Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Gelar Workshop Kerjasama Pengelolaan Kawasan Konservasi

Palu, 13 April 2018. Kerjasama dan kemitraan merupakan salah satu fungsi Balai KSDA Sulawesi Tengah dalam penyelenggaraan konservasi sumberdaya alam dan ebkosistemnya. Upaya menuju tahap pengembangan kerjasama dan kemitraan, Balai KSDA Sulawesi Tengah menyelengarakan "Workshop Kerjasama di Kawasan Konservasi Lingkup Balai KSDA Sulawesi Tengah pada tanggal 12 April 2018 di Hotel Roa Roa Jl. Patimura No. 72 Palu. Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah membuka langsung kegiatan dengan arahan semua mitra dalam bekerjasama agar transparan dan tetap berkoordinasi dengan pihak Balai KSDA Sulawesi Tengah. Materi workshop berjudul "Peluang kerjasama di kawasan konservasi lingkup Balai KSDA Sulawesi Tengah" disampaikan dengan apik oleh Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah Ir. Noel Layuk Allo, MM serta tak ketinggalan pemateri dari Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Bambang Sasongko Jati, S.Hut, M.E., M.PP dengan materi "Arahan kebijakan pengelolaan kerjasama di indonesia ". Hadir beberapa mitra dari SKPD Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang terkait dengan bidang KSDAE, Universitas Tadulako, UPT lingkup KLHK, JOB Pertamina Medco E&PTomori Sulawesi, MGDP PT.Pertamina EP, PT. Donggi Senoro LNG, PT.Panca Amara Utama, Terminal BBM Donggala, Rain Forest Alliance, Balai Jalan Sulawesi Tengah, Pemda Morowali Utara, UPTD Tahura Sulteng, PLN Wilayah Sulteng/Sulut, Kelompok Wisata Wera Nabelo dan Kelompok Wisata Mantilayo. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

OTT BBKSDA Jatim, Profauna dan Polsek Pakis

Malang, 13 April 2018. Berawal dari Informasi Profauna Malang terkait jual beli satwa online, Resort Konservasi Wilayah (RKW) 22 Malang Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) merespon cepat dengan kesepakatan transaksi jual beli dengan pelaku. Transaksi yang telah di sepakati antara salah satu anggota Profauna yang menyamar sebagai pembeli dengan seorang pelaku jual beli online satwa liar yang dilindungi Undang-undang terjadi di Wilayah Pakis Kab. Malang pada pukul 22.00 WIB (13/4/18). Tim kemudian melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai lokasi serta pemilik yang tidak mengetahui operasi tangkap tangan (OTT) ini dan kepastian satwa yang masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya Tim memutuskan berkoordinasi dengan Pihak Polsek Pakis untuk melakukan penangkapan tepat pukul 00.10 WIB, 14 April 2018. Tim operasi tangkap tangan terdiri dari BBKSDA Jatim, Profauna dan Anggota Polsek Pakis berhasil mengamankan 2 ekor Burung KakatuanJambul Kuning dan 1 ekor Kakatua Seram beserta pelaku atas nama KHOIRUL YANI. Sampai berita ini diturunkan barang bukti beserta terduga tersangka masih berada di Polres Kepanjen Malang untuk dimintai keterangan guna melengkapi proses penyidikan lebih lanjut. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem di Kawasan Rawan Longsor

Bojong Murni, 10 April 2018. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTN GGP) bersama dengan PT Tirta Fresindo Jaya-Plant Cimande kembali melakukan penanaman 2.000 pohon pada luasan 2 Ha di Zona Rehabilitasi, Blok Pasir Benyeng, Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Wilayah Kerja Resort PTN Tapos. Sebelumnya pada tanggal 24 Maret 2018, PT Tirta Fresindo Jaya-Plant Ciherang di lokasi ini telah menanam pohon dengan jumlah dan luasan yang sama, sehingga total pohon yang ditanam pada areal bekas longsor di bulan Februari 2018 ini sebanyak 4.000 pohon dengan perkiraan luasan 4 Ha. Penanaman 4.000 pohon per tahun ini sebagai komitmen PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group) pada pelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang tercantum dalam Perjanjian Kerjasama pada tanggal 29 Desember 2017 di Kantor Direktorat JenderalKonservasi Sumberdaya Alam dan Ekoisitem, Jalan Raya Juanda 15 Bogor. Pada kesempatan ini hadir Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Kepala Balai Besar TNGGP, kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor dan seluruh jajarannya, Kepala Departemen IRGA M3, Kepala Departeman HRD M3, KepalaPabrik PT Tirta Fresindo Jaya-Plant Cimande beserta jajarannya, Muspika Kecamatan Ciawi, Kapolsek Caringin, Kepala Desa Bojong Murni, dan masyarakat sekitar Pasir Benyeng. Acara penanaman diawali dengan penyampaian laporan pelaksanaan penanaman oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Badi’ah, S.Si, M.Si. Dalam laporannya, Beliau menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon ini melibatkan masyarakat setempat sebagai kelompok penggarap di Blok Pasir Benyeng. Masyarakat bersepakat untuk meninggalkan garapannya di dalam kawasan yang umumnya berupa sayuran dan menggantinya dengan menanam pohon jenis lokal TNGGP yang dapat menahan longsor. Lebih lanjut Badi’ah menyebutkan masyarakat menginginkan ada kompensasi berupa akses memanen hasil buah dari tanaman Multipurpose Tree Species (MPTS) pada lahan bekas garapannya. Jumlah dan jenis yang ditanam juga disosialisasikan dan disepakati oleh masyarakat. Hal ini penting untuk pemeliharaan pohon yang ditanam dalam jangka panjang. Kemudian pihak Mayora Group yang diwakili oleh Woko Wahtoto sebagai Kepala Departemen IRGA M3 menyampaikan bahwa meskipun umur pabrik baik Ciherang maupun Cimande masih sangat muda, tetapi CSR dari pabrik ini berkomitmen untuk menanam pohon. Kepala Departemen IRGA M3 ini menyampaikan rasa senangnya karena pada akhirnya menemukan tempat penanaman yang tidak akan ditebang, yaitu taman nasional. Harapannya kegiatan pemulihan ekosistem melalui penanaman pohon ini dapat terus ditingkatkan baik jumlah pohon maupun lokasi penanamannnya. Selanjutnya, sambutan Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Wasja, S.H., menyampaikan apresiasinya atas apa yang sudah dilakukan oleh PT Tirta Fresindo Jaya dalam membantu kegiatan pemulihan ekosistem di kawasan TNGGP. Disamping itu Balai Besar TNGGP juga berharap agar kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di Bidang PTN Wilayah III Bogor tetapi di Bidang PTN Wilayah I Cianjur dan Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Dalam sambutanya, Wasja juga menyebutkan bahwa selamaini, Balai Besar TNGGP dan PT Tirta Fresindo Jaya (MayoraGroup) telah berkomitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan terutama kawasan konservasi seperti taman nasional. Taman nasional sudah mendapatkan perhatian lebih sampai dengan tingkat dunia/ Internasional sebagai bukti pentingnya peranan taman nasional sebagai kawasan penyangga, pelindung tata air, pencegah bencana, dan pengawetan kekayaan alam yang ada di dalam baik satwa maupun tumbuhan langka. Manfaat Ganda Secara umum jenis pohon yang ditanam pada kegiatan pemulihan ekosistem di kawasan TNGGP adalah jenis lokal kawasan TNGGP. Namun pada bagian tepi dibuat green belt yang ditanami jenis pohon buah-buahan (MPTS). Tanaman buah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bentuk perlindungan hutan dan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat ekonomi selain manfaat ekologis. Manfaat ekologis antara lain sebagai pelindung bencana dan tata air dengan tanpa menggarap lahanTNGGP. Sudah saatnya mengembalikan peran masyarakat sebagai pelaku pembangunan dimana kebijakan pemerintah tidak hanya bersifat otoritas pemerintah (top down) tetapi dari, oleh, dan untuk rakyat (bottom up) dimana kepentingan masyarakat menjadi prioritas pembangunan. Pada proses pemulihan eksosistem konservasi pada areal yang digarap masyarakat perlu memperhatikan situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat. Penanganan penggarapan tidaklah suatu hal yang mudah membutuhkan pendekatan dan proses panjang. Pola pikir masyarakat di kampung tidak mudah berubah sejalan dengan kemudahan akses informasi dan teknologi walaupun terdapat hal positif yang mendorong masyarakat berpikir kreatif untuk kelompok tertentu. Mendorong kreativitas perlu pendampingan dan penggalian potensi yang ada agar masyarakat dapat beralih ke pertanian tidak berbasis lahan karena sektor pertanian masih tetap menjadi andalan bagaikan ruhnya masyarakat Indonesia yang tidak mudah dialihkan ke sektor lainnya. Dengan adanya kejadian longsor pada Bulan Februari 2018, dapat dijadikan titik balik kepada masyarakat Desa Bojong Murni untuk lebih peduli terhadap alam di sekitar dengan berperan serta dalam kegiatan pemulihan ekosistem di lahan TNGGP dan mengembalikan fungsi taman nasional pada tempatnya kembali. Kejadian longsor tersebut telah mengakibatkan 1.000 KK tidak lagi mendapatkan air bersih sampai saat ini jika kepedulian masyarakat belum berubah mungkin akan lebih banyak korban lainnya dibandingkansekarang. Sumber: Maria Kurnia N. dan Ratih Mayangsari – Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Suasana Haru Selimuti Sertijab Balai TN Way Kambas

Labuhan, 13 April 2018. Bertempat di ruang aula Balai TN Way Kambas telah dilakukan Serah Terima Jabatan Kepala Seksi Pengelolaan (KSPTN) Wilayah III Kuala Penet TNWK dari bapak Nopriyanto, SP, MIL, kepada bapak Miskun serta Pelepasan bapak Itno Itoyo, S.Hut, M.Sc, sebagai KSPTN Wilayah II Bungo TN Kerinci Seblat. Acara dihadiri oleh pejabat eselon IV TN Way Kambas, para Koordinator Urusan Lingkup TNWK, dan seluruh pegawai serta perwakilan lembaga Mitra. Suasana haru melingkupi acara sertijab ketika bapak Kepala Balai TNWK, Subakir, SH, MH, menyampaikan sambutan. “Kami sangat bangga pada bapak Nopriyanto yang telah menjalankan tugas dengan semangat yang tinggi, dimana dengan segala keterbatasan yang ada masih mampu bertugas dengan sangat baik dilapangan. Agar segala yang sudah dicapai dapat dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan lagi. Kepada bapak Miskun sebagai pengganti KSPTN yang baru, selamat datang dan selamat bertugas di TN Way Kambas, semoga dapat lebih meningkatkan lagi apa yang sudah baik selama ini, dan dapat menyelesaikan permasalahan yang masih ada dengan bekerjasama dan niat yang baik serta tulus. Juga kepada bapak Itno yang akan bertugas di TN Kerinci Seblat, semoga dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga bertugas dilapangan, dan dapat menjadi motivasi untuk ke jenjang yang lebih tinggi”. Terimakasih atas pengabdian bapak Nopriyanto dan bapak Itno Itoyo, semoga dapat menjadi ladang ibadah dan mendapat ganjaran dari Allah SWT, Amin. Sumber : Balai TN Way Kambas
Baca Berita

Mitra Baru Balai TN Taka Bonerate Lirik Potensi Hutan Kenari Gojang

Dusun Gojang Utara - Kepulauan Selayar, 13 April 2018. Satu lembaga lagi yang digadang-gadang akan menjadi mitra Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR) secara khusus dan Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar secara umum, Blue Communites. Lembaga yang terdiri dari akademisi ini akan berorientasi di bidang sains dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Cagar Biosfer Kep. Selayar. Ini kali kedua mereka berkunjung dan kedua kalinya juga terpukau dengan potensi yang dimiliki Kepulauan Selayar. Kali ini tim langsung berkunjung ke hutan kenari yang ada di dusun Gojang Utara Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai Kab. Kepulauan Selayar. Selain ditemani staf Balai TN. Taka Bonerate, juga ditemani langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Selayar Baso Lewa dan Camat Bontomanai Ince Rahman. Selain melihat survey potensi keanekaragaman hayati hutan kenari Gojeng Utara ini, tim Blue Communites menyerahkan cinderamata berupa foto bersama masyarakat saat kali pertama mengunjungi Dusun Gojang. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Polhut dan Pegawai Balai TN Tesso Nilo Latihan Menembak

Pangkalan Kerinci, 12 April 2018. Keluarga besar Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) lakukan pelatihan menembak di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru. Pelatihan menembak dilaksanakan pada Kamis, 12 April 2018. Serius tapi menyenangkan, keseruan Pelatihan menembak ini tidak hanya diikuti oleh Polisi Hutan TN. Tesso Nilo, tetapi juga diikuti Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Ka Sub Bag TU TN. Tesso Nilo, Kepala Seksi Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Kepala Seksi Wilayah II Baserah dan Kepala Urusan di lingkup Balai TN. Tesso Nilo. Pelatihan menembak ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menembak personil Polisi Hutan dan staf TN. Tesso Nilo yang nantinya akan menunjang kinerja para peserta pelatihan dalam bertugas menjaga kawasan TN. Tesso Nilo. Selain itu, pelatihan menembak juga dilaksanakan untuk memperpanjang izin menembak dan penggunaan senjata Balai Taman Nasional Tesso Nilo. “Pelatihan menembak dan sejenisnya kita harapkan dapat menyempurnakan skill dan kemampuan teman-teman TNTN agar nantinya dapat diaplikasikan dalam pengelolaan dan penjagaan Taman Nasional, serupa dengan spanduk kita hari ini, dengan latihan menembak bagi polisi kehutanan BTNTN kita tingkatkan pengetahuan, skill, solidaritas dan disiplin menuju pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan rakyat” ucap Ka Balai TN. Tesso Nilo Bapak Supartono, S.Hut, M.P. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Aksi Bersih Sampah Dan Sapu Gunung Dalam Kegiatan Festival Pesona Tambora 2018

Dompu, 13 April 2018. Perhelatan kegiatan Festival Pesona Tahun 2018 secara meriah telah diselenggarakan mulai tanggal 7 April s/d 11 April 2018 di lokasi savanna Doro Ncanga dan Sarae Nduha kawasan Tambora Kabupaten Dompu, acara ini menarik banyak orang untuk datang ke lokasi tersebut baik dari pengunjung lokal, nusantara maupun mancanegara, diperkirakan ±10.000 orang berkunjung ke Tambora selama acara tersebut. Dampak penyelenggaraan Festival Tambora selalu menyisakan permasalahan yang berulang pada setiap pelaksanaannya seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu sampah yang berserakan dan bertebaran di sekitar lokasi Savana Doro Ncanga maupun Sarae Nduha. Pemandangan alam Tambora yang indah itu dikotori oleh sampah plastik, tentu menjadi sebuah fenomena yang kontradiktif dengan semangat pemerintah saat ini untuk konsisten menjaga keberesihan lingkungan dan zero sampah plastik. Belajar dari kejadian dan kondisi tersebut Balai Taman Nasional Tambora bersama Pramuka peserta Kemah Jambore Konservasi Pesona Tambora tahun 2018, pada tanggal 12 April 2018 tepat sehari setelah pembubaran acara festival tambora melaksanakan kegiatan “AKSI BERSIH SAMPAH” dan “SAPU GUNUNG “. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan sampah selama kegiatan festival tambora diselenggarakan, serta untuk menanamkan kesadaran dalam diri pramuka untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan, lebih dari itu pramuka diharapkan menjadi pelopor dan teladan bagi pemerintah dan masyarakat untuk bertanggung jawab membersihkan sampah. Sebanyak 532 orang dikerahkan untuk membersihkan sampah yang berserakan di lokasi Sarae Nduha tempat acara Festival Tambora diselenggarakan. Sampah yang terkumpul dimasukan ke dalam karung/trasbag untuk diangkut dalam mobil truk sampah. Di tempat terpisah, BTN Tambora bersama peserta Jelajah Alam Pesona Tambora sebanyak 900 orang melakukan aksi “SAPU GUNUNG” sepanjang jalur pendakian Doro Ncanga. Yang menarik pada kegiatan ini adalah sampah yang dikumpulkan oleh peserta menjadi salah satu point yang dinilai oleh panitia dalam menentukan pemenang lomba jelajah alam. Menjaga kebersihan lingkungan adalah pekerjaan yang paling sulit untuk kita wujudkan tanpa adanya kesadaran bersama dari seluruh masyarakat dan pemerintah, tapi kita harus tetap terus berupaya untuk menjaga lingkungan terutama dari sampah plastik. Melalui kegiatan ini BTN Tambora secara tidak langsung telah memberikan pelajaran kepada semua orang untuk bersama-sama membersihkan sampah di sekitar kita. Sumber : Balai TN Tambora
Baca Berita

Diskusi Hangat di Kantor Balai TN Tesso Nilo Bersama Kades & Tokoh Masyarakat

Pangkalan Kerinci, 11 April 2018. Kepala Balai TN. Tesso Nilo (TNTN) terima kunjungan Kepala Desa dan tokoh masyarakat dari desa penyangga TN. Tesso Nilo yaitu Desa Bukit Kusuma di Kantor Balai. Kedatangan kunjungan ini, untuk mendiskusikan rencana masyarakat Bukit Kusuma untuk melakukan pemasangan jaringan listrik di Desa Bukit Kusuma. Kepala Sub Bag TU TNTN, Tokoh masyakarat serta mitra PLN turut hadir dalam kunjungan tersebut. Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Bapak Supartono, S.Hut, MP menerima tokoh masyarakat dan kepada desa tersebut dengan tangan terbuka dan menyarankan agar dilakukan pemetaan bersama dengan pihak Taman Nasional Tesso Nilo, Dinas Kehutanan Provinsi serta masyarakat Desa. Kolaborasi bersama tersebut dilakukan agar nantinya diperoleh data yang akurat dan dipertanggung jawabkan. Balai TN. Tesso Nilo merasa senang dengan kunjungan dari masyarakat tersebut. Kunjungan dan diskusi ini menunjukkan bahwa masyarakat dan Balai TN. Tesso Nilo mulai duduk bersama untuk berusaha memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat khususnya di desa-desa penyangga Taman Nasional Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Dirjen Ksdae Hadiri Puncak Festival Pesona Tambora 2018

Dompu, 13 April 2018. Lawatan perdana Direktur Jenderal KSDAE Bapak Ir. Wiratno, M.Sc ke Taman Nasional Tambora pada tanggal 10 sd 12 April 2018 untuk menghadiri puncak Festival Pesona Tambora merupakan momentum penting bagi Balai Taman Nasional Tambora untuk menjadi lebih baik. Puncak Festival Pesona Tambora keempat yang digelar di Saraen Nduha Kabupaten Dompu diharapkan mampu mengenalkan Taman Nasional Tambora sebagai destinasi wisata baru di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dalam rangka Festival Pesona Tambora tersebut, Balai Taman Nasional Tambora bersama Pemerintah Daerah didukung Kementerian Pariwisata menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan sejak 4 April 2018 lalu. Rangkaian kegiatan Festival Pesona Tambora yang mengusung tema “Tambora Challenge of Word” tersebut, antara lain Tambora Challenge 320 K; Pawai Budaya; Wana Trail Tambora; Jelajah Alam Pesona Tambora; Jambore Konservasi Pesona Tambora; Bakti Lingkungan dan Bakti Sosial; dan Pendidikan Konservasi Bagi Generasi Muda dan lain-lain. Puncak Festival Pesona Tambora kali ini dihadiri Direktur Jenderal KSDAE Kementerian LHK, Staf Ahli Kementerian Pariwisata, Bupati Dompu dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB serta Pemerintah Kabupaten Bima dan Dompu. Disela kunjungan tersebut Ir. Wiratno, M.Sc yang akrab disapa “Mas Inoeng” menyempatkan berkunjung ke wilayah kerja KPH Ampang Riwo Soromandi yaitu Desa Saneo yang merupakan salah satu desa tempat beliau belajar pendekatan sosial 32 tahun lalu (1986). Selain menghadiri puncak Festival Pesona Tambora dan kunjungan ke Desa Saneo, Dirjen KSDAE tersebut juga melakukan pembinaan rimbawan se-Provinsi NTB dan pemotongan tumpeng sebagai peringatan hari jadi Taman Nasional Tambora ke III di Hotel Camelia Bima. Sumber : Balai TN Tambora (The Sound from Caldera)
Baca Berita

Senam Gabungan Sekaligus “Babarasih Sampah”

Tiwingan, 13 April 2018. UPT Kementerian LHK Kalimantan Selatan beserta Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan senam gabungan pada hari ini (13/4/2018). Bertempat di Pelabuhan Desa Tiwingan Riam Kanan Kecamatan Aranio. Balai KSDA Kalimantan Selatan turut meramaikan kegiatan yang selain senam gabungan dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan kebersihan di daerah lingkungan tersebut. Hal ini untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat agar terlihat asri dan bersih. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Presentasi Hasil Kegiatan IJ-REDD+ Project di TN Gunung Palung

Ketapang, 11 April 2018. Di penghujung masa berakhirnya kegiatan IJ-REDD+ Project di Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) IJ REDD+ Project Ketapang Office mengadakan presentasi hasil-hasil kegiatan proyek pada hari Rabu, 11 April 2018 di ruang rapat Balai TNGP. Kegiatan presentasi bertujuan untuk menyampaikan capaian-capaian hasil proyek dan rekomendasi upaya-upaya tindak lanjut ke depan kepada Kepala Balai TNGP yang baru Bapak M. Ari Wibawanto. Presentasi hasil capaian proyek dihadiri oleh perwakilan IJ REDD+ Project Bapak Hideyuki Kubo selaku Chief Advisor IJ REDD+ Project, perwakilan IJ REDD+ Kantor Ketapang, Kepala SPTN I dan II, serta staff Balai TNGP. Presentasi diawali dengan pengantar mengenai kegiatan IJ REDD+ Project di Balai TNGP yang sudah berlangsung selama ± 5 tahun. Kegiatan presentasi dimoderatori oleh Kepala SPTN I Sukadana Bapak Bambang Hari Trimarsito. Giliran pertama untuk presentasi adalah Bapak Endro Setiawan yang menyampaikan tentang kegiatan pengawetan keanekaragaman hayati yang didukung oleh proyek IJ REDD+. Kegiatan-kegiatan di bidang biodiversity meliputi pelatihan survey fauna dan identifikasi flora, pemasangan Camera Trap di Stasiun Riset Cabang Panti, Pelatihan Biodiversity di Jepang dan Pelatihan dan Pra survey keanekaragaman hayati di Resort Pangkal Tapang dan Sempurna bersama masyarakat. ?Kegiatan presentasi selanjutnya mengenai kegiatan fasilitasi masyarakat yang disampaikan oleh Bapak M. Denny Rosadi. Kegiatan fasilitasi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan TNGP. Pelaksanaan kegiatan fasilitasi masyarakat telah berhasil meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan TNGP khususnya di masyarakat Dusun Tanjung Gunung. Selain fasilitasi, disampaikan juga hasil kegiatan patroli dengan SMART Patrol yang dipresentasikan oleh Bapak Bambang Suryantoro. SMART Patrol merupakan metode patroli yang berbasis SMART yang dikenalkan oleh IJ REDD+ Project kepada staff Balai TNGP. Penggunaan sistem SMART dalam kegiatan patroli di Balai TNGP sudah sampai pada tahap penyusunan Standard Operating Procedure (SOP). Uji coba SOP telah dilaksanakan melalui kegiatan pengecekan pal batas di SPTN Wilayah I Sukadana. Pada pelaksanaannya, uji coba SMART Patrol memiliki beberapa hambatan seperti pengambilan data belum maksimal, kurang cermat dalam penggunaan GPS dan alur proses data belum bisa dipahami oleh semua anggota resort. Dalam kegiatan presentasi inijuga disampaikan mengenai SOP yang telah dibuat dan telah di ujicoba oleh Balai TNGP serta pengenalan Forum Sahabat Gunung Palung. ?Kepala Balai TNGP Bapak M. Ari Wibawanto berharap kerjasama dengan IJ-REDD+ JICA dapat terus berlanjut karena memberikan dampak sangat positif bagi pengelolaan TNGP khususnya masyarakat di sekitar kawasan TNGP. Pihak IJ-REDD+ JICA menyatakan bahwa tidak bisa memperpanjang proyek kerjasama ini namun akan tetap membantu pengelolaan kawasan TNGP melalui cara lain. Diharapkan deforestasi di kawasan TNGP tidakhanya berkurang, tetapi bisa benar-benar hilang. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Jelajah Alam Pesona Tambora 2018

Dompu, 12 April 2018. Memasuki bulan April 2018 wilayah Bima dan Dompu mulai menggeliat terutama di wilayah sekitar Gunung Tambora. 11 April 1815 atau 203 Tahun yang lalu Gunung Tambora meletus dengan dasyat dan menggemparkan dunia, semenjak tahun 2015 tanggal tersebut ditetapkan menjadi hari perayaan puncak “Festival Pesona Tambora”. Berbagai acara yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata, Pemprov NTB, Pemda Dompu, Pemda Bima, KOMPAS dan Balai Taman Nasional Tambora mengisi rentetan acara di “Festival Pesona Tambora 2018” kali ini. Balai Taman Nasional sendiri mengadakan beberapa agenda dalam perayaan “Festival pesona Tambora 2018” seperti Wana Trail Tambora, Pendidikan Konservasi Ke Sekolah sekitar Gunung Tambora, Bakti Lingkungan/Sapu Gunung, Jambore Konservasi, dan Jelajah Alam Pesona Tambora 2018. Mengulang sukses pelaksanaan Jelajah Alam Pesona Tambora 2016 dan 2017 Balai Taman Nasional Tambora kembali mengadakan acara Jelajah Alam Pesona Tambora 2018 sebagai rentetan acara di “Festival Pesona Tambora 2018”. Acara yang digelar pada tanggal 10 April 2018 tersebut diikuti sebanyak 1.000 peserta dengan jumlah tim 125, dimana setiap tim terdiri dari 8 orang. Perserta Jelajah Alam Pesona Tambora 2018 kali ini diikuti oleh berbagai unsur masyrakat antara lain siswa-siswi sekolah di sekitar Bima dan Dompu, KPH, Kelompok Pecinta alam, Mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Bima dan Dompu, Dinas Pariwisata Kab Dompu, Pramuka Kwarda NTB dan Masyarakat umum. Jam 09.30 WITA semua perserta sudah berkumpul di depan pintu gerbang pendakian Doro Ncanga dimana start dan finish Jelajah Alam Pesona Tambora ini di gelar. Para peserta Jelajah Alam Pesona Tambora ini menempuh jarah kurang lebih 12 KM dengan melewati 4 pos penilaian. Sebelum melakukan start para peserta mendapat arahan langsung dari Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah 2 Taman Nasional Tambora yaitu Wihandono Eki Sutopo, S.Hut, M.Ec.Dev. Acara ini selain untuk meramaikan “Festival Pesona Tambora 2018” juga sebagai langkah Balai Taman Nasional Tambora mengenalkan atau mempromosikan kawasan Taman Nasional Tambora kepada masyarakat secara umum dan kepada peserta Jelajah Alam Pesona Tambora 2018 secara khususnya, mengingat Balai Taman Nasional Tambora merupakan UPT Taman Nasional yang tergolong masih baru dengan berumur 3 tahun. Semua peserta sudah memasuki garis finish dan pengumuman juara sudah diumumkan, sebagai juara pertama ialah Mapala STIE Yapis Dompu, Juara Kedua SMA N 1 Dompu dan juara ketiga ialah SMA N 2 Manggalewa. Para pemenang berhak mendapat hadiah yang sudah dipersiapkan oleh panitia sebelumnya. Acara Jelajah Alam Pesona Tambora 2018 sukses dihelat dan semoga ditahun berikutnya acara serupa dapat dihelat lagi. The Sound From Caldera Sumber : Balai Taman Nasional Tambora
Baca Berita

PIKA Gelar Bimtek Evaluasi Kesesuaian Fungsi di Tana Bentarum

Putussibau, 12 April 2018. Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian LHK menggelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) di Kantor Balai Besar TN Bentarum, Putussibau Kamis (12/4). Dalam arahannya sebelum acara, Kepala Bagian Tata Usaha BBTN Bentarum, Murlan Dameria Pane mengatakan bahwa acara bimtek ini menjadi krusial untuk mengetahui secara lengkap apakah kawasan konservasi termasuk Taman Nasional (TN) sudah sesuai dengan fungsi kawasan yang ada. “kita bisa lebih detail lagi tahu mengenai evaluasi fungsi dan zonasi kawasan konservasi” tegasnya. Ditambahkannya, EKF selama ini banyak dilakukan pada kawasan Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM) atau Taman Wisata Alam (TWA) yang kewenangannya berada di BKSDA, dan kurang dilakukan oleh TN namun demikian dia berharap peserta bimtek mampu menggali informasi dari narasumber sehingga memiliki kemampuan EKF saat berpindah tugas ke BKSDA. Sementara itu, Kepala Seksi Evaluasi Fungsi Kawasan Direktorat PIKA Eru (D14) Nurfilmarasa Dahlan narasumber acara dari PIKA mengatakan bahwa EKF tidak hanya dilakukan pada kawasan di bawah pengelolaan BKSDA tetapi juga oleh TN. “Memang EKF di TN tidak seprioritas yang dilakukan di KSDA, tapi bukan berati temen-temen di TN mengabaikan, karena ada audit terkait EKF ini” jelas Heru. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dokumen EKF memiliki hasil yang lebih lengkap dibandingkan Evaluasi Zonasi TN karena melibatkan pakar di luar instansi TN seperti akademisi serta rekomendasi hasil EKF diserahkan langsung ke pada Menteri LHK. “EKF bisa meniadakan Evaluasi Zonasi, karena EZ hanya dilakukan oleh internal instansi” tutur Heru. Ditambahkannya, EKF juga menjadi dasar bagi pengelola kawasan konservasi untuk memberikan pertimbangan terkait kerentanan dan nilai penting konservasi jika ada perubahan status baik zonasi maupun blok. “misalkan ada tumbuhan yang endemik atau satwa yang dilindungi maka kawasan tersebut prioritas bagi konservasi”jelas Eru. Bimtek kali ini diikuti oleh para pejabat eselon III dan IV termasuk pejabat fungsional PEH, Penyuluh dan Polhut dengan total 30 orang. Dinamika sosial yang terjadi di semua kawasan konservasi termasuk Taman Nasional menuntut adanya kesesuaian fungsi kawasan yang adaptif bagi perubahan tersebut. Untuk itulah Bimtek ini diharapkan mampu menjawab persoalan terkait tumpang tindih lahan serta memberikan rekomendasi peruntukan fungsi kawasan sesuai dengan Evaluasi Kesesuaian Fungsi. Sumber : Balai Besa Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara Studi Komparatif Mengenal Ekowisata Bahari di TN Bunaken

Manado, 12 April 2018. Bertempat di kantor Balai Taman Nasional Bunaken sebanyak 11 orang anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo beserta staf dewan bertandang untuk melakukan study komparatif terkait kebijakan sistem pengelolaan sumber daya pulau dan laut untuk meningkatkan PAD di Taman Nasional Bunaken. Kedatangan rombongan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara disambut oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken - Dr. Farianna Prabandari, Kepala SPTN Wilayah I – Arma Janti Massang, S.Hut, M.Si dan Kepala SPTN wilayah II – Made Sana, S.Hut beserta para kepala Resort Taman Nasional, selanjutnya penyampaian presentasi pengelolaan Taman Nasional Bunaken yang meliputi lokasi kawasan, tugas pokok dan fungsi, keanekaragaman hayati, potensi kawasan dan ekowisata, strategi pengelolaan dan rencana pengembangan kawasan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha – Nikolas Loli, SP. Ridwan Riko Arbie, SIP mewakili tim rombongan anggota Dewan menyampaikan kami mengucapkan banyak terima kasih dari penyambutan dari Taman Nasional Bunaken atas kesediannya berbagi dalam pengelolaan kawasan. Kabupaten Gorontalo Utara memiliki panjang pantai 300 km dengan 52 pulau, dimana Pulau Saronde merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata untuk menunjang pendapatan asli daerah. Kunjungan kami adalah belajar bagaimana integrasi dan sinergi antara pengelolaan Taman Nasional dengan Pemerintah Daerah, dalam kesempatan ini kami juga ingin mengetahui kontribusi daerah dalam pengelolaan serta bagaimana implementasi koordinasinya. Diskusi menarik antara tim rombongan DPRD dengan Kepala Balai TN Bunaken beserta jajarannya dimana salah satunya adalah terkait tarif masuk pengunjung dan kontribusi Pemerintah Daerah terhadap pengelolaan Taman Nasional. Dr. Farianna Prabandari dalam penyampaiannya bahwa sebagaimana amanat PP Nomor 12 Tahun 2014 tentang PNBP yang berlaku di Kementerian LHK, Balai TN Bunaken melaksanakan pemungutan langsung tarif masuk pengunjung ke Taman Nasional dan hasilnya langsung disetorkan ke kas negara. Adapun pemanfatan kawasan sebagian besar masih didominasi oleh jasa wisata, terdapat pula masyarakat yang mendapatkan manfaat itu dari aktivitas wisata di liang maupun perikanan. Dalam upaya integrasi dan sinergitas pengelolaan Taman Nasional Bunaken, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menandatangani Nota Kesepahaman bersama Direktur Jenderal KSDAE – Kementerian LHK, untuk itu kedepan kami akan menjabarkan Nota Kesepahaman tersebut menjadi Perjanjian kerjasama bersama SKPD terkait di daerah. Pemerintah Daerah dapat menginvestasikan pendanaannya melalui APBD dalam zona pemanfaatan di ruang publik dengan membangun sarana dan prasarana, adapun investor mengembangkan potensi wisata di zona pemanfaatan di ruang usaha melalui IPPA (Ijin Pemanfaatan Pariwisata Alam). Bunaken merupakan bagian dari kawasan konservasi, tentunya daya dukung kawasan harus diperhatikan, kita berharap tidak terjadi mass toursm, sehingga kami mendorong Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk dapat membuka peluang potensi wisata pada lokasi lain yang terkoneksi dengan Taman Nasional Bunaken, sehingga Bunaken merupakan tujuan akhir dari suatu kunjungan serta kita menyeleksi wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan yang ecotour, kedepan dalam pengembangan ekowisata kami mendorong Desa Wisata bersama Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Selatan, saat ini rencana aksi pengembangan Pulau Manado Tua bersama Pemerintah Kota Manado telah kami susun dan Kabupaten Minahasa Utara dalam pengembangan Mangrove Park di Pulau Mantehage, tutup Kepala Balai. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Balai TN Kelimutu dan Masyarakat Belajar Memanfaatkan Austro euphatorium

Taman Nasional Kelimutu, 12 April 2018. Balai Taman Nasional Kelimutu melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemberantasan dan Pemanfaatan Kirinyuh (Austro euphatorium) bagi Masyarakat di sekitar TN Kelimutu pada tanggal 9-11 April 2018. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang terdiri dari 7 orang petugas Balai TN Kelimutu dan 18 orang perwakilan masyarakat dari desa wilayah penyangga TN Kelimutu. Pengajar dalam acara ini adalah Ir. Ragil S.B. Irianto, M.Sc dan Dr. Titiek Setiawaty dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan-Bogor dan Prof. Ir. Prijo Sutedjo, M.Sc, Ph.D dari Universitas Nusa Cendana Kupang. Materi yang disampaikan berupa identifikasi & sosialisasi IAS, teori dan praktek pemberantasan Kirinyuh, pelatihan pemanfaatan gulma kirinyuh hasil kegiatan pemberantasan dengan teknologi tepat guna. Bagian daun diolah untuk pupuk organik cair dan pestisida nabati, batang/ranting untuk bahan bakar kompor biomasa rancangan Prof. Prijo. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar selain melaksanakan pemulihan ekosistem kawasan TN Kelimutu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

BBKSDA Jabar Ajak Semua Stakeholder Bersinergi Atasi Konflik Macan Tutul Jawa

Bandung, 12 April 2018. Mitigasi konflik Macan Tutul Jawa dengan masyarakat, Balai Besar KSDA Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Satwa Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) bertempat di Hotel Prime Park Bandung. Acara yang dibuka Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat (Ir. Sustyo Iriyono, M.Si.) diikuti sekitar 55 orang peserta yang berasal dari Balai Besar KSDA Jawa Barat, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Pusdiklat SDM LHK, Puslitbang LHK, instansi daerah (Dinas Kehutanan Prov. Jawa Barat, Dinas Peternakan Kab. Sukabumi, Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Garut, Disnakeswan Kab. Subang), Taman Safari Indonesia Cisarua, dan lembaga swadaya masyarakat (Conservation International Indonesia, Forum Harimau Kita, Forum Macan Tutul Jawa, Rawayan, dan FK3I). Disampaikan beberapa materi penanganan konflik Macan Tutul Jawa dengan manusia antara lain : Melalui kegiatan ini diharapkan agar seluruh stakeholder dapat bersinergi dalam menangani konflik Macan Tutul Jawa dengan masyarakat agar satwa dilindungi tersebut dapat terus terjaga kelestariannya dengan tetap memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pemerintah Daerah juga perlu terus didorong perannya mengingat Macan Tutul Jawa telah ditetapkan sebagai satwa identitas Provinsi Jawa Barat sebagaimana tertuang di dalam SK Gubernur Jawa Barat No. 27 tanggal 20 Juni 2005. Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Barat

Menampilkan 8.225–8.240 dari 11.140 publikasi