Rabu, 27 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBKSDA Jatim Lepasliarkan Tukik di Pantai Jember

Jember, 12 Oktober 2023. Resort Konservasi Wilayah (RKW) 15 Nusa Barong, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim), melakukan pelepasliaran tukik di Pantai Nyamplung Kobong, Kabupaten Jember. Ada 25 ekor tukik dari jenis Penyu Lekang yang dilepasliarkan pada 12 Oktober 2023 sekitar Pukul 5 sore. Tak kurang 30 orang ikut hadir dalam acara pelepasliaran yang dihelat di pinggir pantai yang terletak di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember tersebut. Mulai jajaran Satpolairud Puger, Dinas Perikanan Kabupaten Jember, Polsek Gumukmas, Kecamatan Gumukmas, Pokmaswas Putra Lestari dan masyarakat sekitar pantai nyamplung Kobong Gumukmas. Saat kegiatan tersebut, pihak BBKSDA Jatim banyak memberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis penyu, peran penyu, dan upaya konservasi kepada berbagai pihak yang hadir saat pelepasliaran. Bahwa dari 7 jenis penyu yang ada didunia, 6 diantaranya ada di Indonesia. Disaat yang sama pihak RKW 15 yang diwakili kepala resort-nya meminta bantuan Muspika setempat terkait pengamanan telur penyu d pesisir Selatan Jember. Sumber : Ariyanti - Polisi Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BBKSDA Sumut Lepas Dua Elang di Suaka Alam Sei Ledong

Sei Ledong, 11 Oktober 2023. Upaya mengembalikan fungsi kawasan konservasi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, melepasliarkan 1 (satu) ekor satwa jenis Elang Bondol (Haliastur indus) dan 1 (satu) ekor Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus) di Suaka Alam (SA) Sei Ledong, pada Selasa 10 Oktober 2023. Pelepasliaran dilakukan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, S.Si, M.Si., didampingi Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematang Siantar Buana Darmansyah, S.Hut.T, Kepala Bidang Teknis Bapak Dr. Fifin Nopiansyah, S.Hut, MP. dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran Alfianto L Siregar, S.Hut, MT, M.PP. serta turut dihadiri Camat Kualuh Hulu Maruli Tanjung, SH., MH., Kepala Desa Sukarame Bapak Jalaluddin, S.Ag, Pengurus Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Darwin Manurung dan Perwakilan dari PT. Graha Dura Leidong Prima (GLP). Kedua jenis elang ini berjenis kelamin jantan merupakan hasil penyerahan masyarakat yang telah menjalani rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Elang Bondol masuk PPS tanggal 3 Agustus 2021 sedangkan Elang Brontok masuk PPS tanggal 27 Juli 2022. Sebelum kedua satwa ini dilepasliarkan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah melakukan rangkaian prosedur, diantaranya pengecekan kesehatan satwa oleh tenaga medis, melakukan penilaian perilaku satwa dan kajian kesesuaian habitat. Kawasan Konservasi SA. Sei Ledong dinilai tepat untuk dilakukan pelepasliaran berdasarkan beberapa kriteria, diantaranya kondisi habitat, keberadaan pesaing, dan potensi keberadaan pakan. Sebelum dilakukan pelepasliaran, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkesempatan memberikan sambutan terkait pentingnya keanekaragaman hayati. Seperti diketahui bahwa di Kabupaten Labuhanbatu Utara merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Utara penghasil sawit. Harapannya sawit yang dihasilkan juga ecolabel. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengucapkan terimakasih kepada PT. GLP yang telah ikutserta menjaga SA. Sei Ledong. Dengan dilepasliarkannya 2 (dua) ekor satwa dilindungi ini, diharapkan akan dapat menambah keragaman kehati di kawasan konservasi tersebut. Tak lupa Rudianto menitipkan kedua elang untuk dipantau dan dijaga. Pihak Kecamatan Kualuh Hulu, Desa Sukarame dan Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup, sangat mendukung program perlindungan kehati dan akan mendukung program pemerintah guna mengembalikan fungsi Kawasan Konservasi SA. Sei Ledong. Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan dukungan dan kerjasama para pihak, baik sektor pemerintah daerah, swasta, LSM, dan khususnya masyarakat merupakan modal utama untuk terus mensukseskan program pelestarian keanekaragaman hayati dan habitatnya. Sumber : Lisbeth Y.S. Manurung, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai TN Baluran Tambah Pejantan Tangguh di Suaka Satwa Banteng

Situbondo, 10 Oktober 2023. Road to puncak Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan bertepatan memeriahkan Hari Satwa Sedunia (World Animal Day) pada tanggal 4 Oktober 2023, Balai Taman Nasional Baluran melakukan upaya penambahan indukan Jantan Banteng untuk Suaka Satwa Banteng (SSB) Taman Nasional Baluran dari Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen. SSB Taman Nasional Baluran merupakan salah satu bentuk upaya pengembangbiakan semi alami yang diharapkan dapat membantu upaya peningkatan populasi dan mutu keanekaragaman genetik Banteng. Indukan Banteng jawa (bos javanicus) dari lembaga konservasi TSI II Prigen tersebut akan dijadikan sebagai pejantan unggul bagi 5 ekor Banteng Betina di SSB. Dengan adanya pejantan unggul ini diharapkan akan dihasilkan keturunan atau bibit unggul dan tangguh dengan morfologi dan genetik yang unggul. Sebanyak 1 (satu) ekor banteng jantan telah disiapkan pihak manajemen TSI II Prigen untuk SSB TN Baluran. Indukan Jantan tersebut bernama “Dimas” yang merupakan keturunan dari Indukan betina bernama “Dini” dan indukan jantan bernama “Matos” dan terlahir di TSI II Prigen pada tanggal 22 Agustus 2017. Program yang dilakukan di SSB TN Baluran menjadi salah satu contoh upaya konservasi exsitu link to insitu di Jawa Timur sekaligus merupakan bagian dari bentuk kerjasama KLHK dengan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Atas dasar hal tersebut maka melalui Surat Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) kepada Direktrur Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Nomor: S.567/KKHSG/PSG2/KSA.2/08/2023, tanggal 26 September 2023 perihal Perolehan Pejantan Indukan Banteng dilaksanakan dengan memilih pejantan indukan yang layak. Pejantan Banteng “Dimas” telah diperiksa Tim medis dari TSI II Prigen dengan metode yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil yang dari serangkaian uji tersebut, “Dimas” dinyatakan sehat dan sangat layak untuk dijadikan indukan bagi pengembangbiakan Banteng di SSB TN Baluran. Sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no 106/2018, dan termasuk “endangered” secara IUCN Redlist, upaya peningkatan populasinya harus menjadi perhatian penting sebagaimana Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE No. 180/IV-KKH/2015 bahwa Banteng termasuk salah satu dari 25 jenis satwa prioritas yang perlu ditingkatkan populasinya. Banteng “Dimas” akan segera ditranslokasi dari di TSI II Prigen ke SSB TN Baluran. Harapan bersama bahwa “Dimas” akan tumbuh berkembang dengan baik di kandang SSB TN Baluran, sehingga mampu memberikan keturunan Banteng Jawa yang siap dilepasliarkan kembali di habitat alami TN Baluran. Plt. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Drh. Indra Exploitasia, M.Si., menyampaikan bahwa penambahan 1 ekor Banteng Jantan dari TSI II Prigen ke Suaka Satwa Badak Taman Nasional Baluran, sebagai implementasi program ex-situ linked to in-situ dan bagian dari Global Species Management Plan (GSMP), diharapkan sudah benar-benar melalui proses pemilihan indukan yang unggul, sehat, dan secara genetik bagus, sehingga harapannya dapat dilakukan perencanaan program pengembangbiakan semi alami di SSB dengan baik. Dalam konteks GSMP, tidak hanya satwanya saja yang ditransfer, tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi pengembangbiakan Banteng untuk peningkatan kapasitas petugas Taman Nasional Baluran dan Lembaga konservasi seperti TSI II Prigen. Selanjutnya, ini menjadi awal untuk pengembangan jejaring antara pengelola SSB dan Lembaga konservasi serta mitra seperti Copenhagen Zoo dan juga perguruan tinggi. “Mari kita bekerja bersama-sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi konservasi Banteng di Indonesia sebagai implementasi dari instruksi Presiden no 1 tahun 2023 tentang pelestarian keanekaragaman hayati dalam Pembangunan berkelanjutan”, tambah Indra Exploitasia. Kepala Balai TN Baluran, Dr. Johan Setiawan, S.Hut.,M.Sc. Menambahkan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar Balai Taman Nasional Baluran dalam upaya pengkayaan dan penambahan populasi banteng di Taman Nasional Baluran. Sumber: Balai Taman Nasional Baluran Informasi: Taman Nasional Baluran: Jl. Raya Banyuwangi – Situbondo Km.35 Wonorejo, Banyuputih, Situbondo email: balurannationalpark@gmail.com Website: www.balurannationalpark.id IG: @tamannasional_baluran Contact person : Joko Mulyo Ichtiarso, S.Hut.,M.Si. (Penyuluh Kehutanan Muda Taman Nasional Baluran) - HP : 085319389646
Baca Berita

Karhutla di Gunung Lawu, Balai TN Gunung Merapi Turunkan Personil & Logistik

Yogyakarta, 4 Oktober 2023. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) berpartisipasi aktif dalam operasi gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kawasan Gunung Lawu, Jawa Tengah bersama personil lain dari Kepolisian, TNI, BPBD Kabupaten Karanganyar, serta relawan dari berbagai kalangan masyarakat lokal, mahasiswa dan perhimpunan SAR serta para pecinta alam. Karhutla di Gunung Lawu berawal dari titik api sisi timur (Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur) yang kemudian menjalar ke kawasan Jawa Tengah meliputi area KPH Surakarta. Dalam keikutsertaan ini, Balai TN Gunung Merapi mengirimkan 12 personil untuk turut membantu operasi pemadaman karhutla sejak Senin 2 Oktober 2023 yang berkumpul pada Pos Komando Lapangan di Posko Pendakian Lawu Via Candi Ceto. Selain personil, BTNGM juga turut membantu logistik berupa air mineral dan beberapa peralatan manual pemadaman kebakaran hutan. Pada kesempatan terpisah, Kepala Balai TN Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, menyampaikan bahwa “Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Kita turut serta membantu dalam upaya pemadaman karhutla, dan harus dilakukan secara bahu membahu, sinergitas antar instansi dan institusi yang tentunya dalam satu komando sehingga upaya pemadaman kebakaran hutan bisa lebih efektif”. Wahyudi menambahkan, “BTNGM turut serta dalam operasi pemadaman kebakaran hutan di kawasan Lawu, dimana selain posisi wilayah kerja yang berdekatan masih area Jawa Tengah dan DIY, juga sebagai rasa kebersamaan dalam penanganan kebakaran hutan. Hal ini juga atas arahan Bapak Dirjen KSDAE agar UPT yang berada di wilayah Jawa Tengan dan D.I Yogyakarta untuk bergabung membantu operasi pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu” pungkasnya. Meski sampai Rabu, 4 Oktober 2023 titik api masih dijumpai, upaya operasi karhut masih dilaksanakan, dan tim relawan Balai TN Gunung Merapi tetap semangat memberikan upaya di lapangan, semoga api segera padam, dapat tertangani dan pastinya seluruh relawan diberikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan tugasnya. ***** Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Tingkatkan Sinkronisasi dan Sinergi Internal, Ditjen KSDAE Laksanakan Rakornis 2023

Jakarta, 3 Oktober 2023 - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang KSDAE Tahun 2023 di Ruang Rimbawan Gedung Manggala Wanabakti, KLHK, Selasa (3/10/2023). Rakornis ini memiliki tujuan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan segala unsur yang ada di dalam Ditjen KSDAE, menyatukan sinergitas, meningkatkan efektivitas dan membangun ruang diskusi terkait pengelolaan kawasan konservasi. Rakornis ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan seperti Rapat Evaluasi Capaian Kinerja dan Rapat Koordinasi (Rakor) Tematik Perencanaan Kegiatan lingkup UKE II. Dalam Rakornis tahun ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ibu Siti Nurbaya Bakar, turut hadir dan memberikan arahan. Dalam sambutan dan arahannya, Menteri LHK menyebutkan jika KSDAE adalah maskot penting bagi KLHK. “Menurut saya, KSDAE adalah maskot penting KLHK dan yang paling besar (jumlah wilayah dan UPT-nya). Sosok KLHK sangat tergantung pada sosok KSDAE. Saya ingin kita memperkuat konsolidasi internal atau eksternal di jajaran KSDAE, seluruh elemen yang terlibat dalam konservasi dan kehati,” jelas Menteri LHK dalam sambutan dan arahannya di depan jajaran Direktur dan Kepala Balai lingkup Ditjen KSDAE. Rakornis 2023 ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri sebanyak 235 peserta offline, dan kurang lebih 1.000 peserta online di ruang Zoom. Rakornis 2023 dibagi menjadi empat sesi. Sesi Pertama adalah arahan dari Direktur Jenderal KSDAE dan diskusi yang dimoderatori oleh Sekretaris Ditjen KSDAE. Dalam arahannya, Dirjen KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko kembali menekan poin-poin yang disampaikan Menteri LHK. “Sebagai konservasionis, kita punya value yang harus dipegang, jangan khawatir dikatakan orang kolot, daripada menjadi orang modern tapi kebablasan dan menghilangkan value yang selama ini kita jaga,” jelas Dirjen KSDAE. Setelah diskusi Sesi Pertama, Rakornis dilanjutkan dengan Sesi Kedua dengan pemateri dari perwakilan Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, Nur Endah dan Kepala Biro Perencanaan KLHK, Dr. Ir. Apik Karyana, dan hadir secara online perwakilan Direktorat KKSDA, Kementerian PPN/Bappenas, Dadang Jainal Mutaqin. Diskusi yang membahas tentang anggaran ini dimoderatori oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK), Ahmad Munawir dan berlangsung efektif. Rakornis lingkup Ditjen KSDAE Tahun 2023 ini dilanjutkan dengan Sesi Ketiga yang membahas isu strategis Bidang KSDAE yang disampaikan oleh enam Eselon II di lingkup Ditjen KSDAE. Setelah Rapat Koordinasi Teknis ini, akan diselenggarakan kegiatan Pemantapan Penyusunan RKA-L/K pada Rabu (4/10/2023). Rakornis lingkup Ditjen KSDAE ini adalah salah satu upaya untuk memperkuat kesatuan dan sinergi dalam pengelolaan konservasi menuju lebih baik lagi. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Menyambut Penghuni Baru di SRS TN Way Kambas

Lampung, 30 September 2023. Kabar gembira datang dari Suaka Rhino Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK). Telah lahir seekor anak badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) pada Sabtu, 30 September 2023, pukul 01.44 WIB menjelang dini hari. Badak berjenis kelamin betina ini lahir dari induk bernama Ratu yang berumur 23 tahun. Sebelumnya, Ratu telah melahirkan dua individu badak jantan bernama Andatu yang lahir pada tahun 2012 dan badak betina Delilah pada tahun 2016, dari hasil perkawinannya dengan badak jantan bernama Andalas. Dalam menyambut kelahiran anak ketiga dari badak Ratu, secara khusus tim Gabungan dari KLHK dan Ditjen KSDAE turut memantau ragam proses persiapan kelahiran di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, sejak tanggal 24 September 2023. Persiapan penyambutan kelahiran ini didukung juga oleh berbagai pihak, seperti tim dokter internal (BTN Way Kambas dan SRS TN Way Kambas), tim dokter eksternal (Dit. KKHSG, IPB, BKSDA Aceh, Taman Safari Indonesia, Forum Ekosistem Leuser Aceh, Suaka Badak Kelian), serta tim dokumentasi dan kehumasan. Kelahiran anak badak Ratu yang ketiga ini menjadi bukti keberhasilan pengembangbiakan badak Sumatera semi alami di SRS TNWK. Tercatat saat ini jumlah badak yang ada di SRS TNWK menjadi sembilan ekor. Selain badak Ratu, badak betina lain menempati SRS TNWK hingga saat ini, adalah Bina, Rosa, Delilah, dan Sedah Mirah. Sementara itu, terdapat tiga ekor badak jantan, yaitu Andalas, Harapan, dan Andatu. Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya Bakar menyatakan ikut berbahagia dan berbangga atas lahirnya badak betina di SRS TNWK. Dalam siaran pers, Menteri Siti Nurbaya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kelahiran badak sumatera ini. “Kabar ini tentu menjadi berita bahagia, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi juga dunia. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kelahiran badak sumatera ini. Harapannya, kita dapat terus mendapat kabar bahagia dari kelahiran-kelahiran badak sumatera dan satwa dilindungi lainnya di masa depan,” jelas Menteri LHK. Hingga sekarang, kelahiran anak badak ini merupakan kelahiran keempat di SRS TNWK. Menteri Siti menegaskan, jika ini membuktikan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam melakukan upaya konservasi badak di Indonesia, khususnya badak sumatera. Kelahiran badak sumatera ini menjadi asa baru bagi konservasi badak di Indonesia. Seperti yang diketahui, Indonesia menjadi salah satu negara yang masih menjadi habitat badak, selain di Afrika dan India. Saat ini hanya tinggal lima jenis badak di dunia, dua di antaranya ada di Indonesia, yakni badak sumatera dan badak jawa. Semoga dengan kelahiran badak Ratu dan Andalas ini menjadi pemacu semangat para pegiat konservasi untuk terus berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan upaya konservasi badak sumatera maupun badak jawa. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Lutung Jawa Kembali ke Rimba Nusa Barung

Jember, 26 September 2023. Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa - The Aspinall Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP) melepasliarkan 7 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung, Kabupaten Jember pada 25-26 September 2023. Kegiatan pelepasliaran kali ini dilaksanakan pada wilayah pantai utara di sisi bagian barat atau blok Ceret. Ketujuh Lutung Jawa / Budeng terdiri atas 4 jantan dan 3 betina yang telah diberi nama, masing-masing Jalu, Wiwit, Nanang, Nining, Untung, Bonita, dan Tungtung. Mereka dilepaskan dalam 3 grup berbeda dan berpasangan, kecuali individu Tuntung yang dilepaskan secara terpisah. Sebelumnya, ketujuh lutung tersebut telah melalui proses rehabilitasi lebih kurang 1 tahun dengan observasi intensif 4 bulan di JLC-TAFIP, Coban Talun - Batu. Menurut Iwan Kurniawan, Manajer JLC-TAFIP, ekosistem hutan hujan dataran rendah di kawasan Pulau Nusa Barung sangat mendukung kelangsungan hidup Lutung Jawa. Kondisi hutan yang masih rapat dengan pepohonan besar serta didukung jenis-jenis tumbuhan pakan alami lutung sangat beragam seperti Pulai, Dandangan, Cancang, Mangga hutan, Nyamplung, Katesan, Tengguli, Kendal, Budengan, Kedoya, Munung, Tinjang, Kedondong hutan, dan lain sebagainya. “Keberadaan kompetitor Budeng di Pulau Nusa Barung tidak terlalu terlihat nyata dari jenis lain, bahkan Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) tidak terlihat berperan sebagai kompetitor, baik dari aspek makanan maupun penggunaan relung hidup”, tambah pria berkacamata ini. Bahkan, menurut Iwan di beberapa tempat terlihat dalam satu pohon digunakan secara bersamaan oleh keduanya. Bagian kanopi ditempati lutung dan di bagian bawahnya digunakan oleh Monyet ekor panjang. Untuk diketahui bahwa Budeng memiliki warna rambut hitam yang diselingi warna keperak-perakan. Pada bagian ventral berwarna kelabu pucat dan kepala mempunyai jambul. Anak lutung yang baru lahir berwarna kuning jingga dan tidak berjambul. Setelah meningkat dewasa warnanya berubah menjadi hitam kelabu. Sebelum pelepasliaran, tim melakukan persiapan lokasinya diantaranya adalah pembuatan kandang pelepasan/habituasi, jalur observasi/monitoring, dan basecamp sebagai posko bersama untuk monitoring. Kegiatan monitoring pasca pelepasliaran Lutung Jawa dilakukan dengan metode observasi langsung di lapangan. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Ahmad, Warga Desa Morang Serahkan Trenggiling

Desa Morang, 26 September 2023. Ahmad, petani, warga Desa Morang, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara, pada Jumat (22/9), menyerahkan 1 (satu) ekor satwa liar dilindungi jenis Trenggiling (Manis javanicus) kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang. Dalam keterangannya kepada petugas, Ahmad menyebutkan bahwa satwa bersisik ini diperoleh/didapatnya di sawah miliknya, saat mereka mengerjakan sawah tersebut. Mengetahui bahwa Trenggiling merupakan jenis yang dilindungi, Ahmad kemudian berinisiatif untuk menyerahkan dengan menyambangi kantor Resort Suaka Margasatwa (SM) Barumun II Aek Godang, dengan harapan agar nantinya dapat dipulangkan kembali ke tempat (habitatnya) yang lebih aman. Trenggiling yang kondisi fisiknya terlihat dalam keadaan sehat, diterima petugas dan direncanakan akan dilepasliarkan ke kawasan SM Barumun. Sumber : Hardi Hutabarat – Polhut Penyelia Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Evakuasi Bangau Tongtong di Pandan

Pandan, 26 September 2023. Bermula pada Senin, 11 September 2023 sekitar pukul 10.20 Wib, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, menerima informasi dari anggota lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) yang mengiformasikan adanya warga yang menemukan Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di depan rumahnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori beserta staf, bersama dengan anggota lembaga mitra kerjasama YEL, segera menyambangi lokasi yang diinformasikan, tepatnya di Gang Saroja, Kelurahan Aek Sitio-Tio, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan bertemu langsung dengan warga yang menemukan burung dilindungi tersebut di rumahnya. Syafrudin Pasaribu, dalam keterangannya kepada petugas menjelaskan bahwa Bangau Tongtong tersebut mendarat di jalan di depan rumahnya, pada Jumat 8 September 2023 sore sekitar pukul 17.00 Wib. Saat ditemukan kondisi satwa tidak bisa terbang di bagian sayap terlihat ada memar di tulang sayap sebelah kiri, sehingga diamankan. Syafrudin mengetahui bahwa satwa ini termasuk jenis yang dilindungi, sehingga melaporkan temuannya tersebut ke petugas YEL serta petugas Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori. Dalam rangka tindakan medis perawatan dan rehabilitasi, petugas kemudian mengevakuasi Bangau Tongtong ini dan dititip rawat di Taman Hewan Pematang Siantar. Sumber : Lantas Hutagalung (Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori) dan Duhuso Zendrato (PEH Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara.
Baca Berita

Terus Bergerak Selamatkan Tuntong Laut

Tapak Kuda, 26 September 2023. Tuntong Laut (Batagur borneoensis) adalah satu diantara 29 spesies kura-kura air tawar dan darat di Indonesia. Satwa ini lebih banyak hidup di kawasan air payau, seperti : muara dan anak sungai, hutan bakau dan daerah yang masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Suaka Margasatwa (SM.) Karang Gading dan Langkat Timur Laut merupakan kawasan hutan mangrove salah satu habitat satwa Tuntong Laut di Sumatera Utara. Alih fungsi lahan kawasan pesisir dan hutan mangrove turut menjadi penyumbang menurunnya populasi tuntong. Hal itu makin diperparah oleh perubahan iklim yang sangat ekstrim dan membuat tingginya tingkat kegagalan penetasan telur tuntong. Sewaktu bertelur, tuntong akan menggali pasir di tepi pantai sedalam mungkin dan akan langsung diuruk. Telur-telurnya ini diburu masyarakat sebagai bahan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, Tukik atau anak-anak tuntong acap juga diburu. Padahal, untuk menjadi tuntong dan siap bereproduksi, diperlukan waktu hingga delapan tahun. Akibatnya tuntong masuk dalam daftar 25 spesies kura-kura terlangka di dunia versi Wildlife Conservation Society dan Turtle Conservation Coalition. Hal yang sama juga diakui oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), yaitu badan global yang mengawasi perdagangan dan perlindungan satwa dunia. IUCN memasukkan tuntong dalam Daftar Merah (Red list) kategori “kritis” (Critically Endangered) yang berarti reptile ini disebut hampir punah (https://www.liputan6.com) Pemerintah pun tak tinggal diam dan telah memasukkan reptile bermoncong ini dalam daftar hewan dilindungi, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA Hayati dan Ekosistemnya jo. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/ Kum.1/12/2018 . Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan keperdulian warga, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, giat dan gencar melakukan sosialisasi. Salah satunya sebagaimana yang baru-baru ini dilakukan yaitu Sosialisasi Penyelamatan Tuntong Laut dan Habitatnya, pada Kamis, 21 September 2023 di ruang aula kantor Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Giat ini dilaksanakan Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSLI). Desa Tapak Kuda merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan SM. Karanggading Langkat Timur Laut. Sebagian besar masyarakat Desa Tapak Kuda bermata pencaharian sebagai nelayan. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama YSLI menilai bahwa perlu dilakukan sosialisasi mengenai Tuntong Laut agar masyarakat Tapak Kuda ikut berperan menjaga habitat dan menjaga keberadaan satwa liar dilindungi ini. Tidak hanya itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga telah berupaya melestarikan Tuntong Laut, dengan berbagai upaya, seperti : pro aktif melakukan sosialisasi ke desa-desa sekitar kawasan, patroli penyelamatan Tuntong Laut, monitoring Tuntong Laut di kolam pembesaran, pelepasliaran Tuntong Laut dan pengamanan Tuntong Laut dari kepemilikan illegal. Sampai saat ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah melepasliarkan 4 (empat) individu Tuntong Laut ke habitatnya SM. Karanggading Langkat Timur Laut. Kegiatan sosialisasi dihadiri Kepala Desa Tapak Kuda, masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tumbuh Subur, berjumlah 32 orang peserta. Pemaparan tentang SM. Karanggading Langkat Timur Laut sebagai habitat Tuntong Laut serta penyelamatan tuntong dari kepemilikan satwa illegal disampaikan Salmudin, staf Resort SM. Karanggading Langkat Timur Laut II. Kemudian dilanjutkan oleh narasumber dari YSLI. Usai pemaparan dan diskusi, selanjutnya dilakukan pemasangan plang himbauan di sekitar dermaga Tapak Kuda, yang disaksikan oleh Kepala Desa Tapak Kuda dan masyarakat. Selain itu, kepada masyarakat Tapak Kuda diberikan stiker sebagai bahan sosialisasi Sumber : Salamudin – Pengolah DataBalai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Kebakaran di Pulau Komodo Berhasil Dipadamkan Petugas Balai Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, 26 September 2023. Kebakaran padang sabana telah terjadi di Pulau Komodo pada tanggal 22 September 2023. Informasi mengenai kebakaran padang sabana mulanya diketahui oleh Balai Taman Nasional Komodo melalui fitur pemantauan titik api (hotspot) pada website SIPONGI yang dikelola Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK. Berdasarkan hasil pemantauan, sebaran hotspot diketahui berada area lembah dan perbukitan di Laju Pemali, Loh Letuho, Loh Seloka, dan Warang – SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan oleh petugas Balai Taman Nasional Komodo, belum diketahui penyebab kebakaran pada ketiga lokasi tersebut. Adapun luas area yang terbakar mencapai 420 Ha yang terjadi pada Zona Inti Taman Nasional Komodo. Tidak ditemukan adanya satwa liar yang terdampak akibat kebakaran padang sabana ini dan seluruh petugas yang tergabung dalam tim damkar I dan II kembali dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Petugas Balai Taman Nasional Komodo masih melakukan pendalaman informasi dan terus melakukan pemantauan berkala secara langsung dan secara spasial melalui website SIPONGI. Adapun kronologi kejadian diawali Kepala SPTN Wilayah II, Lukman Hidayat, yang menginstruksikan para Kepala Resort pada lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II beserta jajarannya untuk memeriksa lokasi hotspot yang teridentifikasi pada SIPONGI. Petugas Balai Taman Nasional Komodo yang berada di Labuan Bajo pun turut dikerahkan sebagai Tim Pemadam Kebakaran (damkar) I dan ditugaskan untuk menyiapkan berbagai logistik dan peralatan pemadaman, utamanya daun gebang (Corypha utan), yang cukup efektif dan mudah digunakan pada topografi kawasan Taman Nasional Komodo yang berlereng serta curam. Tim damkar I terdiri dari 21 orang petugas Balai Taman Nasional Komodo dan 8 orang siswa magang Balai Taman Nasional Komodo. Tim berangkat dari Labuan Bajo menuju lokasi hotspot pada pukul 20:30 WITA. Tim damkar I tiba di Laju Pemali (P. Komodo) pada pukul 23:28 WITA. Tim selanjutnya dibagi menjadi dua regu untuk mengakomodir upaya pemadaman di bagian punggung sampai ke puncak bukit, sementara tim lainnya bertanggung jawab memadamkan api pada area lembah hingga pesisir pantai. Selama pemadaman berlangsung, petugas Resort Gililawa bersiap siaga dan melakukan pemantauan lapangan secara berkala, sedangkan petugas Resort Loh Liang bersama dengan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Komodo melakukan penyisiran dan pemeriksaan penyebaran titik api pada perairan Loh Lawi (P. Komodo). Sampai dengan dini hari, api masih belum bisa dipadamkan karena berada pada area yang terjal dan terpantau api menyebar ke arah Loh Letuho bagian selatan. Tim damkar I terus berupaya memadamkan api yang dapat dijangkau dan melakukan mopping up areal terbakar yang telah dipadamkan. Setelah berjuang memadamkan api dalam gumpalan asap, tim damkar I akhirnya berhasil memadamkan api di Loh Letuho dan Warang (P. Komodo) pada pukul 22:00 WITA. Tim damkar I selanjutnya melakukan mopping up area terbakar dan melakukan pemeriksaan lapang menyeluruh guna menyisir adanya kemungkinan hotspot tertinggal/baru yang terbentuk akibat kebakaran yang terjadi. Mempertimbangkan kondisi api yang tak kunjung padam pada Loh Srikaya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, memimpin langsung tim operasi pemadaman kebakaran II pada tanggal 23 September 2023. Sebanyak 18 orang yang terdiri dari pejabat struktural dan petugas Balai Taman Nasional Komodo berangkat menuju Loh Srikaya pada pukul 20:59 WITA. Tim damkar II tiba di Loh Srikaya pada pukul 23:15 WITA dan bergegas melakukan pemadaman api pada area yang terbakar. Seluruh api pada tiga lokasi kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02:30 WITA. Seluruh tim berkumpul di pesisir pantai Loh Seloka menunggu gelombang laut mereda untuk kembali ke speedboat dan beristirahat sejenak pada resort terdekat. Untuk memastikan tidak adanya hotspot tertinggal, petugas Balai Taman Nasional Komodo kembali memantau potensi titik api melalui SIPONGI pada pukul 10:55 WITA di lokasi yang terbakar. Berdasarkan hasil pengamatan, tidak ditemukan adanya hotspot baru/tertinggal pada tiga lokasi tersebut. Kegiatan operasi pemadaman kebakaran ditutup dengan apel evaluasi pasca kebakaran dan selanjutnya seluruh tim kembali menuju Labuan Bajo. Sumber:Balai Taman Nasional Komodo (SIARAN PERS No: PG.36/T.17/TU/HMS.3/9/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6281138290000
Baca Berita

Menguak Potensi Sapat Hawung, Ada Spesies Baru dan Indikasi Keberadaan Badak

Kalimantan Tengah, 26 September 2023. Minggu (24/09/2023) menjelang tengah malam, Tim Jelajah Sapat Hawung tiba di Palangkaraya dengan membawa kabar menggembirakan. Tim berhasil menemukan 16 spesies yang berpotensi sebagai spesies baru, indikasi keberadaan badak dan puluhan spesies flora dan fauna dari beragam spesies. Dua pekan sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (09/09/2023), Tim Jelajah Sapat Hawung memulai penjelajahan ke kawasan Cagar Alam (CA) Sapat Hawung. Kawasan ini berada di bawah pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, tepatnya di Seksi Konservasi Wilayah III di Muara Teweh. Kawasan ini merupakan salah satu blank spot, di mana data dan informasi keanekaragaman hayatinya masih minim dan perlu dieksplorasi untuk menemukan potensi-potensi baru. “Untuk seluruh Borneo, Kalimantan Tengah itu potensi temuannya paling besar, khususnya Kalimantan Tengah bagian utara. Itu adalah salah satu blank spot data keanekaragaman hayati di Indonesia. Sapat Hawung adalah area paling terpencil di dunia, belum pernah dijelajahi oleh penjelajah manapun,” jelas Kepala Balai BKSDA Kalimantan Tengah, Sadtata Noor Adirahmanta dalam Focus Group Discussion (FGD) “Spesies Baru, Asa Baru Dunia Konservasi” yang dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti, Senin (21/08/2023) lalu. Setelah pemaparan dalam FGD tersebut, penjelajahan ke Sapat Hawung terealisasikan. Tujuan dari penjelajahan ini adalah memutakhirkan data dan informasi keanekaragaman hayati serta fenomena alam lainnya di Sapat Hawung, mengidentifikasi spesies flora dan fauna baru, serta mengenali kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengelola hutan. Selama kurang lebih 10 hari penjelajahan, tim yang dipimpin langsung oleh Kepala BKSDA Kalimantan Tengah ini berhasil menemukan banyak potensi baru. Dengan melibatkan kurang lebih 40 orang yang dibagi ke dalam beberapa tim, kurang lebih 230 spesies berhasil ditemukan. Tim yang tergabung dalam penjelajahan ini berasal dari KLHK, tim dari ahli, dan tim videografi. Tim ahli terdiri dari ahli botani (Randi Agusti), ahli anggrek (Yuda Rehata Yudistira), ahli herpetofauna, ahli avifauna, ahli tumbuhan bawah dan epifit, dan ahli gajak, badak dan mamalia besar. Sumber foto: BKSDA Kalteng dan Tim Peneliti dari tim flora menemukan sebanyak 93 spesies dari 14 famili, 16 diantaranya berpotensi sebagai spesies baru, 40 spesies bisa dimanfaatkan sebagai tumbuhan hias dan sisanya dalam proses identifikasi untuk mengetahui prospek pemanfaatan tumbuhan sebagai obat (bioprospeksi). Dari tim herpetofauna menemukan 40 spesies yang terdiri dari 23 spesies amfibi (6 famili) dan 17 spesies reptil (9 famili), beberapa di antaranya endemik Kalimantan. Ada kemungkinan catatan tambahan dari daftar spesies herpetofauna bila penjelajahan dilanjutkan. Sedangkan dari tim avifauna terindikasi sebanyak 97 spesies dari 37 famili berbeda, dua spesies di antaranya belum teridentifikasi persis. Ada burung dari famili Nectarinidae yang ditemukan pada ketinggian 800 mdpl, dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Tidak hanya puluhan temuan spesies, dalam penjelajahan ini juga ditemukan indikasi keberadaan badak. Indikasi ini berawal dari pernyataan masyarakat desa di sekitar lokasi. Pernyataan ini diperkuat dengan ditemukan indikasi lain seperti ketersediaan tumbuhan pakan badak, sumber air dan kubangan. Sebagai tindak lanjut dari penemuan indikasi keberadaan badak ini, tim sudah memasang camera trap, dan diupayakan untuk menelusuri keberadaan badak dengan mencari jejak, kotoran, pelintiran maupun urine badak. Temuan ini menjadi kabar yang menggembirakan dan sudah disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. Lewat siaran pers dengan nomor SP. 319/HUMAS/PPIP/HMS.3/09/2023, Menteri LHK menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya terhadap tim dan para peneliti yang terlibat dalam penjelajahan Sapat Hawung ini. “Minggu pagi di tengah agenda kerja di Jawa Timur, saya menerima laporan langsung dari pelosok wilayah Kalteng dari tim penjelajah, para peneliti biodiversity flora dan fauna dipimpin Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah, Sdr. Sadtata. Terima kasih para peneliti, atas perjuangan keras di tengah rimba,” kata Menteri LHK. Selain itu, hasil-hasil temuan ini akan diidentifikasi lebih lanjut dan akan dilakukan survey dengan metode okupansi. Temuan dari penjelajahan ini menjadi semangat baru bagi para pegiat konservasi di seluruh Indonesia. Kegiatan penjelajahan ini bisa menjadi cara untuk mengeksplorasi kekayaan flora dan fauna di Indonesia yang melimpah. Sumber: BKSDA Kalteng
Baca Berita

Sirnakan Api dari Tala’-tala’, Balai TN Babul Jalin Kolaborasi dengan Stakeholder

Maros, 18 September 2023. Bulan September menjadi bulan duka bagi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Duka karena kehilangan tutupan hutan belasan hentar hanya dalam beberapa hari. Hutan yang hilang tersebut akibat terlalap api yang terjadi di wilayah kerja Resort Pattunuang. Lokasi kebakaran hutan tepatnya berada di Dusun Tala’-tala’, Desa Bontomanai, Tompobulu, Maros. Sebanyak dua kali kebakaran hutan terjadi di wilayah ini. Kebakaran pertama terjadi pada tanggal 8 s.d 9 September 2023 dan kebakaran kedua terjadi pada tanggal 11 s.d 14 September 2023. Kebakaran beruntun yang hanya berselang satu hari ini menghanguskan sedikitnya 14 ha hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Tak hanya itu, hutan yang berada di wilayah KPH Bulusaraung juga turut terbakar. Sedikitnya 5 ha hutan milik kesatuan pengelolaan hutan ini terbakar. Jadi total hutan yang terbakar selama 6 hari tersebut lebih dari 19 ha. Hutan yang terbakar cukup rimbun dengan pepohonan. Pohon penyusun umumnya berupa tegakan pinus. Lokasi kejadian tak jauh dari sawah dan perkebunan warga. Jarak dari pemukiman sekitar 500 meter. “Jadi kronologisnya, pada tanggal 8 September 2023 pada pukul 18:00 Wita, petugas KPH Bulusaraung melapor ke petugas Resor Pattunuang yang kemudian diteruskan ke Posko Manggala Agni Non DAOPS Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung,” terang Surapil, Kepala Unit Manggala Agni Non Dops TN Bantimurung Bulusaraung. Selanjutnya Surapil menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, beberapa personilnya melakukan size up untuk melakukan pemadaman awal dan menghimpun data di lokasi kejadian. Pada pukul 20:30 Wita, tim Manggala Agni TN Bantimurung Bulusaraung, personil KPH Bulusaraung, Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros, Polri, TNI, dan warga setempat tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Sedikitny 60 personil melakukan pemadaman api. Pemadaman berlangsung sengit mengingat hutan yang terbakar tidak dapat diakses kendaraan roda empat sehingga hanya melewati jalan setapak. Belum lagi topografinya cukup curam, sekitar 40 derajat. Beruntung Damkar Maros menerjunkan mobil tangki sehingga kebutuhan air tercukupi. Sumber air berasal dari sungai yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian, sekitar 3 km. Meski begitu, pemadaman cukup ekstrim karena berlangsung pada malam hari. Api melahap semak-semak yang mengering, kemudian merayapi batang pohon pinus yang mudah terbakar. “Pohon pinus yang terbakar sangat rawan tumbang, karena itu teman-teman sangat hati-hati jika berada di sekitar pohon pinus,” ujar Raflianto, Komandan Regu Manggala Agni Brigade Macaca. Melalui WA grup, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyemangati dan berpesan agar mengutamakan keselamatan. Tepat pada pukul 01:15 Wita dini hari, api terkendali dan pejuang api memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan keesokan harinya. Sabtu, 9 September 2023, pada pukul 08:00 Wita kembali melakukan pemadaman. Untuk memastikan bahwa api telah padam, dilakukan proses mop up. Tepat pada pukul 17:00 Wita, api dinyatakan padam dan personil yang terlibat kembali ke instansi masing-masing. Satu hari berikutnya, kembali Manggala Agni Brigade Macaca menerima laporan kejadian kebakaran hutan. Kali ini laporannya berasal dari anggota Polsek Tompobulu pada Senin, 11 September 2023, pukul 10:00 Wita. Sejam kemudian tim size up tiba di lokasi dan melakukan pemadaman awal. “Api cukup besar dan membutuhkan bantuan dari instansi lain,” lapor Saeful, personil Manggala Agni yang melakukan size up. Kepala Unit Manggala Agni TN Bantimurung Bulusaraung kemudian melapor ke atasan langsung dan berkoordinasi dengan instansi lain untuk bantuan personil dan peralatan pendukungnya. KPH Bulusaraung, Damkar Maros, Polsek Tompobulu, Kodim Maros menyatakan kesediaan dan menerjunkan personilnya. Pukul 14:00 Wita bantuan tenaga dan peralatan tiba di lokasi kebakaran dan segera beraksi. Api terus berkobar, terus menjalar melahap semak dan pepohonan yang dilaluinya. Apalagi kondisi cuaca yang terik ditambah angin kencang membuat api sulit ditaklukkan. Kebakaran hutan kali ini lebih besar, karena itu bantuan pun dikoordinasikan dengan instansi lain. Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung mengontak Kepala Balai PPI Wilayah Sulawesi. Karena itu, pada tanggal 11 September 2023, Manggala Agni DAOPS Gowa mengutus personilnya sebanyak 15 orang dengan jet shoter lengkap, dengan tambahan peralatan berupa mobil tangki dan bak penampungan. Kabar kebakaran hebat di Tala’-tala’ ini tersiar ke mana-mana hingga ke Komadan Kodim 1422/Maros, dan Kepala Polres Maros, karenanya kemudian mengutus anggotanya. Keesokan harinya, anggota TNI sebanyak 50 orang berseragam lengkap menuju lokasi, pasukan Brimob dan Polisi pun tiba sebanyak 35 orang. Total personil yang terlibat dalam proses pemadaman lebih dari 170 orang. Pemadaman gabungan berlangsung pada tanggal 12 s.d 13 September 2023. Kebakaran ini selain berdampak pada rusaknya ekosistem hutan, juga ciptakan polusi udara, bahkan jika terus membesar dapat mengganggu penerbangan. Mengingat lokasi kebakaran hutan tak begitu jauh dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Karena itu juga, Lanud Hasanuddin menerbangkan helikopter untuk mengecek kebakaran hutan Tala’-tala’ dari udara. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga turut serta menyemangati 30 personil manggala agninya ditambah Polhut, PEH, dan staf yang juga turut serta memadamkan api. Tak hanya itu, Komandan Kodim 1422/Maros, Kapolres Maros, Camat Tompobulu, Kepala Dinas Sosial Maros, Kepada Dinas BPBD Maros, Kapolsek Tompobulu, Kepala Desa Bontomanai dan Kepala SPTN Wilayah II Camba juga turut serta memberi suntikan semangat para pejuang api. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Brigade Macaca yang sudah cepat tanggap atas kejadian kebakaran ini. Begitu pun kepada segenap stakeholder di Kabupaten Maros, saya salut dengan respon cepatnya. Hal ini tak lepas dari kolaborasi yang luar biasa di bumi Buttatoa ini,” pungkas Heri Wibowo, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Dandim 1422/Maros dan Kapolres Maros pun terus memberi semangat dan mengingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama pemadaman. Kapolres Maros juga mengingatkan kepada khalayak agar turut menjaga hutan dan membeberkan ancaman hukuman bagi pembakar hutan. “Sesuai dengan Undang-undang nomor 41/1999 tentang Kehutanan, pada Pasal 50 ayat 3 huruf (d) menyebutkan bahwa setiap orang dilarang membakar hutan. Adapun ancaman hukumannya pada Pasal 78 ayat 3 disebutkan bahwa barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan tersebut akan diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,” terang Akbp Awaludin Amin, Kapolres Maros. Pada hari Kamis, 14 September 2023, api mulai bisa dikendalikan. Brigade Macaca masih semangat menghalau kobaran api yang terus menyala. Personil Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pun terus berdatangan. Membantu dan memompa semangat pejuang api. Hingga pada akhirnya pada siang hari, api benar-benar bisa dikendalikan. Proses mop up pun dilakukan untuk memastikan bahwa api benar-benar telah sirna dari Dusun Tala’-tala’. Langit Tala’-tala’ akhirnya kembali membiru tanpa asap pekat kebakaran. “Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada segenap pimpinan dan staf taman nasional serta segenap stakeholder yang terlibat selama pemadaman panjang ini. Semoga jerih payah kita beberapa hari ini menjadi ladang pahala di sisi-Nya..aamiin..,” pungkas Surapil saat kami temui. Tetap waspada kawan, el nino masih setia menyapa kita. Berhati-hatilah bermain api: kecil jadi kawan, besar jadi lawan. Sumber: Taufiq Ismail – Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Hadiri Puncak Festival LIKE, Presiden Jokowi Minta Rakyat untuk Hati-Hati

Jakarta, 19 September 2023 – Hati - hati…kata pertama yang Presiden Joko Widodo sampaikan pada Puncak Festival Lingkungan Iklim Kehutanan dan Energi baru terbarukan (LIKE), Senin (18/9), di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Jokowi datang ke Festival LIKE disambut langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta jajaran dan perwakilan Menteri Kabinet Indonesia Maju. Presiden Joko Widodo menyambut baik acara ini dan berharap masyarakat menjadi lebih peduli dan peka terhadap berbagai macam isu lingkungan. Presiden juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak perubahan iklim yang tidak hanya berdampak untuk Indonesia saja tetapi juga bagi seluruh dunia, diantara dampak yang cukup menjadi tantangan adalah ketersediaan pangan. Dalam sambutan singkatnya, Presiden juga menyoroti ancaman krisis pangan di dunia, beliau menyampaikan kekhawatirannya tentang beberapa negara mitra dan sahabat Indonesia yang mengurangi kuota ekspor pangan mereka untuk dikonsumsi negara mereka sendiri dan ini terjadi secara terus menerus, hal yang patut diwaspadai oleh masyarakat Indonesia. Untuk para perusahaan tambang, Presiden Joko Widodo mengamanatkan wajib untuk memiliki persemaian, sehingga bisa langsung menanam pohon di area bekas tambangnya dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Tora kepada 12 orang perwakilan penerima yang hadir dalam acara Festival LIKE, untuk dikelola secara lestari dan berkelanjutan. Presiden menghimbau agar masyarakat yang memiliki mandat untuk mengelola perhutanan sosial dapat memanfaatkan kesempatan ini secara baik dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan secara luas. Puncak Festival LIKE sebelumnya diikuti berbagai kegiatan mulai tanggal 16 - 17 September 2023, diantaranya pameran, talkshow, coaching clinic, lomba debat, seminar dan seller meet buyer. Ragam acara yang variatif ini diikuti lebih dari 37 ribu masyarakat dari berbagai sudut Nusantara dan diikuti berbagai kalangan dari mahasiswa, ASN, petani, pengusaha, utusan negara sahabat, aktivis, jurnalis dan masyarakat pegiat lingkungan.
Baca Berita

Penuh Keseruan, Festival LIKE Dimeriahkan Banyak Booth Edukatif dan Seru

Jakarta, 16 September 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival LIKE dalam rangka Road to COP28 di Dubai. Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan EBT) menjadi ajang untuk menunjukkan hasil nyata dari kerja-kerja lingkungan hidup. Festival yang diselenggarakan di Indonesia Arena ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (16/09/2023) hingga Senin (18/09/2023). Di hari pertama, Sabtu (18/09/2023), pembukaan Festival LIKE dihadiri oleh Menteri LHK, Menteri Sekretariat Negara, Menteri Koperasi dan UMKM, Kepala BRGM, Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri LHK, Duta Besar AS, Duta Besar Norwegia, serta Sekretaris Jenderal LHK dan jajaran KLHK lainnya. Menteri Sekretariat Negara dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival LIKE bisa menjadi momentum yang baik untuk menerapkan sustainability dan iklim berusaha yang berkelanjutan. “Di festival ini, kita bisa menyaksikan hasil kerja nyata di bidang lingkungan dalam dua tahun ke belakang, utamanya dari kementerian/lembaga dan perusahaan yang berkomitmen untuk menciptakan iklim berusaha yang berkelanjutan,” jelas Mensetneg. Dalam pembukaan ini juga dilangsungkan peluncuran Perizinan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan penandatangan MoU dengan mitra dan pihak yang berkaitan dengan kerja sama pengelolaan lingkungan. Selain itu, diadakan juga dialog bersama Menteri LHK dengan pelaku pengepul sampah dari enam lokasi Tangerang, Cibitung, Cakung, Jakarta, Gresik dan Jombang, lewat video conference. Lewat video conference tersebut, Menteri LHK memuji kinerja pelaku pengepul sampah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lokasi pengepul sampah yang berada di Surabaya. “Organisasi ini dibangun perempuan yang peduli lingkungan hidup 2010 lalu. Kini ada 200 bank sampah yang dikelola dari hasil pengumpulan sampah dari Surabaya, Gresik, Pasuruan, dan Jembrana Bali,” jelas Menteri LHK. Tidak hanya memberikan apresiasi pada pelaku pengepul sampah ini, Menteri LHK juga menanyakan bagaimana teknis operasional di masing-masing lokasi. Setelah dibuka, rombongan Menteri berkeliling ke booth yang terbagi menjadi empat Zona, Zona Biru, Zona Ungu, Zona Hijau dan Zona Kuning. Di setiap booth pameran Festival LIKE yang pertama ini, ada banyak kegiatan edukatif dan seru. Direktorat Jenderal KSDAE juga ikut berpartisipasi dalam Festival LIKE ini. Booth KSDAE berada di Zona Ungu Lantai 2 Indonesia Arena, GBK. Di booth KSDAE ada banyak kegiatan edukatif dan seru seperti face painting, mengukir dan membatik patung badak, kuis berhadiah dan dan booth kopi. Tidak hanya itu, Minggu (17/09/2023) juga ada kegiatan seller meet buyer, coaching clinic dan talkshow dengan tema Kemitraan Konservasi yang Berkeadilan, Berkelanjutan, Bersejahteraan dan Ramah Iklim. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Sinergi Kemitraan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Ditampilkan di Festival LIKE

Jakarta, 17 September 2023. Festival LIKE hari kedua berlangsung meriah. Tidak hanya booth-booth pameran yang edukatif dan menarik, ada juga Coaching Clinic, Seller Meet Buyer dan Talkshow. Salah satunya talkshow yang menarik dari Direktorat Jenderal KSDAE dengan tema "Menuju Kemitraan Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat yang Berkeadilan, Bersejahtera dan Ramah Lingkungan" di Zona D, Indonesia Arena GBK, Jumat (17/09/2023). Dalam talkshow ini, Direktur Jenderal KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko menjadi keynote speaker dan menyampaikan jika kemitraan konservasi punya peran penting dalam pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian melalui peningkatan pengetahuan, peningkatan sikap, ketrampilan, kemampuan dan kesadaran, dan pemanfaatan Sumber Daya Alam lestari serta pendampingan. "Ada interaksi yang sifatnya timbal balik, inilah yang harus dikelola agar interaksi ini bersifat, dalam istilah biologinya, simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Ada banyak contohnya, seperti yang akan disampaikan dalam talkshow ini," jelas Prof. Satyawan. Prof. Satyawan menyebutkan jika terdapat 146 kelompok masyarakat terdiri 5.145 kepala keluarga yang sebelumnya berstatus perambah, telah menjadi mitra pengelola kawasan dalam kegiatan pemulihan ekosistem di area dengan luas 10.071 hektar dalam kawasan konservasi. Dirjen KSDAE ini juga berharap, pencapaian ini bisa terus dikembangkan, ditingkatkan dan menjadi contoh di kawasan lain. Petronela Merauje, aktivis peraih Kalpataru 2023 kategori Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menjadi pembicara dalam talkshow ini menyampaikan jika untuk meningkatkan pencapaian tersebut kegiatan-kegiatan kemitraan konservasi dengan masyarakat perlu aksi nyata. Upaya ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat agar mau terlibat dalam kemitraan konservasi. Selain Petronela, ada juga perwakilan dari Kelompok Tani Hutan yang bermitra dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Irwan, dan pendamping Absolute Indonesia, Muhammad Khosar, yang menjadi pembicara dalam talkshow tersebut. Khosar menambahkan jika masyarakat punya peran penting dalam kemitraan konservasi, tetapi perlu ditingkatkan kapasitasnya dan perlu untuk difasilitasi guna meningkatkan kepercayaan diri. Sehingga, apa kemitraan konservasi dan pemberdayaan masyarakat bisa berjalan berdampingan. Menanggapi pembicara, salah satu tamu undangan, Prof. Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono menyampaikan jika masyarakat bukan hambatan bagi kemitraan konservasi. Justru sebaliknya, masyarakat perlu dibina dan diajak bekerja sama serta berbagi peran. "Saya meyakini bahwa masyarakat bukan masalah bagi kemitraan konservasi. Tapi perlu kehati-hatian dan berbagi peran dan bekerja sama," jelasnya. Dalam penutupnya, Dirjen KSDAE menyampaikan apresiasi kepada para local champion yang telah membantu dalam upaya kemitraan konservasi. Diharapkan kemitraan konservasi dan pemberdayaan masyarakat bisa saling mendukung. Sumber: Setditjen KSDAE

Menampilkan 897–912 dari 11.141 publikasi