Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pelepasan Miryam & Lipi di Taman Nasional Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu, 5 April 2018. Pelepasliaran dua ekor elang bondol yang diberi nama Miryam dan Lipi di Pulau Kotok Besar kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu ini telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 5 April 2018. Elang bondol (Haliastur indus) yang merupakan penghuni Pusat Sanctuary Elang di Pulau Kotok Besar, kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu ini dapat kembali menghirup udara bebas. Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran elang bondol ke alam dipimpin oleh Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Irmansyah didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka serta Unit Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dan Marinir TNI AL. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III bekerjasama dengan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) selaku pengelola Sanctuary Elang di Pulau Kotok. Selain kegiatan diatas, dilaksanakan juga kegiatan penanaman/transplantasi 5000 pcs karang bekerjasama dengan tim marinir serta kegiatan Pertamina Ecocamp selama dua hari (4-5 Maret 2018) dengan peserta dari berbagai kalangan antara lain dari masyarakat umum, siswa SMA, citizen jurnalism, media blogger, karyawan pertamina dan lain-lain sebanyak 35 orang. Pada kesempatan ini Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III memberikan bantuan CSR kepada pihak Jakarta Animal Aid Network (JAAN) untuk pembangunan sarana prasarana Pusat Sanctuary Elang, pembangunan toilet serta dermaga. Sumber: Balai TN Kepulauan Seribu
Baca Berita

Sinkronisasi Kegiatan Balai TN Tesso Nilo dengan Mitra

Pangkalan Kerinci, 7 April 2018. Senin 02/04/18 Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Mitra melaksanakan pertemuan rapat monitoring kemitraan Tahun 2018. Pertemuan ini untuk melakukan sinkronisasi kegiatan di Kantor Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Dalam pertemuannya, Balai Taman Nasional Tesso Nilo memandu pertemuan yang membahas serta mengevaluasi kegiatan jangka panjang dan jangka pendek yang sudah diagendakan bersama dengan mitra. Tidak hanya pembahasan serta evaluasi kegiatan, dalam pertemuan juga dipaparkan laporan pengelolaan dan kondisi kesehatan gajah di Flying Squad oleh Dokter hewan yang menangani, Drh. Wandha. Usai pemaparan kesehatan gajah, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Bapak Supartono, S.Hut, M.P, menyampaikan gagasan untuk mengaktifkan operasional klinik gajah yang telah dibangun di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo. “klinik gajah itu wujudnya sudah ada, tapi operasionalnya tersendat dan dari itu akan kita aktifkan lagi, Secepatnya akan kita surati apa saja syarat minimal pembangunan klinik” kata Kepala BTNTN. BTNTN dan mitra sepakat bahwa klinik gajah yang telah dibangun akan dioperasionalkan bersama-sama secara aktif. Kepala Balai TN. Tesso Nilo menyampaikan pengaktifan klinik ini rencana besars kedepannya tidak hanya diperuntukkan untuk satwa gajah akan tetapi juga untuk hewan lain dan menjadi rujukan untuk klinik satwa khususnya di kabupaten pelalawan dan provinsi riau. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Desa Wonokitri Siapkan Wisata Desa Edelweis

Malang, 7 April 2018. Role Model Pengembangan Wisata Desa Edelweis berbasis masyarakat Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mempunyai dua lokasi yaitu Desa Ngadisari dan Desa Wonokitri yang merupakan desa penyangga kawasan. Kelompok Desa Wisata Edelweis Wonokitri sudah terbentuk dan diketuai oleh Teguh yang merupakan salah satu warga desa. Saat ini kelompok Desa wisata edelweiss Wonokitri sudah mencoba membuat persemaian edelweiss (Anaphalis spp) sederhana dengan dana swadaya. Teguh selaku ketua kelompok menjelaskan “Persemaian yang dibuat masih coba-coba tapi Alhamdulillah sudah ada yang berbunga, jumlah yang sudah disemai sekitar 800 bibit dengan bibit siap tanam 400 bibit”. Selain itu Teguh menambahkan “Di Desa Wonokitri ini sudah dimulai untuk mewajibkan tiap rumah menanam 5 bibit edelweiss, dan perangkat Desa disini sangat mendukung kegiatan tersebut”. ”Luar biasa semangat teman-teman kelompok, dengan keterbatasan yang ada sudah mampu membuat bibit edelweiss secara mandiri” ujar Tri Cahya Nugroho Kepala Seksi P3 BB TN Bromo Tengger Semeru yang baru saja dilantik dalam kunjungan kerjanya. Pria yang akrab disapa Cahyo ini sangat terkesan dengan perkembangan dan semangat kelompok Desa Wisata Edelweis Wonokitri. Sumber : Tri Cahya Nugroho - Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru Foto : Teguh - Wonokitri
Baca Berita

Patroli Perdana CPNS BKSDA Sumsel Menembus Belantara SM Isau-isau

Lahat, 6 April 2018. Akhirnya 4 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan patroli perdana bersama personil Resort Konservasi Wilayah (RKW) 7 Isau-isau. Suaka Margasatwa (SM) Isau-isau merupakan kawasan konservasi yang dikelola Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat BKSDA Sumsel yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat CPNS BKSDA Sumsel menyusuri jengkal demi jengkal kawasan SM Isau-isau untuk mempelajari skema kerja patroli efektif yang telah rutin dilakukan RKW 7 Isau-isau. Efektif dalam artian bahwa skema patroli yang dilakukan bukan hanya melakukan pengawasan terhadap kondisi dan tekanan kawasan tetapi juga mengambil data potensi kawasan, jasling, kondisi vegetasi, perjumpaan satwa, gangguan kawasan, kondisi sarpras perlindungan hutan, penyuluhan kepada pengguna kawasan secara non prosedural, pendataan gangguan kawasan dan informasi lain yang mendukung dalam pengambilan kebijakan pengelolaan kawasan. Selain itu CPNS BKSDA Sumsel juga mempelajari skema kerja Resort Based Management (RBM) yang telah diterapkan di RKW 7 Isau-isau. Harapan besar CPNS BKSDA Sumsel dapat menghayati perannya sebagai rimbawan tidaklah mudah, penuh tantangan, dan perlu inovasi terutama dalam upaya perlindungan kawasan. Selain itu, skema mengelola masyarakat dalam pengelolaan kawasan yang menempatkan masyarakat sebagai subyek aktif melalui RBM menjadi cara kelola yang dapat dipahami dan menjadi bekal mereka untuk tumbuh menjadi rimbawan yang bekerja dengan hati konservasi. Sumber : Wahid Nurrudin - PEH Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Wilayah Proteksi Dilanggar, Polhut Balai TN Taka Bonerate Adakan Pertemuan

Jinato - Kepulauan Selayar, 6 April 2018. Setelah beberapa malam lalu (04/04), tim patroli malam mendapati beberapa nelayan yang menggunakan panah beroperasi di wilayah proteksi pemancing tradisional. Tim patroli terdiri dari Binsa dan Petugas Resort Jinato Balai TN. Taka Bonerate (TNBTR). Nelayan panah ini memasuki wilayah proteksi nelayan pancing tradisional yang ada di perairan Jinato. Ada lima juragan kapal nelayan panah yang hari ini (06/04) dipanggil oleh Petugas Resort Jinato untuk dilakukan pertemuan. Bertempat di Kantor Desa Jinato dan dihadiri oleh Binsa Jinato, Koordinator Polhut TNTBR, WCS-IP (mitra TNTBR), Staf Desa Jinato, Ketua Masyarakat Mitra Polhut serta Ketua BPD dan Kepala Dusun. Yasri Tahir selaku Koordinator Polhut TNTBR menyampaikan didepan nelayan panah, bahwa pertemuan ini dilakukan untuk membahas kesepahaman pengelolaan perikanan antar masyarakat dan petugas di area proteksi. Mustari selaku Binsa menambahkan, jangan ada yang memprovokasi adanya konflik karena masyarakat Jinato pada umumnya adalah keluarga. Muh. Anwar, Staf desa yang hadir dalam pertemuan ini juga mengharapkan masing-masing nelayan agar tetap konsisten terhadap kesepakatan yg telah disepakati bersama tentang daerah proteksi nelayan pancing tradisional. Lebih lanjut Abdul Rajab Kepala SPTN Wilayah II Jinato mengatakan bahwa diharapkan setiap desa di dalam kawasan menyusun Perdes yang menjadi landasan pengelolaan perikanan di daerah proteksi nelayan tradisional dan didaerah pemulihan kawasan yang ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama dengan Balai TNTBR selaku pemangku dan pengelola kawasan. Sumber : Asri - PEH Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Ratusan Pengamat Burung Berkumpul di Merapi

Sapuangin - Klaten, 6 Maret 2018. Merapi Birdwatching Competition (MBWC) 2018 merupakan event rutin dua tahunan kelima yang dilaksanakan oleh Balai TN Gunung Merapi (TNGM). Pada kesempatan kali ini, hadir 71 tim atau 213 orang yang berasal dari beberapa kota di Indonesia. Pengamat burung ini telah menanti momen untuk bertemu secara nasional sekaligus untuk pengamatan burung bersama selama 3 hari, 6 - 8 April 2018. Pengamat burung hadir dari kota-kota Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Magelang, Kediri, Malang, Surabaya, hingga Sumba Timur. Mereka antusias untuk melakukan pengamatan burung bersama di Sapuangin, Gunung Merapi, karena sisi tenggara Gunung Merapi ini merupakan tempat yang mempunyai keunikan tersendiri. Jenis burung yang teramati juga berbeda dengan Kaliurang, sisi selatan gunung Merapi, tempat MBWC sebelumnya. MBWC tahun ini diselenggarakan di wilayah jalur pendakian Sapuangin TNGM, yang berada di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk sinergisitas Taman Nasional Gunung Merapi bersama masyarakat/pemerintah desa diwakili Basecamp Sapuangin) dan komunitas pengamat burung (PPBJ: Paguyuban Pengamat Burung Jogjakarta). MBWC 2018 diresmikan oleh Kepala Balai TN Gunung Merapi, Ir. Ammy Nurwati, M.M. Lomba ini berhadiah total 14.000.000 rupiah. Juri MBWC ini Dr Karyadi Baskoro dari Universitas Diponegoro Semarang, Swiss Winasis dari Balai TN Baluran serta Imam Taufiqurrahman, direktur Kutilang Indonesia Birding Club (KIBC). *** Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Berita

Balai TN Tambora Gelar Donor Darah Semarakkan Festival Pesona Tambora 2018

Dompu, 6 April 2018. Sebanyak 25 orang staf Balai Taman Nasional (TN) Tambora dan beberapa orang masyarakat setempat melakukan donor darah di Balai TN Tambora. Donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Pesona Tambora 2018. Aksi Donor darah untuk kemanusiaan ini bertujuan membantu menyediakan stok darah di wilayah Dompu. Bekerja sama dengan tenaga medis dari Palang Merah Indonesia dan RSUD Dompu, setiap staf Balai TN Tambora dan masyarakat setempat menyumbang 350 ml darah. Festival Pesona Tambora (FPT) 2018 dimaksudkan untuk mempromosikan Pariwisata Tambora sehingga kedepannya semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Tambora. Festival Pesona Tambora ini merupakan hajat bersama Kementerian Pariwisata melalui dinas pariwisata NTB, Kementrian LHK melalui Taman Nasional Tambora, serta Pemerintah Daerah Setempat. Balai TN Tambora sebagai tuan rumah hajatan, sudah mempersiapkan beragam acara untuk memeriahkan Festival Pesona Tambora tahun ini. Diawali dengan wana trail Tambora dan Pendidikan Konservasi pada tanggal 27-29 Maret 2018 serta donor darah yang digelar hari ini, menambah nuansa yang berbeda pada Festival pesona tambora tahun ini. Masih dalam rangka Festival Pesona Tambora, pada tanggal 8-10 April juga akan dilaksanakan jambore konservasi dan jelazah alam pesona Tambora. Sampai saat ini, sudah lebih dari 600 orang peserta mendaftar jelazah alam pesona tambora dan masih ada waktu 3 hari lagi bagi peserta yang ingin mendaftar. Harapannya, dengan beragam kegiatan ini, pesona keindahan Tambora semakin dikenal di dunia dan target 5000 kunjungan wisatawan ke Tambora tahun ini bisa tercapai. The sound from caldera Sumber : Balai Taman Nasional Tambora
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Ajak Masyarakat Patroli Hutan dan Karhutla

Kuala Renangan, April 2018. Berawal dari sosialisasi pencegahan kebakaran hutan kepada Kepala Dusun Kuala Renangan dan beberapa ketua RT yang dilaksanakan di rumah Kepala Dusun (Kadus), Tim SPW II TN. Tesso Nilo bersama Kadus dan petugas Balai TN. Tesso Nilo melanjutkan dengan kegiatan patroli dikawasan hutan tersisa (28-29 Maret 2018). Selain melakukan patroli juga untuk menetapkan lokasi pos jaga untuk pengamanan hutan tersisa. Selama dua hari berturut-turut patroli, Tim patroli menemukan sekitar 3 areal terbuka yang rawan kebakaran hutan dan lahan pada koordinat 0°17'28.9" S 101°54'57.0"E, 0°16'51.2" S 101°55'16.6"E, dan 0°16'28.0" S 101°54'05.1"E. Menanggapi patroli yang dilakukan bersama, Kadus Kuala Renangan memahami resiko dan konsekuensi dari membakar lahan, untuk itu beliau mengatakan akan bekerjasama mengusut apabila ada warganya yang melakukan pembakaran hutan. Kadus Kuala Renangan juga mendukung lahan-lahan yang terbuka untuk dilakukan kegiatan rehabilitasi. Kegiatan penanaman kembali dengan tanaman hutan dan tanaman bermanfaat oleh pihak TN. Tesso Nilo. “Tim Sudah menyerahkan 1 buah spanduk pencegahan karhut kepada kadus dari Tim SPW II untuk dipasang di sekitar rumah kadus, selanjutnya dukungan dan kerjasama dari Kadus setempat kita harapkan untuk saling bersinergi dengan tujuan bersama dalam menuntaskan kebakaran hutan dikawasan Taman Nasional” terang Tm SPW II, Ibram Eddy Chandra, S.Hut, M.Sc. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BBTN Bromo Tengger Semeru Tour Susur Sungai Mahakam di Indogreen Hari Kedua

Samarinda, 6 April 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya panitia penyelenggara pameran indogreen memberikan kesempatan kepada peserta pameran Indogreen pengalaman dan pengetahuan kepada peserta. Indogreen 2018, panitia memberikan kesempatan untuk mengenal lebih jauh sungai Mahakam agar peserta pameran yang berasal dari seluruh nusantara mendapat pengalaman dan pengetahuan tentang sungai terlebar di kalimantan (sungai Mahakam) serta budaya-budaya adiluhung yang dimiliki Kalimantan Timur khususnya Samarinda. Tour Susur Mahakam dilaksanakan dihari kedua penyelenggaraan Pameran Indogreen 2018 (6 April 2018) yang dimulai dari Darmaga Samarinda Hilir Pasar Pagi Kota Samarinda menuju Kutai Lama. Susur Mahakam diikuti 110 peserta perwakilan beerapa instansi yg mengikuti pameran indogreen yang di tempu sekitar 2 jam menggunakan kapal pesiar "Pesut Etam". Sepanjang perjalanan peserta di suguhi pemukiman di pinggir sepanjang sungai Mahakam yang merupakan pemukiman khas diwilayah Kalimantan Timur. Menurut pemandu eksotisme Mahakam akan terlihat pada sore atau malam hari. Sesampainya di darmaga peserta di sambut dengan tarian penyambutan Tari Jepen yang di persembahkan para gadis Kutai. Perjalanan dilanjutkan ke Ziarah makam Habib Hasyim bin Musaiyah yg bergelar Tunggang Parangan yang terkenal karena mengislamkan raja Kutai keenam yaitu Raja Mahkota Islam sehingga beliaulah Raja Kutai pertama yang memeluk Islam. Kunjungan kedua di makam Raja Mahkota Islam dan putranya yaitu Raja Aji Dilanggar yg bergelar Raja Janggut Kawat. Sepanjang kunjungan budaya tersebut peserta merasa kagum dengan budaya masyarakat kutai lama terutama setelah masuknya agama islam di kawasan tersebut. Meskipun secara geografis terpisah dari Samarinda para penduduknya mampu bertahan hidup sebagai nelayan operator Kapal Pesiar dan Guide para tamu yg datang untuk berwisata menyusurii mahakam yang mulai marak dan diminati wisatawan lokal dan mancanegara menggunakan kapal pesiar 2 lantai bernama "Pesut ETam. Susur Mahakam merupakan interaksi positif antara panitia pameran dan peserta pameran Indogreen ini sehingga ada mutualisme pengetuhuan dan pengalaman peserta Pameran Indogreen 2018 khususnya mengenai daerah dimana kegiatan Pameran Indogreen di selenggarakan. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Petugas Jinato Menyita Bubuh Tindis

Jinato - Kepulauan Selayar, 6 April 2018. Bubuh Tindis adalah alat tangkap ikan yang termasuk ramah lingkungan. Alat tangkap yang ditenggelamkan dengan cara ditindis dengan pemberat. Namun terkadang merusak karena kadang nelayan yang nakal melegalkan segala cara untuk menenggelamkannya. Seperti yang petugas lapangan temukan saat melakukan monitoring kondisi transplantasi karang (04/04) , menemukan sebuah bubuh Tindis yang menggunakan terumbu karang sebagai pemberat. "Kami lagi mengecek kondisi transplantasi yang lama, kami temukan bubuh ini mememaki batu karang sebagai pemberat" Jelas Gunawan Petugas Resort Jinato. Kini bubuh itu disita dan diamankan di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Jinato. "Sekarang teman di resort Jinato lagi mengkonfirmasi ke Desa, terkait kepemilikan bubuh, namun sampe sekarang belum ada yang mengaku" Ucap Abdul Rajab Kepala SPTN II Jinato. Sumber : Asri - PEH Balai TN Takabonerate
Baca Berita

Survey Kehati & Sosek Balai TN Kayan Mentarang

Malinau, 6 April 2018. Setelah melaksanakan survey sosial ekonomi dan Biodiversity di kawasan dan penyangga TN Kayan Mentarang selama 2 minggu, peneliti dari Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (ECOSITROP) presentasikan hasil survey di Kantor Balai Taman Nasional Kayan Mentarang. Survey yang berlangsung dari tanggal 5 desember 2017 hingga 5 Februari 2018 itu menghasilkan ragam informasi Kehati dan sosial ekonomi yang kemudian di tuangkan dalam sebuah karya tulis yang di kembangkan oleh Ecositrop. Itulah yang kemudian menjadi bahan materi dalam Seminar Balai TN Kayan Mentarang kemarin (kamis,5/4). yang di hadiri oleh perwakilan DP3K TNKM, FOMMA, FORCLIME-FC, WWF Indonesia, KPH Malinau, dan DLH serta beberapa ASN Balai TN Kayan Mentarang. Dimana yang menjadi narasumber pada seminar tersebut adalah 2 orang peneliti Ecositrop. Yakni Yaya Rayadin selaku Scientific Coordinator Ecositrop dan Supriadi selaku Social Coordinator and Management Conflict Ecositrop. Dalam Seminar tersebut Yaya Rayadin membeberkan hasil penelitian timnya yang dapat memperkaya dan melengkapi buku-buku yang telah ada sebelumnya. Baik yang di tulis oleh WWF beberapa tahun lalu, maupun yang menjadi rujukan BTNKM dalam merancang program kedepan. Di antaranya ialah, inventarisasi Keanekaragaman Hayati (Kehati) kekinian dalam kawasan TNKM, secara khusus di sekitar Kecamatan Bahau Hulu dan Kecamatan Pujungan yang menjadi lokasi survey. Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Johnny Lagawurin yang menginisiasi Seminar tersebut mengungkapkan bahwa perlu ada kesinambungan dari penelitian di kawasan TNKM lainnya di tingkat tapak. Mengingat kawasan tersebut belum terjamah secara detail untuk keperluan inventarisasi kehati maupun pengaruhnya terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan dan penyangga TN Kayan Mentarang. “Hal seperti ini perlu kita kembangkan bersama dengan skema kolaboratif untuk tujuan Inventarisasi dan kepentingan lain yang dapat menunjang pengelolaan di tingkat tapak.” Ungkap Johnny Lagawurin merespon presentasi yang di sampaikan oleh Yaya Rayadin. Untuk di ketahui, Tim peneliti yang melaksanakan survey tersebut berjumlah 22 orang yang terdiri dari Ecositrop 12 Orang, Balai TN Kayan Mentarang 6 Orang dan Masyarakat Adat 4 Orang. Dengan metode penelitian yang sangat beragam dari masing-masing kehati baik flora maupun fauna. di antaranya Pengamatan langsung, tidak langsung, rekaman kamera trap, hingga analisa data dan pengujian sampel. Sumber : Balai Taman Nasional Kayan Mentarang
Baca Berita

BBKSDA Jatim Bersama Polda Jatim Ungkap Perdagangan Illegal Puluhan Burung Dilindungi

Surabaya, 6 April 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Polda Jatim adakan Pers Release terkait tindak pidana perdagangan illegal satwa liar dilindungi UU. Hal ini sebagai keberhasilan mengungkap peredaran dan perdagangan illegal satwa liar dengan barang bukti sejumlah 57 ekor burung berbagai jenis serta 2 tersangka yang berhasil diamankan. Barang bukti burung dititipkan di kantor BBKSDA Jatim dan tersangka menjalani proses hukum di Polda Jatim. Kepala Balai Besar KSDA Jatim Nandang Prihadi menyatakan pihaknya masih mengkoordinasikan apakah hewan tersebut dikembalikan lagi ke asal yakni Indonesia Timur atau ada langkah lain. "Para tersangka kita jerat pasal 21 ayat (2) tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ujarnya. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

HUT Provinsi Sulteng ke-54, Balai KSDA Sulteng Ikut Kerja Bakti Massal

Palu, 6 April 2018. Memperingati HUT Provinsi Sulawesi Tengah ke – 54 Tahun 2018, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan kerja bakti kebersihan massal di sepanjang jalan lingkar lokasi Eks STQ Jabal Nur Palu dan Penghijauan di Jalan Penggaraman Pantai Talise pada jumat pagi, tanggal 6 April 2018. Kerja bakti massal melibatkan lembaga, instansi pemerintah baik pusat maupun daerah lingkup Provinsi Sulawesi Tengah ini telah dibagi berdasarkan lokasi target areal pembersihan. Balai KSDA Sulawesi Tengah ikut berpartisipasi dibawah arahan Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, Ir. Noel Layuk Allo, MM, dan seluruh karyawan Balai KSDA Sulawesi Tengah melaksanakan kerja bakti massal secara tertib, aman dan lancar. Dalam pelaksanaannya, sampah-sampah hasil kerja bakti dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik besar kemudian diangkat dan di letakkan di lokasi yang mudah untuk diangkut oleh mobil kebersihan, hal ini menghindari pembakaran sampah yang akan mencemari lingkungan, mengganggu arus lalu lintas dan masyarakat sekitar. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

Kurang dari 24 Jam, Kasus Pembantaian 4 Beruang Madu Terungkap

Pekanbaru, 6 April 2018. Respon cepat ditunjukkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal ini Balai Besar KSDA Riau, Balai Gakkum Seksi Wilayah 2 Sumatera di Pekanbaru bekerjasama dengan Polres Indragiri Hilir mengungkap kasus viral pembantaian satwa yang dilindungi empat ekor Beruang madu (Helarctos malayanus). Senin (2/4), setelah mendapat laporan kejadian viral di media sosial mengenai tindakan pembantaian satwa tersebut oleh beberapa oknum yang terekam dengan jelas dalam sebuah unggahan vidio, Balai Besar KSDA Riau segera menghubungi Balai Gakkum Seksi Wilayah 2 Sumatera dan ditindaklanjuti dengan turunnya intelejen Balai Gakkum ke lokasi kejadian di Kec. Tempuling, Kab. Indragiri Hilir. Berdasarkan hasil pemantauan intelejen Balai Gakkum Wilayah 2 Sumatera diketahui bahwa informasi tersebut valid. Dan diduga pelaku adalah masyarakat Desa Tempuling Blok B. Sebanyak 5 personil Balai Besar KSDA Riau Bidang Wilayah I, 5 personil Balai Gakkum Wilayah 2 Sumatera dan 8 personil Polres Indragiri Hilir bergerak cepat menuju lokasi yang dituju. Setibanya di lokasi tim langsung melakukan pengembangan. Lokasi tidak dapat dijangkau dengan menggunakan roda 4 sehingga Kepala Desa Tunas Karya segera mengupayakan tujuh sepeda motor untuk turun ke lokasi. Dikarenakan pelaku antara satu dan lainnya berbeda tempat tinggal dimana masing masing berjarak kurang lebih 2 killometer, maka tim mengambil satu persatu terduga pelaku beserta barang buktinya. Disebabkan oleh kondisi jalan dan cuaca yang kurang mendukung maka penjemputan baru dapat diselesaikan sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu tim beserta terduga pelaku dan barang bukti menuju ke Polres Indragiri Hilir untuk dilakukan identifikasi dan pemberkasan BAP awal masing masing terduga pelaku. Sekitar jam 02.30 WIB Tim beserta barang bukti dan terduga pelaku meluncur ke Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut dengan ancaman sanksi melanggar UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau, Balai Gakkum Wilayah 2 Sumatera dan Polres Indragiri Hilir yang cepat, tepat dan sigap dalam melakukan penangkapan terhadap oknum oknum tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

“Wow” 6.000 Bibit Siap Tanam Untuk Desa Wisata Edelweis Ngadisari

Malang, 6 April 2018. Desa Ngadisari merupakan salah satu lokasi Role Model Pengembangan Wisata Desa Edelweis berbasis masyarakat Balai Besar TN Bromo Tengger (BBTN BTS). Salah satu langkah untuk mewujudkan mimpi itu adalah dengan pembuatan persemaian tanaman edelweis (Anaphalis spp). Sunarip, sebagai ketua Kelompok Desa Wisata Edelweis Ngadisari menyatakan “Saat ini sudah diusahakan pembibitan edelweis melalui biji, biji itu didapat dari mengeringkan bunga edelweis selama kurang lebih 3 hari. Persemaian yang ada di Desa Ngadisari saat ini sudah ada sekitar 6.000 bibit yang siap tanam”. Selain itu menurut keterangan Sunarip, sudah dipersiapkan lahan untuk penanaman” Kami hari ini sudah melakukan pembersihan lahan sekitar Rumah Adat Ngadisari, tadi sudah ditanam 150 bibit edelweis sebagai ucicoba”. Dilain Pihak John Kenedie selaku Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru menekankan “dampingi terus kelompok Desa Wisata Edelweis sampai berhasil, tahun 2018 harus jadi”. Role Model Pengembangan Wisata Desa Edelweis itu sendiri bertujuan untuk melestarikan keberadaan bunga edelweiss (Anaphalis spp) secara exsitu di desa penyangga TNBTS, meningkatkan dukungan dan peran serta masyarakat dalam pelestarian edelweis (Anaphalis spp) dan membentuk desa wisata edelweiss sebagai diversifikasi obyek wisata di luar kawasan TNBTS. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

15 Kepala Resort BBKSDA Sulsel Paparkan Wilayah Kerjanya

Makassar, 6 April 2018. 15 kepala resort yang bertugas sebagai ujung tombak pengelolaan kawasan konservasi dibawah Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menghadiri Rapat Koordinasi pengelolaan kawasan konservasi berbasis resort (RBM) di kantor Balai. Mereka bergantian memberikan presentasi tentang wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka dihadapan Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Teknis dan Kepala Bidang Wilayah I Palopo yang menjadi panelis pada sesi presentasi ini. Dalam presentasinya, kepala-kepala resort tersebut memaparkan sejarah kawasan, kegiatan yang telah dilaksanakan dan menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan serta faktor yang menghambat pelaksanaan pengelolaan kawasan konservasi yang berada pada resort mereka masing-masing. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc mengingatkan pada para petugas dilapangan untuk mengimplementasikan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yang disampaikan oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc pada workshop penyusunan buku “State of Indonesian Forest” tahun lalu di Bogor. Beliau juga memberikan apresiasi pada petugas resort yang berhasil melaksanakan pendekatan persuasif pada masyarakat yang berada disekitar kawasan konservasi sehingga pengelolaan kawasan konservasi diwilayah kerja Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan semakin inklusif dan bermanfaat. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Menampilkan 8.305–8.320 dari 11.140 publikasi