Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Mengamankan Batas Kawasan Melalui Ground Check Lahan

Karimunjawa, 26 Maret 2018. Kepala Balai TN Karimunjawa (TNKJ) memerintahkan untuk melakukan ground check terhadap tiga bidang tanah yang dimohonkan oleh Sdr Riyanta pada tanggal 23 - 24 maret 2018. Ground Check lahan ini untuk mengamankan batas kawasan, memberikan kepastian, kejelasan dan ketegasan batas kawasan dengan lahan masyarakat. Ground Check lahan dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan posisi batas lahan yang ditunjuk oleh masyarakat terhadap posisi Pal Batas Kawasan TNKJ, kemudian dilakukan penandaan titik titik penting dengan GPS. Selanjutnya, dilakukan overlay di atas Peta Penetapan Kawasan TNKK tahun 1989. Sehingga diketahui posisi lahan masyarakat terhadap batas/kawasan TNKj. Juga dengan menggunakan aplikasi Avenza dengan peta kerja kawasan TNKJ Lokasi ground check lahan: 1. Tanah milik Sarmani, berdasarkan kutipan daftar buku C Desa Karimunjawa No. 1674 persil 187 klas D. IV, luas 53.000 m persegi. 2. Tanah milik Abdul Muntalib berdasarkan kutipan daftar buku C Desa Karimunjawa No. 2171 persil 200 klas D. IV , luas 10.000 m persegi. 3. Tanah milik Zaroni, berdasarkan kutipan daftar buku C Desa Karimunjawa No. 2284 persil 200 klas D. IV, luas 966 m persegi. Hasil ground check lahan, tanah milik a.n Abdul Muntholib dan Zaroni berada diluar kawasan Zona Rimba Taman Nasional Karimunjawa, sedangkan batas tanah a.n. Sarmani pada awalnya masuk ke dalam kawasan pada sekitar Pal TN. 235 - 237. Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya pihak pemohon bersedia menggeser batas lahan menjauhi kawasan. Diskusi. 1) Masih dijumpai perbedaan posisi antara koordinat batas kawasan berdasar SHP peta penetapan kawasan TNKj tahun 1989 dengan posisi Pal terpasang/eksisting di lapangan. Sedangkan masyarakat mendasarkan batas kawasan adalah Pal Batas terpasang/eksisting. 2) Perlunya perhatian kepada 'kesejahteraan' petugas pelaksana ground check, mengingat tugas tersebut di luar tupoksi tetapi cukup menyita tenaga dan pikiran. Sumber : Agung Setyadi - Kepala Resort Legon Lele Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Penerapan “Masyarakat Sebagai Subyek” di Desa Pinonobutuan

Kotamobagu, 26 Maret 2018. Resort Dumoga Timur dan Lolayan Balai TN Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama dengan EPASS BNW memfasilitasi proses kesepakatan konservasi masyarakat antara masyarakat Desa Pinonobatuan dan Balai TNBNW, Senin 26 Maret 2018, di kantor Resort Dumoga Timur dan Lolayan, TNBNW. Kesepakatan ini merupakan rangkaian proses dalam penguatan desa penyangga di sekitar kawasan TNBNW. “Masyarakat desa selain mendukung untuk kelestarian maleo sebagai ciri khas taman nasional, diharapkan juga dapat terlibat dalam pengembangan ekowisata di taman nasional khususnya daerah Pinonobatuan” ujar Kepala Desa Pinonobutuan Samuel J. Oro dalam sambutannya. Sementara itu, Kepala SPTN II Doloduo TNBNW, Agung Triono Hermawan menegaskan bahwa, "Salah satu perubahan pola pikir pengelolaan kawasan taman nasional saat ini adalah menjadikan masyarakat sebagai subyek pengelolaan, sehingga masyarakat desa penyangga merupakan salah satu pihak penting dalam pengelolaan taman nasional". Beberapa kesepakatan yang dibahas mengenai penjagaan daerah-daerah tangkapan air dan sempadan sungai serta sumber air lainnya yang berasal dari taman nasional dan sekitarnya, pengembangan wisata alam terbatas, serta bersama-sama dalam mengurangi tekanan dan ancaman kawasan TNBNW seperti perburuan dan pembalakan liar. Desa Pinonobatuan merupakan salah satu desa penyangga kawasan TNBNW, yang secara administratif berada di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaangmongondow. Di desa ini terletak lokasi peneluran maleo (Macrocephalon maleo) di lokasi Tambun, yang merupakan salah satu lokasi terpenting untuk konservasi maleo di Indonesia. Maleo sendiri merupakan satu dari 25 jenis satwa prioritas nasional untuk ditingkatkan populasinya. Sumber : Balai TN Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Penyu Hijau Sang Nelayan Kembali ke Laut

Popareng, 26 Maret 2018. Hari yang berharga untuk Resort Popareng, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II – Balai Taman Nasional Bunaken, kala seorang nelayan dari Desa Popareng melihat keberadaan seekor penyu yang terperangkap di jaringnya. Sebagai warga nelayan yang tergabung dalam anggota kelompok nelayan Cahaya Tatapaan nalurinya kemudian membawa penyu tersebut ke darat. Jenis penyu merupakan penyu hijau (Chelonia mydas) berkelamin betina, dengan ukuran kerapas panjang 46 cm dan lebar 42 cm. “Jaring saya sudah sering menangkap penyu, saya tahu hewan itu dilindungi undang-undang maka saya lepaskan lagi dengan disampaikan ke petugas. Bahkan sejak tahun 2014 setiap bulan saya bisa mendapatkan penyu terperangkap di jaring, tetapi saya lepaskan kembali” jelas Ferri Masie sang nelayan. Berhubung saya merupakan bagian dari anggota kelompok yang peduli konservasi dan pelestarian lingkungan di Cahaya Tatapaan saya serahkan penyu ini agar dilepas petugas dan menjadi pembelajaran warga agar kita berupaya dan bersama-sama untuk menjaga kelestarian kawasan, sambung Massie. “Kami mengapresiasi langkah warga nelayan yang secara sukarela melaporkan dan menyerahkan kepada petugas untuk dilepasliarkan kembali, kami berharap dengan ini nelayan terlibat pelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken” ucap Kepala Resort Popareng M. Hasan Sahri. Sumber : Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - PEH Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

28 Pegawai BBKSDA Papua Barat Disumpah

Sorong, 22 Maret 2018. Bertempat di ruang pertemuan Kyriad M Hotel Kota Sorong, Balai Besar KSDA Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Bimtek Aplikasi E-Kinerja, Pengambilan Sumpah dan Janji PNS serta Pembinaan Kepegawaian. Dituntun oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Erni Mayana, M.M. sebanyak 28 pegawai Balai Besar KSDA Papua Barat diambil sumpah yang merupakan kewajiban bagi setiap PNS. Acara ini dihadiri oleh pejabat eselon dan Pegawai Balai Besar KSDA Papua Barat yang bertugas di Balai, Bidang Wilayah KSDA I Sorong, dan Seksi Konservasi Wilayah II Teminabuan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi menyampaikan bahwa sumpah dan janji pegawai adalah kewajiban Aparatur Sipil Negara sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Selain itu, beliau mengingatkan juga pentingnya komitmen, integritas dan loyalitas sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga mampu memberikan andil yang positif bagi organisasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Setelah pelaksanaan sumpah, dilakukan pembinaan pegawai yang dimoderatori oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, Ir. R. Basar Manullang M.M.. Pembinaan banyak membahas tentang pentingnya data SIMPEG dan penerapan aplikasi E-Kinerja. Pada akhir acara pembinaan pegawai dilakukan diskusi terutama membahas permasalahan-permasalahan kepegawaian secara umum dan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada pejabat fungsional tertentu. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Tanam 2.000 Pohon di HUT TN Gunung Gede Pangrango

Bogor, 24 Maret 2018. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan penanaman pohon bersama mitra PT Tirta Fresindo Jaya Plant. Ciherang (Mayora Group). Penanaman pohon ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT TNGGP sekaligus memperingati Hari Hutan Internasional. Lokasi penanaman pohon di Zona Rehabilitasi, Blok Pasir Benyeng, Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Wilayah Kerja Resort PTN Tapos. Acara penanaman pohon dihadiri oleh TNGGP, Mayora Group, Koramil Ciawi, Polsek Ciawi, Polsek Caringin, Desa Bojong Murni, beserta masyarakat sekitar. "Penanaman pohon ini dapat memberikan efek ganda, khususnya perbaikan ekosistem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dari pemanfaatan pohon buah-buahan yang ditanam” ujar Ibu Badi’ah selaku Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Bogor TNGGP dalam sambutannya. Pihak Mayora Group yang diwakili oleh Pak Woko selaku Kepala Departemen IRGA M3 (Mayora 3) mengungkapkan, bahwa perusahaan baik langsung ataupun tidak langsung merasakan dampak dari fungsi kawasan TNGGP, sehingga sudah seyogyanya perusahaan berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem ini. Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Ibu Mimi Murdiah selaku kepala Bidang Teknis Konservasi mengungkapkan, bahwa TNGGP memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan terutama sebagai sumber air untuk daerah sekitarnya. Perlu diketahui bahwa TNGGP memiliki 4 DAS terkenal yaitu Citarum, Cisadane, Ciliwung, dan Cimandiri. Penanaman pohon ini merupakan upaya positif untuk mengoptimalkan fungsi dari suatu kawasan hutan, pada akhirnya ekosistem terpulihkan dan masyarakat sejahtera. Kegiatan ini berhasil menurunkan masyarakat yang dulunya menggarap di kawasan TNGGP (areal bekas Perhutani) sebanyak 24 KK. Masyarakat tersebut beserta pihak desa setempat mendukung upaya pemulihan ekosistem. Apalagi dengan kegiatan ini masyarakat dapat mengelola dan memanfaatkan hasilnya. Hal ini sejalan dengan amanah kemitraan konservasi bahwa hutan dimanfaatkan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat. Pada akhirnya hutan lestari dan masyarakat mandiri. Jenis pohon yang ditanam sebagian besar (60%) terdiri dari jenis pohon asli seperti Janitri, Salam, Kisireum, Lame, dan Puspa. Sisanya pohon jenis MPTS (Multi Purpose Tree Species) sebanyak 40% di batas kawasan yang dapat dimanfaatkan buahnya oleh masyarakat sekitar seperti Alpukat, Nangka, dan Picung. Persentase tersebut hasil kesepakatan dengan masyarakat penggarap. Angka 40% itu lahir dan dihitung dari masing-masing luas garapannya, yang semula ditanami sayur mayur menjadi tanaman keras, namun masyarakat masih bisa memperoleh penghasilan dari buah-buahan tersebut. Total pohon yang ditanam sebanyak 2.000 pohon dengan luas 4 Ha. Sumber: Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango dan Mayora Group
Baca Berita

Menggali Potensi Wisata di Resort Parang

Pulau Parang, 26 Maret 2018. Goa sarang merupakan obyek dan daya tarik wisata yang ada di Pulau Parang. Secara administratif masuk dalam kawasan desa Parang, Kec. Karimunjawa, Kab. Jepara. Meski keberadaannya di lahan milik masyarakat namun sebagai pemangku wilayah Resort parang-SPTN Wil. Kemujan sering melakukan pendataan potensi yang ada diwilayah kerja. Untuk mencapai lokasi ini cukup ditempuh dengan kapal desa parang yang saat ini rutin berlayar setiap senin dan jumat (PP) selama 2-3 jam perjalanan laut. Nama gua sarang diambil dari banyaknya burung walet yang membuat sarang di goa ini, sehingga masyarakat setempat menyebut goa ini dengan nama goa sarang. Panjang goa sarang mencapai lebih kurang 98 meter. Namun seiring berjalannya waktu gua yang pernah dibangun oleh pemda setempat dengan tujuan agar keberadaan walet lebih aman, justru pembangunan dan aktivitas manusia selama mengerjakan dirasa sangat mengganggu sehingga burung walet melakukan hijrah, saat ini gua sarang menjadi habitat kelelawar. Sumber : Muhammad Nur Cahyadi - PEH Resort Parang Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Pendampingan Kelompok Masyarakat Desa Konservasi di Pusinfo Balai TN Karimun Jawa

Karimun Jawa, 26 Maret 2018. Pendampingan Kelompok Masyarakat Desa Konservasi, Resort Legon Lele SPTN Wilayah II Balai TN Karimunjawa dilaksanakan di Pusat Informasi (Pusinfo) Balai TN Karimunjawa di Kapuran Karimunjawa pada tanggal 22 Maret 2018 pukul 09.00 - 12.00 WIB. Kegiatan berupa pendampingan pertemuan rutin bulanan Kelompok Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) Karya Bhakti Desa Karimunjawa. Dihadiri oleh perwakilan dari SPTNW 2 Karimunjawa, pengurus dan anggota kelompok SPKP Karya Bhakti serta Kepala dan anggota Resort Legon Lele. Kegiatan Pendampingan Kelompok Masyarakat Desa Konservasi ini untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kelompok binaan Balai TN Karimunjawa serta memfasilitasi keperluan kelompok SPKP agar tetap semangat untuk ikut bersama-sama melestarikan alam Karimunjawa, diantaranya agar ikut menangani/mencegah masalah pencemaran oleh sampah, kebakaran hutan, ilegal loging. Pertemuan rutin tersebut diisi dengan acara arisan, diskusi dan pengenalan Pusinfo BTNKj dengan arahan dari pendamping (1) Kelompok SPKP sebagai kelompok binaan BTNKJ harus bisa menjadi pelopor bagi masyakat sekitar untuk meningkatkan kesadaran konservasi di desanya dan (2) Kelompok spkp agar menyusun program yang bisa mendukung konservasi misalnya antara lain membuat pembibitan, melakukan bersih pantai secara kontinyu dan sebagainya. Usulan dari kelomopok mengenai bantuan alat selam dasar untuk SPKP, kalo ada yg akan sewa diharapkan Taman Nasional bisa mempromosikan untuk jasa persewaan tersebut. Pertemuan SPKP tersebut merupakan pertemuan rutin setiap bulan yang biasanya dilaksanakan secara bergiliran di setiap rumah anggota SPKP. Kali ini pertemuan dilakukan di Pusinfo untuk memperkenalkan Pusinfo BTNKj kepada anggota SPKP pada khususnya dan kepada masyarakat Karimunjawa pada umumnya. Sumber: Agung Setiyadi Kepala Resort Legon Lele Balai TN Karimunjawa
Baca Berita

Area Open Close - Perairan Menjangan

Karimunjawa, 26 Maret 2018. Menindaklanjuti dua proses sebelumnya, yaitu usulan lokasi buka tutup, pertemuan membangun kesepakatan mekanisme buka tutup dan survey, adalah penentuan lokasi di tingkat tapak. Sekedar mengingatkan, usulan lokasi buka tutup adalah murni dari masyarakat yang tehimpun dan HPI (Himunan Pramuwisata Indonesia) Karimunjawa dengan penggagas Sdr. Nurul Black, ST. Kesepakatan yang terbangun telah ditandatangani oleh semua pihak yang dalam penyelamatan Maer dan diketahui perwakilan stakeholder di Karimunjawa. Penentuan lokasi di tingkat tapak merupakan proses yang cukup penting. Pelaksanaannya yaitu melakukan penyusunan data dasar dan pemetaan, penentuan batas, luasan lokasi buka tutup. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 17 - 24 Maret 2018. Selengkapnya dapat diklik pada link sebagai berikut : Area Open Close - Perairan Menjangan Sumber : Agung Setyadi - Balai Taman Nasional Karimun Jawa
Baca Berita

Mencari Jejak Satwa Liar di Gunung Merbabu dengan Kamera Trap

Boyolali, 26 Maret 2018. Tim pemasangan kamera trap didalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) sudah bersiap diri untuk melakukan penyisiran Kawasan mencari jejak satwa serta tanda-tanda keberadaan satwa sasaran yang ada didalam Kawasan TNGMb. Bersama dengan pak Arif Budiman dari laboratorium satwa Liar Fakultas Kehutanan UGM, mitra serta relawan dari TNGMb dan Pak Jupri sebagai penunjuk jalan, tim sebanyak 5 orang melakukan perjalanan dengan menyisir Kawasan yang jarang diakses oleh masyarakat dengan titik start dari kantor Resort Selo. Sebelumnya, pak Arif tak lupa memberikan breafing kepada tim, serta melakukan setting camera sebelum dipasang dikawasan. “Satwa liar memiliki karakter beraktifitas di jalur yang jarang digunakan untuk aktifitas manusia, untuk menghindari ancaman. Satwa juga akan mencari jalan yang berada di perengaan, mendekati kearah jurang untuk menghidari ancaman” jelas Arif. “Daerah yang berpotensi besar menjadi daerah jelajah satwa liar berupa cerukan yang terdapat genangan air sebagai persediaan air minum bagi satwa” tambah Arif. Sebelum camera dipasang, dilakukan setting ulang kamera, dengan mengatur tanggal, maupun kualitas gambar yang akan dihasilkan. Kamera dan memory card juga diberikan label, sehingga data yang dihasilkan bisa lebih valid dan meminimalisir data yang dihasilkan error dan tertukar. Saat pemasangan kamera di lapangan, untuk mengurangi kelembapan camera dan mengurangi resiko batere cepat rusak, didalam ruang batere diberikan silicajell (jika tidak ada bisa menggunakan pembalut/kapas/tisu) untuk menyerap kelembapan. Setelah camera terapasang sempurna, bagian yang berlubang dan perpotensi dimasuki semut/serangga, ditutup menggunakan isolasi. Data perlu di download antara 7 – 14 hari sekali, sekaligus memeriksa kondisi kamera dan ketersediaan daya baterenya. Selama perjalanan, Tim menjumpai beberapa tanda tanda keberadaan satwa liar, dengan ditemukannya jejak satwa, kotoran satwa maupun tanaman yang habis dimakan oleh satwa. Sedikitnya dalam perjalanan dua hari (22-23 Maret 2018) dengan menyisir jalur jin dan demit di gunung merbabu, kami menemukan 4 jenis jejak satwa. Sebanyak 3 Kamera Trap sudah berhasil terpasang di lokasi yang diduga menjadi tempat lalulintas maupun tempat beraktifitas satwa liar, yang berupa persimpangan (pertigaan maupun perempatan tempat bertemunya satwa) serta di jalur aliran air sungai. Dengan pemasangan Camera Trap ini bisa memberikan data riil dan up to date berkenaan dengan keberadaan satwa liar dalam Kawasan Taman nasional Gunung Merbabu. (mdj) Sumber : Muhibbudin Danan Jaya, SP. - Penyuluh BTN Gunung Merbabu
Baca Berita

Balai KSDA Maluku Gandeng Masyarakat Kembangkan Wisata TWA Pulau Pombo

Ambon, 26 Maret 2018. Balai Dusun Wainuru menjadi tempat Sosialisasi Pembentukan Kelembagaan Desa Penyangga Kawasan Konservasi (24/3/18). Sosialisasi ini menjadi pondasi bagi kedua pihak, Balai KSDA Maluku dan masyarakat Dusun Wainuru, yang nantinya secara bersama mengembangkan potensi wisata di TWAL Pulau Pombo secara optimal. Secara singkat hasil identifikasi dan pengkajian permasalahan di Dusun Wainuru yang telah dilaksanakan sebulan sebelumnya dipaparkan. Dalam diskusi dengan masyarakat, tim Balai KSDA Maluku mengharapkan segenap masyarakat bersiap secara bersama-sama mengembangkan potensi desa guna menunjang kegiatan wisata alam. Salah satunya dengan pembentukan kelompok sadar wisata di Dusun Wainuru. Kelompok ini nantinya dapat mengelola transportasi laut untuk mengantarkan pengunjung menuju Pulau Pombo. Masyarakat Dusun Wainuru sebagian besar mempunyai mata pencaharian utama sebagai nelayan. Mereka telah memiliki longboat maupun ketinting (motor laut) untuk mencari ikan. Dengan sumber daya yang dimiliki ini, diharapakan nantinya masyarakat mempunyai pekerjaan alternatif menjadi pengantar sekaligus pemandu bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Pulau Pombo. Sedangkan dari pihak masyarakat Wainuru sendiri sangat berharap Balai KSDA Maluku dapat memberikan support penuh bagi mereka. Utamanya dalam proses pendampingan dan pemberdayaan kelompok kedepannya. Mereka berharap kelompok yang akan dibentuk menjadi sarana pengembangan informasi dan meningkatan kemampuan anggotanya dalam pengelolaan wisata alam. Pulau Pombo adalah satu dari 4 kawasan Taman Wisata Alam/Laut (TWA/L) yang pengelolaannya berada di bawah Balai KSDA Maluku. Pulau Pombo mempunyai keunggulan karena lokasinya relatif dekat dari kota Ambon. Untuk mencapai kawasan ini butuh waktu sekitar 30 menit menuju Dusun Wainuru, perkampungan masyarakat yang letaknya paling dekat dari Pulau Pombo. Dari Dusun Wainuru, kita dapat menyewa longboat masyarakat untuk menyeberang ke Pulau Pombo. Dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk sampai di Pulau Pombo. Di area TWA Pulau Pombo kita dapat menikmati pesona birunya air laut dan indahnya pasir putih yang mengelilingi pulau yang luasnya tidak lebih dari 2 hektar ini. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah menikmati keindahan bawah laut, bisa dengan aktivitas snorkeling maupun diving. Dengan potensi yang dimiliki tentu pengelolaan yang optimal perlu dilakukan diantaranya dengan menggandeng masyarakat sekitar dalam pengelolaan kolaboratif TWAL Pulau Pombo. Sumber: Rifky Firmana P. - Balai KSDA Maluku
Baca Berita

Kemeriahan HUT Balai TN Gunung Palung ke-28 Sekaligus HBR dan HHI

Ketapang, 26 Maret 2018. Sebagai bagian dari keluarga besar Rimbawan Indonesia, Balai TN Gunung Palung melaksanakan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan hari Bakti Rimbawan (HBR) yang ke-35. Kegiatan yang dilakukan sekaligus juga untuk memperingati Hari Hutan Internasional (HHI) dan Hari Ulang Tahun Balai TN Gunung Palung yang ke-28. Rangkaian kegiatan dimulai sejak tanggal 20 Maret 2018 sampai dengan tanggal 23 Maret 2018. Diawali dengan agenda kegiatan Penandatangan Kesepakatan Konservasi Alam dengan Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) dan kelompok Binaan Yayasan ASRI di Desa Harapan Mulia yang merupakan masyarakat desa sekitar kawasan TN Gunung Palung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan hutan Taman Nasional yang dilakukan oleh staf Balai TN Gunung Palung, bersama dengan staf Yayasan ASRI dan perwakilan masyarakat Desa Harapan Mulia. Upacara Bendera dilakukan pada hari kedua rangkaian peringatan ini. Dengan KSBTU yang menjadi Pembina Upacara disampaikan sambutan Ibu Menteri KLHK pada peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-35. Kegiatan juga dimeriahkan dengan aneka lomba olahraga yaitu lomba Futsal, lomba Bulutangkis, lomba Voli, lomba Tenis Meja dan lomba Pengenalan Jenis Flora Fauna. Yang menjadi peserta lomba adalah staf Balai TN Gunung Palung yang terbagi menjadi 3 tim yaitu tim SPTN Wil. I Sukadana, tim SPTN Wil. II Teluk Melano dan tim Balai TNGP. Selain itu juga akan dilakukan kegiatan Bakti Sosial yaitu kunjungan ke salah satu Panti Asuhan yang ada di Kab. Ketapang, yang dilaksanakan oleh staf Balai TN Gunung Palung bersama ibu-ibu Dharma Wanita TNGP. Pada akhir kegiatan, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kepala Balai TN Gunung Palung serta makan bersama seluruh staf Balai TN Gunung Palung sebagai wujud rasa syukur dan menggalang kebersamaan antar staf. Pemberian hadiah bagi para pemenang dan pembagian doorprize juga menjadi agenda akhir kegiatan. Dari seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan, diharapkan akan semakin memupuk jiwa korsa dan kebersamaan dalam diri staf Balai TN Gunung Palung, untuk pengelolaan kawasan TNGP yang lebih baik. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Membangun “Organisasi Pembelajar” Generasi Muda di Tingkat Tapak Balai TN Rawa Aopa Watumohai

25 Maret 2018. Berawal dari kegelisahan Kepala SPTN Wilayah II (Benny E Purnama, S.Hut) pada kegiatan aksi bersih sampah pada tanggal 23 Februari 2018 lalu dimana keterlibatan generasi muda dalam aksi tersebut masih dalam jumlah yang sangat minim, maka diinisiasi untuk kembali melakukan perekrutan sekaligus pelantikan KPA Anoa angkatan kedua agar generasi muda yang terlibat aktif dalam aksi lingkungan dan konservasi dapat bertambah dari segi kuantitas serta perbaikan kualitas melalui berbagai materi ajar yang disampaikan pada saat dan pasca acara pelantikan. Kegiatan ini diikuti oleh 38 (tiga puluh delapan) peserta calon KPA Anoa yang merupakan perwakilan dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Bombana, sedangkan yang lulus dan berhak memperoleh syal sebagai tanda bukti kelulusan berjumlah 27 (dua puluh tujuh) orang. Turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut Pembina dari SPTN 2 berjumlah 3 (tiga) orang, pendamping 2 (dua) orang, dan tamu dari Balai TN RAW serta anggota Manggala Agni DAOPS Tinanggea berjumlah 6 (enam) orang. Materi yang diajarkan diantaranya Pengenalan Taman Nasional, Konservasi Dasar, Survival, Kepemimpinan dan Organisasi dan Kebakaran Hutan yang disampaikan oleh instruktur Manggala Agni DAOPS Tinanggea. Hari kedua dilaksanakan upacara pelantikan yang dipimpin oleh Pak Moersidi dan Pak Indra (Polhut TN RAW) dan berdasarkan hasil penilaian dapat dilantik dan diluluskan 27 orang anggota KPA Anoa. Kepala Balai TN RAW Bapak Ali Bahri, S.Sos.,M.Si melalui telepon mengatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini karena memiliki peran penting sebagai “organisasi pembelajar” di tingkat tapak dalam menjaga dan melestarikan lingkungan khususnya kelestarian kawasan TN RAW, selain itu dengan menjadi anggota KPA dapat membentuk karakter dan mental generasi muda yang tanggung, disiplin, bertanggung jawab dan cinta lingkungan, selanjutnya Kepala Balai mengharapkan para anggota yang baru dilantik siap memberikan sumbangsih baik berupa tenaga dan pemikiran secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan TN RAW. Kelompok Pecinta Alam Anoa (KPA Anoa) TN Rawa Aopa Watumohai (TN RAW) sampai dengan tahun 2017 baru terbentuk satu angkatan dengan perangkat organisasi dan materi yang masih terus diperbaiki dengan menerima masukan dari berbagai pihak terutama para anggota yang masih terlibat aktif dan Kepala Desa Lantari Jaya. Peran KPA Anoa adalah sebagai salah satu kader konservasi dalam menggerakkan berbagai kegiatan dan aksi konservasi dan lingkungan hidup di masyarakat, keluarga dan dunia pendidikan. Sumber : Balai TN Rawa Aopa Watumohai
Baca Berita

Nelayan Lagi - Lagi Serahkan Dua Penyu Ke Pos Jaga Polhut

Resort Jinato - Kepulauan Selayar, 25 Maret 2018. Ada empat jenis Penyu (Sisik, Hijau, pernah teridentifikasi dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate ini. Namun sampai sekarang yang seringkali dijumpai dua jenis yaitu Penyu Sisik dan Hijau, baik itu berenang bebas di laut maupun lagi naik bertelur di pulau-pulau kosong. Saat perjalanan pulang dari melaut, seorang nelayan bernama Bahrun yang tidak sengaja menemukan dua ekor penyu Hijau terjerat jaringnya. Dengan itikad baik Bahrun dan kedua temannya Riswan dan Sultan yang juga anak Ketua MMP (Masyarakat Mitra Polhut) Desa Jinato melapor dan menyerahkan dua ekor Penyu Hijau ke Pos Jaga Polhut. Setelah petugas Resort Jinato menerima selanjutnya melakukan identifikasi, pengecekan fisik dan pengukuran karapas si Penyu. Diperoleh hasil Penyu Pertama Panjang 40 cm dan Lebar 46 sedangkan Penyu Kedua Panjang 45 cm dan lebar 45 cm yang menandakan penyu dalam usia remaja. Melihat kondisi fisik kedua penyu yang sehat, petugas memutuskan untuk melepas liarkan kembali ke habitatnya. Seperti yang diungkapkan Dadang Hermawan Polhut Resor Jinato "Sore ini penyu akan kami lepaskan melihat kondisi yang sehat". Sekedar informasi bahwa beberapa hari sebelumnya (15/03) masyarakat menyerahkan delapan ekor tukik (anak penyu) dan seekor penyu remaja (21/03) ke petugas lapangan. Semoga dengan makin banyaknya masyarakat melaporkan dan menyerahkan biota ini merupakan indikator bahwa masyarakat sadar akan pentingnya biota ini sebagai mata rantai ekosistem laut yang penting. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Tim Balai TN Matalawa Road Show ke Desa Penyangga

Waingapu, 25 Maret 2018. Guna mewujudkan kehadiran negara di tengah tengah masyarakat, Tim Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang dipimpin oleh Maman Surahman melakukan road show ke desa penyangga TN Matalawa. Adapun road show ini dimaksudkan untuk menjalin komunikasi dengan tujuan untuk meningkatkan semangat kreatifitas dan inovasi masyarakat desa penyangga dalam upaya peningkatan ekonomi. Hasil survey selama ini menunjukkan bahwa produk pertanian dan perkebunan dijual langsung oleh masyarakat desa penyangga. Namun dengan pengalihan konsep menjadi petik olah jual, maka akan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi dan tentunya akan lebih menguntungkan. Sasaran desa kali ini adalah desa Padiratana dan desa Bidipraing. Kedepan dua desa tersebut menjadi salah satu prioritas program pemberdayaan masyarakat yaitu pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa penyangga TN Matalawa. Desa Padiratana diproyeksikan sebagai sentra pemasaran berbagai produk yang dihasilkan oleh masyarakat. Kopi Sumba, kacang mete Sumba, keripik singkong dan produk olahan bambu akan siap menghiasi etalase. Sedangkan desa Bidipraing merupakan salah satu desa yang berpotensi sekaligus pemasok hasil pertanian dan perkebunan yang selanjutnya diolah dan dipasarkan. Agenda road show ini diharapkan dapat menciptakan sinergitas TN Matalawa dengan masyarakat desa penyangga, elaborasi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, sehingga akan meminimalisir ketergantungan masyarakat terhadap hutan. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Setelah Dive for Trash, Bike for Trash..Yuuk Intip Fun Walk for Trash Balai TN Bali Barat

Cekik, 25 Maret 2018. Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terus mengkampanyekan peduli sampah dengan aksi bersih dan jalan santai "fun walk for trash" di kawasan TN Bali Barat yang dipimpin langsung Kepala Balai Drh. Agus Ngurah Krisna, M.Si. Aksi ini diikuti lebih dari 300 orang yang terdiri dari pegawai TNBB beserta keluarga, pensiunan pegawai, masyarakat sekitar, pemandu wisata, dan relawan peduli sampah. Aktuvitas ini dikemas dalam aktifitas jalan santai dan dilaksanakan untuk memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-35 dan Hari Hutan Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Lokasi pengambilan sampah difokuskan di sepanjang Pantai Cekik hingga Monumen Lintas Laut yang berjarak kurang lebih 1,2 km. Peserta "fun walk for trash" mengambil start dari lapangan kantor Balai TNBB dengan koordinator aksi, Hendra Gunawan SP., MP. Beliau sebelumnya menjelaskan bagaimana teknis pengumpulan dan pemilahan sampahnya. Peserta dibagi menjadi empat kelompok besar dan masing-masing dibekali 8 karung kosong. Sampah anorganik yang didapat dimasukkan ke dalam karung sesuai jenisnya. Sampah tersebut nantinya dikumpulkan untuk ditimbang dan dicatat oleh petugas. Tepat jam 08.00 wita peserta sudah memulai aksinya dan berjalan berurutan sesuai kelompok. Setibanya dipantai, mereka menyebar untuk "berburu" sampah. Aktifitas ini dilakukan dalam suasana santai. Tampak semua peserta sangat antusias. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga tampak bersemangat untuk mengumpulkan sampah. Setelah kurang lebih satu jam menelusuri pantai, peserta kembali ke lapangan kantor TNBB dengan membawa sampah dalam karung-karung. Petugas dengan sigap melakukan penimbangan. Total sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan kali ini seberat 406 kg, terdiri dari 9 karung botol kaca, 14 karung sampah plastik (gelas plastik, botol, kantong kresek, plastik kemasan, dll), serta 5 karung karet dan stereofoam. Aksi "fun walk for trash" ini dilakukan selain untuk membersihkan kawasan TNBB juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan. Harapannya, kebiasaan bersih itu akan menjadi budaya sehingga persoalan sampah tidak menjadi masalah lagi di kemudian hari. Fun Walk for trash, selain badan jadi sehat, lingkungan juga bersih. (tnbb) Sumber : Balai TN Bali Barat
Baca Berita

Tangis Haru Hiasi Pisah Sambut Kepala Balai TN. Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 25 Maret 2018. Acara pisah sambut Kepala Balai TN. Taka Bonerate Ir. Jusman dengan Kepala Balai. yang baru yaitu Faat Rudhianto, S.Hut, M.Si. berjalan hikmat dan lancar (24/3/18). Ir. Jusman yang menjabat dari tahun 2013 menyampaikan sambutannya dan seketika membuat para tamu tampak haru. Para tamu seketika mengingat keakraban selama 5 tahun belakangan ini bersama sosok bapak dan ibu Jusman. Mengabdikan diri selama 5 tahun bukan waktu yang singkat namun terasa singkat bagi kami yang dibimbing untuk selalu menjadi tim yang solid di kantor. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat selama beliau menjabat. Bukan hanya pemimpin, beliau juga bapak dan ibu kami. Sedih karena ditinggalkan sudah barang tentu sangat dirasakan tapu kami selalu berharap bapak ibu tetap mengingat kami sebagaimana kami selalu mengenang bapak ibu sebagai bagian dari kami, keluarga besar Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Sementara itu dalam sambutannya singkatnya Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Faat Rudhianto mengharapkan semoga bisa diterima untuk mengabdi di tempat ini. Selamat dan sukses di tempat yang baru Bapak dan Ibu Jusman.. Selamat datang Bapak dan Ibu Faat Rudhianto selamat bergabung di Keluarga Besar Balai TN. Taka Bonerate. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bomerate

Menampilkan 8.417–8.432 dari 11.140 publikasi