Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai KSDA Sumatera Selatan Tanam Pohon di Jakabaring

Palembang, 21 Maret 2018. Balai KSDA Sumatera Selatan ikut serta melakukan penanaman dalam rangka Hari Hutan Internasional yang diperingati pada tanggal 21 Maret. Penanaman dilakukan pada tanggal 21 Maret 2018 bersama dengan Dinas Kehutanan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan se Provinsi Sumatera Selatan. Penanaman di Kompleks Olahraga Jakabaring atau Jakabaring Sport City Palembang. Lokasi ini memang perlu untuk dilakukan penghijauan agar semakin nyaman dan teduh serta sebagai penyerap air dan mencegah adanya erosi. Penanaman pohon merupakan salah satu rangkaian dalam peringatan Hari Hutan Internasional yang bertemakan “Forests and Sustainable Cities”. Peringatan ini diharapkan dapat menjadi momentum yang menggungah kesadaran masyarakat untuk memahami perlunya menjaga lingkungan hidup dan hutan. Pesan singkat namun cukup mengena pada kegiatan penanaman ini, ”Lakukan hal sekecil apapun yang berguna bagi lingkungan hidup dan kehutanan”. Sumber : Agnes Indra Mahanani - Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Kementerian LHK

Jakarta, 21 Maret 2018. Pelantikan Pejabat Eselon III (Administrator) dan Eselon IV (Pengawas) lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sejumlah 299 orang dilaksanakan di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018. 85 pejabat lingkup Direktorat Jenderal KSDAE juga dilantik dalam acara tersebut dengan rincian 26 Eselon III dan 59 Eselon IV. Sesuai arahan Menteri LHK yang disampaikan oleh Sekjen, diharapkan pejabat yang dilantik dapat menjadi tonggak organisasi pada satuan kerja dan dapat memajukan organisasi KLHK. "Pemimpin yang tangguh adalah orang yang mampu membawa dalam kebaikan dan menginspirasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk mencapai tersebut diperlukan tim yang solid dan tangguh untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik", ujarnya. Arahan lain Menteri LHK yang disampaikan dalam mendukung pemerintahan, KLHK telah menyusun beberapa program salah satunya Perhutanan Sosial, Reforma Agraria dan Penanganan Sampah. Target Perhutanan Sosial yang ingin dicapai sampai tahun 2019 yaitu 4,5 juta hektar, tahun 2018 harus tercapai 2 juta hektar dan sekarang sudah terelanisir 1,5 juta hektar. Perhutanan Sosial, Reforma Agraria diharapkan bisa menjawab situasi kesenjangan yang telah berlangsung lama dan menjadi langkah-langkah pelayanan masyarakat. Dalam program Penanganan Sampah diharapkan target pada tahun 2018-2019 sudah harus terlihat kota-kota dan sungai yang bersih serta penanganan pencemaran yang lebih baik lagi. Harapan dari Sekjen untuk penjabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri, menjadi pemimpin yang dapat dipercaya, punya amanah, dan siap melayani tanpa pamrih. Sumber: Datin KSDAE
Baca Berita

Peduli Sampah di TN Komodo, Masyarakat Kumpulkan 209 Karung Sampah

Labuan Bajo, 22 Maret 2018. Masih dalam semangat 3 bulan bebas sampah, Masyarakat Peduli Sampah TN Komodo mengumpulkan setidaknya 209 karung sampah dari beberapa titik di dalam kawasan TN Komodo. Berat rata-rata sampah per karung adalah 10 kg, sehingga total sampah yang terkumpul mencapai 2 ton. Sampah tersebut dikirimkan ke KSU Sampah Komodo di Labuan Bajo untuk diproses selanjutnya. Lokasi target pelayanan MPS Desa Pasir Panjang yaitu Kampung Rinca, Kampung Kerora, Loh Buaya, Pulau Kambing, Pulau Pempe dan wilayah pantai terdekat dengan lokasi keberadaan MPS. Sedangkan lokasi kegiatan MPS Desa Komodo antara lain Kampung Komodo, Loh Liang, Pantai Merah, dan Gili Lawa Darat. Kelompok MPS Papagarang bertanggung jawab terhadap wilayah Padar Selatan, Kampung Papagarang dan pulau lain yang terdekat. Dalam kegiatan dua bulan terakhir ini, hal-hal yang dapat dipelajari oleh MPS Kesadaran masyarakat dan pengunjung sangat rendah terhadap kebersihan kawasan TN Komodo. Masyarakat tiga desa dalam kawasan masih membuang sampah di laut. Sedangkan pengunjung terutama kapal-kapal wisata tidak membawa pulang sampah yang dihasilkan selama beraktivitas di dalam kawasan tetapi menumpuk sampah tersebut di pantai tempat aktivitas wisata dilakukan. Oleh karena itu, anggota MPS TN Komodo sangat mengharapkan partisipasi masyarakat dan pengunjung untuk peduli sampah. Karena kawasan TN Komodo adalah rumah dan ladang kehidupan bagi semua banyak orang. Sumber: Balai TN Komodo
Baca Berita

Call Center BKSDA Aceh Terima Laporan Kepemilikan Orangutan Sumatera

Banda Aceh( 19 maret 2018). Tim Rescue Satwa Liar Balai KSDA Aceh berhasil mengevakuasi satu individu Anak orangutan Sumatera di Kabupaten Aceh Tenggara. Orangutan berjenis kelamin betina dengan usia sekitar 2,5 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui orangutan dalam kondisi sehat. Evakuasi ini berawal laporan melalui Call Center Balai KSDA Aceh (+62 853-6283-6024) kepada Petugas Resort Kutacane mengenai adanya kepemilikan orangutan Sumatera oleh masyarakat Desa Batu Hamparan Kec. Lawe Alas Kab. Aceh Tenggara. Tim Rescue Dipimpin langsung Kepala Resort KSDA Kutacane dibantu Masyarakat Mitra Polhut serta aparat TNI dan Polri kemudian bergerak untuk melakukan pengecekan dan didapati bahwa informasi tersebut benar adanya. Masyarakat yg memelihara an Marjuki, setelah dilakukan pendekatan oleh tim mau bersedia menyerahkan orangutan tersebut. Orangutan diduga merupakan hasil perburuan dari kawasan TNGL. Anak orangutan tersebut kemudian dikirim ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batumbelin Sibolangit Sumatera Utara untuk proses selanjutnya. Sumber: Sapto BKSDA Aceh
Baca Berita

Status Global Geopark TN Tambora Ikut Dibahas di Musrenbang Kabupaten Bima

Bima, 21 Maret 2018. Musrenbang Kabupaten Bima Tahun 2018 guna menyusun rencana kerja tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula poltek Vokasi UNRAM di Sondosia Bolo Kabupaten Bima. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Bima, ketua DPRD Kab. Bima, SEKDA Kab. Bima, Kepala BAPPEDA Kab. Bima, Kepala BAPPEDA Propinsi NTB, Pimpinan seluruh SKPD Kab. Bima, Seluruh Camat Se-Kabupaten Bima. Secara umum bahwa yang menjadi fokus pemerintah dalam kegiatan pembangunan di Kabupaten Bima saat ini adalah penurunan angka kemiskinan, peningkatan pelayanan dasar, dan peningkatan nilai tambah ekonomi. pemerintah Kabupaten Bima sangat menyadari bahwa dalam pengembangan dan perencanaan pembangunan penting adanya sinergitas antara seluruh stakeholder terkait demi mewujudkan kerja yang efektif dan efisien. Untuk mewujudkan cita-cita dasar tersebut pemerintah telah sepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai leading sector dan pemicu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena Kabupaten Bima memiliki potensi pariwisata yang sangat baik, dan Tambora masih menjadi salah satu agenda pengembangan dan pariwisata yang berkelanjutan yang ditandai dengan komitmen pemerintah propinsi NTB tahun ini akan segera membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan yang yang ada di lingkar utara Tambora. Hal tersebut disampaikan oleh bapak Kepala Bappeda Propinsi NTB bahwa dengan status “Global Geopark” dari UNESCO yang Telah digodok tahun ini menjadi pemicu peningkatan kunjungan wisatawan lokal terutama wisatawan mancanegara. dan perencanaan pembangunan penting adanya sinergitas antara seluruh stakeholder terkait demi mewujudkan kerja yang efektif dan efisien. Sumber : Balai Taman Nasional Tambora
Baca Berita

Balai TN Kayan Mentarang Gandeng Masyarakat Mitra Polhut Jaga Kawasan

Malinau, 20 Maret 2018. Sebagai salah satu upaya perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang terus melaksanakan Patroli Rutin Fungsional. patroli kali ini di laksanakan di wilayah Rian Tubu Resort Sungai Tubu, SPTN Wilayah II Long Alango, pada ketinggian 100 - 1200 mdpl yg melintasi zona khusus hingga zona tradisional wilayah adat Rian Tubu hingga Long Titi SPTN Wilayah II Long Alango dengan jarak tempuh ±20 Kilometer. Perjalanan ke area patroli ini memakan waktu kurang lebih 7-8 jam dari Kabupaten Malinau Menggunakan transportasi air (Longboat/Ketinting) menuju Kuala Rian. Kemudian di lanjutkan dengan berjalan kaki membawa bekal logistic dan aplikasi AVENZA MAP untuk mencatat/merekam rute yang dilalui. bahkan tidak segan tim patroli bermalam di hutan untuk memaksimalkan pemantuan aktivitas di sekitar kawasan tersebut. Selain 3 orang Polisi Hutan (Polhut) dari Balai Taman Nasional kayan Mentarang, Patroli ini juga melibatkan 4 orang masyarakat adat setempat, yang di berdayakan sebagai Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Dengan demikian, output yang diharapkan adanya penguatan perlindungan dan pengamanan hutan dengan skema pengelolaan kawasan konservasi secara kolaboratif antara Balai TN Kayan Mentarang dengan masyarakat adat. “inilah salah satu bentuk pengelolaan secara kolaboratif itu, ada kesepahaman antara masyarakat adat setempat dengan Balai TNKM dalam rangka menjaga ekosistem hutan yang ada di dalam kawasan konservasi. Jadi tidak hanya BTNKM yang bertanggung jawab dalam perlindungan dan pengaman hutan. dengan sadarnya, di masyarakat adat pun tanggung jawab itu terus tumbuh.” Ungkap Kepala Balai TN Kayan Mentarang Johnny Lagawurin melalui Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Long Alango Tamsil belum lama ini. Selama 6 hari waktu efektif patroli di Rian Tubu, banyak potensi kehati yang di temukan. Salah satunya adalah Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) yang berada pada ketinggian ± 400 mdpl, dengan diameter terbesar yang dijumpai berkisar ±1 meter dan tinggi ±15 meter yang berbuah sepanjang tahun. Selain potensi kehati juga terdapat potensi wisata air terjun dengan ketinggian mencapai 12 meter dan arung jeram yang menguji adrenalin. Sejauh pantauan tim patroli, kawasan tersebut relatif terjaga. Baik dari potensi kehati, hingga potensi wisata alamnya. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Masyarakat Peduli Api Semuncar Siap Siaga Selalu

Boyolali, 20 Maret 2018. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu kembali membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Boyolali setelah sebelumnya di Kabupaten Semarang. Bertempat di Wisma Heritage mulai tanggal 19 sampai dengan 20 Maret 2018 sebanyak 30 orang mengikuti Pembentukan MPA Kabupaten Boyolali. Peserta berasal dari masyarakat Desa Lencoh, Tarubatang, Senden, Ngangrong, Ngargoloko, Jlarem yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Gunung Merbabu. Masyarakat ini merupakan masyarakat yang selama ini peduli dan aktif secara sukarela untuk menjaga Gunung Merbabu. Pembentukan MPA berpedoman pada PerDirjen PHKA Nomor P.2/IV-Set/2014 tentang Pembentukan dan Pembinaan MPA. Peserta dibekali materi teori dan praktek. Materi teori disampaikan oleh Kepala Balai TNGMb Ir. Edy Sutiyarto, Kepala SPTN Wilayah I Ilmi Budi Martani, S.Si, M.Sc dan Nur Azizah S.Hut. Untuk materi praktek disampaikan oleh KSBTU Johan Setiawan, S.Hut, M.Sc dan Deden A. Kepala Balai TNGMb dalam penyampaian materi selalu memberikan motivasi kepada peserta untuk tetap semangat secara sukarela untuk menjaga Gunung Merbabu dan siap untuk dipanggil saat kejadian kebakaran tiba. Masyarakat yang usianya masih muda-muda ini menyatakan siap siaga apabila dipanggil. Kelompok MPA yang disepakati bernama MPA Semuncar ini dikoordinir oleh Mas Budi dari Desa Senden. Agar lebih memudahkan berkoordinasi anggota kelompok MPA Semuncar ini membuat WA grup dengan memasukkan juga teman-teman Resort Selo dan Ampel. Sumber : Balai TN Gunung Merbabu
Baca Berita

Peduli Tumbuhan dan Satwa Liar, Perusahaan Perkebunan Sawit Jalin Kerjasama Dengan BKSDA Kalbar

Sungai Ambawang, 20 Maret 2018. PT Graha Agro Nusantara (GAN) merupakan salah satu perusahaan perkebunan sawit yang memiliki Tumbuhan dan Satwa Liar dilindungi di areal konsesinya. Dalam rangka mendukung kegiatan pengelolaan dan pemantauan keanekaragaman hayati khususnya tumbuhan dan satwa liar dilindungi yang berada pada areal kerjanya, PT GAN menjalin kerjasama dengan Balai KSDA Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama Kemitraan. Penandatanganan dilakukan Pihak pertama dalam hal ini Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT dan pihak kedua Atas Nama Direktur PT. GAN, Ir. Gazali Arief, MBA. Penandatanganan kerjasama, diikuti penandatanganan Rencana Pelaksanaan Program 5 (lima) tahun kedepan dan Rencana Kerja Tahun 2018. Ruang lingkup kerjasama meliputi Areal kerja PT. GAN di Kabupaten Kubu Raya dan wilayah kerja Balai KSDA Kalimantan Barat, sedangkan ruang lingkup substansi yakni perlindungan kawasan; pengawetan flora dan fauna; dan penguatan kelembagaan. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan peresmian pabrik kelapa sawit oleh Bupati Kubu Raya H. Rusman Ali, SH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa iklim usaha harus juga diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik pula, harapannya semua bisa bersinergi dan mendukung kemajuan Kabupaten Kubu Raya dengan tidak melupakan konservasi tumbuhan dan satwa liar serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Sebagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pihak perusahaan juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa bantuan CSR satu unit mobil bagi tim siaga api "SIGAP" yang diterima oleh Kepala Desa Teluk Bakung dan bantuan sarpras untuk 2 (dua) gereja di lokasi sekitar PT. GAN. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Target 5.000 Wisatawan di Taman Nasional Tambora Tahun 2018

Maret 2018. Pengelola Balai Taman Nasional Tambora (TNT) menargetkan sedikitnya lima ribu wisatawan berkunjung ke kawasan Gunung Tambora di tahun 2018 ini. Target ini menyusul trend kunjungan ke Gunung tertinggi di pulau Sumbawa itu, yang terus meningkat sejak tiga tahun terakhir. Trend kunjungan ke Tambora yang sebelumnya hanya 200 orang per tahun meningkat cukup siginifikan menjadi ribuan orang per tahun sejak kawasan itu ditetapkan sebagai Taman Nasional, pada April 2015 lalu. Penetapan itu bersamaan dengan pelaksanaan event pariwisata, Tambora Menyapa Dunia 2015, yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, di savana Doro Ncanga, yang terletak di kaki Tambora. Selain status Taman Nasional, event Festival Pesona Tambora yang sudah beberapa kali dilakukan sejak pertama kali Festival Tambora Menyapa Dunia di tahun 2015, turut mendorong promosi objek wisata Tambora. Tahun ini event Festival Pesona Tambora 2018, yang akan digelar 1-11 April mendatang. Balai TNT ikut meramaikan dengan menyiapkan sejumlah aktraksi menarik di sekitar kawasan. Atraksi itu antara lain Wana Trail dan Jambore Konservasi Pesona Tambora. Sejumlah kegiatan lainnya juga akan dilakukan seperti Visit to School untuk pendidikan anak usia dini, Bakti Lingkungan Sapu Gunung, Kampanye Konservasi, dan juga Bakti Sosial berupa donor darah. Lalu, apa saja hal menarik dari Gunung Tambora? Ada cukup banyak objek yang bisa dinikmati di Tambora dan menjadi daya pikat tersendiri bagi wisatawan yang datang. Tambora punya Caldera raksasa berdiameter sekitar 7 Km, ini juga membuktikan betapa dahsyatnya letusan Tambora di tahun 1815 silam. Bentang alam Tambora juga terdiri dari hutan musim luruh daun, hutan dataran tinggi, dan hutan savana, ini membuat Tambora bisa dibilang sebagai The Africa of Sumbawa. Potensi keanekaragaman hayati di kawasan Tambora juga sangat beragam. Kawasan TN Tambora merupakan habitat beberapa jenis satwa endemik seperti Rusa Timor, Burung Gosong kaki merah, Burung Koakiau, Burung Kipasan Flores, Nuri pipi merah dan lain-lain. Beberapa spesies baru juga ditemukan berdasarkan hasil ekspedisi tim LIPI di tahun 2015. Salah satu diantaranya sudah teridentifikasi yaitu Cirtodaxtylus tamboresis, ini semacam cicak dengan jari lengkung. Untuk jenis satwa lainnya hasil ekspedisi masih dalam proses identifikasi oleh LIPI. Sementara untuk jenis tumbuhan endemik, di Tambora juga bisa ditemukan Elaocarpus batudulangi atau ganitri. Ini merupakan spesies tumbuhan yang penyebarannya sangat terbatas, dan baru ditemukan di Batudulang dan Tambora. Selain itu, Tambora juga merupakan habitat Rajumas atau Kalanggo, Kukun dan beberapa jenis jambu-jambuan. Taman Nasional Tambora juga memiliki potensi wisata air alam atau tirta, di antaranya sungai Oi Marai di Desa Kawinda Toi, yang mana di sepanjang aliran sungai tersebut terdapat tujuh buah air terjun. Salah satunya Air Terjun Bidadari dengan debit air cukup besar dan ketinggian mencapai 20 meter. Untuk atraksi menantang adrenalin, kawasan Tambora juga sangat ideal untuk atraksi wisata seperti jungle treking, berkuda, trabas, off road, river tubing, camping dan sebagainya. Selain wisata alam yang mempesona, kehidupan sosial budaya masyarakat di sekitar Tambora juga menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat menikmati pesta panen kopi, kemistisan situs kerajaan sanggar, keunikan pakaian adat rempu dan lain-lain. The Sound from Caldera Sumber : Balai Taman Nasional Tambora
Baca Berita

Universitas Jepang Minati Pengelolaan Kolaboratif di Taman Nasional Kayan Mentarang

Malinau, 19 Maret 2018. Tim peneliti dari Waseda University Tokyo, Osaka University dan Toyo University Jepang serta Universitas Mulawarman melakukan pertemuan dengan Dewan Pembina Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) Taman Nasional Kayan Mentarang dan Pemerintah Kabupaten Malinau. Pertemuan yang di pimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Drs. Hendris Damus, M. Si diruang kerjanya kemarin (19/3), membahas pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Kayan Mentarang yang merupakan bagian dari Heart of Borneo dalam kerangka Academic Agreement. Dalam pertemuan tersebut, Makoto Inoue, Profesor Sosiologi Lingkungan dari Waseda University Tokyo memaparkan desain kelembagaan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia pada wilayah Heart of Borneo dengan menghubungkan realitas lokal dan isu global. Tujuan spesifiknya ialah menunjukkan pilihan rencana untuk pelembagaan pada model penghidupan dengan tiga manfaat yakni Pembangunan Lokal yang berkelanjutan sesuai dengan Realitas Penghidupan Lokal, Konservasi Keanekaragaman Hayati, dan Mitigasi perubahan iklim. Hal ini juga sebagai bentuk kontribusi dalam mempromosikan kesepakatan internasional yang ditandatangani oleh pemerintah Brunei, Indonesia, Malaysia di Bali pada tanggal 12 Februari 2007 untuk melakukan konservasi jantung Kalimantan (Heart of Borneo Initiative). Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan dengan DP3K dan Pemerintah Kabupaten Malinau, Rombongan tim peneliti yang dipimpin oleh Ketua ULS Perhutanan Sosial (Center for Social Forestry). Universitas Mulawarman Dr. Ndan Imang melanjutkan diskusi di kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang membicarakan hal-hal teknis terkait survei yang telah dilaksanakan pada beberapa desa di Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara dan lokasi survei yang akan dilaksanakan berikutnya. Agenda tim peneliti selanjutnya akan melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal KSDAE Kementerian LHK pada tanggal 23 Maret 2018 di Jakarta difasilitasi oleh LIPI. Sumber : Tim Media Balai TN Kayan Mentarang
Baca Berita

Tim Humas KLHK Shooting Film Di Taman Nasional Tesso Nilo

Pelalawan, 20 Maret 2018. Keindahan serta keberagaman Taman Nasional Tesso Nilo tampaknya tak habis-habis untuk diabadikan, pasalnya selalu saja ada kegiatan dokumentasi yang dilaksanakan di kawasan hutan. Kali ini pada 14 S.d 16 Maret 2018, tim dari humas KLHK laksanakan pengambilan video documenter di kawasan Taman Nasional. Proses pengambilan video dipimpin oleh Bapak Ihwan, kepala bagian pemberitaan dan publikasi selaku ketua tim. Kegiatan pengambilan video menitik beratkan pada kegiatan-kegiatan yang merupakan kolaborasi masyarakat dengan TNTN. Peliputan dengan mengambil video berupa kegiatan rehabilitasi, proses pembibitan, budidaya madu hutan Tesso Nilo, serta ekowisata seputar kawasan hutan dan di kawasan TNTN. Selain mengabadikan kegiatan diseputaran kawasan hutan, budaya dan adat masyarakat di sekitar TNTN tak luput dari sasaran tim Humas dari KLHK dalam agenda shooting video nya. Kelapa Balai Taman Nasional Tesso Nillo, Bapak Supartono, S.Hut., MP, menerangkan bahwa saat ini TNTN dalam pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar kawasan TNTN. Pelibatan masyarakat ini bertujuan agar masyarakat ikut menjaga dan mendapat manfaat sebesar-besarnya dari keberaaan TNTN. “Peliputan seperti ini kita dukung pengambilannya dari awal hingga akhir karena kita juga butuh bantuan dari semua pihak untuk mempromosikan Taman Nasional”, terang Bapak Supartono, S.Hut., MP. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Dua Sarang Baru Kakatua di Masakambing

Pamekasan, 20 Maret 2018. Bulan Maret – Mei merupakan waktu bagi Kakatua Kecil Jambul Kuning Masakambing untuk menentukan dan membuat sarang. Kakatua bersarang pada lubang pohon bekas patahan, celah pohon atau lubang bekas burung lain dengan ketinggian antara 6 – 15 meter. Waktu perkembangbiakan biasanya terjadi pada Bulan Juni – November. Laporan dari Masyarakat Mitra Pohut, telah ditemukan dua sarang Kakatua baru di Pulau Masakambing, keduanya terletak pada pohon Randu. Dengan bertambahnya dua sarang tersebut jumlah sarang aktif di wilayah daratan Pulau Masakambing berjumlah lima sarang, yang pada tahun sebelumnya hanya ada tiga sarang saja. Diharapkan kedua sarang baru tersebut mampu menghasilkan anakan-anakan Kakatua. Karena belum tentu dari semua sarang aktif, telur kakatua dapat menetas. Seperti halnya tahun lalu dari tiga sarang aktif hanya ada dua sarang yang mampu menghasilkan anakan. Banyak faktor yang mempengaruhi gagalnya perkembangbiakan Kakatua diantarnaya adalah cuaca, Tingkat ketergangguan dari manusia serta ancaman dari predator. Kakatua kecil jambul kuning anak jenis abbotti (Cacatua Sulphurea abbotti) merupakan satu dari empat satwa prioritas di Jawa timur yang ditargetkan meningkat populasinya sebesar 10% hingga tahun 2019 atau dengan kata lain jumlahnya pada tahun 2019 menjadi 24-25 ekor di habitat aslinya. Hasil monitoring tim dari Balai Besar KSDA Jawa Timur, menyebutkan jumlah burung Endemik Pulau Masakambing pada tahun 2017 adalah 24 ekor, namun pada awal tahun 2018 mati 1 ekor dikarenakan cidera dan akhirnya mati saat dirawat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur dalam rangka meningkatkan populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning, mulai dari pengamanan dan perlindungan sampai dengan peningkatan kualitas habitat. Dengan bertambahnya dua sarang pada tahun ini diharapkan populasi Kakatua meningkat sehingga bebas dari ancaman kepunahan. Sumber : Didik Sutrisno - Penyuluh SKW IV Pamekasan Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Keterlibatan Balai TN Gunung Merapi di Pra Rembug Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial

Semarang, 20 Maret 2018. Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP RI) bekerja sama dengan Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah mengundang beberapa instansi dan lembaga terkait dalam agenda pra rembug masalah Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RA dan PS). Kegiatan ini dilaksnakan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, pada hari Selasa 20 Maret 2018, di Semarang. Pra rembug ini bertujuan untuk menjaring potensi, masukan, identifikasi tentang permasalahan konflik kepemilikan atas lahan . Pra rembug merupakan tahapan menuju rembug nasional sebagai upaya percepatan program pemerintah tentang RA dan PS sebagai nawacita kelima pemerintahan Jokowi - JK. Tujuan program ini adalah penataan ulang lahan berkelanjutan, meningkatkan produktifitas lahan, serta penataan penguasaan lahan. Bentuk program RA dan PS adalah sertifikasi legalisasi tanah/lahan dan kemudahan akses atas lahan. Dalam kesempatan kali ini, hadir sebagai narasumber adalah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (kemen ATR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (kemen LHK), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (kemen Desa dan PDTT), serta Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA). Balai Taman Nasional Gunung Merapi (Balai TNGM) merupakan salah satu instansi yang diundang dalam pra rembug ini, bersama beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK, dalam hal ini Balai Taman Nasional (BTN) dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Hutan dan Lahan (BPDASHL) di lingkup Jawa Tengah. Selain itu, hadir pula beberapa UPT lingkup Kemen ATR, beberapa SKPD terkait lingkup Jawa Tengah, serikat tani lingkup Jawa Tengah, KPA, beberapa Serikat Petani Indonesia (SPI) lingkup Jawa Tengah serta beberapa pengurus Nahdatul Ulama (NU) dari pusat hingga tingkat kabupaten lingkup Jawa Tengah. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Balai TN Kayan Mentarang Gandeng Masyarakat Adat Lundayeh Sebagai Partner

Nunukan, 13 Maret 2018. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat adat sebagai upaya peningkatan peran dan partisipasi masyarakat adat dalam pengelolaan kolaboratif diselenggarakan pada tanggal 7 s.d 12 Maret 2018 di Desa Pa Padi, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan - Kalimantan Utara. Keterlibatan aktif peserta yang terdiri dari Kepala Adat Desa Cing'lat, Kepala Adat Desa Pa Padi, aparat pemerintahan kedua desa, beserta sejumlah elemen tokoh pemuda setempat, sangat terasa melalui dialog yang berkembang. Kegiatan ini merupakan ajang belajar bersama sebagai partner dalam mengelola kawasan konservasi di tingkat tapak antara Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) dengan Masyarakat Adat Dayak Lundayeh khususnya di lokasi Pa Padi yg mencakup dua desa tersebut. sehingga nantinya tercapai kesepahaman yg akan tertuang dalam perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak. "Kami memahami bahwa kelestarian ekosistem TNKM yg sangat luas ini niscaya terjadi melalui keterlibatan aktif masyarakat adat. Setiap unsur adat yg ada di sekitar TNKM tidak lagi berposisi sebagai objek pengelola, namun melalui paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi, masyarakat adat menjadi mitra dalam upaya pelestarian kawasan. Peranan mereka melalui pranata adat, perangkat - perangkat adat, norma & tradisi budaya mesti digali & diangkat sehingga manajemen kolaboratif tidak sekedar simbol tetapi harus menjadi derap langkah Balai TNKM bersama Masyarakat Adat Lundayeh di tingkat tapak seperti diintruksikan Kepala Balai kepada kita." Demikian disampaikan Suwarto selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Long Bawan. Diharapkan kegiatan ini menjadi wahana untuk saling memahami peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pengelolaan kawasan TNKM yang luasnya 1,2 juta hektar. Disamping itu, Kegiatan ini juga sebagai langkah awal dari rangkaian proses jangka panjang dalam pelaksanaan Role Model TNKM, yakni revitalisasi peran masyarakat adat di bawah payung Dewan Pembina & Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) TNKM. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

Pengkayaan Karang & Bakau di Taman Nasional Bunaken

Minahasa Selatan, 20 Maret 2018. Bertempat di Desa Wawontulap, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, dilaksanakan kegiatan Pengkayaan Karang dan Bakau oleh Balai Taman Nasional Bunaken. Wawontulap merupakan desa pesisir yang berada di bagian selatan Taman Nasional Bunaken, desa yang menjadi salah satu sentra perikanan dan berpotensi dikembangkan menjadi rural village, jarak tempuh dari Kota Manado menuju kegiatan + 25 km, dengan jalur transportasi darat. Menuju ke lokasi dari arah Manado sesampainya di Tanawangko Kecamatan Tombariri dapat berbelok ke kanan saat sesampainya di Jembatan Ranowangko sebelum Senduk/ Munte, apabila mengikuti arah dari Amurang berbelok kiri di Desa Papontolen dengan jarat + 15 km. Kegiatan Pengkayaan Karang dan Bakau ini masih dalam rangkaian Hari Bakti Rimbawan ke 35, yakni “Melalui Bhakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Rakyat”. Pengkayaan karang dan bakau sekaligus melibatkan berbagai unsur antara lain Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Kodim Minahasa 1302 Minahasa, Polres Minahasa Selatan, Koramil Tumpaan, Polsek Tumpaan, Kecamatan Tatapaan dan Pos AL Arakan serta siswa-siswi pelajar SDN Wawontulap dan SMPN Satap Tatapaan dengan Kader Konservasi Taman Nasional Bunaken. Perhatian utama adalah pelibatan masyarakat setempat dalam penyiapan bahan tanam mangrove berupa ajir yang direncanakan akan ditanam sebanyak 500 bibit dengan sistem propagul dengan jarak 1 x 1 m. Dipilihnya konsep propagulasi dikarenakan kemudahan mencari bibit disekitar lokasi kegiatan, dengan perlakuan sehingga cocok sesuai dengan pengkayaan ekosistem serta mudah tumbuh. Propagul adalah buah mangrove yang telah mengalami perkecambahan. Adapun pengkayaan karang menggunakan pendekatan transplantasi dengan media terbuat dari besi yang dibentuk seperti rak meja. Jumlah rak disiapkan sebanyak 5 buah dengan isi fragmen karang transpant sebanyak 175 buah. Mangrove dan Terumbu Karang merupakan kesatuan ekosistem pesisir yang memiliki manfaat besar dalam kehidupan. Mangrove menjadi bagian penting bagi kehidupan kita, beberapa fungsi utamanya antara lain sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi, intrusi air laut, melindungi pemukiman dari terpaan gelombang dan badai, mangrove juga tempat berkembang biak berbagai satwa seperti udang, kepiting, burung serta menjadi bagian edukasi wisata, bahkan paling penting adalah zat hijau daun tanaman mangrove penyerap karbon CO2 sehingga memitigasi perubahan iklim. Demikian pula terumbu karang sebagai habitat satwa, biota dan ikan, sebagai ekosistem unik yang membutuhkan waktu berjuta tahun untuk hingga dapat tercipta utuh dan indah. Peran serta masyarakat menjadi sangat penting sebagai pemanfaat utama dari ekosistem pesisir laut dari mangrove dan karang. Melalui edukasi dan pelibatan aktif masyarakat melalui pengkayaan karang dan bakau di Wawontulap diharapkan akan mengetahui manfaat yang besar untuk kelangsungan hidup baik sebagai sumber nafkah (perikanan) dan sumber jasa (wisata alam), sehingga masyarakat terlibat dalam pelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken. Sumber : Balai TN Bunaken
Baca Berita

Kerjasama Positif Untuk TWA Lejja

Makassar, 20 Maret 2018. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem yang diwakili oleh Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Dayamitra Telekomunikasi tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Terelakkan Berupa Penempatan dan Pengembangan Menara Telekomunikasi Bersama dan Penguatan Fungsi Kawasan di Taman Wisata Alam Lejja Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan di kantor Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Perjanjian Kerja Sama ini diharapkan kedepannya dapat mendukung komunikasi masyarakat di kawasan, pengunjung Taman Wisata Alam Lejja, yang sekaligus mendukung program nasional Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, khususnya disekitar kawasan TWA Lejja serta kerjasama dalam rangka mendukung Pemerintah dalam bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem melalui pengembangan wisata di TWA Lejja. PKS ini juga merupakan upaya pendukung indikator Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu terwujudnya kerjasama pembangunan dan penguatan pada kawasan konservasi. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri M.Sc dalam sambutannya berharap kerjasama ini dapat memberikan efek ganda yang bernilai positif bagi pengembangan dan pengelolaan TWA Lejja, sedangkan General Manager Area IV Pamasuka PT. Dayamitra Telekomunikasi, Iwan Adji Purdianto memberikan apresiasi pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang membuka ruang komunikasi sehingga kerjasama ini dapat terlaksana. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Menampilkan 8.465–8.480 dari 11.140 publikasi