Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

BBTN Bentarum Bersama WWF Ujicoba SMART Patrol di DAS Embaloh dan DAS Sibau

Putussibau, 10 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama WWF melakukan kegiatan patroli pengamanan kawasan hutan guna meningkatkan efektivitas pengamanan kawasan dengan metode pengamanan kawasan partisipatif dengan memanfaatkan Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) (10/5). Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Teknis Balai Besar TaNa Bentarum, Ardi Andono. Menurut Ardi, diharapkan kegiatan ini menjadi landasan awal dalam mengembangkan SMART Patrol “SMART Patrol adalah uji coba pertama yang dilakukan di TaNa Bentarum, SMART Patrol itu bukan suatu hal yang mudah, butuh komitmen bersama. Ketika kita sudah komitmen pada SMART Patrol, pengambilan data tidak lagi asal berjalan, namun harus sesuai dengan grid yang ada Agar kedepan SMART Patrol tetap bisa berjalan” ujarnya. Pada kesempatan itu, Ardi Andono, melepaskan tim pertama yang berjumlah 13 orang dan dilaksanakan selama 7 hari mulai tanggal 10 – 16 Mei 2018 di beberapa lokasi seperti Sungai Mengkak dan Sungai Kupit yang merupakan kawasan DAS Embaloh, Sungai Menyakan yang merupakan kawasan DAS Sibau. DAS Embaloh dan DAS Sibau merupakan DAS yang berada di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. Kedua DAS tersebut merupakan habitat penting bagi spesies yang dilindungi, yaitu spesies Pongo Pygmaeus Pygmaeus, dalam konteks habitat orangutan sejumlah permasalahan seperti perburuan liar dan perambahan kawasan hutan masih sering terjadi. Tujuan dari kegiatan ini adalah monitoring biodiversiti dan patrol kawasan DAS Embaloh dan DAS Sibau serta uji coba SMART Tools menggunakan aplikasi Android dan Manual Tally Sheet. SMART merupakan sebuah tool baru yang dikembangkan untuk mengukur, mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pemantauan serta aktivitas konservasi berbasis lokal. Kegiatan pengamanan yang dilakukan tidak hanya untuk mengamati dan mendata ancaman kawasan, namun juga monitoring keanekaragaman hayati termasuk beberapa jenis spesies dilindungi. Diharapkan dengan kegiatan ini TaNa Bentarum dapat memantau keberadaan biodiversiti serta keamanan kawasan di DAS Embaloh dan DAS Sibau dari data patroli yang dikelola dengan SMART Tools. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Kunjungan Kepala Balai ke Resort, Picu Semangat Staf Balai TN Bogani Nani Wartabone

Maelang, 8 Mei 2018. Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Lukita Awang Nistyantara didampingi Dini Rahmanita Staf Urusan Pengawetan melakukan kunjungan ke Resort Lolanan dan Resort Pinogaluman SPTN Wilayah III Maelang Balai TNBNW. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka monitoring kegiatan petugas di lapangan. Kunjungan diawali ke kantor Resort Lolanan, akan tetapi Kepala Balai TNBNW tidak bisa menemui petugas resort karena mereka sedang melakukan kegiatan patroli rutin penanggulangan gangguan satwa di wilayah kerja Resort Lolanan. Perjalanan pun dilanjutkan menuju ke Resort Pinogaluman yang disambut Kepala Resort Pinogaluman, Welly Solang. ?Petugas di lapangan harus selalu semangat menjalankan tugas-tugasnya, bekerja ikhlas, bekerja keras dan bekerja cerdas namun tetap harus memperhatikan kemampuan fisik masing-masing petugas? tegas Kepala Balai kepada Kares Pinogaluman. Kepala Balai juga menekankan tentang pentingnya pelibatan masyarakat dalam mengelola kawasan TNBNW. Dalam pertemuan tersebut Kepala Resort menyampaikan tentang rencana pemulihan ekosistem kolaboratif yang akan dilaksanakan di lokasi Mauk serta kendala-kendala yang dihadapi. Kepala Balai melanjutkan perjalananan menuju Sanctuary Maleo Maura Pusian dan bertemu rombongan petugas serta MMP Resort Pinogaluman yang sedang melakukan patroli rutin dalam rangka patroli pengamanan hutan dan patroli bersama MMP di lokasi Bulumobalui. Kepala Balai juga melihat secara langsung pelaksanaan RBM yang dilakukan petugas Resort Pinogaluman, melakukan pengecekan informasi batas kawasan yang dibuat petugas melalui GPS serta memeriksa tally sheet kegiatan RBM yang sudah diisi petugas. Kemudian, Kepala Balai ke lokasi kebun masyarakat yang berada di dalam kawasan TNBNW dan menginstruksikan bahwa setelah masa panen, maka lahan tersebut sudah tidak boleh ditanami lagi dengan tanaman jagung melainkan diganti dengan tanaman kayu. Perjalanan dilanjutkan kembali menuju lokasi Sanctuary Maleo Muara Pusian dan Kepala Balai menekankan tentang pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan kawasan TN termasuk dalam pengelolaan Sanctuary Maleo. Dengan terlibatnya masyarakat dalam berbagai upaya pengelolaan kawasan TN, maka dengan sendirinya akan tumbuh kesadaran dalam diri masyarakat untuk menjaga kelestarian TN. Dengan demikian maka pekerjaan petugas di lapangan akan lebih ringan. Kehadiran Kepala Balai di tengah-tengah petugas resort memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi para petugas resort serta semakin menumbuhkan kekompakan dan semangat untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Sumber : Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Kunjungan KfW Jerman & Ditjen Sampah di Paradise of Birds Suaka Margasatwa Pulau Rambut

Kepulauan Seribu, 10 Mei 2018. Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) bersama dengan Ditjen Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkunjung di Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Rombongan didampingi langsung Kepala Balai KSDA Jakarta (Ahmad Munawir, S. Hut., M.Si) dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III ( Ida Harwati, S.Hut., M.Eng.) beserta staf. Kunjungan ini guna diskusi mengenai rencana jangka pendek pengelolaan sampah di Kabupaten Kota Administrasi Kepulauan Seribu. Setiba di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Kepala Balai KSDA Jakarta (Ahmad Munawir, S. Hut., M.Si.) mengajak rombongan menyusuri kawasan untuk melihat potensi yang terdapat dalam kawasan. Suara gemuruh kicauan burung terdengar ketika rombongan mulai menapaki kawasan. Keindahan dan ketakjuban terlihat ketika melihat kawasan dari puncak menara pengamatan burung. Disitu akan terlihat banyaknya burung-burung yang bertengger di atas pohon dengan pemanfaatan ruang yang berbeda pada setiap asosiasi vegetasi, dari asosiasi mangrove, asosiasi hutan dataran rendah, dan asosiasi campuran (mangrove dan hutan dataran rendah). Pulau Rambut memang dikenal dengan banyaknya burung yang memanfaatkan ketersediaan sumber daya (air, pakan, cover, dan lain-lainnya) yang terdapat di dalamnya untuk mencapai fitness. Banyak kalangan menyebut pulau ini sebagai “Paradise of Birds” karena banyaknya burung yang terdapat di dalamnya. Bahkan, beberapa diantaranya menjadikan pulau ini sebagai nesting site, salah satunya adalah Bluwok (Mycteria cinerea) yang menjadi alasan pulau ini dilegitimasi menjadi site ramsar pada tanggal 11 November 2011. Namun, kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut memiliki permasalahan yang cukup pelik berupa sampah yang menjadi ancaman habitat burung. Beberapa waktu lalu, Balai KSDA Jakarta melakukan aksi bersih sampah dalam kawasan dan berhasil mengantongi sampah sebanyak 146 kantong atau setara 730 Kg dalam waktu setengah hari. Sampah-sampah yang menodai pulau ini berupa sterofoam, kaleng-kaleng /kantong plastik, limbah berbahan karet (sisa potongan industri sandal), dan lain sebagainya. Adanya kunjungan KfW dan Ditjen Sampah KLHK ini dapat menjadi peluang kerjasama pengelolaan sampah di Balai KSDA Jakarta khususnya untuk waste management dalam mengatasi permasalahan sampah di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, “kata Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si. Kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama di depan kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut. KfW adalah sebuah bank terkemuka dan berpengalaman yang memuat kerjasama finansial Jerman dengan Negara berkembang, termasuk Indonesia yang telah bermitra dari tahun 1962. Sejak tahun 2007, salah satu fokus utama dari kemitraan KfW di Indonesia adalah perlindungan terhadap sumber daya alam dan penggunaan yang berkelanjutan. Sumber : Balai KSDA DKI Jakarta
Baca Berita

Pegawai Bank Mandiri Pangkalan Kerinci Nikmati Pesona TN Tesso Nilo

Pelalawan, 10 Mei 2018. Hari libur merupakan momen yang kerap dijadikan untuk sekedar lepas penat dari aktifitas biasa, selain berdiam diri dengan keluarga dirumah, jalan jalan menjadi salah satu pilihan banyak orang, seperti yang dilakukan oleh para pegawai Bank Mandiri Pangkalan kerinci, kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Libur nasional yang jatuh pada hari Kamis, 10 Mei 2018 dimanfaatkan oleh pegawai Bank Mandiri Pangkalan Kerinci untuk mengunjungi dan menikmati potensi wisata alam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Sebanyak 10 (Sepuluh) orang pegawai Bank Mandiri datang mengunjungi Taman Nasional Tesso Nilo. Didampingi oleh petugas dari TNTN, para pegawai Bank Mandiri menikmati pesona hutan hujan dataran rendah Taman Nasional Tesso Nilo. Para pegawai Bank Mandiri juga mengunjungi dan berfoto di jembatan Nilo yang berada didalam kawasan Taman Nasional. Untuk sampai menuju jembatan, pegawai Bank Mandiri tracking bersama menyusuri hutan Taman Nasional. Melihat habitat gajah di flying squad juga mencuri perhatian para pegawai Bank Mandiri saat berwisata di Taman Nasional Tesso Nilo. Pawang yang tengah memberi makan anak gajah dimanfaat para pegawai Bank Mandiri untuk memperoleh edukasi mengenai kehidupan gajah. “Sangat banyak potensi wisata alam yang berada didalam kawasan TNTN, tidak hanya dihari libur, TNTN dengan tangan yang terbuka lebar menerima wisatawan yang ingin berkunjung” ungkap Ahmad Gunawan , S.Hut. Kepala Resort Air Hitam-Bagan Limau, TNTN. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Hari ke-3 Gunung Palung Touring 2018 : Jamuan Makan Siang di Rumah Warga

Sempurna, 4 Mei 2018. Agenda touring hari ketiga sedikit berbeda dengan dua hari sebelumnya. Jauhnya jarak yang harus ditempuh dan kondisi jalan yang penuh tantangan menjadikan touring hari ketiga membutuhkan stamina yang prima dan kekompakan selama perjalanan. Tujuan pertama touring di hari ketiga adalah Desa Pangkalan Teluk. Perjalanan menuju Desa Pangkalan Telk dimulai dari mess PT Kayung Agro Lestari (KAL). Rombongan touring Balai TNGP dilepas langsung oleh pihak manajemen PT KAl. Perjalanan menuju Desa Pangkalan Teluk melewati jalanan yang berdebu dan dibeberapa titik terdapat jalan yang rusak, licin dan berlumpur Rombongan touring Balai TNGP sampai di Kantor Desa Pangkala Teluk lanngsung disambut oleh Bapak Kiswan selaku Sekretaris Desa Pangkalan Teluk. Dalam sambutannya Bapak Kiswan menyampiakan terima kasih kepada Balai TNGP atas program pemberdayaannya yang sudah dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat programan pemberdayaan masyarakat di dusun Pangkalan Jihing melalui program pertanian organik budidaya sayur mayur dirasakan telah mampu membantu ekonomi kelompok masyarakat. Kunjungan ke Desa Pangkalan Teluk bertepatan dengan waktu Sholat Jum’at sehingga anggota tim touring berkesempatan melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al- Hidayah Pangkalan Teluk. Setelah selesai sholat, rombongan touring berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke dusun Pangkal Jihing, namun tanpa diduga Bapak Kiswan menawari untuk makan siang di rumahnya. Jamuan makan siang kepada rombongan touring yang disiapkan oleh Bapak Kiswan menjadikan touring hari ketiga penuh kesan kehangatan dengan sambutan warga yang luar biasa. Perjalanan touring selanjutnya menuju dusun Pangkalan Jihing. Setibanya di Pangkalan Jihing rombongan diterima oleh tokoh masyarakat dan kelompok Ibu-ibu Lekahan Jaya. Agenda pertemuan diisi dengan penandatangan Perjanjaian Kerjasama (PKS) antara PPK Balai TNGP dengan Ketua Kelompok Masyarakat Dusun Pangkaln Jihing. Selesai penandatanganan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke kebun sayuran milik kelompok Ibu-ibu Lekahan Jaya. Setelah selesai mengunjungi kebun sayuran milik kelompok Ibu-ibu, rombongan touring melanjutkan perjalanan menuju ke kantor perusahaan kebun sawit PT Sawit Mitra Abadi (PT SMA). Kunjungan ke PT SMA disambut oleh jajaran manejemen perusahaan yang pada ksempatan pertemuan diisi dengan diskusi mengenai kemungkinan kerjasama dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar TNGP. Mengakhiri agenda touring hari ketiga adalah melanjutkan perjalanan menuju ke Desa Sempurna. Desa Sempurna menjadi tujuan akhir touring hari ketiga dimana sesampainya di desa Sempurna rombongan beristirahat di resort Sempurna dandi rumah penduduk di sekitar resort. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Patroli Perairan TN. Komodo Tangkap Sekelompok Nelayan

Karang Makassar, 6 Mei 2018. Tim Patroli Balai TN. Komodo berhasil menangkap sekelompok nelayan yang mengambil kerang mata tujuh/ abalone (Haliotis Linnaeus) di Karang Makassar pada tanggal 6 Mei 2018 pukul 21.36 WITA. Karang Makassar merupakan zona perlindungan bahari yakni zona non-ekstraktif dan hanya diperbolehkan untuk pemantauan, penelitian dan wisata alam secara terbatas. Karang Makassar adalah salah satu dive spot favorit di TN. Komodo karena memiliki kesempatan perjumpaan dengan Manta ray yang cukup tinggi. Tertangkapnya para nelayan ini berawal dari adanya laporan masyarakat tentang sekelompok nelayan yang sering melakukan pengambilan mata tujuh di zona perlindungan bahari pada malam hari. Mendapat laporan masyarakat, tim patroli yang saat itu sedang melakukan operasi di perairan TN. Komodo bergerak ke lokasi Karang Makassar dan mendapati para nelayan sedang menyelam mencungkil karang untuk mengambil mata tujuh. Para nelayan ini kemudian dibawa ke Kantor balai TN. Komodo untuk dimintai keterangan. Dari para nelayan didapati barang bukti berupa 4 buah senter, 6 pasang fin, 5 buah snorkel set, 5 buah gancu, 2 unit senapan panah, 3 buah jaring berisi abalone dan 1 unit kapal. Di Kantor Balai TN. Komodo para nelayan ini diberikan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya. Jika dikemudian hari mereka melanggar, maka akan diproses secara hukum. Sementara itu, barang bukti selain kapal ditahan oleh Balai TN. Komodo. Terkait penangkapan dan pembinaan terhadap para nelayan ini sudah dilaporkan oleh Balai TN. Komodo kepada Ketua DPRD Manggarai Barat dan Kapolres Manggarai Barat. Upaya perlindungan dan pengamanan kawasan saat ini terus menerus dilakukan oleh pihak Balai TN. Komodo guna meningkatkan penyadartahuan masyarakat terhadap aturan zonasi TN. Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo
Baca Berita

Desa Penyangga TN Matalawa Teladan bagi Kabupaten Sumba Tengah

Waingapu, 7 Mei 2018. Memperingati Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB GRM) ke 15, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 46, Hari Keluarga (HARGA) ke 25 Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah melakukan pencanangan kegiatan tersebut pada tanggal 7 Mei 2018 di Desa Okawacu. Desa Okawacu merupakan desa penyangga kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN. Matalawa). Bupati Sumba Tengah secara langsung melakukan pencanangan yang dihadiri Ketua DPRD dan anggota, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan juga Kepala Balai TN Matalawa yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc. Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat harus sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan masyarakat desa sehingga mewujudkan desa mandiri. Bupati menambahkan bahwa kegiatan TN Matalawa dalam program pemberdayaan dapat dijadikan contoh bagi para SKPD. Pembukaan kios di Kecamatan Umbu Ratu Nggay untuk menampung produk-produk hasil kerajinan masyarakat untuk kemudian dijual kembali menjadi sumber pemasukan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. (abn/matalawa) Sumber: Balai TN Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Balai Besar KSDA Jawa Barat Kedatangan Tim Evaluasi Kerjasama Ditjen KSDAE dengan The Aspinall Foundation

Bandung, 9 Mei 2018. The Aspinall Foundation (TAF) adalah salah satu Lembaga Konservasi Khusus sebagai Pusat Rehabilitasi Primata Endemik Jawa yang salah satu lokasi pusat rehabilitasinya berada di Patuha Ciwidey Kab. Bandung yang merupakan wilayah kerja dari Balai Besar KSDA Jawa Barat. TAF telah memulai program kerjasama dengan Direktorat Jenderal KSDAE sejak tahun 2009 yang dituangkan dalam dokumen Memorandum Saling Pengertian (MoU) antara Direktur Jenderal KSDAE dengan Chairman TAF, dimana kerjasama tahap pertama telah berakhir pada bulan Maret 2015 dan dilanjutkan dengan kerjasama tahap kedua yang berakhir pada Maret 2018. Dalam setiap proses perpanjangan suatu program kerjasama terutama kerjasama yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dengan organisasi non pemerintah (NGO) asing, akan selalu dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum dilakukan perpanjangan program kerjasama. Pada hari Senin (07/05/18), Balai Besar KSDA Jawa Barat, telah kedatangan tim evaluasi program kerjasama antara Ditjen KSDAE dengan TAF tersebut sebanyak 23 orang. Sehubungan TAF merupakan NGO asing, maka tim evaluasi yang turun pun cukup istimewa, yaitu dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah antara lain : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdiri dari unsur Setditjen KSDAE, Setbadan Litbang, Biro Perencanaan Setjen KLHK, Biro Kerjasama Setjen KLHK, Dit. KKH Ditjen KSDAE, Dit. PIKA Ditjen KSDAE, Dit. BPEE Ditjen KSDAE, sedangkan instansi diluar KLHK terdiri dari : Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan/KKP Soreang, Kementerian Sekretariat Negara, BAINTELKAM POLRI, BAIS TNI, dan Badan Intelijen Negara. Kedatangan tim evaluasi ini langsung diterima oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ir. Sustyo Iriyono, MSi., dalam sambutannya Sustyo Iriyono menyampaikan harapan terhadap hasil evaluasi nanti dapat menghasilkan kesimpulan yang positif, sehingga kerjasama antara Ditjen KSDAE dan TAF dapat diperpanjang, karena keberadaan TAF saat ini sangat membantu terhadap konservasi primata endemik jawa seperti Owa jawa, Surili, dan Lutung jawa di wilayah kerja Balai Besar KSDA Jawa Barat, dimana kegiatan yang dilakukan antara lain dalam bentuk penyadartahuan kepada masyarakat, evakuasi satwa, rehabilitasi, dan pelepasliaran. Semoga dengan semakin banyaknya organisasi/lembaga yang peduli dan terlibat dalam kegiatan konservasi, keanekaragaman hayati, dan ekosistemnya di Indonesia dapat tetap terjaga. Sumber : BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Seorang Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya Serahkan Seekor Kukang

Tasikmalaya, 8 Mei 2018. Melalui Call Center pelayanan pengaduan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) VI Tasikmalaya Balai Besar KSDA Jawa Barat (BBKSDA Jabar) telah menerima informasi dari bahwa ada warga yang akan menyerahkan satwa liar. Tim Gugus Tugas Evakuasi dan penyelamatan TSL SKW VI Tasikmalaya, Bidang KSDA Wilayah III Ciamis BBKSDA Jabar menindaklanjuti informasi tersebut dan langsung melakukan proses evakuasi. BBKSDA Jabar menerima penyerahan secara sukarela satwa liar yang dilindungi Undang-undang yakni satu ekor Kukang (Nycticebus sp) jantan dewasa dengan kondisi fisik sehat. Penyerahan sukarela ini dilakukan seorang ibu rumah tangga berinisial R yang tinggal di Desa Bantarsari Kecamatan Bungursari Kabupaten Tasikmalaya. Menurut pengakuan yang bersangkutan bahwa satwa tersebut ditemukan di bawah pohon depan rumahnya, saat ini satwa tersebut diamankan di kantor Seksi Konservasi Wilayah VI Tasikmalaya, sambil menunggu pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan yang selanjutnya akan direhabilitasi di lembaga konservasi. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Menikmati Anggrek Mekar Di Jalur Pendakian Argopuro

Probolinggo, 9 Mei 2018. Jalur Bermi Taman Hidup menjadi salah satu rangkaian jalur pendakian gunung Argopuro, sebuah gunung di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Jalur ini harus dilalui pendaki baik yang memulainya dari Baderan maupun dari Bermi. Sepanjang jalur dijumpai berbagai tipe tutupan lahan, seperti hutan balsa, hutan damar, serta hutan hujan pegunungan. Hutan hujan pegunungan ini menjadi tutupan yang paling dominan diantara tutupan hutan lainnya. Pada Hutan hujan pegunungan inilah salah satu habitat bagi tumbuhan anggrek. Terdapat beberapa jenis anggrek yang dapat dijumpai di jalur pendakian yang berupa hutan hujan pegunungan. Beberapa jenis anggrek di jalur pendakian telah teridentifikasi, namun sebagian yang lain belum, masih sebatas genusnya saja. Akhir April yang lalu, beberapa anggrek mulai bermekaran. Beberapa jenis diantaranya, Anggrek Calanthe flava rubra, Calanthe sicilia, Bulbophyllum ovalifolium, Bulbophyllum backhuizenii, Appendicula pauciflora, Crysoglossum ornatum, dan Habenaria koordersi. Anggrek-anggrek tersebut tumbuh dengan liar di sisi kanan dan kiri jalur pendakian Danau Taman Hidup. Untuk anggrek tanah (teresterial) biasanya tumbuh di bawah tegakan yang ternaungi, beberapa tumbuh di daerah yang cukup terbuka. Ada juga anggrek epifit, anggrek yang tumbuh menumpang pada tumbuhan lain. Umumnya anggrek jenis ini tumbuh pada dahan yang cukup tinggi, dan terdapat lumut di dahan tersebut. Jika pengunjung lebih memperhatikan dahan-dahan atau kiri-kanan jalur pendakian, kita dapat melihat beberapa jenis anggrek yang sedang mekar. Namun jika sudah lelah, cukup nikmati perjanan ke Danau Taman Hidup saja. Jadi, buat apa menunggu lama. Segera siapkan peralatan pendakianmu. Liburan panjang ini kita habiskan waktu menikmati anggrek di sekitar Taman Hidup, Argopuro. Di Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. (Samsul Maarif) Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

BBTN Bentarum dan ITTO Brainstorming Bersama

Putussibau, 9 Mei 2018. Proyek Pengelolaan Biodiversitas Berkelanjutan Taman Nasional Betung Kerihun memulai fase baru. Guna lebih memfokuskan tujuan dan para pihak yang terlibat Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) dan ITTO mengadakan Stakeholder Meeting On ITTO Project Phase 4 di Aula BBTN Bentarum Selasa (8/5). Sebanyak 40 orang undangan menghadiri rapat berpola Focus Group Discussion (FGD) tersebut dan di buka langsung oleh Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud. Menurut Arief, FGD pada kali ini merupakan kesempatan para pihak yang terlibat dalam pengelolaan TN Bentarum khususnya TNBK untuk bertukar informasi tidak hanya terkait tentang pengelolaan kelestarian Taman Nasional tetapi juga hal-hal teknis lainnya. “Acara ini menjadi wadah brainstorming kita bersama untuk membuat program yang inovatif bagi keberlanjutan kawasan TNBK” ujarnya. Sementara itu, salah seorang peserta Syarief M. Ridwan, Kepala Resort Nanga Hovat mengusulkan adanya monitoring kawasan konservasi yang lebih efektif menggunakan citra landsat. “Kami mengusulan program analisis citra landsat dan RBTM dengan piksel berukuran 30 x 30 meter untuk monitoring kawasan dan resort Nanga Hovat siap menjadi pilot project” tegasnya. Dengan adanya citra tersebut maka tipe vegetasi, tutupan lahan dan kondisi ekosistemnya dapat lebih terpetakan dengan detail dan lengkap. Selain permintaan data citra landsat, Kepala Resort Nanga Hovat ini menyampaikan keinginan juga untuk lebih melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan patroli bersama. Hal ini penting untuk mendapatkan dukungan dan legitimasi serta rasa kepemilikan masyarakat terhadap keberlanjutan kawasan TNBK khususnya di DAS Mendalam. “Pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan patroli bersama sehingga mereka mengetahui apa saja yang dilakukan oleh TN dalam menjaga kawasannya” ujarnya. FGD turut dihadiri para pejabat struktural lingkup TaNa Bentarum, hingga Kepala Resort. Selain itu hadir pula unsur SKPD Kabupaten Kapuas Hulu diantaranya Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata. Perwakilan NGO diantaranya WWF, TFCA kalimantan serta GIZ Forclime. Melalui kegiatan FGD ini di harapkan tersusunnya antara masalah di dalam kawasan sekaligus solusi penyelesaiannya sehingga teciptanya kawasan TaNa Bentarum yang bermanfaat bagi masyarakat, parapihak dan utamanya kelestarian keanekaragaman hayati di Tana Bentarum dapat terwujud untuk masa yang akan datang. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Hujan Tak Kunjung Turun, Balai TN Tesso Nilo Giat Patroli Karhutla

Lubuk Kembang Bunga, 9 Mei 2018. Kemarau panjang dan tak kunjung turun hujan, Tim Seksi Pengelola Wilayah (SPW) Lubuk Kembang Bunga (LKB) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) giatkan patroli hutan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu, 09 Mei 2018. Kebakaran hutan yang mudah terjadi saat kemarau menjadi perhatian penting dan khusus oleh personil SPW I LKB. Sebanyak empat orang personil Tim SPW I LKB terlibat dalam partoli hutan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Seksi Pengelola Wilayah I LKB Resort Air Hitam. Tim yang melaksanakan kegiatan patroli masuk ke kawasan hutan TNTN menggunakan 2 unit Kendaraan Roda 2 untuk masuk menembus kedalaman kawasan hutan. Dari patroli yang dilakukan selama satu hari penuh, tim SPW I LKB tidak menemukan adanya kebakaran lahan di kawasan Resort Air Hitam jadi patroli berlangsung secara aman tanpa temuan. “Meski tidak ada kebakaran hutan dan hal-hal buruk lainnya yang kita temui, patroli akan rutin terus kita laksanakan secara berkesinambungan sepanjang musim kemarau ini” ucap Killer Silaban, S.Hut, Komandan Manggala Agni TN. Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Groundcheck Hot Spot, Balai TN Tesso Nilo Temukan Areal Bekas Karhutla

Tesso Situgal, 09 Mei 2018 – Tim Seksi Pengelola Wilayah (SPW) II Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) laksanakan groundcheck hot spot terkait update hot spot BMKG pantauan sensor MODIS Satelit Terra & Agua pada Rabu, 9 Mei 2018. Kegiatan dilaksanakan oleh 2 orang Polisi Hutan SPW II Balai TN. Tesso Nilo, 2 orang personil Manggala Agni, 1 orang Babinsa Desa Segati serta dua orang MPA Desa Segati dengan menggunakan 1 kendaraan roda empat dan 3 kendaraan dua. Memantau kawasan menggunakan peta dan drone, tim menemukan areal lahan bekas terbakar dan satu pondok kerja tidak jauh dari lokasi temuan. “Dengan temuan ini kita sudah lakukan tindakan persuasive berupa peringatan pertama secara lisan agar segera menghentikan semua aktifitas pembuatan jalan yang sedang mereka buat, kita juga meminta mereka untuk segera menghubungi pemilik lahan agar segera menghadap ke pimpinan Balai TNTN di Kerinci” ucap Amir Hamzah, S.Hut selaku Kepala Resort Tesso Situgal yang menjadi ketua tim kegiatan tersebut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Penataan Blok Pengelolaan Cagar Alam Pulau Berkey

Rokan Hilir, 3 Mei 2018. Balai Besar KSDA Riau, menggelar Konsultasi Publik terkait Penyusunan Dokumen Penataan Blok Cagar Alam Pulau Berkey, di Hotel Armarosa Bagan Siapi-api kabupaten rokan hilir provinsi riau. Konsultasi publik merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen dalam rangka mendapatkan masukan dari para pihak baik pemerintahan daerah, LSM, perguruan tinggi maupun para pihak lainnya dalam penyusunan dokumen blok pengelolaan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah adanya nilai penting kawasan baik potensi flora fauna maupun jasa lingkungan, serta kondisi permasalahan yg ada di dalam kawasan. Selain itu dalam penyusunan penataan blok ini senantiasa memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama masyarakat sekitar kawasan dengan tetap mengedepankan aspek dan kaidah konservasi dengan tetap memperhatiakan dan mengedepankan peraturan perundang undangan yang berlaku. Kegiatan Konsultasi Publik ini untuk memperoleh masukan dan informasi tambahan secara eksternal dari instansi-instansi pemerintah terkait lainnya, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, berdasarkan masukan-masukan para pihak dalam konsultasi publik, selanjutnya dilakukan finalisasi dokumen “Penataan Blok Pengelolaan Cagar Alam Pulau Berkey”. Serta diharapkan dengan penyusunan penataan blok ini bisa meningkatkan pengelolaan kawasan Cagar Alam Pulau Berkey sesuai dengan fungsi dan arah serta tujuan pengelolaannya dan sejalan dengan arah pembangunan disekitarnya. Acara di hadiri oleh perwakilan masyarakat sekitar kawasan, unsur pemerintahan daerah, perguruan tinggi setempat dan LSM yg bergerak di sekitar kawasan. Acara dibuka oleh SEKRETARIS Bappeda Kabupaten rokan hilir. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Berita

Karyawan Travel Bersih Sampah di Taman Nasional Bunaken

Bunaken, 8 Mei 2018. Kegiatan bersih pantai dan perairan dilakukan dive operator MM Travel di wilayah pantai dan perairan Pulau Bunaken. Sebanyak 35 orang karyawan dengan 2 perahu dikerahkan untuk melakukan kegiatan bersih sampah. Perahu pertama sebanyak 20 orang dikerahkan di bagian pantai yang dimulai dari Pantai Liang sampai pantai dekat Panorama Dive Centre, perahu kedua sebanyak 15 orang dikerahkan di area perairan yaitu di mulai dari Muka Kampung Divespot sampai Cela-Cela Divespot dilakukan sebanyak 15 orang. Sampah yang diambil berupa sampah plastik yang terkonsentrasi di pantai dan mengapung di perairan. Supaya tidak berhamburan, sampah dimasukan dalam karung kemudian dikumpulkan di dekat pos jaga Balai Taman Nasional Bunaken untuk pengumpulan sementara. Hasil aksi bersih sampah hari ini terkumpul 100 karung. Efendi Amisang Asisten Manager Dive Centre MM Travel menyampaikan bahwa kegiatan aksi bersih sampah di Bunaken adalah program baru dari manajemen, kami akan melaksanakan kegiatan ini secara rutin, perusahaan siap membantu membersihkan kawasan Taman Nasional Bunaken dari sampah, terutama plastik di perairan maupun pantai. Setiap 2 minggu sekali, akan dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan sebagai program khusus aksi bersih sampah yang fokusnya di sekitar Pulau Bunaken. Ini bukti andil kami perusahaan MM Travel membantu melestarikan kawasan Taman Nasional Bunaken, tutur Efendi sambil memimpin anak buahnya. Denny, SE petugas patroli pengawasan aktifitas pengunjung di Bunaken dilapangan, mengucapkan terima kasih kepada manajemen MM travel yang telah membantu menjaga kebersihan kawasan Taman Nasional Bunaken, semoga aksi bersih sampah yang dilakukan sekarang menjadi contoh dan diikuti dive operator lain. Kegiatannya kami harapkan tidak hanya di sekitar area dive operatornya saja, tetapi bisa meluas lagi. Sebagaimana surat edaran Kepala Balai Taman Nasional Bunaken kepada para tour travel dan dive center, Nomor: S.105/BTNB/TU/TEK/02/2018 agar para tour travel dan dive center menerapkan prinsip-prinsip ekowisata di Taman Nasional Bunaken, bentuk himbauan kami salah satunya agar membawa sampah masing-masing dan sukarela memungut sampah yang ditemui di kawasan laut Taman Nasional Bunaken untuk dikumpulkan di daratan. Selain itu apabila sementara diperairan dapat diserahkan ke perahu petugas kebersihan. Kami mengharapkan ke depan apabila terdapat pihak lain yg akan melakukan kegiatan serupa, sebaiknya diawali dengan pemberitahuan kepada Balai Taman Nasional Bunaken, baik petugas Resort Bunaken atau ke SPTN Wilayah I Meras, tutup Denny. Sumber : Pandu Wijaya, S.H – Polhut Ahli Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

SM Tasik Serkap & SM Tasik Besar Serkap Siap Tingkatkan Pengelolaan

Pelelawan, 8 Mei 2018. Balai Besar KSDA Riau, menggelar Konsultasi Publik terkait Penyusunan Dokumen Penataan Blok Pengelolaan SM Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelelawan Provinsi Riau. Acara di hadiri oleh perwakilan masyarakat sekitar kawasan, unsur pemerintahan daerah, perguruan tinggi setempat dan LSM serta beberapa perusahaan yang berada dibsekitar kawasan. Acara dibuka oleh Ketua Bappeda Kabupaten Pelelawan. Kegiatan Konsultasi Publik ini untuk memperoleh masukan dan informasi tambahan secara eksternal dari instansi-instansi pemerintah terkait lainnya, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat, berdasarkan masukan-masukan para pihak dalam konsultasi publik, selanjutnya dilakukan finalisasi dokumen “Penataan Blok pengelolaan SM Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap”. Serta diharapkan dengan penyusunan penataan blok ini bisa meningkatkan pengelolaan kawasan SM Tasik Serkap dan Tasik Besar Serkap Alam sesuai dengan fungsi dan arah serta tujuan pengelolaannya dan sejalan dengan arah pembangunan disekitarnya. Merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, serta Peraturan MENLHK Nomor P.76/Menlhk-Setjen /2015 tentang kriteria zona pengelolaan Taman Nasional dan Blok Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam, maka Konsultasi publik merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen Blok Pengelolaan SM Tasik Serkap dan Tasik Besar Serkap dalam rangka mendapatkan masukan dari para pihak baik pemerintahan daerah, LSM, perguruan tinggi maupun para pihak lainnya. Dalam penyusunan dokumen blok pengelolaan hal-hal yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah adanya nilai penting kawasan baik potensi flora fauna maupun jasa lingkungan, serta kondisi permasalahan yang ada di dalam kawasan. Selain itu dalam penyusunan penataan blok ini senantiasa memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama masyarakat sekitar kawasan dengan tetap mengedepankan aspek dan kaidah konservasi dengan tetap memperhatiakan dan mengedepankan peraturan perundang undangan yang berlaku. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 7.985–8.000 dari 11.140 publikasi