Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BKSDA Sumatera Selatan Kembali Menerima Penyerahan Satwa Kukang

Lahat, 18 Februari 2018. Balai KSDA Sumatera Selatan melalui Resort Konservasi Wilayah IX (RKW IX) PLG Serelo, Seksi Konservasi Wilayah II (SKW II) Lahat menerima penyerahan satwa dilindungi undang-undang berupa satwa kukang (Nycticebus coucang) dari masyarakat. Penyerahan satwa kukang diterima oleh Ruhisman (Petugas RKW IX PLG Serelo dari masyarakat Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Menurut keterangan dari orang yang menyerahkan, kukang tersebut belum lama ditangkap dari alam. Berdasarkan pengamatan terhadap perilaku kukang tersebut memang masih dalam liar, sehat, dan kondisi gigi masih utuh. Mempertimbangkan hal tersebut, SKW II memutuskan untuk langsung melepasliarkan kukang ke alam pada hari yang sama, tepatnya sore hari menjelang malam hari. Lokasi yang dipilih untuk pelepasliaran adalah di kawasan HSA PLG KH Isau-isau di Kabupaten Lahat. Saat ini masih sering dijumpai adanya masyarakat yang menangkap kukang dari alam untuk dipelihara sebagai hobi ataupun untuk diperdagangkan. Padahal status kukang adalah salah satu jenis satwa yang dilindungi undang-undang, serta status konservasinya menurut IUCN Red List termasuk kategori vulnurable (rentan) yang artinya spesies ini sedang menghadapi resiko kepunahan di alam liar pada waktu yang akan datang. Sedangkan menurut CITES, kukang termasuk dalam kategori satwa yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional (Apendiks I). Penyerahan satwa kukang oleh masyarakat merupakan hembusan angin segar dalam upaya konservasi jenis satwa di Sumatera Selatan. Artinya, sebagian masyarakat mulai sadar dan peduli tentang perlindungan dan kelestarian satwa, khususnya satwa-satwa langka. Sekali lagi, terima kasih dari kami, BKSDA Sumsel, untuk Bapak yang atas kesadarannya sudah menyerahkan kukang ini. Salam hormat, Pak!! Sumber : Wahid Nurrudin,S.Hut - Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

3 UPT Studi Banding ke Balai TN Gunung Ciremai

Kuningan, 20 Februari 2018. Episode studi banding para pengelola kawasan hutan konservasi ke kawasan TN Gunung Ciremai (TNGC) terus berlanjut. Kali ini di awal tahun, BKSDA DKI Jakarta pada tanggal 25-27 Januari 2018, Balai TN Meru Betiri pada tanggal 5-10 Februari dan Balai TN Batang Gadis pada tanggal 11-14 Februari 2018 bergiliran berkunjung untuk melakukan studi banding. Mereka melakukan penggalian informasi terkait pengelolaan kawasan TNGC yang berbasiskan peran aktif masyarakat sekitarnya. Peran aktif masyarakat sekitar TNGC sangat kentara dalam pengelolaan ODTWA (Obyek Daya Tarik Wisata Alam) yang disebut dengan Masyarakat Mitra Wisata TNGC. Masyarakat Mitra Wisata TNGC memiliki peran multi efek dalam pengelolaan kawasan, karena tidak hanya menjadi operator wisata, melainkan juga turut aktif melakukan kegiatan konservatif seperti mencegah kebakaran hutan, melakukan penanaman pohon secara swadaya, melestarikan budaya lokal dll. Masyarakat Mitra Wisata TNGC tersebar di 54 titik ODTWA yang hampir ada di setiap desa yang berbatasan dengan kawasan TNGC. Dengan demikian maka Masyarakat Mitra Wisata menjadi benteng perlindungan bagi pengelolaan kawasan karena keberadaanya di lapangan yang mampu hadir selama 24 jam sehingga sangat membantu petugas. Studi banding dilakukan dengan langsung berinteraksi dengan Masyarakat Mitra Wisata TNGC yaitu MPGC Curug Cipeuteuy, Kelompok Masyarakat Bujangga Manik di Batu Luhur, Curug Gongseng di Desa Cibuntu, 1001 Tangga Manguntapa di Desa Singkup dan Ipukan di Desa Cisantana. Agar diskusi dan inisiasi berjalan efektif maka para peserta studi banding juga menginap di home stay yang telah disediakan. Selain dihadiri oleh para pegawai, peserta studi banding juga berasal dari perwakilan pemerintah daerah dan masyarakat. Setelah semua informasi cukup diserap, para peserta studi banding lalu menyaring kembali tahapan-tahapan yang mungkin dapat diterapkan di wilayah kerjanya sehingga dapat menghasilkan pengelolaan kawasan konservasi yang mampu memberikan peran aktif masyarakat sebagai peran utama. Maklum saja selama puluhan tahun kehadiran KPA (Kawasan Pelestarian Alam) dan KSA (Kawasan Suaka Alam) sering menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Sumber : Balai TN Gunung Ciremai
Baca Berita

Kunjungan Ibu Bupati Pandeglang : Apresiasi Pelestarian Badak Jawa

Labuan, 20 Februari 2018. Bupati Pandeglang (Ibu Irna Narulita, SE., MM.) hari ini 20 Februari 2018 melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Labuan. Dalam lawatannya tersebut, beliau juga datang berkunjung ke kantor Balai TN. Ujung Kulon. Ibu Bupati memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya pelestarian badak jawa yang pada saat ini yang berjumlah 67 ekor. Ibu bupati juga berharap adanya penangkaran badak jawa melalui pembangunan JRSCA (Javan Rhino Study and Conservation Area), yang akan mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kunjungan ke kantor Balai TN. Ujung Kulon diakhiri dengan berfoto bersama. Badak Jawa hanya kita yang punya. Sumber : Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

16 Hari Dibuka, Pengunjung Bontang Mangrove Park Capai 3000 Pengunjung

Bontang, 19 Februari 2018. Pemberlakuan Tiket Masuk di Bontang Mangrove Park-Taman Nasional Kutai, tidak menyurutkan semangat pada pengunjung/wisatawan untuk mendatangi tujuan wisata yang masih baru di Kota Bontang ini. Dalam 16 (enam belas) hari sejak pemberlakuan tiket masuk tanggal 3 Februari 2018, jumlah pengunjung telah mencapai 3.081 orang dengan jumlah PNBP sebanyak Rp 26.743.500,-. Jumlah ini telah mengakomodir target kinerja Balai TN Kutai sebesar 23% untuk jumlah pengunjung, walaupun baru dibuka selama 16 hari. Dalam setahun, jumlah pengunjung BMP diprediksi dapat mencapai lebih dari 50.000 orang, apabila kondisi saat ini berlangsung stabil. Letak Bontang Mangrove Park TN Kutai, sangat strategis. Dikelilingi oleh industri berskala internasional, aksesibilitas yang sangat mudah karena berjarak kurang dari 1 km dari pusat kota Bontang, merupakan poin tersendiri bagi peningkatan pengunjung BMP. Atraksi wisata boardwalk sepanjang 1.3 km menjadi preferensi tersendiri bagi pengunjung yang senang jogging dan lari. Tidak hanya berasal dari wilayah Kota Bontang, terdapat juga rombongan pengunjung yang berasal dari Kota Samarinda, Tenggarong dan Sangatta. Selain jogging dan adventure, berbagai kegiatan yang dilakukan pengunjung dalam 2 minggu tersebut antara lain: kegiatan kepramukaan, arisan, rekreas keluarga, kegiatan Keagamaan, dan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan penanaman pohon menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan oleh peserta yang berkegiatan dalam kelompok. Indikator keberhasilan pengelolaan pariwisata alam, bukan semata-mata pada jumlah pengunjung, namun terutama pada peningkatan kualitas objek wisata. Khusus untuk Bontang Mangrove Park, keberhasilan pengelolaan diukur dari meningkatnya kuantitas dan kualitas ekosistem di wilayah tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hutan mangrove di BMP saat ini, antara lain: bekerjasama dengan RSUD dalam rangka restorasi ekosistem mangrove. Kegiatan restorasi juga dilakukan oleh beberapa lembaga/instansi melalui kegiatan penanaman. Permasalahan yang banyak terjadi pada beberapa lokasi wisata alam adalah pengelolaan sampah, oleh sebab itu untuk tetap menjaga kebersihan BMP, Balai TN Kutai didukung oleh kelurahan setempat dan masyarakat sekitar melakukan pembersihan lokasi setiap hari Jumat. Kerjasama dengan masyarakat menjadi salah satu prioritas Balai TN Kutai untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kegiatan konservasi khususnya melalui pemberdayaan masyarakat. Sumber : Yulita Kabangnga - Balai TN Kutai
Baca Berita

Melihat Penangkar Burung Terbaik Binaan BKSDA Bali

Bali, 19 Februari 2018. Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2017-2018 diadakan ke Propinsi Bali pada tanggal 19-20 Februari 2018 dipimpin Ketua Tim Bapak Viva Yoga Mauladi dari Fraksi PAN. Salah satu agenda Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Bali adalah mengunjungi PT Anak Burung Tropikana (ABT) Penangkar sekaligus Eksportir resmi binaan Balai KSDA Bali. PT ABT merupakan penangkar burung jenis dilindungi dan tidak dilindungi Undang-Undang generasi Kedua (F2) Dan Seterusnya sesuai dengan SK Kepala Balai KSDA Bali No. SK.18/BKSDA.Bl-1/PLK/2015 tanggal 06 Agustus 2015. Selain itu PT. Anak Burung Tropikana juga merupakan Pengedar Burung Dilindungi dan tidak dilindungi UU Hasil Penangkaran sesuai dengan SK Dirjen KSDAE No. SK.45/KSDAE/SET/KSDAE.2/2/2016 tanggal 11 Pebruari 2016.. PT. Anak Burung Tropikana dalam menangkarkan burung khususnya jenis paruh bengkok dapat dikatakan berhasil, dan pada tahun 2017, PT. Anak Burung Tropikana mendapatkan penghargaan sebagai penangkar burung terbaik binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini beberapa jenis burung yang sudah berhasil ditangkarkan diantaranya : Kakatua Seram, Kakatua Alba, Kakatua Jambul Kuning, Bayan, Kakatua Cempaka, Bayan Irian, bayan halmahera, Merak Hijau, betet kelapa dll. Jumlah satwa yang ada di penangkaran burung di PT. Anak Burung Tropikana sebanyak 545 ekor. Pada tahun 2017, total Realisasi Ekspor selama tahun 2017 adalah sebanyak 120 ekor dari total 18 jenis burung. Kunjungan Kerja DPR RI ini pada didampingi Dirjen PDAS HL, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Biro Humas, Korwil UPT KLHK Bali (P3E) dan Balai KSDA Bali. Selain ke PT ABT, Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Propinsi Bali juga mengunjungi Loka Riset Tuna di Denpasar, Kunjungan ke Jatiluwih melihat lokasi penanaman padi, kunjungan ke Gudang Perum BULOG dan juga gudang Pupuk Petrokimia di Kediri, Tabanan - Bali. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Temuan Menarik di Halmahera Utara

Ternate, 18 Februari 2018. Petugas Polhut SKW I Ternate di bawah Pimpinan Kepala Seksi, Abas Hurasan, kembali melakukan Patroli Peredaran TSL di Kabupaten Halmahera Utara. Patroli ini untuk mencegah terjadinya peredaran TSL secara ilegal di wilayah tersebut. Sebanyak 8 orang anggota terlibat dalam patroli yang dilakukan pada tanggal 16-17 Februari 2018. Dalam patroli tersebut, tim melakukan penyusuran ke beberapa sasaran lokasi yang dicurigai terdapat kepemilikian satwa liar. Pada salah satu sasaran lokasi yaitu Desa Togawa, Kecamatan Galela, tim menemukan adanya kepemilikan satwa liar berupa Burung Paruh Bengkok jenis Kasturi Ternate dan Nuri Bayan sebanyak 13 ekor. Pemilik diketahui merupakan salah satu penangkap Burung Paruh Bengkok yang telah dibina beberapa kali oleh petugas, serta telah membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak akan mengulangi kegiatan menangkap burung lagi. “Pemilik satwa merupakan penangkap burung aktif sejak beberapa tahun lalu, dan untuk mengatasi hal tersebut kami telah melakukan langkah Preemtif dan Preventif dalam bentuk pembinaan dan sosialisasi terkait peraturan perundang-undangan yang mengatur peredaran TSL kepada yang bersangkutan serta patroli penertiban peredaran TSL yang dilakukan di Desa Togowa ini,” jelas Anwar Ibrahim, Polhut Pelaksana Lanjutan yang bertugas lama di Halmahera Utara menanggapi temuan tersebut. Pada saat kejadian, pemilik satwa sedang tidak berada di tempat sehingga tim tidak dapat mengambil keterangan. Tim kemudian melakukan investigasi terhadap istri dan juga beberapa saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian, untuk mengetahui asal dan tujuan satwa tersebut dikumpulkan. Dari keterangan yang diberikan para saksi, burung tersebut ditangkap dan dikumpulkan atas permintaan dari seseorang yang bernama Rustam. Istri pemilik satwa mengakui bahwa mereka telah berhenti melakukan aktivitas menangkap burung, akan tetapi Rustam meyakinkan bahwa dia memiliki izin sah dan menunjukkan dokumentasi pengiriman satwa yang dilakukan di Bandara. Rustam juga menyuruh untuk menangkap dan mengumpulkan semua jenis Burung Paruh Bengkok kemudian dia akan membayarnya. Dari keterangan dan ciri-ciri yang diberikan para saksi, tim menduga bahwa Rustam yang dimaksud merupakan pemilik Izin Pengedar/Pengumpul Satwa Liar Jenis Burung di wilayah Maluku, yang mencoba untuk melakukan pengumpulan Burung Paruh Bengkok di wilayah Maluku Utara. “Segala upaya yang kami lakukan adalah untuk memastikan tidak ada lagi perdagangan satwa liar terutama jenis Burung Paruh Bengkok di wilayah Maluku Utara, dan jika memang benar sesuai dugaan bahwa Rustam telah mencoba untuk melakukan perdagangan satwa secara ilegal, kami benar-benar dikhianati,” komentar Rachmat, Koordinator Resort Tobelo, Halmahera Utara mengungkapkan kekesalannya. Tim kemudian mengamankan hasil tangkapan tersebut untuk dibawa ke Kandang Transit SKW I Ternate. “Jika sesuai dugaan kami bahwa Rustam yang dimaksud oleh pemilik satwa/penangkap burung tadi merupakan salah satu mitra BKSDA Maluku, dan telah melakukan tindakan ilegal dengan mengumpulkan jenis burung di luar kuota tangkap dan wilayah tangkap yang telah ditetapkan, maka kami harapkan agar pemberian izin tangkap dan kumpul yang diberikan dipertimbangkan kembali. Karena sebagai mitra, harusnya bekerjasama saling mendukung bukan merusak pekerjaan yang kami lakukan disini”, pungkas Abas Hurasan. Sumber : Dominggas Aduari - Penyuluh Kehutanan Pertama SKW I BKSDA Maluku
Baca Berita

100 Papan Informasi & Peringatan di Pasang Di Taman Buru Pulau Rempang

Batam, 19 Februari 2018. Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah II Batam bersama unsur TNI (Kodim 0316), Polri (Polda Kepri), dan BP Batam (Ditpam) melakukan pemasangan 100 (Seratus) papan informasi dan papan peringatan serta sosialisasi tentang pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Buru (TB) Pulau Rempang, pada hari Senin, 19 Februari 2018. Berdasarkan inventarisasi dan patroli rutin petugas Seksi Konservasi Wilayah II, TB Pulau Rempang diindikasikan telah dikuasai oleh pihak-pihak ketiga (perusahaan) dan sebagian kecil masyarakat yang pada akhirnya mengancam kelestarian dan keberadaan ekosistem yang ada. Data tersebut kemudian di koordinasikan dan disepakti untuk disampaikan kepada pihak-pihak terkait lainnya. Selain memberikan informasi pengelolaan kawasan tersebut, kegiatan juga ditujukan untuk memberikan informasi tentang pengelolaan oleh para pihak melalui mekanisme perijinan. Pemasangan papan informasi dan peringatan ini menjadi langkah awal dan pintu masuk dalam menilai reaksi di lapangan dan juga memperkuat fungsi pengawasan serta memberikan solusi terbaik untuk pengelolaan kawasan konservasi oleh para pihak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahap berikutnya, proses penindakan akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang tidak dapat diarahkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Mobilisasi Sampah Menumpuk Di Pulau Bunaken

Manado (19/2/18). Balai Taman Nasional Bunaken bersama para pihak antara lain Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan dan dibantu masyarakat di Pantai Liang berusaha membersihkan lokasi pantai dari menumpuknya sampah, beberapa dive center juga terlibat membersihkan sampah yang berada pada masing-masing wilayah usahanya. Sampah menjadi salah satu persoalan utama ketika musim hujan, masuk dalam kawasan Taman Nasional Bunaken. Sejak beberapa minggu terakhir intensitas curah hujan di Sulawesi Utara cukup tinggi, bahkan Kota Manado dan sekitarnya dengan aliran sungai serta wilayah pesisir terjadi kenaikan muka air dan gelombang, demikian pula di Pulau Bunaken juga tak luput dari menumpuknya sampah di Pantai Liang. Balai Taman Nasional Bunaken, Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado yang masing-masing menyiapkan 2 trip perahu pengangkut sampah dengan dibantu oleh perahu masyarakat telah memobilisasi sampah dengan menggunakan perahu dari Pulau Bunaken, sampah tersebut dimasukan ke dalam karung-karung agar memudahkan untuk memindahkan, selanjutnya sampah dari Pulau Bunaken didaratkan yang selanjutnya diangkut dengan menggunakan truck dibawa ke TPA Kota Manado, banyaknya sampah yang terangkut diprediksikan mencapai 4 ton. Sumber: TN Bunaken
Baca Berita

Hutan di Pulau Majang Terbakar Lagi, Brigdalkarhut TN Bentarum Berhasil Padamkan

Putussibau, 19 Februari 2018. Hutan di Pulau Suak Bau, wilayah kerja Resort Pulau Majang TN Danau Sentarum kembali mengalami kebakaran untuk kedua kalinya pada Senin (19/2) dan berhasil dipadamkan kembali oleh Brigdalkarhut TN Bentarum. Hal ini diungkapkan Ade Arif kepala Brigdalkarhut TN Bentarum saat dihubungi tim humas. Dijelaskan Ade, peristiwa kebakaran ini terungkap saat petugas Resort Pulau Majang melakukan cek lapangan (ground check) lokasi kebakaran yang terjadi di lokasi yang sama pada Rabu (14/2). Melihat adanya kebakaran, petugas bernama Syahbudin ini langsung melaporkannya kepada Markas Daops Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum). “Kronologi kebakaran diawali dengan adanya laporan groundcheck dari petugas Resort Pulau Majang bernama Syahbudin, sekira pukul 05.00 WIB kepada Kepala SPTN VI Semitau bahwa di lokasi Pulau Suak Bau tepatnya di sebelah lokasi kebakaran kemarin terjadinya kebakaran” tegas Ade Arif Kepala Brigdalkarhut TN Bentarum. Menindaklanjuti laporan tersebut, Ade kemudian mengerahkan anggota brigdalkarhut yang tergabung di Daops Semitau untuk menyiapkan peralatan pemadaman. Regu pemadam berangkat menuju lokasi pada pukul 07.00 WIB. Setibanya dilokasi, tim segera menggelar selang untuk melakukan pemadaman awal. Pemadaman kebakaran dilakukan bersama-sama petugas Resort Pulau Majang dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Pulau Majang dengan jumlah personil sebanyak 23 (dua puluh tiga) orang, terdiri dari 5 orang anggota Brigdalkarhut, 4 orang petugas Resort Pulau Majang dan 14 orang anggota MPA Pulau Majang. “strategi pemadaman langsung digunakan menggunakan pompa portable dan pemadaman dengan peralatan tangan seperti jet shooter” tegas Ade. Api kemudian berhasil dipadamkan oleh Brigdalkarhut TN Bentarum dan tim sekira pukul 13.53 dan segara melakukan pengukuran luas (size up). Total luas kebakaran hutan yang berhasil dipadamkan kali ini yaitu 0,093 ha. Faktor kunci keberhasilan pemadaman menurut mantan Koordinator Polhut TN Bnetarum ini adalah komunikasi. Selain dukungan kekompakan dan kesiapsiagaan anggota Brigdalkarhut TN Bentarum. “langkah kedepannya dengan mengintensifkan kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan serta sosialisasi kepada msayrakat yang tinggal di dalam kawasan TNDS serta dengan menempatkan personil di wilayah-wilayah yang rawan akan kebakaran hutan” tutupnya. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Musyawarah Cabang ke X Saka Wanabakti Kapuas Hulu Resmi Dibuka

Putussibau, 19 Februari 2018. Musyawarah Cabang (Muscab) ke X Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu (Saka KH) resmi dibuka hari ini. Dalam sambutannya mewakili Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum), Kepala Bidang Teknis Konservasi Ahmad Munawir menegaskan kebanggaannya pada Saka Wanabakti KH yang masih eksis dalam berkontribusi bagi upaya pelestarian linngkungan hidup dan kehutanan. “Dalam usianya yang ke 10 Saka Wanabakti Kapuas Hulu masih bertahan dan hadir. Di beberapa tempat tidak tahan lama atau mati suri” tegasnya. Ditambahkannya, Saka Wanabakti KH merupakan salah satu Saka Wanabakti paling aktif di Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan hasil kunjungannya saat menemui pimpinan Kwartir Nasional Saka Wanabakti di Jakarta. Saka Wanabakti merupakan salah satu wadah penggemblengan pemuda Indonesia yang mampu menciptakan generasi muda yang berkualitas dan menyumbangkan karya positif bagi masyarakat di kancah nasional maupun internasional. “Saya berharap bahwa kelak ada salah satu dari kalian Adik-adik saka yang menjadi pimpinan di Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum” tegas Munawir. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hal itu adalah sebuah keniscayaan dan bukan sesuatu yang tidak mungkin diraih karena semua anggota telah dibekali ilmu kehutanan dan organisasi. “Salah satu pimpinan di TNBKDS adalah putra daerah asli Kapuas Hulu, sehingga hal ini membuktikan kalau ini bukan hal yang tidak mungkin” tegasnya. Menutup arahannya, Munawir berharap anggota saka KH mampu berkiprah di masyarakat dan membuktikan dirinya bisa menjadi pelopor dan inspirasi bagi masyarakat secara luas. Sementara itu, Ketua harian 1 Saka KH, Indra Kumara mengatakan bawah sudah sejak lama Saka KH telah berperan dalam terlibat aktif melestarikan lingkungan dan kehutanan. Namun hal ini semakin berkurang seiring dengan perubahan kebijakan otonomi daerah dimana urusan wilayah kehutanan di kabupaten Kapuas Hulu menjadi kewenangan provinsi. “Banyak tantangan yang didahapi dalam membangun saka Wanabakti Kapuas Hulu dari SDM, pembiayaan dan perawatan hingga bisa dilewati bersama hingga saat ini”. Indra menambahkan bahwa kiprah Saka Wanabakti KH hingga saat ini telah banyak menorehkan prestasi diantaranya Giriwana Raly di jawa Timur. Tidak hanya urusan kompetisi, banyak juga alumni Saka Wanabakti KH yang tergabung dan terlibat dalam membangun ilmu kehutanan. “Beberapa alumni yang lulus bergabung dengan GIZ (Lembaga kerjasama pembangunan Jerman-red) mengukur karbon hutan” tegasnya. Indra berharap kiprah dan prestasi Saka Wanabakti KH terus berkembang menjadi yang terbaik di tingkat nasional dan memberikan sumbangish bagi kemajuan kehutanan Indonesia. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

200 Siswa Praktek Alam di Taman Nasional Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 11 Februari 2018. Antusias dan keceriaan 200 pelajar SMPN 1 Ukui terdengar jelas saat mengunjungi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Resort Air Hitam-Bagan Limau, Seksi pengelolaan Wilayah 1 Lubuk Kembang Bunga ,Sabtu 10 Februari 2018 dari pukul 08.00 - 14.00 WIB. Didampingi oleh guru, praktek alam dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan ekstra kurikuler sekolah. Tidak hanya didampingi oleh guru, kunjungan pelajar SMPN 1 Ukui ke Taman Nasional Tesso Nilo ini juga didampingi oleh kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Lubuk Kembang Bunga dan beberapa staf serta WWF Riau. Menggunakan seragam olahraga, para pelajar SMPN 1 Ukui tak hanya memperhatikan, akan tetapi para pelajar juga secara bergantian mengajukan pertanyaan saat kunjungan kelapangan berlangsung. Lebatnya hutan, banyaknya macam flora yang berada di dalam taman nasional tak luput dari catatan para pelajar tersebut. Selama menyusuri hutan, para pelajar berjalan sambil mencatat mengikuti pembimbing. Pada kesempatan ini, para pelajar juga melaksanakan kegiatan pemungutan sampah di wilayah Resort Air Hitam/Bagan Limau sebagai bentuk kepedulian kepada keseimbangan alam. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena siswa tidak hanya perlu belajar di dalam kelas akan tetapi dibutuhkan juga stimulan kegiatan dari luar kelas. Berkunjung ke Taman Nasional Tesso Nilo berarti juga mengajarkan mereka untuk menjaga lingkungannya. Kedepannya kami menghimbau kepada sekolah- sekolah disekitar Taman Nasional Tesso Nilo untuk datang dan berkunjung ke Taman Nasional Tesso Nilo.” ucap salah satu staf Seksi Pengelolaan Wilayah I Lubuk Kembang Bunga yang ikut serta. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Liburan di Camp Granit TN Bukit Tigapuluh

Rengat, 18 Februari 2018. Ternyata tak semua pelajar dan mahasiswa jaman now memanfaatkan libur panjangnya untuk berhura - hura. Adapun beberapa di antaranya memanfaatkan liburannya untuk wisata, lintas alam, dan bakti sosial di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPPLHK) Camp Granit Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) pada 16 s.d 18 Februari 2018. sebanyak 20 pelajar SMA / SMK yang tergabung dalam Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Lubuk Batu Jaya, Kec. Lubuk Batu Jaya, memilih Camp Granit sebagai jalur lintas alam. Track yang dilalui yaitu jungle track, danau muun sampai dengan air terjun Granit . Lokasi belakang asrama Camp Granit tak luput dari jelajah, dimana bekas - bekas tambang Granit masih nampak dan layak untuk dinikmati. Sebagai pelengkap materi lintas alam, petugas pendamping menyampaikan materi dasar konservasi dan Pengenalan keanekaragaman hayati di TNBT. Semua peserta sangat menikmati dan bahkan mempersembahkan puisi untuk TNBT. Di hari selanjutnya, 17 s.d 18 Februari 2018, Camp Granit kedatangan 42 orang mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM dan BLM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri Rengat. Dengan mengusung tujuan bakti sosial, rombongan mahasiswa telah menyiapkan sarana prasarana untuk pembersihan sampah di spot air terjun dan jalan akses sekitar asrama. Sampah plastik yang bertebaran di lokasi menjadi sasaran untuk diangkut dengan kantong sampah yang telah dipersiapkan. Selain kegiatan sosial, terdapat fun games dan pemberian materi kepemimpinan bagi para mahasiswa yang merupakan pengurus oganisasi. Semua menikmati dan tenggelam dalam suasana yang tercipta. Diiringi nyanyian alam, kicauan burung dan riuhnya Siamang semakin menambah seru aktivitas mereka. Untuk hutan yang asri kami akan mengabdi Janjikan apa yang bisa kami beri Dengan sepenuh hati kami telah berjanji Menjaga kelestarian alam ini Untuk si raja Rimba mengaunglah dimana saja Mengusir ancaman yang ada Berikan tanda keberadaanmu Supaya kami dapat memantaumu Sebagai penjaga hutan asrimu Terima kasih bukit tiga puluhku Segarnya udara yang kuhirup setiap hari Hijaunya daun yang kupandangi Rindangnya pepohonan yang kumiliki Adalah PR yang kau beri Untuk menjaga alam ini Terima kasih alamku Tunggulah kami kembali Salam Pramuka Salam Rimba Sangat terasa makna ketulusan dalam puisi yang ditorehkan. Dan janji untuk kembali menjadi harapan kami bahwa masih ada generasi yang peduli untuk menjaga kelestarian alam TNBT ini. Salam Rimba lestari! Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Patroli Bersama di SM Kerumutan, Tim Temukan Barang Bukti Tipihut

Teluk Meranti, 14 Februari 2018. Tim patroli Balai Besar KSDA Riau, Bidang KSDA Wilayah I, Resort SM Kerumutan Utara Teluk Meranti melakukan patroli bersama Polsek Teluk Meranti (13/2/18). Tim berhasil merampas Barang Bukti (BB) berupa Chainsaw, sepeda logging dan kayu potongan berbagai jenis dengan berat kurang lebih 5 meter kubik. Kayu potongan tersebut dimusnahkan sedangkan barang bukti chainsaw dan sepeda logging yang diduga dipergunakan untuk tindak pidana kehutanan (tipihut) masih diamankan di kantor Resort Teluk Meranti guna penyelidikan lebih lanjut. Patroli bersama sekaligus untuk memantau titik kebakaran di kawasan konservasi SM Kerumutan dan sekitarnya, hasil patroli tersebut nihil. Adapun titik kebakaran berasal dari Kec. Gaung yang lokasinya berjarak beberapa kilometer dari SM Kerumutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Warga Desa Lubuk Kembang Bunga Sambut Baik Program Penanaman 125 Ha

Lubuk Kembang Bunga, 13 Februari 2018. Masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga sambut baik program penanaman bibit dilahan seluas 125 Ha. Hal tersebut direalisasikan dalam tahap awal rapat persiapan pelaksanaan yang digelar pada Sabtu, 10/02/18 pukul 15.00 WIB di kantor Desa Lubuk Kembang Bunga. Rapat gabungan tersebut digelar berdasarkan undangan yang dikirim oleh Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo dan dihadiri oleh staf dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Pemerintah Desa, Babinsa serta masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga. Rencana penanaman seluas 125 Ha di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo wilayah Desa Lubuk Kembang Bunga diprogramkan oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo berkerja sama dengan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, sampai kepada tahap penentuan dan pengukuran lokasi penanaman. Tanpa menunggu waktu lama, Penentuan dan pengukuran lokasi penanaman secara bersama sama dilaksanakan di Seksi Pengelolaan Wilayah I Desa Lubuk Kembang Bunga sehari setelah rapat dilaksanakan yakni pada Minggu, 11/02/18 dari pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WIB. Dari hasil kegiatan penentuan dan pengukuran lokasi penanaman tersebut, keputusan dimusyawarahkan bersama dan didapatkan kesepakatan dari permintaan masyarakat bahwa lokasi penanaman akan dilakukan di Resort AH dan BL pada koordinat S 00° 10’ 59.2’’ E 101° 59’ 54.1’’. Tahap selanjutnya disepakati bahwa pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018 pemerintah Desa Lubuk Kembang Bunga bersama masyarakat akan membentuk kelembagaan dengan membuat kelompok-kelompok masyarakat untuk penentuan lokasi tanam hingga perawatan. “Kami bersyukur masyarakat sangat mendukung program yang sudah disusun, mereka sambut baik niat kita dan bersedia mengikuti tahap dari awal sampai akhir, karna untuk berhasilnya program ini bantuan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai penggerak maupun pengawasan nantinya” ungkap salah satu Staf Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Si Hengki Diserahkan ke Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 18 Februari 2018. Balai Besar KSDA Riau kembali menerima satwa penyerahan masyarakat (18/2/18) berupa siamang (Symphalangus syndactylus) berjenis kelamin jantan, berumur kurang lebih 10 tahun yang diserahkan atas nama Zulkarnain Lubis, warga Handayani Residen, Kel. Sidomulyo Timur, Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru. Penyerahan dilakukan melalui Polhut Balai Besar KSDA Riau, M. Hendri pada pukul 10.30 WIB. Ini merupakan salah satu bukti keberhasilan Balai Besar KSDA Riau dalam melakukan penyadartahuan kepada masyarakat tentang satwa yang dilindungi. Saat ini satwa yang diberi nama Hengki telah berada di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk dilakukan observasi sebelum dilakukan tindakan konservasi untuk kepentingan satwa dimaksud. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

School Visit Tim penyuluh Balai TN Tesso Nilo di SMA 1 Ukui

Pangkalan Kerinci, 15 Februari 2018. Tim penyuluh dari Balai TN Tesso Nilo (TNTN) kembali laksanakan kegiatan berorientasi edukasi. Kali ini tim penyuluh sambangi SMAN 1 Ukui dalam rangka program kegiatan “School Visit” pada Rabu, 14/02/18. Gelora antusias siswa SMAN 1 Ukui kian terasa menyambut kedatangan tim penyuluh. Sebanyak 30 orang pelajar dilibatkan dan dikumpulkan disebuah ruangan untuk mengikuti kegiatan yang sudah disusun tim. Semangat tim penyuluh untuk berbaur dengan para siswa mendapat sambutan hangat dari keluarga besar SMAN 1 Ukui. Siswa memperhatikan dengan seksama saat pemateri menjelaskan langsung serta memperlihatkan alat survey yang digunakan di hutan seperti kompas, camera trap, dan alat survey lainnya. Tim penyuluh juga menyampaikan meteri yang menjadi tujuan utama kedatangan ke SMAN 1 Ukui yakni materi tentang konservasi hutan serta bagaimana menjaga kelestariannya. Tim sengaja laksanakan kegiatan School Visit karna menganggap lingkungan terdekat dari kawasan TN. Tesso Nilo adalah prioritas pertama untuk dibina agar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo tak hanya dijaga oleh petugas akan tetapi dijaga pula oleh lingkungan sekitarnya. Para pelajar khususnya yang berada di desa penyangga memang menjadi target utama penyuluhan kami karna merekalah yang menjadi tangan-tangan terdekat yang kami butuhkan untuk sama-sama menjaga TN. Tesso Nilo, ungkap pemateri sekaligus Kepala Urusan Humas BTNTN Bpk. Andi Kusumo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 8.785–8.800 dari 11.140 publikasi