Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pengembangan Ekowisata di Site Wisata Pattunuang

Maros, 16 Maret 2018. Balai TN Bantimurung Bulusaraung menggelar konsultasi publik rencana pembangunan sarana dan prasarana pengembangan Site Wisata Pattunuang. Kegiatan konsultasi publik ini berlangsung di Grand Town Hotel, Maros dihadiri tak kurang 30 orang dari sejumlah stakeholder yang bersentuhan langsung dengan agenda taman nasional ini, Kepala Desa Samangki, Ketua BPD Samangki,Camat Simbang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan, dan Dinas PUPR Maros juga turut perpartisipasi. Hadir pula Dekan Fakultas Kehutanan Unhas, Teknik Geologi Unhas, dan pengurus Geopark Maros Pangkep. Juga hadir LSM Payo-payo, Forum Kader Konservasi TN Babul, LSM TLKM Makassar, dan pengelola Helena Sky Bridge. Tak ketinggalan Direktur PJLHK, P3E Sulawesi Maluku, BP2LHK Makassar, Kepala Resor Pattunuang dan Ketua Pokja Pengendali Ekositem Hutan TN Bantimurung Bulusaraung. “Konsultasi publik sebenarnya tak wajib jika akan membangun sarana dan prasarana di kawasan konservasi. Hanya saja beberapa tahun terakhir ini ada sejumlah komplein di taman nasional dan taman wisata alam. Sorotan dari publik tentang pembangunan sarana pendukung wisata. Olehnya Dirjen KSDAE kemudian mewajibkan unit pelaksana teknis untuk menggelar konsultasi publik,” terang Immanuel Jaya Lihu, mewakili Direktur PJLHK. “Pengembangan site ini bertujuan untuk mendukung tercapainya visi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai destinasi ekowisata karst dunia,” jelas abdul Azis Bakry, Kepala Sub Bagian TU dalam sambutannya. Selanjutya pemaparan materi dari beberapa narasumber. Di antaranya Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Materi yang disampaikan berturut-turut: Ekologi Karst dan Prospek Pengembangan Ekowisata Karst,, Studi Kelayakan Rencana Pembangunan Sarana dan Prasarana Pengembangan Site Wisata Pattunuang, Kilas Balik dan Rencana Pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung “Kita perlu menggali budaya potensi lokal, seperti tarian tradisional atau pun makanan lokal yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Di Pattunang ada legenda bisseang labboro, tinggal perlu dikemas sehingga lebih menarik,” Ujar Sahdin Zunaidi, Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung. Sejumlah sarana dan prasarana akan dibangun di Kawasan Wisata Pattunuang. Mulai dari area parkir, gerbang, sky bridge, viaferata, sky camp, hingga sky walk. “Saat ini anggaran pembangunan sarana tersebut telah disetujui Bappenas. Kami tinggal menunggu persetujuan Bapak/Ibu sekalian untuk memulai membangunan tahun ini,” ujar Muh. Nurhidayat, Pengendali Ekosistem Hutan saat memeparkan materi. Sesi diskusi berjalan cukup alot. Sejumlah peserta memberikan saran dan pertanyaan tentang site wisata yang akan dibangun. Masukan yang disampaikan di antaranya pembangunan sarpras hendaknya mempedomani Perdirjen 3/2012, memperhatikan kearifan lokal setempat, serta adanya sistem pengelolaan sampah terpadu. Peserta lain juga mengapresiasi upaya yang dilakukan pihak taman nasional. Mereka juga berharap agar melibatkan masyarakat sekitar kawasan. Pada akhir acara peserta kemudian bersepakat dengan menanda tangani dukungan terhadap rencana pengembangan Site Wisata Pattunuang. Sumber : Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Rimbawan Way Kambas melakukan Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon

Labuhan Ratu 15 Maret 2018. Menyambut Hari Bhakti Rimbawan ke-35 tahun 2018, seluruh Rimbawan Taman Nasional Way Kambas melakukan aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas dan diikuti oleh seluruh pegawai Taman Nasional Way Kambas dan juga para Mitra (WCS, YABI, PKHS, KHS, AlerT) serta komunitas sepeda Elephant Gowes masyarakat desa penyangga TNWK. Aksi Bersih Sampah ini dilakukan di sepanjang jalan dari Pintu Gerbang Plang Hijau sampai Pusat Latihan Gajah Way Kambas sepanjang 9 km dan kolam mandi gajah Pusat Latihan Gajah. Sampah plastik yang terkumpul dari aksi bersih mencapai 35 kantong dan langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sementara di kolam mandi gajah selain membersihkan sampah anorganik, para Rimbawan juga membersihkan tanaman gulma air yang menutupi kolam seperti Teratai dan Kiambang. Leo, salah satu gajah PLG Way Kambas, dengan semangat turut serta membantu para Mahout (pawang gajah) membersihkan kolam. Tenaganya yang cukup besar dan kuat mampu mengalahkan para Rimbawan untuk menarik dan mengumpulkan tanaman gulma yang menutupi kolam mandinya, bahkan setelah para Rimbawan kelelahan dan kedinginan karena berendam di air, Leo menjadi andalan untuk terus berjuang menarik tanaman gulma tersebut dengan semangat. Mungkin juga dia tahu bahwa ini demi kebersihan kolam mandinya. Selain melakukan aksi Bersih Sampah, para Rimbawan juga melakukan Aksi Tanam Pohon. Penanaman Pohon juga dipusatkan di Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Tanaman yang ditanam terdiri dari jenis Pulai, Cempaka, Bungur dan Salam dengan jumlah 800 bibit yang semuanya merupakan tanaman endemik Taman Nasional Way Kambas. Dalam kesempatan ini Kepala Balai TNWK, Subakir, SH. MH. menyampaikan pesan agar tanaman ini dirawat dan dijaga oleh kita semua demi hijaunya kawasan Taman Nasional Way Kambas, khususnya lokasi Pusat Latihan Gajah. Sumber : Humas BTN Way Kambas
Baca Berita

Kader Konservasi BKSDA Sumsel Kembangkan Program Perpustakaan Berjalan

Lahat, 16 Maret 2018. Kemeriahan Hari Bakti Rimbawan 2018 datang dari Pungky Nanda Pratama yang merupakan salah satu kader konservasi SKW II Lahat, Balai KSDA Sumatera Selatan. Pria yang diakrab disapa Pungky mengembangkan Program Perpustakaan Berjalan dengan tujuan selain untuk meningkatkan minat membaca juga menumbuhkan pemahaman nilai-nilai konservasi pada anak anak yang tinggal di daerah perbatasan Taman Nasional Kerinci Seblat (Kec. Selangit Kab. Musi Rawas). Program Perpustakaan Berjalan tersebut menyediakan lebih dari 150 buku bacaan yang terkait dengan alam, flora dan fauna yang sebagian besar adalah cerita bergambar, ensiklopedia alam dan komik lingkungan. Diharapkan dengan penanaman nilai-nilai konservasi sejak dini dapat menumbuhkan sebuah kultur dan budaya konservasi di masa datang terutama pada daerah-daerah yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi. Sumber : Pungky Nanda Pratama - Kader Konservasi Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Save Biodiversity, Komitmen Bersama Balai KSDA Kalbar Dengan Mitra

Pontianak, 15 Maret 2018. Balai KSDA Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) dengan PT. Bumitama Gunajaya Agro Group (BGA) lakukan penandatanganan komitmen bersama yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian Kerjasama Kemitraan tentang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di Areal Kerja PT. BGA di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Penandatanganan addendum kerjasama, sekaligus penandatanganan rencana pelaksanaan program 5 tahun kedepan dan rencana kerja tahun 2018 untuk melaksanakan kegiatan Pengelolaan dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati pada Areal Bernilai Konservasi Tinggi di PT. BGA. Ruang lingkup kerjasama meliputi Areal kerja PT. BGA di Kabupaten Ketapang dan wilayah kerja Balai KSDA Kalimantan Barat di Kabupaten Ketapang. Sedangkan ruang lingkup substansi yakni pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati pada areal bernilai konservasi tinggi; edukasi dan penyadartahuan masyarakat tentang konservasi; pemberdayaan masyarakat; peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta monitoring dan evaluasi. Dalam hal kerjasama kemitraan dengan Balai KSDA Kalimantan Barat didasari pada beberapa hal salah satu diantaranya ada perusahaan yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi yakni Cagar Alam Muara Kendawangan khususnya PT. Agro Sejahtera Manunggal. "Kegiatan yang ada dalam kerjasama merupakan sebuah tantangan yang harus dapat direalisasikan kedepannya, apabila memungkinkan akan didorong untuk menjadi koridor satwa khususnya orangutan, apabila hal ini bisa diwujudkan merupakan nilai positif/nilai tambah dalam manajemen usaha sekaligus manajemen lingkungan” tegas Kepala Balai KSDA Kalbar. Beliau menambahkan pengelolaan HCV tersebut harus dapat mengedepankan prinsip dasar konservasi yakni 3 pilar konservasi, Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan HCV/kawasan bernilai konservasi tinggi menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan program yang akan dilakukan. Harapan yang ingin dicapai dalam kerjasama ini adalah bersama-sama melakukan upaya konservasi khususnya di Kabupaten Ketapang dan sekitarnya. (YS) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Tingkatkan skill Polhut Bantimurung Latihan Menembak

Makassar, 15 Maret 2018. Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menggelar latihan menembak di Lapangan Tembak Jananuraca, SPN Batua Makassar. Sebanyak 28 Polisi Kehutanan, pejabat struktural, beberapa tenaga pengaman hutan lainnya serta pengendali ekosistem hutan turut serta mengikuti latihan rutin ini. Lima instruktur menembak memandu jalannya latihan termasuk prosedur memakai senjata api. “Menembak itu selain bakat, butuh latihan untuk menjadi penembak handal,” ujar Iptu Suharto, instruktur menembak Sekolah Polisi Negeri (SPN) Batua Polda Sulsel, Makassar. Peserta pelatihan dibekali teori sebelum terjun ke lapangan tembak. Tahap pertama yakni latihan menggunakan laras pendek bagi pejabat struktural. Sesi selanjutnya menggunakan senjata laras panjang. Sesi ini dibagi menjadi dua. Sesi pertama dengan lima peluru. Sesi kedua dengan 10 butir peluru ditembakkan ke sasaran. “Bidik, nikmati prosesnya. Jika sudah merasa tepat sasarannya. Silahkan tembak,” instruksi Suharto. Setelah sesi latihan selesai, Instruktur menyampaikan evaluasi pelaksanaan latihan. “Saya melihat hasil tembak teman-teman Polhut rata-rata sudah baik. Ada beberapa orang yang memiliki nilai di atas rata-rata. Saiful Fajrin, Amiruddin, Puspita adalah Polhut yang memiliki nilai yang cukup tinggi,” ujar Suharto, mengevaluasi. “Jika ada yang berminat berlatih rutin menembak, bisa mendaftar di sini. Berlatih bersama teman-teman di SPN Batua,” tambahnya, menawarkan. “Seorang Polhut harus menguasai teknik menembak. Skil yang diperlukan saat mengamankan kawasan taman nasional kita. Penggunaan senjata api adalah tindakan terakhir yang dilakukan saat terjadi pelanggaran hukum kehutanan,” Ujar Azis Bakry Selaku Kepala Subag TU TN Bantimurung Bulusaraung. Azis kemudian menutup latihan menembak menembak mewakili Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sumber: Taufiq Ismail – Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Operasi Gabungan Balai TN Kepulauan Togean Tangkap Pelaku Illegal Logging dan Fishing

Ampana, 16 Maret 2018. Operasi Gabungan yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Togean bekerjasama dengan stakeholders berhasil menangkap 1 (satu) orang pelaku illegal logging dan 1 (satu) orang pelaku Illegal Fishing serta 2 (dua) orang terduga pelaku Illegal Fishing serta 1 (satu) orang terduga Pelaku Penambang Pasir Illegal di Kawasan Taman Nasional. Stakeholders tersebut terdiri dari Balai Gakkum Sulawesi Seksi II Palu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Polda Sulteng, Polres Touna, Kejaksaan Negeri Ampana, Angkatan Laut Pos Mantangisi, Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng serta didukung oleh Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum LHK. Pada tanggal 12 Maret 2018, Tim patroli menemukan pelaku Illegal Logging yang sedang menebang pohon dengan jenis kayu kume di dalam hutan di sekitar Desa Patoyan, Kecamatan Batudaka Kabupaten tojo Una-Una dengan titik koordinat E121°46’524” S 00°27’366”. Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 78 Ayat 5 jo Pasal 50 Ayat 3 huruf e, Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Palu untuk menunggu proses penyidikan selanjutnya. Pelaku Illegal Fishing ditangkap beserta barang buktinya berupa bom, korek api, botol berisi pupuk matahari, sebagai bahan peledak. Pelaku ditangkap dikediamannya Desa Siatu, Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-Una pada tanggal 13 Maret 2018. Adapun terduga 2 (dua) orang pelaku Illegal Fishing yang berasal dari Desa Kulingkinari, Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-Una saat dilakukan pemeriksaan tidak berada di tempat dan hanya ditemukan Barang Bukti Berupa bom, korek api, botol berisi pupuk matahari, roll kabel, balon sebagai bahan peledak. Tindak lanjut dari temuan barang bukti ini akan dilakukan pemanggilan oleh penyidik Polri terhadap yang bersangkutan. Saat ini tersangka dan terduga tersangka serta barang bukti diamankan di Polres Tojo Una-Una untuk menunggu proses penyidikan selanjutnya. Pada hari Kamis, 15 Maret 2018 sekitar pukul 13.00 wita, tim operasi gabungan menemukan 1 (satu) unit alat penambang pasir tanpa dilengkapi ijin. Berdasarkan hasil informasi dari warga setempat diketahui bahwa alat tersebut adalah milik terduga pelaku yang berasal dari Desa Taningkola Kecamatan Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una, kemudian terduga pelaku diundang ke kantor Balai TNKT untuk menjelaskan terkait perijinan tersebut dan diserahkan ke Polres Tojo Una-Una untuk diporoses lebih lanjut. Ir. Bustang selaku Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean menyatakan bahwa Balai selama ini telah melakukan sosialisasi dan koordinasi terkait bahaya dari kegiatan illegal logging dan illegal fishing terhadap keberlangsungan ekosistem yang ada di alam dan dampaknya terhadap manusia yang berada disekitar kerusakan tersebut. Salah satu dampak yang dikuatirkan dari illegal logging adalah berkurangnya sumber air bersih di pulau sedangkan dampak dari illegal fishing adalah rusaknya terumbu karang sebagai objek wisata bahari di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean sehingga berkurangnya tempat ikan untuk berkembang biak dan hal ini diduga akan mempengaruhi jumlah ikan yang ada di perairan, ujarnya. Harapan beliau dari temuan kasus ini adanya efek jera dari para pelaku sehingga kerusakan yang terjadi di kawasan dapat berkurang dan diminimalisir. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Kerjasama Tiga Pihak Selamatkan Penyu TWA Air Hitam

Bengkulu, 15 Maret 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu menyepakati kerja sama lima tahun dengan Yayasan Sipef Indonesia dalam mendorong pengembangan model konservasi penyu berbasis komunitas pemuda di Taman Wisata Alam Air Hitam, Bengkulu. Kerja sama antara sektor swasta, pemerintah dan masyarakat ini menjadi segitiga pengaman dalam memastikan keberlanjutan program konservasi penyu. Kesepakatan kerja sama ditandatangani Hari Rabu (14/03) lalu di Kantor Balai KSDA Bengkulu. Wujud nyatanya, akan dikembangkan Pusat Konservasi Penyu di Taman Wisata Alam Air Hitam, Kabupaten Mukomuko. Harapannya tidak sekedar mengkonservasi penyu, namun dapat menjadi daya tarik edu-wisata berbasis konservasi penyu. Kelompok Pemuda Pemudi Peduli Alam dan Lingkungan Hidup (PK3AHL) Air Hitam akan menjadi motor penggerak program ini. Kesepakatan baru ini merupakan kelanjutan komitmen tiga pihak yang telah dibangun sejak lebih dari satu dekade lalu. Pada awalnya, komitmen terbangun antara Balai KSDA Bengkulu dan kelompok pemuda Desa Air Hitam. Pada tahun 2012, Yayasan Sipef mulai mendukung operasionalisasi program. Dalam satu dekade terakhir ini, hampir setiap malam kelompok pemuda Air Hitam melakukan patroli penyelamatan telur penyu di sepanjang lebih dari 10 km garis pantai Air Hitam. “Kita berlomba dengan para pemburu telur, sehingga kita harus dengan tanpa lelah berpatroli hampir setiap malam”, Ujar Supri, salah satu pentolan kelompok pemuda Air Hitam. Taman Wisata Alam Air Hitam sejak lama telah dikenal sebagai lokasi favorit pendaratan empat jenis penyu, yaitu penyu hijau (Chelonia mydas), sisik (Eretmochelys imbricata), lekang (Lepidochelys olivacea) dan belimbing (Darmochelys coriacea). Sejak tahun 2007, kerja sama multi pihak ini telah berhasil mengamankan tak kurang dari 17.000 butir telur di pesisir pantai Kabupaten Muko-muko. Sedikitnya sepuluh ribu tukik telah dilepasliarkan di TWA Air Hitam. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Hari Bakti Rimbawan, BKSDA Aceh Terima Anak Orangutan Sumatera

Banda Aceh (16/3/18). BKSDA Aceh menerima penyerahan anak orangutan sumatera (Pongo abelii) dari seorang warga Penaroun Lama, Kecamatan Penaroun Kab Aceh Timur menjelang Hari Bakti Rimbawan ke-35, . Warga yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut menyerahkan OU melalui personel Forum Konservasi Leuser (FKL) pada hari kamis, 15 Maret 2018 malam. Personel FKL kemudian mengontak petugas BKSDA Aceh Resort Langsa serta Orangutan Information Center (OIC). Kamis, 16 Maret 2018 atau tepat di Hari Bakti Rimbawan ke-35, anak OU telah dievakuasi ke kantor Resort Langsa. Anak Orangutan Sumatera berjenis kelamin jantan berumur sekitar 2 tahun, dalam kondisi malnutrisi, cacingan serta terdapat luka di lengan kiri. Anak Orangutan selanjutnya akan dikirim ke Pusat Rehabilitasi OU Sumatera di Batumbelin, Sibolangit Sumatera Utara untuk perawatan lebih lanjut serta direhabilitasi. Sumber: Sabto BKSDA Aceh
Baca Berita

Rimbawan Kota Kembang Rayakan Hari Bakti Rimbawan 2018

Bandung, 16 Maret 2018. Upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan Ke-35 Tahun 2018, pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2018 dilaksanakan di lapangan upacara kantor Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, diikuti oleh Rimbawan Kota Bandung : Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Cimanuk Citanduy dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Pada kesempatan itu juga, diserahkan hadiah dari lomba-lomba dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan Ke-35 Tahun 2018 terdiri dari Lomba Penanaman Pohon, Bola Voli, Tenis Meja, Lomba Hiburan (Karaoke, Balap Karung, Makan Kerupuk, Bola Terong, Pensil Botol). Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Kado Indah di Hari Bakti Rimbawan 2018

Bandung, 16 Maret 2018. Bertepatan dengan peringatan Hari bakti Rimbawan Ke-35 Tahun 2018, pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2018 sekitar jam 9.19 WIB, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Balai Besar KSDA Jawa Barat telah menerima penyerahan 1 (satu) ekor Elang ular bido (Spilornis cheela) dari masyarakat Kecamatan Buah Batu Kota Bandung berinisial SG. Berselang 2 jam, sekitar jam 11.18 WIB, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL Balai Besar KSDA Jawa Barat kembali menerima penyerahan satwa liar, kali ini 2 (dua) ekor Merak hijau (Pavo muticus) dari masyarakat berinisial DP dengan alamat Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Satwa-satwa tersebut langsung dititiprawatkan ke Lembaga Konservasi, yaitu Pusat Konservasi Elang Jawa dan Kebun Binatang Bandung untuk direhabilitasi. Penyerahan satwa ini, merupakan kado indah bagi Balai Besar KSDA Jawa Barat dikarenakan bertepatan dengan peringatan Hari bakti Rimbawan Ke-35 Tahun 2018. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Peringatan HBR di Bontang Mangrove Park TN Kutai

Bontang, 16 Maret 2018. Tanggal 16 Maret menjadi hari yang spesial bagi rimbawan di seluruh Indonesia, tanggal tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Peringatan Hari Bakti Rimbawan. Memperingati Hari Bakti Rimbawan ke-35 yang jatuh pada hari Jum'at, Balai Taman Nasional Kutai (Balai TN Kutai) selaku Unit Pelaksana Teknis Kementerian LHK melakukan aksi penanaman pohon dan aksi bersih sampah bersama masyarakat yang difokuskan pada destinasi wisata alam baru TN Kutai yaitu Bontang Mangrove Park (BMP) Salebba. Kegiatan ini diikuti oleh instansi terkait yaitu Kodim 0908 Bontang, Polsek Bontang Utara, Pramuka Saka Wanabakti, Kader Konservasi, Kelompok Tani Mangrove dan PT. PLN Persero Rayon Bontang sebagai Mitra Kerjasama. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan masyarakat di sekitar kawasan obyek wisata BMP Salebba di dua kelurahan yaitu Kelurahan Bontang Baru dan Kelurahan Bontang Kuala, sesuai dengan tema hari bakti rimbawan tahun ini "Melalui Bakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Rakyat". Diharapkan dengan keterlibatan masyarakat sekitar akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi, karena secara tidak langsung keberadaan Obyek Wisata BMP akan berdampak pula pada ekonomi masyarakat sekitar. Acara peringatan hari bakti rimbawan dimulai dengan senam bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar gedung pertemuan BMP dan acara bersih sampah mulai dari area parkir, halaman dan menyusuri boardwalk sepanjang 1,3 km serta mangrove di sepanjang boardwalk. Sepanjang kegiatan ini, sampah yang terkumpul relatif sedikit, yang menggambarkan keberhasilan pihak pengelola dalam mengedukasi pengunjung sebelum memasuki areal BMP. Karena Obyek Wisata ini bukan semata - mata mengejar profit atau keuntungan, tetapi menekankan pada 3 hal penting dalam pengelolaan wisata khas Rimbawan yaitu konservasi,edukasi dan adventure. Bahkan Bapak Nur Patria Kurniawan selaku Kepala Balai TN Kutai berkeinginan menambah 1 hal lagi yang tidak kalah penting yaitu fungsi medikasi yaitu pemeriksaan medikal sebelum memasuki kawasan yang nantinya akan bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit. Filosofinya sederhana yaitu jika seseorang berkunjung ke kawasan konservasi yang hutannya masih bagus pasti akan menyehatkan. Hal ini lah yang akan dibuktikan ke depannya. Apapun itu semoga kehadiran BMP sebagai suatu obyek wisata baru dapat menambah khasanah destinasi lokasi wisata dan mempunyai nilai manfaat / maslahat bagi lingkungan dan masyarakat disekitarnya. #TN KUTAI Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Rimbawan Maluku Utara Bertemu Di Hari Bakti Rimbawan

Ternate, 16 Maret 2018. Disambut gerimis yang berganti panas terik khas daerah khatulistiwa yang tampak bukit gunung Gamalama tak menyurutkan semangat para Rimbawan Provinsi Maluku Utara untuk melaksanakan upacara Hari Bakti Rimbawan ke-35. Hari kebesaran Rimbawan tersebut dilaksanakan di lapangan PPN Bastiong, Ternate pukul 08.00 WIT. Rimbawan yang turut hadir dalam upacara yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara yaitu, BPDASHL Ake Malamo, BTN Aketajawe Lolobata, BKSDA Ambon SKW I Ternate, Dinas Lingkungan Hidup, KPH, Mahasiswa Kehutanan Universitas Unkhair, PT. Antam, dan para mitra lainnya. Dalam amanat upacara, H.M Syukur Lila membacakan sambutan Hari Bakti Rimbawan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Sekarang kita sedang merubah paradigma kehutanan dengan lebih membangun kearah jasa lingkungan dan hutan kemasyarakatan", kata Kadis Kehutanan dalam wawancara singkat setelah upacara. "Harapan saya di Hari Bakti Rimbawan agar para rimbawan tetap bersemangat dalam melestarikan alam demi masa depan generasi selanjutnya", lanjutnya. Selesai upacara, acara dilanjutkan dengan lomba balap karung dan tarik tambang. BTN Aketajawe Lolobata meraih juara 2 tarik tambang, juara 2 balap karung putra dan juara 3 balap karung putri. Perlombaan lainnya akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan ditutup pada hari Minggu dengan kegiatan jalan sehat keluarga serta bersih pantai. "Saya berharap seluruh Rimbawan di Maluku Utara ini bisa bahu-membahu saling bekerja sama untuk mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan hutan", harapan Wahyudi, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata aketajawe.com Foto : Tohirin - BPDAS AM
Baca Berita

Pak Tucik Penerima Tana Bentarum Award 2018

Putussibau, 16 Maret 2018. Penghargaan Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) Award kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan konservasi dan pelestarian kawasan TNBK maupun TNDS. Pada tahun ini penghargaan ini diberikan kepada Bapak TUCIK dari Tanjung Lokang. Lahir di Nanga Motitik 01 Agustus 1951, anak kedua dari 5 bersaudara ini merupakan tokoh yang merintis kerjasama dengan TNBK masa kepemimpinan Kepala Balai Bpk. Soewartono tahun 2000. Semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Kepala Adat, Kepala Dusun Tosoing Loing di Tanjung Lokang dan sejak 2016 hingga sekarang menjadi tenaga penyuluh masyarakat TNBK. Beliau sebagai penyambung lidah ke masyarakat dalam mengusung program-program konservasi di kawaan TNBK. Beliau juga aktif mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNBKDS di wilayah Tanjung Lokang. Tidak jarang beliau juga memfasilitasi akomodasi bagi petugas-petugas resort ketika beraktifitas di lapangan karena sampai saat ini belum tersedia kantor resort di wilayah tersebut. Tekanan dan tantangan terhadap beliau dan keluarga sering diterima sebagai akibat dukungan beliau terhadap pengelolaan kawasan konservasi TNBK. Namun beliau tetap konsisten untuk memperjuangkan kawasan yang menjadi titipan anak cucu di wilayah TNBK. Atas dedikasi dan komitmen beliau menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap pelestarian Kawasan TNBK, maka tahun ini dengan bangga Balai Besar Tana Bentarum menganugerahkan TNBKDS Award kepada Bapak Tucik. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Upacara Hari Bakti Rimbawan ke-35 lingkup D.I. Yogyakarta

Yogyakarta, 16 Maret 2018. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-35 lingkup D.I Yogyakarta dilaksanakan pagi ini (16/3/18) di halaman gedung Dinas Kehutanan dan Perkebunan D.I Yogyakarta, jalan Argolubang Yogyakarta. Dalam kesempatan kali ini hadir karyawan karyawati Balai TN Gunung Merapi beserta Unit Pelaksana Teknis lainnya lingkup DI Yogyakarta, yaitu BBPPBPTH, PPPEJ, BKSDA DIY, BPDASHL Serayu Opak Progo, BPKH Wil XI, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, SPH II Perhutani Yogyakarta., serta Fakultas Kehutanan UGM. Hari Bakti Rimbawan ke-35 ini mengambil tema "Melalui Bakti Rimbawan Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Rakyat" hal ini juga diungkapkan dalam amanat upacara yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (PPPEJ), selaku instruktur upacara. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Rimbawan Sumba Gelar Hari Bakti Rimbawan 2018 di SPTN II Lewa

Waingapu, 16 Maret 2018. Bertempat di wilayah Kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional II Lewa, dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan (HBR) yang ke 35 (tiga puluh lima) tahun sebagai tonggak berdirinya Institusi Kehutanan di Republik Indonesia, kembali Balai TN Matalawa menggelar aksi nyata dengan melakukanan penanam 1000 bibit tanaman kehutanan di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional. Rangkaian gelar aksi yang di lakukan oleh TN Matalawa diawali dengan menggelar Apel Bakti Rimbawan, Maman Surahman S.Hut.,M.Si selaku Kepala Balai TN Matalawa langsung memimpin apel yang diikuti oleh seluruh pegawai Taman Nasional, para kepala desa sekitar kawasan, Polsek Lewa, Koramil Lewa, mitra kerja TN Matalawa (KPH, Burung Indonesia, dan Forum Jamatada). Dalam kesempatannya beliau memberikan motivasi agar dapat terus meningkatkan jiwa korsa rimbawan dan dapat berperan nyata dalam membangun kehutanan demi kesejahteraan rakyat, mendorong upaya pengembangan di sektor kehutanan berbasis hasil bukan kayu, agroforestry, ekowisata dan jasa lingkungan. Balai TN Matalawa telah melaksanakan kerja nyata dengan memberikan bantuan peningkatan ekonomi kepada masyarakat sekitar kawasan setiap tahunnya dan untuk tahun ini ditambah dengan pembangunan kios yang akan menjual hasil kerajinan masyarakat sekitar kawasan. Selain itu, terdapat juga rangkaian acara lainnya seperti perlombaan, pentas tari tradisional, bersih sampah, pembagian bahan promosi, serta kunjungan ke sekolah-sekolah baik SD,SMP maupun ke SMA. Upaya pendekatan ke sekolah-sekolah ini dalam rangka menumbuhkan pemahaman dan kesadaran kepada para generasi penerus akan pentingnya melestarikan hutan dan lingkungan di Pulau Sumba. Rangkaian kegiatan HBR ditutup dengan melakukan penanaman bersama dengan masyarakat, aparat dan para kelompok pemerhati lingkungan dalam hal ini KMPH dan Forum Jamatada. Sumber: Balai TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti ( BTN Matalawa)
Baca Berita

Pulau Manado Tua, Alternatif Destinasi Wisata di Taman Nasional Bunaken

Manado, 16 Maret 2018. Observasi pengembangan ekowisata dilakukan di Pulau Manado Tua oleh tim gabungan dari Balai Taman Nasional Bunaken dan tim mahasiswa Jurusan Diploma Ekowisata, Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 9-11 Maret 2018. Observasi yang dilakukan dengan menjelajahi sekitar pulau tersebut untuk mencari potensi ekowisata yang dapat dikembangkan di Pulau Manado Tua. Kegiatan tersebut bagian dari upaya Balai Taman Nasional Bunaken mengembangkan alternatif destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Bunaken agar tidak terjadi over carrying capacity pada kegiatan yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan ke Bunaken. Pulau Manado Tua yang bersebelahan dengan pulau bunaken menyimpan potensi ekowisata yang dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif atraksi wisata di kawasan Taman Nasional Bunaken. Pulau Manado Tua memiliki keunikan dibanding pulau-pulau lain disekitarnya yaitu sebuah gunung yang menunjang setinggi hampir 800 mdpl yang juga menyimpan potensi wisata alam dan sosial budaya. Berdasarkan hasil observasi ditemukan beberapa atraksi dapat dikembangkan di Pulau tersebut antara lain tracking menuju puncak Gunung Manado Tua dengan pemandangan pulau-pulau dibawahnya yang sangat indah, lalu pesona hutan tropis dengan atraksi berupa kehidupan satwa liar dengan beberapa satwa endemik di dalamnya yang dapat menjadi pilihan para wisatawan minat khusus. Selain itu terdapat peninggalan bersejarah di sekitar pulau tersebut seperti peninggalan kerajaan kuno dan peninggalan zaman penjajahan Jepang yang menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Manado Tua. Menurut hasil wawancara dengan tokoh masyarakat Pulau Manado Tua, mereka akan mendukung apabila wilayahnya dijadikan destinasi wisata alternatif di kawasan Taman Nasional Bunaken. Menurut pak Rudy, “Masyarakat siap menyambut wisatawan dengan keramahan masyarakatnya”. Sumber : Adi Tri - Calon PEH Balai TN Bunaken

Menampilkan 8.513–8.528 dari 11.140 publikasi