Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tekan Laju Konflik Orangutan, Balai KSDA Kalbar Gandeng Sejumlah Mitra

Pontianak, 2 April 2018. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) menggandeng sejumlah mitra untuk bersama-sama menekan laju konflik antara manusia dengan orangutan. Pemicu konflik yang terjadi adalah alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit dan hutan tanaman industri serta tumpang-tindih lahan milik warga dengan habitat orangutan. BKSDA Kalbar mencatat, sebanyak 439 satwa liar yang melibatkan 28 spesies termasuk orangutan berhasil diselamatkan di sepanjang 2017. Konflik tersebut semakin memperbesar angka kepunahan satwa arboreal ini setiap tahunnya. Pemicu konflik itulah yang ingin dimitigasi melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia dengan tematik Meminimalkan Konflik Manusia dan Orangutan di Lanskap Hutan Sungai Purun Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah, 2-4 April 2018. Rangkaian kegiatan pelatihan ini yaitu materi (2/4/18) dan praktek lapangan (3-4/4/18). Melalui pelatihan ini, para pihak terkait seperti WWF-Indonesia, Yayasan Titian Lestari dan Forum Konservasi Orangutan Kalimantan Barat (FOKAB) serta didukung oleh TFCA Kalimantan bersama BKSDA Kalbar dan PT. Peniti Sungai Purun, berkolaborasi melakukan upaya mitigasi untuk mengurangi terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar seperti orangutan. Dalam kesempatan ini juga diberikan pemahaman dan keseragaman metodologi survei kepada instansi pemerintah, pihak swasta, dan lembaga konservasi lingkungan (LSM) sebagai peserta pelatihan, serta untuk memberikan pemahaman penanganan orangutan pasca penyelamatan. Kegitan ini diharapkan dapat mengikat komitmen para pihak dalam memitigasi terjadinya konflik antara manusia dengan orangutan. Para pihak juga dapat secara proaktif melaporkan kasus atau temuan konflik melalui call center dan menyampaikan laporan melalui aplikasi android. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Terpancing, Pelaku Jual Beli Satwa Online Terciduk Tim Balai KSDA Jatim

Sidoarjo, 2 April 2018. Kepala Seksi IV Pemekasan Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) beserta Tim telah melakukan penggeledahan, penyitaan dan pengamanan terduga jaringan jual beli satwa online di Bangkalan (2/4/18). Pelaku warga gedangan, Sidoarjo yang melakukan jual beli online satwa untuk Wilayah Madura dan sekitarnya. Pelaku terpancing sejak hari jumat kemarin (30/3/18) dan menyetujui transaksi pukul 2 siang (2/4/18) di Bangkalan Madura. Tim BBKSDA Jatim bekerjasama dengan tim Polsek Burneh dan Reskrim Polres Bangkalan tepat pukul 14.00 berhasil mengamankan pelaku dengan barang bukti 2 ekor burung kakatua jambul kuning, uang 800rb dan 1 unit HP. Saat ini Tim BBKSDA Jatim menjalani pemeriksaan baik sebagai saksi maupun ahli di Polres Bangkalan dan satwa hasil barang bukti akan dititipkan ke kantor seksi. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Balai TN Kayan Mentarang Serukan “Rimbawan Anti Hoax”

Malinau, 2 April 2018. Mengatasi Hoax, memang tidak mudah. Di butuhkan komitmen besama yang selaras dengan tindakan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi issu Hoax saat ini kian massif di kancah pemberitaan media sosial. Menyadari hal itu, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (BTNKM) melalui Kepala Balai Johnny Lagawurin menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup BTNKM untuk turut serta dalam deklarasi anti hoax, yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau pagi tadi, di halaman upacara Pemerintah Kabupaten Malinau (senin, 2/4). Dengan membawa Spanduk bertuliskan “Rimbawan Anti Hoax”, seluruh ASN dari BTNKM secara tegas menyatakan sikapnya menolak segala bentuk pemberitaan di media sosial yang tidak mendidik dan bersifat provokatif terhadap kebhinekaan, yang dapat memecah belah pesatuan dan kesatuan bangsa. Tidak sampai di situ saja, sebagai langkah konkrit BTNKM dalam mengatasi hoax, Johnny Lagawurin juga menekankan kepada seluruh Pegawainya untuk tidak membagi pemberitaan yang tidak jelas di media sosial. terutama pemberitaan yang berbau SARA. Berdiri selama kurang lebih 1 jam di halaman Pemkab Malinau, tidak pula menyurutkan semangat peserta yang hadir. terlebih saat deklarasi di bacakan oleh Bupati Malinau Yansen TP dan di ikuti oleh seluruh peserta yang jumlahnya mencapai 1000 orang, yang terdiri dari latar belakang Instransi, Lembaga, Organisasi, Perusahaan, baik Pemerintah maupun Non Pemerintah hingga Pelajar. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

11 Burung, Hasil Sosialisasi TSL di Kabupaten Bone

Bone, 31 Maret 2018. Tim Satuan Tugas SPORC Balai Gakkum Sulawesi bersama Resort TWA Cani Sirenreng Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan sosialisasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dilindungi di Kabupaten Bone. Dalam kegiatan tersebut salah seorang masyarakat menyerahkan sejumlah satwa dilindungi yang dipeliharanya kepada Tim yang diterima oleh Balai Gakkum Sulawesi, satwa-satwa tersebut berjenis Elang Bondol 1 ekor, Elang laut 1 ekor, kakatua jambul kuning 1 ekor, Nuri Sulawesi 1 ekor, Nuri Ternate 2 ekor dan 5 jenis Perkici. Satwa tersebut kemudian di evakuasi dan dititipkan sementara ke Gowa Discovery Park Gowa, selanjutnya akan diserahkan kembali kepada Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan untuk proses rehabilitasi sebelum dilepas liarkan kembali. Pelepas liaran satwa ini belum langsung dilaksanakan karena adanya proses domestikasi selama satwa tersebut dalam pemeliharaan masyarakat, sehingga terjadi penurunan ketidakmampuan satwa tersebut untuk bertahan hidup di alam liar. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc mengapresiasi kesadaran pemilik satwa tersebut untuk menyerahkan satwa dilindungi miliknya, beliau juga mengingatkan Adanya Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang larangan kepemilikan satwa liar dilindungi yaitu PP no 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa serta PP no 8 tahun 1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar, yang apabila tidak diindahkan mengakibat konsekuensi hukum bagi yang memeliharanya. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Kampanye Karhutla Dengan Pemasangan Spanduk

Baserah – TNTN, “Dilarang membakar hutan dan lahan kalau tidak ingin dipenjara”, itulah kalimat dalam spanduk kampanye pelarangan membakar hutan yang dipasang oleh Tim SPW II Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemasangan spanduk pencegahan karhutla dilakukan di resort Onangan Nilo yang merupakan area rawan kebakaran hutan tinggi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Tidak sendiri, tim Seksi Pengelolaan Wilayah II Balai TNTN dalam pemasangan spanduk dibantu juga oleh warga sekitar resort Onangan Nilo. Sekitar pukul 18.00 Petang pada Kamis 29/03/18, Spanduk dipasang tersebar dibeberapa titik sekitar resort Onangan Nilo. Menurut salah satu petugas Polisi Hutan Balai TNTN, Amir Hamzah, S.Hut yang ikut turun memasang spanduk, upaya ini dilakukan agar memberikan efek takut dan jera kepada pembakar hutan. Spanduk yang berisi kecaman sanksi hukum tersebut diharapkan mampu menyurutkan niat pelaku pembakaran ketika hendak melakukan pengrusakan dan pembakaran hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

200 Mahasiswa Universitas Negeri Malang Clean Up di TN Bali Barat

Gilimanuk, 31 Maret 2018. Mahasiswa jurusan biologi Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) melaksanakan aksi bersih (clean up) di Pantai Cekik, Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Aksi bersih yang dilaksanakan pada Sabtu 31 Maret 2018 diikuti oleh 200 mahasiswa, 30 asisten dosen, 6 dosen pembimbing, 2 tenaga ahli dari LIPI dan didampingi oleh petugas dari SPTN Wilayah 1 Jembrana. Aksi bersih peduli sampah ini dilakukan dengan berjalan kaki sambil melakukan pengambilan sampah plastik/anorganik di sepanjang Pantai Cekik mulai dari belakang kantor SPTN 1 Jembrana hingga kantor balai TNBB. Sampah anorganik yang dihasilkan sejumlah 368 kg yang terdiri dari stereofoam 18 kg, botol kaca 150 kg, plastik 52 kg dan karet 148 kg. Selanjutnya sampah dikumpulkan di sekitar lokasi camping ground untuk diangkut menuju ke TPS. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Lapangan yang dilaksanakan di TN Bali Barat selama tiga hari dari tanggal 30 Maret s.d. 1 April 2018. Pada hari pertama, mahasiswa melaksanakan kegiatan analisis vegetasi di blok phutan Sumber Rejo, pemasangan light trap untuk mendapatkan serangga malam, serta pemasangan jebakan untuk mendapatkan mikroorganisme tanah. Pada hari ketiga nanti direncanakan untuk pengamatan spesies moluska di sepanjang Pantai Cekik dan Pantai Karangsewu, serta pengambilan jebakan mikroorganisne tanah yang telah dipasang pada hari pertama. Kegiatan semacam ini telah sesuai dengan pengertian taman nasional menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Kpnservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dimana pengelolaan taman nasional dengan menerapkan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Survey Jalur Pendakian Gunung Merapi

Selo – Boyolali, 30 Maret 2018. Kondisi pendakian jalur Merapi melalui New Selo menjadi perhatian bagi pihak nasional, juga Kementerian PPN/Bappenas. Sehingga pada kesempatan kali ini, Kementerian PPN/Bappenas melakukan kunjungan ke jalur pendakian Merapi, dengan dipimpin oleh Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ, Ph.D. Sebanyak 10 orang dari Bappenas didampingi petugas Balai TN Gunung Merapi, serta basecamp Barameru dan basecamp Sapuangin melakukan pendakian Gunung Merapi melalui New Selo, 29 – 30 Maret 2018. Dalam survey kali ini, merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pendakian Gunung Merapi saat ini. Ditelaah juga bagaimana kondisi jalur, sarana prasarana, kesiapan SDM pengelola dan juga hal lain terkait peningkatan kualitas pengelolaan dibahas sambil melakukan pendakian dari basecamp hingga ke pasar bubrah. Harapannya ide-ide yang terlahir dalam perjalanan guna meningkatkan kualitas pengelolaan pendakian bisa muncul melalui perjalanan merasakan langsung jalur pendakian Gunung Merapi. Berdasarkan pengamatan langsung, beberapa hal menjadi point positif pendakian Gunung Merapi seperti pengelolaan sampah dan juga potensi relawannya, sedangkan point yg perlu diperbaiki adalah perbaikan jalur, sarana prasarana, sistem registerasi, pengolahan sampah tahap lanjut, penambahan dan penigkatan SDM. Selain itu, SOP Pendakian perlu segera diterapkan, terutama kaitannya dengan jumlah pendaki yang naik ke puncak. Dan yang menjadi perhatian juga adalah pengelolaan sampah untuk menjadi barang yang bernilai dapat meningkatkan nilai tambah. Selanjutnya rombongan melanjutkan kunjungan ke basecamp Sapuangin pada tanggal 31 Maret 2018, kunjungan kali ini juga untuk mengetahui hal yang kurang lebih sama dengan jalur pendakian melalui New Selo. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Saka Wanabakti Kapuas Hulu Ajak Masyarakat Peduli Sampah

Putussibau, 1 April 2018. Saka Wanabakti Kapuas Hulu (Saka KH) kembali berkiprah nyata dengan mengajak masyarakat Kota Lanjak dan sekitarnya untuk peduli sampah. Hal ini terlihat saat pamong dan anggota Saka KH bersama aparat TNI membersihkan sampah yang berserakan di Kota Lanjak, Kecamatan Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (1/4). Menurut Pelaksana Harian (Plh) Ketua Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu, Zainal Muttaqien, gerakan peduli sampah ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara pembinaan Saka Wanabakti yang telah dimulai dari Jumat (30/3). "Acara bersih sampah ini bagian dari pembinaan Saka Wanabakti KH yang telah kita lakukan dari Jumat hingga puncaknya minggu” jelasnya kepada Tim Media. Ditambahkan Zainal, Saka KH rencananya akan melakukan kegiatan kemah bersama di Resort Sempadan, Seksi PTN Wilayah V Selimbau Taman Nasional Danau Sentarum. Hal ini menurutnya dilakukan untuk mempersiapkan diri dalam ajang kemah nasional pramuka atau Pertiwana Nasional di Balikpapan. “kami masih survey lokasi untuk persiapan kemah Saka sebagai persiapan menghadiri Pertiwana Nasional di Balikpapan, kegiatan pembinaan ini saya harapkan mampu meningkatkan prestasi adik-adik saka dalam ajang tersebut” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pamong Saka KH, Mustarrudin, saat memberikan penjelasannya mengatakan bahwa dirinya baru saja melantik Ketua Dewan Saka KH kepengurusan 2018-2020. “ketua dewan saka terpilih adik Sawal dan dihadiri oleh 35 anggota” jelasnya. Mustar menekankan kembali pentingnya konsolidasi antara pamong dan anggota dewan Saka untuk menghadapi ajang pramuka nasional (Pertiwana) yang akan diselenggarakan di Kota Balikpapan. Dirinya berharap kepengurusan baru mampu mengharumkan nama Kapuas Hulu dengan menorehkan prestasi terbaik dalam ajang nasional tersebut. “dengan terpilihnya dewan saka yang baru, saya berharap kedepannya Saka Wanabakti cabang Kapuas Hulu bias bersaing di tingkat nasional” tuturnya. Mustar juga berharap semakin banyak generasi muda Kapuas Hulu yang mampu berkiprah nyata dalam pengelolaan lingkungan serta menginspirasi masyarakat untuk bersama mengelola alam melalui gerakan Saka Wanabakti. “semoga kepengurusan yang baru ini bisa bekerjasama dalam membina generasi muda khususnya bidang konservasi dan kampanye perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya”pungkas Mustar. Saka Wanabakti Kapuas Hulu merupakan salah satu dari gerakan pramuka binaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (Tana Bentarum). Eksistensi Saka KH terlihat dari beberapa kegiatan kemanusiaan diantaranya kampanye perlindungan satwa yang dilindungi, gerakan kemanusiaan berupa pengumpulan dana bagi korban kebakaran di Rumah Betang Melapi, gerakan penanaman pohon serta edukasi kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan, saat ini Saka KH diakui sebagai salah satu Saka Wanabakti yang teraktif untuk wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Patroli Tim Resort Nyamuk Bersama MMP Desa Nyamuk

Karimun Jawa, 1 April 2018. Patroli dilakukan sebagai tindakan preventif yang mungkin terjadi yang bisa berupa pelanggaran-pelanggaran zonasi, pemanfaatan biota laut di lindungi di wilayah kerja Resort Nyamuk. Patroli dilakukan dengan menyisir perairan wilayah kerja Resort Nyamuk dengan menggunakan kapal. Apabila menjumpai nelayan atau warga Desa Nyamuk yang melakukan kegiatan di dalam kawasan dilakukan pemeriksaan, penyuluhan dan peringatan kepada yang bersangkutan. Selain menyisir perairan, patroli juga dilakukan dengan menyisir pantai mengelilingi pulau-pulau kecil di wilayah kerja Resort Nyamuk. Secara umum, kegiatan setiap hari dimulai dengan berdoa bersama dan arahan pimpinan patroli (APP), dengan titik kumpul di Kantor Resort Nyamuk, baik ketika berangkat atau pulang patroli. Pelaksana patroli: 1) Lima petugas Resort Nyamuk, 2) Lima anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Desa Nyamuk. Peralatan yang digunakan meliputi kapal, GPS, ATK, Kamera, Logistik, Alat Snorkeling, Binokuler, Pelampung, Peta Kerja, Buku Saku Perundangan dan sebagainya. Patroli dilaksanakan selama lima hari. Hasil kegiatan patroli : 1) Perairan sekitar Pulau Nyamuk, tidak menjumpai pelanggaran. 2) Perairan Karang Kapal, menjumpai tiga kapal nelayan dari Desa Karimunjawa. 3) Perairan La Bugis dan Pulau Katang, menjumpai aktifitas pengambilan pasir oleh Bpk. Sayidi warga Desa Nyamuk, langsung dihentikan oleh Tim Latroli, menjumpai satu kapal nelayan sedang mancing tonda yg diketahui brnama bpk. Amat warga Desa Nyamuk. 4) Perairan Pulau Krakal Besar dan Krakal Kecil. Menjumpai dua nelayan tonda warga Desa Karimunjawa di perairan sebelah barat dan utara Pulau Krakal Kecil dan menjumpai nelayan sedang menjaring bernama Sdr. Mat Tobiin warga Desa Karimunjawa. 5) Pemeriksaan keramba milik warga Desa Nyamuk, yaitu 3 karamba ikan hidup, 2 (pengepul ikan) dan 4 karamba dalam keadaan kosong. Hasil, tidak dijumpai biota laut yang dilindungi undang-undang. 6) Pengawasan di Zona Perlindungan Bahari Resort Nyamuk, tidak dijumpai pelanggaran. Sumber: Sukir - Kepala Resort Nyamuk Balai TN Karimun Jawa
Baca Berita

Evakuasi Buaya di Parit Warga

Indragiri Hilir, 30 Maret 2018. Kabag Operasi Polres Indragiri Hilir menghubungi Kabid Wilayah l Balai Besar KSDA Riau Kamis (29/3) karena seekor Buaya muara (Crocodylus porosus) dengan panjang 2 meter di temukan warga di parit tempat anak anak bermain di Kel. Kempas Jaya, Kec. Kempas, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Segera Anggota Animal Rescue Bidang KSDA Wilayah l Balai Besar KSDA Riau mengirim personil untuk mengumpulkan data berupa bagaimana kondisi satwa, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan aksesbilitas ke lokasi. Jum'at (30/3), mobil pengangkut di siapkan dengan personil 4 orang. Balai Besar KSDA Riau juga sudah berkoordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa Kel. Kempas Jaya. Selanjutnya Buaya muara (Crocodylus porosus) remaja yang berumur sekitar 3-4 tahun di amankan dengan bantuan warga. Buaya selanjutnya dibawa ke kandang transit satwa untuk dilakukan pemeriksaan medis dan observasi sebelum dilakukan pelepasliaran. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Mulyo Hutomo menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terimakasih kepada Polres Inhil, Polsek, Koramil dan warga Kel. Kempas Jaya, Kec. Kempas atas kerjasama yang baik untuk penyelamatan satwa langka dilindungi Undang Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo dan Warga Desa Canangkan Pembuatan Pos Jaga

Baserah, 29 Maret 2018. Tim Seksi Pengelolaan Wilayah II Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) berkoordinasi dan berdiskusi dengan pemerintah desa dan dusun di kawasan TNTN. Kedatangan Tim SPW II ke kediaman Kepala Dusun sengaja guna membahas rencana pembuatan posko DALKARHUT (Pengendalian kebakaran hutan) dan POS pengamanan yang akan dibangun di wilayah hutan yang masih tersisa. Kepala Dusun Dolik menyatakan bahwa masyarakat sudah siap untuk membantu untuk bergotong royong dalam membangun posko yang direncanakan bersama-sama dengan tim SPW II. Berdasarkan keterangan tim SPW II bahwa Kamis mendatang (5/4/18) tim dan Kepala Dusun beserta masyarakat sudah mengagendakan untuk turun langsung meninjau bersama-sama menentukan lokasi yang akan dijadikan tempat membangun posko DALKARHUT. Selain membahas pembangunan posko, Kepala Dusun bersama tim SPW II berkeinginan menggalakkan kembali program penanaman di areal-areal bekas hutan yang terbakar degan tanaman hutan dan buah seperti cempedak dan durian. “Kita ingin lahan yang sudar terlanjur terbakar ini bisa kita rehabilitasi dan kita tanam lagi untuk tanaman hutan dan buah agar tidak kosong dan sesegera mungkin bisa kembali kawasan berhutan kembali” terang Polhut TNTN Amir Hamzah, S.Hut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Batu Pertama Sekolah Alam di Hutan Adat Wana Posangke CA Morowali

Poso, 30 Maret 2018. Guna meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup suku wana posangke maka Balai KSDA Sulawesi Tengah membuat program pengembangan kualitas SDM masyarakat adat wana posangke yang juga merupakan salah satu role model tahun 2018 Balai KSDA Sulawesi Tengah. Bersama-sama dengan lembaga non pemerintah berupaya mengembangkan SDM masyarakat adat wana posangke khususnya dalam bidang pendidikan. Lembaga non pemerintah yang dimaksud antara lain LSM Merah Putih, Yayasan Alisintove dan Yayasan Lentera Cinta Bangsa. Pada tanggal 29 Maret 2018, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Poso bersama Kepala Desa Taronggo dan Ketua BPD setempat dengan difasilitasi oleh Yayasan Lentera Cinta Bangsa (LCB) secara bersama-sama melihat lansung keadaan masyarakat Adat Suku Wana Posangke khususnya di Lipu Ratobambang. Dalam acara tersebut Kades Taronggo menyampaikan terima kasih dan penuh pengharapan agar warganya tersebut karena mendapat perhatian khusus dari yayasan dan Balai KSDA Sulawesi Tengah mengingat warganya masih tergolong terbelakang dan menerapkan pola hidup yang primitif. Apapun program yang sifatnya positif untuk pengembangan manusianya pemerintah desa akan mendukungnya. Kemudian dengan bercampur bahasa Ta’a Wana kades menghimbau kepada warganya untuk dapat mendukung program yayasan dan Balai KSDA Sulawesi Tengah tanpa melihat suku, ras dan agama, yang terpenting bagaimana masyarakat wana posangke dapat sejajar dengan masyarakat lain dalam hidup dan beradaptasi mengembangkan kualitas hidup mereka. Selanjutnya Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Poso, menjelaskan tentang program Role Model meliputi bidang pendidikan dan perjanjian kesepakatan konservasi. Pada kesempatan tersebut ketua Yayasan LCB (Lukas) mengatakan bahwa kami ingin berbuat bagi bangsa ini dengan ikut berupaya meningkatkan sumber daya manusia pada suku terasing khususnya suku Wana Posangke. Diharapkan kerjasama yang baik terhadap semua unsur terkait khususnya pemerintah Desa Taronggo, Balai KSDA Sulawesi Tengah dan stakeholders lainnya. Acara terakhir dilakukan peletakkan batu pertama untuk pembangunan sekolah alam dengan menanam pohon dan diletakkan batu sebagai simbol bangunan sekolah alam. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Friends of Menjangan Ajak Liburan Ala Konservasi di Pulau Menjangan TN Bali Barat

Pulau Menjangan, 1 April 2018. Friends of Menjangan, salah satu mitra Balai Taman Nasional Bali Barat yang peduli terhadap konservasi terumbu karang, pada tanggal 31 Maret 2018 sampai dengan 1 April 2018 menyelenggarakan kunjungan lapangan ke Pulau Menjangan dengan membawa pelajar SMKN Gerokgak sebanyak 22 orang dan 3 orang guru pendamping. Dalam kunjungan ini, para pelajar diajak menikmati liburan akhir pekan sambil belajar tentang konservasi terumbu karang. Materi pembelajaran disampaikan oleh kordinator Friends of Menjangan, Suparno, SH. dan didampingi petugas Resort Pulau Menjangan. Para pelajar mengikuti pembelajaran dengan santai, melalui kegiatan camping, snorkeling, dan cleaning up. Pada Sesi presentasi dan diskusi yang dilaksanakan pada malam hari, fasilitator menyampaikan materi tentang permasalahan sampah dan dampaknya terhadap kehidupan terumbu karang. Para pelajar mengikuti diskusi dengan antusias dan hangat, karena sebelumnya mereka melihat langsung bagaimana tebaran sampah saat diajak clean up di sepanjang pantai utara Pulau Menjangan. Dalam rangka memperkenalkan terumbu karang secara langsung, para pelajar diajak snorkeling di perairan sekitar Pos 1 Pulau Menjangan. Sementara untuk menguatkan kesan dampak buruk sampah terhadap terumbu karang dan ekosistem perairan, para pelajar diajak clean up di pantai utara dan sekitar Pos I Pulau Menjangan. Aksi clean up pelajar tersebut memperoleh sampah anorganik sebanyak 274 Kg, pada hari pertama dapat dikumpulkan sampah sebanyak 107 Kg berupa plastik dan karet sendal dan sebanyak 40 kg yang terdiri dari botol plastik dan botol kaca. Sementara pada hari kedua didapatkan sampah sebanyak 127 kg. Sampah tersebut selanjutnya dikumpulkan di tempat pengumpulan sementara di Pos 1 dan selanjutnya dibawa ke luar pulau di Labuan Lalang. Pada akhir acara, Suparno, SH. menyampaikan bahwa Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda agar lebih peduli kepada lingkungannya, terutama pada permasalahan sampah anorganik. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menggugah para pihak terkait dapat lebih aktif lagi dalam upaya konservasi terumbu karang di Taman Nasional Bali Barat, khususnya di Pulau Menjangan. Semoga kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan, baik di Pulau Menjangan maupun di lokasi lain di Taman Nasional Bali Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Respon Cepat Tim Pendamping Balai TN Bali Barat Fasilitasi Budidaya Lebah Madu

Sumberklampok, 28 Maret 2018. Fasilitator masyarakat Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali beraksi. Kali ini dengan pendampingan kepada kelompok tani di banjar Bukit Sari, Desa Sumberklampok. Kelompok tani itu bernama Tunas Mekar dan beranggotakan 21 orang. Dalam proses pendampingan, keluar ide dari anggota kelompok salah satunya adalah budidaya lebah madu. Mengetahui hal tersebut, para fasilitator TNBB yang bertugas di SPTN II Buleleng sebagai pendamping kelompok segera bergerak. Adanya inisiatif masyarakat untuk mengelola aset yang terpendam ini langsung direspon cepat. Para pendamping memberikan fasilitasi kelompok untuk mewujudkan keinginan tersebut. Mulai dari menggali ide, menyusun rencana aksi, hingga tindak lanjut pelaksanaan aksi. Kamis (28/03/2018) merupakan kegiatan lanjutan dalam melaksanakan aksi kelompok. Mereka mewujudkan keinginan untuk membuat stup/kotak sarang lebah. Kotak sarang tersebut dibuat dari papan kayu dan dikerjakan sendiri oleh para anggota kelompok. Tahap pertama ini, kotak sarang lebah yang selesai dibuat sebanyak 11 kotak dari target 50 kotak sarang. Selanjutnya kotak-kotak tersebut akan dipasang di seputaran pekarangan rumah menunggu untuk ditempati lebah. Setelah beberapa waktu, menurut pengalaman, biasanya kotak sarang tersebut akan dihuni oleh lebah madu hutan. Cara itu sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat, namun jumlahnya masih kecil. Inisiatif kelompok masyarakat untuk serius menekuni usaha budidaya lebah madu ini patut diapresiasi dan segera direspon. Lokasi Desa Sumberklampok memang sangat dekat dengan kawasan hutan TNBB. Bahkan saat ini puluhan orang menggantungkan hidupnya dari mencari madu di hutan. Profesi ini terbukti bisa menghidupi sekian puluh keluarga di Desa Sumberklampok. Pendampingan adalah tentang waktu. Berhasil tidaknya pendampingan kelompok masyarakat tidak lepas dari soal waktu. Tidak ada sesuatu yang instan dan semuanya dimulai dari bawah. Salah satu fasilitator TNBB, Sugiarto, mengatakan "Dengan semangat dan keyakinan, kami percaya semua usaha ini akan memberikan hasil suatu saat nanti". Terwujudnya kesejahteraan masyarakat merupakan puncak dari harapan kita bersama. Harapan masyarakat, juga harapan pendamping desa sebagai perpanjangan tangan pengelola kawasan Taman Nasional Bali Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Tidak Hanya PKL di Pulau Menjangan TN Bali Barat, Para Mahasiswa Kumpulkan 187 Kg Sampah Dalam 2 Hari

Pulau Menjangan, 30 Maret 2018. Mahasiswa Universitas Winaya Mukti (Unwim) Bandung yang sedang Praktek Kerja Lapangan (PKL) melaksanakan aksi bersih (clean up) di Pulau Menjangan, Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Aksi bersih dilaksanakan selama dua hari. Pada tanggal 29 Maret 2018 dilakukan di sepanjang jalur menuju Pura Gilikencana dengan titik awal di Pos I melalui jalur pantai sebelah utara dengan jarak kurang lebih 1,5 Km. Sementara pada tanggal 30 Maret 2018, dilakukan di sepanjang jalur menuju Pura Segara Giri Gili Menjangan dan Pura Klenting Sari, dengan titik awal di Pos 2 Pulau Menjangan dengan jarak kurang lebih 1 Km. Aksi bersih dilakukan oleh lima orang mahasiswa yang didampingi oleh tiga orang petugas Polhut Resort Pulau Menjangan dan Kepala SPTN Wilayah III Labuan Lalang. Aksi bersih peduli sampah ini dilakukan dengan berjalan kaki sambil melakukan pengambilan sampah plastik/anorganik di kanan kiri jalan setapak di masing-masing lokasi. Hasilnya, didapatkan total sampah anorganik sebanyak 187 Kg selama dua hari tersebut. Pada hari pertama terkumpul sampah sebanyak 128 Kg dan hari kedua sebanyak 59 kg. Sampah tersebut terdiri dari botol plastik, botol kaca, karet sandal, kantong kresek, plastik kemasan makanan, dan lain-lain. Sampah tersebut dibawa ke tempat pengumpulan sementara di Pos 1 dan selanjutnya akan dibawa ke luar Pulau Menjangan di Labuan Lalang. Pada aksi ini, mahasiswa juga diajak ikut berpartisipasi dalam sosialisasi terkait pengendalian sampah kepada pengempon (penanggung jawab) pura yang berada di Pulau Menjangan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala SPTN Wilayah III Labuan Lalang,Hendra Gunawan, menyampaikan pesan untuk bersama-sama menjaga kebersihan di Pulau Menjangan, terutama sampah anorganik. Aksi peduli sampah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua pihak dalam pengendalian sampah di Pulau Menjangan. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Gelaran Doa Padang, Balai TN Tesso Nilo Diskusi Dengan Aparat Desa

Baserah, 30 Maret 2018. April mendatang merupakan bulan yang ditunggu – tunggu oleh masyarakat Desa Gunung Melintang, pasalnya pada bulan tersebut akan diselenggarakan acara “Gelaran Doa Padang” yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kepala Urusan Pemerintahan Desa Gunung Melintang berdiskusi santai membicarakan rencana pelaksanaan dan rangkaian acara dalam gelaran doa padang pada Jumat 30 Maret 2018. Adanya kegiatan doa padang ini dapat digunakan sebagai ajang sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Penyadartahuan tentang pentingnya kawasan hutan konservasi dapat disisipkan dalam kegiatan-kegiatan adat di desa penyangga TNTN. Dalam rangka kegiatan doa padang tersebut dilakukan juga pertandingan futsal antar desa. Untuk rangkaian pertandingan, tim Futsal dari Taman Nasional Tesso Nilo diundang khusus ke markas GN. Melintang FC untuk melawan tuan rumah. “Jadwal dan rangkaian acaranya sedang disusun oleh Ketua Pemuda, kita tunggu kabar selanjutnya dan saat ini kita persiapkan tim yang akan diturunkan” ungkap Joni Putra Siregar, S.Hut, Tim Balai TNTN yang hadir di forum diskusi. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 8.353–8.368 dari 11.140 publikasi