Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Dukungan Mitra Tingkatkan Sarpas di PKG Seblat

Bengkulu 2 Maret 2018. Tim Balai KSDA Bengkulu yang dipimpin langsung Kepala Balai “Ir. Abu Bakar” bersama owner dari PT. Agricinal melakukan survey lapangan untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan prioritas sarpras yang dapat meningkatkan kualitas pengeloaan. Survey dilakukan sebagai kelanjutan dari pertemuan awal di kantor BKSDA Bengkulu dalam peningkatan sarana dan prasarana di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Seblat. PT. Agricinal yang salah satu lokasi usahanya berupa perkebunan sawit yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Wisata Alam Seblat, yang beberapa tahun silam juga sering bekerjasama dalam penanggulangan konflik gajah liar. Untuk sementara berdasarkan hasil survey lapang dan berdasarkan prioritas kebutuhan adalah akan dibangunnya jembatan yang menyebrangi sungai Air Seblat sebagai penghubung menuju Camp PKG yang telah lama rusak/putus. Dimana kondisi saat ini, petugas maupun wisatawan yang akan menuju lokasi dengan cara menggunakan perahu kecil (sampan) yang dalam kondisi tertentu (arus sungai Air Seblat yang kencang biasanya setelah turun hujan lebat) tidak memungkinkan untuk menyebrangi. Selain itu sarpas lainnya yang juga akan ditingkatkan adalah perbaikan mess PKG serta membangun kebun pakan gajah. Diharapkan maksud dan keinginan dari PT.Agricinal dapat segera terwujud tanpa mengabaikan aturan-aturan yang berlaku dalam pengembangan/manajemen aset pemerintah. Sehingga hasil akhir yang didapat adalah pengelolaan TWA Seblat khususnya PKG Seblat dapat lebih baik lagi, serta kunjungan dan PNBP dari sektor wisata dapat lebih ditingkatkan lagi. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Bulu Tombolo, Destinasi Baru di TN Bantimurung Bulusaraung

Bantimurung, 2 Maret 2018. Hari yang cukup cerah, rombongan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung mengunjungi wilayah kerja Resor Camba. Mengunjungi Dusun Pattiro dalam rangka mensosialisasikan rencana role model tata kelola zona tradisional yang berada di dusun itu. Rombongan itu berkunjung pada Selasa (27 Februari 2018). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung ini bertemu dengan Kepala SPTN Wilayah II, Kepala Resor Camba, dan kelompok tani binaan di Dusun Pattiro. Mereka melakukan diskusi tentang potensi yang dapat dikembangkan ke depan sebagai sumber mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Diskusi di bawah rindangnya pepohonan terbuka itu berjalan cukup alot. Angin sepoi-sepoi menambah segarnya suasana pertemuan di lapangan itu. Pada puncak diskusi menyepakati beberapa hal. Satu di antaranya adalah bahwa kelompok tani dusun ini berkeinginan untuk mengembangkan ekowisata yang akan dikelola sendiri oleh kelompok masyarakat. Objek wisata yang akan dikembangkan adalah Bulu Tombolo. Objek ini menyuguhkan pemandangan alam terbuka dari ketinggian. Hamparan pegunungan berbaris dengan padauan hamparan sawah masyarakat menjadi unik. Objek ini layak menjadi destinasi andalan Desa Labuaja. Destinasi ini berada di zona tradisional yang merupakan wilayah kerja Resor Camba. Beberapa sarana pendukung telah dibangun oleh kelompok masyarakat Pattiro ini sebagai bukti keseriusan mereka. Membuat jalur menuju objek dan menata areal destinasi. Termasuk mendirikan wahana pendukung untuk berswafoto pengunjung. Wahana ini terbuat dari bambu. Bentuknya unik, mengikuti tren wisata anak muda jaman now! Usaha yang telah dirintis beberapa bulan lalu ini telah membuahkan hasil. Objek wisata Bulu Tombolo telah menjadi buah bibir di kalangan para traveler muda. Tak jarang para pecinta keindahan alam ini ramai berkunjung. Mereka kemudian mengunggahnya di media sosial, mempercepat arus promosi Bulu Tombolo sebagai destinasi wisata yang patut dikunjungi. Jika penasaran coba cek lah di akun media sosial Anda dengan tagar hashtag nama destinasi baru ini. Ayo berkunjung ke Bulu Tombolo. Merasakan sensasi alam bebas yang menyejukkan hati. Sumber : Abdul Azis Bakry – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Penyelam Balai TN Taka Bonerate Lakukan Check Up Hyperbaric Chamber

Makassar, 2 Maret 2018. Dunia Penyelaman adalah salah satu dunia olahraga dan rekreasi yang mempunyai resiko tinggi akan kelumpuhan dan kematian. Salah satu yang biasa dialami dan harus dihindari oleh Penyelam adalah Penyakit Dekompresi atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Decompression Sickness. Secara sederhana dekompresi didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem syaraf. Akibat kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia. Nah, oleh karena itu Pihak Balai TN. Taka Bonerate yang lingkup kerjanya dominan beraktifitas di bawah laut dan mempunyai penyelam-penyelam saintis serta pemandu melakukan chek up hyperbaric chamber di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. "Menyadari tingginya resiko bahaya penyelaman bagi para Diver Kami mewajibkan masuk chamber di awal tahun ini, guna menetralkan akumulasi nitrogen yang terlarut dalam tubuh penyelam kami" Ujar Abdul Rajab Ka. SPTN Wil. II Jinato yang juga ikut check up hyperbaric chamber. Sekitar 16 penyelam yang dibagi dua group sampai saat Ini yang sudah masuk chamber dan menurut keterangan dari operator hiperbarik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Agustan bahwa rumah sakit di Sul-Sel yang mempunyai fasilitas chamber baru RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Abdul Rajab menambahkan bahwa diharapkan kegiatan ini bisa dianggarkan dan dilaksanakan secara rutin guna pemeliharaan dan pemulihan fisik staf balai TNTBR yang sering melakukan aktifitas di bawah laut. Kegiatan penyelaman memanglah sangat tinggi resikonya namun jika kita mematuhi aturan penyelaman maka akan menjadi olahraga dan rekreasi yang paling menyenangkan. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah BKSDA Sulteng di TWA Wera Bersama Masyarakat

Balumpewa, 2 Maret 2018. Sampah berserakan akibat aktifitas wisatawan di Taman Wisata Alam Wera merupakan hal yang lumrah dijumpai. Berbagai tindakan seperti larangan, dan papan himbauan masih belum dapat menyadarkan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Resort IV Wera Seksi Konservasi Wilayah I Pangi Balai KSDA Sulawesi Tengah bersama-sama dengan masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata binaan Balai KSDA Sulteng yaitu Kelompok Wisata Mantilayo dan Wera Nabelo berserta masyarakat mitra polhut melakukan aksi bersih sampah di sepanjang jalur setapak dan area camping ground TWA Wera. Aksi bersih ini dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang ada agar kondisi lingkungan kembali asri. Dengan menggunakan sapu lidi dan kantong sampah, sampah-sampah plastik yang sulit untuk diuraikan dimasukkan ke dalam kantong untuk dipisahkan dari sampah lain. Karena sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang sangat sulit terurai sehingga berbahaya bagi lingkungan. Sebagaimana himbauan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tentang memerangi sampah di kawasan konservasi, dengan adanya aksi bersih ini diharapkan kondisi lingkungan kembali asri karena sejatinya kebersihan adalah sebagian dari iman dan tanggung jawab kita bersama. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

2 Menteri dan 1 Gubernur Daki Gunung Ijen, Siapa saja ya?

Banyuwangi, 2 Maret 2018. Disela-sela kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo berhasil mendaki Gunung Ijen ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BBKSDA Jatim Sumpena, SP. Sri Mulyani melihat kesiapan beberapa destinasi wisata di Banyuwangi, karena saat perhelatan Annual Meeting IMF – World Bank yang rencanya akan diselenggarakan di Bali bulan Oktober 2018, peserta akan mengunjungi destinasi wisata disekitar Bali juga. Kawah ijen sudah memiliki nama yang cukup dikenal di manca negara, tahun 2017 mendapat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 181.720 orang, sedangkan Penerimaan Negara bukan Pajak dari TWA kawah Ijen selama tahun 2017 adalah mencapai lebih dari empat milyar rupiah. Setelah mendarat dengan pesawat khusus di Bandara Blimbingsari Banyuwangi pada tanggal 1 Maret 2018 pukul 17.00, selanjutnya mengunjungi beberapa lokasi di Banyuwangi, rombongan sampai di Paltuding – TWA Kawah Ijen hari Jumat (2/3/18) pukul 01.30 WIB untuk persiapan pendakian. Sri Mulyani sempat membuat testimoni keindahan danau kawah terasam didunia dan Api biru yang mendunia. Dalam kesempatan itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah V – BBKSDA Jatim juga menyerahkan buku Informasi TWA Kawah Ijen dan Sri Mulyani sangat tertarik dengan isi dan foto yang ada dalam buku tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Warga Serahkan 3 Ekor Ular Sanca ke Balai KSDA Bengkulu

Bandar Lampung 2 Maret 2018. Tim Seksi Konservasi Wilayah III Lampung-BKSDA Bengkulu yang terdiri dari Polhut, PEH dan Penyuluh menindaklanjuti berita Radar Lampung Online, yang memberitakan bahwa salah seorang warga (Efrat Kusumadijaya/50) yang beralamat di Jalan Dr. Susilo, Kelurahan Sumur Batu, Bandar Lampung telah menangkap dan menyelamatkan 3 ekor ular sanca yang masuk ke pemukiman. Diperkirakan ular tersebut keluar dari sarangnya di dalam selokan air yang tertutup dan menyerupai lubang sarang ular, mencari makan, mengejar mangsanya dan akhirnya masuk ke dalam rumah warga. Pak Efrat yang alih-alih juga seorang pencinta satwa menyerahkan ular-ular tersebut secara sukarela, dimana selain mencegah timbulnya korban beliau menyadari bahwa satwa liar tersebut harus diselamatkan agar tidak punah dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Oleh tim, ular-ular tersebut dibawa ke PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) BKSDA Bengkulu di Jl. Z.A. Pagar Alam No. 1 B, Bandar Lampung untuk selanjutnya dilakukan observasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. BKSDA Bengkulu juga menghimbau kepada masyarakat jika menemukan satwaliar dilindungi dapat menghubungi call center BKSDA Bengkulu (+62 811-7388100) yang siaga 24 jam menerima aduan masyarakat. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

BBKSDA Riau Terima Kukang Dari Warga Duri

Pekan Baru(2/3/18). Seorang warga Jl. Kayangan Ujung No. 3, Kec. Mandau, Kota Duri, Prov. Riau pada tanggal 24 Februari 2018 telah menyerahkan seekor kukang (Nictacibus coucang). Kukang yang diserahkan termasuk spesies Kukang sunda, dimana satwa ini termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Penyerahan diterima oleh petugas lapangan Seksi Konservasi Wilayah III Duri. Kukang ditemukan olehnya di tepi jalan Kayangan Ujung. Warga tersebut baru mengetahui bahwa kukang adalah termasuk salah satu satwa yang dilindungi setelah Kukang bersamanya selama kurang lebih satu bulan. Atas inisiatifnya kukang langsung diserahkan ke BB KSDA Riau. Terhadap kukang tersebut, petugas Seksi Konservasi Wilayah III segera melakukan observasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya. BBKSDA Riau juga menghimbau kepada masyarakat jika menemukan satwaliar dilindungi dapat menghubuni call center BBKSDA Riau (+62 813-7474-2981) yang siaga 24 jam menerima aduan masyarakat. Sumber: BBKSDA Riau
Baca Berita

Dukungan Norwegia Untuk Pengendalian Karhutla di Desa Rantau Rasau

Jambi, 2 Maret 2018. Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawasan Taman Nasional berbak dan Sembilang (TNBS) diadakan Pembinaan dan Penyadartahuan pengendalian kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat yang berada di sekitar Taman Nasional berbak dan Sembilang. Hal ini sebagai ajakan kepada masyarakat agar peduli dengan Hutan dan lahan yang berada disekitar Taman Nasional Berbak dan Sembilang yang di dukung dari Hibah Negara Norwegia. Kegiatan Pembinaan dan Penyadartahuan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan diadakan di Gedung Pertemuan Desa Rantau Rasau, Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur provinsi Jambi pada Tanggal 1 Maret 2017 Kegiatan Pembinaan dan Penyadartahuan pengendalian kebakara hutan dan lahan dihadiri oleh perwakilan pengelola Proyek Hibah RI-Norwegia Setditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Ibu Ernawati dan Ibu Muji, Kepala SPTN Wilayah I Suak Kandis Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Kapolsek Berbak, Babinsa Rantau Rasau, Kepala Desa Rantau Rasau, Tokoh masyarakat Desa Rantau serta staf Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Balai Taman NAsional Berbak dan Sembilang yang diwakili Kepala SPTN Wilayah I Suak Kandis, Bapak Syamsu Bahri, SE. Untuk menyukseskan acara tersebut Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang dalam hal ini Kepala SPTN Wilayah telah mengundang masyarakat desa Rantau Rasau untuk hadir menyukeskan acara tersebut sebanyak 30 orang, namun antusias dari masyarakat akan kegiatan tersebut melebihi undangan yang beredar sebanyak 38 orang. Bertindak sebagai Narasumber pada kegiatan pembinaan dan Penyadartahuan Pengendalian kebakaran Hutan dan lahan tersebut adalah Kepala SPTN Wilayah I Suak Kandis (Syamsu Bahri, SE) yaitu Dampak Negatif Kebakaran Hutan dan Lahan, Kepala Brigdalkarhut Taman Nasional Berbak dan Sembilang (Hepri Yuda, SP.) Yaitu Teknik Pemadaman Kebakaran hutan dan lahan, Kapolsek Berbak (Kompol. Parlindungan Sagala, SH) yaitu Kebakaran Hutan dan Lahan dari Aspek Hukum. Pada acara Penutupan kegiatan pembinaan dan penyadartahuan telah meghasilkan kesepakatan bersama berupa Berita Acara Kegiatan Pembinaan dan Penyadartahuan Masyarakat tentang pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Sekitar Kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang di Desa Rantau Rasau Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Inti dari Berita acara tersebut bahwa masyarakat bersama-sama TNBS, Polisi dan TNI untuk bekerjasama, menjaga dan melindungi Hutan dan Lahan dari kebakaran. Sumber : Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang
Baca Berita

Dua Personil Balai TN Kutai Purna Tugas

Bontang, 2 Maret 2018. Bulan Maret 2018, Balai TN Kutai melepas dua personil yang menjalani purna tugas. Setelah mengabdikan diri dalam pengelolaan Taman Nasional Kutai selama lebih dari 30 tahun, Pak Muin Dan Pak Wiyono, menjalani purna tugas pada tanggal 28 Februari 2018. Pak Muin yang dalam kesehariannya akrab disapa abah telah mengabdi di tn Kutai selama 36 tahun. Lahir di Muara Amuntai pada tanggal 19 februari 1960, sebuah desa yang terletak sebelah utara Taman Nasional Kutai. Mengawali tugas di TN Kutai sebagai pegawai harian proyek Pembinaan Suaka alam dan Hutan Wisata/Taman Nasional Kutai pada Tahun 1982-1989 dan pada tahun 1989 mulai diangkat menjadi calon PNS dan ditetapkan sebagai PNS pada tahun 1991. Mengikuti diklat Polsus kehutanan pada tahun 1986 membawa beliau berstatus sebagai polisi kehutanan/jagawana.. Memulai karirnya sebagai CPNS pada Unit Taman Nasional Kutai sebagai staf pada seksi pemanfaatan dan selanjutnya banyak berkecimpung sebagai operator radio komunikasi. Sejak awal mengabdi, telah menjalani tugas pada beberapa lokasi di TN Kutai. Pengalamannya yang paling berkesan yaitu pada saat menjalankan tugas di Mentoko, stasiun penelitian orangutan ketika Mentoko dilanda banjir besar dengan ketinggian air mencapai bubungan rumah yang merupakan bangunan knock down. Untuk menghindari banjir mereka mengungsi,tidak ke tempat pengungsian, tetapi bertahan diatas bubungan. Banjir besar terjadi tidak lama setelah kebakaran besar melanda Taman Nasional Kutai yang saat itu masih berstatus unit Taman Nasional pada tahun 1982/1983. Demikian pula dengan Pak Wiyono. Lahir di Mojokerto pada tgl 12 Februari 1960, Pak Wiyono memulai karirnya di Taman Nasional Kutai pada tahun 1982 sebagai pegawai harian proyek, menjadi CPNS pada Tahun 1986 dan ditetapkan sebagai PNS pada Tahun 1987. Pak Wiyono dikenal sebagai sosok yang cenderung pendiam, namun dalam bekerja tetap menunjukkan kinerja yang luar biasa. Menjalani profesi sebagai Polisi Kehutanan sampai purna tugas. Ditengah-tengah tugas kesehariannya sebagai polisi kehutanan yang harus menjaga keamanan dan keutuhan kawasan, pada masa-masa tertentu, Pak Wiyono terlihat disibukkan dengan urusan DUPAK, yang menjadi nyawa bagi para fungsional. Keterbatasan sarana serta kemampuan menaklukkan teknologi tidak menjadi kendala bagi beliau. Meskipun memulai karirnya dari golongan II.a, beliau mampu mencapai jabatan Polisi Kehutanan Pelaksana Lanjutan pada akhir masa tugasnya. Pelepasan kedua staf Balai TN Kutai yang purna tugas tersebut, dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan bersama seluruh staf Bala TN Kutai di Bontang pada tanggal 1 Maret 2018. Saling memberi pesan dan kesan baik dari yang purna tugas, rekan seperjuangan maupun dari Kepala Balai TN Kutai. Meskipun ada yang menjalani purna tugas, diharapkan untuk tetap menggalang rasa persaudaraan dengan Keluarga besar Balai Taman Nasional Kutai. Tak lupa, Kepala Balai, kepala SPTN mewakili seluruh keluarga besar Balai TN Kutai memberikan kenang-kenangan sebagai symbol persaudaraan dalam keluarga besar TN Kutai. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Jumat Bersih dan Sehat di Taman Nasional Kutai

Bontang, 2 Maret 2018. Jumat bersih di Taman Nasional Kutai sejak awal Januari 2018, dipusatkan di Bontang Mangrove Park. Target utamanya adalah membebaskan Bontang Mangrove Park dari Sampah. Kegiatan Jumat bersih pada setiap pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur baik dari pemerintahan, kelompok kategorial maupun dari masyarakat sekitar. Pihak yang pernah terlibat dalam kegiatan pembersihan Bontang Mangrove Park antara lain: Staf Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kodim Bontang, Polres Bontang, dan beberapa instansi dan kelompok. Sudah menjadi tradisi di Balai TN Kutai, dimana setiap hari Jumat setelah senam bersama, langsung melaksanakan kegiatan bersih-bersih baik di lingkungan kantor maupun pada objek-objek wisata di TN Kutai seperti Sangkima dan Bontang Mangrove Park. Pemilihan lokasi Jumat bersih dilakukan berdasarkan skala prioritas dalam menunjang pengelolaan Taman Nasional Kutai. Bagi keluarga Taman Nasional Kutai, Jumat bersih tidak sekedar untuk membersihkan lokasi, tetapi sebagai ajang untuk membangun komunikasi dalam kelompok dan memperkuat silaturahmi, serta untuk memelihara semangat kebersamaan dalam mengelola TN Kutai. Jumat tanggal 2 Maret 2018, staf Balai Taman Nasional Kutai bersama kelompok Tani Pangkang Lestari melakukan pembersihan sampah yang terdapat di sepanjang boardwalk yang menjadi jalur wisata Bontang Mangrove Park sepanjang 1.3 km. Keberadaan sampah bukan hanya akibat aktifitas pengunjung, namun juga berupa sampah kiriman akibat pasang surut air laut. Letak objek wisata Bontang Mangrove Park yang berseberangan dengan pemukiman, semakin memperbesar potensi kiriman sampah akibat buangan limbah/sampah domestic dari rumah tangga. Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan sekaligus menjadi tantangan dalam pengelolaan wisata alam di Indonesia. Pada beberapa lokasi di Indonesia sampah menjadi permasalahan yang berdampak pada menurunnya kualitas keindahan objek-objek wisata. Untuk mengatasi hal tersebut, selain meningkatkan kesadaran pengunjung sebagai pelaku wisata yang betanggungjawab, melalui himbauan baik langsung maupun melalui papan-papan informasi yang diletakkan pada beberapa titik, pengelola juga melakukan manajemen sampah. Kedepan, Balai TN Kutai akan bekerjasama dengan kelompok masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah melalui Bank Sampah dan pengolahan sampah. Untuk mencegah penumpukan sampah di Bontang mangrove Park, dihimbau kepada pengunjung untuk tidak meninggalkan sampah di dalam kawasan serta selalu membawa pulang sampahnya dan membuang pada tempat sampah yang telah disiapkan, serta kepada masyarakat Bontang pada umumnya untuk tidak membuang sampah secara langsung ke laut. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Cyber Patrol BKSDA Sumsel Berhasil Amankan 1 ekor Kucing Hutan Melalui Penelusuran Media Sosial

Pagaralam, 1 Maret 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan kembali mengamankan 1 ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) di Kota Pagar Alam. Media sosial masih menjadi sarana yang efektif untuk melacak peredaran dan keberadaan tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Tim cyber patrol Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat berhasil menelusuri kepemilikan 1 ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) setelah intensif melakukan pengawasan perdagangan satwa liar di media sosial. Melalui pengawasan aktivitas pada salah satu grup jual beli satwa online di Kota Pagar Alam diketahui bahwa terdapat anggota grup yang memperdagangkan salah satu jenis satwa dilindungi yaitu Kucing Hutan (Felis bengalensis) sebanyak 1 ekor.Tim cyber patrol SKW II berpura-pura mau membeli satwa liar dilindungi tersebut dan mengajak bertemu di kediaman penjual satwa. Pemilik satwa liar dilindungi tersebut terkejut akan kehadiran petugas dari pihak SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan. Kemudian pemilik satwa liar dilindungi tersebut menceritakan bahwa satwa diperoleh saat memasang jerat hama babi di ladang yang kemudian Kucing Hutan (Felis bengalensis) masuk ke salah satu jerat. Petugas melakukan penyadartahuan terhadap pemilik satwa liar dilindungi tersebut terkait larangan kepemilikan dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Pemilik Kucing Hutan (Felis bengalensis) menyadari akan kesalahannya dan bersedia menyerahkan satwa liar dilindungi tersebut kepada petugas SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan. Selanjutnya satwa liar dilindungi tersebut direncanakan akan dilepasliarkan di kawasan Hutan Suaka Alam Pusat Latihan Gajah Kelompok Hutan Isau-Isau dengan pertimbangan kondisi Kucing Hutan (Felis bengalensis) yang masih liar. Sumber : Wahid Nurrudin - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Si Hijau Yang Terkena Jaring Kembali Ke Laut Lepas

Yogyakarta, 1 Maret 2018. Tim Balai KSDA Yogyakarta mendampingi masyarakat sekitar Pantai Congot- Kulon Progo dalam pelepasliaran 1 ekor Penyu Hijau (Chelonia mydas). Informasi dari salah satu anggota Kelompok Masyarakat Pengawas Pesisir Laut dan Ekosistem Pantai Congot, Warso, menyebutkan bahwa penyu tersebut terkena jaring eret kemarin sore (28/2/18) dan selanjutnya ditampung dalam kolam penampungan yang ada. Diduga penyu tersebut akan bertelur di pesisir Pantai Congot. Identifikasi terhadap penyu menunjukkan bahwa penyu yang terkena jaring tersebut adalah Penyu Hijau (Chelonia mydas) dengan bobot diperkirakan 70 Kg dan panjang 1 m. Pelepasliaran dilakukan langsung oleh nelayan Pantai Congot dengan didampingi petugas Resort Konservasi Wilayah Kulon Progo Balai KSDA Yogyakarta, dengan disaksikan petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Polisi Pengawas Pantai, Polisi Pengawas Mangrove, Nelayan, Wartawan dan masyarakat sekitar Pantai Congot. Sumber : Kusmardiastuti - PEH Muda Balai KSDA Yogyakarta
Baca Berita

Balai TN Gunung Rinjani Nongkrong Bareng Forum Guide dan Porter

Sembalun, 1 Maret 2018. Sekitar 50 orang Warga dusun Bawak Nao Desa Sajang Kecamatan Sembalun yang berprofesi sebagai guide dan porter berkumpul di Gedai Kopikey Dusun Barat Desa Sembalun guna menghadiri pertemuan sosialisasi Forum Guide dan Porter. Dihadiri fasilitator dan ketua penasehat koperasi JASWAR, Ketua Forum Guide dan Porter serta hadir juga Kepala Resort TNGR Sembalun. Ini merupakan kelanjutan dari beberapa pertemuan sebelumnya di Dusun Medas Desa Obel-Obel dan Dusun Dasan Bilok Desa Bilok Petung. Fasilitator Juarman membuka acara kegiatan, yang disusul sambutan Kepala Resort Sembalun Taufikurrahman, yang menjelaskan tentang status kawasan hutan TNGR yang dikelola berdasarkan zonasi serta mengajak semua elemen untuk menjaga kawasan Rinjani bebas dari sampah (zero rubbish) agar tetap menjadi daya tarik wisata. Lebih lanjut kepala Resort Sembalun menyampaikan dan mensosialisasikan UU No.05 thn 1990 dan UU 41 thn 1999 serta menegaskan tentang perlunya suatu forum sebagai wahana dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan dan mewujudkan pengelolaan wisata rinjani yang aman nyaman. Ketua penasehat koperasi JASWAR Rijalul Fikri, menyampaikan bahwa Gunung Rinjani merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional, disamping itu dijelaskan juga teknis serta persyaratan menjadi anggota forum guide dan porter yang bekerjasama dengan koperasi JASWAR. Sumber : Balai TN Gunung Rinjani
Baca Berita

Balai TN Kutai Evaluasi Bulanan Pelaksanaan Kegiatan

Bontang, 1 Maret 2018. Evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan terhadap apa yang telah dilakukan dan bagaimana mengatasi jika ada kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan kegiatan. Rapat evaluasi bulanan Balai Taman Nasional Kutai merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan pada bulan yang telah berlalu dan kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan mendatang. Kegiatan Rapat evaluasi bulanan Balai Taman Nasional Kutai periode Maret dilaksanakan di ruang rapat kantor Balai TN Kutai dan dihadiri oleh Kepala Balai, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Wilayah (Kepala SPTN Wilayah I Sangatta dan Kepala SPTN Wilayah II Tenggarong), Kepala Resort Lingkup TN Kutai (Teluk Pandan, Sangkima, Sangatta, Rantau Pulung, Menamang dan Beno Harapan), Kepala Urusan lingkup Balai TN Kutai, Bendahara Balai TN Kutai dan PPNS. Agenda rapat evaluasi bulanan ini membahas tentang evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada bulan Februari dan rencana kegiatan pada bulan maret 2018 serta dirangkaikan dengan pelepasan purna tugas 2 staf TN Kutai yaitu Bapak Muin dan Bapak Wiyono. Dalam kegiatan ini, informasi terkini yang diperoleh dilapangan disampaikan oleh kepala SPTN dan masing-masing kepala resort serta informasi dari masing-masing kepala urusan serta PPNS disampaikan untuk diketahui dan dibahas bersama dalam rapat. Oleh karena itu, peran aktif peserta selama rapat berlangsung diharapkan dapat memberikan masukan dan kritikan untuk memperbaiki kekurangan dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi agar pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan dan telah direncakan untuk bulan berikutnya dapat berjalan dengan baik. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Dukungan Fahutan UNHAS Guna Pengelolaan Kawasan TN Taka Bonerate

Makassar, 1 Maret 2018. Pengelolaan kawasan Konservasi perlu dukungan dari pihak luar salah satunya adalah dukungan akademik dari sebuah Perguruan Tinggi. Berdasar dari hal tersebut pihak Balai TN. Taka Bonerate yang diwakili oleh Kepala SPTN Wil. II Jinato Abd. Rajab dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Nur Aisyah Amnur melakukan koordinasi dengan pihak Fakultas Kehutanan dalam hal penjajakan MOU Pengelolaan TN. Taka Bonerate. Gayung bersambut pihak Fakultas Kehutanan dalam hal ini diterima langsung oleh Dekan Fakultas Prof. Yusran Yusuf menyampaikan bahwa ini adalah Inisiasi yang bagus dan pihak Fakultas sangat menerima dengan baik. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Senat Fakultas Kehutanan UNHAS yang dihadiri oleh Prof. Amran Achmad, Dr. Usman Arsyad, Prof. Dassir, Dr.Asar Said, Dr.Syamsu Rijal, Dr.M.Alif, Munajat, M.Si dan dosen pemangku laboratorium lainnya. Pemaparan singkat dan video pengelolaan TN. Taka Bonerate disampaikan oleh Abd. Rajab didepan dosen dan dekan. “Dalam waktu yang tidak terlalu lama draft MOU akan dikirim ke pihak Fakultas untuk kelancaran penandatanganan" Ujar Abdul Rajab dalam hal ini mewakili pihak Balai TN. Taka Bonerate. Pertemuan singkat ini sangat berharga bagi pihak Balai TN. Taka Bonerate karena banyak masukan dari pihak fakultas yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk MOU seperti riset station, pengelolaan kepariwisataan dan konservasi kawasan guna pelestarian yang akan dikembangkan sesuai tipologi kawasan yg telah disusun sebelumnya. Abd. Rajab menambahkan bahwa selain riset juga akan fokus pada penataan kawasan guna efektifitas pengelolaan yang mengakomodir keberadaan aktifitas masyarakat. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Gerakan Menanam 25 Pohon Seumur Hidup di SM Sermo

Yogyakarta, 1 Maret 2018. Sejalan dengan Instruksi Menteri Lingkungan dan Kehutanan nomor INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017 yang mewajibkan untuk menanam dan memelihara 25 pohon, Balai KSDA Yogyakarta melaksanakan penanaman 25 pohon tiap ASN di blok rehabilitasi SM Sermo pada 27 Februari 2018 lalu. Kegiatan ini dilakukan oleh ASN lingkup Balai KSDA Yogyakarta bersama-sama dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) SM Sermo. Dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Junita Parjanti,M.T. berharap penanaman pohon bersama ini akan memberikan manfaat untuk kelestarian keanekaragaman hayati dan kelangsungan hidup satwa di SM Sermo. Lebih lanjut, Ir. Junita mengajak MMP untuk senantiasa berpartisipasi dalam pelestarian kawasan SM Sermo. Pada kesempatan ini juga dilakukan pelepasliaran kucing hutan yang merupakan penyerahan dari masyarakat. Sumber : Kusmardiastuti - PEH Balai KSDA Yogyakarta

Menampilkan 8.673–8.688 dari 11.140 publikasi