Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Perekrutan dan Pengukuhan Anggota Baru Saka Wanabakti Kwartir Cabang Kepulauan Selayar Tahun 2018

Patilereng - 22 Januari 2018. Pada tanggal 20-21 Januari 2018 Saka Wanabakti Kwartir Cabang Kepulauan Selayar mengadakan kegiatan perekrutan dan pengukuhan anggota baru tahun 2018. Sebelumnya, pengurus Saka Wanabakti melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan membuka pendaftaran bagi Pramuka Penegak yang berminat masuk menjadi anggota Saka Wanabakti. Kegiatan perekrutan dan pengukuhan dilaksanakan di Pantai Punagaan, salah satu pantai di pesisir timur Pulau Selayar. Kegiatan ini bertujuan untuk merekrut, mengukuhkan dan menerima secara resmi calon anggota baru menjadi anggota Saka Wanabakti. Pada hari sabtu sepulang sekolah, para peserta berkumpul dilokasi kegiatan dengan membawa perlengkapan berkemah. Kegiatan didampingi oleh Pamong Saka dan Pengurus Saka Wanabakti serta Kakak-kakak Pembina dan Bina Damping dari Kwartir Cabang Kepulauan Selayar. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan dan dilanjutkan dengan kegiatan jerit malam dengan melakukan jelajah malam menyisiri Pantai Punagaan dan melewati pos-pos yang telah disiapkan. Selain untuk melatih kepemimpinan, mengasah keberanian dan kerjasama, ditiap pos, peserta juga mendapatkan materi tentang Kepramukaan, Saka Wanabakti, konservasi, dan PBB. Setelah jelajah malam, kegiatan dilanjutkan dengan renungan malam. Keesokan harinya peserta diajak bermain games "Rangkaian Terpanjang" dan "Spider Web". Games ini melatih kreatifitas, strategi dan kerjasama para peserta didalam tim. Puncak kegiatan ini adalah pengambilan bets Saka Wanabakti. Para peserta masing-masing harus mencari dan mengambil bets yang ditempatkan secara acak didalam air Pantai Punagaan. Semua peserta berhasil mendapatlan batsnya dan berhasil melewati semua tahapan dalam proses perekrutan anggota Saka Wanabakti. Pada akhir kegiatan dilakukan pengukuhan terhadap 42 orang anggota baru Saka Wanabakti Kepulauan Selayar. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta dibidang lingkungan hidup dan kehutanan, melatih fisik, mental serta kemandirian anggota Saka Wanabakti. Yang lebih penting lagi, ketika mereka merasakan susah senangnya kegiatan pengukuhan akan membuat rasa persaudaraan anggota Saka Wanabakti semakin erat. Setelah anggota Saka Wanabakti diterima secara resmi, selanjutnya akan dilakukan pelantikan anggota Saka Wanabakti dan penyematan bets oleh Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Kwartir Cabang Kepulauan Selayar yang rencananya akan dilaksanakan di kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Pengukuhkan anggota Saka Wanabakti Kepulauan Selayar Angkatan I, diharapkan dapat menjadi wahana menimba ilmu dan melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, serta memupuk semangat dan jiwa kepramukaan yang cinta alam dan rimba raya. Sumber : Asri - BTN. Taka Bonerate
Baca Berita

Penetasan Telur Penyu Perdana Tahun 2018 di TWA Tanjung Keluang

Palangkaraya, 22 Januari 2018. TWA Tanjung keluang di Kab. Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah merupakan salah satu tempat pendaratan Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) untuk bertelur. Untuk kegiatan konservasi dan meningkatan potensi daya tarik wisata khususnya wisata edukasi dibuatlah Tempat Penetasan Semi Alami. Salah satu upaya Konservasi Penyu di Taman Wisata Alam Tanjung Keluang adalah dengan memindahkan telur penyu dari sarang alami ke Tempat penetasan semi alami. Mengawali Tahun 2018, tepatnya tanggal 15 januari 2018 telah menetas 127 butir telur dari 136 telur penyu sisik di Tempat Penetasan Semi Alami di TWA Tanjung keluang. Telur-telur tersebut ditemukan pada tanggal 14 November 2017. Penetasan telur penyu ini merupakan penetasan perdana di tahun 2018. Diharapkan dengan penetasan ini dapat menjaga kelestarian Penyu sisik yang terancam punah ini. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Pendidikan Lingkungan & Penanaman Bersama di SMK Mawodana

Waingapu, 21 Januari 2018. Bertempat di SMK Kehutanan Mawodana, Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya, pada tanggal 20 Januari 2018 Taman Nasional Matalawa (TN Matalawa) bersama dengan Komunitas Gen Hijau lingkup Sumba dan Yayasan Tunas Timur melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan dan penanaman bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan kecintaan generasi muda dalam upaya pelestarian sumberdaya alam di Pulau Sumba. Pada kesempatan tersebut hadir Kepala SPTN Wilayah I Waibakul (Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut.,M.Sc) mewakili pihak Balai TN Matalawa. Beliau menyampaikan peran dan fungsi Taman Nasional dalam mendukung kegiatan pendidikan, ilmu pengetahuan dan penelitian hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem, tentang fungsi dan bentuk kegiatan yang dapat dilakukan didalam kawasan hutan Konservasi. Selain itu, beliau juga menambahkan selama kurang lebih 2 (dua) tahun terakhir kawasan TN Matalawa telah dijadikan laboratorium alam bagi Siswa-Siswi SMK Kehutanan yang melaksanakan Praktek Kerja dan salah satunya adalah SMK Kehutanan Mawodana. Selain diisi dengan penyampaian materi, guna menumbuhkan kepedulian Siswa-Siswi SMK Kehutanan Mawodana dilaksanakan pula kegiatan penanaman 800 anakan/bibit pohon Cendana, Trembesi, Pinang dan Jati Putih (Gmelina) di Area Sekolah SMK Kehutanan Mawodana. Diakhir kegiatan TN Matalawa menyerahkan bingkisan kepada pihak sekolah SMK Kehutanan Mawodana berupa Buku Potensi Burung TN Matalawa, Buletin TN Matalawa dan media informasi lainnya. Sebagai ucapan terima kasih atas terlaksananya kegiatan praktek kerja di TN Matalawa, pihak SMK Kehutanan Mawodana menyerahkan piagam penghargaan/sertifikat kepada Balai TN Matalawa. Sumber : Balai Taman Nasional Matalawa
Baca Berita

Tim BKSDA Aceh Selamatkan Siamang

Banda Aceh 21 Januari 2018. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh) yang dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Kehutanan Saudara Kurniady, hari minggu tanggal 21 Januari 2018 mengamankan seekor Siamang (Symphalangus syndactilus) yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Siamang tersebut didapat dari seorang warga bernama Bapak Ibrahim yang berdomisili di Desa Lhong Cut Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh. Jenis kelamin siamang jantan, dengan usia diperkirakan ± 12 tahun. Bapak Ibrahim memelihara dan merawat satwa tersebut sejak masih kecil. Yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa satwa yang dirawat dan dipelihara tersebut merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi oleh pemerintah sampai hari ini tim dari BKSDA Aceh menyambangi kediaman beliau untuk melakukan sosialisasi dan juga melakukan upaya penyelamatan hingga yang bersangkutan secara sukarela menyerahkan satwa tersebut kepada tim untuk dikembalikan ke habitat alaminya. Di Aceh sendiri keberadaan Siamang (Symphalangus syndactilus) yang dalam status kategori Konservasi IUCN (intenational Union for Conservation of Nature and Natural Resouce) Red List of Threatened Species masuk dalam kategori Endangered/terancam atau genting masih kerap ditemukan mulai dari Kawasan Hutan di Kabupaten Aceh Besar hingga Kawasan Hutan disepanjang Aceh Tamiang hingga Kota Subulussalam yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

Kampanye Konservasi Melalui Karya Seni

Jakarta, 19 Januari 2018. Dirjen KSDAE Wiratno hadiri Pameran Seni Badak Sumatera : Harta Karun Tersembunyi Indonesia (19/01/18) di Perpustakaan Nasional RI. Wiratno dalam sambutannya mewakili Menteri LHK mengatakan konservasi Badak membutuhkan keterlibatan semua pihak dan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan karya seni. Diharapkan dengan karya seni akan membantu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Badak khususnya Badak Sumatera. Adapun kegiatan ini diprakarsai Konservasi Tim Badak Indonesia, merupakan Tim yang dibentuk untuk kelestarian Badak Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan. Mengingat jumlah Badak semakin menurun ini harus menjadi perhatian kita semua dan merupakan isu strategis karena Badak Sumatera tergolong salah satu 25 spesies yang terancam punah. Dirjen KSDAE yang mewakili Menteri LHK menyumbangkan lukisan Badak untuk dilelang sebagai dukungan konservasi Badak Sumatera. Selain Dirjen KSDAE, sambutan khusus juga diberikan oleh Dr. Susie Ellis Executive Director, International Rhino Foundation (IRF). Susie berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membuat acara ini serta mengajak keterlibatan semua pihak dalam upaya konservasi Badak dengan berpesan “If you want to go fast, go alone and if you want to far, go together”. Sumber : Setditjen KSDAE
Baca Berita

Balai TN Bogani Nani Wartabone Lakukan Pemulihan Ekosistem Bersama Masyarakat

Tapadaka Utara, 20 Januari 2018. Dalam upaya Pemulihan Ekosisten secara kolaboratif bersama masyarakat pada Zona Rehabilitasi, Balai TN Bogani Nani Wartabone (TNBNW) pada hari Sabtu, 20 Januari 2018 lalukan kegiatan pembubuhan paraf pada draft Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyerahan bibit, Diskusi dan Penanaman Perdana. Adapun yang hadir pada kegiatan Kepala Dinas Pertanian Kab. Bolmong, EPASS, Balai TNBNW, Camat Dumoga Tenggara, KPH Wil 1 Bolmong, Sangadi Tapadaka Utara, Ketua BPD, Kelompok Tapalinow, Motobatu, dan masyarakat Tapadaka Utara. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Resort Tapadaka Utara. Target penanaman 10 ha yang terletak di Zona Rehabilitasi bantaran Sungai Tolongsingon dan sekitarnya. Dan akan ditanami dengan pala, kemiri, nantu, dan cempaka sebanyak 5.834 bibit. Kegiatan penanaman dilakukan oleh setiap anggota kelompok, dengan pendampingan petugas Resort selama 2 minggu kedepan. Dalam diskusi, masyarat kelompok Tapalinow dan Motobatu menginginkan agar titik penanaman dapat diatur kembali menyesuaikan kondisi alamnya sehingga hasil lebih maksimal. Masyarakat siap secara sukarela membantu dalam proses penanaman dan perawatan tanaman restorasi ini. Sumber : Balai TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Konsultasi Publik dan Musyawarah Besar Pengembangan Wisata Alam di Kampung Tablasupa

Kampung Tablasupa, Jumat 19 Januari 2018. Dalam rangka mengimplementasikan Role Model pengelolaan CA Peg. Cycloop berbasis kearifan lokal, maka untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan penyangga, dilaksanakan kegiatan Konsultasi Publik dan Musyawarah Besar Pengembangan Wisata Alam di Kampung Tablasupa Distrik Depapre Kabupaten Jayapura pada hari Jumat 19 Januari 2018. Merumuskan dan menyepakati draft desain pengembangan wisata alam merupakan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini. Draft desain tersebut berupa camping ground, pengamatan burung cenderawasih, homestay dan jalur tracking serta obyek wisata alam pada daerah penyangga CA Peg. Cycloop sehingga diharapkan (outcome) tersedianya ruang bagi usaha wisata dan ruang publik sebagai sarana pendukung wisata alam. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Prov. Papua (diwakili Kabid Perlindungan dan Konservasi), BPKH Wilayah X Jayapura, Dinas Pariwisata Kab. Jayapura, Dinas Pemberdayaan Masayarakat Kab. Jayapura, Balai Gakkum Seksi Wil. III Jayapura, Kepala Dewan Adat Suku (DAS) Tepera Yongsu Yewena, Kepala Kampung Tablasupa, Kapolsek Depapre, Koramil 1701 Diatri Depapre, KPA Hirosi, Masyarakat Peduli Api (MPA) Amaibu, KPA Amemai, Kelompok Desa Binaan Kenanembey, KPA Laut Tablasupa serta masyarakat setempat. Tahapan dari kegiatan ini dimulai dengan sambutan dari Kepala BBKSDA Papua (Ir. Timbul Batubara, M.Si), perwakilan dari Dinas Kehutanan, Kepala Dewan Adat Suku dan Kepala Kampung Tablasupa. Pada kesempatan ini pula Kasubag Proker (Rian Agustina, S.Pt.,M.I.L) memberikan penjelasan tentang DED yang disusun secara mandiri untuk mensukseskan kegiatan ini, Kepala Resort Youtefa (Ernest O. Itaar) menyampaikan tentang kondisi dan pemasalahan di TWA Teluk Youtefa dan secara umum di Papua kemudian Kepala Resort Tablasupa (Chandra I. LG) menerangkan maksud dan tujuan dari dibentuknya Resort Tablasupa serta Kabid Teknis (Ir. Ahmad Yani) memberi paparan terkait dengan dengan konsep pengembangan wisata alam di Kampung Tablasupa yang meliputi sarpras, edukasi khusus dan terpadu serta layanan umum. Selanjutnya dilakukan konsultasi publik dan musyawarah besar. Akhir kegiatan seluruh elemen menyepakati program dari BBKSDA Papua dan siap mendukung program-program tersebut, disamping itu dalam pengelolaan wisata alam di Kampung Tablasupa harus memperhatikan pembagian wilayah (hak ulayat) baik darat maupun air agar tercipta harmonisasi para pemilik ulayat. Terhadap sarpras yang akan dibangun agar terlebih dahulu dilakukan pemetaan agar tidak masuk dalam wilayah sakral/terlarang. Sumber : BBKSDA Papua
Baca Berita

Penyelamatan Satwa Kelempiau Oleh Balai KSDA Kalimantan Barat

Pontianak, 18 Januari 2018. Balai KSDA Kalimantan Barat melalui Tim Gugus Tugas TSL pada Pukul 10.15 WIB mendapatkan informasi pemeliharaan satwa Owa/Klempiau (Hylobates muelleri). Dari informasi tersebut, tim segera menindaklanjuti dengan melakukan penyelamatan (rescue) terhadap satwa berupa Owa/Klempiau (Hylobates muelleri) yang terletak di Jln. Martadinata Kota Pontianak. Satwa tersebut berasal dari Ketapang dan telah dipelihara selama ± 30 tahun, sebelum akhirnya diserahkan oleh warga ke Balai KSDA Kalimantan Barat secara sukarela. Penyerahan hewan dilindungi ini mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian satwa, serta animal welfare. Tingginya kesadaran masyarakat sekaligus mencerminkan hasil dari upaya konservasi yang selama ini telah dilakukan, baik secara preventif – persuasif (Patroli, Sosialisasi, Penyuluhan) maupun represif (Penegakan hukum) yang akan terus dilakukan Balai KSDA Kalimantan Barat. Penyelamatan (rescue) dilakukan bersama tim Medis dengan menggunakan metode pembiusan untuk menghindari satwa menjadi stress saat dipindahkan. Saat ini, satwa tersebut dititip rawatkan dikandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat untuk selanjutnya dilakukan pengecekan medis sebelum akhirnya di translokasi. (PR) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

BKSDA Maluku dan PT. Pertamina Bersama Tanam Karang di TWA Laut Pulau Pombo

Ambon (19/1/18). Peresmian Program Corporate Social Responsibility (CSR) Transplantasi Karang di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Pombo menjadi awal yang baik bagi BKSDA Maluku dan PT. Pertamina dalam melakukan kerja sama dalam upaya konservasi. Selain perwakilan BKSDA Maluku dan PT. Pertamina, kegiatan tersebut diikuti juga oleh Raja Negeri (Kepala Desa Adat) sekitar TWAL Pulau Pombo seperti Kailolo, Liang, Waai, dan Tulehu, serta Putri Indonesia-Maluku dan Duta Pariwisata Provinsi Maluku. Menariknya, acara tersebut turut diramaikan oleh Tari Cakalele, Taian tradisional Maluku, persembahan dari pemuda Negeri Kailolo. Secara simbolis, kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan substrat atau media transplantasi karang dari Eko Kristiawan (Unit Manager Communication and Relations MOR VIII Maluku-Papua, PT. Pertamina) kepada Mukhtar Amin Ahmadi (Kepala BKSDA Maluku). Selain itu, peresmian tersebut juga dilanjutkan dengan peletakan bibit karang yang telah dipasang pada substrat di wilayah perairan TWAL Pulau Pombo. Transplantasi karang tersebut dilakukan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi dan inventarisasi potensi terumbu karang TWAL Pulau Pombo, transplantasi karang itu sendiri serta monitoring dan evaluasi. Identifikasi dan inventarisasi potensi dilakukan guna mengetahui jenis karang yang akan ditransplantasi. Transplantasi karang sendiri terbagi menjadi dua kegiatan yaitu pembuatan substrat dan rak serta peletakan terumbu karang hasil transplantasi di dalam laut. Terakhir, untuk memastikan keberhasilan program dilakukan monitoring dan evaluasi. Bukan tanpa alasan transplantasi karang dilakukan di TWAL Pulau Pombo. Sesuai dengan amanat penunjukan kawasan TWAL Pulau Pombo, yaitu sebagai kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi alam dengan adanya potensi keindahan hidupan bawah airnya, termasuk terumbu karang. Akan tetapi, saat ini kondisi terumbu karang di TWAL Pulau Pombotelah mengalami kerusakan sebesar 60% akibat adanya aktivitas manusia yang merusak seperti pengeboman ikan dan diperparah dengan adanya peningkatan suhu air laut dan pemutihan karang. Program transplantasi karang tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan hidup dan kelestarian keanekaragaman hayati. “Pertamina senantiasa mendukung upaya pelestarian biota laut terutama terumbu karang yang memegang peran penting dalam ekosistem laut,’’ tegas Eko. “Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. Pertamina yang telah bekerjasama dengan kami dalam melakukan transplantasi terumbu karang,” sambut Kepala BKSDA Maluku. Dalam sambutannya, Kepala BKSDA Maluku menyampaikan agar hubungan baik antara BKSDA Maluku dan Pertamina akan terus terjaga serta kerja sama yang ada tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kerja sama yang berkelanjutan. Sumber: Ayu Diah S. (BKSDA Maluku)
Baca Berita

Koordinasi Parapihak Pengendalian Sampah di TN Bali Barat

Labuan Lalang (Kamis, 18/01/2018) Dalam mendukung role model pengendalian sampah, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Sampah menjadi permasalahan bersama dan kawasan TNBB tak luput dari permasalahan ini. Seringkali sampah menimbulkan masalah terutama pada objek wisata yang ada seperti di Pulau Menjangan, Pantai Karangsewu, dan Labuan Lalang yang banyak dikunjungi wisatawan. Selain tidak sedap dipandang, sampah juga bisa dimakan satwaliar seperti kera ekor panjang dan rusa, sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan satwa tersebut. Permasalahan sampah bukanlah hal yang sederhana. Perlu keterlibatan semua pihak dalam penanganannya. Selama tahun 2017, data di Balai TNBB tercatat lebih dari 12 ton sampah plastik dan anorganik berhasil dibersihkan dari kawasan TNBB. Dalam rangka penanganan sampah tersebut, hari ini (Kamis, 18/01/2018), berlokasi di wantilan Labuan Lalang, dilakukan koordinasi dan sosialisasi dengan parapihak untuk membahas permasalahan pengelolaan sampah di TNBB. Acara di pimpin langsung oleh Kepala Balai TNBB, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa permasalahan sampah membutuhkan perhatian semua pihak. Penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, namun membutuhkan program yang terpadu dan bersama-sama. Harus ada strategi penanganan sampah bersama semua pihak. Pada kesempatan kali ini, Balai TNBB juga memberikan presentasi tentang pengelolaan sampah di kawasan taman nasional. Presentasi dibawakan oleh KSBTU Balai TNBB, sekaligus Ketua Pokja Penanganan Sampah anorganik, Wiryawan. Isi materi menjelaskan tentang konsep, strategi, dan rencana penanganan sampah di TNBB. Pada kesempatan tersebut juga, seorang volunteer warga negara Islandia (Rosa Bjork) ikut memberikan materi tentang pengelolaan sampah (waste management) di TNBB, khususnya di wilayah Labuan Lalang. Setelah presentasi, acara dilanjutkan dengan diskusi sekaligus koordinasi yang dipandu oleh KSPTN III Labuan Lalang, Hendra Gunawan. Dalam sesi ini, Ketua Forum Penyedia Jasa Wisata Alam TNBB, Putu Widiana, menyampaikan agar pada tempat-tempat wisata tidak disediakan tempat sampah karena akan menimbulkan permasalahan baru. Yang perlu dilakukan adalah dengan mempertegas pesan lingkungan supaya tidak meninggalkan sampah di tempat wisata yang ada di TNBB. Dukungan juga muncul dari pihak swasta seperti PT. SBW. Sebagai pemegang IPPA, PT. SBW yg juga memiliki lokasi ijin di Labuan Lalang akan memberikan dukungan dalam pengelolaan sampah dengan menyediakan lokasi pengolahan sampah organik. Dukungan mengalir dari semua pihak. Pada intinya, semua yang hadir sepakat bahwa sampah merupakan permasalahan yang harus segera di atasi bersama. Dalam uraiannya saat menutup acara, Kepala Balai TNBB menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak. Semua masukan di tampung sebagai pertimbangan untuk merumuskan strategi ke depan. Koordinasi akan terus dijalin dan akan dilakukan pemetaan, identifikasi, dan pembuatan skema penanganan sampah yang akan dikerjakan bersama. Untuk mewujudkannya, akan segera dibuat kelompok kerja (Pokja) pengendalian sampah di TN Bali Barat beranggotakan semua pihak yang terkait dengan keberadaan kawasan TNBB. Sumber: wiryawan tnbb
Baca Berita

WNA Terjaring Satwa Offsetan

Jayapura, 19 Januari 2018. Di Bandara Sentani Jayapura tepatnya di Areal Cargo (mesin x-ray) pada Sabtu 13 Januari 2018, ditemui pelanggaran ilegal terhadap satwa sebanyak 2 kali, setelah Iguana, siang harinya ditemukan 220 ekor satwa offsetan jenis aves, 39 lembar kulit mamalia dan reptil, 2 ekor offsetan tikus, 1 ekor offsetan kus-kus kecil dan 8 buah bagian-bagian satwa (kaki, paruh, kepala dan sayap burung), dengan modus yang sama yaitu melakukan pengiriman satwa liar. Diketahui pelaku adalah seorang WNA inisial WJMJ beralamat di Sentani Papua yang menjadi dalang dari kejadian ini, menggunakan 2 kotak besar dan akan dikirimkan ke luar Papua. Pelaku sudah diminta keterangannya dan barang bukti sudah diamankan di Kantor BBKSDA Papua untuk proses atau tindakan selanjutnya. Pengawasan terhadap upaya-upaya penyelundupan ini selalu dilakukan, baik dari Polhut BBKSDA Papua, Petugas Bandara, Karantina dan Kepolisian. Semua tindakan penyelundupan melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf b, c dan d jo Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya yaitu memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Sumber : BBKSDA Papua
Baca Berita

Awal Tahun 2018 BBTN Kerinci Seblat Adakan Workshop Sistem SMART

Sungai Penuh (19/1/2018). Kegiatan ini diinisiasi oleh Fauna-Flora International Indonesia Program (FFI-IP) bekerjasama dengan BBTNKS dan didukung penuh oleh proyek Sumatran Tiger GEF-UNDP. Pertemuan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan penyegaran SMART yang diadakan di tanggal 26-27 Agustus 2017 lalu. Pertemuan tersebut membahas beberapa komitmen terkait target patrol, pelaporan dan kinerja tim hingga Desember 2017 lalu. "Kita berharap adanya sistem ini akan meningkatkan kinerja lapangan dan menyegerakan pembuatan hasil data lapangan dan pelaporan sehingga membantu kami di tingkat pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan yang tepat" ujar Ir. Rusman sebagai Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dalam acara pembukaan Workshop Pengelolaan Basis Data Kegiatan Lapangan Menggunakan Sistem SMART yang bertempat di Hotel Kerinci, 17-18 Januari 2018. Workshop SMART ini dihadiri oleh 22 orang peserta yang terdiri dari para admin dan operator data SMART dari kantor balai besar, masing-masing wilayah Bidang dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional dan juga mitra dari BBTNKS. Komitmen yang baik ini akan semakin ditingkatkan melalui adanya rencana dan target lanjutan. "Dengan dukungan mitra kerja, kita yakin pengelolaan taman nasional akan semakin baik kedepannya" ujar Andrinaldi Adnan, S.Hut selaku Kepala Seksi Pemanfaaatan dan Pelayanan BBTNKS. Menurut Amdoni, selaku penanggung jawab data SMART BBTNKS, ada beberapa hasil dan temuan yang signifikan terkait pertemuan tersebut diantaranya adalah ketepatan waktu dalam pengumpulan data patroli ke pihak Balai. Kita melihat semua pihak punya komitmen walaupun masih banyak kekurangan dalam isian data. Namun upaya ini perlu kita apresiasi sebagai bagian kolaborasi untuk pengelolaan TNKS yang lebih baik. Pengelolaan dan memperbarui data kondisi kawasan merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan taman nasional, karena dengan sistem monitoring dan basis data yang baik dapat menjadi refleksi dan memberikan masukan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan. Untuk melakukan pengelolaan data khususnya data hasil berbagai kegiatan di lapangan, saat ini telah dikembangkan sistem SMART (Spatial Monitoring And Reporting Tool) yang relatif mudah untuk dipergunakan dan direkomendasikan sebagai salah satu skema dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan. Berdasarkan hasil rekapitulasi kegiatan yang terealisasi, jumlah tim patroli yang terlaksanan pada periode September – Desember 2017 di kawasan TNKS adalah sebanyak 20 tim, sedangkan jumlah personil tim patroli sebanyak 178 orang yang terdiri dari personil BBTNKS dan masyarakat/mitra BBTNKS.
Baca Berita

Direktur baru Korea Indonesia Forest Center mengunjungi TWA Gunung Tunak, Lombok Tengah, NTB

Gunung Tunak, 18 Januari 2018. Sore itu 5 orang tim dari Korea Indonesia Forest Center mengunjungi TWA Gunung Tunak, Lombok Tengah, NTB. Mr. Kim Yongchul Direktur baru Korea Indonesia Forest Center ,dan Mr. Moon Jong Phil Project manager Kerjasama Korea Indonesia melihat kemajuan dan kesiapan serah terima sarana prasarana yang dibangun dan melakukan diskusi mengenai managemen pasca pembangunan dan capacity building di tahun 2018. Dari Balai KSDA NTB, Lugi Hartanto ( KSBTU) menyambut hangat kedatangan tamu, dan memberikan penjelasan tentang rencana Unit Management di TWA Gunung Tunak. Hadir bersama kasubag TU, Kepala SKW I Lombok, Lalu Muhammad Fadli, Bagian Perencana Ivan Juhandara, dan Kurniasih Nur Afifah, Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA NTB. Dalam diskusi hangat disampaikan beberapa hal yang perlu ditambahkan dalam fasilitas yang sudah bisa dibangun tersebut. Pihak KIFC senang dengan kemajuan yang telah dicapai terutama pembangunan jalan akses menuju kawasan yang mudah. Setelah berdiskusi dilanjutkan dengan melihat bangunan pondok wisata, gedung serbaguna, dan bersama-sama menuju Pusat ekologi kupu-kupu. Semoga kerjasama ini tetap terjalin hangat dan dapat mempererat hubungan dua negara. Sumber : BKSDA NTB, 2018
Baca Berita

Balai TN Lorentz Siap Pacu Peningkatan Kinerja 2018

Wamena, 18 Januari 2018. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan tahun 2018, Balai TN Lorentz menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan program kerja tahun 2018 dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2017. Rapat dipimpin oleh Kepala Balai TN Lorentz Anis Acha Sokoy, S.Hut. didampingi oleh seluruh pejabat Eselon IV (Kepala Subbagian TU, Kepala SPTNW I, Kepala SPTNW II, dan Kepala SPTNW III) lingkup Balai TN Lorentz serta dihadiri oleh staf dan pejabat fungsional lingkup Balai TN Lorentz. Rapat dibuka oleh Kepala Balai dengan penyampaian apresiasi kepada seluruh pegawai BTN Lorentz dengan serapan anggaran tahun 2017 sekitar 87%, selain itu juga membahas kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2017 serta kendala dan kekurangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Harapan apresiasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2017 ini bertujuan untuk memacu peningkatan kinerja seluruh unit kerja lingkup Balai TN Lorentz. Pada acara selanjutnya dilakukan pembahasan mengenai program kerja tahun 2018 yang didalamnya dilakukan diskusi mengenai program dan kegiatan-kegiatan guna mendukung IKK yang telah ditentukan seperti kegiatan monitoring satwa pioritas yang terancam punah. Selain itu dibahas juga rencana pelaksanaan kegiatan untuk mendukung Role Model BTN Lorentz yang berjudul “Ekspedisi Ilmiah TN Lorentz 0 – 4.884 meter dpl Untuk Pengembangan Ekowisata Jalur Selatan Pendakian Puncak Carstenzs (Napak Tilas Ekspedisi Wollaston, 1912)” yang diantaranya diperlukan beberapa ahli yang berkompeten terhadap bidang kajian yang nantinya akan di dukung oleh tenaga Balai TN Lorentz, LIPI, Universitas Cenderawasih, Universitas Negeri Papua, USAID LESTARI, LEMASA dan LEMASKO. Selain itu kegiatan ini akan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Mimika, Media, PT. Freeport Indonesia, TNI dan pihak lainnya yang nantinya akan berkontribusi pada fasilitasi pelaksanaan ekspedisi dan tenaga medis. Diakhir acara dilakukan penyerahan POK kepada tiap-tiap unit kerja lingkup Balai TN Lorentz sebagai penanda akan dilaksanakannya program kerja tahun 2018. Sumber : Balai TN Lorentz
Baca Berita

Burung Tanpa Dokumen Diamankan BKSDA NTB dan Polres Lombok Barat

Lombok (19/1/18). Tingginya lalu lintas peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) khususnya satwa liar burung di Provinsi NTB mendorong BKSDA NTB bersama KP3 Polres Lombok Barat mengintensifkan pengamanan dan pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar melalui Pelabuhan Lembar Lombok Barat. Patroli pengawasan yang dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2018 sd 17 Januari 2018 dengan sasaran pemeriksaan kendaraan barang yang akan menuju Pulau Bali. Patroli bertujuan untuk menekan dan mengendalikan peredaran TSL illegal di Provinsi NTB. Dalam patroli tersebut pada hari Selasa tgl 16 Januari 2018 pukul 22.30 WITA tim menjumpai 1 unit truck mencurigakan, kemudian tim melakukan pemeriksaan terhadap truck dengan nopol DK 9564 SO. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sebuah kendaraan sedang membawa satwa jenis burung yg tidak dilengkapi dokumen yang sah Pengamanan satwa burung tersebut berawal adanya informasi masyarakat kepada petugas BKSDA NTB bahwa ada kendaraan truck sedang menaikkan burung dengan menggunakan dus dan kranjang di Gelogor, Kecamatan Kediri Lombok Barat. Berbekal atas informasi tersebut anggota BKSDA NTB melakukan koordinasi dengan pihak Polsek KP3 Kawasan Pelabuhan Lembar untuk melakukan pengamanan kendaraan truck tersebut, dan ternyata truck sudah masuk di dalam Pelabuhan Lembar dan akan menyeberang ke Bali. Adapun identitas Sopir dengan inisial S (31 tahun) warga Narmada Lombok Barat dan Truck Sedang yg bernopol DR 9564 SO beserta barang bukti diamankan di Polres Lombok Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjut dan pengamanan terhadap sopir dilakukan karena ditemukan burung jenis dilindungi dalam pengangkutan tersebut. Untuk jumlah keseluruhan burung yang diamankan sebanyak 1.751 ekor terdiri 7 jenis burung yaitu; Jenis burung dindungi : Elang Bondol (1 ekor), Kecial Kombo (240 ekor). Sedangkan jenis yang tidak di lindungi : Banyar (1200 ekor), Banyar. Kepodang ( 15 ekor), Cerucuk (30 ekor), Kecial Kuning (250 ekor) dan Srigunting (15 ekor). Sumber : BKSDA NTB, 2018.
Baca Berita

BKSDA Aceh Sosialisasikan Rencana Pembangunan Sarpras TWA. Kepulauan Banyak

Banda Aceh (19/1/18). BKSDA Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menggelar kegiatan Sosialisasi Desain Tapak dan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Sarpras TWA. Kepulauan Banyak, pada hari Kamis, 18 Januari 2018. Acara yang bertempat di Operation Room Kantor Bupati Aceh Singkil ini dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Sazali dan dihadiri oleh Asisten 1Pemkab Aceh Singkil , Kepala Dinas Pariwisata Pemudan dan Olah Raga Aceh Singkil, Kepala Satuan Kerja Pemerintahan Kabupaten Aceh Singkil, Camat dan Kepala Desa sekitar kawasan TWA Pulau Banyak, tokoh masyarakat dan perwakilan warga serta beberapa penggiat wisata dan calon investor. Kepala BKSDA Aceh dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam dalam kesempatan tersebut memaparkan desain tapak TWA Kepulauan Banyak yang telah selesai disusun dan akan menjadi acuan dalam pengembangan ekowisata di TWA tersebut, aturan terkait Izin Usaha Pemanfaatan Jasa dan Sarana Wisata (IUPJWA dan IUPSWA), serta rencana pembangunan sarpras berupa dermaga apung untuk mempermudah akses wisatawan yang berkunjung ke TWA Kepulauan Banyak. Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar keberadaan kawasan konservasi di Singkil termasuk TWA Kepulauan Banyak, dapat mendukung pengembangan daerah khususnya dalam pengembangan pariwisata, sehingga berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumber: Sapto BKSDA Aceh

Menampilkan 9.025–9.040 dari 11.140 publikasi