makassar, PT. Semen Bosowa, PT. Pertamina hingga Kodim Pangkep. Tak ketinggalan juga kepala resor lingkup Bantimurung bulusaraung terlibat dalam acara sehari ini. Peserta yang hadir sejumlah 30 orang. Pemaparan materi oleh Iqbal Abadi Rasjid, mewakili Tim Assesor METT Direktorat Kawasan Konservasi dilanjutkan dengan diskusi per kelompok. kelompok ini selanjutnya melakukan penilaian berdasarkan bidang tata kelola. Setelah diskusi panjang dan alot akhirnya diperoleh hasil penilaian tata kelola secara mandiri dengan memperoleh nilai sebesar 77%. Nilai ini mengalami peningkatan sebanyak 5% dari hasil yang diperoleh 2 tahun sebelumnya. “Ini adalah langkah yang kami tempuh untuk mengetahui kekuatan dan titik lemah kami dalam mengelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung,” ujar Abdul Azis Bakry, Kepala Sub Bagian Tata Usaha TN Babul. Hasil penilaian ini patut dipertahankan dengan terus melakukan upaya perbaikan di segala lini tata kelola. “Menjadi desetinasi ekowisata karst dunia” sebagai misi yang diemban Bantimurung Bulusaraung masih terlihat jauh di pelupuk mata. Sumber : Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Siswa Siswi SMP Negeri 2 Sibolangit Belajar Konservasi

Sibolangit, 25 Oktober 2017. Sebagai wujud dari edukasi konservasi lingkungan (ekoling) antara BBKSDA Sumatera Utara dan SMP Negeri 2 Sibolangit, maka pada tanggal 25 Oktober 2017 dilaksanakan kegiatan pemberian materi Inventarisasi Potensi Kawasan dan Pembuatan Herbarium yang mengambil lokasi belajar di Taman Wisata Alam Sibolangit mulai pukul 13.30 s/d 15.30. Adapun siswa yang mengikuti berjumlah 29 (dua puluh sembilan) orang. Pelaksaanaan dilapangan lebih dahulu pengarahan langsung dari Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit Drs Marumbal Siahaaan, M.Pd. didampingi oleh Kepala Resort CA/TWA Sibolangit Samuel Siahaan. Sebelum kegiatan dilakukan, Samuel Siahaan (PEH) selaku kepala Resort dibantu oleh staf Resort Sibolangit dan interpreter sukarelawan Erwin memberikan petunjuk pelaksanaan kegiatan lapangan kepada siswa/siswi yang telah dibagi dalam lima Kelompok. Materi berupa inventarisasi tumbuhan yang pada petak ukur 10 x 10 meter dengan mendata seluruh tumbuhan yang ada di dalam petak tersebut mulai dari tumbuhan bawah sampai tingkat pohon dengan mancatat ukuran diameter, tinggi, keliling dan jumlah pohon ataupun tumbuhan. Data dicatat ke dalam tally Sheet yang disediakan, Pendataan ini dilakukan untuk mengetahui potensi apa yang ada dalam petak tersebut secara sederhana dan praktis. Sedangkan materi kedua adalah pembuatan herbarium dengan mengambil contoh (sampel) bagian daun/batang tumbuhan. Masing-masing kelompok mengambil satu jenis tumbuhan untuk dijadikan herbarium selanjutnya dilakukan taksonomi pada sampel tumbuhan tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sinergi Dua UPT Ditjen KSDAE Di Jawa Barat Dalam Upaya Penyelamatan TSL

Bogor, 25 Oktober 2017. Gelombang penyerahan satwa liar dilindungi secara sukarela oleh masyarakat terus berlanjut. Kali ini, seorang warga Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi bernama H, M. Sadar S.R. menyerahkan 3 (tiga) ekor satwa liar kepada Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Ketiga ekor satwa yang diserahkan pada tanggal 25 Oktober 2017 tersebut terdiri atas seekor kijang (Muntiacus muntjak), seekor kancil (Tragulus javanicus), dan seekor sanca batik (Python reticulatus). Menyadari bahwa penertiban peredaran TSL secara eksitu bukanlah kewenangan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, maka salah satu UPT Ditjen KSDAE di Jawa Barat tersebut pun segera menyerahkan ketiga satwa hasil penyerahan tadi kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat dalam hal ini kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Seksi Konservasi Wilayah II Bogor. Saat ini, ketiga satwa liar hasil hasil penyerahan tersebut telah dititiprawatkan ke lembaga konservasi binaan Balai Besar KSDA Jawa Barat, yaitu Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga di Sukabumi untuk keperluan identifikasi dan pengecekan kesehatan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa dua UPT Ditjen KSDAE dengan tugas dan fungsi yang sedikit berbeda dapat bersinergi dalam upaya penyelamatan TSL tanpa melampaui kewenangannya masing-masing. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

PSKL Bantu Penyelesaian Konflik Tenurial di TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 25 Oktober 2017. Terhitung mulai kemarin (24/10), tim penyelesaian konflik tenurial dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Ambon sudah berkunjung dan berkoordinasi dengan desa-desa di wilayah Resort Binagara di kecamatan Wasile Selatan, kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Desa-desa tersebut adalah desa Pintatu, desa Tomares dan desa Ake Jawi. Tujuan kedatangan tim dari PSKL Ambon adalah untuk mengumpulkan data-data konflik tenurial antara desa-desa tersebut dengan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Pagi tadi tim bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat dan beberapa petani melakukan diskusi yang dilanjutkan dengan pengecekan batas kawasan. Hasil tersebut akan dibawa untuk diolah dan akan ditindak lanjuti. “Masyarakat menginginkan lahan ini (sungai didalam kawasan TNAL) menjadi aset desa Ake Jawi dan akan menjaganya tetap utuh”, ungkap salah satu warga yang ikut. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

LAGI, ANAK GAJAH LAHIR DI CAMP ERU TN WAY KAMBAS

Labuhan Ratu (25/10/2017), Lagi, anak gajah lahir di Camp ERU TN Way Kambas. Beberapa hari lalu, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017 pukul 20.30 WIB. Telah lahir anak gajah betina dari induk gajah bernama Gunturia dengan berat lahir 88,6 kg tinggi badan 76 cm panjang badan 99 cm lingkar dada 108 cm dalam kondisi sehat. Demikian keterangan Koordinator Lapangan ERU, Bapak Nazarudin yang dibenarkan oleh Bapak Drs. Patris selaku Kepala Seksi PTN Wilayah II Bungur. Kini anak gajah betina tersebut terus mendapat perhatian dan perawatan serius dari para Mahout (Pawang Gajah) yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan ERU Bapak Nazaruddin. Camp ERU (Elephant Respons Unit) Way Bungur berada di wilayah kerja Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Toto Projo, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Bungur Taman Nasional Way Kambas. Kepala Balai TN Way Kambas, Bapak Subakir, S.H, M.H, menjelaskan “Pada kesempatan ini Balai TN Way Kambas menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta ucapan terima kasih kepada para Mahout/ pawang gajah di Camp ERU Way Bungur atas dedikasinya dalam upaya konservasi gajah khususnya di TN Way Kambas. Dimana telah lahir lagi anak gajah betina dari induk gajah Gunturia pada 21 Oktober 2017 lalu. Sebelumnya juga pada tahun 2017 ini telah lahir 2 ekor anak gajah di Camp ERU Tegalyoso. Anak gajah jantan dari induk Dona (27/3/2017) dan anak gajah betina dari induk gajah Riska (20/3/2017)”. ERU adalah program kegiatan yang muncul dari Balai TN Way Kambas dalam upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia, dimana maksud dari kegiatan ini adalah menangani gajah liar yang akan keluar kawasan TN Way Kambas ke lahan pertanian masyarakat yang berbatasan dengan TN Way Kambas, dan mengupayakan sedini mungkin agar gajah liar tidak sampai keluar kawasan. Juga melaksanakan penghalauan gajah liar bila sudah di lahan pertanian masyarakat untuk diupayakan masuk kembali ke dalam kawasan TN Way Kambas. Selain itu juga kesehatan gajah jinak di Camp ERU menjadi prioritas utama untuk diupayakan stabil dan diharapkan meningkat populasinya. Program ERU ini dalam operasionalnya didukung oleh lembaga konservasi (NGO) Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) melalui Perjanjian Kerjasama/MOU dengan TN Way Kambas Nomor. PKS.635/BTNWK-1/2016 dan Nomor. 01/KHS/II/06/2016 tanggal 27 Juni 2016. Kegiatan ERU dilaksanakan di 3 lokasi utama, dimana di setiap lokasi terdiri dari 1 (satu) tim penanganan konflik / Mahout dengan fasilitas camp dan gajah jinak, selain di Camp ERU Way Bungur (4 ekor gajah jinak), juga terdapat Camp ERU Tegalyoso (6 ekor gajah jinak) dan Camp ERU Margahayu (6 ekor gajah jinak). Sumber : BTN Way Kambas/Hartato
Baca Berita

Cerita Ekspedisi Lolobata 2017 Masih Berlanjut Berasama Harley B Sasta

Sofifi, 25 Oktober 2017. Sudah satu bulan lebih kegiatan Ekspedisi Lolobata Tahun 2017 di Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) selesai dilaksanakan. Tetapi cerita keseruannya masih belum selesai. Ini dikarenakan salah satu tim ekspedisi yang memang diundang khusus untuk mempublikasikan kegiatan tersebut berhasil membawa cerita ekspedisi di setiap kegiatan yang diikutinya. Tim tersebut adalah Harley B Sastha, Herna Hadi Prasetyo dan Dany Prabowo. Terakhir kali (23/10) cerita tentang Ekspedisi Lolobata 2017 diliput oleh CNN dengan tajuk “Mengenal Ekspedisi Lolobata”. Tentu saja nara sumbernya adalah Harley B Sastha. Liputan tersebut sebagai salah satu materi untuk mengenal sosok Rusel Alfred Wallace yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional di Jakarta. Terdapat pemutaran film ekspedisi dan diskusi santainya juga. Sebelumnya, cerita Ekspedisi Lolobata 2017 juga telah digaungkan Harley dan Tyo saat acara kemah di Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan acara ulang tahun Jepecom Jabar yang ke-5. “Karena cerita Ekspedisi Lolobata belum berakhir”, kutipan Harley saat dikonfirmasi tim Database TNAL. Cerita ini juga akan dibawakan Harley dan Tyo pada saat kegiatan Camp Bekasi Raya (28/10) sebagai guest star dan beberapa kegiatan lainnya. Kemungkinan juga akan disampaikan lagi pada saat pameran Indofest di Yogyakarta bulan Desember nanti. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Ditunggu Sampai Malam, Belum Juga Dijumpai Bidadari Halmahera Sedang Tidur

Sofifi, 25 Oktober 2017. Misteri tempat istirahat dan sarang Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii) masih terus membuat penasaran pegawai Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Kali ini salah satu anggota Polisi Kehutanan yang ikut dalam kegiatan monitoring burung Paruh Bengkok bersama beberapa tenaga kontrak Resort Buli dan siswa magang SMK Kehutanan Manokwari mencoba mencari tahu tempat tidur burung endemik tersebut. Lokasi tersebut berada di Resort Buli, tepatnya di gunung Uni-Uni, Halmahera Timur. Tim sudah berada dilokasi (23/10) display Bidadari Halmahera mulai pukul 16:30 WIT dan melihat sekitar 9 (sembilan) ekor Bidadari Halmahera jantan menyanyi dan menari dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya. Sampai pada pukul 18:40 WIT dimana matahari sudah tidak terlihat dan beberapa burung terlihat mencari dahan dipohon untuk tidur tim tetap mengamati Sang Bidadari sampai akhirnya tidak terlihat aktivitas tarian atau nyanyiannya. Sambil diiringi gerimis, pukul 19:00 WIT tim memutuskan untuk menerangi pohon terakhir yang dihinggapi Bidadari Halmahera menggunakan senter. Setelah beberapa menit mencari, tim tetap tidak menemukan tanda-tanda keberadaan burung tersebut. “Mungkin burungnya hinggap dikerumunan daun yang lebat ditambah gerimis, sehingga tidak terlihat”, kata Gilbert, ketua magang dari SMK Kehutanan Manokwari. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

FGD Master Plan Pemberdayaan Masyarakat Desa Penyangga TN. Kelimutu

Ende (26/10/2017). Pada tanggal 23-25 oktober 2017 bertempat di aula kantor Balai TN Kelimutu, Kantor Camat Detusoko, dan Kantor Seksi Moni telah dilakukan pembahasan tim pakar dan FGD Masterplan Pemberdayaan Masyarakat Desa Penyangga TN Kelimutu dengan mengundang pakar diantaranya Nurdin Razak (Baluran Ecolodge/praktisi pemberdayaan wisata masyarakat), Hironimus Pala (Direktur LSM Tana Nua), DR. Joseph Alfonsius Gadi Djou (Unversitas Flores) dan Fernando (DMO pengembangan wisata proyek Swisscontact). Acara FGD tersebut dihadiri mosalaki seluruh desa adat penyangga, seluruh Kepala Desa penyangga, Kelompok binaan (MMP, KK, pokdarwis), Camat sekeliling TN Kelimutu, KPH Ende, Dinas Pariwisata Kab. Ende. Pada acara ini dipaparkan dokumen pemberdayaan masyarakat TN Kelimutu, diskusi PRA kawasan & sosialisasi rencana pembangunan fasilitas di TN Kelimutu. Rumusan yang dihasilkan adalah: Pemberdayaan harus dilakukan kegiatan pembinaan secara terus menerus dengan narasumber yang berkompeten terkait dengan masalah yang sedang dihadapi oleh kelompok sasaran; Pembangunan pariwisata diawali dari pedesaan dengan dasar potensi yang ada di desa; Masyarakat tetap menjaga kebudayaan adat dengan tidak menjual ke pihak luar; Menghimpun info dari bapak – bapak Mosalaki terkait lokasi budaya di sepanjang jalur tracking harus dilakukan penggalian pendapat dari berbagai pihak dicari kesepahaman dan studi literature yang sudah ada; Pengembangan fasilitas dalam obyek wisata Danau Kelimutu perlu sesuai dengan prinsip sederhana sesuai dengan budaya setempat kalau perlu mengurangi penggunaan semen; Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TN Kelimutu harus didukung oleh berbagai pihak terutama SKPD-SKPD, LSM dan pihak Pengelola terkait. (Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu)
Baca Berita

Lagi, Buaya Muara berhasil dievakuasi Petugas KSDA Jakarta

Jakarta (25/10/2017). Sekali lagi Petugas Polisi Kehutanan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta dan Petugas Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur berhasil melakukan evakuasi Buaya Muara (Crocodylus porosus), dari Jalan Makmur No. 36 A RT.04 RW.03 Kebayoran Lama Jakarta selatan. Adalah Drs. Iskandar Zulkarnaen yang telah menghubungi Balai KSDA Jakarta melaporkan dan berniat menyerahkan satwa peliharaannya yang selalu “disuapi” selama ± 28 tahun. Hal itu dilakukan setelah mengetahui dari surat kabar bahwa satwa tersebut termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-undang, walaupun dengan berat hati akhirnya ia dan keluarga melepas satwa kesayangannya itu “sebagai warga negara yang baik kita harus taat dan patuh kepada hukum” begitu tuturnya sesaat sebelum dilakukan evakuasi oleh petugas pada Selasa 24 Oktober 2017. Selanjutnya Petugas Polisi Kehutanan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta dan Petugas Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) akan melakukan pengawalan dan Penerbitan Surat Penitipan satwa kepada Penangkar buaya CV. Ramlie yang beralamat di Jl. Padat Karya Kp. Cipari RT.12 RW. 02 Ciakar Kecamatan Panongan Curug Tangerang Banten, dengan pertimbangan keterbatasan kandang buaya di PPS Tegal Alur. Selama periode Januari sampai Oktober 2017 petugas Balai KSDA DKI Jakarta telah melakukan evakuasi penyerahan satwa dilindungi Undang-undang lebih dari 53 ekor yang terdiri dari jenis aves: 28 ekor, Mamalia: 15 ekor dan Reptil; 10 ekor, hal ini mengindikasikan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak memelihara satwa dilindungi sesuai yang diamanatkan undang-undang khususnya pasal 21 UU No. 5 tahun 1990. Sumber: BKSDA DKI
Baca Berita

BBKSDA Papua Lakukan Konsultasi Publik Desain Tapak TWA Nabire

Nabire, 23 Oktober 2017, bertempat di Hotel Mahavira Kabupaten Nabire berlangsung acara Konsultasi Publik Desain Tapak TWA Nabire. Acara konsultasi publik diawali dengan sambutan Kepala Bidang KSDA Wilayah II Nabire selaku Ketua Panitia (Seha Rizqon, S.Pt., M.Si) dan dibuka secara resmi oleh Asisten III SETDA Kabupaten Nabire (Pieter Erari, SE., M.Si). Tamu undangan/Peserta Konsultasi publik yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, SKPD teknis terkait, Kepala Distrik Teluk Kimi dan Kepala Kampung Air Mandidi, Ketua Dewan Adat Papua Daerah Nabire, Wakil Kepala Suku Besar Wate Wilayah Timur Nabire, Kelompok Wisata Alam “Wasalambore” serta masyarakat kampung Air mandidi yang berada di sekitar TWA Nabire. Dalam sambutannya kepala Bidang KSDA Wilayah II Nabire menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi publik desain tapak TWA Nabire merupakan salah satu bentuk pelibatan masyarakat dan stakeholder terkait dalam perencanaan pengelolaan untuk menyatukan cara pandang (persepsi) tentang pengelolaan kawasan konservasi TWA Nabire, khususnya pada blok pemanfaatan yang nantinya akan dibagi menjadi ruang usaha dan ruang publik. Diharapkan desain tapak TWA Nabire dapat mengakomodir nilai-nilai adat budaya masyarakat setempat yang sejalan dan harmonis sesuai dengan kaidah, prinsip dan fungsi kawasan agar tetap bermanfaat bagi semua pihak, khususnya masyarakat sekitar TWA Nabire. Bupati Nabire (ISAIAS DOUW, S.Sos., MAP) dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III SETDA Kabupaten Nabire, menyampaikan bahwa konsultasi publik ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penataan blok TWA Nabire dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah kabupaten Nabire. Bupati Nabire berharap pengelolaan kawasan konservasi khususnya di Kabupaten Nabire dapat mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat setempat dan peraturan daerah yang ada dengan tetap mengaju pada PP. 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan KSA dan KPA. Pada kesempatan ini Bupati Nabire mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mencermati dan membahas kebutuhan luasan untuk dijadikan ruang publik dan ruang usaha pada blok pemanfaatan TWA Nabire. Hasil kegiatan konsultasi publik ini menyepakati desain tapak pada blok pemanfaatan TWA Nabire (41,58 ha) terbagi menjadi Ruang Publik seluas 36,17 ha dan Ruang Usaha seluas 5,40 ha yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Hasil Konsultasi Publik Desain Tapak Blok Pemanfaatan TWA Nabire dan ditandatangani oleh 14 perwakilan peserta terdiri dari unsur FORKOMPIMDA Kabupaten Nabire, Balai Besar KSDA Papua, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nabire, Kepala Distrik Teluk Kimi, Kepala Kampung Air Mandidi, Ketua Dewan Adat Papua Daerah Nabire, Wakil Kepala Suku Besar Wate Wilayah Timur Nabire serta perwakilan kelompok Wisata Alam “Wasalambore”. Para pihak dalam acara konsultasi publik ini bersepakat untuk menguatkan kerjasama dan memberikan dukungan dalam mendorong perencanaan partisipatif, pelaksanaan maupun monitoring dan pengawasan dalam pengembangan wisata alam TWA Nabire sesuai dengan regulasi dan batas kewenangan masing-masing. Sumber : Seha Rizqon, S.Pt.,M.Si, - Kabid Wil II Nabire & Donald Ferdinandus, S.Hut. Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Cross Border Tourism BBTN Betung Kerihun & Danau Sentarum

Lanjak-Putussibau, 25 Oktober 2017. Puncak acara Festival Danau Sentarum Betung Kerihun 2017 (FDSBK 2017) secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kapus Hulu (Antonius, L. Ain Pamro, SH). Pembukaan puncak acara FDSBK 2017 sungguh terasa kemeriahannya oleh tumpah ruahnya masyarakat Kapuas Hulu, dan bahkan masyarakat dari negara tetangga Serawak-Malaysia. Selama 4 hari dari tanggal 25 s.d. 28 Oktober 2017 akan di helat serangkaian kegiatan dalam rangka memerihakan puncak acara FDSBK 2017. Berbagai kemeriahan yang telah disiapkan untuk dinikmati para pengunjung baik dari dalam negeri maupun mancanegara adalah ; pameran produk-produk kerajinan masyarakat, panggung hiburan musik dan tarian tradisional, perlombaan rakyat (gasing, sumpit, balap sampan), susur danau sentarum menggunakan kapal Bandong dan kapal hias (Perahu Tambe), bersepeda di Jantung Kalimantan, dan hiburan dari artis nasional (Zaskia Gotic dan Nugie). Festival Danau Sentarum Betung Kerihun telah tercatat sebagai salah satu kalender event tahunan di Indonesia yang akan dikawal oleh Kementerian Pariwiata. Keberadaan Kabupaten Kapuas Hulu yang berbatasan langsung dengan Serawak-Malaysia memiliki nilai strategis untuk pengembangan pariwisata Cross-Border. Kegiatan FDSBK 2017 yang menargetkan jumlah kunjungan dari dari mancanegara khususnya negara bagian Serawak-Malaysia sebanyak 600 sampai 1000 orang adalah upaya mendukung nawa cita Presiden Joko Widodo dan program nasional tahun 2017. Antonius L. Ain Pamero, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu merupakan destinasi utama di Provinsi Kalimantan Barat. Kekuatan pariwisata Kapuas Hulu ditopang oleh keberagaman dan keunikan budaya masyarakat yang masih terjaga keasliannya sampai saat ini, selain itu keindahan panorama alam, kekhasan dan ke-endemikan jenis tumbuhan dan satwa-nya merupakan daya tarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Kapuas Hulu, ucapnya. Lebih lanjut Antonius L. Ain Pamerso, SH menyebutkan bahwa keberadaan Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Naional Betung Kerihun sungguh bermakna dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu. Sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Pariwisata telah menetapkan kawasan Danau Sentarum dan sekitarnya sebagai salah satu dari 25 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Festival Danau Sentarum Betung Kerihun tahun 2017, sungguh terasa berbeda dengan festival-festival lainnya yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Sejak FDSBK 2017 diluncurkan pada bulan Mei 2017 sampai pada puncak acara saat ini, seluruh event FDSBK 2017 terlaksana atas kerjasama pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan tak kalah pentingnya adalah dukungan dan kerjasama oleh Lembaga-lembaga mitra swadaya masyarakat/NGO. FDSBK 2017 merupakan role model dalam perhelatan festival yang mengedepankan dan mengandalkan kekuatan kerjasama berbagai pihak, ucap Antonius L. Ain Pamerso, SH dalam sambutannya. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Motor Jagawana Dirusak Pelaku Illog Di Kawasan TN Meru Betiri

Jember (25/10/2017). Illegal logging di SPTN Wilayah II Ambulu Balai TN Meru Betiri sampai sekarang masih menjadi permasalahan yang cukup serius dan butuh penanganan khusus. Usaha mempersempit ruang gerak dan waktu gerak para pelaku dalam menjalankan aksinya tidak jarang menimbulkan reaksi balik yang “anarkis” kepada petugas POLHUT maupun sarana prasarana perlindungan hutan. Pada hari Jumat tanggal 20 Oktober sekitar pukul 13.30 WIB, Kepala SPTN Wilayah II Ambulu Agus Setyabudi,S.Hut.,M.Sc. dan 2 orang POLHUT (Heman Sutresna D.,S.H. dan Bahno) melakukan pengecekan atas informasi masyarakat terkait adanya pengangkutan kayu illegal di Blok Donglo Resort Wonoasri, SPTNW II Ambulu. Sesampainya di TKP ditemukan ada 2 tunggak pohon jenis Suluh dan Nyantoh. Segera dilakukan pengukuran diameter dan mengambil dokumentasi tunggak. Sesaat kemudian terdengar suara sepeda motor yang diduga merupakan pelaku pengangkut kayu illegal mendekat ke arah TKP. Rupanya mereka tidak menyadari akan keberadaan petugas patroli. Saat menyadari keberadaan petugas, pelaku yang berjumlah 2 orang itu segera melarikan diri dengan meninggalkan 1 unit sepeda motor dan gergaji mesin (chain saw). Petugas berusaha meminta bantuan personil SPTNW II Ambulu lainnya melalui hand phone. Akan tetapi karena lokasinya tidak terjangkau jaringan seluler sehingga komunikasi tidak berjalan lancar. Proses evakuasi pengamanan barang bukti (sepeda motor dan chain saw) akhirnya dilakukan oleh Agus Setyabudi,S.Hut.,M.Sc. dan Heman Sutresna D.,S.H. Sementara Bahno menunggu di gubuk (zona rehabilitasi) dan menjaga sepeda motor dinas Heman Sutresna D.,S.H. Beberapa waktu kemudian, Bahno yang menjaga sepeda motor di gubuk sendirian didatangi 7 orang pelaku illegal logging (beberapa orang pelaku lainnya mengawasi dari jarak jauh) dengan membawa dan mengacungkan parang serta mengeluarkan kata-kata ancaman. Usaha menenangkan mereka tidak digubris, bahkan tembakan peringatan juga tidak didengar lagi. Untuk menghindari kontak fisik yang dapat mengakibatkan korban jiwa, Bahno mundur dan segera minta bantuan Polsek Tempurejo dan meninggalkan sepeda motor yang dijaganya. Sekitar satu jam kemudian Agus Setyabudi,S.Hut.,M.Sc. dan Heman Sutresna D.,S.H. datang ke gubuk, tempat sepeda motor diparkirkan. Namun tidak menemukan Bahno tetapi mendapati sepeda motor dinas berada di sungai dalam kondisi rusak berat. Sementara itu, para pelaku perusakan masih berada di TKP dan mengancam dengan senjata tajam. Kedua petugas ini mengambil langkah mundur dan meminta bantuan ke Pospol Wonoasri, Polsek Tempurejo. Saat di jalan, mereka berpapasan dengan Bahno bersama 6 orang anggota Polsek Tempurejo, dan kembali menuju TKP. Sesampainya di TKP mendapati sepeda motor dinas dalam keadaan rusak berat dibuang di sungai, sementara para pelaku sudah meninggalkan TKP. Atas kejadian perusakan sepeda motor dinas tersebut, telah dilakukan tindakan evakuasi mengamankan sepeda motor yang rusak ke Polsek Tempurejo; melaporkan kejadian kepada petugas SPK dan dibuatkan laporan polisi; serta penggalian informasi dan berkoordinasi dengan Kapolsek Tempurejo tentang identitas para pelaku pengancaman petugas dan perusakan BMN berupa sepeda motor dinas. Identitas pelaku sudah diketahui, tinggal menunggu upaya-upaya dari Polsek dalam menangkap pelaku. Pelaku diduga termasuk dalam mata rantai jaringan pembalak liar Andongrejo dan pemilik sepeda motor serta chain saw yang diamankan di TKP saat kejadian. Semoga para pelaku dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. Jalan masih panjang dalam pemberantasan illegal logging di SPTNW II Ambulu. Dengan kesungguhan, komitmen kuat dan dukungan para pihak, keyakinan akan hutan TNMB lestari akan terwujud. Sumber: BTN Meru Betiri
Baca Berita

TN. Aketajawe Lolobata Ramaikan Festival Mancing Internasional

Sofifi, 25 Oktober 2017. Berlokasi di Pulau Widi, Halmahera Selatan, Maluku Utara Widi International Fishing Tournament (WIFT) diselenggarakan. Acara dibuka langsung oleh Menko Maritim, Luhut Panjaitan, mewakili Presiden Republik Indonesia. Festival tersebut rencananya akan dihadiri oleh 12 negara dan 14 provinsi di Indonesia. Dalam sambutannya Menko Maritim menegaskan bahwa potensi alam seperti pulau Widi yang akan dikembangkan sebagai destinasi mincing dunia agar tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidupnya agar dapat dinikmati selama-lamanya. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjadi peserta pameran dan tergabung bersama Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara dan UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam booth pameran, TNAL menampilkan atraksi wisata beserta paketnya yang dikemas dalam poster-poster. Sedangkan Kepala Balai TNAL mengikuti acara pembukaan WIFT di pelabuhan Halmahera Selatan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pameran. “Ternyata masyarakat (Maluku Utara) antusias untuk mencari info tentang keberadaan TNAL dan mengunjungi stand kami (TNAL)”, kata Opan, anggota Pokja Database TNAL. Pameran ini juga diikuti oleh dinas-dinas di Provinsi Maluku Utara, perusahaan-perusahaan serta komunitas-komunitas di Maluku utara. Menurut anggota tim pameran dari TNAL, Ikhalas Pambudi, S.Hut bahwa “Event ini sangat bagus bagi TNAL untuk lebih memperkenalkan potensinya di kancah internasional”. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Menampilkan 9.601–9.616 dari 11.141 publikasi