Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Hari Raya Nyepi Sekaligus Upaya Pemulihan Ekosistem di TN Bali Barat

Gilimanuk, Kamis, 15 Maret 2018. Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si. melakukan koordinasi dan silaturahim didampingi Kepala SPTNW 1 Jembrana, Ali Purwanto, dan Koordinator Polhut, I Wayan G. Suanegara dengan pimpinan stakeholder di wilayah sekitar kawasan taman nasional. Beberapa stakeholder tersebut antara lain Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Pos Polairud, dan Pos Angkatan Laut Gilimanuk. Koordinasi dilakukan terkait dukungan parapihak kepada TNBB dalam pengelolaan perlindungan dan pengamanan kawasan. Lebih fokus lagi adalah pengamanan pada pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang diperingati oleh umat Hindu pada tanggal 16 s.d 18 Maret 2018 ini. "TN Bali Barat telah mengeluarkan pengumuman No.PG 438/T.16/TU/Um/3/2018 tanggal 9 Maret 2018 tentang Perayaan Hari Raya Nyepi. Disampaikan bahwa untuk sementara kegiatan wisata alam dan kunjungan lainnya di kawasan TNBB DITUTUP SECARA TOTAL mulai tanggal 17 maret 2018 pukul 05.30 wita sampai dengan tanggal 18 Maret 2018 pukul 06.00 wita" ujar Kepala Balai TN Bali barat. Penutupan tersebut dimaksudkan sebagai penghormatan pelaksanaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan sebagai upaya pemulihan ekosistem di kawasan TNBB. Secara umum, semua instansi tersebut menyambut baik koordinasi ini dan mendukung penuh langkah langkah yang diambil TNBB. Selanjutnya diharapkan koordinasi bisa berjalan secara berkesinambungan dan melibatkan semua instansi, sehingga akan lebih kokoh dan mantap dalam rangka mendudkung pengelolaan TNBB yang lestari dan berkelanjutan. Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Cek dan Ricek Petugas Resort BBKSDA Jatim di Pelabuhan

Probolinggo, 15 Maret 2018. Petugas Resort Konservasi Wilayah 19 Probolinggo Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama Polair Resort Probolinggo melakukan pengawasan dan pengecekan bongkar muat kayu gaharu di pelabuhan Probolinggo. Pengecekan dilakukan pada truk bermuatan kayu gaharu yang diangkut menggunakan kapal mesin melalui laut dari wilayah Papua. Dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar (SATS DN) tidak luput dari kegiatan pengawsan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Luar Biasa, Semua Mendukung "Save Bonita"

Indragiri Hilir, 14 Maret 2018. Kepala Balai Besar KSDA Riau melakukan rapat Penanggulangan Konflik Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Simpang Kanan, Kec. Pelangiran, Kab. Inhil. Rapat di pimpin pjs. Bupati Indragiri Hilir dan di hadiri Kepala Balai Besar KSDA Riau, Kapolres Indragiri Hilir, Dandim, Kapolsek Pelangiran, Camat Pelangiran, Kades Tanjung Simpang, Kadus Kampung Danau (TKP) dan warga masyarakat, WWF, Yayasan Asari, PKHS, PT APP dan PT THIP. Hasil rapat memutuskan dibentuk tim terpadu yang akan ditempatkan pada 2 posko siaga (posko Kampung Danau dan posko Eboni) yang beranggotakan Balai Besar KSDA Riau, WWF. PKHS, FKH PT. Arara Abadi, POLRES Inhil, KODIM, BPBD dan Warga Kampung Danau. Posko diaktifkan mulai Kamis, 15 Maret 2018 sampai dengan 7 hari ke depan. Upaya yang dilakukan tim ditujukan untuk penangkapan dan evakuasi Harimau sumatera ke pusat rehabilitasi dan berupaya melakukan penenangan terhadap masyarat yang berada di lokasi. Sampai saat ini tim sudah meneruskan langkah-langkah yang sudah berjalan dibawah koordinasi Balai Besar KSDA Riau dan melakukan langkah untuk menambah efektifitas operasi ini, diantaranya Penembakan obat bius (penambahan obat bius dan alatnya diusahakan hari Kamis, tanggal 15 Maret 2018 direncanakan sudah sampai ke lokasi); Optimalisasi penghunaan boxtraf dan perangkap lain yg terkendali; Merangkul dan melibatkan masyarakat dalam upaya penangkapan dengan tetap dikoordinasikan dalam tim dan masuk dalam anggota tim dan Penambahan personil POLRI dan TNI dalam setiap kegiatan. Segala aktivitas penyelamatan Harimau sumatera "Bonita" akan selalu dikoordinasikan dalam tim terpadu yang akan dikoordinir oleh Balai Besar KSDA Riau. Mari kita bekerja bersama menangani persoalan konflik manusia dan satwa di Pelangiran, Kab. Indragiri Hilir Riau agar cepat terselesaikan. " Save Bonita, Save Masyarakat di sekitarnya." Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Bukti Bakti Rimbawan Kalimantan Barat 25 Pohon Seumur Hidup

Pontianak, 15/03/2018, Rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-35 dilaksanakan selama 4 hari dari tgl 13 - 16 Maret 2018 di Pontianak. Acara ini diikuti oleh 5 UPT KLHK lingkup Kalimantan Barat (BKSDA, BBTNBBBR, BPKH, BPDASHL Kapuas dan BPHP) Seksi PHLHK Wil. Kalimantan dan perwakilan daops2 Balai PPI Wil. Kalimantan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah Pameran Bakti untuk Kalbar yang bertujuan menyampaikan ke masyarakat umum apa saja yg telah kita lakukan utk Kalbar sesuai TuSi masing-masing, perlombaan (tenis meja, gaple, masak, karaoke, dll), penanaman pohon dan diakhiri dengan upacara pada hari Jumat (16/3/18). Acara penanaman dilakukan di wilayah Kampus Akbid Muhammadiyah Pontianak. Dibuka langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Pontianak sebagai tuan rumah dan penyerahan bibit secara simbolis oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat kepada Kepala AKBID Muhammadiyah Pontianak. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara penanaman, dan beliau berharap kegiatan menanam pohon tidak hanya dilakukan oleh para rimbawan saja, tetapi mestinya dilakukan pula oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Sosok yang akrab dipanggil dengan Tata tersebut menjelaskan bahwa “kegiatan menanam pohon merupakan bentuk Amal Jariyah (dalam agama islam)” dimana pohon yang ditanam akan bermanfaat bagi orang lain, misalnya orang datang ke sana untuk berteduh, atau ketika berbuah, buahnya dapat dimakan. Selain bagi manusia, pohon yang ditanam juga dapat dimanfaatkan oleh mahluk hidup lainnya. Akhir kata, beliau mengajak seluruh hadirin dengan seruan “melalui kegiatan ini mari kita sukseskan gerakan menanam 25 pohon per-orang selama hidup” Pihak akademi kebidanan Muhammadiyah Pontianak menyambut baik acara penanaman pohon yang diselenggarakan oleh UPT KLHK di Pontianak ini, dan berdasarkan informasi Kepala AKBID, kegiatan penanaman pohon di lahan mereka bukanlah yang pertama kalinya dilakukan. Jenis-jenis yang ditanam antara lain adalah jenis ulin/belian (Eusideroxylon zwageri), nyatoh (Palaquium xanthochymum), pulai (Alstonia scholaris), kemiri (Aleurites moluccanus), dan tanjung (Mimusops elengi L.). Hari bakti rimbawan merupakan salah satu wujud komitmen dan kesadaran para rimbawan dalam berkarya dan membangun hutan dan kehutanan Indonesia. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Bulan Bakti Rimbawan, Balai TN Taka Bonerate Gelar Bakti Sosial dan Lingkungan

Kepulauan Selayar-Benteng, 15 Maret 2018. Bulan Maret adalah bulan yang dinantikan seluruh Rimbawan Indonesia karena merupakan bulan bakti Rimbawan, seluruh UPT diwajibkan melakukan bakti, baik itu bakti sosial pun bakti ke lingkungan sekitar. Baik itu dilakukan oleh UPT sendiri pun melibatkan warga sekitar, komunitas dan instansi setempat. Selain itu giat ini juga bisa mempererat silaturahmi baik dalam lingkup UPT sendiri pun dengan warga. Namun berbeda dengan Balai TN. Taka Bonerate karena bulan ini juga merupakan hari jadi TN. Taka Bonerate dan tahun ini genap 27 tahun dan juga dirangkaikan dengan Hari Hutan Internasional. Ada dua kegiatan besar dilaksanakan untuk memperingati tiga agenda ini salah satunya yang dilaksanakan hari ini yaitu Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI dan RSU KH.Hayyung Kepulauan Selayar yang bertempat di Kantor Balai. "Alhamdulillah, Hari ini lumayan banyak yang mendonorkan darahnya termasuk warga dan instansi setempat" Ucap Nur Aisyah Amnur selaku Ka. Subag TU dan Ketua Panitia Kegiatan. Bukan hanya bakti donor darah namun besok akan dilanjutkan bakti lingkungan ke Kawasan Konservasi Kampung Penyu-Dusun Tulang yang melibatkan lebih banyak lagi peserta, seperti dari Pramuka Saka Wanabakti Selayar, PMI, Warga dan Komunitas setempat tambahnya. Dengan dilaksanakannya kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan rasa solidaritas antar manusia dan lingkungan sekitar kita. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Lepas Senam, Rimbawan Balai TN Gunung Merapi Lanjut Menanam

Sleman, 14 Maret 2018. Rangkaian acara Hari Bhakti Rimbawan ke-35 lingkup Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup DI Yogyakarta diantaranya adalah senam bersama, bersih sampah serta penanaman pohon. Untuk penanaman pohon kali ini dilakukan di OWA Tlogo Muncar, Kabupaten Sleman. Penanaman ini dilakukan setelah senam bersama seluruh UPT. Dalam kesempatan kali ini ditanam 7 (tujuh) jenis pohon endemik Merapi, sebanyak 20 bibit. Ketujuh jenis ini adalah Kayu Manis (Cinnamomum burmannii), Pronojiwo (Sterculia javanica), Sarangan (Castanopsis argentea), Puspa (Schima wallichii), Nogosari (Palaquium rostratum), Salam (Syzygium polyanthum) serta Pasang (Lithocarpus sundaicus). Ketujuh jenis tersebut ditanam oleh masing-masing Kepala UPT, yaitu Kepala Balai TN Gunung Merapi, Kepala Balai KSDA DI Yogyakarta, Kepala BPKH wilayah XI Yogyakarta, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DI Yogyakarta, Kepala Balai Besar PPBPTH, Kepala Balai PDASHL Serayu Opak Progo, Kepala Pusat PPEJ, Kepala SPH II Perhutani Yogyakarta, serta Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Penanaman ini sekaligus untuk merestorasi kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Rimbawan Balai TN Gunung Merapi Senam Sehat Bersama

Sleman, 14 Maret 2018. Senam sehat bersama dilaksanakan di halaman parkir Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Senam Bersama ini diikuti kurang lebih 300 orang pada hari Rabu 14 Maret 2018 dimulai pada pukul 07.30 hingga pukul 09.00. Seluruh rimbawan Balai TN Gunung Merapi, BKSDA DI Yogyakarta, BPKH XI Yogyakarta, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DI Yogyakarta, BBPPBPTH, BPDAS Serayu Opak Progo, serta Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (PPPEJ) turut hadir mengikuti. Kegiatan ini sebagai rangkaian Hari Bhakti Rimbawan yang ke-35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berada di DI Yogyakarta. Senam sehat nan gembira ini diharapkan dapat menjadi pemicu kesehatan seluruh rimbawan, karena men sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Sensus Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas

Sarolangun (14/3/18). Suku Anak Dalam (SAD) merupakan suku lokal yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Jambi termasuk di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD). SAD yang tinggal di kawasan TNBD lebih suka disebut sebagai “Orang Rimba” yang secara tidak langsung membedakannya dengan SAD yang tinggal di luar kawasan TNBD. Berdasarkan sensus yang dilakukan pada tahun 2013 lalu, terdata 13 kelompok Temenggung Orang Rimba yang tinggal di dalam kawasan TNBD yaitu Temenggung Grip, Temenggung Nangkus, Temenggung Bepayung, Temenggung Ngadap, Temenggung Girang, Temenggung Meladang/Melimun, Temenggung Melayau Tuha, Temenggung Ngamal, Temenggung Nyenong, temenggung Celitai, Temenggung Jelitai dan Temenggung Ngukir dengan jumlah keseluruhan 1775 jiwa. Untuk pembaharuan data sensus tahun 2013 tersebut, maka pada tahun 2018 ini Balai TNBD kembali melakukan kegiatan sensus yang dilaksanakan pada tanggal 8 s.d. 18 Maret 2018. Kegiatan sensus ini melibatkan kurang lebih 20 orang petugas balai TNBD yang tersebar pada 10 lokasi. Panduan pelaksanaan sensus di lapangan dilakukan oleh petugas dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sarolangun sebagai upaya untuk menjamin validitas data yang dikumpulkan. Beberapa data yang akan dikumpulkan antara lain deskripsi wilayah, organisasi kelompok, batas wilayah jelajah, jumlah jiwa, jumlah kepala keluarga (KK), tingkat pendidikan, kepercayaan, kepemilikan aset dan luasan kebun. Data hasil sensus ini mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengelolaan kawasan terutama yang berhubungan dengan pemberdayaan Orang Rimba agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Balai TNBD bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Selain itu, data sensus ini biasanya digunakan pula oleh instansi Pemerintah Daerah dan Provinsi. Sumber: TN Bukit12
Baca Berita

20.000 Bakau Ditanam di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Pulau Pramuka, 14 Maret 2018. Penanaman Bakau di Pulau Pramuka, Ibu Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Ir. Evi Haerlina mendampingi serta memandu langsung prosesi penanaman bakau yang dilakukan secara simbolis (14/3/18). Penanaman secara simbolis dilakukan ketua Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketua PERSIT KCK Ny.Sita Mulyono, Ketua JALASENASTRI Ny. Endah Ade Supandi, Bupati Kepulauan Seribu Bapak Irwansyah,Ibu-ibu anggota PERSIT, para undangan dan masyarakat Kepulauan Seribu. Jumlah Bakau yang ditanam sebanyak 20.000 batang pohon dengan jenis tanaman asli endemik Kepulauan Seribu Rhizopora stylosa. Lokasi penanaman dilakukan di Sarana dan Prasarana Wisata Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Selama prosesi penanaman, Ibu Evi menjelaskan jenis dan fungsi ekosistem mangrove bagi wilayah pesisir dan keuntungannya bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Beliau mengapresiasi kegiatan Peduli lingkungan yang dilakukan oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Wanita TNI, POLWAN, dan segenap wanita komponen bangsa dalam rangka memperingati Hari Kartini, HUT Dharma Pertiwi ke 54, dan HUT PERSIT ke 72. Rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Kartini, dan hari ulang tahun (HUT) Dharma Pertiwi ke 54 serta HUT PERSIT ke 72 di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu juga ada beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan dimaksud antara lain kegiatan bakti sosial seperti sunatan massal sebanyak 150 orang, pengobatan umum sebanyak lebih kurang 500 orang, pembagian kaca mata baca sebanyak 200 buah, dan IVA Test bagi para wanita sebanyak 200 orang, Penyuluhan NARKOBA, Pembinaan PAUD, dan pembagian SEMBAKO. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Meningkatkan Produktifitas Jurnalistik Balai TN Gunung Merbabu Melalui Inhouse Training

Boyolali, 14 Maret 2018. Balai TN Gunung Merbabu melaksanakan Inhouse Training Penulisan Karya Ilmiah dan Publikasi Media yang dilaksanakan di Wisma Heritage Boyolali (14/03/18). Kegiatan ini diikuti staf Balai TN Gunung Merbabu, Relawan TN Gunung Merbabu (Pinoes, Primapala, Anak Gunung Merapi Merbabu, Rempala dan UPL Merbabu) serta perwakilan dari BPDASHL Solo. "Untuk meningkatkan produktifitas jurnalistik, ikuti dan terapkan apa yang kita dapat di inhouse training ini, sehingga apa yang sudah kita kerjakan dapat menjadi suatu karya ilmiah dan dapat dipublikasikan kepada masyarakat", ujar Ir. edy Sutiyarto Kepala Balai TN Gunung Merbabu saat membuka acara. Adapun materi training disampaikan J. Prama Gentur Sutapa Dosen Universitas Gadjah Mada, Heri Priyatmoko Dosen Universitas Sanata Dharma, dan Abu Nadhif Wartawan Solo Pos. Diskusi hidup sepanjang acara berjalan dan para peserta sangat antusias mengikutinya. Sumber : Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

625 Pohon Ditanam Balai Besar Tana Bentarum di Hari Bakti Rimbawan

Putussibau, 14 Maret 2018. Bukan Rimbawan jika tidak menanam pohon. Ungkapan tersebut rasanya tepat sekali digelorakan apalagi jelang peringatan Hari Bakti Rimbawan. Sebagai bagian dari rangkaian Hari bakti Rimbawan 2018, hari ini Rabu (14/3) Balai Besar TaNa Bentarum bersama masyarakat melakukan penanaman sebanyak 625 batang pohon. 75 batang pohon diantaranya dilakukan di halaman rumah dinas Bupati Kabupaten Kapuas Hulu atau biasa di sebut Taman Alun. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan bahwa yang dilakukan oleh instansinya merupakan langkah untuk mengkampanyekan kesadaran cinta lingkungan kepada masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mempercantik Taman Kota. “Ini adalah upaya kami mengajak masyarakat menanam pohon, selain tentunya membantu mempercantik lanskap Taman Alun yang merupakan kebanggaan masyarakat di Kapuas Hulu”tegasnya. Lebih lanjut, Arief menambahkan bahwa tidak hanya di Putussibau, lokasi penanaman juga dilakukan di Bidang PTN Wilayah I Mataso sebanyak 500 batang dan Bidang PTN Wilayah 2 sebanyak 50 batang. “Jenis pohonnya ada Pulai, Aren, Tembesu dan jenis lainnya yang memang sesuai di tanam untuk fungsi estetika serta bisa memberikan nilai ekonomi tambahan” tuturnya. Menurut orang nomor satu di TaNa Bentarum ini, kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan himbauan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya. Karenanya, dia dan tim panitia telah merencanakan jauh hari agar agenda penanaman pohon menjadi program utama rangkaian Hari Bakti Rimbawan tahun ini. “Arahan bu Menteri 1 orang menanam 25 pohon, dan kedepan kita akan terus menanam tidak hanya pada saat peringatan hari bakti saja”tegas Arief. Dia juga meminta agar pegawai dan masyarakat yang terlibat untuk merawat dan menjaga pohon yang telah ditanamnya. Hal ini menurutnya untuk mencegah terjadinya kematian dan juga memastikan tujuan penanaman dapat tercapai. “Saya menghimbau kepada kita semua untuk menjaga dan merawat karena percuma juga kalo hanya ditanam tapi tidak dirawat” tegasnya. Pantauan tim media, acara penanaman dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Lubang galian dan pembersihan lokasi penanamam telah disiapkan sehari sebelumnya melibatkan semua pegawai dan juga anggota Manggala Agni. Balai Besar TaNa Bentarum sebagai pengelola dua taman nasional di Kapuas Hulu yaitu Taman Nasional Betung Kerihun seluas 800 ribu hektar dan Taman Nasional Danau Sentarum seluas 127 ribu hektar. Saat ini TaNa Bentarum menjadi sebuah oase bagi upaya pelestarian ekosistem hutan asli Kalimantan dan menjadi bagian dari Heart of Borneo. Pengelolaan Kawasan Konservasi lintas batas negara (Transboundary Conservation Area) merupakan salah satu fokus pengelolaan TaNa Bentarum bersama dengan Taman Negara Batang Ai dan Suaka Alam Lanjak Entimau di Malaysia. “Kita berupaya menjadi leading sector dalam mengkampanyekan cinta lingkungan kepada masyarakat sekaligus menjadi rujukan bagi tempat lain dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan” pungkasnya. Sumber : M. Idrus - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Rekor, 19 Ekor Paruh Bengkok Diserahkan Ke Tim Gabungan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 14 Maret 2018. Tim gabungan yang terdiri dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Profauna Indonesia Representatif Maluku Utara dan Polisi Resort (Polres) Halmahera Tengah (Halteng) menerima 18 ekor burung paruh bengkok dari warga Desa Wedana dan satu ekor Nuri Bayan dari anggota Polres Halteng yang diserahkan secara sukarela. Dilatarbelakangi informasi dari Profauna Indonesia pada tanggal 11 Maret 2018 kepada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Weda bahwa terdapat kegiatan peredaran satwa liar di Weda. Profauna juga meminta dukungan kepada Balai TNAL untuk mengecek kebenaran informasi tersebut pada tanggal 13 Maret 2018. Atas informasi tersebut, Kepala Balai TNAL memberikan arahan agar Tim Patroli yang ditugaskan terlebih dulu berkoordinasi dengan Polres Halteng. Hal ini dikarenakan locus kegiatan bukan berada di dalam kawasan TNAL. Tim Patroli yang telah ditugaskan kemudian berkoordinasi dengan Polres Halteng dan disambut baik oleh Kabag OPS, Kompol Jasim Hoda. “Beliau (Kompol Jasim) sangat merespon maksud dan tujuan Tim dengan menugaskan dua Anggota dari Bimas, Brigpol Sanif gan Anggota dari Reskrim Brigpol Muhammad R. Kemhay”, kata Raduan, Kepala SPTN I Weda dalam laporan singkatnya. Setelah melakukan briefing singkat di kantor SPTN I, Tim segera berangkat ke lokasi yang telah ditentukan. Saat dilokasi, Tim mendapati rumah warga yang memiliki beberapa burung paruh bengkok. Saat diwawancarai, pemilik burung tersebut belum mengetahui bahwa burung tersebut dilindungi dan harus dilestarikan agar keseimbangan alam tetap terjaga. Setelah diberikan pemahaman, akhirnya pemilik 18 ekor burung paruh bengkok tersebut menyerahkan dengan sukarela kepada Tim Patroli. Burung tersebut terdiri dari 6 ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata), 8 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus), dan 4 ekor Nuri Bayan (Eclectus roratus). Pemilik burung tersebut mengatakan bahwa burung tersebut dibeli dari masyarakat dan yang bersangkutan ingin merawat dan memelihara hanya sebagai hobi. Disaat yang sama Tim juga menerima satu ekor burung jenis Nuri Bayan dari Anggota Polres Halteng. Semua burung yang diserahkan kepada Tim tersebut saat ini direhabilitasi di kandang transit di Balai TNAL dan ditangani oleh Dokter Hewan untuk dilakukan perawatan sampai siap dilepasliarkan. Sumber : Raduan - Kepala SPTN Wilayah I Weda Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

20 Orang Warga Desa Sekitar TWA Klamono Ikut Sosialisasi TSL

Sorong, 14 Maret 2018. Bertempat di gedung pertemuan Hotel Handayani kabupaten Sorong, Balai Besar KSDA (BBKSDA) Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dari Alam serta kegiatan Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang masyarakat yang berasal dan bertempat tinggal di desa sekitar kawasan konservasi TWA. Klamono. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang peraturan perundangan terkait pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. BBKSDA Papua Barat berharap agar kedepannya masyarakat dapat memanfaatkan potensi tumbuhan dan satwa liar sebagai salah satu sumber ekonomi dengan mengikuti prosedur pemanfaatan TSL sesuai perundangan yang berlaku. Selain melakukan sosialisasi pemanfaatan TSL, pada pertemuan tersebut juga dilakukan pembentukan kelompok Masyarakat Mitra Polhut. Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini BBKSDA Papua Barat menyadari bahwa pengamanan hutan tidak hanya dapat dilakukan oleh petugas polisi kehutanan saja, akan tetapi juga dapat melibatkan masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan. Adapun tujuan kegiatan ini tercapainya penyelenggaraan perlindungan hutan kolaboratif antara BBKSDA Papua Barat bersama masyarakat di sekitar TWA. Klamono secara efektif dan efisien.
Baca Berita

Cycloop Dalam Ukiran

Jayapura, 14 Maret 2018. Sebanyak 21 pemahat asal Asmat, Sentani, Biak, dan Mamberamo berkumpul di Aula BBKSDA Papua pada tanggal 12 Maret 2018 dalam rangka kegiatan lomba ukir dan pahat yang diselenggarakan oleh BBKSDA Papua, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam acara Festival Cycloop 2018. Adapun hadiah yang diberikan berupa tabungan yang disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia dengan total hadiah 7 (tujuh) juta rupiah. Pelaksanaan lomba ukir dan pahat dimulai pukul 09.30 WIT sd 15.00 WIT, dari 5 (lima) jam waktu yang ditentukan oleh panitia, para pemahat harus menyelesaikan karya berupa ukiran di bidang papan kayu ukuran minimal 30 x 30 cm. Ketentuan karya adalah ukiran yang bernuansa Cycloop, dapat berbentuk manusia, flora dan fauna, pemandangan maupun keindahan Cycloop lainnya. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara, M.Si menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peserta lomba, karena ini merupakan salah satu cara untuk mengangkat seni dan budaya masyarakat Papua, turut mencintai dan melestarikannya, selanjutnya beliau menambahkan, pengalaman mengikuti lomba adalah hal yang penting sehingga pada lomba lainnya nanti, selain menambah saudara, peserta juga lebih dapat menuangkan ide dan kreasi dan menguasai waktu yang diberikan. Dari 21 peserta tersebut, 2 (dua) orang adalah wanita yang mempunyai keahlian dan mempunyai kecintaan terhadap seni Papua. Berbagai macam bentuk ukiran dihasilkan dari karya Putra-putri Papua ini, sehingga dewan juripun kesulitan menentukan pilihannya. Kriteria penilaian didasarkan pada empat hal, yaitu kerapian, tingkat kesulitan, kreatifitas dan keunikan, serta makna karya. Dewan juri berjumlah 7 (tujuh) orang terdiri dari akademisi, praktisi, dan fungsional BBKSDA Papua. Pada akhirnya dalam detik-detik penantian, dewan juri telah memutuskan memilih tiga pemenang, yaitu pemenang pertama ukiran berjudul "Satu Orang Satu Pohon" karya Thomas Alva Edison dengan nilai 609. Pemenang kedua ukiran berjudul "Membangun, Memelihara, dan Melindungi" karya Roma Osakat dengan nilai 584. Pemenang ketiga ukiran berjudul "Naga Penjaga Cycloop dan Tradisi Berburu Masyarakat Adat" karya Goris dengan nilai 550. Hadiah diserahkan secara langsung oleh pihak Bank BRI, untuk juara I sebesar Rp. 1.500.000,-, juara II Rp. 1.250.000,- dan juara III Rp. 750.000,-. Sumber : Diah Warastuti - PEH Balai Besa KSDA Papua dan Dzikry
Baca Berita

Pembangunan Sarpras Suaka Rhino Sumatera Memasuki Tahap Akhir

Labuhan Ratu, 14 Maret 2018. Pembangunan perluasan Sarana dan prasarana SRS guna menunjang peningkatan populasi Badak Sumatera kini sudah memasuki tahap akhir. Namun sampai saat ini masih menyisakan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan. Dalam pertemuan ini pihak YABI dihadiri Bapak Ir. Kurnia Rauf, MM selaku Manajer Pelaksanan Perluasan SRS sekaligus mewakili Direktur eksekutif YABI; Bapak Muniful Hamid selaku manajer Perlindungan; Manajer SRS yaitu Bapak Sumadi dan Bapak Riskan sebagai Manajer Penelitian dan Pengembangan. “Terdapat beberapa poin yang disampaikan untuk jadi perhatian bersama antara lain; setiap membangun sarana apapun agar dikoordinasikan dan konsultasikan terlebih dahulu; Pembangunan sarana prasarana ini agar dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial; Pembangunan perluasan sarana prasarana SRS ini agar segera diselesaikan, mengingat pesan Bapak Direktur KKH bahwa pada Bulan Maret ini sarana prasarana ini agar sudah diserahterimakan ke Balai TNWK dan direncanakan untuk peresmiannya dilakukan oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan” ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Subakir, SH. MH. Keterlambatan Pembangunan tersebut dikarenakan faktor non teknis; curah hujan tinggi yang hampir terjadi setiap hari menjadi faktor terhambatnya beberapa pekerjaan. Kendala lain yang menimbulkan keterlambatan pembangunan ini salah satunya dikarenakan adanya bahan – bahan pagar yang harus diimpor dari New Zealand, namun secara umum pembangunan sarana prasarana tersebut sudah mencapai 90%, demikian penjelasan Bapak Ir. Kurnia Rauf selaku Manajer Pelaksana Perluasan. Hasil diskusi antara kedua belah pihak dapat didapat kesimpulan bahwa Kepala Balai akan segera menetapkan Tim Monev bersama yang beranggotakan dari Balai TNWK dan YABI; segera dilakukan pemetaan dan pemasangan tanda batas Zona Khusus Konservasi Badak Sumatera seluas 5.000 ha dan diperlukan lagi area restorasi pakan badak seluas ± 4.000 ha. Dengan perluasan sarana prasarana SRS, diharapkan pengembangan ekowisata minat khusus dan terbatas Badak sumatera dapat segera terwujud. Sehingga Badak sumatera tidak terkesan eksklusif dan tidak dapat dilihat oleh masyarakat. Sehingga dukungan masyarakat dalam pengelolaan Badak sumatera akan terwujud melalui kegiatan ekowisata terbatas. Sumber : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Tim Monitoring Balai TN Kayan Mentarang Temukan Rafflesia pricei Mekar

Tang Paye - Nunukan, 14 Maret 2018. Rafflesia pricei merupakan salah satu spesies langka di Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang dengan karakter khusus dari habitat tumbuh serta keunikan fenotipnya. Rafflesia Spesies ini Terdapat di wilayah Tang Paye Resort Long Layu SPTN Wilayah I Long Bawan (Nunukan). Kegiatan monitoring terhadap spesies ini menjadi salah satu perhatian serius yang digalakkan oleh Balai TN. Kayan Mentarang dalam rangka pemantauan dan peningkatan populasi keanekaragaman hayati. Dimulai sejak tahun 2017, Balai TN Kayan Mentarang telah melakukan obeservasi terhadap Raflesia pricei dengan survey pendahuluan untuk mengetahui lokasi penyebarannya. Dan pada tahun 2018 ini Balai TN Kayan Mentarang kembali melakukan kegiatan monitoring secara berkala dalam rangka pengumpulan data hingga perlindungan terhadap eksistensi Raflesia Pricei. Dalam beberapa kali perjumpaan melalui kegiatan monitoring pada tahun sebelumnya, Untuk menemukan Rafflesia pricei pada fase mekar cukup sulit, banyak knop yang ditemukan membusuk sebelum mekar. Faktor lingkungan dan gangguan dari satwa cukup berpengaruh dalam perkembangan bunga ini apalagi Pada kondisi musim hujan, air yang masuk ke dalam bunga yang mulai mekar juga dapat menyebabkan kebusukan sehingga menyebabkan gagal mekar. “Kita akan terus berupaya melakukan kegiatan monitoring serta pemasangan papan informasi di plot penyebaran Raflesia Pricei yang sudah kita petakan, serta tidak menutup kemungkinan kedepan akan menjadi salah satu destinasi wisata dan penelitian di kawasan TN Kayan Mentarang" ujar Kepala Balai TN Kayan Mentarang Ir. Johnny Lagawurin melalui Suwarto selaku Ka SPTN wil. I Long Bawan Dari plot yang telah dipetakan pada tahun 2017, tercatat sebagian besar Raflesia Pricei yang ditemukan dalam kondisi knop membusuk dan mati. Tak hanya sampai disitu, tim juga melakukan upaya pengumpulan keterangan dari masyarakat sekitar kawasan. Upaya ini membuahkan hasil, masih di wilayah Tang Paye tersebut Tim menemukan 5 lokasi baru (1 diantaranya berada diluar kawasan) dengan penjumpaan sebanyak 6 inang. Satu diantara 6 inang tersebut terdapat 1 individu Rafflesia dalam kondisi mekar berdiameter 27cm tinggi 14 cm berkelamin jantan. Di kawasan TN Kayan Mentarang, Rafflesia pricei ini ditemukan pada ketinggian 1.400-1.427 mdpl, dengan kondisi hutan yang sedikit gangguan, tutupan vegetasi 78-90%, suhu 17-19°C, kelembaban kurang lebih 90%, dan pH 6,4-6,5. Inang dari bunga ini adalah Tetrastigma, yang juga hidup secara parasit dengan menjalar pada pohon. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang

Menampilkan 8.545–8.560 dari 11.140 publikasi