Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pelatihan Mitigasi Konflik Orangutan di Wilayah Subulussalam

Subulussalam, 12 Maret 2018. Balai KSDA Aceh Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam bersama Orangutan Information Centre (OIC) melakukan kegiatan Pelatihan Mitigasi Konflik Orangutan di Wilayah Subulussalam dengan masyarakat dari beberapa desa yang berpotensi konflik satwa liar khususnya orangutan. Acara di laksanakan digedung aula kecamatan di desa Longkib Kecamatan Longkib Kota Subulussalam. Pelatihan langsung dibuka kepala seksi konservasi wilayah II Kota Subulussalam, dengan dihadiri Camat Longkip, Kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Adapun hasil kegiatan dimaksudkan agar masyarakat bisa mengerti kenapa satwa tersebut di lindungi oleh pemerintah dan memahami peran maupun fungsi dari satwa tersebut. Acara berlangsung lancar dan diimbangi keantusiasan masyarakat yang hadir untuk mendengarkan pemaparan materi pelatihan, diharapkan setelah pelatihan tersebut masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap keberadaan orangutan serta konflik satwa dengan manusia bisa ditekan. Sumber : Balai KSDA Aceh
Baca Berita

35 Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Praktek Industri di PPPLHK Camp Granit TN Bukit Tigapuluh

Belilas, 12 Maret 2018. Awal bulan Maret 2018, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) kedatangan siswa-siswi SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Sebanyak 35 (tiga puluh lima) siswa menjadi peserta Praktek Industri selama satu bulan (sampai dengan 30 Maret 2018) di TNBT. Lokasi praktek dipilih di Pusat Pelatihan dan Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Camp Granit, Wilayah Kerja Resort Talang Lakat, SPTN Wilayah II Belilas. “Siswa dan siswi SMK Kehutanan akan Praktek industri selama satu bulan di PPPLHK Camp Granit, langsung mengenal alam TNBT. Kami harapkan pasca praktek ini, setiap peserta terbentuk karakter rimbawan "Jiwa Kemandirian"nya dan setiap peserta dapat memahami materi-materi terkait pengelolaan hutan TNBT yang disampaikan oleh para pengajar” ujar Kepala Balai TNBT Darmanto SP.,M.AP pada sambutannya. Setelah penyambutan, siswa-siswi langsung menuju PPPLHK Camp Granit didampingi oleh pendamping praktek yang merupakan Manajer Camp Granit Rio Eka Putra, S.ST. Materi praktek disesuaikan dengan Panduan Praktek Industri yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Adapun materi yang diajarkan antara lain Alat penakar hujan, ilmu tanah, silvika, dendrologi, silvikultur, perlindungan hutan, penyuluhan, pengukuran dan pemetaan dengan alat ukur sederhana dan ilmu ukur kayu. Semua materi diajarkan oleh jajaran petugas fungsional tertentu Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan dan Penyuluh Kehutanan TNBT secara bergiliran. Pada minggu pertama, telah dilakukan berbagai kegiatan antara lain Perkenalan dan bina suasana dilanjutkan pengenalan Profil TNBT, Definisi, Peran dan Identifikasi Tipe Hutan, Pembuatan Herbarium, Identifikasi jenis pohon berdasarkan ciri morfologi, Identifikasi jenis tanah hutan, dan Produksi benih dan bibit tanaman hutan dan pemeliharaan tegakan. Untuk mendukung Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018, segenap peserta praktek melakukan pembersihan areal Camp Granit dari sampah. Manajer Camp Granit dan anggota mengarahkan peserta untuk menentukan lokasi pembersihan sampah dan jenis sampah yang dibersihkan. Setiap peserta antusias mengikuti setiap sesi kegiatan dan diharapkan antusiasme peserta tetap menyala sampai dengan berakhirnya kegiatan praktek industri ini. Pihak TNBT berharap pasca praktek industri ini, semakin banyak sekolah ataupun lembaga pendidikan memilih PPPLHK Camp Granit sebagai lokus kegiatan pendidikan dan pelatihan khususnya untuk kegiatan yang berkenaan dengan lingkungan hidup dan kehutanan. Hal ini akan memperkuat peran dan fungsi Camp Granit, selain sebagai ikon wisata unggulan TNBT juga sebagai pusat pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup dan kehutanan. Sumber : Balai TN Bukit Tigapuluh
Baca Berita

Setelah Dive for Trash, Yuk Intip Aksi Balai TN Bali Barat di Bike for Trash

Pulau Menjangan, 11 Maret 2018. Kepala SPTN Wilayah III Labuan Lalang, Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Hendra Gunawan, S.P., M.P., memimpin kegiatan pemasangan papan nama tugu puncak Pulau Menjangan dan aksi bersih/clean up "Bike for Trash" dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-35. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang terdiri dari pegawai TNBB, relawan, dan mahasiswa akademi pariwisata. Kegiatan pemasangan papan nama (signage) di tugu trianggulasi Puncak Menjangan dilakukan untuk menambah atraksi wisata di Pulau Menjangan. Sedangkan kegiatan clean up "Bike for Trash" dilakukan untuk menjaga kebersihan Pulau Menjangan dari sampah anorganik agar kelestarian ekosistemnya tetap terjaga. Kegiatan ini juga sekaligus untuk mempromosikan aktifitas bersepeda sambil bersih sampah kepada masyarakat. Tim dibagi menjadi dua, yaitu tim perintis jalur dengan membawa papan nama berjalan di depan sambil membuka jalur yang tertutup semak belukar. Sementara tim "Bike for Trash" mengikuti di belakang, sesekali sepeda harus dipikul, karena jalur yang dilewati tidak memungkinkan untuk sepeda dinaiki. Tim memulai perjalanan dari Pos 1 (0 mdpl) menuju titik trianggulasi yang merupakan puncak Pulau Menjangan dengan ketinggian 86 mdpl, hingga finish di Pos 2. Walaupun tidak terlalu tinggi, namun medan yang ditempuh cukup menantang. Selain jalur ini jarang dilalui, vegetasi berduri yang menutup jalur pendakian juga membuat kita harus ekstra hati-hati, apalagi dengan membawa sepeda. Setelah sekitar 2 jam mendaki, akhirnya tim tiba di puncak Pulau Menjangan. Sepanjang perjalanan, personil membersihkan sampah yang ditemukan di sepanjang jalur. Sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 7 karung dengan berat 35 Kg yang terdiri dari kantong kresek, botol plastik, bungkus makanan, kaleng minuman, dan kain bekas. Dengan dilakukannya kegiatan clean up ini harapannya dapat mengurangi sampah anorganik di kawasan TNBB, khususnya di Pulau Menjangan dan dapat memotivasi para pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Himbauan Kepada Tour/ Travel Dan Dive Center Di Taman Nasional Bunaken

Bunaken sebagai barometer destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Utara merupakan bagian dari kawasan konservasi yakni Taman Nasional Bunaken. Sebagai Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Balai Taman Nasional Bunaken menghimbau kepada para tour/ travel dan dive center yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bunaken untuk menerapkan prinsip-prinsip ekowisata yang meliputi pelestarian, pendidikan, pariwisata, ekonomi, dan partisipasi dalam menjaga keutuhan kawasan Taman Nasional Bunaken. Himbauan kepada para tour/ travel dan dive center agar melakukan pengarahan terlebih dahulu kepada wisatawan yang akan beraktivitas di Taman Nasional Bunaken antara lain dengan : Tidak Berdiri/ menginjak karang saat menyelam atau snorkelling, tidak merusak karang, tidak mengambil spesimen/ bagian karang, tidak memanfaatkan satwa untuk dipegang dan berfoto, serta membawa sampah masing-masing dan secara sukarela memungut sampah yang ditemui di kawasan Taman Nasional Bunaken untuk dibawa ke darat. Selain melalui surat Nomor : S. 105/BTNB/TU/TEK/02/2018 tanggal 21 Februari 2018 yang ditujukan kepada para tour/ travel dan dive center himbauan ini juga disampaikan pada acara Divers Gathering yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Manado pada tanggal 27 Februari 2018, atas keprihatinan dengan menurunnya kualitas penyelaman. Para divers berharap Taman Nasional Bunaken harus lestari. Surat dapat diklik dibawah ini : Surat Himbauan Sumber : Balai TN Bunaken
Baca Berita

Visit to School Program Pertama Rangkaian Harbak di TaNa Bentarum

Putussibau, 12 Maret 2018. Memulai rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan (Harbak) 2018, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengunjungi beberapa sekolah di Kabupaten Kapuas Hulu (Visit to School) untuk menanamkan rasa cinta lingkungan. Kepala Sub Bagian Data Evlap dan Humas (Sub Bag DEH) TaNa Bentarum, Dian Banjar Agung selaku penanggung jawab acara mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pihaknya untuk meningkatkan kepedulian siswa sekolah untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari gerakan cinta lingkungan. “Upaya kami memperkenalkan apa itu Taman Nasional, fungsi dan perannya bagi kehidupan serta memberikan contoh nyata cinta lingkungan dengan menjaga kebersihan utamanya di sekolah” jelas Banjar saat diwawancarai tim Humas. Sebanyak 50 orang siswa dari SDN 2 Putussibau mengikuti kegiatan yang diinisiasi oleh TaNa Bentarum hari ini Senin (12/3). Tidak dengan materi paparan saja, panitia acara juga menyuguhkan pemutaran film tentang pentingnya menjaga kebersihan dan dampak akibat membuang sampah sembarangan. “Selama ini masyarakat masih banyak yang membuang sampah ke Sungai, penting sekali untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa dampak membuang sampah itu bisa merugikan kehidupan semisal banjir” tegas Banjar. Terlihat dari pantauan tim Humas yang mengikuti acara, beberapa siswa tampak antusias rangkaian mengikuti acara, bahkan tidak jarang dari mereka yang langsung mengangkat tangannya menjawab pertanyaan dari fasilitator. “Kami ingin mereka tidak pasif dan menjadi pendengar saja makanya kami buat semacam kuis dengan hadiah sehingga kegiatan menjadi lebih aktif” ujar Ponti Astika salah stau fasilitator yang terlibat dalam acara. Rencananya Balai Besar TaNa Bentarum akan menggelar kegiatan Visit to School di beberapa sekolah dasar dan menengah se- Kota Putussibau. Selain pemberian materi dan paparan, siswa juga di ajak untuk mengenali jenis sampah yang dibedakan menurut bahan penyusunnya. ”senang dan suka acaranya bisa melihat film tentang menjaga kebersihan di sekolah, dapat hadiah juga” seru ujar Fikri, siswa kelas 4 SDN 2 Putussibau yang mengkuti acara. Panitia berusaha memahamkan cinta keberishan dengan suasana yang menyenangkan karenanya ditayangkan juga pemutaran film tentang menjaga kebersihan dan cinta lingkungan. Selain siswa, para guru dan pendidik sekolah juga dilibatkan dalam acara sehingga semua kalangan berbaur dalam kegiatan kali ini. “Kami senang dan mengapresiasi kegiatan ini karena siswa langsung paham bagaimana menjaga kebersihan, harapannya tidak hanya saat ini saja tapi bisa diteruskan di hari berikutnya” ujar Wiwik Widiyawati Kepala Sekolah SDN 2 Putussibau menjawab pertanyaan tim Humas. Acara ditutup dengan pemberian paket bantuan buku tentang TaNa Bentarum, kalender serta bulletin untuk lebih mengenalkan peran dan tugas TaNa Bentarum. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Aksi Bersih Gunung di TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 12 Maret 2018. Memeriahkan Hari Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ke-38, Hari Bhakti Rimbawan ke-35, dan Hari Hutan Internasional ke-6, serta persiapan Balai Besar TNGGP menuju “Zero Plastic”, juga berpartisipasi mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Gerakan 3 Bulan Bersih Sampah”, Balai Besar TNGGP akan menyelenggarakan Operasi Bersih Gunung dengan tema “Bekerja Bersama dengan Kreativitas dan Inovasi dalam Menjaga dan Melestarikan Kawasan TNGGP”. Kegiatan ini untuk membersihkan jalur pendakian baik sampah, vandalisme maupun benda lain yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pendaki. Selain itu, operasi bersih gunung bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi para pihak terhadap kelestarian TNGGP. Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 14 sampai 15 Maret 2018 untuk jalur pendakian Gunung Putri dan Cibodas serta tanggal 23 sampai 25 Maret 2018 untuk jalur pendakian Selabintana menjelang dibukanya pendakian 1 April 2018. Operasi bersih gunung ini terselenggara atas kerjasama antara Balai Besar TNGGP dengan mitra dan masyarakat sekitar, yaitu TNI, kepolisian, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA); Volunteer (Montana, GPO, Panthera), dan mitra lainnya. Tim operasi bersih gunung akan dilepas secara ceremonial oleh Kepala Balai Besar TNGGP di pintu masuk Gunung Putri pada Hari Rabu, 14 Maret 2018. Aksi bersih dilaksanakan sepanjang jalur pendakian melalui pintu Gunung Putri dan pintu Cibodas (14 sampai 15 Maret 2018) serta untuk pintu Selabintana (23 sampai 25 Maret 2018). Secara rinci jalur yang digunakan: a. Jalur Gunung Putri: tanah merah - pos informasi lama - Legok Leunca – Buntut Lutung - Lawang Saketeng – Simpang Maleber - Alun-alun Surya Kancana Timur - Alun-alun Surya Kancana Barat - Puncak Gumuruh/ terowongan (jalur ziarah) - Puncak Gede. b. Jalur Cibodas: Rawa Denok – Batu Kukus - Air Panas - Kandang Batu – Panca Weuleuh - Kandang Badak - Puncak Pangrango. c. Jalur Selabintana: Pondok Halimun – Simpang Gondrong - Gegeber - Cileutik - Alun-alun Surya Kancana Barat (arah Sukabumi). Sampai saat ini operasi bersih gunung merupakan kegiatan rutin untuk menanggulangi masalah sampah dan hal lain yang mengganggu keamanan dan keamanan pendaki. Namun akar permasalahannya adalah rendahnya tingkat kesadaran para pendaki. Jadi bagaiman seharusnya pengelolaan pendakian yang terbebas dari sampah? Ini yang menjadi tanggung jawab bersama. Balai Besar TNGGP sudah mengupayakan berbagai cara dalam menanggulangi masalah sampah melalui 4R (Reduce, Rescue, Reuse, dan Recycle). Kegiatan yang terkelompokan pada “reduce” antara lain melalui penyuluhan (himbauan, peringatan, dan pembinaan), pemeriksaan, serta pembatasan bawaan pendaki. Untuk sampah yang sudah terlanjur ada dalam kawasan konservasi dilakukan “rescue”, melalui operasi bersih gunung yang rutin dilakukan sejak tahun 1980-an, setidaknya dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Maret dan Bulan Agustus pada saat kegiatan pendakian ditutup untuk umum. Untuk kegiatan “reuse” dan “recycle” serta sekaligus penyadarpedulian masyarakat di sekitar, Balai Besar TNGGP telah melaksanakan berbagai program, antara lain pembentukan “Bank Sampah Assalam” dan pembinaan home industry yang mengolah dan memanfaatan sampah. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Kerjasama Balai Taman Nasional Matalawa dengan Burung Indonesia

Waingapu, 12 Maret 2018. Bertempat di Hotel The Mirah Bogor, kembali Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti melakukan kerja sama dengan Burung Indonesia (BI). Maman Surahman S.Hut., M.Si selaku pihak pertama dalam hal ini mewakili Balai Taman Nasional Matalawa menyatakan bahwa upaya kerjasama yang dibangun merupakan upaya penguatan fungsi Taman Nasional terhadap pengawetan spesies dalam menggali potensi Sumber Daya Hayati, khususnya terkait dengan kekayaan burung dan habitatnya. Kerjasama ini dibangun selama kurun waktu lima tahun kedepan yaitu hingga tahun 2022, adapun cakupan perjanjian kerjasama ini terdiri dari empat hal yaitu: upaya perlindungan dan pengamanan kawasan habitat penting bagi burung, pemulihan habitat dan populasi burung liar, penelitian burung liar dan habitatnya dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pelestarian alam. Selain itu dalam perjanjian kerjasama tersebut mengatur hak & kewajiban, kekayaan intelektual dari kedua belah pihak, serta terkait monitoring, evaluasi dan pelaporan yang akan dibuat . Diharapkan upaya kerjasama yang dibangun mampu menjaga dan melestarikan burung-burung liar yang ada di Pulau sumba, mengingat Pulau sumba merupakan tempat dengan tingkat endemisitas burung terbesar di Indonesia. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Peran Aktif Diver Untuk Menanam Karang

Manado, 12 Maret 2018. Melalui surat edaran tanggal 02 Maret 2018, Balai Taman Nasional Bunaken mengajak kepada seluruh Divers yang beraktivitas di kawasan Taman Nasional Bunaken dapat berperan aktif melakukan penanaman karang saat melakukan aktivitas menyelam, hal ini untuk meningkatkan tutupan terumbu karang dan kualitas aktivitas wisata alam menyelam (diving). Surat edaran kepada para divers mengingatkan tentang kualitas dan selalu terjaganya kelestarian Taman Nasional Bunaken sebagai kawasan konservasi. Kelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken merupakan komitmen para divers, para dive center, para tour dan travel serta pengelola untuk bersama-sama menjaga kawasan. Selengkapnya dapat diklik link dibawah ini : Surat Edaran Sumber : Balai TN Bunaken
Baca Berita

Pengoperasian Pesawat Tanpa Awak di TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 12 Maret 2018. Pada tanggal 1 – 5 Maret 2018 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), digelar Bimbingan Teknis Pengoperasian Pesawat Tanpa Awak (drone). Bimtek ini diselenggarakan oleh Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan serta diikuti oleh perwakilan dari UPT di berbagai daerah Indonesia. Gatot Soebiantoro selaku Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan dalam sambutannya menyampaikan, “Drone hanya alat, yang penting adalah kita sebagai operator. Diharapkan drone yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai ada drone yang hilang atau rusak tanpa penanganan.” Iyus Purnomo selaku salah satu praktisi drone yang menyampaikan materi menjelaskan bahwa menurut bahasa, drone memiliki arti dengung sehingga segala sesuatu yang berdengung dapat disebut drone. Namun, masyarakat terbiasa menyebut drone sebagai istilah pesawat tanpa awak. Hingga kini, drone dimanfaatkan tidak hanya menjadi bagian dari hiburan dan dokumentasi, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk pemantauan wilayah, mengukur kedalaman lubang tambang, pemetaan wilayah, serta pemeriksaan kesehatan tanaman. Sebelum memulai sesi bimbingan teknis, peserta diminta mengungkapkan harapannya terkait kegiatan ini. Harapan yang disampaikan berupa mampu mengoperasikan drone dan perangkat lunaknya, mampu memanfaatkan drone di UPT, dapat melakukan mapping di daratan dan perairan dengan drone, serta dapat mengawasi konflik satwa yang terjadi. Sesuai dengan harapan para peserta Bimtek maka materi kegiatan yang disampaikan dalam Bimtek ini mencakup aeromodelling, pengenalan bagian drone, pilot simulator, fotogrametri dan penginderaan jauh, penerbangan drone, pembuatan mission planner dan jalur terbang, pengolahan data drone, serta pembuatan layout peta di ArcGIS dalam pengelolaan data spasial program GIS. Sumber: Latifa Nur Artiningsih – Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Semarakkan Hari Bakti Rimbawan, TaNa Bentarum Gelar 14 Kegiatan

Putussibau, 11 Maret 2018. Hari Bakti Rimbawan (Harbak) yang digelar setiap tanggal 16 Maret merupakan sebuah perayaan eksistensi rimbawan tanah air dalam mengelola sumberdaya hutan. Tepat 35 tahun lalu, melalui kebijakan presiden Soeharto lahirlah Lembaga negara yang mengurus hutan dengan membentuk Departemen Kehutanan yang terpisah dari Departemen Pertanian. Menyemarakkan Harbak 2018, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menggelar tidak kurang dari 14 kegiatan yang menjadi rangkaian Harbak 2018 yang dimulai dari 12 Maret 2018 hingga puncaknya dengan upacara bendera pada tanggal 16 Maret 2018. Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Murlan Dameria Pane yang tahun ini menjadi Ketua Panitia menjelaskan bahwa semua program ditujukan untuk memupuk kembali semangat korsa rimbawan dan soliditas personil di semua wilayah TaNa Bentarum. “Melalui harbak ini kita ingin masyarakat semakin mengenal TaNa Bentarum karena kita selenggarakan juga acara donor darah dan penyerahan beasiswa bagi siswa sekolah yang tidak mampu” tegas Murlan saat diwawancara awak Humas. Selain kegiatan bertema bakti sosial, TaNa Bentarum juga menyelenggarakan lomba untuk menjaga kekompakan pegawai. Sedikitnya panitia mengatakan ada 7 lomba dan yang mengusung tema lokal Kalimantan adalah lomba sumpit. “Lokasi wilayah kerja kita kan di Kalimantan tepatnya d Kabupaten Kapuas Hulu, karenanya kita adakan juga lomba sumpit ini” terang Murlan. Ditambahkan rimbawan yang pernah bekerja di BBKSDA Jawa Barat ini bahwa kaum ibu dan perempuan juga dilibatkan dalam harbak melalui lomba memasak. Sama seperti tahun lalu, lomba memasak ini akan diikuti oleh para anggota istri dan staf perempuan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Tana Bentarum. “Kita libatkan juga ibu-ibu dan pegawai dari IKB dalam lomba memasak nanti jurinya kita tentukan kemudian” tuturnya. Sementara itu disinggung adanya peresmian kantor Resort Sadap yang masuk wilayah SPTN 1 Lanjak, Murlan mengatakan bahwa memang bangunan pendukung kinerja pengelolaan TN di resort Sadap sudah mulai difungsikan dan nantinya akan diresmikan oleh Kepala Balai Besar TaNa Bentarum. “Kantor Resortnya sendiri sudah mulai dipakai oleh staf fungsional yang ditempatkan di sana, bertepatan dengan rangkaian hari bakti maka kita masukkan ke dalam kegiatan biar lebih mudah diingat” jelasnya. Dia berharap bahwa semua rangkaian acara peringatan harbak menjadi sebuah momentum untuk lebih bersemangat dalam berkinerja mencapai tujuan pengelolaan TaNa Bentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

6 Jenis Satwa Dilepasliarkan di Cagar Alam Batanta Barat BBKSDA Papua Barat

Sorong, 08 Maret 2018. Balai Besar KSDA Papua Barat melakukan pelepasliaran satwa sitaan dan temuan ke CA Batanta Barat pada Bulan Maret Tahun 2018. Jumlah satwa yang dilepasliarkan berasal dari hasil patroli penertiban TSL sebanyak 6 ekor, dengan komposisi Kakatua Jambul Kuning (Cacatua galerita triton) sebanyak 1 ekor; Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) sebanyak 1 ekor; Kasuari Gelambir Tunggal (Casuarius unappendiculatus) sebanyak 2 ekor; Rusa Timor (Cervus timorensis) sebanyak 1 ekor dan Sanca Hijau (Morelia viridis) sebanyak 1 ekor. Pelepasliaran satwa temuan/sitaan ini dilakukan di kawasan konservasi CA Batanta Barat yang merupakan habitat dari jenis satwa tersebut. Dan telah melalui beberapa tahap penanganan yaitu rehabilitasi dan pengecekan kesehatan dari Balai Karantina Sorong. Pemilihan habitat/lokasi pelepasliaran berdasarkan hasil identifikasi petugas dan hasil konsultasi dengan masyarakat sekitar. Lokasi pelepasliaran dapat ditempuh dari Kota Sorong sekitar 2-3 jam melalui transportasi laut menggunakan speedboat. Pelepasliaran dilakukan pada saat siang hari mengingat satwa yang dilepaskan bersifat diurnal yang artinya hewan tersebut beraktivitas di siang hari. Pelepasliaran pada siang hari dimaksudkan agar satwa dapat melakukan observasi pada lokasi sekitar yang merupakan habitatnya dikemudian hari. Pelepasan satwa-satwa tersebut dilakukan dengan cara membuka pintu kandang sehingga satwa ke alam secara alami. Dalam pelepasliaran, tim telah melakukan monitoring juga untuk memastikan bahwa satwa yang dilepasliarkan aman dan tidak mendapat gangguan. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Ini Isi PKS dengan Burung Indonesia yang Ditandatangani di Bogor

Bogor, 10 Maret 2018. Menindak lanjuti hasil diskusi dan penelaahan draft Perjanjian Kerja Sama antara Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dengan Burung Indonesia yang dilaksanakan di kantor Balai TNAL di Sofifi beberawa waktu lalu, akhirnya dokumen PKS tersebut ditandatangani di Bogor. Dokumen PKS yang berdurasi selama 4 (empat) tahun ini berisi tentang penguatan fungsi TNAL serta konservasi keanekaragaman hayati melalui optimalisasi konservasi spesies prioritas dan pengelolaan tapak. Tujuan yang tertuang dalam dokumen adalah semua pihak baik Balai TNAL maupun Burung Indonesia bersinergi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan tapak serta spesies yang ada didalam lingkup wilayah kerja Balai TNAL. Ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi kajian tentang tingkat perburuan burung paruh bengkok, peningkatan pengetahuan dan kesadaran pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat tentang nilai keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang lestari. Ruang lingkup tersebut juga memasukkan pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Lokasi atau tempat yang menjadi sasaran kerja sama adalah desa-desa penyangga kawasan TNAL yang disepakati bersama. Sebagai Pihak Kedua, Burung Indonesia berkewajiban untuk melakukan monitoring dan publikasi hasil kegiatan serta berhak memperoleh masukan, mendapatkan dukungan data dan informasi dari Pihak Kesatu, yaitu Balai TNAL. “Dengan ditandatanganinya PKS ini, semoga pengelolaan TNAL secara kolaboratif bisa lebih baik lagi”, harapan Wahyudi, Kepala Balai TNAL. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Sosialisasi Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar BBKSDA Papua Barat

Sorong, 8 Februari 2018. Balai Besar KSDA Papua Barat menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar kepada pemegang ijin pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) lingkup Balai Besar KSDA Papua Barat. Bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Papua Barat kegiatan ini dikoordinir oleh Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan (P2) Balai Besar KSDA Papua Barat dan dihadiri oleh Mitra pemegang izin pemanfaatan TSL lingkup Balai Besar KSDA Papua Barat. Agenda utama kegiatan ini yakni launching terbitnya Kuota Pengambilan Tumbuhan Alam dan Penangkapan Satwa Liar Periode Tahun 2018 sesuai Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SK.500/KSDAE/SET/KSA:/12/2017 tanggal 29 Desember 2017 serta evaluasi kinerja mitra pemegang izin TSL Tahun 2017. Dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat R. Basar Manullang mengingatkan para pemegang ijin agar perlu adanya komunikasi yang baik antara mitra dengan Balai Besar KSDA Papua Barat dan segala bentuk kegiatan usaha pemanfaatan TSL harus melalui jalur resmi dan dapat melaporkan jika ada aktifitas illegal melalui Call Center Balai Besar KSDA Papua Barat dengan nomor 0811 4850 0040. “Jangan illegal, jika menemukan pelanggaran bisa disampaikan melalui call center” demikian ujarnya. Materi sosialisasi yang disampaikan terkait evaluasi kinerja mitra pemegang izin TSL, kuota TSL tahun 2018 dan capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan usaha pemanfaatan TSL yang disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Teknis KSDA Papua Barat, Tutut Heri Wibowo, S.Hut, M.Eng. Tutut berharap para mitra pemegang izin pemanfaatan TSL segera memenuhi kewajiban yang belum terpenuhi baik pelaporan maupun surat penunjukan plasma yang belum diajukan dan segera mengajukan permohonan perijinan sesuai persyaratan serta optimalkan kuota pemanfaatan TSL yang telah diterbitkan. (Bri). Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Budidaya Edelweis Bersama Kelompok Tani Konservasi “Hulun Hyang”

Pasuruan, 8-9 Maret 2018. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mendampingi Kelompok Tani Konservasi (KTK) “Hulun Hyang” belajar budidaya edelweiss. Kegiatan ini bertujuan agar anggota kelompok yang semua terdiri dari pemuda dan pemudi Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan mengetahui tentang seluk beluk Edelweiss di Indonesia, upaya pelestariannya di TNBTS, serta cara budidayanya. Hari pertama, Pelatihan Budidaya Edelweiss dilaksanakan di Desa Wonokitri dibuka oleh Kepala Bidang PTN Wilayah I, BBTNBTS. Kegiatan hari pertama berupa penyampaian materi Jenis-jenis Edelweiss di Indonesia yang terdiri dari 4 jenis edelweiss yaitu Anaphalis javanica, A. viscida, A. longifolia, dan A. maxima, serta 4 kerabat dekat edelweiss lainnya, yaitu Gnaphalium purpureum, G. japonicum, G. luteo-album, dan Carpesium cernuum. Masing-masing jenis tersebut disampaikan tentang ciri-ciri morfologi/ bentuknya, habitat/ tempat hidupnya, serta persebarannya di Indonesia maupun di luar negeri. Materi berikutnya yaitu Upaya Pelestarian Edelweiss di TNBTS yang dimulai dari kegiatan identifikasi jenis-jenis edelweiss di TNBTS pada tahun 2006 hingga saat ini. Hasilnya, hanya 1 jenis edelweiss Indonesia yang tidak dijumpai di TNBTS, yaitu Anaphalis maxima. Sejak 2014, TNBTS melakukan inovasi budidaya edelweiss dari biji. Keberhasilan ini dilanjutkan uji coba penanaman di luar kawasan TNBTS yaitu di 5 sekolah di kawasan penyangga Resort PTN Tengger Laut Pasir, serta Halaman Mushola Penanjakan, TNBTS pada tahun 2015. Tahun 2016 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengunjungi dan meresmikan Taman Edelweiss di Cemorolawang dan Penanjakan serta SD Negeri Ngadisari 1 sebagai bentuk apresiasi keberhasilan TNBTS membudidayakan Edelweiss. Tahun 2017 TNBTS melaunching Konsep Desa Edelweiss TNBTS dan mulai mengenalkan konsep tersebut di 2 Desa, yaitu Desa Wonokitri, Kec. Tosari, Kab. Pasuruan dan Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo. Mendapat respon positif dari masyarakat, tahun 2018 Direktorat Jenderal KSDAE, KLHK menetapkan program Desa Edelweiss TNBTS menjadi Role Model Nasional. Materi berikutnya yaitu Budidaya Edelweiss di TNBTS yang meliputi budidaya dari biji, stek pucuk, merunduk, hingga cangkok. Materi terakhir yaitu Pembuatan Persemaian meliputi persyaratan persemaian hingga penataan persemaian. Hari Kedua, anggota KTK “Hulun Hyang” diajak melakukan studi banding ke Taman Edelweiss TNBTS di Cemorolawang sekaligus praktek budidaya edelweiss. Taman Edelweiss TNBTS di Cemorolawang yang pernah dikunjungi oleh Menteri LHK kini fungsinya ditingkatkan dari awalnya sebagai kebun benih edelweiss menjadi percontohan dan tempat belajar bagi masyarakat desa penyangga TNBTS untuk mewujudkan ekowisata di desa masing-masing. Tamu kehormatan dari Desa Wonokitri ini disambut langsung oleh Kepala Seksi PTN Wilayah I, BBTNBTS sebagai pengampu wilayah di Taman Edelweiss yang letaknya tepat di belakang kantor Seksi PTN Wilayah I, BBTNBTS. Praktek ini dimulai dari praktek yang paling mudah, yaitu teknik “merunduk”. Praktek berikutnya yaitu praktek stek pucuk. Metode terakhir yang dipraktekkan yaitu perbanyakan menggunakan biji. Metode ini membutuhkan ketekunan tersendiri. Pengambilan bahan untuk perbanyakan edelweiss dengan metode merunduk, stek, maupun dari biji tidak boleh dilakukan sembarangan di kawasan TNBTS. Kegiatan tersebut hanya boleh dilakukan di kebun benih TNBTS atau di kebun benih edelweiss milik desa yang telah mendapat pembinaan dari TNBTS. Selesai praktek, anggota KTK “Hulun Hyang” membawa pulang biji, semai, hingga pucuk edelweiss dari Taman Edelweiss TNBTS untuk dikembangkan di Desa Wonokitri. Kegiatan Pelatihan Budidaya Edelweiss BBTNBTS ini diakhiri dengan foto bersama dengan latar belakang Taman Edelweiss TNBTS. Semoga Desa Edelweiss TNBTS di Wonokitri segera terwujud. Sumber : Birama Terang Radityo, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Hari ke-2 Deep And Extreme 2018, Ini Pesan Dirjen KSDAE Saat Ke Booth TN. Aketajawe Lolobata

Jakarta, 10 Maret 2018. Pameran Deep and Extreme Indonesia 2018 kembali digelar di JCC, Senayan, Jakarta mulai tanggal 8 - 11 Maret 2018. Untuk ketiga kalinya, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) menjadi peserta pameran wisata yang megah tersebut. Kali ini tema yang diusung Balai TNAL adalah Ekspedisi Lolobata. Hari kedua pameran (09/03), booth TNAL mengadakan “Meet and Greet Tim Ekspedisi Lolobata 2017”. anggota tim yang hadir adalah Harley B. Sastha (penulis perjalanan), Herna Prasetyo (ex. Host Jejak Petualang Survival) dan Dany Prabowo (videographer). Kegiatan interaktif yang dilaksanakan pukul 17:15 ini dihadiri beberapa petualang dan pengunjung yang penasaran dengan Ekspedisi Lolobata. Tim Ekspedisi Lolobata menjelaskan betapa seru dan menantangnya perjalanan menyusuri belantara Halmahera di kawasan TNAL. “Sudah berjalan begitu jauh tetapi kami masih belum masuk lebih dalam ke kawasan TNAL, hutan dan medannya sungguh luar biasa”, ungkap Harley. “Sampai kaki saya kena kutu air”, kelakarnya. Saat acara berlangsung, peserta juga aktif bertanya tentang perjalanan ke TNAL dan apa saja yang ditemukan disana. Beberapa jam sebelumnya, booth TNAL juga dikunjungi Bapak Wiratno, Dirjen KSDAE. Beliau berpesan agar Taman Nasional Indonesia melakukan promosi dan menjaga keindahan alam agar bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. “Taman Nasional Indonesia harus melakukan promosi baik melalui pameran maupun media sosial, promosi ke luar negeri, karena kita memiliki sumber daya yang hebat dan itu menjadi sesuatu yang luar biasa untuk anak cucu kita nanti”, pesan Dirjen KSDAE. “Kita sedang menyiapkan pondasi untuk menjaganya (taman nasional) dengan baik-baik dan dinikmati keindahannya, anak cucu kita harus bisa menikmati keindahannya seperti yang kita nikmati saat ini”, imbuhnya. “Sukses Taman Nasional Aketajawe Lolobata, ayo ke taman nasional”, tutupnya. Selain Dirjen KSDAE, booth TNAL juga dikunjungi oleh Ibu Hanni Adiati Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat dan Analis Dampak Lingkungan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Deep and Extreme Pertama, Balai KSDA Kalbar Juara Best Design Outdoor Category

Jakarta, 10 Maret 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat mengusung Wisata Ekstrim Gunung Kelam di booth Deep And Extreme Indonesia 2018. Sebuah pameran nasional bertema wisata bahari dan olahraga ekstrim yang memacu adrenalin. Beberapa booth menyajikan indahnya hidupan bawah laut, ada yang menyajikan indahnya lanskap Indonesia. Pameran ini dibuka pada 8 Maret 2018 dan akan ditutup pada 11 Maret 2018. Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang mewakili Bupati Sintang Berkunjung ke booth Pameran Deep And Extreme Indonesia 2018. Ibu Sri Rosmawati terkesan dengan rancang bangun wisata alam Gunung Kelam. Sebagai putri daerah Sintang rasa haru menyergap ketika mimpi pembangunan potensi daerahnya tervisualisasi melebihi bayangan beliau. Optimisme Pemerintah Daerah Sintang membangun Gunung Kelam dengan basis wisata alam semakin tinggi. Mimpi-mimpi ini harus diwujudkan sesegera mungkin karena momentum sedang berpihak kepada kita. Bersama membangun TWA Gunung Kelam. Selain kunjungan perwakilan dari pemerintah daerah Sintang, booth bksda Kalbar ini juga dikunjungi oleh bapak Dirjen KSDAE Wiratno. Dalam kesempatan ini, BKSDA Kalbar mengangkat tema TWA Gunung Kelam serta mengajak sahabat konservasi cilik untuk merasakan permainan panjat dinding. Pameran yang baru pertama kali diikuti ini menobatkan booth BKSDA Kalbar sebagai best design outdoor category. Sebuah tantangan bagi Balai KSDA Kalimantan Barat untuk mampu mempertahankan penghargaan yang diterima malam ini (9/3). Sumber : Tim Pameran Deep & Extreme Indonesia 2018 BKSDA Kalbar

Menampilkan 8.577–8.592 dari 11.140 publikasi