Kamis, 16 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tingkatkan Profesionalisme dengan Team Buildin

Bontang, 25 November 2017. Dibalik kesuksesan suami ada isteri yang hebat. Ungkapan tersebut menempatkan para isteri sebagai penentu kesuksesan ataupun kegagalan suami dalam bekerja. Pemahaman ini sangat mengedepankan peran istri dalam mengukir kesuksesan suami dan memposisikan isteri sebagai pondasi kuat yang mendukung keberhasilan suami. Oleh sebab itu, dalam menjalankan perannya para isteri harus membekali diri dengan semangat yang sejalan dengan tugas dan fungsi suami. Peran Dharma wanita persatuan (DWP) sangat strategis didalam mendukung tugas dan tanggungjawab yang diembankan kepada suaminya selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) . Sebagai istri dari PNS, DWP baik pengurus maupun anggota, berperan penting mendukung suaminya didalam tugas dan tanggung jawab membangun bangsa dan keluarga. Untuk itu, para isteri PNS harus selalu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama anggota DWP dan kualitas diri. Dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi maupun individu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Taman Nasional Kutai, pada tanggal 25 November 2017 melaksanakan kegiatan Team Building di Bontang Mangrove Park, salah satu tujuan wisata baru di Taman nasional Kutai. Kegiatan ini selain untuk membangun karakter personal juga sekaligus mendekatkan dan memperkenalkan secara nyata kepada anggota DWP, dimana dan bagaimana suami mereka dalam bekerja. Dengan mengenal dan mengetahui karakter pekerjaan suami, diharapkan para anggota DWP dapat semakin menunjang dan meningkatkan profesionalisme PNS/ASN Balai TN Kutai pada masa yang akan datang. Kegiatan Team building yang juga mengikutsertakan anak-anak, diharapkan dapat membangun karakter anak sejak dini dalam mencintai lingkungan. Antusiasme anak-anak dalam bermain akan meninggalkan kesan yang positif didalam pertumbuhan fisik dan mental anak. Untuk selalu menjaga semangat kebersamaan dan keinginan untuk selalu meningkatkan kualitas diri, pengurus DWP Balai Taman Nasional Kutai, secara rutin menjadwalkan kegiatan-kegiatan berupa pelatihan keterampilan. Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Untuk Kesekian Kalinya Orangutan Dikembalikan Ke Habitatnya

Ketapang, 22 November 2017. Telah dilaksanakan release/pelepasliaran 4 (empat) individu orangutan (Pongo pygmaeus) oleh Satgas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW I Ketapang – Balai KSDA Kalimantan Barat, bersama petugas SPTN Wil. I Nanga Pinoh – Balai TN Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Polsek Menukung dan YIARI Ketapang. Adapun identitas orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari 3 (tiga) betina yang bernama MAMA LAILA (± 14 Tahun - Sehat dan Liar), LILI dan LISA (± 4 Tahun - Sehat dan Liar) sedangkan 1 (satu) jantan bernama VIJAY (± 5 Tahun - Sehat dan Liar). Pelepasliaran dilakukan terpisah, pada hari Selasa, 21/11/ 2017 Tim me-release satwa liar orangutan yang bernama MAMA LAILA dan LILI. Kemudian pada pukul 16.33 wib orangutan bernama VIJAY dan LISA dimasukkan kandang habituasi untuk beradaptasi dengan hutan TNBBBR untuk selanjutnya dilakukan release pada hari Rabu 22/11/2017 pukul 09.58 wib. MAMA LAILA dan LILI adalah orangutan liar induk dan anak yg di-rescue pada tanggal 16 September 2017. Hasil pemeriksaan terhadap MAMA LAILA dan LILI menunjukkan bahwa satwa masih memiliki sifat liar dan dalam keadaan sehat, sehingga siap dikembalikan pada habitatnya. Sedangkan VIJAY merupakan salah satu orangutan hasil penyerahan masyarakat pada tanggal 20 November 2015. Selama rehabilitasi dalam kurun waktu 2 tahun untuk mengembalikan sifat liarnya. Untuk orangutan yang bernama LISA merupakan salah satu orangutan hasil penyerahan masyarakat pada tanggal 18 Maret 2015. Selama rehabilitasi dalam kurun waktu 2,8 tahun untuk mengembalikan sifat liarnya. VIJAY dan LISA menunjukkan hasil yg baik dalam kesiapan untuk dilepasliarkan ke habitat nya. Berdasarkan data hasil pemeriksaan kesehatan, satwa berada dalam kondisi sehat dan siap dilepasliarkan. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya SPTN Wil. I Nanga Pinoh direkomendasikan sebagai tempat pelepasliaran setelah melalui survey kondisi habitat, ketersedian pakan dan animal welfare. Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) berada dalam satu UPT Kementerian LHK bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat yang diberikan wewenang dalam pengelolaan satwa liar dilindungi khususnya orangutan. Untuk jenis satwa liar orangutan merupakan kegiatan pelepasliaran yang ke 6 di habitat aslinya kawasan TNBBBR selama kurun waktu 2017 dan kegiatan ini dimaksudkan guna meningkatkan populasi dan kelestarian satwa liar orangutan di habitat aslinya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Kembali Masyarakat Menyerahkan Satwa Peliharaannya

Sanggau, 23 November 2017. Tim Gugus Tugas TSL SKW 2 Sintang menindak lanjuti laporan masyarakat terkait pemeliharaan satwa dilindungi undang-undang berupa orangutan yang ada di dusun lembah golenang desa kuala rosan kecamatan meliau Kabupaten Sanggau. Berdasarkan arahan Kepala Balai Ksda Kalbar agar melakukan pulbaket/ melacak kebenaran keberadaan orangutan tsb sesuai informasi yang diterima. 24/11/ 2017 Tim Gugus TSL Resort Sanggau dibantu satu orang anggota Daops Manggala Agni Sanggau meluncur ke sasaran Desa Sebude yg berjarak sekitar 40 km dari kota Sanggau. Lokasi cukup jauh dan untuk mencapainya harus menyeberangi sungai dan hanya bisa ditempuh dengan menggunakan motor dengan kondisi jalan yang berlumpur. Dari pulbaket diketahui memang benar ada masyarakat yang memelihara orangutan dan seekor kelempiau. Upaya yang dilakukan tim melalui pendekatan preventif dan penyadaran dengan bahasa yang sederhana, dengan tidak menyinggung atau bicara hukum kalau tidak diperlukan. Setelah melalu pembicaraan dan komunikasi yang baik akhirnya pemelihara satwa tersebut bersedia untuk menyerahkan orangutan dan Kelempiau tersebut. Keesokan harinya 25/11/2017 Tim Gugus Tugas TSL beserta tim medis dari Sintang Orangutan Center melakukan resque bersama. Dibawah kendali Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Sintang akhirnya satwa tersebut berhasil di evakuasi melalui jalur alternatif yang bisa dilalui mobil resque yakni melalui Desa Engsalang Kabupaten Sekadau. Setelah bertemu sang pemelihara, tim kemudian membuat Berita Acara serah terima satwa dan diketahui data satwa sbb : Saat ini orangutan tersebut telah sampai dan dititip rawatkan di Sintang Orangutan Center. Tak henti-hentinya Tim Gugus Tugas TSL Balai KSDA Kalbar melakukan penyadartahuan kepada masyarakat baik yang memelihara satwa liar maupun yang tidak. Upaya tersebut dilakukan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajemen outority hidupan liar. Harapan kedepan masyarakat semakin sadar bahwa tidak elok rasanya apabila membiarkan satwa hidup dalam sangkar pemeliharaan, sudah saatnya kita sadar bahwa satwa bukan untuk dipelihara di kandang tapi sudah saatnya kita mengembalikan ke alam sebagai habitat hidupnya. Biarkan makluk Tuhan berupa satwa tersebut hidup dan berkembang biak ditempatnya dan berikan ruang buat satwa tersebut sehingga kita manusia bisa hidup beriring dengan mereka. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Keikutsertaan Balai Besar KSDA Riau Dalam MEA Expo 2017

Pekanbaru, 25 November 2017. Balai Besar KSDA Riau mengikuti MEA Expo 2017 yang diselenggarakan oleh Kadin Riau pada tanggal 23 s.d 26 November 2017 di lapangan Bandar Seni Raja Ali Haji Purna MTQ Pekanbaru. Acara dibuka oleh Gubernur Riau pada tanggal 23 November 2017. Balai Besar KSDA Riau mengajak mitra para penangkar/pengedar tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang berjumlah 17 unit usaha yaitu gaharu, arwana, napoleon, ular, kura kura, labi labi dan burung murai batu serta lembaga konservasi yaitu Kebun Binatang Kasang Kulim dan Safari Lagoi. Sebagai edukasi satwa peliharaan Balai Besar KSDA Riau juga mengikutkan Komunitas Retic yaitu Reptile and amphibian Community Pekanbaru. Selain membawa satwa Gajah, binturong, macan dahan, owa, siamang, ikan arwana, berbagai jenis ular dan berbagai olahan gaharu serta menyediakan minuman teh gaharu gratis. Balai Besar KSDA Riau juga menyediakan pohon harapan bagi pengunjung untuk menuliskan harapan atau keinginan tentang konservasi dan TSL. Brosur juga disediakan oleh petugas yang dengan senang hati akan menjelaskan tentang kawasan konservasi khususnya di wilayah Balai Besar KSDA Riau serta TSL baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi. Tema yang diusung kali ini adalah Meningkatkan Daya Saing Ekowisata dan Produk Tumbuhan dan Satwa Liar Berkelanjutan Menuju Pasar Bebas ASEAN. “Dengan mengikuti acara ini Balai Besar KSDA Riau berharap unit usaha dan mitra tumbuhan dan satwa liar yang berada di wilayah kerjanya dapat bersaing menuju pasar bebas ASEAN” tutur Mahfudz, Kepala Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pembinaan Desa Binaan Balai TN Gunung Merapi

Boyolali, 25 November 2017. Demi mewujudkan pengelolaan kolaboratif hutan konservasi bersama masyarakat sekitar kawasan, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengadakan kegiatan Pembinaan Desa Binaan yang bertempat di sekretariat Kelompok Tani hutan (KTH) Serba Usaha Merapi I Dukuh Pedhut Desa Wonodoyo Kec. Cepogo Kab. Boyolali. Kegiatan pembinaan desa binaan dengan sasaran kelompok tani hutan diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM anggota kelompok tani hutan guna mendukung usaha dan kemajuan kelompok kedepan. Dengan meningkatnya usaha kelompok diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan perekenomian di tingkat desa. Kegiatan yang berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 24 - 25 November ini dilakukan pada kelompok sasaran yaitu anggota KTH Serba Usaha Merapi 1 dengan metode ceramah/penyampaian materi disertai diskusi dan Tanya jawab. Materi yang disampaikan merupakan materi-materi pilihan yang diarahkan benar-benar menjawab permasalahan dan dinamika yang terjadi di dalam kelompok tani hutan saat ini. Hari pertama terdiri dari 3 (tiga) materi yaitu Pengelolaan TNGM bersama masyarakat yang dibawakan oleh Kepala SPTN Wil. II Boyolali, Budidaya Ternak Sapi Intensif dan Ramah Lingkungan (Pemanfaatan Limbah Peternakan, Teknik Pengawetan Makanan Ternak) oleh Kepala Seksi Budidaya Ternak Dinas Peternakan Kab. Boyolali, dan Perencanaan, Pengembangan Usaha Agribisnis dan Strategi Marketing/Pemasaran oleh Wk. Ketua Bid. Ekonomi Pertanian Serikat Paguyuban Petani Qoryah Toyyibah Kab. Salatiga. Untuk materi hari ke-2 yaitu Pertanian Organik (Sistem Budidaya pertanian organik, Aplikasi Pupuk Organik, Peluang Pasar produk organik) oleh POPT dari Dinas Pertanian Kab. Boyolali, Pengembangan Usaha Kelompok Melalui Pembuatan Demplot Tanaman Sarangan, dan Pengertian dan Kebijakan Desa Binaan (Penyusunan Rencana Kegiatan Kelompok) keduanya dari TNGM. Peserta yang hadir sejumlah 30 (tiga puluh) orang yang keseluruhannya merupakan anggota KTH Serba Usaha Merapi 1 Dukuh Pedhut Desa Wonodoyo kec. Cepogo Kab. Boyolali. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, harapannya dapat membawa manfaat bagi masyarakat dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pengembangan usaha ekonomi produktif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNGM serta dapat menjadi role model pemberdayaan masyarakat untuk desa penyangga yang lain. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Konsultasi Publik RPJP 2018-2027 Balai Taman Nasional Wakatobi

Wangi-Wangi, 25 November 2017. Kegiatan konsultasi publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Wakatobi periode 2018-2027 pada tanggal 25 November 2017 dihadiri narasumber/ahli dari Universitas Halu Oleo Bapak Dr. Ir. Abdul Manan, M.Sc. Kegiatan di ikuti oleh parapihak yaitu pemda wakatobi, tokoh masyarakat adat, LSM, WWF, dan Forum Nelayan. Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Taman Nasional Wakatobi yang disampaikan oleh Bapak La Ode Ahyar T. Mufti, S.Pi., M.T. dan pemaparan dari Narasumber. Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi dan merumuskan isu-isu strategis oleh peserta konsultasi publik terkait penyusunan RPJP TNW. Hasil rumusan konsultasi publik antara lain : (1) RPJP tahun 2018-2027 merupakan penjabaran untuk pencapaian visi dan misi pengelolaan TNW yang telah disepakati bersama setelah mendapatkan masukan dari semua peserta konsultasi publik; (2) RPJP memuat strategi prioritas pengelolaan kawasan TNW yang meliputi sosialisasi kawasan dan pengelolaan kepada para pemangku kepentingan di TNW, pengamanan kawasan bekerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya dan pemerintah daerah, masyarakat serta masyarakat adat, perlindungan dan pengamanan kawasan, pemulihan ekosistem, pelestarian tumbuhan/satwa (prioritas dan langka lainnya), pemanfaatan jasa lingkungan dan pengembangan wisata bahari dalam rangka peningkatan PNBP dan pemberdayaan masyarakat di dalam/sekitar kawasan, peningkatan kapasitas kelembagaan melalui penambahan jumlah staf, pendidikan dan pelatihan, mekanisme penempatan SDM, pendanaan dan peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan, memastikan adanya survey kajian, riset, penelitian, dan kegiatan yang menghasilkan terobosan inovatif dalam pengelolaan limbah, kerjasama pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat dengan para pemangku kepentingan di TNW; (3) Dukungan pemda Wakatobi terhadap pengelolaan kawasan TNW tertuang dalam RTRW, RPJMD tahun 2017-2021 dan RPJPD tahun 2005-2025 Kab. Wakatobi serta mendukung implementasi regulasi terkait dengan pengelolaan kawasan Wakatobi sebagai kawasan lindung nasional, KSPN, cagar biosfer dan asean heritage park; (4) Masyarakat dan masyarakat adat serta para pihak lainnya akan mendukung kebijakan pengelolaan TNW yang tertuang dalam RPJP tahun 2018-2027. Sumber : Balai TN Wakatobi
Baca Berita

Cinta Lingkungan Sejak Dini, Mutiara Indonesia Let’s Go Green

Boyolali, 23 November 2017. Dalam rangka menyambut Bulan Menanam Nasional, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu memberikan pendidikan lingkungan kepada sekolah di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, mulai dari tingkat Paud sampai dengan SMA. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali ini bertema Mutiara Indonesia Let’s Go Green. Pada kegiatan ini juga diadakan penanaman pohon bersama yang diikuti oleh 200 peserta yang terdiri dari anak-anak dan guru pendidikan anak usia dini. Bibit yang ditanam adalah jenis jambu, terong belanda, puspa, dan picis. Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak mempunyai kepedulian untuk menanam agar tidak terjadi banjir, tanah longsor, serta menjaga ketersediaan air tanah. Selain itu anak-anak juga diperkenalkan tentang Taman Nasional Gunung Merbabu, serta ditanamkan nilai penting untuk mencintai, menjaga hutan, dan melestarikan flora fauna yang ada di dalamnya. Meskipun ditengah hujan para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menanam. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Selesai Magang, Begini Hasil Presentasi Siswa SMK Kehutanan Manokwari

Sofifi, 24 November 2017. Satu-persatu peserta magang atau PKL baik dari siswa SMK Halmahera Timur maupun mahasiswa dari Universitas Halmahera dan Universitas Khairun telah selesai melaksanakan magang dan kembali ke tempatnya masing-masing. Kali ini giliran siswa magang dari SMK Kehutanan Manokwari yang akan meninggalkan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Setelah hampir 3 (tiga) bulan melaksanakan praktik lapangan di kawasan, Siswa SMK Kehutanan Manokwari hari ini melaksanakan presentasi hasil kegiatan. Presentasi tersebut dipandu langsung oleh Ibu Pembina dari SMK dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural Eselon IV Balai TNAL. Hasil kegiatan tersebut diantaranya adalah terdapat beberapa jenis pohon yang dominan seperti Matoa dan Sengon. Kegiatan tambahan yang menarik adalah mengajar membaca dan menulis kepada Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau suku Togutil. “Jaga semangat kalian sampai ke dunia kerja”, pesan Ibu Lilian, Kasubag Tata Usaha Balai TNAL kepada siswa SMK Kehutanan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Mengajak Siswa SDN Ngadirejo Menghijaukan Coban Jodo

Pasuruan (24/11/17). Kegiatan Bina Cinta Alam dimanfaatkan Resort PTN Jabung Seksi PTN I Cemorolawang Bidang PTN I Pasuruan dengan melakukan aksi menanam sepanjang jalan menuju Coban (Air Terjun) Jodo . Coban Jodo merupakan obyek wisata menarik yang berada di wilayah Resort Jabung dan masih memerlukan pengembangan sarana prasarananya sebagai obyek wisata yang layak dikunjungi masyarakat. Aksi menanam tersebut dilakukan bersama-sama dengan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngadirejo I Kecamatan Jabung Kabupaten Malang pada tanggal 22 Nopember 2017 dan diikuti oleh 70 siswa SDN Ngadirejo I. Kepala Resort PTN Jabung Nursidik S.Hut menyampaikan bahwa maksud kegiatan Bina Cinta Alam dengan aksi menanam tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kecintaan para siswa Sekolah Dasar terhadap lingkungan dan kawasan TNBTS, sekaligus dijadikan sebagai media komunikasi Resort PTN Jabung dalam memperkenalkan konservasi bagi siswa Sekolah Dasar yang ada di Resort PTN Jabung. Lebih jauh disampaikan oleh Nursidik kegiatan ini diharapkan mampu menumbuh kembangkan kepedulian menanam bagi pelajar di lingkungan sekitar Hutan TNBTS. Pada kesempatan aksi ini bibit yang tanam adalah jenis Cemara Gunung (Casuarina Junghuniani) sebanyak 100 bibit dan jenis Danglu (Angelhardtia Spicata) sebanyak 100 bibit . semoga aksi menanam yang diinisiasi Resort PTN Jabung ini dapat memacu dan memicu siswa-siswa lain untuk ikut berpartisipasi dalam menghijaukan TNBTS. Sumber: BBTN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Festival Tesso Nilo : Lestari Budaya Lestari Alam

Ukui, 23 November 2017. Pengelolaan konservasi berbasis masyarakat menjadi salah satu cara baru kelola kawasan konservasi. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dalam hal ini menyelenggarakan Festival Tesso Nilo pada tanggal 22 s.d 24 November 2017 dengan tema “Lestari Budaya Lestari Alam” di desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Selain festival budaya dan kearifan lokal juga diadakan kegiatan kemah konservasi, penanaman pohon, jungle tracking, dan melihat aksi gajah serta pawangnya di camp flying squad. Kegiatan ini diikuti Kepala Balai UPT lingkup Ditjen KSDAE beserta staf dan dihadiri Bupati Pelalawan, Camat Ukui, Kapolsek dan Kapolres setempat serta tokoh masyarakat dan masyarakat desa sekitar Lubuk Kembang Bunga. Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc. membuka acara sekaligus memberikan arahan “Tesso Nilo ini hutan yang cantik sekali, saya berharap dalam mengurus hutan ini kalau tidak dengan masyarakat, pemda dan pemerintah pusat ya tidak bisa karena terlalu luas hutan yang harus kita jaga”. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pelalawan bersama Dirjen KSDAE juga me-launching nama anak gajah jantan yang baru lahir di Taman Nasional Tesso Nilo pada tanggal 21 November 2017 dengan nama Harmoni Rimbo yang artinya semoga harmoni kita di rimba selalu berjaya. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Kronologi Penyelamatan Satwa Orangutan Di Lembaga Konservasi Sinka Zoo

Pontianak, 24 November 2017. Tanggal 5/11/2017 telah dilakukan penyerahan 1 individu orangutan dari masyarakat yang tidak mau diketahui identitasnya kepada Lembaga Konservasi Sinka Island Park. Lembaga Konservasi Sinka Island Park melaporkan perihal tersebut di atas kepada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III melalui surat nomor : 37/SINKA ZOO/X/2017 tanggal 6/11/2017 perihal Laporan Penyerahan Satwa. Selanjutnya pada tanggal 6/11/2017 tim gugus tugas penyelamatan TSL SKW III melakukan pengecekan ke lokasi dan didapatkan informasi awal bahwa Orangutan (Pongo pygmaeus) jenis kelamin jantan, dengan perkiraan umur ± 2 tahun. Kondisi orangutan saat diterima kurang sehat (dalam pemeriksaan tim medis LK Sinka Island Park). Adapun pada tanggal 7/11/2017 SKW III telah mengirimkan surat balasan kepada Sinka Zoo, perihal Penanganan Penyerahan Orangutan (Pongo pygmaeus) yang diserahkan oleh masyarakat kepada Sinka Zoo. Di dalam surat tersebut pada prinsipnya disampaikan bahwa satwa tersebut termasuk 25 satwa prioritas Kementerian LHK. Satwa akan dipindahkan ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan IARI Ketapang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Namun dengan pertimbangan kondisinya satwa tersebut sangat lemah, diputuskan untuk merawatnya sementara di Sinka Zoo sambil berkoordinasi dengan tim YIARI ketapang melalui Balai KSDA Kalimantan Barat. Mengenai berita yang berkembang di media sosial, melalui akun Abbhitta Joss Pale yang memposting berita bahwa terdapat orangutan yang memakan sampah di LK Sinka Zoo. Terhadap isu tersebut dapat kami pastikan bahwa berita tersebut tidak benar, dan telah diklarifikasi melalui media cetak. Satwa tersebut secara rutin dikeluarkan dari kandangnya dengan tujuan untuk mengurangi stress dan untuk pemulihan kondisi kesehatannya. Satwa tersebut dikeluarkan ketika kandangnya sedang dibersihkan. Dan selama dilepaskan dari kandangnya selalu didampingi oleh keeper satwa. Menanggapi berita miring tersebut tanggal 23/11/ 2017 tim Gugus Tugas Penanganan TSL SKW III melakukan pengecekan ke lokasi yaitu LK Sinka Zoo dan didapatkan fakta bahwa satwa tersebut kondisinya telah jauh lebih baik dari kondisi pasca saat penyerahan pertama kali oleh pemiliknya walaupun berdasarkan hasil pemeriksaan medis satwa tersebut masih mengalami beberapa penyakit seperti flu dan mencret (karena proses perubahan pola menu pakan yang dilakukan oleh tim nutrisi pakan sinka kepada satwa tersebut). Dan pada tanggal 24/11/2017 Balai KSDA Kalimantan Barat telah mengevakuasi satwa tersebut ke Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia yang berada di Kabupaten Ketapang, untuk selanjutnya dapat merehabilitasi satwa orangutan tersebut. Mengingat masih banyaknya warga masyarakat yang memelihata satwa dilindungi, Balai KSDA tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat agar lebih peduli terhadap nasib satwa liar dengan tidak menjadikannya sebagai peliharaan. Melalui media sosial kami menghimbau apabila masih terdapat warga masyarakat yang memelihara satwa liar dilindungi undang-undang agar dapat segera melapor ke Balai KSDA Kalimantan Barat. Alangkah baiknya bila satwa tersebut dibiarkan hidup di alamnya/di habitatnya. Alangkah indahnya ketika kita bisa hidup beriring dengan satwa liar. (YS). Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Giat BKSDA Sulteng Untuk Pemulihan Ekosistem, Gelar Konsultasi Publik di Tiga Tempat

Palu, 24 November 2017. Kawasan konservasi yang ada di Indonesia, sampai saat ini tidak luput dari perambahan hutan, illegal logging, kebakaran hutan, penambangan liar (illegal mining). Begitu juga yang terjadi di kawasan hutan konservasi yang menjadi wilayah kerja Balai KSDA Sulawesi Tengah. Selain kerusakan kawasan akibat hal tersebut diatas, juga terjadi perubahan vegetasi di dalam kawasan. Untuk mengembalikan fungsi ekosistem atau vegetasi yang mengalami kerusakan, perlu dilakukan upaya pemulihan ekosistem. Cara pemulihan ekosistem disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terjadi, yaitu cara suksesi alam, rehabilitasi, dan restorasi. Salah satu kegiatan dalam pemulihan ekosistem adalah penanaman dan pengkayaan jenis. Untuk mengembalikan kondisi ekosistem kawasan konservasi yang terdegradasi tersebut, Balai KSDA Sulawesi Tengah melakukan kegiatan konsultasi publik pemulihan ekosistem di tiga tempat, yakni di SM Bakiriang Kab. Banggai pada tanggal 21 November 2017 dan di SM Tanjung Santigi Kab. Parigi Moutong serta SM Pinjan Tanjung Matop Kab. Tolitoli pada tanggal 23 November 2017. Dalam kegiatan konsultasi publik tersebut dipaparkan mengenai Rencana Pemulihan Ekosistem Periode 2018-2022 dan Rencana Kerja Tahunan di masing-masing tempat. Pelaksanaan kegiatan konsultasi publik tersebut dihadiri oleh masing-masing 35 orang peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, perangkat desa dan kecamatan disekitar kawasan, Pemerintah Daerah dan juga dari stakeholder terkait. Dengan rencana kegiatan tersebut, diharapkan terciptanya sistem pelaksanaan yang lebih efektif dan efisien dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan dalam pelaksanaan kegiatannya. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

BBTN Bromo Tengger Semeru Ajak Wanita Hindu Dharma Indonesia Budidaya Edelweiss

Wonokitri, 23 November 2017. Rabu malam, 22 November 2017, bertempat di Gedung Serbaguna Pura Desa Wonokitri, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menghadiri pertemuan dengan Kelompok Wanita Hindu Dharma Indonesia Desa Wonokitri. Pertemuan yang dihadiri 27 orang Ibu-Ibu pengurus RT dan RW se-Desa Wonokitri tersebut membahas kebersihan desa dan agenda utama tentang persiapan Desa Wonokitri menjadi salah satu Desa Edelweiss TNBTS. Pertengahan tahun ini, Desa Wonokitri telah mengajukan diri sebagai salah satu Desa Edelweiss TNBTS. Latar belakang konsep Desa Edelweiss TNBTS ini untuk menjembatani kepentingan konservasi tumbuhan edelweiss di TNBTS serta kepentingan adat dan budaya Masyarakat Tengger yang memanfaatkan bunga edelweiss sebagai bunga wajib pada rangkaian sesaji yang bermakna harapan agar leluhur selalu abadi. Konsep ini juga diharapkan bisa mendukung program Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai salah satu dari 10 kawasan prioritas nasional pengembangan destinasi wisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekowisata berbasis budidaya edelweiss. Konsep Desa Edelweiss TNBTS ini mendapat respon positif dari Ibu-Ibu Tengger Desa Wonokitri. Salah satunya yaitu tanggapan dari Mbah Jelita, salah satu tokoh Ibu-Ibu yang dituakan di Desa Wonokitri menyampaikan bahwa sebenarnya Desa Wonokitri sudah sejak 10 tahun yang lalu ingin menanam Tana Layu [sebutan Edelweiss dalam Bahasa Tengger], namun kurang ada perhatian dari pemerintah maupun dari warga desa sendiri. Hal ini karena warga belum tahu cara budidaya edelweiss, sedangkan mengambil edelweiss dari TNBTS tidak dibolehkan. Meskipun demikian, beberapa tempat yang disakralkan oleh warga Desa Wonokitri seperti Pura dan Punden Keramat sudah mulai ditanami edelweiss untuk pemenuhan Upacara Adat Tengger. Gayung pun bersambut, pertemuan kali ini akan langsung ditindaklanjuti dengan Belajar Budidaya Edelweiss bersama TNBTS dalam waktu dekat. Desa Edeweiss TNBTS, Lestarikan Alam dan Budaya… Sumber : Birama Terang Radityo, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Adakan Lomba Lintas Alam, Balai TN. Aketajawe Lolobata Undang Pecinta Alam di Malut

Sofifi, 23 November 2017. Untuk pertama kalinya Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) akan melaksanakan kegiatan “Lomba Lintas Alam”. Lomba ini akan dilaksanakan pada tanggal 1 s/d 5 Desember 2017 di Resort Tayawi, desa Koli, kecamatan Oba, kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kegiatan ini terbuka untuk umum bagi seluruh komunitas pecinta alam dan tidak dibebankan biaya pendaftaran. Panitia juga menyediakan akomodasi dan konsumsi selama kegiatan. Peserta hanya membawa perlengkapan kemah seperti tenda, obat-obatan pribadi dan lainnya. Yang menarik dari kegiatan ini adalah terdapatnya rangkaian acara yang menghadirkan beberapa pemateri yang ahli dibidangnya. Beberapa pemateri tersebut berasal dari ProFauna, Jurnalis Lingkungan dan Penggiat Lingkungan (Wisata Alam). Setiap tim yang terdiri dari 4 (empat) orang akan diuji ketangkasan, ketepatan waktu dan pengetahuan tentang lingkungan yang telah diberikan oleh para pemateri. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Aksi Balai TN Berbak dan Sembilang Untuk Ekosistem Lahan Basah dan Spesies Kunci di TN Berbak

Jambi, 22 November 2017. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) merupakan rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan hasil inventarisasi potensi kawasan dan penataan kawasan dalam zona/blok dengan memperhatikan fungsi kawasan, aspirasi para pihak dan rencana pembangunan daerah. Rencana pengelolaan akan membantu pengelola untuk memenuhi mandat pengelolaan khusus yang telah ditetapkan bagi suatu kawasan konservasi. Mandat ini merupakan alasan utama perlindungan kawasan (key feature versi IUCN atau Outstanding Universal Value versi UNESCO) dan menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan. Dalam rangka penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Kawasan Taman Nasional Berbak tahun 2018-2027, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melalui Tiger Project Sumatera GEF-UNDP melaksanakan Workshop Ekosistem Lahan Basah Berbak dan Workshop Species Kunci Berbak yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Nopember 2017 di Hotel Odua Weston Jambi. Kegiatan workshop ini ditujukan untuk mengeksplorasi data dan informasi terkait kawasan TN Berbak untuk merumuskan kembali nilai-nilai penting kawasan TN Berbak dalam penyusunan RPJP TN Berbak tahun 2018-2027 terutama terkait Konservasi lahan basah (wetland) dan species kunci yang merupakan nilai penting yang menjadi mandat utama ditetapkanya kawasan TN Berbak menjadi Taman Nasional. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait dalam pengelolaan TN Berbak (Bappeda Propinsi, Dinas Kehutanan Propinsi, BKSDA Jambi, BTNBS, UPT Tahura Rangkayo Hitam, Bappeda Muara Jambi, Bappeda Tanjung Jabung Timur, ZSL, Gita Buana, Wetland Internasional Pinang Sebatang) kegiatan workshop tersebut melibat beberapa narasumber penting yang terkait dalam pengelolaan TN Berbak (Direktorat KK Ditjen KSDAE, Direktorat BPEE Ditjen KSDAE, Direktorat KKH Ditjen KSDAE, Yus Rusila Noor- Wetland Internasional, Cherita Yunnia – Konsultan Menko Maritim, Nursanti-Universitas Jambi, Dolly Indra Priyatna- Universitas Pakuan, Yoan Dinata-ZSL, Iding Ahmad Haidir-Karya Siswa KemenLHK, Irawati-Peneliti LIPI, Asmadi Saad-Tenaga Ahli BRG, dan Madari- Pelaku Sejarah TNB), kegiatan ini juga dimoderatori oleh Ibu Kristiani Fajar-Departeman Forestry UGM. Kegiatan workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Ir. Pratono Puroso, M.Sc. Pelaksanaan acara workshop ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk proyeksi pengelolaan TN Berbak kedepannya hingga terbentukanya satu Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) sebagai pedoman dalam pengelolaan Kawasan TN Berbak. Sumber : Balai TN Berbak dan Sembilang
Baca Berita

Peringati Hari Pohon internasional, SMAN 2 Bontang Gelar Saresehan

Bontang – 23 November 2017, Balai TN Kutai bekerjasama dengan berbagai pihak dalam mewujudkan visi misi pengelolaan. Salah satunya adalah bekerjasama dengan SMAN 2 Bontang dalam upaya kampanye konservasi lingkungan dan pendidikan lingkungan. SMAN 2 Bontang merupakan sekolah peraih Adiwiyata Mandiri Tahun 2015. Membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup merupakan prinsip utama sekolah yang sangat terkenal dengan kegiatan ekstrakurikuler dan segudang prestasi. Hari pohon Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 November setiap tahunnya, tidak luput dari perhatian para pimpinan, guru dan siswa-siswinya. Pada tanggal 23 November 2017, dalam rangkap memperingati hari Pohon, bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Kutai menyelenggarakan kegiatan Saresehan dengan Tema: “Pohon, sumber Kehidupan”. Kegiatan yang diikuti lebih dari 150 siswa/i dari kelas X sampai kelas XII, diisi dengan rangkaian kegiatan nonton film tentang pejuang lingkungan, presentasi singkat dari Balai TN Kutai dan diskusi kelompok, serta pleno hasil diskusi. Antusiasme para peserta sangat terlihat dalam seluruh rangkaian proses. Tayangan film tentang kisah perjuang lingkungan yang berhasil menyelamatkan lingkungan, memberikan motivasi tersendiri, terlihat dari semangat para peserta dalam diskusi. Berbagai program penyelamatan lingkungan seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, menata Ruang terbuka hijau dan beberapa ide lainnya lahir dari diskusi sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan, khususnya di Kota bontang. Kegiatan peringatan hari Pohon Internasional oleh SMAN 2 Bontang, tidak cukup hanya dengan diskusi di ruangan. Pada pertengahan Desember 2017 dalam rangka Bulan Menanam Nasional, kelompok Ekskul Go Green akan melakukan kegiatan kunjungan lapangan ke Sangkima-Taman Nasional Kutai untuk melakukan aksi nyata menanam pohon dan belajar tentang hutan secara langsung di Lapangan. Sumber: Balai TN Kutai

Menampilkan 9.345–9.360 dari 11.140 publikasi