Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hari Lahan Basah Sedunia, Relawan “Lindungi Hutan Riau” Lakukan Penanaman di Taman Nasional Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 11 Februari 2018. Pemuda pemudi pecinta lingkungan dalam organisasi Relawan Selamatkan Hutan Riau melakukan kunjungan ke kawasan TN. Tesso Nilo. Rombongan yang terdiri dar 41 orang tersebut melakukan aksi sosial berupa penanaman untuk memperingati hari lahan basah. Penanaman dilakukan di areal rehabilitasi di resort Air Hitam - Bagan Limau SPW I Lubuk Kembang Bunga. Aksi sosial tersebut dilakukan pada tanggal 10 Februari 2018. Selain kegiatan penanaman Balai TN. Tesso Nilo bersama WWF Riau melakukan edukasi terkait kawasan konservasi TN. Tesso Nilo, potensi flora-fauna dan pengenalan satwa gajah sumatera. Kepala Balai TN. Tesso Nilo diwakili oleh Ka SPW I Lubuk Kembang Bunga Bpk. Taufiq Haryadi, SP mendukung penuh aksi sosial tersebut. Beliau menyampaikan bahwa aksi positif yang dilakukan ini menunjukkan bahwa generasi muda sebagai penerus bangsa dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan merupakan aset bagi bangsa ini. Selain itu Bpk. Taufiq Haryadi, SP. juga membagikan pengalamannya dibidang konservasi dan mempresentasikan sekilas tentang kawasan TN. Tesso Nilo, mengapa pentingnya kita menjaga lingkungan, fungsi-fungsi kawasan konservasi dan potensi yang dimiliki oleh TN. Tesso Nilo. Puncak dari acara aksi sosial ini adalah pelaksanaan penanaman sebanyak 150 bibit tanaman kehutanan jenis pulai dan meranti. Semoga dengan semakin banyaknya pemuda-pemudi yang peduli terhadap lingkungan akan mampu ikut menjaga dan melindungi kekayaan hayati negeri yang kita cintai ini. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Hampir Setengah Ton Sampah Gunung Guntur Dikumpulkan Oleh “Para Pengejar MDPL”

Garut, 18 Februari 2018. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa hari Sabtu-Minggu tanggal 17 – 18 Februari 2018 telah dilakukan kegiatan Operasi Bersih (Opsih) Gunung Guntur Jilid III, dengan tema “Mengubah Paradigma Para Pengejar MDPL”, yang dilaksanakan oleh Seksi Konservasi Wilayah V Garut Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat bersama-sama dengan “Volunteer Gunung Guntur Garut” “Para Pengejar MDPL” yang berpartisipasi dalam kegiatan ini sebanyak 377 orang dengan kategori 319 orang dari kalangan komunitas dan 58 orang dari kalangan perorangan (non komunitas) dengan volume sampah yang berhasil dikumpulkan seberat 464,453 kg yang terdiri dari material sampah berupa : botol minuman/kaca, botol kemasan air minum/plastik , kantung plastik, bungkus mie instan, puntung rokok, bungkus permen dan sampah an-organik lainnya; setelah dipilah untuk memisahkan sampah yang bisa didaur ulang, akhirnya sampah yang tidak bisa didaur ulang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing di Kec. Banyuresmi, Garut. Sampah tersebut diklasifikasikan dalam bentuk botol air minum (10%), limbah padat bekas botol minuman berbahan beling/kaca (15%), plastik PE/poly ethylene (30%), plastik keras (7%), limbah pakaian (7%), karet keras (7%), kaleng (5%), stereofoam (3%), kemasan (5%), tisu (3%), kertas (3%), puntung rokok (5%). Sebagai pengobat lelah dari para “Para Pengejar MDPL” yang terlibat dalam kegiatan ini, telah diberikan hadiah hiburan berdasarkan kriteria Sampah teringan untuk 3 peserta dengan hadiah body pack, kaos, dan topi rimba diberikan kepada MAPAG (0,275 kg), PLK (0,270 kg), dan Aceng Rahmat (0,260 kg); Sampah terberat untuk 3 peserta dengan hadiah day liter, kaos, dan topi rimba diberikan kepada Rifqi Islami (15,34 kg), Kevin Yuhana (15 kg), dan Muhammad Alda (13,9 kg); Sampah tercepat untuk 3 peserta dengan hadiah body pack, kaos, dan topi rimba diberikan kepada Sidiq Permana (9 jam 30 menit; 7,525 kg), Riski Ahmad Riyadi (9 jam 30 menit; 4,075 kg) dan Fathi Suhail (10 jam 58 menit; 5,145 kg) dan Kelompok terbaik untuk 3 peserta dengan hadiah body pack, kaos, dan topi rimba diberikan kepada Kelompok Pencapir, KMPA UNIGA, dam Pejuang Kasbon. Ternyata panitia Opsih Gunung Guntur Jilid III, masih membuat rangkaian acara untuk memeriahkan kegiatan tersebut, yaitu “lomba foto dan video” dengan tema “pesan terbaik”, yang berlangsung sampai dengan tanggal 25 Februari 2018 dan akan diumumkan pemenangnya pada tanggal 27 Februari 2018. Dalam penutupan acara telah disampaikan pesan oleh pihak Balai Besar KSDA Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut, Koramil Tarogong Kaler dan Polsek Tarogong Kaler kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan alam dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, khususnya di gunung, keselamatan dan kenyamanan selama dalam pendakian hendaknya menjadi prioritas utama bagi para pendaki, dan lain-lain. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Tiga Ekor Kasturi Ternate diserahkan KAPOLRES Halmahera Barat kepada SKW I Ternate

Jailolo. Minggu, 18/02/2018, KAPOLRES Halmahera Barat, AKBP. Bambang Wiriawan, S.Ik., M.H menyerahkan 3 ekor Kasturi Ternate kepada SKW I Ternate. Satwa-satwa tersebut diterima oleh Kepala SKW I Ternate, Abas Hurasan, S.Hut, bertempat di Kantor POLRES Halmahera Barat,disaksikan oleh Koordinator Resort Jailolo, Raj Perkasa Alam dan tim patroli peredaran TSL SKW I Ternate di Kabupaten Halmahera Barat. Penyerahan satwa tersebut diawali dengan koordinasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh tim patroli di Polres Halmahera Barat. Penjelasan TUPOKSI serta kendala-kendala yang dihadapi disampaikan secara gamblang kepada Kapolres selaku pucuk pimpinan Kepolisian di Kabupaten Halmahera Barat. Kapolres dalam sambutannya mengatakan, “apa yang saya lakukan hari ini adalah sebagai bentuk contoh kepada masyarakat Halbar dalam upaya penyelamatan satwa liar di Maluku Utara. Untuk ke depannya kami dari Polres Halbar akan mendukung 100% tugas yang dilakukan oleh BKSDA Maluku dalam hal ini SKW I Ternate dalam konservasi di Maluku Utara khususnya peredaran tumbuhan/kayu serta satwa liar.” Kepala SKW I Ternate mengatakan, “apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres yang telah bersedia menyerahkan satwa kepada kami, mari kita bersama-sama mengawasi peredaran pemanfaatan TSL yang tidak hanya terbatas pada satwa burung saja tetap seluruh satwa liar yang dilindungi maupun belum dilindungi, khususnya di daerah Halmahera Barat, demi lestarinya kekayaan sumber daya alam Maluku Utara.” Mengapresiasi penyerahan tersebut, Raj Perkasa Alam, selaku Koordinator Resort Jailolo mengatakan, “Alhamdullilah untuk kegiatan hari ini, kami senang artinya ini adalah langkah awal yang baik dalam sinergitas antar aparat yakni BKSDA Maluku dengan Polres Halbar dalam upaya penyelamatan TSL. Terima kasih untuk Kapolres Halbar dan jajarannya, semoga bisa berimpact baik untuk keanekaragaman hayati di Kabupaten Halbar serta menjadi contoh baik yang dapat dilihat masyarakat luas.” Selanjutnya satwa-satwa tersebut akan diangkut ke Kandang Transit SKW I di Ternate untuk menjalani proses pemeriksaan medis dan rehabilitasi. Penyelamatan satwa liar seharusnya menjadi isu penting di Maluku Utara, upaya koordinasi dan sosialisasi terkait peredaran tumbuhan dan satwa liar yang kami lakukan, tidak akan berarti tanpa dukungan dan tindakan nyata seluruh pihak, salah satu contohnya dengan penyerahan yang dilakukan hari ini. (Dominggas Aduari, Penyuluh Pertama SKW I Ternate, Balai KSDA Maluku, 2018)
Baca Berita

Komandan Pos Jaga Satgas Dum-dum Menyerahkan Alap-Alap Coklat

Jailolo. (18/2/18). Komandan Pos Satgas Yonif RK 732/Banau kembali menyerahkan satwa kepada SKW I Ternate di Pos Jaga Dum Dum. Satwa yang diserahkan yaitu satu (1) ekor Alap-Alap Cokelat yang diterima oleh Kepala SKW I Ternate, Abas Hurasan, S.Hut., disaksikan oleh tim patroli peredaran TSL di Kabupaten Halmahera Barat. Penyerahan satwa diawali dengan koordinasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh tim dalam rangkaian pelaksanaan patroli peredaran TSL di Kabupaten Halmahera Barat. M. Iqbal Do Idris, SERDA, selaku Danpos mengatakan, “Penyerahan satwa ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kami terhadap upaya penyelamatan TSL yang ada di Maluku Utara khususnya daerah Halmahera Barat, karena selain menjaga stabilitas keamanan, kami juga wajib menjaga keutuhan dan kelestraian potensi SDA yang ada di tempat kami bertugas.” Menanggapi penyerahan tersebut, Kepala SKW I Ternate, Abas Hurasan, mengatakan, “Terima kasih kepada Danpos Dum Dum yang bersedia menyerahkan satwa tersebut. Kami tidak melihat dari jumlah satwa yang diserahkan tetapi bentuk koordinasi dan itikad baik dari TNI yang sangat kami butuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kami di lapangan.“ Sedangkan Koordinator Resort Jailolo, Raj perkasa Alam, mengatakan, “Mengawasi peredaran TSL di Maluku Utara menjadi tugas pokok kami, namun koordinasi dan kerjasama perlu dilakukan dengan pihak TNI, Kepolisian maupun stakeholders lainnya untuk meningkatkan pengawasan di tempat-tempat yang sulit kami awasi setiap hari. Ini merupakan kali kedua penyerahan satwa di Pos Jaga Dum Dum, kiranya penyerahan satwa ini dapat menjadi contoh bagi pos-pos jaga lainnya maupun masyarakat yang sampai saat ini masih memiliki satwa liar di rumah, untuk dapat menyerahkan kepada kami sehingga dapat menjalani proses rehabilitasi dan dilepasliarkan ke alam.” Satwa tersebut akan dibawa ke Kandang Transit SKW I di Kota Ternate untuk menjalani proses pemeriksaan medis seperti biasanya dan jika membutuhkan upaya rehabilitasi yang lebih akan dikirimkan ke pusat rehabilitasi yang dapat menaanganinya. (Dominggas Aduari, Penyuluh Pertama SKW I Ternate, Balai KSDA Maluku, 2018)
Baca Berita

Perhelatan Akbar Festival Komunitas Pesisir 2018, Resmi Ditutup

Benteng - Kepulauan Selayar, 18 Februari 2018. Event Festival Komunitas Pesisir 2018 telah sampai dihari terakhir. Berbagai rangkaian acara telah disiapkan panitia sebagai persembahan diakhir perhelatan ini. Acara penutupan dimulai dengan atraksi foto Steel wool ke tamu undangan oleh Komunitas Selayar Photografer dilanjutkan pembacaan doa, persembahan tarian dari Sanggar Seni Tana Doang, Batti-Batti, pengumuman pemenang dari beberapa lomba yang diadakan selama event ini berlangsung, hingga sambutan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Marjani Sultan yang sekaligus menutup secara resmi event FKP. Dalam sambutannya Marjan Sultan mengatakan "Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Balai TN. Taka Bonerate, Pemda Selayar dan Selayar Belajar yang sekaligus mendukung kelender event Pariwisata Kepulauan Selayar, Kampanye Peduli Lingkungan dan kedepan diharapkan bisa ditambah lagi waktu pelaksanaannya". Dan yang paling ditunggu adalah pembacaan nominasi serta pemenang dari beberapa kategori FKP award. "Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi antar komunitas yang tanpa sekat di Kepulauan Selayar ini, serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan disekitarnya" jelas Jusman Kepala Balai TN. Taka Bonerate yang dihubungi sdg dlm perjalanan menghadiri Raker lingkup Kementerian LHK di Jakarta. Sumber : Asri - PEH Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Tanggal Merah, Polhut Balai TN Bukit Tigapuluh Bahu Membahu Cegah Karhutla Meluas

Batang Cenaku, 18 Februari 2018. Di saat keluarga lain menikmati liburan Imlek, para petugas Balai TN Bukit Tigapuluh (TNBT) mendapatkan laporan adanya titik panas / Hotspot pada tgl 16 Februari 2018. Terpantau titik koordinat S -0.90305 E 102.21973 panjang track 90,13 km dengan level confidence 80% melalui satelit Aqua. Titik koordinat tersebut dioverlaykan ke Peta Indragiri Hulu dan TNBT menggunakan aplikasi pdf dan Locus Pro, dan berada di Desa Kepayang Sari Kec Batang Cenaku. Maka Sabtu 17 Februari 2018 pukul 08.30 WIB, Tim segera lakukan persiapan menuju titik hotspot dan berkoordinasi dengan Kapolsek Batang Cenaku. Tim gabungan terdiri dari Tim Polhut Resort Lahai, Manggala Agni Daops Rengat dan Polsek Batang Cenaku. Tim menemukan bekas kebakaran dengan luas +- 10 H, di titik koordinat :s -0,90060 E .102'22644' dengan bahan bakar tumbangan kayu dan semak belukar dan vegetasi tanah mineral. Sesuai dengan informasi, kebakaran terjadi pada hari Jumat, 16 Februari 2018 sekitar jam 10.00 WIB. Kondisi lokasi kebakaran saat ditemui masih tersisa bara api bekas kebakaran dan tim sudah berusaha untuk menuju titik hostpot yang terpantau satelit. Ternyata lokasi kebakaran tersebut pada sekitaran titik hotspot berjarak +-733 M. Lokasi ini berada di luar kawasan TNBT +- 1.514 meter, kemudian juga ditemukan pondok +-1.282 meter dengan koordinat S: -0.89891 dan E: 102.22664 yang merupakan satu hamparan dari lokasi terbakar. Petugas Polsek Batang Cenaku langsung memasang police line karena areal dalam proses penyelidikan karhutla LK/02/02/18/RIAU tgl 17022018 dan sekarang masih dalam proses lidik dari Polsek Batang Cenaku. Padamnya api tidak akan mengurangi kewaspadaan petugas terhadap kejadian kebakaran. Petugas mengimbau kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar. Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

BKSDA Aceh Bersama Mitra Amankan Macan Akar dan Alap-Alap

Banda Aceh (17/2/18). Meski sedang libur panjang akhir pekan, petugas Polisi Kehutanan BKSDA Aceh tetap sigap bertindak. Tim BKSDA Aceh bersama Balai Gakkum Wil. Sumatera dan anggota Polsek Lembah Selawah berhasil mengamankan 1 (satu) ekor macan akar (Felis bengalensis) dan 2 (dua) ekor burung alap2 dari 2 (dua) orang penjual burung berinisial MK (17 thn) dan MA (31) di pinggir jalan Medan - B.Aceh Desa Lamtamot Kec.Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar Prov. Aceh. Penindakan ini dilakukan atas laporan dari seorang staf UPT Kementerian LHK Provinsi Aceh. MK masih berstatus pelajar SMA kelas II SMA Negeri 1 Lembah Seulawah. MK dan MA langsung mengakui kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Mengingat MK masig berstatus pelajar dan MA dari pemantauan petugas baru pertama kali berjualan (petugas BKSDA telah mendata dan melakukan sosialisasi penjual burung di wilayah ini), kepada kedua orang penjual tersebut diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi di depan Keuchik (Kades) dan petugas Polsek. Apabila mengulanginya lg akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Petugas KSDA Aceh menghimbau kepada seluruh penjual burung/satwa lainnya untuk tidak memperjualbelikan Satwa2 yang dilindingi karena dapat dikenai ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara serta denda paling banyak 100 juta rupiah sesuai dengan UU No.5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya serta Lampiran PP No.7 tentang Pengawetan Jenis tumbuhan dan Satwa. Sumber:Sapyo BKSDA Aceh
Baca Berita

Translokasi 6 Ekor Buaya Muara dari Yogyakarta ke Jawa Tengah

Yogyakarta, 17 Februari 2018. Balai KSDA Yogyakarta telah berupaya membangun kemitraan dengan para pihak terkait termasuk juga dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta. Akhir Januari lalu (26/01) Polda DIY bersama-sama Balai KSDA Yogyakarta menggelar jumpa pers terkait penyerahan 5 (lima) ekor Buaya Muara (Crocodilus porosus) dari warga Sleman. Selanjutnya Buaya Muara yang diserahkan masyarakat tersebut diserahterimakan kepada Balai KSDA Yogyakarta selaku pemegang mandat pengelolaan jenis Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) sert pengawasan dan pengendalian peredaran TSL, untuk penanganan lebih lanjut. Dalam upaya menindaklanjuti serahan buaya dari masyarakat tersebut, Balai KSDA Yogyakarta melakukan koordinasi dengan Lembaga Konservasi (LK) di DIY untuk dapat dilakukan penitipan satwa. Akan tetapi kondisi LK Gembiraloka zoo yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung lebih banyak buaya lagi, membuat pihak Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya berkoordinasi lintas provinsi dengan Balai KSDA JawaTengah. Melalui diskusi yang matang antara Balai KSDA Yogyakarta dan Balai KSDA Jawa Tengah, diputuskan satwa buaya akan dititipkan ke salah satu penangkar reptil binaan BKSDA Jateng di Banyumas. Proses translokasi buaya selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2018. Melalui proses serah terima dari Balai KSDA Yogyakarta ke Balai KSDA Jateng dan selanjutnya dititiprawatkan kepada penangkar buaya Fatah Arif Suyanto yang beralamat di Dusun Dawuhan Kulon RT 02 RW 02 Kec. Kedung Banteng Banyumas, Jawa Tengah. Jumlah total buaya muara yang dititipkan sebanyak 6 ekor, 5 ekor berasal dari penyerahan masyarakat atas nama Chandra Gunawan (32 th) warga Moyudan, Godean, Sleman pada tanggal 26 Januari 2018 dengan panjang buaya 1,2 m (1 ekor); 1,1 m (2 ekor) dan 1 m (2 ekor); dan 1 ekor buaya ukuran 1,5 m dari Gunarto warga Sembuh Wetan, Sidokarto, Godean, Sleman, pada tanggal 31 Januari 2018. Penyerahan satwa ini merupakan dampak dari penanganan pelaku perdagangan buaya secara online yang disampaikan di media tv dan media lainya dan akhirnya masyarakat banyak yang menyerahkan satwanya ke pihak yang berwenang. Sumber : Purwanto, S.H - Polhut Muda Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Balai TN Kutai Bersama Polres Kutai Timur Ungkap Penembak Orangutan Di TN Kutai

Sangatta, 17 Februari 2018. Balai TN Kutai bersama Polres Kutai Timur, Pemda Kutai Timur dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wil. Kalimantan gelar press release pengungkapan kematian orangutan di Desa Teluk Pandan. Kapolres Kutai Timur membacakan kronologis singkat kejadian, tersangka yang terlibat dalam kasus ini dan peran masing-masing tersangka. Kapolres Kutai Timur menyatakan tujuan press release ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi pengungkapan kasus orangutan yang terjadi pada 5 Februari 2018. Dari hasil penyidikan yang telah dilakukan selama 7 (tujuh) hari dengan saksi sebanyak 19 orang, ditemukan 5 (lima) tersangka penembakan antara lain : Muis ( 36 Tahun), H. Nasir (55 Tahun), Hendri (13 Tahun) Andi (37 Tahun), Rustam (37 Tahun), dan dari tersangka disita sebanyak 4 (empat) pucuk senapan angin yang digunakan oleh tersangka. Tersangka melakukan penembakan orangutan dengan dalih melihat banyak tanaman nanas di kebunnya yang rusak. Saat menemukan orangutan tersebut di samping danau, Muis kemudian langsung melakukan penembakan terhadap orangutan tersebut. Setelah dilakukan penembakan, orangutan mengamuk dan melakukan perlawanan sehingga Muis meminta bantuan kepada Nasir dan Hendri. Selanjutnya mereka bertiga melakukan penembakan menggunakan senapan angin yang mereka bawa. Selanjutnya Rustam yang datang dari arah pondok mengetahui adanya penembakan ikut bergabung ke pinggir danau dan mengajak Andi untuk bergabung. Mereka berlima melakukan penembakan terhadap orangutan secara bergantian. Sekda Kutai Timur menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembunuhan terhadap satwa dilindungi sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan beliau berharap agar pemerintah dapat meberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Kepala Balai Taman Nasional Kutai menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama untuk mengungkap kasus penembakan orangutan dan menurutnya, penanganan kasus ini terbilang cepat yaitu 7 (tujuh) hari dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di tempat lain. Beliau berharap kepada semua masyarakat khususnya Kutai Timur agar tidak lagi melakukan pembunuhan terhadap satwa dilindungi khususnya orangutan. Dengan adanya satu orangutan dapat melindungi 500 ha hutan karena orangutan merupakan top herbivor yang dapat menyebarkan biji dan juga sebagai penyeimbang ekosistem. TN Kutai telah membuat call center dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan dan melaporkan aduan, meningkatkan sosialisasi dan patroli perbatasan, akan terus bekerjasama dengan Balai Gakkum, Polres, koordinasi dengan Pemda Kabupaten Kutai Timur. Kapolres Kutai Timur mengajak semua masyarakat untuk melindungi satwa-satwa yang ada disekitar TN Kutai dan berharap agar kasus ini merupakan kasus yang terakhir serta kerjasama yang baik dengan semua pihak dapat terjalin. #TN Kutai
Baca Berita

Meski di Luar Kawasan, Brigdalkarhut BBTN Bentarum Terus Padamkan Api

Putussibau, 17 Februari 2018. Profesionalisme dalam bekerja terus dilakukan oleh anggota Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) TN Bentarum Daops Semitau. Meski lokasi kebakaran berada di luar Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Brigdalkarhut Daops Semitau juga memobilisasi anggota dan peralatan untuk memadamkan api yang melalap lahan di Dusun Marsedan Hulu, Desa Marsedan Raya Kecamatan Semitau. Kepala Brigdalkarhut Ade Arif, mengatakan kronologis kejadian bermula saat petugas piket Posko Kebakaran pada Rabu (14/2) menerima adanya laporan masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran lahan di wilayah Dusun Marsedan Hulu, Desa Marsedan Raya pada sekira pukul 11.45 WIB. Tim pun bergegas dan dilakukan pengecekan lapangan (ground check) oleh petugas bernama Edi Suparmanto. “hasil dari ground check bahwa benar dilokasi tersebut ada kebakaran dan langsung oleh tim dilakukan size-up” tegas arif menjawab tim Humas. Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengukuran luas kebakaran maka dilakukan pemadaman dengan Pola Satu dan Pemadaman Manual. Pemadaman pola satu dilakukan dengan membagi tim menjadi dua bagian yang bergerak dari kanan dan kiri secara bersamaan dari posisi api. Api sepenuhnya berhasil dikuasai pada pukul 14.35 WIB dan tim langsung bergerak cepat untuk melakukan _mopping up_ di lokasi tersebut dan meninggalkan lokasi pada pukul 15.00 WIB. Menurut Ade yang sebelumnya menjabat Koordinator Polhut di TN Bentarum, dugaan asal mula api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh salah seorang warga. “dugaan sementara penyebab kebakaran karena adanya loncatan api dari pembakaran sampah di belakang rumah Bapak Anjang” jelasnya. Kebakaran yang terjadi selama 2 hari berurutan ini semakin menambah kewaspadaan TN Bentarum terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan. Kepala Bidang PTN Wilayah 3 Lanjak, Gunawan Budi mengatakan bahwa upaya yang dilakukan Brigdalkarhut merupakan wujud profesionalisme dan tanggung jawab tim dalam mengemban tugas. “Meski lokasi kebakaran di luar Kawasan Taman Nasional namun ini merupakan tanggung jawab anggota untuk membantu masyarakat di sekitar TNDS” tegasnya. Gunawan menambahkan bahwa dirinya akan terus melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan sehingga terjadinya titik api atau kebakaran dapat diminimalkan. “patroli kebakaran hutan akan diintensifkan, Brigdalkarhut kami minta waspada setiap saat serta kami akan terus melakukan penyuluhan dan kampanye pencegahan kebakaran hutan di semua wilayah di Kawasan TNDS” ujarnya menutup wawancara dengan tim Humas. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum)
Baca Berita

Launching Forum Multipihak Dangku-Meranti

Palembang, 16 Februari 2018. Launching forum multipihak Dangku-Meranti dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2018 di Taman Purbakala Sriwijaya, Palembang. Forum Multipihak Dangku-Meranti terdiri dari berbagai pihak yang terdiri dari unsur pemerintah pusat (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Balai KSDA Sumatera Selatan, KPHK Dangku Bentayan), pemerintah daerah (Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, KPHP Meranti, Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin), swasta yakni berupa perusahaan kelapa sawit, HPHTI, perusahaan pertambangan, akademisi, LSM/NGO, dan aparat desa. Forum ini dibentuk atas kesadaran upaya penyelamatan hutan dan lingkungan hidup untuk selanjutnya ditindaklanjuti dalam komitmen bersama dan aksi yang nyata dalam rangkaian program yang dilaksanakan. Acara secara resmi dibuka oleh Bapak Najib Asmani selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim. Dalam sambutannya disampaikan bahwa menjaga alam dan lingkungan merupakan pesan yang sudah disampaikan dalam Prasasti Talang Tuwo di Bukit Siguntang. Dalam acara ini juga diadakan talkshow dengan nara sumber Bapak Gunung Nababan (Flying Team Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Eka Budianta (Pemerhati Lingkungan), Agus Mulyana (Flying Team Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Yuwono Arif (Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin). Sumatera Selatan, provinsi yang sedang menggeliatkan roda perekonomiannya akan terus mengatasi berbagai permasalahan lanskap. Tentunya hal ini akan menjadi nyata dalam mewujudkan tatanan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan untuk mewujudkan pertumbuhan hijau di Bumi Sriwijaya dengan melibatkan semua pihak didalamnya. Sumber : Agnes Indra Mahanani - Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Bimtek dan Sharing Pengadaan Barang dan Jasa di Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 14 Februari 2018. Pengadaan barang dan jasa selalu dilakukan oleh setiap instansi pemerintah karena untuk menunjang kinerja ataupun pengelolaan instansi tersebut. Tidak sedikit instansi yang masih memerlukan informasi tambahan terkait pengadaan barang dan jasa, seperti Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) yang sekarang melaksanakan Bimbingan Teknis dan Sharing terkait pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Pusat Informasi Balai TNAL di Sofifi dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas Pokja ULP lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Provinsi Maluku Utara. Pemateri Bimtek adalah Edi Wahab dari anggota Pokja ULP KLHK lingkup Provinsi Papua Barat. Sedangkan peserta berasal dari masing-masing UPT KLHK di Provinsi Maluku Utara, yaitu BPDAS Akemalamo sebanyak 2 orang dan Balai TNAL sebanyak 11 orang. “Selain melakukan Bimtek, Bapak Edi Wahab juga memberikan pelatihan aplikasi SPSE versi 4.0 yang belum diterapkan kepada para peserta”, ungkap Wahyudi, Kepala Balai TNAL. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Laksanakan Role Model TN Bali Barat Identifikasi Lokasi dan Jenis Sampah

Gilimanuk, Kamis, 15 Februari 2018. Kelompok kerja (pokja) Role Model pengendalian sampah plastik di TNBB melakukan identifikasi permasalahan sampah di kawasan taman nasional. Kegiatan ini sebagai langkah awal memetakan sebaran area terdampak oleh adanya sampah tersebut. Kegiatan identifikasi ini mengambil lokasi di Pulau Menjangan dan di Kelurahan Gilimanuk. Gilimanuk merupakan daerah penyangga TNBB. Di wilayah Kelurahan Gilimanuk tim bergerak kearah lokasi-lokasi yang diketahui terdapat tumpukan sampah seperti di Gelungkori, Pura Dalem, TPS, dan Museum. Disetiap area yang terdapat sampah diambil data berupa titik koordinat, volume, jenis, asal sampah, dan informasi lainnya yang mendukung. Di Pulau Menjangan, tim identifikasi bergerak dari Pos 1 sampai dengan timurnya Pura Gili Kencana. Lokasi tepatnya berada di daerah Pantai Sentigi sampai blok hutan buta-buta. Permasalahan sampah di kawasan TNBB tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, TNBB mengajak seluruh stakeholder dan kelompok masyarakat untuk bersama-sama mengelola sampah dengan bijak. Kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah kegiatan penyuluhan dan sosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat. Selain itu, aksi bersih (clean up) bersama yang sudah seringkali dilakukan akan lebih digiatkan lagi. Untuk mendukung program ini, pelatihan dalam pengolahan sampah dalam rangka mewujudkan TNBB bersih dari sampah juga akan segera dilakukan. Sumber: TN Bali Barat
Baca Berita

Yuukk Intip Pemenang di Gift and Awards Balai KSDA Kalbar

A Celebration of Conservation at Balai KSDA Kalimantan Barat “SKW III Mini Exhibition, EXPOSE, GIFTS AND AWARDS 2017” Pontianak, 14 Februari 2018. Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang mengadakan acara paparan ekpose dan penganugrahan gifts and awards, acara tersebut pertama kali dilakukan oleh SKW III. Sebagai gambaran umum, dengan berakhirnya Tahun 2017 SKW III memaparkan hasil kinerja selama 1 tahun. Dalam kegiatan ekspose melalui layar lebar ruang rapat ditayangkan aktivitas masing-masing staf dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, dengan mengelola kawasan konservasi yang menjadi tanggung jawab SKW III serta tugas dan tanggung jawab lainnya seperti terkait pengendalian dan peredaran TSL. Selain kegiatan ekspose tersebut, sebagai bentuk apresiasi kepada pegawai dan staf SKW III, para sahabat dan mitra konservasi, SKW III memberikan penganugrahan berupa gifts and awards. Acara penganugerahan gifts and awards oleh SKW III dihadiri Bapak Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Bapak Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT, Pejabat Eselon 4 lingkup BKSDA Kalbar, para Mitra Konservasi, penggiat konservasi, pegawai dan staf lingkup BKSDA Kalbar, pegawai dan staf SKW III. Dalam sambutan pembuka, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang menyampaikan apresiasi terhadap kinerja stafnya yang tidak henti-hentinya berinovasi dan berkreasi dalam mendukung upaya konservasi, selain menyampaikan pesan-pesan konservasi beliau juga menyampaikan pesan dalam pemberian penghargaan ini, bahwa yang terbaik adalah bukan saja yg berdiri di sini tetapi mereka yang terus berusaha, dan bekerja keras memberikan yang terbaik untuk SKW III. Dari 14 kategori, yang teristimewa adalah penganugerahan penghargaan prestisius “lifetime achievement awards” untuk sang legenda konservasi dan “the best employees SKW III, 2017”. Selanjutnya dalam sambutan dan arahan, Kepala Balai KSDA Kalbar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kasi III Singkawang beserta jajarannya yang telah mengadakan acara penganugerahan gift and award ini. Semoga inovasi-inovasi kedepan dapat lebih ditingkatkan, sebagai upaya mendorong dan meningkatkan potensi kawasan konservasi. Diharapkan acara ini dapat diadakan ditiap tahunnya, sebagai reward bagi mereka yang benar-benar tulus dan berdedikasi tinggi pada peran pada bagian masing-masing. Penganugerahan gifts and awards pada kesempatan ini terdiri dari 14 Kategori nominasi dengan pemenang terpilih sebagai berikut : 1. ?Kategori “The Most Discipline Employee” terpilih Moransius; 2. ?The Most Communicative and Informative Employee of “Balai” terpilih Eni Ratnawati, S.Hut; 3. ?The Best Field Officer (Diberikan kepada pegawai yang bersungguh2 bekerja di lapangan, rajin, rela menghabiskan waktunya untuk bekerja, sangat telaten dalam mengajarkan sesuatu ,disiplin, jujur dan pilihannya jatuh pada Budi Jaya; 4. ?The Most Respontive Employee of “Balai” terpilih Y. Sudaryanti, S.Hut; 5. ?The Best Resort Konservasi Wilayah (RKW), pemenangnya RKW Sajingan Besar; 6.?The Most Strict Employee of “Balai”, Pagawai yang paling strik terhadap waktu saat menjalankan perintah kerja di SKW III, menyelesaikan pekerjaan sampai selesai terpilih Umi Kurniawati, S.Hut; 7.?The Most Good Looking Employee diberikan kepada karyawan berpenampilan selalu rapi, bersih dan berpenampilan terbaik terpilih Ardiansyah; 8. ?The Best Head of RKW, diberikan kepada kepala resort berperan sebagai pemimpin sekaligus ayah yang benar-benar mampu mengayomi anak-anaknya, walaupun dalam serba keterbatasan, aktif berkoordinasi dan sangat komunikatif terhadap kepala seksi maupun teman resort, luwes, selalu berusaha menjadi yang terbaik, mempunyai kemauan untuk belajar, terpilih Edrianus Eri; 9. ?The Best Photographer for Gallery of Conservation, diberikan kepada fotografer yang menyumbangkan foto indahnya untuk Galery Conservation, terpilih Aryf Rahman; 10.?The Best Working Patner, diberikan kepada patner/mitra konservasi yang telah menyumbangkan banyak untuk SWKW III baik itu informasi, transfer ilmu dan materi, terpilih Adam Miller dari Yayasan Planet Indonesia; 11. The Best Journalist, diberikan kepada wartawan/peliput berita yang telah menyajikan berita terbaik untuk SKW III, terpilih Rhidoino Kristo wartawan Tribun Singkawang; 12. The Most Creative Employee, diberikan untuk pegawai yang penuh dengan ide kreatif, respon cepat, rajin, selalu memberikan pelayanan prima, care terhadap sesama, terpilih Agus Saputra; 13. Lifetime Achievement, diberikan kepada orang yang sangat berjasa mengabdi dalam mengelola konservasi, dalam kurun waktu yang sangat lama, meluangkankan waktu dan masa hidupnya untuk menjaga kawasan dengan tangguh, pada kesempatan ini diberikan langsung oleh Kepala SKW III kepada Bapak Furqon; 14. The Best Employees, diberikan kepada pegawai terbaik tahunan ditahun 2017 yang banyak berkontribusi untuk SKW III baik itu ide pikiran dan waktu, dan mereka memang layak untuk diberi penganugarahan, sebagai pemenang terpilih 2 (dua) orang yakni Icuk Setiawan dan Amal Aminudin. Pesan moril terhadap kegiatan ini adalah bahwa tanggung jawab dalam pengelolaan 13 kawasan konservasi dan terkait hidupan liar di Kalbar ada di pundak seluruh elemen pada Balai KSDA Kalbar, sudah menjadi tugas kita untuk selalu belajar, tidak hanya belajar yang menghasilkan banyak gelar, namun alam memperlihatkan pada kita bahwa alam merupakan tempat belajar yang sesungguhnya. Melalui awards ini sebuah pembelajaran bagi kita semua bahwasanya, kejujuran, kebersamaan, kesantunan, nilai dan budi pekerti pada kita telah ditanamkan, dan semoga hal tersebut selalu terpupuk dan tumbuh subur pada pribadi kita semua. Selamat kepada pemenang yang telah mendapatkan penganugrahan, yang belum mendapatkan penganugrahan tetap semangat dalam bekerja dan selalu memberikan yang terbaik. (YS). Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Mengemas Tata Kelola TN Babul Berbasis Masyarakat

Pangkep, 16 Februari 2018. Kantor kecamatan Tondong Tallasa menjadi tempat sosialisasi tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung berbasis masyarakat yang di gelar pada Rabu (14/02/2018). Sosialisasi yang dilaksanakan di aula kantor kecamatan ini dihadiri oleh berbagai unsur. Turut hadir Camat Tondong Tallasa beserta stafnya, kepala desa lingkup Kecamatan Tondong Tallasa, Kepolisian Sektor Tondong Tallasa, Komandan Koramil 1421 Balocci, masyarakat mitra polisi kehutanan dan sejumlah tokoh masyarakat. Personil taman nasional sendiri di antaranya Kepala Balai, Kepala SPTN Wilayah I, Kepala Resor Tondong Tallasa beserta personilnya, dan perwakilan kelompok kerja lingkup taman nasional. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berharap segenap pihak di kecamatan ini turut serta menjaga kawasan taman nasional. “Mari bersama-sama menjaga kawasan ini. Coba kita gali potensi yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Wisata misalnya, bisa jadi kebiasaan yang kita lakukan di desa justru sangat menarik bagi wisatawan. Tinggal bagaimana kita mengemasnya,” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Pemateri dari BPKH Wilayah VII Makassar memaparkan gambaran singkat tata batas kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. “Kawasan taman nasional ini khusus wilayah Pangkep sudah temu gelang, sudah ditetapkan, dan dikukuhkan,” terang Kusnadi. Komandan Koramil 1421 Balocci turut menyampaikan materi. Ia mengingatkan kepada warga untuk turut menjaga kawasan hutan taman nasional. “Kita bisa berperan menjaga kawasan ini dengan tidak membuang puntung rokok sembarang dan tidak membakar sembarangan saat musim kemarau. Karena kalau sudah terbakar kita sendiri yang repot. Contohnya seperti saat kebakaran di Minasa Tene, api sampai di karst. Sulit untuk memadamkannya,” ujar Muuh. Nurdin, Danramil 1421 Balocci. Koordinator Polisi Kehutanan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung juga meyampaikan peran seorang polisi kehutanan untuk melindungi dan mengamankan kawasan hutan. Polisi kehutanan adalah mitra masayarakat, bukan untuk ditakuti. Namun tempat untuk berkoordinasi. Pada akhir acara diskusi berjalan alot. Pada sesi ini Kepala SPTN Wilayah I memimpin jalannya. Masyarakat menyampaikan beberapa pertanyaan tentang tata kelola taman nasional. Mulai dari satwa yang sering masuk kebun masyarakat hingga kurangnya sosialisasi tentang pemasangan pal batas kawasan taman nasional. Kepala Balai kemudian menanggapinya hingga peserta memahami arti penting keberadaan kawasan taman nasional.. Hingga pada akhirnya peserta sosialisasi mengikrarkan diri dengan membubuhkan tanda tangan mendukung lestarinya kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sumber : H. Abdul Rasyid – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Brigdalkarhut TN Bentarum Padamkan Api di Pulau Majang

Putussibau, 16 Februari 2018. Satuan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Birgdalkarhut), Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum) berhasil memadamkan api di Pulau Majang kawasan TN Danau Sentarum pada Rabu (14/2). Peristiwa kebakaran terjadi di Kawasan TN Danau Sentarum (TNDS) tepatnya di Pulau Suak Bau Desa Pulau Majang yang masuk dalam wilayah kerja Resort Pulau Majang, Seksi PTN Wilayah 6 Semitau. Dalam laporan yang masuk ke redaksi humas TN Bentarum, kronologis kejadian terjadi saat tim menerima adanya laporan kebakaran dari anggota yang sedang cek lapangan ( _ground checking_) pada Rabu pukul 12.30. Tim bergerak dari Mako Daops Semitau pukul 14.20 dan sesampainya di lokasi langsung melakukan _size up_ dan melakukan pemadaman awal. “jarak dari sumber air ke titik api sekira 30 meter, dan kami memutuskan untuk menghentikan pemadaman pukul 17.37 mengingat waktu sudah mulai malam dan kondisi api tidak ekstrim” tegas Ade Arif, Kepala Brigdalkarhut yang memimpin upaya pemadaman. Upaya pemadaman kedua dilakukan pada Kamis (15/2), berangkat dari resort Pulau Majang pukul 06.37 tim langsung menggelar selang dan melakukan pemadaman dengan pola 2 menggunakan Y Conex dan 2 Nozzle. Untuk mempercepat pemadaman sisa kebakaran, tim pemadaman di bagi menjadi dua, dimana Tim Resort dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan pemadaman bergerak dari sisi kiri sedangkan tim Brigdalkarhut bergerak dari sisi kanan. Pukul 15.03 tim berhasil memadamkan api sepenuhnya dan langsung melakukan _mop up_ menyisir lokasi kebakaran dan mengukur luasan kebakaran. “hasil dari pengukuran luasan kebakaran Pulau Suak Bau Resort Pulau Majang ini seluas 1.47 Hektar” tegas Ade. Dihubungi tim humas, Kepala Bidang PTN wilayah 3 Lanjak, Gunawan Budi mengatakan bahwa kebakaran ini mengindikasikan Kawasan TNDS yang masuk wilayah kerja Bidang 3 masih rawan terjadi kebakaran hutan bahkan di luar musim kemarau akibat aktivitas nelayan. “(peristiwa kebakaran) ini menjadi indikator bagi kita untuk lebih waspada lagi terutama pada musim kemarau yang terjadi di bulan Juni” tegasnya. Ditambahkannya, upaya pencegahan melalui sosialiasi harus terus dintensifkan termasuk peningkatan kapasitas anggota MPA. Selain itu, bapak yang disapa Pak Gun oleh anak buahnya ini menegaskan akan memprioritaskan patroli rutin bulanan pada lokasi-lokasi yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan TNDS. “peran aktif semua pihak dalam pengendalian karhutla akan dapat meminimalisir peluang terjadinya kebakaran di dalam Kawasan TNDS” tutupnya. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum)

Menampilkan 8.801–8.816 dari 11.140 publikasi