Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Balai TN. Tesso Nilo Luncurkan Paket Wisata Tubing Sungai Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 12 Mei 2018. Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Persatuan Masyarakat Ekowisata (PME) fasilitasi dan luncurkan wahana baru wisata pada tanggal 12 Mei 2018. PME sebuah kelompok masyarakat binaan Balai TN. Tesso Nilo menawarkan paket wisata baru berupa "Tubing Sungai Nilo", kegiatan ekowisata ini berenang dengan menggunakan ban pelampung yang diluncurkan bertepatan dengan gelaran acara adat "Mandi Balimo Potang Mogang Basamo Gajah" Desa Lubuk Kembang Bunga. (*tradisi adat masyarakat melayu menyambut Bulan Ramadhan) Peluncuran tubing ini dilaunching oleh Kepala Seksi Pengelola Wilayah I Lubuk Kembang Bunga Balai TNTN Taufiq Haryadi, S.P yang pada saat peluncuran tubing Sungai Nilo langsung ikut turun mencoba wahana tersebut. Sepuluh orang dari TNTN, PME dan masyarakat ikut serta dalam tubing Sungai Nilo pertama setelah peluncuran resmi dibuka. Start tubing dari hulu Sungai Nilo dan finish di gelaran adat “Mandi Balimau Potang Mogang Basamo Gajah”. Sungai Nilo yang letaknya membelah belantara hutan TN. Tesso Nilo hingga saat ini menjadi urat nadi kehidupan oleh masyarakat sekitar, baik itu manusia maupun satwa dan flora. Sensasi menyusuri Sungai Nilo dengan Ban Pelampung menjadi kegiatan wisata menawarkan keseruan pengamatan hidupan liar dan aktivitas masyarakat disungai tersebut. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan wisatawan lingkungan hidup dan budaya masyarakat melayu di sekitar Taman Nasional Tesso Nilo. Air Sungai yang sejuk dapat digunakan wisatawan untuk menghilangkan kepenatan rutinitas sehari-hari. Wisatawan dapat mengabadikan keseruan tubing dan kemolekan Sungai Nilo serta didampingi langsung oleh pemandu ekowisata. Ditepian Sungai Nilo yang jadi rute tubing, para wisatawan juga dapat bermain dengan hamparan pasir putih yang terbentang luas. Kepala Seksi Pengelola Wilayah I LKB mengatakan bahwa wisata tubing Sungai Nilo sengaja diluncurkan pada gelaran perayaan hari besar masyarakat mengingat promosi kepada masyarakat yang ramai berkumpul pada saat perayaan tersebut, ”Sengaja kita luncurkan di acara mandi balimau potang mogang basamo gajah karena ini merupakan momen besar dimana masyarakat sekitar berkumpul dan kita harapkan dapat membantu penyebarluasan informasi mengenai potensi wisata yang ada di TNTN” terang Kepala SPW I LKB Taufiq Haryadi, S.P. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Gelaran Mandi Balimau Potang Mogang Bersama Gajah di Desa Penyangga Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 12 Mei 2018. Menyambut bulan suci ramadhan, masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga bersama dengan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) gelar acara pesta rakyat mandi balimau potang mogang bersama gajah pada Sabtu, 12 Mei 2018 di tepian sungai Nilo Desa Lubuk Kembang Bunga (LKB). Acara yang ditunggu masyarakat tersebut dilaksanakan dengan berbagai rangkaian acara mulai dari siang hingga petang saat matahari mulai tenggelam. Mandi belimau potang mogang bersama gajah merupakan acara satu kali dalam setahun yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan di tepian sungai Nilo. Seluruh masyarakat berkumpul ditepian sungai menyaksikan pagelaran acara dan turun bersama-sama mandi disungai. Acara dibuka resmi oleh masyarakat dengan pertunjukan tarian tradisional dan silat pangean. Pembukaan acara dihadiri semua tokoh masyarakat serta dihadiri juga Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Camat Ukui dan perwakilan Polsek Ukui. “Saya tidak menduga yang hadir akan seramai ini, dan saya sangat mendukung penuh gelaran acara seperti ini karna bisa kita jadikan momen untuk mempromosikan budaya lokal Desa Lubuk kembang bunga dan juga kawasan TNTN” ungkap Kepala Balai TNTN, Supartono, S.Hut, M.P. pada sambutannya. Kepala Balai TNTN juga berharap bahwa kerjasama serupa dengan masyarakat LKB dapat terjalin lebih erat dan menghasilkan acara acara serupa serta karya – karya yang diciptakan bersama. Beliau juga mengatakan bahwa kerjasama dalam pegelaran acara akan dilaksanakan setiap tahunnya, beliau mengaku kagum dengan budaya lokal masyarakat Desa LBK mulai dari tradisi, adat istiadat, pertunjukan, kerajinan, bahkan makanan tradisonal yang ditampilkan pada acara mandi balimau potang mogang bersama gajah. Puncak dari acara mandi balimau potang mogang bersama gajah adalah masyarakat yang turun bersama sama mandi kesungai dan menyaksikan gajah-gajah yang ikut dimandikan dengan air khusus yang sudah diberi potongan potongan jeruk dan bahan ramuan lainnya dan merupakan ramuan mandi yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat secara turun temurun untuk mandi menyambut bulan suci ramadhan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Pelabelan Jenis Anggrek di Taman Anggrek Bromo Tengger Semeru

Pronojiwo, 13 Mei 2018. Koleksi jenis anggrek di Taman Anggrek TN Bromo Tengger Semeru (TNBTS) diberikan pelabelan untuk memudahkan identifikasi jenis. Sebanyak 15 jenis anggrek dari 132 jenis anggrek koleksi Taman Anggrek sudah berhasil diberi label dan secara bertahap dilakukan pelabelan untuk seluruh jenis. Pelabelan dilakukan untuk jenis anggrek Dendrobium sebanyak 164 rumpun, jenis Liparis sebanyak 22 rumpun, jenis Bulbophyllum sebanyak 14 rumpun, jenis Cymbidiun sebanyak 50 rumpun, jenis Papiopedillum 5 tanaman, serta jenis Rhomboda sebanyak 5 buah. Menurut Joko Priono Kepala SPTN Wilayah 4 Pronojiwo “koleksi Taman Anggrek tidak hanya diberi pelabelan, tetapi juga pemeliharaan rutin termasuk penyiraman”. Pemeliharaan rutin penyiraman dilakukan untuk jenis-jenis anggrek terestrial karena saat ini sudah memasuki musim kemarau. "Cuaca yang panas disertai angin menyebabkan lantai hutan kering meskipun teduh" pungkas Joko menambahkan. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Ketika Nilai Konservasi Sudah Tertanam di Hati

Banjarbaru, 12 Mei 2018. Ungkapan di atas sepertinya layak untuk menggambarkan peristiwa yang dilakukan salah seorang keluarga Perum Bumi Cahaya Bintang, yang membantu petugas Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) dalam melindungi dan menyelamatkan satwa dilindungi Undang-undang. Adalah Rivaldy, sebut saja begitu, yang pada Kamis, 10 Mei 2018, sedang lari pagi di jalan perumahan, tanpa disangka dikejar dan diikuti seekor kucing hutan (Neofelis diardi) yang muncul entah dari mana. Kucing tersebut mengikutinya sampai ke rumah. Olehnya kucing hutan tersebut kemudian diamankan dan ditempatkan di kandang. Keesokan harinya, jumat 11 Mei 2018, peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke BKSDA Kalimantan Selatan. Tanpa menunggu waktu lama, petugas BKSDA Kalsel kemudian segera menuju TKP. Memang benar bahwa setelah petugas BKSDA Kalsel melakukan pengecekan, hewan yang dilaporkan adalah berupa anakan kucing hutan, dengan umur diperkirakan kurang dari satu tahun. Satwa tersebut kemudian dievakuasi dan dititiprawatkan sementara waktu di kandang transit SKW 2 di Banjarbaru. “Ini adalah kali kesekian kami, BKSDA Kalsel, melakukan penyelamatan satwa langka dan dilindungi undang-undang, kata Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. Apresiasi kami sampaikan kepada warga perum Bumi Cahaya Bintang, yang telah membantu kami menyelamatkan satwa. Kedepan partisipasi masyarakat sipil terus diharapkan demi membantu kami mengemban amanah dalam melakukan konservasi, imbuhnya. Selain itu petugas di lapangan juga meminta kepada warga yang melakukan penyelamatan satwa ini, bisa melakukan “gethok tular” atau menyebarkan virus positif khususnya untuk tidak memelihara Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) dilindungi. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Membangun Sinergi Pengamanan Destinasi Prioritas TN Bromo Tengger Semeru

Malang, 12 Mei 2018. Jumat tanggal 11 Mei 2018 bertempat di Hotel Bromo Permai Cemorolawang Kabupaten Probolinggo Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melaksanakan kegiatan Rapat Kordinasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan (Rakor Linpamhut). Tri Cahya Nugraha selaku Kepala Seksi P3, menyampaikan bahwa, “Rakor Linpamhut pada tahun 2018 ini difokuskan pada penanganan destinasi prioritas khususnya Wisata Bromo dan pengembangan wisata Desa Edelweiss.” Lebih lanjut di sampaikan Cahya, fokus kegiatan tersebut di landasi oleh masih adanya "mind set" (cara pandang) bahwa TNBTS sebagai wisata masal yang berpotensi mengancam keberadaan lanskap dan Keanekaragaman Hayati TNBTS itu sendiri. Rakor Linpamhut di ikuti oleh 47 peserta yang berasal dari TNBTS, perwakilan Dinas Kabupaten Pasuruan, perwakilan Dinas Kabupaten Probolinggo, TNI/Polri, Satpol PP, Pelaku Jasa Wisata, Forum Sahabat Gunung, Bromo Lovers serta Komunitas peduli Wisata Bromo lainnya, dan dibuka oleh Kepala Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru, Ir. John Kenedie, MM. Dalam kesempatan sambutan John menyampaikan bahwa "Rakor Linpamhut ini merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Pelaku Jasa Wisata dan Instansi terkait yang di selenggarakan di Kantor Balai Besar TNBTS di Malang pada bulan April 2018 lalu. Lebih lanjut John menjelaskan bahwa maksud dari kegiatan ini adalah “untuk menyamakan persepsi dan pemahaman para pihak dalam pengelolaan kawasan wisata Bromo dan sekitarnya sehingga kenyamanan dan keamanan pengelolaan wisata di lokasi tersebut terwujud. Selain itu juga dalam hal pengembangan wisata Desa Edelweiss di Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo dan Desa Wonokitri Kabupaten Pasuruan mendapat dukungan dari para pihak.” Selain diisi pemaparan Materi dari TNBTS, Kapolres Probolinggo, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Pasuruan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo juga diisi dengan session diskusi dan penandatangan Berita Acara Kesepakatan yang merupakan wujud dukungan dari para pihak dalam pengelolaan wisata di TNBTS. Pada akhirnya John berharap,"dengan Rakor Linpamhut ini sinergitas antara para pihak dalam pengelolaan Wisata TNBTS semakin meningkat, sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sektor kehutanan yang berkeadilan",pungkasnya. Sumber : BBTN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Pesan Penting Sang Guru Besar Ekologi di Taka Bonerate

Taka Bonerate, 12 Mei 2018. Beberapa hari menemani Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka, M.Sc., ibarat kembali ke kampus banyak catatan penting tentang ekologi yang menjadi pesan konservasi untuk Taman Nasional Taka Bonerate (TNBTR) Dosen yang mempunyai keahlian di bidang konservasi sumberdaya alam ini sudah ketiga kalinya menginjakkan kaki di TN. Taka Bonerate dan untuk ketiga kalinya juga mengelilingi Atol terbesar Ketiga Dunia ini. Selain berkunjung untuk mengamati potensi sumberdaya alam dalam rangka rezonasi TN Taka Bonerate, dosen yang juga pengelola laboratorium konservasi di Fahutan (Fakultas Kehutanan) UNHAS ini juga melakukan giat penghijauan, "Satu Nama Untuk Hijaukan P. Tinabo". Beliau didampingi langsung oleh Kepala Balai TN. Taka Bonerate Faat Rudhianto dan Kepala SPTN Wilayah II Jinato Abd. Rajab. Selama 4 hari (09 sd. 12 Mei 2018) mengelilingi TN. Taka Bonerate, sang Guru Besar juga menyempatkan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat nelayan dalam kawasan sambil menyampaikan pesan-pesan konservasi ke masyarakat. Disela perjalanan Prof. Oka juga menyempatkan berdiskusi panjang dengan pihak pengelola tentang bagaimana pengelolaan Balai TN. Taka Bonerate ke depan dan juga menyampaikan banyak pesan-pesan konservasi. "JIKA BENTENG TERAKHIR INI TERGANGGU, MAKA HARAPAN MANUSIA TIDAK ADA LAGI, BENTENG ITU ADALAH "EKOLOGI". Ucapnya. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Berita

Fotografi Hidupan Liar di Taman Nasional Bali Barat

Cekik, 10 Mei 2018. Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali mengadakan kegiatan fotografi hidupan liar melalui event Jambore Nasional Wildlife Photography (JNWP) pada tanggal 11-13 Mei 2018 di areal Cekik kawasan TNBB. Jumlah peserta yang dibatasi dengan kuota sebanyak 100 orang sudah terpenuhi sejak 2 minggu sebelum hari H. Peserta merupakan fotografer yang datang dari berbagai kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Saat yang hampir bersamaan juga diselenggarakan Pekan Menjangan tanggal 10-13 Mei di areal Labuan Lalang kawasan TNBB dengan peserta berasal dari LSM dan kelompok masyarakat pemerhati lingkungan, pelajar menengah sekitar kawasan TNBB, Kader Konservasi, pelaku usaha dan jasa wisata alam di TNBB. Tema dari kegiatan JWNP 2018 adalah “Explore to Preserve the wildlife by Photography”, tema ini berkaitan dengan potensi keanekaragaman hayati Taman Nasional Bali Barat dimana terdapat 204 jenis burung, 11 jenis mamalia, Berbagai jenis kupu-kupu, reptil, herpetofauna, terumbu karang dan biota laut lainnya. Potensi ini tidak bisa diekploitasi secara langsung tetapi dengan pemanfaatan berkelanjutan melalui ekowisata, untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, sumber plasma nutfah dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya. Alternatif lain adalah aktivitas yang mengeksplorasi tapi tidak mengeksploitasi dengan kegiatan pengambilan snapshoot/Fotografi hidupan liar. JNWP 2018 diisi dengan pameran foto hidupan liar, sarasehan, bedah buku. Pameran JNWP 2018 akan menampilkan foto hidupan liar dari seluruh Indonesia. Sekitar 300 karya foto dipamerkan dengan konsep outdoor di Labuan Lalang yang menjadi entry point ke Pulau Menjangan. Bedah buku berjudul “Wallacea’s Living Legacy” akan dibawakan langsung oleh penulisnya Riza Marlon, seorang fotografer satwa liar senior yang telah banyak menghasilkan karya baik foto maupun buku tentang hidupan liar di Indonesia. Selain itu ada juga materi tentang fotografi, teknologi dan sains yang akan dibawakan oleh Swiss Winasis. Swiss Winasis merupakan founder Burungnesia yang juga merupakan Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) di Taman Nasional Baluran, aplikasi yang banyak dipakai oleh para pengamat dan pemerhati burung di Indonesia untuk melakukan identifikasi. Kegiatan hunting photo bareng dikemas dalam acara fun hunting bisa menjadi ajang tukar pengalaman para fotografer sambil berburu foto di Pulau Menjangan dan Teluk Brumbun. Penyelenggaraan Pekan Menjangan 2018 merupakan hasil kerjasama antara Balai TNBB dengan Friends of Menjangan dan Sebumi.id, mengambil tema “Preserve the Beauty of Menjangan”. Event ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi, dengan mengajak masyarakat untuk lebih mengenal potensi dan keindahan ekosistem terumbu karang Pulau Menjangan serta berbagai upaya untuk menjaga kelestariannya. Kegiatan Pekan Menjangan dikemas dengan berbagai acara sebagai aksi nyata kepedulian masyarakat diantaranya talkshow, Fieldtrip, Mitra Menjangan Expo, Menjangan Clean Up, Trash Walk, School Camp, dan workshop pengelolaan sampah. Kepala Balai TNBB Drh Agus Ngurah Krisna K, M.Si, melalui dua event ini, mengharapkan terjalinnya interaksi positif antara Balai Taman Nasional Bali Barat dengan stakeholder akan mempromosikan potensi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi yang selanjutnya dapat meningkatkan dukungan masyarakat dan parapihak terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

Balai TNGP Selenggarakan Workshop Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP)

Ketapang, 12 Mei 2018. Bertempat di Hotel Aston Ketapang, bekerjasama dengan IJ-REDD+ Project menyelenggarakan workshop penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) yang difasilitasi oleh Bapak Haryanto S. Putro beserta tim dari Laboratorium Manajemen Kawasan Konservasi Fakultas Kehutanan IPB. Workshop ini bertujuan untuk finalisasi draf SOP yang sudah diuji coba yaitu SOP data dan informasi, SOP patroli SMART, SOP perijinan dan pengambilan sampel, dan SOP kerjasama. Workshop diselenggarakan selama 2 hari, dimulai dari tanggal 11 s/d 12 Mei 2018. Yang dihadiri oleh Kepala Balai TNGP, Kepala SPTN Wilayah I Sukadana, Kepala SPTN Wilayah II Teluk Melano, kepala urusan kerjasama, Kepala urusan data dan informasi, beberapa staf balai TNGP, perwakilan dari IJ-REDD+ Project dan fasilitator dari IPB. Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Kepala Balai TNGP Bapak M. Ari Wibawanto yang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada IJ-REDD+ Project atas dukungannya hingga dipenghujung kerjasama yang sudah banyak membantu dalam pengelolaan Balai TNGP, salah satu bentuk dukungan yaitu penyusunan SOP pengelolaan yang telah diidentifikasi sebanyak 32 SOP. Semoga SOP yang telah disusun bersama dapat dipedomani menuju efektifitas pengelolaan Balai TNGP yang lebih baik. Dalam workshop ini dipaparkan presentasi dari empat SOP yang telah di uji coba serta sesi diskusi untuk melengkapi hal-hal yang dirasa masih kurang dalam penyusunan SOP tersebut. Sumber : Balai TN Gunung Palung
Baca Berita

Antusias Peserta Mengikuti Rangkaian Ujian Masuk SMKK Samarinda Di Kantor Balai Besar Tana Bentarum

Putussibau, 11 Mei 2018. Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat kembali menyelenggarakan pelaksanaan Tes Masuk Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Samarinda tahun ajaran 2018 / 2019 untuk wilayah Kalimantan Barat. Menurut Arief Mahmud, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Sentarum, seleksi yang dilaksanakan di Kapuas Hulu ini merupakan satu-satunya seleksi yang dilaksanakan di ibu kota Kabupaten, ditempat lain seleksi dilaksanakan di ibu kota Provinsi. Hal ini merupakan upaya dan fasilitasi TaNa Bentarum bersama Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir yang telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kepala BP2SDM KLHK pada tahun 2016. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan khususnya di Kab Kapuas Hulu yang memiliki kawasan hutan sangat luas untuk mendapat kesempatan memperoleh pendidikan kejuruan kehutanan sehingga nantinya mereka dapat mengelola sumberdaya hutannya sendiri dengan bekal ilmu yang cukup. Sebanyak 57 orang peserta dari 65 orang berasal dari kabupaten Kapuas Hulu. Tingginya minat siswa di Kapuas Hulu dalam mengikuti tes masuk SMKKN Samarinda tidak lepas dari keunggulan Sekolah yang memiliki sertifikat ISO 9001:2015, berakreditasi A, Boarding School, kampus yang asri dan nyaman serta sarana dan prasarana yang lengkap dan biaya pendidikan gratis. Peserta Tes Masuk SMKKN Samarinda tahun ajaran 2018/2019 mengalami peningkatan 12 orang dari tahun lalu. Ada beberapa tes yang diujikan yaitu tes kesehatan, wawancara, psikotes, tes tertulis, tes fisik dan anatomi yang dilaksanakan mulai hari Jumat, 11 Mei 2018 sampai dengan Minggu,13 Mei 2018. Jemain selaku orangtua dari Almira Sukma Alodia Peserta tes dari desa Nanga Suhaid, kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu sangat berharap anaknya dapat lulus tes dan bekerja di bidang Kehutanan. “Karena kami selama ini hidup dan bergantung pada Danau Sentarum, sehingga berharap nanti anaknya dapat ikut berperan serta dalam mengelola kawasan konservasi dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara lestari,” Pungkasnya. Murlan Dameria Pane, Kepala Bagian Tata Usaha menyampaikan bahwa tahun ini adalah tahun ketiga pelaksanaan tes masuk SMKKN Samarinda dilaksanakan di Kapuas Hulu. “Ini adalah bagian dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan Badan Penyluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan” Imbuhnya. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terhadap kegiatan ini sangat besar, Pemerintah Kabupaten memberikan bantuan biaya transportasi dan uang saku untubk anak didik yang diterima di SMKKN Samarinda. “Semoga peserta tes dari Kapuas Hulu semakin banyak yang diterima menjadi siswa SMKKN Samarinda” pungkas Murlan. Sumber: BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

BBTN Bentarum dan SOC Survey Lapangan Tindaklanjuti Lokakarya Unreleasable Orangutan

Putussibau, 11 Mei 2018. Menindaklajuti Lokakarya Nasional unreleasable orangutan pada 19 April 2018 di Sintang antara Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) dengan Sintang Orangutan Center (SOC) salah satunya adalah survey lokasi yang akan ditetapkan menjadi sanctuary orangutan. Kepala Bidang Teknis BBTN Bentarum, Ardi Andono mengatakan bahwa rencana survey lapangan ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) mulai Jumat, 11 Mei 2018 dengan melibatkan para ahli dari SOC. “Sebelumnya TN Bentarum telah melakukan pra-survey pada bulan April 2018 dan didapat 38 pulau yang memungkinkan menjadi areal sanctuary”, jelasnya kepada media. Ditambahkannya, pra-survey ini hanya untuk mengidentifikasi naik turunnya air danau, dan kelimpahan pakan serta luasan yang ideal bagi tumbuh kembang orangutan yang tidak bisa hidup di hutan pada umumnya. Lebih lanjut mantan Kepala Bidang Wilayah 3 TN Gunung Leuseur menjelaskan bahwa Kegiatan survey ini dipimpin langsung olehnya dan akan mengambil beberapa data diantaranya: data fisik, biologi, analisis vegetasi, aksesibilitas hingga keamanan kawasan yang bermuara kelayakan pulau yang terpilih memiliki daya dukung bagi Sanctuary Orangutan. Hasil survey ini nantinya akan menjadi landasan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Sanctuary Orangutan. “Semua data yang terkumpul nantinya diolah dan dianalisis oleh tim sebagai bahan penyusunan DED, jadi survey ini sangat krusial”, tegas Ardi. Prakarsa pembangunan Sanctuary orangutan merupakan terobosan dalam memberikan kehidupan yang layak bagi unreleasable orangutan. Mereka dapat menikmati kebebasannya tanpa mengganggu keseluruhan populasi di alam dan tidak mungkin terus-menerus di dalam kandang selama hidupnya. Beberapa alasan orangutan tidak dapat dilepasliarkan (unreleaseable) adalah karena cacat fisik, sakit, tua, mengalami gangguan prilaku, dan juga jantan dominan. Data yang ada saat ini kurang lebih 1.019 individu orangutan yang berada di pusat rehabilitasi, dan 10% diantaranya termasuk dalam katagori unreleasable orangutan. Kedepannya sanctuary orangutan ini bu kan hanya sebagai tempat permanen bagi unreleasable orangutan saja tetapi juga seb. agai stasiun penelitian orangutan yang penting bagi dunia ilmu pengetahuan dan juga pendidikan, utamanya di Kapuas Hulu dan Kalimantan Barat. Sumber : BBTN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Sumatera Program Manager WCS Belajar ke Balai TN Bogani Nani Wartabone

Kotamobagu, 9 Mei 2018. Sumatera Program Manager-WCS Willy Marthy kunjungi kantor Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (BTNBNW) didampingi Sulawesi Progam Manager-WCS Iwan Hunowu beserta beberapa staf WCS Sulawesi yang disambut baik Kepala Balai TNBNW Lukita Awang Nistyantara beserta staf dan staf EPASS. Kepala Balai TNBNW mengawali pertemuan dengan paparan proses awal membangun pengelolaan berbasis tapak di TNBNW, implementasi RBM yang sudah dilaksanakan di TNBNW selama periode Januari sampai Maret 2018, serta prinsip-prinsip dalam melaksanakan RBM. Selanjutnya dilakukan diskusi seluruh peserta yang hadir serta sharing cerita dan informasi berdasarkan pengalaman petugas TNBNW selama melaksanakan SMART Patrol dan Patroli RBM. Willy Marthy mengatakan bahwa kunjungannya di BTNBNW dalam rangka pembelajaran tentang implementasi SMART Patrol yang terintegrasi dengan patroli RBM di TNBNW, dan berharap akan mendapatkan arahan dari Kepala Balai TNBNW terkait hal tersebut. TNBNW dipilih menjadi lokasi pembelajaran oleh Willy Marthy sehubungan dengan informasi yang diperoleh bahwa Balai TNBNW telah mengadopsi sistem SMART termasuk aplikasinya sebagai engine database Balai TNBNW. Di akhir pertemuan, Willy Marthy menyampaikan komitmen WCS khususnya program Sumatera dalam mendukung penguatan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. Willy Marthy menyampaikan bahwa dia merasa sangat senang bisa mendapatkan pembelajaran dari implementasi SMART dan RBM di TNBNW. Menurutnya, implementasi SMART dan RBM di TNBNW sudah cukup baik dan berharap bahwa Balai TNBNW bisa menjadi pusat pembelajaran bagi pengelola konservasi di wilayah Indonesia Timur. Sumber : Dini Rahmanita - Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Baca Berita

Ingin Kembangkan Edelweis TN Kelimutu Kunjungi TN Bromo

Wonokitri, 11 Mei 2018. Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) kedatangan 2 personil TN Kelimutu, Nusa Tenggara Timur yakni Joko Waluyo merupakan Kasubag TU dan Fendra Suarmadi salah Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TN Kelimutu, untuk belajar pengembangan dan budidaya bunga edelweiss di Desa Edelweis Wonokitri. Desa Wonokitri merupakan desa penyangga yang terdapat di Resort PTN Gunung Penanjakan, BBTNBTS, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Pasuruan. Di Kantor Resort PTN Gunung Penanjakan keduanya didampingi langsung oleh “Sukaris” sebagai salah satu Petugas TNBTS pendamping Desa Edelweiss di Wonokitri serta “Mike” dari Kelompok Tani Desa Edelweiss Hulun Hyang, Desa Wonokitri. Kedua tamu istimewa diberikan penjelasan mengenai cara budidaya edelweiss menggunakan biji bunga edelweiss serta berkeliling Desa Wonokitri untuk melihat langsung edelweiss-edelweiss yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Wonokitri. BBTNBTS telah berhasil membudidayakan Edelweiss sejak tahun 2014. Setelah serangkaian ujicoba dan penelitian, tahun 2017 TNBTS mulai menginisiasi Program Desa Edelweiss yang dikemas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dan Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Program Desa Edelweiss ini untuk memenuhi kebutuhan bunga edelweiss yang digunakan dalam Upacara Adat dan Budaya Tengger serta menjadi destinasi wisata mendukung Bromo Tengger Semeru yang telah ditetapkan Presiden sebagai salah satu dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Sumber: Birama Terang Radityo - BBTN Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Festival Danau Sentarum di Gelaran Gebyar Budaya dan Wisata Nasional

Jakarta, 11 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali hadir di gelaran pameran Gebyar Budaya dan Wisata Nasional yang dilaksanakan di Hall B Jakarta Convention Center mulai tanggal 11 hingga 13 Mei 2018 berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata provinsi Kalimantan Barat serta Pemerintah Daerah Kapuas Hulu. Kolaborasi ini bukan yang pertama kali dilakukan, telah beberapa kali dilakukan kegiatan bersama untuk bersinergi dalam mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Kapuas Hulu. Pada keikutsertaan kali ini, diusung tema Festival Danau Sentarum yang merupakan event unggulan propinsi Kalimantan Barat setelah masuk dalam daftar 100 wonderful events Indonesia. Saat ini, hanya ada dua event di Kalimantan Barat yang masuk dalam daftar tersebut, yaitu perayaan Cap Go Meh di Singkawang dan Festival Danau Sentarum di Kapuas Hulu. Tentu saja, hal ini menjadikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat khususnya Kapuas Hulu bahwa Festival Danau Sentarum telah diakui dan mulai diberi perhatian lebih dari pemerintah. Festival Danau Sentarum tahun 2018 merupakan perhelatan yang keempat kali sejak pertama kali digagas tahun 2012. Event ini pada awalnya muncul adanya keinginan untuk mempromosikan kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu khususnya budaya masyarakat sekitar Danau Sentarum. Beberapa kemasan yang ditampilkan pada event tersebut antara lain pentas budaya, lomba tarian dan olahraga tradisional yang ruang lingkupnya hanya melibatkan seluruh kecamatan di bumi puncak kapuas. Konsep festival yang sama juga dilaksanakan pada tahun 2013. Seiring berjalannya waktu, Festival Danau Sentarum baru bisa dilaksanakan kembali pada tahun 2017 dengan konsep yang lebih kontemporer. Pada pelaksanaan tahun 2017, event ini menampilkan keanekaragaman budaya yang dipadukan dengan keindahan alam dan potensi kawasan konservasi taman nasional danau sentarum serta budaya kontemporer yang dikemas dengan nuansa tradisional. Event ini terselenggara dengan dukungan dan kolaborasi para mitra baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun finansial. Kerja keras ini membuahkan hasil dengan ditetapkannya Festival Danau Sentarum menjadi 100 Wonderful Events Indonesia 2018. Dalam event pameran ini, ditampilkan berbagai bentuk kesenian tradisional masyarakat berupa penampilan Sape/alat musik tradisional dayak, tato dayak, kain tenun, maupun kerajinan tradisional masyarakat. Selain itu, juga diikutsertakan pihak Yok Kita Adventure sebagai tour operator yang akan menawarkan paket pilihan perjalanan ke beberapa destinasi tujuan wisata yang ada di kalimantan barat khususnya kabupaten kapuas hulu terkait dengan pelaksanaan festival danau sentarum. Diharapkan, dengan beragamnya materi promosi yang ada dapat memberikan gambaran lebih mengenai pelaksanaan Festival Danau Sentarum serta mampu menarik minat pengunjung untuk menyaksikan perhelatan event tersebut yang akan dilaksanakan pada bulan oktober tahun 2018. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

BKSDA Jambi Ajak Generasi Milenial Cintai & Lestarikan TSL

Batam, 11 Mei 2018. Menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengajak generasi milenal untuk mencintai dan melestarian Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL). Untuk itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi berperan aktif dalam Pameran Indonesian Biodiversity Expo 2018 di Batam tepatnya di Mega Mall Batam Centre Batam. Pameran ini diselenggarakan pada tanggal 10 -13 Mei 2018 dengan tema “hidup berdampingan dengan satwa liar, selamatkan keanekaragaman hayati di bumi”. Balai KSDA Jambi menampilkan keanekekaragaman hayati di Provinsi Jambi khususnya satwa-satwa kharismatik seperti Gajah Sumatera, Harimau Sumatera dan Orang Utan Sumatera. Pameran diisi dengan permainan untuk menimbulkan kecintaan generasi milenial untuk mencintasi satwa liar, boneka (badut) gajah, boneka (badut) harimau, boneka (badut) orang utan dan pojok selfie bersama dengan gambar 3 dimensi Gajah Sumatera dan Harimau Sumatera. Rahmad Saleh selaku Kepala Balai KSDA Jambi menyampaikan bahwa “Balai KSDA Jambi mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya generasi milleneal untuk mencintai dan melestarikan satwa liar”. Satwa liar saat ini semakin tertekan habitatnya, “kita harus mampu hidup berdampingan dengan satwa liar karena tidak ada satupun makhluk di dunia ini diciptakan tanpa ada manfaatnya bagi manusia dan keserasian kehidupan di bumi” tambah Rahmad. Lebih lanjut Rahmad Saleh mengungkapkan bahwa "gajah hewan terbesar di daratan muka bumi namun matanya selalu menyimpan Ke-syahdu-an yang penuh misteri. Orangutan merupakan satwa liar yang memiliki kemiripan dengan manusia dengan hampir 97 % genetik DNA bahkan harimau satwa liar yang mempunyai kharisma sangat luar biasa. Semua ini merupakan anugerah Tuhan YMK yang patut kita jaga dan lestarikan karena manusia merupakan khalifah di muka bumi ini”. Sumber : Balai KSDA Jambi
Baca Berita

Call Center BBKSDA Papua Gagalkan Perdagangan Satwa Asli Papua

Jayapura, 3 Mei 2018. Aksi perdagangan satwa illegal yang digagalkan merupakan hasil operasi gabungan antara Polhut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua bekerjasama dengan personil BPPHLHK Seksi Wil.III Jayapura. Operasi pengamanan diawali laporan masyarakat lewat pelayanan Call Center BBKSDA Papua, kemudian petugas call center, Kasat Polhut BBKSDA Papua, Purnama Ashari, berinisiatif melakukan koordinasi setelah mengumpulkan beberapa informasi dan keluhan dari masyarakat yang menghubungi nomor call center. Dengan cekatan koordinasi tersebut ditanggapi dengan baik oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Seksi Wil.III Jayapura, sehingga target operasi dapat diketahui dan diamankan, sedangkan satwa hasil sitaan, selanjutnya ditempatkan di kandang transit Buper yang dikelola oleh BBKSDA Papua untuk proses rehabilitasi dan pelepasliaran kembali ke alam. Pihak BBKSDA Papua juga berterimakasih kepada masyarakat setempat yang turut aktif melaporkan tindakan perdagangan satwa illegal. Kedepannya BBKSDA Papua dan masyarakat lokal terus menjalin kerjasama yang lebih baik untuk kelestarian satwa-satwa asli Papua. Serah terima satwa sitaan dari BPPHLHK Seksi Wil.III Jayapura kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua adalah satwa endemik daerah Papua dan Maluku yang dilindungi, diantaranya empat ekor Kakatua Raja (Probociger atterimus), satu ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan satu ekor Nuri Kepala Hitam (Lorius lory). Hasil sitaan diserahkan langsung Polisi Kehutanan, Samuel Sampe, SP dan penyidik Indra L. Marunduh dari BPPHLHK Seksi Wil.III Jayapura kepada Purnama selaku Kasat Polhut BBKSDA Papua, yang disaksikan Kepala Bidang Teknis yaitu Akshari Dg. Masikki, S.Hut dan drh. Cyntia M. Sihombing dari BBKSDA Papua. Call Center dibuat untuk menjadi salah satu media yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum dalam membuat laporan langsung kepada petugas pengelola call center. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Ir. Timbul Batubara., M.Si menghimbau agar call center Balai Besar dapat menerima laporan baik mengenai pengrusakan lingkungan hidup, bahkan perdagangan satwa liar yang dilindungi yang sekarang banyak beredar di dunia maya. Sumber : Purnama, Cyntia M. Sihombing - Balai Besar KSDA Papua
Baca Berita

Uben, Sang Anoa Jantan yang Tak Lagi Single

Makassar, 10 Mei 2018. Semua pasti pernah mendengar atau membaca kisah Bahtera Nabi Nuh, sebelum banjir besar datang Tuhan memerintahkan beliau untuk membuat bahtera besar dan menampung semua jenis binatang didalamnya dalam kondisi berpasangan. Sanctuary Anoa Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang berada di TWA Lejja bisa dikatakan miniatur bahtera tersebut, sejak kedatangan anoa dataran tinggi berjenis kelamin betina yang dinamakan Inces oleh kawan-kawan petugas sanctuary tersebut. Anoa ini didatangkan langsung dari pegunungan Seko yang berada di Kabupaten Luwu Utara. Daerah yang terkenal dengan biaya ojek termahal se-Indonesia yang juga merupakan habitat alami Anoa dataran tinggi di Sulawesi Selatan. Dengan adanya Inces, Uben sang anoa jantan yang terlebih dahulu berada di sanctuary ini akan membuat program breeding Anoa yang telah sukses dilaksanakan di Anoa Breeding Centre Manado kini dapat dilaksanakan juga di Sulawesi Selatan. Hal ini akan berjalan lancar, setelah Inces melalui proses adaptasi habitat dan pakan dirumahnya yang baru. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc berharap program Sanctuary Anoa di TWA Lejja yang diresmikan oleh Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno M.Sc beberapa waktu yang lalu dapat berjalan dengan baik sehingga upaya breeding satwa prioritas ini berhasil dan menjadi tujuan riset untuk upaya kelestarian satwa endemik pulau Sulawesi ini. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan

Menampilkan 7.969–7.984 dari 11.140 publikasi