Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bantuan Usaha Ekonomi Produktif di Desa Sebangau Mulya dari Balai TN Sebangau

Pulang Pisau, 16 Desember 2017. Balai TN Sebangau melaksanakan kegiatan penyerahan anakan kambing sebanyak 9 (sembilan) ekor kepada kelompok usaha ekonomi produktif wana mulya di Desa Sebangau Mulya, Kecamatan Sebangau Kuala Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 15 Desember 2017 ini merupakan bantuan lanjutan pada tahun 2013 melalui pembentukan Desa Model Desa Konservasi (MDK). Sebelumnya telah diserahkan jenis bantuan berupa bibit karet sebanyak 2.000 (dua ribu) batang dan bibit sapi sebanyak 6 (enam) ekor. Dari hasil monitoring dan evaluasi jenis bantuan bibit karet yang awalnya sudah di tanam dan tumbuh dengan baik tetapi pada Tahun 2015 terjadi kebakaran hutan dan lahan sehingga tanaman tersebut banyak yang mati. Pada jenis bantuan bibit sapi dengan sistem gulir dan kredit yang sebelumnya 6 (ekor) pada saat ini telah berkembang menjadi 11 (sebelas) ekor ditambah dengan guliran kambing yang awalnya 4 (empat) ekor berkembang menjadi 11 (ekor). Bapak Dedy Sentoso,SH selaku Kepala SPTN Wilayah II yang mewakili Kepala Balai TN Sebangau pada kegiatan tersebut mengungkapkan sangat berterima kasih kepada kelompok tani wana mulya Desa Sebangau Mulya atas keberhasilan dalam mengelola bantuan yang diberikan dari pihak Balai TN Sebangau melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin selama ini. Berdasarkan laporan hasil monitoring dan evaluasi, Desa Sebangau Mulya adalah salah satu desa yang berhasil dalam mengelola bantuan ekonomi produktif dibanding 3 (tiga) Desa MDK yang lain. Diharapkan pada tahun selanjutnya keberhasilan dalam mengelola bantuan ini dapat diterapkan pada desa MDK lainnya. Selain itu Balai TN Sebangau juga perlu meningkatkan pendampingan kepada masyarakat agar bantuan yang telah diberikan dapat berkembang baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Tujuan dari program pemberdayaan adalah membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri yaitu kemandirian berpikir, bertindak dan mengendalikan apa yang akan mereka lakukan. Masyarakat akan menjadi mandiri apabila dapat menggunakan kemampuan berpikir dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Semoga dengan bantuan ekonomi produktif ini dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan. Sumber : Tito Surogo - Balai TN Sebangau
Baca Berita

BBKSDA NTT Partisipasi Di HMPI Prov NTT

Kupang, 16 Desember 2017. Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) bersama UPT KLHK lainnya serta Pemda Prov NTT ikut melaksanakan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Nasional 2017 sekaligus sebagai salah satu bagian dari perayaan HUT Prov NTT ke-59 (20 Des 2017). Seremoni dengan tema "Kerja Bersama: Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam" telah dilaksanakan (8/12/12) di Jalur 40 Jalur Lingkar Kota Kupang, dipimpin oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya serta dihadiri oleh Sesda NTT, para Pimpinan OPD Prov NTT/Kota Kupang/Kab Kupang, jajaran Rimbawan KLHK di NTT, masyarakat dan pers. Pemda NTT akan menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Sepe (Flamboyan), karena keindahan dan daya tahannya terhadap cuaca kering di NTT. Selanjutnya, jalur 40 ini akan dibagi menjadi 75 petak, dimana setiap petak menjadi tanggung jawab satu instansi di NTT (dengan undian) untuk ditanami dengan Sepe (dipelihara hingga besar) yang disediakan oleh Persemaian Permanen Fatukoa milik BPDAS Benain Noelmina. Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Jagawana Sigap Evakuasi Buaya

Pekanbaru (16/12/17). Seekor buaya Sinyulong (Tomistoma schlegelii) betina, berumur sekitar 11 tahun dengan panjang 2,70 m dan seekor burung rangkong ( famili bucerotidae) berumur sekitar 4 tahun diserahkan oleh Ahmad Saifudin pada hari Kamis, tanggal 14 Desember 2017. Ahmad, penduduk Dusun Gajah Mungkur, Kampung Berumbung Baru, Kec. Dayun, Kab. Siak telah memelihara buaya tersebut dari tahun 2007. Adapun penyerahan dilakukan berkat kegigihan Kepala Resort Siak, Bidang KSDA Wilayah II, Rafles Sitinjak beserta anggotanya mensosialisasikan tumbuhan dan satwa yang dilindungi di wilayah kerja resortnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa kedua satwa tersebut adalah satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang mana bagi yang melanggarnya akan dikenai sanksi sesuai UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Akhirnya Ahmad Saifudin harus merelakan buaya dan burung yang telah dipeliharanya tersebut. Tim evakuasi yang dipimpin oleh Aswar Hadhibina Nasution langsung membawa dan menitipkan sementara kedua satwa itu di Lembaga Konservasi Kasang Kulim setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan dan kedua satwa dinyatakan sehat. Balai Besar KSDA Riau mengucapkan terima kasih kepada bapak Ahmad Saifudin dan mengharapkan untuk kedepannya kesadaran akan kelestarian tumbuhan dan satwa liar makin meningkat. Sumber : BBKSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Jambi Evakuasi Tapir Masuk Kampung

Tebo, 16 Desember 2017. Masyarakat Kampung Simpang Desa Mangupe Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo melaporkan ke Seksi Wilayah II Muara Bulian BKSDA Jambi (12/12/2017) adanya 3 ekor tapir yang masuk dusun, satu ekor diantaranya terperosok masuk kedalam septiteng rumah warga (Bpk. Yusuf), sedangkan 2 ekor lainnya berlari kearah hutan. Tapir tersebut diduga berasal dari Tahura Bukit Sari. Merespon laporan tersebut, Kepala Seksi II beserta staf berkoordinasi dengan dokter hewan dari SOCP (drh. Yuli Akmal) serta Polsek Tengah Ilir langsung bergerak ke lokasi. Tim membawa tapir tersebut ke Jambi untuk dititip rawat sementara di Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut keterangan Dokter Hewan, tapir tersebut berjenis kelamin betina yang diduga dalam keadaan hamil. Berdasarkan informasi masyarakat setempat, kejadian tapir masuk kampung sudah beberapa kali. Apabila nanti dilepasliarkan kembali di Tahura Bukit Sari kejadian yang sama akan terulang dan membahayakan kehidupan dan kelestarian satwa tersebut. Untuk itu Balai KSDA Jambi mengusulkan akan melepasliarkan tapir tersebut di kawasan TN Berbak dan Sembilang atau TN Bukit Tiga Puluh yang juga merupakan habitat tapir. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Kuliah Umum Kepala Biro Humas KLHK Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Sc Di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)

Riau – 15 Desember 2017, Ir. Djati Witjaksono Hadi, M.Sc Kepala Biro Humas KLHK memberikan kuliah umum kehumasan dengan tema "Humas Pemerintah, Membangun Citra dan Mempertahankan Reputasi" di aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) pada hari Jum'at, tanggal 15 Desember 2017. Acara dibuka oleh Rektor UMRI, DR. H. Mubarak, M.Si. Kuliah umum ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Kehumasan Balai Besar KSDA Riau dan sekitar 300 lebih mahasiswa UMRI. Para peserta sangat antusias mengikuti jalannya kuliah umum, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada nara sumber baik dari sisi ilmu kehumasan sendiri maupun dari sisi isyu isyu lingkungan hidup dan kehutanan yang sedang berkembang saat ini. Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengetahui dan memahami strategi berkomunikasi. Menyampaikan kepada publik mengenai program dan kinerja yang sedang dan akan dilakukan secara kreatif, inovatif dan menarik. Disamping itu dapat membuka wawasan tentang kehumasan sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Rektor UMRI, Mubarak mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat berbagi ilmu kehumasan disamping ilmu tentang lingkungan hidup dan kehutanan. Dan berharap untuk kedepannya akan terjalin hubungan yang baik antara UMRI dan Kementetian LHK. Sumber: BBKSDA Riau
Baca Berita

BBTNBKDS Serahkan Bantuan 2 Sapi dan 67 Babi di Daerah Penyangga

Embaloh Hulu, 15 Desember 2017. Sebagai wujud apresiasi atas dukungan masyarakat di daerah penyangga Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Senatrum (BBTNBKDS melalui Bidang Pengelolaan TN Wilayah I Mataso (BPTNW) secara simbolis menyerahkan bantuan ternak sebanyak 2 ekor sapi dan 67 ekor babi. Dua desa yang mendapatkan bantuan tersebut adalah Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar dan Desa Menua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu. Dalam arahannya, Kepala Bidang PTNW I Mataso Djunaidi mengatakan bahwa bantuan ini sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat di daerah penyangga khususnya di dua desa tersebut. “paket bantuan ini sebagai wujud apresiasi kami kepada masyarakat penyangga kawasan TNBKDS yang sudah ikut aktif dan terlibat dalam menjaga kawasan TNBKDS khususnya Bidang Wilayah I Mataso” jelasnya. Lebih lanjut, mantan Kepala Seksi I Singkawang BKSDA Kalimantan Barat ini mengatakan bahwa dukungan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kawasan TNBKDS dari kerusakan menjadi penyemangat bagi staf TN khususnya Polhut. “kawasan TN adalah milik kita bersama maka upaya perlindungan kawasan tidak hanya dilakukan polhut saja tapi juga bapak ibu sekalian” tegas Djunaidi. Menutup arahannya, Djunaidi berharap bantuan yang diberikan ini dapat digunakan sebaik mungkin dan bisa berkelanjutan. “semoga kerjasama antara pihak Taman Nasional dapat terjalin erat kedepannya”pungkasnya. Turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut adalah Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso, Kepala Seksi PTN Wilayah I Lanjak, Kepala Resort Sebabai, Kepala Resort Sadap, Penyuluh Kehutanan, PEH, Polhut, pimpinana kedua desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang berada di dua desa tersebut. Jumlah paket bantuan yang diserahkan berupa bantuan modal usaha sebesar Rp. 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala Seksi PTN Wilayah I Lanjak dan disaksikan oleh para tamu yang hadir. Selanjutnya paket bantuan tersebut dibelanjakan untuk pembelian hewan ternak dan perbaikan kandang ternak. Untuk di Desa Mensiau, paket bantuan dibelanjakan untuk membeli 40 ekor babi dan perbaikan kandang babi. Paket bantuan ini dikelola oleh 14 kepala keluarga penerima bantuan. Sedangkan di Desa Menua Sadap, paket bantuan dibelanjakan untuk pembelian 2 ekor sapi, 27 ekor babi, dan pembangunan kandang babi. Sumber : Ahmad Rindoan - PEH Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Peresmian Sarpras Balai TN Kepulauan Togean

Ampana, 15 Desember 2017. Peresmian Sarana dan Prasarana Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Tahun 2017 digelar pada hari Jumat tanggal 15 Desember 2017 di Pelabuhan Ampana Kelas III pukul 10.00 WITA. Sarana dan Prasarana yang mendukung terlaksananya tupoksi Taman Nasional Kepulauan Togean antara lain: Informasi (Information Centre) yang berlokasi di Pelabuhan Ampana; Speed Boat Patroli (1 Unit), Speed Boat SPTN (3 unit), Dermaga/Jeti (1 unit) yang berlokasi di Popolii, Pos jaga (1 unit) yang berlokasi di Popolii, Identitas Kawasan TNKT (1 unit) yang berlokasi di Popolii. Semua sarana dan Prasarana tersebut berasal dari APBN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun anggaran 2017, karena Optimalisasi kinerja balai TNKT sangat dipengaruhi dengan tersedianya sarana dan prasarana yang maksimal. Peresmian dilakukan dengan menggunting pita yang dipasang pada pintu depan pos informasi dan memecahkan kendi secara simbolis pada speed boat. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesra Bapak Drs. Hambiah Soetedjo menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una bekerjasama OPD terkait mendukung pelaksanaan Tupoksi Balai Taman Nasional Kepulauan Togean dengan memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah kepulauan togean tentang keberadaan serta tugas pokok dan fungsi Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Sedangkan Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bapak Dr. Rusdi Ridwan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una Una dan Mitra Balai TNKT serta seluruh pihak atas dukungan dan peran sertanya dalam acara ini. Acara dihadiri oleh Stake Holder yang ada di Kabupaten Tojo Una-Una, baik Itu unsur Pemerintah Kabupaten, LSM dan Pihak Swasta. Ir. Bustang Selaku Kepala Balai TNKT mengharapkan kiranya media launching ini dapat langkah awal dalam pembangunan konservasi yang berkelanjutan dan terlaksananya tupoksi Taman Nasional yang berkesinambungan dan berdayaguna. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

BTN Sebangau Gelar Kegiatan Puncak Hari Menanam Dan Bulan Menanam Nasional 2017

Palangka Raya, Senin 11 Desember 2017. Balai Taman Nasional Sebangau menyelenggarakan kegiatan widya wisata dan penanaman pohon dalam rangka Bhakti Konservasi Taman Nasional Sebangau di Sungai Koran, Resort Sebangau Hulu SPTN Wilayah I yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2017. Kegiatan yang bertepatan dengan puncak hari menanam dan bulan menanam nasional tahun 2017 diikuti sedikitnya oleh 60 peserta. Berasal dari berbagai instansi, komunitas, Agen Travel Wisata, lembaga pendidikan, masyarakat sekitar kawasan dan awak media. Diantaranya adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, Bappeda Litbang Provinsi Kalimantan Tengah, Komunitas Pararel Borneo, Komunitas Drone, Komunitas Fotografi, Komunitas 1000 Guru, admin sosial media Instanusantara Palangka Raya, Palangka Raya Clean Action, AA Tour Borneo, Guru SMAN 1 Palangka Raya, Siswa SMAN 5 Palangka Raya, Siswa SMAN 4 Palangka Raya, Mahasiswa Universitas Palangka Raya, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, wartawan Dayak TV, jurnalis Kalteng Pos, PWI Kalteng, Kalteng TV dan masyarakat penggiat wisata Kereng Bangkirai. Sebelum berangkat ke Sungai Koran, peserta dikumpulkan di Dermaga Kereng Bangkirai untuk menyimak agenda kegiatan widya wisata yang disampaikan oleh panitia. Sekitar 12 kelotok masyarakat digunakan untuk membawa seluruh rombongan ke Sungai Koran dengan dibagi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok tersebut membawa bibit untuk ditanam di kawasan. Sesampainya di Pos Koran setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit peserta berkumpul di gazebo untuk beristirahat sejenak sambil menikmati kudapan sekaligus menikmati udara segar hutan rawa gambut. Kepala Sub Bagian Tata Umum yang mewakili Kepala Balai TN Sebangau memberikan materi singkat terkait pengelolaan kawasan TN Sebangau. Dijelaskan bahwa TN Sebangau sebagai kawasan konservasi memiliki nilai penting baik itu hidrologi, keanekaragaman hayati dan tentu saja keunikan hutan rawa gambut serta orangutan yang menjadi daya tarik TN Sebangau. Selain materi yang disampaikan oleh Bapak KSBTU, penjelasan tentang kekayaan flora dan fauna di TN Sebangau juga disampaikan oleh fungsional PEH Balai TN Sebangau. Acara puncak penanaman dilaksanakan di area plot permanen yang lokasinya tidak jauh dari Pos Koran. Seluruh peserta maupun panitia ikut berpartisipasi dengan menanam bibit jelutung dan belangeran yang merupakan tanaman asli kawasan. Setelah kegiatan menanam rampung peserta juga melakukan tracking ke dalam hutan dengan didampingi oleh staf TN Sebangau. Setelah lelah beraktifitas peserta pun santap siang di atas wooden trail, diantara teduhnya pepohonan dan semilir angin suasana makan bersama terasa sangat nikmat siang itu. Berbaur dari berbagai latar belakang yang berbeda menambah keseruan obrolan dan berbagi pengalaman baru, tentunya menambah jejaring dan teman baru juga. Kegembiraan dan antusias peserta jelas terlihat, mereka sangat senang dapat mengikuti kegiatan widya wisata sekaligus penanaman pohon, bahkan mereka berharap dapat mengikuti kegiatan-kegiatan serupa di lain waktu. Kegiatan widya wisata dan bhakti konservasi ini digelar selain melakukan penanaman pohon juga merupakan ajang pengenalan kawasan dan wisata alam. Dengan harapan jejaring sosial dan media bersama-sama dalam fokus yg sama membangun multiplayers effect dari penyelenggaraan wisata alam yg terintegrasi di Kota Palangka Raya. (Sumber : Susana, Suyoko, Hidayat Turrahman Balai TN Sebangau)
Baca Berita

Peringati HMPI, BBTNBKDS Tanam Pohon Aren Seluas 1 Hektar

Putussibau, 15 Desember 2017. Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Indonesia tahun ini, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melaksanakan penanaman pohon aren (_Arenga Pinnata_) di areal lahan Seksi Pengelolaan TN Wilayah IV (SPTN IV) Nanga Era seluas 1 hektar. Total 200 bibit aren ditanam dalam kegiatan ini. Kepala Bidang Pengelolaan TN Wilayah II (PTNW) Kedamin, Fery AM Liuw mewakili Kepala BBTNBKDS mengatakan bahwa penanaman pohon aren ini selain untuk merehabilitasi lahan juga sebagai sumber alternatif ekonomi masyarakat di masa depan melalui pengembangan produk aren. “Menindaklanjuti arahan Kababes, penanaman pohon aren ini tidak hanya mendukung konservasi melalui rehabilitasi lahan tetapi juga harapannya di masa depan hasil nira nya mampu untuk pengembangan ekonomi rakyat” tegasnya. Ditambahkan Fery, penanaman pohon aren di Nanga Era ini menggunakan jarak tanam 7 x 7 meter sesuai rekomendasi dari praktisi tanaman Dudung. “Metode penanaman dilakukan dengan pola tanam segitiga dengan jarak tanam 7x7m, kedalaman lubang galian 80x80x80 cm, dengan formula media timbun yaitu kompos, humus dan tanah” jelasnya. Menutup arahannya, Kepala Bidang PTNW II Kedamin ini berharap kepada pegawai dan masyarakat yang terlibat untuk menjaga dan merawatnya sehingga target penanaman pohon yang digagas Kementerian LHK dapat tercapai. Sementara itu Kepala SPTN IV Nanga Era, Jembu mengatakan bahwa tidak hanya jenis aren yang ditanam tetapi juga tanaman kayu keras lainnya. “kami tanam pohon buah-buahan dan pohon kayu Gaharu” jelas Kepala Seksi yang telah mengabdikan dirinya lebih dari 10 tahun di TNBKDS ini sesaat sebelum dilakukan penanaman. Penanaman aren di lakukan di pimpin langsung oleh kepala bidang PTN wilayah II kedamin dan Kepala Seksi PTN wilayah IV Nanga Era dan Kepala Seksi PTN Wilayah III mendalam serta seluruh staf Lingkup Bidang PTNW II Kedamin. Hari Menanam pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Indonesia merupakan agenda besar Kementerian LHK untuk mengejar target penanaman 1 Milyar pohon. Puncak peringatan HMPI dilaksanakan pada 9 Desember lalu di Gunung Kidul di pimpin oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Wujud Kepedulian Polsek Tempurejo Terhadap Kelestarian Kawasan TNMB

Jember, 13 Desember 2017. SPTN Wilayah II Ambulu dan Polsek Tempurejo, bersama Pemuda Mandilis Bersatu (PMB) dan masyarakat Desa Sanenrejo menanam bibit pohon sebanyak 235 batang di Blok Aren, Zona Rehabilitasi kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Tempurejo. “Penanaman ini mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon. Harapannya akan diikuti oleh daerah lain di Tempurejo khususnya di wilayah Desa Sanenrejo, agar hutan TNMB kembali hijau.” Ujar Kapolsek Tempurejo, AKP Suhartanto, SH., MM., usai melakukan penanaman. Jenis bibit yang ditanam terdiri dari Pinang, Durian, Kepuh, Sirsak, dan Lansep. Di sela kegiatan, Kepala SPTN Wilayah II Ambulu yang diwakili oleh Heman Sutresna Deniswara, S.H., menjelaskan tujuan dari kegiatan pada hari ini, yaitu untuk menghijaukan kembali hutan TNMB, PolsekTempurejo peduli dan berkomitmen membantu TNMB dalam upaya konservasi hutan, serta mengajak PMB untuk menjaga dan merawat tanaman. Penanaman ini juga dilakukan dalam rangka ikut memeriahkan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2017. Lebih lanjut, Bahrudin (Kepala Resort Sanenrejo) mengatakan bahwa bibit pohon yang hari ini ditanam pada areal seluas 0,25 hektar ini menjadi “Demplot Penanaman” oleh Polsek Tempurejo dan PMB untuk menghijaukan kembali lahan rehabilitasi. Selain mendorong keterlibatan masyarakat, jenis tanaman yang dipilih merupakan jenis asli kawasan yang mempunyai nilai ekonomi sehingga dapat memberi manfaat secara langsung bagi masyarakat. Balai TNMB melalui petugas di lapangan terus berupaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan, serta memanfaatkan kawasan TNMB secara bijaksana dan tanpa merusak. Di wilayah Resort Sanenrejo, petugas resort selalu bekerja sama dengan para pemuda PMB dalam melakukan upaya konservasi kawasan. Balai TNMB menyadari bahwa pelestarian hutan tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan dukungan berbagai pihak. Sudah waktunya semua pihak berpartisipasi dalam upaya pelestarian alam agar tercipta keharmonisan kehidupan antara manusia dengan lingkungannya. SUmber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Balai TN Sebangau Laksanakan Smart Patrol Bersama Polisi dan MMP

Pulang Pisau, 13 Desember 2017. Balai TN Sebangau bekerja sama dengan USAID LESTARI, Kepolisian dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) bersama-sama melaksanakan kegiatan Smart Patrol. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan aktifitas memetakan potensi sumber daya alam meliputi jenis satwa prioritas dan flora dalam pengelolaan kawasan konservasi dan bisa menemukan pelanggaran atau ancaman dari manusia dengan metode “SMART PATROL”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 sampai dengan 23 November 2017 yang berlokasi di tiga resort yaitu Resort Mangkok, Resort Bangah dan Resort Sebangau Kuala SPTN Wilayah II Pulang pisau. Sejak dua tahun terakhir Balai TN Sebangau telah melaksanakan patroli pengamanan kawasan dengan menggunakan metode SMART PATROL. Data yang dihasilkan dari kegiatan ini dirasakan lebih baik dan efisien karena SMART PATROL merupakan sebuah aplikasi yang dipergunakan untuk mengelola database yang terintegrasi secara langsung dengan kegiatan petugas di lapangan. Sistem ini terhubung dengan smartphone sehingga memungkinkan efektifitas pengelolaan data hasil kegiatan. Di dalam pelaksanaan kegiatan selain untuk memetakan potensi sumber daya alam yang ada disekitar 3 resort tersebut juga untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan dalam rangka perlindungan dan pengamanan hutan dari ancaman perburuan, pemukiman ilegal, pembukaan lahan baru, perkebunan ilegal dan pertambangan. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya karena SMART PATROL sangat membantu manager kawasan konservasi untuk membuat rencana pengelolaan yang lebih baik, mengevaluasi dan mengimplementasikan aksi konservasi serta meningkatkan akuntabilitas. Dari hasil data ini harapannya dapat mencegah atau membatasi kerusakan hutan khususnya di Balai TN Sebangau. Sumber : Tito Surogo - Penyuluh Balai TN Sebangau
Baca Berita

Penilaian METT bersama Para Pihak di BTN Kayan Mentarang

Malinau - 15 Desember 2017, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang melakukan kegiatan penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi TNKM menggunakan metode Management Effectivenes Tracking Tool (METT) yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 14 Desember 2017 dengan melibatkan para pihak antara lain ; internal Balai TNKM, SKPD Kab. Malinau, FOMMA, LSM dan tokoh masyarakat sekitar TNKM. Kegiatan penilaian ini merupakan tindak lanjut dari surat keputusan direktur jenderal ksdae nomor : SK.357/KSDAE-SET/2015 Tentang penetapan nilai awal efektivitas pengelolaan KSA, KPA, dan Taman Buru, sekaligus untuk mendukung pencapaian indikator kinerja program Dirtjen KSDAE minimal 70% nilai indeks efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Terdapat enam bagian dalam penilaian METT yaitu ; context, planning, input, proses, output dan outcomes. Dari hasil selama dua hari, penilaian METT TNKM menghasilkan nilai efektivitas sebesar 68 %, nilai ini meningkat dari tahun 2015 yaitu sebesar 62 %. Dalam kegiatan penilaian ini terdapat beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti agar pengelolaan TNKM semakin efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sumber: Balai TN Kayan Mentarang
Baca Berita

Tukik Penyu Hijau Kembali Mengarungi Laut Luas Dari Dua Suaka Margasatwa BBKSDA JABAR

Bandung - 15 Desember 2017, Tanggungjawab pelestarian tumbuhan dan satwa liar yang Dilindungi Undang-undang diantaranya Penyu hijau, di jaman now bukan hanya menjadi tanggung jawab Balai Besar KSDA Jawa Barat semata. Lebih dari itu dibutuhkan peran masyarakat luas untuk menjadikan kegiatan pelestarian sebagai sebuah tanggungjawab bersama. Keberhasilan dalam pelestarian penyu di wilayah SM. Sindangkerta dan SM Cikepuh contohnya, dalam beberapa bulan terkahir berhasil menetaskan ratusan telur penyu yang selanjutnya dilakukan pelepasliaran ke lautan. Keberhasilan ini bukanlah keberhasilan sepihak, namun ada peran masyarakat dalam upaya pelestarian penyu tersebut. Pada tanggal 14 Desember 2017, dalam waktu yang bersamaan namun ditempat yang berbeda yaitu Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya telah melepasliarkan 200 tukik Penyu hijau di pantai Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya, dimana tukik-tukik tersebut berasal dari penetasan di Suaka Margasatwa Sindangkerta sedangkan di tempat lainnya yaitu Suaka Margastawa Cikepuh, petugas Resor Cikepuh telah melepasliarkan sebanyak 207 tukik Penyu hijau hasil penetasan semi alami di pantai blok Citirem. Pelepasliaran tukik di SM. Sindangkerta dilakukan bersama dengan peserta jambore Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan ini sebagai rangkaian acara dalam rangka kegiatan Jambore BPBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya mengajak peserta jambore untuk bersama melakukan kegiatan konservasi bukanlah hanya sekedar mengajak, namun banyak pesan konservasi yang disampaikan melalui pelepasliaran ini, mensosialisasikan bahwa penyu merupakan satwa yang dilindung undang-undang dan bukan merupakan satwa yang layak untuk dikonsumsi. Pesan konservasi yang disampaikan pada kesempatan ini adalah bagaimana penyu yang hanya ada 7 jenis di dunia, 6 jenis hidup dilautan di Indonesia harus dilestarikan keberadaannya. Dalam sambutannya Didin Syarifudin selaku Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya menyampaikan apresiasi kepada peserta jambore yang berkenan melakukan kegiatan ini dengan penuh semangat, dan diharapkan dapat menjadi pendorong bagi Instansi lainnya untuk turut berperan aktif dalam pelestarian Penyu. Sementara itu Kepala Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Jabar yang telah memberikan kesempatan untuk melepasliarkan penyu hijau pada acara Jambore BPBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 dan mengajak kepada peserta untuk menjaga dan melestarikan Penyu Hijau di SM Sindangkerta. Sumber BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Ciptakan Nilai Tambah PTN Wilayah I Mataso, Kembangkan Gula Aren

Embaloh Hulu 15 Desember 2017- Melimpahnya pohon aren atau enau (Arenga piñata) di Desa Menua Sadap menginisiasi PTN Wilayah I Mataso Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (BBTNBKDS) untuk mengembangkan menjadi produk unggulan yaitu gula aren. Hal ini tentunya menciptakan nilai tambah (added value) bagi komoditas aren yang selama ini hanya dikomsumsi masyarakat sebagai minuman tuak. Pelatihan pembuatan gula aren dilaksanakan pada Rabu (13/12) bertempat di Dusun Kelayam Desa Menua Sadap. Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah I Lanjak Parsaoran Samosir mewakili Kepala Bidang PTN I Mataso mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan pembuatan gula aren yang pertama kali dilakukan oleh Balai Besar TNBKDS di desa penyangga kawasan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi dan mengetahui tentang nilai lebih dari air nira aren tersebut. “Dengan inovasi baru, air nira yang seyogyanya akan dijadikan tuak dapat diubah menjadi gula aren dan gula semut yang memiliki nilai tambah lebih tegasnya. Ditambahkannya dengan pelatihan ini diharapkan muncul usaha ekonomi produktif yang dapat meningkatkan ekonomi masayarakat karena permintaan gula aren yang tinggi. Joseph instruktur pembuatan gula aren yang memandu kegiatan ini mengatakan bahwa butuh kecermatan dan kesabaran dalam mengolah air nira. “yang terpenting adalah api yang digunakan harus pas tidak terlalu besar dan kecil sehingga kualitas gula bagus” jelasnya. Praktisi gula dari Dusun Bakung Benua martinus ini menambahkan bahwa proses pemasakan membutuhkan 3-4 jam sambil terus diaduk. “setelah mendekati masak, air nira tersebut dicampur dengan parutan buah kelapa sebanyak satu buah” jelasnya. Proses selanjutnya mencetak cairan nira yang sudah mengental dan berwarna coklat ke dalam cetakan bambu. Cetakan menggunakan potongan bambu yang sudah dengan panjang sekitar 7 cm, setelah dingin gula bisa langsung dikonumsi. “Sebagai ilustrasi dengan bahan baku 27 liter air nira aren dan parutan kelapa sebanyak satu buah, menghasilkan gula aren cetak seberat 3,5 kg. Harga jual per kg gula aren cetak sebesar Rp. 35.000,-“ tegas Joseph. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapala Desa Menua Sadap, Kepala Dusun Kelayam, Tuai atau Tuan Rumah Betang Kelayam, tokoh-tokoh masyarakat, dan warga masyarakat Dusun Kelayam. Selain itu, hadir juga Kepala Seksi PTN Wilayah I Lanjak Parsaoran Samosir, Penyuluh Kehutanan Bidang PTN Wilayah I Mataso, Polisi Kehutanan (Polhut), dan staf Bidang PTN Wilayah I Mataso. Sumber : Ahmad Rindoan - PEH Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Kelola Taman Nasional, BTN Rawa Aopa Watumohai Gelar Konsultasi Publik

Kendari - 14 Desember 2017, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai mengadakan Konsultasi Publik “ Rencana Pengelolaan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Periode 2018 - 2027” yang dilaksanakan di Hotel Horison Kota Kendari pada Kamis 14 Desember 2017. Konsultasi public ini di hadiri oleh 40 orang peserta yang berasal 32 Lembaga antara lain UPT KLHK, BAPPEDA Provinsi, BAPPEDA Kab. Konawe, Bombana, Kolaka Timur dan Konawe Selatan, Dinas Kehutanan, Dinas Pariwisata & Dinas Pekerjaan Umum Provinsi serta 15 Kecamatan di sekitar kawasan, Komunitas Mangrove dan Komunitas Air terjun Pinanggotu. Kegiatan ini dilakukan untuk mengakomodir masukan dari para pihak dalam rangka tata kelola Taman Nasional untuk 10 tahun kedepan sehingga ke depan dengan paradigma baru pengelolaan kawasan Taman Nasional yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama menjadi pertimbangan pokok yang harus diakomodir. Sehingga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dapat berperan tidak hanya secara ekologis namun juga secara ekonomis yaitu memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat. Peran Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai tidak terbatas hanya pemanfaatan jasa lingkungan dan hasil hutan non kayu saja namun juga harus mampu mendukung inisiatif-inisiatif yang dikembangkan oleh masyarakat yang ada di desa penyangga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Dengan upaya intervensi bidang peningkatan usaha ekonomi yang terus dilakukan, diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat akan produk kayu dari Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai sehingga tekanan terhadap kawasan semakin menurun. Sumber: BTN Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

BKSDA Sulteng Peduli, Masyarakat Desa Balumpewa Mandiri

Balumpewa, 15 Desember 2017. Balai KSDA Sulawesi Tengah memberikan bantuan fasilitas kepada kelompok usaha masyarakat "Wera Nagaya" di Desa Balumpewa, yang merupakan daerah penyangga Taman Wisata Alam Wera kabupaten Sigi. Bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat pada Jumat tanggal 15 Desember 2017 oleh pihak Balai KSDA Sulteng yang diterima langsung oleh kelompok masyarakat dan diwakili oleh ketua kelompok Wera Nagaya, Bpk Try Prawiro dan disaksikan oleh Kepala Desa Balumpewa, Bapak Randja. Jenis bantuan tersebut merupakan jenis peralatan yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan usaha keripik pisang, dodol kelapa, dan kerajinan piring lidi. Jenis peralatan bantuan tersebut merupakan usulan dari kelompok yang disusun dalam bentuk proposal, dan kemudian disetujui oleh Balai KSDA Sulawesi Tengah. Dengan adanya fasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, diharapkan masyarakat mampu mandiri dalam mengelola potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan Taman Wisata Alam Wera. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah

Menampilkan 9.185–9.200 dari 11.140 publikasi