Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai TN Gunung Palung Peringati Hari Bumi dengan Penanaman

Ketapang, 22 April 2018. Memperingati Hari Bumi Tahun 2018, Balai TN Gunung Palung (TNGP) berpartisipasi dalam kegiatan penanamam pohon yang difasilitasi oleh Yayasan International Animal Rescue Indonesia (IARI). Kegiatan penanaman dilakukan di wilayah Dusun Pangkalan Jihing, Desa Pangkalan Teluk Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Lokasi kegiatan di Hutan Lindung (HL) Gunung Tarak yang merupakan daerah penyangga kawasan TNGP dan salah satu habitat Orangutan. Kegiatan peringatanhari bumi diikuti oleh instansi/lembaga lainnya, yaitu Muspika Nanga Tayap, Kepala Desa Pangkalan Teluk, KPH Ketapang Selatan, Yayasan Palung, Yayasan ASRI, PT. SMA, Pongo Rangers, Kader Konservasi Ketapang, dan siswa SMP Negeri Bayangan. Selain memperingati Hari Bumi, kegiatan ini juga bertujuan untuk merehabilitasi kawasan terbuka di HL Gunung Tarak yang merupakan habitat Orangutan dan berbatasan langsung dengan kawasan TNGP. Sebagai tanda kegiatan penanaman pohon dimulai, secara simbolis ditandai dengan penyerahanbibit tanaman dari Direktur Yayasan IARI drh. Karmele Llano Sanchez kepada Kepala Balai TNGP M. Ari Wibawanto, S.Hut, M.Sc. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Palung
Baca Berita

Patroli Terpadu BBTN Bromo Tengger Semeru Amankan Truk Kayu Tidak Sah

Malang, 23 April 2018. Tim Patroli terpadu antara Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Resmob Polres Malang, dan Perhutani berhasil mengamankan truk yang bermuatan kayu hutan jenis mindi sebanyak 125 batang glondongan atau lebih kurang 7 meter kubik beserta truk dan 3 orang yang diduga pelaku pengambilan kayu secara tidak sah, pada hari Minggu 22 April 2017 di Jalan Tulus Ayu Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Modus dari tindak pidana tersebut adalah kayu-kayu diduga di ambil dari kawasan Perhutani BKPH Tumpang Malang secara ilegal kemudian untuk mengelabui petugas "seolah-olah kayu tersebut legal" dibuat Surat Keterangan Sah nya Hasil Hutan yang palsu. Kepala Seksi PTN Wilayah II Tumpang Bidang PTN Wilayah I Pasuruan TNBTS, Tatag Hari Rudhata, SH menyampaikan bahwa "kegiatan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya truk yang mengangkut kayu ilegal di jalan Tulus Ayu. Informasi tersebut di tindak lanjuti dengan koordinasi ke Perhutani BKPH Tumpang dan Resmob Polres Malang. Kegiatan tersebut juga merupakan salah satu wujud dan implementasi dari pertemuan-pertemuan atau koordinasi mengenai perlindungan dan pengamanan hutan yang sering dilakukan di wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan pengamanan terpadu ini sangat membantu dalam penanganan tindak gangguan hutan di wilayah Kabupaten Malang karena penanganan tindak gangguan hutan tidak bisa ditangani sendiri tetapi perlu keterlibatan berbagai pihak terkait". Lebih lanjut Tatag menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus ditingkatkan sehingga harapan kedepan hutan di wilayah Kabupaten Malang apapun status pengelolaannya dapat berfungsi maksimal dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat serta minim dari tindak perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab” pungkasnya. Selanjutnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Kepanjen Malang. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Akhirnya Bonita Masuk Asrama

Pekanbaru, 23 April 2018. Jumat (20/4), Pukul 06.50 WIB di Blok 79/12 Estate Eboni PT. Tabung Haji Indo Plantation (THIP) Tim Gabungan berhasil menaklukkan si cantik "Bonita". Sebelumnya diketahui bahwa konflik satwa liar Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia yang telah mengakibatkan jatuhnya dua korban jiwa meninggal, yaitu Jumiati di perkebunan sawit PT. THIP Desa Tanjung Simpang, Kec. Pelangiran, Kab. Indragiri Hilir dan Yusri di Kampung Danau di Kecamatan yang sama berbatasan dengan perkebunan PT. THIP telah berlangsung lama. "Bonita" si cantik nan liar seolah enggan untuk menyingkir dari perkebunan tersebut sehingga keberadaannya mengganggu aktifitas pekerja kebun dan masyarakat sekitar. Berbagai upaya telah dilakukan, selain meminta pihak Perusahaan untuk memperbanyak rambu-rambu peringatan, Tim juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan pekerja kebun tentang bagaimana menghindari serangan satwa liar, membentuk tim pemantauan tingkat lapangan, meminta perusahaan meningkatkan pemantauan patroli dan meminta pekerja kebun untuk bekerja berkelompok dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Timpun bergantian melakukan pendampingan masyarakat untuk pemulihan trauma pasca kejadian tersebut. Tim gabungan mendatangkan orang yang mempunyai keahlian khusus tentang satwa. Masyarakatpun beberapa kali melakukan do'a bersama untuk tolak bala. Tim Penyelamatan Gabungan penanganan Harimau Sumatera yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, TNI (Kodim Indragiri Hilir), POLRI (Polres Indragiri Hilir), Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Yayasan ARSARI Djojohadikusumo, WWF Sumatera Program, Forum Harimau Kita, Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS), Vesswic, PT. Arara Abadi dan PT. THIP tidak berhenti melakukan patroli dan pengamatan terhadap "Bonita". Tujuannya adalah agar tidak kembali jatuh korban jiwa baik dari manusia maupun satwa yang telah langka dan dilindungi tersebut. Akhirnya, pencarian dan upaya Tim gabungan berbuah manis. Pada patroli subuhnya tepat di hari ke 108, tim dapat menangkap dan mengevakuasi "Bonita" ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Yayasan Arsari Djojohadikusumo untuk dilakukan observasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Upaya Meminimalisasi Potensi Konflik Buaya dan Manusia

Pontianak, 23 April 2018. Munculnya buaya ke permukaan akhir-akhir ini menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat. Permasalahan ini menjadi kompleks dan memerlukan penanganan bersama stakeholder. Oleh karena itu dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat dan Petugas dalam Meminimalkan Potensi Konflik Manusia-Buaya di Kalimantan Barat dari tanggal 20-22 April 2018 di Hotel Harris Pontianak. Acara ini dihadiri dan diikuti oleh perwakilan TNI, POLRI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kalimantan Barat. Harapannya kelak petugas dan masyarakat dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini, mampu mengambil sikap konservatif dan lebih bijaksana ketika nanti menghadapi kemunculan buaya-buaya lagi. Sumber & Dokumentasi : Tim Publikasi Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

BBTN Kerinci Seblat Amankan 3 Pelaku Pembalakan Liar

Kerinci, 23 April 2018. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) telah melakukan operasi penangkapan pelaku pembalakan liar di daerah Tangkil Kec. Kayu Aro Kab. Kerinci yang termasuk dalam teritori Seksi PTN Wil. I Kerinci. Operasi tersebut diawali dengan adanya informasi dari masyarakat kepada Kepala Seksi PTN Wil. I Kerinci (Nurhamidi, SH) pada tanggal 19 April 2017 tentang kegiatan pembalakan liar di dalam Kawasan TNKS, tepatnya di Desa Tangkil Kec. Kayu Aro Kab. Kerinci. Dari Informasi yang didapat pelaku berasal dari Desa Tangkil dan Lubuk Pauh. Selanjutnya pada Hari Minggu, tanggal 22 April 2018, Pukul 14.00 Wib, Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (Ir. M. Arief Toengkagie) Menugaskan Kepala SPTN Wil. I Kerinci (Nurhamidi, SH) dan Personil Polhut pada Seksi PTN Wil. I Kerinci serta 1 Orang Anggota Polres Kerinci, menuju TKP untuk melakukan Investigasi/ Penyelidikan atas Laporan tersebut. Sekitar Pukul 16.00 Wib Tim sampai di Lokasi TKP, dan menemukan tumpukan kayu jenis Medang sebanyak 5 M³ pada titik koordinat UTM 47 M 0757849 / 9808158, satu Unit Chainsaw dan 2 Unit Sepeda Motor yang digunakan untuk mengangkut Kayu Tim juga berhasil mengamankan 3 Orang pelaku berinisial MD (49), RH (49) dan DA (26). Sekitar pukul 23.15 Wib 3 Orang Pelaku dan Barang Bukti berupa kayu jenis medang sebanyak 5 M³, satu Unit Chainsaw serta 2 Unit Sepeda Motor di Serahkan ke Polres Kerinci, untuk proses hukum lebih lanjut. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat
Baca Berita

Sekelumit Kegiatan Konservasi BBKSDA Jatim Peringati Hari Bumi 2018

Surabaya, 23 April 2018. Bertepatan dengan peringatan hari bumi, Balai Besar KSDA Jawa Timur merayakannya dengan rangkaian kegiatan konservasi untuk bumi selama bulan April 2018. Rangkaian kegiatan dimulai sejak tanggal 16 April 2018, diawali dengan survei lokasi Rencana Pemulihan Ekosistem di CA. Gn. Picis (luas 3,9 Ha) dan Gn. Sigogor (luas 3 Ha) sekaligus anjangsana dengan kelompok masyarakat desa penyangga di RKW 06 Ponorogo, SKW 2 Bojonegoro, Bid. KSDA Wil. I Madiun. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama anggota Bidang KSDA Wil I Madiun dan SKW 2 Bojonegoro dengan tujuan mengembalikan kondisi tegakan kawasan yang rusak akibat kebakaran pada tahun 2015. Pembuatan persemianan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar lokasi pembibitan. Jenis bibit yang akan ditanam adalah Puspa, Pasang dan Cemoro Gimbal dengan jumlah total sekitar 5.000 bibit. Selanjutnya di tanggal 21 April 2018 yang juga bertepatan dengan Hari Kartini, Kepala BBKSDA Jatim beserta staf mengadakan kunjungan ke Bawean. Rangkaian kegiatan berupa pertemuan dengan pemuda Ansor Bawean dan wakil masyarakat desa Lebak terkait kerja sama dengan PLN Distribusi Jatim dalam pemasangan jaringan, diskusi dengan POLAIRUD Gresik pos Bawean terkait tupoksi dan koordinasi antara BBKSDA Jatim dengan POLAIRUD dalam rangka penguatan kapasitas tugas, anjangsana dan pembinaan terhadap penangkar Rusa Bawean di Pudakit Timur. Kepala BBKSDA Jatim juga melakukan penanaman pohon jenis mahoni sebagai tanda bahwa kelestarian kawasan dan umumnya konservasi merupakan tanggung jawab bersama, dan sekaligus membangun kesadaran semua pihak akan pentingnya konservasi serta melepasliarkan 4 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) bersama Kabidwil 2 Gresik dan Ka SKW 3 Surabaya sebagai puncak memperingati Hari Bumi pada tanggal 22 April 2018 di pantai Timur Sungai desa Tanjungori Kec. Tambak, pengecekan kawasan Cagar Alam Pulau Noko. Rangkaian kegiatan Hari Bumi 2018 (22/4/18) ini diakhiri dengan patroli kawasan dan anjangsana ke rumah penduduk sekitar kawasan konservasi yang dipimpin langsung Kepala BBKSDA Jatim bersama personil Bidang KSDA Wil. II Gresik dengan sasaran pengecekan pal batas dan survey kondisi kawasan. dan sosialisasi keberadaan dan tugas BBKSDA serta penyuluhan tentang konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Polhut BBTN Bromo Tengger Semeru Raih Peserta Terbaik Kedua di Pelatihan SAR

Malang, 22 April 2018. Pusat Keteknikan Kehutanan Dan Lingkungan (PKKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Efektifitas Penggunaan Peralatan Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi Korban Bencana dan Kecelakaan di Cibodas, 16 s.d 20 April 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengirimkan dua orang wakil yaitu Khairul Saleh dan Djoko Puruito Riadi yang merupakan Polisi Hutan (Polhut) BBTNBTS. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan sarana dan peralatan yang tepat dalam kegiatan pencarian,pertolongan, dan evakuasi bagi korban bencana dan kecelakaan serta meningkatkan pengetahuan dalam melakukan kegiatan pencarian,pertolongan dan evakuasi bagi korban bencana dan kecelakaan. "Sangat membanggakan salah dari polhut kami 'Djoko Puruito Riadi' menjadi peserta terbaik kedua dalam pelatihan, semoga ilmu yang didapat dapat ditularkan ke temen-temen TNBTS karena Bromo merupakan gunung aktif yang rutin erupsi" ujar Novita Kusuma Wardani, Kepala Bagian TU BBTNBTS. Selain itu Novita menambahkan "selain itu kami juga memiliki wisata pendakian Gn. Semeru yang rawan terjadi kecelakaan, sehingga dengan pelatihan yang didapat petugas kami semakin profesional menangani korban kecelakaan". Untuk tahun 2018 saat jalur pendakian di buka tanggal 1 Àpril 2018, BBTNBTS mencanangkan gerakan zero waste dan zero accident. Peningkatan efektifitas pengguaan peralatan,pencarian,pertolongan dan evakuasi korban bencana kecelakaan merupakan implementasi dari menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.80/MENLHK/SETJEN/KL.1/9/2016. Tentang standart peralatan pencarian,pertolongan dan evakuasi korban Becana kecelakaan di lingkungan kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta peraturan sekretaris jenderal kementrian lingkungan hidup dan kehutanan nomor. P.3/Setjend/rokum/kkl.1/2017 tentang petunjuk pelaksanaan pencarian,pertolongan dan evakuasi korban kecelakaan Di Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Operasi TSL Balai KSDA Jambi Gagalkan Perdagangan Burung

Jambi, 22 April 2018. Balai KSDA Jambi lakukan operasi perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL) pada Sabtu, 21 April 2018. Operasi TSL ini dilakukan di wilayah Seksi Konservasi Wilayah 2 Kota Jambi yang berhasil mengamankan satu orang pengemudi roda dua beserta 7 kotak keranjang berisi burung ciblek/perenjak dengan perkiraan jumlah sebanyak 300 ekor. Dari pengakuan pelaku, burung-burung tersebut diambil dari daerah Muara Sabak Kab. Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Pelaku diketahui tidak mempunyai ijin tangkap dan hanya pengumpul burung jenis ciblek. Selanjutnya pelaku dimintai keterangan oleh PPNS dan dilakukan pembinaan, barang bukti burung ciblek langsung dilepasliarkan kembali di daerah Muara Sabak pada Minggu, 22 April 2018. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Tour de Trash Balai TN Bali Barat di Hari Bumi

Jambangan, Surabaya, 22 April 2018. Sebanyak 35 karyawan Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang dipimpin Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Wiryawan, S.Hut, M.Ec.Dev., mengikuti kegiatan Tour de Trash pengelolaan sampah di Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Kunjungan ini merupakan salah satu agenda role model pengelolaan sampah plastik/anorganik tahun 2018 di TNBB. Camat Jambangan, Ana Fajriatin, AP., MM. dan Lurah Jambangan, Dra. Hj. Hindun Masrufah, M.Si. menyambut di pendopo Kelurahan Jambangan. Dalam sambutannya, Ana bercerita tentang perjuangan warga dalam mengelola sampah. Lebih 40 penghargaan seperti best of the best kampung kreatif, kampung terbersih, kampung pendidikan, kampung green and clean berhasil diraih. Peserta menelusuri setiap sudut kampung didampingi kader lingkungan Kelurahan Jambangan. Tanaman hias tertata rapi di setiap gang. Warna-warni tembok dan bangunan menghapus kesan kumuh perkampungan. IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sederhana terpasang di beberapa selokan. Lorong dan gang mengarah ke galeri souvenir hasil daur ulang sampah. Disini berjajar rapi hasil kerajinan daur ulang sampah dan pengunjung bisa membelinya sebagai oleh-oleh. Sekitar 300 meter dari galeri souvenir, terdapat Pusat Daur Ulang (PDU) yang berkapasitas 20 ton per hari untuk mengolah sampah yang dihasilkan oleh warga Jambangan. PDU Jambangan dilengkapi dengan conveyor belt untuk memudahkan memilah sampah. Di samping bangunan PDU, terdapat rumah kompos. Tumpukan sampah organik segar hingga yang sudah jadi kompos tertata rapi. Kompos ini nantinya dipergunakan untuk memelihara taman kota dan memenuhi kebutuhan warga kota secara gratis. Rombongan juga berkesempatan mendapat paparan dari motivator lingkungan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Pemkot Surabaya, Adi Candra, S.Si., M.Si. Adi menjelaskan, untuk mengubah mindset warga bukan perkara mudah. Serangkaian pembelajaran panjang di masyarakat akhirnya dapat merumuskan konsep pengelolaan sampah melalui partisipasi masyarakat yang dituangkan dalam sebuah Standart Operasional Prosedur (SOP) di kota Surabaya. Dengan SOP ini, gerakkan kader lingkungan sebagai agent of change bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Sumber :Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Earth Day, Balai TN Wakatobi Rayakan dengan Menanam dan Bersih Sampah

Ambeau, 21 April 2018. Peringati Hari Bumi 2018, Balai Taman Nasional Wakatobi bekerjasama dengan SARA BARATA KAHEDUPA, Pemerintah Kecamatan Kaledupa, Pemerintah Desa Sombano , Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gajah Mada serta berbagai pihak dari Pemerintah Daerah, Polsek Kaledupa WWF, TNC, FORKANI, Operation Wallacea dan Bank BPD Sultra melakukan serangkaian kegiatan yang di gelar hari Sabtu 21 April 2018. Kegiatan diawali penanaman bibit Mangrove dan dilanjutkan dengan aksi bersih sampah plastik yang dilakukan pagi hingga menjelang siang hari, di sepanjang pantai wilayah Desa Ambeua Raya, Kelurahan Ambeua dan Kelurahan Lagiwae. Kegiatan ini untuk menumbuhkan kepedulian semua pihak terhadap keberlangsungan ekosistem penting bagi pesisir yaitu ekosistem Mangrove. Sekitar 100 peserta mengikuti acara ini, dari Kelompok Pecinta Alam Tridacna Wangi-wangi, Kelompok Pecinta Alam Faturumbu Kaledupa, FORKANI, TNC Wakatobi, Pemerintah Kecamatan Kaledupa, Koramil sektor Kaledupa serta Polsek Kaledupa serta dihadiri oleh Wakil Bupati Wakatobi. “Saya berharap momentum peringatan hari bumi dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan dapat menjadi motivasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk lebih mencintai lingkungan dan bumi” ujar Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Heri Santoso, saat memberikan sambutan di pembukaan acara. "Jaga bumi Wakatobi yang memiliki keragaman hayati yang tinggi sebagai Taman Nasional Laut di Indonesia dan diakui oleh dunia melalui predikat Cagar Biosfer” kata Wakil Bupati Wakatobi menambahkan. Sesi penanaman mangrove, dilakukan secara simbolis dimulai dari Kepala Balai TN Wakatobi, Camat Kaledupa, Perwakilan SARA BARATA Kahedupa, Kapolsek Kaledupa, Perwakilan Danramil, Perwakilan TNC Wakatobi, Perwakilan FORKANI dan masyarakat sekitar dengan jumlah bibit yang ditanam sebanyak 500 bibit dari jenis Rizophora di sekitar Dermaga Ambeua Kec. Kaledupa. Sementara dalam aksi bersih sampah plastik, peserta berhasil mengumpulkan sampah plastik dengan berat mencapai 2,8 ton. Jenis sampah yang banyak ditemui adalah sampah botol plastik dan bungkusan cemilan. Hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga dan mencintai lingkungan. dengan dilaksanakannya kegiatan ini harapannya masyarakat lebih peduli lagi terhadap kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan sampah plastik sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari sampah plastik terhadap lingkungan terutama laut. Melihat dampak negatif yang ditimbulkan sampah plastik bagi kesehatan terumbu karang, maka m tim penyelam dari berbagai pihak turun untuk melakukan pengecekan lokasi selam yang ada di Pulau Hoga. Dan terlihat beberapa terumbu karang mengalami kerusakan, seperti pemutihan dan karang yang patah. Banyak indikasi dari kerusakan ini, antara lain tercemarnya laut dengan banyaknya sampah plastik yang menutupi terumbu karang, adanya penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan yang digunakan oleh nelayan sekitar sehingga berakibat pada pemutihan terumbu karang. Melihat hal ini, sara barata Kahedupa mempertegas dan menghidupkan kembali pengelolaan berdasarkan adat yang ada sebelumnya, agar masyarakat lebih peduli terhadap kehidupan pesisir dan laut yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Wakatobi. Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Berita

BKIPM Peduli TN Kutai, 1000 Mangrove Ditanam

Bontang, 22 April 2018. Memperingati Bulan Bakti Karantina, dan Mutu Hasil Perikanan 2018, Hari Bumi Internasional dan Hari Kartini, Balai TN Kutai bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Balikpapan mengadakan penanaman 1000 pohon mangrove di Bontang Mangrove Park Taman Nasional Kutai. Kepala Balai TN Kutai Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. dalam sambutannya menyatakan Bontang Mangrove Park (BMP) semoga bisa menjadi mangrove center bagi Kota Bontang dan Propinsi Kaltim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar menanam 25 pohon seumur hidup untuk bumi pertiwi. Beliau menambahkan, TN Kutai sangat welcome untuk kegiatan penanaman, baik di darat/terresterial maupun di perairan/mangrove. Kelak tanaman yang ditanam akan menjadi tabungan dan shodaqoh bagi penanamnya, karena manfaatnya untuk satwa dan manusia. Disampaikan pula bahwa sangat istimewa peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi pada saat ini, merupakan momen yang baik untuk memperingatinya dengan penanaman mangrove oleh Kartini-Kartini masa kini untuk memberi bhakti pada bumi. Kepala BKIPM menyatakan, penanaman bakau dilakukan untuk mengusahakan perlindungan terhadap tsunami serta memperbaiki fungsi pendukung perikanan. Untuk itu salah satunya pada bulan bhakti BKIPM ini dipilih menanam mangrove di Bontang Mangrove Park TN Kutai. Selanjutnya Walikota Bontang yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Kota Bontang Ibu Ir. Sarifah Nurul Hidayah, MM. menyampaikan terima kasih kepada BKIPM yang telah melakukan kegiatan penanaman di Kota Bontang karena telah mendukung upaya Kota Bontang untuk menciptakan Bontang sebagai green city. Permintaan Walikota Bontang agar bibit mangrove yang ditanam hari ini, dirawat, dipelihara dan dijaga supaya kita semua dan anak cucu merasakan manfaat pohon mangrove ungkap Ibu Nurul yang sekaligus hadir untuk membuka acara. Dalam kegiatan ini, secara simbolis Kepala BKIPM menyerahkan 1000 bibit mangrove kepada Kepala Balai TN Kutai, diikuti penyerahan bibit kepada perwakilan berbagai komunitas seperti Kepala Lapas Bontang, DanPos AL, Dandim, Bontang Hash House Harier, Pramuka Saka Wanabhakti, Pramuka Saka Wira Kartika, Green Generations, Kader Konservasi TN Kutai dan dilanjutkan penanaman oleh semua peserta. Dengan adanya penanaman mangrove yang melibatkan masyarakat dan berbagai komunitas, diharapkan semakin banyak masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan khususnya menjaga kelestarian mangrove.#TN Kutai Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Berita

Ngobrol Pintar untuk Promosi TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 22 April 2018. Koordinasi bisa dimana saja kapan saja dan dalam situasi apa pun, baik dalam kondisi formal maupun informal. Hal inilah yang dilakukan Faat Rudhianto sebagai ajang perkenalan sebagai Kepala Balai TN Taka Bonerate (TNTBR) yang baru. Koordinasi diselingi ramah tamah kepada Kepala Otoritas Bandara Makassar, Manager AVSEC PT. Angkasa Pura I Makassar dan Kepala UPBU Bandara Aroeppala Kepulauan Selayar menjadi bentuk koordinasi santai namun serius. Banyak hal yang diperbincangkan dalam koordinasi yang dilakukan di halaman depan Hotel Rayhan Square. Semuanya dengan tujuan untuk peningkatan mutu layanan bandara serta kunjungan wisata ke TN. Taka Bonerate dan permintaan akses petugas Balai TN.Taka Bonerate di area bandara. Menyadari mulai banyaknya wisatawan domestik maupun asing yang melirik TN. Taka Bonerate, pihak PT. Angkasa Pura I pun menawarkan Balai TNTBR memasang lebih banyak banner, poster, dan film videotron promosi di bandara secara gratis. Hal ini untuk lebih meningkatkan promosi dan informasi wisata Taka Bonerate. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Terbang Bersama Garuda ke TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 21 April 2018. Beberapa hari ini Kabupaten Kepulauan Selayar disibukkan dengan kegiatan penting, salah satunya launching penerbangan Maskapai Garuda Indonesia untuk rute Makassar-Selayar Jumat, 20/04/2018 oleh Plt. Gubernur Sulsel, Bpk. Sony Soemarsono yang juga Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Kepala Balai Faat Rudhianto mendampingi Wabup Kep. Selayar, Sekda dan Forkominda menunggu rombongan Plt. Gubernur Sulsel dan Bupati Kep. Selayar. Dengan dibukanya rute Maskapai Garuda Indonesia ini, sudah dua maskapai yang membuka rute ke Selayar bersama Wings Air dengan jenis pesawat ATR dengan kapasitas kursi 70. Sekadar informasi bahwa penerbangan maskapai plat merah BUMN ini melayani penerbangan untuk sementara di hari Senin, Rabu dan Jumat dengan harga tiket 300rb-an. Hal ini untuk menggeliatkan kepariwisataan dan kunjungan ke TN. Taka Bonerate. Sumber : Asri - PEH Balai TN Taka Bonerate
Baca Berita

Kerja bersama Pemulihan Ekosistem Ranupani

Malang, 22 April 2018. Pemulihan ekosistem Ranupani salah satunya dilakukan melalui pembersihan ekosistem danau dari Jenis Invasif Spesies (JAI) tumbuhan air salvinia molesta, yang menutupi hampir seluruh permukaan danau. Pemulihan ekosistem danau ranupani ini dilakukan oleh Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) dengan memberdayakan masyarakat dan komunitas peduli lingkungan. Kababes TNBTS; John Kennedie; dalam kunjungan kerjanya 21 April 2018 di Resort Ranupani menyampaikan "salvinia merupakan jenis invasif asing yang berasal dari Amerika Selatan, pembersihan ini dilakukan dengan cara manual, pengambilan langsung dengan alat sederhana berupa bambu, garpu sampah, tampar dan perahu“. Metode ini dinilai paling efektif dibandingkan dengan menggunakan katrol atau peralatan mekanis lainnya yang memakan biaya besar tambah John Kennedie. Dilain pihak "Achmad Arifin", Kasubag Program dan Kerjasama BBTNBTS yang mendampingi Kababes TNBTS menuturkan “pada tahun ini telah dialokasikan anggaran untuk pembersihan dan peengendalian salvinia yang merupakan amanah Prioritas Nasional (PN) pembangunan wilayah (pemulihan ekosistem). Saat berita ini diturunkan, menurut Kepala Resort Ranupani, Agung Siswoyo, proses pembersihan salvinia dalam rangka pemulihan ekosistem Ranupani sudah mencapai sekitar 40 persen. Kababes mengharapkan, agar pemulihan ekosistem danau Ranupani ini menjadi perhatian para pihak, baik Pemda, Kementerian terkait, komunitas peduli lingkungan maupun masyarakat. Selanjutnya, pemulihan ekosistem tersebut tidak hanya terfokus pada pembersihan salvinia, namun berlanjut pd penanganan sedimentasi dan penataan saluran air desa yang bermuara di danau. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Bahas View Point Bromo, Kepala BBTN Bromo Tengger Semeru : Pertahankan Kearifan Lokal Tengger

Malang, 21 April 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyelenggarakan pertemuan multipihak di Aula Kantor BBTNBTS, Jumat 20 April 2018 untuk membahas penataan transportasi dan wisata di view point Penanjakan. Pertemuan dihadiri oleh para pelaku wisata (Jeep, Ojek, Kuda, Asongan, PKL), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) TNBTS, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kab. Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang serta BBTNBTS. Kababes TNBTS "John Kenedie" menyampaikan pada para pihak "Penataan view point Penanjakan tetap berprinsip untuk kesejahteraan masyarakat sekitar TNBTS, tetapi berdasarkan kajian daya dukung yang dilakukan BBTNBTS dengan supervisi tenaga ahli Prof. Harini Muntasib kegiatan wisata di Bromo adalah wisata terbatas karena berada di kawasan konservasi". Terkait permasalahan yang muncul dalam kegiatan wisata terutama permasalahan transportasi di Penanjakan "John Kenedie" menuturkan "kita perlu memformulasikan solusi yang terbaik sehingga tetap mempertahankan kearifan lokal Tengger, supaya tidak viral di medsos dan menurunkan minat wisata ke Bromo". Fotografer dan Pemerhati Bromo "Sigit Pramono" mengusulkan alternatif view point Bromo untuk memecah membludaknya pengunjung menyampaikan "saya rasa untuk menikmati wisata sunrise Bromo dapat melalui view lain yaitu di Bukit Cinta dan Kedaluh". Pertemuan tersebut menyepakati penataan view point Penanjakan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip konservasi dan budaya Tengger. Kesepakatan ini juga dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan dan ditandatangani para pihak. Beberapa kesepakatan yang dicapai antara lain setiap permasalahan yang muncul akan diselesaikan bersama-sama dengan komitmen memberikan manfaat bagi masyarakat, akan dilakukan pengecekan dan pembersihan parkir di Blok Ledok Tatal dengan kerjabakti oleh parapihak yang dikoordinir BBTNBTS, pemberlakuan pembatasan jumlah kendaraan, serta penggunaan kendaraan yang sesuai standar dengan kualifikasi lengkap fisik dan administrasi serta menggunakan seragam berupa udeng khas Tengger. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Diskusi Pemberdayaan Masyarakat, Menuju 10 Cara Baru Pengelolaan Kawasan TN Bukit Duabelas

Sarolangun, 21 April 2018. Balai TamanNasional Bukit Duabelas (TNBD) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Masterplan Pemberdayaan Masyarakat dan Penetapan Desa Penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas Tingkat Kabupaten Tebo dan Batanghari pada tanggal 20 s.d 21 April 2018. Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun 2017 dilaksanakan untuk Kabupaten Sarolangun. Para pihak yang turut hadir terkait dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat yaitu perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun,Tebo dan Batanghari diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Dinas Pemuda dan Olahraga, perwakilan desa penyangga serta Orang Rimba dari 6 kelompok Temenggung. Diskusi diawali dengan paparan dari 3 narasumber yaitu Kepala BTNBD Haidir, S.Hut., M.Si, Kepala Seksi Bina Daerah Penyangga Bisro Sya'bani, S.Hut.,.M.Eng dan Bapedda Provinsi Jambi Edi Wijaya S.E, ME. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan masukan dan saran dari para pihak terkait maupun masyarakat desa dan Orang Rimba/SAD agar tersusun masterplan pemberdayaan masyarakat yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan rencana daerah. Secara garis besar, rumusan hasil diskusi dalam FGD ini mengenai Pemberdayaan Orang Rimba/Suku Anak Dalam (SAD) disesuaikan dengan kebutuhan dan adat istiadatnya serta ditekankan untuk memberikan pelatihan tentang cara bertani/budidaya yang baik seperti budidaya jernang. Selain itu perlu pula fasilitasi pendidikan, kesehatan dan perumahan bagi Orang Rimba/SAD. Perlunya melakukan pencatatan data kependudukan Orang Rimba/SAD di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil agar program yang diberikan kepada Orang Rimba/SAD lebih terarah serta eksistensinya menjadi lebih kokoh dan solid. Membangun dan menguatkan kerjasama dengan masyarakat (Orang Rimba dan desa), Pemerintah desa, Kecamatan dan Kabupaten serta para pihak terkait lainnya dalam pemberdayaan masyarakat serta membentuk tim terpadu dalam pemberdayaan masyarakat. Hasil FGD ini akan ditindaklanjuti dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat di Taman Nasional Bukit Duabelas sehingga program-program pemberdayaan yang akan disusun efektif dan efisien serta memperoleh dukungan semua pihak terkait. Selain itu, FGD ini juga menjadi langkah awal untuk penerapan 10 cara baru pengelolaan kawasan lainnya yang diharapkan akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Duabelas

Menampilkan 8.145–8.160 dari 11.140 publikasi