Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Konsolidasi Pelaksanaan Program Kerja 2018, BKSDA Bengkulu Lakukan Rapat Koordinasi Seluruh Unit Kerja

Bengkulu, 8 Januari 2017. Guna meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan tahun 2018, Balai KSDA Bengkulu menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan program kerja tahun 2018. Rapat dipimpin oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar, didampingi oleh seluruh pejabat Eselon IV lingkup Balai KSDA Bengkulu. Rapat dihadiri oleh seluruh kepala resort, kepala pos, kepala KPHK, kepala urusan dan pejabat fungsional lingkup Balai KSDA Bengkulu. Rapat dibuka oleh Kepala Balai dengan penyampaian apresiasi kepada unit kerja terbaik tahun 2017 Balai KSDA Bengkulu. Terdapat beberapa kategori penghargaan yang diberikan yaitu kategori resort KSDA terbaik, KPHK terbaik, urusan terbaik, PEH terbaik, Polhut terbaik, dan penyuluh terbaik. Harapannya, apresiasi ini dapat memacu peningkatan kinerja seluruh unit kerja lingkup Balai KSDA pada tahun 2018. Agenda selanjutnya adalah penandatanganan perjanjian Kinerja Tahun 2018 antara Kepala Balai KSDA Bengkulu dan Pejabat Eselon IV (Kepala Subbagian TU, Kepala SKW I, Kepala SKW II, dan Kepala SKW III). Selain itu, dilakukan juga penandatanganan Pakta Integritas dalam pengelolaan keuangan antara Kepala Balai KSDA Bengkulu sebagai kuasa pengguna anggaran dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) dan penanggung jawab kegiatan lingkup Balai KSDA Bengkulu. Kepala Balai juga melantik beberapa pejabat baru pada unit kerja lingkup BKSDA Bengkulu. Dalam rapat koordinasi, Kepala Balai menyampaikan arahan target kinerja tahun 2018 serta strategi pencapaian kinerja. Program kerja tetap fokus pada dua hal utama, yaitu pengelolaan kawasan dan pengendalian peredaran TSL. Sebagai bentuk konkretnya, Program role model focus pada dua hal tersebut, yaitu role model pengembangan ekowisata di TWA Bukit Kaba dan role model pembentukan Wildlife Rescue Unit (WRU) Bakauheuni 24/7. Perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan besar BKSDA Bengkulu ke depannya. Dibutuhkan kesigapan dari seluruh elemen Balai untuk dapat mengimbangi perkembangan tersebut. Salah satu respons kelembagaan yang dilakukan oleh Balai KSDA Bengkulu adalah pembentukan unit kerja yang secara khusus menangani Data dan Informasi. Unit kerja ini akan secara intensif memantau perkembangan informasi di dunia maya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Balai KSDA Bengkulu. Kepala Balai meminta seluruh pegawai untuk membangun suasana kerja yang kondusif. Untuk mewujudkan suasana tersebut, Kepala Balai meminta seluruh pegawai untuk membangun komunikasi yang efektif, kesepahaman dan kepercayaan antar pegawai. Dengan modal sosial tersebut, beliau yakin bahwa program konservasi sumber daya hayati di Provinsi Bengkulu dan Lampung dapat terwujud dengan baik. Sumber: Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Penutupan Jalur Pendakian TN Gunung Rinjani

Mataram, 9 Januari 2018. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada hari Kamis, 28 Desember 2017 mengadakan rapat koordinasi penutupan jalur pendakian bertempat di ruang pertemuan kecamatan Sembalun Lombok Timur. Kegiatan rapat koordinasi tersebut dihadiri Camat Sembalun, Danramil Sembalun, Kapolsek Sembalun, staf Dinas Pariwisata kab. Lombok Utara, staf pemerintahan desa Sembalun, Sembalun Lawang dan Sajang, Forum guide dan porter, para pelaku wisata (Trekking Organizer, guide dan porter) disekitar resort Sembalun, serta staf BTNGR. Kegiatan rapat koordinasi ini diadakan dengan tujuan untuk menyampaikan Informasi penutupan jalur pendakian TNGR yang dilakukan mulai tanggal 01 Januari s.d 31 Maret 2018 kepada instansi mitra BTNGR dan para pelaku wisata serta menggali saran masukan serta kritik membangun untuk pengelolaan pendakian yang lebih baik ditahun 2018. Pada rapat koordinasi tersebut terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian yaitu permasalahan sampah masih menjadi permasalahan utama pendakian yang harus diselesaikan ditahun 2018. Beberapa upaya telah dilakukan oleh Balai TNGR bersama mitra serta masyarakat namun hasilnya masih belum maksimal. Menurut peserta rapat Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah diantaranya : masih kurangnya kesadaran pengunjung dan pelaku wisata, belum adanya TPS/TPA di Sembalun sehingga sampah yang sudah dibawa turun tidak dapat dikelola dengan baik dibawah dan menjadi permasalahan baru, selain itu masih belum maksimalnya pengawasan yang dilakukan petugas TNGR. Rapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa saran dan masukan dari para peserta rapat mengenai perlu adanya penjagaan yang ketat dari petugas baik dipintu masuk pendakian, pos-pos peristirahatan maupun areal camping ground. Apabila memungkinkan secara aturan agar Balai TNGR dapat mengalokasikan lokasi untuk TPS/TPA di Sembalun. Selain itu perlu upaya untuk meminimalisir penggunaan plastik maupun bahan anorganik lainnya yang berpotensi sampah dan mengganti wadah makanan dengan wadah yang reuseable contoh tupperware. Selain itu perlunya BTNGR dapat melakukan perbaikan jalur pendakian selama penutupan jalur karena sebagian jalur trek sudah banyak yg mengalami erosi/tergerus akibat aktivitas lalu lalang pengunjung dan di sekitar lokasi cemara siu terdapat pohon yang akan tumbang dan dikhawatirkan dapat membahayakan pengunjung. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Balai KSDA NTB Kembali Menggagalkan Pengangkutan Satwa Liar Burung Tanpa Dokumen Sah

Pelabuhan Lembar Lombok Barat, 7 Januari 2018 Dalam rangka pengawasan dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang tidak dilengkapi dokumen yang sah, Balai KSDA NTB bersama dengan POLRES Lombok Barat/ Polsek KP3 Lembar, BPPH LHK Jabalnusra dan Balai Karantina Pertanian Mataram pada hari Minggu, tanggal 7 Januari 2018 di Pelabuhan Lembar Lombok Barat melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan menuju atau menyeberang ke Pulau Bali. Dalam patroli gabungan tersebut pada hari Minggu, 7 Januari 2018 jam 21.00 WITA, tim berhasil menggagalkan kembali upaya pengangkutan satwa liar jenis burung tidak dilindungi tanpa dokumen yang sah. Dalam sebuah pemeriksaan terhadap 1 unit kendaraan jenis truk noppol DK 8223 OK ditemukan 2.400 ekor burung yang tidak dilengkapi dokumen yang sah. Penemuan ini merupakan hasil pengembangan informasi masyarakat kepada petugas BKSDA NTB adanya aktivitas orang menaikkan burung akan dibawa atau diangkut ke Bali dengan truk. Selain itu pengamanan ini merupakan upaya intensif Balai KSDA NTB dan stakeholders terkait dalam upaya menekan dan mengendalikan peredaran satwa liar di Provinsi NTB. Kejadian pengangkutan burung illegal ini adalah yang pertama tahun 2018 dan yang ke 7 sejak tahun 2017. Adapun beberapa jenis burung yang berhasil diamankan ada 7 jenis burung antara lain : Srigunting 30 ekor, Kecial Kuning 1300 ekor, Kecial Gunung 150 ekor, Gelatik abu abu 50, Kelicer 150 ekor, Branjangan Jawa 600 ekor, dan Branjangan Kepala Kuning 120. Adapun barang bukti diamankan di Kantor BKSDA NTB dan sedangkan sopir menjalani pemeriksaan intensif oleh PPNS BPPH LHK dan BKSDA NTB. Terhadap burung hasil sitaan akan dilakukan pelepasliaran oleh tim di TWA Kerandangan pada hari Selasa, 8 Januari 2018 Jam 11.00 WITA. Sumber : Balai KSDA NTB, 2018
Baca Berita

Pengambilan Sumpah PNS dan Sosialisasi E-Kinerja Kemen LHK

Kotamobagu, 8 Januari 2018 .Bertempat di aula Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di laksanakan pengambilan sumpah PNS Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. pengambilan sumpah PNS ini di pimpin langsung oleh Kepala Biro Setjen KemenLHK Ir. Erni Mayana, M.M. pengambilan sumpah ini di ikuti sebanyak 26 PNS yang terbagi menjadi beberapa golongan , jabatan dan angkatan. Pengambilan sumpah PNS ini merupakan kewajiban sebagai PNS yang terangkat menjadi PNS. Harapan dengan pelaksanaan sumpah PNS ini Yakni sebagai bagian dari upaya pembinaan PNS sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat, dengan tujuan agar para pejabat PNS ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah serta memiliki mental yang baik, jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya, dan di dalam mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya good governance dan membuat mereka menjadi lebih giat dalam bekerja, karena sampah janji yang diucapkan ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa," Kegiatan di lanjutkan dengan sosialisasi e-kinerja Kemen LHK oleh Tmtum Rahayu, S.Sos, M.Hum. Ekinerja merupakan sarana atau aplikasi yang dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara untuk PNS berdasarkan kegaiatan harian pegawai atau di sebut sebagai DES ( Daily Evalution sistem) . Perkembangan teknologi informasi mengubah pekerjaan sehari-hari menjadi efektif dan efisien termasuk di dalam instansi/lembaga. Tidak heran hampir semua aspek pekerjaan yang ada saat ini ditopang oleh teknologi informasi. Aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan aparatur dalam meng-input kegiatan/pekerjaan dan membuat Laporan Kerja Harian (LKH). Di samping itu aplikasi ini diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pendukung bagi pimpinan dalam mengambil keputusan terkait kinerja pegawai, unit dan satuan kerja. Maksud dan tujuan diterapkannya e-Kinerja adalah sebagai berikut: o Meningkatkan kinerja organisasi dan aparatur; o Menjadi salah satu instrumen dalam penataan dan penyempurnaan organisasi; o Menjadi alat ukur prestasi kerja organisasi dan aparatur; o Meningkatkan kesejahteraan aparatur dengan mengacu pada prinsip keadilan “equal job for equal pay” o Meningkatkan motivasi kerja PNS o Meningkatkan disiplin kerja PNS o Mendorong terciptanya kompetisi yang sehat di antara aparatur; o Meningkatkan kompetensi SDM; o Menumbuhkan kreativitas dan inovasi kerja yang lebih tinggi; o Merekam pekerjaan harian aparatur sesuai dengan jabatan dan beban kerja; Sumber: Balai TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Pegawai Balai TN Matalawa Siap Bekerja Bersama Kelola Kawasan Konservasi Di Pulau Sumba

Waingapu, 9 Januari 2018. Taman Nasional Matalawa memiliki visi Menjadi Pusat Konservasi Ekosistem Sumba yang Kolaboratif partisipatif, Mantap, Tertib, Lestari dan Wibawa. Demi mewujudkan visi tersebut diperlukan dukungan banyak pihak, terutama staf dan Keluarga Besar TN Matalawa. Tantangan dan hambatan dalam mengelola kawasan TN Matalawa ditahun-tahun mendatang akan semakin berat, dibutuhkan tim kerja yang solid dan tangguh agar dapat menjawab setiap persoalan yang dihadapi. Diawal tahun 2018 ini, TN Matalawa mengumpulkan seluruh pegawai guna memupuk kebersamaan dan kekompakan serta membentuk komitmen bersama demi mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Bertempat di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi – Waingapu pada tanggal 8 Januari 2018, TN Matalawa melaksanakan pembinaan pegawai dengan agenda evaluasi pelaksanaan program tahun 2017 serta persiapan pelaksanaan program tahun 2018. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai TN Matalawa (Maman Surahman, S.Hut.,M.Si) menyampaikan capaian-capaian dan prestasi TN Matalawa selama kurun waktu tahun 2017. Diantaranya TN Matalawa mampu menghasilkan karya-karya dibidang konservasi yang sangat aplikatif dan telah diadopsi oleh UPT-UPT lain dilingkup kementerian LHK. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan serta memotivasi untuk dapat lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Cukup banyak pengalaman dan masukan yang disampaikan pegawai mulai dari petugas ditingkat lapangan hingga tingkat balai, sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program di tahun 2017 serta harapan dan perbaikan pelaksanaan program di tahun 2018. Seluruh pegawai lingkup TN Matalawa menandatangani komitmen bersama untuk mewujudkan visi dan target kinerja yang telah ditetapkan. Dan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi terhadap pengelolaan kawasan TN Matalawa, Kepala Balai memberikan penghargaan kepada sdr. Gaudencio Gabriel, S.St (PEH Pertama TN Matalawa) dan Siprianus KT. Ratundima (Staf Resort Tandulajangga) sebagai pegawai terbaik tahun 2017 lingkup Balai TN Matalawa. Sumber : Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Buaya Jenis Senyulong Ditemukan Mati di Danau Sentarum

Putussibau, 7 Januari 2018. Seekor buaya jenis Senyulong (Tomistoma schlegelii) sepanjang kurang lebih 4 meter ditemukan dalam keadaan mati pada Rabu, 3 Januari 2018 di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Buaya tersebut pertama kali ditemukan oleh Jepri seorang warga sekitar, saat mengecek bubu temilar miliknya. Bubu temilar adalah alat tangkap ikan dari bidang trol segi empat berbahan nilon. Saat ditemukan buaya yang sudah mati tersebut terlilit tali ijab temilar. Diduga buaya sepanjang 4,25 meter tersebut akan memakan ikan tapah yang ada di dalam bubu temilar, namun tragis tubuhnya terlilit tali ijab temilar yang mengakibatkan kematiannya. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), Arief Mahmud, telah memerintahkan petugas Taman Nasional dari Resort Sempadan, Seksi pengelolaan TN Wilayah V Selimbau, yang merupakan Kantor Resort terdekat dengan lokasi penemuan bangkai buaya untuk memeriksa secara langsung di lapangan sekaligus menyelidiki lebih lanjut atas kematian Buaya Senyulong tersebut. “Saya berharap kematian buaya ini adalah kejadian yang terakhir kalinya” ujar Arief. Lebih lanjut Kepala Balai yang telah mengabdi selama lebih dari 4 tahun di BBTNBKDS ini berharap bagi masyarakat yang memasang bubu untuk tidak menempatkan bubu di habitat Buaya Senyulong, sehingga kejadian ini tidak terulang”. “Segera laporkan kepada petugas TNBKDS jika menemukan buaya dan jangan membunuhnya” tegas Arief. Ekosistem Taman Nasional Danau Sentarum yang kondisinya saat ini masih sangat baik merupakan habitat Buaya Senyulong. Buaya yang memiliki moncong panjang ini memakan ikan dan jenis udang yang melimpah di dalam kawasan Danau. Untuk menjaga kelestarian ekosistem Danau Sentarum termasuk Buaya jenis Senyulong ini perlu upaya bersama antara Pemerintah serta masyarakat sekitar. “Saya meminta kepada seluruh warga sekitar dan pihak-pihak terkait untuk senantiasa bersama-sama dengan pihak BBTNBKDS menjaga kelestarian Taman Nasional Danau Sentarum, sehingga keberadaan buaya Senyulong dapat terjaga kelestariannya” harap Arief. Terdapat kearifan lokal masyarakat terutama kepercayaan masyarakat adat Dayak Iban di Dusun Meliau Desa Melemba yang patut diketahui terkait keberadaan buaya jenis senyulong, bagi masyarakat Dayak Iban Buaya Senyulong di anggap sakral dan dilindungi. Selain kearifan lokal, Badan Dunia yang menangani jenis satwa langka atau International Union and Conservation Nature (IUCN) menyatakan bahwa Buaya Senyulong masuk kedalam kategori genting (Endangered). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, Buaya Senyulong juga termasuk satwa yang dilindungi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas (Srwn & MI)
Baca Berita

Lulup Di Translokasi Ke Taman Nasional Gunung Palung

Ketapang (8/1/12). Kamis, 4 Januari 2018, petugas Resort KSDA Sukadana bersama petugas YIARI Ketapang melakukan pengecekan ke lokasi adanya individu Orangutan ( Pongo pygmaeus), namun setelah sampai lokasi, dijumpai keberadaan individu lain Orangutan Jantan Dewasa yang beberapa waktu lalu telah diamati sebelumnya (sejak bulan Oktober 2017). Menilai prioritas berdasarkan sifat liar, agresif dan meresahkan warga, maka terhadap Jantan Dewasa bernama LULUP usia ± 23 tahun dengan kondisi liar dan terdapat luka bagian chippad sebelah kanan diputuskan segera direscue dan translokasi. Tindakan terhadap individu Orangutan sebelumnya masih dapat dilakukan penghalauan. Kemudian sebagai upaya animal welfare, LULUP di rescue sesuai SOP dengan pembiusan dilanjutkan pemeriksaan kondisi satwa dan pemasangan chip. LULUP yang diperkirakan sebaran habitatnya sekitar koridor TN Gunung Palung, segera ditranslokasi ke lokasi tsb, setelah sebelumnya tim berkoordinasi untuk ijin translokasi Orangutan ke dalam kawasan TNGP. Oleh petugas TNGP diarahkan lokasi translokasi berada di Riam Bekinjil Pal 20 berjarak ± 5 km dari jalan utama dan berhasil di translokasi pada pukul 19.15 wib. Selanjutnya ditempatkan volunteer dari YIARI untuk mengamati prilaku dan pergerakannya ditempat translokasi. Semoga LULUP segera beradaptasi dengan rumah barunya di Gunung Palung Sumber: BKSDA KALBAR.
Baca Berita

Kepala BBTNBKDS Lepas Tim Penelitian Biodiversitas Program Kerjasama BBTNBKDS dengan Asian Development Bank

Putussibau, 8 Januari 2018. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) Arief Mahmud melepas keberangkatan Tim Penelitian Biodiversitas yang tergabung dalam program kerjasama antara BBTNBKDS dan Asian Development Bank (ADB) menuju Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Sibau kawasan TN Betung Kerihun. Dalam arahannya Arief menekankan pentingnya menjaga kekompakan selama melaksanakan tugas di lapangan. Medan yang relatif sulit dan ketiadaan jaringan komunikasi harus menjadi perhatian tim. “Kekompakan ini menjadi hal yang sangat penting, keselamatan harus menjadi prioritas” tegasnya. Ditambahkannya, setiap anggota tim harus saling membantu dan bisa menjaga diri masing-masing sehingga mampu ke kembali Putussibau dengan selamat. “Target data lapangan diambil dengan baik namun jangan mengabaikan keselamatan dalam bekerja” ujarnya. Dalam wawancara dengan tim humas, Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNBKDS , Ahmad Munawir mengatakan bahwa tujuan utama penelitian ini untuk menggali data dan informasi biodiversitas yang ada di DAS Sibau sebagai tindak lanjut persiapan pembangunan stasiun riset biodiversitas TNBKDS. Tim ahli yang terdiri dari 13 personil gabungan beberapa tenaga ahli universitas dan staf BBTNBKDS nantinya akan terbagi menjadi beberapa tema penelitian diantaranya mamalia, burung, ikan, primata dan herpetofauna. “Dari hasil eksplorasi ini kita akan mengetahui potensi yang ada dan tim bisa merekomendasikan titik-titik mana saja (di DAS Sibau) untuk melakukan kajian khususnya terkait spesies tadi” jelasnya. Lebih lanjut, Munawir menuturkan bahwa stasiun riset ini akan menjadi stasiun unggulan bagi penelitian hutan hujan tropis Kalimantan yang tergabung dalam program Heart of Borneo. Merujuk hasil penelitian lembaga dan perguruan tinggi yang ada, alasan penelitian difokukas di DAS Sibau karena memiliki keragaman biodiversitas tertinggi dan relatif lengkap dibanding DAS lain di TNBK. “Target penelitian di DAS Sibau ini di daerah Bukit Jut dan Sungai Kanyau yang masih termasuk daerah blank spot (belum diketahui/kurang tereksplor) dan diprioritaskan kesana” jelasnya. Mantan Kepala Seksi Pengendalian Pengelolaan Kawasan Pelestarian Alam di Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) ini menambahkan bahwa proyek ini telah dimulai sejak tahun 2015 dibawah payung Proyek ADB TA 8331 INO: Sustainable Forest and Biodiversity Management in Borneo. Selama 15 hari tim akan meneliti keragaman biodiveritas serta mengumpulkan spesimen yang dibutuhkan untuk selanjutnya menjadi dokumen penelitian. Menurutnya, pembangunan stasiun riset di jantung borneo merupakan legacy (warisan) dari Ditjen KSDAE yang bercita-cita memiliki pusat riset unggulan tentang hutan tropis Kalimantan. ”Kita memiliki cita-cita untuk membangun stasiun penelitian unggulan bagi peneliti dalam dan luar negeri untuk mengeksplorasi biodiversitas hutan borneo” pungkas Munawir menutup wawancaranya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas (MI)
Baca Berita

Tahun Baru, Kehidupan Baru; Tukik-tukik Penyu hijau di Pantai Suaka Margasatwa Cikepuh

Cikepuh(8/1/18). Upaya konservasi Penyu hijau di Suaka Margasatwa Cikepuh tidak pernah berhenti, dimana mengawali tahun baru 2018, tepatnya pada hari Jumat tanggal 5 Januari 2018, Petugas Resort Cikepuh telah melepasliarkan sebanyak 293 ekor tukik Penyu hijau di Blok Citirem Suaka Margasatwa Cikepuh yang merupakan hasil penguburan/pengeraman bulan November 2017. Sebelumnya, selama kurun waktu tahun 2017, sebanyak 4.844 ekor tukik Penyu hijau telah dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Cikepuh, angka ini menunjukkan bahwa pantai Suaka Margasatwa Cikepuh surga bagi bertelurnya Penyu Hijau. Berawal dari pantai Citirem Suaka Margasatwa Cikepuh ini, harapan akan lestarinya Penyu hijau di bumi ini dimulai, dimana ratusan ekor tukik kecil mulai merayap menapaki kehidupan barunya di awal tahun baru 2018. Sumber: BBKSDA JABAR
Baca Berita

Rayakan Tahun Baru Ratusan Warga Kunjungi Bukit Tekenang

Putussibau, 5 Januari 2018. Bukit Tekenang kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu menjadi tempat wisata favorit warga untuk menghabiskan liburan sekaligus merayakan awal tahun baru 2018. Data dari Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) sebagai pengelola kawasan menyebutkan sedikitnya 135 orang mengunjungi Kawasan Danau Sentarum utamanya ke Bukit Tekenang pada bulan Desember lalu. Bahkan pada libur lebaran tahun 2017 lalu sebanyak 1366 orang tercatat mengunjungi kawasan wisata yang terletak di tengah Taman Nasional Danau Sentarum ini. Hal ini membuktikan bahwa Bukit Tekenang dan Danau Sentarum menjadi andalan wisata bagi Kabupaten Kapuas Hulu. Selain pemandangan alamnya yang bisa terpantau 360 dearajat dari atas, fasilitas dan akomodasi yang disediakan pengelola kawasan juga menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berlibur ke sini. “kami memiliki jalur tracking yang aman bagi pengunjung juga fasilitas penginapan bagi yang ingin bermalam” tutur Rahman Nababan salah seorang pegawai BBTNBKDS yang juga menjadi pemandu wisata. Yeni Juliana salah satu pengunjung mengatakan bahwa menghabiskan waktu liburan di Bukit Tekenang menjadi keinginan semua anggota keluarganya. Pesona alam dari bukit yang bisa melihat Danau Sentarum dari atas memberikan kenangan tersendiri bagi Yeni dan keluarganya. “Saya suka ke Danau Sentarum karena pesona keindahannya, hampir setiap tahun saya dan keluarga menghabiskan waktu liburan awal dan tahun baru dengan menyempatkan diri kesini” ujarnya. Yeni berharap bahwa ke depan pengelolaan kawasan Danau Sentarum lebih baik lagi dengan penambahan obyek daya tarik wisata yang lebih beragam. “Harapan saya semoga ke depan pengelolaan wisata lebih baik lagi semakin banyak pengunjung yang hadir tidak hanya dari Kapuas Hulu tapi juga dari Kabupaten lain” pungkasnya. Bukit Tekenang merupakan Bukit berkapur yang terletak di tengah Taman Nasional Danau Sentarum. Dalam pengelolaan Taman Nasional, wilayah ini masuk ke dalam Resort Tekenang, Seksi Pengelolaan TN Wilayah VI Semitau Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Lanjak. Akses termudah menuju Tekenang dapat dilakukan melalui Kecamatan Lanjak dan Semitau di Kabupaten Kapuas Hulu. Pengunjung dapat menyewa perahu (speedboat) dari Lanjak atau Semitau dengan harga Rp. 600,000 dengan kapasitas 4-5 orang untuk sekali jalan. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BKSDA Sumatera Selatan Bersama Masyarakat Robohkan 67 Pondok Perambah Dalam Kawasan

Lahat, 5 Januari 2018 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama masyarakat desa penyangga merobohkan 67 pondok perambah dalam kawasan Hutan Suaka Alam Kelompok Hutan (HSA KH) Gumai Tebing Tinggi sebagai upaya menjaga kawasan konservasi dari penggunaan kawasan secara non prosedural. Tipologi tekanan kawasan HSA KH Gumai Tebing Tinggi selain dilakukan oleh masyarakat sekitar kawasan juga dilakukan oleh masyarakat datangan yang keberadaanya lebih mendominasi. Karakter tekanan oleh masyarakat sekitar kawasan dilatarbelakangi oleh tuntutan akan kebutuhan hidup sedangkan masyarakat datangan yang berasal jauh dari kawasan bukan hanya untuk kebutuhan hidup tetapi juga mengarah pada investasi dan kebutuhan akan ruang hidup dan penghidupan yang apabila tidak segera ditertibkan dapat berkembang menjadi permanen bahkan tumbuh menjadi pemukiman. Dalam penertiban penggunaan kawasan secara non prosedural, SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan bersama masyarakat desa penyangga merobohkan 67 pondok yang terdiri dari 10 pondok di Talang Daud, 12 pondok di Talang Kembang Ayun II, 11 pondok di Talang Jihar/Kembang Ayun III, 6 pondok di Talang Rozali, 4 pondok di Talang Budi, 3 pondok di Talang Yahok, dan 21 pondok dengan kondisi menyebar. BKSDA Sumatera Selatan bersama masyarakat tidak akan pernah lelah untuk terus menertibkan penggunaan kawasan secara non prosedural sebagai upaya menjaga kawasan konservasi yang merupakan titipan anak cucu yang harus dijaga kelestariannya. Sumber: BKSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

BERBAGI PERAN BERSAMA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA TAMAN NASIONAL KUTAI

Bontang (5/1/18). Dalam waktu dekat, Balai Taman Nasional Kutai akan membuka satu objek wisata alam baru yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Objek wisata alam yang mengangkat hutan mangrove sebagai potensi utama ini bernama Bontang Mangrove Park. Berbeda dengan beberapa objek wisata lain di Kota Bontang yang juga berbasis mangrove, Bontang Mangrove Park akan lebih menekankan pada wisata yang mengedepankan konservasi, edukasi dan adventure. Letak Bontang Mangrove Park yang berbatasan langsung dengan masyarakat menjadikan Balai Taman Nasional Kutai harus lebih banyak berkoordinasi dengan masyarakat, sehingga keberadaan Bontang Mangrove Park nantinya tidak menjadi potensi masalah di masyarakat, namun justru memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, dalam rangka berbagi peran dalam pengelolaan Bontang Mangrove Park, pada hari Kamis tanggal 4 Januari 2018, Balai Taman Nasional Kutai mengundang para pihak yang diharapkan dapat bekerjasama dalam menjaga dan mengelola objek wisata alam tersebut. Pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Bontang, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Bontang, Polsek Bontang Utara, Pangkalan TNI AL, Kecamatan Bontang Utara, Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Bontang Kuala, Babinkamtibmas, Kelompok Masyarakat Kreatif Pesisir dan Ketua RT di sekitar Bontang Mangrove Park. Dengan adanya pertemuan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat saling mendukung dalam pengelolaan Bontang Mangrove Park. Kehadiran Bontang Mangrove Park pun nantinya dapat menjadi menjadi sumber peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar Taman Nasional Kutai tersebut. Dengan peningkatan ekonomi, maka masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari keberadaan Taman Nasional Kutai, sehingga selalu akan tumbuh rasa peduli dan keinginan untuk menjaga dan melestarikannya.#TN Kutai Sumber: TN Kutai
Baca Berita

Ribuan Wisatawan Penuhi Kawah Ijen Saat Libur Tahun Baru

Surabaya – 5 Januari 2018, Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi wisata alam di Jawa Timur yang menawarkan keelokan dan keindahan panorama alamnya. Dengan ketinggian 2.443 meter di atas permukaan laut, kawah ini memiliki pemandangan yang menakjubkan dengan danau berwarna hijau tosca serta atraksi fenomena alam berupa api biru atau blue fire. Besarnya minat masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata alam di Kawah Ijen membuat kawasan konservasi ini ramai dikunjungi saat hari-hari libur, tak terkecuali libur panjang pergantian tahun kemarin. Tak kurang dari 8 ribu wisatawan nusantara dan 150 wisatawan mancanegara memenuhi taman wisata alam yang terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso tersebut. Balai Besar KSDA Jawa Timur sebagai pengelola kawasan selalu menghimbau kepada para pengunjung untuk berhati-hati dalam melakukan pendakian, tak terkecuali dengan memperhatikan kesehatannya. Larangan juga disampaikan terhadap pengunjung yang menderita penyakit asma dan jantung agar tidak melakukan pendakian ke atas, mengingat medan yang cukup menguras tenaga. Meskipun demikian antusiasme para pengunjung untuk menghabiskan liburan tahun baru di puncak Kawah Ijen tetap besar dan telah menjadi tren seperti tahun- tahun sebelumnya. Menurut keterangan salah satu pengunjung, Kawah Ijen adalah lokasi wisata yang indah dan menarik untuk menghabiskan liburan tahun baru. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur / Dedy Setiawan
Baca Berita

Kondisi Tapir Hasil Evakuasi BBKSDA Sumut Berangsur Membaik

Labuhanbatu, 5 Januari 2018. Pada 18 Desember 2018, seekor tapir masuk ke wilayah pemukiman warga di Kampung Kristen Kotapinang, Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara. Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara kemudian mengevakuasi tapir yang sudah diamankan warga ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary . Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan, satwa tersebut mengalami trauma berat, luka lecet pada beberapa bagian tubuh dan kuku serta luka agak berat pada kaki kanan belakang serta kondisinya lemas. Kondisi tapir yang masuk ke wilayah pemukiman warga di Kampung Kristen Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara saat ini sudah berangsur pulih. Menurut dokter hewan dari Barumun Nagari Wildlife Sanctuary yang merawat satwa tersebut kondisi tapir sudah membaik tinggal penyembuhan cedera di bagian kaki kanan. Tapir yang saat ini berada di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary sudah terlihat berperilaku secara normal dan banyak menghabiskan waktu di dalam kubangan yang telah dibuat di kandang sementara berukuran 4x4 meter dengan teduhan. Tapir merupakan satwa yang bisa berenang dan menyelam dalam waktu yang cukup lama. Kementerian LHK akan segera melepasliarkan satwa tersebut ke habitat asalnya setelah cedera yang dialami satwa tersebut pulih. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

“Gallery Of Conservation” Warna Baru Dalam Mendorong Publikasi Pengelolaan Kawasan Konservasi Kalimantan Barat

Pontianak, 4 Desember 2018 - Sebagai wujud rasa cintanya terhadap konservasi, Kepala SKW III Singkawang Dani Arief Wahyudi, S.Hut, M.Ap, M.Agr beserta jajarannya mempersembahkan “Gallery of Conservation” yang mengambil tempat di Kantor SKW III Singkawang, Dalam sambutannya Kasi III menyampaikan, karena rasa cintanya dan rasa cinta jajarannya terhadap pejuang konservasi, terhadap upaya-upaya konservasi yang telah dilakukan maka pada hari ini dapat dipersembahkan “Gallery of Conservation”. Ide pembuatan gallery ini dilatar-belakangi oleh minimnya informasi mengenai biodiversitas, ekosistem dan upaya-upaya konservasi. Pada dasarnya SKW III ingin memberikan warna dalam upaya penyampaian informasi dan penyuluhan melalui gallery of conservation. Barangkali kita bertanya, kenapa disebut “Gallery of Conservation” dalam bahasa Inggris, dan bukan “Galeri Konservasi” dalam bahasa Indonesia. Penyebutan tersebut bukan untuk mendapatkan image “keren”, tetapi lebih karena muatan “semangat global”, yang artinya semangat konservasi yang kita gaungkan dari “pedalaman Kalimantan Barat” ini akan menyebar tanpa mengenal batasan geografis ke seluruh dunia. Harapannya kita semua dapat tetap merapatkan barisan, memperjuangkan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya “Gallery of Conservation”. Ada makna dibalik desain prasasti tersebut. Tanda tangan seluruh staf SKW III dalam prasasti tersebut menggambarkan bahwa dalam menjalankan amanah pekerjaan, sebagai Kepala Seksi telah mendapatkan support dari teman-teman SKW III. Sebaliknya, ide, gagasan, dan partisipasi mereka tidak akan dapat diwujudkan secara maksimal jika tidak difasilitasi oleh pimpinan, itulah yang tersirat dalam cap tangan di prasasti tersebut. Jadi pada intinya, di dalam menjalankan amanah konservasi, ada semacam simbiosis mutualisme dalam bekerja untuk upaya-upaya konservasi. Dalam kesempatan launching, dihadiri langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT, stakeholder terkait dan beberapa mitra konservasi. Melalui Kasi III, seluruh staf SKW III mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala Balai KSDA Kalbar, yang dari awal sangat mensupport dan sangat memberikan inspirasi bagi pembuatan gallery ini. Demikian juga, tidak lupa Kasi III Singkawang memberikan apresiasi dan terima kasih kepada mitra yang telah banyak membantu terwujudnya pembuatan gallery ini. Dalam kesempatan sambutan pembuka, Kepala Balai Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan apresiasi dan angkat topi atas usaha seluruh staf SKW III dalam upaya memperjuangkan nilai-nilai konservasi. Semoga saja apa yang dilakukan SKW III dapat di contoh oleh SKW I dan II. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Awali Tahun 2018 Perkuat Komitmen Bersama Laksanakan Tugas Balai KSDA Yogyakarta

Yogyakarta, 5 Januari 2018, Jajaran struktural dan seluruh pegawai Balai KSDA Yogyakarta berbaur bersama di halaman Balai KSDA Yogyakarta Jl. Dr. Rajiman Tridadi Sleman. Hari Jum’at pertama di tahun 2018 diisi dengan kegiatan Senam bersama dan pembinaan pegawai. Kegiatan senam rutin Balai KSDA Yogyakarta diagendakan dilakukan setiap hari Jum’at sebagai media bersilaturahmi dan berkoordinasi antar pegawai lingkup Balai KSDA Yogyakarta. Kegiatan senam bersama dimulai dari pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh pegawai Balai KSDA Yogyakarta yang berjumlah 87 orang. Setelah acara senam selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan pegawai dan pembacaan SK Kepala Balai terkait penempatan personil Balai KSDA Yogyakarta. Penempatan personil ini setiap tahun mengalami perubahan dengan mempertimbangkan antara kebutuhan personil di lapangan dan kompetensi yang dimiliki pegawai Balai KSDA Yogyakarta. Dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Junita Parjanti, MT menyampaikan bahwa tahun ini Balai KSDA Yogyakarta akan melaksanakan konsep Resort Based Management (RBM) yang didukung dengan penempatan personil hingga ke tingkat tapak. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan kegiatan Balai KSDA Yogyakarta tahun 2018 dapat berjalan dengan optimal dan sesuai target yang telah disusun. Untuk mendukung kebijakan tersebut diperlukan adanya kerjasama dan komitmen yang kuat dari seluruh pegawai Balai KSDA Yogyakarta untuk bahu membahu melaksanakan tugas di tahun 2018 ini. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 9.089–9.104 dari 11.140 publikasi