Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kejadian Luar Biasa Kematian Penyu Di Pantai Belacan Kec. Paloh Kabupaten Sambas

Pontianak, 9 April 2018. Berdasarkan informasi dari media sosial pada tanggal 6 April 2018 tentang kematian seekor penyu di pesisir Pantai Paloh, Balai KSDA Kalimantan Barat menugaskan staf dari Resort Paloh bersama-sama dengan WWF Kalimantan Barat yang berkedudukan di Paloh untuk melakukan patroli perlindungan dan pengamanan terhadap satwa (khususnya jenis penyu) di sepanjang pantai pendaratan penyu di luar kawasan TWA Tanjung Belimbing. Selama patroli tersebut petugas menemukan 10 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) mati. Keesokan harinya ditemukan 1 ekor penyu sisik (Eretmochelys imbricata) mati di lokasi yang tidak jauh dari lokasi ditemukan kematian penyu sebelumnya. Pada saat patroli tersebut, tim juga menemukan beberapa gumpalan tar aspal dan sampah dalam jumlah yang cukup banyak di pinggir pantai. Menyikapi hal yang luar biasa tersebut, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut, MT menurunkan tim yang terdiri dari Kepala Seksi Konservasi Wilayah III beserta jajarannya di Resort Paloh, Drh. Wahyu (Dokter Hewan pada Balai KSDA Kalbar), diikuti juga dari Badan Pengelola Sumber Daya Pesisir (BPSPL) serta tim WWF Kalbar untuk melakukan nekropsi/ pembedahan pada penyu tersebut. Pada saat dilakukan nekropsi, kondisi penyu tersebut telah mengalami pembusukan sehingga tim hanya melakukan nekropsi secara makroskopis yakni dengan melihat secara langsung, dikarenakan perubahan secara patologi anatomi ataupun histopatologinya sudah tidak bisa teramati. Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan pada 5 sampel penyu yang terdiri dari 4 penyu hijau (Chelonia mydas) dan 1 jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata), terdapat 4 penyu positif terdapat endapan tar /aspal pada organ tubuh penyu. Terhadap hasil nekropsi tersebut indikasi kematian penyu disebabkan karena menelan tar/aspal. Kejadian penyu mati di sepanjang pesisir Pantai Paloh, tidak hanya terjadi baru-baru ini. Dalam kurun waktu 2 bulan, di bulan Februari-Maret 2018 ditemukan 10 bangkai penyu dan 3 diantaranya telah dilakukan nekropsi. Dalam beberapa waktu ke depan, BKSDA Kalimantan Barat telah merencanakan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain mengumpulkan data dan informasi terkait asal-usul tar/aspal dan sampah yang mencemari perairan sekitar Pesisir Paloh dan aksi bersih-bersih pantai bersama para pihak, bahkan jika dipandang perlu akan dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kualitas air laut dan uji kimia sample cairan hitam yang diduga aspal tersebut. Dalam kesempatan konfrensi press, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Kalimantan Barat untuk lebih peduli terhadap kelestarian penyu maupun satwa-satwa liar lainnya. Pantai sepanjang 63 kilometer di Pesisir Paloh merupakan habitat pendaratan terbesar penyu di Kalimantan Barat. Tidak hanya populasi penyu yang saat ini terancam, bahkan habitat penyu pun ikut terancam dengan adanya aktivitas konversi lahan untuk berbagai peruntukan seperti pengembangan dan pembangunan wilayah. Diharapkan dengan kepedulian kita akan konservasi penyu, kelestarian penyu akan terwujud. Hal ini mengingat penyu saat ini berstatus Apenddix I CITES yang berarti keberadaannya di alam terancam punah, dan juga masuk ke dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan PP 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Namun demikian pemberian status perlindungan saja tidak cukup, jika tidak diiringi dengan tindakan nyata dalam melakukan upaya-upaya konservasi. Salah satu upaya nyata yang kami lakukan adalah adanya program pelestarian penyu melalui “Suaka Penyu”, di mana sarpras pendukungnya telah dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui KSDA Kalimantan Barat di TWA Tanjung Belimbing, Paloh. Diharapkan dengan adanya Suaka Penyu tersebut kegiatan-kegiatan pelestarian penyu baik yang berada di dalam kawasan konservasi (TWA Tanjung Belimbing) maupun di luar kawasan konservasi dapat saling bersinergi. Terkait pengelolaan suaka penyu tersebut, dalam waktu dekat Balai KSDA Kalimantan Barat akan mengundang berbagai pihak di antaranya Pemerintah Kabupaten Sambas, perguruan tinggi, instansi terkait, mitra konservasi serta masyarakat Kecamatan Paloh untuk “ngobrol” membahas pelaksanaan program suaka penyu ke depan. Terkait informasi lebih lanjut Balai KSDA Kalimantan barat telah membuka telp. Pengaduan tumbuhan dan satwa liar melalui sambungan telp. Dengan nomor 08115776767 atau melalui 0561 735635. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

5 PNS Balai Besar KSDA Riau Terima Penghargaan dari Polres Indragiri Hilir

Pekanbaru, 9 April 2018. Hari ini (9/4/18) lima PNS Balai Besar KSDA Riau, Bidang KSDA Wilayah I menghadiri undangan Kapolres Indragiri Hilir, Christian Rony Putra, SIK., M.H. untuk menerima penghargaan dalam membantu penanganan terhadap perburuan hewan yang dilindungi yaitu 4 ekor Beruang madu (Helarctos malayanus) di Kec. Tempuling, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan oleh Kapolres Indragiri Hilir pada hari Senin (9/4) di halaman Mapolres Indragiri Hilir. Adapun kelima PNS tersebut adalah: Zulkifli (Polhut Pelaksana Lanjutan), Sehat Nasution (Polhut Pelaksana), Parmohonan (Pengolah Data Pengembangan dan Pemanfaatan ESH dan E), Suslamat (Penata Usaha Umum) dan Sohor (Tenaga Kontrak KPHKN SM Kerumuta). Sebagaimana diketahui respon cepat ditunjukkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal ini Balai Besar KSDA Riau, Balai Gakkum Seksi Wilayah 2 Sumatera bekerjasama dengan Polres Indragiri Hilir mengungkap kasus viral pembantaian satwa yang dilindungi empat ekor Beruang madu. Bahkan pelaku berhasil diringkus beserta barang buktinya kurang dari 24 jam. Saat ini empat pelaku dititipkan di rutan Polda Riau dengan proses penanganan perkara ditangani oleh Seksi Wilayah 2 Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera dengan ancaman sanksi melanggar UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono menyampaikan selamat dan ucapan terima kasih kepada kelima PNS Balai Besar KSDA Riau, Bidang KSDA Wilayah I yang telah dengan cepat, tanggap dan tepat dalam berperan turut mengamankan keempat pelaku pembantaian beruang madu beserta barang buktinya tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Pergantian Pejabat BBKSDA Papua

Jayapura, 10 April 2018. Balai Besar KSDA Papua (BBKSDA Papua) menyelenggarakan Acara Serah Terima Jabatan pada Senin, 9 April 2018 di Aula BBKSDA Papua, Jayapura. Sertijab dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Eselon III Provinsi Papua, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Kepala UPT Lingkup UPT KLHK Provinsi Papua, pejabat Eselon III dan IV Lingkup UPT KLHK Provinsi Papua, Kepala Seksi Gakkum Wilayah III Jayapura, Koordinator USAID Lestari, Project Manager WWF Indonesia Program Papua, Pimpinan Intsia Papua, Ketua DAS/LMA Cycloop-Youtefa, Ketua CPA Hiroshi, Ketua MMP, Dharma Wanita Persatuan BBKSDA Papua dan tamu undangan lainnya. “Terima kasih kepada pejabat yang telah mengabdikan diri pada BBKSDA Papua terutama pada konservasi di tanah Papua” ujar Ir. Timbul Batubara.,M.Si Kepala Balai Besar KSDA Papua. Beliau menambahkan bahwa dalam konservasi tidak dapat bekerja sendiri sehingga harus menjalin kerjasama dengan pihak lain, sehingga berbagai upaya dalam mendapatkan perhatian, dukungan sangatlah diperlukan. Adapun pejabat yang melakukan serah terima sesuai Nomor SK. 154/MENLHK/SETJEN/PEG.2/3/2018 Tanggal 15 Maret 2018 Tentang Pengisian dan Mutasi Jabatan Pengawas (Eselon IV) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal ini Lingkup BBKSDA Papua atas nama David Kalo dengan jabatan lama sebagai Kepala Sub Bagian Umum pada BBKSDA Papua dimutasikan sebagai Kepala Sub Bagian Program pada Balai P3E Ekoregion Papua Maluku, Diah Warastuti, S.P dengan jabatan lama sebagai pejabat Fungsional PEH Muda dengan jabatan baru sebagai Kepala Sub Bagian Umum pada BBKSDA Papua, selanjutnya Mariana C.R Maria, S.Hut dengan jabatan lama sebagai Analis Data Pada Seksi P3pada BBKSDA Papua dimutasikan sebagai Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan pada Bidang Teknis Balai Besar Teluk Cenderawasih di Manokwari. Eselon III yang melakukan sertijab sesuai dengan Nomor SK. 153/MENLHK/SETJEN/PEG.2/3/2018 Tanggal 15 Maret 2018 Tentang Pengisian dan Mutasi Jabatan Administrator (Eselon III) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atas nama Ir. Ahmad Yani dengan jabatan lama sebagai Kepala Bidang Teknis pada BBKSDA Papua dimutasikan sebagai Kepala Bidang KSDA Wilayah II pada Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, sedangkan Kepala Bidang Teknis KSDA yang baru adalah Askhari Dg. Masikki, S.Hut yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SKW I Pada Balai KSDA Sulut. Sumber : Kurnianingsih - Polhut BBKSDA Papua & Diah Warastuti, S.P
Baca Berita

Hasil Merapi Birdwatching Competition 2018

Sapuangin – Klaten, 8 April 2018. Merapi Birdwatching Competition (MBWC) 2018 6 – 8 April 2018 yang terselenggara atas sinergitas kerjasama Balai TN Gunung Merapi dengan Basecamp Saupangin serta Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) telah terlaksana dengan baik dan sukses. Rangkaian acara kegiatan, mulai dari sub lomba pengamatan burung dan sub lomba kuis (kuis gambar, kuis suara dan pengetahuan umum), serta lomba tambahan berupa lomba fotografi telah terlaksana dengan baik. Sebanyak 71 tim (atau sebanyak 211 orang peserta) yang berasal dari berbagai kota, juga berasal dari berbagai komunitas pengamat burung di Indonesia, berkumpul untuk bersama berlomba demi yang terbaik. Pada akhir acara, para juri Dr Karyadi Baskoro (dosen Biologi Universitas Diponegoro Semarang), Swiss Winasis (PEH TN Baluran), serta Imam Taufiqurrahman (Direktur Kutilang Indonesia Birding Club) dibantu oleh sie lomba menetapkan juara 1 hingga juara 3, sebagai berikut : Juara I Tim No 50 Mbak Via, Bantul, sedangkan juara II Tim No 28 MBWC, Surabaya, dan juara III Tim No 10 BBC, Yogyakarta. Sedangkan untuk lomba tambahan fotografi, dinilai oleh Dr Irwandi (ISI Yogyakarta), Ruky Umaya dan Irwan Yuniatmoko memutuskan bahwa Foto Landscape Terbaik Tim no 5 : Biota Sekitar Kita Kediri Raya (BSKKR) Kediri, Foto Flora Terbaik : Tim no 44 : Pejuang Laprak, Universitas Negeri Jakarta serta Foto Fauna Terbaik : Tim no 70 : Munia, Fakultas Biologi UGM Yogyakarta. Event dua tahunan ini menjadi event yang ditunggu para komunitas pengamat burung, dan semoga di tahun 2020 dapat terlaksana lagi di Merapi. Sampai jumpa di tahun 2020.*** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Tingkatkan PNBP, Balai TN Karimunjawa Audiensi dengan Bupati Jepara

Jepara, 9 April 2018. Audiensi bersama Bupati Jepara dihadiri Dinas Pariwisata, Pemukiman, Perhubungan, Pendapatan Daerah, Lingkungan Hidup, Bappeda Jepara, Syahbandar, Camat Karimunjawa serta para Kepala Seksi dan pejabat fungsional Balai TN Karimunjawa guna membahas pengelolaan TN Karimunjawa dan PNBP pada 9 April 2018. Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa; Bapak Agus Prabowo, SH, M.Si. memaparkan bahwa PNBP di Taman Nasional Karimunjawa masih rendah. Hal ini disebabkan karena Taman Nasional Karimunjawa kawasannya sebagian besar berupa lautan (open akses). Satu tahun terakhir Balai Taman Nasional Karimunjawa bekerjasama dengan Pelindo Tanjung Mas Semarang dan melakukan penarikan tiket masuk di pelabuhan Tanjung Mas terhadap wisatawan yang ke Taman Nasional Karimunjawa melalui Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Saat ini, Pelindo Tanjung Mas Semarang mensyaratkan penarikan PNBP di Tanjung Mas Semarang dengan sistem non tunai/cashless, sehingga penarikan PNBP secara langsung tidak lagi bisa dilakukan. Melalui Audiensi tersebut kepala Balai mengharapkan dukungan/ rekomendasi dari Bupati Jepara untuk penarikan tiket PNBP di Pelabuhan Jepara atau Pelabuhan Karimunjawa. Bupati Jepara memberikan apresiasi atas upaya pengelolaan Taman Nasional Karimunjawa, namun mengenai penarikan PNBP di Pelabuhan belum bisa diputuskan dalam pertemuan tersebut. Kabupaten Jepara justru saat ini sedang berencana untuk menghapus penarikan tiket masuk obyek wisata di Kabupaten Jepara. Sumber : Balai Taman Nasional Karimunjawa
Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Jalin Kerjasama Kembali Dengan Masyarakat Desa Adat Wana Posangke

Taronggo - Morowali, 9 April 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah kembali menjalin kerjasama penguatan fungsi pengelolaan CA. Morowali khususnya diwilayah hutan adat dengan kelompok masyarakat adat wana posangke. Penyusunan perjanjian kerjasama ini dilakukan di Balai Desa Taronggo Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu role model Balai KSDA Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Sebagai langkah awal pengelolaan bersama dilakukan penyusunan perjanjian kerjasama untuk memayungi secara hukum kegiatan pengelolaan di dalam hutan adat di CA.Morowali. Hutan adat Wana Posangke sendiri ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sesuai dengan surat keputusan Nomor : 6747/MENLHK-PSKL/KUM.1/12/2016 tanggal 28 Desember 2016. Kegiatan ini diawali pembukaan oleh Kepala Desa Taronggo yang dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Poso dan diskusi penyusunan perjanjian kerjasama oleh Supardi Lasaming dari Yayasan Merah Putih. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat hutan adat wana posangke, Yayasan Merah Putih, Yayasan Lentera Cita Bangsa, Yayasan Alisintove, Yayasan Jari Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Balai Ksda Sulawesi Tengah, Lembaga Pengelolaan Hutan Adat Wana Posangke dan Pemerintah Desa Taronggo mengenai perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan hutan adat wana posangke di CA.Morowali. Sumber : Balai KSDA Sulawesi TengahPosang
Baca Berita

6 Mahasiswa Poltek Negeri Bali Selesaikan PKLnya di TN Taka Bonerate

Kepulauan Selayar, 9 April 2018. Dua bulan mahasiswa Politeknik Negeri Bali Program Diluar Domisili (PDD) Kabupaten Kepulauan Selayar, Prodi Usaha Perjalanan Wisata telah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan di Balai TN. Taka Bonerate. Ada enam mahasiswa PKL yang disebar di dua Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Didampingi oleh dosen-dosen pembimbing mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Balai TN Taka Bonerate yang telah membimbing dan membagi ilmu selama PKL. Kedepan semoga hubungan kerja sama dan silaturahmi ini terjalin terus, uncap Pincara salah satu pembimbing. "Semoga pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman selama di sini dapat bermanfaat" ucap Kepala Balai Faat Rudhianto kepada mahasiswa. Faat menambahkan, jika ada perguruan tinggi yang ingin melakukan magang, praktek kerja lapangan, kami terbuka dan siap menerima. Sumber : Asri - PEH Balai TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Penyegaran 35 Polhut Balai TN Tesso Nilo

Pekanbaru, 9 April 2018. Polisi Hutan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) lakukan kegiatan diklat penyegaran. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meng-Upgrade dan me-refresh pengetahuan Polisi Hutan di lingkungan Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Kegiatan ini bekerja sama dengan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan kehutanan di kota Pekanbaru. Tak hanya satu hari, Diklat Penyegaran dilaksanakan selama 3 hari hingga tanggal 11 April 2018 ditempat yang sama. Pelaksanaan kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Bapak Supartono,S.Hut, M.P didampingi oleh Kepala Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pekanbaru beserta jajaran. Diikuti sebanyak 35 orang Polisi Hutan, selama 30 jam peserta terima pelajaran materi teori dan materi praktek. Sejumlah materi yang disampaikan diantaranya kebijakan Kementerian LHK dibidang perlindungan dan pengamanan hutan, peraturan perundang undangan dibidang limpamhut, penanganan tindak pidana kehutanan, teknik mediasi, patroli berbasis Android, action plan serta latihan menembak. Materi diberikan langsung oleh narasumber professional dari Balai Diklat LHK Pekanbaru, BPPH LHK Wilayah II Sumatera, Balai Besar KSDA Riau, dan Instruktur Sekolah Kepolisian Negara Pekanbaru. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Workshop Pembuatan Zonasi Region Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua

Panakukang, 9 April 2018. Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam bekerja sama dengan BIJAK-USAID menyelenggarakan Workshop Penyusunan Dokumen Zona/Blok Pengelolaan KSA/KPA dan Pendokumentasian Pembelajaran proses pembuatan Zoning/Bloking Tahun 2018 yang dilaksanakan selama (5 hari) terhitung tanggal 9 April 2018 s.d 13 April 2018. Adapun peserta yang diundang dalam workshop ini berasal dari 13 UPT, yaitu BBKSDA Sulawesi Selatan, BBKSDA Nusa Tenggara Timur, BBKSDA Papua Barat, BBKSDA Papua, BKSDA Kalimantan Tengah, BKSDA Kalimantan Timur, BKSDA Maluku, BKSDA Nusa Tenggara Barat, BKSDA Sulawesi Tengah, BTN Bantimurung Bulusaraung, BTN Komodo , BTN Gunung Palung, BTN Tanjung Puting. Workshop Penyusunan Dokumen Zona/Blok Pengelolaan KSA/KPA dan Pendokumentasian Pembelajaran proses pembuatan Zoning/Bloking Tahun 2018 diawali dengan acara pembukaan yang dilaksanakan di hotel Swiss Bellin Panakukkang Makassar yang dibuka Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Ibu Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. "Bapak Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sulsel mengingatkan bahwa adanya hutan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, hal ini tidak akan tercapai apabila dalam proses perencanaan, kita tidak berhasil membuat rancangan zonasi/blok yang disahkan oleh Direktur Jenderal KSDAE. Rancangan blok/zonasi menjadi landasan awal untuk terbukanyaakses bagi pihak apakah itu untuk izin usaha, rehabilitasi, pembangunan-pembangunan, jadi betapa pentingnya zona/blok ini” ujar Listya pada sambutannya. Pemahaman masyarakat yang terus meningkat akan tatakelola kehutanan yang baik sehingga menjadikan pemerintahan yang baik pula, itu memaksa kita agar memiliki rancangan zona/blok untuk kawasan konservasi sebelum dapat diberikannya akses untuk kegiatan-kegiatan. Oleh karena itu saya berdoa semoga kegiatan yang juga di bantu USAIDBIJAK dapat menjadi sarana untuk mempercepat tugas penataankawasan konservasi dengan komitmen kita semua, hal itu dapattercapai dan kita selesaikan bersama tambah Listya. Setelah acara pembukaan Workshop Penyusunan Dokumen Zona/Blok Pengelolaan KSA/KPA dan PendokumentasianPembelajaran proses pembuatan Zoning/Bloking Tahun 2018 ,dilanjutkan dengan arahan teknis serta pembinaan kepadapeserta workshop oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno , MSc . Di penghujung acara, Pak Dirjen berkenan memberikanbuku Sepuluh Cara (Baru) Mengelola Kawasan Konservasi di Indonesia kepada perwakilan peserta. Sumber : Mugiharto HP, SHut M.Si - PEH Muda Direktorat PIKA
Baca Berita

Kali Ke-6 BBKSDA Jawa Barat Naik Panggung di Ajang 1 Dasawarsa Indogreen

Bandung, 9 April 2018. “Indogreen Environment & Forestry Expo (IEFE)” merupakan salah pameran Kehutanan dan lingkungan terbesar di Indonesia, yang diselenggarakan sejak tahun 2009, tahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan IEFE yang ke-10 (dasawarsa) yang dilaksanakan di Samarinda Convention Hall Kota Samarinda - Kalimantan Timur pada tanggal 5 – 8 April 2018. Di tahun ini, merupakan kali ke-7 Balai Besar KSDA Jawa Barat mengikuti IEFE, dengan stand pameran yang menampilkan berbagai barang dari Tumbuhan dan Satwa Liar yang merupakan hasil/produksi dari perusahaan binaan Balai Besar KSDA Jawa Barat, informasi potensi Obyek Daya Tarik Wisata Alam lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat, produk kerajinan masyarakat sekitar kawasan konservasi binaan Balai Besar KSDA Jawa Barat dan game edukasi konservasi serta booth swafoto 3D. Dari tujuh kali mengikuti IEFE sejak tahun 2012, enam kali Balai Besar KSDA Jawa Barat meraih penghargaan sebagai stand terbaik mulai dari peringkat 3 sampai dengan puncaknya pada tahun 2015 – 2017 berturut-turut mendapat penghargaan sebagai stand terbaik 1, sedangkan pada tahun 2018, ini Balai Besar KSDA Jawa Barat mendapat penghargaan sebagai stand terbaik 3, walaupun terjadi penurunan tetapi Balai Besar KSDA Jawa Barat berhasil membuktikan “kami bukan hanya bisa menang di kandang sendiri”. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Elang Bondol dan Hutan Kota Kabupaten Ketapang

Ketapang, 9 April 2018. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang melakukan pelepasliaran 1 (satu) ekor satwa Elang Bondol (Haliastur indus) di hutan kota Kabupaten Ketapang. Satwa tersebut berasal dari penyerahan masyarakat Desa Mulia Baru Kec. Delta Pawan Kab. Ketapang. Sebelumnya, satwa tersebut telah melalui tahapan rehabilitasi selama 1 (satu) minggu di kandang transit SKW I Ketapang, untuk mengembalikan sifat liarnya. Sifat ini diperlukan untuk dapat bertahan hidup di habitat aslinya setelah sebelumnya dipelihara oleh warga. Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan bahwa “Hutan Kota Kabupaten Ketapang dengan luas 91 Ha, dijadikan tempat pelepasliaran setelah melalui survey kondisi habitat, ketersediaan pakan serta animal welfare. Kegiatan pelepasliaran di hutan kota ini telah dilakukan beberapa kali terutama dari jenis aves atau burung. Semakin banyaknya masyarakat yang menyerahkan hewan peliharaannya terutama yang dilindungi oleh Undang-undang menunjukan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kelestarian tumbuhan dan satwa liar terutama yang berasal dari wilayah Kalimantan Barat. (pr) Sumber dan dokumentasi : Tim WRU SKW I Ketapang, Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Balai KSDA NTB Amankan 1885 Burung di Pelabuhan Lembar

Lombok, 9 April 2018. Senin tanggal 09 April 2018 pada pukul 04.10 Wita di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat telah diamankan kendaraan Mobil Box Titian Mas dengan Nopol EA 8910 B oleh Polhut Balai KSDA Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) yang berkoordinasi dengan Anggota Polsek KP3 Pelabuhan Lembar. Pengamanan kendaraan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa ada kendaraan Mobil Box Titian Mas yang menaikan burung dengan menggunakan dus dan keranjang di daerah Bengkel, Kecamatan Labuapi - Lombok Barat. Atas informasi tersebut, salah satu aggota BKSDA melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar untuk membantu pengamanan Mobil Box yang sudah masuk di dalam pelabuhan Lembar yang akan menyeberang ke wilayah Bali. Tim segera bergerak menuju areal parkir Pelabuhan Lembar dengan anggota BKSDA NTB dan Polsek KP3 Pelabuhan Lembar untuk mengecek kendaraan yang ada di pelabuhan Lembar. Tak lama berselang ditemukan kendaraan Mobil Box yang dicurigai mengangkut Satwa Liar (TSL) berupa burung. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar kendaraan tersebut mengangkut burung dan sang sopir tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah. Atas dasar itu kendaraan Mobil Box tersebut diamankan dengan mendapatkan pengawalan dari anggota Polsek KP3 Pelabuhan Lembar kemudian di bawa ke Polres Lombok Barat untuk di tangani oleh penyidik Reskrim Unit 2 Tipiter Polres Lombok Barat. Sopir dengan inisial DH yang berdomisili di Karang Taliwang pun diamankan beserta identitas (KTP). Adapun jumlah keseluruhan burung yang diamankan berjumlah 1855 di tempatkan dalam 13 kotak dan 49 keranjang dengan jenis (Tidak Dilindungi) 1000 ekor Kecial Kuning / 20 keranjang, 330 ekor Manyar / 11 keranjang, 30 ekor Gelatik/ 2 keranjang 60 ekor Perenjaq / 2 keranjang 30 ekor Kopi Kopi / 3 keranjang, 105 ekor Cendet / 7 keranjang, 150 ekor Kelincer / 3 keranjang, 30 ekor Daicu / 3 kotak 60 ekor Beranjangan / 4 kotak 50 ekor Kepodang / 5 kotak 10 ekor Samyong / 1 kotak. Hingga berita ini diturunkan, seluruh Satwa diamankan di kantor Balai KSDA NTB untuk segera direncakan pelepasliaran. Sumber : Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Berita

506 Jenis Biodiversity TN Kayan Mentarang Berhasil di Inventarisasi

Malinau, April 2018. Keanekaragaman Hayati (kehati) yang tersebar di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) sangatlah tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam yang menjadi bagian penting Heart Of Borneo. Bahkan sejauh ini, potensi itu yang menjadi daya tarik bagi lembaga studi untuk melaksanakan survey maupun penelitian Kehati. Baik untuk kepentingan studinya maupun tujuan inventarisasi. Seperti yang di lakukan oleh Peneliti dari Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (ECOSITROP) bersama Balai TN Kayan Mentarang pada tanggal 5 Desember 2017 hingga 5 Februari 2018 lalu, dimana Tim Survei kerjasama Ecositrop dan BTNKM melakukan Survey Biodiversity dan Sosial Ekonomi di sekitar kawasan dan penyangga TNKM di Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan dengan bantuan kerjasama pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB). Tujuannya adalah selain untuk inventarisasi dan studi kehati di kawasan tersebut, juga sebagai bahan untuk memperbarui dan menambah data lama yang sebelumnya telah di tulis oleh WWF Indonesia dan beberapa hasil studi lainnya yang menjadi rujukan BTNKM dalam rangka pengelolaan TNKM dengan skema Kolaboratif. Berdasarkan data hasil studi Ecositrop, tercatat sedikitnya 506 jenis Biodiversity yang berhasil di Inventarisasi di Kecamatan Bahau Hulu dan Pujungan SPTN Wilayah II Long Alango. terdiri atas 325 jenis flora, di mana 64 jenis nya adalah tumbuhan herba, liana, epifit, dan palem. Sementara jenis fauna sebanyak 181 jenis yang terdiri dari 91 jenis burung, 28 jenis ikan, 38 jenis herpetofauna (17 jenis reptil & 21 jenis amfibi), 18 jenis mamalia, dan 6 jenis primata. Dengan luas kawasan 1,3 juta hektar, jumlah Biodiversity yang telah di inventarisir itu tentu belum mencakup pontensi keseluruhan kehati yang ada di TNKM yang setiap waktu berkembang secara alami dan lestari Demikian Ungkap Kepala Balai TN Kayan Mentarang Johnny Lagawurin belum lama ini. Menurutnya potensi kehati di SPTN wilayah I long Bawan dan SPTN III Long Ampung juga perlu di Inventarisasi melalui survey Biodiversity. Sama seperti Survei yang telah di laksanakan di SPTN II Long Alango. itulah yang kini mendorong Balai TN Kayan Mentarang untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk lembaga studi dan masyarakat adat dalam menyajikan data base kehati yang ada di kawasan TNKM. “Kawasan TNKM ini sangat luas, data yang kita dapat baru di SPTN II dan ini luar biasa. Kita perlu eksplor lagi di kawasan lainnya di SPTN I dan SPTN III TNKM bersama lembaga studi dan masyarakat adat. inilah bentuk kesadaran kita bahwa kita punya kawasan dengan kekayaan alam melimpah, sebagai potensi kehati yang kedepan harus di kembangkan bersama-sama.” Tutup Johnny Lagawurin. Sumber : Balai TN Kayan Mentarang
Baca Berita

Aksi Balai TN Kutai di Indogreen Environment & Forestry Expo 2018

Samarinda, 7 April 2018. Pameran 1 Dasawarsa Indogreen Environment & Forestry Expo oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang didukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda Convention Hall pada tanggal 5 – 8 April 2018, Balai Taman Nasional Kutai turut berpartisipasi dengan tema “Konservasi untuk Perekonomian, Pendidikan dan Rekreasi”. Sesuai dengan tema tersebut, Balai Taman Nasional Kutai menampilkan desain 3D Bontang Mangrove Park (BMP) untuk memperkenalkan BMP sebagai tempat wisata alam baru TN Kutai dengan fungsi pendidikan dan rekreasi bagi masyarakat. Jika berkunjung ke stand TN Kutai, pengunjung dapat berselfie pada Photo wall 3D BMP. Sesuai tema konservasi untuk perekonomian, Balai TN Kutai menawarkan gula aren genjah yang merupakan produk dari kelompok binaan Taman Nasional Kutai yaitu kelompok Nyiur Melambai Desa Kandolo. Selain itu, Balai TN Kutai juga menampilkan satwa prioritas TN Kutai yaitu orangutan (Pongo pygmaeus morio) berupa boneka dan badut orangutan. Pada hari ke-3 penyelenggaraan expo, Balai TN Kutai juga berkesempatan untuk mengisi salah satu acara yaitu “ngopi” (ngobrol pintar) dengan tema “Taman Nasional, Konservasi Alam dan Peran Generasi Zaman Now”. Hadir sebagai pembicara pada acara ini Direktur Jenderal KSDAE Bapak Ir. Wiratno M.Sc., Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc., Penulis dan Penggiat Alam Harley B. Sastha, dan dari BOSF Bapak Jamartin Sihite. Sasaran acara ini adalah generasi milenial atau generasi zaman now untuk dapat berkontribusi dalam kegiatan konservasi. Acara “ngopi” diawali dengan kuis oleh Dirjen KSDAE Bapak Ir. Wiratno, M.Sc. dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber. Dalam acara ini peserta yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber akan mendapat hadiah, karena pada acara ini banyak doorprize yang telah disediakan dengan hadiah utama yaitu sepeda gunung. “Generasi milenial yang hadir agar selalu menjaga orangutan” pesan Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. Beliau juga berharap generasi milenial dapat menularkan informasi khususnya orangutan di Kalimantan Timur. "Orangutan morio" merupakan satu-satunya didunia yang perlu dijaga agar ekologi orangutan dapat lestari dengan cara menanam pohon minimal 25 pohon seumur hidup. “Agar generasi milenial dapat menggunakan sosial media dengan bijak” pesan Bapak Jamartin sihite dari BOSF. Dirjen KSDAE memberikan hadiah utama berupa sepeda gunung kepada mahasiswa Kehutanan Universitas Mulawarman karena dapat menyebutkan 5 Taman Nasional tertua (pertama) di Indonesia.#TNKutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Balai TN Gunung Palung Berikan Kuliah Umum di Universitas Tanjungpura

7 April 2018. Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) diundang oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura untuk memberikan kuliah umum tentang Keanekaragaman hayati Taman Nasional Gunung Palung di Ruang Sidang Prodi Teknik Lingkungan pada tanggal 6 April 2018. Kuliah umum disampaikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Teluk Melano Balai TNGP yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Untan beserta staf Dosen dan 70 (tujuhpuluh) mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah lapangan. Kuliah Lapangan akan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari di ODTWA Lubuk Baji, Resort Sedahan, Seksi PTN Wilayah I Sukadana. Diharapkan dari penyampaian materi ini para mahasiswa yang akan melakukan kuliah lapangan di Taman Nasional Gunung Palung mendapatkan informasi mengenai potensi keanekaragaman hayati TNGP. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Tim Patroli Balai TN Tesso Nilo Temukan Jejak Gajah Sumatera

Pangkalan Kerinci, 8 April 2018. Jejak keberadaan kelompok gajah liar ditemukan oleh personil SPW II Baserah Balai TN. Tesso Nilo dan masyarakat yang tengah laksanakan patroli rutin. Patroli yang sedianya dilakukan untuk pencegahan kebakaran hutan pada 5 April 2018. Bekas keberadaan gajah ditemukan tim patroli di dekat lokasi rencana pembangunan pos jaga di wilayah resort onangan, SPW II Baserah. Keberadaan gajah diperjelas dengan temuan kotoran gajah yang masih segar. Selain itu jejak jalur gajah berupa pohon-pohon yang tumbang di temukan juga pada lokasi tersebut. Dari kondisi lokasi temuan jejak, kotoran dan jalur gajah yang masih “fresh”, diperkirakan kelompok gajah liar tersebut belum lama meninggalkan lokasi. Dari temuan tersebut Kepala SPW II Baserah, Bapak Ibram E. Chandra S.Hut, M.Sc menyatakan bahwa perlu pengamanan intensif serta monitoring kelompok gajah liar dikawasan tersebut. Kegiatan monitoring dan pengamanan tersebut untuk memonitoring populasi dan keberadaan satwa gajah serta mencegah perburuan hewan langka tersebut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 8.273–8.288 dari 11.140 publikasi