Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pindah Lokasi Sang Macan Ilusi

Pangkalan Bun, 27 April 2018. “Saya sudah bekerja di Taman Nasional Tanjung Puting hampir delapan belas tahun dan selama ini hanya melihat dan membaca tulisan mengenai kucing besar tersebut. Baru kali ini melihat langsung, ternyata keren sekali,” tukas Umi, Staf Balai TNTP yang menonton proses translokasi Macan Dahan kemarin, (26/4/2018) di pelabuhan SPTN III Kumai. Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi) adalah kucing liar berukuran sedang yang ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Pada tahun 2006, ia dijadikan sebagai spesies terpisah dari kerabat dekatnya, Neofelis nebulosa. Macan Dahan Kalimantan yang menjadi salah satu satwa khas yang juga berbagi habitat dengan Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting ini menjadi satwa yang dikatakan nyaris sebagai ilusi, karena sangat sedikitnya orang yang berkesempatan menyaksikan langsung. Dokumentasi gambar macan dahan tersebut juga tidak terlalu banyak sehingga banyak orang yang tidak yakin akan keberadaan satwa tersebut di Taman Nasional Tanjung Puting, apalagi didalam kota Pangkalan Bun. Kemarin lusa, (25/4/2018) mitra Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Orangutan Foundation International (OFI) yang juga mengelola Pusat Perawatan dan Karantina Orangutan (Orangutan Care Center and Quarantine/OCCQ) dikota Pangkalanbun berupaya memerangkap seekor macan dahan yang telah beberapa kali terlihat berkeliaran di Hutan Latihan Orangutan sekitar OCCQ. “Memang sudah beberapa hari terakhir berkali-kali dilaporkan terlihat kelebatan satwa ini disekitar Hutan Latihan Orangutan OCCQ Pasir Panjang, Pangkalan Bun, diasumsikan satwa tersebut mengincar salah satu Orangutan di hutan latihan. Cukup menakjubkan bahwa di daerah berhutan yang relatif masih berada didalam kota bisa ditemukan macan dahan, dan ini sangat mengkhawatirkan untuk keberlangsungan hidup “Sang Macan” ditengah fragmentasi habitat satwa tersebut yang disebabkan oleh perkembangan pemukiman dan perkebunan disekitar kota Pangkalan Bun. Hampir 50 tahun di tanjung puting, saya baru pertama kali melihat dan melakukan translokasi macan dahan. Perjumpaan langsung sangat sulit termasuk warga lokal di sekitar hutan demikian tegas Dr. Prof. Birute Galdikas, President OFI, pada kamis (26/4/2018) sebelum berangkat ke area translokasi satwa anggun tersebut. Dipilihnya Taman Nasional Tanjung Puting menjadi area translokasi karena memang diketahui macan dahan juga memiliki habitat di Kawasan TNTP sehingga diharapkan satwa tersebut dapat tenang berkembang biak tanpa kemungkinan diganggu. “Tanjung Puting menjadi lokasi ideal untuk memindahkan satwa macan dahan karena secara alami macan dahan juga hidup dan berkembang biak di TNTP, selain itu dipastikan potensi konflik satwa dengan manusia akan sangat minimal”, demikian menurut Ir. Helmi, Kepala Balai TNTP di hari yang sama. Proses translokasi macan dahan dewasa berjenis kelamin jantan ini dilaksanakan di Sungai Buluh Kecil, Resort Teluk Pulai, dan kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ir. Helmi, Kepala Balai TNTP, Dr. Prof Birute Galdikas, President OFI, BKSDA, salah satu wartawan media nasional serta beberapa orang staf TNTP dan OFI. Prosesi berjalan langat lancar karena macan dahan tersebut masih sangat liar sehingga begitu kandang transport dibuka, sang macan dahan tersebut dengan segera melompat ke rimbunnya hutan Tanjung Puting. Sumber : BTNTP
Baca Berita

Kunjungan Kepala Balai KSDA Kalbar ke PT Mitra Arowana Pontianak

Pontianak, 27 April 2018. Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, S.Hut., M.T., melakukan kunjungan ke PT Mitra Arowana Pontianak dalam rangka menyaksikan secara langsung proses pemanenan ikan arwana. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat didampingi oleh tim wartawan, direktur PT Mitra Arowana Pontianak, Vincent Apriyono yang sekaligus sebagai ketua Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat serta beberapa mitra penangkar lainnya. Perjalanan ke PT Mitra Arowana Pontianak menggunakan sarana transportasi air, speedboat dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit. Sesampai di lokasi, Kepala Balai diarahkan ke lokasi pemijahan anakan arwana di akuarium yang berasal dari kolam pemanenan. Selanjutnya Kepala Balai menyaksikan proses pemanenan yang dilakukan oleh tenaga ahli dan dibantu oleh tim wartawan. Kunjungan Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat kali ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut kegiatan pelepasliaran arwana jenis super red (Scleropages formosus), di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum beberapa waktu yang lalu, guna memastikan pertanggungjawaban para penangkar untuk kemudian merestocking dan atau melakukan pelepasliaran ke habitat aslinya, mengingat keberadaan populasi jenis arwana super red di alam sudah sangat sedikit sementara secara umum di Kalimantan Barat keberadaannya sebagian besar berada di penangkaran. Sumber : BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Pantau Aktivitas Pengunjung Bunaken Dan Penyu Bertelur

Manado, 27 April 2018. Sekali dayung 2 – 3 pulau terlampaui, begitulah kata pepatah, dalam kesempatan memantau aktivitas wisatawan yang menyelam di Pulau Bunaken kami juga melakukan pemantau pendaratan penyu bertelur di Pulau Siladen. Kegiatan pemantauan aktivitas pengunjung di Pulau Bunaken dilakukan oleh tim patroli wisata antara lain memeriksa tiket wisatawan mancanegara dan nusantara, mengingatkan crew boat di perahu wisata agar tidak membuang jangkar sembarangan, mengingatkan untuk berhati-hati serta menjaga diri dalam berkegiatan wisata, serta sangat penting bagi wisatawan agar tidak berdiri ataupun menginjak karang, dan memegang karang pada saat bersnorkelling dan diving. "Pertumbuhan karang sangat lambat, ekosistemnya kompleks, tempat aneka biota perairan berkembang dan pemijahan ikan, serta primadona bagi wisatawan minat khusus Diving", tutur Gatot Santoso, S.Pi, MA - PEH Muda Taman Nasional Bunaken disela-sela aktivitasnya. "Dalam kesempatan ini kami juga mengecek pendaratan penyu yang bertelur di Pulau Siladen. Kegiatan ini sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, mereka sangat perhatian pada pelestarian satwa-satwa yang dilindungi, terdapat 121 butir telur penyu di pantai Siladen Timur, penyu mendarat tanggal 26 April malam hari dan kami pindahkan agar terhindar dari terpaan gelombang dan predator serta diusahakan untuk bisa menetas, dari jumlahnya diduga penyu hijau (Chelonia mydas)", tutur Gatot. Sumber : BTN Bunaken
Baca Berita

Lanthanotus borneensis di Tangan Orang-orang yang Tidak Bertanggungjawab

Pontianak, 27 April 2018. Peristiwa yang terjadi belakangan ini menunjukkan aksi penjahat perdagangan satwa liar di Kalimantan Barat semakin meresahkan. Beruntung tanggal 24 April 2018, Pos Pengamanan Peredaran TSL KSDA di Bandara Supadio mengamankan 2 ekor Lanthanotus borneensis. Hari berikutnya yakni tanggal 25 April 2018, kembali Pos Pengamanan Peredaran TSL KSDA di Bandara Supadio menggagalkan penyelundupan 8 ekor biawak tak bertelinga yang berdasarkan PP 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar merupakan salah satu jenis satwa dilindungi. Terkait maraknya modus pengiriman satwa dan tumbuhan dilindungi dengan mengelabui petugas maupun jasa pengiriman dengan menyebutkan bahwa isi dari paket yg dikirim adalah makanan yang dilapisi dengan berbagai snack dan kertas karbon, dalam kesempatan ini kami menghimbau semua mitra yang bergerak di bidang jasa ekspedisi untuk lebih berhati-hati dalam menerima paket-paket seperti ini. Dan untuk membantu kami dalam melacak si pengirim, agar identitas yang tercantum disesuaikan dengan kartu identitas yang bersangkutan, karena beberapa yang kami temukan hanya nama dan nomor telepon selular tanpa alamat yang jelas. Mari bersama-sama kita bekerja dan berjuang menjaga satwa endemik Kalimantan Barat ini demi Lestarinya Bumi Khatulistiwa tercinta. Salam konservasi! Sumber : Balai KSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Semangat kesembuhan Orangutan “Jack”

Sintang, 27 April 2018. pukul 04.00 WIB diberangkatkan satu ekor individu Orangutan bernama Jack umur 10 tahun berjenis kelamin jantan dari lokasi relesenya di SPTN 1 Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) ke Internasional Animal Rescue (IAR) Kabupaten Ketapang menggunakan jalur darat, kurang lebih menempuh waktu selama 20 jam perjalanan. Orangutan "Jack" didampingi oleh 3 petugas IAR, 1 petugas SKW, 2 KSDA Sintang, dan 1 petugas TNBBBR SPTN 1 Kabupaten Melawi. Orangutan bernama Jack tersebut mengalami pembengkakan di bagian transpondernya, sehingga harus dilakukan pengecekan medis oleh dokter hewan di IAR Kabupaten Ketapang. Jauhnya jarak tidak menyurutkan langkah dan semangat tim Wildlife Rescue Unit demi kesembuhan Jack, saat ini jack menuju pusat rehabilitasi IAR di Kabupaten Ketapang. Sumber: BKSDA Kalimantan Barat
Baca Berita

Mendidik Generasi Muda Mencintai Alam di Kelimutu

Kelimutu, 27 April 2018. Nina Suhartina seorang profesional di bidang pendidikan konservasi memberikan kegiatan pendidikan dengan tema "Generasi Muda Mencintai Alam dan Lingkungan Hidup". Pendidikan konservasi ini diberikan kepada kader generasi muda di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu pada tanggal 25 s.d. 28 April 2018. Aktivitas pendidikan ini meliputi kegiatan indoor visit to school di SDN Woloara Kec. Kelimutu dan SMPK Marsudirini Detusoko Kec. Detusoko serta kegiatan outdoor berupa pendidikan interpretasi di Danau Kelimutu dan Arboretum Kelimutu. Selain itu dilaksanakan kegiatan clean up atau bersih-bersih jalur trekking Danau Kelimutu. Melalui kegiatan ini, dapat menumbuh kembangkan rasa cinta dan peduli terhadap Danau Kelimutu dan lingkungan hidup bagi generasi muda. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Studi Banding TN Bali Barat ke TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 27 April 2018. Sebanyak 32 orang petugas Taman Nasional Bali Barat melaksanakan studi banding ke TN Bromo Tengger Semeru tanggal 25 - 26 April 2018. Ali selaku Kepala Seksi Wilayah III TN Bali Barat sekaligus ketua Tim Studi Banding menyampaikan, bahwa maksud Studi Banding TN Bali Barat ke TNBTS adalah ingin menimba ilmu dan share pengelaman mengenai kolaborasi pengembangan TNBTS dengan masyarakat daerah penyangga. TNBTS dipilih dalam studi banding ini karena dianggap sebagai TN yang berhasil dalam hal kolaborasi dengan masyarakat sekitar kawasan TN. Ilmu yang didapat akan coba di terapkan dan di kembangkan sesuai dengan potensi yang ada di TN Bali Barat, demikian di sampaikan Ali. Rombongan Studi Banding TN Bali Barat diterima oleh Kepala Seksi PTN I Cemorolawang, Sarmin S.Hut di Visitor Center Cemoro Lawang Probolinggo. Dalam kesempatan Sarmin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada TN Bali Barat yang sudah menjadikan TNBTS sebagai lokasi Studi Banding. Pemilihan TNBTS sebagai lokasi studi banding bukan berarti TNBTS lebih baik dalam pengelolaan kolaborasi dengan masyarakat dibanding TN Bali Barat akan tetapi Studi banding ini disamping sebagai ajang silaturahmi sesama rimbawan juga sebagai ajang tukar pengalaman dan belajar bagi kedua TN tersebut dalam hal pengembangan daerah penyangga. Lebih lanjut sarmin mengatakan bahwa sebagai destinasi prioritas nasional tentunya keberhasilan TNBTS dalam mengelola wisata tidak terlepas dari peran dan dukungan semua pihak yang selama ini sudah terjalin, baik dengan instansi Pemerintah, swasta maupun dengan komunitas peduli lingkungan yang ada di TNBTS misalnya : Forum Sahabat Gunung, Bromo Lovera untuk wisata Bromo, Saver, dan Gimbal Alas untuk wisata Pendakian Semeru. Potensi-potensi tersebut kita kelola dengan baik sehingga memberikan kontribusi positif bagi pengelolaan wisata TNBTS. Pengelolaan wisata TNBTS dengan dukungan stakeholders terbukti mampu memberikan kontribusi PNBP di tahun sebesar Rp. 21.998.787.714. Setelah mendapat pemaparan dan penjelasan dilakukan peninjauan lokasi-lokasi wisata favorit di TNBTS, berdialog langsung dwngan pelaku jasa wisata dan tidak lupa mengunjungi Taman Edelweiss. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Pengembangan TWA SIbolangit dengan Konsultasi Publik

Sibolangit, 26 April 2018. Pemenuhan dan penyediaan sarana prasarana pendukung wisata menjadi prioritas untuk Pengembangan Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai salah satu tujuan wisata konservasi alam unggulan di Sumatera Utara. Dalam kaitan tersebut Tahun Anggaran 2018, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe melaksanakan konsultasi publik bersama instansi pemerintah terkait serta unsur-unsur masyarakat. Kegiatan konsultasi publik ini dilakukan pada Rabu, 25 April 2018, di aula kantor Camat Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, dibuka secara resmi oleh Sekcam Sibolangit dan dihadiri unsur-unsur Pemerintah Kecamatan Sibolangit, Desa Batu Mbelin, Desa Sibolangit, Kepolisian Sektor (Polsek) Pancur Batu, Koramil 03/SBL, karang taruna, Kelompok Sadar Wisata Alam Berseri (WASB), tokoh adat, tokoh masyarakat dan instansi terkait lainnya. Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Lubis, dalam paparnya menjelaskan, bahwa konsultasi publik ini merupakan kegiatan sosialisasi kepada instansi terkait dan tokoh masyarakat dalam rangka rencana pembangunan sarana wisata alam di TWA Sibolangit pada tahun 2018. Adapun sarana dimaksud berupa penataan halaman parkir, pembangunan jalur interpretasi jalur B, pembangunan mushallah, penataan saluran pembuangan air (drainase), pengadaan lampu sinar, pengembangan toilet dan pengadaan sarana prasarana permainan wisata, urai Mustafa Lubis. “Melalui konsultasi publik ini diharapkan kedepannya TWA Sibolangit dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang juga memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan, serta mendukung Proyek Nasional (Pronas) Danau Toba Geopark,” ujar Mustafa Lubis. Konsultasi publik ini mendapat respon yang positif dari peserta dan menyatakan siap mendukung pengembangan ekowisata di kawasan TWA Sibolangit. Sejumlah masukan dan saran-saran pun disampaikan diantaranya : perlunya pemberdayaan masyarakat sekitar TWA Sibolangit, pembuatan sign board disekitar jalan menuju TWA Sibolangit, promosi TWA Sibolangit yang menjangkau seluruh desa di Kecamatan Sibolangit, pembangunan joglo yang representatif untuk pertemuan yang lebih besar serta pembangunan toilet yang bersih. (Samuel Siahaan). Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Siamang dari Simalungun Diserahkan ke BBKSDA Sumut

Simalungun, 16 April 2018. Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) kembali menerima penyerahan satwa liar dari masyarakat yang peduli terhadap kelestarian satwa liar, khususnya yang dilindungi Undang-undang yang menyatakan kepeduliannya dengan menyerahkan satwa liar jenis Siamang kepada Petugas BBKSDA Sumatera Utara untuk dilepasliarkan. Kali ini seorang Ibu rumah tangga bernama Hormaita Saragih Garingging, penduduk Desa Sondi Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, yang secara sukarela menyerahkan 1 (satu) ekor Satwa Siamang (Symphalangus syndactylus) kepada petugas dalam kondisi sehat (Siamang diperkirakan berusia sekitar 1 Tahun; tangan sebelah kanan dalam kondisi cacat sehingga tidak dapat berfungsi normal). Satwa tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran bersama Tim yang sedang melakukan Kegiatan Patroli Pengamanan Hutan dan Peredaran TSL, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, pada Rabu 18 April 2018 di Sondi Raya. Selanjutnya pada tanggal 20 April 2018, Siamang tersebut dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk tindakan konservasi lebih lanjut. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

41 Pengurus Saka Wanabakti Tanggamus Telah Dilantik

Kotaagung, 26 April 2018. Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanggamus melantik Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Tanggamus Masa Bakti 2018-2028. Upacara pelantikan dilaksanakan di kantor Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTN BBS) tanggal 26 April 2018. Pelantikan ini dihadiri perwakilan Pinsaka Wanabakti Tingkat Daerah Lampung, Polsek dan Koramil Kotaagung, Camat Semaka, serta mitra kerja BBTNBBS. Kepengurusan ini ditetapkan dalam Keputusan Ketua Kwarcab Tanggamus Nomor 3 tahun 2018 tanggal 24 April 2018. Dalam keputusan ini, Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Balai Besar TNBBS, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Kepala BPTN Wilayah I Semaka, Kepala KPHL Batu Tegi, Kepala KPHL Kotaagung Utara dan KPHL Pematang Neba. Untuk pimpinan saka, terdiri dari unsur kwarcab, kwarran, BBTNBBS, KPLH, dan anggota pramuka dewasa. Kepala Balai Besar TNBBS Agus Wayhudiyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti dalam sambutannya menyampaikan “peran anggota pramuka sangat dibutuhkan dalam upaya pelestarian TNBBS dan hutan lindung di Tanggamus sebagai sistem penyangga kehidupan, sehingga fungsinya tetap berjalan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya. Hal ini sesuai Dasa Darma Pramuka kedua: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.” Pembinaan Saka Wanabakti sebagai bentuk upaya mencerdaskan generasi muda agar memiliki wawasan cinta alam, juga sebagai wadah anggota pramuka mengenal hutan dan melestarikannya. Sejalan dengan pengelolaan TNBBS yang merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Sedangkan, hutan lindung sebagai kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan. TNBBS juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia “Tropical Rainforest Heritage Sumatra” pada tahun 2004 bersama dua Taman Gunung Leuser dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Situs ini ditetapkan atas nilai universal luar biasa yang membutuhkan perlindungan untuk kepentingan umat manusia. Sebagai situs warisan dunia, dalam indikator pengelolaan situs, juga mengamanatkan untuk melakukan upaya-upaya penyadartahuan kepada generasi muda. Sebelum penutupan upacara pelantikan, Kak Gandung mewakili Ketua Kwarcab Tanggamus dalam arahannya menekankan Kwarcab Tanggamus menargetkan menjadi kwarcab tergiat di Provinsi Lampung. Pelantikan pengurus saka pada hari ini telah menjadi bagian upaya mewujudkan target tersebut, juga menjadi wadah darma bakti pramuka dalam melestarikan lingkungan dan hutan. Kegiatan-kegiatan Saka Wanabakti dan saka yang lainnya harus disinergikan untuk membangun kemajuan gerakan pramuka di Tanggamus. “Sebagai bentuk darma bakti, pramuka harus peduli pelestarian lingkungan dan hutan. Dengan dilantiknya pengurus Saka Wanabakti ini, mari secara bersama saka lainnya membangun kemajuan gerakan pramuka khususnya di Kwartir Cabang Tanggamus.” Ujar kak Gandung. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Kabar Duka dan Gembira dari Ujung Kulon

Jakarta, 26 April 2018. Pada hari Senin pagi tanggal 23 April 2018, petugas Balai TN. Ujung Kulon menemukan bangkai badak jawa jantan di pantai Karang Ranjang, Resort Karang Ranjang, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon yang masuk dalam wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Bangkai ditemukan dalam kondisi masih utuh, bercula dan lengkap. Setelah dilakukan proses identifikasi pada bangkai dan pencocokan dengan database badak jawa, dengan ciri khas robekan pada telinga sebelah kiri, diketahui bahwa badak yang mati tersebut bernama Samson (ID: 037.2012), dengan perkiraan umur lebih dari 30 tahun. Pada hari Selasa tanggal 24 April 2018, Balai TN. Ujung Kulon bekerja sama dengan tim dokter hewan Patologi IPB dan WWF Ujung Kulon, melakukan pendokumentasian dan penyelamatan cula serta bangkai agar tidak terbawa arus. Pada pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya luka akibat perburuan. Selanjutnya tim gabungan melakukan nekropsi dan pengambilan sampel (usus, otot jantung dan hati), untuk mengetahui penyebab kematian. Berdasarkan laporan sementara hasil nekropsi terhadap bangkai badak jawa tersebut, diperkirakan kematian kurang lebih 3 hari dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya penyakit infeksi dengan pathogen yang bersifat akut. Berdasarkan hasil rekaman video trap bulan Februari 2018, diketahui terdapat 2 kelahiran anak badak jawa dengan induk bernama PURI (ID : 013.2011) yang diberi ID : 073.2018 ditemukan di Blok Rorah Bogo, dan dari induk yang bernama DEWI (ID : 004.2011) diberi ID : 074.2018, ditemukan di Blok Cikeusik, SPTN Wilayah II Pulau Handeuleum, TN. Ujung Kulon. Kedua anak badak jawa tersebut belum diberi nama. Foto anak dari indukan PURI (ID : 013.2011) Foto anak dari indukan DEWI (ID : 004.2011) Badak jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822) merupakan spesies langka diantara lima spesies badak yang ada di dunia sehingga dikategorikan sebagai critically endangered dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Badak jawa juga terdaftar dalam Apendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), sebagai jenis yang jumlahnya sangat sedikit di alam dan dikhawatirkan akan punah. Badak jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Saat ini, populasi dan habitat alami satu-satunya badak jawa hanya dapat dijumpai di TN. Ujung Kulon yang berlokasi di ujung paling Barat Pulau Jawa, berada pada wilayah administratif Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Hasil monitoring populasi badak jawa pada tahun 2017, menyebutkan bahwa jumlah minimum badak jawa adalah 67 individu. Dengan kematian badak jawa Samson dan kelahiran 2 ekor anak badak jawa di TN. Ujung Kulon maka angka minimum populasi badak jawa di TN. Ujung Kulon berubah menjadi 68 individu. Sumber : Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Berita

Audiensi Balai Besar KSDA Sulsel dengan Bupati Luwu Timur

Malili, 26 April 2018. Kabupaten Luwu Timur adalah kawasan yang sebagian besar wilayahnya adalah wilayah hutan yang memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang masih terjaga. Untuk menuju ke kabupaten ini diperlukan waktu 12 jam perjalanan via darat dan 1,5 jam via udara dari Makassar. Pertemuan Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc dengan Bupati Luwu Timur Ir. H. Muhammad Thorig Husler dan Kepala Bappeda Adrinsyah dilaksanakan pada hari Kamis 26 April 2018. Dalam diskusi ringan di Ruang Kerja Bupati Luwu Timur dan depan kantor Bupati Lutim membahas beberapa poin penting dalam pengelolaan kawasan konservasi antara lain Pengelolaan kawasan konservasi khususnya penataan blok CA Faruhumpenai, Rencana tata ruang Kabupaten Luwu Timur, Potensi pengelolaan wisata di TWA 3 Danau (Danau Towuti, Mahalona dan Matano) dan Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka untuk saling merangkul, saling komunikasi, menjalin silahturahmi dengan pemerintah Kabupaten Luwu Timur, membangun sinergi untuk memahami dan mengelola kawasan hutan konservasi khususnya pengelolaan kawasan suaka alam (Cagar Alam Faruhumpenai, CA. Kalaena dan Ponda-ponda) serta kawasan pelestarian alam TWA 3 Danau (Towuti, Mahalona dan Matano) yang ada di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Giliran Ular King Kobra Diserahkan ke BBKSDA Jabar

Banjar, 26 April 2018. Sekitar pukul 09.00 WIB telah dilakukan penyerahan satwa liar dari masyarakat berinisal AS warga Dusun Cijurey RT 003 RW 004 Kelurahan Kujangsari Kec. Langensari Kota Banjar kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan penyelamatan TSL SKW VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat. AS menyerahkan seekor Ular King Kobra (Ophiophagus hannah) dewasa dengan panjang 4,3 meter dalam keadaan sehat. Menurut pengakuan yang bersangkutan, satwa tersebut diperoleh 2 (dua) minggu yang lalu yaitu pada hari Kamis tanggal 12 April 2018 sekitar jam 12.00 WIB, dengan cara ditangkap pada saat ular tersebut berkelahi dengan Ular Sanca ditengah jalan dan mengganggu lalu lintas, tepatnya di Jalan Siliwangi depan Situs Singa Berbangsa – Banjar. Sebelum diserahkan kepada Negara, satwa tersebut dititiprawatkan di komunitas reptil Ciamis selanjutnya satwa tersebut diserahkan kepada Negara untuk dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Saat ini satwa tersebut diamankan di kantor Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan selanjutnya rencananya akan dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis. Penyerahan diatas, menggambarkan meningkatnya kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap hidupan satwa liar, harapan akan lestarinya satwa liar seakan menunjukkan titik terang. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Clean Up Sampah Bromo Untuk Peringati Hari Bumi

Malang, 26 April 2018. Kegiatan "Clean Up" sampah di Gunung Bromo diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Bumi, Minggu 22 April 2018. Balai Besar Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) gandeng komunitas pecinta alam di Probolinggo, Forum Sahabat Gunung, serta TNI-Polri untuk pembersihan sampah, pemasangan papan rambu himbauan dan pemberian keranjang sampah untuk PKL di kawasan Bromo Laut Pasir yg diikuti sekitar 100 peserta. Kababes TNBTS 'John Kenedie" menyampaikan pesan kepada para pelaku jasa wisata (jeep, kuda, pkl, ojek) "selalu taati ketentuan perundangan dan kesepakatan bersama, berikan pelayanan dan edukasi optimal kepada pengunjung, jaga Bromo tetap bersih dan terhindar dari kerusakan untuk pemanfaatan lestari" Kepada para pengunjung, John Kenedie juga memberikan pesan "saya harap saudara semua, taat pada ketentuan aturan di dalam kawasan konservasi, menjaga dan menghormati alam termasuk tidak membuang sampah" pungkasnya. Sebelum bertolak kembali ke Malang John Kenedie tetap menyempatkan untuk koordinasi dengan sesepuh tengger, tokoh masyarakat dan komunitas untuk mempererat silahturahmi serta untuk mempertegas komitmen terhadap hasil rapat koordinasi dengan pelaku jasa wisata yang telah dilakukan pada Jumat 20 April 2018. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Peringati Hari Bumi, BBKSDA Jatim Tanami Desa Penyangga

Kertosari, 25 April 2018. Banyak cara untuk menyelamatkan bumi, salah satunya dengan menanam, atau menyelamatkan keberadaan satwa liar. Demikian disampaikan Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc., Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, dalam sambutannya memperingati Hari Bumi di Randuwana - Kertosari, 25 April 2018. Dengan mengusung tema End Plastic Pollution atau “Akhiri Polusi Plastik”, BBKSDA Jatim melaksanakan puncak Hari Bumi di Pendopo Randuwana Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut juga hadir undangan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru, BPDASHL, Balai Gakkum Jabalnusra, TN Alas Purwo, TN Meru Betiri, dan TN Baluran. Juga Muspika Purwosari serta masyarakat sekitar kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung. Nandang juga mengajak undangan untuk meminimalkan sampah plastik dalam setiap kegiatan sehari-hari. Terutama saat melakukan aktifitas di lokasi wisata yang berbasis alam. “Sebisa mungkin tidak membawa plastik ke lokasi, atau bawalah kembali sampah tersebut keluar dari tempat wisata alamnya,” ujar pria berkacamata ini. Dalam kesempatan itu, Kepala Balai dan para undangan melakukan penanaman bibit buah-buahan di sekitar lokasi wisata milik Desa Kertosari tersebut. Adapun jenis tanamannya adalah Nangka, Sawo, Kemiri, Sukun, dan Sirsak. Diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kertosari yang hidup di sekitar kawasan konservasi Gunung Baung. Kepala Desa Kertosari, Waluyo Utomo, mengatakan bahwa masyarakat desanya sangat terbantu dengan keberadaan TWA. Gunung Baung. Utamanya dari pemenuhan kebutuhan air yang berasal dari dalam kawasan. Untuk itu, Waluyo memiliki niat untuk melakukan penghijauan di sekitar mata air. Hanya saja ia belum tahu jenis tumbuhan apa saja yang ada atau endemik di sekitar mata air. Di sisi lain Waluyo berharap segera ada lagi pihak pengelola di taman wisata alam seperti dulu. Menurutnya, industri pariwisata penting bagi desa Kertosari saat ini. Ia mencontohkan mulai berkembangnya wisata – wisata seperti outbond, rafting dan kuliner di desanya. “Semoga kedepan ada program terkait wisata dari BKSDA yang bisa bersinergi dengan kami di Desa Kertosari,” pungkasnya. Di akhir acara, pihak BBKSDA Jatim memberikan bantuan berupa bibit buah-buah kepada masyarakat Desa Kertosari, yang secara simbolik diserahkan oleh Kepala Balai kepada Kepala Desa. (Agus Irwanto). Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

2 PKS BBTN Kerinci Seblat dengan Masyarakat

Jakarta, 25 April 2018. Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan KKM Bangun Rejo dalam penguatan fungsi TN Kerinci Seblat melalui pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan wisata alam danau Bukit Bontak di Kabupaten Solok Selatan telah ditandatangani di Ruang Rapat Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Gd. Manggala Wanabhakti. Selain itu, juga ditandatangani PKS antara BB Taman Nasional Kerinci Seblat dengan Kelompok Tani Karya Utama, Desa Karang Anyar Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong. PKS ini merupakan bentuk kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan berupa pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) getah Pinus dan getah Damar pada zona pemanfaatan TN Kerinci Seblat. Hadir dalam penandatangan PKS ini adalah Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, perwakilan Direktorat PIKA dan Ekosistem, wakil Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Kepala Balai Besar TN Kerinci Seblat, Bagian Hukum dan Kerjasama Teknik Setditjen KSDAE, KKM Bangun Rejo dan Kelompok Tani Karya Utama. Dengan ditandatanganinya kedua PKS ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi dan manfaat taman nasional yang bisa dirasakan masyarakat dengan prinsip tetap menjaga kelestarian kawasan, serta dapat mengembangkan semua potensi wisata alam yang berada pada zona pemanfaatan Taman Nasional Kerinci Seblat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat

Menampilkan 8.097–8.112 dari 11.140 publikasi