Sabtu, 13 Jun 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Petugas Amankan Baning Coklat Berusia 30 Tahun

Binjai, 18 Januari 2024. Bermula pada Selasa,16 Januari 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat menerima laporan dari lembaga mitra Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI) tentang adanya salah satu akun sosial media facebook yang memposting satwa dilindungi undang-undang jenis Baning Coklat (Manouria Emys) di salah satu grup facebook Pecinta Kura-Kura Medan Sumatera Utara, dan akan dijual. Satwa tersebut berada di salah satu event pameran di Binjai Supermall, di Kota Binjai. Menindaklanjuti laporan tersebut petugas Seksi Konservasi Wilayah II Stabat menyambangi lokasi yang diinformasikan di Binjai Supermall, pada Rabu 17 Januari 2024, dan benar menemukan adanya 1 (satu) individu Baning Coklat. Petugas kemudian mengamankan satwa tersebut dan meminta keterangan dari pemiliknya. Dalam penjelasannya kepada petugas, Baning Coklat yang diperkirakan berusia 30 tahun sebelumnya diperolehnya dari salah seorang temannya yang berasal dari Aceh. Tidak menunggu waktu lama, petugas kemudian mengevakuasi Baning Coklat ke kandang transit di Seksi Konservasi Wilayah II Stabat guna mendapatkan perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitatnya. Sedangkan terhadap pemilik, petugas sedang melakukan pendalaman. Sumber : Rizki Pramana Putra - Polhut Pemula Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sharing Session Jadi Pemanis Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024, Wadah Berbagi dan Diskusi

Jakarta, 16 Januari 2024. Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal KSDAE Tahun 2024 berlanjut ke hari kedua, Selasa (16/01/2024) di tempat yang sama, Auditorium Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Melanjutkan sesi sinergitas kinerja antar Unit Kerja Eselon I (UKE I) Kementerian LHK, Ditjen KSDAE mengundang Ditjen Gakkum, Ditjen PSLB3, Ditjen PHL, dan Ditjen PKTL untuk menyampaikan pemaparan. Di hari kedua ini, tidak hanya pemaparan dari UKE I KLHK saja, sesi Sharing Session menjadi pemanis Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024. Sesi Sharing Session pada Rakornis Ditjen KSDAE tahun ini menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi seluruh unsur Direktorat Jenderal KSDAE hingga di tingkat tapak. Sharing Session kali ini mengambil dua tema besar, yaitu Ekspedisi Sapat Hawung dengan menghadirkan Tim Ekspedisi di Sapat Hawung yang gawangi oleh BKSDA Kalimantan Tengah. Tema kedua Sharing Session adalah Pembelajaran Terbaik Sinergitas Program dari Tingkat Tapak, yang menghadirkan perwakilan dari Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango, BTN Tesso Nilo, Balai KSDA Kalimantan Timur, serta Balai TN Gunung Merapi. Di sesi Sharing Session pertama, menghadirkan Tim Ekspedisi Sapat Hawung yang diketuai langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah, Sadtata Noor Adirahmanta. Pada kesempatan tersebut, Kepala BKSDA Kalteng membawa rombongan yang terdiri dari staf BKSDA Kalteng yang mengikuti ekspedisi, peneliti yang terlibat dan tim dokumentasi. Direktur Jenderal KSDAE yang hadir sebagai penanggap memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh tim ekspedisi ini, serta berharap agar kegiatan serupa dan yang lebih inovatif lagi dapat membudaya di lingkungan pengelola kawasan konservasi. “Eksplorasi ini sangat bermanfaat untuk identifikasi spesies baru, atau yang telah lama hilang dan muncul kembali. Selain itu, pentingnya ekspedisi ini untuk inventarisasi potensi. Ekspedisi ini juga dapat memunculkan teori-teori sebagaimana teori evolusi yang digagas dari kontemplasi para penjelajah, seperti Darwin dan Wallace. Oleh karena itu, tim ekspedisi lainnya, ke depannya, juga dapat mengikutsertakan ahli ekologi untuk mempelajari perubahan kondisi alam, dan mendokumentasikan secara sains kondisi alam tersebut,” jelas Direktur Jenderal KSDAE dalam diskusi di sesi Sharing Session Sapat Hawung, Selasa (16/01/2024). Foto bersama peserta Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024 di ujung acara, Selasa (16/01/2024) Pada Sharing Session Pembelajaran Terbaik Sinergitas Program dari Tingkat Tapak, perwakilan Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango menyampaikan pembelajaran dari sinergitas pengelolaan wisata alam di kawasan konservasi. Selanjutnya, Balai TN Tesso Nilo menyampaikan pembelajaran tentang sinergitas penegakan hukum dan Balai TN Gunung Merapi menyampaikan pembelajaran tentang sinergitas pengembangan Bioprospeksi di TN Merapi. Sharing session terakhir membahas tentang sinergitas pembangunan IKN yang disampaikan oleh Balai Balai KSDA Kalimantan Timur. Salah satu yang menjadi highlight dalam diskusi kedua ini adalah kegiatan bioprospeksi yang telah dilakukan oleh BTN Gunung Merapi. “Kerjasama dengan pihak luar sudah dilakukan, salah satunya dengan UAJY untuk lab penelitian bioprospeksi. Rencananya, kegiatan bioprospeksi ini akan dibukukan,” jelas Kepala Balai TN Gunung Merapi, M. Wahyudi. Kegiatan Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024 resmi ditutup setelah penandatanganan perjanjian kinerja antara Dirjen KSDAE dan perwakilan Satuan Kerja lingkup KSDAE, yakni dari 6 Eselon II Pusat, BBKSDA Sumut, BKSDA Kalbar, BBTN Bromo Tengger Semeru, dan BTN Wasur. Kegiatan ini ditutup dengan arahan Dirjen KSDAE. Dalam arahannya Prof Satyawan menyampaikan kembali penekanan agar apa yang dilakukan oleh seluruh aparat Direktorat Jenderal KSDAE di lapangan berdampak kepada masyarakat, serta dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Saya menitipkan pesan kepada seluruh jajaran Ditjen KSDAE baik di Pusat maupun di daerah, untuk dapat menindaklanjuti hasil Rakornis ini. Saya juga akan menanti tindak lanjut dari apa yang didapatkan pada seluruh rangkaian acara pada dua hari ini, untuk dapat diimplementasikan pada tingkat tapak,” jelas Prof. Satyawan dalam penutupannya. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Awal Tahun, TWA Sibolangit Disambangi UIN Sumatera Utara

Sibolangit, 16 Januari 2024. Pada Kamis, 11 Januari 2024, sebanyak 105 mahasiswa/i Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan Jurusan Ilmu Tarbiyah dan Keguruan didampingi 9 orang dosen, menyambangi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Kunjungan mahasiswa dan dosen UINSU ke TWA Sibolangit merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya sebagai upaya mengenalkan hutan konservasi dan lingkungan kepada generasi muda penerus bangsa khususnya mahasiswa/i baru. Berbagai kegiatan dilaksanakan pada kunjungan kali ini, yang didampingi petugas Resort TWA Sibolangit, berupa pengenalan potensi kawasan TWA Sibolangit, diskusi dan diakhiri dengan penanaman bibit pohon jenis duku, durian dan mahoni. Penanaman pohon ini sebagai bukti UINSU turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan, sebagaimana tema kunjungan kali ini “ Hijau Bumiku”, dengan tujuan berperan untuk melestarikan lingkungan dan memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Selain itu juga giat menanam pohon ini dilakukan untuk mencegah banjir dan longsor. Pohon yang ditanam kelak tumbuh dan berfungsi sebagai penyerap berbagai macam polusi sehingga udara menjadi bersih, tutur perwakilan Dosen UINSU pada sambutannya. Kawasan TWA Sibolangit sebagai kawasan konservasi dibawah pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara kini terus berbenah, dan di tahun 2024 siap menyambut kunjungan baik dari kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin belajar tentang konservasi alam, flora dan fauna beserta ekosistem, karena kawasan ini merupakan salah satu kawasan edukasi dan wisata konservasi alam unggulan di Sumatera Utara. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Bersama Mayora, BBKSDA Jatim Tanami Kembali Kawasan Terdegradasi di Gunung Baung

Pasuruan, 13 Januari 2024. Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Grup) melaksanakan penanaman pohon di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung, 13 Januari 2024. Kegiatan penanaman ini merupakan bentuk komitmen keberlanjutan dari pihak PT. Tirta Fresindo Jaya dalam rangka program PEDULI KEHATI di kawasan konservasi. Sebelum penanaman, kegiatan dengan seremonial yang dilaksanakan di Blok Pemanfaatan TWA Gunung Baung yang terletak di Purwosari, Kabupaten Pasuruan tersebut. Acara dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Jatim beserta jajaran pejabat eselon III dan IV serta staf BBKSDA Jatim. Selain itu juga dihadiri segenap pimpinan dan staf PT. Tirta Fresindo Jaya - Pasuruan, Muspika Purwodadi, Kepala Desa Cowek, Kertosari, dan Lebakharjo, serta kelompok pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan TWA. Gunung Baung. Dalam sambutan Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan menekankan untuk memulai kembali peduli keanekaragaman hayati di Gunung Baung, dengan menanam jenis tanaman asli Gunung Baung. “Kenapa yang ditanam jenis Bendo dan Bambu ? Karena yang boleh ditanam di dalam kawasan konservasi adalah tanaman yang jenis asli kawasan tersebut. Dan kedua jenis tanaman ini asli tanaman Gunung Baung”, tambah Nur Patria. Di sisi lain, Dwion Yunus, Senior Factory Manager, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, utamanya bagi TWA. Gunung Baung. Ia juga berterima kasih kepada BBKSDA Jatim yang telah memberi kesempatan ikut berkontribusi dalam menjaga ekosistem kawasan konservasi. “Selain itu, kami akan bergeser ke Cagar Alam Gunung Abang untuk melakukan penanaman juga, agar kawasan Gunung Abang menjadi lebih baik dan ikut mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan kembali”, ujar Dwion. Sebelum pelaksanaan penanaman, dilakukan pelepasliaran burung dari jenis Merbah cerucuk, Cucak kutilang, dan Terkukur biasa. Kegiatan penanaman dilaksanakan pada lokasi yang terdegradasi karena kebakaran hutan beberapa waktu sebelumnya, yakni pada Blok Perlindungan. Ada 50 bibit pohon yang ditanam dari jenis Bambu Petung dan Bendo. Sedangkan 350 bibit lainnya akan ditanam di Cagar Alam Gunung Abang. Bibit- bibit yang ditanam pada cagar alam terdiri dari jenis Ficus racemosa, Ficus varigata, dan Ficus benjamina. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Untuk Sinergitas Kinerja KLHK di Tingkat Tapak, Ditjen KSDAE Gelar Rakornis Pertama di Tahun 2024

Jakarta, 15 Januari 2024. Direktorat Jenderal KSDAE melaksanakan Rapat Koordinasi Teknis Tahun 2024 di Auditorium Ir. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Rapat koordinasi ini dilaksanakan selama dua hari, Senin hingga Selasa, 15-16 Januari 2024 dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal KLHK, Inspektur Jenderal KLHK, jajaran pejabat Eselon I KLHK lainnya, serta perwakilan dari setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di lingkup Ditjen KSDAE. Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) 2024 ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Teknis lingkup KLHK yang telah dilaksanakan sebelumnya pada tanggal 10-11 Januari 2024 kemarin. Rakornis KSDAE Tahun 2024 ini dilaksanakan untuk mengupayakan sinkronisasi dan sinergitas program pembangunan bidang KSDAE dengan program strategis Unit Kerja Eselon I lainnya di tingkat tapak. “Hasil kerja pembangunan tak lagi soal kebenaran administrasi. Saya ingin mengarahkan bahwa semua unit Eselon I pada tahun 2024 ini harus memiliki hasil kerja yang berdampak langsung ke masyarakat, dan hal itu harus bisa diukur,” jelas Menteri LHK, Prof. Siti Nurbaya saat memberikan arahan pada pembukaan Rakornis KLHK, di Hotel St. Regis Jakarta Hotel, Rabu (10/01/2024). Dalam arahan tersebut, Menteri LHK juga menyampaikan jika kepala UPT adalah jendela pengetahuan kondisi tapak pembangunan Kementerian, dan kehadiran mereka menjadi penting. Direktur Jenderal KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko, menjabarkan lebih lanjut pernyataan tersebut dalam sambutannya pada arahan pembukaan Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024, Senin (15/01/2024). “Menuju Indonesia Emas 2045, kontribusi para pihak di bidang konservasi dalam menyehatkan lingkungan akan menjadi bekal utama menuju Indonesia yang maju dan mandiri. Hal ini tentunya harus dimulai dengan perencanaan yang berjenjang. Saya minta agar seluruh kepala UPT berperan aktif serta memahami kontribusi kinerja bidang konservasi pada pembangunan nasional yang berkelanjutan,” jelas Dirjen KSDAE. Dirjen KSDAE menyampaikan arahannya dalam Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024 Tidak hanya berhenti pada agenda tersebut, Rakornis KSDAE kali ini juga membuka ruang diskusi bottom-up terkait tantangan pengelolaan kawasan konservasi (KK) dari tingkat tapak, inovasi yang harus dilakukan serta tindakan yang harus dilakukan. Lebih lanjut dalam rakernis ini, dalam sesi pertama diisi dengan penyampaian arahan oleh Sekretaris Jenderal KLHK dan Inspektur Jenderal KLHK. Dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu penyampaian arahan oleh Dirjen KSDAE didampingi oleh Sekretaris Ditjen KSDAE dan jajaran Direktur lingkup Ditjen KSDAE. Hari pertama Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024 ini diakhiri dengan pemaparan dari unit eselon 1 KLHK, dimulai dari BP2SDM, Ditjen PPI dan Ditjen PDASRH. Rakornis Ditjen KSDAE Tahun 2024 masih akan dilanjutkan pada Selasa (16/01/2024) dengan agenda sinergitas antar UKE 1 KLHK dan sesi diskusi ‘sharing session’ bersama UPT lingkup KSDAE. Rumusan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan kedepan akan dilanjutkan esok hari. Sebagaimana arahan Menteri LHK, semoga langkah-langkah tersebut dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat setempat, berdampak secara signifikan hingga ke tingkat nasional, serta dapat mewujudkan target-target pembangunan berkelanjutan di tahun 2030. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Masyarakat dan Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Penanaman Pohon

Bone, 15 Januari 2024. Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi lokasi kegiatan penanaman di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Temmue, Desa Tondong, Kecamatan Tellu Limpoe. Kegiatan ini terintegrasi dengan upaya serupa di Banten yang dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. Tahun lalu, masyarakat setempat telah melaksanakan kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR), menanam 30.000 batang Gmelina dan Kopi di lahan seluas ± 25 Ha, dengan 78 petani hutan berkontribusi. Kolaborasi ini tidak hanya mengikuti amanah Perpres 28 Tahun 2023 tentang perencanaan terpadu perhutanan sosial, tetapi juga menyasar lokasi kritis untuk pemulihan lingkungan hidup. Jenis bibit yang ditanam mencakup kayu-kayuan dan buah MPTS, seperti mangga, nangka, durian, dan sukun, berasal dari persemaian permanen di seluruh Indonesia. Bambang Supriyanto, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian nasional penanaman pohon. Penanaman serentak dilakukan atas arahan Presiden Republik Indonesia untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan melalui penanaman pohon sepanjang musim penghujan 2023/2024. "Tujuan kegiatan ini bukan hanya menanam pohon, tapi juga melibatkan masyarakat dan generasi muda dalam upaya meningkatkan pendapatan Kelompok Perhutanan Sosial," kata Bambang Supriyanto. Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Andi Hasbi, M.T.P, menyoroti pentingnya tindaklanjut pasca-penanaman. Dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kondisi hutan dan perhutanan sosial. Pj. Bupati Bone, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si., menyambut baik kegiatan penanaman. Ia menekankan bahwa desa-desa di Kabupaten Bone berpotensi untuk menjadi "kampung iklim." Saka Wanabhakti Kota Sulawesi Selatan sebagai perwakilan generasi muda sangat antusias mengikuti kegiatan penanaman ini dan siap berpartisipasi dalam kegiatan penanaman lainnya begitupun dengan Masyarakat HKm Temue yang bersemangat dan menjadikan kesempatan ini untuk mempromosikan produk madu KUPS. Ir. Jusman, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan turut hadir dalam kegiatan penanaman ini. Beliau menegaskan betapa pentingnya keterlibatan aktif berbagai pihak dalam menjaga kelestarian alam. “Pada tahun 2023 kami telah melakukan Pemulihan Ekosistem dengan Pengkayaan di TWA Cani Sirenreng, Kabupaten Bone seluas 40.7 Ha dengan jumlah pohon yang ditanam 16.000 bibit. Kegiatan ini melibatkan 200 orang yang berasal dari Kelompok masyarakat/tani yang telah dibentuk oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kami berharap kolaborasi ini akan terus tumbuh dan berkembang, sebagai upaya bersama menjaga kawasan konservasi yang berkelanjutan untuk masa depan.” Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan agenda penanaman pohon lanjutan dari bulan Februari hingga April 2024 di seluruh Indonesia. Mari bersama-sama, sebagai bagian dari masyarakat, berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan alam melalui penanaman pohon. Kita adalah garda terdepan untuk masa depan bumi kita. Mari kita jaga bersama. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.01/K.8/TU/Humas/01/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Animal Welfare, Medan Zoo Perlu Dievaluasi

Medan, 8 Januari 2024. Di hari terakhir tahun 2023, tepatnya Minggu 31 Desember 2023, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama “Nurhaliza alias Putri” penghuni Medan Zoo, ditemukan mati pada pukul 16.48 Wib. Setelah mendapat informasi kematian si raja hutan tersebut, Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang dipimpin Kepala Bidang Teknis, Dr. Fifin Nopiansyah, S.Hut., MP., bersama Tim Medis (drh. Anhar Lubis, drh. Fatima Sari, drh. Muhammaf Agung dan Nur Fashilah, Amd.Vet.) segera melakukan tindakan medis nekropsi (bedah bangkai) pada Senin, 1 Januari 2024. Harimau Sumatera “Nurhaliza”, betina, berumur 9 tahun, dengan berat badan diperkirakan 50 kg, terakhir kali dilakukan medical check up pada 14 November 2023, dengan hasil pemeriksaan adanya gangguan paru, nafas tersengal-sengal dan bersuara, adanya keradangan dalam gambaran darah dan peningkatan BUN yang terkorelasi dengan hasil USG (penebalan dinding pelvis renalis dan dinding vesika urinaria), kondisi gigi kurang baik yang ditandai dengan penumpukan karang gigi. Diagnosa hasil medical check up saat itu pneumonia dan renal disease. Dan sebelum kematian, “Nurhaliza” terlihat lesu, nafsu makan turun, pergerakan lambat dan lemah serta nafas sesak dan sering muntah setelah makan. Berkaitan dengan pengelolaan satwa, Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah melakukan pemantauan terhadap Lembaga Konservasi Medan Zoo sejak April 2023, dan didapatkan fakta bahwa pengelolaan satwa belum memenuhi standar pengelolaan Lembaga Konservasi, terutama animal walfare, fasilitas kandang dan tata kelola lingkungan, serta kondisi kandang yang lembab mengakibatkan penurunan kesehatan satwa. Menindaklanjuti hasil pemantauan di bulan April 2023 tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah memanggil manajemen Medan Zoo pada November 2023 guna melaporkan perkembangan atas hasil monitoring. Pihak manajemen Medan Zoo menyampaikan kendala dan kesulitan dalam pelaksanaan operasionalnya, sehingga hal-hal yang menjadi rekomendasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara belum mengalami kemajuan yang berarti. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra telah melakukan penanganan satwa Medan Zoo, antara lain : pengecekan rutin kesehatan satwa bersama tim medis yang terdiri atas dokter hewan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, praktisi dokter hewan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), dan Lembaga Konservasi di Sumatera Utara, membantu pakan satwa dan tenaga perawat satwa (keeper) sebanyak 3 orang sejak Desember 2023 dari anggota PKBSI di Sumatera Utara, serta bantuan obat-obatan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Upaya penyelamatan satwa Medan Zoo menjadi prioritas saat ini, sehingga memerlukan dukungan dan perhatian dari para pihak, terutama dari Pemerintah Kota Medan. Balai Besar KSDA Sumatera Utara meminta kepada Direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Medan sebagai pengelola Medan Zoo untuk tetap melakukan langkah penyehatan satwa dan memperbaiki kondisi lingkungan Medan Zoo. Pada proses penanganan satwa ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PKBSI dan tim medis dari berbagai lembaga/instansi yang telah bekerja keras membantu penanganan satwa di Medan Zoo. Semoga upaya ini berlangsung dengan optimal dan satwa dapat diselamatkan. Sumber : Fitri Noor Ch. S.Hut., M.P. (Analis Konservasi Kawasan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

BBKSDA Jatim Rehabilitasi Ratusan Satwa Selundupan

Sidoarjo, 3 Januari 2024. Sebanyak 163 satwa dari berbagai jenis berhasil digagalkan penyelundupannya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Aksi penggagalan ini bagian dari Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya bersama instansi terkait lingkup Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan kegiatan pengawasan lalu lintas satwa dan tumbuhan pada tanggal 19 Desember 2023, 31 Desember 2023 dan 2 Januari 2024. Dari kegiatan itu berhasil diamankan satwa berupa Labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) 87 ekor, Ular Sanca hijau (Morelia viridis) 45 ekor, Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) 6 ekor, Kadal panana (Tiliqua gigas) 8 ekor, Junai emas (Caloenas nicobarica) 8 ekor, Biawak maluku (Varanus indicus) 6 ekor, Biawak Timor (Varanus timorensis) 1 ekor, dan Ular sanca air (Liasis sp) 2 ekor. Selanjutnya, satwa-satwa liar segera dititipkan ke kandang transit Mata Wali, Balai Besar KSDA Jatim untuk proses rehabilitasi, Selasa (3/1). Satwa-satwa tersebut diamankan tanpa dilengkapi dokumen hasil pengawasan pemasukan alat angkut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya serta tanpa dilengkapi dokumen kesehatan karantina. Satwa-satwa tersebut diangkut di kapal Nggapulu dari Pelabuhan Makassar dan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk mengelabui petugas, burung-burung dikemas dalam paralon, ular sanca hijau dan biawak dikemas dalam botol air minum. Sungguh merupakan tindakan biadap yang mengabaikan kaidah dan etika kesejahteraan satwa. Membawa satwa dilindungi tanpa dokumen karantina merupakan tindak pidana. Hal ini diatur dalam Pasal 88 huruf (a) dan huruf (c) UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar. Selain itu, juga melanggar UU. Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistemnya. Pelaku dapat diancam pidana paling lama 5 tahun dengan denda sebesar 100 juta rupiah. Perlu menjadi perhatian bahwasanya membawa satwa ilegal dapat membahayakan satwa, masyarakat, dan lingkungan. Satwa yang langka bisa terancam punah, sementara satwa dan masyarakat tempat tujuan berisiko tertular penyakit yang dibawa oleh satwa tersebut (zoonosis). Satwa-satwa tersebut akan dikondisikan terlebih dahulu agar sehat dan siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Rehabilitasi satwa liar merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi fisik dan psikologis satwa liar agar dapat hidup normal di habitatnya. Kami himbau kepada masyarakat untuk tidak membeli atau memelihara satwa liar secara ilegal. Satwa liar harus dilindungi agar tidak terancam punah. Untuk itu kami berikan beberapa tips untuk mengurangi penyelundupan satwa ilegal: Dengan bersama-sama menjaga kelestarian satwa, kita dapat memastikan bahwa satwa-satwa di Indonesia dapat terus hidup dan berkembang biak. Salam Konservasi, Salam Lestari. Sumber : Hari Purnomo & Fajar DNA - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kepak sayap “Kalina” sang Burung Garuda

SUKABUMI-Gerimis hujan yang silih berganti turun di Pusat Pendidikan Konservasi Elang Jawa (PPKEJ) Resort PTN Cimungkad Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tak menyurutkan semangat peserta untuk hadir dalam acara Pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Begitu pun Kepala Balai Besar yang didampingi Pejabat Struktural lingkup BBTNGGP beserta Pj Camat Kadudampit, perwakilan Polsek Kadudampit dan keluarga besar dari Tuan Bartels ikut ambil bagian dalam kegiatan hari ini. Satwa identik dengan Burung Garuda yang akan dilepasliarkan ini merupakan penyerahan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat diberi nama “KALINA”dan direhabilitasi selama ± 21 bulan oleh tenaga keeper internal taman nasional bekerjasama dengan Pusat Penyelamatan Satwa Elang Jawa (PPSEJ) Loji - Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Hingga akhirnya tim kesehatan bersama PPSEJ-Loji - (TNGHS) melaksanakan pemeriksaan kesehatan, penilaian perilaku dan survei lokasi pelepasan dengan hasil “sudah siap release”. Habitat yang nantinya menjadi lokasi pelepasliaran sudah refresentatif ideal untuk keberlangsungan hidup Elang Jawa, hal tersebut ditandai dengan penetapan site monitoring sejak tahun 2015, “Keberadaan Elang Jawa di TNGGP cukup terjaga, di site monitoring sendiri terdapat 8 individu Elang Jawa. Hal ini membuktikan bahwa ekosistem hutan TNGGP masih stabil, sehingga Elang Jawa dapat hidup dan berkembang biak dengan baik” ucap Kepala Balai Besar, Sapto Aji Prabowo dalam sambutannya. Butuh proses yang cukup panjang sehingga akhirnya Kalina dinyatakan dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Harapan kami, semoga tidak ada Kalina-Kalina lainnya yang harus menghuni kandang rehabilitasi baik di tempat ini maupun tempat lain. Tempat mereka bukan di kandang, tapi di alam bebas. “Bukan sebuah perjuangan yang mudah bagi rekan-rekan pengelola di Resort Cimungkad untuk dapat “meliarkan” kembali Kalina” ucap Sapto. Semoga Kalina dapat berkembang biak, dan menambah jumlah populasi Elang Jawa, tidak hanya di TNGGP tapi di Pulau Jawa. Sehingga keberadaan Elang Jawa tetap terjaga kelestariannya. Teruslah terbang tinggi penguasa langit biru Teks : Agus Deni @agustdenie & Enike Ratna Sari, S.Hut. Foto : Purnama P S & Yopi PJLKK
Baca Berita

Melepas "Rongring" ke SM Siranggas

Siranggas, 2 Januari 2024. Di penghujung tahun, tepatnya Kamis 28 Desember 2023, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melaksanakan giat pelepasliaran Orangutan Sumatera (Pongo abelii) “Rongring” ke dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas. “Rongring” merupakan orangutan berjenis kelamin betina dewasa dengan berat badan 33,34 kg serta umur diperkirakan menjelang 30 tahun, yang direscue karena menjadi korban interaksi negatif manusia dengan satwa liar di Kabupaten Langkat (bufferzone Taman Nasional Gunung Leuser). Sebelum dilepasliarkan “Rongring” telah menjalani perawatan serta rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan (PKRO) Batu Mbelin, Sibolangit. “Rongring” adalah orangutan yang diselamatkan dari Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Saat diselamatkan dan dibawa ke PKRO pada tanggal 1 Mei 2023, Rongring dalam keadaan memprihatinkan dengan berat tubuh hanya 21,36 kg, Ruas jari telunjuk kiri patah, perototan sangat tipis, rambut kusam dan turgor kulit lengket serta kulit kering, kondisi gizi buruk karena ditemukan banyak cacing dewasa dan ditemukan peluru senapan angin sebanyak 4 buah pada tengan kanan dan kaki kanan. Kondisi ini menyebabkan “Rongring” harus dilakukan perawatan secara intensif di PKRO untuk dapat dilepasliarakan kembali. Pemilihan SM Siranggas sebagai ‘rumah baru’ bagi “Rongring” karena areal ini merupakan habitat alami bagi Orangutan Sumatera dan telah dilakukan survei kelayakan, dan “Rongring” yang merupakan orangutan sumatera liar layak untuk ditempatkan di SM Siranggas. Survei lokasi dan kajian kelayakan sebagai lokasi pelepasliaran orangutan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama YOSL-OIC, Tahukah dan YEL. Setelah dilakukan pengamatan kondisi fisik, perilaku, kesehatan dan kemampuan untuk bertahan hidup, dan “Rongring” dinyatakan layak untuk dilepasliarkan, maka dilakukan persiapan pelepasliran ke SM. Sitanggas. “Rongring” yang dalam kedaaan kondisi baik dan aktif di kandang, diangkut dari PKRO Batumbelin, Sibolangit, pada Rabu 27 Desember 2023 menuju Kota Sidikalang. Setibanya di lokasi, pemeriksaan kesehatan dan fisik terakhir kembali dilakukan untuk memastikan “Rongring” siap dilepasliarkan. Setelah Tim medis menyatakan layak, pada Kamis, 28 Desember 2023, sekitar pukul 09.49 Wib “Rongring” dilepaskan ke bufferzone mengarah ke kawasan SM. Siranggas. Giat pelepasliaran ini dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama mitra teknis : YEL (Yayasan Ekosistem Lestari), YOSL-OIC (Yayasan Orangutan Sumatera Lestari - Orangutan Information Centre), Tahukah (Tangguh Hutan Khatulistiwa) dan COP (Centre for Orangutan Protection). Tim selanjutnya akan melakukan monitoring pergerakan orangutan “Rongring” hingga tanggal 1 Januari 2024, yang dikoordinir Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bersama COP. Upaya penyelamatan dan perlindungan terhadap orangutan Sumatera telah dilakukan oleh berbagai pihak, namun mengaca pada yang telah terjadi pada “Rongring” dan orangutan korban konflik dan perdagangan illegal lainnya, masih diperlukan kepedulian kita untuk menjaga satwa langka yang hanya ada di Sumatera Utara dan Aceh ini. Sudah selayaknya kita masyarakat Indonesia mendukung perlindungan Orangutan agar tetap lestari dan menjadi asset serta kebanggaan Bangsa Indonesia. Mari kita bersama mengupayakan stop perburuan, penganiayaan dan perusakan habitat orangutan. Pelepasliaran ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Kehutanan (Polhut) Ke 57 Tahun 2023, dimana Polhut merupakan Garda Depan, Front Linier dalam melindungi dan mengamankan kawasan hutan serta keanekaragaman hayati. Polhut memiliki rekam jejak cukup panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya dalam mengamankan kawasan hutan serta mencegah dan menindak pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan terkait pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, kebakaran hutan dan lahan, perburuan serta perdagangan tumbuhan dan satwa liar melalui patroli maupun operasi pemulihan keamananan. Mari dengan memanfaatkan moment ini, meningkatkan motivasi diri untuk bersama menjaga hutan dan sumber daya alam untuk mempertahankan kualitas kehidupan kita saat ini dan dimasa akan datang. Sumber : Fitri Noor Ch. S.Hut., M.P. (Analis Konservasi Kawasan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Seribu Bibit Ditanam dan 24 Burung Dilepasliar di TWA Punti Kayu dalam Rangkaian Tanam Pohon Serentak

Palembang, 31 Desember 2023 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon serentak yang dilaksanakan di 38 Provinsi Seluruh Indonesia pada hari Sabtu, 30 Desember 2023. Di Provinsi Sumatera Selatan, kegiatan dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Dirjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sigit Reliantoro, yang dipusatkan di dua lokasi yaitu Komplek Jasdam II/ Sriwijaya Palembang dan Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang. Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan petikan SK Green Ambassador program Green Youth Movement oleh Dirjen PPKL. Dalam kesempatan terpisah, Menteri LHK Siti Nurbaya mengajak semua pihak dan masyarakat luas untuk terus menanam dan memelihara pohon serta meningkatkan tutupan lahan sebagai bagian dari komitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FoLU Net Sink 2030. Di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 2000 bibit pohon ditanam, yang 1000 bibit pohon diantaranya ditanam di TWA Punti Kayu seluas dua hektar. Kegiatan penanaman pohon serentak ini juga sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk melakukan penanaman sepanjang musim hujan 2023/2024 karena dunia tengah menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati sehingga harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerja sama. Selesai melaksanakan penanaman pohon serentak di Jasdam II/ Sriwijaya, Dirjen PPKL beserta jajaran KLHK lainnya berkesempatan mengunjungi TWA Punti Kayu dengan melakukan penanaman 20 bibit pohon, meliputi lima jenis bibit kayu-kayuan yaitu balangeran, kulim, meranti, merbau, dan tembesu serta pelepasliaran 24 satwa burung, meliputi enam jenis burung yang terdiri dari siri-siri, cucak ijo, srigunting, kinoy, poksay, dan betet yang berasal dari hasil operasi dengan Polda Sumsel. Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menyampaikan bahwa kegiatan pelepasliaran satwa merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan populasi satwa liar di habitatnya. Kegiatan ini sekaligus merupakan bentuk kontribusi dalam program KLHK “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”. “20 bibit yang ditanam dan 24 burung yang dilepasliar di TWA Punti Kayu dalam rangka menyambut tahun 2024 sebagai sharing knowledge kepada seluruh stakeholder dan masyarakat luas untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan melalui paket lengkap upaya pemulihan ekosistem”, terang Ujang. Turut hadir dalam kegiatan ini, yaitu unsur Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI-Polri, Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, 11 UPT KLHK Sumsel, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel, lsm/komunitas, perusahaan/swasta, serta generasi muda Green Ambassador Sumsel. Selain itu, pada lokasi terpisah, masyarakat mitra konservasi BKSDA Sumsel juga turut berpartipasi dalam penanaman pohon serentak yang berlokasi di Suaka Margasatwa (SM) Dangku dan SM Padang Sugihan, Provinsi Sumatera Selatan sebagai bentuk realisasi program kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem. Penanaman sebanyak 200 bibit di SM Dangku melibatkan perangkat Desa Pangkalan Tungkal, Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) Dabuk Jaya Makmur, Kelompok Masyarakat Sungai Napuh, dan KTHK Sidomulyo meliputi empat jenis, terdiri dari durian, jengkol, petai, dan salam. Sedangkan penanaman di SM Padang Sugihan menargetkan 93.000 bibit pohon, yang telah ditanam sejak bulan November 2023 sampai saat ini. Adapun jenis yang ditanam meliputi 12 jenis, terdiri dari belangeran, bintaro, tembesu, jelutung rawa, pulai, salam, sungkai, bintangur, ramin, cempedak, nangka, dan beringin dengan melibatkan KTHK Berkat Yakin, KTHK Siju Maju Bersama, dan KTHK Perigi Jaya. Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Penanaman Serentak Lingkup DIY, Ini Bukti Bukan Sekedar Janji

Gunungkidul, 30 Desember 2023 - Menanam pohon, terlebih di musim hujan, menjadi sebuah upaya pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia memberikan arahan untuk menanam pohon sepanjang musim penghujan 2023 – 2024. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Penanaman dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Desember 2023 yang dipimpin oleh pejabat KLHK Pusat dan Daerah, serta melibatkan staf UPT KLHK, Dinas LHK, Aparatur Sipil Negara, dan masyarakat umum/keluarga ASN. Untuk lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada hari Sabtu, 30 Desember 2023, dilaksanakan penanaman serentak, bertempat di Petak 58 RPH Candi BDH Karangmojo KPH Yogyakarta, atau secara administratif masuk ke Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY. Dihadiri Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) beserta jajarannya, serta Sekretaris Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) beserta jajarannya. Selain itu juga hadir Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) beserta semua Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (UPT KLHK), lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta. Juga dihadiri para akademisi, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perwakilan mahasiswa serta para pelajar yang tergabung dalam Green Ambassador serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan rehabiltasi hutan dan lahan. Lokasi penanaman seluas 12 Ha, dengan total 400 bibit, berupa nangka 300 buah, bibit petai 50 buah, dan bibit jengkol 50 buah. Bibit tersebut berasal dari persemaian permanen Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo. Sedangkan lokasi penanaman merupakan lokasi RHL tahun 2024 menggunakan pola agroforestri bekerja sama dengan KPH Yogyakarta dan masyarakat sekitar hutan. Bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon serentak hari ini dilakukan juga penyerahan petikan Keputusan Menteri LHK No.1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador, kepada perwakilan Green Ambassador/Green Leaders simpul belajar BTNGM, simpul belajar Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Jawa, simpul belajar BPDAS Serayu Opak Progo, serta simpul belajar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta. Dalam pidato tertulisnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyampaikan para Green Ambassador telah mengikuti berbagai proses pendidikan selama empat bulan terakhir, sehingga menjadi harapan baru Indonesia hari ini dan di masa yang akan datang dalam upaya adaptasi, mitigasi, rehabilitasi, dan pengelolaan lingkungan hidup. Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan para Green Ambassador merupakan generasi muda yang akan menjadi pionir hebat, agen perubahan dan pemimpin masa depan. Penting bagi Indonesia mempersiapkan generasi muda yang kreatif, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan. Sumber: Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Refleksi Akhir Tahun 2023, UPT KLHK Sulsel Lakukan Penanaman Pohon di Kabupaten Barru

Sulawesi Selatan, 30 Desember 2023. Dalam upaya memanfaatkan momentum musim penghujan yang bergulir mulai Desember 2023 untuk mengantisipasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melaksanakan penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia. Penanaman Pohon serentak sepanjang musim penghujan 2023/2024 ini merupakan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia yang merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam upaya meningkatkan keseimbangan ekosistem, memitigasi dampak perubahan iklim, dan melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dalam sambutannya secara tertulis menyampaikan, “Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, sekaligus membangkitkan semangat, motivasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon.” Penanaman pohon serentak di Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru. Hadir mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Ilyas Asaad, MP., MH selaku Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Legislasi, Legal dan Advokasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel mewakili Pj. Gubernur Sulsel. Bupati Barru diwakili oleh Sekda, Para Kepala UPT KLHK Provinsi Sulsel, Green Ambassador, Saka Wanabakti, Pegawai lingkup KLHK Sulsel, dan Kelompok Kebun Bibit Rakyat (KBR). Penanaman dilakukan dengan kontrol teknis dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jeneberang Saddang. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman menyampaikan, "Penanaman pohon ini adalah langkah signifikan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan untuk menciptakan dampak positif yang luar biasa terhadap lingkungan kita. Pohon yang kita tanam pada hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang." Bersamaan dengan kegiatan menanam juga dilakukan penyerahan petikan Keputusan Menteri LHK No.121/2023 tentang Penetapan Green Ambassador kepada 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah di Indonesia kepada para Green Ambassador yang berasal dari Sulawesi Selatan. Para Green Ambassador merupakan generasi muda yang akan menjadi pioner hebat, agen perubahan dan pemimpin masa depan. Penting bagi Indonesia mempersiapkan generasi muda yang kreatif, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Peran Direktorat Jenderal KSDAE dalam Penanaman Pohon Serentak di Indonesia untuk Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

Yogyakarta, 30 Desember 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar penanaman pohon serentak di Seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Refleksi Akhir Tahun 2023 dengan tema “Bukti Bukan Sekadar Janji”. Penanaman pohon ini dilaksanakan hampir di seluruh penjuru tanah air dari Sabang hingga Merauke. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bertugas sebagai penanggungjawab penyelenggaraan aksi penanaman bersama ini di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta, pada hari ini, Sabtu (30/12/2023). Aksi penanaman pohon bersama tepatnya dilakukan di Desa Watu Sigar, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang merupakan kawasan hutan pada Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Candi-KPH Yogyakarta. Sebelum memulai penanaman, sebagai tuan rumah, Kepala Dinas LHK Yogyakarta dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gunungkidul merupakan wilayah terluas di DIY dan separuh luasnya adalah kawasan karst. Dengan adanya penanaman pohon secara serentak dan berkelanjutan ini, wilayah di Gunungkidul akan menjadi lebih hijau lagi. Direktur Jenderal KSDAE yang turut hadir beserta jajarannya dalam arahannya juga menyampaikan bahwa upaya penanaman serentak ini dilakukan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. “Dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi ini kita harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerjasama,” jelas Dirjen KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko, saat menyampaikan arahan Menteri LHK di lokasi penanaman. Setelah membuka kegiatan dan menyampaikan arahan tertulis Menteri LHK, Dirjen KSDAE didampingi jajaran pejabat yang hadir, melakukan penanaman pohon nangka, pete dan jengkol sejumlah 400 batang. Bibit pohon-pohon tersebut berasal dari persemaian permanen BPDAS Serayu Opak Progo. Bibit pepohonan tersebut ditanam pada area seluas 12 hektar, dengan pola agroforestri yang merupakan kerja sama KPH Yogyakarta dengan masyarakat sekitar kawasan hutan. Penanaman pohon serentak ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari unsur KLHK, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, akademisi, para pelajar dan masyarakat. Selain melakukan penanaman pohon serentak, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan petikan keputusan Menteri LHK Nomor 1221 Tahun 2023 tentang penetapan Green Ambassador kepada sebanyak 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah yang berasal dari Simpul Belajar yang ada di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Diharapkan dengan ditunjuknya Green Ambassador yang berasal dari generasi muda ini, akan membantu peningkatan upaya mitigasi perubahan iklim dengan aksi yang nyata dan terkini. “Saya berharap dengan diterimanya Petikan SK, para Green Ambassador dapat bergerak memulihkan lingkungan dan kehutanan dengan lebih masif, inklusif, dan inovatif, sehingga bumi dapat kembali pulih dan nyaman untuk ditinggali bagi semua makhluk hidup,” arahan Menteri LHK yang disampaikan Dirjen KSDAE. Menteri LHK juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman pohon serentak di Indonesia ini. Dirjen KSDAE secara langsung juga menyampaikan terima kasih kepada BPDAS Serayu Opak Progo, seluruh unsur KLHK di provinsi Yogyakarta, jajaran pejabat daerah, akademisi dan juga peserta yang hadir di lokasi penanaman. “Semoga tumbuh subur,” ujar Dirjen KSDAE usai melakukan penanaman. “Bangun Harmoni dengan Alam, Mulailah Menanam.” Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Evakuasi Paus Terdampar di Pantai Sindeas

Manduamas, 29 Desember 2023. Bermula pada Senin, 25 Desember 2023, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, menerima informasi dari petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah tentang terdamparnya 1 (satu) individu Paus di pantai Sindeas, Kelurahan Manduamas, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori melakukan koordinasi dengan Camat Manduamas, Sekretaris Camat, Lurah Manduamas, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tapanuli Tengah, petugas Polsek Manduamas serta BPSDL Wilayah Padang Pesisir. Pada pukul 13.48 Wib, diterima informasi bahwa Paus yang terdampar mati. Setibanya di lokasi di pantai Sindeas, pada Selasa 26 Desember 2023, Kepala Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori melakukan pengumpulan dan pengolahan data, dan hasilnya teridentifikasi : satwa jenis Paus Sperma, berjenis kelamin jantan, ukuran panjang 16,5 m, ukuran diameter 80 m dan bobot lebih kurang 25 ton. Selain itu juga melakukan koordinasi dengan Tim Muspika, Babinsa, dan karyawan PT. Perkebunan Sawit SGSR membahas peralatan, tata cara dan tehnik evakuasi bangkai Paus. Mengingat di lokasi padat pengunjung, Tim memerintahkan pengunjung mengosongkan lokasi, untuk keamanan bersama. Evakuasi mulai dilakukan sekitar pukul 17.35 Wib dengan membuat kanal memanjang dan dalam, serta mengeruk tanah dan pasir. Selanjutnya Tim menarik dan memindahkan bangkai paus ke dalam kanal dan menimbunnya dengan tanah dan pasir. Namun sebelum dimasukkan ke dalam kanal, Kepala Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori mengambil tulang tengkuk dan daging untuk keperluan sampel. Proses penguburan bangkai Paus berjalan dengan baik. Sumber : Lantas Hutagalung (Kepala Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Tingkatkan Fasilitas untuk Menunjang Kegiatan Konservasi, 54 UPT Lingkup KSDAE Terima WRU dan Drone

Jakarta, 27 Desember 2023. Upaya meningkatkan kegiatan evakuasi satwa liar (wildlife rescue) di lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), 54 Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan 6 Satuan Kerja (Satker) pusat menerima fasilitas operasional untuk menunjang kegiatan konservasi. Kegiatan serah terima ini dilaksanakan di Rimbawan II, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta secara simbolis oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, pada Rabu (27/12/2023). Sebanyak 24 unit kendaraan operasional Wildlife Rescue Unit (WRU) yang terdiri dari 22 single cabin dan 2 truk, serta 37 unit drone lapangan, diterima oleh 54 UPT di lingkup Ditjen KSDAE. Balai Taman Nasional Way Kambas dan Balai Besar KSDA Riau menerima 2 unit truk yang dikhususkan untuk membantu evakuasi gajah. Mengingat, dua UPT Ditjen KSDAE ini menjadi kawasan konservasi gajah. Di Taman Nasional Way Kambas khususnya, terdapat sekolah gajah dan Rumah Sakit Gajah (RSG) Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja, yang merupakan rumah sakit gajah pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Plt. Kepala Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Kepala Balai KSDA Bengkulu, dan Kepala Balai TN Kepulauan Togean menjadi perwakilan UPT dalam acara Serah Terima WRU secara simbolis. Usai melakukan serah terima, Sekretaris Ditjen KSDAE menyampaikan arahannya. “Semoga dengan kendaraan operasional baru ini, dapat menunjang kegiatan konservasi di tempat masing-masing. Manfaatkan alat baru ini untuk meningkatkan kapabilitas teman-teman UPT dalam mengevakuasi satwa, khususnya satwa liar dilindungi,” jelas Sekditjen KSDAE saat menyampaikan arahan usai melakukan serah terima secara simbolis. Suharyono juga menegaskan agar UPT memanfaatkan kendaraan operasional ini tidak hanya untuk evakuasi satwa saja, tapi juga digunakan untuk kegiatan konservasi lain, seperti pengamanan dan pemetaan kawasan. Sedangkan untuk penggunaan drone, diharapkan bisa memudahkan para pegawai KSDAE di lapangan untuk melakukan pemetaan kawasan. Sumber: Setditjen KSDAE

Menampilkan 849–864 dari 11.141 publikasi