Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

13 Penyuluh Sambangi Kelompok Tani Hutan Binaan BBTN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 19 Maret 2018. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kedatangan tiga belas orang Penyuluh Kehutanan dari Pusat Penyuluhan, Kementerian KLHK. Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan Balai Besar TNGGP karena merupakan kunjungan perdana rombongan dari Pusat Penyuluhan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dalam rangka menciptakan jaringan dan koordinasi kerja antara Penyuluh Kehutanan. Tim dari Pusat Penyuluhan diterima langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP (Wahju Rudianto, S.Pi. M.Si.), Kepala Bidang Teknis Konservasi (Ir. Mimi Murdiah), dan Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur (Ir. V. Diah Qurani Kristina, M.Si.). Dalam sambutannya Kepala Balai Besar TNGGP menyampaikan, “Kedatangan para Penyuluh Kehutanan dari Pusat Penyuluhan ke UPT Direktorat Jenderal KSDAE merupakan perdana bagi saya selama menjadi Kepala Balai di beberapa UPT. Semoga kunjungan ini merupakan jalan untuk membuka jaringan dan koordinasi antara UPT Direktorat Jenderal KSDAE dengan Pusat Penyuluhan”. Pada kesempatan ini Penyuluh Balai Besar TNGGP menyampaikan pula kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan Penyuluh Kehutanan Balai Besar TNGGP: identifikasi potensi sumber daya alam dan ekonomi desa penyangga lingkup Balai Besar TNGGP, penyusunan Programa Penyuluhan Kehutanan (dimulai tahun 2016 sampai sekarang), pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH), identifikasi tipologi desa binaan, pengukuhan legalitas KTH melalui akta notaris, pelatihan pemberdayaan masyarakat “Business Plan”, penyusunan Rencana Pemberdayaan Masyarakat di Desa Binaan, pengembangan usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat, pembuatan pupuk organik cair, pengolahan sampah melalui ecobrick, pertemuan-pertemuan rutin KTH, dan koordinasi dengan berbagai stakeholder. Selain menyampaikan kegiatan yang sudah dilaksanakan, diutarakan juga rencana kegiatan untuk tahun 2018, yaitu sosialisasi terkait kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, magang KTH sesuai dengan pengembangan usahanya (wisata alam, pertanian organik, perikanan, dan itik petelur), serta penilaian kelas KTH dan lain-lain. Selesai diskusi di Wisma Cinta Alam Balai Besar TNGGP, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke salah satu Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai Besar TNGGP yaitu KTH Gerbi Lestari di Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Anggota KTH ini merupakan para mantan penggarap dalam kawasan TNGGP, pada awal 2017 seluruh penggarap di Kampung Geger Bentang sudah keluar semua. Berdasarkan hasil identifikasi sumberdaya alam dan ekonomi serta identifikasi tipologi masyarakat yang telah dilaksanakan di KTH Gerbi Lestari, diketahui bahwa potensi yang ada di Desa Cimacan (KTH Gerbi Lestari) adalah pertanian, perikanan, dan wisata. Dari hasil pertemuan kelompok disepakati bahwa potensi yang dikembangkan di KTH Gerbi Lestari adalah potensi perikanan yaitu pembesaran ikan mas dan pemancingan. Sehingga usaha ekonomi produktif yang dikembangkan KTH saat ini, budidaya ikan mas serta paket wisata pemancingan dan petik sayuran. Usaha perikanan yang dimulai pada penghujung tahun 2017, saat ini sudah mulai berproduksi dan menghasilkankan income bagi KTH Gerbi Lestari. Pendapatan ini didapat dari usaha wisata pemancingan dan petik sayuran yang setiap hari libur ramai dikunjungi para pengunjung, baik masyarakat sekitarnya maupun dari luar kota seperti Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi, dan Jakarta. Bukti lainnya KTH Gerbi Lestari mulai dilirik adanya kunjungan dari beberapa perguruan tinggi yang berkunjung ke Kampung Geger Bentang untuk belajar dan praktek dipandu oleh anggota KTH Gerbi Lestari. Dr. Yumi, salah satu perwakilan Penyuluh Kehutanan dari Pusat Penyuluhan menyampaikan, “Salah satu tujuan timnya datang ke KTH binaan Balai besar TNGGP untuk mencari KTH yang perlu dibina dalam rangka peningkatan kelas KTH”. Dalam diskusi dengan KTH Gerbi Lestari ada beberapa masukan para Penyuluh Kehutanan dari Pusat Penyuluhan. Lokasi KTH Gerbi Lestari yang strategis,berada di lokasi tujuan wisata, potensi sumber daya alam, dan modal sosial (kepercayaan dan gotongroyong) yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha kelompok. Bagian lain yang masih perlu ditingkatkan sistem pengelolaannya dan penataan desain lanskap dalam lingkungan usaha KTH. Kita dapat belajar pengelolaan wisata yang dikelola masyarakat di Kalibiru, Yogyakarta sudah sangat bagus dan dapat dijadikan lokasi pembelajaran KTH. Dalam diskusi Ketua KTH Gerbi Lestari, Ayep menyampaikan impian KTH-nya, “KTH Gerbi Lestari menjadi KTH yang berkembang dan mandiri sehingga dapat menggerakan kaum pemuda di Kampung Geger Bentang pada kegiatan yang positif untuk membangun kampungnya yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango”. Pada cara ini, hadir pula, Penyuluh Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, serta Bhabinkamtibmas Desa Cimacan. Setiap ada kegiatan di Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan, Penyuluh Kehutanan selalu berkoordinasi dengan Resort Cibodas dan berbagai pihak lainnya yang ada di lokasi keberadaan KTH agar program kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan di daerah penyangga kawasan konservasi TNGGP dapat selaras antara kehutanan dan pertanian, serta tercipta suasana yang kondusif. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pengelolaan

Denpasar, 26 Maret 2018. Pada tanggal 26-29 Maret 2016, bertempat di Aston Kuta Hotel & Residence - Denpasar, Bali, Direktorat Kawasan Konservasi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pengelolaan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor: P.35/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pengelolaan pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam . Diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 20 UPT KSDA, 3 UPT TN, serta 7 UPTD Pengelola Tahura, kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan interpretasi yang sama terkait substansi dan tahapan penyusunan rencana pengelolaan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK dimaksud beserta peraturan turunannya yaitu Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor: P.14/KSDAE/SET/KSA.1/12/2017 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan pada Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, dan Taman Buru. Menghadirkan narasumber yang berasal dari Direktorat Kawasan Konservasi, Biro Perencanaan Kementerian LHK, Direktur Program Rare Indonesia, dan Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, dengan kegiatan tersebut diharapkan peserta dapat memahami substansi dan tahapan penyusunan rencana pengelolaan, mengidentifikasi Nilai Penting Kawasan, memahami pengertian dan merumuskan visi dan misi, tujuan pengelolaan, strategi, serta rencana aksi. Harapan yang lebih utama adalah peserta mampu menyusun rencana pengelolaan kawasan konservasi yang baik sesuai dengan mandat pengelolaan atau Nilai Penting Kawasan yang dikelola. Rencana Pengelolaan sebagai dokumen yang digunakan oleh Unit Pengelola kawasan konservasi serta para pihak terkait untuk menetapkan program dan rencana aksi dalam mewujudkan tujuan pengelolaannya, menjadi satu indikator kinerja kegiatan (IKK) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tahun 2015 – 2019. Sumber : Direktorat KK
Baca Berita

Pujian Tim ASEAN Heritage untuk Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Bantimurung, 28 Maret 2018. Beberapa hari lalu tim Asean Center Biodiversity (ACB) mengunjungi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kunjungan ini sebagai tanggapan atas usulan Taman Nasional Bantimurung sebagai nominasi Asean Heritage Park. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kemudian menggelar rapat bersama dengan tim ACB di Hotel Dalton, Makassar. Tim ini menyampaikan hasil kunjungan lapangan selama tiga hari di taman nasional. Pertemuan ini berlangsung pada Kamis (22/3). Pertemun perdana telah dilakukan beberapa hari sebelumnya di BDLHK Makassar. Rapat dan diskusi antara pihak taman nasional dengan tim ACB dan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati yang diwakili Ratna Kusuma Sari, M.Sc. Tim ACB terdiri dari Dr. Phaivand sebagai reviewer Asean, Dr. Norsat selaku Asean Center Biodiversity spesialist for protected area, Grace sebagai ACB secretariat, dan Ekoningtias M.W. sebagai reviewer Indonesia. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati juga mengutus beberapa stafnya mendampingi. Selama kunjungan, tim ACB didampingi petugas taman nasional mengunjungi beberapa resor. Mereka mengunjungi Resor Bantimurung, Resor Pattunuang, dan Resor Balocci. Tim ini mengunjungi Kawasan Wisata Bantimurung dan Taman Prasejarah Leang-leang di Resor Bantimurung. Menulusuri Gua Sulaiman dan mengamati satwa saat berkunjung di Resor Karaenta. Bercengkrama dengan rombongan monyet hitam sulawesi (Macaca maura) di siang hari, malamnya rombongan ini menyambangi tarsius (Tarsius fuscus) di habitat alaminya di hutan karst Karaenta. Hari terakhir kunjungan lapangan mereka habiskan di Kawasan Pendakian Pegunungan Bulusaraung. Mengamati tata kelola site wisata yang melibatkan pemuda masyarakat setempat. Selanjutnya tim ini mendaki Gunung Bulusaraung hingga ke puncak. Menikmati panorama puncak-puncak menara karts dari ketinggian berpadu matahari terbit. Selama kunjungan ke resor-resor, mereka tampak senang. Mereka begitu kagum dengan ekosistem karst dan potensi taman nasional ini. Berdasarkan kunjungan lapangan, tim ACB merekomendasikan bahwa tata kelola yang telah dilaksanakan pihak Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah sesuai dengan kriteria. “Secara potensi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung layak menyandang predikat Asian Heritage Park. Kawasan ini unik dan memiliki potensi biodiversitas yang tinggi ” ujar Dr. Phaivand, reviewer Asean. “Kapasitas personil taman nasional ini mendukung. Personilnya punya skil yang mempuni. Dari segi manajemen cukup baik, masalah sudah terdeteksi,” kata Dr. Norsat, Asean Center Biodiversity spesialist for protected area. Reviewer Indonsia, Ekoningtias M.W., juga memberi pandangan setelah mengunjugi taman nasional ini. “Tata kelola Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sudah cukup bagus. Hanya ada beberapa hal yang perlu dibenahi, termasuk manajemen. Ke depan personil taman nasional ini perlu belajar lagi ke natural park lain yang cukup baik di Asean,” ujarnya. “Kami berharap mudah-mudahan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dapat menjadi bagian dari Asean Heritage Park,” pungkas Sahdin Zunaidi, kepala balai Taman nasional ini. Sumber: Taufiq Ismail – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Berita

Gencar Patroli dan Sosialisasi, Balai KSDA NTB Terima Burung dari Masyarakat

Batukeliang Utara-Lombok Tengah, 27 Maret 2018. Gencarnya Patroli dan Sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan BKSDA NTB dengan didukung stakeholders dalam rangka pengawasan peredaran satwa liar termasuk satwa dilindungi mulai membuahkan hasil. Hal ini dilihat dengan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan satwa dilindungi secara sukarela kepada BKSDA NTB. Untuk yang kedua dalam bulan Maret 2018 ini, yaitu sehari sebelumnya tanggal 26 Maret 2018 telah diserahkan oleh seorang warga 1 ekor Elang Rawa kepada BKSDA NTB. Kemudian pada hari Selasa, 27 Maret 2018 kembali seorang warga Dusun Persil, Desa Karang Sidemen, Kec. Batukeliang Utara Lombok Tengah dengan sukarela telah menyerahkan satwa dilindungi yang selama ini telah dipelihara kepada petugas BKSDA NTB. Dalam kesempatan tersebut diserahkan 1 Ekor burung jenis Junai Emas, 1 ekor burung jenis koakiau, dan 1 ekor burung jenis Takur api. Yang lebih membanggakan adalah bahwa warga yang menyerahkan satwa tersebut adalah seorang tokoh agama di Desa Karang Sidemen yaitu Ustadz Abdurrahman. Dengan kesadaran yang tinggi tokoh agama tersebut memahami bahwa satwa dilindungi tersebut populasinya di alam sangat sedikit dan terancam serta merupakan satwa milik negara sehingga diperlukuan izin. Beliau secara aktif menghubungi petugas BKSDA NTB untuk menyerahkan satwa tersebut. Merespon laporan tersebut petugas BKSDA NTB segera menindaklanjuti dan mendatangi lokasi. Kemudian melakukan pengecekan kondisi satwa tersebut untuk proses serah terima. Pada kesempatan tersebut sekaligus petugas BKSDA melakukan diskusi dan sosialisasi masyarakat tentang pentingnya upaya perlindungan satwa liar termasuk satwa dilindungi. Sehingga harapan kesadaran masyarakat dalam perlindungan satwa liar khususnya satwa dilindungi dapat meningkat. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

Upaya Balai TN Gunung Merapi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Penyangga

Turi – Sleman, 27 Maret 2018. Balai TN Gunung Merapi (TNGM) melaksanakan pendampingan kepada Kelompok Tani Anggrek “Sekar Arum”. Kegiatan yang diikuti 30 orang petani anggrek dilaksanakan di Dusun Tunggul Arum, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, 27 Maret 2018. Kegiatan dibuka Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Merapi, Akhmadi, S.Hut, M.Si. “Kelompok Tani Anggrek Sekar Arum solid dalam kepengurusan, rutin dalam melakukan pertemuan antar anggota sehingga para anggota dapat menggali potensi masing-masing anggota untuk dikembangkan” ujar Akhmadi. Pendampingan ini harus menghasilkan rencana kerja yang kongkrit dan bisa ditindak lanjuti, tidak hanya berhenti pada kegiatan ini tambhanya. Siyono, Ketua Kelompok Tani Anggrek Sekar Arum, menyampaikan kegembiraannya dengan diadakan kegiatan ini, “Kami ingin wisata minat khusus Anggrek ini bisa menambah penghasilan kami, dan pendampingan yang dilakukan oleh TNGM tidak hanya sekali ini saja, kami masih butuh bimbingan,” imbuhnya. Sementara itu, disampaikan oleh pelaksana kegiatan, Bettyningsih Linggartanti, yang juga penyuluh Resort Pakem Turi, bahwa kegiatan ini harus ada tindak lanjutnya, bukan hanya forum penyampaian materi saja. Ke depannya, terdapat 6 rencana aksi yang akan dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam waktu dekat ini yaitu (a) perbaikan kelembagaan melalui restrukturisasi organisasi, (b) melakukan pertemuan rutin khusus anggota Kelompok Sekar Arum, (c) anggota kelompok fokus pada bidang usaha masing – masing, tidak hanya pada pengelolaan anggrek saja, tetapi sesuai dengan potensi yang dimiliki, (d) peningkatan kapasitas SDM sesuai dengan bidang usahanya, (e) kelompok harus mulai belajar mengakses modal dan fasilitasi dari para stakeholders, seperti BTNGM, desa dan dinas terkait, serta (f) membangun jejaring komunikasi, promosi dan sosial media. Materi yang disampaikan dalam kegiatan itu meliputi materi yang disampaikan oleh pihak TNGM yaitu kebijakan pengelolaan TNGM, Konservasi Anggrek, Penangkaran Anggrek oleh Balai KSDA DIY serta materi yang disampaikan narasumber dari JAVLEC (Java Leaarning Centre) yaitu Penguatan kelembagaan dan Kewirausahaan. Materi tentang Penguatan Kelembagaan dan Kewirausahaan ini menjadi materi baru bagi Kelompok Tani Anggrek “Sekar Arum” dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan SDM secara personal maupun kelompok. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Macan Dahan Terluka Bersama Polres Rokan Hulu

Rokan Hulu, 28 Maret 2018. Balai Besar KSDA Riau menerima laporan tentang keberadaan Macan Dahan (Neofelis diardi), yang sudah masuk ke dalam rumah warga di Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu Selasa (27/3). Kejadian ini membuat warga resah dan kuatir atas kehadiran satwa pemangsa tersebut. Selanjutnya Balai Besar KSDA Riau menugaskan Tim Evakuasi untuk melakukan penanganan ke lokasi. Sebelum tim tiba, Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Heru Sutmantoro telah berkoordinasi dengan aparat desa, Camat dan Kapolres Rohul, untuk membantu dalam pengamanan satwa dilindungi tersebut. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, aparat desa, Camat dan Kapolres berinisiatif menangkap dan mengamankan satwa di Mapolres Rohul. Tim Evakuasi membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam dan sampai di Mapolres tengah malam. Rabu pagi (28/3), Kapolres Rohul menyerahkan secara resmi Macan Dahan kepada Tim Evakuasi guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut, dikarenakan saat diserahkan kaki kanan depan macan dahan terluka cukup serius. Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tim Evakuasi di lapangan, macan dahan masuk ke rumah warga sudah dalam kondisi yang terluka. Oleh karena itu, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono segera memerintahkan dokter hewan Rini Deswita untuk melakukan pengobatan serta tindakan medis lainnya untuk penanganan awal. Saat ini macan dahan ditempatkan di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk pemulihan. Rencananya setelah satwa pulih dan siap release, akan segera dilakukan pelepasliaran di habitatnya yang berada pada salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Menuju “Zero Plastic” dan “Road to Eco Office”

Cibodas, 28 Maret 2018. Memperingati Hari Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ke-38, Hari Bhakti Rimbawan ke-35, dan Hari Hutan Internasional ke-6, serta persiapan Balai Besar TNGGP menuju “Zero Plastic” dan “Road to Eco Office” juga berpartisipasi mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Gerakan 3 Bulan Bersih Sampah”, Balai Besar TNGGP menyelenggarakan Festival Kolaboratif TNGGP dengan Masyarakat Sekitar Kawasan Tahun 2018 dengan tema “Berikan yang Terbaik untuk Lingkungan Sekitar Melalui Kreativitas dan Inovasi”. Rangkaian acara Festival Kolaboratif TNGGP dengan Masyarakat dimulai dengan kegiatan Aksi Operasi Bersih Gunung bersama mitra dan masyarakat menuju “Zero Plastic” dilaksanakan tanggal 14 sampai 15 Maret untuk jalur pendakian Gunung Putri – Cibodas dan tanggal 23 sampai 25 Maret untuk jalur pendakian Selabintana. Selain itu, dilaksanakan penanaman 2.000 pohon bersama PT. Tirta Fresindo Jaya Plant. Ciherang (Mayora Group) dan masyarakat di Pasir Benyeng, Resot Tapos pada tanggal 24 Maret. Dilanjutkan dengan aneka perlombaan dalam mendukung promosi “Ayo ke Taman Nasional" dan menuju “Road to Eco Office”, lomba desain logo/ icon eco office, desain tempat sampah, dan vlog promosi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Aneka lomba ini untuk memicu kreativitas pegawai Balai Besar TNGGP menuju inovasi. Rangakaian acara festival ditutup dengan acara puncak di Kantor Balai Cibodas, 28 Maret 2018. Pada acara puncak Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto, S.Pi. M.Si. mengutarakan 3 harapannya kepada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, “Harapan di usia Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang ke-38 ini, pertama dengan tema yang diangkat mari kita bersama-sama melaksanakan pengelolaan TNGGP melalui kolaborasi, kreativitas, dan inovasi; kedua dalam bekerja kita harus punya prinsip One for All....All for One. Kita semua merupakan satu bagian dari Balai Besar TNGGP, jangan sampai ada persaingan di dalamnya tetapi harus bekerja bersama dalam memajukan TNGGP; ketiga tidak hanya program yang besar saja yang diperhatikan, namun program kecil penting untuk diperhatikan seperti tertib dalam administrasi dan pengelolaan BMN”. Beliau juga mengajak para rimbawan untuk selalu mengingat dan memaknai semangat Mars Rimbawan. Menurutnya, Mars Rimbawan memiliki beberapa makna, antara lain (1) Kita harus selalu bekerja dengan gembira tidak merasa tertekan atau stress serta ikhlas, meski ditempatkan dimanapun; (2) Kerahkan segala daya dan upaya untuk keberhasilan kerja dalam rangka menyokong Nusa dan Banga; dan (3) Harus selalu mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. Selain itu, Beliau juga menegaskan bahwa Mars Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengajak kita untuk mengelola segala kekayaan atau potensi yang ada di kawasan Taman Nasional ini dengan sebaik-baiknya agar sumber daya alam bisa lestari dan dapat dinikmati dari generasi ke generasi. Hadiah terindah untuk HUT TNGGP tepat di usianya yang ke-38, meraih peringkat ketiga pada ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SINOLINGHUT 2017), dengan Gepang Online-nya. Dan juga pada Bulan Maret ini telah hadir Kepala Balai Besar secara definitif serta 3 orang dari TNGGP mendapat promosi jabatan, Kepala Bagian Tata Usaha, Ir. Yusak Mangetan, M.AB. promosi menjadi Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Bambang Mulyawan, S.H. M.H. promosi menjadi Kepala Seksi Wilayah VI Tapos dan Dani Darmawan, S.H. M.H. promosi menjadi Kepala Sub Bagian Umum di Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Pada kesempatan acara puncak, dilaksanakan serah terima jabatan dan pisah sambut pejabat eselon III dan IV serta melepas pegawai yang purna tugas. Menyambut kehadiran Kepala Bagian Tata Usaha yang baru, Wasja, S.H. dan Kepala Seksi Wilayah V Bodogol, Amru Ikhwansyah, S.Pd. serta melepas Ir. Yusak Mangetan, M.AB., Chusnul Faridh, S.Hut. M.Sc., Bambang Mulyawan, S.H. M.H., dan Dani Darmawan, S.H. M.H. yang promosi dan mutasi serta Ade Jajuli yang purna tugas. Acara dimeriahkan aneka lomba hiburan, lomba memasak nasi goreng bapak-bapak dan lomba karaoke joged yang diikuti oleh pegawai dan Dharma Wanita Balai Besar TNGGP. Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai besar TNGGP ikut berpartisipasi memeriahkan acara dengan menampilkan berbagai hasil olahannya. Pamungkas acara, untuk menyambut warga baru Balai Besar TNGGP (Kepala Balai Besar TNGGP, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Seksi Wilayah V Bodogol) diceburkan ke kolam selamat datang. Melalui acara Festival Kolaboratif TNGGP dengan Masyarakat Sekitar Kawasan Tahun 2018 mari berikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar melalui kreativitas dan inovasi dalam melestarikan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Sumber: Poppy Oktadiyani, S.Hut., M.Si. – BBTN Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Seminar Keanekaragaman Hayati Bagi Kesejahteraan Kabupaten Sumba Tengah

Waikabubak, 28 Maret 2018. Bertempat di Aula Puspas Katikuloku Kab. Sumba Tengah, Seminar Keanekaragaman Hayati yang digelar oleh Pemenrintah Daerah Kabupaten Sumba Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti berjalan dengan sangat meriah, pengusungan tema “Potensi Ekonomi Keanekaragaman Hayati Kawasan Hutan Manupeu Tanah Daru untuk Pembangunan Kabupaten Sumba Tengah” mampu mencuri perhatian para stakeholder untuk hadir dalam kegiatan tersebut, seminar tersebut di Buka langsung oleh Sekda Kabupaten Sumba Tengah Drs Umbu Sawola M.Si.. Kedua narasumber yang diundang berkesempatan hadir, Bapak Ir. Bambang Dahono Aji, MM., MSi selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Nurdin Rajak selaku Ecopreuner Baloeran Ecolodge TN Baluran Jawa Timur. Penyajian materi pada kedua narsumber tersebut mampu menyedot perhatian para peserta seminar. Ilmu dan wawasan dari kedua narasumber mampu membuka pikiran para peserta seminar, delapan jam yang disediakan oleh panitia seminar masih dirasa kurang, banyak dari para peserta seminar masih menyimpan penasaran, harapan kedepan dapat mendatangkan kembali narasumber tersebut ke Kabupaten Sumba Tengah. Seminar yang digelar bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman dan pengetahuan seluruh pemangku kepentingan terkait dengan pemanfaatan keanekaraghaman hayati di Kabupaten Sumba Tengah secara keseluruhan berjalan dengan lancar dan sangat bermanfaat bagi kemajuan Kabupaten Sumba Tengah di masa yang akan datang Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN Matalawa)
Baca Berita

Patroli Bersampan Di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Siak, 28 Maret 2018. Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil merupakan salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau dengan luas 84.967,44 hektar, yang mewakili kawasan konservasi rawa gambut dalam. Hampir seluruh kawasan di dominasi perairan berupa tasik/danau dan sungai, dimana Sungai Siak Kecil membentang di dalamnya. Dengan keadaan ini, air merupakan akses terpenting dalam mengelola kawasan, terkhusus kegiatan pengamanan kawasan. Pada tanggal 19 s.d 21 Maret 2018, Bidang KSDA Wilayah II, POLRI dan TNI melakukan patroli bersama di Kampung Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Patroli diawali dari Kampung Tasik Betung yang merupakan kampung tua dimana secara turun temurun sangat tergantung pada sumber daya perikanan. Sampan yang disewa dari masyarakat adalah alat transportasi utama menuju kawasan. Setiap sampan mengangkut maksimal 4 sampai 5 orang. Sampan melaju ke sasaran yaitu Sungai Siak Kecil dimana masyarakat beraktifitas. Sampan singgah dan berhenti pada tempat-tempat aktivitas warga guna memberikan sosialisasi terkait aturan aturan konservasi. Pada lokasi tertentu di sepanjang sungai, petugas memasang rambu rambu peringatan dan larangan. Dan hal penting yang dilakukan adalah melakukan pencatatan dan pendataan potensi flora fauna dan kerusakan kawasan yang terjadi seperti perambahan dan penebangan pohon. "Bahwa dengan intensifnya patroli bersampan diharapkan kelestarian SM Giam Siak Kecil makin terjaga" tegas Suharyono Kepala Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Polhut Balai KSDA Sumsel Lakukan Penyuluhan yang Tak Biasa

Batu Jungul, 28 Maret 2018. Upaya penyadartahuan akan peran penting kawasan Hutan Suaka Alam Kelompok Hutan (HSA KH) Gumai Tebing Tinggi kepada masyarakat di desa penyangga dan interaksi terus dilakukan oleh petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan. Berbagai pendekatan dilakukan petugas untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga materi yang disampaikan dapat tersampaikan. Seperti halnya penyuluhan dengan pendekatan keagamaan yang dilakukan oleh Sugianto yang bertugas sebagai Polhut di SKW II BKSDA Sumatera Selatan. Penyuluhan melalui ceramah keagamaan dilakukan di Masjid Desa Batu Jungul Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang dengan materi fungsi hutan dan dampak kerusakan hutan bagi masyarakat sekitar kawasan HSA KH Gumai Tebing Tinggi. Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat sebanyak 200 orang termasuk Bapak Taslim selaku Kepala Desa Batu Jungul. Respon masyarakat sangat positif dan bersedia dan membantu pihak BKSDA Sumatera Selatan untuk terlibat secara aktif dalam upaya perlindungan dan rehabilitasi kawasan HSA KH Gumai Tebing Tinggi. Sumber : Sugianto - Polhut Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Peresmian Sanggar Lebah Madu Ujung Kulon

Ujungjaya, 27 Maret 2018. Kepala Balai TN. Ujung Kulon resmikan Sanggar Lebah Madu Ujung Kulon yang berlokasi di Kampung Peteuy, Desa Ujungjaya (27/3/18). Hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Kementerian Desa, Kementerian LHK Pusat Pembiayaan Kehutanan, Perhutani, WWF Ujung Kulon, Perangkat Desa Ujungjaya, Himpunan Hanjuang Mahardika serta perwakilan PT. Oriflame Indonesia. Peresmian di meriahkan atraksi pencak silat diiringi gamelan dari kelompok masyarakat Ujungjaya. Sanggar ini merupakan tempat pembelajaran tentang lebah madu yang ada di Ujung Kulon. Bangunan sanggar dibuat menyerupai sarang lebah, berbentuk heksagonal. Terdapat 3 bangunan, yang diperuntukan untuk tempat pertemuan, tempat workshop produksi madu dan olahan lainnya, serta perpustakaan lebah madu. Sanggar Lebah Madu merupakan implementasi sekolah lapang untuk pembelajaran teknik budidaya jenis-jenis lebah madu di Ujung Kulon, teknik pemanenan lestari serta pengolahan produk-produk madu hutan. Sebagai bagian dari rangkaian peresmian Sanggar Lebah Madu, juga dilakukan saresehan lebah madu, penanaman bibit pakan lebah, transplantasi terumbu karang serta kegiatan sosial berupa khitanan massal dan santunan anak yatim. Saresehan lebah madu menghadirkan narasumber dari Pusat Pembiayaan Pembangunan Kehutanan, Kementerian Desa dan sesepuh Desa Ujungjaya. Sebagai moderator adalah Rio Bertoni, salah satu inisiator kegiatan pengembangan madu hutan di TN. Ujung Kulon. Selesai saresehan dilanjutkan dengan penanaman tumbuhan pakan lebah madu bantuan dari PT. Oriflame Indonesia dan minum madu Ujung Kulon bersama-sama. Sumber : Monica - Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

Seribu Batang Pohon Pakan Lebah di TN Ujung Kulon

Ujungjaya, 27 Maret 2018. PT. Oriflame Indonesia memberikan dukungan penuh pada kelestarian kawasan TN. Ujung Kulon melalui program pengkayaan tumbuhan pakan lebah. Ada 1.000 batang pohon pakan lebah yang ditanam, yang diharapkan mampu memproduksi madu lebih banyak lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan semakin meningkat. Selama 3 tahun terakhir Oriflame Indonesia telah bekerja sama dengan Koperasi Hanjuang dan Kelompok Tani Madu Hutan Ujung Kulon. Selama waktu tersebut, Oriflame telah memasarkan 5.000 botol per bulan madu Odeng, yang merupakan brand merk madu hutan Ujung Kulon. Direktur PT. Oriflame Indonesia menyatakan dukungan pelestarian alam yang dituangkan dalam sebuah kain kanvas dengan tulisan "Dengan Rahmat Tuhan YME, Didasari Oleh Keinginan Bersama Untuk Membangun Indonesia Dari Desa, Kami Secara Bersama-sama Menyatakan Mendukung Upaya Untuk Meningkatakan Kesejahteraan Masyarakat Dan Kelestarian Alam Ujung Kulon Melalui Pengembangan Lebah Madu, Ujung Kulon 27 Maret 2018". Sumber : Monica - Balai TN Ujung Kulon
Baca Berita

“Met Ultah LINDA Dan CORY” Dua Anak Gajah TN Way Kambas

Labuhan Ratu, Selasa (27/3/2018) Gajah-gajah di Camp ERU (Elephant Respons Unit) Tegal Yoso Taman Nasional Way Kambas merayakan hari kelahiran anak gajah jantan yang diberi nama Cory yang genap berusia setahun pada hari ini. Seminggu sebelumnya juga telah dirayakan hari kelahiran anak gajah betina Linda yang lahir pada tanggal 20 Maret 2017. Perayaan dilakukan secara sederhana dengan memberikan perhatian khusus kepada mereka yaitu dengan menyediakan tambahan makanan gajah yang dibentuk seperti tumpeng. Cory anak gajah jantan dari induk gajah Dona (38 tahun) lahir dengan kondisi sehat dengan bobot 123,9 kg tinggi badan 89 cm panjang badan 96 cm dan lingkar dada 118 cm. Kini bobotnya sudah mencapai 264 kilogram. Sementara Linda anak gajah betina dari induk gajah bernama Riska (23 tahun) dengan berat lahir 60,8 kg tinggi badan 78 cm panjang badan 110 cm lingkar dada 100 cm dalam kondisi sehat, bobotnya kini 280 kilogram. Sepasang anak gajah berkelamin jantan dan betina tersebut terus mendapat perhatian dan perawatan serius dari para Mahout (Pawang Gajah) yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan ERU Bapak Nazaruddin. Kepala Balai TN Way Kambas, Bapak Subakir, S.H, M.H, menjelaskan “ERU adalah program kegiatan yang muncul dari Balai TN Way Kambas dalam upaya penanganan konflik gajah liar dengan manusia, dimana maksud dari kegiatan ini adalah menangani gajah liar yang akan keluar kawasan TN Way Kambas ke lahan pertanian masyarakat yang berbatasan dengan TN Way Kambas, dan mengupayakan sedini mungkin agar gajah liar tidak sampai keluar kawasan. Juga melaksanakan penghalauan gajah liar bila sudah di lahan pertanian masyarakat untuk diupayakan masuk kembali ke dalam kawasan TN Way Kambas. Selain itu juga kesehatan gajah jinak di Camp ERU menjadi prioritas utama untuk diupayakan stabil dan diharapkan meningkat populasinya. Program ERU ini dalam operasionalnya didukung oleh lembaga konservasi (NGO) Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) melalui Perjanjian Kerjasama/MOU dengan TN Way Kambas”. “Selamat ulang tahun Cory dan Linda, semoga menjadi gajah-gajah yang kuat dan tangguh serta memberikan manfaat untuk konservasi, tetap semangat bapak-bapak mahout. Terimakasih dan salam ormat kami untuk para mahout dan rimbawan di Camp ERU Tegalyoso,” ucapan selamat dari bapak Hermawan, S.Hut. Kepala Sub Bagian Tata Usaha TN Way Kambas. Sumber : BTN Way Kambas
Baca Berita

TaNa Bentarum Gelar Sertijab Pejabat Struktural

Putussibau, 27 Maret 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) menggelar prosesi serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) di Putussibau, Selasa (27/3). Dalam arahannya, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud mengatakan bahwa proses mutasi dan promosi pegawai dan staf baik struktural maupun fungsional didasarkan pada kinerja yang baik. “Jangan khawatir temen yang kerja di TNBKDS saya kira pimpinan akan melihat prestasi yang dibuat temen-temen jangan berhenti untuk berkinerja” tuturnya. lebih lanjut Arief menuturkan bahwa tantangan pengelolaan kawasan konservasi kedepan semakin kompleks dan karenanya membutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para mitra konservasi untuk melalui tantangan tersebut. “Mempertahankan (komunikasi dan kerjasama dengan para mitra) jauh lebih sulit dibandingkan dengan pertama membangun”. tegasnya. Arief berharap semua pegawai lingkup TaNa Bentarum mampu untuk menjalin komunikasi dan persepsi yang lebih baik sepeninggal pejabat struktural yang telah menginisiasi untuk membangun kerjasama tersebut. Sementara itu, Kepala Bidang Teknik Konservasi TaNa Bentarum Ahmad Munawir yang mutasi menjadi Kepala BKSDA DKI Jakarta, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjalani tugas di TaNa Bentarum selama 2 tahun memberikan pengalaman yang berbeda. Pengalaman mengelola kawasan TaNa Bentarum yang melibatkan banyak pihak utamanya pemerintah daerah, NGO dan masyarakat umum menjadi bekal baginya untuk berkiprah di tempat tugas yang baru. “Dukungan bupati dan SKPD disini sangat luar biasa. Itu sangat baik dalam pengelolaan TN, sering sekali pemda tidak sinergi dengan kita, dan itu menguras energi”tuturnya. Ditambahkannya, TaNa Bentarum saat ini merupakan periode masa emas dan harus mampu mengoptimalkan momentum tersebut. Menurutnya, periode emas itu ditandai oleh dukungan pemerintah daerah, NGO dan masyarakat yang baik serta para pejabat struktural yang relatif muda. “Mempertahankan komunikasi dengan pemda, NGO dan masyarakat umum jauh lebih sulit dibanding membangun karena dinamika yang cepat baik itu pergantian pimpinan, perubahan kebijakan dsb” tutur Munawir. Dia berharap penggantinya yang menduduki jabatan Kabid Teknis mampu memberikan kontribusi yang lebih baik lagi. Selain jabatan kabid teknis, dilakukan juga pergantian jabatan pengawas dari kepala seksi IV Nanga Era yang lama Jembu kepada Muhamad Ilyas. Hadir dalam sertijab ini semua pegawai lingkup TaNa Bentarum diantaranya Kepala Bidang III Lanjak, semua pejabat pengawas serta pegawai fungsional dan tenaga kontrak. Mitra konservasi yang hadir diantaranya perwakilan Sintang Orangutan Centre (SOC), Kesatuan Pengelolaan Hutan dan lainnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)
Baca Berita

Penemuan Jejak yang Tak Terduga di Hutan Primer SM Isau-isau

Lahat, 27 Maret 2018. Suaka Margasatwa (SM) Isau-isau merupakan kawasan yang dikelola oleh Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan yang masih menyimpan banyak misteri akan potensi keanekaragaman hayati yang belum terungkap. Dalam rimbunnya hutan purba di kawasan konservasi tersebut masih tersembunyi keberadaan flora dan fauna yang menanti sentuhan tangan berbagai pihak untuk mengungkap misteri keanekaragaman hayatinya. Hal yang sangat menggembirakan adalah pada saat menyusuri hutan primer di kawasan SM Isau-isau ditemukan berbagai macam tanda satwa diantaranya bekas cakaran maupun jejak kaki. Seperti saat ini ketika menyusuri hutan purba di kawasan konservasi tersebut ditemukan sebuah jejak kaki yang dipastikan merupakan jejak mamalia besar. Pendugaan terhadap jejak tersebut kemungkinan adalah jejak macan dahan (Neofelis diardi) yang merupakan salah satu satwa endemik Pulau Sumatera dimana keberadaanya sudah sangat langka. Kondisi tersebut merupakan sebuah tanda bahwa kawasan SM Isau-isau memiliki peran yang sangat penting sebagai kawasan yang menopang keberlangsungan beragam makhluk hidup yang harus dijaga keberadaannya. Tentunya peran berbagai pihak menjadi penting untuk berperan aktif dalam menjaga eksistensi kawasan SM Isau-isau dan mengungkap misteri keanekaragaman hayatinya. Peran tersebut juga dilakukan oleh Pungky Nanda Pratama (Kader Konservasi BKSDA Sumatera Selatan) yang menginisiasi Program The Sumatra Camera Project yang merupakan program penyingkapan keanekaragaman fauna yang hidup di dalam kawasan SM Isau-isau melalui dokumentasi foto maupun video dari kamera trap yang dipasang. Diharapkan program yang dikembangkan tersebut dapat membantu SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan dalam upaya menyajikan gambaran kondisi keanekaragaman satwa dan populasinya serta mendukung upaya konservasinya. Sumber : Pungky Nanda Pratama - Kader Konservasi BKSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Sharing SIMERU dengan Tetangga

Boyolali, 27 Maret 2018. Kedatangan Tim Balai KSDA Yogyakarta yang berjumlah 21 orang disambut baik oleh Balai TN Gunung Merbabu. Tim terdiri dari Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Kepala Seksi Wilayah, Kepala Resort, Koordinator Fungsional, Koordinator Kepegawaian dan beberapa staf. Tim Balai KSDA Yogyakarta menyambangi markas SIMERU untuk mengetahui sistem Resort Based Management (RBM) yang dijalankan Balai TN Gunung Merbabu. Sharing SIMERU ini digelar di Aula Kantor Balai TN Gunung Merbabu dan dipimpin langsung Johan Setiawan, S.Hut, M.Sc., Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Merbabu. “Simeru merupakan tools untuk mempermudah recording kegiatan secara realtime dan up to date”, kata Johan Setiawan, S.Hut., M.Sc. Setelah paparan, pelatihan SIMERU dilakukan berkelompok untuk mengetahui secara detail pengoperasian dan isi aplikasi. Ir. Junita Parjanti, M.T., Kepala Balai KSDA Yogyakarta mengucapkan terimakasih atas sambutan, waktu dan pembelajaran yang telah diberikan Balai TN Gunung Merbabu. Pada penutupan acara Ir. Edy Sutiyarto, Kepala Balai TN Gunung Merbabu menyampaikan pesan kepada Tim BKSDA Yogyakarta, “Selamat berproses kinerja berbasis android, kalau ada kendala jadikan tantangan”. Sumber : Balai TN Gunung Merbabu

Menampilkan 8.385–8.400 dari 11.140 publikasi