Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Bunaken Jadi Tempat Studi Banding Anggota Dewan Purbalingga

Manado, 24 April 2018. Sebanyak 22 Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah dengan 2 orang pendamping dan 7 orang Sekretariat DPRD bertandang ke Taman Nasional Bunaken untuk studi banding tentang pengelolaan wisata alam. Dalam kunjungan studi banding tersebut selain mengunjungi Pulau Bunaken juga dilakukan presentasi pengelolaan kawasan di kantor Balai Taman Nasional Bunaken yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Nikolas Loli. Turut hadir Wakil Anggota Dewan Kabupaten Purbalingga H. Adiyuwono, SH yang menyampaikan sambutan Ketua Dewan, menyampaikan bahwa Kabupaten Purbalingga terdapat 28 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang bergerak di berbagai industri dengan bahan baku rambut palsu, adapun yang terserap 60.000 orang dari 957.017 jiwa penduduk. Untuk potensi wisata alam di Kabupaten Purbalingga beberapa antara lain memiliki Gunung Slamet, Goa Lawa, Agrowisata Serang, Gunung Lompong, Wisata Air Congot, dan wisata Budaya Monumen Tempat Lahir Sudirman, Monumen Usman Janatin, kemudian wisata buatan seperti Sanggaluri Park, Kolam Renang Tirta Asri dan sebagainya, sambung Adiyuwono. Wakil Ketua Dewan Adiyuwono menyampaikan dalam studi banding ke Balai Taman Nasional Bunaken, untuk belajar agar bagaimana industri pariwisata di Purbalingga dapat dioptimalkan karena majunya industri pariwisata suatu daerah tergantung pada jumlah wisatawan yang datang, sehingga industri pariwisata di Kabupaten Purbalingga dapat berkembang baik. Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si dalam menanggapi penyampian anggota dewan, bahwa pengelolaan Taman Nasional Bunaken sebagai kawasan konservasi, pilar utamanya adalah Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan, adapun untuk Taman Nasional Bunaken pilar pemanfaatan merupakan yang utama, promosi selama ini dilakukan oleh banyak pihak baik dari Kementerian LHK dengan slogan Ayo Ke Taman Nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam Visit North Sulawesi, dan para dive center serta usaha jasa wisata lainnnya. Kami mengutamakan wisatawan yang berkualitas, untuk tetap menjaga kelestarian kawasan. Kita harus mendukung program Pemerintah Daerah dalam mengembangkan wisata di Sulawesi Utara, tetapi untuk kualitas lingkungan juga harus terjaga, sehingga wisatawan terkesan dan akan kembali lagi diwaktu mendatang. Wisatawan ke Bunaken harus benar-benar yang memiliki minat khusus, dan bersedia memelihara alam. Kita harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung kawasan, tutur Farianna. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Info Melalui Call Center, BKSDA Bali Evakuasi Trenggiling

Denpasar, 24 April 2018. Tepat pukul 23.00 Wita (24/4/18), melalui call center Balai KSDA Bali, Sdr. Novi, warga yang tinggal di Jl. Belimbing No. 2 Denpasar melaporkan 1 (satu) ekor Trenggiling (Manis javanica) yang ia temukan di sekitar halaman rumahnya. Hari Rabu (25/04/2018) pukul 07.30 Wita, petugas Balai KSDA Bali melakukan konfirmasi keberadaan dan lokasi satwa langka berstatus dilindungi UU yang ditemukan tersebut, selanjutnya petugas segera mendatangi kediaman Sdr. Novi. Petugas berhasil mengevakuasi 1 (satu) ekor trenggiling dan menitipkannya di Lembaga Konservasi CV. Bali Harmoni, Gianyar untuk direhabilitasi dan observasi perilaku satwa tersebut guna menentukan langkah selanjutnya. Hal ini dapat menjadi inspirasi masyarakat lainnya, untuk menyerahkan secara sukarela satwa dilindungi yang dipelihara atau ditemukan kepada Balai KSDA Bali. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Balai TN Aketajawe Lolobata Kedatangan Burung Indonesia

Sofifi, 24 April 2018. Setelah penandatanganan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pembuatan dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan dokumen Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Burung Indonesia bersiap memulai kembali aktifitas konservasi di Provinsi Maluku Utara. Dalam persiapan tersebut Burung Indonesia terlebih dulu mengunjungi kantor Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk melakukan diskusi awal terhadap kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan dokumen RKT dan RPT. Tim Burung Indonesia yang dipimpin oleh Ferry Hasundungan menyampaikan maksud kunjungan mereka ke kantor Balai TNAL. Beliau menyampaikan bahwa kunjungan tersebut adalah untuk bsersilaturahmi sekaligus orientasi lapangan dalam rangka memulai aktivitas kegiatan dilapangan. Demi kemudahan komunikasi kesemua pihak, Burung Indonesia akan menempatkan fasilitator lapangan yang berada di Desa Kosa, Kota Tidore Kepulauan. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata menyambut baik kedatangan Burung Indonesia. Kedatangan tim tersebut disambut oleh Kepala SPTN Wilayah I, Raduan di ruang rapat Balai TNAL di Sofifi. Kepala SPTN Wilayah I menyampaikan terima kasih atas kedatangan Buring Indonesia dan berharap kerjasama ini berjalan dengan baik. Setelah bersilaturahmi di kantor Balai, Burung Indonesia melanjutkan perjalanan ke Tayawi untuk melakukan orientasi lapangan. Dalam perjalanannya Burung Indonesia didampingi oleh Kepala Resort Tayawi, Indra Irawan. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra- Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata http://aketajawe.com
Baca Berita

Pemeliharaan Jalur Aksesibilitas Pariwisata Alam di Destinasi Sungai Koran Bersama Masyarakat Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

Sungai Sebangau bagian hulu dan Sungai Koran merupakan jalur transportasi kegiatan wisata alam yang masuk ke wilayah kerja Resort Sebangau Hulu SPTN Wilayah I. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan di Resort Sebangau Hulu, oleh karena itu untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan kegiatan wisata alam, terutama dalam hal transportasinya maka perlu dilakukan kegiatan pemeliharaan jalur aksesibilitas. Kondisi sungai yang selalu berubah-ubah mengikuti dinamika alam berupa naik turunnya debit air akibat bergantinya musim dan tumbuhan yang ada di kiri kanan sungai dapat menyebabkan jalur sungai menyempit dan tertutupnya jalur aksesibilitas untuk kegiatan wisata di lokasi ini. Untuk kelancaran dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata alam ini pada minggu ke dua Bulan April 2018, Balai TN Sebangau dan masyarakat Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya yang tergabung dalam Kelompok Perahu “Maju Mandiri” melakukan kegiatan pemeliharaan jalur aksesibilitas pariwisata yaitu di Sungai Sebangau bagian hulu mulai dari Dermaga Kereng Bangkirai hingga ke Pos Jaga Sungai Koran dan sepanjang Sungai Koran. Kegiatan pemeliharaan jalur aksesibilitas pariwisata dilakukan dengan cara membersihkan alur sungai dari semak/belukar, tumbuhan air, batang kayu maupun benda lainnya yang berada di tengah dan kiri kanan sungai yang menghalangi dan menghambat jalur transportasi di Sungai Sebangau dan Sungai Koran dengan menggunakan peralatan parang, chainsaw dan perlengkapan lainnya. Kegiatan pemeliharaan jalur aksesibilitas pariwisata dilaksanakan secara rutin atas inisiatif masyarakat Kereng Bangkirai terutama masyarakat penyedia jasa transportasi wisata yang tergabung dalam Kelompok Perahu “Maju Mandiri” yang merupakan kelompok masyarakat binaan Balai TN Sebangau. Sumber: Balai Taman Nasional Sebangau
Baca Berita

Inventarisasi Potensi Konservasi Alam BBKSDA Sumut

Medan, 24 April 2018. Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosiswem (KSDAE), kerjasama dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek)/Supervisi Terkait Inventarisasi Potensi Konservasi Alam, di Medan, pada Selasa, 24 April 2018. Kegiatan Bimtek ini merupakan kegiatan rutin dari Direktorat PIKA, dengan tujuan untuk membantu petugas pelaksana dilapangan dalam melaksanakan kegiatan inventarisasi sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 81 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Inventarisasi Potensi Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Balai Besar KSDA Sumatera Utara menjadi salah satu target sasaran dari Bimtek mengingat beberapa kawasan konservasi di Balai Besar KSDA Sumatera Utara belum memiliki dokumen perencanaan seperti penataan Blok, Rencana Pengelolaan dan Desain Tapak . Harapannya, bahwa inventarisasi potensi dapat dilakukan dengan baik dan benar dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan tersebut. Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang diwakili Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP. Dalam sambutannya Mustafa Lubis, yang didampingi Kepala Sub Bagian Data Evlap dan Kehumasan, Andoko Hidayat, S.Hut., MP., menyambut baik pelaksanaan kegiatan Bimtek dimaksud. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pengelola kawasan konservasi, khususnya di Propinsi Sumatera Utara. Harapan kami kepada seluruh peserta, agar menggunakan kesempatan yang baik ini menggali informasi dari para narasumber, sehingga nantinya dapat diaplikasikan dilapangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” ujar Mustafa. Narasumber yang membekali wawasan dan pengetahuan peserta Bimtek, masing-masing : Rubino Simangunsong, SE., Penganalis Data Inventarisasi Potensi Kawasan Konservasi pada Direktorat PIKA dan Prof. Dr. Yanto Santosa, DEA, dari akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB). Bimtek yang berlangsung selama 1 (satu) hari penuh diikuti oleh ± 35 orang peserta yang berasal dari tenaga fungsional lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, utusan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPLHK) Pematangsiantar, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu Sei Ular dan UPT Pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Balai KSDA NTB Amankan Paket Pos berisi TSL

Sumbawa 23 April 2018 - Balai KSDA NTB melalui perwakilan kantor SKW II di Sumbawa menerima informasi dari PT. POS Indonesia tentang adanya kiriman yang berisi TSL reptil berupa 1 Ekor Ular Sanca (phyton sp) dan 3 Ekor Kura-Kura Air Tawar (Coura coura) yang akan dikirim keluar daerah NTB. Menurut informasi dari Pegawai Pos Indonesia, Pelaku / Pengirim ketika ditanya tidak dapat menujukkan Dokumen Sah Pengangkutan Tumbuhan dan Satwa Liar (SATS-DN) dan pergi begitu saja meninggalkan meja pelayanan. Kemudian Pihak Kantor Pos berkoordinasi dengan Kantor SKW II Balai KSDA NTB untuk pengamanan TSL yang dimaksud. Selain itu, guna pendalaman kasus, Polhut SKW II Sumbawa, Bapak Alimudin akan melihat hasil rekaman CCTV saat dimana yang bersangkutan melakukan pengiriman. Hingga berita ini diturunkan, Satwa telah diamankan di Kantor SKW II Sumbawa dan akan segera direncanakan Pelepasliaran. Sumber: BKSDA NTB
Baca Berita

Balai TN Sebangau Musnahkan Kayu Hasil Illegal Logging

TN Sebangau, 18 April 2018. Berdasarkan hasil kegiatan patroli fungsional pengamanan kawasan, Balai Taman Nasional (BTN) Sebangau berhasil menemukan dan memusnahkan kayu olahan hasil penebangan liar (illegal logging) yang berasal dari dalam kawasan TN Sebangau. Lokasi temuan kayu olahan berada di KM 17 Tjlik Riwut yang masuk ke dalam Resort Habaring Hurung, SPTN Wilayah I Palangka Raya.. Kepala SPTN Wilayah I, Lisna Yulianti, menerangkan, pada saat patroli hanya ditemukan kayu olahan, pelaku tidak ditemukan di lokasi kejadian. Lokasi temuan kayu olahan yang terdiri dari jenis meranti dan punak berada di dua lokasi yang jaraknya tidak berjauhan. Kayu olahan dalam bentuk papan berjumlah 325 potong dan balok berjumlah 121 potong. Potongan balok terdiri dari ukuran 5x7 cm, 5x10 cm, 5x5 cm dan 3x5 cm dengan total sekitar 6,58 kubik kayu. Kegiatan pemusnahan barang bukti dilakukan oleh Balai TN Sebangau bekerja sama dengan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah I Palangka Raya. Pemusnahan barang bukti temuan tersebut dengan cara dipotong-potong dengan menggunakan chainsaw. Belum adanya tata batas di TN Sebangau khususnya di wilayah Kota Palangka Raya, mengakibatkan tekanan yang tinggi terhadap keutuhan TN Sebangau. Kegiatan pengamanan kawasan hutan terus dilakukan oleh Balai TN Sebangau sebagai upaya untuk mencegah tindak pidana kehutanan khususnya perambahan dan illegal logging. Sumber : Balai Taman Nasional Sebangau.
Baca Berita

Masyarakat Siap Lindungi Peneluran Maleo

Bolaang Uki, 24 April 2018. Resort Pantai Selatan Balai TN Bogani Nani Wartabone (BNW) bekerjasama dengan EPASS BNW memfasilitasi proses kesepakatan konservasi masyarakat antara masyarakat Desa Molibagu dan Balai TNBNW, Selasa 24 April 2018, di kantor Desa Molibagu, Bolaang Mongondow Selatan. Kesepakatanan ini merupakan rangkaian proses dalam penguatan desa penyangga di sekitar kawasan TNBNW. Dalam sambutannya, Sekcam Bolaang Uki, Bharata Prabowo Asmongin menyampaikan bahwa masyarakat desa siap mendukung usaha-usaha konservasi TNBNW, khususnya untuk kelestarian maleo di Batumanangis. Sementara itu, Kepala SPTN II Doloduo TNBNW, Agung Triono Hermawan menegaskan bahwa, "Salah satu perubahan pola pikir pengelolaan kawasan taman nasional saat ini adalah menjadikan masyarakat sebagai subyek pengelolaan, sehingga masyarakat desa penyangga merupakan salah satu pihak penting dalam pengelolaan taman nasional". Beberapa kesepakatan yang dibahas antara lain mengenai penjagaan daerah-daerah tangkapan air dan sempadan sungai serta sumber air lainnya yang berasal dari taman nasional dan sekitarnya, pengembangan wisata alam terbatas, serta bersama-sama dalam mengurangi tekanan dan ancaman kawasan TNBNW seperti perburuan dan pembalakan liar. Desa Molibagu merupakan salah satu desa penyangga kawasan TNBNW, yang secara administratif berada di Kecamatan Bolanguki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatjjan. Di desa ini terletak lokasi peneluran maleo (Mancrocephalon maleo) Batumanangis. Masyarakat Desa Molibagu dan Resort Pantai Selatan, bersama-sama menginisiasi pembentukan kelompok "Modaga No Suangge" yang bermakna menjaga maleo, dalam upaya mengelola lokasi peneluran maleo Batumanangis untuk mengurangi tekanan pencurian telur dan aktivitas manusia lainnya yang mengganggu lokasi peneluran tersebut. Maleo sendiri merupakan satu dari 25 jenis satwa prioritas nasional untuk ditingkatkan populasinya. Sumber : Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Balai KSDA Sulteng Evakuasi Buaya Sepanjang 4,6 Meter

Donggala, 23 April 2018. Balai KSDA Sulawesi Tengah menerima aduan mengenai buaya yang tertangkap di Desa Towale Kabupaten Donggala. Buaya tersebut ditangkap oleh nelayan yang sedang melaut. Segera petugas Balai KSDA Sulawesi Tengah menuju lokasi tertangkapnya buaya muara tersebut. Tiba di lokasi, petugas dibantu oleh masyarakat setempat mengikat kaki, menutup mata dan mulut buaya tersebut. Setelah dilakukan pengukuran, buaya muara ini mempunyai panjang total sekitar ±4.60 m. Selanjutnya buaya ini diangkut dan diamankan sementara di kantor Balai KSDA Sulawesi Tengah menunggu proses selanjutnya. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Berita

“Translokasi Orangutan Kalimantan dan Beruang Madu”

Jakarta, 23 April 2018, Kepala Balai KSDA Jakarta didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, Petugas dan Perawat Satwa dari PPS Tegal Alur serta dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menyertai persiapan keberangkatan “Jono” Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan “Baddy” Beruang Madu (Helarctos malayanus) ke Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) milik Orangutan Foundation International (OFI) di Desa Pasir Panjang Kotawaringin Barat, Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Seperti yang disampaikan saat Konferensi pers yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 April 2018 di ruang Media Center PPS Tegal Alur Jakarta Barat. Jono dan Baddy direncanakan untuk diangkut ke Kalimantan Tengah pada hari Senin tanggal 23 April 2018. Sejak jam 04.00 pagi telah dilakukan pembiusan terhadap Jono untuk memudahkan pemeriksaan Berat badan, sampel darah, gigi dan lain-lain. Setelah itu dimasukkan ke dalam kandang angkut guna penyesuaian suhu kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Bandara International Soekarno Hatta Tangerang Banten. Selanjutnya pihak Bea Cukai dan Karantina Hewan melakukan pemeriksaan dokumen untuk kemudian Jono dan Baddy diterbangkan menuju Bandara Iskandar di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah dengan pesawat Trigana Air Nomor penerbangan JL 708. Setelah tiba di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah akan dilakukan serah terima satwa dari Balai KSDA Jakarta kepada Balai KSDA Kalimantan Tengah yang selanjutnya akan dilakukan serah terima kepada Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) milik Orangutan Foundation International (OFI). Diharapkan setelah menjalani rangkaian proses rehabilitasi selama beberapa waktu, satwa tersebut siap kembali dilepasliarkan ke habitat aslinya yaitu di kawasan hutan Taman Nasonal Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Sumber: Balai KSDA Jakarta
Baca Berita

Lintas Alam di TN. Tesso Nilo, Pramuka Tanam Bibit Meranti

Flying Squad-TNTN, Taman Nasional Tesso Nilo mendapat kunjungan dari para anggota pramuka Sekwarda Riau 4 dalam rangka Lintas Alam II bagi para Pramuka Penegak – Pendega. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 21-22 April 2018 di wilayah resort Air Hitam - SPW I Lubuk Kembang Bunga. Kegiatan kepramukaan dibuka dengan sesi upacara Lintas Alam II pada sore Sabtu 21 April 2018 pukul 16.00 WIB. Upacara pembukaan resmi diterima dan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pengelola Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Bapak Taufiq Haryadi, SP dan jajaran Kegiatan Lintas Alam II tersebut diikuti oleh 229 orang anggota pramuka, 83 orang panitia pelaksana, 5 PME TN, serta didampingi oleh 10 personil dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Kegiatan diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya ramah tamah sekaligus pemberian materi pengenalan TN. Tesso Nilo, Lintas Alam di kawasan Taman Nasional, dan kegiatan kepramukaan lainnya. Sebelum start kegiatan Lintas Alam dikawasan Taman Nasional, tiap peserta sudah dibagikan bibit tanaman meranti yang nantinya saat Lintas Alam akan ditanam di Kawasan TNTN. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pramuka di kawasan TNTN adalah untuk meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap alam, meningkatkan kebugaran jasmani, kerja sama, survival dan keterampilan mengatasi masalah yang dihadapi. Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Ukui mengungkapkan, waktu yang ditentukan oleh panitia adalah selama dua hari, masing-masing kelompok yang ada dibumi perkemahan nantinya saat Lintas Alam akan menjumpai beberapa posko yang akan memberikan tugas dan tantangan baik berupa permainan, halang rintang maupun menjawab soal. DKC Ukui menyatakan bahwa kegiatan yang kedua kalinya ini digelar dengan menitik beratkan pengetahuan tentang kawasan konservasi khususnya TN. Tesso Nilo, MAKRAB dan pengembangan diri. Sumber: Balai TN Tesso Nilo
Baca Berita

Dari Kader Konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu untuk “Rumah” Mereka

Pulau Harapan, 22 April 2018. 22 April merupakan hari Bumi yang ditandai dengan turunnya berkah air hujan di area sekitar Taman Nasional Kepulauan Seribu khususnya di sekitar Pulau Harapan. Sejak Dua hari sebelumnya, para kader konservasi wilayah Taman Nasional Kepulauan Seribu berkumpul di Pulau Harapan dan membuat bakti bagi sumber daya terumbu karang dalam bentuk “Pelatihan Bimbingan Teknis Monitoring Terumbu Karang menggunakan Metode Under Water Photo Transect (UPT)”. Under Water Photo Transect (UPT) merupakan salah satu metode monitoring terumbu karang yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Dalam metode ini, pengambilan data terumbu karang di lapangan hanya berupa foto-foto yang diambil dengan kamera digital bawah air dan selanjutnya data diolah menggunakan piranti lunak komputer. Metode ini belum digunakan oleh Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu secara resmi. Selama ini, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Kelebihan pemakaian metode UPT dalam monitoring terumbu karang ini antara lain mempersingkat waktu pengambilan data di lapangan; identifikasi life form atau genus karang bisa lebih tepat; dan hasil foto dapat digunakan sebagai dokumentasi atau arsip yang sewaktu-waktu dapat dilihat kembali Peserta pelatihan ini berasal dari Kader Konservasi, mahasiswa, pemandu wisata, dan pegawai TN Kepulauan Seribu. Narasumber adalah Suryo Kusmo, S.Pi.,M.Si yang berasal dari Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesiaa (AKKII). Pelatihan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Pemda Kabupaten Administrasi Jakarta Kepulauan Seribu, dan AKKII. Pada acara pembukaan pelatihan, Kepala SPTN Wilayah II Pulau Harapan bersama dengan Kepala Seksi Bidang Pemerintahan Kelurahan Pulau Harapan memberikan sambutan dan arahan kepada peserta untuk serius mengikuti pelatihan ini agar materi yang didapat dapat diterapkan dan bermanfaat. Pelatihan ini berisikan pemberian materi dalam bentuk paparan, praktek pengambilan data (tutupan terumbu karang), dan praktek analisa menggunakan piranti lunak CPCe (Coral Point Count with Excel Extension). Pengambilan data tutupan terumbu karang di 2 (dua) lokasi dengan dasar pemilihan yaitu lokasi favorit wisata snorkeling, yaitu perairan sekitar Pulau Kayu Angin Genteng dan lokasi pemulihan ikan karang yang dikelola oleh masyarakat, yaitu lokasi Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di perairan sekitar pulau Pemagaran. Melalui pelatihan ini, peserta menjadi tahu konsep monitoring terumbu karang dengan metode UPT, pengambilan datanya, dan analisa dengan CPCe. Para peserta membagi peran sesuai dengan kemampuan mereka dan menunjukkan kerja sama yang apik dalam pelatihan ini. Peserta yang tidak memiliki kemampuan dalam menyelam berperan mendalami bidang analisa data dengan CPCe, sedangkan peserta yang berkemampuan menyelam tapi kurang mahir mengoperasikan komputer, berperan mendalami teknis pengambilan data. Pelatihan ini ditutup oleh Koordinator Wilayah Kader Konservasi Taman Nasional Kepulauan Seribu dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta. Sumber : Yuniar Ardianti Penyuluh Kehuatanan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Berita

Tim SPW I LKB Balai TN. Tesso Nilo Cek dan Nilai Program Penanaman 125 Ha

Lubuk Kembang Bunga-TNTN, Tim Seksi Pengelola Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (SPW I LKB) Balai TN. Tesso Nilo laksanakan pengecekan dan penilaian kegiatan penanaman tanaman kehidupan yang digarap oleh kelompok masyarakat. Pengecekan dan penilaian ini merupakan rangkaian dari Program Penanaman 125 Ha di kawasan TN. Tesso Nilo. Pengecekan dan penilaian tersebut dilaksanakan pada Kamis, 19 April 2018. Terdapat 5 kelompok kerja dari masyarakat yang diberi wewenang untuk melakukan penanaman. Berdasarkan keterangan tim SPW I yang ikut dalam pengecekan, dari 5 kelompok penanam sudah ada 1 kelompok yang selesai melakukan penanaman tanaman kehidupan yakni di seluas 25 Ha lahan. “Sudah kami pantau dan cek lahan program 125 Ha tersebut, dan sudah ada 1 kelompok yang selesai menanam 25 Ha lahan, tiap kelompok memang diberikan jatah lahan seluas 25 Ha” ungkap Kepala Resort Air Hitam-Bagan Limau, Bapak Ahmad Gunawan, S.Hut. Selain mengecek dan lakukan penilaian terhadap kegiatan penanaman tnaaman kehidupan, Tim SPW LKB bersama dengan masyarakat juga melakukan survey lokasi kebun tanaman jagung. Kebun tersebut berada diluar kawasan TN. Tesso Nilo. Survey dilakukan untuk rencana pelaksanaan program PAJALE (Padi, Jagung, Kedelai) untuk masyarakat desa sekitar kawasan Taman Nasional. Program PAJALE merupakan program dari Kementerian Pertanian dan di sinergikan dengan program Balai TN. Tesso Nilo di desa penyangga di sekitar kawasan TN. Tesso Nilo. Sumber: Balai Tn Tesso Nilo
Baca Berita

Jangan Menunggu Bencana Sampai Terasa Akibatnya

“Bencana longsor yang terjadi di Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor Bulan Februari 2018 mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Disamping rusaknya lahan pertanian, juga terputusnya saluran air utama yang memasok kebutuhan masyarakat serta rusaknya jalan menuju lahan kebun. Hal ini menjadi titik awal kegalauan yang dirasakan oleh kelompok masyarakat di lokasi setempat”. Desa Bojong Murni merupakan salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan interaksi yang cukup tinggi antara masyarakat dengan kawasan. Bentuk interaksi yang dominan adalah penggarapan lahan hutan oleh masyarakat yang kebanyakan telah turun temurun. Padahal dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diamanatkan pada Pasal 33 ayat 3 bahwa “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutanraya, dan taman wisata alam”. Jadi kegiatan pertanian tidak diperbolehkan dilakukan dalam kawasan taman nasional. Pada saat ini lahan yang digarap masyarakat cukup menghawatirrkan. Kondisi terbuka, pohon yang tumbuh sangat jarang, kebanyakan termasuk jenis introduksi seperti alpukat, mindi, puspa, pinus, kisireum, meskipun masih terlihat satu ataudua jenis lokal yang tumbuh. Di beberapa lokasi terdapattanaman serbaguna atau Multipurpose Tree Spesies (MPTS) yang sengaja ditanaman di batas luar kawasan sebagai sabuk hijau (Green Belt). Dengan adanya pohon-pohon serbaguna tersebut, menjadi ciri dan bukti telah dilakukan program atau pendekatan terhadap masyarakat agar berkurang tingkat ketergantungan terhadap lahan dengan tetap mendapatkan manfaat memanen hasil dari tanaman buah maupun MPTS lainnya. Pada 5 Januari 2018, Taman Nasional melakukan sosialisasi sadar hukum kepada masyarakat Desa Bojong Murni di kantor balai desa yang difasilitasi oleh Kepala Desa Bojong Murni, HendarIman Nurjat. Pada sosialisasi ini, masyarakat dibekali aturan terkait larangan penggarapan lahan di kawasan TNGGP dengan penekanan pada efek negatif akibat penggarapan lahan hutan. “Bencana longsor merupakan ancaman serius mengingat kondisi topografi lahan yang berat (curam). Demikian juga gangguan pengaturan tata air dan jasa lingkungan lain perlu ada perhatian semua pihak terutama masyarakat yang masih menggarap lahan hutan” tutur Kepala Resort PTN Tapos, Edi Subandi pada acara ini. Tidak berselang lama setelah acara sosialisasi, pada Bulan Februari 2018 terjadi longsor di lima titik dalam kawasan TNGGP yang digarap oleh masyarakat tepatnyaBlok Pasir Beunyeng, Desa Bojong Murni. Momen ini menjadi penting bagi Taman Nasional untuk mengajak kembali masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi hutan. Untuk menanggulangi dan mengantisipasi terulangnya bencana, Balai Besar TNGGP mengajak masyarakat dan menggandeng pihak mitra untuk membantu kegiatan pemulihan ekosistem hutan di lokasi tersebut. Pihak mitra yang saat ini komitmen dalam kegiatan pemulihan ekosistem di kawasan yaitu PT. TirtaFresindo Jaya (Mayora Group) dan PT. Tirta Investama Plant Ciherang dan pada akhirnya Mayora Group diarahkan ke lokasi tersebut. Sebelum dilakukan kegiatan sosialisasi dalam rangka pendekatan program pemulihan ekosistem yang akan menjadikan masyarakat sebagai subyek pengelolaan. Target pengelolaan yaitu kelompok penggarap di Blok Pasir Beunyeng yang teridentifikasi sekitar 23 orang penggarap pada lahan seluas 4 hektar. Selasa, 20 Maret 2018, dilakukan sosialisasi yang dihadiri olehsekitar 15 orang penggarap di Blok Pasir Beunyeng dan pihak terkait seperti Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Pejabat Fungsional Polhut, Penyuluh, dan Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya serta Dinas Pertanian Kabupaten Bogor. Hal yang ditekankan dalam pertemuan tersebut agar masyarakat segera meninggalkan garapannya yang berpotensi membahayakan keselamatan penggarap dan masyarakat sekitarnya. Sebagai kompensasi atas garapan yang ditinggalkan masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan di batas luar berupa tanaman MPTS sesuai dengan kesepakatan masyarakat yaitu alpukat, nangkadan picung. Skema pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kerjasama dengan penggarap dalam kegiatan pemulihanekosistem dimana masyarakat merawat pohon MPTS yang akan menghasilkan sekaligus memelihara pohon lokal TNGGP. Kegiatan pemulihan ekosistem pada Blok Pasir Beunyeng inidirancang bersama masyarakat dengan menanam 4.000 pohonlokal TNGGP dan tanaman MPTS yang diselenggarakan dengan kerjasama antara pihak TNGGP dengan PT. Tirta Fresindo Jaya-Plant Cimande dan Ciherang (Mayora Group). Dalam rangka mendukung kegiatan pemulihan ekoistem tersebut, masyarakat diajak untuk menjadikan “Desa Bojong Murni sebagai Sentra Bibit Tanaman Pertama Binaan Taman Nasional Gunung Gedepangrango” sehingga tidak hanya mendukung pemulihan ekosistem di TNGGP tetapi menyuplai kebutuhan bibit di lokasi lainnya. Satu hal bibit yang disediakan bukan merupakan bibitkehutanan, perkebunan tetapi tanaman langka. Selanjutnya pertemuan lanjutan antara pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan kelompok masyarakat penggarap di kawasan taman nasional pada Hari Sabtu tanggal 7 April 2018. Pihak taman nasional diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Kepala Resort PTN Tapos, dan beberapa fungsional lainnya. Dipertegas kembali bahwa masyarakat yang terlibat dalam suatu kegiatan pemulihan ekosistem hutan taman nasional merupakan suatu kewajiban demi terpenuhi tata air dan keselamatan masyarakat setempat. Peranan taman nasional sebagai kawasan penyangga kehidupan menjadi perhatian bukan hanya di Indonesia bahkan dunia International mengakui hal tersebut. Sumber: Seksi PTN Wilayah VI Tapos-Bidang PTN Wilayah III Bogor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Baca Berita

Briefing Akhir Pekan Kepala BBTN Bromo Tengger Semeru

Malang, 23 April 2018. Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) kunjungi dua Resort sekaligus yaitu Resort Coban Trisula dan Resort Ranupani pada Sabtu 21 April 2018. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka pembinaan dan supervisi pelayanan pengunjung di TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS). "Saya harap petugas resort untuk selalu mengingatkan kepada pengunjung lokasi yang rawan kecelakaan, sehingga pencanangan zero accident TN Bromo dapat tercapai" tegas John Kennedie, Kababes TNBTS saat di Resort Coban Trisula, yang merupakan pintu masuk TNBTD dari arah Malang. Beliau juga memonitor pengamanan pengunjung di monitoring booking online bromo. “Pastikan ketika mendaki peralatan minimal yang harus dibawa kalian bawa semua, hanya boleh membawa dua botol air mineral, nanti botol tersebut dibawa kembali turun, sampah yang kalian bawa naik, harus kalian bawa turun" tegas John Kenedie ketika membriefing para pendaki Semeru di Resort Ranupani. Selain memberi briefing untuk memberikan penekanan pada prosedur keselamatan pendakian, John Kenedie juga mengecek jalur pendakian sekaligus monitoring pengunjung yang turun di jalur pendakian. Resort Ranupani sendiri merupakan pintu masuk pendakian Gunung Semeru dan untuk pendakian semeru saat ini sudah diterapkan booking online 100%. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Pelatihan Mitigasi Konflik Manusia – Orangutan

Ketapang, 23 April 2018. Seksi konservasi Wilayah I Ketapang Balai KSDA Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Pelatihan Mitigasi Konflik Manusia – Orangutan yang diselenggarakan oleh Yayasan IAR Indonesia dan Eagle High Plantation. Sasaran kegiatan pelatihan ini difokuskan untuk Tim Konservasi PT. Arrtu Energy Resources, dengan pelaksanaan program ini diharapkan mampu mengurangi konflik anatara orangutan dan manusia di dalam dan sekitar wilayah HGU PT. AER serta menumbuhkan kesadaran PT. AER mengenai praktek perkebunan berkelanjutan dan menjaga nilai penting tumbuhan dan satwa liar serta pengelolaan keanekaragan hayati pada perusahan perkebunan Balai KSDA Kalbar melalui Seksi Konservasi Wilayah I ketapang juga kembali mengingatkan bahwa Dirjen KSDAE telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5 tahun 2018 tentang Kerja Bersama Perlindungan dan Penyelamatan Orangutan (Pongo pygmaeus) di Kalimantan, sehingga bagi para pemangku kepentingan agar bersama sama menjaga dan melestarikan keberadaan satwa orangutan. Sumber & Dokumentasi : Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang , Balai KSDA Kalimantan Barat

Menampilkan 8.129–8.144 dari 11.140 publikasi