Selasa, 21 Apr 2026

Berita

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Berita

Optimalisasi Karhutla, Balai TN Bukit Tigapuluh Bentuk Posko Siaga Karhutla

Sebagai tindakan antisipasi pencegahan karhutla, dibentuk posko siaga pengendalian kebakaran hutan beserta personil pelaksana dan sarana prasarana pendukung operasional posko siaga. Lokasi posko siaga dibagi menjadi 5 (lima) lokasi yaitu Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), SPTN Wilayah I Tebo, SPTN Wilayah II Belilas, Resort Lahai dan Resort Talang Lakat. Masing-masing posko terdapat 2 (dua) orang personil siaga pengendalian karhutla yang memiliki jadwal kegiatan setiap minggunya secara bergiliran. Adapun tugas setiap regu antara lain penjagaan, patroli, mencatat setiap laporan hotspot dan laporan masyarakat terkait karhutla di penyangga kawasan TNBT, melakukan groundcheck dan pemadaman karhutla. Agar posko siaga ini berjalan dengan optimal, setiap personil posko harus membawa kelengkapan alat GPS dan kamera serta laporan kegiatan harian harus diisi dan dilengkapi. Kegiatan penjagaan posko siaga pengemdalian karhutla dimulai sejak awal April 2018 dan setiap bulan akan diperpanjang. Semoga dengan adanya posko siaga pengendalian karhutla ini, upaya pencegahan karhutla berjalan optimal di TNBT. Bahaya kebakaran hutan dan lahan selain mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan juga berdampak buruk bagi kesehatan dan dunia pendidikan. Banyak instansi sekolah yang meliburkan anak didiknya untuk menghindari bahaya asap yang dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Masih adanya sebagian masyarakat yang membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi faktor penyebab terjadinya karhutla. Sumber : Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Berita

15 Pejabat Fungsional BKSDA Kalteng Ikuti Pelatihan Identifikasi Tumbuhan dengan Software INTKEY 5

Palangka Raya, 24 Mei 2018. Pada tanggal 21 sd 22 Mei 2018, para pejabat fungsional BKSDA Kalimantan Tengah mengikuti Pelatihan Identifikasi Tumbuhan dengan Software INTKEY 5. Kegiatan ini merupakan Penelitian Kediklatan yang dilakukan oleh salah satu widyaiswara Pusat Diklat SDM LHK, Ir. BP. Setiohindrianto, MM dalam memenuhi persyaratan pengembangan kompetensi Widyaiswara Ahli Madya. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan Pelatihan melalui metode klasikal dan E-Learning pada tempat yang berbeda, dimana salah satunya di Balai KSDA Kalimantan Tengah dengan nama Pelatihan Identifikasi Tumbuhan dengan Software INTKEY 5. Peserta pelatihan berjumlah 15 orang yang terdiri dari PEH, Polhut, Penyuluh Kehutanan. Selama 20 jam pelajaran, peserta diberikan materi tentang morfologi tumbuhan, perangkat computer untuk software INTKEY 5 serta melakukan praktek identifikasi tumbuhan dengan software INTKEY 5. Dengan hasil penelitian ini, peserta diharapkan dapat menjelaskan morfologi tumbuhan dan mendemonstrasikan teknik identifikasi jenis tumbuhan. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Skill Man Behind the Gun

Gilimanuk, 24 Mei 2018. Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB) melaksanakan kegiatan pelatihan menembak yang diikuti 60 personil Polisi Kehutanan (POLHUT). Kegiatan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada tanggal 23 dan 24 Mei 2018. Kepala Balai TNBB, Drh. Agus Ngurah Krisna K., M. Si, turut hadir di lapangan tembak Ambyarsari, Kecamatan Melaya untuk membuka acara sekaligus ikut latihan menembak bersama personil POLHUT. Kepala Balai menyampaikan bahwa tuntutan ke depan sebagai seorang Polhut semakin meningkat. Petugas Polhut harus dibekali dengan kemampuan menggunakan senjata api dan menembak. Agus Krisna menambahkan, nantinya kegiatan pelatihan menembak akan menjadi agenda rutin dalam peningkatan kapasitas tenaga fungsional Polhut di TNBB. Instruktur dari kegiatan pelatihan menembak berasal dari personil Brimobda Bali Detasemen C Gilimanuk. Tidak hanya teori, praktek pengenalan senjata dan praktek menembak wajib diikuti. Senjata yang digunakan adalah dari jenis senjata laras panjang PM1 A1 dan jenis senjata genggam (pistol) kaliber 38. Latihan ini dilakukan untuk mengasah kesigapan dan kemampuan personil dalam menggunakan senjata. Sumber : Balai Taman Nasional Bali Barat
Baca Berita

125 Orang Kerja Bakti di Areal Simpang Tatal

Malang, 24 Mei 2018. Balai Besar Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) kali ini kerja bakti bersama 125 orang perwakilan paguyuban jeep, ojek dan PKL Malang, Tosari, Wonokitri, Hotel Bromo Cottages untuk membersihkan jalan menuju calon lokasi parkir di areal Simpang Tatal (24/5). Pembersihan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Penataan Penanjakan yang dilakukan Bulan April 2018 berupa pembuatan areal parkir untuk Jeep dan Ojek yang mengantarkan pengunjung di view point Penanjakan. Toni Widiatmoko yang merupakan salah satu petugas Resort PTN Penanjakan mengungkapkan "dengan pembersihan jalan dari Simpang Tatal menuju calon lokasi parkir ini, diharapkan Jeep dapat masuk menuju lokasi parkir yang disiapkan, sehingga penumpukan kendaraan di sepanjang jalan view point Penanjakan dapat diatasi". Sumber : Balai Besar Bromo Tengger Semeru
Baca Berita

Penelusuran Setajam Silet, Balai KSDA Bali Rescue Satwa Endemik

Denpasar, 23 Mei 2018. Berawal dari laporan masyarakat berupa video kepemilikan satwa dilindungi Undang-undang ke call center dan instagram Balai KSDA Bali, Tim Satuan Perlindungan Balai KSDA Bali melakukan penelusuran terhadap pemilik satwa. Hasil penelusuran diketahui pemilik bernama Wayan Rastika beralamat di Jl. Diponegoro Gg. Rama, Pesanggaran Denpasar. Wayan Rastika mengakui dan menyadari kelalaiannya memelihara satwa dilindungi tanpa ijin dan tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah terkit asal-usul satwa. Setelah dilakukan sosialisasi dan pembinaan terkait pemanfaatan satwa dilindungi Undang-Undang, yang bersangkutan selanjutnya secara sukarela menyerahkan satwa-satwa dilindungi tersebut kepada Balai KSDA Bali. Selanjutnya satwa-satwa tersebut dievakuasi ke kantor Balai KSDA Bali. Adapun satwa langka yang diserahkan antara lain 1 ekor Cendrawasih merah (Paradisaea rubra) jantan , 2 ekor Cendrawasih besar (Paradisaea apoda) jantan, 1 ekor Cendrawasih kecil (Paradisaea minor) betina, 2 ekor Owa jawa (Hylobates moloch), serta 1 ekor Kakatua jambul kuning (Cacatua galerita). Semua satwa merupakan satwa liar dilindungi bahkan cendrawasih adalah satwa endemik (sebaran terbatas) Papua dan Owa jawa adalah endemik Jawa adalah masuk dalam Appendik I CITES. Sambil menunggu penanganan lanjutan, perawatan dan pemulihan kondisi, satwa-satwa tersebut saat ini untuk sementara dititip-rawat di lembaga konservasi. Sumber : Balai KSDA Bali
Baca Berita

Dalam Rangka Pengelolaan Sitroom, Balai KSDA Sumatera Selatan Adakan Inhouse Training Pengelolaan Data Spasial

Palembang, 23 Mei 2018. Pengelolaan kawasan konservasi, data yang valid dan merupakan hal yang penting. Situation Room (Sitroom) merupakan pusat data dan informasi digital yang dibangun di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE). Data dapat diakses dan diakses setiap saat sehingga dapat berguna sebagai pendukung proses pengambilan kebijakan yang tepat. Dalam rangka pengelolaan sitroom, Balai KSDA Sumatera Selatan mengadakan inhouse training pengelolaan data spasial pada tanggal 22-23 Mei 2018 di ruang rapat Balai KSDA Sumatera Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala SKW I, II, III, staf fungsional dan staf pelaksana dari kantor balai, SKW I, II, dan III. Nara sumber kegiatan terdiri dari 3 yakni akademisi, pejabat Direktorat Kawasan Konservasi, dan ahli bidang IT. Materi yang disampaikan pada kegiatan inhouse training antara lain pembangunan aplikasi berbasis data, konsep Resort Based Management (RBM), webgis, praktek pengumpulan data dan penginputan data di system serta analis data pendukung sistem. Dengan adanya peningkatan kapasitas pengelolaan data spasial diharapkan data akan semakin baik, valid, dan time series sehingga selanjutnya dapat dilakukan analisis terhadap data tersebut yang nantinya berguna dalam penyelesaian permasalahan khususnya di kawasan konservasi. Sumber : Agnes Indra Mahanani - KSDA Sumatera Selatan
Baca Berita

Terciduk!!! 3 Ekor Burung Yang Hendak Dijual Dilepasliarkan Kembali

Waingapu, 23 Mei 2018. Tim Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I (SPTN I) Balai TN Manupeu Tanah Darudan Laiwangi Wanggameti (Matalawa) merespon informasi warga yang menyebutkan bahwa ada transaksi perdagangan satwa liar. Tim terdiri dari Syamsul Bukhori (Polhut), Ferdinand Dapadeda (Penyuluh Kehutanan), Eka Yanuar dan Gaudencio (PEH) segera bergerak ke lokasi ex Pasar Waikabubak yang berada di pusat Kota Kabupaten Sumba Barat. Tim berhasilmenyita 3 ekor burung yang terdiri dari 2 ekor Seriwang Nusa Tenggara (Terpsiphone floris) berjenis kelamin jantan dan 1 ekorAnis Nusa Tenggara (Zootera dohertyi). Namun, petugas tidak memperoleh banyak informasi terkait asal-usul burung-burung tersebut karena pelaku melarikan diri. Hasil penyitaan tersebut kemudian dibawa ke kantor SPTN I untuk diperiksa keadaannya. Dari pemeriksaan yang dilakukan, kondisi burung cukup sehat hanya ada beberapa bulu yang rontok. Seriwang Nusa Tenggara diketahui sebagai burung yang masuk dalam kategori Resiko Rendah (LC), sedangkan Anis Nusa Tenggara masuk dalam kategori Hampir Terancam (NT). Untuk kepentingan konservasi, burung-burung tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di sekitar objek wisata air terjun Lapopu.(abn/mtlw) Sumber: Balai TN Matalawa
Baca Berita

BBKSDA Jabar, Susun Rencana Kerja Kegiatan dan Anggaran 2019 Lebih Awal

Bandung, 23 Mei 2018. Balai Besar KSDA Jawa Barat selama 2 (dua) hari, tanggal 22-23 Mei 2018 telah mengadakan Rapat Penyusunan Rencana Kerja Kegiatan dan Anggaran Tahun 2019 yang diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari : Pejabat Struktural, Pejabat Pembuat Komitmen, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu dan Pengelola Keuangan lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat di Hotel Ibis Bandung Trans Studio. Rapat dibuka Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat Sustyo Iriyono dengan narasumber Kepala Bagian Program dan Evaluasi Setditjen KSDAE Ibu Dyah Murtiningsih. Kegiatan ini untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 oleh setiap eselon IV lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat beserta Rencana Anggaran Biaya yang selanjutnya usulan tersebut dibahas dan disesuaikan dengan Indikator Kinerja Utama/Indikator Kinerja Kegiatan (IKU/IKK) Ditjen KSDAE dan ketersediaan alokasi anggaran TA. 2019 satker BBKSDA Jabar. Sebagai bahan referensi bagi peserta rapat dalam menyusun rencana kegiatan dan anggarannya, Dyah Murtiningsih menyampaikan informasi bagaimana Mekanisme Penyusunan Rencana Kerja TA. 2019 dan Rencana Kerja Pemerintah serta Pagu Indikatif Kementerian LHK TA. 2019. "Rencana Kerja Kegiatan dan Anggaran Tahun 2019 disusun secara efektif dan efesien serta disesuaikan dengan IKU/IKK yang masih menjadi tanggungan dan harus selesai di tahun 2019 yang telah ditetapkan dalam Renstra Ditjen KSDAE dan Renstra BBKSDA Jabar" tegas Sustyo. Mekanisme Rapat Penyusunan Rencana Kerja Kegiatan dan Anggaran Tahun 2019 menggunakan mekanisme bottom up, dimana semua usulan Rencana Kerja Kegiatan dan Anggaran diusulkan oleh eselon IV lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat yang merupakan ujung tombak dalam melaksanakan tugas dan fungsi Balai Besar KSDA Jawa Barat. Usulan kegiatan ini merupakan bahan pembahasan yang akan dilaksanakan di tingkat Direktorat Jenderal KSDAE. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Barat
Baca Berita

Penyegaran MPA TN Matalawa Tunjukkan Kesiapsiagaan Memasuki Musim Kemarau

Waingapu, 23 Maret 2018. Memasuki pertengahan tahun 2018, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) menunjukan kesiapsiagaan dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan penyegaran Masyarakat Peduli Api (MPA) pada tiga desa yaitu Desa Nangga, Desa Tadulajangga, dan dari Desa Nggongi. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Desa Tandulajangga, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur. Narasumber pada kegiatan ini terdiri dari 5 (lima) orang yaitu tiga orang dari pengelola kawasan, Kepala Balai TN Matalawa, Kepala SPTN Wilayah III Matawai Lapau dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Sedangkan materi pengamanan secara umum diberikan oleh aparat keamanan dari Polsek Karera dan Koramil Karera. Perwakilan tiap desa yang keseluruhannya berjumlah 54 orang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dari kegiatan ini, diharapkan bahwa masyarakat dapat lebih memahami cara-cara penanganan sebelum, setelah, dan saat terjadi kebakaran hutan. Selain itu, pemberian materi dari aparat penegak hukum dapat dijadikan sumber informasi bagi masyarakat untuk mensosialisasikannya kepada warga lain untuk tidak membakar kawasan hutan. Masyarakat juga diharapkan dapat melaporkan secepatnya kejadian kebakaran hutan di Call Center Matalawa. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Berita

BKSDA Kalteng Lakukan Penilaian METT Kawasan Konservasi

Palangka Raya, 23 Mei 2018. Bertempat di Hotel Neo Palangka Raya pada tangga 14 sd 15 Mei 2018, Balai KSDA Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi dengan mengundang para stakeholder terkait dari kalangan Pemerintah Provinsi serta mitra kerja lainnya. Kawasan Konservasi yang dinilai adalah CA Pararawen I dan II, SM Lamandau, TWA Tanjung Keluang, TWA Bukit Tangkiling dan CA Bukit Sapat Hawung. Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Kalimantan Tengah menyampaikan penguasaan administrasi/ dokumen terkait kawasan serta pengambilan data yang akurat dan berkala sangat penting dalam sebuah pengelolaan kawasan konservasi Dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber adalah Kepala Seksi Perencanaan Pengelolaan KSA TB, Direktorat Kawasan Konservasi, Dewi Sulastriningsih, S.Hut, M.Il , yang menyampaikan Peningkatan nilai efektivitas pengelolaan seluruh kawasan mengindikasikan adanya kegiatan-kegiatan pengelolaan yang dilakukan sesuai rencana aksi hasil penilaian pada tahun sebelumnya Proses penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi dilakukan oleh seluruh peserta dengan pendampingan/ fasilitator dari Direktorat Konservasi Kawasan, Ibu Dewi Sulastriningsih dan Bapak Andika Chandra Ariyanto serta dari USAID Lestari Ibu Rosenda Chandra Kasih dan Bapak Munawar Kholis dengan mempedomani prinsip objektif, transparan, partisipatif, regular, independen, introspeksi dan sharing knowledge. Penilaian efektivitas menggunakan metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool) yang dilakukan terhadap 6 aspek utama, meliputi aspek konteks, perencanaan, input, proses, output dan outcome. Berdasarkan hasil penilaian awal efektivitas pengelolaan kawasan konservasi CA Pararawen I dan II diperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 56 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 51 %, Suaka Margasatwa Lamandau memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 70 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 69 %, TWA Tanjung Keluang nilai efektivitas pengelolaannya sebesar 63 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 62 %, TWA Bukit Tangkiling memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 60 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 59 % dan CA Bukit Sapat Hawung memperoleh nilai efektivitas pengelolaan sebesar 46 % meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 28 %. Sumber : BKSDA Kalimantan Tengah
Baca Berita

Menatap Pengelolaan TN Kelimutu Jangka Panjang

Ende, 23 Mei 2018. Bertempat di aula kantor Kec. Detusoko Kab Ende, Balai Taman Nasional Kelimutu melaksanakan Sosialisasi Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Kelimutu Tahun 2018-2027 yang dihadiri para Camat di sekitar TN Kelimutu, para Kepala Desa sekitar kawasan, para kepala adat (Mosalaki) dan pelaku wisata (23/5). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan TN Kelimutu dan 10 cara baru mengelola kawasan konservasi. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TN Kelimutu dan rencana pembangunan fisik tahun 2018 (rumah adat dan parkir) di Moni (Kelimutu). Hasil diskusi bahwa pemberdayaan masyarakat diarahkan masyarakat sebagai subyek bukan obyek sebagaimana tertuang dalam 10 cara baru mengelola kawasan konservasi. Perlunya sinergitas kegiatan antara taman nasional dengan desa sehingga tidak tumpang tindih ataupun bertolak belakang Program kegiatan ditiap desa disesuaikan dengan potensi desa dan sebisa mungkin dibuat networking antar desa sehingga bisa saling mengisi kegiatan dalam rangka meningkatkan pariwisata dan perekonomian masyarakat Pembangunan sarana fisik di Moni utamanya rumah adat diarahkan penggantian nama dari replika rumah adat menjadi Tendaria ataupun Loporia meskipun fungsinya sama untuk kegiatan keagamaan (patika) dan menyimpan alat2 upacara adat Untuk meningkatkan pelayanan pengunjung agar segera dibentuk forum pemandu dan pelatihan yang hasil akhirnya para pemandu sudah bersertifikat pandu. Serta akan dibangun komunikasi lanjutan dengan masyarakat sekitar kawasan dan para pelaku pariwisata untuk mengelola wisata di Danau Kelimutu. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Berita

Bunga Bangkai Mekar di Tapanuli Tengah

Sibolga, 23 Mei 2018. Bunga Bangkai ditemukan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Adalah Damai O Mendrofa seorang Jurnalis dan Aktivis Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) menginformasikan keberadaan Bunga Bangkai ini ke Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) pada tanggal 20 Mei 2018 tepatnya di kebun masyarakat yang berbatasan dengan hutan lindung. Balai Besar KSDA Sumatera pun langsung meneruskan informasi ini ke Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar untuk melakukan pengecekan. Selanjutnya pada tanggal 21 Mei 2018, Petugas Resort Pelabuhan Laut Sibolga dan Bandara Pinangsori melakukan penelusuran ke lokasi Bunga Bangkai tersebut dan membenarkan tentang keberadaan Bunga Bangkai yang sedang mekar sempurna. Melihat dari ciri-cirinya Bunga Bangkai tersebut adalah jenis Amorphopallus titanum dengan tinggi + 200 cm dan diameter + 80 cm. Masih di lokasi yang sama Bunga Bangkai yang lain juga ditemukan dengan keadaan masih kuncup. Menurut informasi dari masyarakat bahwa daerah tersebut banyak ditemukan Bunga Bangkai. Sehingga bisa dipastikan bahwa areal tersebut merupakan habitat Bunga Bangkai. Bunga Bangkai (Amorphopallus titanum) merupakan flora endemik Pulau Sumatera yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m. Amorphopallus titanum masuk dalam kategori rentan (vulnerable) dalam daftar merah IUCN dan merupakan Tumbuhan yang Dilindungi Undang-undang Negara Republik Indonesia. Bunga bangkai sudah semakin berkurang karena KEHILANGAN habitat alaminya akibat alih fungsi lahan. Harapannya, Instansi yang berwenang dan Penggiat Lingkungan lainnya dapat mempertahankan flora unik ini di habitat alaminya. Upaya untuk mengenalkan berbagai macam spesies bunga bangkai pada masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera, juga sangat penting. Pengenalan dan penyadartahuan ini mampu mendukung pelestarian bunga bangkai ini dari bahaya kepunahan. (Lisbet) Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Berita

Pengamanan & Perlindungan Kawasan Intensif, Balai TN Kep. Togean Rangkul Stakeholder

Ampana, 23 Mei 2018. Balai TN Kepulauan Togean (TNKT) laksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengamanan dan Perlindungan Kawasan TNKT di aula kantor Balai TNKT (23/5). Rapat ini dihadiri stakeholder yang berkepentingan seperti Kejaksaan Negeri, Polres, Dinas Perikanan, BP4D, Bagian Administrasi dan SDA Touna, KPH Sivia Patuju, Dinas PUPR dan TNI. Dipimpin langsung Kepala Balai TNKT Ir. Bustang yang menyampaikan beberapa peluang dan tantangan dalam pengelolaan kawasan TNKT. Salah satunya antara lain tingginya trend kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sehingga diharapkan stakeholder dapat bekerjasama untuk bersama-sama menjaga kawasan agar lestari. Bustang menambahkan “adanya kejadian Illegal logging, illegal fishing dan aksi penambangan pasir illegal yang merusak lingkungan diperlukan kegiatan pengamanan dan perlindungan yang intensif yang dilakukan oleh stakeholder terkait”. Kajari Touna menghimbau kepada TNKT terkait masalah penanganan kasus, bahwa reaksi dilapangan TNKT masih belum bisa diterima dihati masyarakat sehingga pihak Balai TNKT harus arif dan bijaksana dalam menghadapi masyarakat. Disepakati bahwa untuk menjaga, memantapkan dan membangun kolaborasi dan sinergitas dalam upaya perlindungan dan pengamanan serta penegakan hukum terhadap kawasan TNKT perlu dilakukan secara bersama-sama semua pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Tojo Una-una. Pada kesempatan ini juga disepakati bahwa akan dilaksanakan patroli bersama di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean yang akan diikuti oleh instansi-instansi terkaitantara lain : DKP, TNI AL, Kejaksaan, Satpol PP, KPH Sivia Patuju, Polres, Dinas Pariwisata, BP4D dan Bagian Administrasi SDA Touna. Sumber : Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Berita

Peluncuran Lagu “Salam Dari Batas Ujung Negeri” dan Pengukuhan Band Arwana Sebagai Duta Konservasi Tana Bentarum

Putussibau- 23 Mei 2018. TaNa Bentarum. Keindahan dan pesona Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum seakan tidak pernah habis untuk dibahas. Banyak penulis, sastrawan dan seniman yang terinspirasi dan menciptakan karya setelah bersentuhan dengannya. Salah satunya adalah lagu “Salam dari Batas Ujung Negeri” gubahan Band Arwana yang telah malang melintang dalam dunia permusikan tanah air. Lagu ini diciptakan oleh Yudie Chaniago yang memiliki makna kecintaan terhadap Kalimantan Barat khususnya Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) yang terletak di Bumi Uncak Kapuas. Yudie Chaniago pendiri sekaligus penggerak Band Arwana mengatakan bahwa dirinya menciptakan lagu ini untuk mengajak generasi muda untuk lebih mengenal TaNa Bentarum sebagai paru-paru dunia sekaligus jantungnya Kalimantan saat launching lagunya di Putussibau (23/5). “TaNa Bentarum ini kan bagian Heart of Borneo (Jantung Kalimantan), kebanggaan dunia sehingga anak muda khususnya Kalimantan Barat harus memiliki kebanggaan yang sama”ujarnya. Ditambahkannya, generasi muda khususnya Kalimantan Barat juga harus memiliki semangat untuk melestarikan adat, budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga utuh di masyarakat sekitar kawasan TaNa Bentarum yang terletak di perbatasan Negara. Sementara itu Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung serta mengapresiasi karya musik ciptaan Band Arwana yang digawangi Yudie Chaniago ini. Lagu Salam dari Batas Ujung Negeri baginya menjadi alat untuk lebih memasifkan promosi keindahan dan pesona TaNa Bentarum. “lagu ini bisa memacu semangat serta menginspirasi generasi muda khususnya di Kalimantan Barat untuk mencintai tanah airnya sekaligus mempromosikan keindahan Bentarum ke pelosok negeri”tegasnya. Arief menambahkan bahwa generasi muda yang hidup di era digital saat ini sangat mudah terpapar isu dan konten berita yang bisa memecah belah bangsa. Karenanya Salam dari Batas Ujung Negeri mengingatkan kembali pentingnya kontribusi generasi muda dalam memelihara persatuan dan tegaknya NKRI sebagaimana para pendiri bangsa dulu berkomitmen. “TaNa Bentarum ini letaknya di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) namun demikian harus diingat bahwa disitulah tantangannya, bagaimana anak muda bangsa terlibat aktif membangun negeri kita dengan perannya masing-masing”tuturnya. Disinggung mengenai pengukuhan Band Arwana sebagai Duta Konservasi TaNa Bentarum, Arief menilai bahwa pihaknya ingin agar TaNa Bentarum bisa lebih dikenal masyarakat luas tidak hanya di Kalimantan Barat namun di kancah nasional dan internasional melalui seni dan musik. “tidak bisa lagi kita mengandalkan cara-cara konvensional, dengan musik dengan lagu dan seni dampaknya akan lebih terasa”ujarnya. Orang nomor satu di Tana Bentarum ini juga tidak sembarang memilih duta, kapasitas dan pengalaman Band Arwana yang pernah didaulat sebagai duta seni dan budaya Provinsi Kalimantan Barat merupakan bukti nyata. “ grup ini pernah menjadi duta seni dan budaya Kalbar bahkan 2012 menjadi Duta Budaya Kota Singkawang dan satu lagi yang perlu diingat nama bandnya diambil dari Ikan Arwana, ikan endemik Danau Sentarum”ujarnya. Arwana (Schleropages formosus) merupakan spesies endemik Taman Nasional Danau Sentarum dan merupakan ikon Kabupaten Kapuas Hulu. Band Arwana merupakan sedikit dari band tanah air yang masih eksis hingga saat ini dan berkiprah sejak 20 tahun silam. Tahun 2015 majalah Rolling Stone menobatkannya sebagai salah satu band legenda Indonesia dan memiliki fans khususnya di Kalimantan Barat sekitar 400 ribu hingga 500 ribu yang menamakan dirinya insang arwana. Yudie Chaniago sendiri sebagai pencipta lagu telah menorehkan berbagai macam prestasi baik di tingkat nasional maupun Internasional. Tahun 2002 Yudie berhasil menyabet pencipta lagu terbaik ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award dengan karya “Lamunanku” pada album arwana yang kedua. Tahun 2003 lagu “Kephank Kampoenk” menjadi pemenang MTV Award di Singapura sebagai lagu etnik Asia terbaik. Tidak hanya penghargaan, Group Band ini juga pernah didapuk menjadi duta pariwisata dan budaya Kalimantan Barat dan terakhir 2012 silam didaulat menjadi Duta Seni dan Budaya Kota Singkawang. Sumber : Siaran Pers - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Berita

Pelatihan Pengoperasian Dan Pengolahan Data Hasil Drone

Bandung, 23 Mei2018. Sejak tahun 2017 Balai Besar KSDA Jawa Barat telah melengkapi sarana prasarana pengelolaan kawasan konservasi berupa Drone yang terdistribusi di Kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Bidang KSDA Wilayah. Dalam rangka optimalisasi penggunaan Drone tersebut, pada hari Selasa, 22 Mei 2018, Balai Besar KSDA Jawa Barat telah mengadakan Pelatihan Pengoperasian Dan Pengolahan Data Hasil Drone bertempat di kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat dan sekitarnya dengan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari perwakilan Balai Besar KSDA Jawa Barat, Bidang KSDA Wilayah, Seksi Konservasi Wilayah, Resor Konservasi Wilayah dan para pemegang Izin Usaha Pemegang Sarana Wisata Alam (IUPSWA) lingkup Balai Besar KSDA Jawa Barat. Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat dengan narasumber dari CV. Robotix Geosolusion. Adapun maksud pelatihan adalah untuk mengenalkan cara pengoperasian dan cara pengolahan hasil Drone, sedangkan tujuannya antara lain agar setiap petugas baik yang berada di tingkat Resort sampai dengan tingkat Balai memahami tentang tata cara pemakaian dan pengolahan data hasil Drone sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Pelaksanaan pelatihan disampaikan dalam bentuk teori dan praktek, untuk teori dan pengolahan data dilaksanakan di ruang rapat Balai Besar KSDA Jawa Barat sedangkan untuk praktek dilaksanakan di areal pesawahan sekitar kantor Balai Besar KSDA Jawa Barat. Dalam sambutan pembukaan pelatihan sekaligus arahannya, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ir. Sustyo Iriyono, MSi., menyampaikan bahwa para peserta agar serius mengikuti pelatihan ini dan dapat mengimplementasikan materi pelatihan di lapangan sehingga data kawasan konservasi selalu ter-update karena data yang diperoleh dari pesawat Drone sangatlah detail baik dari segi visual maupun dari segi luasan karena data yang diperoleh nantinya diproses dengan menggunakan Tools ArcGis sehingga dapat mengetahui luasan dan lokasi dari data yang diambil. Sumber : BBKSDA Jawa Barat
Baca Berita

Tim Resort Air Hitam-Bagan Limau Lakukan Pendataan Libatkan Masyarakat

Bagan Limau, 23 mei 2018. Usai laksanakan ibadah sholat tarawih, Tim Resort Air Hitam dan Bagan Limau lakukan pendataan terbuka pengguna lahan didalam kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) bersama dengan masyarakat yang tinggal menetap di Pondok Kempas. Pendataan terbuka pengguna lahan tersebut dilaksanakan di Mesjid Al-Falah yang berada di Pondok Kempas. Pendataan terbuka pengguna lahan di Resort Air Hitam dan Bagan Limau merupakan upaya pendataan lanjutan oleh TNTN yang telah dilakukan di Desa Bagan Limau pada tahun 2017, dimana saat ini dilanjutkan pendataan terhadap masyarakat pengguna lahan di wilayah Pondok Kempas Desa Lubuk Tinggal - INHU. Delapan orang Tim dari Resort Air Hitam dan Bagan Limau memulai pendataan terbuka pengguna lahan denagn membangun silaturrahmi dan diskusi terbuka dengan lebih kurang 70 orang masyarakat yang hadir. Berdasarkan keterangan dari salah satu Polisi Hutan TNTN Elan Maulan Nurjaman, S.Hut yang ikut mendata, Tim dari TNTN dan masyarakat telah sepakat bahwa masyarakat mendukung penuh pelaksanaan pendataan secara terbuka dan siap menyerahkan data-data mereka kepada tim pendataan. Menurutnya juga, masyarakat bersama pihak TNTN siap untuk berkolaborasi menjaga hutan, mencegah kebakaran hutan, dan lahan serta bersedia mengikuti program-program yang akan dilahirkan oleh Balai TNTN. “Masyarakat yang kita ajak duduk bersama usai tarawih tadi untuk lakukan pendataan, tidak menolak dan bersedia berpartisipasi mengumpulkan data. Tidak Cuma itu, oelh masyarakat kita juga mendapat dukungan dan diminta untuk menegakkan hukum terhadap para pemodal yang menguasai lahan Kawasan TNTN, Dukungan dari masyarakat ini nantinya akan buat juga dalam bentuk menyatakan sikap secara tertulis dalam surat pernyataan masyarakat”, ungkap Ahmad Gunawan, S.Hut. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 7.857–7.872 dari 11.140 publikasi