Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai KSDA Bengkulu Kembalikan Fungsi CA Danau Dusun Besar

Bengkulu, 5 April 2018. Kawasan Cagar Alam Danau Dusun Besar (CA DDB) pertama kali ditunjuk sebagai kawasan konservasi sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda melalui Besluit Gubernur Hindia Belanda Stb 1936. Sebagai satu dari dua kawasan konservasi yang berada di pusat Kota Bengkulu tentunya mempunyai keunikan dan potensi yang tinggi, dimana kawasan ini merupakan habitat flora endemik Anggrek Pensil (Papillionanthe hookeriana) dan beberapa flora dilindungi lainnya. Lokasi yang berada di pusat kota dengan pemandangan hamparan air danau yang cukup menyejukkan mata, ditambah batas kawasan di bagian barat yang berbatasan langsung dengan jalar raya meyebabkan tekanan yang tinggi terhadap kawasan berupa disfungsi kawasan sebagai obyek wisata. Bentuk turunan dari pelanggaran tersebut adalah pendirian pondok-pondok wisata di pinggir danau oleh masyarakat yang juga berjualan makanan dan minuman bagi pengunjung yang hendak menikmati keindahan danau. Sehingga dengan adanya disfungsi tersebut Balai KSDA Bengkulu beberapa waktu sebelumnya didahului melakukan sosialisasi dan mediasi terhadap masyarakat yang membanguan pondokan di tepi danau juga melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh adat tentang rencana akan dilakukan penertiban dan pengembalian fungsi kawasan yang masih berstatus cagar alam. Aksi ini dilakukan dengan melibatkan Polresta Bengkulu, Polsek Gading Cempaka, Koramil, Intel Korem, Kecamatan Singgaran Pati dan Kelurahan Dusun Besar. Tanpa ada kendala yang berarti, pelakasanaan eksekusi dapat berjalan lancar karena adanya dukungan dan kesadaran dari masyarakat dengan melakukan pembongkaran sendiri pondokan yang telah dibangunnya. Semoga dengan telah dilaksanakannya aksi ini tidak ada lagi pemanfaatan kawasan CA DDB yang tidak sesuai dengan status dan fungsinya. Sumber : Balai KSDA Bengkulu
Baca Berita

Manggala Agni Brigdalkarhut Tana Bentarum Padamkan Api Dini Hari di Tanjung Kapuas

Putussibau, 6 April 2018. Manggala Agni Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama aparat gabungan berhasil memadamkan api yang membakar hutan rawa kerdil di wilayah Sungai Marsaga Desa Tanjung Kapuas Kecamatan Suhaid Kab. Kapuas Hulu yang terjadi Kamis (5/4) jelang dini hari. Berawal dari laporan salah seorang anggota Brigdalkarhut Syafarudin dan petugas resort Pulau Majang Atep Ugan sekira pukul 18.45, Tim Manggala Agni Brigdalkarhut segera menuju ke lokasi kebakaran di daerah Sungai Marsaga Desa Tanjung Kapuas Kecamatan Suhaid sekitar pukul 19.30 wib. "Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Koramil Suhaid, Polsek Suhaid dan Pol PP Kecamatan Suhaid terkait dengan kejadian karhut" tegas Ade Arif Kepala Daops Brigdalkarhut TaNa Bentarum. Ditambahkannya, lokasi kebakaran hutan berada di luar zona Taman Nasional Danau Sentarum pada koordinat N 00.62774°, E 112.01122°dan jenis kebakarannya permukaan serta vegetasi yang terbakar adalah hutan rawa kerdil. Sesampainya di lokasi, Ade menuturkan bahwa tim langsung melakukan pemadaman langsung dengan menggunakan mesin pompa portable dengan koordinast sumber air pada N 00.62621° E 112.01024°. Api berhasil dipadamkan dini hari setelah hampir 5 jam sejak berangkat dari Kecamatan Suhaid. "Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.20 wib dengan luasan kebakaran sebesar 2,2 ha" jelas Ade. Personil pemadam kebakaran terdiri dari 15 orang Manggala Agni Brigdalkarhut 3 orang Koramil Suhaid, 2 orang Polsek Suhaid dan 2 orang masyarakat Desa Tanjung Kapuas.Tim kembali ke Mako Brigdalkarhut dan pelaksanaan moping up dilanjutkan pada pagi hari. Komunikasi dan koordinasi yang baik menurut Ade menjadi kunci penting untuk memadamkan kebakaran hutan kali ini apalagi jelang musim kemarau para bulan April. "koordinasi intensif dengan aparat polisi, TNI terus kami lakukan serta melakukan sosialisasi pencegahan karhutla ke desa-desa dan tokoh masyarakat" ujarnya. Kawasan TN Danau Sentarum memang rentan terjadi kebakaran akibat menyusutnya air di danau. Selain itu tipikal hutan rawa yang ada di danau menambah peluang terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sumber : Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pengalungan Kain Sumba Awali Keterlibatan Balai TN Matalawa di Pameran Indogreen Samarinda

Samarinda, 5 April 2018. Pembukaan Pameran Indogreen dengan tema Satu Dasawarsa Indogreen Environment and Forestry Expo 2018 yang kali ini diselenggarakan di Samarinda Convention Hall berlangsung sangat meriah. Moment penting dan besar ini juga dimanfaatkan oleh Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) untuk turut serta memamerkan kemajuan pembangunan pengelolaan kawasan konservasi serta keunikan dan kelangkaan potensi keanekaragaman hayati yang ada di tanah Humba Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam rangkaian agenda pameran yang disusun apik oleh penyelenggara, kunjungan Gubernur Kalimantan Timur, Prof. Dr. H. Awang Faroek Ishak dan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM, beserta rombongan menjadi pembuka kegiatan ini. Salah satu booth yang dikunjungi adalah TN Matalawa. Kunjungan kali ini disambut langsung Kepala Balai TN Matalawa, Maman Surahman, S.Hut., M.Si dengan mengalungkan kain khas Sumba kepada Gubernur dan Sekjen. Dalam kesempatan kunjungannya, Sekjen KLHK menorehkan pesan konservasi diatas kain kanvas yang berlukiskan burung langka di Pulau Sumba yaitu kakatua kecil jambul jingga (Cacatua sulphurea citrinocristata). Dalam tulisanya beliau berpesan untuk terus melestarikan alam dan budaya Sumba. Pesan tersebut tentunya menjadi suatu PR bersama para pegawai Balai TN Matalawa untuk terus berjuang melestarikan alam dan budaya Sumba. Partisipasi Balai TN Matalawa dalam pameran kali ini, selain membawa pesan tentang keindahan kawasan Taman Nasional, juga disajikan ragam kesenian budaya Sumba, buku-buku bertema konservasi dan hal-hal menarik lainnya. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 8 April 2018. Sumber: Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

Eksotika Underwater TN Bunaken di Indogreen Samarinda

Samarinda, 6 April 2018. Dalam perhelatan pameran Indogreen Environment and Forestry Expo ke 10 di Samarinda, Taman Nasional Bunaken menampilkan eksotikan underwater, pengunjung akan dibawa ke fantasi bawah air yang ada di gerbang pasifik, dengan mengekspresikan diri dengan berfoto pada background visitor yang tersedia. Selain itu pengunjung juga akan mendapatkan informasi pengelolaan kawasan Taman Nasional, akses wisata ke Bunaken, serta berbagai produk-produk kreatif ekonomi masyarakat dari kelompok Cahaya Trans dan Cahaya Tatapaan pendampingan Balai Taman Nasional Bunaken seperti keripik pisang, sirup buah pala, stik ikan tuna, abon ikan cakalang, dan ikan asin kemasan. Nikolas Loli, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Bunaken mengatakan, konsep yang kita usung sebagaimana tema Indogreen 2018, yaitu untuk mensosialisasikan program pemerintah dibidang lingkungan hidup dan kehutanan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam dunia usaha pelestarian lingkungan, serta pola kemitraan dan mengajak berkunjung ke Taman Nasional Bunaken dalam program Ayo ke Taman Nasional, Mari Jo ka Manado dan Visit North Sulawesi. Kami juga menampilkan Putra dan Putri Dirgantara pada stand Taman Nasional Bunaken, sebagai bagian dari promosi wisata alam pada pintu utama yaitu bandara Sam Ratulangi di Manado khususnya dan Sulawesi Utara umumnya, serta seni musik tradisional Minahasa, tambah Niko. Taman Nasional Bunaken sebagai kawasan konservasi yang menangani perairan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dengan lokasi kawasan berada pada gerbang bibir pasifik, yang merupakan perwakilan kekayaan keanekaragaman hayati laut dengan berbagai spesies dan biota seperti terumbu karang luas 11.709,88 ha dengan 69 genera dan 390 spesies, mangrove 2.434,96 ha dengan 28 spesies dan padang lamun dengan luas 5.108,768 ha dari 9 spesies serta lebih dari 2.000 spesies ikan karang, 200 spesies moluska, reptilia penyu dan berbagai mamalia laut seperti duyung dan lumba-lumba. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Pencarian Pendaki WNA di Gunung Merbabu Masih Dilanjutkan, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Kab. Semarang, 4 April 2018. Pendaki WNA asal Selandia Baru, Andrey Voytech dikabarkan hilang di Gunung Merbabu. Menurut informasi rekannya Andrey naik Gunung Merbabu sendiri pada Jumat, 30 Maret 2018 pukul 03.30 WIB melalui jalur cunthel. Pencarian telah dilakukan mulai Minggu, 1 April 2018 pukul 05.00 tetapi belum membuahkan hasil. Informasi dari pendaki yang lain sempat bertemu dengan Andrey di Pos 1 dan melihatnya sedang mengamati monyet-monyet. Dalam proses pencarian survivor Balai TN Gunung Merbabu dibantu SARGAB. Penutupan jalur pendakian Cunthel dan Thekelan dilakukan pada tanggal 2-4 April dan dilanjutkan penutupan seluruh jalur sampai 7 April 2018 agar upaya pencarian lebih fokus tegas Ir. Edy Sutiyarto Kepala Balai TN Gunung Merbabu. "Pencarian dalam kendali Basarnas masih nihil, namun demikian tetap akan dilakukan sampai 7 hari setelah kejadian", jelas Ilmi Budi Martani, S.Si., M.Sc, Kepala SPTN 1 Balai TN Gunung Merbabu. “Penyusuran sudah sampai luar kawasan,tidak hanya di dalam kawasan. Seluruh Jalur Cunthel dan Thekelan sampai puncak dan sekitarnya, di goa-goa, sungai-sungai yang ada", tambahnya. Evaluasi dengan pihak terkait selalu dilakukan setelah tahap pencarian. Rencana penyisiran hari ini yaitu akan difokuskan pada jalur aliran air (Watu Tadah, Kaligung dan Kalimenek). Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Berita

Bersama Menyusun RKT-KTH Desa Binaan TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 5 April 2018. Penyuluh Kehutanan TN Way Kambas bersama masyarakat desa Braja Harjosari menyusun Rencana Kerja Tahunan Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Wana Tirta dan KTH Bina Warga. KTH Karya Wana Tirta dan KTH Bina Warga Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah Lampung Timur telah mendapat dukungan program budidaya ikan air tawar pada tahun 2017. Kegiatan yang telah berjalan yaitu budidaya ikan lele dengan media kolam plastik (bioflok) masing-masing 6 unit kolam. Pada Rabu malam (28/3) dirumah salah satu anggota KTH Karya Wana Tirta dilakukan pertemuan untuk evaluasi dan penyusunan Rencana Kerja Tahunan. “Budidaya ikan lele oleh KTH Karya Wana Tirta (15 orang anggota) telah berjalan dengan baik, 6 unit kolam plastik bioflok ditempatkan di beberapa lokasi sekitar rumah anggota. Memang semantara ini masih banyak kendala yang dihadapi, tetapi dengan pendampingan dari Penyuluh Kehutanan TN Way Kambas, kami optimis bahwa kedepan desa Braja Harjosari dapat menjadi sentra budidaya ikan air tawar”, ujar Munir selaku Ketua KTH Karya Wana Tirta. Berbeda dengan yang dilakukan KTH Bina Warga, 6 unit kolam ditempatkan di satu lokasi yaitu di lahan milik Suhada selaku Ketua KTH Bina Warga dan pengelolaan dilakukan secara bersama-sama oleh anggota. Rabu malam (4/4) dilakukan juga evaluasi dan penyusunan RKT tahun 2018 di rumah Ketua KTH Bina Warga. Dari hasil evaluasi muncul beberapa permasalahan yang hampir sama, antara lain berkaitan dengan teknis budidaya ikan lele dengan media kolam plastik bioflok, bibit ikan, perawatan kolam, penyakit, pakan, serta pemasaran. Selanjutnya dijadikan acuan untuk penyusunan dan pembahasan Rencana Kerja Tahun 2018. Diharapkan dengan adanya penyelenggaraan pengembangan daerah penyangga yang sesuai dengan prinsip konservasi kawasan dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di daerah penyangga melalui pendayagunaan potensi yang ada, pengembangan kapasitas, serta perluasan akses bagi masyarakat. Masyarakat tidak bergantung terhadap kawasan TNWK karena telah berdaya serta mandiri. Sehingga tercipta ”hutan lestari masyarakat sejahtera”. Sumber : Penyuluh Kehutanan Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Balai TN Way Kambas Unjuk Gigi di Pameran Indogreen Samarinda

Samarinda, 5 April 2018. Taman Nasional Way Kambas sebagai salah satu UPT Kementerian LHK turut hadir memeriahkan pameran Indogreen and Forestry Expo 2018 dan merupakan salah satu peserta dari wilayah Sumatera. Sesuai dengan tema Indogreen kali ini, TN. Way Kambas menampilkan potensi wisata yang dapat meningkatkan devisa negara melalui peningkatan PNBP dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Pusat Latihan Gajah, Penangkaran Badak, Way Kanan Resort merupakan spot-spot yang kita tampilkan kepada para pengunjung dan kita tawarkan untuk dikunjungi. Berbagai atraksi wisata dapat dilakukan di lokasi tersebut. Diharapkan TN. Way Kambas semakin dikenal dan kunjungan wisatawan dapat meningkat, tentunya juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sebagai pelaku usaha bidang jasa wisata. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan jasa wisata alam sejalan dengan program pemerintah pusat dalam mengimplementasikan pengelolaan hutan berbasis masyarakat. Bapak Syukur saka, ketua panitia menyampaikan bahwa pameran ini akan dilaksanakan selama empat hari mulai hari ini tanggal 5 sampai 8 April 2018 dan diikuti oleh 67 peserta baik dari UPT lingkup Kementerian LHK, BUMN sektor Kehutanan, Pemerintah Daerah dan perusahaan sektor kehutanan dan pertambangan yang perduli dengan kelestarian hutan. Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM. mewakili Menteri Kehutanan RI. secara resmi membuka Pameran ini. “Pameran ini sebagai sarana penyebarluasan informasi dan edukasi bagi masyarakat tentang upaya pelestarian lingkungan dan hutan” ujar Pak Sekjen. Pembukaan ini juga dihadiri oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Setelah membuka pameran, Bapak Sekjen bersama dengan Gubernur Kaltim melakukan kunjungan ke stand-stand peserta pameran. Kunjungan ke stand Taman Nasional Way Kambas disambut langsung oleh Kepala Balai, Subakir, SH. MH. Pak Sekjen didampingi Kepala Balai memperkenalkan Taman Nasional Way Kambas kepada Gubernur Kaltim. Di Way Kambas terdapat Pusat Latihan Gajah dan adanya satu-satunya penangkaran Badak Sumatra di Dunia, demikian pak Bambang Hendroyono menyampaikan. Untuk pertama kalinya Pameran Indogreen and Forestry Expo 2018 hadir dengan konsep roadshow to your city, dan Samarinda, Kalimantan Timur dipilih oleh PT. Wahyu Promo Citra sebagai penyelenggara untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran ini. Pameran yang diselenggarakan sejak tahun 2009 merupakan salah satu pameran kehutanan terbesar, dan kali ini memasuki tahun yang ke 10 dengan mengusung tema “Kontribusi Ekonomi Sektor Kehutanan Dalam Mendukung Pembangunan Nasional”. Sumber: Humas Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Mengembalikan Keutuhan CA Papandayan

Bandung, 5 April 2018. Untuk mengembalikan keutuhan CA Gunung Papandayan, pada tanggal 22 – 26 Maret 2018 (selama 5 hari) dilaksanakan Operasi Pengamanan Hutan dengan melibatkan sebanyak 64 personil Polisi Kehutanan, 15 personil Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Elang, 15 personil Kepolisian dari Polres Bandung dan Polres Garut, 15 personil TNI dari Kodim 0609 Bandung dan Kodim 0611 Garut, 6 personil Satuan Polisi Pamong Praja dari Kabupaten Bandung dan Garut. Tahapan Operasi Pengamanan Hutan CA Gunung Papandayan dilakukan melalui upaya sosialisasi, penertiban terhadap aktifitas mengerjakan kawasan hutan tanpa ijin, pemusnahan tanaman perkebunan atau pertanian hasil kegiatan mengerjakan kawasan hutan tanpa izin yang sah beserta sarana pendukungnya antara lain gubuk liar dan sarana instalasi air untuk pengairan tanah serta penandatangan surat pernyataan kesiapan masyarakat untuk menghentikan aktifitas tanpa syarat; Hasil kegiatan Operasi Pengamanan Hutan CA Gunung Papandayan, sebagai berikut: a. Telah berhasil diamankan/ditertibkan kegiatan perambahan di 9 (sembilan) lokasi perambahan yang terletak di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung seluas 335,39 Ha sebagimana peta terlampir; b. Dilakukan pembongkaran terhadap 25 gubuk perambah yang banyak dipergunakan sebagai tempat penyimpanan alat-alat pertanian; c. Pemasangan spanduk larangan dan peringatan kepada perambah untuk menghentikan kegiatan perambahan di 12 lokasi yang sering dilalui oleh pelaku perambahan; d. Terhadap lokasi perambahan serta bekas lokasi gubuk dipasang garis polisi; e. Pengamanan terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi antara lain: 5 buah cangkul, 1 bagian dinding gubuk, 1 bagian pipa air, 1 kantong plastik pupuk urea, 1 kantong plastik pupuk NPK, 1 kantong plastik pupuk ZA, 1 bagian atap gubuk berupa seng, 2 alat penyemprot pestisida serta 1 keranjang bambu. Pada tanggal 26 Maret 2018, sebagian masyarakat pelaku yang mengerjakan kawasan hutan tidak sah di Blok Waternimen sebanyak 17 orang membuat dan menandatangani pernyaatan untuk meninggalkan kawasan yang telah dirambah dan berjanji tidak akan melakukan kerusakan hutan khususnya CA Gunung Papandayan Pasca Operasi Pengamanan akan dilakukan patroli mandiri secara rutin pada seluruh blok yang telah diamankan selama kegiatan operasi. Pada blok-blok yang telah ditinggalkan perlu dilakukan upaya pemulihan ekosistem berupa penanaman tumbuhan lokal CA Gunung Papandayan untuk mempercepat pemulihan penutupan kawasan. Pemulihan ekosistem juga diperlukan untuk mencegah masyarakat memanfaatkan kembali kawasan-kawasan yang masih terbuka akibat kegiatan perambahan. Rencana pemulihan ekosistem CA Gunung Papandayan diagendakan akan dibahas pada minggu pertama bulan April 2018 dengan melibatkan mitra yaitu Conservation International Indonesia. Dokumentasi kegiatan Operasi Pengamanan Hutan CA Papandayan pada tanggal 22-26 Maret 2018 berupa video singkat dapat diakses pada alamat https://youtu.be/vtpZ5Ho1sJM. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

354 Orang Kunjungi Booth BBTN Bromo Tengger Semeru di Hari Pertama Pameran Indogreen

Samarinda, 5 April 2018. Pameran Indogreen tahun 2018 kali ini di selenggarakan di Samarinda Kalimantan Timur, dengan mengusung tema kontribusi sektor kehutanan bagi pembangunan. Pameran Indogreen diluar jakarta ini merupakan kali pertama diselenggarakan dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan ke masyarakat di daerah. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru termasuk dari 67 peserta pameran. Pameran di Buka oleh Sekretaris Jenderal LHK Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM, ini menarik minat masyarakat Samarinda. Dihari pertama Booth TNBTS dikunjungi oleh 354 orang yang kebanyakan didominasi pelajar dan mahasiswa dengan menyempatkan diri berswa foto di booth TNBTS tersebut. Pelajar dan mahasiswa yg umumnya dari kota samarinda memanfaatkan moment ini karena menurut mereka, Bromo merupakan kawasan wisata favorit yang mereka kenal tetapi belum pernah mereka kunjungi karena faktor jauh dan tidak memiliki banyak dana untuk berkunjung kesana, sehingga swafoto di booth TNBTS ini seolah merupakan kebahagiaan bagi mereka yg belum sempat mengunjungi Bromo secara langsung. Bahkan untuk sekedar foto mereka rela antri bergantian satu dengan lainnya. Selain menampilkan keindahan dan pesona Bromo Tengger Semeru, TNBTS juga menampilkan informasi kontribusi TNBTS bagi peningkayan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar TNBTS. Harapan dengan mengikuti kegiatan pameran Indogreen ini TNBTS semakin banyak dikenal oleh masyarakat di Samarinda sekaligus sebagai upaya menyebarluaskan informasi manfaat TN bagi bagi masyarakat sekitarnya. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Berbagai Cara Melacak Keberadaan Bonita

Pekanbaru, 5 April 2018. Senin (2/4) pukul 09.30 WIB, Tim Rescue mendapat informasi dari security PT THIP bahwa di blok 80/06 seorang pekerja telah dikejar seekor Harimau sumatera. Tim meluncur ke TKP yang hanya bisa diakses dengan kendaraan air. Tim gabungan yang berjumlah 15 orang dibagi menjadi dua regu dengan dilengkapi senjata masuk ke blok 80/06 untuk melakukan evakuasi terhadap para pekerja perkebunan. Tiba di dalam areal kebun/TKP, Tim menjumpai seluruh pekerja yang berjumlah 25 orang sudah berkumpul menjadi satu. Pekerja yang dikejar Harimau adalah Iwan (27 th) asal Nias yang bersangkutan menceritakan kronologis kejadiannya, pada saat dia selesai mendodos sawit tiba tiba Harimau sumatera sudah berlari kearahnya. Iwan segera berlari terjun masuk ke dalam kanal. Harimau sumatera berhenti di pinggir kanal, berapa saat kemudian Harimau kembali masuk ke dalam blok. Tim belum dapat memastikan bahwa Harimau sumatera yang telah mengejar Iwan adalah Bonita karena Tim belum dapat mengidentifikasi Harimau sumatera tersebut secara detail krn tidak ada info gambar. Dengan kemunculan kembali Harimau Sumatera Tim mengambil langkah antara lain : 1. Pemasangan Camera trap di jalur perlintasan Harimau sumatera di batas konsesi HTI PT SPA. 2. Penambahan tenaga komunikator satwa dari Yayasan ASARI bernama Sakti V. 3. Mengintensifkan tim patrol dan 4. Memberikan Edukasi dan sosialisasi kepada pekerja untuk bekerja secara berkelompok, membawa tongkat, memberikan bunyi bunyian sejenis lonceng dan penggunakaan topeng. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Kampanye #Orangutan Freedom, 4 Orangutan Borneo Kembali ke Alam

Kalimantan Tengah, 3 April 2018. Empat individu orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) dilepasliarkan di alam liar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (3/4). Pelepasliaran yang dilakukan merupakan bagian dari kampanye #OrangutanFreedom, dan diselenggarakan oleh Yayasan BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai TNBBBR, dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) melalui program USAID LESTARI, ini adalah pelepasliaran yang kesembilan di TNBBBR, menambah jumlah orangutan yang dilepasliarkan menjadi 79 individu di kawasan taman nasional tersebut. Pelepasliaran ini juga didukung oleh Blue Bird Group dan Save the Orangutan (STO). Empat orangutan yang dilepasliarkan terdiri dari satu individu jantan berusia 13 tahun bernama Meong dan tiga betina bernama Hayley (13), Nabima (18) dan Tari (5). Keempatnya telah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng dan telah memiliki keterampilan dan perilaku yang memenuhi syarat agar bisa hidup mandiri di hutan. Mereka akan dibawa dari Nyaru Menteng melalui perjalanan darat dan sungai selama 10-12 jam ke titik-titik pelepasliaran di TNBBBR. Setelah dilepasliarkan, orangutan akan dipantau penuh setiap hari selama dua bulan, dan setelahnya, pemantauan dilakukan dua jam per hari selama setahun. CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite mengatakan bahwa hingga saat ini lembaganya masih menerima bayi-bayi orangutan yang ditangkap dan dipelihara manusia. “Sejak Januari lalu, sudah ada 4 orangutan baru yang kami terima di dua pusat rehabilitasi orangutan kami, Samboja Lestari dan Nyaru Menteng tempat kami merawat sekitar 600 orangutan saat ini. Kami sangat menghargai semua laporan dan temuan dari masyarakat, namun ini juga berarti masih banyak orang tidak menganggap serius konsekuensi hukum akibat memelihara orangutan. “Ditambah dengan fakta masih maraknya penebangan ilegal di berbagai wilayah hutan, termasuk yang dilindungi, merupakan kondisi yang harus segera kita perbaiki. Reforestasi memang dapat memperbaiki hutan-hutan yang rusak, namun itu butuh waktu yang sangat panjang. Sementara kerusakan lingkungan telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Kami menegaskan perlunya penegakan hukum yang jelas dan tegas untuk mengubah persepsi masyarakat. Menjelang Hari Bumi yang kita peringati setiap tahun di bulan April, mari kita bersama-sama mulai peduli dan merawat bumi tempat kita semua tinggal, bagi kita manusia dan juga untuk seluruh mahluk hidup lain di planet ini. Konservasi adalah upaya bersama. Kita semua menanggung resikonya, kita semua menikmati keuntungan darinya, dan kita juga bertanggung jawab untuk melakukan perubahan menuju arah yang positif.” Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Adib Gunawan menambahkan bahwa semua pihak harus memahami bahwa memburu, menangkap, memelihara, dan memperjualbelikan orangutan ataupun satwa liar yang dilindungi lainnya adalah mealnggar hukum dan harus dihentikan. Ia menekankan pentingnya upaya konservasi orangutan dan mengatakan, “Saat ini masih ada ratusan orangutan yang berada di pusat-pusat rehabilitasi, menanti kesempatan untuk kembali ke alam. Kami bekerja sama dengan Yayasan BOS dan berbagai organisasi lain yang melestarikan orangutan dan habitatnya untuk melepasliarkan sebanyak mungkin orangutan yang sudah siap dilepasliarkan. Hari ini, kami, Yayasan BOS, Balai TNBBBR dan USAID Lestari melepasliarkan 4 individu orangutan ke TNBBBR. Ini akan menambah jumlah orangutan di wilayah tersebut menjadi 79. “Call Center kami masih menerima laporan baik secara langsung mengenai orangutan yang dipelihara warga. Kami perlu meningkatkan upaya penyadartahuan masyarakat terkait satwa yang dilindungi. Sesuai dengan SRAK (Strategi dan Rencana Aksi Konservasi) Orangutan lalu, jika kita memang berniat menjamin keberlanjutan populasi orangutan dan habitatnya melalui kemitraan para pihak, kita semua, baik itu pemerintah, masyarakat, organisasi nirlaba, dan pelaku bisnis harus segera mengambil langkah nyata melindungi habitat dan satwa liar yang masih tersisa secara berkelanjutan sejak hari ini. Jangan sampai terlambat.” Kepala Balai TNBBBR Heru Raharjo mengatakan bahwa sejak 2016, TNBBBR di wilayah Kabupaten Katingan telah menampung 75 orangutan hasil rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. “Kita akan terus menambah populasi tersebut. Sesuai survey, daya dukung hutan di kawasan tersebut bisa menampung tidak kurang dari 250 orangutan. “Keamanan orangutan berada di habitatnya merupakan kunci untuk menjaga kelestarian program pelepasliaran orangutan dan menjamin terbentuknya generasi baru orangutan liar. Mengingat hutan di TNBBBR mendapatkan pengakuan global dengan ditetapkan sebagai kawasan konservasi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, tentu kita semua wajib menjaga kondisinya sebaik-baiknya. Upaya pelepasliaran ini merupakan salah satu upaya terbaik kita semua dalam menjaga kekayaan alam di TNBBBR.” Koordinator USAID LESTARI di Kalimantan Tengah Rosenda Chandra Kasih menggarisbawahi pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk menyelamatkan orangutan dari kepunahan. “Kegiatan pelepasliaran ini merupakan bukti nyata kerjasama para pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah untuk menyelamatkan orangutan, spesies kunci di Kalimantan Tengah. USAID LESTARI berkomitmen mendukung secara aktif program pelepasliaran orangutan di TNBBBR dalam periode 2016-2018. Kami sangat mendukung upaya pengelolaan lahan dan hutan yang lebih baik dan kami yakin bahwa dengan pendekatan tersebut, pelestarian satwa yang ikonik ini, akan bisa terwujud. Namun pelaksanaan ini membutuhkan kerja sama semua pihak,” jelasnya. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya
Baca Berita

Peduli Satwa, Masyarakat Serahkan Elang Bondol ke BKSDA Kalbar

Ketapang, 2 April 2018. Tim Wildlife Rescue unit - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang Balai KSDA Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) menerima penyerahan satwa Elang Bondol (Haliastur indus) dari Bastian, warga Desa Mulia Baru Kec. Delta Pawan Kab. Ketapang. Menurut pengakuannya, satwa ini berasal dari temannya yang beralamat di Desa Sei Kinjil Kec. Benua Kayong, satwa tersebut didapat di dekat rumahnya, kemudian diserahkan ke Bastian. Peduli akan kelangsungan hidup satwa tersebut, Bastian kemudian menyerahkan satwa tersebut kepada petugas. Saat ini satwa tersebut berada di kandang transit sebelum dilepasliarkan kembali sebagai upaya animal welfare. Sumber : Tim Wildlife Rescue Unit SKW I Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Terlanjur Sayang, Pemilik Bayi Orangutan Enggan Menyerahkan ke Petugas

Ketapang, 2 April 2018. Tim Wildlife Rescue Unit - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang Balai KSDA Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) menerima informasi melalui call center BKSDA Kalbar tentang adanya pemeliharaan 1 (satu) individu betina Orangutan. Sdri. Komang merupakan warga Desa Indotani Kec. Sungai Melayu Kab Ketapang pemilik bayi orangutan yang kemudian diberi nama “Anggun”. Proses evakuasi oleh tim mengalami kendala karena sang pemilik enggan menyerahkan dengan alasan sudah terlanjur sayang. Tim kemudian mengajak anggota dari Polsek Sungai Melayu serta tim dari YIARI untuk melakukan sosialisai sebelum evakuasi. Proses evakuasi berjalan alot, setelah berbagai upaya ancaman adanya proses justisi, akhirnya Sdri. Komang melepaskan Anggun untuk dievakuasi. Anggun kemudian diperiksa oleh tim dokter hewan YIARI dan didiagnosa terkena gejala diare. Setelah dilakukan tindakan medis pertama, Anggun kemudian di bawa ke pusat rehabilitasi YIARI – Ketapang sebagai upaya animal welfare sebelum Anggun siap dilepasliarkan kembali di habitat aslinya. (PR) Sumber & Dokumentasi : Tim Wildlife Rescue Unit SKW I Ketapang, BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Buaya Sepanjang 3 Meter di Evakuasi Balai KSDA Sumsel

Musi Rawas, 3 April 2018. Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama masyarakat mengevakuasi 1 ekor Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) dengan panjang sekitar 3 (tiga) meter dalam kondisi hidup di Desa Trikarya, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Musi Rawas. Kronologisnya Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) memasuki kolam ikan warga Desa Trikarya yang berada di sisi Sungai Ketupak. Warga berinisiatif menangkap buaya tersebut karena sudah memakan ikan peliharaan di kolam milik warga. Selain itu, warga juga menjadi resah dan khawatir saat beraktifitas di sekitar areal munculnya buaya tersebut. Selanjutnya buaya tersebut oleh warga diserahkan ke Polsek Purwodadi dalam kondisi diikat supaya tidak membahayakan warga. Menindaklanjuti kondisi tersebut Polsek Purwodadi melalui Kapolsek Purwodadi (Iptu Suarman) melaporkan penyerahan Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) oleh warga tersebut ke Polres Musi Rawas yang kemudian berkoordinasi dengan SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan untuk proses lebih lanjut. Sebagai bentuk reaksi cepat penanganan konflik satwa di wilayah kerjanya maka SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan segera mengirimkan tim penanggulangan konflik manusia dengan satwa (Rusmin Mulyadi & Wahid Nurrudin) untuk menuju ke lokasi. Setelah tiba di Mapolres Musi Rawas di Muara Beliti, Musi Rawas untuk berkoordinasi langsung dengan unit Pidana Khusus Polres Musi Rawas maka tim penanggulangan konflik manusia dengan satwa SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan dengan didampingi personil dari Polres Musi Rawas langsung menuju lokasi yang selain untuk segera melakukan pengecekan terhadap kondisi buaya tersebut juga mengumpulkan informasi tentang kronologis keberadaan buaya di Mapolsek Purwodadi. Tim penanggulangan konflik manusia dengan satwa SKW II Lahat BKSDA Sumatera Selatan berdialog terkait penanganan Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) dengan Kapolsek Purwodadi dan perwakilan masyarakat Desa Trikarya bahwa buaya tersebut harus segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Tetapi perwakilan masyarakat menolaknya karena wilayah Kecamatan Purwodadi adalah daerah padat penduduk sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan konflik lagi dengan masyarakat. Mempertimbangkan kondisi tersebut maka buaya akan dititipkan terlebih dahulu di penangkaran Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) yang berlokasi di Palembang untuk pemulihan kondisi sambil menunggu pelepasliaran kembali ke wilayah lain yang dinilai kondisinya sesuai. Sumber : Wahid Nurrudin PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Kampanye Pengendalian Karhutla

Bolano, 4 April 2018. Balai Desa Bolano Barat Kec. Bolano Kab. Parigi Moutong menjadi tempat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah selenggarakan sosialisasi kampanye pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persiapan rencana kegiatan pemulihan ekosistem hutan tahun 2018 di Suaka Margasatwa Tanjung Santigi. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan, terlihat dari 30 peserta yang hadir berasal dari Desa Bolano Barat, Desa Bolano Tengah, Desa Bolano Utara, Camat Bolano Barat serta instansi terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada warga tentang dampak buruk kebakaran hutan dan lahan. Acara sosialisasi dibuka Camat Bolano yang mengajak masyarakat untuk selalu peduli terhadap kelestarian hutan. Adapun materi yang dibahas mengenai pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, dampak kebakaran hutan dan lahan bagi manusia dan lingkungan serta peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Dari pemberian materi-materi di atas, masyarakat jadi mengetahui bahwa membuka lahan ataupun membersihkan kebun dengan cara membakar adalah salah dan akan diproses hukum dengan sanksi penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp. 5 miliar. Dalam kegiatan ini, tim sosialisasi juga membagikan brosur dan poster terkait bahaya dan pencegahan kebakaran hutan. Diharapkan dengan diadakannya sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini BKSDA Sulawesi Tengah mampu menyadartahukan masyarakat dan membangun jejaring kerjasama dengan masyarakat desa sekitar kawasan dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara efektif dan efisien. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Pisah Sambut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung

Ketapang, 3 April 2018. Bertempat di kantor Balai Taman Nasional Gunung Palung diselenggarakan kegiatan Pisah Sambut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung dari pejabat kepala balai yang lama Bapak Ir. Dadang Wardhana, M.Sc dan menyambut kepala balai yang baru Bapak Matheas Ari Wibawanto, S.Hut, M.Sc. “Terima kasih atas dukungannya selama ± 5 tahun melaksanakan tugas di Balai Taman Nasional Gunung Palung dan mohon pamit untuk melaksanakan tugas di tempat yang baru yaitu di Balai KSDA Bali” ujar Dadang pada sambutannya. Selanjutnya Pejabat Kepala Balai yang baru Bapak Matheas Ari Wibawanto, S.Hut, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih telah disambut dengan baik dan besar harapan ke depan agar dalam melaksanakan tugas di Balai Taman Nasional Gunung Palung dapat didukung oleh semua pihak. Acara pisah sambut yang dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban yang dihadiri oleh keluarga besar Balai Taman Nasional Gunung Palung, para mitra (Yayasan Asri, Yayasan Palung, YIARI, Perusahaan Pemanfaatan Air, PT. KAL dan mitra lainnya). Selamat jalan Bapak Ir. Dadang Wardhana, M.Sc dan selamat datang bapak Matheas Ari Wibawanto, S.Hut, M.Sc. Semoga selalu diberikan kekuatan untuk memimpin dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Sumber : Balai TN Gunung Palung

Menampilkan 8.321–8.336 dari 11.140 publikasi