Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Evaluasi Balai TN Bukit Baka Bukit Raya Perkuat Pelestarian Orangutan

Sintang, 27 Februari 2018. Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Pelestarian Orangutan Kalimantan dan Habitatnya di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan bentuk tanggungjawab dan kepedulian pelestarian Orangutan Kalimantan, juga kelanjutan kerjasama antara Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Kalimantan (BOS Foundation). “Kegiatan ini akan memberikan Evaluasi terhadap pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan 2017-2018 sehingga pelaksanaan di tahun 2018-2019 bisa diantisipasi dan program yang akan dilaksanakan bisa lebih sukses, selain itu program ini dapat mendukung kegiatan pengamanan kawasan dengan menambah jangkauan kegiatan patroli dan keberadaan petugas di lapangan” tegas Ir. Heru Raharjo Kepala Balai TNBBR saat memberikan arahan pada pembukaan kegiatan tersebut. Staf Balai TN Bukit Baka Bukit Raya, Seksi PTN Wilayah II Kasongan, dan BOS Foundation yaitu Bapak Denny Kurniawan dan Bapak Matsuyoko dari BOSF-Nyaru Menteng serta Bapak Baba S.B. dan Bapak Agung Wahyu Wasisto dari BOSF-Headquarters Bogor turut hadir mengikuti kegiatan. Keberhasilan kegiatan kerjasama ini mencakup persiapan dalam rangka pelepasliaran, perijinan, persiapan infrastruktur, penyusunan protokol pelepasliaran, perekrutan karyawan PRM dan dukungan masyarakat berupa Sosialisasi Rencana pelepasliaran di 7 (tujuh) desa di sekitar TNBBBR dan sudah memperoleh rekomendasi/persetujuan dari 5 desa; pelepasliaran dan monitoring orangutan pasca pelepasliaran dengan kandidat realese sebanyak 80 (delapan puluh) individu di kawasan TN Bukit Baka Bukit Raya dengan fokus area di Sei Bemban dan Sei Mahalat Resort Tumbang Hiran SPTN Wilayah II Kasongan dengan target sampai dengan Bulan Agustus 2018 Balai sebanyak 64 (enam puluh empat) individu dan yang sudah dirilis sampai dengan Januari 2018 adalah sebanyak 28 (dua puluh delapan ) individu; untuk Pengamanan Kawasan juga telah dilakukan kegiatan Patroli Bersama Kawasan Pelepas Liaran; Pelatihan Komunikasi Dan Publikasi serta Pengenalan Best Management Practise (BMP) sebagai upaya memperluas kemitraan dengan pemerintah, perusahaan dan masyarakat untuk mengintegrasikan rencana pembangunan yang mendukung konservasi orangutan dan habitatnya di TNBBBR; pemberdayaan masyarakat; serta kegiatan edukasi dan penyadartahuan untuk anak usia dini. Program kerjasasama ini masih menghadapi kendala-kendala dengan masih adanya aktivitas masyarakat di wilayah Sungai Mahalat (kegiatan PETI) maka pelepasliaran perlu peningkatan pengamanan di lokasi dan harus segera ditangani; kesulitan dalam monitoring pasca pelepasliaran orangutan walau sudah dipasang microchip dan transmitter; terlambatnya penyampaian berkas untuk kelengkapan pengurusan SIMAKSI dan belum tersedia pondok monitoring yang representative dalam mendukung monitoring orangutan (humas BTNBBBR). Sumber : Balai TN Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Dua Sejoli Diserahkan Ke Petugas Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 27 Februari 2018. Adi, 28 tahun seorang warga Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan dengan sukarela menyerahkan dua ekor beruang (Helarctos malayanus) kepada Balai Besar KSDA Riau pada hari Senin, 26 Februari 2018. Kedua beruang tersebut berumur sekitar 4 tahun, berjenis kelamin jantan dan betina. Penjemputan kedua beruang dilakukan oleh Tim yang dipimpin oleh Murmaidin Putrapper, Polisi Kehutanan pada Balai Besar KSDA Riau. Menurut keterangan Adi, satwa dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa tersebut diperolehnya pada saat yang bersangkutan melakukan pembersihan kebun sawit di Bunut sekitar tiga tahun yang lalu. Saat ditemukan beruang masih sangat kecil dan ditinggalkan oleh induknya. Balai Besar KSDA Riau menghimbau kepada masyarakat agar tidak menangkap dan atau memburu binatang liar di hutan untuk iseng, hobi, kesenangan atau diperjualbalikan. Karena hal ini bertentangan dengan UU No. 5 Tahun 1990 dimana pada Pasal 40 bagi yang melanggar dapat dipenjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak 100 juta rupiah. Melalui media sosial dan mitra media lain Balai Besar KSDA Riau juga menyampaikan bahwa selain satwa merupakan penyeimbang ekosistem kehidupan alam, tidak dipungkiri bahwa satwa liar memiliki penyakit bawaan yang bersifat zoonosis atau menular pada manusia. Oleh sebab itu kepada masyarakat yang menemukan dan atau masih memelihara satwa liar agar menyerahkan kepada petugas Balai Besar KSDA Riau melalui Call Center 081374742981 untuk dilepasliarkan ke habitatnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai TN Matalawa Fasilitasi Pembentukan "Wai Nguru"

Waingapu, 27 Februari 2018. Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) memfasilitasi kebutuhan masyarakat Desa Wanggameti dalam pemanfaatan Sumber Daya Air yang bersumber dari kawasan dengan kegiatan pembentukan kelompok pemanfaat air. Pembentukan kelompok masyarakat ini merupakan salah satu prosedur yang ditempuh agar dapat memperoleh izin pemanfaatan air dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan No P.64/ Menhut II/2013 terkait tentang pemanfaatan air dan energi air di Suaka Marga Satwa, Taman Nasional, Tahura dan Taman Wisata Alam. Pembentukan Kelompok pemanfaat air di Desa Wanggameti pun sudah terealisasi yang dihadiri oleh perangkat desa, masyarakat serta Balai TN MATALAWA selaku pendamping masyarakat, dengan nama kelompok yang terbentuk "Wai Nguru". Kelompok Pemanfaat Air ini dibentuk untuk optimalisasi pemanfaatan air dan energi air selaku desa penyangga Taman Nasional Matalawa. Masyarakat merasa senang dan berharap bahwa pembentukan kelompok ini bisa mewujudkan adanya listrik di Desa Wanggameti. Masyarakat berkomitmen untuk menjaga kelestarian hutan agar air stabil mengalir dan menjadi energi listrik yang menerangi Desa Wanggameti. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Menghantarkan Kebebasan Si Elang Wira Ke Tahura Bunder Jogja

GUNUNGKIDUL 25/2/208– Seekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), siap dilepas ke alam bebas setelah dihabituasi selama hampir sepekan di Stasiun Flora Fauna – Taman Hutan Raya Bunder, Gunung Kidul. Elang berjenis kelamin jantan yang diberi nama Wira milik BKSDA Yogyakarta tersebut sebelumnya menjalani proses rehabilitasi sejak 18 November 2013 salah satu lembaga konservasi yaitu Wildlife Rescue Centre (WRC) Jogja – YKAY. Pelepasliaran ini istimewa karena mendapat dukungan dari drh Tauhid dan Dr drh. Wisnu Nurcahyo Fakultas Kedokteran Hewan Univ. Gadjah Mada berupa satelite tracking yang nantinya dipasang di punggung elang brontok. Pemasangan satellite tracking ini sendiri diharapkan dapat memberikan data terkait spesies elang tersebut. Ceremony pelepasliaran dihadiri oleh Dirjen KSDAE Ir. Wiratno M.Sc, Dirkrimsus Polda DIY, Ka Balai Tahura Bunder, jajaran Muspika, mitra BKSDA Yogyakarta dan masyarakat. Disela-sela ceremony, Wiratno menjelaskan bahwa Kegiatan pelepasliaran ini harus didukung dikarenakan elang berhak hidup di ekosistemnya. Di DIY banyak sekali padahal kota pendidikan. Saya himbau masyarakat tidak menggunakan senapan angin, dan tidak memelihara burung-burung yang dilindungi oleh undang-undang,”. Ir. Junita juga menambahkan bahwa selama masa habituasi di tempat akan dilepasliarkannya elang Brontok bernama Wira tersebut data yang diperoleh dari para relawan adalah positif. “Positif, selama habituasi data pengamatan yang diperoleh oleh teman-teman relawan dari Tim Percepatan Pelepasliaran Elang Jogja bahwa elang bernama Wira ini bagus. Wira teramati cukup aktif setelah dipindahkan dari tempat rehabilitasi di WRC Jogja, site milik YKAY ke kandang habituasi ini. Aktivitas pergerakan elang selama di kandang habituasi bagus, aktif kemudian respon terhadap pakan hidup juga baik. Jadi secara umum Wira bisa beradaptasi di calon tempat tinggalnya yang baru di alam bebas dengan baik. Semoga elang brontok yang kita release hari ini dapat bertahan dan semoga menemukan pasangannya sehingga dapat menambah populasi elang liar di alam”, papar Ir. Junita Program pelepasliaran ini merupakan program bersama antar lembaga guna mempercepat proses pelepasliaran jenis burung pemangsa kembali kealam, khususnya burung pemangsa yang ada di pusat rehabilitasi di D.I.Yogyakarta. Adapun lembaga yang terlibat adalah BKSDA Yogyakarta, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ), Raptor Indonesia (RAIN), YKEI/Suaka Elang, Center for Orangutan Protection (COP), Yayasan Kutilang, Yayasan ACTION Indonesia. pelepasliaran ini. Sumber : Andie Chandra Herwanto PEH BKSDA Yogyakarta
Baca Berita

Peringati Hari Jadi Ke 26, BTN Ujung Kulon Release Hasil Monitoring Badak

Serang (26/2/18). Taman Nasional Ujung Kulon peringatan hari jadi ke 26, Senin 26 Februari 2018 di hotel S’Rizky, Pandeglang, yang sekaligus release hasil monitoring badak jawa tahun 2017. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Pandeglang, Dirjen KSDAE yang diwakili oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Kepala Dinas LHK provinsi Banten serta para tamu undangan lainnya. Pada acara Release Hasil Monitoring Badak Jawa Tahun 2017 di adakan Talkshow yang dipandu oleh Wadil, Krakatau Radio. Narasumber Talkshow diantaranya Ibu Bupati Kabupaten Pandeglang , Dirjen KSDAE yang diwakili oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati , Dr. U. Mamat Rahmat, S.Hut,M.P. (Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon) dan Dr. Ir. Bambang Novi W., M.Si. Selain Talkshow, pada puncak acara puncak peringatan hari jadi Taman Nasional Ujung kulon ke 26 dilakukan potong tumpeng yang dilakukan oleh Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon yang di serahkan kepada Ibu Bupati Kabupaten Pandeglang , Dirjen KSDAE yang diwakili oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati dan Dr. Ir. Bambang Novi W., M.Si. Setelah potong tumpeng video-video ucapan untuk hari jadi Taman Nasional Ujung Kulon di tayangkan pada akhir acara kegiatan. “SELAMAT HARI JADI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON KE 26, MASYARAKAT NGEJO LEUWEUNG HEJO” Sumber: BTN Ujung Kulon
Baca Berita

Pelatihan Kerajinan Bambu Untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Binaan TN Matalawa

Waingapu (26/2/18). Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MaTaLaWa) menciptakan usaha ekonomi produktif di Desa sekitar kawasan Taman Nasional MATALAWA. Peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan dalam bentuk pelatihan kerajinan bambu yang dilaksanakan di Waingapu – Sumba Timur selama 3 (tiga) hari pada tanggal 23 – 25 Februari 2018. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat desa sebanyak 20 (dua puluh) orang yang berasal dari 8 (delapan) desa binaan Balai TN. Matalawa yang merupakan keterwakilan dari kelompok masyarakat binaan yaitu Desa Katikuloku, Desa Rewa Rara, Desa Modu Waimaringu, Desa Padiratana, Desa Kambata Wundut, Desa Umamanu, Desa Persiapan Laputi dan Desa Nangga. Pemilihan Narasumber sebagai pengajar selama pelatihan ini didatangkan khusus dari Jawa Barat yang memilik jam terbang tinggi dengan hasil karya yang sangat apik sekali (tujuan ekspor). Hal ini merupakan langkah dalam mewujudkan daya saing, inovasi dan kreatifitas masyarakat sebagai pengrajin yang handal. Mengawali pelatihan ini, narasumber menjelaskan teori mengenai pengenalan bambu dan bagian – bagian bambu yang dapat dimanfaatkan dalam kerajinan bambu serta pengenalan alat dan teknik dasar dalam melakukan proses pengolahan bambu menjadi produk kerajinan. Selama proses pelatihan, antusiasme tinggi peserta ditunjukkan dengan aktif bertanya kepada narasumber dan menghasilkan produk – produk selama pelatihan berlangsung tanpa mengenal lelah dan waktu. Produk – produk yang dihasilkan diantaranya adalah pembuatan 1 (satu) set meja kursi, tempat bolpoint, gelas, asbak dan tempat lampu dinding. Dalam penutupnya Bapak Maman Surahman, S.Hut., M.Si, Kepala Balai TN. Matalawa memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada peserta selama mengikuti pelatihan. Surahman menyampaikan bahwa setelah pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta agar dapat menciptakan inovasi, kreatifitas dan menghasilkan produk dari bambu ini. Tidak tanggung - tanggung Balai TN. Matalawa akan membantu dalam memfasilitasi pemasaran hasil produk kerajinan bambu oleh masyarakat baik melalui pembuatan 3 (tiga) kios yang berada di Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur dan pemasaran secara online. Sebagai penutup Kepala Balai TN. Matalawa menyerahkan sertifikat, bantuan peralatan dasar pembuatan kerajinan bambu dan buku informasi mengenai pengolahan bambu menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual baik pasaran lokal maupun mancanegara dengan harapan yaitu terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat desa binaan sebagai pengrajin bambu yang handal dan inovatif di Pulau Sumba. Sumber: TN Matalawa
Baca Berita

Taman Nasional Tesso Nilo Jadi Incaran Praktek Kerja Mahasiswa

Pangkalan kerinci, 26 Februari 2018. Potensi dan kekayaan alam baik flora maupun fauna dari kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo menjadi sasaran para civitas akademika untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan. Pada periode bulan Februari hingga maret 2018, kawasan hutan dimasuki beberapa mahasiswa yang bukan hanya dari Provinsi Riau, akan tetapi juga dari mahasiswa luar Provinsi Riau. Pada bulan Februari sampai dengan Maret ini kawasan hutan dijadikan lapangan praktek oleh mahasiswa Universitas Lancang Kuning dan Universitas Sumatera Utara. Pada kegiatan praktek yang dilakukan, para mahasiswa dibimbing oleh Staf Balai TN. Tesso Nilo. Mahasiswa-mahasiwa diajak untuk bekerja sama dan ikut serta dalam pengembangan potensi wisata, patroli kebakaran, patroli pengamanan, monitoring keanekaragaman hayati dan pengelolaan budidaya lebah madu. “Dengan tangan terbuka kita persilahkan dan dukung para mahasiswa atau para peneliti untuk masuk kawasan hutan, selagi kegiatan tersebut bermanfaat akan kita berikan izin untuk memasuki hutan tentunya juga dengan prosedur yang sudah kita tetapkan”, ucap Kepala Urusan Humas Andi Kusumo, S.Si, M.Si. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

29 Ekor Satwa dilindungi Undang-undang disikat Patroli Gabungan Polhut

Jakarta Kamis 22 Februari 2018, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai KSDA Jakarta memimpin langsung Kegiatan Patroli Gabungan Peredaran TSL di wilayah kerja Balai KSDA Jakarta, bersama Polisi Kehutanan dari PPHLHK, dan Polisi Kehutanan dari Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta Kamis siang di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. Upaya penertiban peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dilindungi Undang-undang itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat melalui call center BKSDA DKI (+62 812-8964-3727) yang siap 24 jam untuk menerima aduan dari masyarakat tentang perdagangan satwa liar dan permasalah dibidang konservasi. Untuk kepastian titik lokasi maka dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan/intelijen oleh Polhut dari PPLHK yang berhasil memetakan tempat terjadinya pelanggaran terhadap UU. No 5 Tahun 1990 di Perumahan Elit Jl. Walet Elok V No. 22 Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara. Adapun satwa-satwa yang berhasil disita petugas antara lain: 5 ekor Nuri Kepala Hitam ( Lorius lory), 6 ekor Jalak bali (Leucopsar rotschildi) , 3 ekor Elang yang terdiri dari 2 ekor Elang Bido (Spilornis cheela) dan 1 ekor Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), 1 ekor Surili (Presbytis comata), 7 ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), 2 ekor Bayan (Lorius roratus), 4 ekor Kakatua Jambul Kuning yang terdiri dari 3 ekor (Cacatua sulphurea) dan 1 ekor (Cacatua galerita triton), 1 ekor Cendrawasih Raja ( Cicinnurus regius). Sambil menunggu proses hukum yang sedang berlangsung, selanjutnya satwa-satwa tersebut untuk sementara dititipkan di PPS Tegal Alur. (gie)
Baca Berita

Balai TN Bunaken Bina Ekonomi Kreatif Masyarakat

Manado, 26 Februari 2018. Bertempat di Golden Lake Resort, Balai Taman Nasional Bunaken lakukan kegiatan pembinaan ekonomi kreatif masyarakat di penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken (Senin, 26/02/2018). Pembinaan ekonomi kreatif merupakan tindaklanjut dari pendampingan kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi implementasi role model Pengembangan Pemanfaatan Zona Tradisional Untuk Ekowisata Bersama Masyarakat. Peserta pembinaan ekonomi kreatif terdiri dari perwakilan kelompok binaan yaitu Cahaya Tatapaan dan Cahaya Trans serta kelompok masyarakat melalui Kader Konservasi, kelompok perikanan, serta kelompok perempuan pesisir yang berada di penyangga Taman Nasional Bunaken, dengan jumlah peserta terundang sebanyak 60 orang. Adapun Narasumber dalam pembinaan berasa dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, Fasilitator Forum Tata Kelola Destinasi (FTKP/ DMO Bunaken), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara. Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakan ekonomi. Dukungan secara global saat ini, atau kita mengistilahkan “Jaman Now” pada era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi pada berbagai tempat di dunia, sehingga masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam di Taman Nasional Bunaken perlu dikembangkan dan terus dibina agar mampu memasuki dunia persaingan pasar. Pengembangan ekonomi kreatif oleh kelompok-kelompok masyarakat yang bermukim di penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken menjadi penting manakala dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemanfaatan kawasan dengan melihat potensi, daya dukung, dan kelestarian lingkungan, hal tersebut menempatkan masyarakat sebagai obyek utama dalam pembangunan. Kepala Balai TN Bunaken (Dr. Farianna Prabandari) dalam sambutan pembukaan pembinaan ekonomi kreatif “bahwa masyarakat adalah pelaku pembangunan, harus mampu menjadi interpreter pada desa yang ada di wilayahnya, sehingga dapat bersaing dan dapat menjelaskan potensi desa yang ada”. Sisi lain Prof. Dr. Winda Mercedes Mingkid, selaku Fasilitator FTKP/ DMO Bunaken dan narasumber Lingkungan dan Pariwisata Berkelanjutan menyampaikan bahwa prinsip pariwisata berkelanjutan antara lain “Memanfaatkan sumberdaya lingkungan yang menjadi elemen kunci dalam pembangunan pariwisata secara optimal, menjaga ekologi proses penting, dan membantu mengkonservasikan pusaka alam dan pusaka keanekaragaman hayati, hal tersebut sebagimana sasaran pariwisata nasional adalah Pro poor, pro growth, pro job, dan pro environment yakni pariwisata yang meningkatkan kualitas hidup, memperkuat nilai sosial dan budaya serta menciptakan nilai tambah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam menjalankan strategi pembinaan dan pengawasan wirausaha kreatif dalam bentuk (1). Pemanfaatan teknologi, Inovasi dan kreativitas, (2). Mengoptimalkan ketersediaan sumber daya industri kreatif, (3). Membuka peluang kerjasama dan kemitraan, (4). Mendorong peran pemerintah dalam pembinaan industri kreatif. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan (Romal Massie) berbagai macam kegiatan wisata didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan baik yang disediakan oleh Masyarakat, Pengusaha dan Pemerintah. Kami berharap dengan pembinaan usaha ekonomi kreatif bagi masyarakat penyangga di kawasan Taman Nasional Bunaken memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tambah dan perekonomian. Sumber : Eko Wahyu Handoyo - PEH Balai TN Bunaken
Baca Berita

Kantor Resort Totoprojo Balai TN Way Kambas Kedatangan Tamu Tak Diundang

Labuhan Ratu, 25 Februari 2018. Setelah beberapa hari diguyur hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, aliran sungai Way Pegadungan dan Way Sukadana yang merupakan sungai yang berbatasan langsung dengan TN Way Kambas, meningkat permukaan airnya. Kantor Resort Totoprojo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah II Bungur TN Way Kambas yang berada tepat ditepian aliran sungai Way Sukadana juga tak luput dari serangan banjir, pada hari Jum’at 23 Februari 2018 air banjir sempat masuk ke dalam ruangan kantor setinggi 30 sentimeter. Sementara di bagian depan kantor yang merupakan akses jalan umum tetapi pada posisi lebih rendah kedalaman air banjir mencapai 1 meter, sehingga untuk beraktifitas masyarakat menggunakan perahu/rakit untuk menuju tempat bekerja. Sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai petani tidak dapat melakukan aktifitas pertaniannya karena lahannya terendam banjir, untuk sementara mereka bergotong royong membantu aktifitas penyeberangan dengan perahu/rakit. “Hampir setiap tahun, dimana curah hujan tinggi, aliran sungai Way Sukadana dan Way Pegadungan naik permukaan airnya. Dapat dipastikan beberapa titik lokasi yang rendah akan terendam banjir. Salah satunya dititik lokasi sekitaran kantor Resort Totoprojo ini, beruntung sepanjang tepian sungai sudah dibangun tanggul oleh pemerintah. Dahulu sebelum ada tanggul, banjir lebih parah dari sekarang,” ujar bapak Drs. Patris Salim selaku Kepala Seksi PTN wilayah II Bungur TNWK. “Untuk mengantisipasi dampak yang timbul maka ditugaskan beberapa petugas piket polhut, staf maupun MMP (masyarakat mitra polhut) melakukan pemantauan dan penjagaan terhadap kemungkinan adanya peningkatan permukaan air banjir dan juga mengamankan beberapa Barang Milik Negara yang terendam banjir ke tempat yang aman,” instruksi bapak Subakir, SH. MH. Kepala Balai TN Way Kambas. Sumber : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Partisipasi "Bali Biggest Clean Up", Bali Barat Hasilkan 1.379 Kg Sampah

Gilimanuk, Sabtu, 24 Februari 2018. Dlm rangka memperingati HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, dan turut partisipasi dlm "Bali Biggest Clean Up" yang diadakan serentak di Bali, pada hari Sabtu, 24 Februari 2018, Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB) mengadakan aksi bersih pantai (beach clean up) di kawasan taman nasional. Aksi bersih pantai (beach clean up) dilakukan serentak di 4 (empat) lokasi kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dengan hasil total sebanyak 1.379 kg sampah plastik dan sampah anorganik lainnya. Rincian lokasi dan hasil sampah yang diperoleh adalah sebagai berikut : Pantai Pulau Menjangan (560 Kg), Pantai Karangsewu (344 Kg), Pantai Prapat Agung (225 Kg), dan Pantai Teluk Terima (250 Kg). Kegiatan beach clean up ini diikuti oleh 204 orang partisipan yang berasal dari : pegawai/karyawan TNBB, pemandu wisata, driver perahu wisata, Bali Starling Volunteer (BSV), Friends of Menjangan (FoM), Clean Menjangan Island (CMI), Hotel (Nusa Bay, Plataran Menjangan, Menjangan Resort, Bali Dinasty, Mimpi Resort, Naya Gawana), Siswa sekolah SMK 4 Negara, Kelompok Nelayan Karangsewu, Kube Segara Merta, mahasiswa PKL, dll. Jenis sampah yang berhasil diperoleh antara lain : kantong plastik, botol plastik, botol kaca, bekas wadah popmie, pampers, bungkus snack, plastik detergen, stereofoam, kain/pakaian bekas, ban mobil, dll Setelah ditimbang dan dicatat, sampah yang berhasil dikumpulkan sebagian ditampung di bangunan pemilah sampah untuk nantinya di pilah. Sisa yang tdk dapat dipilah di buang di TPS terdekat. Kegiatan aksi bersih (clean up) ini juga dimaksudkan sebagai sarana membangun kepedulian masyarakat. Harapannya semakin banyak masyarakat yang peduli akan masalah sampah ini. Di tahun 2018 ini, pengendalian sampah plastik/anorganik di TNBB merupakan role model yang harus dapat diselesaikan. Kepala Balai TNBB telah menandatangani kontrak kerja dengan Dirjen KSDAE untuk penyelesaian masalah sampah di kawasan taman nasional. Sumber : TNBB
Baca Berita

Pendampingan Masyarakat Untuk Pengembangan Paket Ekowisata Jalak Bali (Role Model)

Sumberklampok, Jumat, 23 Februari 2018. Dalam rangka mendukung Role Model Paket Ekowisata Jalak Bali Berbasis Masyarakat yang mengambil lokasi salah satunya di Desa Sumberklampok, Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB) melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sawo Kecik. KTH Sawo Kecik adalah kelompok masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial dan kegiatan usaha ekonomi produktif di Desa Sumberklampok. Saat ini, kelompok mulai aktif bergerak dalam pengembangan wisata desa dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pendampingan dilakukan oleh petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Buleleng. Pendampingan pada Jumat sore ini dihadiri oleh Ketua kelompok, Achmat Yanto, pembina kelompok, Istiyarto Ismu, dan anggota kelompok sebanyak 35 orang. Dalam pendampingan ini Kepala SPTN Wilayah 2 Buleleng, Ir. Hartatik turut hadir bersama staf polhut dan PEH SPTN 2. Dalam kesempatan ini para pendamping memberikan pemahaman tentang cara berorganisasi yang baik dan bagaimana merencanakan aksi bersama untuk mencapai tujuan. KTH Sawo Kecik saat ini memiliki empat bidang organisasi yaitu; edukasi, budidaya, wisata, dan perawatan tanaman. Masing masing telah mempunyai program yang sudah berjalan dan saling terkait. Kegiatan KTH Sawo Kecik utamanya berada pada hutan tanaman Sawo Kecik yg berada di wilayah kerja Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Sumberklampok, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Utara, Dinas Kehutanan Propinsi Bali. Selain membahas pengembangan kelompok ke bidang usaha wisata, pendampingan juga dilakukan dengan membuat rencana aksi. Rencana aksi dalam waktu dekat ini antara lain berupa pembuat stup untuk tujuan budidaya lebah madu. Diharapkan aktifitas budidaya ini nantinya juga dapat mendukung kegiatan wisata dan edukasi berupa adopsi rumah lebah madu, melengkapi adopsi pohon yg telah berjalan. Pembuatan stup lebah madu rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2018. Harapan bersama dari adanya kelompok ini nantinya adalah berupa kesiapan masyarakat Desa Sumberklampok dalam membuat destinasi berupa paket ekowisata Jalak Bali berbasis masyarakat. Sumber : Sugiarto, PEH TNBB
Baca Berita

Saatnya Kerja Bersama Lestarikan Hutan dan Lingkungan Hidup

Bantimurung, 25 Februari 2018. Bertempat di Pendopo Kantor Bupati Maros, pengurus Forum Kader Konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menggelar rapat sekaligus pelantikan pengurus baru. Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini digelar pada Sabtu (24 Februari 2018). Pada pelantikan pengurus baru ini hadir Bupati Maros, Ketua DPRD Maros, Komandan Kodim 1422 Maros, dan Kapolres Maros. Kepala P3E Sulawesi Maluku dan Balai PSKL juga hadir. Ketua KNPI Maros, Forum Bela Negara, PT. Semen Bosowa, LBH Maros, PMI Maros, dan sejumlah Kelompok Pecinta Alam Maros-Pangkep juga turut memeriahkan acara ini. Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melantik pengurus baru untuk periode kerja 2018 – 2020. Anggota forum kader ini sebanyak 120 orang dengan profesi dan multi latar belakang yang beragam. Pejabat yang mewakili Bupati Maros (Asisten I) memaparkan perlunya bergerak bersama dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup terutama dalam menjaga kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sulawesi juga mengajak anggota forum kader ini untuk terlibat dalam sejumlah program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Anggota forum ini harus bisa ikut terlibat dalam kegiatan kementerian ini. Di kantor kami sendiri ada program yang membutuhkan perhatian dari banyak pihak seperti Program Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Rakyat, Hutan Adat, dan Kemitraan,” ujar Muchksin, Kepala Balai PSKL Wilayah Sulawesi. Kepala Balai Taman Nasioal Bantimurung Bulusaraung menegaskan bahwa FK2TN Babul merupakan binaan taman nasional, oleh karenanya sebisa mungkin berperan serta dalam kegiatan positif terkait konservasi di mana pun berada. Besar harapan kami instansi terkait dapat turut membina forum ini dalam melaksanakan kegiatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. “Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan pihak-pihak terkait atas perhatiannya kepada forum ini. kami siap bekerja dengan baik dan ikhlas demi lestarinya lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Nulkarim, Ketua FK2TN Babul. Setelah pelantikan pengurus FK2TN Babul kemudian melanjutkan rapat terbatas antar anggota forum. Semoga dengan resminya pengurus baru forum ini akan menambah semangat dalam bekerja bersama menjaga lestarinya hutan dan lingkungan hidup. Sumber: Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Penanaman 1001 Pohon

Labuhan Ratu, 23 Februari 2018. 56 (lima puluh enam) orang mahasiswa Universitas Lampung dari berbagai program studi yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur melakukan aksi penanaman 1001 pohon di Taman Nasional Way Kambas dan desa penyangga sekitar kawasan konservasi. Jenis bibit yang di tanam ada mentru/puspa, ketapang, dan akasia. Penanaman di Pusat Latihan Gajah TN Way Kambas di pimpin langsung oleh Kepala Balai TN Way Kambas, Subakir, SH. MH. “Jenis bibit pohon endemik saja yang di tanam di dalam kawasan konservasi TN Way Kambas, yaitu mentru dan ketapang, untuk jenis akasia di bagikan ke desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi,” tegas bapak Subakir. Ada 8 desa di Kecamatan Labuhan Ratu yang mendapat bibit pohon yang dibawa mahasiswa KKN Unila ini, bibit-bibit ini adalah hasil persemaian Kebun Bibit Rakyat di Kalianda Lampung Selatan. Bersamaan juga dengan kegiatan ini, Wakapolda Lampung didampingi Dirkrimsus dan Kapolres Lampung Timur sedang lakukan kunjungan kerja ke TN Way Kambas sekaligus ikut serta menanam pohon di PLG TN Way Kambas “Berkarya dan Berinovasi untuk Bangsa”sebagai tema KKN Mahasiswa Unila kali ini, semoga semakin banyak lagi generasi muda yang peduli terhadap pelestarian alam. Ayo Menanam Pohon. Sumber : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Direktorat PIKA Supervisi Penyusunan Penataan Blok di BBKSDA Papua Barat

Sorong, 13 Februari 2018. Ruang rapat Balai Besar KSDA Papua Barat adakan Bimbingan Teknis/Supervisi terkait Penyusunan Penataan Blok selama 2 hari pada tanggal 12-13 Pebruari 2018. Kegiatan ini dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat dengan peserta + 25 orang terdiri dari Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Papua Barat , Kepala Bidang Wilayah Balai Besar KSDA Papua Barat, Kepala Seksi Wilayah Balai Besar KSDA Papua Barat , Kepala Seksi P3 Balai Besar KSDA Papua Barat, Tim Penyusun Dokumen Blok dan beberapa staf teknis Balai Besar KSDA Papua Barat. Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat yang dalam hal diwakili oleh Kepala Bidang Wilayah I, dengan diikuti peserta dari beberapa eselon 4 dan staf teknis yang terkait dalam penyusunan blok. Hari pertama, penyampaian materi dari BBKSDA Papua Barat yang berjudul progress pengukuhan dan penataan batas kawasan konservasi di Papua Barat dilanjutkan dengan materi dari Tim Bimtek /Supervisi Penataan Blok Sub Direktorat Penataan KK, dengan materi mengenai Penataan Kawasan Konservasi dan materi tentang pembelajaran mengenai penataan kawasan konservasi. Diskusi dan tanya jawab menjadi bagian yang ditunggu dimana peserta di berikan latihan dalam penyusunan nilai penting kawasan konservasi dalam rangka penyusunan Bab I dokumen Blok. Terdapat 3 kawasan yang diujicoba dalam pembuatan matrik nilai penting yaitu TWA Klamono, CA Arfak dan CA Misool Selatan. Hari kedua, Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat dan Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua Barat hadir memberikan arahan kepada peserta Bimtek /Supervisi Penataan Blok di BBKSDA Papua Barat yang dilanjutkan dengan presentasi hasil latihan peserta yang sudah menyusun matrik nilai penting kawasan. Poin penting hasil diskusi dari 25 kawasan konservasi yang dikelola oleh BBKSDA Papua Barat, 7 kawasan yang belum di tetapkan dan 4 yang belum di tata batas. Tahun 2018, UPT BBKSDA Papua Barat telah mengalokasikan anggaran untuk penataan blok 6 kawasan konservasi yaitu : TWA Klamono, CA Misool Selatan, CA Arfak, CA Peg FakFAk, CA Batanta Barat dan CA Salawati. Sedangkan sisanya terdapat 12 kawasan konservasi yang belum di tata blok. Metode yang digunakan oleh UPT BBKSDA Papua Barat dalam penataan blok kawasan tersebut dengan Desk Study, karena didalam anggarannya tidak ada kegiatan pengumpulan data dilapangan. Untuk itu strategy kepala balai besar KSDA Papua Barat , memerintahkan para tenaga di lapangan mengumpulkan data potensi dilapangan dari hasil laporan monitoring rutin. Dari hasil penyusunan nilai penting kawasan konservasi, bahwa 3 kawasan yang di rencanakan penataan blok tahun 2018 (TWA Klamono, CA Arfak dan CA Misool Selatan.) merupakan habitat cendrawasih yang merupakan target dari peningkatan 5 % species terancam punah. Beberapa langkah-langkah upaya percepatan yang dilakukan BBKSDA Papua Barat dalam rangka permasalahan dalam penataan kawasan konservasi diantaranya segera mengidentifikasi kawasan- kawasan yang luasan kecil, memiliki fungsi yang sama dan terkonsentrasi dalam satu hamparan atau pulau. Kemudian lokasi tersebut dijadikan target prioritas penataan kawasan konservasi dalam satu kegiatan ditahun 2018-2019; mengumpulkan data-data dan informasi terkait kawasan konservasi di wilayah Papua Barat yang berasal dari hasil penelitian studi literature. Dari data tersebut menjadi sumber informasi dalam penyusunan draft nol dokumen blok kawasan terutama pada bab I Deskripsi; dalam hal keterbatasan anggaran yang disediakan dalam RKA-KL terkait penataan blok kawasan konservasi, maka BBKSDA Papua Barat perlu berstrategi untuk tetap melakukan kegiatan penataan kawasan dari sumber dana yang beda output IKK di RKA-KL, misalnya penataan blok KPHK dimana target outputnya masuk kedalam IKK KPHK tetapi pelaksanaan penataan blok kawasan yang sudah ada SK KPHK nya dan perlu adanya koordinasi yang intensif antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam bidang penataan kawasan untuk menghindari permasalahan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Sumber : Direktorat PIKA
Baca Berita

Study Tour Mahasiswa Amerika Serikat ke Taman Nasional Kepulauan Togean

Ampana, 24 Februari 2018. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) mendapatkan kunjungan dari Mahasiswa Amerika Serikat Jurusan Lingkungan Hidup sebanyak 17 orang termasuk 2 orang Dosen. Mahasiswa disambut langsung oleh Kepala Balai TNKT, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Penyuluh Muda, Polhut dan beberapa orang staf Kantor Balai TNKT. Dalam Sambutannya, Ir. Bustang selaku Kepala Balai TNKT menyambut baik kunjungan dari para mahasiswa dan menyampaikan perihal keberadaan serta program-program Balai Taman Nasional Kepulauan Togean. Dalam paparannya, Ir Bustang mengatakan bahwa selain sebagai daerah perlindungan, Taman Nasional juga bisa dimanfaatkan dari segi wisata, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Di Taman Nasional Kepulauan Togean terdapat beberapa satwa endemik dan terancam punah seperti Babirusa, burung rangkong, tarsius, monyet togean, berbagai jenis karang, biawak togean, penyu dan kepiting kenari yang harus di jaga dan dilindungi tukas Bapak Kepala Balai. Tidak lupa pula Kepala Balai mengingatkan bahwa di Taman Nasional Kepulauan Togean sejak tanggal 15 Desember 2017 telah diberlakukan secara resmi karcis masuk ke Taman Nasional sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2014, dan ini merupakan kewajiban dari para mahasiswa untuk membayar karcis masuk ke kawasan konservasi sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap pengelolaan kawasan konservasi. Setelah penjelasan panjang lebar dari Ir. Bustang, diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog dan berdiskusi dengan Kepala Balai TNKT, mahasiwa sangat antusias dan senang sekali atas informasi yang telah diberikan oleh Bapak Kepala Balai TNKT. Di akhir pertemuan mahasiswa diberikan kenang-kenangan berupa souvenir dari Balai TNKT serta berkesempatan untuk foto bersama dengan Kepala Balai dan staf Balai TNKT. Sumber : Balai TN Kepulauan Togean

Menampilkan 8.721–8.736 dari 11.140 publikasi