Kamis, 4 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Ketat, Pemilihan Duta Karang di Kemah Konservasi TN. Taka Bonerate

Desa Khusus Pasitallu, 29 Oktober 2017. Dari beberapa kegiatan di Kemah Konservasi TN. Taka Bonerate, ada satu yang cukup menarik yaitu Pemilihan Duta Karang. merupakan lomba yang diikuti oleh utusan pelajar tingkat SLTP yang ada di dalam kawasan TN. Taka Bonerate. Saking antusiasnya setiap desa bahkan mengutus 2 perwakilannya sehingga total peserta ada 10 orang. Selain menyampaikan visi misi sebagai duta karang, peserta juga menampilkan bakat atau keterampilan yang dimiliki. Pemilihan Duta Karang ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama penyampaian visi misi dengan indikator penilaian adalah sikap, isi visi misi, pengetahuan, komunikasi dan bakat atau keterampilan. Dengan ketatnya penilai maka panitia pun menghadirkan juri yang cukup berkompeten yaitu Bayu Dwi Maradana Kusuma (National Geographic Indonesia), Ria Natasia (Finalis Putri Selam 2017) dan pihak Balai TNTBR Abd. Rajab (Ka. SPTN Wil. II Jinato). Seleksi dilanjutkan ke tahap kedua berupa sesi wawancara atau tanya jawab bidang konservasi dan pengetahuan umum tentang Taka Bonerate. "Jumlah seluruh peserta yang mendaftar pada lomba Pemilihan Duta Karang itu otomatis sudah menjadi finalis Duta Karang disetiap Desanya" Ucap Kepala Balai (Ir. Jusman) yang ditemui disela-sela lomba. Setelah diakumulasi jumlah tertinggi nilai kedua tahap tersebut yang berhasil menjadi pemenang Duta Karang tahun 2017 adalah Ahmad Rifandi utusan SMPN Rajuni yang nantinya berhak mengikuti kegiatan promosi Balai TN. Taka Bonerate di tingkat nasional. Sumber : Asri/PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Kolaborasi BKSDA NTB Bersama Tim Terpadu Gagalkan Penyelundupan Puluhan Burung Tanpa Dokumen Sah

Pelabuhan Lembar-Lombok Barat, 28 Oktober 2017. Tim Terpadu Pengawasan Peredaran Tumbuhan dan Hewan Provinsi NTB bersama Balai KSDA NTB, Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, dan Polsek KP3 Pelabuhan Lembar pada tanggal 27 Oktober 2017 s.d 28 Oktober 2017 lakukan patroli terpadu pengawasan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang keluar dan masuk ke Provinsi NTB melalui Pelabuhan Lembar Lombok Barat. Patroli ini untuk mengantisipasi dan mengendalikan peredaran TSL tanpa dokumen yang sah dan mengantisipasi penularan beberapa jenis penyakit hewan dan tumbuhan ke Provinsi NTB. Patroli dilaksanakan hari Jumat tanggal 27 Oktober 2017 pukul 21.00 Wita, dengan jumlah lebih dari 28 personil. Diawali dengan apel persiapan dan pengecekan personil, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap kendaraan penumpang, truk ataupun kendaraan barang yang menuju ke Pulau Bali ataupun yang akan masuk ke Provinsi NTB. Sampai pada sebuah pemeriksaan terhadap bus Safari Dharma Raya jurusan Malang menuju Mataram pada tanggal 28 Oktober 2017 tepat pukul 05.00 Wita, tim berhasil mengamankan 100 ekor burung tanpa dokumen sah yang akan diselundupkan ke Provinsi NTB dari sekitar Malang Jawa Timur. Dengan jenis burung Love bird (19 ekor), Jalak suren (36 ekor), Ciblek (43 ekor), Kolibri (1 ekor) dan burung parkit (1 ekor). Burung tersebut kemudian diamankan di Balai Karantina untuk proses lebih lanjut. Selain itu, Tim berhasil juga mengamankan beberapa jenis hewan peliharaan yang diangkut tanpa dokumen sah dari pemeriksaan kendaraan lainnya dengan jenis kucing anggora dan ayam bangkok yang berasal dari beberapa kota di Jawa Timur menuju NTB. Barang bukti hewan tersebut kemudian diamankan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram untuk proses lebih lanjut. Tim terpadu berkomitmen akan lebih mengintensifkan koordinasi dan komunikasi dalam rangka upaya mencegah meningkatnya peredaran TSL illegal dan mencegah penularan beberapa penyakit hewan dan tumbuhan di NTB. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

BBKSDA Jabar Pulangkan Lima Owa Jawa ke Habitat Aslinya

Bandung, 25 Oktober 2017. Upaya pelestarian owa jawa terus dilakukan oleh berbagai pihak yang concern terhadap keberadaan satwa liar terancam punah tersebut di habitat aslinya. Seperti yang dilakukan pada hari Selasa, 24 Oktober 2017 lalu ketika 5 (lima) ekor satwa liar bernama latin Hylobates moloch ini dilepasliarkan di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, sebuah kawasan yang merupakan bagian dari Hutan Lindung Gunung Malabar. Ini bukan kali pertama Gunung Puntang dijadikan sebagai lokasi pelepasliaran owa jawa karena sebelumnya di lokasi yang dikelola oleh KPH Bandung Selatan Perum Perhutani ini juga telah dilakukan beberapa kali pelepasliaran jenis primata yang terkenal setia pada pasangannya ini. Sebelumnya, kelima owa jawa tersebut telah menjalani serangkaian proses rehabilitasi di Javan Gibbon Center, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango selama 5 – 7 tahun. Sampai pada akhirnya, kelima owa jawa tersebut dinyatakan siap untuk kembali menghirup udara bebas di habitat aslinya. Pelepasliaran owa jawa yang dilakukan bertepatan dengan “International Gibbon Day” ini disaksikan secara langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ir. Sustyo Iriyono, M.Si. Hadir pula pada kesempatan tersebut perwakilan Direktorat KKH, perwakilan Direktorat Jenderal KSDAE, perwakilan Balai Besar Gunung Gede Pangrango, Direktur Produksi Perum Perhutani, Direktur Pertamina, Direktur CSR BUMN, Direktur CI Indonesia, perwakilan Yayasan Owa Jawa, Camat Banjaran, Koramil Banjaran, Kapolsek Cimaung, Kepala Desa Cempaka Mulya, Ketua ORARI Lokal Bandung Selatan, Ketua LMDH Bukit Amanah, dan Ketua PGPI. Kegiatan ini juga diliput oleh awak media, baik media cetak maupun elektronik. Semoga kelima owa jawa tersebut dapat beradaptasi secara cepat dengan suasana baru di Gunung Puntang serta dapat berkembang biak sehingga akan semakin menambah populasi owa jawa di habitat aslinya. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Festival Danau Sentarum Dan Betung Kerihun (FDSBK) 2017 Resmi Ditutup

Lanjak, 28 Oktober 2017. Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) 2017 resmi di tutup oleh Bupati Kapuas Hulu Bpk. AM. Natsir. Penutupan acara FDSBK 2017 sungguh sangat terasa kemeriahannya karena di hadiri oleh masyarakat baik dari dalam negeri maupun luar negeri bahkan masyarakat dari kabupaten lain juga hadir pada acara tersebut serta penampilan artis ibukota Nugie dan Zaskia Gotik yang turut meramaikan acara. Puncak acara FDSBK 2017 diselenggarakan pada tanggal 25 s/d 28 Oktober 2017 merupakan kegiatan hasil kolaborasi antara Pemda, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), dan para NGO/ LSM yang bekerja di Kapuas Hulu. Kegiatan ini untuk mempertegas kawasan Taman Nasional Danau Sentarum sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sebagai wilayah Heart of Borneo, dan sebagai Kabupaten Konservasi. Sebagaimana diketahui bahwa kawasan Taman Nasional Danau Sentarum merupakan kawasan konservasi dan salah satu dari 25 kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)oleh Kementerian Pariwisata, ujar Sekda Kapuas Hulu selau Ketua Panitia. Selain itu Ketua Panitia menambahkan bahwa FDSBK 2017 harus memberikan manfaat bagi masyarakat, dari segi ekomomi diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat melalui industri – industri kreatif masyarakat seperti tenun, anyaman tradisional, manik – manik dan kerajinan lainnya. Dari segi sosial budaya diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya etnis lokal, dalam rangkaian acara FDSBK 2017 menampilkan beberapa acara yang mengandung unsur budaya seperti penampilan musik sape, tarian etnis, lomba sumpit, lomba gasing dan lomba memasak masakan tradisional. Semoga keunikan dan kekayaan budaya yang ada di sekitar kawasan dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya wisatawan ke Kapuas Hulu khususnya Taman Nasional Danau Sentarum. Pada kegiatan ini dilaporkan kurang lebih sekitar 4600 orang datang kelanjak yang berasala dari masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu, Masyarakat Kabupaten lainnya yang berada di Kalbar serta Masyarakat yang berasal dari Malaysia dan Australia. Kegiatan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) 2017 adalah milik masyarakat Kapuas Hulu dan bisa dilaksanakan rutin setiap tahun, kegiatan ini saya harap bisa meningkatkan perekonomian masyarakat seperti kerajinan masyarakat Dayak dan Melayu, warung – warung masyarakat, dll, ucap Bupati Kapuas Hulu. Dalam sambutannya Bupati Kapuas Hulu menyampaikan kegiatan FDSBK 2017 merupakan salah satu dari tiga kegiatan besar di Kalimantan Barat yang rutin diselenggarakan tiap tahun selain Cap Go Meh di Singkawang dan Sail Selat Karimata di Kab. Kayong Utara. Diharapkan kegiatan seperti ini tidak bentrok dengan event – event lainnya sehingga kegiatan yang dilakukan fokus dan terkoordinir dengan baik, penyelenggaraan FDSBK 2017 bukan tanpa masalah dan kendala tetapi hal itu dapat diatasi dengan baik berkat kerjasama antar pihak yang sangat kuat, ujar orang momor satu di Kabupaten Kapuas Hulu tersebut Perlu diketahui bahwa pada pertama kali FDSBK di selenggarakan beberapa tahun yang lalu, anggaran pelaksanaan hanya berasal dari APBD Kapuas Hulu, tetapi pada FDSBK 2017 terasa lebih meriah karena bekerjasama dengan lintas kementerian dan multi stakeholder seperti Kementerian Pariwisata, BBTNBKDS, dan Para Mitra NGO/ LSM, semoga kolaborasi positif ini dapat terjalin lebih erat sehingga FDSBK menjadi festival unggulan Kab. Kapuas Hulu bahkan Kalimantan Barat. Sumber : Harri Ramdhani - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Karnaval Minum Madu, Meriahkan Acara Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun

Batang Lupar, 28 Oktober 2017. Untuk mempromosikan Madu Hutan Organik Kapuas Hulu, Bupati Kapuas Hulu Bpk. AM. Natsir membuka acara dan ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Karnaval Minum Madu Hutan Organik dalam rangkaian acara Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK), Lanjak, Kecamatan Batang Lupar. Dalam sambutannya Bupati Kapuas Hulu menyampaikan pesan kepada seluruh peserta dan tamu undangan untuk sering mengkonsumsi madu yang mengandung banyak khasiat untuk tubuh kita, khususnya Madu Hutan Organik Kapuas Hulu. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mempromosikan Madu Hutan Organik yang berasal dari kawasan konservasi Taman Nasional Danau Sentarum ke masyarakat luas, diikuti kurang lebih 2000 peserta yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dan telah menghabiskan 2000 kemasan madu untuk diminum bersama, madu ini diperoleh dari Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) yang telah meratifikasi standar Biocert International, Sertifikasi BPOM dan Sertifikasi Halal dari MUI, ucap Bpk Irawan Koordinator Aliansi Organik Indonesia. Madu yang dihasilkan oleh kawasan Danau Sentarum adalah salah satu madu terbaik di Indonesia dengan produktivitas sekitar 20 ton per tahun, potensi ini yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berada dalam kawasan dan menjadi produk unggulan Kapuas Hulu, ujar Bpk. Suharjo, Bendahara APDS. Semoga dengan adanya festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani madu khususnya madu dari APDS sehingga tujuan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten penghasil Madu Hutan Organik terbaik di Indonesia dapat terwujud dan masyarakat sejahtera, ujar Bpk. Asriyono, Staf Produksi APDS. Sumber : Harri Ramdhani - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Lomba Tradisional, Meriahkan Festival Danau Sentarum Dan Betung Kerihun (FDSBK) 2017

Lanjak, 28 Oktober 2017. Kegiatan Festival Danau Sentarum dan Betung Kerihun (FDSBK) 2017 di meriahkan oleh lomba – lomba tradisional khas etnis Dayak dan Melayu. Adapun lomba dimaksud adalah Lomba Sumpit, Lomba Gasing dan Lomba Memasak Tradisional. Menurut Ketua Panitia, Lomba Sumpit dan Lomba Gasing diikuti oleh masyarakat dari 6 Kecamatan yakni Kecamatan Batang Lupar, Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Selimbau, Kecamatan Semitau, Kecamatan Badau dan Kecamatan Putussibau Utara dan terdiri dari beberapa kelompok usia mulai dari tingkat anak – anak sampai dewasa. Untuk perlombaan memasak masakan tradisional diikuti oleh sekitar 17 peserta mewakili 3 etnis yakni Etnis Dayak Iban, Dayak Tamambaloh dan Etnis Melayu. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan adat dan budaya asli kita kepada generasi muda yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Budaya etnis Dayak Tamambaloh khususnya dan semua etnis yang ada di Kecamatan Batang Lupar dapat menjadi identitas asli kita sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk dapat berkunjung ke Taman Nasional Danau Sentarum TNDS). TNDS dan masyarakat lokal adalah satu kesatuan penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, saya berharap dengan adanya kegiatan FDSBK dapat dilaksanakan setiap tahun dan dapat meningkatkan jumlah lomba – lomba tradisional lainnya, ujar Bpk. Anton Leo Pameang, Tumenggung Dayak Tamambaloh. Hal ini senada dengan Bpk. Liem salah satu pengusaha jasa travel asal Serawak Malaysia, salah satu daya tarik yang cukup diminati oleh wisatawan adalah atraksi kebudayaan masyarakat lokal, dan kuliner tradisional. Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan promosi baik melalui media cetak dan media elektronik di Malaysia sehingga pada event selanjutnya warga Malaysia dapat lebih banyak lagi yang menghadiri event ini kedepannya. Kegiatan Festival Betung Kerihun dan Danau Sentarum menampilkan beberapa kegiatan selain lomba tradisional yakni Pameran/ expo produk masyarakat, International Music Etnic, Trip Danau Sentarum, Lomba Sampan, Panggung Pemuda Kreatif, Pagelaran Seni dan Budaya, Karnaval Minum Madu, dan Lomba Perahu Hias serta hiburan rakyat yang menampilkan artis ibu kota Zaskia Gotik dan Nugie. Sumber : Harri Ramdhani - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kalitalang Merapi Bike Carnival 2017

Klaten, 29 Oktober 2017. Mitra kerja Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yakni Klaten All Mountain (10-AM) menyelenggarakan event nasional Kalitalang Merapi Bike Carnival pada tanggal 29 Oktober 2017. Kegiatan ini adalah ajang kompetisi sepeda gunung jenis Enduro dan Downhill yang berlokasi di Resort Kemalang TNGM dan lahan desa di Desa Balerante, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang diprakarsai oleh komunitas sepeda gunung Klaten ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata minat khusus di area TNGM dan tanah kas desa. Tujuan jangka panjangnya tentu pemberdayaan masyarakat yang berprinsip pada konservasi. Kegiatan ini diikuti oleh 209 peserta dari Pulau Jawa, paling jauh adalah peserta dari Lamongan, Jawa Timur. Track enduro ‘Kalitalang’ di Desa Balerante dan ‘Sapuangin’ di Desa Tegalmulyo yang ada di Resort Kemalang TNGM dan dikelola oleh 10-AM bersama warga desa merupakan track terbaik nomor 2 setelah track enduro di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kedua track ini berjarak sekitar 23 Km, yang mengambil start dari dalam kawasan TNGM. Ekosistem gunung berapi yang merupakan khas dari TNGM merupakan potensi unik dan menarik peserta wisata minat khusus sepeda gunung ini. Bahkan pada acara pada hari ini juga dihadiri oleh pejabat lingkup Pemerintah Daerah Klaten, seperti Kepala Bappeda, Asisten Bupati, Ketua DPRD Klaten, dan Muspika lingkup Kabupaten Klaten. Pemerintah Daerah Klaten siap mendukung pengembangan wisata alam TNGM yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat desa penyangga. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Babadan Jadi Mitra BTN Gunung Merapi Guna Pengamanan Kawasan

Dukun, 29 Oktober 2017. Hari Minggu, 29 Oktober 2017, Tim MMP Babadan - Resort Dukun, melakukan patroli. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan MMP Mandiri BTN Gunung Merapi. Kegiatan patroli diawali dari akses masuk Blok Babadan, Resort Dukun, SPTN Wil 1 BTN Gunung Merapi. Patroli selanjutnya di teruskan ke Pal 26 sekitaran sungai Tringsing. Sungai Tringsing merupakan batas kabupaten Magelang dengan Boyolali. Patroli selanjutnya diteruskan ke Blok Patok Alap-alap. Daerah ini dikenal oleh masyarakat memiliki dinding alam yg menjulang. Selanjutnya, target terakhir patroli ke batas vegetasi jalur babadan. Kawasan ini sudah mulai berupa pasiran. Secara umum, dari kesemua patroli yang dilakukan hari ini, kawasan aman dan terkondisi. MMP menjadi bagian yang tidak bisa dilupakan dalam upaya konservasi kawasan. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Balai TN Bukit Tiga Puluh Ajarkan Masyarakat Teknik Budidaya Rotan Jernang & Kelukup

Indragiri Hulu, 27 Oktober 2017. Rotan Jernang dan Kelukup merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomis dan potensinya cukup melimpah di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Oleh karena tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan rotan ini maka pihak Balai TNBT menfasilitasi masyarakat; yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan "Tunas Harapan" Desa Rantau Langsat, Kec. Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu (Inhu); untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas berupa Budidaya Rotan Jernang dan Rotan. Kesempatan ini adalah kali pertama bagi masyarakat untuk mengenal dan mempelajari ilmu dan teknik budidaya rotan jernang dan kelukup. Pada 24 s.d 26 Oktober 2017 diselenggarakan kegiatan Pelatihan masyarakat dalam budidaya rotan jernang dan kelukup, bertempat di kantor balai desa Rantau Langsat. Kegiatan dibuka oleh Kades Rantau Langsat secara resmi dengan peserta sebanyak 30 orang. Narasumber yang dihadirkan berasal dari TNBT, PPL Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Inhu dan Tenaga ahli dari Perkumpulan Gita Buana Jambi. Setiap narasumber memiliki topik bahasan masing-masing. TNBT mengambil peran dalam penyampaian materi pengelolaan TNBT dan program pembinaan desa binaan Rantau Langsat, dinas berperan dalam menyampaikan dinamika kelompok dan pembinaan kelompok, mengingat kelompok ini tergolong baru dibentuk. Narasumber tenaga ahli PGB Jambi menyampaikan materi pengenalan dan analisis usaha, pembibitan, penanaman, perawatan, pemanenan dan pengolahan. Peserta cukup antusias dengan materi yg disampaikan Heri Kuswanto. Diskusi terasa hidup dimana pertanyaan dan jawaban saling bergantian disampaikan. Permasalahan dalam budidaya rotan ini adalah mulai berkurangnya biji karena masyarakat mengambil buah baik muda atau tua untuk diambil getahnya, selain itu susah membedakan antara tanaman jantan dengan betina. Narasumber berusaha membagikan pengetahuan dan pengalamannya untuk membantu memecahkan masalah tersebut. Untuk mempermudah pemahaman peserta, dilakukan praktek berupa cara pembibitan rotan jernang dengan biji dan pemindahan anakan alami ke polybag. Salah satu peserta terkesan dgn cara narasumber menyampaikan materi yang sesuai dgn karakter masy setempat, mampu menghidupkan suasana dan penjelasan yg logis dan jelas. Diharapkan pasca pelatihan ini, kapasitas kelompok semakin kuat dan pembibitan rotan jernang dan kelukup dapat dilakukan dengan baik. Sumber : Balai TN Bukit Tiga Puluh
Baca Berita

Begini Meriahnya Kemah Konservasi Balai TN Taka Bonerate

Desa Khusus Pasitallu, Taka Bonerate - 28 Oktober 2017. Tahun lalu desa terjauh di bagian Selatan kawasan TN. Taka Bonerate (TNTBR) ini meminta untuk menjadi tuan rumah kegiatan lingkup TN. Taka Bonerate. Akhirnya di tahun ini dikabulkan dengan dilaksanakannya kegiatan yang sarat dengan nilai pendidikan konservasi serta dengan agenda yang padat dan meriah. Ada tiga kegiatan utama dalam event ini, yaitu : Festival Suku Bajo, Kelas Inspirasi dan Kemah Konservasi. Dua minggu sebelum kegiatan dimulai, pihak panitia bersama dengan masyarakat setempat mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari persiapan lokasi kemah hingga persiapan penyambutan tamu-tamu. Kegiatan besar TN. Taka Bonerate ini dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 24-27 Oktober 2017. Padatnya kegiatan-kegiatan pada Kemah Konservasi membuat beberapa acara harus dilaksanakan pada malam hari bahkan sebelum acara pembukaan kegiatan. Tiap desa di dalam kawasan TN. Taka Bonerate, termasuk dari kota Benteng mengutus perwakilan pelajarnya untuk berpartisipasi. "Peserta Kemah Konservasi tahun ini seluruhnya berjumlah 100 pelajar yang berasal dari desa dalam kawasan dan dari luar kawasan" ucap Syamsuriani, S.Pi (Penyuluh Kehutanan TNTBR) yang juga selaku ketua panitia kegiatan. Kemah Konservasi sendiri terdiri dari beberapa kegiatan kecil yaitu : Transplantasi Karang, Penghijauan, Pemilihan Duta Karang Tingkat SLTP dalam kawasan TN Taka Bonerate, Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SLTA se Kabupaten Kepulauan Selayar, Cerdas Cermat Konservasi lingkup SD, Penyajian Materi Konservasi, Field Trip Pulau Raja dan pentas seni dari setiap perwakilan. Ir. Jusman (Kepala Balai TN. Taka Bonerate) yang ditemui disela-sela acara menyampaikan bahwa kegiatan Kemah Konservasi ini mengangkat tema tentang kearifan lokal budaya suku Bajo yang mendiami gugusan atol terluas ketiga di dunia, sembari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, Pemerintah Daerah, institusi terkait serta masyarakat dan Pemerintah Desa Khusus Pasitallu dan masyarakat serta Pemerintah Desa Tambuna sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Selanjutnya dengan terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun jiwa raga generasi muda untuk peduli lingkungan, menumbuhkan semangat untuk tetap bercita - cita yang tinggi dan mengangkat kembali kearifan lokal masyarakat setempat pada umumnya, termasuk suku Bajo. Sumber : Asri-PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Dirjen KSDAE Launching Role Model Cycloop

Jayapura, 28 Oktober 2017. BBKSDA Papua mengusung Role Model Pengelolaan Cagar Alam CA Peg. Cycloop Berbasis Kearifan Lokal, pada hari ini Sabtu 28 Oktober 2017 bertempat di Cycloop Center Kabupaten Jayapura, Sentani dilakukan Launcing Role Model Cycloop oleh Ir. Wiratno, M.Sc (Dirjen KSDAE). Acara Launching Role Model Cycloop disertai dengan pengukuhan Kepala Resort Model Cycloop Youtefa yaitu untuk wilayah DAS (Dewan Adat Suku) Sentani, Moy, Tepra, Port Numbay, Ormu dan Youtefa, pengukuhan Kader Konservasi serta penandatanganan Deklarasi Role Model Cycloop. Hadir dalam kesempatan ini adalah Direktur KK (Ir. Suyatno Sukandar, M.Sc) dan para undangan yaitu Kodam XVII Cenderawasih, Polda Papua, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Prov Papua, Dinas Kehutanan Prov. Papua, Kepala BPKH Wilayah X, Kepala BPHP Wilayah XV, Kepala Balai TN Lorentz, Kepala BPDAS Mamberamo, Kepala Seksi Wilayah II BPHLHK Maluku Papua, Ketua Dewan Adat Suku sekitar Cycloop, Ketua MMP, perwakilan LSM dari WWF, Yali, Intsia, USAID LESTARI, ondoafi, tokoh adat dan agama sekitar Cycloop, KPA Amamey, kelompok Desa Binaan, ketua FK3I Prov Papua dan kelompok Kader Konservasi. Dalam sambutannya Kepala Balai Besar yang diwakili oleh Pupung Purnawan, S.Hut.,M.Sc selaku Kabag TU BBKSDA Papua menyampaikan secara hormat kehadiran Bapak Dirjen KSDAE beserta tim serta para undangan dalam Launching Role Model Cycloop Pengelolaan Cagar Alam CA Peg. Cycloop berbasis Kearifan Lokal dengan tujuan Mengembalikan Fungsi Kawasan Cagar Alam Cycloop Sebagai Penyangga Kehidupan, Penata Air Utama Bagi Kabupaten Dan Kota Jayapura. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Prov. Papua, Yan R. Pugu, S.Hut memberi harapan bahwa “dengan diluncurkannya Role Model ini akan dapat memacu perbaikan kondisi Cagar Alam Peg. Cycloop dalam upaya penanggulangan perubahan iklim global yang semakin kita rasakan sekarang ini’. Penjelasan secara garis besar tentang Role Model Cycloop yang diusung oleh BBKSDA Papua di ekspose oleh Ir. Ahmad Yani selaku Kepala Bidang Teknis KSDA Papua. Dalam pengukuhan bagi Kepala Resort Cycloop Youtefa, Dirjen KSDAE memberikan semangat “agar senantiasa mewujudkan Role Model Pengelolaan CA. Peg Cycloop dan TWA Teluk Youtefa berbasis kearifan lokal serta selalu bekerja untuk melaksanakan tugas yang telah diamanatkan oleh BBKSDA Papua”. Rangkaian acara dilanjutkan ke Desa Binaan Maribu untuk penanaman dan pemberian bantuan desa binaan, kemudian diteruskan ke Kampung Tablasupa sebagai Desa Binaan di penyangga CA Peg Cycllop dengan acara pemberian bantuan, launching homestay serta mengunjungi site monitoring burung Cenderawasih. Ucapan selamat kepada Andi YP. Rumbrapuk sebagai Kepala Resort Raveni Rara, Victory Sugerrais Karubaba sebagai Kares Port Numbay, Ferdinand Samjar Manobi sebagai Kares Moy, Chandra Irwanto Lumban Gaol sebagai Kares Tablasupa, Abdul Kahar sebagai Kares Sentani dan Ernis O. Itaar sebagai Kares Youtefa, selamat bertugas dan selalu amanat dalam menjaga kelestarian Cycloop –Youtefa. Sumber : Diah Warastuti, Rian Agustina, Lusiana Dyah R. - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Bhakti Pemuda Untuk Alam Di TN Bromo Tengger Semeru

Ranu Kumbolo, 28 Oktober 2017. Memperingati Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2017, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan kegiatan event tahunan dan tahun ini tema yang diusung adalah "Bhakti Pemuda Untuk Alam". Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuh kembangkan rasa kesadaran dan kecintaan terhadap alam. Adapun lokasi kegiatan berada di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru tepatnya di kawasan Ranu kumbolo. Adapun rangkaian kegiatan pada acara tersebut adalah Upacara Bendera dilanjutkan dengan aksi bersih sampah dan penanaman pohon cemara di sekitar areal camping ground Ranu Kumbolo. Kegiatan tersebut, diikuti oleh kurang lebih 500 peserta terdiri dari petugas BBTNBTS, Polres Lumajang, Kodim O812 Lumajang, unsur Forkopimda dan Forkopimka Kabupaten Lumajang, Siswa-siswa sekolah (SMA/SMK) di wilayah Kab. Lumajang, dan Kelompok Pecinta Aalam, serta unsur masyarakat mitra TNBTS. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kabupaten Lumajang AKBP Rachmad Iswan Nusi SIK. Kegiatan ini menarik insan pers untuk melalukan publikasi liputan baik media cetak dan elektronik yaitu dari TV One dan CNN yang rencananya akan disiarkan secara serentak bersama kegiatan sumpah pemuda 28 Okt di 28 gunung dan salah satunya di laksanakan di Gunung Semeru. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Tim Gugus TSL BKSDA Kalbar Berhasil Menyelamatkan Dua Ekor Kucing Hutan

Pontianak, 27 Oktober 2017. Kamis (26/10/2017), BKSDA Kalimantan Barat melakukan evakuasi terhadap kucing hutan (Felis bengalensis) di dua tempat berbeda, Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah. Melalui Tim Gugus Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) BKSDA Kalbar, kedua kucing tersebut kini berada di kandang transit Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III dan kantor BKSDA Kalbar. Evakuasi kucing hutan di Kota Pontianak diawali dari informasi di media sosial Facebook dengan nama akun Muhammad Noval. Muhammad Noval, warga Pontianak mengaku mendapati kucing hutan tersebut masuk ke rumahnya pada malam hari (24/10/2017). Ia kemudian mempostingnya untuk meminta tanggapan dari para netizen mengenai hewan tersebut karena ia menyadari bahwa hewan tersebut merupakan satwa dilindungi. Berkat saran dari netizen, ia kemudian memberitahu petugas BKSDA Kalbar mengenai keberadaan hewan tersebut dan meminta untuk segera di evakuasi, mengingat hewan tersebut masih sangat liar. Tim kemudian datang dan segera mengevakusi hewan tersebut ke kandang transit. Berbeda dengan di Pontianak, Tim Gugus TSL SKW III mendapat informasi bahwa terjadi jual beli kucing hutan melalui media sosial Facebook dengan nama akun Fendi Pcmpw. Setelah melakukan penelusuran terhadap akun tersebut, Tim kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan, saudara FS di Kabupaten Mempawah. Namun keberadaan hewan tersebut sudah tidak ada dan berpindah tangan ke saudara MG. Melalui bantuan FS, tim berhasil melacak keberadaan MG. Tim kemudian mendatangi MG untuk memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai UU nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE dan PP 7 tahun 1999 tentang pengawetan tumbuhan dan satwa liar. MG kemudian menyerahkan hewan tersebut untuk di evakuasi dan dilepasliarkan ke habitatnya. Kedua hewan tersebut akan segera dilepasliarkan di Cagar Alam Raya Pasi. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pelepasliaran setelah melalui survey kondisi habitat, ketersediaan pakan dan animal welfare. Sumber : Tim Gugus TSL BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Sosialisasi Tumbuhan Dan Satwa Liar Yang Dilindungi BBKSDA Riau

Bengkalis, 26 Oktober 2017. Sosialisasi tumbuhan dan satwa liar dilindungi terutama satwa laut dilakukan Balai Besar KSDA Riau dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang pada tanggal 25 Oktober 2017 di Desa Suka Damai, Kec. Rupat Utara, Kab. Bengkalis. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Tim sosialisasi agar kejadian serupa beberapa minggu sebelumnya di tempat tersebut tidak terulang kambali. Saat itu media sosial disuguhkan berita pemotongan ikan duyung (dugong dugon) dan sempat viral bahkan berita ini direspon secara internasional. Ikan duyung merupakan satwa laut yang dilindungi sebagaimana tercantum dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Sosialisasi dihadiri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Bengkalis, UPT Pangkalan Pendaratan Ikan, TNI (Babinsa), Camat Rupat Utara, perangkat desa dan pemuka masyarakat. Dan dilakukan penyuluhan sekaligus diskusi yang berjalan cukup aktif. Ternyata sebagian masyarakat belum memahami bahwa beberapa satwa di sekitar mereka termasuk ikan duyung, penyu, pesut dan lumba-lumba adalah satwa yang hampir punah sehingga dilarang untuk dibunuh dan merupakan satwa yang dilindungi. Selain melakukan penyuluhan, Tim Sosialisasi juga menyerahkan papan himbauan tentang penyelamatan ikan duyung (dugong dugon) untuk dipasang di sekitar perempatan jalan yang mudah dilihat oleh penduduk. Pada kesempatan tersebut, Balai Besar KSDA Riau yang diwakili oleh Isbanu, SH dan M. Zanir, SH menyampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah setempat untuk turut berpartisipasi secara aktif memberikan penyadartahuan kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan pemburuan atau pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau Foto: Isbanu
Baca Berita

Sumpah Pemuda, Sumpah Konservasi, Sumpah Menjaga TN Kutai

Sangatta, 28 Oktober 2017. Memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-89 tahun 2017 dengan tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” Balai Taman Nasional Kutai bersama dengan Kader Konservasi Balai Taman Nasional Kutai dan staf peneliti orangutan melakukan upacara di Prevab, Resort Sangatta SPTN Wilayah I Sangatta Taman Nasional Kutai. Dalam Sambutannya, Kepala Balai Taman Nasional Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. menyampaikan bahwa pada upacara peringatan sumpah pemuda ini, selain mengucapkan sumpah pemuda, dipandang perlu juga untuk mengucapkan sumpah konservasi dan sumpah untuk menjaga kawasan konservasi khusunya menjaga kelestarian Taman Nasional Kutai. Selain kegiatan upacara, dalam kegiatan peringatan hari sumpah pemuda tahun 2017 Balai Taman Nasional Kutai juga melaksanakan penanaman pakan orangutan sebanyak 50 bibit di prevab karena mengingat prevab adalah habitat orangutan dan merupakan tujuan wisata minat khusus Taman Nasional Kutai untuk melihat langsung orangutan liar. Jenis bibit yang ditanam ada 4 jenis antara lain : Sengkuang (Dracontomelon dao), Bayur (Pterospermum javanicum), Sahang-sahang (Alangium hirsutum) dan Rambai (Baccaurea motleyana). Semoga bibit pakan orangutan yang telah ditanam tumbuh dengan baik sehingga pakan orangutan di alam tetap tersedia serta sumpah konservasi dan sumpah untuk menjaga kawasan Taman Nasional Kutai tetap selalu diingat dan dilaksanakan.#TNKutai Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Eco Guide BBKSDA Jawa Barat

Ciwidey, 27 Oktober 2017. Dengan jumlah taman wisata alam sebanyak 15 unit, pemangku kawasan berupaya maksimal agar kawasan tersebut dapat menarik perhatian pengunjung. Tidak hanya mengandalkan potensi dan keunikan yang dimiliki, BBKSDA Jabar juga memaksimalkan sumber daya manusia dengan pengetahuan yang luas dan luwes dalam mentransfer informasi. Salah satu unsur yang berperan penting dalam pengelolaan wisata adalah peran pemandu wisata. Sebagai penyambung lidah dan penyampaian infromasi, seorang pemandu wisata membutuhkan pengetahuan dan teknik komunikasi yang baik. Sebagai pemegang mandat terhadap pengelolaan kawasan konservasi, BBKSDA Jawa Barat juga bertanggung jawab terhadap human capital yang dimilikinya serta local people yang berada disekitar kawasan. Bentuk tanggungjawab tersebut secara aplikatif dituangkan melalui sebuah kegiatan yang mendukung bertambahnya pengetahuan dan pelayanan di taman wisata alam. Mengajak setiap unsur yang berperan dalam keberlajutan taman wisata, BBKSDA Jabar melaksanakan pelatihan dan penyegaran pemandu wisata dengan melibatkan 30 orang peserta dari pemegang ijin sarana dan jasa wisata serta petugas resort. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan semua peserta. Acara dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 25-26 Oktober 2017 di Patuha Resort Ciwidey dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat. Menghadirkan DR. Ir. Soehartini Sekar Tjakrarini dari Innovative development for eco Awareness (IdeA) yang juga mantan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam sebagai nara sumber. Kegiatan juga dirangkai dengan field trip ke Kawah Putih untuk menguji ilmu yang telah diterima peserta dengan praktek pemanduan wisata di kawasan tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat

Menampilkan 9.569–9.584 dari 11.141 publikasi