Kamis, 23 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Warga Medan Marelan Serahkan Monyet Ekor Panjang

Medan, 18 Agustus 2023. Lagi warga menyerahkan 1 (satu) ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Pelabuhan Belawan pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat. Kali ini Gambang Susanto, warga Jalan Marelan IV, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yang menyerahkannya pada Rabu 16 Agustus 2023. Penyerahan ini berawal dari adanya laporan petugas Dinas Pemadan Kebakaran Kota Medan kepada petugas Resort Pelabuhan Belawan tentang adanya warga yang ingin menyerahkan monyet ekor panjang kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Menindaklanjutinya, petugas Resort Pelabuhan Belawan bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia menyambangi lokasi dan bertemu dengan pemilik satwa, Gambang Susanto, yang menuturkan bahwa monyet tersebut sudah dipelihara selama 4 tahun. Dikarenakan sering lepas dari kandangnya, Gambang khawatir dikemudian hari satwa ini akan menyerang manusia. Dengan alasan itu, Gambang berinisiatif untuk menyerahkannya kepada petugas. Tidak menunggu waktu lama, monyet berkelamin jantan ini segera dievakuasi oleh petugas dan menitipkannya di Yayasan Scorpion Indonesia untuk dilakukan periksaan kesehatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan di habitat alaminya. Sumber : Joni Agustinus Pasaribu, SP. (Polhut Muda) dan Fuad Khalil Harahap, S.Hut. (Polhut Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tuntong Laut Diserahkan Warga Desa Tanjung Ibus

Desa Tanjung Ibus, 18 Agustus 2023. Berawal dari informasi warga tentang adanya penemuan satwa liar jenis Tuntong Laut (Batagur borneoensis) pada Senin, 14 Agustus 2023. Keesokan harinya, Selasa 15 Agustus 2023, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat bersama dengan lembaga mitra Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) menemui warga tersebut. Adalah M. Aliandi Saputrayang, warga Jalan Dusun XIII Mekah Pematang Buluh, Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, yang juga anggota salah satu kelompok tani hutan (KTH) binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, menemukan satwa liar tersebut di parit di belakang rumahnya dan ingin menyerahkannya kepada petugas. Berdasarkan hasil pengecekan Tim YSLI, Tuntong Laut yang berjenis kelamin betina, dalam kondisi sehat (tidak ada luka dan tidak ada kail yang berada di tubuhnya). Karena hasil observasi menunjukan bahwa satwa dalam kondisi sehat dan agresif, Tim memutuskan menitipkannya di kolam pembesaran Tuntong Laut di Desa Selotong, guna menjalani perawatan dan rehabilitasi. Sebelum dimasukan kedalam kolam pembesaran, dilakukan penandaan microchip dengan nomor tagging 84366DA. Sumber : Adi Maulana (Polisi Kehutanan Mahir) dan Rizki Pramana Putra (Polisi Kehutanan Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Warga Desa Silima Kuta Serahkan Kukang

Desa Silima Kuta, 15 Agustus 2023. Di momen peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun ini, Sondang Berasa, warga jl. Kuta Kersik Singgabur, Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitelu Tali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, menyerahkan 1 (satu) individu Kukang (Nycticebus coucang) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, pada Senin 14 Agustus 2023. Dalam keterangannya kepada petugas, Sondang Berasa menjelaskan, pada awalnya Kukang tersebut ditemukan di jalan pada malam hari dan sudah dipeliharanya sekitar 1 bulan. Sondang Berasa tidak tahu jika Kukang ini merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi undang undang. Saat mau diserahkan kepada temannya, karena merasa bosan dan kesulitan dalam pemberian pakannya, temannya menjelaskan bahwa satwa tersebut merupakan satwa dilindungi. Kemudian Sondang dan temannya sepakat untuk menyerahkan Kukang kepada instansi pemerintah yang bergerak dibidang konservasi satwa liar. Lalu mereka menghubungi salah satu petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang dijalin komunikasi sampai akhirnya pada Senin 14 Agustus 2023, dilakukan penyerahan satwa liar tersebut ke petugas Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Setelah melihat kondisi fisik Kukang dalam keadaan sehat, petugas kemudian mengevakuasi satwa tersebut dan menitipkannya ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Sumber : Marihot Solin (TPHL Resort Siranggas) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Gajah TWA Holiday Resort Semarakkan HUT Labusel Ke 15

Kota Pinang, 15 Agustus 2023. Memperingati Hari Ulang Tahun (Hari Jadi) Kabupaten Labuhan Batu Selatan Ke 15 sekaligus rangkaian memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 78, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhan Batu Selatan mengadakan kegiatan pameran pembangunan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Manggala Agni Daops Sumatera III mendapat undangan kehormatan berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut. Momen spesial ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, bukan hanya mengisi stand pameran dengan berbagai informasi berkaitan kawasan konservasi, khususnya TWA Holiday Resort dan juga informasi tentang keanekaragaman hayati, tetapi yang juga tak kalah menariknya adalah unjuk kemampuan gajah terlatih dari TWA Holiday Resort, Merry serta Nur Halimah, dalam melakukan pengalungan karangan bunga kepada Bupati dan Wakil Bupati Labuhan Batu Selatan, pada Minggu 13 Agustus 2023. Kebolehan kedua gajah menjalankan tugas pengalungan bunga tersebut mendapat apresiasi dan decak kagum dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda Labuhan Batu Selatan, serta seluruh pengunjung yang hadir pada saat itu. Kehadiran satwa liar yang dilindungi undang-undang ini di giat pameran pembangunan, dimanfaatkan juga oleh petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan edukasi pengenalan satwa gajah serta perlunya melindungi dan melestarikan bukan hanya satwanya saja, tetapi juga habitat dari gajah tersebut. Sosialisasi dan edukasi ini dikaitkan pula dengan momentum peringatan Hari Gajah Sedunia yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 12 Agustus. Peringatan Hari Gajah Sedunia bertujuan untuk memberi tahu dunia bahwa kelangsungan hidup gajah terutama di Asia dan Afrika sudah terancam punah, sehingga dengan adanya Hari Gajah Sedunia diharapkan kepedulian masyarakat semakin meningkat. Melihat respon yang luar biasa dari pengunjung stand pameran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara untuk mengagendakan kegiatan yang sama di tahun-tahun mendatang serta meningkatkan kuantitas dan kualitas dari materi pameran, sehingga pengunjung sepulangnya dari menyaksikan pameran akan mendapat manfaat ganda berupa informasi, pengetahuan serta inspirasi agar giat melakukan upaya konservasi alam di lingkungannya. Sumber : Suyono, SH., M.Si. (Kepala SKW VI Kota Pinang) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Survey Harimau Sumatera Temukan Jerat

Dairi, 15 Agustus 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui petugas Resort Suaka Margasatwa (SM) Siranggas pada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Sidikalang bersama dengan lembaga mitra Yayasan SINTAS Indonesia melaksanakan giat Sumatran Wide Tiger Survey (SWTS), mulai tanggal 5 Agustus s.d 17 Agustus 2023. Kegiatan ini untuk mengetahui keberadaan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan persebaran satwa yang menjadi pakan dari Harimau Sumatera. Titik survey yang menjadi target adalah Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Desa Laksa Kecamatan Pegagan Hilir dan Desa Dolok Tolong Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Kegiatan survey ini secara umum dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas. Selama melaksanakan kegiatan survey di Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Tim hanya menemukan adanya jejak dugaan satwa liar jenis kucing emas. Sedangkan pada Desa Laksa, Kecamatan Pegagan Hilir, Tim menemukan bekas cakaran beruang dan sosoran babi hutan. Kemudian di Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Tim menemukan banyak jejak satwa berupa kijang dan babi hutan di kawasan Hutan Lindung. Pada areal ini juga ditemukan jerat jenis kawat sling, yang biasa digunakan untuk menjerat babi hutan dan kijang. Jerat-jerat ini jelas akan mengancam dan membahayakan nasib satwa liar lainnya. Untuk mencegahnya Tim melakukan tindakan tegas dengan membuka, mengambil serta mengumpulkan jerat-jerat tersebut. Selain itu, sosialisasi dan edukasi dilakukan kepada masyarakat desa untuk tidak memasang jerat satwa secara sembarangan terutama di dalam kawasan hutan, karena terkadang jerat yang dipasang tidak hanya menjerat satwa yang diinginkan masyarakat namun bisa juga menjerat satwa lain termasuk jenis yang dilindungi, seperti Harimau Sumatera. Harimau Sumatera merupakan salah satu satwa kunci dan dilindungi oleh undang-undang sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MenLHK.Setjen/Kum.1/12/2018. Keberadaannya yang saat ini terancam punah patut menjadi perhatian agar tidak kehilangan satwa ini dikemudian harinya. Jangan jadikan satwa liar yang ada saat ini hanya menjadi kenangan bagi anak cucu kita kedepannya. Salam Lestari ! Sumber: Edisuanto Situmorang (TPHL SM Siranggas) dan Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Sumatera Utara Evakuasi Buaya Yang Diamankan Warga

Tapian Nauli, 14 Agustus 2023. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Konservasi Wilayah Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinang Sori, pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, menerima laporan dari Camat Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah tentang adanya warga yang telah mengamankan 1 (satu) ekor buaya di lokasi sungai Poriaha Lingkungan I, Kelurahan Tapian Nauli II, Selasa (8/8). Menindaklanjuti laporan, petugas Resort Konservasi Wilayah Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinang Sori bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) menyambangi lokasi dan berkoordinasi dengan Camat Tapian Nauli, Babinsa serta pemerintahan Kelurahan Tapian Nauli II. Dari keterangan warga, Berto Hutagalung, yang berprofesi sebagai nelayan, satwa buaya tersebut masuk dalam perangkap ikan (bolak) miliknya yang dipasang di pinggir sungai Poriaha. Usai menerima penjelasan, petugas memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga yang telah berkumpul, bahwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) termasuk jenis satwa yang dilindungi undang-undang sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. Petugas juga menghimbau warga untuk tetap waspada dalam melaksanakan aktivitas terutama di sekitar sungai, dan bila menemukan kembali keberadaan satwa buaya, agar segera melaporkannya kepada petugas. Usai sosialisasi, petugas segera mengevakuasi dan menitipkan buaya yang berjenis kelamin jantan, dewasa, panjang berukuran 2,6 meter dan berat 290 kg, ke penangkaran buaya mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara, UD. Alian Ruswan di Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Sumber : Lantas Hutagalung (Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori) dan Duhuso Zendrato (PEH Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Lagi, Pemusnahan Cadaver dan Pelepasliaran di HKAN 2023

Sibolangit, 14 Agustus 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, kembali melakukan giat pemusnahan cadaver serta pelepasliaran satwa, dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023, pada Kamis 10 Agustus 2023, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) dan Cagar Alam (CA) Sibolangit. Cadaver yang merupakan bangkai satwa hasil penitipan, baik yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dari Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dan Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, maupun dari penyerahan warga, yang selama ini disimpan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Ada sebanyak 16 cadaver yang dimusnahkan, yaitu : Bearded Dragon (Pogon sp.) 1 (satu) ekor penitipan Balai Gakkum Wilayah Sumatera tanggal 14 Maret 2021, 3 (tiga) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis), 3 (tiga) ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) dan 3 (tiga) ekor Lutung Emas (Trachypithecus auratus), hasil penyitaan yang dilakukan Polda Sumatera Utara dalam OTT jual beli online, dititip pada tanggal 10 Januari 2019, 3 (tiga) ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) penitipan Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera pada tanggal 17 Agustus 2021. Selain itu, turut dimusnahkan : 1 (satu) ekor Nuri Maluku (Eos bornea) penyerahan warga melalui Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan pada tanggal 26 September 2020, 1 (satu) ekor Elang Wallace (Nisaetus nanus) penyerahan warga ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada tanggal 9 Juli 2020 dan 1 (satu) ekor Jalak Putih (Sturnus melanoptera) merupakan penyerahan Balai Besar KSDA Jawa Timur ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan dititipkan pada tanggal 16 September 2020. Pemusnahan dilakukan untuk menghindari bibit penyakit yang ditimbulkan karena kondisi cadaver yang tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut, seperti pemeriksaan atau penelitian. Sedangkan yang dilepasliarkan ke kawasan CA. Sibolangit ada sebanyak 4 (empat) ekor, yaitu : Burung Rambatan sebanyak 1 (satu) ekor, Burung Kacer 2 (dua) ekor dan Kucing Hutan 1 (satu) ekor. Giat pemusnahan cadaver dan pelepasliaran di momen HKAN 2023 ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati, dengan tidak melakukan pemeliharaan, perburuan, pemasangan jerat dan perdagangan satwa liar dilindungi undang-undang baik dalam keadaan hidup maupun mati. Hadir pada Peringatan HKAN 2023 di kawasan TWA dan CA. Sibolangit, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Amenson Girsang, SP., MH. didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP Aritonang S.Sos, MH., Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit Four Ledys Tio Iriani Aritonang, ST., dan Staf lingkup Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH Peratama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

13 Barang Bukti Dimusnahkan di Momen Hari Konservasi Alam

Medan, 11 Agustus 2023. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti Tindak Pidana Kehutanan hasil penyerahan masyarakat korban interaksi negatif satwa liar dengan manusia serta temuan petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, pada Kamis 10 Agustus 2023, di lingkungan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, jl. Sisingamangaraja Km. 5,5 No. 14 Medan. Ada 13 barang bukti Tindak Pidana Kehutanan dan penyerahan masyarakat korban interaksi negatif satwa liar dan manusia serta temuan petugas, yang dimusnahkan hari itu, terdiri dari : 2 lembar kulit Harimau (1 korban interaksi negatif di Aek Natas pada tahun 2015, 1 penyerahan barang bukti dari Kejaksaaan Negeri Karo pada tanggal 26 Maret 2021 yang perkaranya sudah inkracht), 1 opsetan Harimau Sumatera (penyerahan barang bukti dari Ditkrimsus Polda Sumatera Utara pada tanggal 31 Mei 2019), 1 opsetan burung Rangkong (penyerahan masyarakat), 5 opsetan tanduk Rusa (1 penyerahan masyarakat dan 4 penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul), 5 ofsetan Penyu Sisik (dari gudang penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul), 44 lembar kulit Harimau berbagai ukuran (dari gudang penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul, dimana 1 lembar dengan ukuran 6,5 x 5 cm disisihkan oleh BRIN guna penelitian, sehingga yang dimusnahkan sebanyak 43 lembar), kuku dalam plastik 2 bungkus (dari gudang penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul), kulit Harimau ukuran 10 x 10 cm (dari gudang penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul), sisik Trenggiling sebanyak 15,5 kg (penyerahan barang bukti dari Kejaksaan Negeri Karo pada tanggal 17 Mei 2023 yang perkaranya sudah inkracht. 0,21 kg disisihkan oleh BRIN guna penelitian, sehingga yang dimusnahkan sebanyak 15,29 kg). Selain itu, 317 lembar Kulit Ular Gendang dan 38 lembar kulit Ular Sanca Batik (hasil penindakan petugas Resort Belawan pada tanggal 30 Mei 2017), 186 lembar kulit Ular Sanca Batik (hasil temuan petugas KPP Bea dan Cukai Belawan pada tanggal 8 Maret 2020), 1 bungkus kulit Harimau potongan kecil (dari gudang penyimpanan Mako SPORC Brigade Macan Tutul. Disisihkan oleh BRIN guna penelitian sebanyak 1 lembar ukuran 4 x 2,5 cm). Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada aparat penegak hukum jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Balai Gakkum Wilayah Sumatera, jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, instansi terkait Bea dan Cukai, Balai Karantina Pertanian, kalangan akademisi dari perguruan tinggi, aktivis dan lembaga-lembaga mitra yang peduli dengan konservasi alam, serta dari kalangan media massa, yang selama ini menunjukkan kepeduliannya sehingga berhasil menyelamatkan satwa yang dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun dalam keadaan mati (berupa opsetan dan bagian/organ tubuh satwa). “Kegiatan pemusnahan hari ini menjadi bukti adanya sinergitas yang baik yang dijalin antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan berbagai pihak dalam mengawasi serta melakukan penindakan dan penegakkan hukum dibidang konservasi alam, khususnya tumbuhan dan satwa liar. Kami berharap kedepan harmonisasi kerjasama dan kolaborasi yang baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Rudianto Saragih Napitu mengakhiri sambutannya. Terlihat hadir dalam acara pemusnahan ini, mewakili Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Balai Karantina Pertanian, Akademisi Universitas Sumatera Utara, lembaga mitra kerjasama, aktivis lingkungan serta media massa. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analisis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Aksi Nyata Gemuruh Hari Konservasi Alam di SM Pulau Rambut

Jakarta, 10 Agustus 2023. Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tanggal 10 Agustus 2023, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu memperingatinya dengan mengadakan beberapa kegiatan konservasi bersama mitra terkait di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Rambut. Peringatan HKAN ini merupakan upaya memasyarakatkan konservasi secara nasional sebagai sikap hidup dan budaya bangsa. HKAN juga menjaga semangat kesinambungan konservasi alam sebagai upaya perlindungan sumber daya alam dan ekosistemnya sebagai penyangga kehidupan. Mengangkat tema “Hapungkal Himba Kalingu” yang berarti “Jiwa yang Damai dalam Harmoni Rimba Belantara”, peringatan HKAN Tahun 2023 di Suaka Margasatwa Pulau Rambut mengingatkan kembali pada warga Ibukota Jakarta bahwa di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah mati ini, masih ada oase-oase hijau yang memiliki fungsi dan peranan penting bagi penyangga kehidupan manusia serta mampu menghadirkan kedamaian dalam jiwa. Tak hanya itu, hutan di Jakarta mengembalikan kita semua pada filosofi bahwa manusia tak bisa hidup tanpa alam dan harmoni antara manusia dan alam hanya tercipta bila kita saling menjaga. Dalam peringatan HKAN di Suaka Margasatwa Pulau Rambut yang dihadiri perwakilan Direktorat Teknis lingkup Ditjen KSDAE; perwakilan dinas terkait di Provinsi DKI Jakarta (Dinas Perhubungan, Dinas LH, dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota); Perwakilan Pemerintah Adm. Kepulauan Seribu (Lurah Untung Jawa, Tanjung Pasir, dan Pulau Pari); Kepolisian Resor Kepulauan Seribu; Kepala Pos TNI AL, mitra Kerjasama Balai KSDA Jakarta dan Taman Nasional Kepulauan Seribu; kelompok masyarakat binaan Balai KSDA Jakarta serta struktural dan staf lingkup Balai KSDA Jakarta dan Taman Nasional Kepulauan Seribu, prinsip saling menjaga diwujudkan dalam berbagai aksi nyata yaitu: a. Pelepasliaran 150 ekor tukik penyu sisik (Eretmochelys imbricata) sebagai upaya peningkatan populasi penyu sisik di perairan Kepulauan Seribu; b. Penanaman 250 bibit mangrove dengan system bedeng berjarak (modifikasi metode rumpun berjarak) untuk meningkatkan tutupan vegetasi mangrove sebagai bagian dari pemulihan ekosistem yang telah dilakukan Balai KSDA Jakarta dan mitra yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan mangrove di kawasan ini; c. Pengendalian sampah anorganik untuk mengurangi volume akumulasi sampah laut yang berpotensi menganggu pertumbuhan mangrove dan aktivitas pendaratan penyu sisik. Kegiatan ini menghasilkan 360 karung sampah yang terdiri atas 230 karung styrofoam, 90 karung karet, dan 40 karung sampah plastik serta kaca; d. Pemberian bantuan ekonomi produktif secara simbolis dari BKSDA Jakarta kepada kelompok binaan yaitu Pokdawis Puja Berhias Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kelompok Lancang Mania Fish Kelurahan Pulau Pari, Kapuk Muara Animal Rescue Kelurahan Kapuk Muara, dan Kelompok Tapas Adi Daya Kelurahan Tanjung Pasir. Bantuan sebesar Rp27.500.000.00 ini diberikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan konservasi agar masyarakat sejahtera dan kawasan konservasi terjaga. Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 150 peserta ini juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan monumen bluwok sebagai landmark Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan pusat perkembangbiakan bangau bluwok, bahkan Pulau Rambut pernah tercatat sebagai satu-satunya tempat berbiak burung air yang terancam punah ini di Pulau Jawa. Menyandang gelar surga burung, Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan kawasan konservasi bernilai konservasi tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga kawasan ini ditetapkan sebagai Ramsar Site ke-6 di Indonesia atau ke-1987 di dunia. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan harmoni sebagai pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian atau kelipatan dari frekuensi dasar. Implementasi harmoni dalam konservasi adalah melakukan aksi-aksi nyata untuk mewariskan bumi yang lebih baik untuk anak cucu kita. Aksi nyata pada tingkat tapak bila diakumulasikan akan menjadi kekuatan berlipat ganda. Oleh karena itu, konservasi hanya akan berhasil jika kita menyatukan langkah dan bergandengan tangan, saling mjenjaga agar harmoni bersama alam dapat tercipta. Selamat Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2023. Salam Konservasi……Salam Lestari……….. Sumber: Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Global Tiger Day, Si Belang Menampakkan Diri

Kotanopan, 9 Agustus 2023. Kemunculan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), di Desa Gunung Tua Muara Soro, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat, 28 Juli 2023 yang lalu menjadi catatan khusus, mengingat tanggal 29 Juli setiap tahunnya merupakan momen penting memperingati Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day). Kala itu si raja hutan bukan hanya meninggalkan jejak tetapi juga sempat memangsa 2 (dua) ekor lembu peliharaan warga. Petugas dihebohkan dengan kehadirannya. Tim gabungan yang melibatkan banyak pihak, seperti Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Taman Nasional Batang Gadis, Camat Kotanopan, Babinsa Koramil 14/Kotanopan, Polsek Kotanopan, Kepala Desa Gunung Tua Muara Soro beserta jajarannya serta warga sekitar desa bekerja keras dan berkolaborasi untuk menangani apa yang disebut dengan interaksi negatif. Langkah-langkah mitigasi pun ditempuh dan dilakukan, mulai dari observasi lokasi penemuan jejak serta bangkai ternak lembu yang ditinggalkan harimau, pemasangan kamera trap, pemasangan kandang jebak beserta dengan umpannya sampai kepada kegiatan patroli untuk mengawasi dan memantau keberadaan harimau. Semua upaya ini dilakukan semata-mata untuk menghindari jatuhnya korban dari pihak warga maupun satwa liar harimau, akibat dari interaksi negatif tersebut. Warga harus dilindungi dari aktivitasnya dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari melalui kegiatan berkebun dan berladang, sedangkan tidak kalah pentingnya, harimau juga harus diselamatkan dari aktivitas perburuan dan pembunuhan. Jejak ditemukan, kamera trap memperlihatkan penampakannya, namun si raja hutan tak kunjung juga memasuki kandang jebak untuk menyantap umpan kambing yang disediakan, sampai akhirnya si harimau tidak muncul lagi. Seperti kata-kata orangtua : “Datang tak diundang, Pulang tak diantar”, begitulah si harimau pun pergi mengembara entah kemana, menapakkan kaki menjelajahi hutan rimba dan sekali sekali menyinggahi permukiman warga. Kehadirannya dimomen Global Tiger Day 2023 sejatinya untuk mengingatkan kita kembali, sudah sejauhmana kepedulian kita terhadap nasib satwa liar ini yang masih mengalami ancaman perburuan, korban jerat serta fragmentasi habitat. Bila hal ini dibiarkan terus dan tidak ada penanganan yang serius serta menyeluruh, maka interaksi negatif pun tidak dapat dihindarkan. Akibatnya sudah pasti akan merugikan kedua belah pihak baik warga maupun harimau. Selain itu program pembangunan di daerah yang masih kerap terjadi interaksi negatif antara warga dengan satwa liar, tentunya juga akan menghadapi kendala. Oleh karena itu melalui kemunculan harimau di Desa Gunung Tua Muara Soro, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, pada momen global tiger day mengingatkan dan menyadarkan kita semua untuk merefleksi ulang serta meningkatkan kepedulian terhadap usaha dan upaya konservasi harimau. Masyarakat memang harus hidup tenang dan sejahtera, namun satwa liar pun juga punya hak yang sama untuk dijaga dan dipertahankan kelestariannya. Sumber : Parta Basmely (Polhut Mahir) dan Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Seekor Trenggiling Dievakuasi Untuk Dilepasliarkan di Kediri

Kediri, 7 Agustus 2023 - Seksi Konservasi Wilayah I Kediri mengevakuasi seekor Trenggiling (Manis javanica) di Kelurahan Tinalan, Kec. Pesantren - Kota Kediri, 7 Agustus 2023. Trenggiling tersebut merupakan hasil temuan seorang warga setempat, Akbar Tegar Pambudi, di area persawahan dekat tempatnya bekerja. Menurutnya, ada khawatir jika satwa itu dibiarkan akan ditangkap oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau bahkan pemburu. “ Untuk itu saya segera melapor ke kantor BKSDA terdekat,” ujar Akbar. Setelah dievakuasi, satwa segera diamankan ke kantor SKW I Kediri untuk dilakukan pengamatan atau assesment mengenai kondisi Trenggiling. Menurut Dafid Fathur Rohman, Kepala Resort Konservasi Wilayah 01 Kediri, satwa Trenggiling sangat lincah bergerak saat dievakuasi. Apalagi saat diberi perlakuan mengangkat ekornya, satwa aktif bergerak “Dengan pertimbangan tersebut, maka kami putuskan untuk melepasliarkannya pada malam hari, karena Trenggiling sendiri merupakan satwa nokturnal”, tambah Dafid. Satwa nokturnal sendiri merupakan satwa yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari. Satwa jenis ini umumnya memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman serta penglihatan yang tajam. Dan saat matahari mulai menyingsing ke ufuk barat, tim membawa Trenggiling ke wilayah hutan lindung Perum Perhutani KPH. Kediri di kecamatan Banyakan kabupaten Kediri, untuk dilepasliarkan. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Petugas Melakukan Pengecekan Adanya Titik Api dan Pantauan Asap di Dalam Kawasan TN Gunung Rinjani

Jumat, 4 Agutus 2023 - Menindaklanjuti adanya laporan warga perihal titik api dan pantauan asap di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada Jumat Pagi Tanggal 4 Agustus 2023, petugas Resort Aik Berik SPTN Wil I kemudian melakukan koordinasi dg Satgas Perlindungan & Pengamanan Hutan (P2H) di Kantor Balai TNGR untuk melakukan pengecekan melalui CCTV yang dimiliki TNGR. Setelah titik lokasi kebakaran dapat terdeteksi, Satgas P2H di Kantor Balai TNGR langsung melakukan koordinasi dengan Kepala SPTN I, serta Polsek BKU dan Koramil 07 untuk memberangkatkan Tim untuk melakukan Ground Check dan upaya pemadaman kebakaran hutan di lokasi Hot Spot 1 - 5. Satgas P2H Kantor Balai TNGR juga melakukan Pemantauan Hot Spot/HS (titik api) melalui aplikasi SiPongi. Berdasarkan hasil pemantauan, terdeteksi 3 HS baru yang tertangkap Satelit dengan titik koordinat yaitu -8.44872°S dan 116.40123°E untuk HS 6, dan pada koordinat -8.45424°S dan 116.4038°E untuk HS 7 yang berada di wilayah kerja Resort Aikberik, dan pada titik koordinat -8.44957°S dan 116.40603°E untuk HS 8 yang berada di wilayah kerja Resort Joben. Pada Hari Minggu (6 Agustus 2023) Satgas P2H melakukan pemantauan kembali melalui CCTV dan terlihat kepulan asap pada lokasi yang terdeteksi adanya HS yang berada pada sisi sebelah tenggara menara CCTV. Dari Tim Polres Lombok Tengah dengan didampingi oleh Masyarakat Mitra Polhut (MMP) berangkat menuju ke Pos 3 Jalur Wisata Pendakian Aikberik guna melakukan kegiatan olah TKP pada Lokasi Fire Spot (FS)/ HS 1 sampai 5 yang telah padam.Petugas Balai TNGR juga melakukan persiapan untuk pemberangkatan Tim Pemadam I melalui Desa Aikbual di Resort Aikberik SPTN Wilayah I menuju Kokok Lenek (lokasi HS 6 dan HS 7) dan jarak tempuh sekitar 8,7 Km dengan ketinggian 2400 mdpl. Sedangkan Tim Pemadam II berangkat melalui Jalur Wisata Pendakian Tetebatu Resort Joben Seksi SPTN Wilayah II TNGR menuju lokasi HS 8, jarak tempuh sekitar 8 Km dengan ketinggian 2400 mdpl. adapun jenis vegetasi dan satwa yang terdampak/terbakar pada HS 1-5 yakni alang-alang, pohon bangsal gunung, pohon cemara, pohon biarin, edelweis, sengit mayung, pakis urik dan pakis pajak serta penemuan satwa jenis burung rengganis 1 ekor yang sudah mati. Melalui pemantauan Kamera CCTV HS 6 dan 7 masih terpantau adanya FireSpot. Adapun hasil Overlay antara Titik HS Sipongi, Peta Kawasan, Citra Satelit Sentinel L2 pada Sabtu tanggal 5 Agustus 2023 serta laporan lapangan, diperoleh luas sementara Kebakaran Hitan dan Lahan/Karhutla pada Kawasan TNGR adalah 135 Ha. Dan pada Hari Senin Tanggal 7 Agustus 2023 Taman Nasional Gunung Rinjani kembali menurunkan Tim Pemadam yang berangkat dari Jalur Wisata Pendakian Tetebatu untuk kembali melakukan Ground Check dan pembuatan sekat bakar untuk mengantisipasi potensi terjadinya perluasan area kebaran hutan dan lahan di kawasan TN Gunung Rinjani. Sumbe : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Orangutan Sambangi Kebun Durian Warga di Tangkahan

Tangkahan, 7 Agustus 2023 - Bermula dari adanya laporan warga Dusun Kuala Gemoh, Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat tentang penampakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang memasuki areal kebun warga di lokasi jembatan pondok mega Tangkahan. Khawatir akan terjadi interaksi negatif, warga memohon untuk dilakukan penanganan. Menindaklanjuti laporan dari warga tersebut, pada tanggal 3-4 Agustus 2023, dilakukan upaya penanganan (mitigasi) bersama Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC). Pada saat dilakukan monitoring, lokasi yang dilaporkan merupakan perladangan warga yang banyak ditumbuhi pohon durian, yang berbatasan langsung dengan Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Jarak terdekat ke hutan TNGL 50 meter. Pada saat ini durian sedang berbuah yang memancing orangutan memasuki areal perladangan. Interaksi negatif di kawasan ini merupakan kejadian rutin setiap musim buah. Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.6609/MenLHK/ PKTL/PLH/X/2021 tentang Peta Perkembangan Kawasan Hutan Propinsi Sumatera Utara, lokasi konflik berada di dalam Kawasan Hutan Lindung yang telah dikonversi menjadi kebun masyarakat. Dalam kegiatan monitoring, tidak ditemukan satwa orangutan di sekitar lokasi, namun ditemukan beberapa sarang orangutan. Selanjutnya Tim melakukan sosialisasi dan menyerahkan mercon/petasan kepada warga untuk melakukan penanganan awal. Tim juga melakukan penjagaan di lokasi. Keesokan harinya Tim menyaksikan keberadaan 1 (satu) individu orangutan yang berada di kebun warga, Tim kemudian melakukan penghalauan dengan menggunakan petasan kea rah kawasan TNGL. Pemantauan lanjutan akan dilakukan oleh petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Warga Serahkan Beruk Melalui Dinas Damkar Tebing Tinggi

Tebing Tinggi, 7 Agustus 2023 - Pada Rabu 2 Agustus 2023, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Pelabuhan Belawan, pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tebing Tinggi tentang adanya warga Kota Tebing Tinggi yang ingin menyerahkan satwa liar jenis Beruk (Macaca nemestrina) kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut Petugas Resort Pelabuhan Belawan bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia dan didampingi petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebing Tinggi menyambangi lokasi yang berada di Toko Jaya Profil, milik Sutanto, beralamat di Jalan Soekarno - Hatta, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Dari keterangan pegawai toko, beruk tersebut yang berusia 4 tahun, berkelamin jantan, sebelumnya dipelihara oleh pemiliknya sejak kecil. Satwa liar ini sempat terlepas dari kandangnya, dan menimbulkan kekhawatiran pemiliknya dapat mengganggu warga sekitar sehingga menimbulkan masalah dikemudian hari. Oleh karena itu, pemiliknya berinisiatif ingin menyerahkan beruk tersebut ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Proses evakuasi beruk dibantu oleh petugas Dinas Damkar Kota Tebing Tinggi, dan selanjutnya dipindahkan ke kandang transit. Tidak menunggu waktu lama, beruk pun kemudian dievakuasi dan dititipkan di Yayasan Scorpion Indonesia, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan serta rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan di habitat aslinya. Apresiasi dan penghargaan disampaikan kepada petugas Dinas Damkar Kota Tebing Tinggi yang telah membantu proses evakuasi satwa beruk tersebut. Kedepannya kerjasama yang baik ini diharapkan dapat terus dijalin dan ditingkatkan. Sumber : Joni Agustinus Pasaribu, SP. (Polhut Muda) dan Fuad Khalil Harahap, S.Hut. (Polhut Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Monyet Ekor Panjang Diserahkan Warga Melalui Dinas Damkar Stasiun Belawan

Belawan, 7 Agustus 2023 - Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Pelabuhan Belawan, pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, kembali menerima laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Stasiun Belawan tentang adanya Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang ingin diserahkan warga kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada Sabtu, 5 Agustus 2023. Petugas Resort Pelabuhan Belawan bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia didampingi petugas Dinas Damkar Stasiun Belawan menyambangi lokasi di Jalan Chaidir Blok CC Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Pemilik satwa liar, Windi Febriyanti, menuturkan bahwa monyet berkelamin jantan tersebut sudah dipelihara selama 8 tahun. Dikarenakan monyet kerap kali lepas dari kandangnya dan pemilik khawatir dikemudian hari akan menyerang warga sekitar, sehingga berinisiatif untuk menyerahkannya kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Proses evakuasi berjalan lancar dan satwa dititipkan di Yayasan Scorpion Indonesia untuk dilakukan periksaan kesehatan serta rehabilitasi sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya. Apresiasi dan penghargaan disampaikan kepada petugas Dinas Damkar Stasiun Belawan dan berharap kerjasama yang baik ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan di hari-hari yang akan datang Sumber : Joni Agustinus Pasaribu, SP. (Polhut Muda) dan Fuad Khalil Harahap, S.Hut. (Polhut Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tim Medis Berhasil Operasi Ankle Arhtrodesis Orangutan

Sibolangit, 7 Agustus 2023 - Pada Selasa 1 Agustus 2023, telah dilakukan operasi amputasi dan perbaikan tulang kaki (Ankle Arhtrodesis) satwa liar jenis Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yaitu orangutan Maret, di Pusat Karantina Orangutan Batu Mbelin-SOCP di Sibolangit. Orangutan Maret merupakan satwa rehabilitant yang berasal dari Balai KSDA Aceh yang dirawat di SOCP sejak Maret 2023 dengan kondisi kaki kanan yang terluka diduga akibat terjerat sling jebak babi hutan. Maret berusia sekitar 15 tahun, berjenis kelamin Jantan. Operasi dimulai pukul 11.02 Wib, Tim vet yang bertugas sebagai operator operasi Drh. Yenny, drh. Aisyah, drh. Yusron didampingi drh. Sheila Zakia dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Selama pelaksanaan operasi Tim medis didampingi Dr. Andreas Mersikommer (dokter spesialis ortophedi) sebagai pengarah jalannya operasi. Tindakan Operasi Ankle Arhtrodesis, yaitu menghilangkan mobilisasi telapak kaki dilakukan setelah hasil obersevasi ditemukan adanya kerusakan tendon Achilles dan juga kelainan tulang (osteomalasia) pada os metatarsal dan tarsal, sehingga pasca operasi diharapkan orangutan dapat menggunakan kaki nya untuk menumpu dan sebagai pijakan pada saat orangutan memanjat pohon. Operasi selesai pada pukul 16.06 Wib, dan orangutan kembali normal pada pukul 19.00 Wib. Pada pengamatan tanggal 3 Agustus 2023, orangutan Maret sudah beraktifitas baik, makan banyak, namun kaki masih dipasang bandage keras selama 6 minggu ke depan untuk melindungi luka bekas operasi dan menunggu pertumbuhan tulang kembali. Semoga Maret segera pulih usai operasi, agar nanti dapat kembali ke habitatnya. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Soso. MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 929–944 dari 11.140 publikasi