Jumat, 17 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Kepala Balai TN Taka Bonerate Sambangi PT. Pelni Terkait ABK yang Buang Sampah ke Laut

Kantor PELNI - Makassar, 16 April 2018. Setelah beberapa waktu lalu sempat viral, oknum ABK KM Sabuk Nusantara 50 yang terekam melakukan aktivitas buang sampah ke laut akhirnya diberi sanksi oleh pihak PT. Pelni. Sesuai pernyataan kepala balai yang akan menyurati dan berkoordinasi dengan Administrator Pelabuhan Makassar dan PT.PELNI terkait hal tersebut beberapa waktu lalu. Diterima langsung oleh Kepala Cabang PT. Pelni Makassar, Edwar Tobing dan Manager Armada, Ilhamda di Kantor PT. Pelni, Kepala Balai TN Taka Bonerate Faat Rudhianto yang ditemani oleh Abd. Rajab Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato menjelaskan persoalan buang sampah kapal ke laut yang menjadi viral belakangan ini, berdasarkan investigasi yang dilakukan pihak TN Taka Bonerate. Pihak Pelni menjelaskan bahwa telah bertindak tegas terhadap beberapa oknum yang terindikasi teribat dalam kejadian tersebut, yakni dengan menurunkan/mengganti Nahkoda beserta seluruh awak kapal, dan memutuskan kontrak terhadap empat orang krunya. Pihak Pelni akan selalu berusaha agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali. Untuk itu, PT. Pelni akan membuat banyak stiker dengan tulisan yang lebih besar tentang larangan membuang sampah ke laut, termasuk akan membuat spanduk besar dengan menyertakan logo Balai TN.Taka Bonerate, Pemkab Selayar dan PT. Pelni sendiri. Selain itu, PT. Pelni akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi ke PELINDO dan UPP Pelabuhan terkait dengan penyiapan sarana tempat sampah di setiap dermaga/pelabuhan. Pihak Balai TN. Taka Bonerate meminta agar apapun jenis sampahnya, dilarang membuangnya ke laut, termasuk sampah organik yang dapat disamarkan dari sampah non-organik, karena KM Sabuk Nusantara 50 melintasi perairan sekitar Taman Nasional Taka Bonerate yang juga merupakan kawasan Cagar Biosfer di Kepulauan Selayar yang harus dijaga kelestariannya. Hal ini untuk mencegah terjadinya pencemaran di laut. Karena sesuai fakta, sampah plastik selain susah terurai juga menjadi santapan biota laut. Hal tersebut tentu saja berdampak pada meningkatnya kematian biota-biota laut. Faat Rudhianto juga berharap agar penumpang di atas kapal turut menjaga kebersihan, mengawasi dan saling mengingatkan. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Pengkayaan Jenis di Taman Anggrek TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 16 April 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) gelar kegiatan pengkayaan jenis anggrek native (asli) kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Resort Pengeloaan Taman Nasional (PTN) Ranu Darungan Seksi PTN Wilayah IV, Bidang PTN Wilayah II Dusun Darungan, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo. Kegiatan tersebut sebagai pengkayaan Taman Anggrek di Ranu Darungan yang dilaksanakan tanggal 20 s.d 24 Maret 2018, yang dilanjutkan dengan kegiatan pemeliharaan sampai dengan bulan Desember. "Jenis-jenis anggrek yang berhasil dikumpulkan sebanyak 68 jenis dari berbagai genus, untuk area Taman Anggrek sendiri teridentifikasi 53 jenis anggrek" ujar Joko Priyono, S.P. Kepala Seksi PTN Wil. IV BBTNBTS. Joko menambahkan "sehingga total jenis anggrek yang terdapat di Taman anggrek saat ini adalah sebanyak 124 jenis yang terdiri dari 53 genus". Taman Anggrek di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sendiri mempunyai luas 3.600 m² yang dibangun pada tahun 2017. Hingga tahun 2017 telah teridentifikasi 129 jenis anggrek dan ini menjadi daya tarik bagi pemburu anggrek-anggrek spesies untuk dijual kepada para kolektor dan pehobi anggrek. Dari 129 jenis tersebut terdapat 3 (tiga) jenis yang berstatus dilindungi undang-undang (PP No. 7 Tahun 1999), yaitu anggrek jamrud (Dendrobium macrophyllum A.Richard), anggrek koribas (Corybas fornicatus (Bl.) Rchb.f.) dan anggrek ki aksara (Macodes petola (Bl.) Lindl.). Pembangunan Taman Anggrek ini sebagai tempat khusus pengawetan jenis-jenis anggrek TNBTS, tempat penelitian anggrek yang representatif dan lengkap serta upaya meningkatkan wisata minat khusus, sumber benih dan bibit guna peningkatan populasi anggrek di habitatnya (TNBTS), selain itu sebagai tempat belajar budidaya anggrek bagi masyarakat sekitar kawasan untuk mendorong penangkaran ek-situ jenis-jenis anggrek native TNBTS. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Gelar Sertijab, Kepala BBKSDA Papua Barat : Terus Tingkatkan Ritme dan Kualiatas Pelayanan

Sorong, 16 April 2018. Balai Besar KSDA Papua Barat menggelar acara serah terima jabatan Kepala Bagian Tata Usaha. Acara tersebut dihadiri oleh pegawai yang bertugas di Sorong. Selain itu juga hadir mitra kerjasama dari Pertamina dan CI Indonesia dan mitra pengusaha tumbuhan dan satwa liar. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatangan serah terima jabatan dari Kepala Bagian Tata Usaha yang lama, M. Ari Wibawanto yang sekarang menjadi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, ke Budi Mulyanto sebagai Kepala Bagian Tata Usaha yang baru. Diselingi juga penyerahan kenang-kenangan serta plakat hasil pameran Indogreen dan studi banding ke Balai KSDA Yogyakarta. Di acara tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat R. Basar Manullang, menyampaikan sambutannya. Selain ucapan selamat bagi kedua pejabat yang serah terima jabatan, beliau juga bangga serta memotivasi semua pegawai agar mampu fokus terhadap pekerjaan sesuai tupoksi dan terus meningkatkan ritme dan kualitas pelayanan. Sumber : Balai Besar KSDA Papua Barat
Baca Berita

Peduli Konservasi, Kementerian BUMN Beri Bantuan Fasum Untuk BBTN Bromo Tengger Semeru

Sentul, 15 April 2018. Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) ‘John Kenedie’ menghadiri acara Gathering Kementerian BUMN di Sentul Bogor (14/4/18) yang juga dihadiri Menteri BUMN ‘Rini Sumarno’. BBTN Bromo Tengger Semeru menerima bantuan dari Kementerian BUMN berupa Pembangunan Toilet dan Fasilitas Penyediaan Air Bersih oleh PT. Pupuk Indonesia (Persero). “Saya mengucapkan terimakasih kepada Menteri BUMN dan PT. Pupuk Indonesia (Persero) yang telah membantu dalam pemenuhan fasilitas umum untuk meningkatkan pelayanan pengunjung khususnya di TNBTS, karena TNBTS merupakan Destinasi Wisata Prioritas Nasional sudah selayaknya semua pihak membantu untuk mewujudkannya” tutur John Kenedie. Penyerahan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Menteri Lingkungan Hidup, Menteri BUMN dan Menteri Pariwisata terkait pembangunan Toilet Umum dan Fasilitas Pariwisata di Hutan Konservasi. Penyerahan secara simbolis ini juga akan ditindaklanjuti dengan Berita Acara serah terima dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Buaya Muara, Bukan Buaya Darat

Polewali, 15 April 2018. Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) yang telah dipelihara selama 3 tahun dengan panjang 1,5 meter oleh masyarakat yang bernama H. Ilham diserahkan kepada Seksi Konservasi Wilayah I Mamuju, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kepala Seksi konservasi Wilayah I, Ir. Alias secara langsung menerima satwa tersebut dari pemiliknya. Buaya tersebut untuk sementara ditempatkan di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Mamuju, di Polewali Mandar, untuk kemudian dilepaskan kembali pada wilayah yang jauh dari pemukiman untuk menghindari terjadinya konflik dengan manusia kedepannya. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc menyampaikan apresiasinya atas penyerahan satwa tersebut, beliau juga berpesan pada para kawan-kawan petugas di lapangan untuk terus memberikan sosialisasi tentang PP No. 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa Liar, sehingga tidak ada lagi satwa dilindungi yang menjadi peliharaan masyarakat. Sumber : Ir. Alias - Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Suaka Paruh Bengkok Balai TN Aketajawe Lolobata yang Instagramable dari PT. Antam, Tbk

Sofifi, 15 April 2018. Dalam proses pembangunan Suaka Paruh Bengkok (SPB), Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) dibantu oleh PT. Antam, Tbk, dengan bantuan pembangunan Gedung Pusat Informasi pada SPB. Gedung tersebut telah selesai dikerjakan dan hari ini (15/4/18) telah diserahkan oleh Direktur Operasi PT. Antam kepada Balai TNAL melalui Sekditjen KSDAE. Suaka Paruh Bengkok merupakan role model Balai TNAL dalam melestarikan keanekaragaman hayati terutama burung paruh bengkok. Turut hadir dalam acara Serah Terima Gedung Pusat Informasi yang dilaksanakan di Suaka Paruh Bengkok di Desa koli antara lain Muspika dan beberapa instansi dinas terkait. Direktur Operasi PT. Antam, Tbk dalam sambutannya menjelaskan tentang peran Antam dalam kegiatan lingkungan yang salah satunya bekerjasama dengan Balai TNAL berupa kegiatan rehabilitasi lahan dan konservasi paruh bengkok dalam hal ini adalah pembangunan Gedung Pusat Informasi. “Mohon doanya agar PT. Antam di Maluku Utara bisa bekerja dengan baik dan mendapatkan hasil yang posotif, karena dari hasil (laba) yang diperoleh maka hasil tersebut akan kembali digunakan untuk kegiatan lingkungan seperti sekarang ini”, kata Direktur Operasi PT. Antam, Hari Wijayanto. Sekretaris Direktur Jenderal (Sekditjen) KSDAE, Herry Subagiadi dalam sambutannya juga memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap peran PT. Antam, Tbk kepada Balai TNAL dan beberapa UPT lingkup KSDAE lainnya seperti di Balai Taman Nasional Gunung Halimum Salak dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi. “Kami (KLHK) berterima kasih atas partisipasi PT. Antam di Maluku Utara kepada Balai TNAL dalam pembangunan SPB”, kata Sekdit KSDAE dalam sambutannya. Beliau juga berharap agar PT. Antam tetap berkontribusi terhadap kegiatan konservasi di Maluku Utara terutama di kawasan TNAL. Setelah penandatanganan Berita Acara Serah Terima selesai dilaksanakan, para rombongan dan tamu undangan diperkenankan meninjau seluruh bangunan SPB yang dipandu oleh Koordinator SPB, Gunawan Simanjuntak. Para undangan terlihat penasaran dan senang dengan bangunan-bangunan yang ada di dalam SPB. Pada saat berada di kandang kecil yang terisi beberapa jenis burung paruh bengkok seperti Kakatua Putih dan Kasturi Ternate, para rombongan berhenti sejenak sambil melakukan diskusi dan mendokumentasikan kesempatan tersebut. “Bangunan ini (kandang besar) bagus sekali dan instagramable”, kata Direktur Operasi PT. Antam, Tbk. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Peresmian Kios Hasil Komoditi Masyarakat Desa di Sekitar TN Matalawa

Waingapu, 13 April 2018. Upaya meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat desa di sekitar kawasan Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) resmi dibuka, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk, dan Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Erni Mayana, MM. Pembuatan kios ini untuk menampung hasil kerajinan masyarakat desa sekitar kawasan TN berupa kerajinan bambu, pandan, lontar, makanan olahan tradisional, dan lain-lain. Program peningkatan ekonomi masyarakat ini sangat didukung oleh Bupati Sumba Tengah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa TN Matalawa telah memberikan contoh sangat bagus kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumba Tengah untuk bekerja secara nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Beliau mengajak seluruh SKPD untuk mendukung program ini dan membuat program-program lain untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati menjadi pembeli pertama hasil kerajinan bambu dari kios ini sebagai bentuk apresiasi yang tinggi atas hasil kerja keras masyarakatnya. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Pemulihan Ekosistem Ranupani Mulai Tampak Hasilnya

Ranupani, 15 April 2018. Ranupani merupakan salah satu ranu/danau yang terdapat di basecamp jalur pendakian Gunung Semeru Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang kondisinya tertutup oleh tanaman gulma yang invasive (Salvinia molesta). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) sejak awal april 2018 bersama masyarakat sekitar Ranupani melakukan pembersihan secara manual dengan cara meminggirkan salvinia di tepi Ranupani menggunakan tenaga manusia. Saat berita ini diturunkan (15/4/18) proses pembersihan sudah memasuki hari ke 10. Menurut keterangan Kepala SPTN III Senduro, Bidhin Lintang Anggrahaini “Salvinia yang sudah berhasil dibersihkan sudah sekitar 30%, sudah mulai terlihat kembali air yang terdapat di ranupani, dugaan cepatnya pertumbuhan salvinia di Ranupani karena limpasan air dari lahan masyarakat yang mengandung pupuk tinggi nutrisi”. Proses pembersihan Ranupani memang rutin dilakukan setiap tahunnya. Untuk tahun ini proses pembersihan direncanakan selama 36 hari. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Musim Teduh, Musim Menjaring Tembang

Jinato - Kepulauan Selayar, 14 April 2018. "Baguski cuaca, bagus kaya'nya pergi ma'lanra (menjaring) tembang (sarden)" ucap Akmal, salah seorang petugas Resort Jinato ke rekan-rekannya di pos jaga. Akmal adalah salah seorang Polhut senior yang sudah lama bertugas di Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR). Setelah melaksanakan tugas rutinnya sebagai petugas lapangan, beliau seringkali memperbaiki jaringnya atau membuat jaring baru sembari menunggu sore. Sore ini (14/04) bersama beberapa masyarakat Pak Akmal turun ke pinggir pantai menjaring ikan tembang (sarden). Pada musimnya, ikan ini biasanya dijaring masyarakat saat musim teduh, seperti sekarang. Ikan ini melimpah di seluruh kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. Selain untuk lauk, kadang ikan ini digunakan untuk umpan. Keseruan mereka menjaring ikan juga menjadi salah satu pemandangan yang asyik dipandang mata, rebutan dan melepaskan ikan dijaring. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun menikmati keseruan ini, bahkan ibu-ibunya pun ikut bergabung. Momen seperti ini seringkali juga digunakan teman-teman di lapangan untuk berbaur, bercengkrama dengan masyarakat setempat. Kegembiraan terlihat di wajah saat jaring yg mereka tarik cukup berat, itu artinya banyak ikan tembang yang terjaring dan hasilnya akan dibagi-bagi. Bukan soal hasil yang didapatkan, tapi kebersamaan yang terjalin erat antara masyarakat dan petugas lapangan. Masyarakat, petugas dan potensi kawasan konervasi adalah tiga hal yang selalu bersinergi bertalian satu sama lain untuk mencapai harmonisasi alam. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate Foto : Gunawan/ Petugas Jinato
Baca Berita

Izin Penangkaran Mati, Sang Penangkar Serahkan Sukarela Burungnya ke BBKSDA Jatim

Tuban, 14 April 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui Resort Konservasi Wilaya (RKW) 04 dan 05 Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II bojonegoro hari ini (14/4/2018) telah melakukan evakuasi satwa Jalak Putih dari Sdr. Lasiman di kecamatan Jatirogo kabupaten Tuban sebanyak 21 ekor (12 jantan & 9 betina). Andik sumarsono, SH, MH. (Kepala SKW II) menerangkan bahwa sdr. Lasimin adalah penangkar yang menyerahkan dengan sukarela satwanya karena izin penangkaran yang dimilikinya telah mati dan tidak diperpanjang lagi. Hal ini membuktikan bahwa penangkar/ sdr. Lasimin yang pernah memegang ijin penangkaran sadar bahwa dia tidak diperbolehkan lagi memelihara satwa dilindungi tersebut. Selanjutnya satwa dititipkan pada penangkar Sdr. Amin Muhaemin yang berada di Magetan sebanyak 4 ekor untuk dijadikan indukan dan di Lembaga Konservasi Umbul Madiun sebanyak 17 ekor untuk satwa koleksi. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pengalungan Bunga dari Karmila dan Joss pada Kunjungan Perdana Kapolres Lampung Timur di TN Way Kambas

Labuhan Ratu, 12 April 2018. Taman Nasional Way Kambas merupakan destinasi yang wajib dikunjungi bagi para Pejabat Lampung. Setiap Pejabat yang bertugas di Lampung belum sah menjadi warga Lampung jika belum berkunjung ke Way Kambas, tak terkecuali dengan Kapolres Lampung Timur, AKBP. Taufan Dirgantoro, SIK. yang baru pertama kali mendapat tugas di Lampung. Kamis 12 Oktober 2018 menjadi hari Kapolres Lampung Timur dan istri beserta rombongan berkunjung ke Way Kambas. Rombongan disambut langsung Bapak Kepala Balai TN Way Kambas beserta jajaran disertai pengalungan bunga dari Karmila dan Joss. Karmila dengan lemah lembut dan penuh hormat memberikan pengalungan bunga kepada Bapak Kapolres Lampung Timur, sementara Joss memberikan kalungan bunga kepada Ibu Kapolres. Karmila dan Joss adalah Gajah-gajah Way Kambas yang sudah terlatih dan biasa menyambut para pejabat yang berkunjung ke Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Bapak Kapolres sangat terkesan dengan keahlihan dan keramahan gajah-gajah Way Kambas. Sambil mengelus-elus belalai Karmila Kapolres Lampung Timur menyampaikan terima kasihnya, karena dengan berkunjung dan mendapat sambutan pengalungan bunga berarti dirinya sudah diterima dengan sah menjadi warga Lampung Timur. “Yang kami dengar, di Lampung ini belum sah menjadi warga Lampung jika belum ke Way Kambas dan naik gajah, setelah ini saya akan naik gajah berkeliling”, tambah Kapolres. Setelah istirahat dan menikmati hidangan seadanya; kacang rebus, jagung rebus dan ubi rebus, yang disuguhkan oleh rimbawan Way Kambas, Kapolres melakukan penanaman pohon di lingkungan Pusat Latihan Gajah. Setelah penanaman beliau berpesan agar kita dapat menjaga lingkungan sekitar kita dan melindungi hewan langka, kemudian dengan menunggang Leo, Kapolres berkeliling Pusat Latihan Gajah dan bahkan oleh Leo beliau diajak masuk ke kolam pemandian. Dari pinggir kolam Kepala Balai menyampaikan “baru kali ini Kapolres di Lampung Timur yang di ”wisuda” menjadi warga Lampung sampai masuk kolam”. Sumber: Humas Balai TN. Way Kambas
Baca Berita

Satgas Nusantara Polres Lampung Timur “Peduli Lingkungan dan Hewan Langka”

Labuhan Ratu, 12 April 2018. Kapolres Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantoro, dengan mengendarai motor Trail memimpin rombongan Satgas Nusantara Polres Lampung Timur berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas. Rombongan yang berjumlah sekitar seratusan orang ini langsung menuju Rumah Sakit Gajah di Pusat Latihan Gajah Way Kambas dengan membonceng berbagai jenis tanaman. Di RS. Gajah rombongan langsung disambut oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Subakir, SH. MH. Kepala Balai dalam sambutannya menyampaikan koordinasi yang telah dibangun selama ini dengan jajaran Polres Lampung Timur. “Terimakasih dan selamat datang Bapak Kapolres di Taman Nasional Way Kambas, semoga dengan kunjungan ini akan semakin memperkuat kerjasama kita dibidang pengamanan. Way Kambas ini dihuni oleh 5 jenis mammalia besar dengan kondisi yang cukup baik” jelas beliau. Kapolrespun menyampaikan tujuannya datang ke Taman Nasional Way Kambas bersama jajarannya sebagai Satgas Nusantara untuk melakukan Bhakti sosial di taman nasional “Satgas merupakan program Kapolri dan wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran dengan berbagai kegiatan dan salah satunya hari ini kita melaksanakan Bhakti sosial Penanaman Pohon sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan Hewan langka” jelas Kapolres. Selain Kapolres dan jajarannya, kegiatan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Lampung Timur antara lain, Plt. Bupati Lampung Timur, Kajari Lampung Timur, Ketua DPRD Lampung Timur, Dandim 0411/LT yag diwakili oleh Danramil Way Jepara, UPTD KPHL XII Gunung Balak dan juga diikuti oleh Komunitas Motor Trail ALTA. Kapolres sangat terkesan dengan kondisi Way Kambas yang masih asri dengan berbagai satwa langka di dalamnya. Dalam sambutannya beliau sampaikan “ kami melihat 1/3 luas lampung Timur ini adalah kawasan Taman Nasional Way Kambas, sehingga harus kita jaga bersama kelestariannya dan kita ciptakan kondisi Kamtibmas yang kondusif” Tak kalah ketinggalan, Plt. Bupati Lampung Timur, Zaiful Bukhari, menyampaikan dukungannya atas kegiatan Polres Lampung Timur dalam kegiatan Bhakti sosial ini. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kita menghaturkan ucapan ribuan terimakasih kepada Polres Lampung Timur, dan kita akan mendukung sepenuhnya. Karena tujuan kita sama, yaitu membangun Kabupaten Lampung Timur ini lebih baik, serta menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat” ujar Bhukhari. Pada tahun ini Lampung Timur akan menggelar 101 Festival Budaya dan Kuliner, termasuk Festival Way Kambas yang diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lampung Timur tambahnya. Dalam kegiatan aksi menanam pohon ini jumlah pohon yang ditanam berjumlah 404 batang dengan berbagai jenis tanaman endemik antara lain: Cempaka, Salam, Pulai, Gaharu, Meranti, Bungur dan Merbau. Sebelum kembali ke Mapolres Lampung Timur, Kapolres mengakhiri kegiatannya dengan menunggang Leo, salah satu gajah tunggang Way kambas, untuk berkeliling lokasi Pusat Latihan Gajah dan bahkan Leo sempat membawa Kapolres untuk masuk ke kolam pemandian. Sumber: Humas Balai TN. Way Kambas
Baca Berita

Evaluasi Manajemen Berbasis Resort Balai TN Matalawa

Waingapu, 12 April 2018. Pengelolaan kawasan berbasis resort di Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mulai dicetuskan tahun 2012 dan terus menerus dilakukan evaluasi guna meningkatkan capaian yang dihasilkan. Dalam rangka menyempurnakan hasil catatan yang tersebut, TN Matalawa membuat aplikasi Resort Based Management dengan nama RESMI (Resort Memberi Informasi) yang memungkinkan para pegawai di tingkat resort menyampaikan informasi terkini tentang keadaan kawasan melalui aplikasi android di ponselnya. Acara expose dan evaluasi RBM ini di laksanakan di Hotel Sinar Tambolaka. "Saya puas dengan hasil yang diperoleh melalui aplikasi RESMI ini. Informasi yang ada di RESMI sangat detail sehingga perencanaan pengelolaan kawasan TN dapat dengan mudah dilakukan" ujar Maman Surahman, S.Hut, M.Si, Kepala Balai TN Matalawa dalam paparannya. Namun, ia juga mencatat beberapa hal yang perlu dilakukan perbaikan diantaranya adalah penggunaan alat yang terkadang terjadi kesalahan pembacaan koordinat. Selain itu, ketepatan waktu pelaporan pada aplikasi RESMI juga menjadi perhatian beliau karena hal ini berdampak pada rencana kerja yang akan disusun oeh tim perencanaan di tingkat balai. Selain dihadiri oleh seluruh pegawai TN Matalawa, paparan evaluasi RBM ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Mutasi Biro Kepegawaian, Ir. Tata Jatirasa Gandaresmara dan juga Ir. Adi Susmianto, M.Sc. Sumber : Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Pengambilan Sumpah Janji 53 PNS Balai TN Matalawa

Waingapu, 12 April 2018. Bertempat di Aula Hotel Sinar Tambolaka, 53 PNS Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengucap sumpah janji PNS yang dipandu langsung Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK), Ir. Erni Mayana, MM. Pengucapan sumpah janji ini juga disaksikan oleh Kepala Bagian Mutasi Biro Kepegawaian KLHK dan Kepala Balai TN Matalawa. Dalam amanatnya, Kepala Biro menyampaikan bahwa pengucapan sumpah janji ini sangat penting untuk para PNS. Banyaknya jumlah pegawai yang mengucapkan sumpah janji PNS TN Matalawa menjadi evaluasi bagi Biro Kepegawaian dan Organisasi KLHK untuk melakukan pendataan seluruh PNS KLHK yang belum melakukan pengucapan sumpah ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Biro Kepegawaian dan Organisasi juga telah melaksanakan sejumlah pengucapan sumpah janji PNS di seluruh daerah di Indonesia, namun ternyata memang belum semua PNS mengucapkan sumpah janji tersebut. Beliau berpesan kepada para PNS yang telah disumpah untuk taat pada sumpah yang telah diucapkan karena sumpah ini tidak hanya didengar oleh para saksi yang hadir tetapi juga didengar oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pada kesempatan yang sama, dalam diskusi dan pembinaan pegawai yang dilakukan selepas acara pengambilan sumpah janji PNS, Kepala Biro menyampaikan bahwa semua pegawai KLHK terpantau langsung melalui SIMPEG KLHK, untuk itu, segera perbarui data pada SIMPEG apabila telah berhasil memperoleh capaian-capaian yang menunjang tugas pokok dan fungsi seorang pegawai. Sumber : Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Balai TN Kepulauan Togean Dengar Pendapat DPRD Tojo Una-una

Ampana, 13 April 2018. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) menghadiri Undangan DPRD Kabupaten Tojo Una-Una dalam rangka rapat dengar pendapat terkait permasalahan Taman Nasional Kepulauan Togean (12/4/18). Rapat dihadiri beberapa orang Anggota Dewan, Bupati yang di wakili Asisten II, Kepala BP4D, Kapolres, Kepala Balai TNKT, Kepala PLN, HPI, Sekretaris PU dan pihak Media cetak dan Elektronik. Anggota Dewan menyampaikan beberapa permasalahan diantaranya terkait dengan isu-isu yang berkembang di masyarakat bahwa Balai TNKT menghalang-halangi pembangunan infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat yakni pembangunan jalan dan pemasangan jaringan listrik, juga disampaikan permasalahan penangkapan penambang pasir, permasalahan penarikan PNBP dan permasalahan terkait Zonasi Balai TNKT. Kepala Balai TNKT menyampaikan tanggapannya bahwa Balai TNKT telah mengakomodir pembangunan jalan dan pemasangan jaringan listrik dalam Zona khusus sehingga isu yang beredar bahwa Balai TNKT menghalang-halangi pembangunan Infrastruktur Pemerintah Daerah adalah tidak benar. Kepala Balai juga menjelaskan bahwa proses Zonasi telah melalui konsultasi publik tingkat desa, kecamatan dan tingkat kabupaten sebelum dipaparkan ditingkat pusat. Zonasi Taman Nasional Kepulauan Togean mengakomodir kurang lebih 90 persen dari luas kawasan TNKT merupakan Zona Tradisional yang mana zona dimaksud adalah daerah/wilayah dimana masyarakat telah beraktifitas secara turun-temurun baik di darat dan di laut dengan menggunakan peralatan-peralatan yang ramah lingkungan dan tidak merusak. Terkait dengan PNBP, Ir. Bustang mengatakan bahwa dasar hukum pelaksanaan penarikan karcis masuk ke kawasan Taman Nasional yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang PNBP dan PP Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan sehingga Balai TNKT wajib melaksanakan Pemungutan PNBP. Pada Rapat Dengar pendapat disepakati bahwa penarikan karcis masuk ke kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean tetap dilaksanakan. Bupati dan Kepala BP4D menyampaikan bahwa perlu sosialisasi yang lebih intens lagi kepada masyarakat terkait zonasi TNKT, kemudian Balai TNKT harus terus melakukan pengawasan dan pengamanan guna meminimalisir bahkan menghilangkan kegiatan destructive fishing yang terjadi di Kepulauan Togean serta terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Daerah , masyarakat dan stake holder lainnya agar pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Balai TNKT dapat berjalan dengan baik. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Percepat Penyelesaian Role Model Desa Edelweis BBTN Bromo Tengger Semeru Gelar Rapat Evaluasi

Malang, 13 April 2018. Balai Besar Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) menggelar rapat pembahasan proges pelaksanaan kegiatan Role Model pengembangan Desa Edelweis berbasis masyarakat di desa penyangga, bertempat di Aula Kantor BBTN BTS yang dipimpin langsung oleh Kababes TN BTS John Kenedie pada hari Kamis 12 April 2018. Selain dihadiri oleh tim Role Model Edelweis juga dihadiri oleh pejabat eselon 3 dan 4 BBTN BTS. Kegiatan role model dilakukan oleh BBTN BTS sampai dengan bulan Maret berupa Identifikasi Desa Edelweis, Pembentukan Kelompok Edelweis, Pendampingan kelompok serta Penyusunan RKT, dan Pelatihan Budidaya Edelweis di Desa Wonokitri. Saat ini sudah terbentuk dua kelompok Desa Edelweis ‘Hulun Hyang’ untuk Desa Wonokitri dan kelompok ‘Tan Layu’ untuk Desa Ngadisari. Sedangkan kegiatan yang sedang dalam proses pelaksanaan dan belum dilaksanakan adalah Pelatihan Budidaya Edelweis di Desa Ngadisari, Bantuan Peralatan dan Souvenir Edelweis, dan Pembuatan Paket Wisata Desa Edelweiss serta Festival Land of Edelweiss. John Kenedie selaku Kababes TN BTS dalam arahan penutupnya menekankan,“ saya menginginkan tim bekerja secara bersungguh-sungguh untuk mendukung Desa Edelweis, serta memperhatikan regulasi dan ketentuan yang ada", selain itu John Kenedie juga menambahkan, “Tim memberikan laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan Role Model secara periodik dan mengkonsultasikan setiap step pelaksanaan agar kegiatan dapat terarah dan terukur.” Sumber: BBTN BTS

Menampilkan 8.209–8.224 dari 11.140 publikasi