Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Tim Patroli Balai TN Tesso Nilo Jumpai & Padamkan Karhutla

Baserah, 5 Mei 2018. Laksanakan patroli rutin, tim Seksi Pengelola Wilayah (SPW) II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) padamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TN. Tesso Nilo pada tanggal 4 Mei 2018 tepatnya di Resort Onangan. Kebakaran hutan dan lahan yang dipadamkan tim SPW II Baserah terjadi di pinggir jalan menuju lokasi Pos PAM. Berdasarkan keterangan dari Tim patroli SPW II yang ikut serta memadamkan api, Luas Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diperkirakan lebih kurang 0,5 Ha. Setelah dipadamkan, Tim berupaya untuk melakukan pendinginan lahan yang terbakar. “Sudah kita padamkan namun pelaku tidak berhasil kita ringkus, untuk meminimalisir kebakaran lahan dan perambahan kedepannya patroli akan tingkatkan intensitasnya kita laksanakan” ungkap Kepala Seksi SPW II Baserah, Bapak Ibram E. Chandra, S.Hut, M.Sc. Hari berikutnya setelah temuan kebakaran tersebut, Tim SPW II Baserah melakukan koordinasi dengan Kepala Dusun Onangan untuk membahas kejadian kebakaran tersebut dan perkembangan pembangunan POS yang berada tidak jauh dari lokasi lahan terbakar. Koordinasi dilakukan untuk menggali informasi terkait kebakaran dan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan larangan membuka lahan dengan membuka lahan, ujar Polhut SPW II Baserah, Anton Y. J. Simamora. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Hari Kedua Gunung Palung Touring 2018 : Puisi Syahdu Taman Nasional Gunung Palung

Laman Satong, 9 Mei 2018. Hari kedua touring (03/05/18), diawali dengan mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja di Halaman Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara. Semua anggota Polisi Kehutanan yang mengikuti touring mewakili Balai TNGP hadir dalam Upacara Hari Ulang Tahun Polisi Pamong Praja ke 68 Kabupaten Kayong Utara. Kepala Balai TNGP yang ikut hadir dalam upacara tersebut berkesempatan menemui Wakapolres Kayong Utara dan Danramil Sukadana untuk menyampaikan perihal kegiatan touring. Setelah mengikuti upacara, agenda touring dilanjutkan dengan mengunjungi Desa-desa di Kecamatan Sukadana. Desa-desa di Kecamatan Sukadana yang dikunjungi pada hari kedua meliputi: Desa Pampang Harapan, Desa Sejahtera, Desa Simpang Tiga, dan Desa Riam Berasap Jaya. Rombongan Balai TNGP diterima langsung oleh Kepala Desa atau perwakilan dari Badan Permusyawaratan Desa. Pada umumnya kepala desa dan perwakilan masyarakat mengharapkan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan TNGP khususnya terkait batas kawasan taman nasional dapat diselesaikan dengan melibatkan masyarakat. Desa terakhir yang dikunjungi adalah Desa Laman Satong yang merupakan salah satu desa di sekitar kawasan TNGP yang berada di Kabupaten Ketapang. Kunjungan ke Desa Laman Satong dilakukan di rumah tokoh masyarakat yang sekaligus pegiat konservasi Bapak Yohanes Terang. Selama kunjungan ke rumah beliau, Bapak Yohanes Terang menceritakan pengalamannya dalam mempertahankan kelestarian TNGP dan menyampaikan pesan-pesan konservasi. Di akhir pesannya kepada seluruh staf Balai TNGP Bapak Yohanes Terang membacakan puisi karya sendiri tentang Taman Nasional Gunung Palung yang bikin merinding dan menggetarkan. Menutup akhir dari kegiatan touring hari kedua adalah kunjungan ke mitra Balai TNGP yaitu perusahaan kebun sawit PT Kayung Agro Lestari (PT KAL). Komitmen PT KAL dalam melindungi Orangutan dan upaya membangun koridor untuk Orangutan menjadi nilai penting kunjungan ke PT KAL. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Catatlah Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Catat

Jayapura, 9 Mei 2018. Upaya meningkatkan kemampuan dan persamaan persepsi dari Tim Penilai agar ada kesamaan dalam menilai DUPAK pejabat fungsional yang menjadi tanggung jawab Tim Penilai UPT, maka Direktorat Jenderal KSDAE mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Penilai Dupak Jabatan Fungsional pada UPT Lingkup Direktorat Jenderal KSDAE yang diselenggarakan di Puri Avia Hotel Bogor dari tanggal 7 -8 Mei 2018. Beberapa agenda materi paparan disampaikan oleh beberapa narasumber diantaranya oleh Kepala Bagian Kepegawaian Organisasi dan Tata Lakana, Munarto, B.Sc.F.,S.P.,M.M, Kepala Bagian Pengembangan dan Penilaian Kinerja Biro Kepegawaian dan Organisasi, Tuntum Rahayu,S.Sos.,M.Hum, Penyuluh Kehutanan Madya BP2SDM, Rita Marsi dan Pejabat Fungsional Analis Kepegawaian Muda, Yayat Supriatna, S.IP dan Marisa Liyana Salis, S.Sos. BBKSDA Papua tidak ketinggalan dengan mengirimkan satu orang utusan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai UPT yang mempunyai pejabat fungsional sebanyak 47 orang (34 Polhut, 10 orang PEH dan 3 orang Penyuluh Kehutanan), maka Tim Penilai Pendahuluan Dupak Fungsional BBKSDA Papua secara profesional harus menilai dengan cermat dan teliti serta menilai secara “obyektif, karena Dupak adalah sesuatu yang istimewa, penting dan wajib dalam karier pejabat fungsional. Karena dengan DUPAK inilah, maka seorang pejabat fungsional mempertanggungjawabkan tugasnya dan menjadi dasar untuk pencapaian kariernya. Dupak merupakan satu-satunya cara seorang pejabat fungsional akan bisa mendapatkan angka kredit untuk bisa naik pangkat atau naik jabatan. Pejabat Fungsional BBKSDA Papua tentunya mempunyai permasalahan masing-masing, kepentingan masing-masing dan sifat yang berbeda-beda, sehingga hal ini menjadi kompleks dalam pelaksanaannya baik untuk tugas fungsional itu sendiri maupun Dupak yang dinilai, oleh karena itu, maka sangat penting diperlukan kemampuan dan persamaan persepsi dari Tim Penilai DUPAK agar ada kesamaan dalam menilai DUPAK pejabat fungsional yang menjadi tanggung jawab Tim Penilai UPT, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan karena kurangnya pengetahuan Tim Penilai dalam penilaian Dupak. Peningkatan kapasitas Tim Penilai Dupak ini tentunya dapat membantu pelaksanaan fungsi pengelola kepegawaian BBKSDA Papua dengan menerapkan prinsip “Hati-Hati Dalam Bekerja Dan Bekerjalah Dengan Sepenuh Hati”. Bagi pejabat fungsional untuk kemudahan pelaksanaan tugasnya dan penyusunan Dupak, maka diperlukan prinsip “Catatlah apa yang kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa Yang Kamu Catat” Sumber : Diah Warastuti - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Indi, Hiyang, Enji dan Omas Hirup Udara Bebas

Cikahuripan, 8 Mei 2018. Sehari setelah kunjungan ke kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat, tepatnya Selasa, 8 Mei 2018, tim evaluasi program kerjasama antara Ditjen KSDAE dengan The Aspinall Foundation (TAF) (sebelumnya telah diberitakan sebanyak 23 orang yang terdiri dari unsur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdiri dari perwakilan : Setditjen KSDAE, Setbadan Litbang, Biro Perencanaan Setjen KLHK, Biro Kerjasama Setjen KLHK, Dit. KKH Ditjen KSDAE, Dit. PIKA Ditjen KSDAE, Dit. BPEE Ditjen KSDAE, sedangkan instansi diluar KLHK terdiri dari : Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan/KKP Soreang, Kementerian Sekretariat Negara, BAINTELKAM POLRI, BAIS TNI DAN Badan Intelijen Negara) dalam rangkaian kunjungan evaluasi kerjasama di lokasi Pusat Rehabilitasi Primata Endemik Jawa Patuha, Ciwidey Kab. Bandung menyempatkan melepasliarkan 4 individu Lutung jawa (Trachypitecus auratus) dengan jenis kelamin betina yang diberi nama: Indi, Hiyang, Enji dan Omas. Lokasi pelepasliaran berada di kawasan Cagar Alam Gunung Tilu di sekitar perkebunan teh Dewata blok Cikahuripan. Proses pelepasliaran dilakukan oleh perwakilan tim evaluasi kerjasama dengan cara menarik/membuka pintu pada kandang habituasi. Keempat satwa tersebut merupakan hasil rehabilitasi Pusat Rehabilitasi Primata Endemik Jawa TAF yang berasal dari hasil penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar, dimana berdasarkan hasil observasi bahwa satwa-satwa tersebut dinyatakan layak untuk dilepasliarkan maka selanjutnya satwa-satwa tersebut dipindah ke kandang habituasi dilokasi yang akan dijadikan tempat pelepasliaran. Setelah beberapa saat menjalani proses habituasi, sehingga satwa-satwa tersebut dapat beradaptasi dan terbiasa dengan “rumah” barunya, maka barulah dilepasliarkan. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

BBKSDA Jatim Bersama Poskmaswas Pindahkan 86 Telur Penyu

Jember, 9 Mei 2018. Resort Konservasi Wilayah (RKW) 16 dan RKW 15 Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama dengan Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Indah Lestari melaksanakan pemindahan dan penanaman telur penyu dari pantai Paseban Kecamatan Kencong Jember ke lokasi penanaman milik anggota Pokmaswas di Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Pemindahan dilakukan untuk menghindari pencurian. Telur penyu yang berhasil dipindahkan sebanyak 86 butir. Aksi pemindahan ini dilakukan karena diketahui jejak penyu tempayan bertelur namun telur tersebut menghilang. Kemudian tim melakukan sosialisasi terhadap warga sekitar pantai untuk melaporkan apabila ada penyu bertelur disepanjang pantai Maleman-Paseban Kencong sampai pantai Nyamplung Kobong-Getem Gumukmas. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

DPRD Kutai Timur Kunjungi Balai TN Kutai

Bontang, 9 Mei 2018. Untuk menjalin tali silaturahmi antara Balai Taman Nasional Kutai bersama DPRD Kabupaten Kutai Timur, DPRD Kabupaten Kutai Timur melakukan kunjungan ke kantor Balai Taman Nasional Kutai. Dalam kunjungannya, DPRD Kutai Timur diwakili oleh Bapak Herlang Mapatiti didampingi kelompok Pemuda Panca Marga (PPM) Kutai Timur dan Staf DPRD Kutai Timur. Dalam pertemuan ini, sektor pariwisata merupakan pokok pembahasan antara DPRD Kutai Timur, PPM, dan TN Kutai. Bapak Herlang menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Kutai Timur sempat mengalami defisit. Meskipun demikian, dari sektor pariwisata, beliau menyatakan tidak pernah mengalami defisit. Hal ini membuat beliau sangat tertarik untuk mengembangkan Tanjung Prancis sebagai salah satu lokasi tujuan wisata di Kutai Timur karena memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Tanjung Prancis sendiri merupakan lokasi yang berada di Taman Nasional Kutai dan masuk dalam zona pemanfaatan. “Saya menyambut baik dan berterima kasih jika ada ide-ide dari masyarakat untuk mengembangkan sektor pariwisata Taman Nasional Kutai asalkan sesuai dengan peraturan yang berlaku”, ungkap Kepala Balai TN Kutai, Bapak Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. Beliau melanjutkan bahwa ada dua skema yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengelolah wisata di dalam kawasan TN baik melalui skema kerjasama sesuai dengan P.44/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.85/MENHUT-II/2014 tentang Tata Cara Kerjasama Penyelenggaraan Kawasan Swaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, maupun skema izin/IPPA sesuai dengan PP nomor 36/2010 dan Peraturan Menteri Kehutanan No.48/Menhut-II/2010 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Kepala Balai TN Kutai juga menyampaikan pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Dirjen KSDAE bahwa masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi harus diberdayakan dan mendapat manfaat dari adanya Taman Nasional. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat menjadi momen untuk menjalin komunikasi demi keutuhan dan kelestarian TN Kutai pada masa mendatang. Sumber : BTN Kutai
Baca Berita

Stop Illegal Logging Bersama Balai TN Sebangau, Balai Gakkum Dan Kepolisian

Palangkaraya, 8 Mei 2018. Kegiatan patroli pengaman yang dilaksanakan Balai TN Sebangau pada Tanggal 7 Mei 2018 kembali menemukan kayu olahan hasil illegal logging di lokasi KM 17, KM 23 Tjilik Riwut dan pondok kerja illegal logger di KM 17 yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional Sebangau. Kayu temuan berasal dari dalam Kawasan konservasi, hal ini dilihat dari tunggul bekas tebangan yang ditemukan oleh tim. Tim menemukan kayu olahan dalam bentuk papan dan balok jenis meranti di KM 17 dengan total 11,072 m3, dan pondok kerja illegal logger, tetapi pelaku tidak ditemukan di lokasi. Pada saat bersamaan tim patroli juga menemukan kayu cerucuk (kayu bulat kecil) di lokasi KM 23 sebanyak 648 batang. Dari hasil temuan tersebut, kemudian Balai TN Sebangau kemudian melakukan koordinasi dengan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah I Palangka Raya dan Polsek Bukit Batu. Dari hasil koordinasi tersebut kemudian dilakukan pemusnahan seluruh kayu temuan pada tanggal 9 Mei 2018 dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri Balai TN Sebangau, Polsek Bukit Batu dan Balai Gakkum. Dalam pemusnahan ini dihadiri oleh Kapolsek Bukit Batu (IPDA Arif Dany Susanto, S.H) dan Kepala SPTN Wilayah I (Lisna Yulianti, S.Hut, M.Sc). Kegiatan pemusnahan dilakukan dengan menggunakan chainsaw dengan memotong kayu temuan tersebut menjadi beberapa bagian kecil sehingga tidak memiliki nilai komersial. Pondok kerja illegal logger juga ikut dihancurkan oleh tim dengan tujuan agar pelaku illegal logger tidak dapat menggunakan pondok untuk bekerja. Diharapkan dari hasil kegiatan ini dapat diminimalisir tindak pelanggaran kehutanan di TN Sebangau khususnya illegal logging dan perambahan Kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Sebangau
Baca Berita

Interaksi Unik Antara Petugas Kebersihan Dan Jasa Dive Center Untuk Kelestarian Kawasan TN Bunaken

Manado, 9 Mei 2018. Perahu kebersihan perairan di Pulau Bunaken, Taman Nasional Bunaken dipersiapkan untuk mengambil sampah yang ada di permukaan air. Tarmaksi Dumat salah seorang petugas kebersihan menyampaikan, dalam sehari perahu kebersihan menghabiskan waktu lebih dari 6 jam, untuk mengambil sampah dipermukaan perairan, perahu beroperasi mulai dari jam 7 pagi sampai jam 14.00 WITA. Saat ini terdapat 2 perahu dengan 2 orang petugas pada tiap perahu. Kegiatan pembersihan dilakukan dalam 1 minggu, yaitu bekerja selama 5 hari mulai Senin sampai dengan Jumat. "Rute pembersihan perairan dibagi menjadi 2 yaitu rute pertama, berangkat dari Pantai Liang ke arah Likuan divespot sampai ke Bunaken Timur divespot. Rute kedua berangkat dari Pantai Liang ke arah Tawara - Alung Banua kemudian Fukui divespot sampai Pantai Pajang, akan tetapi aktivitas pembersihan juga tergantung kondisi sampah di perairan, cuaca serta arus air", sambung Dumat. Kali ini ada yang berbeda dalam aktivitas pembersihan perairan, ada kerja sama yang baik, unik antara perahu pemungut sampah, perahu patroli wisata, dan perahu pengunjung. Petugas patroli melakukan aktivitas monitoring pengunjung dan mensosialisasikan kepada kru boat dan divers, "apabila ada sampah di perahu dan perairan agar diambil, bawa keatas, jika kebetulan lewat perahu kebersihan silakan mendekat, kemudian sampah diambil, dipindah ke perahu kebersihan, apabila tidak menjumpai perahu kebersihan, maka sampahnya dibawa ke darat, kemudian petugas kebersihan dari Kelurahan Bunaken yang ambil." Meydi Karoles, seorang guide dari Living Color Dive Resort mengatakan, "langkah maju dan hal ini bagus bagi Taman Nasional Bunaken, dapat memberikan kesan positif bagi tamu yang datang bahwa aktivitas seperti ini merupakan salah satu upaya Balai Taman Nasional Bunaken untuk melestarikan kawasan." Sumber : Pandu Wijaya - BTN Bunaken
Baca Berita

BBKSDA Jabar Kebanjiran Penyerahan Satwa

Purwakarta, 9 Mei 2018. Kali ini giliran Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Purwakarta Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) mendapat penyerahan sukarela satwa liar yang dilindungi Undang-undang (UU) pada Kamis, 10 Mei 2018 pukul 13.30 WIB. Sebanyak 5 ekor satwa liar yang dilindungi UU yang terdiri dari sepasang Binturong (Arctictis binturong), 1 (satu) Ular Sanca Bodo Albino (Python molurus) jantan, 1 (satu) Beo Nias (Gracula religiosa) dan 1 (satu) Burung Bangau Sandanglawe (Cicobia episcopus) diserahkan secara sukarela dari masyarakat yang berinisial AH, berumur 32 tahun, seorang wiraswasta yang beralamat di Purnawarman Selatan RT 053 RW 013 Ds. Sindangkasih Kec. Purwakarta Kab. Purwakarta kepada Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW IV Purwakarta. Menurut pengakuan AH satwa Binturong merupakan hibah dari daerah Jawa Tengah, sedangkan satwa lainnya dibeli dari masyarakat sekitar yang sengaja datang ke lokasi perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja, yang selanjutnya dipelihara untuk sementara dan akhirnya diserahkan kepada negara. Saat ini satwa-satwa tersebut dititiprawatkan di Kebun Binatang Bandung untuk mendapat perawatan dan rehabilitasi. Sebelumnya Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL SKW lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat bergantian mendapat penyerahan sukarela satwa liar yang dilindungi Undang-undang dari masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Komitmen Bersama Bersihkan TN Karimun Jawa dari Aktivitas Kapal Tongkang

Karimun Jawa, 4 Mei 2018. Komitmen bersama bersihkan TN Karimun Jawa dari aktivitas kapal tongkang dengan diskusi yang dihadiri pihak Greenpeace, Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj), perwakilan Gakkum Surabaya, Polairud Polda Jateng dan LSM Akar di Kapal Rainbow Warrior pada tanggal 4 Mei 2018. Greenpeace berharap kedepan tidak ada lagi kapal besar/tongkang batubara yang melintasi/masuk/berlabuh di dalam kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Greenpeace akan membuat platform monitoring/pengawasan berbasis laman di web agar dapat di akses oleh publik. Selama di Karimunjawa, Greenpeace juga memantau lalu lintas kapal besar di seputaran pulau Karimunjawa dengan mempergunakan radar dan frekuensi radio. Greenpeace melaporkan telah berhasil mengidentifikasi ada satu dua tongkang yang akan memasuki kawasan dan melakukan panggilan radio ke Karimunjawa. LSM Akar mempertanyakan kesepakatan bersama sebelumnya bahwa sebelum ada konsensus bersama mengenai tambat labuh tongkang/kapal besar maka tongkang tidak boleh masuk/berlabuh di Karimunjawa. Tetapi pada prakteknya kejadian tersebut masih terjadi sampai sekarang. Dan berharap ada penanganan yang serius terhadap pihak pihak yang sengaja 'mengundang' tongkang untuk masuk/berlabuh di kawasan TNKj. Pihak Balai Taman Nasional Karimunjawa menyampaikan bahwa TNKj sedang menyusun sebuah role model pemantauan lalu lintas kapal besar di Karimunjawa, yang meliputi kegiatan pembuatan peta laut, penentuan lokasi tambat labuh kapal kapal besar untuk kepentingan darurat/berlindung dari cuaca buruk, yang di rencanakan di luar kawasan dan penggunaan sistem monitoring dengan Marine Traffic. BTNKj berharap mendapat dukungan dari berbagai pihak dan dinas instansi terkait mengingat kepentingan tersebut menyangkut tupoksi lintas sektoral. Terakhir, para pihak sepakat bahwa tidak ada lagi tongkang yang berlabuh/melintas di kawasan TNKj. Sumber: Sutris Haryanta, SH. - KSPTN II Karimunjawa Balai Taman Nasional Karimun Jawa
Baca Berita

Perang Melawan Salvinia Molesta di Ranupani

Malang, 9 Mei 2018. Tidak henti-hentinya Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS) mengajak masyarakat sekitar kawasan maupun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan untuk berperang melawan Salvinia molesta yang memenuhi permukaan badan danau di Ranupani. Kegiatan bersih-bersih Danau Ranupani pada tanggal 2 Mei 2018 diikuti juga petugas TNBTS (Kepala Bidang Teknis Konservasi,Kepala Bidang PTN Wil. I dan II, , Kasie 1, 2, 3, serta petugas Lingkup Bidang PTN Wil. 1 & 2) dan dihadiri kurang lebih 250 orang. Kali ini, giat bersih melawan Salvinia molesta dilakukan masyarakat Desa Ranupani dan Desa Ngadas beserta mitra TNBTS yang terdiri dari Desa Jabung 27 orang, Desa Duwet 30 orang, Desa Ngadisari 30 orang, Paguyuban Ngadas (Jeep, kuda, asongan, ojeg dan kader konservasi) 20 orang. Kegiatanan melawan Salvinia molesta ini akan berlanjut terus sampai Salvinia molesta habis dari permukaan danau Ranupani, sehingga pesona keindahan danau Ranupani kembali seperti sediakala. Sumber : Siti Maya, A.Md. - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Pencanangan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Rawa Danau

Banten, 8 Mei 2018. Cagar Alam Rawa Danau merupakan salah satu kawasan konservasi yang berada dibawah pengelolaan Balai Besar KSDA Jawa Barat tepatnya Seksi Konservasi Wilayah I Serang, Bidang KSDA Wilayah I Bogor dan secara administrasi pemerintahan CA. Rawa Danau terletak di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Padarincang, Kecamatan Pabuaran, dan Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. Rawa Danau ditetapkan sebagai Cagar Alam seluas 3.542,70 Ha melalui Keputusan Menteri Kehutanan No.SK.3586/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 2 Mei 2014. Dimana, saat ini kawasan tersebut telah mengalami gangguan keutuhan ekosistem berupa perambahan untuk lahan pertanian yang dari tahun ke tahun terus mengalami penuruan/ pengurangan luasan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Balai Besar KSDA Jawa Barat guna mengurangi perambahan tersebut terutama dengan langkah-langkah persuasif dengan merangkul berbagai instansi terkait dan elemen masyarakat, akhirnya upaya-upaya tersebut pun membuahkan hasil. Bertempat(07/05/18) di halaman kantor Kecamatan Padarincang Kab.Serang Propinsi Banten telah dilaksanakan kegiatan Pencanangan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Rawa Danau yang dihadiri sekitar 201 orang yang berasal dari berbagai instansi/lembaga yang ada di Provinsi Banten dan Kabupaten Serang. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar, Ir.Rocky Batu Tandi Bua, MSi., menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Serang atas dukungannya selama ini dalam rangka upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem khususnya dalam pemulihan ekosistem Cagar Alam Rawa Danau yaitu dengan Pencanangan Pemulihan Ekosistem yang dilakukan hari ini. Sedangkan Bupati Serang dalam sambutannya yang disampaikan oleh ASDA II Kab. Serang, Ir. Irawan Noor. MM menyampaikan antara lain, Apresiasi kepada pihak BBKSDA Jabar karena pelaksanaan Pencanangan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Rawa Danau dapat dilaksanakan dan menekankan agar para pihak/instansi terkait dapat melaksanakan dan mendukung kegiata pemulihan ekosistem CA.Rawa Danau ini. Sebagai bentuk simbolis dimulainya Pencanangan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Rawa Danau, pada kesempatan tersebut dilakukan pembacaan dan penandatanganan naskah Pencanangan Pemulihan Ekosistem CA.Rawa Danau oleh instansi terkait. Selain itu dilakukan juga penyerahan bibit endemik hasil persemaian di areal CA. Rawa Danau sebanyak 21.000 batang yang secara simbolis diserahkan oleh Asda II kepada BBKSDA Jabar (sebagai pengelola) yang akan ditanam di CA. Rawa Danau dan menyerahkan bibit buah-buahan (sirsak, petai, sukun dan manga) sebanyak 1.300 batang kepada perwakilan masyarakat dari 4 (empat) kecamatan yaitu (Kec. Mancak, Kec. Gunungsari, Kec. Padarincang, dan Kec. Cinangka) untuk ditanam di lahan masyarakat desa penyangga CA. Rawa Danau. Dengan kegiatan Pencanangan Pemulihan Ekosistem Cagar Alam Rawa Danau ini, memberikan harapan akan kembali utuhnya kawasan Cagar Alam Rawa Danau sebagai salah satu sumber air bagi kehidupan masyarakat Cilegon dan sekitarnya. Sumber : BBKSDA Jabar
Baca Berita

BBKSDA Jatim Penjajakan Kerjasama di Gresik

Gresik, 8 Mei 2018. Guna koordinasi dengan jajaran Pemkab Gresik dan penjajakan kerjasama dibidang konservasi sumber daya alam hayati, pada hari selasa 8 Mei 2018 Kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) Yarman, S.Hut., M.P didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Surabaya Dodit Ari Guntoro, S.Pi.,M.P. mengadakan kunjungan ke Dinas Perikanan Kabupaten Gresik dan PT. Smelting Indonesia Cabang Gresik. Kunjungan ke Dinas Perikanan Kabupaten Gresik diterima Sekretaris Dinas Bapak Wicak, dan membahas mengenai rencana pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang akan dibangun di Pulau Bawean. TPI tersebut diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian baru masyarakat pulau bawean yang sebagian besar wilayahnya adalah kawasan konservasi berupa CA dan SM. Sedangkan pertemuan dengan PT. Smelting membahas sejumlah rencana kerjasama dibidang konservasi antara BBKSDA Jawa Timur dengan PT. Smelting Indonesia. Beberapa poin yang dibahas terkait kerjasama tersebut, antara lain meliputi; penangkaran satwa, pembangunan kandang transit di Bidang Wilayah II Gresik dan pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan di Pulau Bawean. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Sendiri Pasti Bisa, Berdua Tetap Lebih Baik

Makassar, 8 Mei 2018. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) kembali mengamankan tumbuhan dan satwa liar (TSL) jenis anggrek dan kantung semar yang sedianya akan dikirim melalui jasa ekspedisi J&T ke Cileungsi, Jawa Barat. Pengiriman ini dapat digagalkan karena kesadaran pihak ekspedisi J&T untuk menyerahkan paket kiriman berupa TSL tanpa Surat Izin Angkut Tumbuhan Satwa Liar-Dalam Negeri (SATS-DN). Setelah diidentifikasi dari 32 pcs tanaman tersebut, terdapat 1 jenis anggrek dilindungi yaitu Dendrobium phalaenopsis, dan dari keluarga kantung semar 1 pcs nephentes mirabilis dan 4 pcs nephentes maxima. Sisa 26 pcs anggrek lainnya yang terdiri dari 1 pcs Phalaenopsis sp, 2 pcs Phalaenopsis celebensis, 1 pcs Dendobium pandanetti, 8 pcs Dendrobium spp, 1 pcs Dendrobium phalaenopsis, 1 pcs Dendrobium crumenatum, 3 pcs Dendrobium tetragonum, 3 pcs Pholidota spp, 1 pcs Renanthera sp, 3 pcs Bulbophyllum spp, 1 pcs Paphiopedillum bullenianum var. Celebensis tidak termasuk jenis yang dilindungi namun tetap diatur peredarannya sehingga membutuhkan SATS-DN. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri,M.Sc memberikan apresiasinya pada pihak ekspedisi J&T yang telah turut membantu menekan peredaran TSL dilindungi sesuai PP no 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar, beliau juga berpesan agar kerjasama seperti ini dapat terus terjaga sehingga sinergi antara semua pihak dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan kawasan konservasi dan Tumbuhan serta Satwa Liar yang ada didalamnya. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

Klarifikasi Balai TN Karimun Jawa Terhadap Aksi Mural Greenpeace

Karimun Jawa, 6 Mei 2018. Balai Taman Nasional Karimun Jawa (BTNKj) mengklarifikasi laporan/surat dari kapal Rainbow Warrior (RW) Greenpeace (GP) saat berkunjung ke Taman Nasional Karimunjawa minggu lalu dengan melakukan patroli terpadu. Patroli diikuti Tim Patroli BTNKj, Personil Polairud Polda Jateng, Kapten Kapal dan ABK Elang Laut 2, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Pos TNI AL Karimunjawa dan Syahbandar Karimunjawa. Patroli dilakukan berdasarkan laporan petugas Resort Legon Lele adanya tongkang terlihat dari perairan Alang Alang Karimunjawa. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim berangkat pukul 15.41 WIB menuju lokasi. Sekitar pukul 16.01 WIB, tim patroli menjumpai TB. Bloro 7 menggandeng BG. Robby 124 GT 193 dengan Nahkoda Kapal Frangki Lalisang pada posisi 5°49.179' S dan 110°26.023' E di perairan Mrican Resort Telaga SPTNW I Kemujan dengan aktifitas sedang labuh jangkar. Tongkang dalam kondisi kosong tanpa muatan dengan tujuan pelayaran dari Labuan Banten menuju Banjarmasin. Selanjutnya tim menyampaikan informasi kepada Nahkoda dan kru kapal bahwa kapal tersebut telah memasuki kawasan konservasi TNKj sebagaimana peta laut tahun 1998 yang merupakan area khusus dan bukan untuk pelayaran umum, sebagaimana ditunjukkan pada peta laut yang digunakan dalam kapal tersebut. Tim melakukan pemeriksaan dokumen kapal serta pengambilan dokumentasi kondisi, kru, dan dokumen kapal. Menurut pengakuan Nahkoda, kapal labuh jangkar karena tidak kuat melawan angin dengan mauatan kosong terasa lebih berat. Nahkoda mengaku tidak mengetahui kalau lokasi labuh tersebut merupakan kawasan TNKj. Selanjutnya setelah diberikan pengarahan, kapal dipersilakan melanjutkan perjalanan saat itu juga yang di kawal Elang Laut 2 sampai kapal bergerak meninggalkan kawasan. Didit Haryo Wicaksono selaku koordinator kampanye Greepeace mengabarkan melalui telepon pada pukul 16.48 WIB selama 55 detik dari atas kapal RW GP bahwa melihat kapal tongkang di kawasan TNKj, yang kemudian dijawab tim bahwa sudah diambil tindakan oleh Tim Patroli TNKj dan tongkang sudah bergerak menuju keluar kawasan. Akan tetapi, pihak GP tetap akan mengadakan aksi mural di lambung kiri dengan cat kuning berbunyi #SAVEKARIMUNJAWA dan di bagian lain berbunyi #COALKILLS, dilanjutkan dengan aksi selfie dan pengambilan dokumentasi menggunakan kamera dan drone oleh media massa yang ikut beraksi memakai kapal kayu. Selanjutnya RW GP bergerak ke arah Jakarta dan Sdr. Didit Haryo Wicaksono menyatakan pamit keluar dari Karimunjawa. Tim patroli Balai TNKj menyayangkan aksi mural dan bentang poster di kapal rubber boat RW GP berbendera Belanda, atas kejadian tersebut tim telah melakukan protes karena seolah-olah kapal Indonesia terusir di lautnya sendiri oleh kapal asing. Sumber: Sutris Haryanta, SH. dan Tim Patroli Balai Taman Nasional Karimun Jawa
Baca Berita

TN Bromo Tengger Semeru Terima Bantuan Toilet Portable

Malang, 8 Mei 2018. Balai Besar Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) bersama dengan Komunitas Willys Owner Indonesia (WOI) melakukan kegiatan bakti sosial di Mentigen Resort Tengger Laut Pasir SPTN Wil I TN Bromo Tengger Semeru. Rombongan Komunitas Willys Owner Indonesia (WOI) dipimpin langsung oleh Komjen (Purn) Drs. Nanan Soekarna yang juga merupakan mantan Wakapolri periode 2011-2013. Kegiatan bakti sosial tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan buku kepada Forum Sahabat Gunung dan masyarakat sekitar Mentigen. Selain memberikan bantuan buku Komunitas Willys Owner Indonesia (WOI) juga melakukan kegiatan bersih sampah di mentigen, serta menyerahkan Toilet Portable sebanyak 3 (tiga) unit. Jonh Kenedie selaku Kababes BBTNBTS menyampaikan, “Dengan semakin banyaknya komunitas yang peduli terhadap bromo, saya ucapkan banyak terimakasih karena pengelolaan bromo tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak TN sendiri, tapi memerlukan juga kepedulian komunitas dan masyarakat agar bromo tetap lestari.” Sumber: BBTN Bromo Tengger Semeru

Menampilkan 8.001–8.016 dari 11.140 publikasi