Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Ikuti Khatulistiwa Expo 2018, Balai TN Kutai Sosialisasikan Penyelamatan Orangutan

Bontang, 4 Mei 2018. Bontang Expo 2018 yang digelar di Kota Bontang sebagai event tahunan merupakan kegiatan yang selalu dinanti masyarakat Bontang. Kegiatan yang digelar di Kompleks Koperasi Pupuk Kaltim berlangsung selama 8 (delapan) hari pada tanggal 25 April – 2 Mei 2018, sangat ramai baik oleh peserta pameran maupun pengunjung yang berasal dari Kota Bontang dan sekitarnya. Event yang berlangsung selama 8 hari tersebut, merupakan ajang promosi untuk para pengusaha lingkup Kalimantan Timur dan pedagang kaki 5 di Kota Taman, serta ajang hiburan bagi warga Bontang. Dalam sambutan pada acara pembukaan, Wakil Walikota Bontang mengapresiasi kegiatan Khatulistiwa Expo 2018, harapannya kegiatan expo dapat membantu perkembangan ekonomi kreatif serta mendukung program kepariwisataan di kota Bontang. Balai TN Kutai menampilkan materi untuk promosi Bontang Mangrove Park sebagai destinasi wisata Kota Bontang dan Kampanye penyelamatan satwa khususnya orangutan. Visualisasi Bontang Mangrove Park (BMP) yang ditampilkan dalam lukisan 3 dimensi menampilkan view Boardwalk yang melintasi Hutan Mangrove yang dilengkapi dengan kehadiran sosok biawak untuk mengkapanyekan penyelamatan satwa liar. Objek lain yang ditampilkan adalah visualisasi hutan hujan dataran rendah yang dilengkapi dengan keberadaan orangutan dalam sarang di atas pohon ulin raksasa. Kehadiran orangutan yang divisualisasikan melalui peragaan staf dengan kostum orangutan menjadi atraksi yang sangat digemari khsusnya oleh anak-anak. “Save orangutan” menjadi jargon utama dalam tampilan tersebut. Untuk melengkapi upaya penyelamatan satwa khususnya orangutan, Balai TN Kutai mensosialisasikan call center TN Kutai (082151192021) kepada seluruh peserta pameran melalui standing banner dan leaflet. Dengan penyebaran informasi tentang keberadaan call center, permasalahan yang timbul terkait penyelamatan satwa dapat tertangani secara cepat. Selain promosi potensi wisata dan konservasi orangutan, Stand TN Kutai juga mempromosikan produk berupa Gula aren, Jahe Merah dan Gula semut, produk masyarakat Desa Kandolo yang merupakan binaan Balai TN Kutai serta hasil olahan dari hutan mangrove berupa syrup dan dodol mangrove yang merupakan hasil dari Kelompok Tani Pangkang Lestari Bontang. Balai Taman Nasional Kutai mendapat kesempatan untuk mengikuti Khatulistiwa Expo 2018, dengan dukungan dari PT. Pupuk Kaltim melalui kerjasama kemitraan Taman Nasional Kutai berupa penyediaan stand pameran. Sedangkan untuk penyediaan bahan informasi, atraksi dan lainnya merupakan hasil kerjasama tim Balai TN Kutai yang dilaksanakan secara gotong royong. Kerjasama dan gotong royong merupakan semangat yang sudah terbangun di Balai TN Kutai sejak lama dan senantiasa menjadi modal dalam menyelesaikan pekerjaan. Karena semangat tersebut, pekerjaan yang bagi orang lain berat, bagi staf balai TN Kutai menjadi ringan bahkan menjadi momen untuk rekreasi. Hal ini tergambar juga dalam setiap hari penjagaan stand pameran Khatulistiwa Expo 2018. Setiap hari stand TN Kutai selalu ramai, bukan saja oleh pengunjung, namun juga oleh Tim TN Kutai yang menjadikan kegiatan penjagaan stand bukan sebagai pekerjaan semata, tetapi sebagai sarana untuk bersosialisasi dan rekreasi. (lita kabangnga) Sumber : BTN Kutai
Baca Berita

Dialog Penyelesaian Permasalahan TWA Lau Debuk-Debuk

Doulu, 4 Mei 2018. Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Lau Debuk-debuk, yang terletak di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, legalitas keberadaannya diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 320/Kpts/Um/5/1980 tanggal 9 Mei 1980, dengan luas 7 ha. Tidak dipungkiri, dalam perkembangannya kawasan ini mengalami permasalahan berupa pemanfaatan sebagian lahan/areal untuk kegiatan perladangan oleh masyarakat sekitar kawasan. Dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, mencoba menginisiasinya dengan melakukan rapat pembahasan permasalahan kawasan TWA Lau Debuk-debuk, yang dilaksanakan di Balai Desa Doulu, pada Rabu, 2 Mei 2018. Rapat ini melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dari Dusun II (Doulu Kampung) dan Dusun III (Doulu Pasar), serta turut dihadiri Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Tarigan, Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, Andoko Hidayat, dan Kepala Resort Konservasi TWA Lau Debuk-debuk, Tigor MT. Hasugian beserta staf. Pertemuan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Doulu, Fredinata Ginting, didahului dengan penjelasan oleh Kepala Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis. Dalam paparannya, Mustafa Lubis, menyampaikan maksud diadakannya pertemuan adalah untuk mensosialisasikan kawasan TWA Lau Debuk-debuk serta permasalahan yang sedang dihadapi, dan mencari solusi penyelesaiannya melalui musyawarah mufakat dengan masyarakat. “Pertemuan hari ini merupakan langkah Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyelesaikan permasalahan dengan cara non litigasi. Artinya, kami lebih mengedepankan upaya musyawarah untuk mencari solusi penyelesaian daripada menggunakan upaya hukum,” ujar Mustafa Lubis. Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Tarigan, menjelaskan pula, bahwa rapat pertemuan ini bukanlah dimaksudkan untuk saling mengklaim legalitas pemilikan dan penguasaan lahan kawasan TWA Lau Debuk-debuk, melainkan bagaimana mencari solusi terbaik (win-win solution). “Era pemerintahan sekarang sudah berubah. Kebijakan pemerintah saat ini dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, memprioritaskan kesejahteraan masyarakat namun tetap menjaga dan mempertahankan kelestarian khususnya kawasan konservasi,” urai Tuahman Tarigan. Sehingga melalui pertemuan ini, harapannya kedepan akan tercipta pola pengelolaan TWA Lau Debuk-debuk dimana masyarakat sekitar ikut merasakan manfaat dari keberadaan kawasan tersebut. “Bagaimanapun TWA Lau Debuk-debuk merupakan aset bersama antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu perlu duduk bersama untuk merumuskan bagaimana solusi pengelolaannya,” ujar Tuahman Tarigan lebih lanjut. Pertemuan yang penuh kehangatan dan keakraban ini menyepakati bahwa akan ada pertemuan lanjutan guna membahas hal-hal yang perlu diperjelas/dipertegas, terutama berkaitan dengan dokumen status lahan kawasan, dimana dalam Peraturan Presiden RI Nomor 88 Tahun 2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan, pada Pasal 9 ayat 1 disebutkan bahwa “Pola penyelesaian untuk bidang tanah yang dikuasai dan dimanfaatkan setelah bidang tanah tersebut ditunjuk sebagai kawasan hutan dengan fungsi konservasi dilakukan melalui resettlement”. Diharapkan Peraturan Presiden ini dapat dijadikan rujukan nantinya. (Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Direktorat KK Gelar Bimtek METT di Batam

Batam, 4 Mei 2018. Berlokasi di Da Vienna Boutique Hotel, Batam pada tanggal 2-5 Mei 2018, Direktorat Kawasan Konservasi mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dengan Metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool). Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang berasal dari 25 UPT KSDA dan 15 TN serta 3 UPTD Pengelola Tahura. Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan untuk mempersiapkan fasilitator penilaian METT pada UPT/UPTD sebagai lokasi target peningkatan indeks METT 70% pada tahun 2018. Menghadirkan narasumber yang berasal dari Direktorat Kawasan Konsevasi, GAIA-dB Consultant dan Wildlife Conservation Society, melalui kegiatan tersebut peserta dapat mengetahui teknik-teknik fasilitasi penilaian efektivitas pengelolaan menggunakan metode METT dan memahami upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan kawasan konservasi yang efektif. Management Effectiveness Tracking Tool (METT) sebagai alat untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan konservasi menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tertuang dalam Dokumen RPJMN, yaitu Jumlah kawasan konservasi yang ditingkatkan efektivitas pengelolaannya hingga memperoleh nilai indeks METT minimal 70% pada minimal 260 unit KSA, KPA dan TB di seluruh Indonesia. Sumber : Direktorat KK
Baca Berita

BBKSDA Jatim Kembali Ungkap Perdagangan Online Satwa Liar

Jember, 4 Mei 2018. Hasil kerjasama antara Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) dengan Satreskrim Polres Jember membuahkan penangkapan pelaku perdagangan satwa online berupa lutung jawa. Penangkapan dilakukan di depan Pom Bensin Kalisat Jl. Diponegoro 120 Kalisat - Jember pada hari Jumat tanggal 4 Mei 2018 jam 20.30 Wib. Pelaku menjual di akun Facebook pribadinya dengan inisial PW, pelaku yang masih berumur 21 tahun menawarkan lutung jawa di group jual beli hewan dengan harga Rp.400.000,-. Pelaku yang merupakan warga Kalisat - Jember dengan inisial SFSS mendapatkan lutung jawa yg masih berumur 2,5 bulan tersebut dengan membeli dari warga Kec. Mayang - Jember dengan harga yg cukup murah, yaitu Rp. 100.000,- Pengungkapan perdagangan online di wilayah Jember dan Banyuwangi pada kurun waktu 6 bulan ini adalah kali kedua. Setelah mengungkap perdagangan online di Banyuwangi. Facebook adalah salah satu media sosial yg saat ini masih digemari oleh penjual dan pembeli satwa liar. Pelaku melanggar pasal 21 ayat (2) huruf a UU No 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan diancam pidana 5 (Lima) tahun dan denda paling banyak Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah). Sumber : Dheny M - Polhut Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BBTN Bukit Barisan Selatan Jajaki Kerjasama Kemitraan dengan Multi Pihak

Bandar Lampung, 4 Mei 2018. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Ir. Agus Wahyudiyono membuka Rapat Koordinasi Kerjasama Kemitraan Lingkup Balai Besar TNBBS Tahun 2018, Jum’at 4 Mei 2018 di Hotel Emersia Bandar Lampung. “Kami ucapkan terimakasih kepada para mitra kerja, yang telah mendukung pengelolaan kawasan TNBBS. Pada kesempatan ini, kita mengundang beberapa narasumber dari tingkat pusat, agar kita dalam menyelenggarakan program/kegiatan perjanjian kerjasama memahami mekanisme dan tujuan diselenggarakannya PKS ini” kata Agus. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBBS Heru Rudiharto, S.Si.,M.P selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa Penyelenggaraan kegiatan Rapat Koordinasi Kerjasama/Kemitraan lingkup Balai Besar TNBBS pada hari ini bertujuan untuk: 1). Sinkronisasi kegiatan kerjasama lingkup Balai Besar TNBBS untuk mewujudkan pengelolaan kawasan TNBBS yang efektif dan kolaboratif; 2) Pembinaan terhadap kegiatan kerjasama/kemitraan lingkup Balai Besar TNBBS; 3) Sosialisasi peraturan dalam penyelenggaraan kerjasama kawasan pelestarian alam dan kawasan suaka alam; dan 4) Mewujudkan penyelenggaraan kegiatan kerjasama/kemitraan yang tertib baik secara administrasi maupun teknis. Kegiatan Rakor Kerjasama ini menghadirkan narasumber antara lain : 1) Kepala Subdit Pemanfaatan Kawasan Strategis Direktorat PIKA yang diwakili oleh Kepala Seksi Kolaborasi Kawasan Konservasi, memaparkan mengenai ”Implementasi Permenhut No. P.85/Menhut – II/2014 dan Permen LHK No. P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017”, 2) Kepala Bagian Keuangan Setditjen KSDAE, memaparkan mengenai “Tata Cara Hibah Barang Dan Jasa Hasil Dari Perjanjian Kerjasama” Mitra kerjasama lingkup Balai Besar TNBBS sampai dengan saat ini berjumlah 18 mitra yang tertuang dalam bentuk perjanjian kerjasama yang terdiri dari 6 (enam) perjanjian kerjasama dalam rangka pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan dan 12 (dua belas) perjanjian kerjasama dalam rangka penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati serta 2 (dua) dokumen MoU. Rakor Kerjasama Kemitraan Lingkup Balai Besar TNBBS dihadiri oleh perwakilan dari para mitra kerja. Mitra kerjasama Balai Besar TNBBS antara lain : Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang; Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang; Balai KSDA Bengkulu; Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat; Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat; Kodim 0424/Tanggamus; Kodim 0422/Lampung Barat; Lembaga Biologi Molekuler Eijkman; PT. Natarang Mining; PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung; PT. Adhiniaga Kreasinusa; PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha; PT. Telkom Indonesia, Tbk; PT. Indosat; Fakultas Kehutanan IPB; WCS-IP; Yayasan WWF Indonesia; Yayasan Badak Indonesia (YABI); IAR; Kelompok Tani Hutan Damar Indah Jaya. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Berita

Pembukaan Sawora, Dirjen KSDAE diundang ke Somboko

Papua, 3 Mei 2018. Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, diundang ke Kampung Sombokoro, Distrik Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih untuk membuka Sawora, Senin, 30 April 2018. Ismail Munuari, Kepala Kampung Sombokoro mengatakan, masyarakat Sombokoro sangat merindukan untuk mengambil hasil laut di lokasi tersebut yang telah ditutup selama dua tahun, dan mengharapkan kepada pemerintah daerah dapat membantu memasarkan hasil laut dari Sawora itu. Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Deny Simbar mengatakan, Sawora ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, oleh karena itu kegiatan pelestarian sumber daya alam dapat terus dipertahankan. “Sawora merupakan contoh nyata dari kearifan lokal”. Demikian yang dikatakan Bapak Wiratno dalam sambutannya pada acara pembukaan Sawora. Sawora merupakan inisiatif dari masyarakat kampung Sombokoro untuk menutup sementara lokasi pengambilan hasil laut. Lokasi tersebut sudah ditutup sejak tahun 2015 lalu dengan maksud untuk menjaga mutu dan populasi sumber daya laut agar tetap lestari dan hasilnya dapat didistribusikan secara merata sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sumber : BTN Teluk Cenderawasih
Baca Berita

Alunan Kecapi Ciremai Semarakkan Pembukaan Indofest 2018

Jakarta, 3 Mei 2018. Komposisi musik kecapi, lebih tepatnya Kacapi Ciremai berupa nada instrumentalia (Sekar Gending) mengawali Talkshow pertama setelah pembukaan Indofest 2018. “Harmonisasi nada Kacapi Ciremai sebenarnya sangat indah cantik dan indah ketika dimainkan di alam pegunungan, sebagai pengiring “nyanyian” alam itu sendiri, seperti angin, air, burung-burung serta Flora-Fauna dan fenomena alam lainnya yang ada di sekitar pegunungan,” penggalan prolog dari Dedi Arianto, masyarakat Forum Ciremai yang menyuguhkan Kacapi Ciremai. Namun pada Indofest 2018 kali ini Kacapi Ciremai sengaja dihadirkan untuk menyampaikan pesan dari alam Taman Nasional Gunung Ciremai serta sapaan hangat kearifan budaya lokal masyarakatnya. “Setiap kita, pecinta alam & petualang alam bebas adalah pewarta dan penyampai pesan melalui akun media sosial masing-masing, akan kearifan tradisional dan alam yang kita kunjungi,” kata Djati Witjaksono Hadi, Kepala Biro Humas KLHK dalam talkshow yang bertemakan “Peran Generasi Milenial dalam Konservasi & Pembangunan KLHK”. Pada kesempatan yang sama, Herry Subagiadi, Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) menyampaikan, “Indonesia memiliki 74 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mengelola konservasi, 54 diantaranya khusus mengelola hutan konservasi berupa Taman Nasional (TN). Masing-masing TN ini memiliki keunikan alam, flora-fauna, budaya masyarakat tersendiri. Jadi adik-adik pecinta alam tidak akan kehabisan tempat untuk menjadi destinasi petualangan wisata alam bebas. Namun yang mesti diingat adalah kita harus melakukan perjalanan petualangan yang bertanggung jawab. Jangan menimbulkan kerusakan di alam, meski hanya meninggalkan secuil plastik bungkus permen pun.” Dalam talkshow tersebut juga dihadirkan Kepala Balai TN Ujung Kulon, yang mendapat mandat utama dari Pemerintah untuk mengelola badak Jawa beserta habitatnya. Juga tokoh geberasi muda pelaku kegiatan alam bebas, pendaki gunung serta penulus buku, Harley Bayu Sastha, untuk berbagi pengalaman dan semangat untuk selalu mengeksplor dan mencintai alam Indonesia dengan penuh tanggung jawab. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Biro Humas sangat mendukung penyelenggaraan pameran Indonesia Outdoor Festival atau yang lebih dikenal dengan Indofest 2018. Pameran ini sangat sejalan dengan program KLHK untuk membudayakan hidup ramah dan bersahabat dengan alam dan lingkungan, serta pesan Menteri LHK Siti Nurbaya untuk mengenali dan mencintai negeri Indonesia ini dengan cara yang baik dan benar. Sangat sejalan dengan pergeseran tren generasi muda milenial jaman now, bahwa bertualang ke alam bebas sudah menjadi gaya hidup. Bahkan pesan-pesan dari kearifan alam dan masyarakat sekitar kawasan yang menjadi destinasi petualangan wisata alam bebas semakin mudah disampaikan ke seluruh penjuru dunia, berkat perkembangan teknologi digital dan media sosial. Indofest kali ini memasuki tahun keempat, dan tahun kedua yang didukung KLHK. Penyelenggaraan tahun ini berlokasi di JCC Senayan Jakarta, dari tanggal 3 -6 Mei 2018. Selain menampilkan produk-produk hasil inovasi yang dikhususkan untuk mendukung kegiatan alam bebas, juga hadir beberapa booth Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam serta booth privat lain dengan konsep konsep edukasi dan cinta alam serta Biro Perjalanan Wisata dan yang lainnya. Keikutsertaan Taman Nasional Gunung Ciremai dalam Kegiatan Indofest ini bergabung dalam booth KLHK, merupakan pengalaman pertama, dan merupakan kesempatan untuk mengenalkan potensi pariwisata alam sekaligus sebagai ajang promosi praktek pengelolaan jasa pariwisata alam bersama masyarakat untuk menjadikan masyarakat berdaulat di rumah sendiri. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai [teks & foto © TNGC & Biro Humas KLHK | Agus & Kus]
Baca Berita

Persiapan Kerjasama Pengamanan Kawasan CA Pulau Sempu Bersama Profauna

Pulau Sempu, 3 Mei 2018. Pos Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu, Cagar Alam Pulau Sempu Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) menjadi tempat Rapat Persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBKSDA Jatim dengan Profauna. Perjanjian kerjasama ini dalam rangka pengamanan Cagar Alam Pulau Sempu, dimana nantinya akan ada personil Profauna yang ditempatkan di Pos Resort 21 Sempu guna bergabung dengan personil BBKSDA Jatim yang bertugas di Resort Pulau Sempu. Kerjasama ini disambut baik BBKSDA Jatim karena dengan pengamanan kawasan bersama dapat meningkatkan patroli pengamanan di Cagar Alam Pulau Sempu. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Korsa Rimbawan Harga Mati

Nabire, 30 April 2018. Sepenggal petuah dari Wiratno, Direktur Jendral KSDAE dalam rangkaian kunjungan kerja ke Tanah Papua negeri "Surga Kecil Jatuh ke Bumi" di ufuk Timur Nusantara. Rangkaian kunjungan berawal dari Manokwari, Papua Barat pada Minggu, 30 April 2018, lalu berkeliling dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, dilanjutkan ke Nabire, Papua mengunakan transportasi laut pada Selasa, 1 Mei 2018. Setibanya di Nabire, beliau disambut korps rimbawan Kabupaten Nabire. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyempatkan diri untuk ramah tamah dengan para rimbawan dari jajaran struktural dan staff Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Balai Besar KSDA Papua, Balai Taman Nasional Lorentz dan Balai Gakum Maluku dan Papua. Orang nomor satu di jajaran Ditjen KSDAE ini berpesan agar kita sesama rimbawan saling tolong menolong sehingga kita di Papua dapat menjadi contoh dalam rangka meningkatkan jiwa korsa rimbawan yang sekarag mulai pudar. Korsa Rimbawan Harga mati. "Sokoy,2018" Sumber : Balai TN Lorentz Dokumentasi : SPTNW III Nabire
Baca Berita

Taman Nasional Bunaken Menjadi Bagian Representatif Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat

Malaysia, 3 Mei 2018. Lokakarya tentang penyusunan pedoman dan praktik terbaik untuk pertanian dan pengelolaan perikanan sebagai ekowisata yang berkelanjutan, yang dilaksanakan di Kinabalu – Malaysia tanggal 3 – 4 Mei 2018, Taman Nasional Bunaken menjadi bagian dari perwakilan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dalam pengelolaan perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target environment cluster BIMP-EAGA (Brunei Darusalam, Indonesia, Malaysia, Philippines – East ASEAN Growth Area) dimana outputnya adalah terdapat 2 komunitas yang tercatat memiliki best practice dalam pengelolaan ecotoursm dan mengadopsi standart yang berlaku, 1 komunitas menerapkan best practice farming/fishing, serta 50 SMEs mengadopsi clean and green production technology pada tahun 2025. Lokakarya penyusunan pedoman dan praktik terbaik untuk pertanian dan pengelolaan perikanan sebagai ekowisata yang berkelanjutan sebagai tindaklanjut dari pertemuan perencanaan strategis di Brunei Daerusalam tanggal 12-14 Februari 2018, dimana diperlukan diskusi lebih lanjut untuk memungkinkan anggota BIMP-EAGA untuk membahas lebih lanjut tentang kompilasi pedoman yang ada dan praktik terbaik dalam hal pertanian dan pengelolaan perikanan untuk ekowisata yang berkelanjutan. Taman Nasional Bunaken menyampaikan praktik-praktik terbaik kelompok binaan Cahaya Tatapaan yang mengembangkan pengelolaan perikanan di zona tradisional pada wilayah perairan Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Cahaya Tatapaan merupakan kelompok pelopor mengelola perikanan bertanggung jawab melalui Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bunaken. Kelompok Cahaya Tatapaan mengimplementasikan Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di zona tradisional, PAAP merupakan Kampanye Kebanggaan kemitraan antara Balai Taman Nasional Bunaken dan Rare Indonesia periode 2014-2017 atas inisiasi perikanan secara global. Dengan mengelaborasikan tatakelola pengelolaan perikanan dan ekowisata pada tahun 2017 Cahaya Tatapaan menjadi salah satu nominator Indonesia Sustainability Toursm Award (ISTA), anugerah wisata berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata. Aktivitas yang dilakukan kelompok Cahaya Tatapaan adalah mengukur panjang dan berat ikan sebagai bagian monitoring terhadap kelangsungan sumber daya perikanan di kawasan konservasi agar ikan terpantau kestabilan tangkapan dan mencegah terjadinya tangkapan berlebih yang mengakibatkan menyusutnya pendapatan dan kelebihan tangkapan. Selain itu menjalankan wisata terbatas dalam paket wisata snorkelling, wisata pantai, wisata menyusuri mangrove dengan perahu katinting, membuat makanan tradisional abon ikan dengan kemasan bambu dan membawa dampak perubahan dalam kepedulian lingkungan seperti penanaman mangrove, transplantasi karang, pendidikan konservasi, pembuatan bak sampah dan bersih pantai serta pelepasan penyu ke alam yang tertangkap jaring oleh anggota kelompok. Dengan PAAP memberikan solusi spesifik terhadap perikanan tradisional dan skala kecil. Sasaran utamanya adalah kelompok masyarakat nelayan untuk melakukan pengelolaan wilayah perikanan atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah yang mengkombinasikan Kawasan Larang Ambil (KLA) sebagai “Tabungan Ikan”. Kepercayaan tersebut ditangkap oleh Cahaya Tatapaan sebagai pioner dan telah dimitrakan dalam Perjanjian Kerjasama tentang Penguatan Fungsi Kawasan Pelestarian Alam Berupa Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemberian Akses Area Perikanan Pada Zona Pemanfaatan Tradisional Taman Nasional Bunaken Nomor : 472/BTNB/TU/TEK/11/2017 dan Nomor : 17/CTT/11/2017 Sumber : BTN Bunaken
Baca Berita

Kader Konservasi BBKSDA Jatim Selamatkan Kucing Hutan

Tulungagung, 4 Mei 2018. Berawal dari informasi kepemilikan satu ekor satwa dilindungi Undang-undang jenis kucing hutan di media sosial, kader konservasi wilayah Tulungagung binaan Seksi Konservasi Wilayah I Kediri Bidang KSDA Wilayah I Madiun Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) merencanakan tindak lanjut penyelamatan satwa tersebut. Kader Konservasi tersebut adalah KPA Apel Dan Lembaga Edukasi Cakra, mereka segera menelusuri informasi dan didapatkan fakta mencengangkan bahwa pemiliknya adalah seorang pelajar yang beralamat di dusun Kedungjalin, Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan keterangan pemilik, yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa satwa yang dimilikinya merupakan satwa yang dilindungi dan dilarang untuk dipelihara. Satwa tersebut ditemukan di persawahan sekitar setahun yang lalu dan dipelihara. Berbekal pengetahuan tentang konservasi, kader konservasi memberikan pengertian kepada pemilik bahwa kucing hutan merupakan satwa dilindungi Undang-undang. Dengan penjelasan tersebut, pemilik menyadari kesalahannya dan secara sukarela menyerahkan satwa tersebut. Setelah berkoordinasi dengan Resort Konservasi Wilyah 02, Kader Konservasi menyerahkan satwa tersebut ke kantor Seksi Konservasi Wilayah I pada Kamis sore tanggal 3 Mei 2018. Selanjutnya satwa tersebut dititipkan sementara ke Lembaga Konservasi PD. Obyek Wisata Umbul. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Menjaring Rimbawan Muda Kapuas Hulu

Putussibau, 3 Mei 2018. Sebanyak 50 siswa beserta orangtua dan pihak terkait lainnya dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan perwakilan sekolah menerima penjelasan program pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri Samarinda (SMKKN Samarinda) di kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Kamis (03/05). Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan informasi yang luas kepada masyarakat di Kab Kapuas Hulu mengenai program pendidikan kejuruan kehutanan. Diharapkan semakin banyak generasi muda Kapuas Hulu dapat mengenyam pendidikan di sekolah binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. Hal ini dijelaskan Gunawan Budi Hartono saat mewakili Kepala Balai Besar TN Bentarum dalam pembukaan acara. "Kita harapkan semakin banyak generasi muda dari Kapuas Hulu bisa berkiprah dalam dunia kehutanan"jelasnya. Selain di kantor BBTN Bentarum, sosialisasi juga dilaksanakan di dua sekolah menengah pertama di Putussibau yaitu SMPN 1 Putussibau dan MTsN Putussibau. Dalam kegiatan tersebut, pihak SMKKN Samarinda memberikan motivasi kepada siswa untuk dapat meningkatkan prestasi di sekolah sehingga kesempatan sekolah di SMKKN Samarinda semakin terbuka. Tim SMKKN Samarinda dan BBTNBKDS juga menyempatkan diri mendampingi calon peserta yang sudah mendaftar dalam melaksanakan test kesehatan di RSUD Ahmad Diponegoro, Putussibau. Seperti tahun-tahun sebelumnya, BBTN Bentarum membantu memfasilitasi pendaftaran dan penyelenggaraan tes masuk SMKKN Samarinda khususnya pelajar SMP di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain membuka peluang yang lebih besar bagi lulusan SMP di Kab Kapuas Hulu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi tujuan lainnya adalah meringankan beban transportasi dan akomodasi yang harus ditanggung orangtua apabila pelaksanakan tes dilaksanakan di luar Putussibau. Tingginya minat pelajar SMP di Kapuas Hulu untuk melanjutkan pendidikan di SMKKN Samarinda. "Minat pelajar yang tinggi dari sini menjadi pertimbangan utama dipilihnya Putussibau sebagai salah satu lokasi pendaftaran dan tes penerimaan siswa baru" jelas Gunawan. Tahun ini merupakan tahun ketiga BBTN Bentarum membantu pelaksanaan tes masuk SMKKN Samarinda. Untuk tahun ajaran 2018/2019 tercatat 73 pelajar telah menyampaikan berkas pendaftaran ke kantor BBTN Bentarum. Selanjutnya berkas pendaftaran tersebut akan diseleksi oleh panitia seleksi di SMKKN Samarinda. Bagi peserta yang lolos seleksi berkas, akan diikutsertakan untuk mengikuti rangkaian tes selanjutnya yaitu tes tertulis dan tes fisik. "Harapannya kelak mereka menjadi pemimpin disini ataupun lembaga kehutanan lainnya" pungkas Gunawan mengakhiri penjelasannya. Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda rencananya akan dilaksanakan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum di Putussibau merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Bupati Kapuas Hulu dan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun lalu, sehingga pelaksanaan ujiannya di Putussibau. Selain Putussibau, Pelaksanaan Tes Masuk SMKKN Samarinda hanya ada di Ibukota Provinsi, seperti: Samarinda, Tarakan, Banjarbaru, Palangkaraya dan Pontianak. Kerjasama ini merupakan yang pertama di Indonesia. Pihak pemda sangat mendukung proses seleksi masuk tersebut. Bahkan pihak pemda turut memberikan bantuan transport dan uang saku bagi anak didik yang lolos. Sebagai kabupaten konservasi, Kapuas Hulu sangat membutuhkan tangan tangan muda penggerak konservasi. Seleksi masuk tahun ini adalah kali ke-3 diselenggarankan di Putussibau. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Perempuan Penggiat Pewarna Alami

Jakarta, 2 Mei 2018. Bertepatan dengan perayaan Hari Pendidikan 2 Mei 2018, siang itu Dua orang ibu dari Dusun Kelayam Desa Manua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu terlihat menjadi bagian dari peserta pameran yg dilaksanakan oleh Museum Tekstil di Jakarta pada tanggal 2-13 Mei 2018. Pameran ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diwakili Asisten Deputi Warisan Budaya Dr. Ir. Pamuji Lestari, MSc. Kedua ibu yg terlihat sangat sederhana ini adalah Ibu Margaretha Bermas atau di kampungnya sering disapa Aya dan Ibu Yuliana Hermina. Kehadiran mereka atas fasilitasi dari Warlami (Warna Alam Indonesia) bersama Balai Besar Tana Bentarum. Desa Manua Sadap merupakan salah satu desa penyangga yang sangat penting bagi Taman Nasional Betung Kerihun. Berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilakukan oleh Balai Besar TaNa Bentarum bersama para mitra, salah satu mitranya adalah Warlami yang telah melakukan kegiatan pembinaan pada perajin tenun ikat di Desa Manua Sadap dan Desa Pelaik. Ibu Myra Widiono yang merupakan Ketua Warlami menyampaikan bahwa Warlami merupakan perkumpulan perajin, pelaku kriya tekstil, akademisi, dan pemerhati yang memiliki panggilan untuk mencapai kemandirian menuju swasembada sandang. Misinya adalah untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi luhur nenek moyang dalam penggunaan warna alam untuk wastra/kain tradsional secara lestari dan meningkatkan/memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat perajin wastra tersebut. Salah satu kegiatan Warlami adalah membina dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan pewarna alam kepada para artisan wastra yang tersebar di berbagai kawasan nusantara Nenek moyang kita sudah mengenal sekurangnya 75 jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sumber pewarna alami yang digunakan untuk pewarna tekstil. Salah satu tanaman penting dalam dunia pewarnaan wastra tradisional Indonesia adalah Nila/Tarum/Rengat (Indigofera tinctoria L., Indigofera arecta, Indigofera marsdenia L.) yang menghasilkan warna biru. Begitu pentingnya tanaman Tarum ini sehingga Belanda pada tahun 1830-1850 memberlakukan tanam paksa (cultuur stelsel) untuk tumbuhan Tarum. Dengan diberlakukan tanam paksa tersebut menjadikan Hindia Belanda sebagai pengekspor indigo terbesar di dunia. Berbagai tempat di Nusantara memiliki wastra yang sangat kaya dan beragam corak dan warna serta memiliki cara atau teknik tersendiri dalam pembuatannya. Warna, motif dan corak yang diterapkan sangat unik, bukan sekedar mempercantik penampilan kain belaka, tetapi memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Hal inilah yang juga menjadikannya sebagai kekuatan dari wastra nusantata. Warna-warna yang memiliki kedalaman dan aura magis itu berasal dari berbagai bahan yang terdapat di sekitar lingkungan suatu masyarakat menetap, antara lain dari tumbuh-tumbuhan. Salah satu teknik pewarnaan alami yang merupakan warisan nenek moyang suku Iban adalah proses Nakar. Nakar adalah proses perminyakan benang menggunakan bahan yang berasal dari alam, bukan menggunakan bahan kimia. Cara ini membuat benang makin terlihat warnanya. Nakar ini sudah makin langka dilakukan oleh masyarakat perajin. Hal ini juga yang menginspirasi Balai Besar TaNa Bentarum bersama masyarakat Desa Manua Sadap membangun kebun etnobotani yang salah satunya manfaatnya sebagai wahana untuk koleksi tanaman-tanaman pewarna alami sehingga masyarakat kembali menggunakan tradisi nenek moyang dalam proses pewarnaannya. Dalam festival ini juga menampilkan wastra dari negeri tetangga Malaysia yang dibawa oleh AHPADA (Asean Handicraft Promotion & Development Association). Presiden AHPADA Edric Ong yang beradal dari Kuching Serawak menyampaikan bahwa banyak kesamaan teknik pewarnaan alami yang digunakan oleh perajin Malaysia dengan Perajin Indonesia. Setiap tahun AHPADA mengadakan pameran tingkat ASEAN yang dilaksanakan secara bergiliran di masing-masing negara anggota yang peserta pamerannya dari 32 negara di seluruh dunia yang memiliki tradisi tenun. Tahun 2019 nanti rencananya akan dilaksanakan di Jakarta. Museum Tekstil Jakarta sangat berharap dapat menjadi host pada pameran tersebut. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

“Billy” Tidak Sendiri

Cibodas, 3 Mei 2018. Kegembiraan masih kita rasakan dengan kelahiran si “Billy”, bayi owa jawa yang selamat pada operasi Caesar di Javan Gibbon Center TNGGP, pada tanggal 28 April 2018. Besar harapan bahwa primata ikonik Pulau Jawa bagian Barat ini bisa kita lestarikan, mengingat satwa liar hasil rehabilitasi yang bersifat monogami ini berhasil dipasangkan di Javan Gibbon Center dan melahirkan keturunan. Kegembiraan seperti inipun kita rasakan terhadap dinamika populasi owa jawa di alam. Setiap tahunnya teramati satu individu lahir dari kelompok yang berbeda di site monitoring Resort Bodogol pada perioda tahun 2015-2017. Pada perioda yang sama terpantau pula satu individu baru disekitar tempat kelahiran “Billy” dan pada Tahun 2018 kita berharap akan ada kelahiran baru pada kelompok owa jawa yang hidup di habitat alaminya. Kondisi owa jawa di Site monitoring Resort Bodogol tahun 2017, cukup menggembirakan dengan komposisi kelas umur dewasa sebesar 52%, remaja 39%, dan bayi serta anak 9%. Data ini menggambarkan peluang dan harapan besar akan keberlangsungan populasi owa jawa di habitat alaminya. Kalaupun ada owa dewasa mati, sudah ada calon penggantinya dari kelompok remaja. Demikian juga bila generasi remaja sekarang, sampai pada ajalnya, akan sudah tersedia penggantinya. Kondisi tersebut ini menunjukan bahwa habitat owa jawa di kawasan ini cukup baik dan bisa menjamin kelangsungan kehidupan satwa liar, khususnya owa jawa yang keberadaannya dimuka bumi ini sudah semakin langka. Tentunya kualitas habitat yang baik ini tercitpa atas kerja sama kita semua, terutama yang peduli dengan konservasi sumber dalam hayati dan eksositemnya. Mari kita berdo’a dan berupaya agar terus lahir Billy Billy lainnya baik di habitat alaminya maupun di luar habitat alaminya. Sumber : BBTN Gunung Gede Pangrango Tulisan : Agung Gunawan (PEH) Foto : Iyan Sopian (PEH)
Baca Berita

Sosialisasi Batas Kawasan CA Manggis Gadungan

Wonorejo, 3 Mei 2018. Bertempat di Balai Desa Manggis, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai Besar KSDA Jawa Timur mengadakan sosialisasi batas kawasan CA Manggis Gadungan. Kegiatan diikuti beberapa stakeholders diantaranya Perhutani, Muspika Kecamatan Puncu, Kantor Lingkungan Hidup, UPT Kehutanan Propinsi, dan warga serta perangkat Desa Manggis dan Desa Wonorejo. Selain mengenai batas kawasan, tujuan lain yang ingin dicapai adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan penyangga (Buffer Zone). Karena saat ini permasalahan CA Manggis bergeser ke lingkar CA Manggis yang saat ini telah ditetapkan kelasnya menjadi LDTI (Lapangan Dengan Tujuan Istimewa). Selain penyampaian materi tentang batas batas kawasan, juga disampaikan pentingnya daerah penyangga untuk kelestarian CA Manggis. Pada kesempatan itu, Kepala RPH Manggis juga menguatkan status wilayah penyangga CA Manggis. Kepala RPH Manggis menjelaskan kondisi terkini LDTI dan akan melakukan pembahasan dengan SKW I untuk mewujudkan kawasan penyangga yang ideal. Diakhir acara Kepala SKW I berpesan kepada warga yang hadir agar ilmu yg didapat mengenài pentingnya pelestarian CA Manggis untuk disampaikan kepada warga masyarakat lainnya. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BBKSDA Jatim Sosialisasi Batas Kawasan di Dua Cagar Alam

Ponorogo, 3 Mei 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan kegiatan sosialisasi batas kawasan tanggal 3 Mei 2018 di dua Cagar Alam. Sosialisasi pertama di Cagar Alam Gunung Picis yang dilaksanakan di balai desa Gondowido Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dan di Cagar Al Gunung Sigogor di balai desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini sebagai informasi batas kawasan ke masyarakat desa sekitar kawasan cagar alam tersebut dan ke berbagai pihak yang berkepentingan. Kedua sosialisasi ini dihadiri instansi terkait yakni Koramil, Polsek, Asper Wilis barat, Kecamatan Ngebel, desa setempat & perwakilan masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur

Menampilkan 8.033–8.048 dari 11.140 publikasi