Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Staf Khusus Menteri LHK Adopsi Pohon di Desa Penyangga TN Bali Barat

Sumberklampok, 5 Maret 2018. Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analisis Dampak Lingkungan, Ir. Hanni Adiati., M.Si, berkunjung ke Taman Nasional Bali Barat (TNBB) pada tanggal 5 Maret 2018. Di sela-sela kunjungannya, beliau menyempatkan diri untuk melihat aktifitas Kelompok Tani Hutan (KTH) Sawo Kecik di Desa Sumberklampok (salah satu desa penyangga TNBB) dan melakukan penanaman pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) melalui program adopsi pohon. Ibu Hanni mendengarkan penjelasan ketua KTH Sawo Kecik tentang program kerja yang dimiliki kelompoknya. Dijelaskan bahwa saat ini kelompok memiliki empat seksi kegiatan yaitu : edukasi, budidaya, wisata, dan seksi perawatan tanaman. Salah satu kegiatan yang sudah berjalan adalah adopsi pohon. Adopsi pohon merupakan program yang di tawarkan kepada wisatawan dengan membayar biaya Rp300.000,- untuk satu batang tanaman. Uang sebesar itu akan digunakan untuk membiayai perawatan tanaman dan mempercepat program yang lain. Sebagai imbalannya, nama pengadopsi pohon dituliskan pada papan dan ditancapkan di lokasi pohon ditanam. Setelah mendengar penjelasan dari ketua KTH Sawo Kecik, Ibu Hanni memberikan arahan kepada pengurus dan anggota kelompok agar selalu semangat dalam mengembangkan organisasi. Beliau juga menyampaikan, dalam usaha mempercepat program yang dijalankan, agar memanfaatkan media sosial untuk promosi kepada masyarakat luas. Kedatangan Staf Khusus menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke Sumberklampok tersebut disambut langsung oleh Kepala Desa Sumberklampok, Wayan Sawitrayasa, dan para pembina kelompok. Turut bersama-sama rombongan staf khusus adalah Kepala Balai TNBB, Drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si, Kabidwil BBKSDA Jatim, Setyo Utomo, dan pejabat eselon empat lingkup balai TNBB. Setelah menanam pohon sawo kecik, rombongan meninjau Kelompok Penangkar Curik Bali (KPCB) Manuk Jegeg. KTH Sawo Kecik dan KPCB Manuk Jegeg adalah kelompok dampingan para fasilitator TNBB. Dua kelompok ini diharapkan bisa berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program role model pengembangan paket ekowisata jalak bali berbasis masyarakat. Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Desa Sungai Cemara Dapat Pembinaan Karhutla Dari Balai TN Berbak dan Sembilang

ATanjung Jabung Timur, 3 Maret 2018. Upaya - upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan intens dilakukan oleh Taman Nasional Berbak Dan Sembilang. Salah satu upaya tersebut adalah dengan pembinaan dan penyadartahuan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Cemara Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pelaksanaan Kegiatan Penyadartahuan dan Pembinaan tentang kebakaran hutan dibiayai oleh Hibah Norwegia Tahun 2018. Pembinaan dan penyadartahuan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan di desa sungai cemara dilaksanakan tanggal 2 Maret 2017 di balai desa sungai cemara dan dihadiri oleh Kepala SPTN Wilayah III dan staf Balai TN Berbak Dan Sembilang, Babinkamtibmas desa Air Hitam Laut dan desa Sungai Cemara, Babinsa Air Hitam Laut Sungai Cemara, Kepala Desa Sungai Cemara, BPD Sungai Cemara, Ketua RT lingkup Desa Sungai Cemara, Penyuluh Pertanian Lapangan desa Sungai Cemara, tokoh masyarakat, dan masyaraka desa sungai cemara dengan jumlah peserta yang hadir 37 orang. Materi diskusi mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan oleh Kepala SPTN Wilayah III Bapak Nurazman,S.H.,M.Hum, aspek hukum kebakaran hutan dan lahan oleh Bapak brigadir Tanawir selaku babinkamtibmas desa air hitam laut dan desa sungai cemara, serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan oleh kepala desa sungai cemara Bapak Sawaluddin. Diskusi berjalan aktif karena respon yang baik dan rasa ingin tahu masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan. Pembinaan dan penyadartahuan masyarakat tentang kebakaran hutan dan lahan di desa sungai cemara ini menghasilkan lima poin kesepakatan antar berbagai pihak yang hadir yaitu akan bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan terhadap pengendalian kebakaran hutan dan lahan, tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, melakukan pemadaman apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, menyebarkan informasi mengenai dampak, aspek hukum,dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat lainnya, dan melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sumber : Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang
Baca Berita

Balai Besar KSDA Jatim Tangkap Penjual Kukang Online

Surabaya (5/3/18). Balai Besar KSDA Jatim bersama dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Jabalnusra (BPPHLHK Jabalnusra) mengamankan tersangka (Syaiful), warga Desa Tambakasri - Tajinan, Kabupaten Malang, yang tertangkap tangan sedang melakukan transaksi jual beli satwa liar yang dilindungi di Pasar Bunga, Burung dan Ikan Hias Splendid, Kota Malang. Saiful ditangkap tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) beserta barang bukti berupa seekor Kukang Jawa (Nycticebus coucang javanicus). Tim Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Jabalnusra (BPPHLHK Jabalnusra) sebelumnya telah melakukan penyelidikan terhadap akun Facebook milik Saiful yang menawarkan barang dagangannya berupa Kukang Jawa. Selanjutnya tim melakukan koordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah VI untuk bantuan personil guna penyelidikan terhadap target operasi. Berdasarkan informasi dari Resort Konservasi Wilayah (RKW) 22 Malang ternyata tersangka pernah menangkap target operasi pada 7 Juli 2017 dibantu Profauna. Saat itu yang bersangkutan ditangkap karena memperdagangkan satwa liar dilindungi jenis Kadal Panama (Tiliqua gigas) sebanyak 4 ekor di Pasar Bunga, Burung dan Ikan Hias Splendid. Akhirnya Tim OTT yang terdiri dari Tim BBKSDA Jatim dan Tim BPPHLHK berhasil bertransaksi dengan target untuk membeli Kukang Jawa melalui Whatsapp. Target sepakat melepas seekor Kukang Jawa tersebut dengan harga Rp.250.000, dan melakukan transaksi di sekitar Pasar Bunga, Burung dan Ikan Hias Splendid, Kota Malang. Setelah target operasi dan barang bukti berhasil diamankan selanjutnya dibawa ke Kepolisian Resort Kota Malang untuk tindakan selanjutnya. (Mohamad Sukron Makmun, PEH Pelaksana pada Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo )
Baca Berita

Bahu Membahu Padamkan Kebakaran Di Kawasan Penyangga TWA Sungai Dumai

Pekan Baru (5/3/18). Tim gabungan terdiri dari Resot Dumai Balai Besar KSDA Riau, Manggala Agni Daops Dumai, POLRI, TNI, Pemerintah Kota Dumai dan RPK PT. Wilmar bahu membahu untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada Kamis 1 Maret 2018. Semua Tenaga dan Sarpras dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman, walaupun tidak mudah untuk mengatasi kebakaran di areal gambut. Hal ini dilakukan agar kebakaran tidak meluas dan merambat ke kawasan TWA Sungai Dumai. Kebakaran lahan ini terjadi karena sudah hampir sebulan Kota Dumai tidak diguyur hujan. Akibatnya kawasan daerah penyangga Taman Wisata Alam Sungai Dumai terbakar, tepatnya di Jalan Dumai Motor. Status lahan adalah areal penggunaan lain(APL) dengan jenis tanah gambut yang ditumbuhi semak belukar dan tanaman sawit. Luas areal terbakar sampai saat ini mencapai kurang lebih 1 hektar. Berpacu dengan waktu, tim mengintensifkan penanganan dengan mengoptimalkan keberadaan kanal kanal yang ada di lokasi. Kanal berfungsi sebagai pemasok air mesin ministraiker yang dioperasionalkan di samping sebagai sekat agar kebakaran tidak terus merambat. Dengan segala upaya kebakaran bisa diminimalisir dan dilokalisir agar segera padam. Saat ini Tim telah berhasil melakukan pemadaman kebakaran namun masih membutuhkan proses pendinginan di lokasi kebakaran. Sumber : BBKSDA Riau
Baca Berita

Kemitraan Konservasi Sebagai Role Model Balai TN Ujung Kulon

Pandeglang, 05 Maret 2018. "Sosialisasi Role Model Kemitraan Konservasi di TN. Ujung Kulon Tahun 2018" merupakan tindak lanjut dari penandatangan MoU dan Naskah Kesepakatan Kerjasama Kemitraan Konservasi yang ditandatangani pada tanggal 6 Juni 2017. Para pihak dan mitra kerja Balai TN. Ujung Kulon yang hadir terdiri dari Kepala Pimpinan SKPD Di Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, dari Muspika Kecamatan Sumur dan Cimanggu, para kepala desa, khususnya desa yang berbatasan langsung dengan kawasan TN. Ujung Kulon, dari kalangan akademisi, perwakilan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang dan Universitas Mathlaul Anwar Pandeglang, kemudian dari mitra kerja Balai TN. Ujung Kulon, NGO/LSM dan tak kalah penting adalah perwakilan dari kelompok masyarakat yang mendapatkan akses pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan dari kawasan TN. Ujung Kulon. Sosialisasi role model kemitraan konservasi dimaksudkan menyebarluaskan program kemitraan konservasi yang melibatkan masyarakat di sekitar kawasan TN. Ujung Kulon, sehingga dapat menumbuhkembangkan rasa tanggungjawab dan rasa memiliki terhadap kawasan TN. Ujung Kulon. Sedangkan yang ingin dicapai dari kegiatan ini untuk melakukan sosialisasi atau penyebarluasan informasi kepada para mitra dan para pihak yang berkepentingan terkait pelaksanaan role model kemitraan konservasi yang berbasis pada pemberian akses pemanfaatan di zona tradisional berupa hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan di TN. Ujung Kulon. Selain itu, untuk mendapatkan dukungan serta menjalin kerjasama dari berbagai pihak baik pemerintah daerah propvinsi dan kabupaten serta stakeholder lainnya untuk turut serta mengembangkan model kemitraan konservasi di TN. Ujung Kulon. Pengelolaan di kawasan TN. Ujung Kulon menghadapi masalah keterlanjuran berupa lahan garapan di dalam kawasan, khususnya di Wilayah Gunung Honje. Data tahun 2017 diketahui luas lahan garapan di dalam kawasan TN. Ujung Kulon seluas 1.117,39 Ha yang terdiri dari sawah dan kebun dengan jumlah penggarap sebanyak 2.338 KK. Sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan lahan garapan di dalam kawasan TN. Ujung Kulon maka pada tahun 2017 telah disepakati kerjasama dengan para penggarap melalui skema kemitraan konservasi. Dalam skema kemitraan konservasi, masyarakat penggarap diberikan akses pemanfaatan terhadap hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan dari areal kemitraan yang telah disepakati yaitu di zona tradisional kawasan TN. Ujung Kulon. Kegiatan kemitraan konservasi ini diikuti dengan program pengembangan usaha ekonomi dari kelompok-kelompok tani konservasi. Program tersebut diharapkan dapat dilakukan secara kontinyu dan komperehensif yang keberhasilannya nanti diharapkan dapat menjadi role model pembinaan desa-desa yang lain di sekitar kawasan konservasi. Sumber : Monica - Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Giat Tim Cyber Patrol BKSDA Sumsel Amankan Kukang

Pagaralam, 5 Maret 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan kembali mengamankan 1 ekor Kukang (Nycticebus coucang) tak berselang lama dari keberhasilan mengamankan 1 ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis) di Kota Pagaralam. Media sosial masih menjadi sarana yang efektif untuk melacak peredaran dan keberadaan tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Tim cyber patrol Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat berhasil menelusuri kepemilikan 1 ekor Kukang (Nycticebus coucang) setelah intensif melakukan pengawasan perdagangan satwa liar di media sosial. Melalui pengawasan aktivitas pada salah satu grup jual beli satwa online di Kota Pagar Alam diketahui bahwa terdapat anggota grup yang memperdagangkan salah satu jenis satwa dilindungi yaitu Kukang (Nycticebus coucang) sebanyak 1 ekor. Tim cyber patrol SKW II berpura-pura mau membeli satwa liar dilindungi tersebut dan mengajak bertemu di kediaman penjual satwa. Pemilik satwa liar dilindungi tersebut terkejut akan kehadiran petugas dari pihak SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan. Kemudian pemilik satwa liar dilindungi tersebut menceritakan saat melakukan panen kopi satwa tersebut berada di pohon kopi lalu kemudian mengambilnya dan membawa pulang tanpa mengetahui yang dibawanya adalah satwa liar dilindungi. Petugas melakukan penyadartahuan terhadap pemilik satwa liar dilindungi tersebut terkait larangan kepemilikan dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar dilindungi. Pemilik Kukang (Nycticebus coucang) menyadari akan kesalahannya dan bersedia menyerahkan satwa liar dilindungi tersebut kepada petugas SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan. Selanjutnya satwa liar dilindungi tersebut direncanakan akan dilepasliarkan di kawasan Hutan Suaka Alam Pusat Latihan Gajah Kelompok Hutan Isau-Isau dengan pertimbangan kondisi Kukang (Nycticebus coucang) yang masih liar. Sumber : Wahid Nurrudin - PEH BKSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Giat Pendidikan Konservasi Jaman Now

Batam, 5 Maret 2018. Seksi Konservasi Wilayah II, Balai Besar KSDA Riau di Batam, Kepulauan Riau sedang gencar mengajak kawula muda di kota tersebut untuk mengenal konservasi lebih jauh. Kegiatan dilakukan melalui Mapala Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dengan aksi penanaman untuk menghijaukan area yang terbakar di TWA Muka Kuning. Kegiatan dilakukan pada tanggal 3 dan 4 Maret 2018, bertepatan dengan pelaksanaan Diesnatalis Himpala Unrika dan dihadiri sekitar 50 orang peserta. Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Badan Pengusahaan Batam. Selain kegiatan tersebut, telah direncanakan acara Wanabakti Green Warrior (WGW) pada tanggal 22 April 2018 mendatang. Acara melibatkan pramuka SMA se-kota Batam dengan jumlah kurang lebih 100 orang peserta. Konsep kegiatan berupa perkemahan, lomba ketangkasan antar regu, lintas alam jarak pendek dan pemberian materi konservasi alam. Persiapan pelaksanaan kegiatan WGW telah diawali dengan survei untuk penentuan lokasi- lokasi pelaksanaan kegiatan dan survei jalur jungle track untuk lintas alam sejauh kurang lebih 3, 5 km (Tahap I) pada tanggal 4 Maret 2018. Purwanto, penyuluh kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II selaku pembina sakawanabakti kota batam, menyampaikan bahwa berbagai pelaksanaan kegiatan tersebut adalah bertujuan untuk pengenalan dan memberikan pendidikan konservasi melalui kepramukaan dan penggiat pecinta alam serta pendekatan lingkungan masyarakat sekitar kawasan. Semoga dengan adanya kegiatan tersebut, pengelolaan kawasan konservasi dapat dilakukan lebih optimal dan kesadaran konservasi masyarakat terutama kawula muda akan meningkat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai KSDA Bengkulu Ajak Pemda dan Masyarakat Diskusi Rencana Pembangunan Sarpras Wisata TWA Bukit Kaba

Bengkulu, 5 Maret 2018. Balai KSDA Bengkulu tahun 2018 ini akan membangun sarana prasarana wisata di TWA Bukit Kaba. Fasilitas yang akan dibangun adalah Gedung pusat pengunjung dan pusat informasi, gazebo wisata, sarana MCK, dan signage kawasan. Sebelum dibangun, BKSDA Bengkulu mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitar kawasan berdiskusi dalam forum konsultasi publik yang digelar, Senin 5 Maret 2018 di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Rejang Lebong di Curup. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, masayarakat desa sekitar kawasan dan perancang bangunan. Konsultasi publik dilakukan dalam suasana santai tapi serius yang dibuka oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu, Ir. Abu Bakar didampingi Kepala Subbagian TU M. Mahfud, S. Hut., M.Sc, dan Kepala SKW I BKSDA Bengkulu Jaja Mulyana, S.Sos. Selanjutnya, perencana program dan bangunan memaparkan rencana pembangunan sarana prasarana wisata di TWA Bukit Kaba. Terakhir, acara berisi diskusi dan perumusan hasil konsultasi publik. Dalam diskusi dikemukakan beberapa usulan perbaikan rencana. Pertama, desain bangunan agar mengadopsi ornamen budaya masyarakat lokal. Kedua, pengelolaan sampah beserta infrastruktur panunjang diharapkan untuk dipenuhi. “Persoalan sampah merupakan persoalan penting dan mejadi perhatian Balai KSDA Bengkulu. Akan dilakukan diskusi lebih focus dan mendalam mengenai ini, agar solusinya lebih komprehensif”, Ir. Abu Bakar menanggapi. Ketiga, fasilitas penerangan sarpras dibutuhkan dan akan diupayakan didukung oleh APBD Rejang Lebong. Balai KSDA Bengkulu berkomitmen untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang ini. Salah satu strategi adalah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah untuk percepatan pembangunan sarana prasarana wisata. Tidak hanya itu, pelibatan aktif masyarakat desa sekitar akan menjadi langkah baru pengelolaan Kawasan berbasis masyarakat. Dalam menjalankan program pengelolaan kawasan, dibutuhkan komunikasi intensif dan efektif dengan para pihak. Hasil diskusi hari ini menunjukkan bahwa konsultasi publik merupakan salah satu media komunikasi yang efektif. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Rangkong Badak Terselamatkan Berkat Call Center Balai KSDA Kalsel

Banjarbaru, 5 Maret 2018. Berawal dari postingan di laman akun Facebook Ijun El, yang menampilkan foto burung rangkong badak (Buceros rhinoceros) yang di tanggapi oleh akun Facebook kantor polisi pudak tanggal 3 maret 2018, yang mengomentari bahwa foto tersebut adalah satwa yang dilindungi dan menyarankan untuk di serahkan kepada Polsek Jaro. Terkait informasi tersebut akun kantor Polisi Pudak langsung menginformasikan ke call center Balai KSDA Kalimantan Selatan via messenger Facebook BKSDA Kalsel terkait postingan foto burung rangkong di Facebook. Petugas call center Balai KSDA Kalsel segera meneruskan laporan ke petugas resort Banua enam untuk dicari kebenaran informasi tersebut. Melalui komunikasi yang intensif dengan pihak Polsek Jaro satwa tersebut saat ini berada di kantor Polsek Jaro yang diterima dari pemilik akun Ijun El melalui proses penyerahan satwa liar pada hari minggu tanggal 4 Maret 2018. “Petugas Balai KSDA Kalsel saat ini melakukan evakuasi satwa tersebut untuk dirawat sementara di kantor SKW II Banjarbaru dan selanjutnya untuk di lepasliarkan ke habitatnya” tutup Kepala BKSDA Kalsel Dr. Ir Mahrus Aryadi, M.Sc. Sumber : Call Center Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah di Taman Nasional Kutai

Bontang, 4 Maret 2018. Objek wisata alam Sangkima merupakan salah satu objek wisata di Taman Nasional Kutai dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi. Permasalahan yang timbul dari adanya kegiatan wisata dengan jumlah pengunjung yang cukup tinggi adalah banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung. Belum adanya kesadaran pengunjung untuk membawa kembali kemasan makanan dan minuman yang dibawanya, menyebabkan bertumpuknya sampah di beberapa titik sepanjang jalur wisata. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Bebas Sampah Nasional tahun 2018, Bontang Backpacker melaksanakan kegiatan aksi bersih sampah di objek wisata alam Sangkima pada tanggal 3 - 4 Maret 2018. Selain dari Bontang Backpaker, kegiatan tersebut juga diikuti oleh Komunitas Pecinta Alam Kutai Timur dan siswa SMK Kehutanan Negeri Makassar yang sedang melaksanakan praktek kerja industri di Taman Nasional Kutai. Jumlah peserta aksi bersih sampah tersebut sebanyak 36 orang. Dalam kegiatan aksi bersih sampah tersebut, peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 47,11 kg yang terdiri dari sampah botol plastik 20,9 kg, sampah bungkus makanan 14,41 kg, dan sampah lainnya sebanyak 11,8 kg. Ketua Bontang Backpacker, M.Saipul, yang juga merupakan kader konservasi Taman Nasional Kutai berharap kegiatan aksi bersih sampah tersebut bisa dilaksanakan secara rutin di beberapa objek wisata di Taman Nasional Kutai. Ke depan juga diharapkan sampah-sampah tersebut dapat dipilah dan didaur ulang, sehingga dapat dimanfaatkan lagi. Namun lebih penting daripada itu, penyadaran tentang bahaya sampah bagi lingkungan merupakan hal yang harus terus disosialisasikan kepada pengunjung objek wisata.#TN Kutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Dianpinru dan Dianpinsat Kwarcab Bontang Diselenggarakan di TN Kutai

Bontang, 4 Maret 2018. Pelaksanaan Dianpinru dan Dianpinsat, yang merupakan kegiatan rutin kepramukaan Kwarcab Bontang pada Tahun 2018 diselenggarakan di Taman Nasional Kutai. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 2-4 Maret 2018 tersebut, dihadiri lebih dari 100 peserta dan Pembina. Peserta berasal dari sangga dari masing-masing sekolah ( SD,SLTP dan SLTA) lingkup Kota Bontang. Hadir juga dalam kegiatan tamu sangga dari Kabupaten Kutai Timur. Kegiatan Dianpinru dan Dianpisat Kwarcab Bontang diselenggarakan di Bontang Mangrove Park (BMP) Saleba-TN Kutai. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bontang, Bapak Basri Rasse. Hadir juga pada pembukaan acara, Kepala Balai Taman Nasional Kutai. Kepala Balai TN Kutai, juga menjadi pemateri dengan topik “Memahami Taman Nasional Kutai sebagai benteng Konservasi Kalimantan Timur”. Dianpinru adalah salah satu usaha pelaksanaan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, khususnya penggunaan sistem beregu dalam pasukan penggalang. Dianpinru adalah sarana pemberian geladian atau latihan bagi pemimpin regu dan wakil pemimpin regu penggalang untuk mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kecakapan, ketrampilan dan kemampuan dalam tehnik kepramukaan, dan menanamkan kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin regu atau wakil pemimpin regu Melalui kegiatan Dianpinru para Pembina pramuka dan pembantu Pembina pramuka dapat menerapkan sistem among, yaitu memberi kepercayaan dan tanggung jawab kepada para pemimpin regu dan wakil pemimpin regu, untuk bersama-sama belajar mengelolah dan memimpin regunya Dianpinsat adalah salah satu bentuk pelatihan yang diperuntukkan bagi Pramuka Penegak. Aturan utama yang arus dipenuhi dalam melaksanakan dianpinsat adalah mengedepankan praktek langsung dan kalau diperlukan juga ada teori praktis. Dianpinsat bertujuan untuk melatih dan mengembangkan sifat kepemimpinan, mengembangkan keterampilan-keterampilan kepramukaan (scouting skills), dan menanamkan pada Pramuka Penegak tentang manfaat dan pentingnya berkegiatan secara terorganisir dalam sangga maupun dewa ambalan. Dari kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari tersebut, diharapkan akan terbentuk pemimpin regu dan wakil pemimpin regu yang baik dan cakap, dan mendorong para pembina pramuka dan pembantu pembina pramuka menerapkan sistem among dan sistem beregu sebaik-baiknya, serta memberi latihan praktek secara praktis kepada para pemimpin regu dan wakil pemimpin regu penggalang, dalam usaha mempraktekkan system beregu sebagai bekal untuk mengelola dan memimpin regunya, serta membina kerjasama yang baik dalam pasukannya Pelaksanaan kegiatan dianpinru dan Dianpinsat di BMP-Taman Nasional Kutai sangat sesuai dengan tujuan pelaksanaan legiatan yang mengutamakan praktek. Potensi kawasan serta sarana-prasarana yang ada, sangat mendukung pelaksanaan praktek. Areal yang cukup luas dapat menampung lebih dari seribu peserta kemah, trek wisata sepanjang 1.3 km dengan ketersediaan informasi penunjang disepanjang boardwalk, merupakan potensi yang sangat mendukung dalam kegiatan pendidikan ekosistem hutan. Selain oleh Pramuka Kwarcab Bontang, Bumi Perkemahan Bontang Mangrove Park, juga sudah digunakan untuk berbagai kegiatan kemah dan pelatihan. Seperti peatihan Kepemimpinan tingkat SLTA se-Kota Bontang, Diklatsar tim BNPB Kota Bontang, PMI/PMR dan berbagai kegiatan lain. Harapannya lokasi yang tersedia di Bontang Mangrove Park, dapat mendukung kegiatan pendidikan dan latihan bagi yang membutuhkan. Selain untuk mengakomodir kegiatan lingkup Kota dan Propinsi, kedepan site ini akan dipersiapkan juga untuk penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. (Lita Kabangnga’) Sumber : Balai TN Kutai
Baca Berita

Sang Captain "Blusukan" Ke Resort Tayawi, TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 4 Maret 2018. “Sunyi, senyap, TOP, tanpa hingar bingar dan kemeriahan penyambutan pejabat”, ungkap Sukardi, Tenaga Teknis Konservasi Balai TNAL. Begitulah kira-kira gambaran tentang kunjungan Captain Ali Ibrahim, Wali Kota Tidore Kepulauan yang baru saja (3/3) melakukan kunjungan ke Resort Tayawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). Sang Captain beserta jajarannya (SKPD) dan Muspika menghabiskan weekend di Resort Tayawi dipandu langsung oleh Kepala SPTN Wilayah I Weda dan Kepala Resort Tayawi beserta petugas resort lainnya dengan sederhana. Kunjungan Wali Kota ini dilakukan dalam rangka melihat lebih dekat keberadaan Masyarakat O’Hongana Manyawa atau Masyarakat Tobelo Dalam (MTD) atau suku Togutil di dalam kawasan TNAL serta melihat potensi wisata di Resort Tayawi, Desa Koli, Kecamatan Oba. Selain itu Wali Kota juga melakukan diskusi bersama masyarakat serta mengunjungi bangunan Suaka Paruh Bengkok. Dalam acara diskusi bersama yang dilakukan di kantor Resort Tayawi, Wali Kota menghimbau masyarakat dan semua pihak di sekitar kawasan TNAL untuk menjaga dan melestarikan kawasan TNAL. Beliau juga akan mengupayakan agar masyarakat O’Hongana Manyawa menetap di Tayawi dan akan menyampaikan hal ini ke kementerian terkait di pusat (Jakarta) untuk memberikan bantuan rumah dengan konsep yang sesuai dengan lingkungan dan tradisinya selama ini. Selain itu Ali Ibrahim juga meminta agar kegiatan pengambilan galian C segera dihentikan karena khawatir masuk kedalam kawasan TNAL yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. “Karena hutan adalah titipan Tuhan yang harus disyukuri”, ungkap Wali Kota. Malam harinya Wali Kota menginap di kantor Resort Tayawi dengan alas tikar seadanya sama seperti para petualang yang berkunjung di Resort Tayawi serta menikmati makanan tradisional yang disajikan dan tentu saja ditemani oleh Kepala Suku MTD, Bapak Mesakh. “Pak Wali Kota sangat terkesan dengan suasana kawasan Resort Tayawi yang masih asri, dimana terdengar suara alam, burung, udara yang sejuk dan keramahan MTD”, ungkap Indra, Kepala Resort Tayawi. "Saya sangat senang atas kunjungan ini, dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota yang telah berkenan bermalam di resort yang sangat sederhana dan berbaur bersama kami penuh keakraban", ungkap Raduan, Kepala SPTN Wilayah I Weda. Sumber : Indra Irawan Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Membangun Sinergitas Pengelolaan Kawasan TN Matalawa Bersama Para Pihak

Waingapu, 3 Maret 2018. Sebagai upaya membangun komunikasi para pihak yang berkepentingan didalam kawasan TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa), maka diperlukan upaya penyamaan persepsi dan program kerja melalui suatu wadah kegiatan. Guna mewujudkan hal tersebut, Balai TN Matalawa melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Kerjasama terkait pembangunan strategis bersama instansi dan mitra terkait. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2018, bertempat di ruang pertemuan Padadita Beach Hotel – Waingapu. “Ruang kerjasama dalam pengelolaan kawasan konservasi sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan bersifat mengikat bagi para pihak yang berkepentingan didalamnya. Oleh sebab itu, beliau mengingatkan agar setiap kegiatan pembangunan strategis yang berada didalam kawasan konservasi untuk dapat mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku” tegas Maman Surahman, S.Hut.,M.Si Kepala Balai TN Matalawa dalam sambutannya. Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan pemerintah daerah (Pemda) ketiga Kabupaten, Badan Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang, beserta mitra-mitra terkait. Para pihak yang hadir bersepakat untuk membangun komunikasi serta koordinasi dengan pengelola kawasan TN Matalawa terkait kegiatan pembangunan strategis yang tidak terelakkan yang berada didalam dan melintasi kawasan konservasi di Pulau Sumba ini. Hal ini sesuai dengan rumusan hasil kegiatan yang ditandatangani perwakilan peserta yang hadir pada sosialisasi tersebut. Kawasan TN Matalawa memiliki posisi strategis dan merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Pulau Sumba. Kawasan hutan ini terletak di 3 (tiga) Kabupaten, 12 Kecamatan dan dikelilingi 54 Desa yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi penting ini. Tentunya dalam pengelolaan kawasan konservasi ini kegiatan-kegiatan pembangunan strategis dikawasan konservasi ini tidak dapat terhindarkan. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa)
Baca Berita

Sukses Besar Tim BBKSDA Jatim Selamatkan Paus Besar

Situbondo, 3 Maret 2018. Penyelamatan paus yang terdampar di Pelabuhan Jangkar, Situbondo pada hari Jumat s.d Sabtu, tanggal 2-3 Maret 2018 dilakukan Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Balai TN Baluran, Polairud, TNI AL, BPSPL KKP, Kopenhagen Zoo, Jasalindo dan masyarakat sekitar. Team penyelamat dipimpin langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Bapak Sumpena. Kegiatan penyelamatan paus dilakukan Tim dari pagi hingga sore hari agar satwa tenang dan nyaman dengan menjauhkan adanya gangguan dari masyarakat yang ramai ingin melihat. Tim juga menyelimuti si mamalia besar tersebut dengan kain/karpet basah pada bagian tubuh yang nampak di atas permukaan air sampai menunggu air pasang optimal (diperkirakan air pasang optimal pada pukul 22.00 wib). Sambil menunggu air pasang, Tim juga membahas metode evakuasi yang akan dilakukan serta merencanakan pelaksanaanya. Tepat pukul 22.00 wib saat air pasang optimal dilakukan penarikan paus ke arah tengah/posisi lebih dalam. Paus diikat dan ditarik dengan 2 jet ski dan dilepaskan sekitar 1 km dari tepi pantai. Selanjutnya dilakukan penggiringan dengan 3 jet ski dan 5 perahu sampai dengan sekitar 7 km dari tepi pantai dan paus terpantau masih mampu berenang. Kegiatan penyelamatan paus terdampar di pantai jangkar dinyatakan selesai pada hari Sabtu, 3 Maret 2018 sekitar pukul 01.00 wib dengan sukses besar si mamalia besar sudah selamat. Sumber : Sumpena - Kepala SKW V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Dirjen KSDAE Saksikan Sertijab Pejabat Tinggi Pratama Lingkup KSDAE

Jakarta (2/3/18). Dirjen KSDAE "Wiratno" menyaksikan proses serah terima jabatan Pejabat Tinggi Pratama lingkup KSDAE, Rabu, 1 Maret 2018. Sertijab bertempat di Ruang Rapat Ditjen KSDAE Gedung Manggala Wanabakti Jakarta dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan. Sertijab ini dilakukan setelah sehari sebelumnya telah dilaksanakan Pelantikan di Ruang Rimbawan I oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengganti beberapa Jabatan Tinggi Pratama Lingkup KSDAE yang kosong diantaranyanya; Suharyono, S.H.,M.Si.,M.Hum, menjabat Kepala Balai Besar KSDA Riau, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc, menjabat Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Ir. Thomas Tandi Bua A. N., M.Sc, menjabat Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si menjabat Kepala Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango dan Ir. Jusman menjabat Kepala Balai Besar TN Lore Lindu. Wiratno dalam arahan kepada para Pejabat Tinggi Pratama lingkup KSDAE mengajak" Kepala balai harus melihat kondisi Internal dan Eksternal, melihat kondisi internal dengan mengajak dialog dengan staf dan fokus cek admnistrasi keuangan dan kepegawaian, cek dokumen-dokumen kawasan sehingga tahu latar belakang kawasan ditunjuk/ditetapkan. Melihat kondisi eksternal dengan menjalin hubungan dan komunikasi dengan semua mitra di daerah". Wiratno juga menambahkan bahwa" Pejabat baru harus mengkonsolidasikan kedalam dengan membangun suasana kerja yang nyaman, agar terbangun kebersamaan sehinggga meningkatkan prestasi kerja. Selain itu Wiratno juga menekankan bahwa" Ditempat yang baru untuk membangun sistem data base "Sitroom" serta secara bertahap menerapkan sistem kerja di lapangan " Resort Based Management". Dipenghujung arahannya wiratno menyatakan: Konservasi Alam bukan hanya “sekedar” pekerjaan. Ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas, dalam menjalani [Wiratno, 1 Maret 2018]
Baca Berita

Een, Gajah Betina Lahirkan 2 Ekor Gajah Jantan Dalam 3 Tahun

Palembang (02/03/2018). Een merupakan gajah betina yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) Padang Sugihan, Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Di suatu pagi para mahout dikagetkan dengan adanya bayi gajah yang baru saja dilahirkan oleh Een. “Kami tidak mengetahui bahwa Een sedang hamil”, ujar Jumiran selaku Kepala Resort Konservasi Wilayah XV PLG Padang Sugihan. Kehamilan Een memang tidak diketahui oleh mahout dan tenaga medis dokter hewan. Pasalnya sebelum melahirkan Een masih dalam masa menyusui anaknya yang lahir pada bulan Januari 2015. Pada tanggal 17 Pebruari 2018, seekor anak gajah berkelamin jantan dilahirkan secara normal di PLG Padang Sugihan. Dalam kurun waktu 3 tahun Een melahirkan 2 (dua) ekor gajah jantan. Kelahiran anak gajah ini bukan pertama kalinya di PLG Padang Sugihan. Tahun-tahun sebelumnya sudah ada kelahiran gajah-gajah. Kawasan ini memang habitat yang baik untuk gajah jinak maupun gajah liar. Ketersediaan pakan alami yang cukup merupakan faktor pendukung perkembangbiakan gajah. Diharapkan dimasa mendatang gajah betina lainnya akan menyusul Een si Gajah produktif untuk peningkatan populasi gajah sumatera di site monitoring Balai KSDA Sumatera Selatan sebesar 10 % hingga tahun 2019. Sumber : Agnes Indra Mahanani (BKSDA Sumsel)

Menampilkan 8.657–8.672 dari 11.140 publikasi