Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Masyarakat Serahkan Orangutan dan Buaya

Palangka Raya, 23 Mei 2018. Satu Individu orangutan (Pongo pygmaeus) dan satu ekor buaya sinyulong (Tomistama schelegelii) diserahkan masyarakat pada BKSDA Kalimantan Tengah pada hari Selasa, 15 Mei 2018. Orangutan berjenis kelamin jantan dengan usia sekitar 11 tahun diserahkan oleh Bapak Gofur, warga Desa Mugi Penyuhu RT. 01 Kecamatan Rantau Pulut Kab. Seruyan. Menurutnya orangutan tersebut telah dipelihara sejak tahun 2007 saat berumur 5 bulan. Orangutan tersebut didapat di sekitar PT. Mentaya Kec. Bukit Sentuwai Kab. Kotawaringin Timur, ketika terjadi pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan terjadi kebakaran hebat. Penyerahan orangutan ini dilakukan setelah Camat Rantau Pulut memberikan penyadartahuan kepada Bapak Gofur bahwa orangutan merupakan satwa yang dilindungi dan tidak boleh dipelihara oleh masyarakat, dan menghimbau untuk diserahkan ke BKSDA Kalimantan Tengah. Setelah mendapatkan himbauan tersebut, Bapak Gofur akhirnya menyerahkan individu orangutan tersebut kepada Tim TRRC SKW II dan disaksikan oleh Camat Rantau Pulut. Selanjutnya orangutan tersebuto dititipkan di Orangutan Care Centre and Quarantine, Pangkalan Bun untuk dilakukan rehabilitasi. Di hari yang sama Tim TRRC SKW II – BKSDA Kalimantan Tengah juga melakukan evakuasi terhadap seekor buaya senyulong dari PT. BJAP 2, Kab. Seruyan. Buaya tersebut ditemukan terjaring perangkap ikan di sungai Mengkahing oleh karyawan PT. BJAP 2. Sungai Mengkahing di Kecamatan Arut Utara merupakan tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari. Karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga, sehingga buaya tersebut dievakuasi. Selanjutnya dilepaskan di Suaka Margasatwa Lamandau. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

6 Rescue Satwa dalam 1 Hari

Karangasem, 22 Mei 2018. Balai KSDA Bali bersama Ditreskrimsus POLDA Bali lakukan kegiatan patroli peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) di wilayah Kab. Karangasem, Bali (22/5). Hasil dari kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan beberapa satwa dilindungi dari tersangka dengan inisial (IWPM) yang beralamat di bukit lemped, desa Padang Kerta, Karangasem. Jenis satwa yang diamankan yaitu 1 ekor kijang (Muntiacus muntjak), 1 ekor lutung jawa (Trachypithecus auratus), 1 ekor kucing hutan (Felis bengalensis) dan 2 ekor landak (Hystrix brachyura). Satwa-satwa langka tersebut diduga akan dijadikan obyek daya tarik wisata rumah pohon Bukit Lemped namun tidak didukung dengan sarana yang memadai bahkan lutung ditemui dalam keadaan dirantai pada leher. Bahkan pelaku tidak bisa menunjukkan bukti asal usul yang sah satwa-satwa tersebut. Seorang tersangka langsung menjalani pemeriksaan penyidik POLDA Bali untuk pendalaman kasus. Pendalaman kasus dilakukan karena dikhawatirkan telah terjadi praktik perdagangan satwa liar terselubung di wilayah Provinsi Bali. Menurut keterangan awal tersangka, beberapa satwa ditangkap dari hutan sekitar namun beberapa diantaranya dibeli dari orang tak dikenal. Di tempat terpisah, tim juga mengamankan 1 ekor Sanca bodo (Python molurus) yang diserahkan secara sukarela dari masyarakat yang beralamat di kawasan Wisata Tirta Gangga (22/5). Sebagai upaya penanganan satwa pasca penangkapan dan pengangkutan, sementara dititipkan di Lembaga Konservasi (Balizoo) untuk mendapat perawatan. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Gotong Royong, Warga Dusun Onangan Rampungkan Pos Pengamanan Hutan TN Tesso Nilo

Baserah, 22 Mei 2018. Berdiri kokoh di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang tersisa, Pos pengamanan yang dibangun secara bergotong royong oleh masyarakat Dusun Onangan telah rampung dikerjakan. Selasa, 22 Mei 2018 personil SPTN II Baserah Balai TNTN bersama Kepala Dusun Onangan Bapak ginting, Ketua RT.05 dan masyarakat dusun Onangan tinjau Pos pengamanan hutan tersisa untuk pengecekan secara lansung bangunan pos yang telah rampung pengerjaannya. Tingginya tingkat partisipasi dari masyarakat dalam pembangunan Pos, mempermudah jalannya pengerjaan. Tidak dibutuhkan waktu terlalu lama, Pos pengamanan hutan tersisa yang pembangunannya mulai direncanakan pada 29 Maret 2018 lalu, sudah selesai pembangunannya pertengahan Bulan Mei 2018. Pada saat peninjauan Pos pengamanan yang sudah rampung, Kepala Dusun Onangan Bapak ginting, Ketua RT.05 dan masyarakat dusun Onangan bersepakat untuk saling menjaga keberadan Pos pengamanan hutan tersisa TNTN. Kepala dusun, RT dan masyarakat juga meminta di adakan sosialisasi, pendataan kebun yang berada di dalam kawasan TNTN didaerah Dusun Onangan. “Sudah kita tinjau ke lokasi pembangunan bersama dengan tokoh masyarakat Dusun Onangan, Pos pembangunan tersebut sudah rampung sepenuhnya dan siap untuk dioperasikan. Kesediaan dari ketua RT 05 untuk menjaga kawasan yang masih berhutan di dalam kawasan TNTN dan melakukan penyuluhan terhadap masyarakatnya akan kita bantu dan dukung pelaksanaannya” terang Polhut Balai TNTN Anton Yus Jenri Simamora. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Patroli Apung Terpadu TN. Komodo

Manggarai Barat – 21 Mei 2018, Tim gabungan Polres Manggarai Barat bersama Polairud, Gakkum Seksi Wilayah III dan Balai Taman Nasional (TN) Komodo kembali melaksanakan Patroli Apung Terpadu pada tanggal 11-20 Mei 2018 dengan menggunakan speedboat TN. Komodo. Lokasi patroli adalah Pulau Komodo dan Pulau Padar. Di Pulau Komodo tim melakukan patroli di Bagian Barat dan Selatan yang rawan terhadap illegal fishing mulai dari Loh Wenci, Loh Boko, Lajupemali, Langkoi, Loh Srikaya, Loh Belanda hingga ke Loh Wau. Tim juga melakukan patroli darat di Pulau Padar untuk melihat kemungkinan adanya perburuan rusa di wilayah tersebut serta patroli perairan di dive site seperti Karang Makassar dan Gili Lawa. Pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan masih tergolong pelanggaran ringan misalkan saja nelayan yang melakukan pengambilan hasil laut dengan alat tangkap yang ramah lingkungan tetapi di zona perlindungan bahari, yang tidak diperbolehkan adanya kegiatan ekstraktif. Selain itu masih ditemukan wisatawan yang tidak memiliki tiket masuk dan tiket aktivitas wisata. Terhadap para pelanggar tim memberikan pembinaan di lokasi kejadian. Sumber: Balai TN. Komodo
Baca Berita

Ikan Dewa yang Melegenda dari Gunung Ciremai

Kuningan, 21 Mei 2018. Ikan dewa (Tor soro) merupakan salah satu potensi satwa dari jenis ikan yang ada di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Habitat ikan dewa di TNGC saat ini hanya ada di dua lokasi obyek wisata alam, yaitu Cibulan dan Cigugur. Keberadaan ikan dewa tetap terjaga dengan adanya mitos atau legenda yang membuat sakral ikan tersebut. Ikan dewa masih satu keluarga dengan ikan mas (Family Cyprinidae), dan di wilayah Sumatera konon merupakan makanan para raja. Manfaat keberadaan ikan dewa di TNGC sampai dengan saat ini hanya untuk daya tarik wisata pengunjung. Sedangkan manfaat lainnya sebenarnya cukup potensial, antara lain kandungan gizi albumin yang tinggi, untuk pengobatan pasca operasi, menjadi sarana pendidikan dan edukasi, serta nilai ekonominya yang tinggi. Ikan dewa telah menjadi komoditas ekspor dari Jawa & Sumatera antara lain ke Malaysia dengan kuota 100.000 ton/tahun dan nilai ekspor Rp 400.000/kg namun baru dapat terpenuhi 30.000 ton/tahun. Sebagai upaya konservasinya, serta mengoptimalkan manfaat keberadaan ikan dewa untuk masyarakat, Balai TNGC melaksanakan beberapa program konservasi ikan dewa baik in-situ dan eks-situ. Kegiatan yang telah dilakukan tersebut diantaranya adalah kajian habitat, populasi dan translokasi ikan serta program budidaya ikan dewa bersama masyarakat. Dalam kajian dan budidaya ikan dewa, Balai TNGC bekerjasama dengan para ahli dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor. Kajian ikan dewa telah dilakukan pada tahun 2017 lalu dan praktek budidaya ikan dewa bersama masyarakat Desa Sangkanhurip, Desa Bandorasa Kulon dan Desa Padabeunghar dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2018 di areal Kebon Balong, Desa Sangkanhurip, Cigandamekar, Kuningan. Uji coba praktek budidaya ikan dewa telah berhasil menetaskan telur ikan dewa hasil pemijahan buatan. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pemanfaatan ikan dewa khususnya di Kabupaten Kuningan untuk kesejahteraan dan perekonomian masyarakat setempat. [teks & foto ©? BTNGC - Silvi | 052018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

Yang Terkurung di Ramadhan Bukan Kami Tapi Setan

Mangkutana, 22 Mei 2018. Tim Patroli tumbuhan dan satwa liar (TSL) Seksi Konservasi Wilayah II Malili, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan kunjungan dari rumah ke rumah di wilayah kerja mereka untuk melaksanakan sosialisasi TSL dilindungi. Dibeberapa rumah penduduk ditemukan sejumlah TSL dilindungi seperti Nuri Kepala Hitam sebanyak 3 ekor, Elang Bondol 1 ekor dan Kakatua Jambul Putih 1 ekor. Setelah diberikan penjelasan tentang status perlindungan dari kelima satwa tersebut, para pemilik kemudian menyerahkan satwa-satwa tersebut pada Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kegiatan Patroli TSL ini akan menjadi agenda rutin dan dikoordinasikan dengan aparat setempat sehingga menghasilkan efek dan hasil yang maksimal. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc memberikan apresiasinya pada Tim Patroli TSL Seksi Konservasi Wilayah II Malili yang telah berhasil mengamankan kelima satwa dilindungi tersebut dan juga berterima kasih pada para pemiliknya yang telah secara sukarela menyerahkannya pada petugas Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Beliau juga memerintahkan proses pemindahan satwa tersebut ke kandang transit untuk segera dilaksanakan, serta membuka akses perizinan pembuatan Lembaga Konservasi bagi masyarakat yang berminat untuk berkontribusi bagi penyelamatan satwa sehingga resiko kepunahan spesies yang dilindungi dapat ditekan. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan
Baca Berita

SIMATA TAKA (Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate).

Benteng - Kepulauan Selayar (21 Mei 2018). Setelah beberapa bulan lalu pengisian form tally sheet, hari ini sampai tiga hari kedepan (21-23 Mei 2018) akan dilaksanakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Operasional Aplikasi secara menyeluruh ke petugas lapangan dan staf Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TNTBR). Sistem Manajemen Data ini diberi nama SIMATA TAKA (Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate). Sistem ini dibagi menjadi beberapa konten yaitu : Sistem Room, Sistem Monitoring Online, E-Simaksi, Aplikasi Tata Persuratan dan Data Based Online. Sistem atau aplikasi ini dapat dioperasikan untuk OS Windows dan Android. Secara umum aplikasi tersebut digunakan sebagai alat bantu manajemen data dan informasi sehingga dapat lebih memudahkan pimpinan dalam mengambil keputusan. Aplikasi ini dibangun oleh pihak Gamma Media Solusindo, salah satu konsultan IT terkenal dari Jawa Tengah. Bertempat di Aula Pertemuan Balai TNTBR, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate Faat Rudhianto dan dihadiri Kasubag. TU, Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I dan II, Petugas Lapangan serta staf Balai TNTBR. "Kedepan, data dan informasi dari teman-teman lapangan, persuratan, permohonan Surat Izin Masuk Kawasan akan berbasis online, dan akan disajikan dalam satu aplikasi untuk diakses oleh masyarakat secara luas, mudah dan terbuka" ucap Faat Rudhianto. Ada 9 item utama yang akan diisi oleh petugas lapangan (pelapor) di aplikasi Android Si Mata Taka yaitu : Gangguan Kawasan, Koordinasi, Pelayanan Pengunjung, Pembinaan Habitat, Pembinaan Masyarakat, Pengamatan Kondisi Cuaca, Sosialisasi dan Penyuluhan, Perjumpaan Biota Laut dan Perjumpaan Tumbuhan dan Satwa Liar Pulau. Diharapkan dengan terbangunnya sistem manajemen data berbasis online ini, dapat mempermudah rekapitulasi data series dan pengelolaan Balai TN. Taka Bonerate kedepan makin baik. Sumber : Asri - PEH TN. Taka Bonerate
Baca Berita

Operasi Gabungan Illegal Logging di SM Pulau Bawean

Bawean, 22 Mei 2018. Kasus penebangan liar di blok Tambak Jabus kawasan konservasi SM. Pulau Bawean berawal dari laporan petugas Resort Konservasi Wilayah (RKW) 11 pulau Bawean ke Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Surabaya Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Berdasarkan laporan, penebangan terjadi hari sabtu tanggal 12 Mei 2018 dengan jumlah yang ditebang sebanyak 42 pohon dengan rincian : 39 pohon jati, 1 pohon gondang dan 2 pohon kepuh. Sebagai tindak lanjut, kepala SKW III Surabaya melaporkan kejadian kepada kepala Bidang KSDA Wilayah II Gresik agar dilakukan konsultasi ke BBKSDA Jatim. Hasil konsultasi dengan BBKSDA Jatim disepakati akan dilakukan kegiatan operasi (pulbaket dan Opsgab). Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan di SM. Pulau Bawean pada tanggal 17 s/d 20 Mei 2018, lokasi penebangan berada di tambak jabus dan berjarak sekitar 125 meter dari titik ikat pal 1529 (berdasarkan pengecekan pada peta penebangan terjadi di dalam kawasan suaka margasatwa pada pal 1525). Berdasarkan informasi di lapangan, pelaku saat ini mempunyai bukti berupa SPPT pajak dan dari informasi petugas pelaku juga pernah melakukan penebangan pada tahun 2011, dan saat itu sudah dibuatkan Laporan Kejadian (LK) serta dilaporkan ke BBKSDA Jatim. Selain itu juga sudah disosialisasikan terkait batas-batas kawasan SM. Pulau Bawean. Senin 21 Mei 2018 tim opsgab. melakukan koordinasi dengan Polsek Sangkapura dimana pada kesempatan sebelumnya Kabidwil II Gresik sudah berkoordinasi dengan Polres Gresik. Hasil koordinasi dengan Polsek Sangkapura disepakati bahwa penanganan kasus tersebut diserahkan ke Polsek Sangkapura Polres Gresik. Selanjutnya tim Opsgab. mengamankan barang bukti (BB) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sampai saat ini BB tersebutbelum dapat dipindahkan dari TKP dikarenakan belum adanya tukang angkut. Untuk mengamankan Barang bukti yang adadi TKP saat ini dipasang police line dan dilakukan penandaan dengan menggunakan cat/phylox. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Trenggiling dari Masyarakat Untuk TN Gunung Ciremai

Kuningan, 21 Mei 2018. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menerima penyerahan satu ekor satwa liar yang dilindungi, jenis trenggiling (Manis javanica). Satwa tersebut diserahkan warga kepada Kepala Satuan Tugas Polisi Kehutanan TNGC, Syarifudin hari senin 21 Mei 2018 Pukul 08.45. Warga yang menyerahkan bernama Asep dari Desa Kramat Mulya Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Berdasarkan informasi Asep, trenggiling ditemukan secara tidak sengaja di pekarangan rumah temannya, Adi, hari minggu 20 Mei 2018 Pukul 22.00. Setelahnya trenggiling akan diserahkan kepada Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk proses lebih lanjut. Penyerahan satwa liar secara sukarela ini menunjukkan bahwa mulai tumbuh kesadaran masyarakat akan kelestarian satwa liar, serta pemahaman yang baik bahwa satwa liar hidup di alam untuk menjalankan fungsinya, daripada hidup di kandang piaraan yang tanpa makna. [teks & foto ©? BTNGC - Mendry | 052018] Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Baca Berita

KA Balai TNTN Didampingi KA Resort Onangan Nilo Presentasi Kondisi Kawasan Ke Dirjen KSDAE

Jakarta, 22 Mei 2018. Kepala Resort Onangan Nilo, Joni Putra Siregar, Kepala urusan teknis dan didampingi oleh Kepala Balai TNTN berkesempatan untuk berkunjung menjumpai Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pada 21-22 Mei 2018. Kunjungan Kepala Resort Onangan Nilo ke Dirjen KSDAE, Bapak Wiratno disambut hangat di Ruangan Dirjen KSDAE Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta. Pada saat berkunjung dan diskusi bersama Dirjen KSDAE, Kepala Resort Onangan Nilo Joni Putra Siregar diminta oleh Bapak Dirjen untuk presentasi mengenai kondisi Resort Onangan Nilo. Presentasi yang dilakukan oleh Kepala Resort Onangan Nilo mendapat respon baik dan apresiasi dari Bapak Dirjen KSDAE. Usai kunjungan, Kepala Balai TNTN dan tim yang berkunjung diajak berfoto bersama dengan Dirjen serta diberikan souvenir sebagai tanda berkunjung. “Kita tadi sudah bertemu dan berkunjung kepada Dirjen KSDAE Bapak Wiratno dan melakukan diskusi, tadi Kepala Resort kita juga lakukan presentasi dan ditanggapi dengan baik oleh beliau, mudah-mudahan kunjungan tadi dapat kita jadikan sebagai pembelajaran untuk mengelola kawasan dengan lebih baik", jelas Kepala Balai Supartono. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Empat Terdakwa Kasus Perambahan TN Kerinci Seblat Disidang

Jambi, 22 Mei 2018. Empat terdakwa kasus dugaan perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada di wilayah Sungai Tebal, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Selasa (22/5), mulai disidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi. Keempat terdakwa adalah Ahmad Azhari, Abu Hasim, Maardi dan Indra Jaya. Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Sementara itu, ratusan massa yang tergabung dalam Tim Pembela Hak Azasi Petani (TPHAP) menggelar unjuk rasa damai di luar gadung PN Jambi di Jalan A Yani, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, meminta agar keempat terdakwa dibebaskan. Dalam surat dakwaan, terdakwa bersama 30 orang lainnya yang tidak diketahui identitasnya telah melakukan penebangan hutan dan menebas dengan menggunakan parang dengan tujuan ingin untuk hidup di kawasan hutan TNKS. Perbuatan terdakwa menurut jaksa telah melanggar dan diancam dengan Pasal 82 ayat 1 huruf c UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan dan perusakan hutan jo Pasal 55 ayat 2 KUHP. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat & metrojambi.com
Baca Berita

Momen Kenaikan Pangkat Pegawai Balai TN Tesso Nilo di Hari Kebangkitan Nasional

Pangkalan Kerinci, 21 Mei 2018. Tepat pukul 8.00 pagi, halaman depan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dilaksanakan apel pagi rutin yang dipimpin langsung Kepala Balai TNTN Supartono, S.Hut, M.P. (21/5). Khidmatnya prosesi apel pagi, Kepala Balai TNTN memberikan wejangan dan amanat kepada peserta apel berupa etika Pegawai Negeri Sipil dalam bekerja dan penyebaran informasi. Usai apel, Kepala Balai TNTN memberi instruksi kepada 4 orang staf pegawai TNTN untuk maju kedepan dan berbaris dengan posisi menghadap Pembina upacara. Ke empat staf yang diminta maju kedepan tersebut adalah staf yang akan diserahkan SK kenaikan pangkat dan jabatan oleh Kepala Balai TNTN. Disaksikan seluruh peserta Apel pagi, SK ke empat staf pegawai TNTN tersebut diserahkan dan diberi selamat oleh Kepala Balai TNTN. Ke empat staf pegawai TNTN yang naik pangkat dan jabatan diantaranya M.Syahlan, S.Hut , Fauzan Kahfi, S.Hut, M.Sc.MIL, Raju Adi Chandra, dan Elan Maulan Nurjaman, S.Hut. Menurut keterangan Kepala Sub Bag TU TNTN Bapak Delfi Andra SP, SK kenaikan pangkat dan jabatan empat orang staf TNTN tersebut sudah diperoleh beberapa waktu yang lalu dan baru diserahkan hari ini karena menunggu momen Apel Pagi rutin Senin. “Dengan diserahkannya SK Kenaikan Pangkat untuk pegawai TNTN hari ini kita berharap pegawai yang bersangkutan kinerjanya semakin baik dan berkontribusi lebih di TNTN. Mudah mudahan dan juga menjadi motivasi untuk pegawai lainnya” Terang Kepala Balai TNTN Supartono, S.Hut, M.P. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Berita

Uji Petik Penilaian Operasionalisasi Kphk Di Wilayah Kalimantan

Balikpapan - Direktorat Kawasan Konservasi bekerjasama dengan Pusat Diklat SDM LHK, Puslitbang Sosekjak dan PI, dan Yayasan Kehati (TFCA Kalimantan) menyelenggarakan kegiatan Uji Petik Penilaian Operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Non Taman Nasional di Wilayah Kalimantan pada tanggal 11-12 Mei 2018. Kegiatan bertujuan untuk menilai kesiapan (readiness), mensosialisasikan dan menggali masukan terhadap Pedoman Penilaian Operasionalisasi KPHK yang saat ini sedang disusun oleh Direktorat Kawasan Konservasi (12/5). Pedoman Penilaian Operasionalisasi KPHK ini disusun berdasarkan Peraturan Dirjen KSDAE Nomor: P.03/KSDAE/SET/KSA.1/7/2016 tentang Petunjuk Teknis Operasional KPHK. Pedoman ini diharapkan menjadi NSPK dalam mencapai target indikator kinerja kegiatan pada Renstra Ditjen KSDAE Periode 2015-2019 berupa pengoperasionalisasian 100 unit KPHK pada kawasan konservasi non taman nasional. Kegiatan penilaian diikuti oleh 6 (enam) Kepala KPHK dari 7 (tujuh) KPHK yang ada di wilayah Kalimantan meliputi KPHK Gunung Nyiut, KPHK Melintang, KPHK Muara Kendawangan, KPHK Pararawen, KPHK Lamandau, dan KPHK Muara Kaman Sedulang. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh Kepala BKSDA Kalimantan Timur, Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, dan Kepala BKSDA Kalimantan Barat. Narasumber pada kegiatan Uji Petik ini berasal dari Pusat Diklat SDM LHK yaitu Ir. Adi Susmianto, M.Sc dan Dr. Ir. Novianto Bambang W, M.Si serta Dr. Ir. Subarudi, M.Sc dari Puslitbang Sosekjak dan PI. Adapun materi yang disampaikan yaitu Kebijakan dan Implementasi KPHK di Indonesia serta Esensi Muatan dan Petunjuk Pengisian Matriks Penilaian Operasionalisas KPHK. Dari hasil interaksi dan diskusi yang berkembang selama pelaksanaan kegiatan disimpulkan bahwa pengisian matriks penilaian Operasionalisasi KPHK dapat dilakukan dengan mudah oleh peserta, ringkas dan dapat digunakan untuk mengukur readiness operasionalisasi suatu unit KPHK. Namun demikian, masih diperlukan beberapa perbaikan terhadap materi terkait kategori, nilai, tata cara penilaian, dan verifikasi. Pada kesempatan tersebut, peserta Uji Petik merekomendasikan agar dapat dilakukan kegiatan serupa pada KHPK Non Taman Nasional lain mengingat saat ini telah dibentuk sebanyak 103 unit KPHK di seluruh Indonesia dan kegiatan ini sangat memberikan manfaat bagi pengelola KHPK maupun Ditjen KSDAE cq. Direktorat Kawasan Konservasi sebagai perumus kebijakan terkait KPHK. Sumber: Subdirektorat Pengendalian Pengelolaan Kawasan Konservasi
Baca Berita

Semangat Kebangkitan Nasional di Sumba

Waingapu, 21 Mei 2018. Balai Taman Nasionla Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) menggelar upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018 bertempat di depan Kantor Balai TN Matalawa. Segenap pimpinan dan staf Balai Taman Nasional Matalawa turut hadir , yang dipimpin langsung Kepala Balai Maman Surahman S.Hut. M.Si. Adapun tema Hari Kebangkitan Nasional pada tahun ini adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital” dengan makna sebagai upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam peningkatan kapasitas diri. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia diletakan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia. Sejalan dengan semangat Nawacita Kabinet Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya. Diakhir pidatonya, kepala balai berpesan untuk menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, merapatkan barisan dan jangan sampai terpecah belah. Sumber : Balai Taman Nasionla Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa)
Baca Berita

Kepala BBKSDA Jatim Pimpin Upacara Kebangkitan Nasional Rimbawan Jawa Timur

Sidoarjo, 21 Mei 2018. Korp Rimbawan Jawa Timur yang terdiri dari Dinas Kehutanan, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim), BPPHLHK Wil Jabalnusra, BPDAS Brantas Sampean memperingati hari Kebangkitan Nasional dengan Upacara Bendera pada hari Senin, 21 Mei 2018. Tahun 2018 merupakan tahun ke 110 hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 20 Mei. Upacara dilaksanakan dengan Inspektur Upacara Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi, didampingi komandan upacara Antok Bintang Nugroho staf Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur. Peringatan hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun 2018 kali ini bertema “PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL”. Nandang Prihadi membacakan teks sambutan menteri Komunikasi dan Informatika RI yang pada intinya adalah persatuan dan semangat adalah modal dasar dalam mencapai suatu tujuan, semangat perjuangan Boedi Oetomo telah membuktikan bahwa persatuan dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Persatuan merupakan komponen untuk mendorong tumbuhnya rasa nasionalisme, dan nasionalisme itulah yang mampu menjadi bahan bakar dalam mewujudkan cita-cita/ kemerdekaan. Kita wajib meneladaan jiwa patriotisme, nasionalisme dan semangat persatuan para pahlawan bangsa pendahulu kita, dengan semakin berkembangnya IPTEK harusnya semakin memudahkan kita untuk menggalang persatuan dan memupuk rasa nasionalisme kebangsaan, dan bukan sebaliknya. Seratus sepuluh tahun pasca deklarasi hari kebangkitan nasional kita telah memiliki dan dapat memperoleh apa saja yang kita perlukan dan butuhkan, harusnya hal tersebut membuat kita semakin meningkatkan inspirasi dan kreatifitas dengan menongok kembali sejarah seabad lebih yang lalu yang disaat Boedi Oetomo menggelorakan semangat kebangkitan bangsa. Peringatan hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun 2018 lingkup korwil UPT KLHK dan Dishut Prop. Jawa Timur, dihimbau agar ASN di era Digital ini dapat mewarisi semangat Boedi Oetomo untuk bangkit merajut kokohnya kebersamaan yang akhir-akhir ini terkoyak oleh kondisi yang mengarah untuk menceraberaikan keutuhan bangsa, semangat kebersamaan dan rasa nasionalisme. Semakin mudahnya akses informasi, komunikasi dan teknologi saat ini harus dapat dijadikan sebagai modal untuk membangun dan menciptakan kekuatan persatuan yang sulit untuk dipatahkan bagaikan sapu lidi. Jangan sia-siakan derai air mata, cucuran keringat dan darah para pejuang bangsa pendahulu kita. “SELAMAT MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE 110 TAHUN 2018” Sumber : Humas Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Berita

Hari Kebangkitan Nasional dari Ujung Batas Negeri

Putussibau, 21 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum peringati hari Kebangkitan Nasional tahun ke 110 tahun 2018. Upacara dilaksanakan pukul 08.30 WIB diikuti seluruh Pejabat serta pegawai di lingkungan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Setiap tanggal 20 Mei bangsa kita memperingati hari kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tahun ini peringatan upacara Hari Kebangkitan Nasional dilaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Mei 2018 dengan mengusung tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital”. Tema ini mengandung makna kekayaan alam, betapapun, merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, pun selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan. Kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontraproduktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri. Saat ini ditengah maraknya dunia digital dengan konten negatif yang berpotensi memecah belah bangsa, Kepala Bagian Tata Usaha, Murlan Dameria Pane selaku Inspektur Upacara mengutip pidato dari Menteri Komunikasi dan Informatika menekan pentingnya ikatan persatuan sebagai sebuah bangsa. “….Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat?"ujarnya. Ditambahkannya, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga dimaknai dengan berkontribusi secara positif kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Semoga Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini juga bisa kita maknai di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang” pungkasnya Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum)

Menampilkan 7.873–7.888 dari 11.140 publikasi