Minggu, 31 Mei 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Evakuasi Satwa Dilindungi Dari Masyarakat di Batang Toru

Batang Toru, 26 April 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan bersama lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia dan Yayasang Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC) melakukan evakuasi satwa liar jenis dilindungi oleh masyarakat di Desa Hapesong Lama, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (24/4). Satwa liar tersebut terdiri dari Owa Ungko (Hylobates agilis) sebanyak 1 individu, Burung Rangkong (Bucerotidae) sebanyak 1 ekor, dan Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) sebanyak 1 ekor, diserahkan secara sukarela oleh masyarakat Desa Kebun Hapesang Lama Batang Toru guna dilakukan perawatan dan rehabilitasi. Setelah proses administrasi Berita Acara Serah Terima, ketiga satwa tersebut segera dievakuasi petugas. Sumber : Parta Basmely (Polhut Mahir) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Upaya Kurangi Abrasi, Direktur Jenderal KSDAE Ikuti Penanaman Mangerove di Brebes

Brebes, 25 April 2024. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan Penanaman 25.000 Mangrove serentak di 25 tempat di seluruh pelosok Indonesia, Kamis (25/04/2024). Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mengikuti penanaman di Pulau Cemara, Sawojajar, Brebes, Jawa Tengah. Penanaman serentak yang diikuti oleh 200 peserta dari berbagai kalangan ini dihadiri oleh Pj. Bupati Brebes, perwakilan Pj. Gubernur Jawa Tengah, pejabat pemerintah daerah Brebes dan perangkat desa. Tidak hanya pejabat dari pemerintah daerah saja, tapi juga hadir para pejabat dari lingkup KLHK. Dirjen KSDAE didampingi oleh Direktur Konservasi Tanah dan Air, Sekretaris Ditjen KSDAE, Direktur BPPE, dan Direktur KKHSG. Selain unsur dari pemerintah, unsur TNI, pelajar hingga masyarakat sekitar, juga ikut memeriahkan kegiatan ini. Brebes dipilih menjadi lokasi penanaman mangrove karena memiliki lokasi hutan mangrove paling lebat di Jawa Tengah dan garis pantai yang cukup panjang. “Brebes memiliki garis pantai sepanjang 63 kilometer, di sini (Pantai Cemara) salah satunya,” jelas Pj. Bupati Brebes, Iwanuddin Iskandar, saat menyampaikan laporan kegiatan Penanaman 25.000 Mangrove di Pantai Cemara, Kamis (25/04/2024). Dirjen KSDAE ditemani Pj Bupati Brebes menanam mangrove di Pulau Cemara, Sawojajar, Brebes, pada Kamis (25/04/2024) Pernyataan Iwanuddin ini diamini oleh perwakilan Pj. Gubernur Jawa Tengah, yang menyampaikan bahwa Brebes adalah salah satu wilayah yang memiliki hutan mangrove terlebat di Jawa Tengah. Tapi sayangnya, ada ancaman abrasi yang menghantui pesisir utara Pulau Jawa ini. Penanaman mangrove ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko abrasi dan dampak buruknya bagi lingkungan. Pernyataan tersebut juga disampaikan oleh Dirjen KSDAE, Prof. Satyawan Pudyatmoko saat menyampaikan arahan Menteri LHK di pembukaan kegiatan Penanaman 25.000 Mangrove. “Penanaman mangrove dapat memberikan manfaat antara lain mengurangi abrasi pesisir akibat gelombang laut, menangkap bahan pencemar sehingga menjaga kualitas air, habitat bagi beragam flora dan fauna pesisir dan laut, menjadi sumber bahan pangan khususnya perikanan, menciptakan daya tarik wisata dengan tampilan estetik dan meningkatkan cadangan karbon,” jelas Dirjen KSDAE. Dalam kegiatan penanaman tersebut, ada 1.000 bibit mangrove yang ditanam bersama-sama. Komitmen pemerintah dalam upaya menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan. Sama seperti kegiatan Penanaman 25.000 Mangrove yang dilaksanakan berkat kerja sama dengan Harian Rakyat Merdeka, Society Renewable Energy (SRE), para pegiat lingkungan, generasi muda dan masyarakat. “Kelestarian bumi bukanlah tanggungjawab perorangan. Kelestarian bumi adalah tanggungjawab semua pihak yang hidup di bumi tanpa terkecuali. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kelestarian bumi perlu ditanamkan pada diri masing-masing individu sedini mungkin dan secara berkesinambungan,” pesan Menteri LHK, Siti Nurbaya. Salam Lestari! Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Kartini Penyelamat Satwa Liar

Fatimah Sari, S.KH. memeriksa kondisi kesehatan Harimau Sumatera Medan, 22 April 2024. Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan sosok pahlawan nasional yang sangat getol memperjuangkan emansipasi wanita/ perempuan Indonesia. Kartini mampu memotivasi dan menginspirasi wanita/ perempuan Indonesia sehingga peran/andilnya dalam pembangunan saat ini tidak kalah atau bahkan sejajar dengan kaum pria. Hal ini pun dialami oleh kartini-kartini Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang kiprahnya diperhitungkan dalam giat konservasi alam. Adalah Fatimah Sari, S.KH., dokter hewan yang mengabdi sebagai Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara sejak bulan September 2017. Sebelumnya, lulusan Sarjana Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini menjalani tugas di Balai KSDA DKI Jakarta mulai tahun 2008 (CPNS) sampai dengan Agustus 2017. Kariernya sebagai rimbawan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bermula dari coba-coba mengikuti seleksi penerimaan Dokter Hewan di Kementerian Kehutanan (saat itu), tanpa mengerti secara mendalam korelasi antara dokter hewan dengan Kehutanan. Seiring waktu berjalan, dokter Sari panggilan akrabnya, baru paham bahwa dengan menjadi rimbawan profesi dokter hewan ternyata berperan penting dalam manajemen konservasi terutama kaitannya dengan upaya pelestarian satwa liar. Sehari-harinya, perempuan yang lahir di Damar Condong, 2 Januari 1978, akrab bergaul dan berinteraksi dengan satwa liar guna melakukan pemeriksaan medis rutin satwa-satwa captive yang ada di lokasi Pusat Latihan Gajah (PLG), Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) dan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit dan menerapkan manajemen kesehatan serta kesejahteraan satwa. Selain itu juga merawat dan merehabilitasi satwa-satwa yang akan dilepasliarkan ke habitat alaminya. Pekerjaan yang digelutinya bukan hanya berat tetapi juga menanggung resiko terinfeksi penyakit yang berasal dari satwa liar atau sebaliknya (zoonosis), serta ancaman keselamatan (nyawa) pada saat melakukan penanganan interaksi negatif antara warga dengan satwa liar di lapangan yang kondisi medannya berat maupun ancaman dari satwa liar yang akan diselamatkan. Tapi semua itu bisa dilaluinya tentunya dengan berserah dan memohon pertolongan/perlindungan dari Tuhan yang Maha Kuasa. Dia percaya seberat apapun tugas yang diemban, bila dijalankan dengan tulus dan ikhlas akan menjadi amal ibadah dan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. “Semua pekerjaan mengesankan, mulai dari menerima satwa-satwa hasil penyerahan warga, hasil tindakan pengamanan TSL, penyitaan maupun korban dari interaksi negatif warga dengan satwa liar, melakukan tindakan nekropsi gajah yang mati di sekitar hutan, serta ikut dalam penanganan interaksi negatif warga dengan satwa liar khususnya Orangutan Sumatera dan Harimau Sumatera. Namun yang sangat berkesan adalah saat melihat satwa yang sudah dirawat atau diselamatkan dapat kembali ke habitat alaminya (dilepasliarkan),” ujar dokter Sari, penerima Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden RI. Kegiatan yang hampir sama juga dilakoni Mutiara Fridayanti Pasaribu, Pemelihara Satwa pada Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit. Perempuan yang dilahirkan di Sukaramai, 12 April 1977, kesehariannya diisi dengan pekerjaan rutin membersihkan kandang satwa, menyediakan pakan satwa dan memeriksa kesehatan satwa. Butuh kesabaran dan perlakuan khusus dalam merawat satwa. Baginya satwa juga makhluk hidup yang sama seperti manusia membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Tidak jarang Mutiara, yang juga penerima Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden RI, berinteraksi melalui percakapan, belaian, dan siulan atau senandung, dan sebaliknya satwa-satwa tersebut meresponnya melalui tingkah-tingkah yang lucu, sehingga menjadi penyemangat dan hiburan tersendiri baginya. Kedua sosok Kartini Balai Besar KSDA Sumatera Utara ini, tentunya menjadi contoh/panutan serta sumber inspirasi yang menampilkan wajah Kartini Penyelamat Satwa Liar, seperti yang diungkapkan dokter Sari, “bahwa wanita/perempuan juga bisa melakukan pekerjaan dalam bidang penyelamatan satwa liar yang pada kebanyakan masih dilakukan oleh laki-laki. Perempuan dapat berkembang dan maju tanpa menghilangkan jati diri sebagai perempuan untuk berperan dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam beragam bidang pekerjaan”. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Serah Terima Ular Sanca Kembang di Damkar Kota Makassar

Makassar, 17 April 2024 - Tim Wildlife Rescue Unit Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (WRU BBKSDA Sulsel) melakukan giat evakuasi satwa liar jenis ular sanca kembang (python reticulatus) di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Rabu (17/4). Kegiatan ini merupakan bukti nyata dalam menjaga keberagaman hayati dan kelestarian ekosistem. Sebanyak 5 ekor ular sanca kembang (python reticulatus) diserahkan oleh Damkar Kota Makassar. Satwa liar tersebut merupakan hasil evakuasi oleh Tim Damkar dari pemukiman warga dan rumah-rumah di Kota Makassar. Upaya evakuasi dilakukan dalam rangka keselamatan satwa serta masyarakat sekitar. Penyerahan satwa liar kepada Tim WRU Balai Besar Sulawesi Selatan dilakukan secara resmi oleh Dantim Ratulangi Damkar Kota Makassar, didampingi oleh Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadaman Kota Makassar, Andi Safari. Proses serah terima satwa liar jenis ular sanca kembang ini didokumentasikan dalam bentuk berita acara serah terima satwa liar. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan ini. Kerjasama dalam pelestarian satwa liar sangat penting, dengan kolaborasi yang solid bersama para pihak kita dapat menjaga keberagaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Langkah-langkah penyelamatan seperti ini adalah langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung konservasi satwa liar di Kota Makassar. Sumber: BBKSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.08/K.8/TU/Humas/03/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Berita

Selamat Datang Ke Dunia Wahai Orangutan Muda

Gambar 1. Putri Tanjung dan bayinya pada tahun 2024 Sub DAS Mendalam, 26 Februari 2024. Tim Monitoring Sintang Orangutan Center (SOC) menjumpai Putri Tanjung, Orangutan Kalimantan yang dilepasliarkan pada tahun 2019 lalu, sedang menggendong bayinya di kawasan Resort Nanga Hovat, Taman Nasional Betung Kerihun. Kelahiran bayi orangutan ini menjadi kado terindah bagi konservasi di Indonesia. Pelepasliaran Orangutan Kalimantan di Sub DAS Mendalam merupakan kerja sama antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BB TaNa Bentarum)) dengan BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS). Putri Tanjung yang berumur 17 tahun pada saat dilepasliarkan membawa bayi Orangutan bernama Liesjhe, yang saat itu berumur 4 tahun. Akan tetapi, pada perjumpaan bulan Februari lalu, Putri Tanjung tampak menggendong satu individu bayi Orangutan yang berumur kira-kira 1 tahun. Gambar 2. Putri Tanjung dan Liesjhe pada tahun 2019 Sebelumnya, tahun 2019, Orangutan lain bernama Juvi, juga dijumpai sedang membawa bayi Orangutan berumur 1, serta Jojo yang membawa bayi Orangutan berumur 2 tahun pada 2023 lalu. Ini menunjukkan bahwa Orangutan Kalimantan, yang berstatus terancam punah (critically endangered), masih dapat bertahan hidup dan berkembang biak di Indonesia khususnya di Taman Nasional Betung Kerihun. Sadtata Noor Adirahmanta, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum mengatakan bahwa, “Lahirnya 3 individu Orangutan di Sub DAS Mendalam menjadi indikator keberhasilan kerjasama semua pihak, khususnya antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) dengan BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) dalam konservasi Orangutan Kalimantan”. Mari jaga hutan kita, jaga alam kita, demi menjaga kehidupan kita! Salam konservasi!!! Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Berita: Wahyuningyan Arini – PEH TaNa Bentarum Foto: Tim monitoring Sintang Orangutan Center (SOC)
Baca Berita

Menjaga Asa Konservasi Penyu Pantai Binasi

Sorkam, 16 April 2024. Shabudi Sikumbang, Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tidak pernah lelah berkarya dan berbuat untuk menyelamatkan Penyu. Bersama Kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah yang didirikannya, Shabudi terus menggalang partisipasi warga untuk ikut berperan aktif menyelamatkan satwa penyu. Upayanya membuahkan hasil, warga Desa Pasar Sorkam secara sukarela menyerahkan telur-telur penyu kepada kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi, yaitu penyerahan satu sarang sebanyak 115 butir di akhir bulan Januari 2024 dan satu sarang lagi di bulan Februari sebanyak 109 butir telur. Telur-telur penyu tersebut kemudian dieramkannya dan yang berhasil menetas sebanyak 219 anak tukik. Sedangkan 199 butir telur lagi saat ini sedang dalam proses pengeraman. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Konservasi Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Shabudi beserta dengan kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi yang telah berhasil mendorong dan memotivasi warga untuk ikut terlibat dalam upaya penyelamatan serta pelestarian penyu sampai kepada penetasan telur dalam rangka meningkatkan populasi dari penyu-penyu tersebut. Telur-telur penyu yang berhasil dikumpulkan dari warga Selain itu Shabudi, dengan bermodalkan pengetahuannya sebagai kader konservasi, juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga untuk menghindari kegiatan/aktivitas perburuan dan perdagangan, baik telur maupun satwa penyu serta bagian-bagian tubuhnya. Sosialisasi ini dilakukan dari rumah ke rumah warga maupun dalam berbagai kegiatan/pertemuan warga. Generasi-generasi muda juga tak luput dari sasaran edukasinya dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi penyu sedini mungkin. Dengan berbagai upaya yang dilakukannya dengan tanpa lelah dan secara sukarela, Shabudi mencoba menjaga asa menyelamatkan dan melestarikan satwa penyu agar tetap lestari dan terhindar dari kepunahan. Ini sebuah bentuk pengabdian yang tulus dari seorang kader konservasi. Sumber : Lantas Hutagalung (Kepala Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori) dan Duhuso Zendrato (PEH Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Presiden Jokowi Sambangi Lembaga Konservasi Sumatera Utara

Presiden Jokowi bersama cucu memperhatikan anakan Jaguar yang baru lahir (foto dokumen : Capital Wildlife Research And Breeding Center) Sibolangit, 16 April 2024. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan waktu liburan lebaran dan akhir pekan bersama keluarga di Sumatera Utara, dan salah satu tempat yang disambangi adalah Lembaga Konservasi Umum mitra sekaligus binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Capital Wildlife Research And Breeding Center di The Hill Sibolangit di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (13/4). Capital Wildlife Research And Breeding Center adalah lembaga konservasi berbentuk Taman Satwa. Lembaga Konservasi merupakan lembaga yang bergerak di bidang konservasi tumbuhan dan/atau satwa liar di luar habitatnya (ex-situ), baik berupa lembaga pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Lembaga Konservasi terbagi menjadi dua yaitu lembaga konservasi untuk kepentingan umum dan lembaga konservasi untuk kepentingan khusus, dan Lembaga Konservasi dibina oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) setempat. Presiden beserta Ibu Negara dan cucu memberi makan rusa (foto dokumen : Capital Wildlife Research And Breeding Center) Dalam kunjungannya Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Jokowi, putrinya Kahiyang Ayu dan tiga cucunya, yaitu Sedah Mirah Nasution, Panembahan Al Nahyan Nasution, dan Panembahan Al Saud Nasution melihat berbagai macam koleksi jenis satwa liar yang berada di areal The Hill Sibolangit tepatnya di Capital Wildlife Research And Breeding Center, termasuk melihat dua ekor bayi Macan Tutul atau Jaguar yang baru lahir pada 11 Maret 2024 lalu. Jaguar yang baru lahir tersebut merupakan hasil breeding dari induk betina bernama Jodi dan induk jantan bernama Odi, masing-masing berusia 5 tahun. Melalui kegiatan ini, Presiden Jokowi bukan hanya menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang kelestarian lingkungan dan pengenalan fauna kepada cucu-cucunya. (ant) Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara)
Baca Berita

Rinjani Begawe Festival 2024

Mataram, 27 Maret 2024. Rinjani Begawe Festival (RBF) adalah salah satu agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai agenda seremonial pembukaan Destinasi Wisata Alam di kawasan TNGR. RBF Tahun 2024 mengusung tema “Bersama Mewujudkan Pendakian Kelas Dunia Berbasis Ekonomi Sirkular Untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan dan menjadi penyemarak dalam upaya pencapaian visi dan misi pengelolaan TN Gunung Rinjani selama 10 tahun ke depan (2022 – 2031). Dengan Visi Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi “Destinasi Pendakian Kelas Dunia Berkelanjutan” dengan misi “Melestarikan keindahan dan keunikan bentang alam Gunung Rinjani beserta keanekaragaman hayati dan ekosistemnya untuk pengembangan kepariwisataan dan pembangunan daerah yang selaras nilai budaya”. Tujuan yang akan dicapai adalah Meningkatkan standar pengelolaan pendakian gunung; Meningkatkan populasi dan mempertahankan habitat spesies yang menjadi prioritas pengelolaan; Pengembangan inovasi dan peningkatan kapasitas bioprospeksi untuk konservasi sumber daya hayati berkelanjutan dan Menurunkan ancaman dan gangguan terhadap kawasan hutan. RBF Tahun 2024 diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2024 di Hotel Lombok Raya Jln. Panca Usaha No. 11, Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram dan turut mengundang Gubernur Provinsi NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 Wira Bhakti, Direktur PJLKK, Direktur Penanganan Sampah, Bupati Lombok Utara, Bupati Lombok Tengah, Bupati Lombok Timur, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Lombok Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Lombok Timur, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah, Kepala BKSDA NTB, Kepala BPDAS Dodokan Moyosari, Kepala BSILHK Mataram, Kepala BTN Tambora, Kepala BTN Gunung Ciremai, Kepala BTN Halimun Salak, Kepala BTN Gunung Merapi, Kepala BTN Gunung Merbabu, Kepala BWS Nusa Tenggara I, Kepala BPJN NTB, Kepala BPBD NTB, Kepala BMKG NTB, Kepala Basarnas NTB, GM. Dewan Pelaksana Badan Pengelola Rinjani Lombok-UGG dan Biosphere Reserve, GM. Arei Outdoor Gear Indonesia, Direktur Utama PT. Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa, Bank BRI, Bank BNI, Jasa Raharja Putera, Green Forest Ketua APGI NTB,Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Koordinator TO Kab. Lombok Utara, Koordinator TO Kan. Lombok Tengah, Koordinator TO Kab. Lombok Timur Rinjani 7 Summit,, dan beberapa perwakilan wartawan. Rangkaian Acara RBF Tahun 2024 diawali dengan berbagai kegiatan Road to RBF 2024 diantaranya Pelatihan Interpretasi Jalur Pendakian Bagi Pemandu Gunung, Pelatihan Fotografi dan Videografi Bagi Pemandu, Pelatihan Seni Kuliner, Pemilihan Putri Rinjani 2024, Lomba Reels. Ada pula talkshow dengan topik “Bersama Wujudkan Pendakian Kelas Dunia Berbasis Ekonomi Sirkular Berkelanjutan”, Launching e-simaksi untuk Destinasi Wisata Non Pendakian dan beberapa pertunjukan Budaya yang turut memeriahkan penyelenggaraan RBF Tahun 2024. Pada kesempatan tersebut, Balai TN Gunung Rinjani juga menyampaikan pengumuman pembukaan kembali Destinasi Wisata Alam di Taman Nasional Gunung Rinjani Tahun 2024 dengan ketentuan bahwa Aktivitas kunjungan wisata alam pada destinasi wisata alam pendakian dan non pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani dapat dilakukan mulai tanggal 1 April 2024; Booking tiket pendakian melalui aplikasi erinjani yang dapat diunduh di Playstore mulai tanggal 28 Maret 2024 pada pukul 05.00 WITA – 20.00 WITA setiap harinya. Waktu kunjungan pendakian Gunung Rinjani yang diizinkan adalah 4 hari 3 malam dengan kuota sebanyak 100% dari kuota kunjungan normal melalui destinasi wisata alam pendakian sebagai berikut: Penyelenggaraan kunjungan wisata alam pada destinasi wisata alam non pendakian TN Gunung Rinjani tetap menerapkan secara disiplin Panduan Umum Kunjungan Wisata Alam Non Pendakian di Kawasan TN Gunung Rinjani berdasarkan SK Kepala Balai TN Gunung Rinjani Nomor : SK. 104/T.39/TU/KSA/07/2020. Semua aktivitas pendakian pada destinasi wisata alam pendakian TN Gunung Rinjani mengikuti Revisi II Standar Operasional Prosedur Pendakian berdasarkan Surat Keputusan Kepala Balai TNGR Nomor : SK.19/T.39/TU/KSA/3/2022. Penyelenggaraan aktivitas pendakian dan peningkatan kuota pengunjung wisata alam di kawasan TNGR akan dievaluasi secara berkala. Pelaksanaa kegiatan RBF ini selain merupakan informasi pembukaan kembali Destinasi Wisata Alam di Taman Nasional Gunung Rinjani tahun 2024 yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan meningkatkan peran aktif masyarakat luas terutama pengelolaan sampah dalam konsep ekonomi sirkular di Provinsi NTB. Balai TN Gunung Rinjani mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi sebesar- besarnya kepada seluruh pihak dan pengisi acara yang telah berkontribusi dalam mendukung dan menyukseskan kegiatan RBF Tahun 2024. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Penanggung jawab berita: Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai TN Gunung Rinjani (Teguh Rianto – 085210000699) dan M. Wahyudi Gunawan, Balai TN Gunung Rinjani KONTAK : Email : erinjani.cs@gmail.com Website : www.rinjaninationalpark.id Call center TNGR : +62811283939 Instagram : @btn_gn_rinjani TwitterX : @btn_gn_rinjani Facebook : Taman Nasional Gunung Rinjani (Rinjani National Park)
Baca Berita

Testimoni Lintas Generasi hingga Band GIGI, Warnai Puncak Hari Bakti Rimbawan ke-41

Jakarta, 28 Maret 2024. Memperingati Hari Bakti Rimbawan yang jatuh pada 16 Maret 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar serangkaian kegiatan. Mulai dari kegiatan sosial seperti donor darah, bersih sungai, bakti sosial hingga kegiatan perenungan untuk mengapresiasi kerja para rimbawan. Sebagai puncaknya, KLHK mengadakan Panggung Kolaborasi Rimbawan yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Maret 2024 di Arboretum Lukito Daryadi, Manggala Wanabakti, Jakarta. Panggung Kolaborasi Rimbawan ini menjadi ajang bertemunya para pegawai KLHK dan juga mitra. Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dan jajaran pejabat KLHK, hadir langsung dalam kegiatan ini. Hari Bakti Rimbawan ke-41 tahun ini terasa spesial, karena bertepatan dengan satu dekade Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di bawah pimpinan Siti Nurbaya Bakar. Pada tahun 2014, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan digabungkan menjadi satu. Penggabungan tersebut membawa perubahan yang signifikan dan paradigmatis. Perubahan tersebut tidak lepas dari kerja para rimbawan hingga tingkat tapak yang ada di seluruh pelosok negeri. Tema Kolaborasi Panggung Rimbawan dipilih karena sarat nilai, karena segala upaya dalam menjaga dan merawat lingkungan adalah aksi kolektif dan tidak bisa dilakukan sendiri. “Kolaborasi yang dimaksud adalah kerja sama dengan nilai yang sama dengan berbagai sumber, seperti pengetahuan, kemampuan, cara berinteraksi dan berjejaring, bersama masyarakat di tingkat grassroot. Panggung kolaborasi ini penting untuk konsolidasi seluruh unsur KLHK dan mitra dalam melakukan hal-hal bersama,” jelas Menteri LHK saat memberi pengantar di Panggung Kolaborasi Rimbawan, Kamis (28/4/2024). Menteri LHK bersama Komisi IV DPR RI (dua dari kiri), Wakil Menteri KLHK, Dirjen KSDAE (kiri Menteri LHK), menikmati acara Panggung Kolaborasi Rimbawan Menteri LHK juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada sore hari itu bertujuan untuk konsolidasi seluruh unsur KLHK dan mitra. Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para rimbawan yang telah bekerja bersama dalam sepuluh tahun kepemimpinannya. Sebagai salah satu bentuk konsolidasi, Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga menghadirkan tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam perjuangan konservasi, di antaranya adalah para mitra di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Panggung Kolaborasi Rimbawan ini memberikan ruang kepada para mitra, seperti pengusaha di bidang lingkungan dan kehutanan, aktivis dan juga generasi muda, untuk memberikan catatan terkait kinerja KLHK, khususnya dalam sepuluh tahun kepemimpinan Siti Nurbaya Bakar. Testimoni diberikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Ketua APHI dan APKINDO, Ketua AP2SI, perwakilan dari Green Leadership Indonesia, para aktivis muda dan juga pelajar yang mengikuti penanaman serentak. “Kami, Komisi IV mendukung apa yang menjadi tugas KLHK. Kami tahu kerja KLHK ini tidak mudah karena apa yang dilakukan tidak hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa depan, untuk generasi muda, untuk masa yang jauh ke depan. Jadi sangat perlu dukungan yang lebih luas lagi,” ujar Anggia Erma Rini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dalam testimoninya. Tidak hanya memberikan dukungan terhadap kerja KLHK, para mitra yang diundang dalam Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap kerja KLHK. Seperti yang disampaikan oleh perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Ir. Purwadi. Ia berharap kerja KLHK, khususnya di bawah pimpinan Siti Nurbaya Bakar dapat mengelola perubahan menjadi merawat perubahan yang sudah dilakukan, serta menjaga keberlanjutan. Swietenia Puspa Lestari, menyampaikan testimoninya dalam Panggung Kolaborasi Rimbawan Tidak hanya menghadirkan Testimoni dari para mitra di sektor lingkungan hidup dan kehutanan, Panggung Kolaborasi Rimbawan ini juga mengajak para generasi muda untuk menyampaikan pendapat mereka. Di antaranya adalah Almi Ramadhi dari Green Leadership Indonesia, Swietenia Puspa Lestari seorang aktivis muda, dan Nasma Muslimah, pelajar dari SMA 80 Jakarta. “Saya bersepakat bahwa kerja menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri tapi perlu kolaborasi dan aksi kolektif, seperti pelibatan pemerintah daerah, pihak swasta, LSM dan tentu saja generasi muda. Saya berharap KLHK terus melibatkan anak muda dalam kegiatan menjaga dan merawat lingkungan untuk membangun pemimpin masa depan yang peduli terhadap alam,” ujar Swietenia dan disambut tepuk tangan hadirin. Penampilan Band GIGI Tidak hanya menjadi ajang untuk konsolidasi, Panggung Kolaborasi Rimbawan juga menghadirkan band ternama, GIGI sebagai penghibur. Kurang lebih seribu orang, yang terdiri dari pegawai lingkup KLHK, hadir, berkumpul dan menikmati acara di Arboretum Lukito Daryadi hingga petang. Berlangsung dengan khidmat, Panggung Kolaborasi Rimbawan ditutup dengan doa dan buka puasa bersama. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Berita

Operasi Gabungan Pengawasan Peredaran TSL di Pasaman, Temukan Barang Bukti Sisik Trenggiling

Padang, 23 Maret 2024. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) memberikan informasi terkait operasi gabungan pengawasan peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) di Kabupaten Pasaman Sumatera Barat, bahwa operasi gabungan tersebut dilakukan oleh Balai KSDA Sumatera Barat bersama Balai Penegakkan Hukum (Gakkum) Wil. Sumatera, Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat dan mitra C.O.P. Operasi dilakukan dengan dasar informasi awal yang diperoleh bahwa pada awal Februari 2024, bahwa ada seorang warga Rao, Kabupaten Pasaman berinisial "B' yang mengaku sebagai salah seorang pelaku perniagaan bagian-bagian tubuh satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling. Dari informasi tersebut, Tim Balai KSDA Sumatera Barat melakukan penelusuran dan pada Minggu (17/3) pelaku menyampaikan bahwa Ybs memiliki dan menawarkan sisik Trenggiling 11 kilogram disertai dengan bukti video dan foto. Tim Gabungan Balai KSDA Sumatera Barat bersama dengan Tim Balai Gakkum Wil. Sumatera dan Korwas PPNS Direskrimsus Polda Sumatera Barat, Rabu (20/3), melakukan penindakan dan mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa 11,4 kilogram sisik Trenggiling saat pelaku "B" akan melakukan transaksi. Pelaku segera dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai KSDA Sumatera Barat di Lubuk Sikaping dan untuk proses lanjut pelaku beserta barang bukti diangkut dan diamankan ke Pos Balai Gakkum Sumatera Barat di Padang. Pelaku berinisial "B" (41 tahun), warga Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman ditangkap bersama barang bukti yang diamankan berupa : Sisik Trenggiling seberat 11,4 kilogram dan kendaraan roda 4 yang digunakan pelaku jenis Mitsubishi L300 Pickup. Pelaku kemudian menjalani proses lanjut oleh PPNS Balai Gakkum Sumatera dan diduga melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) UURI Nomor 5 Tahun 1990. Saat ini Pelaku "B" telah ditetapkan sebagai TERSANGKA dan telah dilakukan penahanan di Rutan Polda Sumatera Barat. Adapun barang bukti Sisik Trenggiling hasil penimbangan ulang pada timbangan yang bersertifikasi seberat 11,4 kilogram dan kendaraan roda 4 ditangan Penyidik. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta dalam operasi pengawasan peredaran tsl ini. Semoga hal tersebut dapat menekan peredaran satwa yang dilindungi beserta bagian bagiannya dan memberikan efek jera bagi siapapun yang melakukannya. Sumber: Balai KSDA Sumatera Barat (SIARAN PERS Nomor : SP. 03/K.6/TU/HMS 2.1/03/2024 tanggal 21 Maret 2024) Nara Sumber : Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartanto Alamat kantor : Jalan Khatib Sulaeman no. 46 Padang Call Centre : 081266131222 Website : http://bksdasumbar.org Youtube: https://www.youtube.com/@bksdasumbar798 Facebooks: https://www.facebook.com/bksda.sumbar.5 Instagram : https://instagram.com/bksda_sumbar
Baca Berita

Ribuan Satwa Papua Dipulangkan pada Bulan Puasa

Timika, 22 Maret 2024 – Pada bulan puasa ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Timika, menerima ribuan satwa liar translokasi dari Balai KSDA DKI Jakarta. Satwa-satwa tersebut tiba di Bandar Udara Mozes Kilangin, Timika, pada Jumat (22/3/2024). Jenis-jenis satwa tersebut terdiri atas 3 ekor kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta) dewasa, 2.034 tukik kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta), 1 ekor julang irian (Rhyticeros plicatus), 7 ekor possum layang (Petaurus breviceps), 2 ekor buaya irian (Crocodylus novaeguineae), dan 1 ekor kura-kura dada merah (Emydura subglobosa), dengan total satwa 2.048 ekor. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy, menyatakan bahwa translokasi tersebut telah mendapatkan rekomendasi pengembalian satwa endemik Papua dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Tengah. “Satwa-satwa yang tiba di Timika akan mendapatkan perlakuan berupa pemeriksaan kesehatan dan karantina oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah,” kata Bambang. Selain itu, Bambang juga menjelaskan bahwa semua satwa translokasi tersebut akan menjalani masa habituasi di kandang Mile 21 PT. Freeport Indonesia. Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala BBKSDA Papua, A. G. Martana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. “Terima kasih kami sampaikan, terutama kepada PT. Freport Indonesia yang sudah memberikan dukungan secara terus-menerus terhadap berbagai kegiatan pelestarian satwa Papua. Terima kasih juga kepada Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Tengah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, dan BKSDA DKI Jakarta. Semua pihak telah bekerja sama dengan baik dalam translokasi ini, sehingga memungkinkan satwa-satwa tersebut akan lestari di habitat alaminya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para petugas evakuasi satwa, yaitu tim dari SKW II Timika. Sebagian petugas tentunya sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, mereka tetap semangat mengemban tugas pelestarian satwa ini dengan baik.” Demikian ungkap Martana. Lebih lanjut, Martana juga berterima kasih kepada masyarakat umum yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan konservasi keanekaragaman hayati, khususnya di Papua. Martana berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati Papua, sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga. (dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Berita

Translokasi Beruang Madu Dari BKSDA Sumatera Barat

Pematangsiantar, 25 Maret 2024. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) menerima translokasi 1 (satu) individu Beruang Madu (Helarctos malayanus) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat dan menitip rawatkan satwa tersebut kepada Lembaga Konservasi mitra kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara Taman Hewan Pematangsiantar, pada Sabtu 16 Maret 2024. Dalam keterangannya, Tim translokasi Balai KSDA Sumatera Barat menjelaskan bahwa Beruang Madu dewasa tersebut diperkirakan berusia ± 6 tahun, berjenis kelamin betina, merupakan hasil penanganan interaksi negatif antara masyarakat dengan satwa liar di Nagari Mantinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Kondisi beruang terlihat dalam keadaan sehat dan sangat aktif. Beruang Madu merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari famili Ursidae berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi. Beruang Madu adalah satu-satunya spesies beruang yang hidup di Indonesia dan merupakan spesies terkecil dari delapan spesies beruang di dunia. Satwa ini memiliki tingkat reproduksi yang rendah. Betina hanya melahirkan satu anak dalam satu periode kehamilan, dan interval reproduksi biasanya panjang. Ini berarti populasi mereka sangat rentan terhadap tekanan lingkungan dan perburuan ilegal. Oleh karena itu upaya perlindungan dan pelestarian Beruang Madu menjadi penting dalam rangka mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan hidupnya di habitatnya. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus dilakukan sehingga diharapkan akan timbul kesadaran untuk tidak melakukan kegiatan perburuan maupun perbuatan yang dapat mengancam satwa liar ini. Ayo kita dukung upaya konservasi Beruang Madu baik insitu maupun eksitu. Beruang Madu saat dipindahkan ke kandang Taman Hewan Pematangsiantar Sumber : Presli P. Butarbutar, S.Hut. (PEH Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Sekretaris Ditjen KSDAE Ikuti Penanaman Pohon Serentak dan Jumpa Pegawai UPT di Dua Provinsi

Makassar, 8 Maret 2024. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, melakukan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup KSDAE di dua provinsi, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, pada Rabu (6/3) hingga Jumat (8/3). Pada kunjungan kali ini, Sekditjen KSDAE mengikuti kegiatan penanaman pohon serentak. Di kesempatan penanaman pohon serentak kali ini, Direktorat Jenderal KSDAE mengikuti dari dua provinsi yakni Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara. Penanaman pohon serentak yang diwakili Sekditjen KSDAE dilaksanakan di Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Kamis (7/3). Kegiatan yang dilaksanakan bersama UPT lingkup KLHK Provinsi Sulawesi Tenggara ini diikuti sekitar 100 peserta. Kepala BPDAS Sampara menyampaikan jika lokasi Kebun Raya UHO dipilih karena kebun raya ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh perguruan tinggi dan mendapatkan Rekor Muri 2018. “Dalam penanaman pohon serentak ini akan dilakukan di lahan seluas kurang lebih satu hektar, dan tanaman yang akan ditanam adalah bibit hasil persemaian oleh civitas akademika Universitas Halu Oleo dan BPDAS. Ada 159 jenis tanaman yang akan ditanam dan tanaman tersebut adalah jenis tanaman endemik di Sulawesi Tenggara,” jelasnya saat menyampaikan laporan kegiatan. Sebelum mengikuti kegiatan penanaman pohon serentak, Sekditjen KSDAE bertemu dengan para pegawai UPT lingkup KSDAE di Provinsi Sulawesi Tenggara lewat kegiatan Pembinaan Pegawai di Plaza Inn Hotel, Kendari, pada Rabu (6/3). Dalam kunjungan jumpa pegawai ini, Setditjen KSDAE didampingi oleh Kepala Bagian KKOTL, Kepala Bagian PEHKT, Kasubbag TU dan staf Setditjen KSDAE. Pada kesempatan tersebut, Setditjen KSDAE menyampaikan pesan kepada para pegawai tiga UPT lingkup KSDAE di Sulawesi Tenggara, BKSDA Sulawesi Tenggara, Balai TN Rawa Aopa dan Balai TN Wakatobi. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE berpesan agar para pegawai di lingkup UPT KSDAE tetap produktif dalam bekerja dan menjadi ASN yang berkarakter. “Hal yang paling mempengaruhi produktivitas kerja adalah kenyamanan dalam bekerja. Selain itu, kita juga harus menjadi ASN yang ber-AKHLAK,” ucap Suharyono di depan kurang lebih 100 pegawai lingkup KSDAE. Acara Pembinaan Pegawai yang dilaksanakan sejak pukul 14.00 WITA ini berlangsung efektif. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE juga melakukan dialog dengan pegawai. Beberapa pegawai mengajukan pertanyaan kepada Sekditjen KSDAE, mulai dari persoalan kepegawaian hingga produktivitas kerja. “Apa saja kriteria nyaman di tempat kerja?” tanya salah satu pegawai dari BKSDA Sulawesi Tenggara. Sekditjen KSDAE menjelaskan untuk menghadirkan kenyamanan dalam bekerja, harus dimulai dengan sikap mampu menerima perubahan. “Karena sebagai ASN, perubahan-perubahan kerap terjadi,” jawab Suharyono. Tidak hanya di Sulawesi Tenggara, Sekditjen KSDAE juga melakukan Pembinaan Pegawai di Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/3). Pada kesempatan itu, Sekditjen KSDAE juga memberikan pesan agar para pegawai BTN Bantimurung Bulusaraung untuk menjadi ASN yang menerapkan prinsip-prinsip ber-AKHLAK. Suharyono juga menyampaikan pentingnya memberikan penyadartahuan kepada masyarakat agar timbul kesadaran dalam menjaga kawasan konservasi. Dalam kegiatan tersebut peserta diberikan pemahaman tentang sikap profesional dan kode etik ASN yang disampaikan oleh Sekditjen KSDAE. Ia menekankan pada "Intra Independent". Di samping itu juga diberikan siraman rohani yang juga mengarah pada pentingnya Membangun dan Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja SDM di Tingkat Tapak. Pembinaan pegawai diharapkan dapat menjadi media atau cara untuk tetap menjaga hubungan dan menumbuhkan iklim kerja yang produktif di lingkungan kerja. Pembinaan ASN melibatkan tiga unsur yaitu disiplin kerja, pengembangan karier, dan kode etik. Melakukan pekerjaan dengan semangat dan inovasi serta kepedulian terhadap pencapaian tujuan visi dan misi merupakan salah satu bentuk disiplin kerja. Sumber: BTN Bantimurung Bulusaraung dan Setditjen KSDAE
Baca Berita

Tainia wrayana Surga Tersembunyi di Kawasan SM Siranggas

SM Siranggas, 8 Maret 2024. Sebuah temuan terbaru dalam kegiatan patroli pengamanan hutan di Suaka Margasatwa (SM.) Siranggas, yaitu sejenis anggrek Tainia wrayana yang ternyata tumbuhan endemik di dalam kawasan hutan SM. Siranggas. Temuan tersebut di dapatkan pada saat menyusuri kedalaman hutan SM. Siranggas dan di puncak sebuah bukit di dalam kawasan SM Siranggas. Jenis anggrek dengan nama latin Tainia wrayana tersebar di SM. Siranggas, tepatnya di sekitaran areal Desa Majanggut II, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Tainia wrayana merupakan sejenis dengan family gastrodia, yaitu merupakan jenis anggrek tanpa bunga yang pertama sekali di temukan oleh tim Smart Patrol Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pada saat patroli pengamanan hutan pada tanggal 4 s/d 7 Maret 2024. Tainia wrayana memiliki sebaran di sekitaran benua asia, dan untuk Indonesia ada di pulau Sumatera. Anggrek ini tumbuh baik di daerah yang beriklim tropis basah, dan sangat sesuai dengan kondisi iklim di kawasan SM. Siranggas. Pesona yang indah dan keunikan dari anggrek jenis Tainia wrayana tentunya harus dijaga agar tidak tergerus dan terancam populasinya akibat tangan-tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak dan mengambilnya hanya untuk tujuan kesenangan. Oleh karena itu, menjadi skala prioritas untuk pelestarian tumbuhan langka dan endemik ini adalah perlindungan habitatnya, karena dengan melindungi habitatnya yaitu SM. Siranggas dan menjaga keanekaragaman hayatinya, tentunya sejalan dengan upaya melestarikan tumbuhan anggrek yang unik ini. Selain itu, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat juga penting dilakukan untuk turut serta menjaga kelestarian kawasan ini. Boleh menikmati, tapi tidak untuk memiliki. Nikmati dan abadikan keindahannya melalui foto dan video (dokumentasi), sehingga kelestariannya tetap utuh terjaga. Salam lestari…. Sumber : Alamuddin Sahputra, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

“Ambar Goldsmith” dan “Beru Situtung” Pulang Ke Rumahnya

Medan, 7 Maret 2024. Kegiatan pelepasliaran 2 (dua) ekor satwa liar jenis Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali dilakukan. Kali ini dilaksanakan di zona inti blok hutan Lubuk Tanggok kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Resort Sei Betung Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Besitang, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat, pada Rabu 6 Maret 2024. Pelepasliaran dilakukan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. dan dihadiri juga Lord Zac Goldsmith (Minister for the International Environment and Climate, and UK Animal Welfare and Forests), Direktur Jenderal KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri beserta dengan tamu undangan lainnya. Pemberangkatan harimau menuju ke lokasi pelepasliaran dilakukan di Lanud Soewondo, Medan, dengan menggunakan tiga helikopter dari TNI Angkatan Udara, Kepolisian Daerah Provinsi Sumatera Utara serta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kedua harimau yang dilepasliarkan masing-masing “Ambar Goldsmith”, berjenis kelamin betina, berumur kurang lebih 5,5 - 6 tahun, dan “Beru Situtung”, juga berjenis kelamin betina dengan perkiraan umur 3-4 tahun. Sebelumnya keduanya merupakan korban interaksi negatif dengan masyarakat di tempat yang berbeda. “Ambar Goldsmith”, berasal dari Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, ditangkap dengan menggunakan kandang jebak yang dipasang oleh Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara bersama dengan mitra pada tanggal 21 Desember 2022, di Dusun Aras Napal, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. “Ambar Goldsmith” sempat dititiprawat sementara di instalasi kandang SRA (Sumatran Rescue Alliance) yang berada di Desa Bukit Mas. Kemudian pada tanggal 27 Januari 2023, satwa liar ini dipindahkan dari SRA ke Suaka Satwa (Sanctuary) Harimau Sumatera Barumun Nagari di Desa Batunanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara, untuk perawatan dan observasi lebih lanjut sampai saat pelepasliaran. Sedangkan “Beru Situtung” berasal dari Desa Ladang Teungoh, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, merupakan korban interaksi negatif dengan warga di sekitar kawasan Hutan Lindung Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. “Beru Situtung” berhasil diselamatkan pada tanggal 4 Februari 2023, sempat menjalani perawatan dan pemantauan di fasilitas penyelamatan kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapak Tuan-Aceh Selatan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, sampai kondisinya pulih dan sehat. Pada tanggal 8 April 2023 Beru Situtung dipindahkan ke Suaka Satwa (Sanctuary) Harimau Sumatera Barumun Nagari untuk dilakukan observasi/kajian perilaku, perawatan intensif dan hingga siap untuk dilepasliarkan. Pemilihan zona inti blok hutan Lubuk Tanggok kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Resort Sei Betung Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Besitang, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat sebagai lokasi pelepasliaran sudah melalui kajian kesesuaian habitat yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bersama mitra pada tahun 2022. Topografi lokasi pelepasliaran yang berada pada zona inti kawasan TNGL relative datar dengan tinggi sekitar ± 45 meter/dpl dengan tutupan hutan yang masih terjaga. Ditemukan jejak beberapa jenis satwa mangsa harimau berupa babi hutan, rusa dan kijang dan ditemukan juga jejak harimau pada lokasi lepas liar. Aktivitas masyarakat sangat jarang ditemukan di sekitar lokasi lepas liar. Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut maka lokasi dinyatakan layak untuk menjadi tempat pelepasliaran Harimau Sumatera. Kedua Harimau Sumatera betina ini dilepasliarkan untuk dapat hidup dan berkembangbiak di habitat alaminya, sehingga mampu mempertahankan dan atau meningkatkan populasi harimau di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. GPS Collar dipasangkan kepada kedua harimau yang dilepasliar, sehingga dapat dipantau pergerakannya pasca pelepasliaran, hal ini bertujuan untuk : mempermudah pemantuan pergerakan kedua harimau tersebut dan mempermudah dalam mitigasi interaksi negatif serta mempelajari perilaku pergerakan harimau pasca pelepasliaran, untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Selamat kembali ke habitat alami “Ambar Goldsmith” dan “Beru Situtung”, semoga dapat hidup lestari … Sumber : Ani, SP. (Polhut Ahli Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Terluka, Lutung Kelabu Direscue

Besitang, 1 Maret 2024. Informasi yang diterima Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat dari Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) VI Besitang pada Balai Besar TN Gunung Leuser, tentang temuan satwa dilindungi undang-undang yang diduga dalam kondisi terluka, ditindaklanjuti dengan menugaskan petugas Resort 242 Aras Napal bersama dengan Tim Medis dari SRA-COP guna melakukan pengamanan. Pada saat dilakukan penanganan, satwa sedang diamankan oleh masayarakat, Erwin, yang bekerja sebagai supir boat di sungai Besitang di Dusun Aras Napal. Dalam keterangannya kepada petugas, Erwin menjelaskan bahwa pada Selasa, 27 Maret 2024 dia melihat satwa tersebut sedang berenang di sungai Besitang, namun tidak bisa bergerak dan banyak berdiam diri. Karena merasa iba atas kondisi satwa, Erwin pun kemudian mendekat dan satwa tidak merasa takut atau lari, sehingga akhirnya ia membawanya ke rumahnya. Tidak menunggu waktu lama, satwa kemudian direscue oleh Petugas Resort 242 Aras Napal ke Klinik SRA-COP yang berada di Dusun Kodam Bawah, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat dan dirawat oleh tim medis COP. Hasil obervasi awal terdapat luka tembak senapan angin pada pinggang sebelah kanan dan kaki satwa sudah tidak dapat digerakkan. Hasil identifikasi, satwa tersebut adalah Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus), jenis kelamin betina, usia dewasa. Petugas tidak lupa menyampaikan sosialisasi kepada warga untuk tidak melakukan kegiatan perburuan khususnya jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 801–816 dari 11.141 publikasi