Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Brigdalkarhutla Balai TN Bantimurung Bulusaraung Beraksi di DAOPS Gowa

Makassar, 15 Februari 2018. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) mengelar peningkatan Kapasitas Brigade Pengedalian kebakaran hutan dan lahan (Brigdalhutla). Kegiatan ini berlangsung di dua tempat yakni Hotel Aerotel Smile Makassar dan Daerah Operasional (DAOPS) Gowa. Materi disampaikan di hotel kemudian di hari yang berbeda melakukan praktek mengendalikan api di lapangan DAOPS Gowa. Pelatihan terbilang singkat ini dilaksanakan mulai tanggal 12 Februari 2018 sampai dengan 14 Februari 2018. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membuka secara resmi kegiatan ini. Turut hadir pada acara pembukaan di antaranya Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sulawesi, BPPHP Wilayah XIII Makassar, SMK Kehutanan Negeri Makassar, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BPKH Wilayah VII Makassar. Pejabat eselon empat lingkup Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga turut meramaikan acara ini. Peserta yang ikut merupakan anggota Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Peserta yang hadir tidak kurang dari 30 orang. “Saya harap regu Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung banyak belajar dari pelatihan singkat ini. Menambah kemampuan mengendalikan api. Bisa mengetahui lebih cepat potensi kebakaran melalui aplikasi yang ada,” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Hari kedua peserta melakukan praktek di DAOPS Gowa. Mereka sangat antusias dengan praktek rescue, deteksi hospot, dan simulasi pemadaman oleh intrusktur DAOPS Gowa. Simulasi memadamkan api didesain sedemikian rupa dengan menciptakan kobaran api yang meluap–luap. Peserta kemudian secara berkelompok mengendalikannya. “Simulasi pemadaman adalah yang paling dinantikan oleh peserta. Mereka tampak begitu serius, tegang, dan pada akhirnya tertawa riang setelah bisa mengendalikan apinya,” ujar Tigor, Ketua Panitia di sela-sela praktek pemadaman. Semoga dengan bertambahnya ilmu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan, regu Brigdalhutla Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung lebih tangguh sebagai panglima api. Sumber : Surapil – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

BKSDA dan OIC Evakuasi Anak Orangutan

Banda Aceh, 15 Februari 2018. BKSDA Aceh Resort Kutacane bersama dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - OIC telah mengevakuasi 1 individu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) berjenis kelamin jantan, berumur 2 tahun, dari seorang warga masyarakat Desa Suka Rimbun, Kecamatan Ketambe, Kab Aceh Tenggara. Informasi keberadaan Orangutan ini diperoleh dari OIC dari masyarakat yang menyampaikan bahwa telah menyelamatkan anak orangutan yang terlantar di kebun jagung miliknya 2 hari sebelumnya. Anak orangutan kemudian dibawa ke Pusat Rehabilitasi OU Sumatera di Batumbelin Sibolangit, Sumatera Utara, untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi Sumber: Sapto BKSDA Aceh
Baca Berita

Balai TN Kepulauan Togean Berpartisipasi Aktif Dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan

Ampana, 15 Februari 2018. Balai TN Kepulauan Togean (TNKT) selaku UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una. Musrenbang sendiri dilaksanakan dari tanggal 12-15 Februari 2018 dan dilaksanakan di Kecamatan Walea Besar, Walea Kepulauan (SPTN Wilayah III Popolii) serta Kecamatan Talatako (SPTN Wilayah II Lebiti). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati serta dihadiri oleh Ketua DPRD dan jajaran OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una. Perwakilan dari Balai Taman Nasional Kepulauan Togean pada Musrenbang tersebut dihadiri oleh Kepala Balai TNKT (Ir. Bustang), Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Oktovianus, S.Hut) dan Kepala SPTN Wilayah III Popolii (Yakub Ambagau, S.Hut., M.P.) serta Kepala SPTN Wilayah II Lebiti (Mustaming Syahrul). Ir Bustang selaku Kepala Balai TNKT diberi kesempatan sebagai pemateri. Materi yang Beliau sampaikan terkait dengan Program Kerja TNKT tahun 2018 serta rencana Kegiatan TNKT di tahun 2019. Menurut Ir. Bustang fokus kegiatan yang akan dilakukan Balai TNKT tahun 2018 ini adalah kegiatan yang terkait dengan Perlindungan dan pengamanan kawasan, Pemulihan Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Ir. Bustang dan Tim menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu ikon wisata Kepulauan Togean, yaitu Pulau Papan dan berdiskusi dengan Tokoh Masyarakat yang berada di Desa Kadoda. Menurutnya tahun 2019 Sarana dan Prasarana wisata di Pulau Papan akan diusulkan anggarannya untuk dilengkapi oleh Balai TNKT. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean
Baca Berita

Berkat Call Center Elang Hitam Dan si “Jacob” Terbang Sampai Salemba Raya

Jakarta, Selasa 15 Februari 2018 Kasatpolhut Balai KSDA Jakarta didampingi petugas Polhut wilayah Jakarta Pusat berhasil menggagalkan upaya penjualan 150 butir telur penyu di wilayah Jakarta Pusat. Berawal dari informasi masyarakat melalui call center BKSDA DKI (081289643727). Petugas segera mendatangi dan menemukan seseorang yang mengaku dititipi oleh orang yang tidak dikenal untuk menjualkan telur penyu dimaksud, Kedatangan petugas menarik perhatian massa, dan moment tersebut dimanfaatkan petugas untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan agar masyarakat pada umumnya turut peduli terhadap keberlangsungan hidupan liar yang dilindungi Ditempat berbeda petugas Polhut Balai KSDA dari wilayah Jakarta Utara menerima penyerahan 1 (satu) ekor Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) dari seorang warga Jakarta Utara. Menurut informasi yang bersangkutan bahwa burung tersebut ditemukan ± 3 tahun yang lalu di hutan Muara Gembong Bekasi. Dia berniat menyerahkan satwa tersebut setelah mengetahui dari berbagai media bahwa burung tersebut termasuk dalam golongan burung langka yang dilindungi Undang-undang. Petugas piket Polhut Balai KSDA Jakarta juga menerima penyerahan 1 (satu) ekor Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita triton) dari seorang ibu yang beralamat di Kel. Sumber Jaya Kec. Tambun Selatan Bekasi. Adalah Dinarsih seorang Ibu Rumah Tangga yang didampingi sang suami yang sengaja membawa sendiri burung kakatua tersebut untuk menyerahkan burung yang dilindungi Undang-undang tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta. (gie)
Baca Berita

Sidang Perdana di Peradilan Militer III-18 Ambon

Ternate - Selasa, 13 Februari 2018, bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Ternate, Pengadilan Militer III-18 Ambon menggelar sidang dalam kasus pidana Penambangan Emas Tanpa Izin dalam Kawasan Konservasi Cagar Alam Gunung Sibela, dengan terdakwa salah satu oknum anggota TNI yang bertugas di Bacan. Sidang melibatkan tiga (3) orang saksi dari BKSDA Maluku selaku pemangku kawasan, yaitu Lilian Komaling (saat ini menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Aketajawe Lolobata), Anwar Ibrahim (Polhut Pelaksana Lanjutan) dan Rachmat (Polhut Pelaksana). Kasus ini disidik berdasarkan Laporan Kejadian (LK) Nomor : LK.6/K.19/SKW1/GKM/12/2016 tanggal 15 Desember 2016, yang diajukan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVI/1 Ternate. Kasus yang bergulir sejak Bulan Desember 2016, telah melalui tahapan penyidikan yang dilakukan oleh Denpom Ternate dan terdakwa telah ditahan selama 200 hari sejak bulan April 2017 hingga saat ini. Sidang berjalan tertib dan lancar sejak pukul 09.45 WIT sampai dengan 15.45 WIT. Agenda sidang yang dilakukan itu mendengarkan keterangan saksi, pemeriksaan terdakwa dan pemeriksaan barang bukti. Keterangan para saksi diambil secara bersamaan berdasarkan pertanyaan yang diajukan oleh Oditur Militer, Penasehat Hukum terdakwa juga Majelis Hakim. Menanggapi keterangan yang diberikan oleh saksi, terdakwa memberikan beberapa sangkalan untuk keterangan saksi yaitu tempat pengolahan bukan milik terdakwa dan terdakwa tidak pernah mengakuinya serta terdakwa tidak pernah mengambil atau menerima bahan tambang dari dalam kawasan CA Gunung Sibela. Sedangkan Majelis Hakim yang diwakili Hakim Ketua mengatakan, “jika dilihat dari kronologis kejadian yang diceritakan para saksi, pihak BKSDA Maluku telah melakukan tindakan preventif yang cukup lama terhadap kegiatan penambangan yang terjadi khususnya kepada terdakwa.” Keterangan para saksi dirasa cukup oleh Oditur Militer, Penasehat Hukum juga Majelis Hakim sehingga sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa dan pemeriksaan barang bukti. Sidang kemudian ditunda dan akan dilanjutkan pada hari ini (14/02/2018) untuk mendengarkan tuntutan pidana oleh Oditur Militer yang mungkin akan diikuti oleh pembacaan pledoi dan putusan sidang. “Kami berharap, keterangan yang kami berikan dapat menjadi bukti yang menguatkan tuntutan terhadap kasus ini. Ini merupakan kali pertama kami menjadi saksi di Peradilan Militer dengan terdakwa seorang anggota TNI,kami berharap Majelis Hakim dapat memutuskan hukuman untuk terdakwa sesuai dengan tuntutan, dimana nantinya akan berdampak luas memberikan efek jera jika ada kasus serupa yang terjadi”, demikian yang dikatakan Anwar Ibrahim mewakili para saksi. Kepala Balai KSDA Maluku menyampaikan apresiasi, “merupakan pengalaman hidup bisa bersaksi di peradilan militer. Sukses untuk para saksi dan semoga ada efek jera untuk oknum lainnya”. (Dominggas Aduari, Penyuluh Pertama di Seksi Konservasi Wilayah I Ternate, Balai KSDA Maluku, 2018)
Baca Berita

1.000 Bibit Ditanam GP. Ansor di Pulau Bawean

Surabaya – 14 Februari 2018, Sebanyak 100 orang dari GP. Ansor dan pelajar MTS. Hasan Jufri Bawean Melaksanakan penanaman pada lahan kritis di Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan bersama-sama petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 11 Pulau Bawean pada 12 Februari 2018 yang lalu. Lahan kritis tersebut masuk ke dalam Blok Gunung Besar dan Blok Sungai Terus, Suaka Margasatwa Pulau Bawean. Areal yang dimaksud merupakan sisa perambahan pada saat pengelolaan hutan masih dibawah Perum Perhutani. Suaka Margasatwa Pulau Bawean awalnya merupakan hutan produksi, namun karena didalam kawasan tersebut ada habitat Rusa Bawean (Axis kuhlii) maka sejak tahun 1979 berubah menjadi suaka margasatwa. Tak kurang 1.000 bibit Mahoni, Gondang, dan pohon lokal bernama pohon buah merah. Bibit-bibit tersebut berasal dari persemaian milik RKW 11 dan GP. Ansor serta cabutan trubusan. Menurut Nursyamsi, Kepala Resort Pulau Bawean, pohon buah merah dahulu banyak dijumpai di kedua blok tersebut sebelum berubah menjadi hutan produksi. “Pohon ini merupakan pohon lokal yang terdiri dua jenis, yakni buah merah yang berwarna merah dan buah merah mentega yang berwarna kuning,” lanjutnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mengunggah kepedulian masyarakat Pulau Bawean untuk bersama-sama menjaga keutuhan hutan di Pulau bawean. ( Agus Irwanto, Staf Seksi P3 ) Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Setelah Dihantam Hujan Angin, Peserta FKP Tetap Semangat

Benteng-Kepulauan Selayar, 14 Februari 2018. Setelah diguyur hujan dan dihantam angin dini hari sampai siang hari, tenda peserta Festival Komunitas Pesisir (FKP) 2018 porak poranda. Beberapa tenda bahkan sampai diterbangkan angin. Namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk ber-FKP. "Kami tetap semangat dan makin bersemangat, cuaca seperti ini sudah biasa kami hadapi apa lagi ini acara ini adalah acara kami" ujar bli Eka dari komunitas The Guardian of Nature. Seyogyanya akan dibuka pada sore ini (14/02/18), panitia mengundurkan menjadi pukul 20.00 Wita di Pendopo Rujab Bupati Kepulauan Selayar. "Karena cuaca extrem yang melanda semalam dan kondisi diluar kendali panitia, acara pembukaan akan dipindahkan ke Pendopo Rujab Bupati pada pukul 08.00 malam ini" Ucap Jusman Kepala Balai TN. Taka Bonerate. Acara pembukaan ini akan tetap dibuka secara resmi oleh Bupati Kepulauan Selayar Muh. Basli Ali. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Tamu dari China Adopsi Pohon di Desa Penyangga TN Bali Barat

Sumberklampok, 14 Februari 2018. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) pada 14 Februari 2018 kedatangan tamu dari negara China "Mr. Qin Huan" yang menanam Sawo Kecik (Manilkara kauki) dalam program Adopsi Pohon di Desa Penyangga TNBB. Qin Huan juga memberikan support dana sebesar Rp. 300.000,- yang digunakan untuk perawatan pohon dan mempercepat capaian program lainnya. Program Adopsi Pohon merupakan program hasil inisiasi beberapa tokoh masyarakat yang mulai mempelajari peraturan, potensi desa, kekuatan, peluang, dan permasalahan yang ada di desa Sumberklampok. Menurut salah satu tokoh masyarakat, Istiarto Ismu, pada tanggal 31 Agustus 2017, masyarakat desa Sumberklampok mulai melakukan diskusi bersama pemuda desa Sumberklampok yang tergabung dalam organisasi Ansor dan Fatayat dengan hasil komitmen bersama untuk membuat "Kedai Sawo Kecik" yang berada di bawah organisasi KTH Sawo Kecik. Komitmen ini mulai disebarluaskan kepada pihak terkait seperti TNBB dengan harapan masyarakat mendapat mendukung, gagasan, maupun ide dalam membangun desanya. Pendampingan petugas TNBB kepada KTH Sawo Kecik yang beranggotakan 40 orang ini dilakukan oleh petugas di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Buleleng. Balai TN Bali Barat juga melakukan diskusi dengan pembina kelompok Pak Jatim dan Istiarto Ismu yang pada akhir bulan Februari 2018 ini, KTH Sawo Kecik akan mendapat pendampingan dalam hal keorganisasian dan program budidaya. Pak Jatim berharap semoga kelompok ini berjalan lancar dan tidak terpengaruh hal-hal yang kurang baik dalam memandang dan memanfaatkan sumber daya hutan. Sumberklampok merupakan satu dari enam desa/kelurahan penyangga kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kelompok Tani Hutan (KTH) Sawo Kecik, Desa Sumberklampok terbentuk dari sosialisasi peraturan tentang perhutanan sosial yang di lakukan oleh Dinas Kehutanan Propinsi Bali bersama UPT KPH Bali Utara dan RPH Sumberklampok kepada masyarakat Sumberklampok Tahun 2017. Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Tingkatkan Kualitas SDM, BBTNLL Adakan Bimtek Analisis Penutupan Lahan

Palu – 12 Februari 2018, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BB TNLL) dengan dukungan Proyek Enhancing The Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation (EPASS) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Analisis Penutupan Lahan Kawasan TNLL di Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III, Poso. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8 s.d 10 Februari 2018 ini bertujuan untuk melatih Polisi Kehutanan (Polhut) dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) di BB TNLL dalam penguasaan teknik pengambilan data analisis penutupan lahan di lapangan, serta penguasaan teknik pengambilan data titik sampel menggunakan GPS, pengorganisasian dan perlakuan data. Kegiatan yang diikuti oleh 22 orang peserta ini dibuka oleh Plt Kepala Balai Besar TNLL, Dedy Asriady, S.Si., MP. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa data merupakan dasar dalam pengambilan kebijakan. Data yang baik akan dapat memberikan gambaran tentang kemajuan yang dilakukan dalam mengelola kawasan konservasi. Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa TNLL memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan taman nasional lain di Indonesia. Hal ini terbukti dengan kehadiran organisasi internasional yang datang untuk membantu dalam pengelolaan kawasan ini. Oleh karena itu, akan menjadi penting untuk penetapan spesialisasi PEH yang dapat menjadi ahli pada satu atau beberapa aspek tertentu dalam pengelolaan kawasan TNLL. Seperti yang disampaikan oleh panitia pelaksana, kegiatan ini penting untuk diselenggarakan mengingat tekanan pada kawasan TNLL semakin tinggi, tetapi dalam penanggulangannya dibatasi oleh kapasitas teknis dan pendanaan. Salah satu upaya untuk memaksimalkan pengelolaan kawasan TNLL yang sedemikian luas dapat dilakukan melalui adaptasi penggunaan teknologi terkini yang diawali dengan peningkatan kapasitas Polhut dan PEH di tingkat tapak. Dari hasil pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan Polhut dan PEH yang mampu untuk mengelola data hasil kegiatan lapangan. Pengajar yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari lingkup Balai Besar TNLL dan EPASS dengan materi berupa (1) proyeksi, kalibrasi, upload dan download data GPS; (2) metode analisis penutupan lahan; (3) ekstraksi data spasial; dan (4) organisasi data dan pelaporan. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Berita

Tiga Primata Usia Muda Diserahkan Masyarakat

Purwakarta, 14 Februari 2018. Kali ini giliran Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Seksi Konservasi Wilayah IV Purwakarta Bidang KSDA Wilayah II Soreang, pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2018 pukul 13.01 WIB, telah menerima penyerahan dari masyarakat berupa satwa liar dilindungi berupa Owa jawa (Hylobates moloch) berjenis kelamin jantan 1 (satu) ekor dengan umur kurang lebih 1 tahun dan 2 (ekor) ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) berjenis kelamin jantan yang berumur kurang kebih 3 bulan. Ketiga primata tersebut diserahkan masyarakat bernama Teddy Agus Priyanto seorang karyawan swasta yang beralamat di Griya Panorama Indah Blok F.6 No.36 RT 004 RW 001 Desa Purwasari Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang. Yang bersangkutan menyerahkan primata tersebut, setelah mengetahui melalu media sosial bahwa salah satu primata yang dipeliharanya tersebut adalah jenis yang dilindungi Undang-undang, dengan spontan masyarakat tersebut menyerahkan satwa tersebut ke kantor SKW IV Purwakarta, sementara ini ketiga primata tersebut berada di kantor SKW IV Purwakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan selanjutnya akan dititiprawat ke Lembaga Konservasi untuk direhabilitasi. Publikasi memalui media massa/media sosial di “jaman now” merupakan salah satu cara yang cukup efektif dan mempunyai dampak yang cukup signfikan dalam meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat tentang konservasi tumbuhan dan satwa liar. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Balai TN Bukit Tigapuluh Angkat Kehidupan Suku Talang Mamak

Belilas, 14 Februari 2018. Role Model Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Tahun 2018, mengangkat kehidupan suku talang mamak dalam rangka pengelolaan zona tradisional TNBT. Suku Talang Mamak menyebar di sepanjang Sungai Batang Gansal dan membentuk kantong-kantong dusun. Sasaran role model TNBT dijatuhkan pada masyarakat Dusun Tualang, Desa Siambul, Kec. Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu. Lokasi ini masuk dalam wilayah kerja Resort Siambul, Seksi Pengelolaan Wilayah II Belilas- Riau. Untuk memantau keberlanjutan role model TNBT Tahun 2018, Kepala Balai Darmanto, SP.,M.AP melakukan pembinaan wilayah kerja di Resort Siambul pada Selasa, 13 Februari 2018. Didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah II Lukman H.P., S. Hut., M.Eng, Kepala Resort Siambul dan anggota, serta Tim Penyuluh Balai TNBT, selain itu dari pihak desa hadir Kepala Desa Siambul dan Kadus Tualang. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kegiatan kelompok tani hutan Tualang Sejahtera, Dusun Tualang, Desa Siambul. Tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan Pemerintah Desa Siambul. Kepala Desa Siambul berminat untuk turut mendampingi tim menuju lokasi. Dengan menggunakan motor trail, Kepala Balai dan tim menuju lokasi. Dari kantor Resort Siambul menuju pusat dusun membutuhkan waktu selama 30 menit, dengan kondisi jalan cukup ekstrim. Setibanya di pusat dusun, diketahui bahwa kelompok sedang sedang melakukan penanaman di dalam hutan. Tim memutuskan untuk menyusul kelompok dengan menyusuri medan hutan yang cukup terjal. Setibanya di lokasi, Kepala Balai memotivasi KTH Tualang Sejahtera untuk tetap aktif dalam menjalankan kegiatan kelompok dan apabila terdapat kesulitan dapat menghubungi penyuluh pendamping atau Call Center TNBT di 082170498171. Kepala Balai berharap kepada Kades Siambul untuk mendorong dan memantau kegiatan kelompok serta memperkuat koordinasi dengan petugas Resort Siambul. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kelompok tahun 2018 meliputi budidaya lebah madu; peningkatan kapasitas masyarakat dalam rangka budidaya lebah madu (pelatihan)dan bantuan ekonomi berupa penyediaan stup (sarang lebah) . Sebagai bentuk dukungan dari hasil silaturahmi dan terbentuknya jejaring kerja, Kades Siambul menginisiasi perlindungan terhadap jenis-jenis tanaman bermanfaat khususnya larangan untuk merusak dan atau menebang tanaman kelukup baik yang ditanam atau tumbuh alami melalui Peraturan Desa. Hal ini disambut tepuk tangan meriah dari semuanya, karena Pemerintah Desa Siambul telah mendukung dan mengapresiasi kegiatan kemitraan dengan baik. Semangat kebersamaan sangat terlihat dan terasa. Kelompok sangat kooperatif dan kompak dalam menjalankan kegiatan penanaman. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh TNBT diterima dengan baik oleh KTH yang notabene adalah masyarakat suku tradisional Talang Mamak. Tak lupa Kepala Balai TNBT melakukan penanaman bibit rotan kelukup dan diikuti oleh anggota lainnya. Pada kesempatan ini, Kepala Balai TNBT dan tim meninjau langsung sarang lebah kelulut yang merupakan salah satu potensi Hasil Hutan Bukan Kayu yang bernilai ekonomis, salah satunya sebagai penghasil propolis. Kedepannya kelompok akan dibina dan didampingi sampai target role model TNBT 2018 tercapai dan pemberdayaan masyarakat Suku Talang Mamak di TNBT terwujud. Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Peduli Satwa Melalui Quick Respon

Medan 14 Februari 2018. Quick Response Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diluncurkan pada tanggal 30 Januari 2018, mulai berfungsi. Pada Selasa, 13 Februari 2018, melalui call centre (085376699066), seorang warga melaporkan ditemukannya seekor kancil yang baru melahirkan, di kompleks pemakaman di daerah Polonia, Medan. Sayangnya bayi kancil tersebut tidak terselamatkan. Selanjutnya kancil yang dalam kondisi lemah tersebut diserahkan ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk mendapat perawatan. Malam itu juga si Kancil dievakuasi ke Pusat Penampungan Satwa (PPS) Taman Wisata Alam Sibolangit untuk menjalani perawatan dan rehabilitasi. Dengan berfungsinya Quick Response, diharapkan masyarakat dapat menyampaikan informasi, laporan maupun pengaduan berkaitan dengan Konflik Satwa, Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar serta Permasalahan Kawasan Konservasi, kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk ditindak lanjuti. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Photo : Samuel Siahaan
Baca Berita

Berikan Rasa Aman Kepada Pengunjung, TN Bukit Baka Bukit Raya Adakan Sosialisasi Asuransi Bersama PT. AJS Amanah Giri Artha

Sintang, 14 Februari 2018 – Untuk meningkatkan pelayanan jasa wisata dan jumlah kunjungan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dengan memberikan perlindungan dan rasa aman bagi pengunjung dan pendaki, Balai TN Bukit Baka Bukit Raya akan bekerja sama dengan PT. AJS Amanah Giri Artha (Amanah Githa) memberikan fasilitas asuransi kepada setiap pengunjung dan pendaki yang akan masuk ke kawasan TN Bukit Baka Bukit Raya. Sebagai tindaklanjut dari inisiasi kerja sama yang dicetuskan PT. AJS Amanah Giri Artha kepada pihak Balai TN Bukit Baka Bukit Raya sebagai pengelola kawasan pada hari ini bertempat di Kantor Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Sintang telah dilakukan sosialisasi asuransi yang utamanya diberikan kepada pengunjung taman nasional. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Bapak Hernowo Supriyanto, S.Hut., MP. Didampingi Kepala SPTN Wilayah I Nanga Pinoh Bapak Purwadi, S.Hut., MP., dihadiri oleh Staf Humas, Staf Kerjasama, Kepala Resort Belaban Dan Rantau Malam serta Penyuluh Balai TN Bukit Baka Bukit Raya. Dalam penjelasan Assistan Manager Captive Market PT. AJS Amanah Giri Artha, Bapak Hery Ardianto menyampaikan dasar hukum, spek produk yang kompetitif bagi wisatawan nusantara, wisatawan manca negara, petugas pendamping, porter dan guide yang terlibat dalam kunjungan ke taman nasional. Disamping itu juga menawarkan peluang kerjasama dengan pihak Balai TN Bukit Baka Bukit Raya dalam pengelolaan asuransi tersebut. Untuk memudahkan proses pembayaran premi dan klaim asuransi PT. AJS Amanah Giri Artha telah memiliki aplikasi yang dapat diunduh melalui aplikasi android pada smartphone. Kasubbag Tata Usaha Balai TN Bukit Baka Bukit Raya, Bapak Hernowo Supriyanto, S.Hut., MP. Menyatakan bahwa kunjungan terbesar selain dari pengunjung dan pendaki yang masuk ke kawasan adalah mitra kerja dari Yayasan IAR Indonesia dan BOS Foundation yang telah bekerja sama dalam Program Konservasi Orangutan keberadaan di dalam kawasan untuk waktu yang lebih lama untuk kegiatan monitoring dan penelitian dapat kiranya diakomodasi melalui asuransi ini. Dengan adanya program asuransi pengunjung TN Bukit Baka Bukit Raya dapat memberikan rasa aman dan terlindungi sehingga dapat meningkatkan minat dan pada akhirnya manjadikan Kawasan TN Bukit Baka Bukit Raya menjadi alternatif utama kunjungan wisata petualangan di Kalimantan Barat (humas-BTNBBBR).
Baca Berita

Balai TN. Aketajawe Lolobata Sabet Penghargaan Pengelolaan Anggaran Terbaik Ke-3

Sofifi, 14 Februari 2018. Baru saja Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menerima penghargaan Pengelolaan Anggaran terbaik ke-3 Tahun Anggaran 2017 kategori Pagu Besar diatas 10 M tingkat Provinsi Maluku Utara yang dilaksanakan oleh KPPN di Ternate setelah perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara dan SPRIM Polda Maluku Utara. Parameter penilaiannya yaitu berdasarkan realisasi anggaran, ketepatan penyampaian data kontrak, pengelolaan dana UP dan TUP, ketepatan penyampaian SPM, sedikitnya berkas SPM yang ditolak dan ketepatan penyampaian LPJ (Laporan Bendahara). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi, di Ternate. Dalam sambutannya Beliau berpesan agar tetap mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah diperoleh untuk lebih baik. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNAL, Lilian Komaling mewakili Kepala Balai yang didampingi petugas verifikator keuangan, Johan Limahelu. “Penghargaan ini melengkapi prestasi lainnya dibidang keuangan setelah penghargaan dibidang BMN tahun lalu”, kata Johan yang tahun sebelumnya merupakan petugas SPM. “Mantab, terima kasih buat semua teman-teman yang sudah kerja keras, Bang Santa, Bang Johan, Bang Odih dan semua yang membantu sehingga memperoleh penghargaan ini”, seru Wahyudi, Kepala Balai TNAL saat dikonfirmasi terkait penerimaan penghargaan tersebut. Oleh : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Tim Peneliti Gabungan bersama BKSDA Maluku Berhasil Tandai Dara Laut Jambul

Ambon (14/02/2018), Setelah selama tujuh hari di lapangan, sejak 7 hingga 13 Februari 2018, tim peneliti yang terdiri dari Burung Indonesia; Indonesia Bird Banding Scheme (IBBS); BirdLife Internasional; Hongkong Bird Watching Society; Oregon University; Hongkong University; BKSDA Maluku; TN Manusela; dan Universitas Pattimura telah berhasil menandai Dara Laut Jambul (Sterna bergii). Dalam presentasi hasil pemetaan dan penandaan yang telah dilakukan di Ruang Rapat BKSDA Maluku, Ferry Hasudungan, Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, mengatakan “secara keseluruhan operasi penandaan kami berhasil 95%, namun sisanya adalah Dara Laut Cina belum tertangkap. Selama pengamatan, terlihat satu ekor Dara Laut Cina diantara ratusan Dara Laut Jambul. Akan tetapi, Dara Laut Cina tersebut belum berhasil ditangkap dan ditandai. Tim peneliti berhasil menangkap Dara Laut Jambul sebanyak 7 ekor dan 3 diantaranya dipasangi sattelite tag. “Kami berhasil menandai tujuh burung dara-laut jambul. Ini capaian luar biasa, karena ini merupakan pemasangan satelit tag pertama untuk burung laut di Indonesia. Harapannya kita bisa melihat kemana saja burung ini bermigrasi, khususnya di wilayah Indonesia hingga dapat melihat lokasi laut yang penting untuk dara laut cina.” Dalam presentasinya, Simba Chan, Senior conservation Officer-Tokyo Birdlife International, mengatakan “penandaan Dara Laut Jambul dengan sattelit diasumsikan dapat menggambarkan pola migrasi Dara Laut Cina. Seluruh Dara Laut Jambul yang tertangkap dipasangi tanda berupa pita plastik berwarna oranye dengan kode tertentu.Pemasangan pita tersebut di bawah pengawasan IBBS. Selain itu, semua burung yang tertangkap dipasangi cincin logam permanen yang berisi kode internasional tersendiri pada kaki burung tersebut. Dara Laut Jambul dengan sattelite tag akan dipantau setiap hari selama durasi umur sattelite tag tersebut. Sattelite tag tersebut dapat berfungsi optimal sekitar 12 hingga 18 bulan. Dara Laut Cina sendiri berkembang biak di Cina, akan tetapi pada musim dingin, Dara Laut Cina bermigrasi ke area yang lebih hangat seperti Indonesia bersama-sama dengan Dara Laut jambul (Sterna bergii). Menurut International Union for Conservation of Nature IUCN, status konservasi Dara Laut Cina tersebut yaitu critically endangered/CR atau kritis. Diperkirakan jumlahnya di dunia kurang dari 100 ekor. Selain itu Dara Laut Cina juga dilindungi oleh Pemerintah Indonesia melalui PP Nomor 7 Tahun 1999. Dalam presentasi yang juga diikuti oleh tim peneliti, staff teknis BKSDA Maluku, Universitas Pattimura, dan Universitas Darrusalam tersebut, Kepala BKSDA Maluku menyampaikan bahwa hasil dari penandaan tersebut dapat menjadi masukan bagi BKSDA Maluku selaku management authority. “Jika kita bisa mengetahui pola migrasi Dara Laut Cina terutama di Indonesia, kita dapat menyusun rencana aksi dalam upaya konservasi ke depan,” tegas Kepala Balai KSDA Maluku. [] Sumber: Ayu Diyah Setiyani (Penyuluh BKSDA Maluku)
Baca Berita

Mencari Jejak Harimau di Dolok Surungan

Toba Samosir, 14 Februari 2018. Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan yang membentang di wilayah Kabupaten Toba Samosir (meliputi wilayah Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Habinsaran, Parsoburan dan Parhitean) serta sebagian berada di Kabupaten Labuhan Batu Utara, merupakan habitat penting bagi hidup dan berkembang biaknya satwa liar terutama Tapir dan Harimau Sumatera. Perjumpaan terhadap satwa-satwa liar yang ada di dalam kawasan SM Dolok Surungan ini merupakan peristiwa yang langka. Oleh karena itu, berbagai upaya mencari jejak satwa liar tersebut dilakukan, khususnya oleh Bidang Konservasi Wilayah II Pematang Siantar, termasuk melalui pemasangan Camera trap. Hasilnya…? tidak sia-sia, ketika Tim Patroli Perlindungan Habitat dan Populasi Harimau Sumatera dari Resort Konservasi Wilayah SM. Dolok Surungan I bersama dengan lembaga mitra kerjasama TIME (Tindakan Investigasi Memantau Ekosistem), melakukan pengecekan camera trap yang dipasang di dalam kawasan, si raja hutan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tertangkap/terekam camera sedang melintas. Penampakan Harimau Sumatera ini terekam sebanyak 2 (dua) kali. Yang pertama, pada Jumat, 3 Pebruari 2018, sekitar pukul 13.56.50 Wib, dan yang kedua, pada Senin, 6 Pebruari 2018, sekitar pukul 06.02.03 Wib. Petugas memastikan bahwa kedua harimau yang tertangkap camera tersebut berbeda satu dengan lainnya, ini dilihat dari pola belang/loreng yang ada di tubuhnya. Diperkirakan yang satu berjenis kelamin jantan, dan satunya lagi berjenis kelamin betina. Penemuan ini menjadi sesuatu yang istimewa karena populasinya di alam yang semakin berkurang. Namun disisi lain, menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak untuk tetap mempertahankan kelestarian kawasan SM Dolok Surungan sebagai habitat dari Harimau Sumatera yang masih ada. Untuk itu slogan “Lestarikan SM Dolok Surungan Dongan” harus terus digaungkan demi kelestarian Harimau Sumatera. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 8.833–8.848 dari 11.140 publikasi