Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai TN Kutai Peduli Masyarakat Pesisir

Bontang, 21 April 2018. Sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat pesisir, pada hari Sabtu, 21 April 2018 diadakan bakti sosial di Pulau Malahing. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Balai Taman Nasional Kutai, Kementerian Kelautan dan Perikanan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Balikpapan Wilayah Kerja Bontang. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Kutai dan Staf, Kepala BKIPM dan Staf, serta warga Pulau Malahing, RT. 30 Kelurahan Tanjung Laut Indah Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Kegiatan bakti sosial tersebut diisi dengan pemberian sembako, bingkisan, pakaian dan buku. Buku-buku yang diberikan akan dimasukkan ke Taman Baca yang ada di Pulau Malahing. Dengan adanya buku yang diberikan diharapkan dapat meningatkan minat baca anak-anak dan masyarakat Pulau Malahing serta dapat memperluas wasasan warga. Saat sambutan, Ketua RT. 30 Pulau Malahing berterima kasih atas adanya bakti sosial yang dilaksanakan. Beliau juga berkata buku yang diberikan akan dimasukkan kedalam taman baca. Dengan adanya taman baca yang dibentuk, bukan hanya anak-anak usia sekolah yang masuk untuk membaca, tetapi usia dewasa pun ikut mengisi waktu luang dengan membaca di taman baca. Beliau berjanji akan selalu menjaga taman baca dan buku-buku yang ada di dalamnya. Semoga kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dapat terus berjalan sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat menerima dan apa yang diberikan kepada masyarakat dapat bermanfaat. #TN Kutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Visit to School Seru Ala BBTN Bentarum

Putussibau, 21 April 2018. Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) mengajak siswa sekolah dasar di wilayah Putussibau mengenali satwa yang dilindungi lewat media gambar. Program ini merupakan salah satu kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi alam kepada siswa sekolah (Visit to School) yang merupakan agenda rutin Bidang Teknis Konservasi BBTN Bentarum. Dalam sambutannya saat membuka acara “Wildlife Drawing Contest” di Rumah Adat Melayu Putussibau, Sabtu (21/4), Kepala Bidang Teknis Konservasi, Ardi Andono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya BBTN Bentarum dalam rangka mengajak siswa mengenal berbagai macam satwa yang dilindungi khususnya yang ada di kawasan TN Bentarum. Selain itu pemilihan waktu yang bertepatan dengan Hari Kartini juga dimaksudkan untuk mengingat kembali kisah perjuangan Kartini yang menuntut hak kesetaraan pendidikan bagi perempuan Indonesia di zaman kolonialisme Belanda. “kami ingin mengajak siswa mencintai satwa khas Taman Nasional Bentarum dengan cara yang menyenangkan, selain itu hari ini juga kita diingatkan kembali kisah perjuangan Kartini yang ingin melihat kaum perempuan mendapatkan pendidikan layak dan setara seperti kaum laki-laki” jelasnya. Sementara itu, koordinator lomba Wildlife Drawing Contest, Zainal Muttaqien menegaskan bahwa acara ini merupakan hasil kerjasama berbagai instansi penggerak lingkungan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain BBTN Bentarum ada dua organisasi yang memberikan dukungan pendanaan dan sarana prasarana serta seorang donator cilik. “tentunya tidak hanya kami sendiri yang membuat acara, ada KOMPAKH dan Planet Kiwi serta yang menarik dari donator cilik bernama Szymon Radzimierski ” jelasnya. Ada kisah menarik donator cilik yang bernama Szymon Radzimierski. Dia adalah seorang bocah berusia 10 tahun asal Polandia. Melalui video yang ditayangkan sebelum acara, Szymon menceritakan pengalamannya pertama berkunjung ke Kalimantan dan melihat hutan yang ada. Dia takjub akan keindahan serta keajaiban satwa penghuni hutan. Namun saat dia melihat adanya masyarakat yang membakar lahan untuk membuka ladang diapunmenangis. Karenanya sekembalinya ke Polandia, Szymon langsung menyisihkan uang sakunya untuk ikut mengkampanyekan pentingnya konservasi hutan kepada generasi muda salah satunya melalui lomba menggambar ini. “kisahnya, menjadi pelajaran berharga khususnya generasi muda untuk berkiprah memberikan yang terbaik untuk melindungi alam dan hutan kita dari kerusakan” jelas zainal. Ada 29 Sekolah Dasar Negeri dan swasta yang diundang, meliputi Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan dengan total 50 siswa yang mengikuti lomba melukis. Selain orangutan dan bekantan tema lukisan didominasi oleh burung Enggang dan juga ikan Arwana. Hal ini dimaklumi oleh panitia karena semua jenis satwa tersebut termasuk hewan yang dilindungi dan khas TN Bentarum. “Orangutan, Bekantan, Rangkong dan Arwana memang satwa maskot kawasan TN Bentarum, sehingga banyak siswa yang tertarik untuk menggambarnya” pungkas Zainal. Keluar sebagai juara pertama adalah Alya Aprisilia dari SD Islam Terpadu (SDIT) Putussibau dengan judul Lindungilah Satwa Kita. Juara 2 oleh Ester Estiyanti siswa SDN 06 Putussibau Utara, dan juara 3 oleh M. Jefri Al Qahar dari SDN 01 Kedamin. Selain mendapatkan plakat semua siswa yang menjuarai lomba mendapatkan uang pembinaan berupa tabungan senilai total 1 juta rupiah. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Balai Besar KSDA Papua Barat dan Pertamina Tandatangani Perjanjian Kerjasama Konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar In Situ dan Ex Situ

Sorong, 17 April 2018. Menindaklanjuti hasil Nota Kesepahaman Kerjasama tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Papua Barat, bertempat di Kasuari Valley Resort Balai Besar KSDA Papua Barat bersama Pertamina (persero) RU VII Kasim menandatangani perjanjian kerjasama. Kerjasama difokuskan pada penguatan fungsi dukungan penyelenggaraan konservasi in situ dan ex situ tumbuhan dan satwa liar dilindungi di Papua Barat. Harapannya, ini menjadi salah satu penguatan fungsi mendukung pelestarian tumbuhan dan satwa liar di dalam dan luar kawasan konservasi. Menurut Joko Pranoto, General Manager Pertamina RU VII Kasim, konservasi alam menjadi tanggung jawab bersama. Penandatanganan PKS ini adalah dukungan nyata Pertamina RU VII Kasim dalam mendukung konservasi tumbuhan dan satwa liar baik in situ maupun ex situ termasuk didalamnya juga pemberdayaan masyarakat. Hal senada diutarakan oleh Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R. Basar Manullang bahwa cara baru pengelolaan kawasan konservasi salah satunya dengan kerjasama multipihak. Hal ini dapat mengurangi kendala kekurangan tenaga ASN Balai Besar KSDA Papua Barat yang tidak seimbang dengan luas kawasan yang dikelola. Harapannya ini menjadi motivasi bagi seluruh pegawai sehingga dapat segera disusun Rencana Pelaksanaan Program dan Rencana Kerja Tahunan serta melangkah ke implementasi program yang dikerjasamakan. Sumber: BBKSDA Papua Barat
Baca Berita

Balai TN Bunaken Dampingi Cahaya Trans Guna Pengembangan Ekowisata

Minahasa, April 2018. Pendampingan kelompok Role Model bertempat di Daseng Cahaya Trans Desa Poopoh Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Cahaya Trans merupakan kelompok mitra Balai Taman Nasional Bunaken dalam zona tradisional untuk pengembangan ekowisata. Dalam kesempatan pendampingan kelompok kali ini dibuka oleh Kepala SPTN Wilayah II Made Sana, S.Hut yang mewakili Kepala Balai TN Bunaken, adapun turut hadir dalam kegiatan pendampingan dari Seksi Pemerintahan Kecamatan Tombariri (Stenly Kaligis, S.I.P), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara (Vence Walansendow) dan dari Lantamal VIII Manado yang merupakan kesatuan TNI AL dalam pembinaan potensi maritim dan wilayah pesisir diwakili oleh Letkol Laut Ali, serta Pemerintah Desa Poopoh. Aktivitas pendampingan kelompok Cahaya Trans Poopoh bertujuan untuk membantu kelompok dalam memfasilitasi penyusunan rencana kerja bulanan, sehingga lebih terarah, terlaksanan serta sesuai dengan visi dan misi kelompok, sekaligus menjadikan anggota kelompok termotivasi dalam keterlibatan pelestarian kawasan. Harapan besarnya anggota kelompok dapat mengajak masyarakat lainnya untuk terlibat dan peduli dalam pengelolaan Taman Nasional Bunaken, sehingga dapat berkembang dari sisi ekonomi. Kelompok Cahaya Trans diketui oleh Berce Toli, saat ini beranggotakan 25 orang dengan orientasi usaha berupa pengelolaan perikanan untuk ekowisata, pembuatan kripik pisang, stik ikan dari Tuna, pengembangan ikan putih (ikan teri) dan ikan asin. Adapun pengembangan kelompok terbaru adalah pembuatan sirup pala dan pengolahan sampah dari kain menjadi vas bunga. Sumber : Meylan Karundeng, S.H - Polhut Ahli, Koordinator Resort Poopoh SPTN Wilayah II Tambala.
Baca Berita

Selanjutnya adalah Joy, Molly dan Bembi

Untuk kedua kalinya Balai KSDA Kalimantan Barat bersama Balai Besar TNBKDS dan Sintang Orang Utan Center (SOC) melakukan release terhadap 3 individu orang utan berjenis kelamin betina yang dinilai layak untuk kembali ke alam. Mereka adalah Joy, Molly dan Bembi yang merupakan peliharaan masyarakat yang diserahkan kepada Balai KSDA Kalimantan Barat dan kemudian dititipkan serta disekolahkan di Sekolah Hutan Tembak milik Sintang Orang Utan Center. 17 April 2018, Rombongan tim pelepasliaran berangkat dari Kabupaten Sintang dilepas secara simbolis oleh Bapak Dirjen KSDAE Ir. Wiratno, M. Sc menuju Kabupaten Kapuas Hulu yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 10 jam ke lokasi pelepasliaran di Sub DAS Mendalam yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Sebelum dilepasliarkan ketiga orang utan tersebut selama 1 hari di tempatkan pada kandang habituasi yg berada di pos pelepasliaran di sungai Mentibat untuk mengurangi stres akibat perjalanan. 19 April 2019, Tim pelepasliaran berangkat menuju titik pelepasliaran yg berada di sungai rongun. Titik pelepasliaran masih sama dengan lokasi pelepasliaran 3 individu orang utan sebelumnya. Proses pelepasliaran berjalan dengan lancar, pembukaan kandang dilakukan oleh perwakilan masing-masing instansi. Ketiga individu orang utan tersebut terlihat nampak bersemangat memanjat pohon-pohon disekitar titik pelepasliaran. Masing-masing mereka langsung dimonitor oleh tim-tim yang akan bertugas selama 3 bulan kedepan untuk mengawasi perilaku dan keadaannya. Sumber: BBKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Cegah Perambah, Balai TN Tesso Nilo Pasang Papan Pengumuman

Tesso Nilo, 19 April 2018 – Seksi Pengelola Wilayah (SPW) II Baserah, Balai TN. Tesso Nilo kembali laksanakan Giat Monitoring. Kali ini Giat Monitoring dilaksanakan di kawasan hutan tersisa di resort Onangan-Nilo. Monitoring dilaksanakan sebagai salah satu upaya pre-emtif petugas Resort Onangan-Nilo SPW II Baserah dalam mencegah perambahan hutan dan Kebakaran Hutan (Karhutla) didaerah hutan tersisa di wilayah Resort tersebut. Selama monitoring petugas juga pasang dan sebar himbauanberupa papan pemberitahuan yang menegaskan kawasan tersebut merupakan milik Negara. Pemasangan papan tersbut menyebar dibanyak titik yang berada dikawasan TN. Tesso Nilo. Petugas menuliskan pemberitahuan “Kawasan Hutan Negara, Taman Nasional Tesso Nilo” sebagai peringatan dan penegasan untuk status wilayah kawasan hutan tersebut. Menurut keterangan dari Kepala Seksi Wilayah II, Bapak Ibram E. Chandra, S.Hut, M.Sc, papan pemberitahuan yang dipasang sengaja disiapkan sebelum giat monitoring untuk dibawa dan dipasang di titik titik kawasan hutan yang rawan perambahandan kebakaran hutan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Silok Balik Kampung

Putussibau, 17 April 2018. Dirjen KSDAE Kementerian LHK melakukan pelepasliaran Ikan Arwana Merah (scleropages formosus) atau orang Kalimantan Barat lebih familier dengan sebutan Ikan Silok di habitat alaminya di Taman Nasional Danau Sentarum. Ikan Silok yang dilepaskan sebanyak 48 ekor yang semua merupakan ikan indukkan yang sudah siap berkembang biak dengan ukuran 30 cm up. Sehari sebelumnya di rumah Betang milik Yayasan Kobus Sintang, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirjen KSDAE Kementerian LHK dengan Ketua APPS (Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk) Kalimantan Barat tentang pengawetan jenis ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) dihabitat alaminya pada kawasan TNDS. Dalam sambutan, Dijen KSDAE Wiratno menyampaikan bahwa mengembalikan ikan Arwana ke habitat alaminya sebagai upaya pelestarian merupakan kewajiban bersama, dengan dibantu para penangkar Arwana di bawah binaan BKSDA Kalimantan Barat diharapkan keberadaan di alam akan kembali lestari. Beliau menyampaikan “restocking spesies yang dilindungi itu harus, salah satunya di habitat alaminya“. Siluk atau Arwana Super Red asli Kabupaten Kapuas Hulu memiliki ciri fisik berupa sisik yang berwarna merah. Menurut para ahli warna merah ini disebabkan oleh kandungan mineral dalam air gambut Danau Sentarum. Kandungan air dan sumber makanan di hutan gambut mendorong evoluasi pada ikan tersebut dimana sisiknya berwarna merah. Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 19999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar menggolongkannya sebagai hewan yang dilindungi. CITES (Lembaga Internasional mengatur perdagangan tumbuhan dan satwa liar) mengkategorikan Ikan Arwana Super Red ddalam Appendix I CITES. Kategori ini mengharuskan perdagangan dan pemanfataanya dilakukan melalui upaya penangkaran pada keturunan kedua (F2) dan berikutnya, dan ketentuan ekspor dapat dilakukan setelah unit penangkar teregister ada Sekretariat CITES. Kegiatan pelepasliaran pada kesempatan ini tidak lepas dari sinergisitas antara Balai KSDA Kalimantan Barat dengan Asosiasi Penangkar dan Pedagang Silok Kalimantan Barat (APPS). Pengawetan jenis Ikan Arwana Super Red ini merupakan inisiatif APPS dengan bimbingan BKSDA Kalbar sebagai instansi yang berwenang dalam mengatur perdagangan satwa liar di Indonesia. Peran APPS dalam upaya pengawetan jenis ikan diimplentasikan dalam bentuk pendampingan tenaga ahli untuk alih pengetahuan, keterampilan dan teknologi serta penyediaan indukan Ikan Arwana Super Red secara selektif sesuai peraturan perundangan. Masih dalam rangkaian kegiatan pelepasliaran ikan arwana, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan bahwa pelepasliaran arwana ke habitat alaminya merupakan sebuah tindakan yang tepat. Kegiatan konservasi saat ini tidak bisa lagi dilakukan oleh pemerintah sendiri, masyarakat saat ini harus menjadi pelaku utama dalam melakukan konservasi, untuk itulah Balai KSDA Kalbar bersama Balai Besar TNBKDS melakukan kegiatan pelepasliaran ikan arwana dengan masyarakat sebagai pelakunya dengan dibantu mitra konservasi yaitu APPS. Diharapkan setelah dilakukan pelepasliaran, akan ada kegiatan lanjutan kalau perlu dilakukan kajian mendalam setelah dilepasliarkan. Pemilihan habitat dan keberlangsungan perkembangannya juga diperhatikan benar-benar sehingga ikan yang dilepas dapat dipantau perkembangbiakannya. (YS) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Siswa-Siswi SMP Jakarta Intercultural School Belajar Kelola Bunaken

Manado - 18 April 2018, Siswa dan siswi SMP Jakarta Intercultural School (JIS) yang berkampus di Cilandak Jakarta beserta dengan guru dan perawat sekolah belajar pengelolaan kawasan konservasi perairan di Taman Nasional Bunaken, dalam kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa fase yakni pertama bertempat di Bunaken Oasis Dive Resort dan fase kedua di kantor Balai Taman Nasional Bunaken, dimana masing-masing fase diikuti oleh 24 pelajar . Selama kegiatan berlangsung sharing pembelajaran diberikan oleh Balai Taman Nasional Bunaken meliputi melihat video pengelolaan terumbu karang, video tersebut dibuat oleh profesional dan video yang dibuat oleh kelompok masyarakat binaan Taman Nasional Bunaken, selanjutnya diberikan penyampaian presentasi untuk mengenal ekosistem terumbu karang, mangrove, dan lamun serta biota laut lainnya di Taman Nasional Bunaken. Antusiasme para pelajar JIS dalam mengenal Bunaken sangat luar biasa, dari 48 pelajar yang mengikuti kegiatan berbagi pembelajaran selalu menyempatkan diri untuk bertanya, rasa penasaran tidak akan hilang apabila belum dijawab oleh pemberi materi, bahkan untuk pelajar JIS yang tinggal di Bunaken selain berinteraksi dengan masyarakat, juga langsung melihat keindahan bawah laut, dan selama kegiatan berlangsung melakukan aksi bersih pantai yang berada di Pulau Bunaken dan sekitarnya. Sumber: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut - PEH BTN Bunaken
Baca Berita

BBKSDA Papua Barat Ajak Stakeholder Tarik Wisatawan Mancanegara ke TWA Sorong

Sorong, 18 April 2018. Dalam upaya menjalin dukungan serta kerjasama dalam mendorong program pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Balai Besar KSDA Papua Barat melakukan Sosialisasi Proyek Perubahan “Integrasi Budaya dan Konservasi di TWA Sorong sebagai Daya Tarik Wisatawan Mancanegara di Papua Barat. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Ruang Pertemuan Waigeo, Hotel Swissbell Kota Sorong dan dihadiri oleh segenap instansi pemerintah daerah terkait diantaranya Bappeda Kota Sorong, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum; perwakilan Anggota DPRD Kota Sorong serta stakeholder mitra Balai Besar KSDA Papua Barat Conservancy International (CI) Indonesia, PT. Pertamina, dan Dewan Kesenian Kota Sorong. Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R. Basar Manullang dalam sambutannya meminta dukungan para pihak untuk dapat bekerjasama dan berkontribusi dalam pengembangan TWA Sorong sebagai obyek destinasi wisata kedepan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Dalam pengembangannya perlu adanya inovasi-inovasi untuk mendorong peningkatan daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara, salah satunya dengan mengintegrasikan kegiatan budaya, edukasi dan konservasi. Kepala Bidang KSDA Wilayah I Sorong, Andi M. Kadhafi dalam presentasinya memaparkan rencana dan gagasan pengembangan jangka pendek TWA Sorong, “Proyek ini akan menampilkan sebuah keunikan atau ciri khas bahwa dengan pembangunan konsep perpaduan budaya dan ikon lokal di TWA Sorong seperti replika rumah adat Papua Barat dan sanggar berikut pementasan seni tari khas Papua Barat maka dengan sendirinya kunjungan wisatawan dapat semakin bertambah untuk tertarik berkunjung”. “Sanctuary/Aviary atau kandang besar untuk jenis burung khas Papua Barat juga akan dirancang dan saat ini dalam proses untuk pembangunannya bekerjasama dengan PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VII Kasim dan Puspiptek Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Jakarta.” tambah Andi. Harapan kedepan, dengan pengembangan TWA Sorong ini adanya multiflyer effect untuk peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar TWA Sorong khususnya pemilik hak ulayat. Sumber: BBKSDA Papua Barat
Baca Berita

Menilik Kunjungan Perdana Kepala Balai Baru TN Taka Bonerate

Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 20 April 2018. Setelah serah terima jabatan bulan Maret lalu, Kepala Balai Faat Rudhianto mengunjungi kawasan TN Taka Bonerate untuk kali pertama, dan wilayah SPTN I Tarupa adalah yang pertama dikunjungi. Kunjungan tersebut berlangsung selama tiga hari, 18-20 April 2018. Sekadar informasi, SPTN Wilayah I Tarupa terdiri tiga Resort yang dulunya ada lima Resort. Perampingan Resort ini dikarenakan jumlah petugas yang kurang di lapangan akibat mutasi ke unit lain. Kepala Balai yang didampingi kepala SPTN Wilayah I Tarupa Muhammad Hasan dan Kepala SPTN Wilayah II Jinato Abd.Rajab kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Rajuni guna mengecek kondisi personil dan Kantor Resort Rajuni, serta memberikan arahan tentang 10 cara kelola kawasan konservasi. Di pulau ini, Kepala Balai dan rombongan silaturahmi bersama anggota kelompok Masyarakat Desa Konservasi (MDK) Desa Rajuni. Selain perkenalan dan silaturahmi, juga mengecek kesiapan MDK dalam penyelenggaraan event Kemah Konservasi dan Jambore Selam yang rencananya akan dilaksanakan pada tgl 25 - 28 April 2018. MDK ini yang akan menjadi operator dan melayani tamu peserta yang diperkirakan berjumlah 400 orang. Dalam pertemuan dengan MDK, Kepala Balai berpesan MDK ini akan menjadi operator wisata utama di tingkat tapak, dan tentunya dengan jumlah tamu yang lebih banyak lagi sehingga MDK harus mempersiapkan kelembagaannya lebih baik lagi. Semakin banyak event yang dilaksanakan, MDK ini akan makin matang dalam menangani event-event yang lebih besar kedepan. Sebelum mengakhiri pertemuannya dengan MDK, Ka. Balai juga membagikan brosur Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan (SMKK) Makassar. Beliau berharap ada anak di sekitar kawasan TN Taka Bonerate yang berhasil lulus masuk ke sekolah tersebut. Setelah melakukan pertemuan dengan MDK, rombongan Ka. Balai menuju ke Pulau Tinabo untuk mengecek kesiapan event Kemah Konservasi dan Jambore selam. Selain mengecek kesiapan lapangan, Ka. Balai secara detail mengecek spot-spot yang akan dikunjungi oleh peserta kegiatan, seperti Bungin Tinabo. Selain Desa Rajuni dan Pulau Tinabo, Kepala Balai juga menyempatkan berkunjung ke Kantor SPTN wilayah I Tarupa dan Resor Tarupa di Desa Tarupa, termasuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan Masyarakat Mitra Polhut Tarupa. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Balai TN Tesso Nilo Duduk Bersama Masyarakat Lubuk Kembang Bunga

Lubuk Kembang Bunga, 18 April 2018. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) duduk bersama laksanakan rapat gabungan dengan Pemerintah Desa Lubuk Kembang Bunga, Perempuan Batang Nilo (PERBANI), serta masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga (LKB). Rapat bersama tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Lubuk Kembang Bunga dalam rangka pembahasan banyak hal mengenai kerjasama pengelolaan hutan dengan Desa LKB, salah satunya terkait program-program pemberdayaan masyakarat dan peningkatan kapasitas kelompok. Dalam rapat bersama yang ikuti TNTN bersama masyarakat LKB juga dijadikan momentum untuk mengevaluasi penanaman hutan seluas 125 Ha yang telah dilaksanakan, “Tadi selain membahas program-program pemberdayaan masyarakat kita juga mengevaluasi kegiatan penanaman hutan seluas 125 Ha yang sudah kita laksanakan tempo hari, kita berharap hasil rapat dan evaluasi yang sudah kita bahas memberi dampak baik bagi pengelolaan kawasan hutan” ungkap Ka Resort Air Hitam-Bagan Limau, Ahmad Gunawan, S.Hut. Masyarakat bersama Taman Nasional Tesso Nilo juga bahas perihal kolaborasi pengelolaan ekowisata di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang disusun akan dikelola bersama-sama dengan masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Cara Seru Balai TN Komodo Peringati Hari Bumi

Labuan Bajo, 20 April 2018. Kader Konservasi di Kampung Rinca Desa Pasir Panjang Taman Nasional Komodo punya cara sendiri untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April yakni dengan melakukan kegiatan bersih pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan bersih pantai dilaksanakan pada hari Rabu (18/4) bertempat di Pulau Pempe, salah satu pulau yang terdapat di dalam kawasan TN. Komodo. Pulau Pempe sering menjadi persinggahan wisatawan saat berwisata ke TN. Komodo, baik untuk snorkeling atau menunggu waktu sunset. Sampah yang berhasil terkumpul dalam kegiatan bersih pantai ini sebanyak 4 karung yang didominasi oleh botol-botol minuman beralkohol. “Saya sebagai masyarakat lokal sangat menyayangkan perilaku wisatawan yang banyak meninggalkan sampah saat berwisata ke TN. Komodo, jika kita mencintai alam, harusnya kita tidak mengotori alam”, ujar Rusdin, Ketua Kader Konservasi Kampung Rinca yang memimpin pelaksanaan kegiatan ini. Rusdin juga berharap agar Kader Konservasi sebagai perpanjangan tangan Balai TN. Komodo dapat membantu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Selain bersih pantai, Kader Konservasi juga melakukan penanaman Mangrove di Kampung Rinca pada hari Kamis (19/4). Pada kegiatan ini berhasil ditanam sebanyak 500 anakan mangrove di sepanjang tanggul pemecah ombak Kampung Rinca. Abdul Rahman anggota Kader Konservasi yang ikut serta dalam kegiatan penanaman tersebut mengungkapkan pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat Kampung Rinca. “Mangrove sangat berguna untuk menahan ombak dan sebagai tempat pemijahan ikan, jadi sudah sepatutnya kita jaga”. Lebih lanjut Abdul Rahman juga menyampaikan bahwa penanaman Mangrove ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap bumi dan lingkungan. “Bumi telah mendukung kehidupan kita, jadi sudah sepatutnya kita mewujudkan kepedulian terhadap bumi dan lingkungan, salah satunya dengan menanam mangrove”. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Rakor di Malang, Kepala BBTN Bromo Tengger Semeru : Bromo Sentral Penggerak Perekonomian Masyarakat

Malang, 20 April 2018. Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) 'John Kenedie' hadiri rapat koordinasi di Kantor Bupati Malang, Kamis 19 April 2018. Acara juga dihadiri Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) beserta Bupati Malang dan jajarannya yang membahas tentang potensi UMKM dan Pariwisata pada Kab. Malang dan KSPN Bromo Tengger Semeru. Bupati Kab. Malang 'Rendra Kresna' pada rakor tersebut mengutarakan "Kab. Malang saat ini mengusulkan dua program prioritas nasional, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Digital Singosari dan Badan Otorita Bromo Tengger Semeru”. "Dalam pengembangan Badan Otorita BTS Kab. Malang selalu berkoordinasi dengan TNBTS dan Kementerian LHK serta Kemenko Perekonomian untuk agenda ini. Kawasan yang diusulkan adalah di Gn. Kawi dan Duwet Krajan Tumpang" ujar Rendra Kresna menambahkan. Riski selaku wakil KEIN menanggapi paparan Bupati Malang "Kab. Malang mempunyai potensi luar biasa sebagai pintu gerbang KSPN Bromo Tengger Semeru sehingga KEIN memandang bahwa Kab Malang bisa menjadi wilayah percontohan". KEIN mengharapkan agar energi (listrik) sebagai tools untuk percepatan ekonomi daerah juga perlu diperhatikan, termasuk jaringan internet sebagai media informasi daerah. 'John Kenedie' selaku Kababes TNBTS menyampaikan bahwa "kawasan Bromo menjadi sentral penggerak perekonomian masyarkat sekitar, sehingga pemanfaatan lestari perlu didukung oleh para pihak. Selain itu diperlukan perbaikan dan pembangunan akses jalan dan infrastruktur lainnya sehingga kawasan penyangga TNBTS dapat lebih dikembangkan. Sebagai tuan rumah Bupati Malang setelah penutupan rakor memberikan kenang-kenangan kepada wakil KEIN selain itu dalam penutupnya " kami mengharapkan hasil rapat ini bisa disampaikan kepada pengambil kebijakan di Jakarta, kalau perlu disampaikan langsung ke Presiden". Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

28 Butir Telur Penyu Rebus Dimusnahkan di Bandara Trunojoyo

Sumenep, 20 April 2018. Seksi Konservasi Wilayah IV Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jawa Timur) bersama pengelola Bandara kelas III Terunojoyo memusnahkan barang temuan berupa 28 butir telur penyu pada hari Jum’at 20 April 2018 di halaman belakang Bandara Trunojoyo - Sumenep dengan cara dibakar. Kronologis awal, pihak bandara Trunojoyo menemukan 28 butir telur (18/4/18) mirip dengan telur penyu yang dibawa oleh salah seorang penumpang, kemudian barang tersebut diamankan dan Selanjutnya pihak bandara berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah IV (SKW IV) Balai Besar KSDA Jawa Timur untuk memastikan bahwa temuan tersebut benar telur penyu dan termasuk barang yang dilindungi. “Kami menemukan 28 butir telur yang mirip dengan telur penyu dalam keadaan sudah matang (direbus), kemudian barang tersebut kami sita, sedangkan pembawa barang tersebut tidak kami amankan karena kami tidak punya otoritas untuk itu” ujar Yoga salah satu petugas Bandara Trunojoyo. Pada saat petugas dari SKW IV datang pesawat yang di tumpangi oleh pelaku sudah terbang menuju Surabaya. Telur - telur tersebut selanjutnya dibawa ke Kantor SKW IV. Sesuai dengan peraturan yang berlaku bahwa barang temuan harus dimusnahkan maka pada tanggal 20 April 2018 petugas dari SKW IV kembali datang ke Bandara Trunojoyo untuk bersama - sama melakukan pemusnahan barang temuan tersebut dengan cara dibakar. Selanjutnya koordinasi yang lebih intensif antara SKW IV dengan Pengelola Bandara Trunojoyo akan semakin ditingkatkan, salah satunya melalui pemasangan papan informasi terkait aturan satwa dilindungi, usulan tersebut disambut baik oleh Kepala Bandara Trunojoyo, pihak pengelola akan mendukung sepenuhnya pengawasan peredaran Tumbuhan dan Satwa dilindungi yang dimungkinkan melalui Bandara Trunojoyo. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

9 Mahout Flying Squad Dapat SK

Lubuk Kembang Bunga, 19 April 2018 – Balai TN. Tesso Nilo (TNTN) serahkan Surat Keputusan (SK) kepada para mahout yang merawat gajah Taman Nasional Tesso Nilo di Camp Flying Squad Lubuk Kembang Bunga. SK diberikan oleh Balai TN. Tesso Nilo sebagai bentuk pemberian status legalitas bagi para mahout dalam merawat gajah binaan di flying squad. Mahout yang bertugas di flying squad sebanyak 9 orang. Mahout tersebut merupakan tim yang merawat, membina dan melatih 8 ekor gajah jinak untuk menangani mitigasi/konflik satwa khususnya gajah liar di kawasan TN. Tesso Nilo. SK diserahkan oleh Kepala Balai TN. Tesso Nilo yang diwakili oleh Kepala Seksi Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Bapak Taufiq Haryadi, SP. Dalam kesempatan tersebut beliau memberi wejangan dan arahan kepada mahout agar terus semangat bekerja dan bekerja ikhlas untuk kelestarian Gajah Sumatera dan TN. Tesso Nilo. Selain itu kepala Balai TN. Tesso Nilo, Bapak Supartono, S.Hut, M.P menyampaikan bahwa Tesso Nilo sebagai salah satu pusat konservasi gajah di indonesia, dan akan segera mengaktifkan dan menjalankan klinik gajah di kompleks flying squad. Dengan adanya klinik tersebut tentunya akan mempermudah dan mensuport kegiatan tim mitigasi konflik satwa. Selain itu juga mimpi besarnya agar klinik satwa tersebut dapat menjadi rujukan untuk penanganan satwa khususna satwa liar di Provinsi Riau. Para mahout sangat gembira atas penyerahan SK tugas tersebut. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo telah mengeluarkan surat keputusan untuk pegangan kami dalam bekerja merawat gajah, semoga ini merupakan awal dari kemajuan flying squad TNTN” terang salah seorang mahout. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

BKSDA Maluku Lepas Kakatua Kepulauan Tanimbar Kembali ke Alam

Saumlaki, 20 April 2018. Tim BKSDA Maluku dibawah pimpinan Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Saumlaki, Johan M. Nendissa, melepasliarkan secara bertahap 61 ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) kembali ke habitatnya. Burung-burung tersebut sebelumnya diamankan dari warga di sekitar Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat berawal dari informasi masyarakat. 7 ekor diamankan di Desa Sangliat Dol, 38 ekor di Desa Tumbur, dan 16 ekor di Desa Olilit. Alasan utama penangkapan burung-burung ini oleh oknum masyarakat adalah predikat hama yang melekat pada Kakatua Goffin. Musim jagung yang sedang berlangsung di kepulauan Tanimbar membuat burung-burung ini mencari makan di kebun milik masyarakat. Anggapan yang memandang burung ini hama bagi tanaman tidak jarang membuat petani kebun memasang perangkap. Burung yang berhasil ditangkap tersebut dikumpulkan untuk dipelihara maupun dijual. Petugas lalu mengirimkan burung-burung tersebut ke kandang habituasi di Desa Lorulun, Kecamatan Wer Tamrian, untuk diperiksa kesehatannya dan dilakukan persiapan penyesuaian untuk dirilis kembali ke alam. Kandang habituasi di Desa Lorulun ini merupakan kandang yang didirikan oleh para Peneliti Burung Kakatua Tanimbar dari University of Veterinary Medicine Vienna dan LIPI pada tahun 2016 lalu. Pemilihan pendirian kandang habituasi di daerah ini karena kondisi hutan yang dinilai cocok untuk melepasliarkan burung-burung Kakatua Tanimbar serta lokasi yang jauh dari kebun-kebun masyarakat. Kegiatan pelepasliaran ini juga dibantu oleh Tri Haryoko, peneliti burung dari LIPI yang sedang melakukan penelitian di Kepulauan Tanimbar. Selain memeriksa kondisi burung yang masih liar, Tri Haryoko, juga memasangkan ring sebagai penanda untuk burung-burung yang akan dilepasliarkan. Tahap pertama, Jumat pagi, setengah dari burung Kakatua telah dilepasliarkan. Rencana keesokan harinya, sisa burung yang masih berada di kandang habituasi akan kembali dirilis ke alam. Kakatua Tanimbar merupakan salah satu jenis burung yang masuk dalam lampiran Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan Dan Satwa, yang berisi daftar hewan dilindungi. Larangan memelihara, memiliki, dan memperjualbelikan satwa yang dilindungi diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Sanksi untuk setiap pelanggaran yaitu pidana maksimal lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 juta. Sementara untuk status perdagangan internasional masuk Appendix I Konvensi CITES, yang artinya tidak dapat diperdagangkan, hanya untuk kepentingan khusus seperti riset ilmiah. Selain itu satwa yang masuk ke dalam kategori ini adalah jenis yang terancam punah apabila praktik-praktik peredaran dan perdagangan secara ilegal tetap berlangsung dan tidak dihentikan. Status ini tidak lepas dari keberadaan Kakatua Goffin yang endemik, hanya ada di Pulau Yamdena dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Tindakan sosialisasi dan penyadartahuan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara Barat akan nilai penting konservasi dari Kakatua Tanimbar terus dilakukan oleh BKSDA Maluku. Belum lama ini juga terdapat perhatian yang tinggi dari LIPI terhadap spesies ini sehingga memberikan bantuan berupa banner berukuran besar yang berisi ajakan melindungi Kakatua Tanimbar yang akan dipasang di Bandara Saumlaki dan berukuran kecil yang diletakan ditempat-tempat strategis lainnya. Laporkan pada Call Center BKSDA Maluku, jika Anda menemukan pelanggaran peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar ilegal maupun tindak pidana bidang kehutanan lainnya di 0852-4444-0772. Sumber : Balai KSDA Maluku

Menampilkan 8.161–8.176 dari 11.140 publikasi