Sabtu, 18 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Pererat Korsa Rimbawan Melalui Pertiwana V Sakawanabhakti Cabang Kapuas Hulu

Embaloh Hulu, 1 Mei 2018. Pengurus Cabang Sakawanabakti Cabang Kaluas Hulu bersama jajaran Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) kembali mengadakan kegiatan Pertiwana Cabang ke V yang diselenggarakan di bumi perkemahan lapangan SMP Embaloh Hulu pada hari Jumat - Minggu, tanggal 27-29 April 2018 diikuti oleh ranting Batang Lupar, ranting Embaloh Hulu, dan Cabang Putussibau. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat jiwa Korsa Rimbawan diantara anggota sakawanabakti dari berbagai ranting yang diundang. Tercatat sebanyak 83 peserta mengikuti pertiwana ini yang terdiri dari 46 anggota putra dan 37 anggota putri. Pertiwana V cabang Kapuas Hulu ini dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) wilayah 1 Lanjak, Parsaoran Samosir, sebagai Pembina upacara Pembukaan Pertiwana V mewakili kepala Balai Besar Tana Bentarum selaku Kamabisaka Cabang Kapuas Hulu. Dalam sambutannya, Samosir menghimbau kepada seluruh peserta untuk berperan secara aktif dan mengembangkan potensi diri sebagai pelopor dan motivator bagi masyarakat untuk memanfaatkan alam secara lestari. Keempat komponen potensi diri yang bisa dikembangkan adalah komponen fisik, mental intelektual, spiritual dan komponen sosial emosional. “Pramuka sakawanabhakti dapat berperan sebagai salah satu agen perubahan ke arah yang lebih baik dengan mengembangkan potensi dan melaksanakan kegiatan yang berdaya guna dan berhasil guna melalui pendidikan dan penyuluhan, hal ini sesuai dengan amanat pasal 37 Undang-Undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya”, jelasnya. Senada dengan arahan Pembina Upacara Pembukaan Pertiwana V, dalam laporan pelaksanaan kegiatannya, Zainal Muttaqien selaku ketua panitia Pertiwana V Sakawanabhakti Cabang Kapuas Hulu menghimbau kepada para peserta untukdapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga berbagai materi yang disampaikan oleh para instruktur dapat diserap dan diterapkan dikehidupan mereka sehari-hari dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkannya secara lestari. “anggota sakawanabhakti merupakan agent of change (agen perubahan) dan diharapkan mampu memberikan contoh kepada masyarakat lingkungan sekitarnya dalam menjaga alam dan hutan karena hutan mempunyai banyak sekali fungsi terutama sebagai penyangga kehidupan. Jika alamnya rusak maka tentu saja berpengaruh kepada kita semua”, tambahnya. Berbagai kegiatan dilakukan dalam pertiwana V ini, diantaranya adalah Rally wanagiri, penanaman pohon, bakti masyarakat berupa pembersihan lingkungan dan tempat ibadah, pemberian materi pendidikan lingkungan, serta berbagai perlombaan antar sangga yang bertujuan untuk memupuk jiwa korsa rimbawan dan jiwa berkompetisi secara positif. Dari berbagai lomba, perwakilan dari Cabang Kapuas Hulu unggul dalam lomba Main Camp dan Sangga Terbaik. Sedangkan perwakilan dari ranting Batang Lupar unggul dalam Pentas Seni. Perwakilan Ranting Embaloh Hulu unggul dalam lomba Rally Wanagiri. Keluar sebagai Juara Umum adalah Perwakilan dari Cabang Kapuas Hulu. Sumber : BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BBKSDA Papua Merangkul Sekolah di Mimika dengan Konservasi

Jayapura, 30 April 2018. Salah satu program kerja Seksi KSDA Wilayah II Timika adalah melakukan sosialisasi kepada khalayak ramai, khususnya di sekitar wilayah kerjanya. Dalam hal ini, Kepala Seksi KSDA Wilayah II Timika, Bambang Hartanto Lakuy, S.P. melakukan kegiatan pembekalan mengenai KONSERVASI serta pengetahuan mengenai Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) yang dilindungi kepada siswa-siswa usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) di MIMIKA. Peserta kegiatan sosialisasi ini terdiri dari perwakilan 23 SMP di Kabupaten MIMIKA yang tiap sekolah mengirimkan 2 orang siswanya sebagai perwakilan. Sekolah-sekolah Menengah Pertama tersebut tergabung di dalam suatu program alam lestari yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah Mimika bekerjasama dengan PT. Universal Tekno Reksajaya dan PT. Freeport Indonesia. Penyampaian informasi tergantung kepada media yang disampaikan dan bagaimana cara penyampaiannya, serta tidak lupa tergantung pula sasaran/ target yang disampaikan informasi tersebut. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 dan berlokasi di Sekolah Menengah Pertama Joshua Timika ini, bertujuan bahwa dengan adanya pembekalan informasi mengenai konservasi dan TSL yang dilindungi, diharapkan muncul kesadaran individu akan lingkungan, peduli kelestarian alam serta mau untuk menjaga sumberdaya alam yang ada di sekitar mereka; kemudian dapat pula menjadi mitra yang dapat berperan aktif dan menumbuhkembangkan upaya-upaya konservasi sumber daya alam hayati di lingkungannya, minimal di lingkungan keluarga mereka masing-masing. Kegiatan sosialisasi seperti penyebaran informasi mengenai Konservasi tidak dapat hanya dilakukan sekali-sekali, akan tetapi akan jauh lebih tinggi tingkat keberhasilannya ketika penyampaian tersebut dilakukan secara berkala dan makin beragam. Seperti contohnya dengan menggunakan media informasi sosial (MEDSOS) yang sudah sangat dekat keberadaannya dengan kehidupan remaja-remaja jaman sekarang. Contoh lainnya dengan menggunakan media pemutaran film-film konservasi dan beberapa jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar yang dimiliki daerah Papua, khususnya di sekitar kawasan mereka sendiri, Timika. Dari media-media sosialisasi ini akan muncul interaksi yang sangat diharapkan dan menunjukkan bahwa mereka memahami hal yang disampaikan. Cara penyampaian yang tidak monoton pun akan membantu target/ sasaran suluh untuk lebih mudah memahami hal yang disampaikan. Sumber : Bambang H. Lakuy, S.P. dan Kurnianingsih, A.Md.m - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Perjanjian Kerja Sama Balai Besar TNKS dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Lebong

Bengkulu, 30 April 2018. Satu lagi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat dengan Bupati Kabupaten Lebong, Propinsi Bengkulu berhasil ditandatangani pada tanggal 26 April 2018. PKS ini terkait kerjasama pembangunan strategis yang tidak terelakkan pada zona khusus, berupa pengembangan transportasi terbatas yaitu jalan penghubung daerah terisolir Desa Seblat Ulu-Desa Sungai Lisai Kec. Pinang Berlapis, Kabupaten Lebong. Penandatanganan PKS langsung oleh Kepala Balai Besar TNKS dan Bupati Kabupaten Lebong, disaksikan oleh perwakilan masyarakat dan Kepala Desa Air Lisai dan Seblat Ulu, Camat Kecamatan Pinang Berlapis, Polsek Pinang Berlapis, Koramil, BPN, beberapa Kepala Dinas terkait di Kab. Lebong. Diharapkan dengan adanya PKS ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk menunjang perekonomian dan kesejahteraan mereka. Sumber : BBTN Kerinci Seblat
Baca Berita

Kartini Papua Jaman Now

Jayapura, 30 April 2018. Salah satu bentuk penghargaan Hari Kartini dapat ditunjukkan dengan kegiatan yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lingkup UPT KemenLHK Provinsi Papua dengan acara Peringatan Hari Kartini. DWP lingkup Kementerian LHK di Provinsi Papua menyelenggarakan beberapa perlombaan yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran bahwa wanita dapat melakukan hal yang sama yang dapat dilakukan oleh pria. Sebagai contoh, memasak yang pada umumnya dilakukan oleh kaum wanita dalam hal ini dilakukan perlombaan memasak yang dilakukan oleh pria. Pembelajaran yang dapat dipetik dalam kegiatan ini adalah bahwasanya memasak membutuhkan keahlian untuk menghasilkan masakan yang indah dipandang dan lezat saat dinikmati. Selain itu, ada juga perlombaan lainnya yaitu makan kerupuk, balap karung dan lomba membawa kelereng menggunakan sendok yang di taruh pada mulut. Peserta pada perlombaan tersebut antara lain, anak-anak, dewasa pria dan wanita. Kemeriahan hari itu dilengkapi dengan kesediaan Kepala Balai Besar KSDA Papua, sekaligus sebagai Korwil Kementerian LHK untuk menutup acara secara simbolis pada akhir acara. Kepala Balai Besar KSDA Papua juga menyumbangkan beberapa doorprize yang dikhususkan untuk anak-anak yang hadir pada acara hari jum’at tanggal 20 April 2018 itu. Keceriaan anak-anak mencerminkan pula bahwasanya mereka ikut merasakan kebahagiaan dalam kebersamaan pada saat menerima hadiah doorprize. “keluarga merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dilepaskan dari setiap individu, maka dari itu perlu dijaga kebersamaannya baik dalam suka maupun duka.” Sedikit ringkasan dari arahan Kepala Balai Besar KSDA Papua saat menutup acara tersebut. Sebagai penutup paling akhir dari semua rangkaian kegiatan hari itu, panitia acara menyediakan menu nasi goreng yang dimasak khusus oleh pemenang lomba Masak Nasi Goreng, Abdul Azis dari BBKSDA Papua dengan judul “Nasi Goreng Kuntilanak”. Sumber : Kurnianingsih, A.Md. - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Balai Taman Nasional Sebangau Ikut Berpatisipasi Dalam Kegiatan PKL Mahasiswa Kehutanan, Universitas Palangka Raya

25 April 2018, Balai Taman Nasional ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Praktek Kerja Lapang (PKL) mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (UPR) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Jurusan Kehutanan. Dalam acara ini juga dihadiri oleh dihadiri oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Tengah, perwakilan dari PT. Indexim Utama, PT. Industrial Forest Plantation, PT. Korintiga Hutani. Pada kesempatan kali ini, pihak Balai Taman Nasional yang diwakili oleh Kepala SPTN I (Lisna Yulianti, S.Hut, M.Sc) ikut serta dalam pelepasan mahasiswa PKL dan memberikan kuliah pembekalan kepada mahasiswa PKL mengenai sistem Manajemen Kawasan Konservasi Di Taman Nasional Sebangau. Dalam kuliah pembekalan, materi yang diberikan seputar manajemen pengelolaan Kawasan Konservasi oleh Balai Taman Nasional Sebangau dan keberhasilan program restorasi gambut di Taman Nasional Sebangau. Selain Taman Nasional Sebangau, lokasi praktek mahasiswa Jurusan Kehutanan UPR antara lain adalah PT. Indexim Utama, PT. Industrial Forest Plantation dan PT. Korintiga Hutani. Kegiatan PKL di Taman Nasional yang dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian UPR adalah yang pertama kali dilaksanakan di Kawasan Konservasi, khususnya Taman Nasional. Antusiasme ditunjukkan oleh para peserta melalui pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan pada sesi diskusi mengenai apa saja kegiatan pengelolaan yang telah dilakukan oleh Balai Taman Nasional Sebangau beserta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Sumber : Balai Taman Nasional Sebangau
Baca Berita

Balai TN Bali Barat Atasi Sampah Plastik dengan Ecobrick

Jombang, 29 April 2018. Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengirimkan 2 (dua) orang personil untuk mengikuti Workshop Training of Trainer (ToT) pembuatan ecobricks selama 3 (tiga) hari, 27-29 April 2018, di Jombang, Jawa Timur. Pelatihan ini di pandu langsung oleh Russell Maier, pemimpin gerakan ecobricks global. Melalui ToT ini, Russell dan tim melatih calon trainer untuk memastikan gerakan ecobricks berjalan sesuai teknik dan metode yang tepat. Peserta dilatih untuk membuat ecobricks, membuat modul, dan praktek presentasi. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi secara padat dengan bahan non biologis, yakni plastik. Pembuatannya sangat sederhana dan siapapun bisa melakukannya. Walaupun begitu, perlu teknik dan prosedur yang benar untuk menjaga fungsi dan kemanfaatannya. Sifat plastik yang sulit terurai menyebabkan zat-zat kimia yang terkandung di dalamnya mencemari lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan. Melalui ecobrick, sampah plastik dikunci dalam botol agar tidak mencemari lingkungan. Ecobrick yang sudah jadi bisa dimanfaatkan sebagai material bangunan, disusun menjadi meja, tempat duduk, atau sebagai bahan membuat taman dan hiasan lainnya. Setelah mengikuti ToT, petugas mempresentasikan hasil pelatihan kepada rekan sejawat di kantor Balai TNBB dan dihadiri Kepala Balai TNBB, Drh. Agus Ngurah Krisna K, M.Si. Dalam arahannya, beliau memberikan apresiasi atas keikutsertaan pelatihan dan meminta personil yang telah dilatih untuk menularkan ilmu dan keterampilannya kepada rekan sejawat maupun kepada masyarakat sekitar. Dalam upaya mengatasi sampah plastik di TNBB, Kepala Balai telah menandatangani kontrak kerja dengan Dirjen KSDAE melalui Role Model pengendalian sampah plastik/anorganik. Targetnya, akhir tahun 2018 ini permasalahan sampah di TNBB selesai tertangani dengan solusi bersama melalui kolaborasi dengan para pihak. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Presentasi Hasil PKL 26 Siswa SMKKN Kadipaten di Balai TN Meru Betiri

Jember, 30 April 2018. Setelah menjalani masa Praktek Kerja Lapangan (PKL) selama 45 hari (16 Maret – 27 April 2018) di Balai Taman Nasional Meru Betiri, 26 siswa SMK Kehutanan Negeri Kadipaten mempresentasikan hasilnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 2 (dua) guru SMKKN Kadipaten dan Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru. Para siswa yang terbagi menjadi 4 kelompok ini, mempresentasikan hasil PKL di Balai TN Meru Betiri. Pelaksanaan PKL di 4 resort yaitu Resort Sanenrejo, Wonoasri, Rajegwesi dan Sukamade. Kegiatan yang dilakukan antara lain identifikasi tumbuhan, identifikasi potensi wisata, pengamatan objek wisata, patroli pengamanan hutan, identifikasi pal batas, pembuatan kebun bibit, pengamatan burung, inventarisasi flora dan fauna, konservasi penyu dan pengamatan satwa dengan kamera trap. Bagi para siswa dengan PKL ini dapat merasakan pengalaman bekerja, menambah wawasan, pengetahuan, dan bisa mempraktekkan langsung ilmu yang didapatkan di sekolah. Guru SMKKN Kadipaten, Yanik Dwi Astuti menambahkan bahwa PKL ini menambah pengalaman siswa seperti kalau di sekolah belajar kamera trap dengan siswa sendiri yang berperan sebagai satwa, sedangkan di TNMB bisa menangkap gambar langsung satwa liar seperti rusa, babi hutan, dan monyet ekor panjang. “Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh bisa bermanfaat. Cerita yang baik bisa disebarkan, namun apabila ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan dan cukup disimpan di dalam hati saja,” Ujar Sulistrianto, Kepala SPTN Wilayah III Kalibaru saat menutup acara ini. Sumber: Balai TN Meru Betiri
Baca Berita

Kunjungan International Rhino Foundation ke TN Bukit Barisan Selatan

Kotaagung, 30 April 2018. Tim Bowlings For Rhino (BFR) didampingi International Rhino Foundation (IRF) dan Yayasan Badak Indonesia (YABI) mengunjungi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada Minggu, 29 April 2018. Keesokan harinya (30/4/2018), tim sebanyak 9 (Sembilan) orang menuju kantor Balai Besar TNBBS di Kotaagung. Tim disambut oleh Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Heru Rudiharto, S.Si.,M.P dan Kepala Bidang Teknis Konservasi Ismanto, S.Hut.,M.P. “Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan BFR ke TNBBS dan dukungan yang besar kepada Balai Besar TNBBS dalam upaya pelestarian badak sumatera dan habitatnya” ujar Agus saat membuka acara pertemuan tersebut. Perwakilan dari IRF, Ibu Cece juga menyampaikan terimakasih atas penyambutan tim BFR serta upaya yang dilakukan TNBBS bersama YABI dalam menjaga dan melestarikan badak sumatera. “IRF akan terus mendukung upaya yang dilakukan oleh TNBBS agar memberikan hasil yang maksimal dalam konservasi badak sumatera”, tambah Cece. Bowlings For Rhino (BFR) adalah kegiatan yang diinisiasi oleh perkumpulan para penjaga kebun binatang Amerika yang tergabung dalam American Assosiation Zoo Keeper untuk pengumpulkan dana penyelamatan dan pelestarian badak sedunia. Dana yang terkumpul oleh BRF salah satunya disalurkan kepada IRF dan disalurkan kembali kepada RPU (Rhino Protection Unit) – YABI yang kegiatannya fokus kepada upaya perlindungan badak sumatra dan habitatnya. Tim BFR telah mengumpulkan dana paling besar dihadiahi oleh IRF untuk mengunjungi dan melihat langsung dari tangan pertama kegiatan patroli perlindungan badak sumatra oleh RPU di TNBBS. Kegiatan bersama RPU – YABI dilaksanakan di Rhino Camp Resort Sukaraja Atas, SPTN I Sukaraja BPTN I Semaka. Kegiatannya diisi dengan diskusi interaktif bersama tim RPU TNBBS, jungle track dan penanaman pohon. Sebelumnya, tim BFR telah mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) untuk melihat langsung upaya konservasi badak jawa yang dilakukan oleh TNUK dan YABI. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Pameran Pesona Wisata Nusantara Expo 2018, BBTN Bromo Sabet Terbaik Kedua

Yogya, 29 April 2018. Pameran Pesona Wisata Nusantara Expo 2018 atau lebih dikenal dengan PWN expo 2018 dilaksanakan di Jogja Expo Centre Yogyakarta dari tanggal 26-29 April 2018. PWN expo 2018 di prakarsai oleh Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Event Organizer Fery Agung Corindotama (FERACO) yang ditahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan PWN yang kesebelas. Menurut Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TN Bromo Tengger Semeru, Sarif Hidayat "PWN expo 2018 merupakan wadah sarana promosi bagi pemangku kepentingan pariwisata nusantara untuk memperkenalkan dan memasarkan ragam obyek wisata serta peluang investasi sektor pendukung pariwisata yang dimiliki berbagai daerah di indonesia kepada para investor dalam dan luar negeri dan yg lebih penting juga sosialisasi kecintaan serta membangkitkan rasa bangga terhadap pariwisata dalam negeri." Lebih lanjut Sarif menyampaikan bahwa "keikutertaan TNBTS di PWN yg ke 11 ini adalah untuk yang pertama kali dengan tujuan : memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata alam berbasis konservasi sekaligus sebagai destinasi prioritas pariwisata nasional kepada publik; sebagai ajang komunikasi dan pertukaran informasi dengan berbagai stakeholders sehingga mampu mendorong kreativitas dalam pengembangan potensi pariwisata dan pemberdayaan masyarakat; merangsang nilai tambah wisata TNBTS khususnya bagi PNBP sektor wisata." Peserta PWN expo 2018 berasal dari Pemerintah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupatan dan Kota se Indonesia serta Dinas Instansi Non Pemerintah Daerah. Dari 107 peserta yang ikut PWN expo 2018, TNBTS meraih Juara ke II stand terbaik. "Syukur Alhamdulillah, ini surprise buat TNBTS karena dikeikutsertaannya yang pertama kali pada PWN Expo 2018 di Yogyakarta ini bisa meraih stand terbaik ke II". Lebih jauh dikatakan Sarif bahwa "keberhasilan ini menjadi pemicu dan pemacu semangat tim Pameran TNBTS untuk menampilkan yang terbaik pada kegiatan pameran-pameran berikutnya." Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Malendong Bersih-Bersih Bunaken

Manado, 30 April 2018. Dalam rangka memperingati Hari Bumi, yang jatuh tanggal 22 April, Balai Taman Nasional Bunaken bersama warga masyarakat di Bunaken dan sekitarnya, para divers, untuk merawat lingkungan, dimana salah satu aktivitasnya adalah bersih laut dan pantai. Kegiatan bersih laut dan pantai yang di pusatkan di Pulau Bunaken meliputi beberapa sektor titik selam seperti lokasi penyelaman Fukui, Alung Banua, Tawara, Celah-Celah, Likuan I,II, dan III, serta titik penyelaman Mukan Kampung dan Bunaken Timur. Adapun bagian daratan berada di Pantai Liang, Pantai kampung Bunaken dan Alung Banua. Bagi yang tidak menyelam dan mengambil sampah di daratan berperan mengangkat pada bagian atas perairan yang dimulai dari mukan kampung Bunaken. Melalui kegiatan Malendong Bersih-Bersih Bunaken, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 28 April 2018, kita bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, melalui Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Pemerintah Kota Manado - Kecamatan Bunaken Kepulauan, dan Lantamal VIII Manado, berupaya untuk membangun kesadaran dalam melestarikan lingkungan hidup, sudah seharusnya ditanamkan mulai dari sekarang, harus berkesinambungan, dan malendong (bersama-sama) mengatasi persoalan sampah di laut. Kegiatan ini sebagai bentuk penyadaran sosial, yang ditumbuhkan melalui aksi lapangan, disampaikan Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari. Bertepatan kegiatan Malendong bersih-bersih Bunaken di bulan April, sekaligus memperingati Hari Kartini (21 April) kami berikan apresiasi kepada divers wanita, yang bersedia menjadi sukarelawan dalam kegiatan bersih laut dan pantai. Semoga kegiatan Malendong Bersih-Bersih Bunaken, dapat memberikan informasi tentang pelestarian dan menumbuhkan kepedulian lingkungan hidup, kepada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken, pada Bumi yang kita sayangi, sambung Farianna. Ibu Marly Gumalang, M.Si Kepala DLH Provinsi Sulawesi Utara, yang membawakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara, menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan apresiasi, kepada semua pihak yang telah berkontribusi positif dalam mensukseskan terselenggaranya kegiatan ini. Karena Taman Nasional Bunaken memegang tiga fungsi strategis dalam konteks pembangunan daerah dan bangsa yaitu fungsi pelestarian keanekaragaman hayati pesisir dan laut, mendukung kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat, serta untuk pengembangan pariwisata alam. Guna mengoptimalkan manfaat positif dari ketiga manfaat tersebut, maka dibutuhkan pola pengelolaan secara terpadu dan sinergis dari segenap stakeholder terkait konteks kelestarian dan kebersihan. Namun demikian, kompleksnya dinamika yang dihadapi dilapangan, antara lain : menurunnya kuantitas dan kualitas sumber daya alam hayati serta ekosistemnya, kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dan sinergitas kemitraan dalam pengelolaan perlu dicarikan solusi bersama untuk kesinambungan pembangunan dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bunaken. Disamping membantu menjaga kuantitas dan kualitas sumber daya alam hayati, serta kebersihan dan kelestarian di sekitar Taman Nasional Bunaken, diharapkan menjadi simultan positif bagi masyarakat secara luas dalam mewujudkan kesadaran masyarakat bahwa kita juga harus mencitai lingkungan, agar tercipta keselarasan karena “Torang Samua Ciptaan Tuhan”. Untuk itu melalui kesempatan ini, saya mengajak Bapak/ Ibu sekalian, untuk mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin, karena kita tahu dengan bersama-sama, maka akan lebih mudah membersihkan sampah-sampah yang ada, sehingga bermuara pada pembangunan daerah yang baik. Jangan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda seremonial semata, akan tetapi jadikan ini sebagai pemenuhan rasa tanggung jawab kita terhadap kelestarian Taman Nasional Bunaken. Sehingga mendorong pembangunan daerah melalui sektor pariwisata, demi mendorong “Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik, dan Berkepribadian Dalam Budaya”, Ibu Marly mengakiri sambutan Gubernur Sulawesi Utara. Sumber : BTN Bunaken
Baca Berita

Clean Up Sampah Bunaken Untuk Peringati Hari Bumi

Manado, 30 April 2018. Kegiatan bersin-bersih Bunaken diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Balai Taman Nasional Bunaken menggandeng berbagai mitra dalam kegiatan lapangan antara lain Lantamal VIII, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Pemerintah Kota Manado melalui Kecamatan Bunaken Kepulauan, Dive Center yang menyiapkan perahu, peralatan selam dan diver serta masyarakat setempat di Pulau Bunaken. Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si menyampaikan pesan kepada pelaku usaha wisata di Bunaken dan sekitarnya agar memberikan edukasi kepada para pengunjung yang akan melakukan aktivitas wisata di Taman Nasional Bunaken saat snorkelling dan diving, hindari menginjak karang, bagi crew boat jangan membuang jangkar sembarangan, dan membawa kembali sampah serta memungut sampah yang ada diperairan untuk dibawa ke daratan. Kita berharap untuk menjaga bersama lingkungan kita, jadikan momentum Hari Bumi untuk menghormati alam dimana kita bernaung, upayakan Bunaken bersih dan terbebas dari sampah sehingga nyaman bagi wisatawan untuk berkunjung serta kelestarian kawasan tetap terjaga. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Rapat Para Pihak Untuk Menyelaraskan Interaksi Antara Manusia dan Gajah Sumatera Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung

Kotaagung, 30 April 2018. Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menyelenggarakan rapat interaksi gajah sumatera di Kab. Tanggamus Provinsi Lampung di ruang rapat Balai Besar TNBBS. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono tersebut dihadiri oleh Ir. Sudin (Komisi IV DPR-RI), Ketua DPRD Lampung, Komisi II DPRD Lampung, Ketua DPRD Tanggamus, Forkompida Tanggamus, Dishut Lampung, Ditjen KSDAE (Ir.Puja Utama, M.Sc), Camat Semaka, Balai KSDA Bengkulu-Lampung, ERU-TNWK, mitra kerja TNBBS (WCS, YABI, WWF, Repong, Tiger-UNDP Korut, PT. AKN) dan perwakilan masyarakat sekitar kawasan TNBBS (gapoktan). Rapat tersebut digelar sebagai salah satu upaya para pihak terkait dalam upaya menyelaraskan interaksi antara manusia dan gajah. Perlu diketahui bahwa interaksi antara manusia dan gajah liar di Hutan Lindung Provinsi Lampung, termasuk Register 31 dan Register 39 Kecamatan Semaka dan Bandar Negri Semuong Kab. Tanggamus terjadi sejak tahun 2004 dan interaksi tersebut menjadi lebih intensive pada tahun 2017. Sejak Juni 2017 sampai dengan April 2018 beberapa upaya telah dilakukan para pihak terkait dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di Register 31 dan Register 39 sehingga melalui rapat interaksi ini diharapkan upaya yang telah dilakukan akan menjadi lebih maksimal dan efektif. Para pihak terkait menghasilkan beberapa kesepakatan sebagai tindak lanjut dalam upaya mengatasi permasalahan yang terjadi di Register 31 dan Register 39. Leading Sektor Tim Satgas Propinsi Lampung di BKSDA Bengkulu sesuai SK Gubernur Lampung dengan disediakan dukungan dana yang memadai dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi sesuai rencana kerja tahun 2018. Kemudian akan dilakukan kembali pertemuan untuk dukungan anggaran dalam pelaksanaan rencana kerja Tim Satgas Provinsi Tahun 2018 yang di fasilitasi oleh DPRD Propinsi. Tim Satgas Penanggulangan Konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Lampung, mengajukan penambahan anggaran khusus kepada pemerintah pusat melalui Kementerian LHK berdasarkan usulan Anggota Komisi IV DPR RI. Pemerintah Kabupaten Tanggamus membentuk Tim Reaksi Cepat Kabupaten Tanggamus, tentang penanganan interaksi manusia dan gajah liar di Tanggamus, oleh leading sektor BPBD Tanggamus. Penggiringan gajah ke dalam kawasan TNBBS, oleh para mahout dipimpin oleh ketua Tim Mahout, yang akan dilaksanakan pada minggu kedua Mei 2018, dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Penjagaan di perbatasan TNBBS dengan HL, yang dikoordinir oleh Camat Semaka dan Camat Bandar Negri Semuong terhitung sejak gajah kembali digiring masuk kedalam TNBBS, dengan ketersediaan dana yang memadai. Tim Satgas mengajukan permohonan dana kepada Pemda Tanggamus, akan dihitung lebih detail setalah pertemuan ini. Untuk jadwal piket Patroli Gajah melanjutkan yang sudah ada. Penguatan kelompok masyarakat dalam menghadapi gajah. Melanjutkan pemantauan sebagai deteksi dini pergerakan gajah berpotensi interaksi dengan manusia. Percepatan Pembentukan TIM EPU (ELEPHANT PATROL UNIT) / UNIT PATROLI GAJAH di TNBBS. APBDes untuk biaya pelatihan ke semua masyarakat desa, tidak terbatas tim satgas desa. Masyarakat Penggarap yang belum legal di dalam HL akan dilakukan solusinya dengan skema Perhutanan Sosial. Masyarakat yang bermukim di dalam kawasan hutan, akan dilakukan pertemuan masyarakat pemukim, difasilitasi Anggota DPR RI (Pak Sudin) dengan Konsorsium Kotaagung Utara. Masyarakat penggarap/kelompok HKm diberikan bekal ilmu dalam menghadapi gajah, oleh Konsorsium Kotaagung Utara, WCS, WWF, dan mitra lainnya. Sumber : Balai Besar TNBBS
Baca Berita

Stand Kehutanan Terbaik Ke-2 Dalam Pameran Halo Sultra Ke 54 Di Kendari

Kendari, 30 April 2018. Stand Kehutanan yang terdiri dari Dinas Kehutanan, BKSDA Sulawesi Tenggara, BTN Rawa Aopa Watumohai, BPKH wilayah XXII Kendari, BPDASHL Sampara dan Manggala Agni Daops Tinanggea, meraih juara stand terbaik ke-2 pada Pameran/Expo Halo Sultra ke 54 di Kendari. Setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu tanggal 27 April, diadakan Pemeran yang bertajuk “Halo Sultra”. Pameran di ikuti oleh semua SKPD dan Kabupaten se Provinsi Sulawesi Tenggara, Perguruan Tinggi, Pihak Swasta dan beberapa provinsi sekitar Sulawesi Tenggara berjumlah ± 115 instansi yang berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 27 April 2018 bertempat di area tugu ex MTQ Kota Kendari. Tema yang di usung pada pameran ini yaitu “Melalui Pengelolaan Hutan Yang Lestari kita Wujudkan Masyarakat Sulawesi Tenggara Mandiri, Sejahtera dan Berdaya Saing”. Dengan menampilkan ikon Satwa Soa-Soa (Hydrosaurus amboinensis). Dalam stand masing-masing instansi/UPT menampilkan produk unggulannyanya, Dinas Kehutanan menampilkan produk KPH, BKSDA Sulawesi Tenggara dengan potensi wisata TWAL Kepulauan Padamarang (bawah laut, pantai dan savanah), BTN Rawa Aopa Watumohai menampilkan konsep ekosistem hutan pegunungan dataran rendah dan savanah, BPKH wilayah XXII Kendari menampilkan peta terbaru hasil pemutahiran di provinsi Sulawesi Tenggara, BPDASHL Sampara dengan program penanaman pada lahan kritis dan Manggala Agni Daops Tinanggea menampilkan kinerja dalam menanggulangi Karhutla. Selain itu diberikan pula doorprize/hadiah bagi pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan. Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Bpk Drs. Teguh Setiyabudi M.Pd menyampaikan sangat antusias pada saat mengunjungi stand kehutanan. Sekitar kurang lebih 1.200 orang pengunjung yang berkunjung dan berfoto di stand kehutanan selama pameran berlangsung. Pada puncak acara peringatan HUT Sultra tanggal 27 April 2018 stand kehutanan meraih juara stand terbaik ke-2 pada Pameran/Expo Halo Sultra ke 54. Sumber: BKSDA Sulawesi Tenggara
Baca Berita

Bersih Sampah Bersama di SM Pulau Rambut

Jakarta, 30 April 2018. Suaka Margasatwa Pulau Rambut adalah satu dari sepuluh situs Ramsar yang ada di Indonesia, terletak di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dan dikenal dengan sebutan Heaven of Birds. Kawasan ini juga merupakan satu dari empat Kawasan konservasi yang dikelola oleh Balai KSDA Jakarta. Nilai penting dari Kawasan ini merupakan tempat berkembang biak (Breedinga site) jenis burung yang dikenal dengan sebutan Cikalang Christmas (Fregata anderwsi) yang berasal dari pulau Christmas dari benua Australia. Dengan luasan ± 90 Ha yang terdiri dari 45 Ha daratan dan 45 Ha perairan Pulau Rambut juga merupakan tempat berbiak banyak jenis burung air lainnya. Fungsi penting Kawasan ini menjadi terancam ketika permasalahan sampah yang selama ini dihadapi tidak segeraa diatasi. Sampah-sampah yang selama ini mendarat di Suaka Margastwa Pulau Rambut kebanyakan berupa sampah rumah tangga yang dibawa oleh aliran sungai Ciliwung, Citarum dan Cisadane. Hal ini mengganggu pertumbuhan dari anakan-anakan bakau yang memegang peran penting ekosistem mangrove di kawasan tersebut. Menyikapi hal tersebut maka pada Jumat tanggal 27 April 2018 Balai KSDA Jakarta kemudian menyelenggarakan kegiatan Cinta Habitat di Pulau Rambut. Kegiatan tersebut berupa aksi bersih sampah. Kegiatan cinta habitat kali ini selain dilaksanakan oleh keluarga besar besar Balai KSDA Jakarta juga melibatkan Divers Clean Action yaitu salah satu komunitas peduli lingkungan di Jakarta dan sekitarnya. Wilayah yang dibersihkan meliputi tepi pantai sebelah barat, sebelah timur, laguna dan di sekitar Menara pengamatan burung. Hasilnya adalah terkumpulnya 146 kantong sampah setara dengan 730 Kg. Ke depannya diharapkan aksi-aksi seperti ini sering dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pihak sambil mencari solusi jitu untuk mencegah masuknya sampah ke dalam Kawasan Suaka Margasatwa. Sumber : BKSDA Jakarta
Baca Berita

1,5 Ton Lebih Sampah Didapat Dari Gerakan Sehari – Malendong Bersih-Bersih Bunaken

Manado, 30 April 2018. Kegiatan Malendong bersih-bersih Bunaken yang diikuti oleh masyarakat Bunaken, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Lantamal VIII, serta diving center yang mengirimkan perwakilan divers, telah mengangkat sampah dari bawah air, permukaan dan daratan yang sangat signifikan. Ketua Panitia Acara Malendong Bersih-Bersih Bunaken, Nikolas Loli menyampaikan bahwa sampah yang diambil oleh partisipan kemudian ditimbang, jika sampah plastik dari botol, airnya dikeluarkan terlebih dahulu, kemudian serasah dan kayu disendirikan, sampai akhir kegiatan terkumpul 300 karung dan berat 1.121 kg sampah plastik yang diangkat dari dalam air dan permukaan, adapun sampah di daratan umumnya merupakan campuran serasah dan potongan kayu, untuk sementara kami tinggalkan di Bunaken, setelah ditimbang didapatkan 1.263 kg. Dalam kesempatan ini kami juga mengangkut sampah yang telah dikumpulkan oleh petugas kebersihan perairan Bunaken selama 3 minggu terakhir, sebanyak 250 karung sampah plastik kami angkat hari ini dengan berat rata-rata 4 - 5 kg, jadi bisa 1.000 kg / 1 ton, kalau diakumulasi dengan kegiatan Malendong Bersih-Bersih Bunaken di hari sabtu ini lebih dari 2 ton sampah, adapun sebanyak 2 perahu dari Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan, sampah yang telah terkumpul langsung diangkut dan dibawa ke Manado, jadi total 3 perahu mendistribusikan sampah ke Manado dan langsung dibawa ke TPA di Manado, tambah Niko. Ternyata kegiatan ini juga menggiatkan peran Kader Konservasi Masyarakat di Pulau lainnya. Kami memberikan apresiasi yang besar kepada pelajar SMP Mantehage Binaan Ibu Vola Harinda dari Kabupaten Minahasa Utara yang turut berperan aktif dalam memberikan edukasi serta terlibat dalam pengangkatan sampah di bagian darat pada kegiatan Malendong Bersih Bunaken, sebagai bagian dari wilayah kepulauan di Taman Nasional Bunaken tentu akan memberikan dampak nyata dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan wisata alam, tambah Arma Janti Massang - Kepala SPTN Wilayah I. Kepada para dive center yang telah mengutus diversnya untuk terlibat kegiatan ini, bahkan beberapa dive center mengajak tamu mancanegara untuk memberikan perhatian dalam melestarikan karang di Bunaken, melalui ajakan mengangkat sampah bawah air. Kali ini kami memberikan penghargaan berupa sertifikat kepedulian lingkungan, dalam Malendong Bersih-Bersih Bunaken kepada Grand Luley yang telah mengangkat sampah bawah air terbanyak, selanjutnya kepada MM Travel yang mengangkat sampah terbanyak di permukaan dan daratan, serta dalam rangka memperingati Hari Kartini kami memberikan apresiasi kepada Sarah Hawkeswood diver perempuan dari Tasik Ria Dive Resort. Sarah merupakan tamu yang berasal dari Inggris, dia datang dan menyelam di Bunaken bersama suaminya, semoga dengan memberikan apresiasi ini akan menyambung pemasaran promosi wisata Bunaken yang indah di negaranya dan pangsa pasar Eropa, tutup Arma. Sumber : BTN Bunaken
Baca Berita

Save Ranupani Untuk Atasi Gulma Salvinia

Malang, 29 April 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengajak semua komunitas dan masyarakat Bromo melakukan pembersihan salvinia /kiambang (Salvinia molesta) di Ranupani, Minggu, 29 April 2018. Kegiatan pembersihan salvinia dilakukan secara gotong royong oleh BBTNBTS dan masyarakat sekitar Ranupani, Pronojiwo, Senduro, serta Komunitas Jimny Lumajang, Senduro Adventure Club, Trail Adventure Lumajang, Tim SAR TNBTS, Tim Advance TNBTS, Paguyuban Porter, Masyarakat Peduli Lingkungan Ranupani, Forum Sahabat Gunung, Komunitas Gimbal Alas, Saver Semeru dan Mahasiswa Pecinta Alam dengan perkiraan peserta sekitar ± 250 orang. Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengutarakan "Ranupani ini jika dibiarkan seperti ini, dalam waktu 20 tahun akan hilang, saya sangat berterimakasih kepada seluruh komunitas dan masyarakat yang hadir dan turut membantu membersihkan Ranupani”. "Kegiatan ini tidak hanya berhenti hari ini saja, rencana selasa besok tetap akan diadakan kegiatan pembersihan, untuk itu saya mengundang seluruh masyarakat dan komunitas untuk datang, kita kerja bersama membersihkan ranupani sampai bersih", ujar John Kenedie menambahkan. Kegiatan gotong royong ini direncanakan tetap rutin dilakukan, bahkan sedang diupayakan setiap hari. Andi Gondrong yang merupakan koordinator lapangan menyatakan "Saat ini sedang kami upayakan kampaye pembersihan ranu, supaya semakin banyak pihak yang peduli, selain itu kegiatan ini tidak hanya membersihkan salvinia, tetapi juga membersikan sedimentasi, karena berdasarkan data yang ada sudah terjadi pendangkalan seluas 4 Ha dibandingkan tahun 2004". Ahmad Arifin selaku Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama BBTNBTS juga menambahkan "Kami sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah baik Kab. Lumajang, Kab. Pasuruan, Kab. Probolinggo serta Kab. Malang untuk membantu dalam pengerukan Ranupani, paling tidak badan air bisa seluas tahun 2004 yaitu ± 8 Ha”. Saat ini ekosistem Ranupani menghadapi permasalahan yaitu tertutupnya permukaan ranu oleh Ki Ambang atau lebih dikenal dengan Salvinia molesta. Salvinia molesta merupakan salah satu jenis invasif asing yang berasal dari Amerika Selatan yang sampai saat ini belum terdefinisikan bagaimana jenis invasif ini sampai menutupi permukaan Ranupani. Pembersihan Salvinia di Ranupani dilakukan dengan metode manual menggunakan alat sederhana, berupa bambu, garpu sampah, tampar dan perahu untuk mengangkut Salvinia ke tepi ranu. Kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini tetapi akan terus digelorakan sampai dengan permukaan Ranupani bersih 100% dari gangguan Salvinia. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Menampilkan 8.065–8.080 dari 11.140 publikasi