Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Jono & Baddy Siap Translokasi ke Kalimantan Tengah

Jakarta, 19 April 2018. Balai KSDA Jakarta melaksanakan kegiatan Konferensi Pers (Press release) berkaitan dengan rencana pelepasliaran satwa dilindungi Undang-undang, bertempat di Ruang Media Centre Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Tegal Alur, Jalan Benda Raya No. 1 Jakarta Barat. Konferensi Pers ini dilakukan terkait rencana Translokasi 1 (satu) ekor orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama “JONO” dan 1 (satu) ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) bernama “BADDY” ke Orangutan Care Center & Quarantine - Orangutan Foundation International (OCCQ-OFI) di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc yang menyampaikan press release beserta Kepala Balai KSDA Jakarta selaku pemangku wilayah beserta jajarannya, serta perwakilan dari berbagai media massa di Jakarta dan sekitarnya antara lain: Mitrapol.com, Jurnalline.com, Media SKU Demokratis, Mongabay.com, Pus Humas KLHK, Media Indonesia, Metro TV, Net TV, CNN, RCTI, Trans 7 dll. Translokasi satwa ini merupakan tahapan dalam rangka pelepasliaran JONO dan BADDY setelah melalui proses rehabilitasi di OCCQ-OFI tersebut. Sedikit informasi bahwa JONO semula diperoleh daripenyerahan masyarakat pada tanggal 18 April 2012 yang berarti telah berada di PPS Tegal Alur selama ± 6 tahun, demikian juga dengan BADDY sosok beruang madu ini berasal dari hasil sitaan Polda Metro Jaya yang dititipkan ke PPS Tegal Alur sejak tanggal 14 April 2017. Dalam penjelasannya Dirjen KSDAE menyampaikan bahwa Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jakarta selaku penanggung jawab PPS Tegal Alur bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam Kalimantan Tengah, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Orangutan Foundation Internasional (OFI) secara bersama-sama mengupayakan JONO dan BADDY untuk dilakukan translokasi ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Care Center and Quarantine – Orangutan Foundation International (OCCQ – OFI) di Pangkalanbun Kalimantan Tengah. Secara keseluruhan rencana translokasi JONO dan BADDY telah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, mulai dari kesediaan pihak Balai KSDA Kalteng dan OFI untuk menerima dan akan merawat, persetujuan dari Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem, Penerbitan Surat Angkut Tumbuhan Satwa dan Tumbuhan Dalam Negeri (SATS DN), hasil pemeriksaan kesehatan satwa, dll. Berdasarkan kesiapan seluruh pihak termasuk maskapai penerbangan, maka rencana Translokasi JONO dan BADDY akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 23 April 2018, pukul 09.00 WIB menggunakan pesawat Trigana dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Pangkalanbun. Sumber : Balai KSDA DKI Jakarta
Baca Berita

Medsos BBKSDA Papua Tak Lekang Oleh Waktu

Jayapura, 18 April 2018. Pemanfaatan Media Sosial jaman sekarang tidak hanya dilakukan oleh kawula muda, melainkan mulai merambah ke dunia pemerintahan. Media sosial pun bukan hanya berguna demi keuntungan pribadi mendapatkan kawan-kawan baru, melainkan dapat digunakan untuk menarik perhatian lebih banyak orang untuk mengetahui bagaimana potensi yang dimiliki setiap kawasan konservasi lingkup wilayah kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Platform media sosial yang pada umumnya dimanfaatkan antara lain facebook, instagram, pinterest, blogers, whatsapp dan lain sebagainya. Jaman ekarang untuk menarik minat dengan cepat salah satu caranya adalah menggunakan media sosial facebook, whatsapp, dan instagram, sebagaimana yang dimiliki oleh Balai Besar KSDA Papua sebagai salah satu UPT KemenLHK di Provinsi Papua, memiliki Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan yang salah satu fungsinya sebagai penghubung dengan berbagai pihak luar dalam hal penyampaian data dan informasi. Dalam pelatihan peningkatan kapasitas pengelola media sosial lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diselenggarakan di kota Makassar, tepatnya di Novotel Makassar, sejak tanggal 22 hingga 23 Maret 2018 lalu, bertujuan untuk pemanfaatan media sosial secara maksimal. Dengan menyebarluaskan informasi mengenai kinerja Kementerian LHK secara umum kepada khalayak ramai, juga membatasi informasi yang sebenarnya dapat dikonsumsi oleh umum atau informasi intern. Pengelola media sosial dibekali dengan pemahaman secara maksimal pemanfaatan platform media sosial yang ada oleh pengajar-pengajar dari LSM Kemitraan Partnership Jakarta sebanyak 3 orang. Dengan adanya informasi mengenai potensi-potensi wilayah kerja KemenLHK di seluruh Indonesia di dunia maya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kesalahpahaman. Hal ini yang perlu diawasi dan ditindak lanjuti secara cepat, bijaksana dan tepat. “Informasi jangan disembunyikan, melainkan diberitahukan secepatnya pada umum, asal paham informasi mana yang layak untuk konsumsi umum dan mana yang tidak” salah satu arahan dari Kepala Biro Humas Ir. Djati Witjaksono Hadi., M.Si pada peserta pelatihan di hari kedua kegiatan. Dengan demikian kita dapat memahami bagaimana sebaiknya kita mengelola suatu informasi yang layak diketahui oleh umum ataupun tidak, serta dapat mengelola informasi tersebut dengan sebaik-baiknya dan dapat menarik minat banyak orang untuk mengikuti “follow” pada akun dan page kita di tiap platform. Sebaik-baiknya informasi adalah informasi yang dapat diberikan bukti nyata kebenarannya, maka dari itu pembuatan akun pemerintahan yang baik dan benar perlu untuk diketahui oleh setiap pengelola media sosial tersebut. Sumber : Kurnianingsih, A.Md
Baca Berita

BBKSDA Papua, Bidang Wilayah 1 Merauke Kegiatan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (GERBANGDUTAS) Tahun 2018

Jayapura, Selasa, 17 April 2018. Sebagai Korwil UPT KemenLHK di Provinsi Papua, BBKSDA Papua beserta jajaran KSDAE di Kab. Merauke (Taman Nasional Wasur dan Bid. Wilayah I Merauke) menghadiri Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan “GERBANGDUTAS” tahun 2018, diselenggarakan pada hari senin, tanggal 16 April 2018 dengan 3 (tiga) Agenda besar, yaitu : Dalam acara ini, dihadiri oleh Menkopolhukam, Wiranto; Mendagri, Tjahjo Kumolo; Pejabat Eselon I Instansi Kehutanan dan Lingkungan terkait, Bupati Kabupaten Merauke dan Bupati-Bupati daerah Perbatasan di seluruh Indonesia, Kapolda Provinsi Papua, Panglima Kodam Cenderawasih, serta para tokoh adat dan tokoh agama; Forkopimda Kabupaten Merauke. Hasil dari Pelaksanaan Kegiatan tersebut antara lain sebagaimana terlihat jelas dalam infografis berikut ini. Sumber: Ir. Timbul Batubara., M.S, BBKSDA Papua
Baca Berita

Sinergitas Multipihak Untuk Peredaran TSL Dilindungi

Sidoarjo, 19 April 2018. Berawal dari surat KPP Bea Cukai Juanda perihal permohonan bantuan penelitian barang ekaport, tim dari Bidang KSDA wil 2 gresik BBKSDA Jawa Timur (Jatim) turun ke lokasi bersama BPHP Stasiun Surabaya, Balai GAKKUM LHK wil. Jabalnusra dan Bea Cukai Juanda guna melakukan identifikasi kayu yang akan di eksport. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antar instansi dalam pelaksanaan tugas guna mengamankan dan menjaga peredaran sumberdaya alam kita. Selain hal tersebut, sekaligus sebagai media sosialisasi tentang peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Negara kita. Hasil identifikasi awal, secara morfologis jenis barang adalah kayu cendana (Santalum album). Akan diidentifikasi oleh BPHP Stasiun Surabaya. Secara peraturan P.48/2017 jo P.85/2016 apabila komoditas tersebut masuk kategori KR, maka dokumen yang dibutuhkan hanya nota angkutan. Sedangkan menurut IUCN per Oktober 2017, jenis tersebut di atas tidak termasuk Appendiks CITES, sehingga peraturan peredaran ekspornya menggunakan kementerian perdagangan. Dengan kebersamaan dan sinergitas antar instansi kita akan solid dan kuat dalam menegakkan peraturan perundang-undangan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Kali Ini Perwira TNI Serahkan Satwa Liar

Serang - Rabu, 18 April 2018; Tim Gugus Tugas Evakuasi Tumbuhan Satwa Liar Seksi Konservasi Wilayah I Serang, Bidang KSDA Wilayah I Bogor, BBKSDA Jabar, melalui Call Center SKW I Serang (0877 7852 4013) menerima pengaduan/informasi dari masyarakat perihal keberadaan warga yang memiliki/memelihara satwa yang Dilindungi Undang-undang berupa: 3 (tiga) ekor Kakatua jambul kuning (Cacatua galerita) dan 1 (satu) ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis), selanjutnya Tim Gugus Tugas melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait kebenaran informasi masyarakat tersebut. Hasil pulbaket tersebut, ternyata satwa-satwa tersebut berada di Komplek Korem 064/Maulana Yusuf Serang- Kel. Cilaku, Kec. Cipocok Jaya – Serang, diketahui pemilik merupakan anggota aktif TNI berinisial MU anggota Kodim 0602 Serang. Tim Gugus Tugas berkoordinasi dengan Subdit VII Ditkrimsus Polda Banten untuk melakukan sosialisasi dan upaya persuasif terhadap pemilik satwa agar bersedia menyerahkan satwa tersebut secara sukarela kepada Negara dengan hasil, akhirnya pemilik satwa bersedia menyerahkan secara sukarela kepada Tim Gugus Tugas. Satwa-satwa tersebut untuk sementara diamankan di kantor SKW I Serang, dan selanjutnya akan dititip rawatkan di Lembaga Konservasi untuk direhabilitasi. Penyerahan satwa yang Dilindungi UU oleh aparat TNI kali ini bukanlah yang pertama, sebelumnya Balai Besar KSDA Jawa Barat telah beberapa kali menerima penyerahan satwa yang Dilindungi UU baik dari TNI/Polri atau aparat pemerintah, public figure dan tokoh masyarakat, hal ini menunjukkan suatu yang menggembirakan dimana mulai adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian akan satwa liar pada berbagai komponen masyarakat. Kasus diatas, semoga menjadi contoh bagi masyarakat yang masih memelihara satwa liar yang Dilindungi UU untuk menyerahkan satwa peliharaannya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat. Sumber: BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Sadar Konservasi, Masyarakat Desa Khusus Pasitallu Serahkan 32 Butir Telur Penyu

Desa Khusus Pasitallu - Taka Bonerate, 16 April 2018. Sebanyak 3 (tiga) orang masyarakat menyerahkan 32 butir telur penyu ke petugas Resort Pasitallu. Mereka adalah Usman, Nurdin dan Rusli, warga Desa Khusus Pasitallu di Taman Nasional Taka Bonerate Kepulauan Selayar. Dengan sadar, mereka menyambangi kantor resort dengan membawa baskom yang di dalamnya berisi telur penyu untuk diserahkan kepada petugas. Menurut penjelasan komandan Resort Pasitallu Hendra Marannu, telur penyu yang diterima ditemukan masyarakat di Pulau Sangiang. Ia pun menambahkan bahwa P. Sangiang adalah pulau yang berada di luar kawasan TN. Taka Bonerate. Pulau kecil yang tak berpenghuni dengan jarak tempuh dari Resort Pasitallu sekitar dua jam menggunakan kapal Jolloro (kapal kayu). Masyarakat nelayan Pasitallu sering mendatangi P. Sangiang, baik untuk mencari gurita maupun memanah ikan dengan cara menyelam tanpa menggunakan kompresor, Pongke' (Bahasa Bajo). Menyerahkan biota laut dilindungi ini sudah sering dilakukan oleh warga Pasitallu, baik penyu dewasa, tukik maupun dalam bentuk telur. "Mengapa saudara meluangkan waktu untuk membawa telur ini ke Pasitallu dan menyerahkan ke pos jaga" tanya Hendra Marannu ke warga tersebut. Salah satu dari mereka menjawab "ini kami bawa sebagai ole-ole untuk petugas di pos dan supaya nantinya juga bisa ditetaskan di Pasitallu. Ini bisa menambah jumlah penyu di dalam taman nasional". Semoga kedepan masyarakat makin sadar akan pentingnya menjaga keberlangsungan hidup penyu. Selanjutnya tiga puluh dua telur penyu itu ditanam di demplot penetasan Resort Pasitallu oleh Hendra Marannu. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Bersinergi dalam Sinergitas Pengelolaan Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 19 April 2018. Baru saja melaksanakan serah terima Gedung Pusat Informasi Suaka Paruh Bengkok dan Pembinaan Pegawai di Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL), Herry Subagiadi, Sekditjen KSDAE turut memberi arahan dan membuka acara “Workshop Sinergitas Pengelolaan Taman Nasional Aketajawe Lolobata Tahun 2018” yang dilaksanakan di Hotel Batik, Ternate pada tanggal 16 April 2018. Acara dihadiri oleh Bappeda dan Dinas terkait lingkup Provinsi dan Kabupaten di Maluku Utara yang masuk dalam wilayah kerja Balai TNAL. Selain itu terdapat beberapa perwakilan dari UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pihak swasta (PT. Antam dan PT. Pertamina), LSM, civitas akademika dan kelompok atau komunitas. Kegiatan terbagi dalam 2 (dua) sesi, yaitu sesi pertama menghadirkan paparan dari Balai TNAL dan Bappeda Provinsi Maluku Utara dan sesi kedua menyajikan paparan dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) wilayah Maluku - Papua dan LSM AMAN Maluku Utara. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi pada masing-masing sesi. Sesi pertama Kepala Balai TNAL memaparkan 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi kepada seluruh peserta. “Sesuai arahan Pak Dirjen, Balai TNAL diminta menerapkan 10 Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi”, kata Wahyudi. “Kami memberikan penghormatan kepada nilai budaya dan adat seperti dalam penyelesaian konflik di desa sekitar kawasan”, imbuh Kepala Balai TNAL. Hasil dari acara ini adalah sinergi pengelolaan yang tertuang dalam notulensi hasil diskusi, diantaranya yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ingin bersinergi dalam penelitian di kawasan TNAL, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Timur ingin bersinergi terkait agrowisata di kawasan TNAL. Selain itu perwakilan dari Universitas NUKU, Kota Tidore Kepulauan juga ingin bersinergi dalam penelitian keanekaragaman hayati dan sosial budaya Masyarakat O Ho Ngana Ma Nyawa (suku Togutil) dan membuat Perjanjian Kerja Sama dengan Balai TNAL seperti yang telah dilakukan bersama Universitas lainnya. “Apa saja yang harus kami siapkan agar bisa bekerjasama (menyusun PKS) dengan Balai TNAL dibidang penelitian? Karena kami juga memiliki dana dari DIKTI terkait hal tersebut”, kata salah satu Dosen dari Universitas NUKU Sumber: Akhmad David Kurnia Putra, Polhut BTN Aketajawe Lolobata
Baca Berita

Aksi Spontan Dirjen KSDAE di Peresmian Sarpras Wisata Alam Pulau Pramuka TN Kepulauan Seribu

Pulau Pramuka, 19 April 2018. Direktur Jenderal KSDAE beserta Direktur PIKA, Tenaga Ahli Menteri Bidang Maritim dan Ekosistem yaitu Bapak Rusdi Ridwan, Bupati Jakarta Kepulauan Seribu, rombongan Direktorat Jenderal KSDAE, serta mitra-mitra Taman Nasional Kepulauan Seribu didampingi Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu tiba di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu guna peresmian sarpras wisata alam Pulau Pramuka dan Sarasehan Taman Nasional Kepulauan Seribu. Begitu tiba di area kantor SPTN Wilayah III Pulau Pramuka, Dirjen KSDAE dan rombongan langsung mengunjungi Sarana Prasarana Wisata Alam Pulau Pramuka, yang terdiri dari Mangrove Track, Jembatan Gantung, Kolam renang outdoor, ikon nama Taman Nasional Kepulauan Seribu, Plasa dan Labirin Mangrove. Lantaran terpesona dengan mangrove yang ditanam dengan metode khusus, yaitu rumpun berjarak, Dirjen KSDAE tanpa ragu dan spontan menanam mangrove di sekitar labirin mangrove. Selepas kunjungan ini, dilakukan prosesi peresmian Sarana Prasarana Wisata Alam Pulau Pramuka yang dibuka dengan tarian Lenggang Nyai oleh anak-anak SDN 02 Pulau Panggang. Tepuk tangan hangat Dirjen KSDAE dan tamu undangan lain mengiringi usainya sajian tari tersebut. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu kemudian didaulat untuk menyampaikan laporan singkat mengenai pembangunan Sarana dan Prasarana Wisata Alam. Usai laporan kepala Balai TN Kepulauan Seribu, Bupati Jakarta Kepulauan Seribu memberikan sambutan. Dalam sambutan ini, beliau menyampaikan apresiasi atas dibangunnya Sarana Prasarana (Sarpras) Wisata Alam Pulau Pramuka oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Sarpras Wisata Alam ini akan menjadi daya tarik baru bagi orang-orang yang berkunjung ke Pulau Pramuka. Setelahnya, Dirjen KSDAE memberikan sambutan terkait pembangunan sarpras ini. Dirjen KSDAE juga menyampaikan apresiasi kepada kerja Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu dan dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu dalam mewujudkan Sarpras Wisata Alam ini. Dalam sambutan ini, Dirjen KSDAE tidak lupa mengecek kehadiran mitra-mitra Taman Nasional Kepulauan Seribu, yaitu RARE, CNOOC SES Ltd., Nusantara Regas, MASI (Masyarakat Selam Indonesia), Yayasan KEHATI, Daihatsu Astra Motor, dan Pertamina. Peresmian Sarana Prasarana Wisata Alam Pulau Pramuka ditandai dengan penekanan tombol sirine, penandatanganan prasasti oleh Dirjen KSDAE, dan pengguntingan pita. Usai rangkaian kegiatan utama, berupa peresmian Sarana Prasarana Wisata Alam Pulau Pramuka dilanjutkan acara Sarasehan. Acara sarasehan ini dihadiri oleh masyarakat binaan Taman Nasional Kepulauan Seribu, yaitu 2 (tiga) kelompok Sentra Penyuluhan Konservasi Pedesaan (SPKP), Kader Konservasi (KK), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pemandu wisata pemegang Ijin Usaha Penyediaaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA), tokoh masyarakat dan pelaku usaha wisata lain, yaitu pelaku jasa homestay, catering dan kapal. Acara sarasehan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Rimbawan, yel-yel konservasi, yel-yel Daya Bersehaty dan yel-yel Taman Nasional Kepulauan Seribu yang dipimpin oleh tim SPTN Wilayah III Pulau Pramuka Taman Nasional Kepulauan Seribu. Narasumber dalam sarasehan ini terdiri dari Dirjen KSDAE, Tenaga Ahli Menteri bidang Maritim dan Ekosistem Bapak Rusdi Ridwan, Bupati Jakarta Kepulauan Seribu dan Kepala Balai TN Kepulauan Seribu. Moderator, yaitu Kepala SPTN Wilayah III Pulau Pramuka, memberikan kesempatan bicara pertama kali kepada Kepala Balai TN Kepulauan Seribu.Kepala Balai TN Kepulauan Seribu menyampaikan target salah satu role model TN Kepulauan Seribu, yaitu Pengembangan Ekowisata Bahari di Kepulauan Seribu dalam kerangka Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Bapak Rusdi Ridwan menambahkan bahwa dalam pengelolaan wisata bahari di Kepulauan Seribu yang memiliki karakter pulau yang unik harus mempertimbangkan daya dukung alam. Bupati Jakarta Kepulauan Seribu menyatakan sedang dalam upaya mengembangkan berbagai jenis wisata di Kepulauan Seribu,di antaranya yaitu Healing tourism, Yacht tourism, dan retirement tourism. Dirjen KSDAE dalam sarasehan ini menyampaikan bahwa dalam mengelola Taman Nasional Kepulauan Seribu tidak boleh bekerja sendiri, dan juga menyoroti mengenai pentingnya terus menanam mangrove. Usai paparan oleh para narasumber, peserta sarasehan mendapat kesempatan untuk mengajukan saran atau pertanyaan. Perwakilan dari kelompok SPKP Samo-samo, Kader konservasi, dan pemandu wisata mengajukan beberapa pertanyaan dan saran terkait upaya pengelolaan mangrove yang telah ditanam secara terpadu, adaya regulasi untuk mengatur wisata terutama menyangkut daya dukung alam, pembinaan kepada pemandu wisata di kelurahan lain, yaitu Pulau Tidung, dan perlunya kerjasama lintas sektoral dalam konservasi. Setelah sesi diskusi, sebelum penutupan acara Sarasehan, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu memberikan bantuan usaha ekonomi produkif secara simbolis kepada Sentra Penyuluh Kehutanan (SPKP) Bintang Laut, SPKP Elang Bondol dan SPKP Samo-samo. Acara sarasehan diakhiri dengan adanya foto bersama Dirjen KSDAE, tenaga ahi Menteri dan Kepala Balai TN Kepulauan Seribu dengan para peserta dan pegawai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Kehutanan Papua, Stand Terfavorit dan Stand Terbaik

Jayapura, 11 April 2018. Tahun ini Pameran Lingkungan hidup dan Kehutanan diadakan di Samarinda, Kalimantan Timur tepatnya di Samarinda Convention Hall selama 4 (empat) hari dari tanggal 5 sd 8 April 2018. Kemeriahan dan ilmu yang diperoleh sangat beragam dan tetap akan tersimpan bagi para pengunjung bahkan bagi peserta Indogreen sendiri. Pameran Satu Dasawarsa Indogreen Environment and Forestry Expo ini di ikuti oleh 67 peserta dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia baik dari lingkup UPT Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan, Dinas Kehutanan Provinsi setempat, maupun Industri atau Mitra kerja UPT KemenLHK. Balai Besar KSDA Papua turut berpartisipasi dalam event tersebut, bersama-sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Dinas Kehutanan Provinsi dan Taman Nasional yang ada di Provinsi Papua bergabung dalam satu “Stand Kehutanan Papua”. Sejak hari pertama pembukaan hingga penutupan, Stand Kehutanan Papua tidak pernah sepi pengunjung. Hal ini didukung oleh materi yang disajikan yang berupa pameran satwa hidup yaitu kura-kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta) dan Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae), leaflet, burung cenderawasih replika yang dibuat oleh masyarakat Desa Binaan Balai Besar KSDA Papua, poster dan Infografis yang menarik disusun sedemikian rupa pada stand sehingga menarik banyak minat pengunjung. Stand Kehutanan Papua menampilkan banyak HHBK yang diproduksi dan sedang dikembangkan di Papua seperti sari buah merah, madu, minyak kayu putih, gaharu, produk-produk kulit buaya dan masih banyak lagi produk lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. Keingintahuan masyarakat Samarinda terutama anak-anak pada kura-kura sangat besar, apalagi dengan bentuk moncong kura-kura yang sangat unik. Selain itu tim kehutanan Papua juga melibatkan masyarakat adat langsung untuk memamerkan cara pembuatan Noken (Tas kulit kayu khas dari Papua) dan juga mengadakan kuliner gratis yaitu papeda, sagu bakar gula, keladi tumbuk dan kopi Arabica asli Wamena. Karena itu, pengunjung pameran tidak henti-hentinya membanjiri stand Kehutanan Papua demi mendapatkan semangkuk papeda gratis. Tidak hanya itu, Duta Wisata Papua putra putri dihadirkan langsung ke pameran untuk ikut mempromosikan Budaya dan keindahan Wisata alam yang ada di Papua, khususnya Taman Nasional Wasur dan Lorentz. Dalam pameran ini juga diadakan kuis berhadiah bagi pelajar dengan hadiah souvenir cantik bagi pengunjung berupa gantungan kunci berbentuk koteka yang merupakan pakaian adat salah satu suku di Papua. Adanya Talkshow yang diisi oleh pakar-pakar berpengalaman di bidang kehutanan dan pemanfaatan teknologi memperkaya pengetahuan bagi peserta dan pengunjung. Pada akhirnya, pameran ini benar-benar dimanfaatkan untuk ajang memperoleh ilmu pengetahuan, pertukaran informasi dan komunikasi serta ajang keakraban bagi masyarakat Indonesia khususnya di bidang Kehutanan. Pameran yang mengusung tema “Road to your city” ini diharapkan akan menjangkau masyarakat Indonesia secara luas dan memberikan informasi dan pengetahuan yang baru khususnya di bidang kehutanan. Sumber: Hena Oywari, Kurnianingsih, Diah Warastuti
Baca Berita

Tarian Kawin Elang Jawa Di TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 18 April 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) lakukan monitoring satwa prioritas Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di site monitoring BBTNBTS. Kegiatan monitoring kali ini dilakukan pada awal bulan Maret 2018, khusus monitoring Elang Jawa sendiri sudah dilakukan sejak bulan Januari dan direncanakan dilakukan sampai dengan bulan Desember 2018. Toni Artaka yang merupakan salah anggota tim monitoring Elang Jawa di site monitoring BBTNBS menuturkan “ Alhamdulillah berhasil kami temukan sarang yang aktif yang dihuni oleh sepasang elang jawa, ini merupakan penemuan perdana selama kegiatan monitoring yang dilakukan di site monitoring BBTNBTS”. Di tempat terpisah Yohanes Cahyo melaporkan bahwa “Luar biasa, akhirnya tim dapat mendokumentasi perilaku kawin (Display Talon) dimana mereka terbang bersama dan sesekali seperti "berkelahi" namun pada faktanya itu merupakan perilaku dari musim kawin. Berdasarkan hasil Monitoring yang lakukan setiap tahun sejak tahun 2012, diperoleh data populasi Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) pada site monitoring BBTNBTS adalah sebanyak 21 individu. Kegiatan monitoring serta pembinaan habitat Elang Jawa (Niasetus bartelsi) bertujuan untuk memastikan target peningkatan populasi 2% dari baseline data tahun 2012 berhasil. Sumber : Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Polhut dan PEH Balai TN Gunung Merapi Bersama 148 Fungsional Lainnya Rapat Koordinasi Fungsional di Jakarta

Jakarta, 18 April 2018. Hotel Santika Premiere Jakarta menjadi tempat pelaksanaan rapat koordinasi (workshop) fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Polisi Kehutanan (Polhut) yang diselenggarakan Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Peserta rakor merupakan perwakilan staff fungsional polhut dan PEH dr seluruh Indonesia. Total peserta yg hadir sejumlah 148 orang peserta. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mengirimkan 2 (dua) orang perwakilannya, yaitu Purnama selaku perwakilan dari fungsional Polhut serta Ali Machfudhi, S.Pi, M.Sc. dari fungsional PEH. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekdit KSDAE, dilanjutkan paparan tentang 10 (sepuluh) cara baru kelola kawasan konservasi di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Direktur PIKA yang salah satunya menekankan tentang tindak lanjut dari Peraturan Presiden tentang one map policy. Acara selanjutnya adalah penyampaian materi oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi KLHK yang salah satunya menekankan tentang nilai-nilai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diharapkan. Kemudian siang harinya dilanjutkan dengan diskusi masing-masing kelompok jabatan fungsional PEH dan Polhut tentang permasalahan dan problem solving di masing-masing kelompok jabatan fungsional.*** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Berita

Peningkatan Kapasitas PEH & Polhut dengan Workshop

Jakarta, 18 April 2018. Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan kegiatan Workshop Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dan Polisi Kehutanan Lingkup Direktorat Jenderal KSDAE Tahun 2018 di Hotel Santika Premiere, Jalan AIPDA K.S. Tubun nomor 7, Slipi, Jakarta selama satu hari dengan tema “Peningkatan Karir dan Profesionalisme Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan dan Polisi Kehutanan”. Workshop dihadiri oleh 81 orang pejabat fungsional PEH dan 71 orang pejabat fungsional Polhut yang berasal dari 74 UPT dan 4 direktorat teknis Ditjen KSDAE. Sekditjen KSDAE, Ir. Herry Subagiadi, M.Sc. membuka acara workshop pada pukul 09.00 WIB sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan arahan dari Direktur PIKA, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. dan Kepala Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Kementerian LHK, Ir. Erni Mayana, MM. Dalam acara ini juga dibagikan buku Sepuluh Cara Baru Kelola Kawasan Konservasi di Indonesia: Membangun “Organisasi Pembelajar” yang merupakan buah karya Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc. Setelah istirahat makan siang, peserta dibagi menjadi 2 kelompok untuk melakukan diskusi kelompok. Kelompok Polhut dipandu oleh Suer Haryadi dengan narasumber Kepala Sub Direktorat PPH Wilayah Kalimantan Ditjen PHLHK , Ir. Dadang Suganda, M.Si.Kelompok PEH dipandu oleh Kasubbag Administrasi Jabatan Fungsional Setditjen KSDAE, Septi Eka Wardhani, S.Hut., MP dengan narasumber Kepala Sub Bidang Perencanaan dan Pengembangan SDM Aparatur Pusrenbang SDM LHK, Luxman Arief, S.Hut., M.Si. Pada akhir acara workshop, dihasilkan rumusan hasil diskusi dari masing-masing kelompok yang disusun oleh peserta. Workshop ditutup pada pukul 17.00 WIB oleh Kepala Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Setditjen KSDAE, Munarto, B.Sc.F., SP., MM. Sumber : Bagian Kepegawaian dan Ortala Setditjen KSDAE
Baca Berita

Balai Besar TaNa Bentarum Bangun Sanctuary Anggrek Inisiatif Masyarakat

Putussibau, 18 April 2018. Pernahkah anda membayangkan kawasan suaka (sanctuary) khusus untuk Anggrek? Dan yang lebih membanggakan lagi ide untuk membuat sanctuary Anggrek tersebut merupakan sepenuhnya gagasan masyarakat lokal. Ibarat gayung bersambut, TaNa Bentarum kemudia menyiapkan rancangan membangun Sanctuary Anggrek di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tepatnya di Desa Vega, Kec. Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk memperdalam hal ini, tim media melakukan wawancara khusus dengan Kepala Bidang PTN Wilayah 3 Lanjak Gunawan Budi dan berikut hasilnya. Tim Media: Bisa dijelaskan lagi apa maksud Sanctuary Anggrek tersebut? Gunawan : Sanctuary anggrek ini berlokasi di Desa Vega. Ini sepenuhnya inisiatif masyarakat bahwa ada potensi Anggrek hasil identifikasi seluas 5 Ha dan daerah itu dipenuhi anggrek. Tim Media : Jenis anggrek apa saja yang ada? Gunawan: Kebanyakan Anggrek yang ada itu merupakan jenis yang dilindungi seperti anggrek ekor tikus, anggrek hitam dan masih banyak lagi karenanya ini menjadi pendorong juga bagi kami untuk mewujudkannya. Tim Media: bagaimana awalnya muncul ide membangun Sanctuary? Sekali lagi ide awalnya dari masyarakat, mereka ingin melestarikan anggrek. Kami dekati masyarakat untuk konservasi dan kita jelaskan bagimana kawasan hutan yang penuh anggrek tersebut dikemas. Makanya kami memunculkan dan memperkenalkan konsep Danctuaru Anggrek kepada mereka dan mereka tertarik. Tim Media: ada tujuan lain selain konservasi? Gunawan: Tujuan akhir adalah wisata. Semua kegiatan sanctuary Anggrek ini swadaya masyarakat. Semua lapisan masyarakat dari anak-anak hingga dewasa bergotong-royong membantu membuat sanctuary. Bahkan mereka urunan uang untuk membeli bahan yang diperlukan Tim Media: Terakhir, apa pembelajaran dari ini pak? Gunawan: Lessons learned atau pembelajaran dari hal ini ada dua, pertama kita ingin melestarikan anggrek melalui sanctuary dan ini belum pernah ada di Indonesia. Kalo berhasil ini menjadi yang pertama kali. Dan kedua Semua yang dilakukan berbasis masyarakat dari ide, pelaku hingga hasil atau manfaatnya kembali lagi ke masyarakat. Tim Media: Terima kasih pak atas waktunya. Selamat Malam Gunawan: sama-sama terima kasih juga salam buat anggota lainnya. Salam Konservasi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Dirjen KSDAE Lepasliarkan Arwana di Desa Vega

Putussibau, 18 April 2018. Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno melepasliarkan kembali 10 ekor anakan ikan Arwana jenis Super Red (Schleropages formosus) ke habitat alaminya di Danau Sentarum, tepatnya di Desa Vega Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam arahannya beliau mengatakan bahwa masyarakat memang harus menjadi subjek dalam pengelolaan kawasan konservasi. "Ide seperti ini harus terus dikembangkan karena pada akhirnya nanti masyarakat menjadi pelaku utama konservasi alam" ujarnya. Sementara itu Kepala Biidang PTN Wilayah 3 Lanjak, Gunawan Budi mengatakan bahwa pelepasliaran anakan Arwana di Desa Vega adalah hasil program pembesaran skala rumahan yang dilakukan oleh masyarakat lokal. "Sepenuhnya ini merupakan sumbangan dari masyarakat penangkar skala rumahan, ini inisiatif mereka" ujarnya. Lebih lanjut, Mantan Kepala Seksi 3 Padua Mendalam ini mengatakan bahwa pada prinsipnya program ini memberikan bantuan ikan Arwana skema bergulir selama 2 tahun. "Ikan dibesarkan nantinya jika menghasilkan 2 anakan baru, maka 1 ekor anakan untuk petani, 1 ekor harus dilepasliarkan begitu terus" tuturnya. Ditambahkan bapak yang disapa Pak Gun oleh pegawainya ini bahwa program perbesaran ikan Arwana ini merupakan upaya instansinya untuk melibatkan masyarakat dalam melakukan upaya konservasi satwa yang dilindungi. Dan dia juga akan mensosialisasika program tersebut ke semua Desa khususnya yang memiliki Danau Lindung di kawasan TNDS "kami menawarkan ke berbagai desa (kawasan TNDS) yang memiliki danau lindung untuk program release Arwana dan baru dua desa yang merespon baik yaitu Desa Melemba tahun 2017 dan Desa Vega 2018" pungkasnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Tim Rescue BKSDA Kalteng Selamatkan Orangutan di Desa Kandan

Palangkaraya, 16 April 2018. Tim Rescue SKW II BKSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melakukan penyelamatan satwa orangutan (16/4/18). Tim rescue bersama dokter hewan (Drh.) dari OF UK menuju ke PT. NSP yang berada di Desa Kandan Kec. Kotabesi Kab. Kotawaringin Timur dan langsung melakukan upaya penyelamatan. Orangutan yang berhasil diselamatkan berjumlah satu individu yang berjenis kelamin betina dengan usia 11 tahun dan berat 45kg. Saat ini, orangutan ditempatkan dikandang transit di SKW II BKSDA Kalteng dan akan ditranslokasi di SM Lamandau. Penyelamatan ini berdasarkan laporan Bpk. Yayan (Divisi Konservasi) PT. NSP yang kemudian dilakukan pengecekan lapangan oleh Tim rescue dengan hasil lokasi konflik merupakan areal HGU PT. NSP, areal ini sangat minim pakan dan langsung berbatasan dengan perkebunan masyarakat. Sehingga dikhawatirkan orangutan keluar dan merusak kebun masyarakat, sehingga resiko konflik dengan masyarakat semakin besar. Kondisi vegetasi di lokasi sangat didominasi semak belukar sempiringan dan lokasi tersebut sudah dibatasi oleh blok kanal perkebunan. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Via Call Center BKSDA Bali, Phyton Berhasil dievakuasi

Gianyar, 18 April 2018. Call Center Balai KSDA Bali mendapat aduan dari masyarakat dan BPBD Kabupaten Gianyar pada hari Rabu 18 April 2018 pukul 21.30 Wita. Aduan tersebut bahwa terdapat ular Phyton yang masuk ke pemukiman daerah Ubud Jl. Kajeng No. 3 Ubud. Masyarakat meminta tolong BKSDA Bali untuk mengevakuasi ular tersebut. Malam itu juga (18/4/18), Kepala Seksi Wilayah II beserta staf dibantu pawang ular dari salah satu penangkar ular binaan BKSDA Bali (CV Indo Hidup) berangkat ke tempat yang dimaksud untuk evakuasi ular tersebut. Tim Balai KSDA Bali dibantu oleh BPBD Kabupaten Gianyar dan masyarakat akhirnya setelah melakukan penyisiran mulai pukul 23.00 Wita berhasil menangkap dan mengevakuasi ular pada pukul 00.30 Wita. Saat ini ular Phyton tersebut dititip rawat di Penangkaran Ular CV Indo Hidup untuk pemantauan kesehatan sambil menentukan lokasi release selanjutnya. Sumber : Balai KSDA Bali

Menampilkan 8.177–8.192 dari 11.140 publikasi