Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Brigdalkarhut TaNa Bentarum Kembali Padamkan Api di Laut Tawang

Putussibau, 24 Februari 2018. Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhut) Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Lubuk Dalam, Dusun Kenelang, Desa Laut Tawang Wilayah Kerja Resort Tengkidap SPTN Wilayah VI Semitau kawasan TN Danau Sentarum. Berdasarkan laporan yang masuk ke tim humas, kronologis kejadian bermula dari adanya laporan kebakaran dari petugas Resort Tengkidap, Yusniardi melalui telepon seluler yang mengabarkan munculnya titik api di lokasi Lubuk Dalam, Dusun Kenelang pada tanggal 23 Februari 2018 pukul 19.05 WIB. Namun demikian cuaca pada saat penerimaan laporan di Resort Tekenang pada jam tersebut turun hujan deras menyebabkan tim tidak dapat langsung melakukan survei lapangan (groundcheck). "Pada tanggal 24 Februari 2018 pukul 07.05 wib tim baru bisa berangkat dari Resort Tekenang menuju lokasi Karhutla tersebut" terang Ade Arif Kepala Daops Brigdalkarhut TaNa Bentarum saat dihubungi tim humas. Lebih lanjut, Ade menuturkan setibanya dilokasi titik api dengan koordinat N:0,76524 E:111.97197 tim segera melakukan pengukuran luas dan kondisi kebakaran (size up) dan dilanjutkan dengan pemadaman. Kali ini total personil yang diterjunkan untuk memadamkan api berjumlah 5 orang. Tim terdiri dari 1 orang MPA Desa Laut Tawang dan 4 orang anggota patroli rutin brigdalkalkarhut TaNa Bentarum. "Kebakaran berhasil dipadamkan dengan luasan 0.7 ha" jelas Ade. Selesai pemadaman, Tim bersepakat kembali ke Resort Tekenang tepat pukul 15.30 WIB dan akan melanjutkan proses pemadaman keesokan harinya dengan kegiatan mop up di lokasi kebakaran. Kejadian kebakaran ini menjadi yang ke-4 kalinya terjadi di Kawasan TN Danau Sentarum. Kesiapsiagaan Tim Brigdalkarhut dan MPA TaNa Bentarum menjadi kunci tidak meluasnya kebakaran hutan yang terjadi. Menutup wawancara dengan tim humas. Ade menghimbau masyarakat untuk tidak segan menghubungi Call Centre: 082158794140 ataupun Kantor Daops Brigdalkarhut TaNa Bentarum di Semitau. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Bersama Aparat Desa Survey Potensi Desa

Pangkalan Kerinci, 23 Februari 2018. Kepala SPTN II wilayah Baserah bersama anggota resort berkunjung ke Kantor Desa Gunung Melintang untuk bersilaturahmi dalam mempererat komunikasi dua arah yang sudah terjalin baik, sekaligus membahas mengenai kesepahaman pengelolaan TN.Tesso Nilo. Selain itu, Tim SPTN II wilayah Baserah bersama aparat desa setempat melakukan survey potensi desa, dengan menghasilkan beberapa poin rencana seperti pelatihan keterampilan masyarakat desa binaan; area lokasi pembudidayaan lebah madu di sekitar areal perkebunan tanaman tahunan milik warga dan pengembangan kegiatan objek daya tarik wisata alam (ODTWA) berupa danau yang berada di desa penyangga seperti wisata hobi-olahraga (memancing, outbond), dan wisata kuliner. Menurut Kepala SPTN II wilayah Baserah (Bpk Ibram Eddy Chandra ) hasil kunjungannya akan kembali dibahas bersama aparat desa yang lain dengan harapan dapat di wujudkan agar menjadi tujuan desa wisata yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Balai KSDA Kalimantan Selatan Ajak Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi Cegah Karhutla

Panyipatan, 24 Februari 2018, Desa Kandangan Lama Kec. Panyipatan Kab. Tanah Laut laksanakan kegiatan “Pembinaan dan Penyadartahuan Masyarakat desa sekitar kawasan konservasi tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan“. Acara ini dilaksanakan Petugas Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) bersama Koordinator Manggala Agni Prov. Kalsel, Polsek Panyipatan, Babinsa, tokoh masyarakat dan Camat Panyipatan. Acara dibuka Camat Panyipatan sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat setempat agar berperan aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan menjelang musim kemarau tahun 2018. Penyadartahuan ini di isi dengan pembinaan dan sosialisasi, diskusi dan tanya jawab dengan narasumber dari Balai KSDA Kalsel, Kapolsek Panyipatan dan Koordinator Manggala Agni Prov. Kalsel, peserta yang hadir sebanyak 30 (tiga puluh) orang dari masyarakat desa kandangan lama. Ini merupakan salah satu implementasi kegiatan RI-Norway lingkup Ditjen KSDAE, diharapkan kepada masyarakat bersama mitra dan Balai KSDA Kalimantan Selatan dapat berpartisipasi secara maksimal dalam pengendalian kebakaran hutan di sekitar kawasan konservasi. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Paket Sarang Burung Walet Ditemukan Petugas BBKSDA Sulawesi Selatan

Makassar 24 Februari 2018. Petugas Resort Bandara Balai Besar KSDA Sulawesi lakukan pemeriksaan bagasi milik penumpang dan menemukan paket yang berisi sarang burung wallet bersama petugas x- ray bandara Sultan Hasanuddin tanpa dilengkapi SATS-DN. Dari pengakuan pemilik paket tersebut diperoleh informasi tujuan pengiriman Pasuruan via bandara Juanda Surabaya. Paket sejumlah 1 (satu) koli dengan berat 20kg kemudian diamankan di Kantor Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan karena melanggar Peraturan Pemerintah no 8 tahun 1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar, pasal 42 ayat 1 dan pasal 63 ayat1 dan 2, Jo pasal 64 ayat 2 Peraturan Pemerintah no 12 tahun 2014 tentang jenis dan tarif PNBP yang berlaku pada kementerian Kehutanan Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel drh. Supriyanto memberikan apresiasi atas kesigapan petugas resort bandara dan petugas AVSEC bandara bagian X-Ray sehingga pengiriman paket tersebut dapat dicegah, beliau juga berpesan untuk menjaga kerjasama yang telah terjalin dengan baik ini sehingga kedepannya tidak lagi terjadi peredaran TSL secara illegal seperti ini di lingkup Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada umumnya dan di wilayah pemangkuan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan pada khususnya. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Balai KSDA Kalteng Evakuasi Orangutan Jantan Dari Sukamara

Palangkaraya, 24 Februari 2018. Pada hari sabtu tanggal 24 Februari 2018, Tim TRRC SKW II BKSDA Kalteng telah mengevakuasi 1 individu orangutan jantan dari Desa Sungai Raja Kec. Jelai, Kab. Sukamara, Kalimantan Tengah. Evakuasi ini dilakukan sebagai tindaklanjut laporan Bapak Krisno yang masuk ke Call Centre BKSDA Kalteng tentang gangguan orangutan pada satu hari sebelumnya (23/02/2018). Orangutan tersebut telah berada di lokasi yang merupakan lahan pertanian cetak sawah kurang lebih 15 hari, dan memakan tanaman tebu dan pisang milik warga. Keberadaan orangutan tersebut selain merusak tanaman warga, juga membuat masyarakat tidak berani beraktivitas di sawah. Disekitar lokasi konflik terdapat hutan dengan jarak 1,5 Km. Areal tersebut berstatus APL namun dengan kondisi berhutan sangat sedikit dan kesediaan pakan yang kurang, menyebabkan orangutan masuk ke lahan cetak sawah milik warga dengan tanaman padi, nanas, pisang dan jeruk. Setelah melakukan perjalanan darat selama 5 jam dari Pangkalan Bun dan melakukan penyisiran dan pencarian dilokasi konflik selama 4 jam, Tim TRCC SKW II bersama Kepala Desa Sungai Raja dan personil dari OF UK, akhirnya berhasil menemukan orangutan jantan seberat 90 Kg dengan usia berkisar 17 tahun dan selanjutnya mengevakuasi ke kantor SKW II di Pangkalan Bun. Saat ini Orangutan tersebut berada dikandang transit dan direncanakan akan di translokasi di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Safari Rombongan Balai Besar KSDA Sulsel ke TWA Nanggala III

Palopo, 24 Februari 2018. Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan rombongan melakukan kunjungan ke masyarakat yang berada dikawasan TWA Nanggala III. Dari hasil pertemuan dengan masyarakat tersebut tercetus permintaan masyarakat untuk memasukkan lahan dengan kemiringan 45 derajat yang telah diolah sejak TWA Nanggala belum ditunjuk menjadi Kawasan konservasi menjadi blok rimba, dan mereka juga berjanji untuk tidak melakukan penambahan luas, tapi tetap diperbolehkan untuk memanen hasilnya. Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel drh. Suprianto memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat tersebut yang secara langsung berakibat positif untuk kelestarian ekosistem. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Partisipasi Balai TN Bantimurung Bulusaraung di HUT ke -58 Kabupaten Pangkep

Bantimurung, 24 Februari 2018. Upacara puncak hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Pangkep ke-58 digelar di Desa Batara, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Kepala SPTN Wilayah I mewakili Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menghadiri upacara tersebut pada Sabtu (24/02/2018). Pada perayaan kali ini, mengusung tema “Dengan Kolaborasi Kita Mengentaskan Kemiskinan Melalui Pembangunan Desa Moderen yang Produktif dan Berkarakter.” Acara puncak hari jadi Kabupaten Pangkep ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Juga hadir Bupati dan Wakil Bupati Pangkep beserta jajarannya, Ketua DPRD Pangkep, dan Ketua Kejaksaan Pangkep. Tak ketinggalan Kepala Kepolisian Sektor Pangkep, para pimpinan UPT pusat di Pangkep, serta masyarakat Pangkep sendiri. Pada hari jadi kabupaten Pangkep kali ini menggelar serangkaian kegiatan yang dimulai beberapa minggu sebelumnya. Kegiatan yang digelar di antaranya dzikir bersama, anjangsana ke panti asuhan, peresmian proyek, festival kuliner serta pameran pembangunan. Sejumlah lomba juga dilaksanakan di antaranya lomba pidato tingkat SLTA dan lomba MTQ tingkat Kabupaten Pangkep. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung turut berpartisipasi pada pameran pembangunan yang digelar 22 sampai dengan 24 Februari 2018. Stan pameran taman nasional menampilkan potensi wisata unggulan yang berada di Pangkep. Adalah Kaawasan Wisata Leang Lonrong, Gua Kalibbong Aloa dan Kawasan Pendakian Bulusaraung mengisi tiap sudut stan ini. “Pada pameran kali ini kami membagikan sejumlah bibit kepada masyarakat yang mengunjungi stan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Bibit yang kami bagikan adalah jenis durian dan manggis. Tak kurang 200 batang yang bagikan kepada pengunjung,” ujar Iqbal Abadi Rasjid, Kepala SPTN Wilayah I Balocci. Semoga ke depan ikatan kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat terus terjalin untuk mendukung upaya konservasi di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sumber: Saiful Bahri – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Antisipasi Kebakaran Hutan, Tim Seksi Wilayah II Baserah Patroli Dan Sosialisasi

Riau, 23 February 2018 - Mamasuki musim kemarau, Tim Seksi Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo laksanakan kembali kegiatan rutin partroli Karhutla(22/02/18). Menggunakan uniform oranye tim berkeliling dikawasan rawan kebakaran hutan di resort Onangan Nilo Seksi Wilayah II Baserah. Tak hanya laksanakan patroli, masyarakat sekitar tak luput dari sasaran Tim Seksi Wilayah II guna memberikan sosialisasi tentang bahayanya dampak kebakaran hutan. Masyarakat sekitar menyambut maksud baik tim dengan tangan terbuka dan menanggapi sosialisasi dari tim dengan baik. “Kali ini kita memang memfokuskan partroli di daerah rawan kebakaran hutan, tadi kita lakukan patroli di Resort Onangan Nilo Seksi Wilayah II Baserah. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga dilakukan agar hutan tak hanya dijaga oleh petugas tapi juga oleh masyarakat, kita ingin mesyarakat tau bahwa kawasan hutan adalah tanggung jawab bersama” ucap Tomy Ady Wibowo, S.H selaku calon Polisi Hutan yang bertugas. Sumber : BTNTN
Baca Berita

Balai TN Bantimurung Bulusaraung Dukung Program Listrik Masuk Desa

Bantimurung, 23 Februari 2018. Bertempat di Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menanda tangani perjanjian kerjasama dengan PT. PLN (Persero) unit pelaksana proyek kontruksi Sulawesi Selatan. Penanda tanganan ini digelar pada hari Kamis (22/022018). Kerjasama dua intansi ini menyepakati ketentuan-ketentuan mendukung upaya pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di pedalaman. Tepatnya mendukung program listrik masuk desa. Pada acara penanda tanganan ini juga dihadiri oleh Kepala P3E Sulawesi Maluku, koordinator UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya ia berpesan bahwa perlu memperhatikan lingkungan sekitar dalam masa membangun jaringan. Membangunan di kawasan konservasi berbeda, karena harus mempertimbangkan satwa dan tumbuhan yang hidup di sekitarnya. Jaringan listrik yang akan dibangun berada di zona khusus kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Jaringan listrik ini akan menerangi 1.285 jiwa masyarakat Desa Pattanyamang. Desa enclave Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Manager PLN juga menyadari adanya konsekuensi dengan membangun di kawasan konservasi. “Kami akan menjalanankan amanat sesuai perjanjian. Termasuk akan mendukung kegiatan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ke depan. Menanam pohon dan meningkatkan kemampuan sumberdaya pengelolanya adalah beberapa hal yang akan kami lakukan,” tegas Tony Wahyu Wibowo, Manajer SDM dan Umum PT. PLN Wilayah Sulsel, Sulbar, dan Sultra. Kepala Balai taman nasional yang kami temui di sela-sela acara menerangkan beberapa hal. “Rencana pembangunan jaringan listrik ini berada di Kelurahan Mario Pulana dan Desa Pattanyamang, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Jaringan listrik yang akan di bangun PLN terbagi 2 segmen. Segmen pertama sepanjang 12.278 meter dan segmen keduanya sepanjang 1.640 meter,” ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Dasar perjanjian kerjasama kedua instansi ini sesuai dengan surat Direktur Jenderal KSDAE tertanggal 5 Februari 2018. Surat tersebut berisi tentang persetujuan kerjasama pembangunan jaringan listrik di zoan khusus kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Semoga dengan masuknya listrik di Desa Pattanyamang akan mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan ini. (mael) Sumber: Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Ekspedisi Deponway Kolaborasi BBKSDA Papua dan CPA Hiroshi

Jayapura 23 Februari 2018. Dalam kolaborasi antara Resort Tepera, Yewena, Yongsu Balai Besar KSDA Papua dan CPA Hiroshi (Club Pecinta Alam) Kabupaten Jayapura, 3 (tiga) orang personil Resort Tepera, Yewena, Yongsu mendampingi pendakian CPA Hiroshi, total pendaki sebanyak 11 orang menuju Puncak Deponway 1270 mdpl pada CA Pegunungan Cycloop. Pendakian dilakukan pada hari Jumat, 16 Februari 2018 dan kembali pada Sabtu 17 Februari 2018. Cuaca ekstrim saat mendaki membuat pendataan potensi sedikit terhambat, namun tidak sedikitpun menyurutkan semangat Tim untuk dapat mencapai puncak tepat pada hari yang sama jumat 16 Februari 2018, kicauan burung surga Cicinnurus magnificus juga turut menghibur dalam pendakian. Pendakian memakan waktu 10 jam perjalanan sedangkan waktu tempuh saat menuruni puncak adalah 12 jam. Penyambutan meriah yang diperankan oleh hujan dan petir saat setengah perjalanan dan malam saat tiba di puncak menambah kebahagiaan Tim karena telah berhasil melewati semuanya dan tiba di puncak dengan selamat. Menurut History masyarakat setempat, Deponway merupakan perawakan seorang laki-laki gagah yang adil dan mampu memberi penjagaan serta kehidupan bagi masyarakat Adat Tepera, Yewena, Yongsu. Pendakian ini bertujuan menyalurkan hobby sekaligus melakukan pencarian dan pendataan potensi yang terdapat didalam kawasan konservasi CA Pegunungan Cycloop. Diharapkan hasil dari pendakian ini adalah tetap terjaganya kelestarian Alam, khususnya kawasan konservasi serta nantinya para pendaki ini dapat turut menjadi penyebar pesan konservasi kepada khalayak, karena jelas bahwa alam adalah media teristimewa yang diciptakan oleh Tuhan agar kita bisa belajar banyak darinya dan dapat memanfaatkannya secara lestari bukan malah merusaknya hanya demi kepentingan pribadi jangka pendek. Sumber : Chandra I. LG, Ino dan Muthi M - BBKSDA Papua
Baca Berita

Dirjen KSDAE : Kita Akan Mengurus Hutan Dengan Cara yang Beradab

Besitang, 23 Februari 2018. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Ir. Wiratno, M.Sc. menghadiri acara Kongres Petani di kawasan Taman Nasional Gunug Leuser (TNGL) Resort Sekoci di Desa PIR ADB, Kec. Besitang. Acara yang diselenggarakan oleh belasan Kelompok Tani tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar TNGL, Misran, Tenaga Ahli Kementerian LHK, Staf Ahli Kementerian LHK, Forkopimda, Forkopimcam, Pasi Intel Yonif-8 Marinir, Kapten Mar Tri Hendarjatmo, Sultan Langkat, Azwar Abdul Djalil Rahmatsyah, akademisi, Ketua DPRD Langkat, Ralen S, dan ratusan warga. Pada kesempatan tersebut Dirjen KSDAE meminta maaf kepada masyarakat perambah atas adanya tindak kekerasan masa lalu dalam menyelesaikan konflik kehutanan. Beliau mengajak ratusan masyarakat untuk secara bersama-sama bersujud meminta maaf kepada Tuhan sekaligus alam “Mulai saat ini, kita akan menempuh cara yang beradab untuk mengurus hutan dengan pola restorasi partisipatif agar masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari kawasan hutan,” ujarnya. Kepala Balai TNGL memberikan apresiasi kepada masyarakat kelompok tani hutan atas diselenggarakannya kegiatan kongres tersebut. Beliau berharap masyarakat yang lebih utama untuk menjaga TNGL serta adanya MOU dengan pemerintah daerah untuk peningkatan fungsi taman nasional. Di pertengahan acara tersebut, Dirjen KSDAE secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada perwakilan Kelompok Tani, Hasan Sitepu dan dilanjutkan dengan melepas burung merpati sebagai simbol perdamian. Kemudian, selesai acara dilakukan penanaman pohon secara bersama di kawasan hutan TNGL Resort Sekoci. Sumber : Datin KSDAE
Baca Berita

Isi Kuliah Umum di Uniera, Ini Kata Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 23 Februari 2018. Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) bersama rombongan yang terdiri dari struktural dan fungsional melakukan kunjungan ke Universitas Halmahera di Tobelo, Halmahera Utara (23/2/18) dalam rangka silaturahmi dan menghadiri undangan untuk memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Kehutanan serta pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kuliah umum dibuka secara langsung oleh Rektor Uniera, Jubhar Christian Mangimbulude, Ph.D dan dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil Rektor IV, Dekan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa (FIATER) serta Kepala Program Studi, Radios Simanjuntak, S.Hut., M.Si. Hadir pula perwakilan dari universitas lain yang berada di Halmahera Utara, yaitu Universitas Hein Namotemo (Unhena) dan Politeknik Perdamaian Halmahera (Padamara). Dalam sambutannya, Rektor Uniera menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kedatangan Balai TNAL serta berharap agar tetap terjalin kemitraan sebagai dukungan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Materi kuliah umum yang diberikan Kepala Balai TNAL berjudul Potensi dan Pengelolaan TNAL. Dalam paparannya, Kepala Balai menyampaikan tentang 10 cara mengelola kawasan konservasi yang menjadi arahan Dirjen KSDAE serta jumlah dan sebaran kawasan konservasi di Indonesia selain memaparkan tentang potensi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Setelah kuliah umum selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baru, dimana PKS antara Uniera dengan Balai TNAL yang sebelumnya telah habis masa berlakunya. Rencana penandatanganan PKS tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2018 di Ternate bertepatan dengan Workshop Sinergisitas Pengelolaan TNAL. “Sesuai arahan Dirjen KSDAE, terdapat 4 (empat) prinsip tata kelola dalam pengelolaan, yaitu Keterbukaan, Partisipasi, Pertanggungjawaban kolektif serta Akuntabel, dimana perguruan tinggi ada didalamnya”, papar Wahyudi, Kepala Balai TNAL. “Semoga kegiatan seperti ini (kuliah umum) bisa kita laksanakan di universitas-universitas lainnya di Maluku Utara”, tutup Wahyudi. Peran universitas dalam pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) memang sangat penting, terlebih lagi dalam kegiatan penelitian dalam kawasan. Dimana hasil dari beragam penelitian tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengelolaan. Beberapa universtas yang selalu terlibat dalam kegiatan di TNAL antara lain Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah, Universitas Halmahera (Uniera), Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor dan beberapa universitas lainnya. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Ditandatangani Dirjen KSDAE, Dua Buku Burung TN. Aketajawe Lolobata Resmi Diterbitkan

Sofifi, 23 Februari 2018. Setelah menunggu sekitar 4 (empat) tahun dalam melakukan pengumpulan dokumentasi burung-burung dikawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), akhirnya pada tanggal 20 Februari 2018 buku burung yang disusun oleh Balai TNAL dengan resmi ditandatangani oleh Bapak Wiratno, Dirjen KSDAE di ruang kerja Dirjen KSDAE. Penandatanganan buku dilakukan di sela-sela acara Rapat Kerja Nasional tanggal 19-20 Februari 2018 di gedung Manggala Wana Bhakti di Jakarta. Terdapat 2 (dua) buah buku burung yang dibuat TNAL, yaitu buku yang berjudul Burung-Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan Buku Saku Pengamatan Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Perbedaan kedua buku tersebut terdapat pada ukuran dan isi, yaitu ukuran pada Buku Saku Pengamatan Burung lebih kecil dan berisi deskripsi singkat tentang informasi burung yang ada didalamnya, karena buku saku ini diperuntukkan bagi petugas lapangan ataupun masyarakat dan wisatawan yang hendak melakukan pengamatan burung di dalam kawasan. Tercatat sebanyak 77 jenis dan 34 famili burung yang berhasil didokumentasikan dalam buku Burung-Burung Taman Nasional Aketajawe Lolobata. “Alhamdulillah, lega rasanya bisa menyelesaikan buku burung ini”, ungkap David, Polisi Kehutanan yang menyusun buku ini. “Terima kasih kepada semua teman-teman yang telah mendukung, terutama kepada Adriel dan Pak Roji sebagai penyumbang foto terbanyak”, tambahnya. “Saya akan terus mendorong pegawai saya untuk berkarya, khususnya membuat buku-buku yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, karena buku adalah dokumen dan catatan terbaik teman-teman dilapangan”, kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Harmoni Pengelolaan SM Pulau Pasoso

Palu, 23 Februari 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah (BKSDA Sulteng) gelat rapat koordinasi Pengelolaan SM Pulau Pasoso Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Rabu (21/2/2017) bertempat diruang rapat kantor Balai KSDA Sulteng. Rapat yang dipimpin langsung Kepala Balai KSDA Sulteng, Ir. Noel Layuk Allo, MM, dihadiri Kepala seksi wilayah I Pangi dan Kepala seksi wilayah II Poso. Rapat koordinasi ini bertujuan agar tercipta keharmonisan dan sinergi mengenai pengelolaan SM Pulau Pasoso dan sekitarnya. SM Pulau Pasoso merupakan pulau kecil seluas 50,88 Ha yang terletak di Perairan Kabupaten Donggala, SM Pulau Pasoso memiliki potensi utama, yaitu merupakan tempat bertelur penyu dan habitat bagi kepiting kenari serta burung kakaktua jambul kuning. Diharapkan dengan adanya rapat koordinasi ini, pengelolaan SM Pulau Pasoso lebih terarah dan tidak terjadi tumpang tindih pengelolaan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah mengingat SM Pulau Pasoso dikelilingi oleh perairan yang merupakan wewenang dinas kkp sulteng Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Taman Nasional Tesso Nilo Tayang Di Jejak Petualang 2 Episode Berturut- Turut

Pangkalan kerinci, 23 Februari 2018 – Taman Nasional Tesso Nilo kedatangan tamu istimewa dari tim Jejak Petualang Trans 7. Tim Jejak Petualang datang khusus untuk meliput keanekaragaman flora fauna serta kebudayaan yang ada di kawasan hutan TN Tesso Nilo dan desa Penyangga. Selama 8 hari Tim Jejak Petualang Trans TV laksanakan kegiatan liputan mulai dari ekspedisi Taman Nasional, inventarisasi satwa dan tumbuhan, pemberdayaan masyarakat (lebah madu dan pembibitan tanaman hutan), budaya lokal, kuliner lokal dan patroli gajah serta perawatan gajah. Host serta tim crew dari Jejak petualang ikut serta pula dalam perawatan gajah seperti memandikan gajah disungai dan memberi makan anak gajah. Tak hanya berfokus pada satwa dan tumbuhan yang ada dikawasan hutan, tim juga sambangi lokasi pemberdayaan madu dan pembibitan tanaman hutan yang dikelola oleh masyarakat sekitar di zona pemanfaatan hutan . Tim Jejak Petualangan saat melaksanakan liputan juga didampingi oleh Polisi Hutan, Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi dan TNI setempat, serta mitra WWF dan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo. Banyaknya keanekaragaman dari kawasan hutan ditayangkan dalam dua episode berturut-turut pada tanggal 13 dan 20 Februari 2018. Sumber : BTNTN
Baca Berita

Balai KSDA Yogyakarta Perkenalkan Call Center dan SM Sermo Lebih Luas Bersama Bupati Kulonprogo

Yogyakarta, 23 Februari 2018, Balai KSDA Yogyakarta terus memperluas jaringan dan komunikasi dengan pemerintah daerah di DIY. Melalui kegiatan audiensi dengan Bupati Kulonprogo dr. Hasto Wardoyo, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Junita Parjanti, MT memperkenalkan kawasan konservasi lingkup Balai KSDA Yogyakarta yang ada di DIY. Empat kawasan konservasi di wilayah DIY yang menjadi tanggung jawab Balai KSDA Yogyakarta meliputi Suaka Margasatwa Paliyan di Gunungkidul, Cagar Alam Imogiri di Bantul, CA/TWA Batu Gamping di Sleman dan Suaka Margasatwa Sermo di Kulonprogo. Pada kesempatan kali ini coba diperkenalkan lebih dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa Sermo kepada Bupati Kulonprogo dan jajarannya. Terdapat banyak satwa yang dijumpai di SM Sermo, salah satunya adalah Kijang yang merupakan jenis satwa dilindungi dan harus dilestarikan. Lebih lanjut untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam menangani permasalahan kebakaran hutan, perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), perburuaan satwa, dan aduan masyarakat terkait permasalahan kawasan, Balai KSDA Yogyakarta telah membentuk quick response melalui call center yang siap memberikan layanan kepada masyarakat. Perkembangan saat ini menunjukkan beberapa masyarakat sudah sadar akan upaya konservasi satwa liar, seperti penyerahan buaya dari masyarakat. Pemeliharaan jenis satwa dilindungi harus melalui penangkaran dan tidak boleh melalui pemeliharaan. Saat ini terdapat dua lembaga konservasi di DIY yaitu Kebun Raya Kebun Binatang Gembira Loka dan Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta yang berada di Kulonprogo. Dalam pertemuan kali ini Bupati Kulonprogo yang didampingi Wakil Bupati, Drs Sutejo; Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, Arif Sudarmanto, SH,; Staf Ahli Kemasyarakat dan SDM (BKSDM), dr. Lestaryono; dan Staf Ahli Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, drh. Endang Purwaningrum Titi Lestari, mengapresiasi upaya konservasi khususnya di SM Sermo. Lebih lanjut Bupati Kulonprogo mengharapkan adanya pemanfaatan bagi masyarakat, sehingga SM Sermo dapat menjadi sumber kehidupan yang mensejahterakan masyarakat khusunya Desa Hargowilis dan Kokap yang memiliki tingkat kemiskinan tinggi. Harapannya slogan “Hutan Dapat Mensejahterakan Masyarakat” dapat terwujud. Keberadaan SM Sermo dapat menjadi multiplayer effect yang dapat mensejahterakan masyarakat. Untuk itu diperlukan adanya sinergisitas antar UPT yang ada di sekitar waduk sehingga dapat mewujudkan pengelolaan SM Sermo yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ditambah lagi dengan keberadaan calon bandara yang berlokasi di Kulonprogo membuka peluang meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Hal ini perlu diimabngi dengan pengemasan beberapa obyek wisata seperti SM Sermo agar lebih menarik. Namun demikian, berdasarkan pada peraturan perundangan yang berlaku, di kawasan SM Sermo hanya diperbolehkan untuk wisata terbatas, sehingga perlu perumusan lebih dalam mengenai mekanisme pemanfaatan kawasan SM Sermo agar masyarakat tidak sekedar menjadi penonton. Melalui kemitraan antara BKSDA Yogyakarta, Pemda DIY, Pemda Kulonprogo, masyarakat dan NGO diharapkan slogan hutan untuk kesejahteraan masyarakat akan terwujud di SM Sermo. Sumber : Kusmardiastuti, PEH Muda BKSDA Yogyakarta

Menampilkan 8.737–8.752 dari 11.140 publikasi