Senin, 20 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Akhirnya PT. Lestari Asri Jaya Resmi Menjadi Mitra Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Jakarta, 15 Mei 2018. Pengelolaan kawasan konservasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemangku kawasan. Keterbatasan sumberdaya menjadi salah satu penyebabnya. Mitra dibutuhkan untuk secara bersama, saling berbagi peran dan bersinergi dalam mengelola kawasan konservasi. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh memiliki luas 144. 223 Ha membentang dari wilayah Riau sampai dengan Jambi, memiliki tingkat ancaman dan tekanan kawasan yang cukup tinggi, dimana kawasan ini berada di dekat jalan lintas timur Sumatera. Peran mitra menjadi cukup signifikan untuk berperan serta menjaga kelestarian TNBT. Tepatnya Selasa, 15 Mei 2018 secara resmi mitra kerja Balai TNBT bertambah, yaitu PT. Lestari Asri Jaya (LAJ). Perjanjian Kerjasama Sama ditandatangani oleh kedua belah pihak di hadapan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Ir. Wiratno, M. Sc di Kantor Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manggala Wanabakti Jakarta. Kerja Sama tentang Penguatan Fungsi Dalam Pengelolaan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ini ditandatangani oleh Darmanto SP, M. AP selaku Kepala Balai TNBT dan Meizani Irmadhiany selaku Direktur PT. LAJ. Periode kerja sama ini selama 3 (tiga) tahun dengan ruang lingkup meliputi perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna, pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. Areal kegiatan kerja sama di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Tebo Tengah Jambi. Pemberdayaan masyarakat akan dilakukan di 4 (empat) desa yaitu Desa Suo - suo, Semambu, Muara Sekalo dan Pemayungan. Keempat desa ini berada di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Bertambahnya mitra memberi angin segar bagi TNBT dalam pengelolaan kawasan khususnya dalam penguatan fungsi. Bekerja secara kolaborasi dalam satu payung harus memberi manfaat positif dalam meningkatkan nilai konservasi kawasan. Semoga kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan berperan nyata dalam mewujudkan visi dan misi TNBT. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Baca Berita

Visit to School Balai KSDA Kalimantan Selatan

Kotabaru, 15 Mei 2018. Bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kelumpang Tengah, Desa Geronggang Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan bekerja sama dengan PT. Arutmin Indonesia melalui tim pelaksana lingkup Seksi Konservasi Wilayah III melaksanakan kegiatan visit to school, sebagai wujud penyadartahuan akan pentingnya konservasi dan fungsi hutan sejak dini. Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, Nikmat Hakim Pasaribu, S.Hut, M.Sc memberikan kata sambutan tentang betapa pentingnya dalam menjaga kelestarian hutan. “Hutan dapat mencegah abrasi di pesisir, menambah luas daratan serta mampu mengikat air dalam tanah sehingga dengan segala manfaat hutan tersebut perlu kita jaga bersama-sama kelestariannya”, imbuhnya. Pihak sekolah yang diwakili oleh Bapak Rusdiansyah, S.Pd (Kepala Sekolah) mengucapkan terima kasih atas kunjungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan, serta berharap apa yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami, diterapkan serta dapat ambil bagian dalam kegiatan konservasi pada kehidupan sehari-hari siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kelumpang Tengah. (jrz) Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Berita

Kepala BBKSDA Jatim Ajak PEH & Penyuluh Berpikir dan Bekerja Out of the Box

Sidaoarjo. 14 Mei 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) mengadakan pembinaan dan peningkatan kapasitas pejabat fungsional PEH dan Penyuluh lingkup BBKSDA Jawa Timur di Ruang Rapat Kantor Balai (14/5). Kegiatan dibuka Kepala BBKSDA Jatim, Nandang Prihadi, yang diikuti 25 PEH dan 3 Penyuluh. Nandang meminta para pejabat fungsional PEH dan Penyuluh untuk berpikir dan bekerja out of the box. Artinya PEH dan Penyuluh diminta untuk inovatif dan kreatif serta solutif untuk mendukung kebijakan organisasi sehingga menghasilkan kinerja positif bagi organisasi. Nandang juga menambahkan agar tidak lupa berkonsultasi mengenai ide-ide kreatif dan inovatifnya ke pimpinan masing-masing serta mencari peraturan-peraturan terkait pekerjannya. Sehingga membiasakan diri untuk bekerja sesuai aturan dan bukan bekerja sesuai kebiasaan. Maka Nandang memberikan tugas kepada PEH dan Penyuluh untuk membuat power point, Infografis, dan booklet dari materi terkait tupoksi sehari-hari dari pejabat fungsional. Materi tersebut meliputi 23 kawasan konservasi dan isu-isu terkait pemanfaatan kehati di lingkup BBKSDA Jatim dan seluruh PEH dan Penyuluh yang hadir diminta mempresentasikan hasil karya tersebut. Materi lain yang disampaikan adalah sosialisasi terkait hasil workshop PEH bulan April 2018, hasil workshop DUPAK Mei 2018, dan Administrasi Kepegawaian untuk Jabfung serta Workshop skema pembiayaan fasilitas dana bergulir untuk Usaha Jasa Lingkungan April 2018. Tidak lupa Nandang juga menyampaikan arahan Dirjen KSDAE tentang 10 cara baru kelola kawasan konservasi (KK) untuk dapat diterapkan dan dilaksanakan para pejabat fungsional tertentu khususnya PEH dan Penyuluh. Hal ini mutlak diperlukan karena PEH dan Penyuluh garda terdepan dalam upaya pengelolaan KK sehingga harus meningkatkan kapasitasnya sesuai aturan yang telah ditetapkan. Sebagai penutup, Nandang mengajak seluruh pejabat fungsional PEH dan Penyuluh yang hadir untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Pemasangan Papan Larangan di Hutan Mangrove oleh Petugas RPTN Tanjung Gunung Balai Taman Nasional Gunung Palung

Sukadana, 14 Mei 2018. Sebagai bentuk komitmen Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara dan Balai Taman Nasonal Gunung Palung dalam pembangunan tanggul air asin di hutan Mangrove kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) yang berlokasi di Dusun Tanjung Gunung, pihak Pemerintah Daerah membuat papan larangan mengenai larangan melakukan kegiatan illegal di dalam kawasan TNGP. Papan larangan berjumlah 3 (tiga) buah yang dibuat dari bahan allumunium dengan bahan tiang dari kayu ulin/belian. Papan larangan dipasang di sepanjang tepi hutan mangrove di pinggir jalan raya propinsi Siduk-Sukadana yang merupakan batas kawasan TNGP. Pemasangan dilakukan oleh anggota Resort Tanjung Gunung yang dipimpin langsung oleh Kepala RPTN Tanjung Gunung Bapak Faisal Riza. Pemasangan dilakukan di tiga titik lokasi yaitu: di Sungai Nyirih, Dusun Tanjung Gunung, dan di batas antara Desa Sejahtera dengan Desa Simpang Tiga. Menurut Faisal Riza pemilihan lokasi pemasangan didasarkan karena lokasinya strategis dan mudah dilihat oleh masyarakat luas. Adanya pemasangan papan larangan tersebut diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya keberadaan kawasan TNGP dan dapat ikut terlibat dalam upaya pelestarian kawasan taman nasional. Sumber : BTN Gunung Palung
Baca Berita

Pembinaan Polisi Kehutanan Lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur

Sidoarjo, 14 Mei 2018. Balai Besar KSDA Jawa Timur melakukan pembinaan kepada 41 Polisi Kehutanan lingkup BBKSDA Jatim, 15 Mei 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat tersebut dihadiri juga oleh beberapa pejabat Eselon III dan IV. Kepala Balai Besar KSDA Jatim, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. dalam arahannya meminta seluruh Polisi Kehutanan untuk mengetahui dan memahami 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi. Begitu juga mengenai potensi dan kerawanan di wilayah kerja masing-masing. “Saya minta Polhut juga hafal di luar kepala peraturan dan perundang-undangan di Bidang Kehutanan yang menjadi dasar tupoksi,” tegas Nandang. Pun demikian dalam merumuskan masalah dilengkapi dengan berbagai alternatif pemecahannya. Selanjutnya Kepala Bagian Tata Usaha, Sihono S.Sos, MM. menjelaskan mengenai penilaian DUPAK pejabat fungsional tertentu dan acuan kebijakan kenaikan pangkat bagi Polhut. Karena DUPAK merupakan nafas bagi pejabat fungsional, Sihono-pun mengingatkan agar lebih cermat terkait pengajuan usulan dupak. Dalam kegiatan tersebut, tim dari Bagian Tata Usaha, Fatati, memberikan kabar terbaru yang ia terima dari Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Penilai DUPAK Ditjen KSDAE pada 7-8 Mei di Bogor. Beberapa pertanyaanpun mengalir dari peserta pembinaan, seperti syarat-syarat pengunduran diri dari jabatan fungsional Polhut. Juga mengenai kabar terkait tidak adanya pembebasan sementara karena tidak mengumpulkan dupak. Pada sesi selanjutnya, Hari Purnomo memberikan pemaparan terkait hasil Workshop Pejabat Fungsional Polisi Kehutanan di bogor beberapa waktu yang lalu. Termasuk didalamnya mengenai konsep pengaturan pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, penataran, praktik kerja, serta pertukaran pegawai. Selanjutnya Dheny Mardiono memberikan materi terkait penyusunan Laporan Kejadian dan Berita Acara Pemeriksaan. Selain itu, Dheny juga memberikan sosialisasi terkait Uji kompetensi bagi Polisi Kehutanan. Di sela-sela acara juga dilakukan pamit dan perpisahan dengan Samsul Hadi, Kepala Resort Konservasi Wilayah Jember yang akan masuk masa purna tugas per 1 Juni 2018. Sumber : Agus Irwanto - BBKSDA Jawa Timur
Baca Berita

Gotong Royong Benahi Papan Informasi di Sepanjang Jalan Menuju Ranu Pani

Senduro, 14 Mei 2018. Tim gabungan petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Senduro dan RPTN Pasrujambe Balai Besar TN Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Selasa, 8 Mei 2018, melakukan kegiatan pembenahan papan larangan dan himbauan di sepanjang jalan menuju Ranu Pani yang dimulai dari pintu Gerbang masuk (Blok Sentral) sampai dengan Blok Pengunga'an Gedok. Perbaikan dilakukan dengan membenahi tiang-tiang dari papan larangan yang sudah lapuk dengan memanfaatkan bahan yang ada. Khaerul Sholeh selaku Kepala Resost Senduro menjelaskan “tujuan dari kegiatan tersebut agar papan petunjuk dan himbauan tetap dapat terbaca oleh pengunjung sepanjang perjalanan menuju ranu pani”. Khaerul sapaan sehari-hari Kepala Resort senduro menambahkan bahwa “terdapat 7 buah papan himbauan dan larangan yang dapat dibenahi sampai Blok pengunga'an Gedok, karena kondisi papan Informasi yang lain sudah sangat lapuk. Direncanakan tim gabungan akan melanjutkan kegiatan tersebut sampai semua papan informasi dapat dibenahi, sebab papan himbauan dan larangan tersebut merupakan informasi yang sangat berguna sekali bagi para pengunjung yang melewati jalur Senduro menuju Ranu Pani. Sumber: Khaerul Sholeh /KRPTN Senduro SPTN III Senduro Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Penarikan KKN Profesi (KKNP) Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Masohi, 14 Mei 2018. Setelah 2 (dua) bulan mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) di kawasan Taman Nasional Manusela, akhirnya dilakukan penarikan oleh dosen pendamping Jurusan Kehutanan Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Pattimura pada hari Senin, 14 Mei 2018 pukul 13.00 WIT di Ruang Rapat Balai TN Manusela. Penyerahan kembali 20 mahasiswa KKNP dilakukan oleh Dr. Ir. Ivan Yosfi Noor, M.Si selaku Kepala Balai TN Manusela kepada Dosen Pendamping dari Jurusan Kehutanan Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Dalam acara tersebut dihadiri pula oleh para kepala resort serta fungsional PEH dan Polhut. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai TN Manusela menyampaiakan arahan agar mahasiswa KKNP Unpatti bisa menjadi mitra TN Manusela dalam membantu menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat. Kegiatan KKNP yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan profesi kehutanan yang dilaksanakan di kawasan TN Manusela baik yang dilakukan secara mandiri yang didampingi oleh petugas resort maupun terlibat dalam kegiatan TN Manusela antara lain inventarisasi TSL, monitoring populasi satwa prioritas, patroli rutin dan sosialisasi batas kawasan. Dengan adanya KKNP di TN Manusela, diharapkan mahasiswa mampu menganalisa fakta yang ditemukan di kawasan dalam membantu pengelolaan TN Manusela. Sumber : Balai TN Manusela
Baca Berita

TaNa Bentarum Terus Perkuat MPA dan Nelayan Desa Pulau Majang

Putussibau, 14 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali melaksanakan pertemuan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sekaligus kelompok nelayan Desa Pulau Majang pada akhir pekan lalu (12-13 Mei 2018). Rapat membahas persiapan penggabungan dua kelompok MPA, yakni MPA Pulau Majang dan MPA Radai Buaya yang sama-sama bernaung dibawah Desa Pulau Majang menjadi MPA Majang Lestari. Rapat yang berlangsung di serambi Kantor Resort Pulau Majang ini juga membahas persiapan simulasi gabungan pemadaman kebakaran hutan menggunakan peralatan damkar bantuan Forest Investment Program 1 (FIP-1) 2017 dari TaNa Bentarum. Kepala Resort Pulau Majang, Irawan, menyampaikan bahwa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personil MPA dan masyarakat Desa Pulau Majang menghadapi puncak musim kemarau 2018. Rapat juga membahas persiapan perguliran ikan Arwana super-red hasil bantuan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat nelayan yang diberikan Tana Bentarum pada tahun 2017, yakni berupa pembesaran ikan Arwana super-red skala rumahan. Nilai ekonomis dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan tambahan nelayan Pulau Majang. Pulau Majang dan Danau Sentarum merupakan alur hubungan yang tidak terpisahkan. Desa tersebut secara signifikan bergantung kepada kawasan Danau Sentarum. Mayoritas penduduk lokal di Desa Pulau Majang bermata pencaharian sebagai nelayan yang bergantung kepada ketersediaan ikan di Danau Sentarum. Masyarakat Pulau Majang juga secara arif memanfaatkan sumberdaya alam lainnya di dalam dan sekitar kawasan Danau Sentarum. Secara pengelolaan kawasan konservasi, Desa Pulau Majang berada di dalam wilayah pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), tepatnya pada Resort Pulau Majang (dengan luas wilayah kelola 19.453,9 Ha), SPTN Wilayah VI Semitau, Bidang PTN Wilayah III Lanjak. Penetapan wilayah ini untuk menjamin sustainable equilibrium antara Danau Sentarum dengan kehidupan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Pulau Majang. Untuk menjamin tercapai dan terpeliharanya harmoni tersebut, pihak pengelola Tana Bentarum terus berupaya meningkatkan peran dan kerjasama dengan nelayan dan masyarakat Desa Pulau Majang. Menurut Kepala Seksi Wilayah VI Semitau, Muhammad Rekapermana saat dihubungi tim media rencananya akan digelar rapat bersama kelompok nelayan Pulau Majang dan Radai Buaya terkait program kerja dan aturan nelayan. “Saat ini sedang diinisiasi pertemuan untuk meningkatkan kebersamaan antar kedua kelompok nelayan (di Desa Pulau Majang) tersebut”, ujarnya. Reka juga menyampaikan bahwa prinsip dasarnya adalah masyarakat sebagai subyek utama penentu kelestarian Danau Sentarum. Rasa memiliki dan pentingnya menjaga Danau Sentarum, serta kerja sama antara pengelola dengan masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci utama pelestarian Danau Sentarum. “Sesuai dengan 10 kebijakan pengelolaan kawasan konservasi dari Dirjen KSDAE yang menempatkan masyarakat sebagai subyek, begitupun yang kami coba lakukan di wilayah kerja kami” cetus Reka. Selama ini menurutnya antara Balai Besar TN Bentarum terus mendorong pembangunan masyarakat yang berwawasan lingkungan khususnya di wilayah Pulau Majang. Peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan pemadaman kebakaran hutan, perbesaran arwana dan pemberdayaan masyarakat telah dilakukan oleh BBTN Bentarum di wilayah Pulau Majang dan akan terus ditingkatkan jumlah maupun kualitasnya. “kami akan terus mendorong masyarakat Pulau Majang untuk meningkatkan ekonominya melalui pelatihan dan pemberdayaan seperti yang telah dilakukan selama ini” pungkas Reka mengakhiri wawancaranya. Beberapa kegiatan dan bantuan telah berupaya dilaksanakan oleh BBTNBKDS untuk meningkatkan kapasitas maupun upaya peningkatan ekonomi masyarakat Desa Pulau Majang. Pada tahun 2015 terlaksana program bantuan pipanisasi untuk mensupply air bersih dari bukit ke Desa Pulau Majang, hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dengan TNDS. Sementara pada tahun 2016 dilakukan sosialisasi dan pengobatan gratis kerjasama antara BBTNBKDS dengan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) TNI, berlanjut pada tahun 2017 melalui Forest Investment Program-1 (FIP-1) dengan sumber dana Hibah Luar Negeri (HLN) diberikan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan sekaligus pemberian bantuan peralatan pemadaman kebakaran hutan untuk Desa Pulau Majang. Sementara itu pihak BBTNBKDS juga berupaya meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Masyarakat dan Pemberian Bantuan Pembesaran Ikan Arwana Super-Redmelalui skema perguliran. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum)
Baca Berita

Setelah 65 hari di Baluran, Pelajar SMKN Kehutanan Manokwari Dilepas

Baluran, 14 Mei 2018. Setelah melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Taman Nasional Baluran selama 65 hari (13 Maret-13 Mei 2018) pada tanggal 14 Mei 2018 dilaksankan acara Pelepasan Siswa-Siswi SMK Negeri Kehutanan Manokwari. Dalam acara tersebut para pelajar melakukan presentasi hasil dari PKL mereka yang telah dilaksanakan. Acara pelepasan ini juga dihadiri Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) mewakili Kepala Balai Taman Nasional Baluran, serta para pendamping lapangan yang membimbing siswa dalam Praktek Kerja Lapang. Dalam pelaksanaan PKL, Siswa-siswi ditempatkan pada seluruh Resort yang ada di lingkup Taman Nasional Baluran. Secara keseluruhan ada 29 orang siswa, sehingga dilakukan pembagian dalam pelaksanaan kegiatan. Ini merupakan kali kedua Balai Taman Nasional Baluran menjadi tempat PKL bagi SMKKN Manokwari, yang pernah dilaksanakan pada tahun 2015. Selama di Taman Nasional Baluran mereka menerapkan ilmu yang mereka dapat dari sekolah, dan ilmu baru yang mereka pelajari di Taman Nasional dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi mereka untuk kedepannya, berguna bagi lingkungan sekolah, masyarakat, dan Negara. Sumber : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Berita

Semangat dan Energi Baru dengan Rakor Kepegawaian BBKSDA Sumut

Merek, 14 Mei 2018. Balai Besar KSDA Sumatera Utara selenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Tahun 2018, di kawasan Taman Simalem Resort (TSR), Merek Hills-Lake Toba, Kabupaten Karo. Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., dan dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir. Herry Subagiadi, M.Sc. dan Kepala Sub Bagian Kerjasama Tehnik, Bagian Hukum dan Kerjasama Tehnik Setditjen KSDAE, Ivan Andita F., S.Hut., M.Si. Ketua Panitia Rakor, Imelda Kamayanti Harahap, SH. (Kepala Sub Bagian Umum) menyampaikan bahwa Rakor mengusung tema : “Meningkatkan Kualitas dan Kreativitas ASN Balai Besar KSDA Sumatera Utara”. Diikuti 200 peserta dari PNS, CPNS, Bakti Rimbawan serta tenaga kontrak lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 10 s.d 12 Mei 2018. Rangkaian acara kegiatan Rakor meliputi : Pembinaan oleh Sekditjen KSDAE, presentase hasil pendidikan dan latihan (diklat) yang diikuti oleh pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, outbound, traiking disekitar lokasi kawasan TSR serta hiburan dan malam keakraban. Dalam sambutannya Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyampaikan kepada Sekditjen KSDAE, bahwa komposisi pegawai dilingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, terdiri dari : 165 orang berstatus PNS, 2 orang CPNS (sedang mengikuti Pra Jabatan) serta 73 orang tenaga kontrak dan bakti rimbawan. Kepada para peserta Rakor, Kepala Balai Besar mengingatkan dinamisasi perkembangan yang terjadi belakangan ini dengan sebutan istilah Revolusi Industri 4.0, yang perlu diantisipasi oleh seluruh ASN lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. “Perkembangan yang begitu cepat saat ini, suka atau tidak suka, harus kita sikapi untuk menghadapi kompleksitas permasalahan dibidang KSDAE,” ujar Hotmauli. Hotmauli juga mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa untuk pengelolaan pemerintahan yang baik dibutuhkan kreativitas serta kinerja yang baik pula. Oleh karena itu hasil akhir dari Rakor ini nantinya diharapkan akan memberi semangat dan energi baru yang akan dibawa ke tempat tugas masing-masing guna berbuat dan bekerja lebih baik lagi. Sementara itu Sekditjen KSDAE, Ir. Herry Subagiadi, M.Sc., memberi apresiasi kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera beserta seluruh staf yang secara bersama-sama menyelenggarakan Rapat Koordinasi, sembari mengingatkan kembali bahwa persoalan yang sedang dan akan dihadapi semakin kompleks dan berat. Untuk itu diperlukan kekompakkan kerja serta konsistensi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. “Pesan dan harapan saya kepada seluruh peserta Rakor agar membangun sistem kerja yang baik di lapangan, hilangkan kelompok-kelompok yang dapat mengganggu dan merusak kinerja internal, lakukan pelayanan yang terbaik dengan mengikuti peraturan yang ada, serta bangun jejaring kerja termasuk dengan UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Propinsi Sumatera Utara,” ujar Herry Subagiadi Herry Subagiadi juga memberi semangat kepada peserta Rakor, khususnya kepada pejabat fungsional untuk aktif berburu informasi dan menuangkan hasil kerja dalam bentuk tulisan, serta berharap Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara terus memotivasi dan membimbing seluruh ASN untuk aktif menulis. Selesai pembinaan, Sekditjen KSDAE didampingi Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkenan memberikan hadiah kepada pegawai terbaik (teladan) Balai Besar KSDA Sumatera Utara tahun 2018, Sdr. Evansus Renandi Manalu, staf pada Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan.(Evan) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Belajar Hidroponik Seru Bersama Dharma Wanita Balai TN Bunaken & BKSDA Sulut

Manado, 11 Mei 2018. Anggun, rapi dan cantik begitulah dandanan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDA Sulawesi Utara) dan Balai Taman Nasional Bunaken guna belajar budidaya tanaman hidroponik. Sebanyak 16 Orang Ibu anggota DWP Balai TN Bunaken dan BKSDA Sulawesi Utara berkunjung ke Mdc HydroFarm di Kelurahan Kleak, Kecamatan Malalayang Kota Manado. Kunjungan rombongan dipimpin langsung Ketua DWP UPT KLHK Sulawesi Utara, Ibu Arma Janti Massang, S.Hut, M.Si. Dalam sambutan singkatnya, Arma Janti menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengetahui cara budidaya tanaman hidroponik, dan dapat bermanfaat untuk anggota dharma wanita, sehingga dapat mengoptimalkan lahan sempit di pekarangan masing-masing. Selain itu dengan belajar tanaman hidroponik anggota DWP UPT KLHK Sulawesi Utara beserta keluarga dapat mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang sehat dan bebas pestisida, dan mengurangi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sayur keluarga sehari-hari, bahkan kita berharap pengembangan budidaya tanaman hidroponik dapat menjadi bisnis sampingan keluarga, tambah Arma. Rombongan dharma wanita diterima dengan sangat ramah oleh pemilik Mdc HydroFarm, Tommy Dani. Tommy langsung menjelaskan budidaya tanaman hidroponik dari proses pembibitan hingga pemanenan, tanaman sayuran jenis lokal hingga jenis sayur yang berasal dari luar negeri seperti kale yang merupakan jenis sayur bergizi tinggi yang didatangkan bibitnya dari Rusia. Menurut Tommy budidaya tanaman hidroponik cocok diterapkan di pekarangan rumah. Kontrol tanaman mudah dan tidak menyita banyak waktu, sangat sesuai untuk masyarakat perkotaan. Anggota dharma wanita Balai TN Bunaken dan BKSDA Sulawesi Utara sangat antusias saat dipersilahkan untuk memanen sayur-sayur yang telah dibudidayakan oleh pemilik Mdc HydroFarm untuk dibawa pulang. Sumber : Adi Tri Utomo - Calon PEH Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Berita

Usung Ekowisata Kawah Ijen, BBKSDA Jatim Raih Trofi di IBEX 2018

Sidoarjo, 13 Mei 2018. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) giat promosi ekowisata dan kawasan konservasi salah satunya dengan mengikuti beberapa event pameran. Event Indonesia Biodiversity and Conservation Expo (IBEX) di Mega Mall Batam provinsi Kepulauan Riau diikuti BBKSDA Jatim selama 4 hari mulai tanggal 10 s.d 13 Mei 2018. Dalam event ini, stand BBKSDA Jatim memperoleh predikat dan trofi stand terbaik pertama untuk kategori ecotourism. BBKSDA Jatim mengusung TWA Kawah Ijen sebagai salah satu destinasi ekowisata di Jawa Timur. Seiring dengan upaya pembenahan pengelolaan dan promosi yang dilakukan, tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara di TWA Kawah Ijen semakin meningkat. Hal ini sesuai informasi yang disampaikan Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) 18 Kawah Ijen, Sigit Haribowo, bahwa jumlah pengunjung di TWA Kawah Ijen pada hari sabtu dini hari 13 Mei 2018 sampai dengan pkl. 11.00 wib berjumlah 1.175 wisatawan lokal dan 107 wisatawan asing. Peningkatan jumlah pengunjung merupakan tantangan bagi BBKSDA Jatim untuk melakukan strategi pengelolaan kawasan secara tepat. Disatu sisi untuk peningkatan PNBP bagi Negara, di sisi lain harus menjaga kelestarian kawasan dan meminimalisir dampak kegiatan wisata yang mengakibatkan kerusakan kawasan. Salah satu keindahan alam Gunung Ijen adalah fenomena blue fire yang hanya ada di Indonesia dan di Islandia, inilah daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini. Selain blue fire, pengunjung juga dapat menikmati indahnya pemandangan dari ketinggian sekitar 2.400 mdpl, menikmati matahari terbit setelah melihat blue fire. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Hasil Transplantasi Masyarakat Tumbuh Besar

Pulau Jinato - TN. Taka Bonerate, 12 Mei 2018. Hasil selalu sejalan dengan kerja keras, hasil kegiatan Monitoring Transplantasi di Pulau Jinato (08 sd. 12 Mei 2018) memiliki persentase tumbuh mencapai 95% dari 300 rangka yang terpasang. Tim monitoring terdiri dari fungsional Pengendali Ekosistem, staf lapangan dan masyarakat melaporkan bahwa persentase pertumbuhan karang hasil Transplantasi tahun lalu sudah mulai tumbuh dengan sehat dan baik. Asosiasi biota yang berada di sekitar transplantasi ini makin bervariasi dan jumlahnya banyak. “Penempatan rangka Transplantasi Karang ini merupakan daerah Pemulihan Ekosistem (rehabilitasi) yang nantinya akan disesuaikan lokasinya dalam kegiatan Rezonasi yang saat ini sedang dilaksanakan" jelas Faat Rudhianto Kepala Balai TN. Taka Bonerate Selain mengukur tingkat persentase tumbuh, Tim juga menyulam (mengganti) karang yang mati dan membersihkan rangka dari kotoran yang menempel di media rangka maupun di karang. Monitoring ini juga melibatkan masyarakat setempat, mulai dari awal kegiatan Transplantasi sampai monitoring, yang dilakukan dalam bentuk Kelompok Transplantasi Karang. "Langkah selanjutnya, Balai TN. Taka Bonerate tahun ini akan menambah jumlah rangka transplantasi sebanyak 300 rangka dengan asumsi, akan merehabilitasi seluas 600 meter persegi" Ucap Kepala SPTN Wilayah II Jinato Abd. Rajab. Sumber : Asri - PEH Balai Taman Nasional Taka Bonerate Foto : Gunawan/ Muh. Jubir
Baca Berita

Visit Forest TN Tesso Nilo Oleh Riau Pos

Tesso Nilo, 13 Mei 2018. Jalan-jalan di akhir minggu, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dapatkan kunjungan dari rekan – rekan media Riau Pos dalam rangka acara visit forest yang dilaksanakan selama dua hari penuh pada hari Sabtu hingga minggu tanggal 12 – 13 Mei 2018. Wartawan, photographer serta staf dari Riau Pos sengaja datang mengunjungi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo untuk meliput dan menikmati ragamnya budaya lokal dan ekowisata yang berada di TNTN. Kegiatan visit forest yang diikuti media Riau pos didampingi staf TNTN yang mengenalkan seluruh potensi alam serta budaya lokal yang ada di kawasan Taman Nasional. Hari pertama, Para awak media dari Riau Pos diajak untuk menyaksikan pegelaran acara Balimau Potang Mogang Bersama Gajah yang digelar pada hari Sabtu, 12 Mei 2018. Keseruan pegelaran acara menjadi daya tarik tersendiri bagi awak media Riau Pos dalam mengabadikan momen tersebut. Malam harinya TNTN memberi pertunjukan Manumbai di pohon sialang, tradisi turun temurun masyarakat Desa Penyangga TNTN yang merupakan prosesi berupa puji-pujian kepada alam sebelum memanen madu. Visit forest hari kedua Riau pos diisi dengan sehari penuh menjadi mahout gajah TNTN dengan paket wisata “Mahout Wanna Be”. Dari pagi hingga sore hari para awak media Riau Pos mengikuti kegiatan gajah seperti ngangon gajah, memberi makan, hingga memandikan gajah. Riau Pos mengaku kagum akan potensi ekowisata yang berada dikawasan TNTN dan sepakat untuk sama sama mempromosikan potensi tersebut agar diketahui oleh masyarakat daerah maupun masyarakat luar daerah. Kepala Urusan Human TNTN Andi Kusumo, S.Si, M.Si mengatakan bahwa visist Forest yang hadirkan awak media tersebut merupakan salah satu bentuk upaya dari TNTN dalam mempromosikan Potensi Ekowisata TNTN kepada masyarakat luas. “Dengan hadirnya teman-teman media di TNTN menikmati dan menyaksikan ragamnya potensi wisata kita, kita berharap dapat membantu TNTN dalam mempromosikan kepada masyarakat luas tentang pengelolaan kawasan TNTN serta ekowisata yang ada didalamnya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Langkah Besar TN Tesso Nilo, Diskusi Bersama Masyarakat Toro

Lubuk Kembang Bunga, 12 Mei 2018. Tim Seksi Pengelola Wilayah I Lubuk Kembang Bunga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) duduk bersama berdiskusi dengan masyarakat Desa Toro Jaya dan Onangan. Diskusi dilaksanakan pada malam sehari seSUDAH pegelaran acara Mandi Belimau Potang Mogang yang dipersiapkan secara bersama sama oleh TNTN dan masyarakat. Kepala SPW I Taufik Haryadi , S.P didampingi Kepala Resort Air Hitam & Bagan Limau berkesempatan berdiskusi dengan para RW dan RT dari Toro Jaya dan Onangan, diskusi ini juga dihadiri Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga Bapak Rozi. Diskusi dilaksanakan membahas tentang rencana pendataan terbuka mengenai pengguna lahan di Toro Jaya. Keterangan dari Kepala Seksi Pengelola Wilayah I LKB, diskusi tersebut merupakan sebuah langkah besar TNTN dalam upaya penyelesaian konflik dengan masyarakat yang selama ini menjadi tantangan bagi TNTN dalam mengelola kawasan. Saat diskusi berlangsung, Masyarakat Toro Jaya dan Onangan sepakat akan bekerjasama dengan TNTN dalam melaksanakan rencana pendataan pengguna lahan di wilayah konflik kawasan TNTN. Selama diskusi, masyarakat yang diajak untuk duduk membahas rencana pendataan pengguna lahan menerima maksud dan tujuan dari TNTN dengan respon baik dan memberi lampu hijau, “Kita bersyukur selama diskusi niat baik kita sepertinya mendapat lampu hijau dari mereka, nantiya rencana pendataan ini akan kita bicarakan lebih dalam agar bisa kita laksanakan dalam waktu dekat, Ungkap Ahmad Gunawan, A.Md Kepala resort Air Hitam – Bagan Limau. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Konservasi Ala TN Kutai di Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2018

Jakarta, 13 Mei 2018. Balai Taman Nasional Kutai turut ambil bagian pada pameran yang bertajuk "16th Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) Expo 2018" yang berlangsung pada tanggal 10 - 13 Mei 2018 di Hall B Jakarta Convention Center. Stand Balai Taman Nasional Kutai didesain khusus dengan mengambil latar belakang lokasi objek wisata terbaru dan kekinian yang dikembangkan pihak Balai TN Kutai yaitu miniatur gazebo dan boardwalk Bontang Mangrove Park (BMP). Melalui pameran ini, diharapkan pengunjung yang datang ke stand pameran bisa langsung merasakan dan mendapatkan gambaran senyata mungkin objek wisata konservasi dan edukasi Bontang Mangrove Park. Selain itu, selama berlangsungnya pameran, stand TN Kutai juga menampilkan produk-produk unggulan dari kelompok binaan Balai TN Kutai dan Mitra TN Kutai berupa gula aren genjah dan gula semut jahe merah yang diproduksi oleh Kelompok Nyiur Melambai Desa Kandolo. Beragam informasi terkait kawasan wisata alam yang ada di TN Kutai seperti Bontang Mangrove Park, Sangkima Jungle Park dan wisata minat khusus pengamatan orangutan liar di Prevab serta flora fauna TN Kutai juga disajikan dalam bentuk buku, leaflet, poster, kaos dan papan informasi kawasan. Buku, leaflet dan poster tersebut diberikan gratis untuk pengunjung yang datang ke stand pameran. Untuk menambah meriah dan menarik pengunjung, di stand TN Kutai juga diadakan games seru yaitu melempar gelang ke botol. Pengunjung yang beruntung akan mendapatkan aneka macam cinderamata menarik yang telah disiapkan, seperti kaos, payung, boneka orangutan, mug, gantungan kunci, dan pin. Melalui keikutsertaan Balai TN Kutai dalam kegiatan "16th Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara Expo 2018" ini, TN Kutai semakin dikenal luas oleh masyarakat dan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang kawasan konservasi, serta menumbuhkan minat mereka untuk mengunjungi TN Kutai. Sehingga target 17 juta pengunjung wisatawan mancanegara dan 270 juta wisatawan nusantara di tahun 2018 dapat terealisasi. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai

Menampilkan 7.953–7.968 dari 11.140 publikasi