Rabu, 3 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pembangunan Sanctuary Enggang Di Taman Wisata Alam Hutan Baning

Pontianak, 30 Oktober 2017. Masih dalam rangkaian kunjungan kerja, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat melakukan pengecekan lapangan pembangunan Sanctuary Enggang di Di Taman Wisata Alam (TWA) Hutan Baning. Pusat Konservasi Burung Enggang/Sanctuary merupakan salah satu bentuk upaya penyelamatan enggang dari kepunahan. Enggang merupakan salah satu species burung endemik yang habitat alamnya ada di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Keberadaan satwa ini sangat jarang dan perkembangbiakannya sangat lamban, di sisi lain penangkapan dan perdagangannya cukup tinggi, sehingga satwa ini perlu dilindungi. Burung Enggang termasuk satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 226 Tahun 1931, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan dipertegas dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 301/Kpts-II/1991 tentang Inventarisasi Satwa yang Dilindungi Undang-Undang dan No. 882/Kpts-II/1992 tentang Penetapan Tambahan Beberapa Jenis Satwa Yang Dilindungi UU. Pembangunan Pusat Konservasi Enggang di TWA Hutan Baning mempunyai maksud sebagai sarana penyelamatan, sarana perkembangbiakan, sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan tujuan dibangunnya Pusat Konservasi Burung Enggang adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya mengkonservasi satwa tersebut, sebagai upaya meningkatkan populasi dan mendorong peningkatan jumlah penangkaran, serta menurunkan jumlah pemeliharaan dan perdagangan burung enggang. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Kepala Balai KSDA Kalbar juga menyampaikan hal-hal terkait masterplan pembangunan sanctuary termasuk di antaranya perlunya membuat krematorium bagi enggang yang terkena penyakit. Selain hal tersebut, dalam pembangunan sanctuary agar mengakomodir kegiatan kampanye dan penyuluhan yang bersifat edukasi/penyadartahuan terkait konservasi enggang. Untuk menambah daya tarik dan melengkapi pusat informasi yang akan dibangun, perlu dibuat desain interior yang mendukung konsep pengelolaan sanctuary. Secara teknis Kepala Balai KSDA Kalbar memberikan arahan bagi fungsional PEH dan jajaran staf SKW II agar belajar dan mencari informasi tentang ilmu perkembangbiakan enggang, sehingga dengan dibangunnya sanctuary tersebut dapat memberikan manfaat dan nilai lebih bagi upaya pelestarian enggang di Provinsi Kalimantan Barat. Terakhir, kepala balai mengusulkan penggunaan kata 'sanctuary enggang' menjadi 'suaka enggang' agar lebih meng-Indonesia. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Ajang Pembentukan Generasi Muda Yang Konservasonis

Putussibau, 30 Oktober 2017. Bertempat di Pulau Sepandan yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum telah dilaksanakan kegiatan perkemahan Pendidikan Dasar (Diksar) Pramuka Saka Wanabakti Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan perkemahan masa orientasi yang dilaksanakan pada tanggal 6 s/d 8 Oktober 2017 di perkemahan eks kantor Balai Besar TN Betung Kerihun, Putussibau-Kapuas Hulu. Selama 5 hari kegiatan mulai dari tanggal 24 s/d 28 Oktober 2017 telah dilakukan berbagai kegiatan dengan tujuan utama adalah pembentukan mental, fisik, kebersamaan (korsa), kemandirian, tanggung jawab, pengetahuan tentang lingkungan hidup dan konservasi serta aksi-aksi peduli lingkungan terhadap anggota pramuka saka wanabakti. Kegiatan perkemahan Diksar terasa istimewa dikarenakan penyematan tanda dimulainya kemah disematkan langsung oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu, Bapak Antonius L. Ain Pamero, SH bersama Istri Wakil Bupati, Ibu Silvia Pamero. Selain itu, juga dihadiri Sekda Kapuas Hulu, Ir. H. Muhammad Sukri serta beberapa pejabat lingkup pemerintah kabupaten Kapuas Hulu dan juga perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Sebanyak 102 orang peserta Diksar saka wanabakti, berasal dari 7 Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu : SMA Negeri 1 Putussibau, SMA Negeri 2 Putussibau, SMA Negeri 1 Emabloh Hulu, SMA Negeri 1 Batang Lupar, SMK Negeri 1 Putussibau, SMK Negeri 2 Putussibau dan MAN Putussibau. Dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua peserta merupakan motivasi bagi para senior untuk mendidik adik-adik mereka agar menjadi insan yang kuat, mandiri, bertanggung jawab, dan tentunya menjadi pribadi-pribadi yang akan membanggakan sekolah dan orang tuanya. Pelaksanaan Diksa Saka Wanabakti BBTNBKDS tahun 2017 bertepatan dengan pelaksanaan puncak acara Festival Danau Sentarum Betung Kerihun, sehingga kehadiran peserta di Pulau Sepandan yang menjadi bagian pelaksanaan Festival sangat terasa manfaat dan perannya dalam mensukseskan acara festival tersebut. Kemampuan pemanduan, interpretasi, penjelajahan yang telah peserta peroleh langsung di praktekkan dengan memandu para pengunjung yang melakukan tracking di Pulau Sepandan. Kesigapan dan kepedulian lingkungan para peserta juga langsung mereka praktekkan dengan memberikan penyadaran kepada para pengunjung untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. "Adik-adik peserta Diksar Saka Wanabakti BBTNBKDS tahun 2017 betul-betul mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjadi pramuka saka wanabakti yang tangguh dan handal serta menjadi generasi penerus di Kabupaten Kapuas Hulu" ucap Bapak Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH di sela-sela kunjungannya. Beliau juga menyampaikan kepada pihak BBTNBKDS terimakasih atas upaya yang telah dilakukan dalam mendidik generasi-generasi muda Kapuas Hulu untuk mencintai alam dan lingkungannya. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Penguatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Balai Besar KSDA Riau

Kampar, 30 Oktober 2017. Balai Besar KSDA Riau bersama Yayasan Pemerhati Konservasi (YAPEKA), INDECON dan WWF melakukan pendampingan dalam rangka meningkatkan kemampuan aparatur desa yang ada di dalam dan disekitar SM Bukit Rimbang Bukit Baling dalam menyusun RPJMDes (Rencana Pembangunan jangka menengah Desa) pada hari Senin, tanggal 30 Oktober 2017 di kantor Camat Kampar Kiri Hulu, Kab.Kampar, Prov. Riau. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan sekaligus melakukan pendampingan dalam penyusunan RPJMDes agar sejalan dengan arah pengelolaan kawasan konservasi SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Materi yang disampaikan adalah arah pengelolaan SM Bukit Rimbang Bukit Baling dalam kerangka Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK). Dalam penyampaiannya, Kepala Bidang KSDA Wil. I Mulyo Hutomo dan Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin memberikan pemahaman kepada para pihak tentang arah pengelolaan SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Selain itu disampaikan materi dari Dinas PMD Kab Kampar tentang Pengenalan Regulasi Desa (UU,PP dan Permen) dan Materi Urgensi Review RPJM Desa sesuai Potensi Setempat dan Regulasi Perencanaan Pembangunan. Yayasan Pemerhati Konservasi menyampaikan materi tentang Mengintegrasikan Kegiatan Kegiatan yang Mendukung Pelestarian Kawasan Konservasi Bukit Rimbang Bukit Baling ke dalam Dokumen RPJMDes atau RKP Desa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pembukaan kawasan perkebunan, perburuan satwa, pemukiman illegal, pertambangan dan lain lain yang dapat menimbulkan penurunan kualitas ekologi sehingga habitat harimau dan mata pencaharian menurun. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kebutuhan pengelolaan sumber daya alam/lingkungan hidup guna mendukung pembangunan desa yang lestari dan upaya konservasi bisa sejalan. Sehingga masyarakat desa yg berada di dalam kawasan SM Rimbang Baling tetap bisa eksis dan kelestarian kawasan tetap terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Kalimantan Barat Kembali Fasilitasi Forum Air di TWA Bukit Kelam

Sintang, 31 Oktober 2017. Balai KSDA Kalbar belum lama ini melakukan pertemuan non formal dengan masyarakat sekitar TWA Bukit Kelam. Pertemuan tersebut di hadiri Kepala Balai, Kepala SKW II Sintang, Tim dari PJLHK, Pemuka Masyarakat sekitar TWA Bukit Kelam serta para pelaku usaha air kemasan yang memanfaatkan sumber air dari kawasan. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai menyampaikan tentang pemanfaatan jasa lingkungan air di kawasan konservasi. Kebutuhan akan air bagi masyarakat khususnya masyarakat sekitar TWA Bukit Kelam serta masyarakat di Kabupaten Sintang dan sekitarnya merupakan hal yang tidak dapat tergantikan dan mutlak ketersediaannya. Oleh sebab itu ketersediaan air yang baik untuk dikonsumsi sangat tergantung dari kualitas lingkungan sekitar, terutama kondisi kawasan hutan TWA Bukit Kelam. Disamping kondisi lingkungan juga ditentukan dalam pola pemanfaatannya, pemanfaatan yang tidak diatur dengan baik akan menggangu keberlanjutan ketersediaan air yang mencukupi bagi masyarakat sekitar secara umum. Sehingga dalam memberikan akses bagi masyarakat sekitar kawasan dalam memenuhi kebutuhan air harus dilakukan pengaturan dan pola pemanfaatannya harus berpedoman pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di SM, TN, THR dan TWA, kemudian peraturan tersebut ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Dirjen PHKA Nomor SE. 01/IV-PJLKKHL/2014 tentang Izin Pemanfaatan Air (IPA) dan Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA), serta Pertimbangan Teknis untuk Permohonan Izin Usaha Pemanfaatan Air (IUPA) dan Izin Usaha Pemanfaatan Energi Air (IUPEA) di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam, demikian disampaikan Kepala Balai KSDA Kalbar. TWA Bukit Kelam sebagai kawasan konservasi yang merupakan penyangga utama kehidupan dalam memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Sintang, mutlak harus diatur didalam pemanfaatan air yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok yang telah diberi nama “Forum Air”. Balai KSDA Kalbar sebagai pengelola kawasan TWA Bukit Kelam mendorong pelaku pengguna air untuk mengajukan permohonan Izin Pemanfaatan Air (IPA) Non Komersial. Dengan harapan, apabila masyarakat sudah memperoleh izin IPA dapat lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan pemanfaatan air sesuai aturan yang berlaku. Hal tersebut diperlukan asistensi atau pendampingan dari Direktorat terkait dan dalam hal ini Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi Ditjen KSDAE disamping petugas dari Balai KSDA Kalbar melalui SKW II Sintang. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai juga menyampaikan akan menggerakkan kembali forum air yang dulunya telah terbentuk, dan segera menetapkan melalui Surat Keputusan. Kepala Balai akan mendorong Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi dan Lembaga Kemitraan untuk menyelenggarakan sosialisasi kebijakan pemanfaatan air di kawasan konservasi baik yang komersial maupun non komersial. Dengan harapan, masyarakat pemanfaat air dapat memahami aturan-aturan yang berlaku dalam pemanfaatan air di kawasan konservasi termasuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemanfaat air terutama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara. PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan air pun telah diakomodir pada Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2014 tentang PNBP Bidang Kehutanan. Kepala Balai juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli menjaga kawasan konservasi khususnya TWA Bukit Kelam, serta mengharapkan kontribusi nyata dari masyarakat dalam ikut serta menjaga dan melestarikan TWA Bukit Kelam. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

BKSDA Bengkulu Resmikan Kantor KPHK Enggano

Bengkulu, 28 Oktober 2017. Kepala Balai KSDA Bengkulu meresmikan Kantor KPHK Enggano di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Acara peresmian dihadiri oleh seluruh pihak kunci di Pulau Enggano, yaitu Tokoh Masyarakat Adat Enggano, Aparat Desa, Aparat Pemerintahan Kecamatan, Koramil, Polsek, dan Pos Lanal. Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar, hadir di Pulau Enggano didampingi oleh Kepala Subbagian TU, M.Mahfud, S.Hut., M.Sc., dan Kepala SKW I Curup, Jaja Mulyana, S.Sos. Pulau Enggano dengan luas 39.586,74 ha, merupakan salah satu pulau terluar dari Gususan Kepulauan NKRI. Pulau ini terpisah sejauh sekitar 120 km dari Pulau Sumatera. Kawasan hutan negara memiliki porsi yang signifikan, mencapai 36% dari total luas kawasan. Dengan luas Kawasan konservasi sendiri mencapai 22,06% dari total keseluruhan luas Pulau Enggano. Terdapat enam unit kawasan konservasi di Pulau Enggano, yaitu CA Tanjung Laksaha, CA Sungai Bahewo, CA Teluk Klowe, CA Kioyo I & II, dan TB Gunung Nanu’ua. Seluruh kawasan konservasi di Pulau Enggano berada dalam wilayah kelola KPHK Enggano. Operasionalisasi KPHK Enggano merupakan salah satu program prioritas Balai KSDA Bengkulu tahun 2017. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas personil, sarana prasarana, dan memperluas jaringan kerja. Sejak awal tahun 2017, telah ditempatkan 7 orang personil lapangan (Rasio personil terhadap kawasan 1:1.325 Ha). KPHK Enggano juga dilengkapi oleh 1 unit kendaraan roda empat, 1 unit kapal motor, 2 unit kendaraan roda dua. Sebelum kantor KPHK ENggano diresmikan, KPHK Enggano hanya difasilitasi oleh bangunan pos seluas 36 m2. Dengan dibangunnya kantor KPHK Enggano, diharapkan pengelolaan kawasan konservasi di Pulau Enggano dapat meningkat. Sumber: Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Intensifikasi Pengelolaan Taman Buru Ko’Mara Melalui Pelibatan Masyarakat

Makassar, 27-28 Oktober 2017. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan workshop dalam rangka intensifikasi pengelolaan Taman Buru Ko’mara melalui pelibatan masyarakat di Hotel Harper Perintis. Dalam kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini, turut hadir Direktur KKH Ir. Bambang Dahono Adji,. MM,.M.Si yang dalam pembukaan kegiatan ini menyampaikan pentingnya sinergi antar pihak BBKSDA Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Takalar, dan masyarakat sekitar kawasan Taman Buru Ko’mara, sekaligus menyampaikan arahan dengan judul Mengatur Pengusahaan Wisata Buru Sebagai Solusi Pencegahan Perburuan Ilegal sekaligus meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU penguatan fungsi melalui kolaborasi antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan 3 Desa yaitu Desa Ko’mara, Barana dan Cakura yang berbatasan dengan Taman Buru Ko’mara dan penguatan fungsi kolaborasi melalui pendampingan dalam rangka pelibatan masyarakat oleh LSM Tenaga Layanan Kehutanan Masyarakat Materi workshop yang disampaikan oleh 10 narasumber yang pada sesi pertama dimulai dari Kepala Balai BKSDA Sulawesi Selatan, Ir. Dody Wahyu Karyanto,. MM dengan materi Model intensifikasi fungsi Taman Buru Ko’mara, kemudian dilanjutkan oleh Kasubdit Pemanfaatan Jenis, Nunu Anugrah S.Hut,. Msc dengan materi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perburuan, lalu dilanjutkan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani DR.Ir Agus Budi Santosa dengan materi pengusahaan wisata buru. Sesi pertama ini dimoderasi oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku. Pada Sesi kedua materi tentang izin berburu, Pengawasan dan pengendalian oleh Kasubdit Bintibluh Dit. Bimas Polda Sulsel AKBP. Hj. Faizah Faizal,. S.Sos, dilanjutkan dengan materi Pandangan Perburuan menurut Perbakin oleh Ketua Bidang berburu Perbakin Provinsi Sulsel, Irawan Abadi, SS,. M.Si dan dilanjutkan dengan Pandangan Masyarakat dalam Pengelolaan Taman Buru Ko’mara oleh tokoh masyarakat sekaligus Bupati Takalar terpilih periode 2017-2022 H. Syamsyari Kitta,. S.Pt., MM yang dimoderasi oleh Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Ir. Sahdin Zunaidi, M.Si. Pada sesi terakhir, materi Pola Kemitraan Masyarakat dalam Pengelolaan Jasa Wisata oleh dosen Fakultas Kehutanan Unhas, DR. Muhammad Alif. K. S., S.Hut., M.Si, kemudian dilanjutkan dengan materi Pemulihan Ekosistem Blok Buru oleh Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. DR. Ir. Ngakan Putu Oka., M.Sc, dan materi terakhir Studi Kasus Keberhasilan Model Kemitraan oleh Direktur Tenaga Layanan Kehutanan Masyarakat, Ir. Muh. Ichwan K., S.Hut., M.Hut., IPP, dimoderasi oleh Widyaiswara Balai Diklat Lingkungan Hidup Kehutanan Makassar DR. Muhammad Arif Muhammadiyah, S.Hut., M.Si . Diakhir sesi kemudian dilaksanakan penandatanganan rumusan intensifikasi pengelolaan Taman Buru Ko’mara yang telah dirumuskan bersama selama sesi workshop berlangsung. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Untuk Pengembangan Wisata Bahari TWA Teluk Lasolo

Kendari, 30 Oktober 2017. Balai KSDA Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE melakukan kegiatan Sosialiasi Pengembangan Wisata Alam Bahari di Taman Wisata Alam Teluk Lasolo. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 27 Oktober 2017, bertempat di Desa Labengki (kawasan TWA. Teluk Lasolo) Kabupaten Konawe Utara dan dihadiri oleh Kepala Desa dan warga Desa Labengki yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar dalam pengembangan wisata bahari TWA. Teluk Lasolo. Kepala balai KSDA Sulawesi Tenggara, Bpk. Ir. Sri Winenang, M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pulau labengki (kawasan TWA. Teluk Lasolo) merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan Sulawesi Tenggara yang sudah dikenal baik dalam negeri maupun luar negeri dan sampai saat ini di TWA Teluk Lasolo ada 2 (dua) operator wisata yakni Labengki Nirwana Resort (LNR) dan Wisata Pulau Labengki (WPL). Pada kesempatan ini pula selaku narasumber Sekditjen KSDAE, Bpk. Ir. Hery Subagiadi, M.Sc, dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam pengembangan Wisata Alam harus melibatkan masyarakat sekitar yang sehari-harinya beraktifitas di sekitar lokasi tersebut antara lain dalam hal penyedia konsumsi, guide, home stay dan lain-lain. Selanjutnya Sekditjen KSDAE dan Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan berupa tong/tempat sampah dengan maksud agar masyarakat Desa Labengki selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Selain itu Sekditjen KSDAE juga melakukan pelepas liaran Kepiting Kenari (Birgus latro) yang merupakan F2 dari salah satu penangkar dengan tujuan untuk mengembalikan Kepiting kenari ke habitat alaminya di pulau Labengki kecil dan meningkatkan jumlah populasinya. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Upacara Sumpah Pemuda Balai Besar KSDA Papua Barat

Sorong, 30 Oktober 2017. Memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-89, Senin 30 Oktober 2017 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat menyelenggarakan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar dan diikuti oleh segenap pegawai BBKSDA Papua Barat. Peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2017 ini mengambil tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu” dimana dalam upacara ini inspektur membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga. Dalam sambutannya Menpora menyampaikan besarnya peran para pemuda pada waktu itu dengan berbagai latar yang berbeda baik agama, suku, ras dan bahasa yang mau berikrar untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Ikrar ini yang 17 tahun kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 agustus 1945. Saat ini para pemuda Indonesia diharapkan dapat meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas bagi bangsanya, berani bersatu untuk melawan segala bentuk dan upaya yang ingin memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Sudah saatnya kita melangkah pada tujuan yang lebih besar yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Sekolah Binaan BBTN Lore Lindu Juara II Tingkat Nasional Karya Ilmiah Remaja

Palu, 30 Oktober 2017. Selain mengelola kawasan konservasi, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) juga berperan aktif dalam pembinaan siswa sekolah yang ada di Kota Palu melalui serangkaian kegiatan visit to school. Selain mempromosikan potensi yang terdapat di dalam kawasan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak para siswa dalam melakukan kegiatan pendidikan lingkungan dan penelitian terkait potensi tersebut. Salah satu sekolah menengah atas (SMA) yang cukup berprestasi dalam melakukan kegiatan penelitian tentang satwa prioritas di TNLL adalah SMA Al-Azhar Mandiri Palu. Sekolah yang terakreditasi A ini merupakan salah satu SMA yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah. Selain memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya bersifat wajib, SMA Al-Azhar Mandiri Palu juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswanya yang antara lain berupa kegiatan penulisan karya ilmiah. Menangkap potensi keunikan flora dan fauna endemik Sulawesi yang terdapat di TNLL, tim sekolah ini yang terdiri dari Herdhita Asya Putri dan Nabila Triana, didampingi oleh Guru Pendamping yaitu Akhlis, S.Pd., M.P., dan Ahmad Maulidi, S.Pd., M.Pd, berkoordinasi dengan Balai Besar TNLL untuk mengikuti Karya Ilmiah Remaja XLIX Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Atas dasar arahan, bimbingan, serta penyampaian data dan informasi dari Balai Besar TNLL, tim tersebut bersama Mentor dari LIPI, Dr. Dewi Prawiradilaga, dan Pembimbing Utama, Bayu Satriawan, S.Kom., S.Pd., sepakat untuk mengangkat Judul “Identifikasi Tanda Berbiak, Karakter Lubang Peneluran dan Perilaku Bertelur Maleo (Macrocephalon maleo) untuk Meningkatkan Upaya Keberhasilan Konservasi in situ di Saluki Taman Nasional Lore Lindu”. Yang menjadi latar belakang tim dalam menentukan tema dan judul karya ilmiah antara lain bahwa Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi dan masuk dalam kategori genting (endangered) oleh IUCN. Selain itu adanya kesadaran mereka akan pentingnya kelangsungan hidup Burung Maleo ditinjau dari segi tingkah laku dalam bertelurnya. Setelah selama kurang lebih 3 bulan melakukan serangkaian kegiatan penelitian di pembinaan habitat Burung Maleo di Saluki TNLL, proses penulisan karya ilmiah, dan presentasi hasil serta perbaikan di Kantor Balai Besar TNLL, para peserta didik SMA Al-Azhar Mandiri Palu mengajukan karyanya dalam proses penilaian. Dari 52 finalis tingkat nasional yang lolos seleksi, akhirnya pada tanggal 23-26 Oktober 2017 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Indonesia Science Expo 2017, panitia seleksi mengumumkan bahwa SMA Al-Azhar Mandiri Palu berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional. Atas prestasi tersebut maka mereka berhak mendapat kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Internasional Tahun 2018 di Amerika Serikat. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Sumpah Pemuda Ala Tramp Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 28 Oktober 2017. Bertempat halaman depan kantor di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), telah dilaksanakan Upacara Pendakian TRAMP Bersih Gunung dan Konservasi 2017 memperingati “Sumpah Pemuda” dengan tema “Menuju Zero Plastik 2018 Gede Pangrango”. Kegiatan ini diikuti sebanyak 200 peserta yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi pendaki gunung, marinir, dan masyarakat umum. Kegiatan ini diawali dengan adanya salah satu anggota TRAMP tahun 1977 yang kecelakaan saat mendaki di Puncak Gunung Pangrango, maka untuk mengenang hal tersebut TRAMP mencanangkan Program Pendakian Sumpah Pemuda Bersih Gunung dan Konservasi hingga saat ini dan melibatkan peserta dari luar dalam pelaksanaannya. Operasi bersih gunung ini dilakukan selama dua hari yaitu tanggal 28 s/d 29 Oktober 2017 dan terbagi menjadi 30 regu, dengan route pembersihan start jalur Cibodas dan finish Alun – Alun Mandalawangi Gunung Pangrango. “TRAMP setiap tahun mengadakan Pendakian Sumpah Pemuda bekerjasama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ikut menjaga kebersihan gunung tersebut. Dalam kesempatan ini TRAMP ikut mensosialisasikan Program Zero Plastik 2018 Gunung Gede Pangrango. Kegiatan Sumpah Pemuda ini sebagi soft launching dari program tersebut, diharapkan para peserta akan ikut mensosialisasikan kepada komunitas-komunitas mereka nanti”, pungkas Samsuri Syafei selaku wakil ketua pelaksanaan kegiatan Pendakian Sumpah Pemuda Bersih Gunung dan Konservasi. Upacara kegiatan ini dibuka oleh Kepala Resort PTN Cibodas (Nurkholis) beserta jajaran staf Resort PTN Cibodas mewakili Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dalam sambutannya, Kepala Resort PTN Cibodas (Nurkholis), berpesan agar setiap peserta Bersih Gunung dan Konservasi 2017 ini dapat menjaga kesehatan dan keselamatan serta berharap sampah plastik di Gunung Gede – Pangrango dapat bersih setelah kegiatan ini selesai. Hari Kedua, Minggu 29 Oktober 2017 seluruh regu turun dari Gunung Pangrango menuju pintu masuk pendakian Resort PTN Cibodas dan sampah yang berhasil diturunkan sebanyak 819 Kg. Seperti kita ketahui Gunung Gede - Pangrango ini adalah gunung yang favorit bagi para pendaki sekitar Jabodetabek dan Bandung sehingga jumlah sampah yang ada cukup memprihatinkan. Semoga dengan atau setelahnya kegiatan ini dapat menjadikan para pendaki gunung khususnya para pendaki Gunung Gede Pangrango memiliki kesadaran yang lebih mengenai bahaya membuang sampah plastik, karena waktu terurainya sampah plastik memiliki waktu yang lama yaitu 100 tahun. “Bersih Alamku, Bersih Jiwa dan Ragaku” Sumber: Randi – Staf Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Diskusi Terarah Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem TN Gunung Palung

Ketapang, 27 Oktober 2017. Pada tanggal 27 Oktober 2017 bertempat di Hotel Aston Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung dengan dukungan IJ-REDD+ Project menyelenggarakan Diskusi Terarah Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Peserta yang hadir dalam diskusi meliputi Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai TNGP, staf data Balai TNGP, dan perwakilan dari Yayasan ASRI. Diskusi terarah menghadirkan narasumber Bp. Tukirin Partomihardjo dari Puslit Biologi LIPI dan Bp. Sudarsono dari SUMITOMO. Acara diskusi dibuka oleh Kepala Sub Direktorat Pengendalian dan Pengelolaan KSA/KPA, Direktorat Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE Bp. Jefri Susyafriyanto. Dalam sambutannya beliau berharap bahwa diskusi dapat terarah dan tepat sasaran sehingga dapat membawa dampak pada pelaksanaan pemulihan ekosistem. Agenda diskusi dilanjutkan dengan paparan yang disampaikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Koordinator PEH Balai TNGP, Staf Yayasan ASRI dan diakhiri oleh paparan dari Narasumber. Setelah paparan dilanjutkan dengan diskusi teknis untuk penyusunan dokumen RPE. Diskusi terarah penyusunan RPE menghasilkan beberapa catatan penting yaitu : lokasi pemulihan ekosistem, rencana kunjungan lokasi, lokasi pengecekan dan rencana kegiatan penyususan dokumen RPE. Sumber: BTN Gunung Palung
Baca Berita

Memperingati Hari Sumpah Pemuda Balai Taman Nasional Tambora Gelar Pendakian Bersama

Mataram - 30 Oktober 2017, Berbagai cara dilakukan Balai Taman Nasional Tambora untuk mempublikasikan potensi kawasan. Cara ini merupakan hal yang wajib dilakukan mengingat kawasan ini diresmikan Presiden RI tahun 2015 lalu bertepatan dengan festival “Dua Abad Tambora Menyapa Dunia”. Dalam kesempatan kali ini bertepatan dengan momentum peringatan hari sumpah pemuda, Balai Taman Nasional Tambora menggelar pendakian bersama melalui Jalur Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Pendakian bersama ini bertujuan mempublikasikan beberapa atraksi wisata yang dapat dikembangkan di Taman Nasional Tambora khususnya jalur pendakian Piong. Jalur Pendakian Piong memiliki karakteristik yang istimewa dimana sepanjang kiri dan kanan jalur pendakian terhampar luas hutan savanna. Jalur ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan double garden sampai Pos 5 (pos pendakian terakhir). Untuk melanjutkan ke puncak Tambora pendaki hanya membutuhkan waktu + 2 jam dengan berjalan kaki dari Pos 5. Kegiatan pendakian bersama dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang digelar tanggal 27 sd 28 Oktober 2017 ini diikuti kurang lebih 150 orang. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Balai Diklat LHK Kupang dan tim, Kepala KPH Tambora dan tim, Kepala Pos Vulkanologi Gunung Tambora, Tim SKW III Balai KSDA NTB, Tim Bappeda Kabupaten Bima, Tim Dinas Pariwisata Kab. Dompu, aparat TNI dan POLRI, Kepala Desa Piong dan Oi Saro, Komunitas Trabas dan offroad Bima, KPA Alguran, KPA K-PATA, anggota MPA dan lain-lain. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang digelar dalam kesempatan tersebut, antara lain : 1). Gerakan tanam dan pelihara 25 pohon selama hidup; 2). Atraksi kesenian “sadrah” (perpaduan antara rebana dan pantun yang disajikan dalam bahasa bima yang maknanya mengajak untuk melestarikan Gunung Tambora); 3). Sosialisasi Taman Nasional Tambora dan mengenalkan jalur pendakian Piong Kabupaten Bima; 4). Kemah Bakti Forum Peduli Tambora; 5).Pendakian ke Puncak Tambora; dan 6). Pembacaan ikrar sumpah pemuda. Kegiatan tapak pemuda yang dilakukan dengan tracking dari Pos 5 menuju puncak Tambora diikuti seluruh peserta dimana pada kesempatan tersebut tercatat dalam sejarah pendaki termuda yang berhasil mencapai puncak tambora atas nama Amelia usia 8 tahun putri pertama Sdr. Maulana Ustadz pegawai Balai KSDA NTB. Event ini akan menjadi kegiatan rutin Balai Taman Nasional Tambora sebagai media membangun komitmen untuk mengelola taman nasional secara bersama. Inilah cara baru Balai Taman Nasional Tambora mengelola kawasan yaitu dengan membangun kesadaran kolektif (collective awareness) untuk mewujudkan empat prinsip governance, yaitu partisipatif, keterbukaan, tanggungjawab kolektif dan akuntabilitas. “The Sound From Caldera” Sumber : Balai TN Tambora
Baca Berita

Membangun Sinergitas Pengelolaan Taman Wisata Alam di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Sintang, 30 Oktober 2017. Dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah II Sintang tanggal 27 – 29 Oktober 2017, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II beserta tim dari Direktorat PJLHK melakukan koordinasi dengan Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno,M.Med.Ph. Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pariwisata serta Bagian Biro Hukum Kabupaten Sintang. Koordinasi berjalan dengan santai di Ruang Pendopo Kantor Bupati. Bupati Sintang menyambut baik kedatangan Kepala Balai KSDA Kalbar beserta tim dalam rangka mensinergikan program-program Balai KSDA Kalbar dalam pengelolaan kawasan TWA Baning dan TWA Bukit Kelam khususnya yang berhubungan dengan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sintang menyampaikan bahwa TWA Baning dan TWA Bukit Kelam merupakan ikon daerah Kabupaten Sintang, sehingga dalam pengelolaannya harus bersinergi. Permasalahan-permasalahan yang ada diharapkan dapat dikomunikasikan dengan baik antara pihak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sehingga dapat diselesaikan dan tidak menjadi hambatan dalam pengelolaan kedepannya. Bupati Sintang menyampaikan rencana pelaksanaan Festival Bukit Kelam Tahun 2018. Pada kesempatan ini Kepala Balai KSDA Kalbar menyampaikan kemungkinan-kemungkinan untuk dilakukan kerjasama kemitraan melalui MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Kepala Balai KSDA Kalbar juga menyampaikan mengenai rencana pengelolaan yang saat ini dalam proses penyusunan dan diharapkan dapat bersinergi dengan program pemerintah daerah. Rencana Pengelolaan ini diharapkan mampu mengakomodir kepentingan bersama dengan menyatukan visi dan misi pengelolaan sehingga mampu menjadikan TWA Bukit Kelam dan TWA Hutan Baning sebagai objek wisata tidak hanya berskala lokal, tapi juga nasional dan internasional. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Berani Bersatu di Sumpah Pemuda 2017

Medan, 30 Oktober 2017. Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017, untuk lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Propinsi Sumatera Utara, digelar dilapangan upacara Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, jln. Selamat Medan, pada Senin, 30 Oktober 2017. Upacara yang dihadiri unsur pejabat dan pegawai lingkup UPT Kementerian LiHK Propinsi Sumatera Utara, dengan inspektur upacara Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., mengangkat thema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, dalam sambutannya yang dibacakan inspektur upacara menyampaikan, bahwa delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu, Indonesia. Ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Imam Nahrawi juga menekankan, bahwa kita selayaknya patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. “Namun, anehnya justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali memvonis orang, mudah sekali terpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian,” ujar Hotmauli Sianturi sembari membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga. Oleh karena itu, api sumpah pemuda harus terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagaman dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh diatas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan, tegas Hotmauli mengakhiri sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pembinaan Masyarakat Pemanfaat Air di Wilayah SPTN II BTN Gunung Merapi

Boyolali, 30 Oktober 2017. Hari Senin, 30 Oktober 2017 dilaksanakan pembinaan dan evaluasi bagi para kelompok pemegang Izin Pemanfaat Air (IPA) Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), terutama yang berada di wilayah Kecamatan Musuk dan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Di Wilayah ini sudah ada 3 kelompok masyarakat pemegang IPA yaitu kelompok IPA Tirta Wening Sangup yang memanfaatkan mata air Goa Lawa, kelompok IPA Manunggal Cluntang yang memanfaatkan mata air Jelok serta Kelompok IPA Mulya Subur Mriyan yang memanfaatkan mata air Gua Lowo.r Harapannya dengan pembinaan ini kegiatan pemanfaatan air oleh masyarakat yang bersifat non komersil dapat terus terpantau kegiatannya dan kelestarian sumber mata air yang dimanfaatkan dapat terjaga serta izin pemanfaatan yang diberikan tidak disalahgunakan. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Camat Musuk dan arahan disampaikan oleh Ka.SPTN II BTNGM serta materi disampaikan oleh Bapak Purnama, dari BTNGM. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari Muspika Musuk, Kades Mriyan, Kades Cluntang, Kades Sangup dan perwakilan dari Kelompok Pemegang IPA. Dalam kesempatan kali ini, dikemukakan permasalahan-permasalahan yang ada selama ini, dan alternatif solusinya. Karena koordinasi biasanya terlihat mudah, tetapi pada kenyataannya terkadang sulit dilaksanakan. Kedepannya, koordinasi tetap dilaksanakan antar kelompok pemanfaat air maupun dengan pihak TNGM. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Upaya Pencegahan Karhutla & Illegal Logging di Kab. Kampar, Provinsi Riau

Kampar, 30 Oktober 2017. Balai Besar KSDA Riau melakukan koordinasi dengan Camat, Muspika, Danramil dan Kapolsek Lipatkain di Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Kecamatan Kampar Kiri. Koordinasi tersebut dalam rangka membangun komitmen bersama terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan illegal logging di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pada kesempatan tersebut Tim yang dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, Laskar Jaya Permana, SE., juga melakukan pemasangan papan himbauan bahaya dan sanksi terhadap kegiatan illegal di kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Sumber : Laskar J.P. - Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 9.553–9.568 dari 11.141 publikasi