Kamis, 16 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Inilah Para Pemenang Lomba Foto Potensi TWA yang Diselenggarakan BBKSDA Jawa Barat

Bandung, 25 November 2017. BBKKSDA Jawa Barat baru saja selesai menyelenggarakan lomba foto potensi TWA. Lomba yang mengusung tema “ Eksotisme Taman Wisata Alam Jawa Barat-Banten” diselenggarakan untuk mengenalkan sekaligus juga mempromosikan kawasan konservasi, khususnya taman wisata alam yang ada di wilayah kerja BBKSDA Jawa Barat. Lomba fotografi tersebut telah diumumkan di situs resmi BBKSDA Jawa Barat serta di setiap media sosial yang dikelola BBKSDA Jawa Barat (Facebook, Twitter, Instagram) serta melalui media cetak berupa spanduk, banner, maupun poster yang dipasang di setiap pintu masuk taman wisata alam. Lomba yang dibagi menjadi 3 kategori, yaitu panorama alam, flora, dan fauna ini cukup menarik animo masyarakat. Hal tersebut dapat dilhat dari profil peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, pegawai negeri sipil, hingga photografer. Sejak diumumkan pertama kali pada tanggal 16 Oktober 2017 hingga batas akhir pengiriman file foto tanggal 18 November 2017 pukul 00.00 WIB, panitia telah menerima sebanyak 130 file foto yang terdiri dari 65 file untuk kategori panorama alam, 33 file kategori fauna, dan 32 file untuk kategori flora. Lomba ini menyertakan dua orang juri berpengalaman dengan latar belakang sebagai fotografer profesional Indonesia, yaitu M. Fahd Nusyir Zairin dan Muhammad Rivaldi serta satu orang juri dari BBKSDA Jawa Barat, yaitu Ir. Sustyo Iriyono, M.Si. Setelah dilakukan seleksi awal oleh panitia didapatkan 11 foto untuk kategori panorama alam, 9 foto untuk kategori fauna, dan 7 untuk foto kategori flora. Tepatnya pada tanggal 24 November 2017 dilakukan penilaian akhir oleh ketiga juri dengan memilih 5 foto terbaik yang masuk kriteria penilaian dari masing masing kategori. Dari kelima foto tersebut, juri melakukan penilaian akhir dengan melihat file dan mengecek metadata yang terdapat pada file foto tersebut. Penilaian yang dilakukan berdasarkan 4 kriteria penilaian meliputi teknik fotografi; konsep dan orisinalitias serta gagasan dari Foto; unsur pesan informasi yang disampaikan; serta kesesuaian tema. Setelah melalui pleno, maka juri menetapkan 3 pemenang dari masing-masing kategori. Ketiga pemenang telah ditetapkan melalui Keputusan Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat No. SK.664/K.1/TU/TU.3/DIPA/11/2017 tanggal 24 November 2017. Dan….. inilah pemenang lomba foto yang diselenggarakan oleh BBKSDA Jawa Barat. Selamat Kepada Pemenang …!!!! Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Zoya, Anak Orangutan Yang Terpisah Dari Induknya

Ketapang, 26 November 2017. Minggu, 26 November 2017 pukul 09.00 wib, saat Sdr. SUGITO (Volunteer YIARI) sedang melakukan monitoring terhadap Orangutan hasil rehabilitasi bernama PENI di Stasiun Rehabilitasi dan Habituasi Hutan Lindung Gunung Tarak Ketapang, ia tiba-tiba menemukan anak Orangutan liar yang jatuh dari pohon durian dengan ketinggian ± 25 meter. Penyebab Orangutan tersebut jatuh kemungkinan besar terpisah dari induknya yang diganggu dan lari ketakutan dengan adanya PENI yang saat ini menjalani masa pelepasliaran di Gunung Tarak. Anak orangutan tersebut kemudian di evakuasi oleh Satgas TSL SKW I Ketapang bersama YIARI untuk selanjutnya direhabilitasi di YIARI Ketapang sebelum di lepasliarkan kembali di habitat aslinya. Orangutan tersebut kemudian diidentifikasi oleh tim dan diketahui berjenis kelamin betina, usia ± 1 tahun dan diberi nama Zoya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Ekspose Role Model Pengelolaan Zona Tradisional Suku Talang Mamak Digelar Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Rengat, 27 November 2017. Ekspose role model TNBT 2018 digelar pasca ditandatanganinya Kontrak Kinerja Role Model TNBT 2018 tentang "Pengelolaan Zona Tradisional Suku Talang Mamak" oleh Dirjen KSDAE dan Kepala Balai TNBT pada 27 September 2017 di Jakarta. Acara ini diselenggarakan pada Senin 27 November 2017 di Ruang Aula Balai TNBT Puncak Selasih dan dihadiri sebanyak 40 peserta. Peserta undangan terdiri dari SKPD Kab Indragiri Hulu, Pemerintah Kecamatan Batang Gansal, Pemerintah Desa Siambul dan perwakilan kelompok tani Tualang Sejahtera. Sambutan disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Inhu (Ir. Slamet.MM ) dlsekaligus membuka acara secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa dalam pengelolaan masyarakat khususnya masyarakat dusun tradisional, Balai TNBT tidak dapat berjalan sendiri. Harus ada pelibatan dan sinergitas dengan stake holder terkait sehingga tujuan role model dapat tercapai. Acara inti adalah penyampaian materi dan Kepala Balai TNBT selaku narasumber mendapat kesempatan pertama dalam menyampaikan materi .Kepala Balai memaparkan sejarah penetapan TNBT, dasar hukum kerja sama kemitraan dengan masyarakat, tujuan, sasaran dan lokasi kegiatan role model, program kegiatan Role Model disertai dengan jadwal pelaksanaannya, dan indikator pencapaian Role Model. Selain itu, Kepala Balai TNBT juga menyampaikan beberapa potensi yang dapat dikembangkan pada zona tradisional TNBT, antara lain budidaya tanaman kelukup / jernang, pengembangan tanaman MPTS (petai dan jengkol) dan budidaya lebah madu. Pada kesempatan ini Kepala Balai TNBT juga menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BTNBT dalam rangka Role Model BTNBT. Kegiatan tersebut antara lain : pembentukan KTH, survei potensi zona tradisonal, penandaan batas zona tradisional, pemberian bantuan tanaman kelukup bagi masyarakat dan pendampingan dari penyuluh Narasumber selanjutnya memaparkan tentang Kebijakan Pengelolaan Zona Tradisional di Kawasan Konservasi. Bahwa pengelolaan zonasi taman nasional khususnya zona tradisional merupakan ruang kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat untuk dikelola bersama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Respon dan tanggapan peserta cukup baik dan secara keseluruhan mendukung role model TNBT ini. Pemerintah Daerah khususnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.Inhu mendukung role model ini, meski dukungan yang ditawarkan masih sebatas dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Sedangkan mitra WWF mendukung dalam pengembangan lebah madu bagi masyarakat, hal tersebut masih dalam proses pembahasan di lembaga. Begitu juga dengan mitra PKHS yang mendukung dalam pengadaan bantuan bibit MPTS bagi kelompok masyarakat sasaran role model. Acara ini ditutup bersama dengan melakukan foto bersama para peserta. Melalui ekspose ini diharapkan semua pihak terkait dapat mendukung pelaksanaan role model TNBT ini sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Sumber : Balai TN Bukit Tiga Puluh
Baca Berita

Forum Penanganan & Pengawasan Illegal Fishing Balai TN Takabonerate

Benteng-Kepulauan Selayar, 27 November 2017. Illegal Fishing merupakan permasalahan cukup menonjol di Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (TNBTR). Hal ini menjadi tantangan besar bagi pengelola TN. Taka Bonerate dan tentu saja bagi institusi terkait. Adapun permasalahan yang ditemui di lapangan antara lain penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan serta adanya konflik penggunaan alat tangkap di dalam kawasan. Hal-hal tersebut tentunya menjadi tanggung jawab bersama antara Balai TN Taka Bonerate, pemerintah daerah dan unsur penegak yang ada. Oleh karena itu Senin (27/11/2017) bertempat di Grand Royal Rayhan Resto and Cafe, WCS-IP selaku mitra kembali memfasilitasi pertemuan Balai Taman Nasional Taka Bonerate dengan beberapa instansi terkait untuk membentuk forum pengawasan dan penanganan Illegal Fishing di dalam Kawasan. Setelah sebelumnya dilaksanakan pertemuan awal untuk membentuk forum pengawasan dan penanganan illegal fishing yang bahkan telah ditetapkan oleh Bupati Kepulauan Selayar dalam suatu Surat Keputusan Nomor : 685/XI/TAHUN 2017 tanggal 20 November 2017. Ada 4 poin penting dalam kesepakatan forum itu yakni : 1. Membentuk forum pengawasan dan penanganan illegal fishing di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar. 2. Forum pengawasan dan penanganan illegal fishing Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai tugas sebagai berikut : Menyiapkan rencana kerja dan jadwal pengawasan Mengadakan pertemuan rutin forum yang bertujuan untuk mengkoordinasikan rencana kegiatan dan mengevaluasi kegiatan dalam hal pengendalian illegal fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar; dan 3. Melaksanakan penyuluhan, pencegahan dan penindakan serta penanganan kepada masyarakat yang berkaitan dengan illegal fishing di seluruh area Kabupaten Kepulauan Selayar Setiap instansi yang tergabung dalam forum pengawasan dan penanganan illegal fishing Kabupaten Kepulauan Selayar wajib melakukan segala upaya untuk mengurangi ataupun menghilangkan adanya praktik illegal fisihing di seluruh wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. 4. Setiap instansi wajib mendukung segala sarana dan prasarana serta pendanaan yang dibutuhkan dalam melakukan tugas yang berkaitan dengan kegiatan forum pengawasan dan penanganan illegal fishing. Pertemuan ini resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali yang mengharapkan dapat meningkatkan sinergitas antara instansi-instansi yang berwenang dalam kawasan. Dalam sambutannya, beliau menambahkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas dari forum, diharapkan agar semua pihak meningkatkan koordinasi dan komunikasi, serta wajib mendukung penyediaan sarana dan pendanaan yang dibutuhkan dalam upaya pengawasan dan penanganan illegal fishing. Pertemuan yang juga sekaligus penandatanganan MOU ini turut diikuti oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kapolres Kep. Selayar, Kasdim 1415 Kep. Selayar, Kasi Pidum Kajari Kep. Selayar, PSDKP Kep. Selayar, Danpos Angkatan Laut Kep. Selayar serta perwakilan Pemerintah Desa yang ada dalam kawasan TNTBR. Sumber : Asri - Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Juara Favorit Diraih Balai Besar KSDA Riau Dalam Pameran Kadin Riau MEA EXPO 2017

Pekanbaru, 27 November 2017. Akhirnya juara favorit diraih Balai Besar KSDA Riau dalam keikutsertaannya di pameran MEA Expo 2017 yang diselenggarakan oleh Kadin Riau, tanggal 23 s.d 26 November 2017, di lapangan Bandar Seni Raja Ali Haji Purna MTQ Pekanbaru. Acara dibuka oleh Gubernur Riau pada tanggal 23 November 2017 dan ditutup pada tanggal 26 November 2017 malam. Balai Besar KSDA Riau mengajak mitra para penangkar/pengedar tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang berjumlah 17 unit usaha, yaitu gaharu, arwana, napoleon, ular, kura kura, labi labi dan burung murai batu serta lembaga konservasi yaitu Kebun Binatang Kasang Kulim dan Safari Lagoi. Untuk pembagian bibit kepada pengunjung, Balai Besar KSDA Riau mendapat bantuan bibit dari Balai Pengelolaan DAS Indragiri Rokan. Sebagai edukasi satwa peliharaan Balai Besar KSDA Riau juga mengikutsertakan Komunitas Retic yaitu Reptile and amphibian Community Pekanbaru. Selain membawa satwa Gajah, binturong, macan dahan, owa, siamang, ikan arwana, berbagai jenis ular dan berbagai olahan gaharu serta menyediakan minuman teh gaharu gratis. Balai Besar KSDA Riau juga menyediakan pohon harapan bagi pengunjung untuk menuliskan harapan atau keinginan tentang konservasi dan TSL. Brosur juga disediakan oleh petugas yang dengan senang hati akan menjelaskan tentang kawasan konservasi khususnya di wilayah Balai Besar KSDA Riau serta TSL baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi. Tema yang diusung kali ini adalah Meningkatkan Daya Saing Ekowisata dan Produk Tumbuhan dan Satwa Liar Berkelanjutan Menuju Pasar Bebas ASEAN. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Mahfudz menyatakan bahwa dengan mengikuti acara ini diharap unit usaha dan mitra tumbuhan dan satwa liar yang berada di wilayah kerjanya dapat bersaing menuju pasar bebas Asean. Kepala Balai Besar KSDA Riau mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan acara tersebut. Semoga apa yang diharapkan bersama dapat terwujud kedepannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Penangkar DI Yogyakarta “Memulangkan" Curik Bali ke Taman Nasional Bali Barat

Cekik, 28 November 2017. Dukungan PARA PIHAK dalam rangka mendukung upaya Balai TN Bali Barat (TNBB) dalam percepatan pemulihan populasi Curik Bali di alam, yang telah digaungkan sejak 2007 sampai sekarang terus meningkat, salah satunya dari penangkar yang berada di DI Yogyakarta dibawah pembinaan Balai KSDA Yogyakarta. Setelah menempuh perjalanan panjang Yogyakarta-Bali, akhirnya burung Curik Bali tiba di Taman Nasional Bali Barat hari ini dengan selamat dan semua dalam keadaan sehat serta tetap aktif. Burung Curik Bali yang diserahkan berjumlah 30 ekor dengan rataan umur antara 2-9 bulan yang disaksikan perwakilan karantina Wilker Gilimanuk dan BKSDA Bali. Burung tersebut diterima oleh Ka.Balai TNBB dan diadakan penandatanganan BA serahterima satwa. Burung-burung ini merupakan wujud upaya para penangkar untk memenuhi kewajibannya sebesar 10%, segera setelah itu burung dimasukkan ke kandang Sanctuary di UPKPJB Tegal bunder yang dikelola oleh Balai TNBB untuk berkumpul dengan keluarga besarnya. Selamat pulang kampung burung jalak Bali. (TNBB) Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Antusias Sambut Desa Edelweiss, Ibu-ibu Desa Wonokitri Minta Dilatih Budidaya Edelweiss

Wonokitri, 26 November 2017. Minggu pagi, 26 November 2017, bertempat di Pendopo Pura Desa Wonokitri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengadakan pelatihan budidaya tumbuhan edelweiss untuk ibu-ibu pengurus RT/ RW termasuk penggerak PKK Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Pelatihan ini merupakan permintaan dari Kelompok Wanita Hindu Dharma Indonesia Desa Wonokitri menindaklanjuti penyuluhan persiapan Desa Edelweiss TNBTS di Wonokitri pada Rabu lalu, 22 November 2017. Hadir pada kesempatan tersebut yaitu Kepala Bidang PTN Wilayah I BBTNBTS, Penyuluh Kehutanan BBTNBTS memberikan penyuluhan tentang Budidaya Edelweiss didampingi personil Resort PTN Gunung Penanjakan, BBTNBTS. Pelatihan Budidaya Edelweiss yang dikemas dalam bentuk belajar bersama ini melibatkan 4 orang pemuda Desa Wonokitri sebagai instruktur praktik budidaya edelweiss. Keempat orang tersebut yaitu Saudara Teguh, Cahyo, dan Ribut yang sudah cukup baik membuat persemaian edelweiss dari biji secara swadaya di rumahnya. Serta 1 orang, yaitu Saudara Suhermono atau akrab dipanggil Mas Kulik yang telah berhasil berkreasi membudidayakan edelweiss menggunakan stek pucuk dan batang sebagai instruktur budidaya edelweiss melalui stek pucuk dan stek batang. Pelibatan ini penting untuk memberi gambaran kesuksesan kepada ibu-ibu Desa Wonokitri tentang budidaya edelweiss dari biji oleh pemuda Desa Wonokitri yang sudah lebih dahulu mendapat pelatihan budidaya edelweiss pada Bulan April 2017. Secara umum, tahapan budidaya edelweiss dari biji yaitu diawali dari pemilihan bunga edelweiss tua yang menghasilkan biji, kemudian pemanenan bunga edelweiss tua, pengeringan bunga edelweiss tua, pemisahan biji edelweiss dengan bunga dan benangsarinya, penyimpanan biji edelweiss, penyemaian biji edelweiss, penyapihan semai edelweiss, dan perawatan bibit edelweiss hingga siap tanam. Sedangkan stek pucuk dan stek batang edelweiss terdiri dari tahapan pemilihan pucuk ataupun batang edelweiss yang baik, pemanenan pucuk dan batang edelweiss, pengurangan daun untuk mengurangi penguapan, kemudian diberi obat perangsang akar pada batang bawah sebelum akhirnya ditancapkan di media tanam. Diharapkan, pelatihan budidaya edelweiss ini semakin menambah kesiapan masyarakat mewujudkan Desa Edelweiss TNBTS di Desa Wonokitri. Saatnya Konservasi Alam dan Adat Budaya Tengger berjalan beriringan dalam harmoni… Sumber : Birama Terang Radityo, S.Hut. - Penyuluh Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Satwa Kukang Hampir Tergadai

Sambas, 26 November 2017. Berawal sebuah postingan pada salah satu grup di media sosial tentang jual beli satwa kukang. Melihat postingan tersebut Hardi berniat untuk memberikan pemahaman kepada pemilik, bahwa satwa kukang tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi undang-undang dan menyarankan untuk di serahkan kepada BKSDA Kalimantan Barat. Mengetahui hal tersebut si pemilik yang bernama Herwansyah yang juga merupakan salah satu siswa SMP di Kec. Tekarang, Kab. Sambas, setuju ingin menyerahkan satwa Kukang tersebut kepada BKSDA Kalbar. Selanjutnya Hardi memberikan informasi tersebut kepada Tim Gugus Tugas TSL Balai KSDA Kalimantan Barat, yang selanjutnya di teruskan kepada Tim Gugus Tugas SKW III Singkawang. Tidak menunggu lama, tim langsung menuju TKP di Dusun Kayar Hilir, Desa Teluk Kaseh, Kec. Teluk Keramat untuk melakukan penyelamatan terhadap satwa Kukang tersebut. Selanjutnya satwa tersebut dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wil. III untuk dilakukan karantina sementara di kandang transit milik SKW II, dimana direncanakan satwa kukang tersebut akan di lepasliarkan ke habitat aslinya. Kondisi satwa tersebut masih mempunyai sifat liar dan kondisinya cukup sehat sehingga memungkinkan untung langsung dilepasliarkan. BKSDA Kalbar secara khusus memberikan apresiasi kepada sdr. Hardi dan sdr. Herwansyah dengan turut serta dalam upaya konservasi terhadap tumbuhan dan satwa yang dilindungi undang-undang. Harapan ke depan banyak anak muda yang peduli terhadap kelestarian satwa. Dengan membiarkan satwa hidup di habita alamnya, bukan untuk dipelihara.(AA) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Bakti Pramuka Bagi Alam, Di Suaka Margasatwa Sindangkerta

Tasikmalaya, 26 November 2017. Sebagai salah satu bentuk pengamalan dari Dasa Dharma Pramuka, yaitu Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, para Pramuka di Tasikmalaya melakukan aksi bersih-bersih pantai di Suaka Margasatwa Sindangkerta pada tanggal 26 November 2017. Kegiatan positif ini dilakukan oleh Pramuka yang berasal dari Kwartir Cabang Tasikmalaya bekerja sama dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat, BPBD Tasikmalaya, serta relawan penanggulangan bencana Indonesia. Aksi bersih-bersih ini merupakan bentuk kepedulian dari para Pramuka di Tasikmalaya terhadap kelestarian alam dan keanekaragaman hayati, khususnya di SM Sindangkerta. Di samping itu, kegiatan tersebut juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang berada di sekitar SM Sindangkerta untuk senantiasa menjaga kebersihan pantai yang juga menjadi tempat bertelurnya berbagai jenis penyu tersebut. Di akhir kegiatan, para peserta berkesempatan untuk melepasliarkan sedikitnya 100 ekor tukik ke habitatnya. Pelepasliaran penyu tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa para Pramuka siap untuk menjadi Pandu yang menjaga kelestarian alam serta keanekaragaman hayati di Indonesia. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Pelepasliaran Kukang (Nycticebus coucang) di HLG Sungai Buluh

Tanjung Jabung Timur, 23 November 2017. Pada hari kamis, tanggal 22 Nopember 2017 Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Jambi melakukan pelepasliaran 1 (satu) ekor Kukang (Nycticebus coucang) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Buluh yang secara administratif terletak di Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kukang tersebut berasal dari masyarakat Desa Parit Culum I Kecamatan Muara Sabak Barat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kukang ini pada awalnya ditemukan petugas SKW III BKSDA Jambi saat melakukan patroli pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Menurut pengakuan pemiliknya, kukang yang ia pelihara berasal dari tangkapan di alam dan telah dipelihara selama 2 (minggu). Petugas pun melakukan pemeriksaan fisik, khususnya gigi taring si kukang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kukang tersebut diduga berumur ±2 tahun, berjenis kelamin jantan, kondisi fisik sehat dan gigi taringnya lengkap. Kondisi ini memungkinkan untuk kukang tersebut langsung dilepasliarkan ke habitat alaminya. Penyadartahuan petugas kepada pemilik kukang hingga bersedia menyerahkannya ke putugas tidak berlangsung lama. Hal ini dikarenakan masyarakat tersebut pada dasarnya mengetahui bahwa kukang merupakan satwa liar yang di lindungi di Indonesia. Tidak hanya Indonesia, CITES pun telah memasukkan satwa ini dalam appendix I, sementara IUCN memasukkanya dalam kategori rentan. Sehingga kukang memang tidak diperbolehkan dipelihara untuk hobi atau kesenangan. Penyerahan secara sukarela tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima satwa jenis kukang dari masyarakat ke Polhut SKW III BKSDA Jambi. Pelepasliaran ini dilakukan atas kerjasama BKSDA Jambi dan Zoological Society of London. Lokasi pelepasliaran merupakan kawasan hutan lindung gambut dengan tutupan vegetasi yang memiliki potensi pakan cukup tinggi. HLG ini juga memiliki vegetasi dengan tajuk yang tinggi dan relatif padat. Vegetasi yang demikian sangat disukai oleh kukang. Pelepasliaran dilakukan pada pukul 18.00 WIB. Waktu ini dipilih dikarenakan primata ini merupakan satwa nocturnal, yakni yang aktif di malam hari. Proses pelepasliaran tidak berlangsung lama, karena begitu kandang dibuka kukang langsung meraih ranting pohon dan bertengger di pohon tersebut. Kembalinya satu ekor kukang ke habitat alaminya diharapkan dapat meningkatkan populasi satwa tersebut di alam dan kelestariannya dapat terus terjaga. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Balai TN Gn. Palung Serahkan Bantuan ke 5 Kelompok Masyarakat Desa Sejahtera

Sukadana, 24 November 2017. Desa Sejahtera merupakan salah satu desa yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Di desa Sejahtera terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang merupakan binaan atau pendampingan Balai TNGP dan para mitra. Pada tanggal 23 November 2017 Balai Taman Nasional Gunung Palung menyerahkan bantuan kepada 5 kelompok masyarakat di Desa Sejahtera. Kelompok-kelompok yang menerima bantuan terdiri dari : 1. Kelompok Tani Muara Palong menerima bantuan berupa Bibit Jabon, Bibit Limau Manis dan bibit sayur-sayuran, 2. Kelompok Tani Indramayu menerima bantuan berupa Bibit Jabon, bibit Limau Manis dan bibit sayur-sayuran, 3. Kelompok Tani Saweri Gading menerima bantuan berupa Bibit Jabon, bibit Limau Manis dan bibit sayur-sayuran, 4. Kelompok Nelayan Lestari menerima bantuan berupa peralatan tangkap ikan (pukat dan mesin kato), 5. Kelompok Pengrajin HHBK Karya Sejahtera menerima bantuan mesin jahit manual, peralatan dan bahan-bahan untuk produksi kerajinan. Penyerahan bantuan disecara simbolis dilaksanakan oleh pejabat struktural Balai TNGP dengan disaksikan oleh dinas/instansi terkait lingkup Kabupatan Kayong Utara. Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut aparat Desa Sejahtera, perwakilan masyarakat, dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat. Pemberian bantuan kepada kelompok tersebut merupakan upaya pemberdayaan untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat. Kelompok-kelompok yang menerima bantuan merupakan kelompok binaan/dampingan Balai Taman Nasional Gunung Palung dan mitra lainnya (Dekranasda Kabupaten Kayong Utara, Yayasan ASRI dan Yayasan Palung). Tindak lanjut dari kegiatan pemberian bantuan akan dilakukan dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat khususnya kepada kelompok pengrajin. Pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat diharapkan dapat semakin meningkatkan produktivitas dan kinerja kelompok yang pada akhirnya akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Serunya Lomba Asah Terampil Kelompok Tani Taman Nasional Bukit Duabelas

Batang Hari, 26 November 2017. Kali perdana Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) menyelenggarakan Lomba Asah Terampil Kelompok Tani yang ada di desa-desa penyangga wilayah SPTN I Batang Hari pada tanggal 25 November 2017 lalu yang dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah I Batang Hari yaitu Bapak Erwin Iskandar S,S.Hut. Sejumlah 9 (Sembilan) kelompok tani yang berasal dari Desa Jelutih, Desa Hajran, Desa Olak Besar, Desa Paku Aji, Desa Sungai Ruan Ilir, Desa Sungai Ruan Ulu, Desa Sungai Lingkar, Desa Padang Kelapo dan Desa Peninjauan mengirimkan perwakilannya. Kelompok-kelompok ini pernah mendapat bantuan usaha peningkatan ekonomi pada program pemberdayaan masyarakat dari Balai TNBD. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan dan wawasan kelompok tani tentang TNBD sehingga pada lomba ini peserta diberi pertanyaan tentang kehutanan, konservasi dan kawasan TNBD serta ilmu pertanian. Ada 3 (tiga) babak lomba untuk penyisihan peserta hingga sampai pada babak akhir. Antusiasme peserta pada kegiatan ini cukup tinggi, terlihat dari semangatnya saat menampilkan yel-yel dengan berbagai gaya serta kostum-kostum unik yang digunakan peserta seperti mahkota dan rok daun. Yel-yel yang disampaikan peserta pun menunjukan bahwa masyarakat pada dasarnya menyadari pentingnya keberadaan hutan TNBD bagi kehidupan mereka, seperti pada petikan yel-yel kelompok tani dari Desa Hajran : “Satu satu, mari tanam pohon Dua dua selamatkan hutan Tiga tiga masyarakat aman Satu dua tiga TNBD sejahtera” Selain mengasah kemampuan dan wawasan peserta tentang TNBD,kegiatan ini mempunyai efek positif lainnya seperti Sosialisasi secara tidak langsung tentang kawasan TNBD kepada masyarakat baik peserta, penonoton serta tamu undangan yang hadir dan mendorong kerjasama yang lebih erat antara petugas Balai TNBD khususnya di SPTN Wilayah I Batang Hari dengan pemerintah setempat dan masyarakat sekitar kawasan karena kegiatan ini juga melibatkan pihak seperti Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari. Ke depannya, diharapkan lomba yang dimenangkan oleh Kelompok Tani Desa Olak Besar ini dapat diselenggarakan lagi, tidak hanya oleh Balai TNBD saja tetapi bersama-sama dengan pemerintah desa atau kecamatan sehingga masyarakat benar-benar menyadari pentingnya keberadaan kawasan TNBD bagi kehidupan mereka. Sumber : Balai TN Bukit Duabelas
Baca Berita

Gerakan Bersih Pantai Coastal Clean Up (CCU) Karimunjawa 2017

Karimun Jawa, 26 November 2017. Bersih, Bagus, Indah. Itulah slogan Gerakan Bersih Pantai Coastal Clean Up (CCU) Karimunjawa 2017, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut, Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Nopember 2017, dengan lokasi di pantai sekitar alun alun Karimunjawa dan Legon Lele. Kegiatan diikuti oleh 1) Dinas instansi; Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kepala Polsek Karimunjawa, Komandan Rayon Militer 10 Karimunjawa, Pos TNI AL Karimunjawa, Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas III Karimunjawa, Pelabuhan Perikanan Pantai Karimunjawa, Dinas Lingkungan Hidup Jepara dan Perangkat Desa Karimunjawa. 2) Masyarakat meliputi siswa-siswi SMP Negeri 1 Karimunjawa, SD Negeri 1 dan 2 Karimunjawa. 3) Kelompok masyarakat meliputi Yayasan 27 Pulo dan Himpunan Pramuwisata Indonesia Karimunjawa. 4) WCS Marine Programme Karimunjawa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikamat Undip Semarang. Kegiatan didahului upacara pembukaan dengan acara sambutan Camat Karimunjawa, Kepala Balai TN Karimunjawa dan Direktur PPKPL Dirjen PPKL KLHK sekaligus membuka CCU Karimunjawa 2017. Dalam acara tersebut juga diberikan bantuan peralatan kebersihan kepada SMP Negeri 1, SD Negeri 1 dan 2 Karimunjawa serta Kecamatan Karimunjawa. Metode bersih pantai. Peralatan yang digunakan meliputi garu sampah, kantong sampah, kaos tangan, masker dan timbangan. Didukung oleh 1 satu truk sampah dari DLH Jepara, 4 pick up, 4 kendaraan roda tiga dan 1 unit mobil patroli BTNKj. Peserta bersih dibagi dua kelompok besar tersebar di dua lokasi, sekitar Alun Alun Karimunjawa dan Legon Lele. Peserta menyisir pantai sambil mengambil sampah yang dijumpai dengan mempergunakan alat bahan yang telah disiapkan, sekaligus sampah dikumpulkan berdasarkan lima kategori yaitu meliputi botol plastik, botol kaca, kain, sterofoam dan tali. Total sampah yang terkumpul dari lima kategori tersebut adalah kurang lebih 700 kg. Selanjutnya sampah dimuat ke dalam truk sampah DLH Jepara untuk diangkut ke Jepara. Acara dimeriahkan dengan atraksi tari tarian tradisional dari SMP Negeri 1 dan SD Negeri 2 Karimunjawa dan pembagian door prize kepada peserta CCU. Kegiatan berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir dan ditutup dengan makan siang bersama. Sumber : Kristiawan - PEH Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Balai TN Gn. Ciremai Berbagi Ilmu Dengan BBKSDA Jabar

Bandung, 24 November 2017. Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China. Itulah bunyi hadist yang bertujuan memompa semangat umat manusia untuk senantiasa menuntut ilmu, walaupun harus melintasi ruang dan waktu. Namun untuk memperoleh ilmu tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, tampaknya tidaklah harus jauh-jauh ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Ya, ilmu tersebut masih bisa didapat dari Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), “saudara dekat” Balai Besar KSDA Jawa Barat yang lokasinya terletak di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Menyerap ilmu dari BTNGC dipandang perlu karena ada beberapa aspek pengelolaan di sana yang perlu dicontoh oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat. Oleh karena itu, Balai Besar KSDA Jawa Barat mengundang BTNGC untuk memaparkan materi seputar pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai sebagai sebuah lesson learned. Acara pemaparan materi tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 November 2017 bertempat di Aula Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, pihak BTNGC diwakili oleh Kepala Sub Bagian TU (Mufrizal, SH, MH), Kepala SPTN Wil. I Kuningan (San Andre Jatmiko, S.Hut.), dan Kepala SPTN Wil. II Majalengka (Siswoyo, S.Hut.). Acara tersebut dihadiri oleh para pejabat struktural serta pegawai lingkup Balai Besar KSDA Jawa barat Secara umum, para pemateri memberikan paparan mengenai Learning Process Pemanfaatan Air dan Pemberdayaan Wisata Komunitas Desa Penyangga di TNGC. Terkait dengan pemanfaatan jasa lingkungan air, BTNGC termasuk unit pelaksana teknis Ditjen KSDAE yang telah yang areal pemanfaatan air dan energi airnya telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor SK.40/KSDAE/SET/KSA.3/1/2017 tanggal 24 Januari 2017. TNGC sendiri memiliki 97 Sumber Air dengan debit air minimal 9.057,61 liter/detik. Sementara dalam hal pemberdayaan wisata komunitas desa penyangga di TNGC terdapat beberapa kebijakan yang memungkinkan adanya interaksi ekologi, sosial budaya dan ekonomi dalam bentuk: ? Akses kepada masyarakat sebagai tuan rumah di dalam pengelolaan jasa lingkungan wisata , air dan kehati; ? Pengelolaan sampah dari aktifitas wisata oleh masyarakat pemanfaat jasa lingkungan wisata secara mandiri sehingga terwujud kawasan hutan sebagai zona zero waste dan zero cost; ? Aksi restorasi kawasan oleh masyarakat pemanfaat jasa lingkungan wisata, air, dan pengunjung wisata; ? Memberikan ruang untuk kearifan lokal, aksi budaya dan pengembangan kuliner lokal; ? Penelitian dan pengembangan kehati kawasan yang mempunyai nilai manfaat untuk daerah penyangga seperti pemanfaatan mikroorganisme hutan untuk pertanian, peternakan dan budidaya sehat tanpa limbah kimia, dll; ? Kepedulian sosial dengan menyantuni anak yatim piatu,duafa, guru mengaji dan bantuan bencana. Dengan kebijakan-kebijakan terkait wisata tersebut, masyarakat mendapatkan value berupa peningkatan secara ekonomi karena ada multiflier effect dari hasil usaha kuliner, cindera mata, maupun jasa potter. Sementara kawasan juga mendapatkan benefit dari masyarakat karena masyarakat melakukan restorasi serta melakukan pengelolaan sampah hasil aktivitas wisata secara swadaya dan mandiri. Di samping itu, jumlah PNBP dari tiket masuk kawasan sampai dengan bulan Oktober juga telah melampaui target yang telah ditetapkan. Beberapa lesson learned bisa didapat dari pengelolaan jasa lingkungan air dan wisata di TNGC. Dalam pengelolaan jasa lingkungan air, Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan potensi air yang berlimpah di taman wisata alam dan suaka margasatwa, dapat mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh BTNGC guna mendapatkan penetapan areal pemanfaatan air pada masing-masing TWA maupun SM. Hal tersebut merupakan langkah awal sebelum izin pemanfaatan/usaha pemanfaatan air/energi air yang diajukan berbagai pihak diberikan kepada yang bersangkutan. Terkait pengelolaan jasa wisata, Balai Besar KSDA Jawa Barat dapat belajar bagaimana wisata berbasis masyarakat tersebut diterapkan sehingga masyarakat dan kawasan sama-sama mendapatkan benefit dari kegiatan wisata yang dijalankan. Akhirnya, terima kasih kepada BTNGC yang telah berbagi ilmu dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat. Semoga apa yang telah dirintis di TNGC ataupun yang akan dirintis di Balai Besar KSDA Jawa Barat sama-sama akan memberikan benefit, tidak hanya untuk kawasan konservasi, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Sosialisasi Konservasi kepada Suku Anak Dalam (SAD)

Batin, 25 November 2017. Sosialisasi konservasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) dengan kelompok sasaran masyarakat desa penyangga serta kelompok Suku Anak Dalam (SAD). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada SAD tentang pentingnya menjaga kawasan hutan khususnya TNBD sebagai tempat tinggal mereka agar tetap lestari sehingga dapat diwariskan kepada anak cucunya. Hal ini sangat penting dilakukan karena SAD pun tidak lepas dari pengaruh perkembangan zaman sehingga adat istiadat/kearifan lokal mereka dalam mengelola dan memanfaatkan hutan bisa saja hilang, tergerus oleh perubahan sosial dan ekonomi. Selain memberikan penyuluhan tentang konservasi kawasan TNBD, kegiatan sosialisasi konservasi biasanya dibarengi pula dengan kegiatan lain seperti peyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dengan mnelibatkan instansi terkait misalnya Puskesmas terdekat. ? Hal ini terlihat pada Sosialisasi konservasi yang dilakukan pada kelompok Tumenggung Girang di wilayah Kecamatan Batin XXIV pada tanggal 24 November 2017 lalu,yang melibatkan petugas dari Puskesmas Durian Luncuk untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan SAD kelompok ini. Pengobatan sangat membantu SAD, karena biasanya akses menuju sarana kesehatan dengan tempat tinggal mereka cukup jauh sehingga memerlukan waktu untuk mencapainya dengan berjalan kaki karena tidak semua SAD mempunyai kendaraan bermotor. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu SAD dalam meningkatkan taraf kesehatannya serta menunjukan keseriusan Balai TNBD dalam upaya mensejahterakan SAD yang ada di dalam dan sekitar kawasan. Sumber : Balai TN Bukit Dua Belas
Baca Berita

Pelibatan Masyarakat Melalui Pembentukan MPA Di TN Sebangau

Pulang Pisau, 24 November 2017. Balai Taman Nasional Sebangau menyelenggarakan kegiatan Pembentukan MPA (Masyarakat Peduli Api) yang dilaksanakan di Resort Mangkok SPTN Wilayah II Pulang Pisau pada tanggal 15 s.d 16 November 2017. Kegiatan diikuti oleh masyarakat sekitar kawasan umumnya nelayan yang berada di pinggir Sungai Sebangau. Adapun tujuan dibentuknya MPA adalah untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan/lahan dan bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan. Pemateri pada kegiatan ini disampaikan oleh Widodo, salah satu komandan regu dari DAOPS kabupaten Katingan. Penyampaian materi yang dikemas secara sederhana dengan menggunakan metode pembelajaran dan praktek langsung di lapangan sehingga mudah dipahami oleh masyarakat nelayan. Beberapa materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut diantaranya; Dasar – dasar kebakaran hutan dan lahan, Pelaporan Kebakaran Hutan, Tehnik Pemadaman Kebakaran, Peralatan manual pemadaman kebakaran, Peringatan dini dan deteksi kebakaran hutan. Belajar dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, kebakaran hutan dikawasan TN Sebangau sebagian besar terjadi di tepi sungai dan pada saat musim kemarau. Hal ini diindikasikan oleh masyarakat yang beraktivitas mencari ikan dengan cara memancing maupun pasang perangkap ikan (rengge) yang membuang rokok yang belum dimatikan dan ada informasi lain bahwa dengan membakar tanaman di tepi sungai (tanaman rasau) akan mempermudah dalam menangkap ikan. Diharapkan dengan dibentuknya Masyarakat Peduli Api dan dilakukan pembinaan secara rutin dapat mencegah serta meminimalisir kebakaran hutan dan lahan khususnya di kawasan TN Sebangau. sehingga kerusakan hutan dan lahan yang disebabkan oleh kebakaran tidak bertambah luas. Sinergi antara masyarakat dengan pengelola TN Sebangau sangat diperlukan dalam upaya menjaga hutan agar keanekaragaman hayati tetap lestari. Sumber : Tito Surogo, Hendro Sopha, Dedi Irawan, Agung, Boby Balai TN Sebangau

Menampilkan 9.329–9.344 dari 11.140 publikasi