Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Rangkaian Kegiatan BBKSDA Papua Barat Semarakkan Hari Bakti Rimbawan

Sorong, 16 Maret 2018. “Melalui Bhakti Rimbawan Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Rakyat” merupakan tema yang diusung pada Hari Bhakti Rimbawan ke 35 Tahun 2018. Balai Besar KSDA Papua Barat kembali memeriahkan Hari Bakti Rimbawan di Sorong, Papua Barat dengan mengembangkan semangat sportivitas dan patriotisme dalam bekerja dengan tetap mengedepankan kebersamaan. Rangkaian hari Bakti Rimbawan ini diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya Olahraga dan seni. Pertandingan ini meliputi: bola voly, tarik tambang, tenis meja, gaplek dan karaoke. Pembersihan sampah dimana aksi bersih-bersih sampah ini berfokus di TWA Sorong dan jalan yang menghubungkan Kota dan Kabupaten Sorong tepatnya di depan TWA Sorong bersama masyarakat sekitar kawasan. Ada juga Live Talk show yang akan disiarkan pada tanggal 20 Maret 2018 di CWM (stasiun tv lokal Sorong, Papua Barat). Dan upacara peringatan hari Bhakti Rimbawan. Pelaksaan rangkaian kegiatan hari Bakti Rimbawan dimulai pada tanggal 7-16 Maret 2017 dengan melibatkan karyawan dan karyawati Balai Besar KSDA Papua barat, Dharma Wanita dan Kader Konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Meriah Hari Bakti Rimbawan Jawa Timur

Surabaya, 16 Maret 2018. Berbagai kegiatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) ke 35 tahun 2018 di Propinsi Jawa Timur diawali dengan kegiatan jalan sehat, bakti sosial (santunan anak yatim piatu), donor darah dan diakhiri penanaman pohon secara simbolis di arboretum komplek kantor rimbawan (16/3/18). Kegiatan diikuti seluruh rimbawan Jawa Timur yang mencapai 800 orang, terdiri dari UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BBKSDA Jatim, Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru, Balai GAKKUM Jabalnusra, Balai PDAS Brantas), Dinas Kehutanan Bersama UPT dan Perum Perhutani Divre II Jawa Timur. Tak hanya kegiatan sosial, acara juga dimeriahkan dengan doorprize menarik yang menjadi perhatian para peserta. Penanaman selalu dilakukan disetiap kegiatan HBR untuk memperkaya komposisi jenis tanaman di arboretum yang merupakan satu-satunya ruang terbuka hijau dikomplek kantor rimbawan Jalan Bandara Juanda Surabaya. Tak ketinggalan Kepala Balai Besar Jawa Timur Nandang Prihadi yang baru dilantik akhir bulan Februari ini turut menanam jenis Pulai (Alstonia scholaris). Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam diantaranya Macadamia (Macadamia integrifolia), Pucung (Pengium edula), Kepel (Stelechocarpus burahol), Genitri (Elaeocarpus sphaericus) dan Matoa (Pometia pinnata). Kemeriahan Hari Bakti Rimbawan 2018 akan dilanjutkan pada tanggal 22 Maret 2018 dengan kegiatan upacara yang akan dipimpin selaku inspektur upacara adalah Gubernur Jawa Timur Dr. Soekarwo. Upacara ini akan diikuti oleh seluruh unsur rimbawan Jawa Timur yang terdiri dari ASN lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Penyuluh Kehutanan dan pramuka saka wanabakti dengan peserta sebanyak 600 orang. Selain upacara, rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ini juga akan dimeriahkan aksi demo bongkar pasang senjata api yang dilakukan oleh Polhut Balai Besar KSDA Jawa Timur. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Dialog Spesial Balai TN Kutai Bertepatan Hari Bakti Rimbawan 2018

Bontang, 16 Maret 2018. Kurang tiga hari menuju peresmian Bontang Mangrove Park (BMP), Balai TN Kutai menyelenggarakan talk show dengan tema “Mengupas Tuntas BMP”. Hadir sebagai narasumber Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) sekaligus sebagai ketua penyelenggara peresmian BMP, Bapak Siswadi, S.Hut., M.Ec.Dev., MA. Acara disiarkan secara langsung bertepatan Hari Bakti Rimbawan 2018 (16 Maret 2018) pukul 19.30 – 20.30 WITA di LNG TV melalui program “Dialog Spesial”. “Taman Nasional Kutai terbagi dalam tiga wilayah yaitu Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Wilayah Taman Nasional Kutai yang paling kecil memang berada di Kota Bontang tetapi walaupun yang terkecil jika itu memiliki nilai yang “menggigit”, mengapa tidak untuk dikembangkan” ujar Nur Patria. Beliau juga mengatakan pembangunan BMP hingga saat ini masih kira-kira 30 % dari rencana desain yang telah dibuat. Pengembangan BMP merupakan hasil kerja bersama antara Balai Taman Nasional Kutai, mitra-mitra TN Kutai dan masyarakat. Kerja bersama yang telah dilakukan menjadikan TN Kutai menjadi kuat, dan gol yang diharapkan dengan adanya BMP adalah masyarakat mendapatkan manfaat dari taman nasional. “BMP sebagai kawasan pelestarian alam selain berfungsi untuk konservasi juga memberikan fungsi edukasi. Di BMP para pengunjung dapat belajar tentang mangrove karena sepanjang board walk telah dipasang papan informasi yang berisi penjelasan mengenai jenis-jenis mangrove yang ada di BMP” jelas Siswadi menjawab perbedaan BMP dengan tempat wisata mangrove lainnya di Bontang. Beliau juga melihat bahwa belum ada objek wisata yang menawarkan edukasi tentang mangrove kepada pengunjung. Selain papan informasi yang telah dipasang, Pengendali Ekosistem Hutan Balai TN Kutai juga siap memandu pengunjung yang ingin belajar tentang mangrove khususnya kepada rombongan pelajar yang berkunjung ke BMP. ?Terakhir KSBTU TN Kutai mengharapkan BMP dapat memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan. Lain halnya dengan Kepala Balai TN Kutai, Beliau berharap Taman Nasional Kutai dapat memberi manfaat untuk masyarakat serta BMP dapat megangkat destinasi wisata Kota Bontang, Kalimantan Timur maupun destinasi wisata Indonesia. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Wow !!! Gladiol Liar Bermekaran Di Savana Sikasur

Surabaya, 16 Maret 2018. Pendaki gunung mana sih yang tidak mengetahui Savana Sikasur yang terletak di Suaka Margasatwa Dataran tinggi Yang atau Gunung Argopuro. Kalau belum tahu mungkin kalian kurang jauh mainnya. Para pendaki sering menyebut savana ini dengan Cikasur, padahal sebenarnya Sikasur. Dan saat ini bunga Gladiol liar sedang bermekaran di savana yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl dan memiliki luas tak kurang dari 70 hektar ini. Bunga Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil, seperti bentuk daunnya. Bunga yang berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun yang lalu tersebut merupakan tanaman bunga hias semusim yang berbentuk herba dan masuk ke dalam famili Iridaceae. Hasil penelitian tahun 1988, Indonesia mengenal 20 varietas gladiol diantaranya Gladiolus gandavensis, Gladiolus primulinus, Gladiolus ramosus, dan Gladiolus nanus (wikipedia.org). Bunga gladiol di Sikasur dapat dijumpai di sekitar jalur pendakian, daerah terbuka dengan matahari penuh, dan semak-semak yang berada di sekitarnya. Beberapa diantaranya dapat dijumpai dekat mata air sungai kolbu. Adapun ciri-ciri bunga Galadiol yang dijumpai di Sikasur yakni berbatang herbaceus, berbentuk bulat (teres), dengan permukaan yang rata (laevis), dan berwarna hijau, hijau kekuningan, merah, serta merah ungu. Arah tumbuhnya tegak lurus (erectus), dengan pola percabangan monopodial. Daunnya terdiri dari pelepah daun dan helaian daun, bangun daun berbentuk garis, ujung daun runcing (acutus), duduk daun berseling bergantian (folia disticha). Berdasarkan ciri-ciri bunga gladiol yang dijumpai di Sikasur, beberapa jenis yang mirip diantaranya yaitu Gladiolus dalenii, Gladiolus oppositiflorus, dan persilangan keduanya yaitu Gladiolus gandavensis. Bunga liar ini mekar saat musim hujan, yakni sekitar bulan Januari hingga April. Ia terlihat mencolok diantara rerumputan hijau di sekitar Sikasur. Kemungkinan besar bunga ini ditanam sebagai tanaman hias pada zaman kolonial belanda di sekitar bangunan yang berada di Sikasur. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, siapkan peralatan mendaki kalian, siapkan perbekalan, fisik, dan jangan lupa kamera. Sebab, sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan, gunung, dan lautan, Henry Dunant. (Samsul Maarif, Bakti Rimbawan di KPHK. Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang) Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Indahnya Kebersamaan Sebagai Penutup Hari Bakti Rimbawan

Pontianak, 16 Maret 2018. Rangkaian acara peringatan hari bakti rimbawan ke-35 telah dilaksanakan. Rangkaian ini ditutup dengan makan bersama seluruh staf BKSDA Kalimantan Barat (Kalbar) serta pensiunan BKSDA Kalbar. Kegiatan ini sebagai wujud ungkapan syukur dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi keluarga besar Balai KSDA Kalbar. Makan siang bersama ini dilakukan dengan konsep saprahan/ngaliwet. Diawali pemotongan tumpeng oleh Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta kemudian diserahkan kepada perwakilan pensiunan yaitu Bapak Salwa dan Ibu Nursilah serta penyerahan cenderamata berupa lukisan wajah dari masing-masing pensiunan. Sebelum makan bersama, tidak lupa kita memanjatkan syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah dan rahmat-Nya karena diberi kesempatan sebagai Rimbawan dan Rimbawati Kalbar pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Atraksi Trike Tana Bentarum Semarakkan Puncak HBR 2018

Putussibau, 16 Maret 2018. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) 2018 di halaman Kantor Balai Besar Tana Bentarum, Jumat (16/3) dimeriahkan oleh atraksi pesawat ultralight (trike) milik Tana Bentarum. Ya, pesawat dengan mesin baling-baling tunggal itu dengan lincah terbang rendah dan sedikit melakukan manuver yang terbilang menghibur dan membanggakan. Layaknya upacara kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara, pesawat ini terbang dari landasan bandara Pangsuma Putussibau menuju lokasi upacara. Sesaat setelah atraksi, tim media berkesempatan menghubungi salah satu pilot melalui telepon. Pilot yang dihubungi adalah Hartono yang merupakan salah satu Polhut di Tana Bentarum dan berikut petikan wawancaranya: Tana Bentarum: Selamat ya mas atas atraksinya tadi, sangat mengejutkan dan bikin kami bangga. Hartono : oh iya, terima kasih Tana Bentarum : ini terbang perdana ya mas, di atas orang-orang yang sedang upacara? Hartono : kalo dibilang perdana tidak juga, kemaren tahun 2017 pada saat Festival Danau Sentarum Betung Kerihun sempat melakukan atraksi juga bahkan lebih menantang dari ini. Tapi kalo untuk Hari Bakti Rimbawan yang mungkin pertama kalinya. Tana bentarum : Sejak kapan menekuni profesi sebagai pilot trike ini mas? Hartono: mulai terjun sebagai pilot tahun 2014 kemudian saya bersama pilot lain dilatih oleh seorang professional sekitar 3 bulan di Lido Sukabumi. Terus dilakukan latihan lagi untuk menambah jam terbang. Hingga akhirnya saya mendapatkan lisensi pilot khusus pesawat trike Namanya Sport Pilot License (SPL) tahun 2015. Tana Bentarum: Motivasinya menjadi pilot itu apa si mas? Hartono: Klo dijawab jujur sebenernya saya korban senior, sebenernya pada awalnya takut ketinggian (sambil tertawa) tapi lama-lama jadi menarik juga Tana bentarum: oh korban to mas? Kalo terbang biasanya untuk apa mas? Hartono : Atraksi itu bukan tujuan utama, tujuan utamanya adalah untuk pengamanan / monitoring udara di kawasan taman nasional. Semisal ada kebakaran hutan, memotret kejadian longsor atau gangguan kawasan lainnya. Tana bentarum: Tantangannya selama ini apa saja mas dalam menerbangkan pesawat trike ini? Hartono : Kendalanya di radio, terkadang juga cuaca, klo cuaca ekstrim kita g berani terbang, ada kecepatan angin tertentu untuk kita berani terbang. Biasanya kita sebelum terbang melakukan pemantauan cuaca dulu, memungkinkan atau tidak untuk terbang, terus koordinasi dengan ATC bandara itu menjadi hal yg wajib kita lakukan setiap kali mau melakukan penerbangan Tana bentarum : harapannya kedepan apa mas? Hartono : Harapan kedepannya ya semoga trike bisa menunjang keberhasilan dalam pengelolaan seluruh kawasan konservasi di seluruh indonesia, karena trike ini bukan di sini saja, ada di beberapa upt TN dan BPKH juga yg tersebar diseluruh Indonesia Tana bentarum: terkahir mas pesan dalam HBR 2018 kali ini? Hartono : Kami dari udara mengucapkan "selamat hari bakti rimbawan ke 35, semoga rimbawan diseluruh indonesia selalu jaya" Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Rimbawan Balai Besar TaNa Bentarum Khidmat Peringati HBR ke-35

Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan di TaNa Bentarum Khidmat Putussibau, 16 Maret 2018. Upacara Bendera dalam rangka puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan di Balai Besar Tana Bentarum berlangsung khidmat. Membacakan amanah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Inspektur Upacara, Arif Mahmud menegaskan aspek lingkungan saat ini tidak lagi dianggap menjadi elemen penghambat pembangunan, namun justru menjadi pendorong pembangunan yang lebih ramah lingkungan. “Sekarang sedang berkembang diskursus publik tentang greener policy, investasi pada usaha ramah lingkungan sejalan dengan investasi pertumbuhan ekonomi” ujarnya. Kepala Balai Besar Tana Bentarum ini juga mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan saat ini sudah sangat maju (advance). Hal ini dibuktikan dengan kebijakan dan aturan yang mengakomodir aspek lingkungan dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional. “Masyarakat sudah lebih maju dalam memahami tentang lingkungan, juga UU 1945 serta aturan pelaksanannnya. Lebih advance dari sekedar isu konvesional lingkungan” jelas Arief. Upacara bendera di Tana Bentarum merupakan anti klimaks dari serangkaian acara dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan. Tidak seperti tahun lalu sejumlah pejabat tinggi dari Kabupaten Kapuas Hulu juga diundang. Tampak Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir mengisi kursi VIP dalam upacara kali ini didampingi oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Bapak Budiharjo. Sama seperti tahun lalu, pada upacara kali ini juga dianugerahkan Betung Kerihun Award yang tahun ini diberikan kepada Bapak Tucik dari Tanjung Lokang. Ketika diminta pendapatnya sesaat setelah upacara, Tucik mengatakan bahwa tidak pernah terpikirkan olehnya menerima anugerah dari Tana Bentarum. Menurutnya, masyarakat terutama yang bergantung dengan sumberdaya hutan harus juga mau menjaga keberadaan hutan dari gangguan yang merusak serta ancaman kebakaran. “Yang saya lakukan memang sudah semestinya, kalo bukan kita yang jaga siapa lagi? Yang saya lakukan juga untuk anak cucu kita kelak” tuturnya. Selain pemberian BetungKerihun Award, panitia tahun ini juga memberikan penghargaan pegawai teladan TaNa Bentarum, beasiswa bagi 7 orang siswa, bantuan 2 ekor sapi serta bantuan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan untuk 10 desa di sekitar TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum. Hari Bakti Rimbawan merupakan peringatan berdirinya Kementerian LHK saat ini, tanggal 16 Maret 1983. Kala itu melalui Keppres, presiden Soeharto memisahkan bagian Kehutanan yang setingkat eselon I menjadi Departemen Kehutanan. Sejak saat itu, kiprah rimbawan dalam mengelola sumberdaya hutan menjadi semakin diperhitungkan. Indonesia kemudian menjadi salah satu negara pengekspor kayu dan hasil hutan terbesar di Dunia. Namun kini kondisi hutan di Indonesia semakin kritis, karenanya tantangan pengelolaan hutan menjadi kompleks dan Rimbawan dituntut menjadi lebih inovatif. “Peringatan Hari Bakti Rimbawan merupakan kesempatan bagi kita untuk melakukan refleksi, menggali inovasi inspirasi dan motivasi dala kiprah kerja di bidang LHK dimanapun kita bertugas” pungkas Arief menutup arahannya. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 35 lingup TaNa Bentarum ditutup dengan atraksi pesawat Trike yang terbang melintasi lapangan upacara dan bermanuver selama kurang lebih 30 menit, menambah semarak acara tersebut. Selain itu diadakan pula eksibisi lomba menyumpit dan gasing yang merupakan lomba-lomba tradisional, perlombaan tersebut diawali oleh Bupati Kapuas Hulu dengan menyumpit pertama kali ke sasaran. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum Mohon maaf sedikit ralat... Dari DPRD Kab KH yg hadir ketua Komisi B Bapak Budiharjo
Baca Berita

Giat Penyuluhan di Pasar Burung Pamekasan

Gresik, 15 Maret 2018. Resort Konservasi Wilayah 13 Pamekasan bersama Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) lakukan pendataan dan penyuluhan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Pasar Burung 17 Agustus Kabupaten Pamekasan, Kamis 15 Maret 2018. Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Resort ini bertujuan untuk mencegah peredaran Satwa Dilindungi secara ilegal di wilayah Kabupaten pamekasan melalui Pasar Burung 17 Agustus. Di pasar petugas mendatangi kios-kios milik pedagang burung, selanjutnya melakukan pendataan jenis dan asal burung yang dijual. Sosialisasi jenis-jenis satwa dilindungi dan aturannya dilakukan dengan membagikan brosur serta berdialog secara langsung. Dari hasil kegiatan tidak ditemukan jenis satwa dilindungi yang diperjualbelikan oleh 11 pedagang yang berada di pasar tersebut, jenis burung yang mereka jual sebagian berasal dari alam diantaranya Cendet, Kutilang, Tekukur, Glatik dll dan beberapa dari hasil penangkaran diantaranya Love bird, Parkit, dan Perkutut. Sumber : Didik Sutrisno, A.Md - Penyuluh Kehutanan Pelaksana SKW IV Bidang Wil. II Gresik Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kelas Botani dari Kader Konservasi Balai KSDA Sumatera Selatan

Lahat, 15 Maret 2018. Kelas Botani merupakan salah satu bagian dari program edukasi yang dilakukan oleh Pungky Nanda Pratama yang merupakan salah satu kader konservasi SKW II Lahat, Balai KSDA Sumatera Selatan. Sasaran edukasi diprioritaskan pada daerah penyangga kawasan Suaka Margasatwa (SM) Isau-isau yang memiliki tekanan kawasan yang tinggi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Kelas Botani dilakukan di sembilan sekolah dasar yang terletak di desa penyangga kawasan SM Isau-isau di wilayah Kecamatan Pagar Gunung Kabupaten Lahat. Pada kegiatan tersebut anak-anak diajak untuk mempelajari tanaman menggunakan media video sebagai sarana edukasi dengan penjelasan secara lisan dan tertulis tentang bagian-bagian tanaman (akar, batang, daun, bunga, buah dan biji) beserta dengan fungsi masing-masing bagian tersebut. Pembelajaran mengenai fungsi setiap bagian tanaman merupakan materi dasar yang harus dipahami karena anak-anak yang menjadi sasaran Kelas Botany karena mereka tinggal di daerah penyangga kawasan SM Isau-isau dengan tingkat deforestasi kawasan yang tinggi. Dengan pemahaman ini semoga anak-anak akan lebih mengerti dengan keberadaan hutan dan fungsinya sehingga kelak saat dewasa dapat berperan aktif dalam konservasi terutama pada perlindungan dan rehabilitasi kawasan SM Isau-isau. Sumber : Pungky Nanda Pratama - Kader Konservasi Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

6 Penghuni Baru Arboretum Ir. Lukito Daryadi

Jakarta, 15 Maret 2018. Memperingati Hari Bhakti Rimbawan Tahun 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan serangkaian kegiatan diantaranya adalah Penanaman Bunga kibut (Amorphophallus titanum), Pelepasliaran Burung, dan Pemasangan Barcode Pohon di Arboretum Ir. Lukito Daryadi, MSc. Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Jenderal KSDAE yang diwakili Direktur PIKA Ibu Listya Kusumawardhani. Dilanjutkan oleh Plt. Gubernur Bengkulu, kemudian Deputi Keanekaragaman Hayati LIPI, dan dilanjutkan arahan Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya. Bunga kibut yang ditanam sebanyak 6 (enam) umbi yang diambil dari hutan di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Bukit Daun, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Penanaman dilakukan oleh Menteri LHK, Plt. Gubernur Bengkulu, Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI, Sekjen KSDAE, dan Dirjen KSDAE yang diwakili Ibu Direktur PIKA. Pengambilan jenis tumbuhan dilindungi tersebut didasarkan atas Rekomendasi Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI sebagai Scientific Authority sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.02 Tahun 2018 tentang Akses Pada Sumber Daya Genetik Spesies Liar dan Pembagian Keuntungan Atas Pemanfaatannya. Selepas menanam, acara dilanjutkan dengan pelepasliaran 135 ekor burung, dengan rincian Cucak Kutilang sebanyak 45 ekor, Jalak Kerbau 20 ekor, Pleci 10 ekor, Merbah Cerucuk 10 ekor, Tekukur 5 ekor, Perkutut 25 ekor, dan Jalak Kapas 20 ekor. Pelepasliaran burung untuk meningkatkan jumlah dan keanekaragaman jenis burung di alam dan memperluas sebaran populasi di habitat alaminya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemasangan barcode pada pohon yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri LHK didampingi oleh Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati-LIPI. Penyediaan informasi digital tersebut diharapkan akan memberikan kemudahan bagi pengunjung, khususnya dalam rangka mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan penyadartahuan masyarakat. Arahan Menteri LHK, bahwa biodiversity Indonesia merupakan bagian dari kedaulatan negara yang harus di pertahankan tidak hanya konservasi tetapi juga supaya masyarakat dapat mengambil manfaat dari keanekaragaman hayati tersebut sesuai dengan pernyataan Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI. Sumber : Ditjen KSDAE
Baca Berita

Hutan Memerah, Hewan Memunah

Makassar, 15 Maret 2018. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyampaikan materi Kebijakan Konservasi Kehati menuju Pengelolaan TSL yang Berkeadilan dalam seminar yang bertema Hutan Memerah, Hewan Memunah (Menjawab Tantangan Pengelolaan Hutan dalam Menjaga Kelestarian Hewan Appendix). Seminar berlangsung di auditorium Kehutanan, Universitas Hasanuddin Makassar yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof. DR. Yusran S.Hut,. M.Si, Mahasiswa/i Fakultas Kehutanan dan Fakultas Kedokteran jurusan Kedokteran Hewan. Seminar sehari ini diselenggarakan oleh Biro Belantara Kreatif, Silva Indonesia PC. Unhas bersama Korps HMI Wati Komisariat Kehutanan dan Korps HMI wati Kedokteran Hewan Cabang Makassar Timur. Dalam materi yang disampaikannya, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc menjelaskan potensi Sumber Daya Alam di Indonesia dan upaya-upaya konservasi yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk 10 cara baru peningkatan pengelolaan kawasan konservasi, beliau juga menekankan pentingnya kesamaan Niat dan Sinergitas sampai pada tingkat lapangan dalam pengelolaan Tumbuhan dan Satwa liar di Indonesia, sehingga apa yang telah dibahas pada seminar ini tidak hanya berakhir didalam ruangan namun juga dapat diimplementasikan pada tataran pelaksanaan. Disampaikan juga materi tentang “Animal Ethics” oleh Zulfikar Basrul S.KH, M.Sc seorang aktifis Animal Welfare, yang menjelaskan bagaimana perbedaan sudut pandang terhadap Satwa Liar dapat menjadi salah satu faktor bagaimana Satwa tersebut diperlakukan dan kaitannya terhadap kelestarian Satwa Liar dan upaya perlindungannya. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Babak Baru Rekonsiliasi Balai TN. Aketajawe Lolobata dengan Pintatu dan Tomares

Sofifi, 15 Maret 2018. Sudah sekitar 7 tahun Desa Pintatu dan Desa Tomares menutup diri dari Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), hari ini (15/03) kedua desa tersebut mulai membuka diri melalui pertemuan penyelesaian konflik yang diadakan oleh Balai TNAL di kantor Camat Wasile Selatan menindak lanjuti hasil pertemuan Sofifi tgl 20 Desember 2017 yang di fasilitasi oleh Direktorat PKTHA Ditjen PSKL Kementerian LHK. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Muspika, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut dan Kepala Balai TNAL bersama pejabat struktural. Pertemuan tersebut menghasilkan dua kesepakatan, yaitu kedua desa meminta pemetaan lahan yang berada di dalam kawasan TNAL secara partisipatif yang hasilnya akan dilaporkan kepada BPKH Wilayah VI Manado dan diadakan kegiatan sosialisasi kawasan TNAL dengan melibatkan pihak-pihak terkait (PSKL Maluku Papua, BPKH Wil VI Manado, Dishut Maluku Utara, Pokja PPS Maluku Utara, muspika Wasile Selatan) Kepala Balai TNAL mengatakan bahwa terdapat 10 paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi dimana masyarakat menjadi subjek bukan menjadi objek. "Kita harus memberikan penghormatan kepada HAM dan penghormatan kepada budaya dan adat", kata Wahyudi, Kepala Balai TNAL. "Masih ada kesalah pahaman bahwa masyarakat desa tersebut (Pintatu dan Tomares) menganggap kawasan TNAL tidak bisa dimanfaatkan (tertutup) dan dilarang, padahal ada ruang di Zona Pemanfaatan dan Zona Tradisional untuk bisa dikelola masyarakat seperti wisata dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, misalnya getah damar", papar Junesly, Kepala SPTN Wilayah III. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata aketajawe.com
Baca Berita

Balai KSDA Bali Tangkap Pelaku Pembantaian Lumba - lumba

Denpasar, 15 Maret 2018. Berawal dari postingan dari akun istagram “@denpasarnow” pada Rabu, 13 Maret 2018 dengan link berita https://instagram.com/p/BgTED0jlocM/, seorang Netizen mengunggah foto sembelih lumba-lumba di Facebook (FB), dan dilaporkan ke akun Instagram Balai KSDA Bali dan dilihat pada pukul 18.20 Wita, Balai KSDA Bali segera bergerak menulusuri kebenaran postingan foto Netizen tersebut. Dari postingan tersebut, ditelusuri akun FB atas nama “Tut Tony” yang memposting foto penyembelihan Lumba-lumba. Dengan menelusuri informasi dari “friend’ FB akun “Tut Tony” didapatkanlah informasi bahwasannya pelaku penggugah postingan tersebut berasal dari Kecamatan Kubu Karangasem. Berdasarkan info tersebut, Balai KSDA Bali berkoordinasi dengan Polda Bali, Polair Polda Bali, Polresta Denpasar, Polair Polres Karangasem, Polsek Kubu untuk menelusuri alamat penggugah postingan tersebut sampai pada akhirnya pihak Polair berhasil mengidentifikasi alamat pelaku di Banjar Pilian, Desa Tianyar Kangin, Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem. Sekitar Pukul 23.00 Wita, Tim Gabungan Balai KSDA Bali, Polair, Polsek Kubu berhasil menangkap pelaku dan digelandang ke Polsek Kubu berikut barang bukti berupa Parang, Minyak Lumba-lumba, Alas untuk Menyemblih, Sebagian Daging Lumba-lumba yang sudah digoreng. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku penyembelih atas nama Wayan Mudiana, dan pelaku yang mengunggah foto tersebut di FB adalah anak dari Wayan Mudiana yang bernama Tut Tony (13 Tahun). Sedangkan pelaku penangkap lumba-lumba di laut, untuk sementara ini belum berhasil ditangkap mengingat pada saat petugas menangkap pelaku penyembelih, yang bersangkutan sedang melaut karena berprofesi sebagai nelayan. Untuk sementara ini sambil menunggu hasil koordinasi lebih lanjut, penanganan awal kasus ini masih ditangani Polsek Kubu. Balai KSDA Bali berupaya terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat agar proses hukum terhadap kasus ini berjalan sebagaimana mestinya, dan Balai KSDA Bali siap untuk mendukung sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Rimbawan Nusa Tenggara Timur Bersama Hijaukan Bumi Timor

Kupang, 15 Maret 2018. Mengawali rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Instansi Pemerintah yang bekerja di bidang Kehutanan antara lain Dinas Kehutanan Provinsi NTT, Balai Besar KSDA NTT, Balai Pengelolaan DAS&HL Benain Noelmina, Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XIV, Balai Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan jalan santai dan penanaman pohon secara bersama di area Jalur 40, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan Jalan Santai diawali pada pukul 06.30 WITA dengan menempuh jarak sekitar 3 Km menuju lokasi penanaman. Para rimbawan selanjutnya menanam sejumlah 400 bibit pohon flamboyan (Delonix regia). Jenis pohon ini dipilih untuk menghijaukan Jalur 40 karena nilai ornamen serta kemampuannya yang tidak diragukan dalam menyerap karbondioksida. Selain diisi dengan jalan santai dan penanaman pohon flamboyan/sepe di jalur 40 secara bersamaan, puncak perayaan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2018 di Provinsi NTT yang jatuh pada tanggal 16 Maret setiap tahunnya juga akan diisi dengan Upacara Bendera di Balai Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang serta kegiatan bakti sosial berupa donor darah. Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, hal ini tentunya sejalan dengan tema peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun 2018, yaitu ‘Melalui Bakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat”. Amanat yang terkandung di dalamnya yaitu rimbawan harus bekerja keras melaksanakan tugas mengelola sumber daya alam agar kelestarian alam dan lingkungan hidup tetap terjaga, memberikan manfaat kepada masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, serta bahu-membahu dalam mewujudkan pola pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan sejalan dengan nawacita. Sumber : Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur
Baca Berita

Delapan Tukik Jenis Sisik Diserahkan Masyarakat

Resor Pasitallu Timur, 15 Maret 2018. Ada delapan ekor tukik (anakan Penyu) jenis Penyu Sisik yang diserahkan oleh masyarakat ke petugas yang berjaga di Pos Jaga Pastilallu Timur. Untuk Seksi Wilayah Jinato, Resor Pasitallu Timur memang merupakan daerah penelitian Penyu dan Lamun. Delapan tukik ini diterima oleh Sunadi Buki (PEH) dkk dengan lebar karapas 4,3 cm dan panjang karapas 4,9 cm. "Tukik ini diserahkan oleh masyarakat yang sebelumnya telah dipelihara selama 14 hari" ujar Sunadi Buki yang dihubungi melalui aplikasi whatsapp. Masyarakat sadar betul bahwa penyu ini adalah biota yang dilindungi dan merupakan biota kunci di TN. Taka Bonerate. Saat dikonfirmasi Kepala Seksi Wilayah II Jinato Abd. Rajab menambahkan telah ada laporan dari anggota kami di lapangan. Dan tukik tersebut dalam keadaan sehat dan akan dilepas liarkan esok hari. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Mengenal Lebih Dekat Potensi Anggrek TN Gunung Merapi Dengan Diskusi

Sleman, 15 Maret 2018. Selama ini terdapat beberapa pemanfaat potensi Anggrek di lingkup kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Untuk mengelola para kelompok pemanfaat tersebut perlu dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Forum Multi Pihak Pemanfaatan Kawasan TNGM khususnya kelompok pemanfaat Anggrek tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah awal/inisiasi forum multi pihak pemanfaatan kawasan TNGM. Adapun tujuannya adalah 1) Mengidentifikasi kelompok pemanfaat potensi Anggrek 2) Untuk mendapatkan informasi, masukan dan sharing pengetahuan ataupun permasalahan lokal/spesifik antar kelompok pemanfaat di lingkar Gunung Merapi, dan 3) Untuk mendapatkan kesepakatan kewajiban dan tanggung jawab bersama dari kelompok pemanfaat potensi Anggrek dan Balai TNGM berdasarkan aturan pengelolaan kawasan taman nasional. FGD yang keempat ini dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Ngudi Makmur di Turgo tanggal 15 Maret 2018, yiatu rumah Bapak Musimin, Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bersama 2 kelompok lainnya yaitu Subur Makmur dan Sekar Arum, diskusi tentang anggrek Merapi dan lika likunya berlangsung cukup intensif dengan menghadirkan narasumber dari Direktorat KK dan BKSDA Yogyakarta. Perjalanan 3 kelompok yang memiliki pengalaman berbeda tentunya menjadi sharing yang saling mengisi. Dalam dinamikanya, ketiga kelompok mengalami permalalahan yang sama yaitu kelembagaan, teknis dan legalitas. Kesepakatan yang diperoleh diakhir kegiatan adalah komitmen untuk tetap memproteksi bersama keberadaan anggrek Merapi dengan melakukan upaya konservasi 2) Menguatkan komunikasi antar kelompok dan TNGM 3) tindak lanjut konkret dengan resort terkait dan penyuluh untuk mekanisme dalam pengelolaan anggrek Merapi yaitu Adopsi Anggrek (PKS) dan penangkaran (Izin). Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi

Menampilkan 8.529–8.544 dari 11.140 publikasi